P. 1
F07zul

F07zul

|Views: 466|Likes:
Published by joanpaulo

More info:

Published by: joanpaulo on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Pembakaran sekam menggunakan serealia processor akan
menghasilkan abu yang mengandung silika 55% dan residu karbon.
Pembakaran lebih lanjut di laboratorium pada suhu 500o

C akan
menghasilkan abu dengan kandungan silika 97% dan kalium oksida 2%.
Silika yang terdapat pada sekam padi ada dalam bentuk amorf terhidrat
(Houston, 1972). Menurut Proctor dan Palaniappan (1989), silika dalam
sekam padi terdapat dalam bentuk tridymite dan cristobalite yang
mempunyai potensi sebagai bahan pemucat minyak nabati. Komposisi
kimia abu sekam padi dapat dilihat pada Tabel 2.
Abu sekam padi merupakan sumber biologis dari silika yang dapat
digunakan dalam proses pemurnian minyak (Proctor dan Palaniappan,
1989). Abu sekam padi mampu menangkap komponen-komponen
penyebab warna karena lapisan silika tetrahedral yang terkandung di
dalamnya memiliki struktur terbuka yang dapat memuat kation-kation
seperti aluminium, magnesium, dan kalsium (Proctor dan Palaniappan,
1989).

17

Tabel 2. Komposisi kimia abu sekam padi
Unsur pokok Berat rata-rata (%)
SiO2

82.00-87.6

CaO2

0.84-2.0

MgO

0.81-2.0

K2O

0.91-22.8

Na2O

2.06-22.8

Fe2O3

traces

P2O3

0.20-3.0

SO3

0.10-1.5

Sulfur

traces

Sumber: Laurico E. F. M. (1987) dalam Mauraga (1988)

Efektivitas penangkapan komponen warna tergantung pada struktur

tridymite dan cristobalite yang menyusunnya. Proctor dan Palaniappan

(1989) menyatakan bahwa pengabuan ulang pada suhu 800o

C sampai

dengan 1000o

C dapat menurunkan aktivitas penangkapan komponen
penyebab warna. Hal ini disebabkan karena pecahnya struktur kristal dan
terjadinya kekacauan struktur.

18

III. METODE PENELITIAN

A. BAHAN DAN ALAT

1. Bahan

Bahan baku utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah metil
ester kasar (Crude Methyl Ester atau CME) yang terbuat dari minyak sawit
kasar (Crude Palm Oil atau CPO). CME tersebut diperoleh melalui hasil
optimasi yang telah dilakukan oleh Widayanto (2007) dengan pelarut
metanol dan katalis NaOH, kecepatan pengadukan 250 rpm, konsentrasi
NaOH 1%, suhu reaksi 50o

C, dan waktu reaksi 60 menit. Bahan lain yang
digunakan adalah silika gel, abu sekam padi yang diabukan pada suhu
800o

C, 1000o

C, dan 1200o

C, heksana (p.a. dan teknis), dan gas nitrogen.
Bahan-bahan untuk analisis adalah KOH, HCl, indikator pp, akuades, etanol
95%, isopropanol, aluminium foil, dietil eter, asam periodat, natrium
tiosulfat, kalium iodida, asam asetat glasial, larutan pati, natrium hipoklorit,
kloroform, dan kalium dikromat.

2. Alat

Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah spektrofotometer UV-
Vis, oven, tanur, neraca analitik, blender, peralatan kolom kromatografi
(panjang 40 cm, diameter 2.5 cm, dan volume 150 ml), rotavapor, pipet,
tabung reaksi, gelas ukur, dan peralatan gelas lainnya. Peralatan untuk
analisis adalah labu erlenmeyer, kondensor, water bath, labu distilasi, labu
takar, dan peralatan gelas lainnya. Gambar kromatografi kolom adsorpsi yang
dipakai dalam penelitian ini terlihat pada Gambar 5.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->