P. 1
Model Pendidikan Berkarakter

Model Pendidikan Berkarakter

|Views: 527|Likes:
Published by AgungDwiKristianto

More info:

Published by: AgungDwiKristianto on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Sebuah Pendekatan Monolitik di Universitas Negeri Jakarta

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Di susun oleh: DR. Achmad Husen, M.Pd DR. Muhammad Japar, M.Si Yuyus Kardiman, M.Pd

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010
i

Model Pendidikan Karakter Bangsa

MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Penulis DR. Achmad Husen, M.Pd DR. Muhammad Japar, M.Si Yuyus Kardiman, M.Pd

Hak Cipta dilindungi Undang-undang Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh dari isi buku ini tanpa ijin tertulis

Cetakan I: 2010

ii

Model Pendidikan Karakter Bangsa

SAMBUTAN
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
egradasi moral yang melanda bangsa Indonesia saat ini menjadi keprihatinan semua pihak. Banyak perilaku elemen masyarakat yang menunjukkan lemahnya karakter sebagai suatu bangsa yang besar. Untuk itu perlu disikapi dengan langkah-langkah nyata oleh semua elemen masyarakat baik itu keluarga, sekolah, masyarakat, media massa maupun perguruan tinggi. Perguruan tinggi memiliki peranan starategis dalam melaksanakan pendidikan karakter. Upaya itu dapat berbentuk mata kuliah tersendiri (monolitik), terintegrasi dalam mata kuliah yang relevan, juga pencipataan kultur kampus yang mendukung terbentuknya pendidikan karakter guna membangun karakter yang kuat bagi civitas akademika perguruan tinggi. Dalam rangka menjalankan peran itu, kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izin-Nyalah, maka buku MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA: SEBUAH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MONOLITIK DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA ini dapat diselesaikan. Buku ini merupakan best practices yang merupakan pengalaman dalam menjalankan mata kuliah pendidikan karakter di Program Studi PPKN Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta. Dalam kesempatan ini juga kami menyambut baik dan memberi apresiasi yang tinggi kepada tim penulis buku, yaitu Saudara Achmad Husen, Saudara Muhammad Japar dan Saudara Yuyus Kardiman yang telah memberikan komitmen yang tinggi dalam menyelesaikan buku ini. iii

D

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Terima kasih ini kami sampaikan kepada Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional yang telah mendukung dan membiayai penyusunan buku ini. Sebagai langkah awal dalam pengembangan pendidikan karakter, penulisan buku ini belumlah sempurna, oleh karena itu kritik dan masukan penting bagi tim penulis agar dapat disempurnakan di kemudian hari. Semoga usaha kita untuk membangun karakter bangsa mencapai hasil yang optimal. Terima kasih. Jakarta, Desember 2010 Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Drs. Komarudin, M.Si

iv

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kata Pengantar
idato Pembelaan Bung Karno di muka Hakim Kolonial pada tahun 1930 menegaskan : “Kalau bangsa Indonesia ingin mentjapai kekuasaan politik, jakni ingin merdeka, kalau bangsa kami itu ingin menjadi tuan di dalam rumah sendiri, maka ia harus mendidik diri sendiri, menjalankan perwalian atas diri sendiri, berusaha dengan kebiasaan dan tenaga sendiri!” (Soekarno, 1930:92). Pernyataan Bung Karno di atas menunjukkan bahwa salah satu karakter warga negara Indonesia yang harus di bangun adalah karakter kemandirian sebagai sebuah bangsa yang dapat terwujud dengan berusaha dan pembiasaan. Seorang Aristoteles menjelaskan bahwa karakter sangat erat hubungannya dengan kebiasaan (Habits). Diperjelas oleh Lickona (1992) yang mengatakan bahwa untuk mendapatkan kararakter yang baik (good character) maka setiap warga negara harus melakukan kebiasaan pikiran, kebiasaan hati dan kebiasaan dalam tindakan (habits of mind, habits of heart and habits of action). Dari uraian di atas, maka secara sederhana karakter seseorang atau sekumpulan orang atau bangsa berasal dari kebiasaan atau perilaku yang terbiasa (habits). Perilaku yang terbiasa berasal dari tindakan pertama (action) yang dikendalikan oleh cara berpikir (mind seat). Sehingga langkah awal membangun karakter adalah harus di mulai dari membangun cara berpikir (mind seat) terlebih dahulu, sehingga bisa tercipta kebiasaan berpikir yang baik, kebiasaan merasakan hal yang baik, kebiasaan berperilaku baik dan harapannya akhir adalah terbentuknya karakter yang baik (good character). Tentunya satu-satunya senjata yang ampuh untuk membentuk kebiasaan itu adalah melalui pendidikan. v

P

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Buku Model Pendidikan Karakter : Sebuah pendekatan monolitik di Universitas Negeri Jakarta ini di susun sebagai bagian kerjasama antara Direktorat Ketenagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan Nasional dengan Universitas Negeri Jakarta dalam upaya membangun kararter bangsa khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi. Buku ini memberikan panduan baik kepada mahasiswa untuk melakukan pembiasaan pikiran, pembiasaan hati dan pembiasaan tindakan maupun kepada Pergurua Tinggi Lain khususnya LPTK sebagai bahan bandingan dalam menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter. Sebagai penulis kami telah mengeluarkan kemampuan terbaik dalam menyusun buku ini, namun tentunya buku ini masih banyak memiliki kelemahan, sehingga dengan lapang dada kami akan menerima saran dan kritik yang bersifat membangun untuk kesempurnaan buku ini di masa datang. Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materil sehingga buku ini terbit. Terimakasih. Jakarta, Desember 2010 Penulis.

vi

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Daftar Isi
Sambutan Dekan ~ iii Kata Pengantar ~ v Daftar Isi ~ vii Bab I, Pendahuluan ~ 1 A. Latar Belakang ~ 1 B. Tujuan ~ 6 Bab II, Landasan Teori dan Deskripsi Model ~ 9 A. Konsep Karakter ~ 9 B. Konsep Karakter Bangsa ~ 13 C. Konsep Pendidikan Karakter ~ 18 1. Arti Penting Pendidikan Karakter di LPTK ~ 22 2. Kunci Sukses Pendidikan Karakter ~ 23 a. Dari Knowing menuju Doing ~ 23 b. Identifikasi Karakter ~ 26 3. 11 Prinsif Pendidikan Karakter ~ 29 D. Deskripsi Model Pendidikan Karakter ~ 30 1. Model Monolitik ~ 30 2. Model Terintegrasi ~ 31 3. Model di Luar Pengajaran ~ 32 vii

Model Pendidikan Karakter Bangsa

4. Model Gabungan ~ 32 Bab III, Metode Pelaksanaan Pendidikan Karakter ~ 35 A. Prosedur/Metode Pelaksanaan ~ 35 B. Pelaksanaan Pendidikan Karakter ~ 36 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Penetapan kontrak perkuliahan dengan membangun harapan dan komitmen ~ 36 Menemukenali Kata-kata Hikmah dan memasangnya di ruang kelas dan di tempat-tempat strategis di kampus ~ 38 Meningkatkan Minat Baca dengan Menyusun Resensi ~ 39 Mahasiswa Mengamati dan Mengabarkan Kebajikan (Story Telling) ~ 39 Dosen Menyaksikan atau Mengetahui Kebajikan dan Mengabarkannya ~ 40 Mengembangkan Suasana Apresiatif ~ 41 Menemukenali Tokoh Idola ~ 42 Meningkatkan Kebersihan dan Kerapian Kelas ~ 43 Memulai perkuliahan dengan berdoa ~ 44 Peduli terhadap Masalah Masyarakat, Korban Bencana atau Kemalangan ~ 44 Nonton Bersama Film yang Bertemakan Pendidikan Karakter, Sejarah Perjuangan dan Kemanusiaan ~ 46 Bekerja dalam Kelompok ~ 47 Melibatkan Orang-tua dalam Pendidikan Karakter ~ 47

14. Refleksi ~ 48 Bab IV, Penutup ~ 51 LAMPIRAN ~ 53 Lampiran 1, Silabus Pendidikan Karakter ~ 53 viii

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Lampiran 2, Profil manusia berkarakter, Harapan dan Komitmen Kelas ~ 58 Lampiran 3, Kata-kata hikmah ~ 64 Lampiran 4, Buku-Buku yang diresensi ~ 124 Lampiran 5, Refleksi ~ 126 Lampiran 6, CD Kegiatan Pendidikan Karakter Daftar Pustaka ~ 145

ix

Model Pendidikan Karakter Bangsa

x

Model Pendidikan Karakter Bangsa

BAB I

MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA
Sebuah Pendekatan Monolitik di Universitas Negeri Jakarta

A. Latar Belakang
menunjukkan adanya degradasi atau demoralisasi dalam pembentukan karakter dan kepribadian Pancasila. Degradasi nilai-nilai dan moral Pancasila sebagai inti atau core values dari pembentukan karakter Pancasila tersebut tidak saja terjadi di kalangan masyarakat awam tetapi juga sudah merambah ke kepribadian para profesional, tokoh masyarakat, para terpelajar, para pendidik, elit politik, bahkan hingga para pemimpin bangsa dan negara. Adalah wajar, bila banyak penilaian masyarakat internasional yang menyatakan bahwa Indonesia adalah negara terkorup di dunia dan birokrasi pemerintahan di Indonesia adalah birokrasi pemerintahan paling buruk kedua di dunia. Belum lagi, banyak fakta lainnya yang menunjukkan bahwa degradasi nilai-nilai dan moral Pancasila itu telah terjadi dari tingkat akar rumput hingga para pemimpin bangsa. Kasus narkoba yang makin subur, pertikaian bersenjata antar kelompok massa yang menjadi tontonan di televisi, kekerasan terhadap anak dan perempuan, pornografi dan pornoaksi yang makin vulgar ditunjukkan oleh kalangan muda hingga elit politik, hubungan seks bebas yang makin menjangkiti kalangan generasi muda siswa dan mahasiswa, tindakan KKN di mana-mana, kasus mafia hukum dan peradilan, gerakan terorisme oleh 1

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia telah

Model Pendidikan Karakter Bangsa

salah satu kelompok masyarakat Indonesia sendiri, kasus money politics dalam pemilukada dan pemilu legislatif, pencemaran dan kehancuran lingkungan ekologis, kompetisi antar kepentingan yang makin tajam dan tidak fair, pameran kekayaan yang makin tajam antara kelompok kaya dan kelompok miskin, kasus penggusuran kelompok miskin di kota-kota besar, dan sulitnya menumbuhkan kepercayaan terhadap kejujuran masyarakat adalah sedikit contoh kecil dari gunung es degradasi nilai-nilai dan moral Pancasila telah terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia dewasa ini. Proses degradasi nilai dan moral tersebut telah mengalami proses yang lama hingga memunculkan karakter manusia Indonesia yang cenderung memiliki nilai-nilai yang mengagungkan dan mengukur keberhasilan seseorang dari aspek kebendaan. Sebagai contoh, perilaku korupsi bahkan dikatakan telah membudaya di Indonesia. Jika pembudayaan nilai-nilai menyimpang tersebut pada dasarnya juga adalah hasil proses pendidikan (karena pembudayaan tidak bisa dilepaskan dari pendidikan), maka dapat dikatakan pula bahwa ada yang salah dalam proses pendidikan di negeri ini dalam waktu yang lama sehingga melahirkan generasi masyarakat yang kurang berkarakter Pancasila. Pendidikan di Indonesia ditengarai kurang berbasis pada pendidikan karakter Pancasila, melainkan lebih mendominankan atau menyombongkan pendidikan yang takabur pada keunggulan berpikir logika kognitif belaka. Menurut Mahatma Gandhi pendidikan tanpa basis karakter adalah salah satu dosa yang fatal. Theodore Roosevelt juga pernah menyatakan bahwa: “to educate a person in mind and not in morals is to educate a menace to society” (Mendidik seseorang dalam aspek kecerdasan otak dan bukan aspek moral adalah ancaman mara-bahaya kepada masyarakat) (Russell T. Williams, 2010; Ratna Megawangi, 2010). Jelaslah bahwa pendidikan karakter itu sangat penting dan mendesak dikembangkan dan dilaksanakan di Indonesia. Bila diperhatikan dengan cermat, konstitusi Indonesia telah mengamanatkan pentingnya pendidikan karakter, seperti bunyi pasal 31 ayat 3 yaitu “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”. Untuk menjalankan amanah itu maka UU 2

Model Pendidikan Karakter Bangsa

No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis dan bertanggungjawab. Salah satu pilar yang harus menjalankan pendidikan karakter adalah perguruan tinggi. Lembaga Pendidikan Tinggi atau Perguruan Tinggi harus ikut mengambil peran ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan dan melaksanakan pendidikan karakter bangsa berbasis Pancasila dalam rangka memajukan keberadaban bangsa. Sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional yang tertuang dalamKerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPT-JP) IV (2003-2010), maka pendidikan tinggi di Indonesia diarahkan untuk mampu membentuk insan yang berkarakter dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Kebijakan dasar untuk mencapai visi tersebut adalah adanya kesadaran bahwa daya saing bangsa hanya dapat dicapai dalam bingkai karakter bangsa dan peradaban yang kuat. Pendidikan tinggi sebagai kelanjutan dan titik kulminasi proses pendidikan dalam jenjang pendidikan formal jelas memiliki peran dan tanggung jawab dalam memantapkan pembinaan karakter bangsa yang telah dibangun dan dikembangkan sejak pendidikan dasar. Untuk itu pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan sarjana yang memiliki pengetahuan yang kuat, memahami bagaimana menjadi warganegara yang baik dan mampu memimpin kehidupan yang bermakna (Brodjonegoro, S. S., 2003). Salah satu sarana untuk mengimplementasikan pendidikan karakter adalah pada kegiatan pembelajaran di kelas, dengan menjadikannya sebagai satu mata kuliah tersendiri. Mata kuliah ini unik dalam arti berbeda dengan mata kuliah lain. Mata kuliah ini berorientasi pada pengembangan karakter bagi mahasiswa dengan menjadikan teladan dan berbuat sebagai basis perkuliahan. Bila menggunakan terminologi standar kompetensi lulusan maka pendidikan karakter di perguruan tinggi dapat dirumuskan sebagai 3

Model Pendidikan Karakter Bangsa

berikut. 1. 2. 3. 4. 5. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri. Kepekaan dan kepedulian sosial, bekerja sama dan gotong royong, serta bersatu dalam keberagaman Demokratis, bertanggung jawab, dan partisipatif. Berorientasi hidup sehat, hemat, dan bersahaja

Dari standar kompetensi lulusan seperti di atas dapatlah kemudian dikembangkan pada nilai-nilai yang lebih bersifat praksis antara lain sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 4 Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Menghargai kebebasan dan keberagaman beragama dan berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa Toleransi dan saling menghormati terhadap sesama Memajukan persaudaraan antar umat manusia Kemampuan kerja sama dan cinta damai Memajukan kehidupan berkelompok atau berorganisasi untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan Kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif dan inovatif Gemar membaca untuk mengembangkan wawasan Kemampuan melakukan inkuiri dan pemecahan masalah secara bermakna Kemampuan mengambil keputusan dengan benar, baik, dan bijaksana. Menghargai dan mengembangkan seni dan keindahan Mengembangkan motivasi berprestasi dan rasa percaya diri (selfconfidence) Mandiri, memiliki etos kerja tinggi, mengembangkan semangat

Model Pendidikan Karakter Bangsa

kewirausahaan, dan berani mengambil resiko 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. Berdisiplin dan bertanggung jawab Memiliki kemapuan kompetisi secara fair Menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa Mengembangkan kepekaan sosial dan altruisme Bersikap gotong royong Memajukan semangat patriotisme dan kepahlawanan Kesadaran nasionalisme dan dharma negara Menghargai pluralisme dalam masyarakat Kepedulian terhadap lingkungan Menghargai, mencintai budaya dan mengembangkan produk bangsa sendiri Jujur dan cinta kebenaran Menghargai budaya malu berbuat salah (dosa) sekecil apapundan mengembangkan sikap anti korupsi Mengembangkan semangat demokrasi, etika dialog, dan terbuka Kemampuan berkomunikasi yang berpengaruh secara lisan dan tertulis Menghargai dan mematuhi norma-norma dan hukum Menghargai hak golongan minoritas dan kesetaraan gender Partisipatif dalam kehidupan masyarakat dan mempengaruhi kebijakan publik Hidup hemat dan bersahaja

32. Bertindak efektif dan efisien 33. Berorientasi hidup sehat baik secara fisik maupun mental 34. 35. Mengakui dan menghormati keseimbangan hak dan kewajiban Keseimbangan orientasi masa lalu, masa kini, dan masa depan 5

Model Pendidikan Karakter Bangsa

36.

Hidup teratur, bersih, rapi, dan tepat waktu

Dalam menjalankan pendidikan karakter banyaknya perilaku atau nilai yang dikembangkan bukanlah yang penting, tetapi yang lebih penting adalah terjadinya pembiasaan yang dapat dilakukan yang pada akhirnya akan membentuk karakter yang kuat bagi mahasiswa.

B. Tujuan
enyusunan buku model pendidikan karakter di Universitas Negeri Jakarta bertujuan: 1. Mengidentifikasi pengalaman terpetik (best practices) pengembangan karakter yang dapat dijadikan model bagi perguruan tinggi lain, Memberi penguatan dan motivasi bagi Universitas Negeri Jakarta untuk melanjutkan pendidikan karakter, yang pada akhirnya akan berdampak kepada peningkatan mutu pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, Mengembangkan model pendidikan karakter yang mencerminkan keragaman dan kearifanlokal.

P

2.

3.

C. Nilai-nilai yang Dikembangkan
Studi PPKN Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta dirumuskan sebagai berikut. 1. Jujur 2. Terbuka 3. disiplin 4. Komitmen 5. Tanggung jawab 6

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter di Program

Model Pendidikan Karakter Bangsa

6. Menghargai dan menghormati 7. Berbagi

7

Model Pendidikan Karakter Bangsa

8

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Bab II

Landasan Teori dan Deskripsi Model
A. Konsep Karakter
ecara umum istilah “karakter” yang sering disamakan dengan istilah “temperamen” ,”tabiat”, “watak” atau “akhlak” yang memberinya sebuah definisi sesuatu yang menekankan unsur psikososial yang dikaitkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Secara harfiah menurut beberapa bahasa, karakter memiliki berbagai arti seperti : “kharacter” (latin) berarti instrument of marking, “charessein” (Prancis) berarti to engrove (mengukir), “watek” (Jawa) berarti ciri wanci; “watak” (Indonesia) berarti sifat pembawaan yang mempengaruhi tingkah laku, budi pekerti, tabiat, dan peringai. Dari sudut pandang behavioral yang menekankan unsur somatopsikis yang dimiliki sejak lahir, Sehingga Doni Kusuma (2007:80) istilah karakter dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (1995:445), istilah “karakter” berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain: tabiat, watak. Dalam istilah Inggris, karakter berpadanan dengan “character” yang dalam Oxford Advace Learner’s Dictionary of Current English (2000) dapat diartikan: (1) All the qualities and features that make a person, groups of people, and places different from others (semua baik kualitas maupun ciriciri yang membuat seseorang, kelompok orang atau tempat berbeda dari 9

S

Model Pendidikan Karakter Bangsa

yang lain); (2) the way the something is, or a particular quality or peature that a thing, an event or a place has (cara yang khas atau kekhasan yang dimiliki oleh sesuatu, peristiwa atau tempat); (3) strong personal qualities such as the ability to deal with difficult or dangerous situations (kualitas pribadi yang tangguh misalnya kemampuan dalam menghadapi situasi yang sulit atau berbahaya); (4) the interesting or unusual quality that a place or a person has (kualitas menarik dan luar biasa yang dimiliki suatu tempat atau orang); (5) a person, particularly an unpleasant or strange one (orang yang aneh atau tidak menyenangkan); (6) an interesting or unusual person (orang yang menarik dan luar biasa); (7) the opinion the people have of you, particularly of whether you can be trusted or relied on (pendapat khalayak tentang anda, apakah anda dapat dipercaya). Dari penjelasakan konsep karakter di atas, maka karakter pada nomor (5) dan (6) lebih bersifat informal sedangkan nomor (7) mengandung pengertian yang lebih bersifat formal. Dalam pengertian harfiah, sebagian para ahli berpendapat bahwa karakter mempunyai makna psikologis atau sifat kejiwaan karena terkait dengan aspek kepribadian (personality). Akhlak atau budi pekerti, tabiat, watak, atau sifat kualitas yang membedakan seseorang dari yang lain atau kekhasan (particular quality) yang dapat menjadikan seseorang terpercaya dari orang lain. Dari konteks inipun, karakter mengandung unsur moral, sikap bahkan perilaku karena untuk menentukan apakah seseorang memiliki akhlak atau budi pekerti yang baik, hanya akan terungkap pada saat seseorang itu melakukan perbuatan atau perilaku tertentu. Karakter yang baik menurut Maxwell (2001) lebih dari sekedar perkataan, melainkan sebuah pilihan yang membawa kesuksesan. Ia bukan anugerah, melainkan dibangun sedikit demi sedikit, dengan pikiran, perkataan, perbuatan, kebiasaan, keberanian usaha keras, dan bahkan dibentuk dari kesulitan hidup. Berkowitz (1998) menyatakan bahwa kebiasaan berbuat baik tidak selalu menjamin bahwa manusia yang telah terbiasa tersebut secara sadar (cognition) menghargai pentingnya nilai karakter (valuing). Karena mungkin saja perbuatannya tersebut dilandasi oleh rasa takut untuk berbuat salah, bukan karena tingginya penghargaan akan nilai itu. 10

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Misalnya saja ketika seseorang berbuat jujur hal itu dilakukannya karena ia takut dinilai oleh orang lain, bukan karena keinginannya yang tulus untuk menghargai nilai kejujuran itu sendiri. Oleh sebab itu dalam pendidikan karakter diperlukan juga aspek perasaan (domein affection atau emosi). Memakai istilah Lickona (1992) komponen ini dalam pendidikan karakter disebut “desiring the good” atau keinginan untuk berbuat kebaikan. Menurut Lickona pendidikan karakter yang baik dengan demikian harus melibatkan bukan saja aspek “knowing the good” (moral knowing), tetapi juga “desiring the good” atau “loving the good” (moral feeling) dan “acting the good” (moral action). Tanpa itu semua manusia akan sama seperti robot yang terindoktrinasi oleh sesuatu paham. Menurut Q-Annes dan Hanbali (2008:1), bahwa karakter adalah lautan, tak selemai dan tak dapat diintervensi. Hal ini memperkuat bahwa karakter akan membedakan seseorang dengan orang lain. Dijelaskan lebih lanjut oleh Q-Annes dan Hanbali bahwa orang yang memiliki karakter kuat adalah mereka yang tidak mau dikuasai oleh sekumpulan realitas yang telah ada begitu saja dari sono-nya, sementara, orang yang memiliki karakter lemah adalah orang yang tunduk pada sekumpulan kondisi yang telah diberikan kepadanya tanpa dapat menguasainya. (2008:2) Menurut Cronbach (Spriya; 2007, Kardiman, 2008:25) menyatakan bahwa perilaku bersifat amoral apabila pelaku tidak menyadari atau tidak peduli dengan akibat dari tindakannya terhadap orang lain. Bayi yang belum punya konsep tentang baik atau buruk adalal amoral. Sementara seorang yang bijakdana (expendient) adalah juga berpusat ada dirinya namun perilakunya jauh terkontrol. Ia tahu pentingnya memperhatikan reaksi orang lain untuk mengenal lebih jauh lagi . Menurut Sparks (Sapriya;2007, Kardiman, 2008:25) menyatakan bahwa secara umum fungsi dari karakter adalah : (1) one’s sense of right and wrong; (2) one’s standards of what is good and just; (3) one’s judgement of what constitutes good and bad behavior. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada esensinya ada dua dimensi karakter; one is focused on the individual’s biliefs, amoral reseaning, and system of values; the other is focused on the individual’s actions and conduct. Dimensi pertama adalah konsep pengembangan karakter yang secara tradisional 11

Model Pendidikan Karakter Bangsa

menjadi pendorong pendidikan di Amerika Serikat sedangkan dimensi yang kedua adalah konsep pendidikan moral yang dikenal selama tahun 1960-an dan 1970-an. Namun di akui olehnya bahwa pengembangan karakter dan pendidikan moral tidak sama karena nilai-nilai dan tingkat penalaran moral seseorang merupakan pusat bagi konsep karakter. Dengan kata lain, ada saling keterkatian antara pemikiran dan perbuatan, “that is, individuals act in acdordance with their persepection, values and beliefs, and in turn, the action and behaviors an individual chooses in resolving dilemas and making decisions are manifestation of those perspections, values, and beliefs”. Dalam National Conference on Character Bulding yang membahas The Need for Character Education yang diselenggarakan oleh International Education Foundation bekerjasama dengan DEPDIKNAS, BKKBN, DEPAG, UNDP dan sejumlah LSM di Jakarta (2005:6) mempertanyakan : What is meant by “character”? konferensi merumuskan pengertian karakter sebagai berikut: Character has been defined as the inner disposition conductive to right conduct. It is a person’s collection of attitudes and habits which enable and facilitate moral action. It is the foundation for all activity in the world; every task and every achievement bears the imprint of ones’s character. Moreover, as we shall see, one result of attaining good character is that individuals are able to love others well and become more productive citizens. Good character is thus the foundatio for all human endeavors. Lebih lanjut, dalam dokumen konferensi tersebut dibahas pula perbedaan pengertian antara personality dan character. “personality is unique. It varies from person, as do talents and general abilities. Character, on the otehr hand, can be shared by many people. It is composed of virtues that are universal”. (2000:6) Uraian di atas memperjelas bahwa istilah personality menunjukkan kekhasan atau ciri khas yang dimiliki oleh seseorang atau perseorangan, karena aspek pembawaan atau bakat dan kemampuan umum sedangkan istilah character menunjukkan kekhasan yang dimiliki sejumlah orang termasuk kebajikan-kebajikan yang bersifat universal. Sehingga dapat diilustrasikan mungkin saja seseorang personalitinya seorang periang atau 12

Model Pendidikan Karakter Bangsa

pendiam tetapi kedua personaliti tadi dapat memiliki karakter yang sama seperti jujur, adil, ulet, pekerja keras, tanggung jawab, komitmet, selalu berbagi, disiplin dan sebagainya karena karakter pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang. Dijelaskan pula bahwa pada intinya, karakter yang baik berada tertanam secara baik di dalam hati, yang disebut pula “moral heart” atau menurut Agustian (2007:25) suara hati yang terletak pada god spot. Secara khusus dinyatakan bahwa “heart is the source of the fundamental impulse for relatedness. it is what motivates a person to yearn to the joy of loving and being loved, the satisfaction of valuing and being valued” (National Conference on Character Building, 2000: 6). Yang menjadi persoalan apakah karakter tersebut terbangun atau tidak. Sehingga bagaimana untuk membangunkan kembali karakter yang baik (good character) maka Pendidikan karakter menjadi penting peranannya.

B. Konsep Karakter Bangsa
ara ahli (Margenthau, 1993; Devos, 1968) mendefinisikan karakter bangsa dalam konteks negara-bangsa (nation-state) sebagai salah satu unsur kekuatan nasional (national power) dalam politik antar bangsa. DeVos (1968:14) mendefinisikan bahwa karakter bangsa sebagai berikut: the term “National Charaacter” is used to described the enduring personality characteristic and unicue life style found among the populations of particular national states. Artinya, istilah karakter bangsa digunakan untuk mendskripsikan ciri-ciri kepribadian yang tetap dan gaya hidup yang khas yang ditemui pada penduduk negara bangsa tertentu. Karena terkait dengan masalah kepribadian yang merupakan bagian dari aspek kejiwaan maka diakui oleh Devos bahwa dalam konteks perilaku, karakter bangsa dianggap sebagai istilah yang abstrak yang terikat oleh aspek budaya dan termasuk dalam mekanisme psikologis yang menjadi karakteristik masyarakat tertentu. Lebih lanjut, DeVos (1968:14) menguraikan bahwa secara historis, munculya kesadaran adanya perbedaan kebangsaan bermula di Eropa “...the defferences between Danes and Sweden, between 13

P

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Belgians and Dutch, between Germans and Italians, or even between northem and southerm Italians and southern Belgians, or northen and southern Dutch”. Namun persepsi tentang perbedaan perilaku yang menimbulkan kesan verbal yang berusaha sungguh-sungguh mengkaji secara sistematis tentang persepsi perbedaan dalam konfigurasi kepribadian, baru muncul tahun 1940-an. Sejak saat itu, konfigurasi “personality” berhasil dirumuskan oleh para antropolog bahkan dari pandangan budaya di luar Eropa. Selama perang dunia II menurut sejumlah antropolog (Mead, 1953: Kardiner. 1939: Devos, 1960: Hagen, 1962) perhatian terhadap adanya perbedaan kepribadian antar bangsa yang disebabkan oleh perbedaan budaya seiring dengan munculnya perbedaan pemahaman terhadap konsep karakter bangsa di tengah masyarakat Barat. Lebih lanjut mereka menyatakan bahwa analisis yang lebih sistematis tentang perbedaan dalam “national character” dalam masyarakat Barat menimbulkan pandangan-pandangan yang mengarah pada ketegangan secara perodik dan kesalah pahaman antara anggota aliansi dan kelompok-kelompok nasional yang bermusuhan. Pada masa perang, penelitian tentang “national character” terutama pada wilayah pendudukan atau wilayah jajahan tidak dapat dilakukan secara langsung sehingga Mead dan Metraux (1953) menamakannya “the study of culture at a distance” (dalam DeVos, 1968:15). Pada dasarnya, kajian tentang “national character” berbeda-beda tergantung pada pendekatan yang digunakan oleh penulis. Mead (1953), pelopor yang gigih dalam mengkaji “national character” membedakan tiga pendekatan. Pertama, the analisys of reletionshif between the basic learning coomon to children with in a nation or culture and later characteristic witnessed in the behavior of adults with in the same society artinya, pendekatan yang menganalisis hubungan antara kebiasaan belajar anak-anak dalam suatu bangsa atau budaya dengan karakteristik yang terlihat dalam perilaku orang dewasa pada suatu masyarakat yang sama. Dalam pendekatan ini, pengalaman anak yang sedang tumbuh menjadi fokus utama. Kedua,. Societal studies of the pattern and stuctur of interversonal reletionshif. Artinya, pendekatan dilakukan dengan cara mengkaji pola dan struktur hubungan antar personal dalam masyarakat. Ada sanksi budaya dalam 14

Model Pendidikan Karakter Bangsa

masyarakat untuk memperkuat pola-pola perilaku dan ada konsistensi yang diharapkan dalam konfigurasi budaya. Pembahas budaya dalam pendekatan ini menjadi aspek kepribadian tertentu. Ketiga, studies comprising simple comparative descriftion those cultural configuration which distinguish one national unit from another, fifferent live styles and ways of loocking at things are defined as part of national character. Artinya kajian yang meliputi uraian komparatif tentang semua konfigurasi budaya yang membedakan suatu budaya dari budaya lainnya, perbedaan gaya hidup dan cara pandang tentang sesuatu ditentukan sebagai bagian dari “national character”. Kardiner (1939) mengembangkan konsep “basic personality”, ialah upaya untuk mendefinisikan komponen-komponen dari pengintegrasian kepribadian bersama yang dilakukan oleh sejumlah individu yang memiliki pengalaman budaya yang sama. Pertimbangan penting dalam mengkaji variabel “basic personality” adalah kedudukan atau keadaan kehidupan orang tua dalam masyarakat. Perubahan dalam struktur ekonomi sangat besar mempengaruhi pengalaman anak-anak dan dapat mengubah keluarga inti, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan dalam “basic personality” (DeVos, 1968: 15-16). Kajian lain terhadap karakter bangsa “concernedwith correlating the central role of culturally prevalent chil-rearing practice with resultant personality modalities found in the adults” (DeVos, 1968:16). Artinya pengkajian yang terkait dengan hubungan dengan hubungan peran sentral budaya membesarkan anak umumnya dengan dampaknya pada perasaan pribadi masa dewasa. Melalui pendekatan ini dimungkinkan adanya pengkajian terhadap perbedaan dalam kelompok etnis dan golongan dalam suatu bangsa. dalam kaitan ini, ada upaya untuk mendeskripsikan praktek membesarkan anak pada kelompok etnis dan golongan tertentu secara sistematis. Bentuk kajian selanjutnya dinamakan functional prerequities. Pendekatan ini “...examine the basic personality traits that are necessary for at leasts a working minority of individuals whitin a society to keep that society functioning on its own terms. Maksudnya, pendekatan ini mengkaji sifat-sifat dasar kepribadian yang diperlukan paling tida untuk kelompok pekerjaan minoritas dalam 15

Model Pendidikan Karakter Bangsa

masyarakat untuk mempertahankan bahwa masyarakat fungsional sesuai dengan yang disyaratkan. Menurut Fromm (1941)(Dalam DeVos, 1968) dalam masyarakat industri yang semakin birokratis dan standarisasi dalam pekerjaan “...the personality traits of discipline, orderliness, and functuality are necessary”. Sifat-sifat ini harus ada dalam masyarakat jika masyarakat industri yang kompleks itu ingin berfungsi secara efektif. Dilihat dari sudut pandang sosiopolitis, maka salah satu tujan pokok kajian “national character” adalah mengkaji gejilak dalam struktur sosial dan politik negara-negara modern. (DeVos, 1968: 16). Gejolak sosial ini kerapkali muncul dalam masyarakat yang sedang mengalami perubahan cepat. Beberapa kajian tentang “national character” berupaya membedakan antara pola-pola masyarakat. Diantara orang yang mengkaji secara khusus tentang karakter nasional pada suatu negara antara lain : Barner (1948); Khatchatrian (2003); Antonov (2002). Baner (1948) pernah menunjukkan teori sosial yang terjadi antara lit politik di masyarakat Rusia dan sejumlah individu yang tidak terlibat dalam keanggotaan partai komunis. Sedangkan Khatchatrian (2003) sebagai seorang Rusia memberikan refleksi pikirnya tentang karakter bangsa dengan menyatakan bahwa “each nation is unique and inimitable phenomenon ever marked in nature, which represents itself unmeasured value for the concrete nation as well as for the whole mankind”. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa suatu bangsa terbentuk dari sejumlah orang yang memiliki kesamaan bahasa, musik, tarian, kebiasaan dan tradisi khas yang dinamakan budaya bangsa yang merupakan karakter bangsa sebagai aspek psikologis atau bidang inti manusia. Oleh karena itu ia menegaskan bahwa “National character belongs to any society distinguished historically and geographically and it manifests itself through inducement, norms of behaviour, measures, perceptions, the way of thinking, attitude to the surroundings. And, I believe this is the real essence of nation. It is something that differs one nation from the other. Morgenthau (1963) memandang “national character” dalam konteks politik internasional. National character merupakan salah satu dari tiga faktor kualitatif sumber daya manusia yang menonjol sebagai kekuatan 16

Model Pendidikan Karakter Bangsa

nasional (national power), namun sulit dipahami dilihat drai ramalan secara rasional dan pengaruhnya terhadap bobot sebuah bangsa dalam skala politik internasional. Morgenthau yang mengkaji national character sebagai pola budaya secara antropologis menganggap bahwa “certain qualities of intellect and character occur more frequently and are more highly valued in one nation than in another (1963:126). Kualitas suatu bangsa ini membedakan dari kualitas bangsa lainnya dan menunjukkan tingkat elastisitas yang tinggi untuk berubah. Keterkaitan yang begitu besar antara National Character dan National Power dalam konteks politik internasional ditegaskan oleh Morgenthau (1963:130-131) sebagai berikut. National character cannot fail to influence national power; for those who act for the nation in peace and war, formulate, execute, and support its policies, elect and are elected, mold public opinion, produce and consume – all bear to a greate or lesser degree the imprint of those intellectual and moral qualities which make up the national character. Morgenthau (1963) menggambarkan sejumlah bangsa yang memiliki character unggul yang membedakannya satu bangsa dari bangsa lain sebagai berikut. The “elementary force and persistence” of the Russians, the individual initiative and inventiveness of the Americans, the undogmatic common sense of the British, the discipline and thoroughness of the Germans are some of the qualities which will manifest themselves, for better or for worse, in all the individual and collective activities in which the members of a nation may engage. (1963:131) Sebagai akibat dari perbedaan dalam national character maka pemerintah Jerman dan Rusia telah mampu membangun kebijakan luar negeri yang tidak mungkin dicapai oleh Amerika serikat dan Inggris pada waktu itu. “Antimiliterime, keengganan membangun tentara dan wajib militer merupakan ciri-ciri permanen dari karakter bangsa Amerika dan Inggris. Dengan demikian, karakter bangsa Jerman dan Rusia telah memberikan keuntungan awal dalam membangun kekuatan karena mereka dapat melakukan transfromasi pada masa damai dari bangsanya menjadi instrumen untuk beperang. Oleh karena itu, Morgenthau menegaskan lagi 17

Model Pendidikan Karakter Bangsa

bahwa pengamat masalah internasional yang berusaha mengkaji kekuatan bangsa yang berbeda harus mempertimbangkan aspek national character walaupun kemungkinannya sulit mengkaji secara benar tentang masalah yang begitu sukar dipahami (elusive) dan tidak terlihat (intangible).

C. Konsep Pendidikan Karakter
eperti di bahas pada bagian sebelumnya, bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting untuk membangun karakter seseorang. Bukan saja saat ini sejak 2500 tahun yang lalu, Socrates telah berkata bahwa tujuan paling mendasar dari pendidikan adalah untuk membuat seseorang menjadi good and smart. Dalam sejarah Islam, sekitar 1500 tahun yang lalu Muhammad SAW, Sang Nabi terakhir dalam ajaran Islam, juga menegaskan bahwa misi utamanya dalam mendidik manusia adalah untuk mengupayakan pembentukan karakter yang baik (good character) dimana ajaran pertamanya adalan kejujuran (al-amien) serta bagaimana dapat membangun karakter yang baik tersebut maka saat itu pula telah di ajar bahwa manusia harus senantiasa mampu belajar (iqra) apakah belajar dari ayat-ayat yang tertulis maupun ayat-ayat yang tidak tertulis. Berikutnya, ribuan tahun setelah itu, rumusan tujuan utama pendidikan tetap pada wilayah serupa, yakni pembentukan kepribadian manusia yang baik. Tokoh pendidikan Barat yang mendunia seperti Klipatrick, Lickona, Brooks dan Goble seakan menggemakan kembali gaung yang disuarakan Socrates dan Muhamad SAW, bahwa moral, akhlak atau karakter adalah tujuan yang tak terhindarkan dari dunia pendidikan. Begitu juga dengan Marthin Luther King Jr. menyetujui pemikiran tersebut dengan mengatakan, “Intelligence plus character, that is the true aim of education”. Kecerdasan plus karakter, itulah tujuan yang benar dari pendidikan. Pakar pendidikan Indonesia, Fuad Hasan, dengan tesis pendidikan adalah pembudayaan, juga ingin menyampaikan hal yang sama dengan tokoh-tokoh pendidikan di atas. Menurutnya, pendidikan bermuara pada pengalihan nilai-nilai budaya dan norma-norma sosial (transmission of cultural values and social norms). Sementara Mardiatmadja menyebut pendidikan karakter sebagai ruh pendidikan dalam memanusiakan manusia. 18

S

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Pemaparan pandangan tokoh-tokoh di atas ingin menunjukkan bahwa pendidikan sebagai nilai universal kehidupan memiliki tujuan pokok yang disepakati di setiap jaman, pada setiap kawasan, dan dalam semua pemikiran. Dengan bahasa sederhana, tujuan yang disepakati itu adalah merubah manusia menjadi lebih baik dalam pengetahun, sikap dan keterampilan. Bila pendidikan senyatanya bertujuan seluhur itu, lalu bagaimana dengan implementasi dan realitas yang terjadi? Sejalankah usaha-usaha pendidikan yang terjadi selama ini dengan tujuan matau kulianya? Inilah yang mengusik banyak para pakar kelas dunia, sehingga bermunculanlah berbagai tawaran pendidikan alternatif. Hal yang paling menggelisahkan dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah kenyataan bahwa kompetensi yang ditampilkan para siswa sebagai out put pendidikan sangat kontradiktif dengan tujuan pendidikan. Tak dapat dipungkiri, sekolah atau kampus memiliki pengaruh dan dampak terhadap karakter siswa atau mahasiswa, baik disengaja maupun tidak. Kenyataan ini menjadi entry point untuk menyatakan bahwa sekolah atau kampus mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pendidikan moral dan pembentukan karakter. Selanjutnya para pakar pendidikan terutama pendidikan nilai, moral atau karakter, melihat hal itu bukan sekedar tugas dan tanggung jawab tetapi juga merupakan suatu usaha yang harus menjadi prioritas. Sementara itu, Berkowitz dan Melinda menambahkan 3 alasan mendasar lainnya. 1) Secara faktual, disadari atau tidak, disengaja atau tidak, sekolah atau kampus berpengaruh terhadap karakter siswa atau mahasiswa. 2) Secara politis, setiap negara mengharapkan warga negara yang memiliki karakter positif. Banyak hal yang berkaitan dengan kesuksesan pembangunan sebuah negara sangat bergantung pada karakter bangsanya. Demokrasi yang diperjuangkan di banyak negara, sukses dan gagalnya juga tergantung pada karakter warga negara. Di sinilah, sekolah harus berkontribusi terhadap pembentukan karakter agar bangsanya tetap survive. 3) Perkembangan mutakhir ternyata menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang efektif mampu mendorong dan meningkatkan pencapaian tujuan-tujuan akademik sekolah atau kampus. Dengan kata lain, pendidikan karakter juga dapat meningkatkan pembelajaran. Dapat ditambahkan di sini, bahwa fenomena pengasuhan dalam keluarga (parenting) sekarang ini banyak yang sudah menyalahi 19

Model Pendidikan Karakter Bangsa

peran utama keluarga sebagai media sosialisasi utama yang mengenalkan nilai-nilai dan norma-norma kehidupan kepada anak. Bermunculannya tempat penitipan anak (child care) misalnya, menunjukkan banyak keluarga yang sudah kehilangan waktu untuk mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Argumen tajam lainnya disampaikan oleh Robert W. Howard. Menurutnya, sekalipun perdebatan seputar tujuan pendidikan tidak pernah berakhir, namun upaya mempersiapkan generasi baru dari warga negara merupakan suatu tujuan yang telah disepakati. Kewarganegaraan ini mempunyai dua dimensi politik dan sosial, yang keduanya menyatu dan terlibat dengan isu-isu moral. Tidaklah mungkin meninggalkan isu-isu moral ini di luar jangkauan sekolah. Sebagai konsekuensinya, pendidikan moral haruslah menjadi salah satu dari dua tujuan umum pedidikan; yang tujuan lainnya adalah mengajarkan kecerdasan dan kecakapan akademik (teaching academic content and skills). Argumen-argumen di atas dengan jelas menunjukkan bahwa sekolah atau kampus tidak dapat menghindar dari pendidikan karakter. Sekolah atau kampus pun tidak dapat mengupayakan dan menerapkannya dengan tanpa kesungguhan. Sekolah atau kampus harus meyikapi pendidikan karakter seserius sekolah menghadapi pendidikan akademik, karena sekolah yang hanya mendidik pemikiran tanpa mendidik moral adalah sekolah yang sedang mempersiapkan masyarakat yang berbahaya. Kesimpulan serupa juga ditegaskan dalam Sister Mary Janet dan Ralp G. Chamberlin. Menurutnya, sekolah atau kampus memiliki yang sangat signifikan dalam mengajarkan moral dan nilai-nilai agama. Menurut David Elkind & Freddy Sweet Ph.D. (2004), pendidikan karakter dimaknai sebagai berikut: “character education is the deliberate effort to help people understand, care about, and act upon core ethical values. When we think about the kind of character we want for our children, it is clear that we want them to be able to judge what is right, care deeply about what is right, and then do what they believe to be right, even in the face of pressure from without and temptation from within”. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter 20

Model Pendidikan Karakter Bangsa

peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya. T. Ramli (2003)mengemukakan bahwa pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. Menurut para ahli psikolog, beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaann-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan. Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah atau dikampus harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah atau kampus itu sendiri. Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, 21

Model Pendidikan Karakter Bangsa

afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam: Olah Hati (Spiritual and emotional development) , Olah Pikir (intellectual development), Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development). Para pakar telah mengemukakan berbagai teori tentang pendidikan moral. Menurut Hersh, et. al. (1980), di antara berbagai teori yang berkembang, ada enam teori yang banyak digunakan; yaitu: pendekatan pengembangan rasional, pendekatan pertimbangan, pendekatan klarifikasi nilai, pendekatan pengembangan moral kognitif, dan pendekatan perilaku sosial. Berbeda dengan klasifikasi tersebut, Elias (1989) mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi tiga, yakni: pendekatan kognitif, pendekatan afektif, dan pendekatan perilaku. Klasifikasi didasarkan pada tiga unsur moralitas, yang biasa menjadi tumpuan kajian psikologi, yakni: perilaku, kognisi, dan afeksi. Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

1. Arti Penting Pendidikan Karakter di LPTK
agaimana pendidikan karekter tersebut dilaksanakan tentunya itu harus terintegralisasi terhadap semua mata pelajaran yang ada,karena pendidikan karakter tidak pada tataran kognitif tetapi harus masuk pada wilayah sikap dan perilaku/tindakan. Sehingga semua guru memiliki tanggung jawab yang sama dalam upaya membangun karakter siswa. Sangat tidak relevan apabila 22

B

Model Pendidikan Karakter Bangsa

pendidikan karakter diangkat menjadi suatu mata pelajaran khusus dipersekolahan. Hal itu selain akan membebankan terhadap siswa dengan bertambahnya mata pelajaran, juga dikhawatirkan pendidikan karakter akan terjebak ke arah penguasaan kognitif semata, sehingga tujuan dari pendidikan karakter tidak tercapai, seperti pengalaman Pelaksanaan P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada jaman orde baru. Namun untuk kepentingan metodological pedagogi, bagaimana membelajarkan karakter yang terintergalisasi terhadap mata pelajaran maka diperlukan pemahaman yang komprehensif dari semua calon guru. Sehingga setiap guru atau calon guru semestinya menguasai model, metode dan teknik pembelajaran sesuai dengan mata pelajarannya dengan berbasiskan pengembangan karakter siswa. Untuk itulah di tingkat Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan yang akan menghasilkan tenaga-tenaga kependidikan dianggap penting memiliki mata kuliah Pendidikan Karakter atau Pembelajaran Pendidikan Karakter, berisi tentang selain pemahaman karakter apa yang akan di bangun juga memberikan keterampilan praktis bagaimana model, metode dan teknik pembelajaran karakter yang terintegralisasi dengan mata pelajaran masing-masing.

2. Kunci Sukses Pendidikan Karakter a. Dari Knowing Menuju Doing
ada bagian terdahulu telah disebutkan bahwa pendidikan karakter bergerak dari knowing menuju doing atau acting. William Kilpatrick menyebutkan salah satu penyebab ketidakmampuan seseorang berlaku baik meskipun ia telah memiliki pengetahuan tentang kebaikan itu (moral knowing) adalah karena ia tidak terlatih untuk melakukan kebaikan (moral doing). Berangkat dari pemikiran ini maka kesuksesan pendidikan karakter sangat bergantung pada ada tidaknya knowing, loving, dan doing atau acting 23

P

Model Pendidikan Karakter Bangsa

dalam penyelenggaraan pendidikan karakter. Moral Knowing sebagai aspek pertama memiliki enam unsur, yaitu kesadaran moral (moral awareness), yaitu kesediaan seseorang untuk menerima secara cerdas sesuatu yang seharusnya dilakukan. pengetahuan tentang nilai-nilai moral (knowing moral values), yaitu mencakup pemahaman mengneai macam-macam nilai moral seperti menghormati hak hidup, kebebasan, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, tenggang rasa, kesopanan dan kedisiplinan. penentuan sudut pandang (perspective taking), yaitu kemampuan menggunakan cara pandang orang lain dalam melihat sesuatu. logika moral (moral reasoning), adalah kemampuan individu untuk mencari jawaban atas pertanyaan mengapa sesuatu dikatakan baik atau buruk. keberanian mengambil menentukan sikap (decision making), yaitu kemampuan individu untuk memilih alternatif yang paling baik dari sekian banyak pilihan. dan pengenalan diri (self knowledge), yaitu kemampan individu untuk menilai diri sendiri. Keenam unsur adalah komponen-komponen yang harus diajarkan untuk mengisi ranah kognitif mereka. Selanjutnya Moral Loving atau Moral Feeling merupakan penguatan aspek emosi siswa untuk menjadi manusia berkarakter. Penguatan ini berkaitan dengan bentukbentuk sikap yang harus dirasakan oleh siswa, yaitu kesadaran akan jati diri, percaya diri (self esteem), kepekaan terhadap derita orang lain (emphaty), cinta kebenaran (loving the good), pengendalian diri (self control), kerendahan hati (humility). Kata hati memiliki dua sisi yaitu mengetahui apa yang baik, dan rasa wajib untuk mengerjakan yang baik itu. Penghargaan diri adalah penilaian serta penghargaan terhadap diri kita sendiri. Empati adalah penempatan diri kita pada posisi orang lain yang merupakan aspek emosional dari “prespective taking”. Cinta kebaikan merupakan unsur karakter yang 24

Model Pendidikan Karakter Bangsa

paling tinggi yang mencakup kemurnian rasa tertarik pada hal yang baik. Pengendalian diri adalah kesadaran dan kesediaan untuk menekan perasaannya sendiri agar tidak melahirkan perilaku yang melebihi kewajaran. Sedang “humanity” merupakan aspek emosi dari “selfknowledge” yang berbentuk keterbukaan yang murni terhadap kebenaran dan kemampuan untu bertindak mengoreksi kesalahan sendiri. Setelah dua aspek tadi terwujud, maka Perilaku moral (Moral Acting) sebagai outcome akan dengan mudah muncul baik berupa competence, will, maupun habits. Perilaku moral adalah hasil nyata dari penerapan pengetahuan dan perasaan moral. Orang yang memiliki kualitas kecerdasan dan perasaan moral yang baik akan kecenderungan menunjukkan perilaku moral yang baik pula. Kemampuan moral adalah kebiasaan untuk mewujudkan pengetahuan dan perasaan moral dalam bentuk perilaku nyata. Kemauan moral adalah mobilisasi energi atau daya dan tenaga untuk dapat melahirkan tindakan atau erilaku moral. Sedangkan kebiasaan moral adalah pengulangan secara sadar perwujudan pengetahuan dan perasaan moral dalam bentuk perlaku moral yang terus menerus. Interelasi antara moral knowing, moral feeling dan moral doing, digambarkan oleh Lickona sebagai berikut:
Moral Knowing :
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Moral awarness Knowing moral values Perspective-taking Moral reasoning Decision-making Self-knowledge

Moral Feeling:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Conscience Self-esteem Emphaty Loving the good Self-control Humanity

Moral Action: 1. Competence 2. Will 3. Habit

lickona, 1992:
Namun, merujuk kepada tesis Ratna Megawangi bahwa karakter adalah tabiat yang langsung disetir dari otak, maka ketiga tahapan tadi perlu disuguhkan kepada siswa melalui cara-cara yang logis, rasional dan demokratis. Sehingga

25

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Namun, merujuk kepada tesis Ratna Megawangi bahwa karakter adalah tabiat yang langsung disetir dari otak, maka ketiga tahapan tadi perlu disuguhkan kepada siswa melalui cara-cara yang logis, rasional dan demokratis. Sehingga perilaku yang muncul benar-benar sebuah karakter bukan topeng. Berkaitan dengan hal ini, perkembangan pendidikan karakter di Amerika Serikat telah sampai pada ikhtiar ini. Dalam sebuah situs nasional karakter pendidikan di Amerika bahkan disiapkan lesson plan untuk tiap bentuk karakter yang telah dirumuskan dari mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah.

b. Identifikasi Karakter
endidikan karakter tanpa identifikasi karakter hanya akan menjadi sebuah perjalanan tanpa akhir, petualangan tanpa peta. Organisasi manapun di dunia ini yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan karakter selalu – dan seharusnya- mampu mengidentifikasi karakter-karakter dasar yang akan menjadi pilar perilaku individu. Indonesia Heritage Foundation merumuskan sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan karakter. Kesembilan karakter tersebut adalah; 1) cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya, 2) tanggung jawab, disiplin dan mandiri, 3) jujur, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, peduli, dan kerja sama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, dan 9) toleransi, cinta damai dan persatuan Sementara Character Counts di Amerika mengidentfikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar adalah; 1) dapat dipercaya (trustworthiness), 2) rasa hormat dan perhatian (respect), 3) tanggung jawab (responsibility), 4) jujur (fairness), 5) peduli (caring), 6) kewarganegaraan (citizenship), 7) ketulusan (honesty), berani (courage), 9) tekun (diligence) dan 10) integritas

P

26

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kemudian Ari Ginanjar Agustian dengan teori ESQ menyodorkan pemikiran bahwa setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk kepada sifat-sifat mulia Allah, yaitu al-Asmâ al-Husnâ. Sifat-sifat dan nama-nama mulia Tuhan inilah sumber inspirasi setiap karakter positif yang dirumuskan oleh siapapun. Dari sekian banyak karakter yang bisa diteladani dari nama-nama Allah itu, Ari merangkumnya dalam 7 karakter dasar, yaitu jujur, tanggung jawab, disiplin, visioner, adil, peduli, dan kerja sama. Begitu pula Covey menawarkan 8 kebiasaan dalam mengambangkan karakter, yakni: habit-1, Vision atau bersikap proaktif (principles of personal), habit-2, memulai dengan akhir dalam pikiran (principles of personal Leadershif), habit-3, mendahulukan yang Utama (Principles of Personal Management), habit-4, berpikir menangmenang (principles of interpersonal Leadership), habit-5, berusaha mengerti terlebih dahulu (Pathos) sebelum dimengerti (logos), (Principles of Emphathetic Communication), habit-7, kebiasaa pembauran diri (Principles of Balanced Self-Renewal), Habit-8, Menggali dan menemukan potensi diri serta memberikan inspirasi kepada orang lain untuk menemukan potensinya. Begitu pula dengan pendidikan karakter yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta mengidentifikasi karakter yang akan di bangun dalam civitas akademika berupa 7 Kebiasaan, yaitu: 1) Kejujuran (fairness) ; 2) terbuka; 3) Disiplin; 4) Komitmen; 5) tanggung Jawab (responsibility); 6) Menghargai/menghormati; 7) Berbagi (caring) Pembiasaan pertama, adalah kejujuran. Kejujuran adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan sesuatu yang benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah. Kejujuran merupakan barang yang sangat mahal harganya dewasa ini pada bangsa kita, karena apabila kita melihat kondisi bangsa ini, konsep kejujuran ini seolah sirna, kita bisa melihat bagaimana tindakan para koruptor dari pemerintahan 27

Model Pendidikan Karakter Bangsa

tingkat atas hingga pemerintahan di tingkat RT/RW seolah sangat sulit untuk dihentikan. Begitupun ketidak jujuran di lingkungan civitas akademika. Banyak mahasiswa bahwak dosen yang melakukan plagiasi atau mencontek ketika ujian. Adapun pembiasaan yang dilakukan adalah dengan stop mencontek, stop plagiasi. Stop berbohong berani mengatakan apa adanya, tanpa ditutup-tutupi, ditambah atau dikurangi. Kejujuran itu adalah indah. Pembiasaan kedua, yaitu terbuka. Keterbukaan adalah karakter di mana seseorang terbuka, transparan dan tidak menutup-nutipi sesuatu untuk kepentingan tertentu. Adapun perwujudannya adalah dapat dengan pribadi yang bersikap adil, bersih, memiliki wawasan luas, serta terbuka terhadap perubahan dan masukan. Pembiasaan ketiga adalah disiplin. Disiplin adalah sikap diri untuk selalu tepat waktu dan selalu mentaati aturan dengan kesadaran yang tinggi dan tanggung jawab. Pembiasaan keempat adalah komitmen. Komitmen dalam bahasa sederhananya adalah memenuhi janji sesuai dengan hati nurani yang luhur. Orang yang mempu berkomitmen adalah orang yang dapat dipercaya, karena dirinya sudah memperlihatkan tanggung jawab, jujur dan dapat diandalkan. Pembiasaan kelima adalah tanggung jawab (responsibility). Adalah kemampuan merespon atau ”ability to respon”, artinya memberikan perhatian kepada orang lain, dan memperhatikan kebutuhannya. Berbekal dengan kejujuran dan sikap terbuka, seseorang akan berani mengambil resiko dari setiap kata dan perbuatannya. Ia berani melakukan apa saja dengan penuh rasa tanggung jawab. Perwujudannya adalah pribadi yang tampil dalam sikap berani, (bukan nekat atau pengecut), tegar, sabar, dan bersih diri. Pembiasaan 28 keenam adalah menghargai atau

Model Pendidikan Karakter Bangsa

menghormati (respect), menghormati adalah sikap yang menunjukkan penghargaan terhadap orang lain atau sesuatu. Ada tiga jenis rasa hormat yakni hormat pada diri sendiri, hormat pada orang lain, dan hormat pada segala bentuk kehidupan dan lingkungan. Sementara tanggung jawab adalah perluasan dari rasat hormat. Dan pembiasaan ketujuh adalah Berbagi (share), di dasari oleh empati yang tinggi maka sikap berbagi adalah suatu sikap seseorang yang selalu mau berbagi dalam hal apasaja terhadap orang lain yang membutuhkan.

3. Sebelas Prinsip Pendidikan Karakter
haracter Education Quality Standards merekomendasikan 11 prinsip untuk mewujudkan pendidikan karakter yang efektif, sebagai berikut 1. Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter 2. Mengidentifikasi karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran, perasaan dan perilaku 3. Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter 4. Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian 5. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan perilaku yang baik 6. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua siswa, membangun karakter mereka dan membantu mereka untuk sukses 7. Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri dari para siswa 8. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia kepada nilai dasar yang sama 29

C

Model Pendidikan Karakter Bangsa

9. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter 10. Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter 11. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter, dan manifestasi karakter positif dalam kehidupan siswa

D. Deskripsi Model Pendidikan Karakter
eberhasilan dalam menyelenggarakan dan menanamkan nilai-nilai kehidupan melalui pendidikan karakter dapat pula dipengaruhi oleh cara atau pendekatan yang dipergunakan dalam menyampaikan. Menurut Suparno, dkk. (2002:4244), ada empat model pendekatan penyampaian pendidikan karakter.

K

1) Model sebagai Mata Pelajaran Tersendiri (monolitik)
dianggap sebagai mata pelajaran tersendiri. Oleh karena itu, pendidikan karakter memiliki kedudukan yang sama dan diperlakukan sama seperti pelajaran atau bidang studi lain. Dalam hal ini, guru bidang studi pendidikan karakter harus mempersiapkan dan mengembangkan kurikulum, mengembangkan silabus, membuat Rancangan Proses Pembelajaran (RPP), metodologi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Konsekuensinya pendidikan karakter harus dirancangkan dalam jadwal pelajaran secara terstruktur. Kelebihan dari pendekatan ini antara lain materi yang disampaikan menjadi lebih terencana matang/terfokus, materi yang telah disampaikan lebih terukur. Sedangkan kelemahan pendekatan ini adalah 30

Dalam model pendekatan ini, pendidikan karakter

Model Pendidikan Karakter Bangsa

sangat tergantung pada tuntutan kurikulum, kemudian penanaman nilai-nilai tersebut seolah-olah hanya menjadi tanggung jawab satu orang guru semata, demikian pula dampak yang muncul pendidikan karakter hanya menyentuh aspek kognitif, tidak menyentuh internalisasi nilai tersebut.

2) Model Terintegrasi dalam Semua Bidang Studi
endekatan yang kedua dalam menyampaikan pendidikan karakter adalah disampaikan secara terintegrasi dalam setiap bidang pelajaran, dan oleh karena itu menjadi tanggunmg jawab semua guru (Washington, et.all, 2008). Dalam konteks ini setiap guru dapat memilih materi pendidikan karakter yang sesuai dengan tema atau pokok bahasan bidang studi. Melalui model terintegrasi ini maka setiap guru adalah pengajar pendidikan karakter tanpa kecuali. Keunggulan model terintegrasi pada setiap bidang studi antara lain setiap guru ikut bertanggung jawab akan penanaman nilai-nilai hidup kepada semua siswa, di samping itu pemahaman akan nilai-nilai pendidikan karakter cenderung tidak bersifat informatif-kognitif, melainkan bersifat aplikatif sesuai dengan konteks pada setiap bidang studi. Dampaknya siswa akan lebih terbiasa dengan nilai-nilai yang sudah diterapkan dalam berbagai seting. Sisi kelemahannya adalah pemahaman dan persepsi tentang nilai yang akan ditanamkan harus jelas dan sama bagi semua guru. Namun, menjamin kesamaan bagi setiap guru adalah hal yang tidak mudah, hal ini mengingat latar belakang setiap guru yang berbeda-beda. Di samping itu, jika terjadi perbedaan penafsiran nilai-nilai di antara guru 31

P

Model Pendidikan Karakter Bangsa

sendiri akan menjadikan siswa justru bingung.

3) Model di Luar Pengajaran
enanaman nilai-nilai pendidikan karakter dapat juga ditanamkan di luar kegiatan pembelajaran formal. Pendekatan ini lebih mengutamakan pengolahan dan penanaman nilai melalui suatu kegiatan untuk dibahas dan kemudian dibahas nilai-nilai hidupnya. Model kegiatan demikian dapat dilaksanakan oleh guru sekolah yang diberi tugas tersebut atau dipercayakan kepada lembaga lain untuk melaksanakannya. Kelebihan pendekatan ini adalah siswa akan mendapatkan pengalaman secara langsung dan konkrit. Kelemahannya adalah tidak ada dalam struktur yang tetap dalam kerangka pendidikan dan pengajaran di sekolah, sehingga akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih banyak.

P

4) Model Gabungan
odel gabungan adalah menggabungkan antara model terintegrasi dan model di luar pelajaran secara bersama. Model ini dapat dilaksanakan dalam kerja sama dengan tim baik oleh guru maupun dalam kerja sama dengan pihak luar sekolah. Kelebihan model ini adalah semua guru terlibat, di samping itu guru dapat belajar dari pihak luar untuk mengembangkan diri dan siswa. Siswa menerima informasi tentang nilai-nilai sekaligus juga diperkuat dengan pengalaman melalui kegiatankegiatan yang terencana dengan baik. Mengingat pendidikan karakter merupakan salah satu fungsi dari pendidikan nasional, maka sepatutnya pendidikan karakter ada pada setiap materi pelajaran. Oleh karena itu, pendekatan secara terintegrasi 32

M

Model Pendidikan Karakter Bangsa

merupakan pendekatan minimal yang harus dilaksanakan semua tenaga pendidik sesuai dengan konteks tugas masing-masing di sekolah, termasuk dalam hal ini adalah konselor sekolah. Namun, bukan berati bahwa pendekatan yang paling sesuai adalah dengan model integratif. Pendekatan gabungan tentu akan lebih baik lagi karena siswa bukan hanya mendapatkan informasi semata melainkan juga siswa menggali nilai-nilai pendidikan karakter melalui kegiatan secara kontekstual sehingga penghayatan siswa lebih mendalam dan tentu saja lebih menggembirakan siswa. Dari perspektif ini maka konselor sekolah dituntut untuk dapat menyampaikan informasi serta mengajak dan memberikan penghayatan secara langsung tentang berbagai informasi nilai-nilai karakter. Tentunya dari empat model pendekatan pendidikan karakter tersebut di atas, yang paling ideal adalah model Gabungan yaitu pendidikan karater terintegrasi ke dalam mata pelajaran namun di luar pelajaran pun di laksanakan, namun bagaimana guru dapat memiliki pemahaman dahkan keterampilan pendidikan karakter itu terintegrasi apabila tidak di berikan secara khusus bagaimana model /metode pembelajaran pendidikan karakter tersebut, sehingga Universitas Negeri Jakarta (UNJ) khususnya Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang akan menghasilkan calon-calon guru sekolah formal merasa penting untuk menyelenggarakan Pendidikan Karakter dengan menggunakan pendekatan Monolitik. Pemilihan ini didasarkan pada pemikiran bahwa sebagian besar mahasiswa UNJ adalah calon guru dan oleh karenanya harus dapat berperan sebagai role model dalam berkarakter, baik sebagai pribadi, sebagai anggota masyarakat, sebagai warga bangsa dan negara maupun sebagai warga dunia. Itu sebabnya mereka tidak cukup hanya dibekali substansi materi atau konsep-konsep 33

Model Pendidikan Karakter Bangsa

tentang pendidikan karakter, melainkan juga dan terutama mereka harus dapat menghayati dan mempraktikkan serta membiasakan sikap dan perilaku ”berkarakter” dalam kesehariannya. Atas pertimbangan tersebut maka implementasi pendidikan karakter memerlukan waktu yang bukan hanya lama dan kontinyu, tetapi juga harus dirancang dan perlu dilakukan secara berulang-ulang. Melalui pendekatan pembelajaran monolitik, hal tersebut sangat memungkinkan untuk dilakukan. Adapun model-model pembelajaran yang dapat diajarkan dan simulasikan adalah sebagai berikut: Value Clarification Technique (VCT) melalui Wawancara, Model Yurisprudensi, Role Play, Perahu Penyelamat, Amplop Ajaib, Gaya Roger, Kisi-kisi Nilai, Siapa Yang akan di Undang?, Menerka Isi Dompet, Pemantapan Nilai. Dan lain-lain.

34

Model Pendidikan Karakter Bangsa

BAB III

METODE DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER

A. Prosedur/Metode Pelaksanaan
dipilih dalam model pengembangan pendidikan karakter di Universitas Negeri Jakarta khususnya di Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Jurusan Ilmu Sosial Politik (ISP), Fakultas Ilmu Sosial, yang dipilih sebagai rintisan adalah pendekatan monolitik; artinya pendidikan karakter tersebut disajikan sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri dan tidak diintegrasikan ke dalam mata kuliah lain yang relevan. Sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri, maka prosedur dan metode pelaksanaan pendidikan karakter di Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn), Jurusan Ilmu Sosial Politik (ISP), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sama dengan mata kuliah lainnya. Prosedur tersebut meliputi: 1. Penetapan kontrak pekuliahan yang disepakati bersama-sama dengan mahasiswa dan kemudian dirumuskan dalam silabus perkuliahan (terlampir); 2. Penjelasan sistem/metode perkuliahan yang akan dilakukan; 35

Sebagaimana telah dikemukakan di depan bahwa pendekatan yang

Model Pendidikan Karakter Bangsa

3. Penjelasan tugas-tugas yang akan dan harus dilakukan oleh mahasiswa; 4. Penjelasan sistem penilaian yang dilakukan; 5. Pelaksanaan perkuliahan sebagaimana yang direncanakan, dan 6. Pelaksanaan evaluasi. Pendidikan karakter yang dilaksanakan di Prodi PPKn, Jurusan ISP, FIS, UNJ, berbasis kegiatan; artinya proses pembelajaran dalam rangka penanaman, pemraktikkan dan pembiasaan nilai-nilai tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang dipilih dan dirancang, di samping penyajian konsep-konsep melalui ceramah, tanya jawab, diskusi dan metode pembelajaran lainnya.

B. Pelaksanaan Pendidikan Karakter
alam implementasi model pembelajaran monolitik berbasis kegiatan sebagaimana disebut di atas, kami banyak mengadobsi kegiatan-kegiatan yang dikembangkan oleh Yayasan Jati Diri Bangsa seperti yang tercantum dalam lampiran Panduan Pendidikan Membangun Karakter di Sekolah Dari Gagasan ke Tindakan, setelah dilakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi:

D

1. Penetapan kontrak perkuliahan dengan membangun harapan dan komitmen

Tujuan

• Mengembangkan tanggung jawab pribadi mahasiswa untuk membangun kebiasaan baik. • Mengembangkan kebiasaan introspeksi dalam rangka melakukan perbaikan. • Mengembangkan kekuatan untuk mengendalikan diri sendri.

36

Model Pendidikan Karakter Bangsa

• Mengembangkan kecerdasan sosial. Uraian Kegiatan • Di awal pertemuan didiskusikan kontrak perkuliahan antara dosen dan mahasiswa. Di dalam kontrak perkuliahan di bicarakan tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku dan menjadi acuan perkuliahan, antara lain: jumlah kehadiran, absensi, syarat masuk kelas, pakaian, pelaksanaan tugas, penilaian dan sebagainya. • Meskipun sebenarnya yang dibicarakan sudah ada dalam buku tata tertib atau panduan akademik kampus, tetapi kontrak perkuliahan ini dilakukan untuk membangun komitmen dari mahasiswa, karena mereka dilibatkan dan merasa bahwa aturan tersebut disusun dan dibuat bersama, untuk kepentingan bersama. • Dalam pertemuan awal tersebut, mahasiswa juga diajak untuk mendiskusikan karakter apa yang akan dikembangkan selama perkuliahan (satu semester) dan hal-hal yang diinginkan terhadap kelas atau ciri-ciri kelas yang membuat mereka bangga jadi warga kelas.. Setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan usulannya. Setelah terkumpul dan diarahkan oleh tim dosen maka disepakati karakter apa yang akan dikembangkan bersama-sama di kelas tersebut. Saat itulah dosen dan mahasiswa berkomitmen bersama untuk melaksanakannya. • Profil manusia berkarakter, ciri-ciri kelas yang diharapkan dan komitmen bersama tersebut kemudian dibuatkan dalam bentuk pigura dan dipasang di kelas sebagai pendorong sekaligus pengingat akan hal-hal yang harus dicapai oleh semua warga kelas. Hasil kesepakatan tentang profil manusia berkarakter, ciri-ciri kelas yang diharapkan dan komitmen bersama tersebut dapat dilihat pada lampiran 2. 37

Model Pendidikan Karakter Bangsa

2. Menemukenali Kata-kata Hikmah dan memasangnya di ruang kelas dan di tempat-tempat strategis di kampus.

Tujuan

• Memerkenalkan peserta pada kearifan • Memberi inpirasi pada para mahasiswa untuk mengembangkan kearifan dan kebaikan • Mengenali pentingnya karakter • Mengembangkan kepemimpinan • Mengembangkan kecerdasan sosial Uraian Kegiatan • Setiap mahasiswa di berikan tugas untuk mencari kata-kata hikmah yang dapat menggugah dan memberikan motivasi kepada siapa saja yang membacanya. • Setiap mahasiswa masuk dan bergabung ke dalam kelompok yang terdiri dari 3 -5 orang. • Setiap kelompok menggabungkan sejumlah kata-kata hikmah yang paling mereka sukai dan menyususn daftar kata-kata hikmah tersebut. • Setiap kelompok memperesentasikan kata-kata hikmah yang telah mereka pilih di depan kelas, dan menceritakan proses yang mereka lakukan dalam menemukan serta menyatakan siapa tokoh yang mengatakan kata-kata hikmah tersebut. • Kelompok menciptakan format yang indah atau menarik untuk menampilkan kata-kata hikmah tersebut dan memasangnya di ruang kelas dan tempat-tempat lain yang strategis. • Kelas menyusun buku untuk kata-kata hikmah.

38

Model Pendidikan Karakter Bangsa

• Setiap semester kata-kata hikmah diperkaya.

3. Meningkatkan Minat Baca dengan Menyusun Resensi

Tujuan

• Meningkatkan rasa ingin tahu • Meningkatkan minat untuk membaca buku-buku yang berkaitan dengan karakter dan memberikan inspirasi. • Mengenal tokoh-tokoh yang berkarakter kuat. • Memperluas wawasan Uraian Kegiatan • Setiap mahasiswa diberi tugas untuk memilih buku yang berkaitan dengan karakter dan mampu memberikan inspirasi. • Buku yang telah dipilih kemudian dibuatkan resensinya dan diceritakan kepada teman-temannya di depan kelas. • Kumpulan resensi kemudian dibukukan dan dibagikan kepada setiap mahasiswa.

4. Mahasiswa Mengamati dan Mengabarkan Kebajikan (Story Telling).

Tujuan

• Meningkatkan perhatian mahasiswa pada kebiasaan baik yang ada di sekitarnya. • Menumbuhkan hasrat untuk mengembangkan kebiasaan baik tersebut. 39

Model Pendidikan Karakter Bangsa

• Menumbuhkan keyakinan bahwa mereka bisa menjadi orang yang lebih baik. • Melatih mahasiswa untuk peduli dan berbagi Uraian Kegiatan • Pada setiap awal pertemuan secara bergiliran beberapa mahasiswa melakukan story telling, yaitu cerita tentang kebajikan, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai kehidupan yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi kepada semua orang yang mendengarkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. • Seusai setiap mahasiswa melakukan story telling dilanjutkan dengan diskusi tentang nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam ceritera dan mengenai kebajikan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siapa orang. • Pada akhir story telling dosen meresume dan menggaris bawahi hasil diskusi.

5. Dosen Menyaksikan atau Mengetahui Kebajikan dan Mengabarkannya.

Tujuan

• Meningkatkan perhatian pada kebajikan. • Memberi inpirasi pada mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang baik dan menjadi orang yang lebih baik. • Meningkatkan kemauan mahasiswa untuk peduli dan berbagi.

40

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Uraian Kegiatan • Guru mencatat perilaku baik yang dia lihat di masyarakat atau yang dibacanya di buku, di surat kabar atau dilihatnya di tayangan televisi atau didengarkannya di radio. • Guru menceritakan kebajikan tersebut kepada para mahasiswa di kelas secara singkat di awal jam pelajaran, yang dilakukan sebelum atau sesudah story telling mahasiswa.

6. Mengembangkan Suasana Apresiatif

Tujuan

• Mengembangkan kebajikan melalui kekuatan atau kelebihan yang dimiliki seseorang atau suatu kelompok. • Mengembangkan optimisme dan rasa percaya diri. • Mengembangkan perilaku baik menjadi kebiasaan baik. Uraian Kegiatan • Dosen memperhatikan perilaku baik atau hal-hal baik yang dilakukan oleh peserta didik, sekecil apapun kebaikan tersebut. • Dosen mengapresiasi kebaikan tersebut. • Apresiasi ini bisa disampaikan dengan cara mengucapkan terima kasih atas kebaikan yang dilakukan, memberi pujian secara pribadi atau menyebutkan kebaikan tersebut di depan orang lain, atau memberi pujian di depan orang lain, atau menyebeutkan, memberi pujian atau memberi penghargaan di depan umum.

41

Model Pendidikan Karakter Bangsa

7. Menemukenali Tokoh Idola

Tujuan

• Menemu-kenali atau mengidentifikasikan tokoh-tokoh yang berkarakter baik yang telah berjasa dalam kemajuan masyarakat, kemajuan bangsa, atau kemajuan dunia. • Merenungkan karakter kuat atau kebaikan yang dikagumi. • Memberi inspirasi dan menumbuhkan motivasi untuk meneladani kebajikan ditunjukkan oleh tokoh yang dikagumi. • Mahasiswa meyakini bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kebajikan.

Uraian Kegiatan • Setiap mahasiswa diminta untuk menentukan orang berhasil yang dijadikan idola. • Mahasiswa diminta untuk menyebutkan sifat yang dimiliki yang idola yang diyakini menyebabkan keberhasilan, atau diminta untuk menulis secara singkat - dalam beberapa kalimat keistimewaan tokoh yang dikagumi. • Satu demi satu mahasiswa diminta untuk menyebutkan secara terbuka sifat yang dipilihnya tersebut. • Dosen menyusun list seluruh sifat-sifat yang disebutkan mahasiswa yang diyakini menjadi penyebab keberhasilan sang idola. • Dosen meresume dan menegaskan bahwa keberhasilan sang idola disebabkan oleh sifat-sifat baik (karakter baik) yang dimilikinya.

42

Model Pendidikan Karakter Bangsa

8. Meningkatkan Kebersihan dan Kerapian Kelas

Tujuan

• Membangun dan menguatkan rasa tanggung jawab mahasiswa sebagai warga kampus yang baik • Membangun kebiasaan hidup bersih • Membangun kebiasaan hidup rapi • Membangun dan menguatkan disiplin diri Uraian Kegiatan • Dosen pada setiap awal pertemuan perkuliahan selalu mengingatkan kepada mahasiswa untuk mengamati sekeliling ruang kelas, apakah sudah bersih dan rapi atau belum. • Apabila ruang kelas menunjukkan keadaan yang belum bersih dan rapi, dosen mencontohkan sambil mengingatkan bahwa semua warga kelas telah berkomitmen menjadikan kelas bersih dan rapi. • Seluruh warga kelas mengambil sampah yang masih ada di ruang kelas dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di luar kelas, kemudian merapikan kursi masing-masing. • Dosen memberi apresiasi terhadap upaya dan kreatifitas mahasiswa dalam meningkatkan kebersihan dan kerapian kelas. • Setelah ruang kelas bersih dan rapi, perkuliahan baru dimulai.

43

Model Pendidikan Karakter Bangsa

9. Memulai perkuliahan dengan berdoa

Tujuan

• Membangun kebiasaan bersyukur atas segala rahmat, karunia dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. • Mendorong semua warga kelas untuk meningkatkan kabajikan. • Meningkatkan Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan. Uraian Kegiatan • Seusai ruang kelas diyakini sudah bersih dan rapi, sebelum perkuliahan dimulai dosen memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk atas kesediaan sendiri memimpin doa bersama. • Mahasiswa yang bersedia memimpin doa maju ke depan kelas kemudian mengajak kepada semua yang hadir untuk berdoa.

10. Peduli terhadap Masalah Masyarakat, Korban Bencana atau Kemalangan
ahasiswa dibagi dalam beberapa kelompok (perkelomok berjumlah paling banyak 5 orang), diberi tugas membuat suatu projek kemanusiaan. Projek ini dapat berupa kegiatan apa saja, dengan menggunakan prinsip efektif dan efesien. Projek ini dilakukan di luar kegiatan pembelajaran di kelas, namun waktu pelaksanaan tetap pada semester di mana mata kuliah ini di ikuti. tujuan : • Mengembangkan dan menguatkan empati, simpati dan 44

M

Model Pendidikan Karakter Bangsa

kepedulian terhadap sesama terutama kepada warga masyarakat yang tengah mengalami kesulitan atau kemalangan. • Mengembangkan rasa tanggung jawab, kejujuran, kemampuan kerjasama dalam kelompok dan kepemimpinan. • Mengembangkan kebanggaan untuk berkontribusi. • Melatih dan mengembangkan kemampuan mengelola kegiatan Uraian Kegiatan • Mendorong dan memberi peluang pada mahasiswa untuk pada waktu yang diperlukan membentuk kelompok melakukan proyek kemanusiaan (dapat berupa kegiatan atau mengumpulkan sumbangan) yamg akan diberikan kepada warga masyarakat yang membutuhkan, terutama para korban bencana, atau kelompok masyarakat yang sedang tertimpa musibah atau kemalangan. • Meminta mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut untuk mempertanggung jawabkan semua kegiatan atau sumbangan yang diperolehnya secara tertulis, rapi dan jujur. • Mengkomunikasikan atau mengumumkan semua kegiatan atau sumbangan yang diperoleh dan penyaluran atau penggunaannya kepada semua anggota komunitas dan di depan kelas. • Dosen mengapresi usaha atau upaya yang sudah dilakukan mahasiswa dan hasil yang telah dicapai dalam suatu kesempatan yang melibatkan publik.

45

Model Pendidikan Karakter Bangsa

11. Nonton Bersama Film yang Bertemakan Pendidikan Karakter, Sejarah Perjuangan dan Kemanusiaan

Tujuan

• Memberi inspirasi pada mahasiswa atau penonton untuk mengembangkan karakter yang baik. • Mengembangkan wawasan mahasiswa mengenai sejarah bangsa, kebudayaan nusantara, kebudayaan bangsa–bangsa, dan peradaban manusia. • Mengembangkan apresiasi terhadap kebhinekaan. • Mengembangkan kecintaan kepada nilai-nilai kebenaran dan keadilan, tanah air, dan kemanusiaan. • Mengembangkan jiwa dan rasa kebersamaan. Uraian Kegiatan • Memilih film-film yang memberi inspirasi atau menggugah peneonton untuk mengembangkan karakter yang baik seperti kegigihan, keberanian, kejujuran, kepedulian, kasih sayang, keadilan, dan kepemimpinan . • Dosen dan mahasiswa nonton film bersama di ruang kelas. • Diskusi singkat mengenai kakarkter dari tokoh-tokoh yang ada dalam film tersebut, atau tema dari film yang ditonton bersama.

46

Model Pendidikan Karakter Bangsa

12. Bekerja dalam Kelompok

Tujuan

• Mengembangkan kebiasaan untuk saling berbagi, mengahargai, saling mendukung, salimg menghormati dan potensi kepemimpinan. • Melatih mahasiswa untuk bertanggung jawab. Uraian Kegiatan • Dosen merencanakan bagian-bagian dari materi perkuliahan yang akan diajarkan melalui proses pembelajaran dalam team (cooperatif learning). • Pembentukan kelompok yang akan melakukan tugas-tugas belajar secara spesifik. • Setiap anggota kelom[pok menympaikan atau menceritakan peran dan kontribusinya terhadap hasil kelompok. • Penyajian atau perentasi hasil belajar dalam kelompok.

13. Melibatkan Orang-tua dalam Pendidikan Karakter

Tujuan

• Mengingatkan tentang pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama dalam pendidikan karakter. • Menyediakan peluang bagi orang tua untuk menambah wawasan dan pengetahuan sehingga mereka dapat menjalankan perannya secara lebih efektif dalam membantu putra-putrinya dalam mengembangkan kebiasaan baik. 47

Model Pendidikan Karakter Bangsa

• Menjaga keselarasan antara pendidikan karakter atau pengembangan kebiasaan baik di kampus dengan di rumah. Uraian Kegiatan • Melibatkan orang tua atau perwakilan orang tua dalam memantau perkembangan sikap dan perilaku putra-putrinya. • Mengundang orang tua untuk hadir atau ikut aktif dalam penyelenggaraan seminar mengenai peran orang tua dalam pendidikan karakter dengan pembicara para pakar pendidikan atau orang-tua yang dipandang berhasil dalam pendidikan karakter. • Menyampaikan kepada orang tua kebajikan yang dilakukan oleh putra-putri mereka di kampus. • Mengkomunikasikan kepada orang-tua kemajuan kemajuan yang dicapai putra-putrinya dalam pendidikan karakter dan tantangan-tantangan yang masih harus dihadapi bersama oleh kampus dan orang tua.

14. Refleksi

Tujuan

• Membangun kebiasaan melakukan introspeksi atau mawas diri. • Mendorong semua warga kelas - dosen dan mahasiswa - untuk meningkatkan kabajikan. • Meningkatkan kejujuran kepada diri sendiri. Uraian Kegiatan • Pada akhir perkuliahan, semua anggota komunitas kelas

48

Model Pendidikan Karakter Bangsa

melakukan introspeksi dan menuliskan dalam selembar kertas yang kkhusus disediakan untuk itu mengenai : a. Kebaikan-kebaikan yang dia sudah lakukan, untuk orang lain dan untuk kebaikannya sendiri, selama semester yang telah dilewatinya. b. Hal-hal yang kurang baik yang dia lakukan secara sadar maupun tidak sadar. c. Hal-hal yang dia akan lakukan di masa yang akan datang untuk menambah kebajikannya dan mengurangi berkembangnya hal-hal yang kurang baik. d. Setiap orang menanda-tangani lembar intropeksinya. • Peserta didik menunjukkan dan mendidkusikan lembar introspeksi kepada orang tua mereka masing-masing dan orang tua menulis komentarnya serta memberikan tanda tangannya. • Mahasiswa diminta memberikan kesannya selama mengikuti kuliah pendidikan karakter, manfaat yang diperolehnya dan hal-hal yang dinilainya masih kurang serta usulannya untuk perbaikan di masa yang akan datang.

49

Model Pendidikan Karakter Bangsa

50

Model Pendidikan Karakter Bangsa

BAB IV

PENUTUP P

endidikan karakter sangatlah diperlukan bagi siapa saja dalam kehidupan sehari-hari, apalagi bagi mahasiswa yang nota bene adalah calon pemimpin dan generasi penerus bagi kehidupan bangsa dan negara yang lebih baik di masa yang akan datang. Pendidikan karakter ini akan lebih baik apabila ditumbuhkembangkan melalui keteladanan, pembelajaran, dan terutama pembiasaan. Buku ini memuat kegiatan-kegiatan yang dapat dijadikan wahana bagi tumbuh dan berkembangnya karakter yang baik, yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, yang dapat dilakukan oleh mahasiswa di kampus dan juga para siswa di sekolah, di rumah, maupun dalam pergaulan sehari-hari. Hal-hal pokok yang perlu dipahami dan ditekankan dalam buku ini adalah: • Pendidikan karakter bukanlah hanya sebagai pengetahuan belaka, tetapi sebagai sikap hidup dan perilaku sehari-hari. • Efektivitas pendidikan karakter sangat tergantung pada kuatnya tekad, kegigihan usaha dan kontinuitas latihan dan pembiasaan dari semua pihak: pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan lain, mahasiswa dan juga para orang tua yang secara sigergis bekerjasama mewujudkan cita-cita mulia ini. Akhirnya, tidak ada upaya apapun yang dapat terwujud tanpa rahmat, berkat dan ridho Allah Swt. Oleh karena itu. 51

Model Pendidikan Karakter Bangsa

52

Model Pendidikan Karakter Bangsa

LAMPIRAN 1
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA FAKULTAS ILMU SOSIAL - JURUSAN SOSIAL POLITIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Jalan Rawamangun Muka Jakarta 40116, telp. 021 4890108, Fax 021-47882930

S I L A B U S
1. Program Studi 2. Semester 3. Kelompok Mata Kuliah 4. Kode / Nama Mata Kuliah Karakter 5. Bobot SKS / Jam Semester 7. Dosen / Asisten : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan : I/ Ganjil : MKK : 4115-089-3/Pendidikan : 3 SKS : DR. Achmad Husen, M.Pd Drs. M. Japar, M.Si Yuyus Kardiman, M.Pd 8. Tatap Muka a. banyak tatap muka : : 14 kali Pertemuan 53

6. Syarat mengikuti Perkuliahan (prerequisit) : -

Model Pendidikan Karakter Bangsa

b. Waktu tatap muka c. Hari / Tgl. Awal Kuliah d. Hari / Tgl. Akhir Kuliah 9. Tujuan Perkuliahan

: 150 menit : ………………................... : ……………....................... :

Pendidikan Karakter bertujuan selain setiap mahasiswa memahami konsep dan arti penting karakter bagi kehidupannya, juga dapat mengembangkan karakter dirinya sehingga memiliki karakter yang kuat dalam kehidupannya. 10. Deskripsi Mata Kuliah :

Mata kuliah ini membahas tentang konsep dan arti penting karakter, hubungan karakter dengan moralitas dan agama, Pancasila sebagai karakter bangsa, PKn sebagai Pendidikan Karakter. Mahasiswa juga diajak untuk memiliki komitmen bersama akan karakter yang akan dibangun dimasa depan, diajak untuk menghayati kata-kata hikmah, melakukukan story telling, game-game pengembangan karakter, diajak untuk melakukan pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar, disiplin waktu, menghormati orang lain, bertanggung jawab, jujur, terbuka, berkomitmen dan berbagi. Wujud sikap berbagi maka mahasiswa di ajak untuk melaksanakan projek kemanusiaan dan perkuliahan di akhiri dengan sebuah kegiatan refleksi. 11. Garis Besar Mata Kuliah 1) Kontrak belajar, introduce to Pendidikan Karakter 2) Story telling, konsep karakter, arti penting karakter 3) Story telling, memahami hubungan konsep karakter, moralitas, dan agama 4) Story telling, menganalisis dan meyakini Pancasila sebagai karakter bangsa 5) Story telling, Mampu memahami dan meyakini Pendidikan 54

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter 6) Story telling, game pengembangan karakter2 7) Story telling, game pengembangan karakter3 8) Aksi kemanusiaan1 9) Aksi kemanusiaan2 10) Aksi kemanusiaan3 11) Story telling, model pembelajaran karakter1 12) Story telling, model pembelajaran karakter2 13) Story telling, model pembelajaran karakter3, nonton bareng 14) Refleksi 12. Sumber : • Anand Krisna. 2006. Indonesia Under Attack; Membangkitkan Kembali Jati Diri Bangsa, National Intgration Mvement bekerjasama dengan One Earth Media, Jakarta. Ari Ginanjar Agustian.2001, Emotional Spiritual Quotient; Rahasia sukses Membangun Kecerdasan Emotional dan Spiritual, Penerbit Arga, Jakarta. Bambang Q Annes dan Adang Hambali. 2008, Pendidikan Karakter Berbasis Al’quran, Simbiosa Rekatama Media, Bandung. Doni Kusuma A. 2007, Pendidikan Karakter; Stategi Mendidik Anak di Jaman Global, Rasindo, Jakarta Ratna Megawangi. 2007, Semua Berakar pada Karakter; Isuisu Permasalahan Bangsa. Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta. Reymond Cheong. Pedoman Pendidikan Karakter; Jalan Menuju Kelanggengan Sukses Sejati, Yayasan Pelangi Kasih bekerjasama dengan We-sharecare Societyfor Children & 55

• •

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Youth (Singapore) • • Sumarsono Soedarsono. 2010, Karakter Mengantar Bangsa dari Gelap Menuju Terang, PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Thomas Lickona. 1991, Educating for Character; How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility, A Bantam Book, Printed in the United State Of America. Umar Suwito, dkk. 2008, Character Building, Tiara Wacana, Yogyakarta. Yuyus Kardiman. 2008, Membangun Kembali Karakter Bangsa Melalui Situs-situs Kewarganegaraan (site o Citizenship); Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung (Tesis)

• •

13.Tugas a.Individual: 1). Jenis : Menyusun Kata-kata Hikmah, Resensi Buku, Story telling 2). Jumlah b.Kelompok: 3). Jenis : Memilih dan membingkai kata-kata hikmah Projek kemanusiaan Membuat komitmen kelas Nonton bareng 4). Banyak 56 Refleksi : 5 (satu) : 3 (satu)

Model Pendidikan Karakter Bangsa

14.Persyaratan Kelulusan: a. Bobot Nilai Kelulusan 1) Kehadiran 2) Tugas 3) partisipasi Total Bobot Nilai b. Nilai Minimal Kelulusan : 30 % : 30 % : 40 % : 100 % : C (dua)

Jakarta,

2010

Mengetahui dan menyetujui: Ketua Program Studi PPKn,

Dra. Etin Solihatin, M.Pd NIP. 19660101.198903.2.003 Dosen Mata Kuliah Pendidikan Karakter

DR. Achmad Husen, M.Pd NIP. 57

Model Pendidikan Karakter Bangsa

LAMPIRAN 2
PROFIL MANUSIA YANG BERKARAKTER
“Dalam perspektif mahasiswa PKN Reguler angkatan 2010”
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Komitmen yang kuat Berpikir & berperasaan positif Jujur & bertanggung jawab Berpikir terbuka & kritis Beriman & bijaksana Jiwa membangun Cerdas dalam menyelesaikan masalah Kepemimpinan yang kuat Anti rasisme

10. Tegas 11. Wibawa & tulus 12. Berpengaruh baik 13. Progresif 14. Aspiratif 15. Kompeten 16. Teguh pada pendirian 17. Cerdik 18. Berjiwa social 19. Pantang menyerah 20. Berwawasan luas 58

Model Pendidikan Karakter Bangsa

21. Dermawan 22. Menghormati pemimpin 23. Percaya diri 24. Disiplin 25. Menghargai segala perbedaan 26. Berpikir logis 27. Tekad & kemauan yang kuat 28. Profesional 29. Kerja keras 30. Mempunyai ambisi 31. Kesatria 32. Amanah 33. Uswatun hasanah 34. Sabar 35. Ulet 36. Tekun 37. Cekatan

59

Model Pendidikan Karakter Bangsa

PROFIL MANUSIA BERKARAKTER
“Dalam perspektif mahasiswa PKN Non-Reguler angkatan 2010” 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Memiliki ciri khas Memiliki panutan/teladan Memiliki charisma Bermanfaat bagi orang lain Selalu di jalan yang lurus Sederhana Ingin memberi kepada orang lain Jujur Ulet

10. Sabar 11. Tekun 12. Bertanggung jawab 13. Adil 14. Supel 15. Amanah 16. Bijaksana 17. Memiliki semangat juang 18. Ikhlas 19. Rela barkorban 20. Berpengetahuan luas 21. Memiliki pengaruh dan tidak mudah dipengaruhi

60

Model Pendidikan Karakter Bangsa

HARAPAN KELAS
• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Kenyamanan Kebersamaan Saling menghargai Kepedulian Keteraturan Kerapihan Tanggung jawab Kebersihan Keramahan Ketentraman Keterbukaan Saling membangun Cinta damai Keaktifan Tolong-menolong Disiplin Kompetitif sehat Visioner Bermakna Teladan

61

Model Pendidikan Karakter Bangsa

KOMITMEN KELAS MAHASISWA PPKn REGULER 2010
• Berusaha menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain

• Kami akan tetap menjalankan kerjasama • Kami akan menyelesaikan masalah bersama • Siapapun ( anggota kelas) akan berinisiatif untuk menjaga kebersihan • Bersedia menteraturkan diri • Melakukan semua pekerjaan dengan ikhlas • Banyak membaca • Tidak mengganggu atau membuat kegaduhan • Saling tolong menolong dalam hal kebaikan ( mis. tidak menyontek, tidak menitipkan absent ) dan menerapkan kejujuran dalam setiap tindakan

KOMITMEN KELAS MAHASISWA PPKn NONREGULER 2010
• MENJAGA KEBERSIHAN

• TEPAT WAKTU • SALING MENOLONG • SALING MENGHARGAI • MENATA DIRI • MENATA RUANG KELAS • MENGERJAKAN TUGAS TEPAT WAKTU 62

Model Pendidikan Karakter Bangsa

• SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, SANTUN • MENGHINDARKAN DIRI DARI KEGADUHAN • MAAF DAN TERIMA KASIH

63

Model Pendidikan Karakter Bangsa

LAMPIRAN 3
KATA-KATA HIKMAH MAHASISWA REGULER ANGKATAN 2010
1. 2. 3. 4. 5. Orang-Orang Yang Sukses Melihat Cahaya Dalam Kegelapan;Orang-Orang Yang Gagal Hanya Melihat Kegelapan Orang-Orang Yang Sukses Selalu Berpendirian Teguh,OrangOrang Yang Gagal Mudah Goyah Perjuangan Seseorang Baru Ada Artinya,Jika Terlebih Dahulu Dimulai Pada Diri-Sendiri(Browing) Suatu Kegagalan,Tak Lain Hanya Menunjukkan Bahwa Kemauan Kita Untuk Mencapai Sukses Tidak Cukup Kuat(Boyee) Orang-Orang Yang Sukses Tidak Malu Meminta Pertolongan Orang Lain;Orang-Orang Yang Gagal Malu Meminta Pertolongan Orang Lain Orang-Orang Yang Sukses Berpikir Jernih;Orang-Orang Yang Gagal Berpikir Ragu-Ragu Orang-Orang Yang Sukses Tahu Menempatkan Diri;Orang-Orang Yang Gagal Salah Menempatkan Diri Orang-Orang Yang Sukses Menghadapi Masalah Sebagai Tantangan;Orang-Orang Yang Gagal Menghadapi Masalah Sebagai Beban Orang-Orang Yang Sukses Berpandangan Luas;Orang-Orang Yang Gagal Berpandangan Sempit Orang-Orang Yang Sukses Percaya,Dia Dapat Berubah Dan Memperbaiki Sesuatu;Orang-Orang Yang Gagal Berpikir Sebaliknya Orang Orang Bijaksana,Umumnya Tak Mau Menonjol Dan Tak

6. 7. 8.

9. 10.

11. 64

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Banyak Omong(Napoleon Hill) 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. Katakanlah Yang Dikatakan(Hobben) Benar,Walaupun Pahit Untuk

Segala Lapangan Dimenangkan Oleh Mereka Yang Percaya Bahwa Mereka Pasti Menang(Higginson) Orang Yang Paling Pandai Ambil Muka Didunia Ini,Itulah Orang Yang Busuk Hatinya(Dr.Hamka) Sifat Asasi Yang Dimiliki Oleh Setiap Manusia Ialah Hasrat Atau Keinginan Yang Sangat Kuat Untuk Dihargai(William James) Pergunakan Segala Alat Dan Akal Yang Ada Padamu Dan Alam Akan Memberikan Bantuannya(Victor Hugo) Orang Yang Hnya Memikirkan Dirinya Sendiri,Tak Akan Mengalami Kebahagiaan Dalam Hidupnya(Housman) Ketololan Merupakan Musuh Besar Dan Penghalang Bagi Pertumbuhan Ide Baru(Percy Brigdman) Tiga Dasar Untuk Belajar,Ialah:Banyak Mendengar,Banyak Belajar(Catherall) Melihat,Banyak

Langkah Pertama Ke Pengetahuan Ialah Mengetahui Bahwa Kita Tidak Berpengetahuan(Cecil) Orang Yang Gagal Dalam Usahanya,Masih Lebih Baik Daripada Orang Yang Tidak Berusaha Sama Sekali(James Douglas) Kepercayaan Kepada Diri Sendiri Adalah Rahasia Utama Untuk Mencapai Sukses(Emerson) Masa Muda Hanyalah Sekali;Karena Itu Pergunakanlah SebaikBaiknya(Emerson) Perlakukan Dengan Baik Orang Pernah Menyakitimu,Niscaya Pada Suatu Ketika Ia Akan Minta Maaf Kepadamu(Goethe) Kepandaian Di Pelihara Dalam Ketegangan;Karakter Digembeleng Dalam Gelombang Badai Dan Taufan(Goethe) Orang Yang Bisa Menerima Nasehat,Kadang –Kadang Lebih 65

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Daripada Yang Memberikannya(Kuebel) 27. 28. 29. Yang Dicari Orang Besar Ada Dalam Dirinya Sendiri,Yang Dicari Orang Kecil Ada Dalam Diri Orang Lain(Kong Fu Tse) Belajar Tanpa Berpikir Tak Ada Gunanya,Berpikir Tanpa Belajar Adalah Berbahaya(Kong Fu Tse) Ilmu Pengetahuan Adalah Mengetahui Kedua-Duanya,Yaitu ApaApa Yang Diketahui Orang Dan Apa-Apa Yang Tidak Diketahui Orang Lain(Kong Fu Tse) Orang Yang Berhati-Hati Jarang Membuta Kesalahan(Kong Fu Tse) Luangkanlah Waktu Untuk Mengkhayal Karena Khayalan Melahirkan Masa Depan Jangan Takut Untuk Mencoba Hal Baru Karena Dengan Mencoba Kita Mendapatkan Sesuatu Yang Baru Berusahalah Untuk Tidak Menjadi Manusia Yang Berhasil Tetapi Berusahalah Untuk Menjadi Manusia Yang Berguna Banyak Kegagalan Dalam Hidup Ini Dikarenakan Orang-Orang Tidak Menyadari Betapa Dekatnya Mereka Dengan Keberhasilan Saat Mereka Menyesal Pendidikan Memiliki Akar Yang Pahit Tetapi Buahnya Manis Kenyataan Hari Ini Adalah Mimpi Kemarin Dan Mimpi Hari Ini Adalah Kenyataan Esok Hari Hidup Adalah Pilihan , Segeralah Tentukan Pilihan Atau Pilihan Yang Menentukan Hidup Anda ! Belajar Ketika Orang Lain Tidur, Bekerja Ketika Orang Lain Bermalas Dan Bermimpi Ketika Orang Lain Berharap Kamu Adalah Penguasa Hidupmu. Tak Ada Orang Lain Yang Bisa Mengatur Jalan Cerita Hidupmu Besar Kecilnya Kesuksesanmu Ditentukan Oleh Besar Kecilnya Keyakinanmu

30. 31. 32. 33. 34.

35. 36. 37. 38. 39. 40.

66

Model Pendidikan Karakter Bangsa

41. 42.

Orang Yang Berhasil Akan Mengambil Manfaat Dari Kesalahannya Dan Mencoba Lagi Dalam Suatu Cara Yang Berbeda Setiap Orang Memiliki Didalam Dirinya Secercah Kabar Baik. Kabar Baik Itu Ialah Bahwa Kita Tahu Betapa Kita Dapat Menjadi Seorang Yang Besar ( Anne Frank ) Saatnya Kurangilah Perkataan, Perbanyaklah Perbuatan Anda Harus Berpikir Besar Untuk Menjadi Besar Berpikirlah Hari Ini Dan Berbuatlah Hari Esok Hidup Tak Ada Harganya Bagi Orang Yang Tidak Punya Seorangpun Kawan Sejati Hidup T Idak Menghadiahkan Barang Sesuatupun Kepada Manusia Tanpa Kerja Keras Andaikata Saya Harus Memilih Antara Mempunyai Pemerintah Tanpa Pers Dan Mempunyai Pers Tanpa Pemerintah, Maka Saya Tidak Akan Ragu-Ragu Sedikitpun Memilih Yang Disebutkan Terakhir Dengan Belajar Mematuhi Perintah, Kita Kan Tahu Cara Memerintah Jika Kamu Menginginkan Sesuatu, Segenap Alam Semesta Bersatu Pada Untuk Membantumu Mencapainya Jika Tak Mau Bergerak Maju, Maka Tinggalkanlah Mimpi-Mimpi Setiap Orang Harus Berani Bermimpi Untuk Mengubah Dunia Menjadi Tempat Yang Lebih Baik ( Nelson Mandela) Dimana Ada Cinta, Di Situ Ada Kehidupan. Semua Pengetahuan Yang Saya Miliki, Orang Lain Pun Dapat memilikinya, Tapi, Hati Saya, Hanyalah Milik Saya. Bibit Kepercayaan Yang Paling Kecil Masih Lebih Baik Dari Buah Kebahagiaan Yang Terbesar. Pernikahan Yang Baik Adalah Pernikahan Antara Istri Yang Buta Dan Suami Yang Tuli. 67

43. 44. 45. 46. 47. 48.

49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56.

Model Pendidikan Karakter Bangsa

57.

Mencintai Adalah Seperti Bermain Piano. Pada Awalnya Kita Belajar Untuk Bermain Sesuai Aturan, Setelah Itu, Lupakan Aturan, Dan Bermain Sesuai Kata Hati. Waktu Berjalan Begitu Lambat Ketika Kita Merindukan Seseorang Yang Kita Cintai. Kadang Kala, Hati Dapat Melihat Sesuatu Yang Tidak Terlihat Oleh Mata. Hebat Adalah Untuk Melakukan Satu Hal Yang Biasa Dengan Cara Yang Tidak Biasa Tidak Ada Yang Dapat Melarang Seseorang Yang Memiliki Tingkah Laku Yang Baik Untuk Mencapai Impiannya, Tidak Ada Sesuatupun Di Dunia Ini Yang Dapat Membantu Orang Yang Memiliki Sikap Yang Salah. Anda Tidak Boleh Mencipta Pengalaman. Anda Mesti Menghadapinya.(Albert Camus) Harta Tidak Akan Berkurang Kerana Sedekah Dan Melakukan Amal. Sahabat Sejati Umpama Pohon Rendang Tempat Kita Berteduh. Manusia Biasanya Lebih Menghargai Sesuatu Yang Sukar Diperoleh Tetapi Sering Melupakan Nikmat Yang Telah Tersedia. Kekuatan Tidak Datang Dari Kemampuan Fizikal,Tetapi Ianya Datang Dari Semangat Yang Tidak Pernah Mengalah. Mengetahui Perkara Yang Betul Tidak Memadai Dan Bermakna Jika Tidak Melakukan Perkara Yang Betul. Kecemerlangan Adalah Hasil Daripada Sikap Yang Ingin Sentiasa Melakukan Yang Terbaik. Manusia Tidak Perlu Dihukum Kerana Lupa, Tetapi Manusia Perlu Dihukum Kerana Sengaja Lupa. Barangsiapa Mempertimbangkan Keselamatan Dalam Tindakannya, Maka Tenanglah Batinnya. Mendapat Kesusahan, Ingatlah Menyimpan Kesabaran (Horatius)

58. 59. 60. 61.

62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70.

68

Model Pendidikan Karakter Bangsa

71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80.

Menghitung Orang-Orang Gila Di Suatu Negeri Lebih Sulit Daripada Menghitung Orang-Orang Yang Berakal. Orang Yang Paling Tidak Bahagia Ialah Mereka Yang Paling Takut Pada Perubahan (Mognon Me Lauhlin) Nilai Hidup Harus Diukur Dengan Garis Yang Lebih Mulia, Iaitu Kerja Dan Bukannya Usia. (Richard Brinsley Sheridan) Kecantikan Hanya Sedalam Kulit, Tetapi Masuk Ke Dalam Tulang. Kita Patut Berkorban Supaya Orang Lain Juga Merasai Kemanisan Hidup. Keruntuhan Keluarga Telah Melahirkan Generasi Yang Lemah (Rahmohan Ghandi) Rahasia Untuk Berjaya Ialah Menghormati Orang Lain. Ikhlaslah Menjadi Diri Sendiri Agar Hidup Penuh Dengan Ketenangan Dan Keamanan. Kecemerlangan Sebenar Adalah Apabila Kamu Dihentam Sehingga Bertekuk Lutut, Tetapi Mampu Melantun Kembali. Di Sebalik Keindahan Rumah Tersergam, Disebalik Senyum Dan Tawa, Seseorang Insan Itu Mungkin Dilanda Kepahitan Dan Kekecewaan Yang Tidak Diketahui Orang Lain. Semiskin-Miskin Orang Ialah Orang Yang Kekurangan Adab Dan Budi Pekerti (Hukama) Ciri Orang Yang Beradab Ialah Dia Sangat Rajin Dan Suka Belajar, Dia Tidak Malu Belajar Daripada Orang Yang Berkedudukan Lebih Rendah Darinya (Confucius) Jangan Tanya Apa Yang Dibuat Oleh Negara Untukmu, Tapi Tanyalah Apa Yang Boleh Kamu Buat Untuk Negara (Abraham Lincoln) Jangan Mengharapkan Kebaikan Dari Orang Yang Tidak Mengharapkan Kebaikan Dari Kamu. 69

81. 82.

83.

84.

Model Pendidikan Karakter Bangsa

85. 86. 87. 88. 89. 90. 91. 92.

Hidup Biar Beradab, Bukan Hidup Untuk Biadap. Rakyat Itu Akar Bangsa. Jika Akarnya Sihat, Pokoknya Pun Sihat. Agama Tanpa Ilmu Adalah Buta. Ilmu Tanpa Agama Adalah Lumpuh. Teman Manusia Yang Sebenar Ialah Akal Dan Musuhnya Yang Celaka Ialah Jahil. Memohon Doa Kepada Tuhan Adalah Laksana Samudera Yang Dapat Mencapai Setiap Sudut Pantai Keperluan Hidup Manusia. Sesuatu Khayalan Kadang-Kadang Menjadi Realiti. Jika Manusia Masih Tetap Jahat Dengan Adanya Agama, Bagaimana Lagi Jika Tiada Agama? (Benjamin Franklin) Jangan Memandang Ke Bawah (Untuk Mengetahui Kekuatan Tanah Yang Dipijak) Sebelum Memulakan Langkah .Hanya Mereka Yang Menetapkan Pandangan Mereka Ke Arah Horizon Yang Jauh Dihadapan Sahaja Yang Akan Menemui Jalan Sebenar. Jangan Mengukur Kebijaksanaan Seseorang Hanya Kerana Kepandaiannya Berkata-Kata Tetapi Juga Perlu Dinilai Buah Fikiran Serta Tingkah Lakunya. Sesungguhnya Apa Yang Kita Lihat Serupa Sebenarnya Tidak Semestinya Sama. Akhlak Yang Buruk Itu Ibarat Tembikar Yang Pecah. Tidak Dapat Dilekatkan Lagi Dan Tidak Dapat Dikembalikan Menjadi Tanah -Wahab B Munabin. Sahabat Sejati Dan Setia Adalah Lebih Bernilai Dari Semua Emas Di Dunia Ini. Peperangan Hanya Boleh Menjanjikan Kemenangan Selepas Kemusnahan Dan Kematian. Adalah Mudah Menukarkan Status Seorang Sahabat Menjadi Kekasih Daripada (Bekas) Kekasih Menjadi Sahabat.

93.

94. 95.

96. 97. 98. 70

Model Pendidikan Karakter Bangsa

99.

Bangsa Penakut Tidak Boleh Merdeka Dan Tidak Berhak Merdeka. Ketakutan Adalah Penasihat Yang Sangat Curang Untuk Kemerdekaan (Andre Colin)

100. Bangsa Yang Tidak Percaya Kepada Kekuatan Dirinya Sebagai Sesuatu Bangsa, Tidak Dapat Berdiri Sebagai Suatu Bangsa Merdeka (Soekarno) 101. Orang Yang Berjaya Dalam Hidup Adalah Orang Yang Nampak Tujuannya Dengan Jelas Dan Menjurus Kepadanya Tanpa Menyimpang. (Cecil B. Demille) 102. Jangan Biarkan Perahu Hanyut Tak Berpenghuni Nanti Hanyutnya Tidak Singgah Ke Pelabuhan 103. Ukuran Yang Paling Tinggi Tentang Adab Seseorang Itu, Ia Wajib Menaruh Perasaan Malu Akan Dirinya Terlebih Dahulu (Aflatun) 104. Jembatan Menjadi Penghubung Antara Dua Buah Kampung, Perkawinan Menjadi Penghubung Antara Dua Insan Dan Anak Menjadi Penghubung Antara Ibu Dan Ayah.

71

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kata-kata Hikmah Mahasiswa Non-Reguler Angkatan 2010 Abdur Razak
1. Barang siapa yang berjalan pada jalannya maka sampailah ia 2. Barang siapa yang menanam pasti memetik hasilnya 3. Waktu lebih berharga dari pada uang 4. Hiduplah sekali hiduplah yang berarti 5. Tuntutlah ilmu dari mulai buayan sampai liang kubur 6. Sebaik-baik teman duduk adalah buku 7. Akal yang sehat terletak pada jiwa yang sehat 8. Barang siapa yang menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu 9. Adab seseorang itu lebih berharga dari pada emas 10. Bencana ilmu adalah lupa 11. Keselamtan manusia tergantung dalam menjaga lidahnya 12. Dibalik semua kejadian yang terjadi terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya 13. Jangan menyesali apa yang telah terjadi, ambillah hikmah daripadanya 14. Pintar –pintarlah mengambil hikmah dari setiap peristiwa, dengan begitu semua terasa berarti 15. Jika pada kesempatan pertama kita gagal, janganlah berputus asa. Mungkin hikmahnya adalah itu yang terbaik untuk kita 16. Orang yang paling ia sukai adalah dia yang menunjukan kesalahan ku. 17. Semua yang dimulai dengan rasa marah,akan berakhir dengan rasa 72

Model Pendidikan Karakter Bangsa

malu. 18. Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. 19. Kerjakanlah sedikit lebih banyak setiap hari dan berfikirlah bahwa kamu bisa. 20. .Sukses tidak akan datang kepadamu,tetapi pergilah kamu kepadanya 21. Orang yang bijak tidak pernah menangisi sesuatu secara berlebihan. 22. Kita baru akan merasakan bahwa sesuatu itu berharga saat kita telah kehilangan sesuatu tersebut. 23. Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda. 24. Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bamboo yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin. 25. Balas dendam mungkin memang akan memberikan kenikmatan sesaat, tapi pada akhirnya anda akan tetap merasakan kesengsaraan.

Alexander
1. Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas. 2. Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang. 3. Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki. 4. Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal. 5. Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya. 6. Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah. 73

Model Pendidikan Karakter Bangsa

7. Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita. 8. Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain. 9. Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih. 10. Harta tidak akan berkurang kerana sedekah dan melakukan amal 11. Manusia biasanya lebih menghargai sesuatu yang sukar diperoleh tetapi sering melupakan nikmat yang telah tersedia. 12. Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan. 13. Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah. 14. Kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita. 15. Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses. 16. Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi. 17. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok. 18. Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih. 19. Lalui kesulitan dan bertakwalah, maka kemudahan pun akan datang. 20. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. 21. Cinta yang sesungguhnya ialah jika kita mencintai allah swt diatas segalanya 22. Barangsiapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati 74

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Allah. (QS. Al-Nisa{4} ayat 80) 23. Orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu tetapi orang yang terus belajar menjadi pemilik masa depan 24. Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah. 25. Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.

Asep Rudi Casmana
1. Orang yang bijak tidak pernah menangisi sesuatu secara berlebihan. 2. Kita baru akan merasakan bahwa sesuatu itu berharga saat kita telah kehilangan sesuatu tersebut. 3. Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahan kesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dengan cara yang berbeda. 4. Jangan menjadi pohon kaku yang mudah patah. Jadilah bamboo yang mampu bertahan melengkung melawan terpaan angin. 5. Balas dendam mungkin memang akan memberikan kenikmatan sesaat, tapi pada akhirnya anda akan tetap merasakan kesengsaraan. 6. Setiap napas adalah selangkah menuju ajal. 7. Jangan menyetel senar gitarmu terlalu kuat, nanti putus. Jangan juga memasangnya terlalu lembek, nanti tidak dapat berbunyi. Setellah dengan ukuran sedang – sedang saja. 8. Tujuan akhir bekerja kini adalah untuk beristirahat nanti. 9. Rasa takut terletak pada cara anda memandang sesuatu, tidak pada sesuatu itu sendiri. 10. Rata – rata manusia berakhir hidupnya di usia 25, tetapi baru dikuburkan diatas usia 75. 11. Kalau kehormatan itu menjadi pakaianmu, maka ia akan kekal selama hidupmu. Tetapi, kalau pakaian itu menjadi kehormatanmu, maka ia 75

Model Pendidikan Karakter Bangsa

akan lekas sobek. 12. Tidak ada insane suci yang tidak mempunyai masa lalu dan tidak ada insane yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan. 13. Setiap bencana berarti adalah dorongan dan saran yang bernilai. 14. Siapa yang berjalan dengan langkah yang halus akan menempuh jarak yang jauh. 15. Orang lebih mudah menangkap lalat dengan sirup daripada dengan cuka. 16. Kedamaian jiwa yang sesungguhnya berasal dari penerimaan terhadap yang terburuk. Setelah meneranginya berusahalah memperbaikinya. 17. Kebencian tidak pernah dikalahkan dengan kebencian, akan tetapi semata mata dengan kasih sayang. 18. Jika kau tidak menemukan jalan keluar dari suatu masalah, maka buatlah jalan itu. 19. Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya, maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan memperdulikanmu. 20. Keberuntungan adalah bertemunya peresiapan dengan kesempatan. 21. Apa yang kita bunyikan, suara itu pulalah yang akan kembali kepada kita. 22. Kalau seseorang berhenti bermimpi, biasanya itu menunjukan bahwa dia telah kehilangan pengharapan. 23. Kebanyakan dari kita yakin bisa membuat orang lain bahagia dengan cara yang kita tentukan. 24. Melihatlah keatas untuk urusan akhiratmu dan melihatlah ke bawah untuk urusan duniamu, maka hidup akan tentram. 25. Bahayanya kesalahan – kesalahan kecil itu adalah bahwa kesalahan – kesalahan itu tidak selalu kecil.

76

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Ilmiah Basopi
1. Barang siapa yang bersungguh niscaya ia akan mendapatkannya 2. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah 3. Barang siapa yang bersabar beruntunglah ia 4. Berjasalah jangan minta jasa 5. Barang siapa yang berjalan pada jalannya maka sampailah ia 6. Barang siapa yang menanam pasti memetik hasilnya 7. Waktu lebih berharga dari pada uang 8. Hiduplah sekali hiduplah yang berarti 9. Tuntutlah ilmu dari mulai buayan sampai liang kubur 10. Sebaik-baik teman duduk adalah buku 11. Akal yang sehat terletak pada jiwa yang sehat 12. Barang siapa yang menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu 13. Adab seseorang itu lebih berharga dari pada emas 14. Bencana ilmu adalah lupa 15. Keselamtan manusia tergantung dalam menjaga lidahnya 16. Berfikirlah sebelum kamu bertindak 17. Barang siapa yang tau akan jauhnya perjalanmaka bersiaplah ia 18. Barang siapa yang menggali lubang terprosoklah ia 19. Sebaik-baik manusia adalah yang baik budi pekertinya dan bermanfaat bagi yang lain 20. Katakanlah hal yang sebenarnya walaupunpahit rasanya 21. Barang siapa menganiaya niscaya ia akan dianiaya 22. Hancurlah seseorang yang belum tahu kemanapun dirinya 23. Pangkal dosa adalah bohong 77

Model Pendidikan Karakter Bangsa

24. Alam terbentang jadikanlah guru yang terbaik 25. barang sipa yang sedikit kejujurannya maka sedikit pula temannya

Dwi Rahmat
1. Jangan jadi bagian dari masalah, tetapi jadilah bagian dari pemecahan masalah. 2. Banyak ilmu akan banyak kawan, kaya harta akan banyak musuh. 3. Sesungguhnya mengerikan, bisa melihat , tapi tidak punya misi. 4. Anda sendirilah yang tahu persis hidup anda bukan orang lain. 5. Anda dilahirkan untuk menang, tetapi untuk menjadi seorang pemenang Anda harus merencanakan untuk menang , mempersiapkannya untuk menang , dan berharap untuk menang . 6. Bangun rasa syukur atas segala hal positif yang pernah Anda alami, maka hal itu akan mengubah fokus pikiran Anda kepada kekuatan diri Anda. 7. Jangan hanya melihat apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan lihat kedalam potensi diri Anda yang luar biasa yang bisa menaklukan apa pun yang terjadi. 8. Anda harus mampu lebih dahulu menerima diri Anda sendiri, sebelum orang lainmenerima Anda. 9. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing, tetapi hanya sebagian manusia yang benar – benar mampu memfokuskan diri pada hal yang tepat bagi dirinya untuk maju. 10. Perlakukan diri Anda sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh orang lain. 11. Cintai diri Anda , maka Anda akan dicintai. 12. Kita semua adalah hasil dari yang telah kita pikirkan. 13. Mimpi itu tidak pernah mati , kecuali orang yang merencangnya mematikannya. 78

Model Pendidikan Karakter Bangsa

14. Yang penting bukan seberapa keras Anda terbentur, tapi seberapa kuat tekad Anda untuk tetap maju walau terbentur , seberapa banyak Anda mendapat pelajaran dan bergerak merangsek ke depan. 15. Berubahlah sebelum di rubah oleh keadaan. 16. Anda adalah mahakarya hidup Anda. 17. Jika Anda memiliki keinginan untuk menang, Anda telah mencapai setengah kesuksesan Anda. Jika tidak , Anda telah mencapai setengah kegagalan Anda. 18. Anda harus menemukan yang Anda senangi, maka Anda akan bahagia. 19. Buat hidup Anda indah, barulah Anda merubah dunia menjadi indah. 20. Orang yang biasa – biasa saja karena mereka malas. 21. Kita dilahirkan untuk menjadi seorang yang bernilai. 22. Jika kau igin sesuatu , kau harus memperjuangkannya. Jika kau tak ingin memperjuangkannya, jangan berharap sesuatu. 23. Orang yang tidak pernah merasa pahit, dia tidak tahu rasa manis seperti apa. 24. Semua kata – kata Anda dapat mengubah segalanya. 25. Gunakan ucapan Anda untuk memberkati kehidupan Anda.

Eka Puspita Handayani
1. Hidup ini bukanlah menemukan diri, tetapi menciptakan diri yang kamu inginkan 2. Orang-orang besar tidak mencapai kebesaran mereka karena keuntungan, namun karena kesempatan yang diberikan kepada mereka dan yang mereka bentuk sesuai keinginan mereka 3. Sukses masa lalu adalah sesuatu hal yang bahaya, dan yang paling berbahaya adalah keinginan untuk berubah 4. Mempunyai semangat yang besar akan sangat menentukan 79

Model Pendidikan Karakter Bangsa

keberhasilan kita 5. Jangan pernah Tanya apa yang orang tua berikan kepada kita tapi tanyakan kepada dirikita sendiri apa sudah kita berikan pada mereka 6. Bila Organisasi kita ingin mengalami pertumbuhan yang berarti tidak ada pilihan lain kecuali berani melakukan perubahan 7. Perubahan adalah satu hal yang harus diciptakan ,bukan untuk ditunggu 8. Suatu hal yang besar adalah rangkaian dari sebuah hal-hal kecil 9. Bila pikiran kita fokus, akan sama seperti cahaya yang punya kekuatan besar 10. Ide / gagasan cemerlang dapat mengubah hidup seseorang dan suksespun tidak dapat ditolaknya 11. Manusia sering tidak menyadari kalau kalau mereka mempunyai 90 % potensi yang belum dikeluarkan 12. Karakter tidak dapat dibangun melalui kesenangan dan kemudahan. Ia hanya dapat dibentuk melalui pencobaan, penderitaan dan pengorbanan 13. Kita dapat mengubur seseorang tetapi karakter seseorang akan tinggal tetap & diingat oleh orang – orang yang ditinggalkan 14. Kualitas pikiran –pikiran kita akan membentuk kualitas kepribadian kita &kualitas kepribadian kita akan membentuk kualitas kehidupan kita 15. Menata ulang & merekonstruksi carapandang serta cara pikiran kita adalah langkah awal menentukan kualitas kepribadian & kehidupan kita 16. Lebih baik kita mengambil keputusan yang salah daripada tidak mengambil keputusan sama sekali 17. Tidak ada suatu nilai yang berharga kalau sebuah organisasi membuat kemajuan dalam arah yang salah 18. Berbahagialah orang yang dapat bertindak dengan bijaksana dalam 80

Model Pendidikan Karakter Bangsa

menghadapi situasi yang tidak terduga 19. Satu langkah pertama akan menentukan seribu langkah kedepan 20. Kalau kita tidak berpegangan pada Yang Maha Kuasa, kita akan menemui kesulitan dengan perasaan tidak berdaya 21. Biarlah tekanan membuat kita bersemangat ini adalah suatu tanda yang sehat. 22. Banyak pemimpin masa lalu tidak dapat melihat ke masa depan karena mereka selalu teringat gemerlapnya masa lalu 23. Pada dasarnya manusia hanya mampu berusaha ,pada akhirya tuhan jualah yang menentukan 24. Is Belive The difficulties Lies the Offortunity “ percayalah didalam kesulitan itu akan selalu ada peluang 25. Kalau kita memfokuskan hidup kita dengan hal-hal yang kecil-kecil saja kita tidak akan mempunyai waktu untuk melakukan hal-hal yang besar

Endah
1. Hikmah mempelajari ilmu tajwid dapat membaca al-quran dengan benar. 2. Hikmah berpuasa dapat mengendalikan emosi dan hawa nafsu. 3. Hikmah mempelajari Sejarah tahu Data, Fakta, dan Peristiwa. 4. Hikmah orang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. 5. Hikmah gemar membaca akan bertambah wawasan dan pengetahuan. 6. Setiap cobaan pasti ada hikmahnya. 7. Adakah hikmahnya dari Tsunami Aceh ? 8. Banyak hikmah yang diperoleh dari petuah Orang tua. 9. Ambilah hikmah dari peristiwa kecelakaan ini ! 81

Model Pendidikan Karakter Bangsa

10. Mendengarkan Nasehat orang tua pasti ada hikmahnya. 11. Hikmah Anak kreatif selalu menghasilkan sesuatu. 12. Di balik kebodohannya mungkin ada hikmahnya. 13. Pandai berbicara hikmahnya dapat menjadi pengacara. 14. Hikmah gemar menonton bola dapat menjadi pemain bola. 15. Hikmah membaca Koran tahu perkembangan peristiwa. 16. Hikmah mengikuti pengajian dapat menambah iman. 17. Berkuliah dikota Metropolitan pasti ada hikmahnya. 18. Di balik kegagalan Ujian, mungkinkah ada hikmahnya ? 19. Hikmah menuntut ilmu adalah menjadi pintar. 20. Dengan berusah ada hikmahnya apa yang kita inginkan tercapai. 21. Orang sholeh hikmahnya masuk surga. 22. Orang yang sopan hikmahnya banyak kawan. 23. Hikmah berpuasa adalah melatih kesabaran. 24. Membelanjakan Uang seperlunya hikmahnya melatih kita hidup hemat. 25. Hikmah Berdisiplin menjadi tertib.

Gugun Gunawan
1. Dibalik Kesulitan Pasti ada kemudahan 2. Disetiap kejadian Pasti ada pelajaran 3. Tidak ada masalah yang tidak bisa dihadapi,jika dihadapi dengan kesabaran. 4. Ketekunan adalah kunci kesuksesan 5. Allah Tidak akan menguji umatnya melebihi batas kemampuannya 6. Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan, Pengakuan 82

Model Pendidikan Karakter Bangsa

adalah motivasi terkuat. 7. Perencanaan yang baik akan menghasilkan yang baik pula 8. Apa yang kau ucapkan akan kembali kepada yang mengucapkan 9. Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain 10. Tidak ada kesuksesan tanpa adanya kerja keras 11. Pengalaman adalah guru terbaik 12. Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan, tetapi keikutsertaan … 13. Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik. 14. Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. 15. Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. 16. Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. 17. Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. 18. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. 19. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. 20. Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. 21. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. 22. Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. 23. Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu. 83

Model Pendidikan Karakter Bangsa

24. Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan. 25. Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat “disisipkan” diantara pujian. 26. Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya.

Guntur Paundra Dwi Harismantianto
1. Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. 2. Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. 3. Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. 4. Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. 5. Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. 6. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. 7. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. 8. Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. 9. Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. 10. Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. 84

Model Pendidikan Karakter Bangsa

11. Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. 12. Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. 13. Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. 14. Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. 15. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. 16. Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya. 17. Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. 18. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. 19. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. 20. Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya – hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. 21. Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. 22. Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. 23. Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. 24. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. 85

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Hana Juwita
1. Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain 2. kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat? 3. Luangkanlah waktu untuk pedulikarena peduli adalah kesempatan untuk membantu sesama 4. waktu untuk membacakarena membaca adalah landasan sikap bijaksana 5. Luangkanlah waktu untuk berdo’a karena do’a adalah kekuatan terbesar di muka bumi. 6. Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian. 7. Bekerja atas dorongan cinta akan terasa senang tiada jemu dan lelah. 8. Orang besar menempuh jalan kearah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat. 9. Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri. 10. Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah berbahaya. 11. Sifat orang yang berlilmu tinggi adalah merendahkan hari kepada manusia dan takut kepada Tuhan. 12. Orang paling baik adalah orang yang kita harapkan kebaikannya dan kita terlindung dari keburukannya. 13. Semua ilmu ada pokok bahasannya. Pokok bahasan ilmu para Nabi adalah manusia. Mereka datang untuk mendidik manusia. 14. Tertipulah yang melakukan tiga perkara Membenarkan apa yang tak terjadi, mengandalkan orang yang tidak dipercaya dan menghasratkan 86

Model Pendidikan Karakter Bangsa

apa yang tak dimiliki. 15. Sahabat yang sejati adalah orang yang dapat berkata benar kepada anda, bukan orang yang hanya membenarkan kata-kata anda. 16. Keluhuran budi pekerti akan tampak pada ucapan dan tindakan. 17. Memperbaiki diri adalah alat yang ampuh untuk memperbaiki orang lain. 18. Orang yang berjiwa besar teguh pendiriannya, tetapi tidak keras kepala. 19. Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah cinta kepada sesama. 20. Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. 21. Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. 22. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. 23. Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. 24. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingankepentingan yang lebih besar. 25. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.

Imanda
1. Orang yang paling ia sukai adalah dia yang menunjukan kesalahan ku. 2. Semua yang dimulai dengan rasa marah,akan berakhir dengan rasa malu. 87

Model Pendidikan Karakter Bangsa

3. Uang tidak akan pernah cukup untuk menyembuhkan perasaan sakit dan kebingungan. 4. Kerjakanlah sedikit lebih banyak setiap hari dan berfikirlah bahwa kamu bisa. 5. Sukses tidak akan datang kepadamu,tetapi pergilah kamu kepadanya. 6. Kesuksesan datang kepada siapa yang sibuk mencari nya 7. Ide tanpa aksi adalah tidak berharga. 8. Salah satu kesuksesan terbaik datang setelah kegagalan terbesar. 9. Sukses tidak abadi,begitu juga kegagalan. 10. Mencintai artinya berbagi kebahagiaan demi kebahagiaan orang yang kita cintai. 11. Contoh yang baik adalah nasihat yang baik. 12. Tidak ada keamanan di bumi ini tapi yang ada hanyalah peluang. 13. Kebebasan itu barasal dari manusia,tidak dari undang-undang atu institusi. 14. Jika kita melayani maka hidup akan lebih berarti. 15. Tanpa impian tidak ada kenyataan. 16. Semua orang yang bertindak adalah pemimpi. 17. Masa depan dimiliki oleh mereka yang percaya kepada keindahan mimpinya. 18. Kemalasan memang tampak menggoda,tapi bekerja memberi kepuasan. 19. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa diimpikan terlebih dahulu. 20. Tanpa tujuan dan rencana untuk mencapainya seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan. 21. Anda tidak akn pernah salah selama selalu berpegang teguh pada kebenaran. 88

Model Pendidikan Karakter Bangsa

22. Hadapilah semua kesulitan yang muncul dan jangan biarkan ia menjadi besar. 23. Harta sejati adalh kesehatan,bukan emas dan perak. 24. suatu nasihat dinilai dari hasil,bukan dari niat. 25. Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat.

Lathifah Hafni
1. Tidak ada yang mudah bagi orang yang tidak memiliki kemauan. 2. Belajar tanpa berpikir tidak ada gunanya, sedangkan berpikir tanpa belajar adalah bahaya. 3. Berdoalah, sebab berdoa adalah kekuatan terbesar di dunia. 4. Kesuksesan yang paling besar dalam hidup adalah biasa bangkit dari kegagalan. 5. Percaya pada diri sendiri bahwa semua hal adalah mungkin. 6. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dan dengan agama hidup menjadi berarti. 7. Kejujuran adalah bagian pertama baku kebijaksanaan. 8. Kepemimpinan adalah kapasitas dalam menerjemahkan visi menjadi kenyataan. 9. Kumpulkan sebanyak mungkin batu kerikil semampu anda, dan anda akan bias mengharapkan masa depan yang penmuh dengan intan . 10. Jangan melihat kebelakang dengan kemarahan, atau kedepan dengan ketakutan, tetapi lihatlah disekitarmu dengan kewaspadaan. 11. Kekayaan pengalaman manusia yang luar biasa mengagumkan akan hilang kenikmatannya seandainya tidak ada hambatan-hanbatan yang harus diatasi. Nikmatnya sukses karena kerja keras tidak akan bias dirasakan dengan begitu indahnya seandainya tidak ada lembah89

Model Pendidikan Karakter Bangsa

lembah gelap yang harus di lalu. 12. Sukses tidak terdiri dari tidak pernah melakukan kesalahan, tapi tidak pernah melakukan kesalahan yang sama pada kali berikutnya 13. Janganlah kita menyia-nyiakan waktu dengan menyesali masa lampau ataupun mengeluh tentang perubahan-perubahan yang menganggu kenyamanan kita,sebab perubahan adalah intidari kehidupan. 14. Orang besar menempuh jalan kea rah tujuan melalui rintagan dan kesukaran yang hebat. 15. Bukan kecercasan anda melainkan sikap andalah yang akan mengagkat anda dalam kehidupan. 16. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat sesuatu kebaikan maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. 17. Menyia-nyiakan waktu setiap hari adalah pemborosan hidup, bekerja penuh semangat dan menjadi orang yang berguna adalah membangun kehidupan kita sendiri. 18. Cara untuk menjadi di depan adalah mulai sekaramg. Jika memulai tahun depan anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan anda tak mengetahui masa depan jika anda menunggu-nunggu. 19. Sukses tidak diukur dari posisi yang di capai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil di atasi ketika berusaha meraih sukses. 20. Muuh yang berbahaya diatas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang setia hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. 21. Di dalam kehidupan, kita tidak selalu berada dalam kondisi yang baikbaik saja, namun bagi yang pernah mengalami cobaan dan berhasil mengatasinya, akan sangat mudah menghadapinya kondisi yang sesulit apapun. 22. Menghargai dan merasa senang atas keberhasilan orang lain berarti meningkatkn harkat diri sendiri. 23. Semua impian-impian kita dapat menjadi kenyataan jika kita memiliki 90

Model Pendidikan Karakter Bangsa

keberanian untuk mengejar mereka. 24. Semua impian-impian kita dapat menjadi kenyataan jika kita memiliki keberanian untuk mengejar mereka. 25. Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sampai anda menyukai apa yang anda kerjakan

Lusiawati Pertiwi
1. Dimana ada kemauan disitulah pasti ada jalan 2. Dibalik cobaan pasti ada hikmahnya 3. Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda 4. Kegagalan adalah pelajaran yang sangat berharga 5. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus berusaha 6. Setiap perbuatan pasti ada balasan 7. Pekerjaan yang terburu-buru tidak akan membuahkan hasil yang sempurna 8. Kebohongan yang disembunyikan pasti akan terkuak juga 9. Kejujuran adalah jalan menuju kebahagiaan 10. Banyak berbicara disitulah banyak dusta 11. Setiap permasalahan pasti ada jalan keluar 12. Setiap pekerjaan akan terasa ringan jika dibarengi dengan keikhlasan 13. Perjuangan akan sia-sia jika tanpa restu orang tua 14. Tidak ada kebahagiaan selain kebersamaan 15. Semua akan terasa ringan jika kita melangkah bersama 16. Kebahagiaan tidak dapat diukur dari materi 17. Shalat adalah tiangnya agama 18. Ilmu jika diamalkan tidak akan pernah hilang untuk selamanya 91

Model Pendidikan Karakter Bangsa

19. Keterbatasan bukan halangan untuk menjalani kehidupan 20. Keegoisan diri akan menghancurkan segalanya 21. Tidak ada kata indah selain kata maaf 22. Kebencian tidak akan membawa hidup dalam kedamaian 23. Cintailah seseorang separuh hati,dan cintailah Tuhan dengan sepenuh hati 24. Kesabaran adalah kunci dari kesuksesan 25. Belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu,belajar diwaktu dewasa bagai mengukir diatas air

Mia Rahmawati Solihah
1. Jika satu pintu telah tertutup untukmu,janganlah kamu bersedih dan menyesalinya…Tetapi,lihatlah hikmahnya pintu-pintu lain yang masih terbuka lebar untukmu 2. Sangat banyak pelajaran dan hikmah yang didapat dari kejadian kemarin 3. Hikmah dari semua yang terjadi adalah membuat kita lebih mengerti 4. Dan sesungguhnya Al – Quran itu dalam induk Al – Kitab ( Lauh Mahfudz ) disisi kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah. (QS. 43 : 4 ) 5. Ini ayat – ayat al-quran yang mengandung hikmah. (QS.31: 2) 6. Demi al-quran yang penuh hikmah . (QS. 36 : 2 ) 7. Dan tatkala dia cukup dewasa, kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang – orang yang berbuat baik. ( QS. 12 : 22 ) 8. (Ibrahim berdoa ) : “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang – orang yang saleh “ (QS. 26 : 83) 9. “Allah menganugrahkan al–hikmah (kefahaman yang dalam tentang 92

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Al–quran dan as–sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al–hikmah itu, ia benar–benar telah dianugrahi karunia yang banyak…” (QS.2: 269) 10. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya al – hikmah, al- kitab, taurat dan injil. (QS. 3 : 48) 11. Dibalik semua kejadian yang terjadi terdapat hikmah yang terkandung di dalamnya. 12. Jangan menyesali apa yang telah terjadi, ambillah hikmah daripadanya. 13. Pintar–pintarlah mengambil hikmah dari setiap peristiwa, dengan begitu semua terasa berarti. 14. Jika pada kesempatan pertama kita gagal, janganlah berputus asa. Mungkin hikmahnya adalah itu yang terbaik untuk kita 15. Belajarlah setiap saat untuk selalu ingin menyenangkan hati sesama dengan ucapan yang sedehana. Akan ada hikmah yang terasa bagi kita. 16. Kami menikmati hikmah lebaran. 17. Setiap perkara ada gantinya, setiap perlakuan ada ganjarannya, setiap kejadian ada hikmahnya 18. Alangkah indahnya jika kita dapat saling memperbaiki,melalui silaturahmi lewat kata–kata semoga terjalin kasih sayang yang bermakna. 19. Tumbuhkan persahabatan dengan dua kunci, yakni jangan pernah engkau sakiti hatinya dan bahagiakan dia dengan kemampuan yang ada. 20. Jadilah orang besar, maka kesuksesan akan mengikutimu 21. Jadikan masa depan sebagai motivasi, masa lalu sebagai evaluasi, dan orang lain sebagai inspirasi. 22. Berdusta karena membela diri sama seperti pengecut yang bersembunyi tidak bernyali. 93

Model Pendidikan Karakter Bangsa

23. Jika engkau meminjam sekecil apapun bentuknya, cara yang paling tepat adalah bersegeralah untuk mengembalikannya 24. Tak mengapa dibilang bodoh, ketimbang dibilang pandai namun sebenarnya bodoh 25. Menunda satu pekerjaan berarti menunda seribu pekerjaan

Mukti Wulansari
1. Paint your future 2. Orang yang sukses adalah karena ia punya banyak cara, sedangkan orang gagal adalah karena ia punya banyak alasan 3. Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan 4. Bermimpilah karena pasti Tuhan akan mewujudkan mimpimu 5. Berani bermimpi berarti berani pula mewujudkannya 6. Lebih baik “mencoba gagal” daripada “gagal mencoba” 7. Hanya seorang pemarah yang bisa betul-betul bersabar 8. You never know, if you never try 9. Tindakan adalah bukti keseriusan 10. Succeful people aren’t rich people, but people who succefully manages his or her own 11. Empat rumus besar kebahagiaan : teman-teman yang baik, usaha yang penuh semangat, ilmu yang terus bertambah. Dan hati yang sudah mampu bersyukur 12. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir 13. Jangan pernah mengatakan “Ya Tuhan, aku memiliki masalah yang besar”. Tapi katakanlah “Hai masalah, aku punya Tuhan yang besar” 14. Sahabat sejati dan setia lebih bernilai dari semua emas di dunia ini 15. Memang baik menjadi ornag penting, tapi jauh lebih penting menjadi 94

Model Pendidikan Karakter Bangsa

orang baik 16. Bersyukurlah! Maka Tuhanmu akan menambahkan lebih dari apa yang kamu inginkan 17. Manusia biasanya lebih menghargai sesuatu yang sukar di peroleh tetapi sering melupakan nikmat yang telah tersedia 18. Kadang kita lebih sering mmenyatakan cinta kepada kekasih kita dibandingkan kepada Ibu kita padahal Ibu jauh lebih sering membuktikan cintanya kepada kita disbanding kekasih kita 19. Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya 20. Ketika 1 pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan 21. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang di sakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba 22. Ketika kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum, jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis 23. Masalah yang terjadi karena kurangnya tindakan, hanya bisa diperbaiki dengan tibdakan 24. Jika kita melebihkan doa tetapi tetapi kurang bertindak, kita harus melebihkan tindakan tanpa mengurangi doa 25. Sekecil apapun keimanan dalam dada seseorang (yaituu keyakinan akan adanya Allah, hisab, dan keadilan Allah) dapat mendatangkan ampunan dan rahmat Allah SWT

Neneng Khoirunnisa
1. Demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. 2. Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaiman api memakan kayu bakar. 95

Model Pendidikan Karakter Bangsa

3. Yang terbaik diantara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. 4. Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. 5. Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah kesegala hal. 6. Raihlah ilmu , untuk meraihnya belajar untuk tenang dan sabar 7. Setiap orang didunia ini adalah tamu, uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi,cepat atau lambat pinjaman itu harus di kembalikan 8. Ketahuilah bahwa sabar ibarat kepala dari suatu tubuh.jika kepalanya hilang tubuh itu akan membusuk seperti halnya permasalahan akan rusak. 9. Sabar memiliki dua sisi,yang satu adalah sabar,yang satu adalah bersyukur. 10. Takutlah kamu akan dosa di saat sendirian,karena saksi mu adalah hatimu. 11. Orang yang paling disukai, adalh orang yang menunjukkan kesalahan. 12. Niat adalah suatu ukurang dalam suatu perbuatan, jika niat itu buruk, maka perbuatannya pun buruk. 13. Aku mencari segala bentuk rizki, tetapi tidak menemukan rizki yang lebih baik daripada sabar. 14. Dia menciptakan mata nyamuk adalah zat yang menciptakan matahari. 15. Putus asa adalah sumber kesesatan dan kegelapan hati adalah pangakal penderitaan jiwa. 16. Kebersamaan dalam suatu masyarakat mengasilkan ketenangan dalam segala kegiatan. 17. Menghidupkan kembali agama, berarti menghidupnya suatu bangsa. 96

Model Pendidikan Karakter Bangsa

18. Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki piran yang baik, dan seseorang yang memiliki piran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. 19. Orang yang tidak menganggap dirinya bahagia, maka hidupnya pun tidak akan bahagia. 20. Orang yang Berjaya tidak pernah putus asa, sebaliknya orang yang mudah putus asa ialah orang yang tidak akan Berjaya. 21. Ceret kecil lebih mudah panas, orang yang berhati kecil mudah merasa marah. 22. Orang yang tidak dapat mengawal emosi sendiri adalah orang yang tidak dianggap merdeka. 23. Tali gitar yang diikat terlalu ketat akan cepat putus, manakala jika talinya diikat longgar maka akan menimbulkan suarayang merdu. Oleh karena itu hiduplah dalam kesederhanaan. 24. Kemarahan biasanya bermula dari pikiran yang tidak bijak dan diakhiri dengan kekesalan. 25. Jangan pernah merasa marah, jika ada orang lain yang berbeda pendapat dengan kita.

Nurlaelasari
1. Contoh yang baik adalah nasehat yang baik 2. Jika kitamelayani maka hidup akan lebih berarti 3. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu 4. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir 5. Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati 6. Kejujuran adalah perhiasan jiwa yang lebih bercahaya daripada berlian 97

Model Pendidikan Karakter Bangsa

7. Orang besar menempuh jalan kea rah tujuan melalui rintangan dan kesukaran yang hebat 8. Pahlawan sebenarnya ialah orang yang sanggup menguasai dirinya dikala ia marah 9. Kebahagiaan manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka 10. Orang yang menghindari kesalahan, tidak akan tumbuh 11. Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras, tetapi tepat sasaran 12. Cinta itu ada dalam jiwa, bukan dalam raga 13. Memberi tanpa harus meminta 14. Tinggi rendahnya derajat manusia dilihat dari tutur katanya 15. Do’a adalah senjata terdahsyat di dunia 16. Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah 17. Lidah berukuran 3 inchi dapat membunuh orang yang tingginya 3 kaki 18. Biarkan hati panas asalkan fikiran tetap dingin 19. Apabila seseorang itu memuji maka hilanglah cahayanya 20. Semoga aku menjadi pohon yang di tebang lalu digunakan 21. Bagi siapa saja yang menghendaki akhirat maka wajib baginya ikhlas terhadap ilmu 22. Berbahagia untuk orang yang kita sayangi 23. Mencintai tanpa harus memiliki 24. Berkorban untuk hidup yang lebih baik 25. Jaga lingkungan seperti menjag diri sendiri

Priska
1 98 Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu

Model Pendidikan Karakter Bangsa

perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 2 3 Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunat. Barangsiapa menghendaki akhirat wajib baginya ikhlas pada ilmu. Tidak ada sesuatu yang lebih indah pada ulama kecuali dengan kefakiran dan mencukupi dengan apa yang ada serta redha dengan keduanya. Hendaklah kamu berilmu pengetahuan sebelum kamu menjadi ketua, sebab sesudah kamu menjadi ketua, tidak ada jalan lagi bagimu untuk mencari pengetahuan. Orang yang berakal itu adalah orang yang akalnya dapat mengawal segala sifat-sifat mazmumah (sifat keji). Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat tetapi ilmu itu adalah cahaya Allah letakkan dalam hati.

4 5 6

7

8 9

10 Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya. 11 Wajib bagi orang yang menuntut ilmu untuk memiliki kebesaran, ketenangan dan ketakutan. 12 Jangan kamu mengambil ilmu dari orang yang mengambil benda dunia di atas ilmunya. 13 Orang yang menuntut ilmu tidak akan dianggap sebagai orang yang berakal hingga dia melihat dirinya lebih hina dari sekalian manusia. 14 Orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya membuat hal yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. 99

Model Pendidikan Karakter Bangsa

15 Teman terbaik adalah dia yang dapat duduk di ayunan beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan kemudian Anda ditinggalkan dengan perasaan memiliki percakapan yang panjang dengan dia. 16 Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu. 17 Masa depan cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Anda tidak dapat melanjutkan kehidupan yang baik jika Anda tidak melupakan kegagalan dan sakit. 18 Lihatlah segala sesuatu melalui mata orang lain. Jika itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin bahwa orang lain juga terluka hari ini.t hati di masa lalu. 19 Mimpi apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah apa yang Anda inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan halhal yang ingin Anda lakukan. 20 Berdirilah diatas titian yang kukuh yang di bina daripada kayu-kayu yang teguh. 21 Lihat dengan hati,renung dengan akal siapa kita sebenarnya. 22 1001 kemungkinan tidak menjamin 100% kebenaran. 23 Iman adalah mutiara. 24 Lebih baik menjadi pendengar yang bijak daripada menjadi pemerhati yang kaku dan tidak tahu apa-apa. 25 Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.

Rahma Novia
1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu. 100

Model Pendidikan Karakter Bangsa

2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan. 3. Dia berkata kepada para sahabat,”Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!” 4. Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunat. 5. Barangsiapa menghendaki akhirat wajib baginya ikhlas pada ilmu. 6. Tidak ada sesuatu yang lebih indah pada ulama kecuali dengan kefakiran dan mencukupi dengan apa yang ada serta redha dengan keduanya. 7. Hendaklah kamu berilmu pengetahuan sebelum kamu menjadi ketua, sebab sesudah kamu menjadi ketua, tidak ada jalan lagi bagimu untuk mencari pengetahuan. 8. Orang yang berakal itu adalah orang yang akalnya dapat mengawal segala sifat-sifat mazmumah (sifat keji). 9. Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat tetapi ilmu itu adalah cahaya Allah letakkan dalam hati. 10. Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya. 11. Wajib bagi orang yang menuntut ilmu untuk memiliki kebesaran, ketenangan dan ketakutan. 12. Jangan kamu mengambil ilmu dari orang yang mengambil benda dunia di atas ilmunya. 13. Orang yang menuntut ilmu tidak akan dianggap sebagai orang yang berakal hingga dia melihat dirinya lebih hina dari sekalian manusia. 14. Orang yang paling bahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya membuat hal yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya. 15. Teman terbaik adalah dia yang dapat duduk di ayunan beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan kemudian Anda ditinggalkan dengan perasaan memiliki percakapan yang 101

Model Pendidikan Karakter Bangsa

panjang dengan dia. 16. Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu. 17. masa depan cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Anda tidak dapat melanjutkan kehidupan yang baik jika Anda tidak melupakan kegagalan dan sakit. 18. Lihatlah segala sesuatu melalui mata orang lain. Jika itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin bahwa orang lain juga terluka hari ini.t hati di masa lalu. 19. Mimpi apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah apa yang Anda inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan halhal yang ingin Anda lakukan. 20. Berdirilah diatas titian yang kukuh yang di bina daripada kayu-kayu yang teguh. 21. Lihat dengan hati,renung dengan akal siapa kita sebenarnya. 22. 1001 kemungkinan tidak menjamin 100% kebenaran. 23. Iman adalah mutiara 24. Lebih baik menjadi pendengar yang bijak daripada menjadi pemerhati yang kaku dan tidak tahu apa-apa. 25. Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.

Riani Windrianingrum
1. “”Jika tindakanmu menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, berlaku lebih, dan menjadi lebih, maka kamu adalah pemimpin.” John Quincy Adams, Presiden Amerika Serikat ke-6 (1825-1829)” 2. “”Belajar adalah penemuan bahwa segala sesuatu itu mungkin.” Fritz 102

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Perls (1893–1970), analis kejiwaan asal Jerman” 3. “”Manusia tidak memiliki talenta yang sama, tapi kita memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan talenta kita.” John Fitzgerald Kennedy (1917–1963), Presiden Ke-35 Amerika Serikat (1961–1963)” 4. “”Kematangan berpikir adalah kemampuan untuk bertahan dari ketidakpastian.” John Finley (1759–1846), penjelajah asal Amerika Serikat” 5. “”Lebih baik dibenci karena apa yang Anda miliki daripada disukai atas sesuatu yang tidak Anda punyai.” Andre Gide (1869–1951), penulis dan humanis Prancis, peraih Nobel Sastra 1947” 6. “”Tidak ada kebahagiaan dalam memiliki atau mendapatkan sesuatu. Hanya dalam memberi, kebahagiaan itu ada.” Henry Drummond (1851–1860), pujangga asal Kanada” 7. “”Kita hidup di masa kini, bermimpi tentang masa depan, dan belajar tentang kebenaran abadi dari masa lalu.” Madame Chiang Kai-Shek (1898–2003), kepala pemerintahan China nasionalis di pengasingan di Taiwan” 8. “”Kawan sejati akan mengatakan kebenaran di depanmu, bukan di belakangmu.” Sasha Azevedo, aktris, atlet, dan foto model Amerika Serikat” 9. “”Pengembangan diri adalah nama permainan; tujuan utama Anda adalah menguatkan diri, bukan menghancurkan lawan.” Maxwell Maltz (1927–2003), motivator dan ahli bedah plastik asal Amerika Serikat” 10. “”Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau kerjakan, kau tidak akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause (1934), motivator, guru, dan pelatih” 11. “”Setiap orang bisa mengkritik, mengecam, dan mengeluh. Tapi hanya orang berkarakter yang bisa mengontrol diri untuk memahami dan memaafkan.” Dale Carnegie (1888–1955), penulis dan pengajar asal Amerika Serikat” 103

Model Pendidikan Karakter Bangsa

12. “”Bertempur dan menaklukkan musuh dalam peperangan bukanlah kehebatan paling tinggi; kehebatan tertinggi terjadi ketika Anda mampu menghentikan musuh tanpa perlawanan.” Sun Tzu, penulis dan filsuf China” 13. ””Untuk meraih cita-cita besar, kita tak hanya perlu bertindak, namun juga bermimpi; tak hanya perlu merencanakan, namun harus meyakini.”Anatole France, Penulis Prancis (1844-1924)”

14. “”Keraguan hanya bisa dihilangkan dengan tindakan.” Johann Wolfgang von Goethe (1749–1832), dramawan dan novelis asal Jerman” 15. “”Kebahagiaan akan kehilangan makna jika tidak diimbangi oleh kesedihan.” Carl Gustav Jung (1875–1961), psikiater asal Swiss” 16. “”Pemimpin yang efektif bukan soal pintar berpidato dan mencitrakan diri agar disukai; kepemimpinan tergambar dari hasil kerjanya, bukan atribut-atributnya.” Peter F Drucker, pendidik dan penulis asal Amerika Serikat” 17. “”Pengetahuan diperoleh dengan belajar, kepercayaan didapat dengan keraguan, keahlian dengan latihan, dan cinta diraih dengan cinta.” Thomas S Szasz, psikolog Hungaria” 18. “”Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi menjadi seperti apa dia dengan kerja kerasnya itu.” John Ruskin, penulis (1819–1900), arsitek dan kritikus seni asal Inggris” 19. “”Sebuah tujuan tanpa perencanaan hanya akan menjadi harapan.” Antoine de Saint-Exupery (1900–1944), Penulis Prancis” 20. ”” Janganlah mengambil sisi yang salah dari sebuah argumen hanya karena musuh Anda telah mengambil sisi yang benar.” Baltasar Gracian (1601–1658), filsuf Spanyol” 21. “Kekuatan bukan berasal dari kemenangan. Perjuangan Anda lah yang melahirkan kekuatan. Ketika Anda menghadapi kesulitan dan tak menyerah, itulah kekuatan.”Arnold Schwarzenegger, Aktor Hollywood-Gubernur California” 104

Model Pendidikan Karakter Bangsa

22. “Seorang pesimis melihat kesulitan di setiap kesempatan; seorang optimistis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.” Winston Churchil, Mantan PM Inggris” 23. “Orang cerdas diukur dari jawaban atas pertanyaan yang diajukan. Orang bijak dinilai dari pertanyaan yang dia ajukan.” Naguib Mahfouz,Sastrawan Arab Peraih Hadiah Nobel” 24. “Semua jenis kebijaksanaan itu berakar pada dua kata, kesabaran dan harapan.” Alexandre Dumas Pere, Sastrawan (1802-1870)” 25. “”Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai.” Albert Einstein, Ilmuwan” 26. “”Alasan kenapa seseorang tak pernah meraih cita-citanya adalah karena dia tak mendefinisikannya, tak mempelajarinya, dan tak pernah serius berkeyakinan bahwa cita-citanya itu dapat dicapai.” Dr Denis Waitley, pakar motivasi dan penulis buku-buku self-help “ 27. “”Antusiasme adalah kebahagiaan yang penuh inspirasi, motivasi, dan kreativitas.” Bo Bennett, Pebisnis-Penulis “ 28. “”Semua impian kita dapat menjadi nyata, jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya.” Walt Disney, produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara berkebangsaan Amerika Serikat” 29. “”Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan katakata.” WS Rendra (1935-2009), Penyair dan Dramawan Kenamaan Indonesia “ 30. “”Seseorang harus cukup berani mengakui kesalahan, cukup pintar untuk mengambil pelajaran dari kesalahan, dan cukup tangguh untuk bisa mengoreksi kesalahan.” John C Maxwell, pengusaha, pakar motivasi “ 31. ”Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir” Ben Sweetland 32. ”Untuk mencapai kesuksesan, kita jangan hanya bertindak, tapi juga perlu bermimpi, jangan hanya berencana, tapi juga perlu untuk percaya.” Anatole France” 105

Model Pendidikan Karakter Bangsa

33. “”Negeri kita kaya, kaya, kaya-raya, Saudara-Saudara. Berjiwa besarlah, ber-imagination. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia.” Presiden Soekarno (19011970), pidato di Semarang, 29 Juli 1956” 34. “”Jangan pernah sekalipun mendengar harapan orang lain. Lalui jalan hidupmu sendiri dan hiduplah dengan harapan-harapanmu.” Tiger Woods, pegolf terkemuka Amerika Serikat” 35. “”Kendati kapal akan karam, tegakkan hukum dan keadilan!” Baharuddin Lopa (1935-2001), mantan Jaksa Agung RI “ 36. ”Imajinasi jauh lebih penting dari pada pengetahuan.” Albert Einstein, Ilmuwan” 37. ”Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap.” William A. Ward 38. ”Fokus pada satu keinginan memungkinkan pencapaian banyak keinginan.” Mario Teguh, Motivator” 39. “”Ilmu pengetahuan memiliki tiga tingkatan -opini, sains, pencerahan. Instrumen tingkatan pertama menggunakan indra; kedua menggunakan dialektika; dan ketiga menggunakan intuisi.” Plotinus, Filsuf Yunani-Bapak Neoplatonisme” 40. “”Elemen terpenting kita bukan pada otak. Namun, pada apa yang menuntun otak kita--kepribadian, hati, kebaikan, dan ide-ide progresif.” Fyodor Dostoyevsky (1821-1881), Novelis Rusia” 41. ”Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang diidamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.” Mario Teguh, Motivator” 42. ”Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.” Imam An Nawaw, ulama besar mazhab syafii” 43. “”Seberapa besar kesuksesan Anda bisa diukur dari seberapa kuat keinginan Anda, setinggi apa mimpi-mimpi Anda, dan bagaimana 106

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Anda memperlakukan kekecewaan dalam hidup Anda.” Robert Kiyosaki, motivator asal Amerika Serikat” 44. “”Memimpinlah dari belakang dan biarkan yang lain di depan ketika Anda merayakan kemenangan. Saat bahaya datang, berdirilah paling depan, maka orang akan menghormati Anda.” Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, peraih Nobel Perdamaian 1993” 45. “”Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.... Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.” Bung Tomo (1920-1981), pahlawan nasional “

Rini suparmiati
1. Semalam adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan….. Iman itu bukan hanya harapan, ia adalah apa yang terpancar di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan… 2. Setiap kita di dunia ini tidak mahu..memilih jalan yg derita hakikatnya tanpa usaha keajiabpan tidak akan berlaku. 3. Kita jangan selalu mengharap kerana mengharap tidak pasti tertunai, tetapi kita boleh bersabar kerana kesabaran itu mengajar kita seperti kehidupan jangan menangis kerana gagal dalam cinta sebab manusia akan meninggalkan apa yg di cinta 4. Keinsafan bukan mudah untuk di tatang, tapi jelas di ulang-ulang sesungguhnya lidah itu lebih berbisa dari segala senjata jadi sebelum berkata fikirkan akibatnya 5. Zaman berubah tetapi..dendam manusia tidak pernah berubah.. lelaki yg gagah mustahil tidak pernah menangis..tapi, percintaan yg akan menyebabkan mereka menangis. 6. Nilai persahabatan diukur dengan kejujuran..bukan kebendaan jadilah ubi yg bertutup rapat…bukan kek yg berkrim tetapi..diharungi lalat. 7. Kedewasaan tidak menghalang apa yg di inginkan oleh setiap insan manusia bagaikan layang-layang, dimana sering terikat dengan sesuatu tidak dapat bebas dengan sempurna..kecuali tali itu putus… 107

Model Pendidikan Karakter Bangsa

barulah ia bebas melayang. 8. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. 9. Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. 10. Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. 11. Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian. 12. Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal. 13. Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. 14. Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan. 15. Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. 16. Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. 17. Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. 18. Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. 19. Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. 20. .Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang 108

Model Pendidikan Karakter Bangsa

lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. 21. Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. 22. Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. 23. Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. 24. Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. 25. Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. 26. Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya.

Risa
1. Manusia yang berjaya akan memperolehi keuntungan daripada kesilapannya, dan mencuba lagi dengan cara yang lain. 2. Berani Berkorban dan Berubah, Kejayaan adalah Ganjarannya. 3. Setiap perkara ada gantinya. Setiap perlakuan ada ganjarannya. Setiap kejadian ada hikmah di sebalik kejadiannya. 4. Tiada jalan singkat untuk kita sampai ke sesuatu destinasi yang sememangnya jauh. Perjalanan tetap melibatkan langkah demi langkah dan tingkat demi tingkat. 5. Nabi Muhammad pernah berkata, (Amal yang paling disukai Allah 109

Model Pendidikan Karakter Bangsa

adalah amal yang dilakukan secara terus menerus sekalipun sedikit (HR Bukhari dan Muslim daripada Aisyah) Kegagalan bermakna bahawa anda belum berjaya lagi. 6. Orang yang gagal adalah orang yang tidak mampu mengurus masalah. Hanya manusia yang mampu mengurus masalah sahaja yang boleh berjaya. 7. Orang yang berjaya juga mampu menimbulkan perasaan kagum serta takjub orang lain kerana kejayaan dan kehebatannya. 8. Orang yang berjaya tidak hidup di pinggir peristiwa, bukan orang yang kosong tanpa nilai dan bukan orang yang hanya menjadi pelengkap. 9. Belajar dari pengalaman adalah guru yang paling baik. Jatuh pada lubang yang sama adalah suatu kebodohan. 10. Sayidina Ali menyatakan “Kalau engkau ingin menjadi raja, maka pakailah sifat qona’ah (puas). Kalau engkau ingin syurga dunia sebelum syurga akhirat, pakailah budi pekerja yang mulia”. 11. Apabila anda kaya,fikirkanlah saat-saat anda pernah miskin dahulu. 12. Antara akhlak orang yang berjaya adalah optimis dan tidak berputus asa, mampu memperbaiki kesalahannya dan keluar daripada krisis serta mengubah kerugian menjadi keuntungan. 13. Baik kaya adalah kaya hati, sebaik-baik bekal adalah takwa, seburuk-buruk buta adalah buta hati dan sebesar-besar dosa adalah berdusta. 14. Kecantikan yang abadi terletak pada keelokkan adab dan ketinggian ilmu seseorang, bukan terletak pada wajah dan pakaiannya. (Hamka). 15. Orang yang takut menghadapi kesukaran selamanya tidak akan maju. (Home). 16. Yang dikatakan kawan bukanlah orang yang sentiasa memuji-muji kamu, tetapi adalah orang yang dapat menunjukkan kesalahan kamu. 17. “Dan berbuatlah kamu akan kebaikan supaya kamu mendapat 110

Model Pendidikan Karakter Bangsa

kemenangan.” (Surah al-Hajj:77). 18. “Maka sifat sabar itu adalah sikap yang baik, dan hanya Allah sahajalah tempat meminta pertolongan” (Surah Yusuf:18) 19. Berunding cerdik dengan pandai, faham dua menjadi satu. 20. Yang paling kita perlukan dalam kehidupan ialah adanya seseorang yang selalu memberi semangat untuk melaksanakan hal-hal yang dapat kita kerjakan. (Davey John Schwartz) 21. Sabar penghilang penat, tekun pembawa dekat. 22. Lebih berharga mutiara sebutir daripada pasir sepantai. 23. Terbang bangau sepanjang hari, ke tasik jua akhirnya dicari. 24. Biar kamu tidak cantik di mata penduduk bumi tetapi namamu menjadi perbualan penduduk langit. 25. Siapa yang banyak bicara, banyak pula salahnya; siapa yang banyak salah, hilanglah harga dirinya; siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak warak; sedangkan orang yang tidak warak itu bererti hatinya mati. (Saidina Ali Abu Talib) 26. Sabda Rasulullah s.a.w: “Akhlak yang buruk merosakkan amal seperti cuka merosakkan madu.” 27. Kita sering mengimbas kembali kenangan lalu tetapi jarang sekali berusaha untuk mengejar impian hari esok. 28. Manusia yang berbuat baik dengan mengharapkan sesuatu balasan bukanlah manusia yang jujur. Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat, asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh dengan agama Allah. (Surah Al-Baqarah:214) 29. Kekitaan yang erat tiada yang berat. 30. Jika pada awalnya anda tidak berjaya,cubalah cari kembali arah haluan yang pernah anda lemparkan ke dalam tong sampah. 31. Tunjuk menjadi telaga budi, ajar menjadi suluh hati. 32. Belajarlah berdiri dahulu sebelum cuba untuk berlari. 33. Kekayaan yang hilang boleh dikejar dengan usaha yang bersungguh111

Model Pendidikan Karakter Bangsa

sungguh. 34. Kesihatan yang hilang boleh diperoleh dengan ubat-ubatan yang baik tetapi masa yang hilang sekali hilang akan terus hilang.

Tri Handayani
1. Kesedihan yang dialami akan menjadi pudar selepas suatu jangka masa berlalu. 2. Melakukan kekhilafan adalah suatu perkasa biasa. Sedia memaafkan kekhilafan adalah perkara luar biasa. 3. Manusia biasanya hidup tidak melebihi 100 tahun, tetapi kerisauan yang dialami lebih daripada 1000 tahun. 4. Sukailah apa yang ada buat, jangan buat apa yang anda sukai. 5. Belajar dari kekhilafan orang lain, akan mengurangi kekhilafan yang mungkin kita lakukan. 6. Uang adalah alat yang kita gunakan, bukan alat yang mempergunakan kita. 7. Tiada orang yang boleh merisaukan kamu melainkan pikiranmu sendiri. 8. Manusia selalu mengharapkan kegembiraan dari orang lain,tetapi jarang memberi kegembiraan kepada orang lain. 9. Kesedihan dan kegembiraan ada ditangan sendiri, bukan ditangan orang lain. 10. Orang yang paling bodoh ialah orang yang selalu risau karena kekhilafan orang lain. 11. Waktu yang kita gunakan untuk mencari kekhilafan orang lain biasanya lebih banyak daripada waktu yang kita gunakan untuk memperbaiki kekhilafan diri sendiri. 12. Otak berpikir perkara baik, mulut berbicara perkara baik, maka badan melakukan perkara baik. 112

Model Pendidikan Karakter Bangsa

13. Semua manusia mempunyai satu mulut dan sepasang telinga,maka kurangkan bercakap dan lebih banyaklah mendengar. 14. Apabila anda menuding jari terhadap kesalahan orang lain, sebenarnya tiga jari anda telah menuding kepada diri sendiri. 15. Insan yang berilmu akan menganggap dirinya kurang ilmu, manakala orang bodoh akan menganggap dirinya banyak ilmu. 16. Hadiah yang paling berharga buat teman ialah bertimbang rasa dan sedia memaafkan kesalahannya. 17. Bersikap baik terhadap insan yang jahat adalah cara yang lebih baik daripada bersikap buruk terhadap mereka. 18. Dalam hidup ini keadaan yang kita temui kurang penting, yang paling penting adalah arah yang kita tuju. 19. Orang munafik akan marah apabila dikritik, tetapi orang yang berlapang dada akan menerima apabila dikritik orang lain. 20. Orang yang berpikiran positif akan melihat peluang disemua keadaan, orang yang berpikir negatif akan selalu risau disemua keadaan. 21. Kita perlu menghembuskan nafas untuk dapat udara segar, kita juga perlu usaha untuk mendapat keberhasilan. 22. Bagi manusia yang tidak mengenal arti hidup, maka hidup adalah suatu hukuman baginya. 23. Kadangkalanya, suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan menggunakan kaidah yang paling mudah. 24. Padi semakin berisi semakin merunduk, manusia yang berilmu tinggi ialah orang yang semakin rendah hati. 25. Manusia yang dihormati ialah orang yang senantiasa menghormati orang lain.

113

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Yusuf
1. Contoh yang baik adalah nasehat terbaik. 2. Jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti. 3. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun. 4. Kita semua hidup dalam ketegangan, dari waktu ke waktu, serta dari hari ke hari; dengan kata lain, kita adalah pahlawan dari cerita kita sendiri. 5. Apa yang nampak sebagai suatu kemurahan hati, sering sebenarnya tiada lain daripada ambisi yang terselubung, yang mengabaikan kepentingan-kepentingan kecil untuk mengejar kepentingankepentingan yang lebih besar. 6. Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu. 7. Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain. 8. Orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahankesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda. 9. Istilah tidak ada waktu, jarang sekali merupakan alasan yang jujur, karena pada dasarnya kita semuanya memiliki waktu 24 jam yang sama setiap harinya. Yang perlu ditingkatkan ialah membagi waktu dengan lebih cermat. 10. Ancaman nyata sebenarnya bukan pada saat komputer mulai bisa berpikir seperti manusia, tetapi ketika manusia mulai berpikir seperti komputer. 11. Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan jika Anda menunggu-nunggu. 114

Model Pendidikan Karakter Bangsa

12. Dalam masalah hati nurani, pikiran pertamalah yang terbaik. Dalam masalah kebijaksanaan, pemikiran terakhirlah yang paling baik. 13. Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri. 14. Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. 15. Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu memang harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak. 16. Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. 17. Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. 18. Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil; kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik. 19. Perbuatan-perbuatan salah adalah biasa bagi manusia, tetapi perbuatan pura-pura itulah sebenarnya yang menimbulkan permusuhan dan pengkhianatan. 20. Jika orang berpegang pada keyakinan, maka hilanglah kesangsian. Tetapi, jika orang sudah mulai berpegang pada kesangsian, maka hilanglah keyakinan. 21. Karena manusia cinta akan dirinya, tersembunyilah baginya aib dirinya; tidak kelihatan olehnya walaupun nyata. Kecil di pandangnya walaupun bagaimana besarnya. 22. Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus - putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu. 23. Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang 115

Model Pendidikan Karakter Bangsa

lain. 24. Kaca, porselen dan nama baik, adalah sesuatu yang gampang sekali pecah, dan tak akan dapat direkatkan kembali tanpa meninggalkan bekas yang nampak. 25. Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. 26. Rahmat sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan dan kekecewaan; tetapi kalau kita sabar, kita segera akan melihat bentuk aslinya. 27. Bagian terbaik dari hidup seseorang adalah perbuatan-perbuatan baiknya dan kasihnya yang tidak diketahui orang lain. 28. Kita berdoa kalau kesusahan dan membutuhkan sesuatu, mestinya kita juga berdoa dalam kegembiraan besar dan saat rezeki melimpah. 29. Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. 30. Teman sejati adalah ia yang meraih tangan anda dan menyentuh hati anda. 31. Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah. 32. Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan saya percaya pada diri saya sendiri. 33. Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. 34. Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum. 35. Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. 116

Model Pendidikan Karakter Bangsa

36. Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. 37. Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. 38. Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. 39. Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseorang yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. 40. Pengetahuan tidaklah cukup, maka kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup, maka kita harus melakukannya. 41. Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. 42. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. 43. Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. 44. Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya – hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. 45. Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya : langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. 46. Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan rendah hati. 47. Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. 48. Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna

117

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Tri Utami Verdiani No Reg: 4115066839
1. Cinta hanya akan indah pabila berpondasikan kasih sang pencipta…. Karena Cinta berasal dari-Nya… Dan yang paling utama adalah cinta kepada sang pencipta cinta… persahabatan kita sperti tangan dan mata, apabila tangan terluka maka mata menangis dan apabila mata menangois maka tangan menghapusnya. 2. Pagi yang cerah ketika bersamamu, malam yang indah ketika mendengarkan suara muhati yang bahagia ketika memilikimu selamanya Mengenalmu adalah suatu anugerah Menyakitimu adalah suatu larangan Mendampingi hidupmu adalah suatu kebahagiaan Meninggalkanmu adalah suatu kebodohan. 3. Tanamlah sebatang pohon cinta yang berdaun kesetian berbunga ketulusan berakar kejujuran siramilah dengan kasih & saying pupuklah dengan kepercayaan cinta bukanlah matematika yang bisa di hitung cinta bukanlah PPKN yang selalu di atur oleh pasal cinta bukanlah ekonomi yang kadang untung dan rugi tanpa cinta kita takan menjadi seperti ini aku mencintaimu,kemarin,hari ini,esok, dan yang akan datang, karna aku sayang kmu, 9a tw berapa besar sayang itu. mungkin, memang ga perlu di jalaskan, cukup untuk dimengerti……..

4. Barangsiapa yang membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa yang membereskan urusan akheratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa yang selalu menjadi penasehat yang baik untuk dirinya sendiri, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana. hidup ini sesungguhnya mudah dan sederhana jika anda tidak banyak tuntutan. karena sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan jika anda tak dikuasai oleh ilusi,ambisi dan keakuan. 5. Katayang paling indah di bibir umat ... dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati. SAHABAT SEJATI ... gada cinta yang bisa aku sampaikan selain SALUT buat karya ... 118

Model Pendidikan Karakter Bangsa

6. Kata Mutiara Cinta Sejati, Romantis, Motivasi Hidup dan Cinta. Hidup penuh cinta itu indah, untuk motivasi pacar ataupun pasangan kita, alangkah indah jika ada beberapa moment tertentu dimana kita memberikan kata motivasi cinta untuk hubungan yang lebih romantis. 7. “Dari pria Tuhan membentuk wanita, Bukan dari tulang kaki untuk diinjak-injak.Bukan pula dari tulang kepala untuk memimpin Tetapi dari tulang rusuk.Dekat dengan hati untuk dikasihi dan dalam rengkuhan tangan untuk di peluk.” 8. Tiada hidup tanpa Kegagalan, kekalahan,dan kejatuhan…..Air Sungai menuju laut melewati jalan yang Berliku…. Berdirilah tegak Kembali jangan Memandang Kebelakang, Masa Lalu telah Berlalu. 9. Kata Mutiara Dari imam Ali Al-Murtadha AS semasa hidupnya,yang mana ilmunya amatlah tinggi sepanjang zaman. Imam Ali As berkata: “Pergaulilah manusia dengan pergaulan yang apabila kamu meninggal dunia mereka menangisimu dan jika kamu hidup mereka menyayangimu” “Apabila engkau dapat mengalahkan musuhmu, maka maafkanlah dia sebagai tanda berterima kasih...

10. Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses. 11. Mimpi itu seperti bintang.Kita tidak bisa menyentuhnya. Tapi jika kita mengikutinya, ia akan mengarahkan untuk mencapai apa yang kita inginkan. 12. kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar Mutiara islami. 13. Cinta seperti angin … dirasakan ato tidak dia memberikan kehidupan kepada semua mahluk di bumi ini. Seperti angin Cinta tidak pernah senang untuk dirasakan dan tidak kecewa bila diabaikan. Dia ikhlas dan hanya memberi kita kehidupan. Cinta Seperti Air … setia mengalir melewati semua rintangan dan celah kehidupan. Dia tak pernah mengeluh apa yang datang padanya… Dia selalu setia memberikan 119

Model Pendidikan Karakter Bangsa

kehidupan tak pernak menyesalkan seburuk apapun perjalanannya ikhlas..mengalir hingga sampai samudera.. luas Cinta itu ada walau kadang kita menampikannya dan tetap ikhlas dalam keangkuhan dan Ego. 14. Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yg serendahrendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. 15. Kata Kata Mutiara Cinta, Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yg dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. 16. Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yg serendahrendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yg setingginya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh. 17. Memaafkan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memaafkan kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. maaf diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi. 18. Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. 19. Setiap bunga mawar pasti ada durinya. Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan, seperti durian berduri kerana sedap isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya 120

Model Pendidikan Karakter Bangsa

dan bunga ros berduri kerana harum baunya. 20. Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa, maka siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu, maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati… 21. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu. 22. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakapcakap lama dengannya. 23. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orangorang yang pernah hadir dalam hidup mereka. 24. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Wildan Fitra Riyanda
1. Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan. 2. Dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal yang besar. Tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar. 3. Visi tanpa eksekusi adalah lamunan. Eksekusi tanpa visi adalah mimpi 121

Model Pendidikan Karakter Bangsa

buruk. 4. Hidup ini singkat. Tidak ada waktu untuk meninggalkan kata-kata penting tak terkatakan. 5. Cara memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai melakukan. 6. Pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka. 7. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. 8. Mereka yang dapat memberi tanpa mengingat, dan menerima tanpa melupakan akan diberkati. 9. Semalam adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapa Iman itu bukan hanya harapan, ia adalah apa yang terpancar di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan. 10. Setiap kita di dunia ini tidak mahu..memilih jalan yg derita ..hakikatnya tanpa usaha keajiabpan tidak akan berlaku. 11. Kita jangan selalu mengharap..kerana mengharap tidak pasti tertunai.. tetapi kita boleh bersabar kerana kesabaran itu mengajar kita seperti kehidupan jangan menangis kerana gagal dalam cinta..sebab manusia akan meninggalkan apa yg di cinta. 12. Keinsafan bukan mudah untuk di tatang, tapi jelas di ulang-ulang sesungguhnya lidah itu lebih berbisa dari segala senjata jadi sebelum berkata fikirkan akibatnya. 13. Zaman berubah tetapi..dendam manusia tidak pernah berubah.. lelaki yg gagah mustahil tidak pernah menangis..tapi, percintaan yg akan menyebabkan mereka menangis. 14. Nilai persahabatan diukur dengan kejujuran bukan kebendaan jadilah ubi yang bertutup rapat bukan kue yang berkrim tetapi diharungi lalat. 15. Kedewasaan tidak menghalang apa yang di inginkan oleh setiap insan manusia bagaikan layang-layang, dimana sering terikat dengan sesuatu..tidak dapat bebas dengan sempurna..kecuali tali itu putus barulah ia bebas melayang. 122

Model Pendidikan Karakter Bangsa

16. Kita patut berkorban supaya orang lain juga merasai kemanisan hidup. 17. Keruntuhan keluarga telah melahirkan generasi yang lemah. 18. Rahasia untuk berjaya ialah menghormati orang lain. 19. Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan. 20. Kecemerlangan sebenar adalah apabila kamu dihentam sehingga bertekuk lutut, tetapi mampu melantun kembali. 21. Di sebalik keindahan rumah tersergam, disebalik senyum dan tawa, seseorang insan itu mungkin dilanda kepahitan dan kekecewaan yang tidak diketahui orang lain. 22. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. 23. Menyesal tidak berbicara lebih baik daripada menyesal berbicara. 24. Sesungguhnya orang yang berakal itu menyembunyikan rahsianya, dan orang yang jahil membuka keaibannya. 25. Anda akan mempunyai ramai kenalan jika anda meminati mereka dan bukannya cuba membuat mereka meminati anda.

123

Model Pendidikan Karakter Bangsa

LAMPIRAN 4
Buku-Buku Yang di Resensi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 124 Guru Ku Inspirasi Ku The Miracle Of Giving Jadilah Wanita Paling Bahagia Kisah Sukses Soichiro Honda (Montir Tangguh Yang Menjadi Bos Industri Mobil Jepang) Sang Pemimpi Surat Kecil Untuk Tuhan Amazing Life Nq (Negarawan Qur’ani) Like Father Like Son Bidadari-Bidadari Syurga Sidratulmuntaha Perjuangan Wanita Ikhwanul Muslimin Sukses Besar Tanpa Gelar 2 Ah, Tuhan Sayang Padaku Kok… Ipdn Undercover Kenapa Takut ? Saya Punya Potensi Dasyat Ubah Kelemahan Menjadi Kunci Sukses Yang Luar Biasa Bercinta Dalam Tahajjudku Menguak Sejarah Tokoh Nasional “K.H. Hasyim Asy’ari” An Enterprising Life Pudarnya Pesona Cleopatra

Model Pendidikan Karakter Bangsa

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30.

Aku Terlahir 500 Gram Dan Buta Kupu-Kupu Pelangi Di Bawah Bayang-Bayang Amerika Serikat Saat Hidupku Terasa Buntu Dan Hampa Percaya Bahwa Kesabaran Dan Keikhlasan Takkan Sia-Sia Untukmu Ug Berjiwa Hanif Winner Mature Media Award 5 Cm Perempuan Di Titik Nol Hidayat Nur Wahid

125

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Lampiran 5
Refleksi Pendidikan Karakter Raden Hidayatullah
1. Kesan saya selama mengikuti perkuliahan pendidikan karakter sangat mengesankan , karena saya dapat menyadari karakter diri pribadi dan dapat mempelajari dari masing-masing karakter orang lain yang membuat saya dapat merubah karakter saya yang buruk/kurang baik. 2. Menurut saya , tidak ada kelemahan yang saya temui selama perkuliahan pendidikan karakter tetapi kalau bisa agar di tambah waktu dan agar lebih aktif lagi di dalam kelas antara dosen dan mahasiswa. 3. Pastinya dampak positif tidak ada dampak negatifnya , banyak sekali saran dan pelajaran yang saya dapat dari dosen dan teman-teman seperti bagaimana kita harus dapat memberikan kebajikan buat orang lain dan saling menghargai satu sama lain. 4. Komitmen saya , saya akan berusaha menjadi lebih baik dari sebulumnya dan berusaha akan selalu saya terapkan di kehidupan sehari-hari apa yang saya dapat selama perkuliahan pendidikan karakter.

Nofri Alfa Resita
1. Kesan saya terhadap perkuliahan Pendidikan Karakter adalah pada awalnya saya kaget dan baru tahu bahwa di Universitas Negeri Jakarta terutama di jurusan saya terdapat mata kuliah baru yaitu Pendidikan Budi Pekerti dan Karakter. Pada awal perkuliahan, para dosen menjelaskan tentang bagaimana membentuk sebuah karakter yang baik lalu setelah itu kami di beru tugas untuk meresensi sebuah buku yang menginspirasi dalam hidup kita, lalu story telling 126

Model Pendidikan Karakter Bangsa

mengenai cerita hidup atau pengalaman pribadi kita yang berkesan dan bermakna buat hidup kita, mencari kata-kata hikmah juga proyek untuk masyarakat. Disini saya melihat ada sesuatu yang BERBEDA di mata kuliah ini, yaitu kami diajarkan untuk selalu berbuat kebajikan contohnya setiap kami masuk kedalam suatu ruangan kami harus permisi terlebih dahulu dan mengucapkan salam, selalu memulai dan mengakhiri kuliah dengan DOA, merapikan tempat duduk juga belajar untuk melihat kondisi sekeliling kita contohnya selalu berpakaian rapi, bersih dan selalu tanggap apabila kelas kami dalam keadaan bersih atau tidak. Jadi, disini saya melihat bahwa memang mata kuliah pendidikan Karakter ini memang sudah seharusnya digalakkan dalam setiap Universitas terutama di setiap jurusan agar setiap mahasiswa Baru yang baru masuk ke dalam dunia Kampus dapat dibina dan di bentuk karakternya agar ia tidak salah dalam memulai pergaulan didalam dunia Kampus, sehingga kedepannya dalam menjalani kuliah, kami dan para mahasiswa yang lain mampu untuk mengaplikasikan setiap pelajaran juga pembinaan yang di berikan para dosen lewat mata kuliah pendidikan Karakter ini. Jadi, kesan saya dalam mengikuti mata kuliah Pendidkan Karakter ini adalah sangat senang, kreatif, inovatif dan sangat memotivasi saya sebagai mahasiswa Pkn Universias Negeri Jakarta. 2. Menurut saya sebenarnya pendidikan Budi Pekerti dan Karakter ini sudah baik dan bagus, namun masih ada sedikit kelemahan yang terdapat pada mata kuliah ini yakni belum adanya gabungan antara mahasiswa dan para dosen untuk menjalankan sebuah proyek yang nyata untuk masyarakat, contohnya Bakti Sosial, Donor Darah, Program Go Green, Gotong Royong di kampus UNJ dan berbagai kegiatan lainnya. 3. Dampak yang saya rasakan berkat pembinaan dari mata kuliah pendidikan Budi Pekerti dan Karakter ini adalah saya merasakan bahwa pentingnya sebuah KARAKTER dalam menjalani hidup ini, apabila kita sudah memmiliki karakter yang baik maka kedepannya kita dapat menjalani hidup ini dengan bijak. Di mata kuliah ini saya bisa mendengar seluruh cerita-cerita juga pengalaman-pengalaman 127

Model Pendidikan Karakter Bangsa

yang di alami teman-teman saya, banyak berkat, pelajaran juga semangat motivasi yang di tularkan mereka kepada saya dan hal itupun membuat saya kagum dan termotivasi lagi untuk selalu melakukan hal-hal yang baik, baik itu di lingkungan keluarga, kampus, dan terutama di masyarakat umum. 4. Komitmen saya setelah mengikuti mata kuliah pendidikan Budi Pekerti dan Karakter untuk kemajuan pribadi saya bagi kehidupan saya di masa mendatang adalah saya menginginkan untuk semakin menjadi manusia yang berkarakter dimana karakter yang baik dan bijak dalam menyikapi masalahlah yang saya ingin pupuk lewat pembentukan karakter di mata kuliah ini. Saya juga ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih berguan lagi untuk orang lain, bukan hanya sekedar omongan belaka tapi saya ingin hal itu benar-benar saya aplikasikan dalam kehidupan nyata saya.

Dina Anggraeni
1. Kesan terhadap perkuliahan pendidikan karakter Pelajaran karakter ini unik, karena tidak ada pelajaran yang seperti ini. Salah satunya ada story telling yang menceritakan pengalaman yang mengandung inspirasi untuk orang lain. Dari story telling yang temanteman ceritakan, saya jadi lebih cepat mengenali dan mengetahui karakter teman-teman sehingga lebih mudah beradaptasi. Dipelajaran ini juga diajarakan kebiasaan-kebiasaan baik, seperti berdoa sebelum memulai pelajaran, adab-adab ketika akan berbicara atau mengemukakan pendapat, dll. 2. Kelemahan pelajaran pendidikan karakter Tidak ada, karena menurut saya pelajaran ini sudah sangat baik model pembelajarannya. Kita tidak hanya duduk kemudian mendengarkan materi dari dosen atau kita mempresentasikan materi tapi ada juga kegiatan-kegiatan yang membuat kita berperan di kelas atau di masyarakat. Seperti bercerita di depan kelas, membuat proyek untuk masyarakat, dll. 128

Model Pendidikan Karakter Bangsa

3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti pelajaran ini • Saya lebih bijaksana dalam mengambil keputusan karena keputusan yang kita ambil itulah yang harus kita jalani. • Lebih menghargai dan menghormati orang lain, terutama ketika ada teman atau dosen yang sedang berbicara. • Menjadi lebih hati-hati dan sopan dalam bertindak, seperti mengucapkan salam sebelum masuk kelas. 4. Komitmen setelah mengikuti pendidikan karakter Mulai sekarang saya akan memupuk sikap baik yang ada dalam diri saya, karena pada dasarnya setiap manusia itu baik dan berusaha untuk lebih peduli kepada orang lain. Berusaha untuk menebarkan kebajikan agar hidup saya lebih berguna untuk orang lain.

Dwi Amaliyatul Anggraeni
1. Kesan saya terhadap perkuliahan pendidikan karakter adalah mata kuliah pendidikan budi pekerti dan karakter ini sangatlah berbeda konsep denganmata kuliah yang lain karena disini kita lebih menekankan sikap dan perilaku kita sehari-hari yang mungkin belum kit lakukan karena kurangnya kesadaran terhadap perilaku tersebut. 2. Kelemahan-kelemahan yang anda temui dalam pendidikan karakter yang perlu diperbaiki dimasa datang adalah masih ada saja mahasiswa yang kurang peduli terhadap apa yang ada disekitarnya dan harus lebih ditekankan lagi 3. Dampak yang saya rasakan setelah megikuti pendidikan karakter selama satu semeter adalah contohnya : a. jika ada sampah di ruangan, saya langsung inisiatif mengambil sampah tersebut ke tempah sampah b. menjadi lebih ramah dengan orang yang bertemu dijalan

129

Model Pendidikan Karakter Bangsa

4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribdi anda sendiri bagi kehidupan anda dimasa yang akan datang adalah a. jika ada yang berbicara saya berusaha untukmenghargai b. akan mengedepankan kejujuran dalam setiap tindakan saya

Fitria Sani
1. Kesan saya terhadap perkuliahan pendidikan karakter sangat menyenangkan karena di dalam perkuliahan ini kita bisa mengetahui lebih dalam karakter teman-teman yang ada di kelas, di dalam perkuliahan ini pula kekompakan dosen-dosen pendidikan karakter terlihat yang dimana pada saat perkuliahan semua dosen pendidikan karakter dapat hadir dan dapat mengisi satu sama lain. Pendidikan karakter ini juga dapat merubah kebiasaan saya yang kurang baik menjadi lebih baik lagi. 2. Kelemahan pada pendidikan karakter menurut saya dosen seharusnya bisa membagi waktu dengan dosen-dosen lain yang seimbang untuk menjelaskan materi kepada mahasiswa sehingga tidak dosen itu saja yang banyak menjelaskan. 3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter adalah saya merasa kebiasaan-kebiasaan saya yang kurang baik sekarang bisa mulai membaik, saya juga dapat merasa lebih dekat kepada teman-teman sekelas karena kita sudah mengetahui karakter masing-masing orang, dan saya juga dapat memberikan contoh yang baik kepada adik saya yang ada di rumah. 4. komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter adalah saya akan membuat orang-orang terdekat saya untuk merasakan betapa pentingnya mempunyai karakter yang baik untuk kehidupan di masa depan, setelah orang-orang terdekat saya sudah merasakan saya akan menerapkannya dianak didik saya supaya mereka mempunyai karakter yang baik.

130

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Wawah
1. kesan saya dalam mengikuti perkuliahan Pendidikan Budi Pekerti dan karakter ini,saya banyak mendapatkan hal-hal yang tidak saya dapatkan atau dilakukan dalam mata kuliah lainnya,dimana hal-hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak saya sadari yang seharusnya saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari saya.Seprti dimulainya membaca do’a bersama dan seksama sebelum dimulainya perkuliahan,menerapakan kerapihan dalam kelas,kebersihan,keber samaan,dll.Dimana hal tersebut seharausnya saya terapkan dalam perkuliahan lainnya. 2. Kelemahan-kelemahan dalam mata kuliah Pendidikan Budipekerti dan Karakter ini mungkin belum saya temui,haya saja mungkin kelemahan tersebut terdapat pada diri saya sendiri,dimana kadang saya merasa mengantuk atau jenuh sendiri pada perkuliahan ini.jadi mungkin nanti hal tersebut harus saya hilangkan atau saya perbaiki d masa mendatang. 3. Dampak yang saya rasakan selama mengikuti perkuliahan Pendidikan Budi Pekerti dan Karakter ini,saya lebih termotifasi dalam melakuakan sesuatu,selain itu juga saya banyak mendapatkan pembelajaranpembelajaran yang baru,dimana disini saya dapat mempelajari karakter dan kepribadian seseorang,dimana hal tersebut penting untuk saya dalam mempelajari,mengenal,dan menyesuaikan diri terhadap seseorang.karna hal ini penting juga untuk bekal saya yang insya allah sebagai calon guru nantinya. 4. Jadi komitmen saya setelah mengikuti perkuliahan Pendidikan Budi Pekerti dan Krakter ini.apabila kita ingin di pahami,di mengerti,dan di kenal,maka pahamilah,mengertilah,dan kenalilah terlebih dahulu karakter dan kepribadian seseorang itu juga,dan hal itu harus kita terapkan juga dalam kehidupan kita baik dalam individu maupun masyarakat.Selain itu lakukanlah hal-hal yang tidak haya untuk memotifasi kita sendiri tapi untuk orang lain juga,karna apabial kita saling menyemangati atau saling memotifasi,maka akan terjalin hubungan yang leih erat satu sama lain.

131

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Fahmi Nurdiansyah
1. Menurut saya pendidikan karakter sangat menyenangkan karena di sini kita dididik agar terbiasa melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik seperti tepat waktu, berdoa sebelum belajar, membersihkan sampah, dll. Dengan kebiasaan-kebiasaan baik ini akan terwujud menjadi karakter dan menciptakan akhlak terpuji yang mengandung kebajikan. 2. Menurut saya materi pendidikan karakter harus di tambahkan lagi dengan tidak mengurangi kegiatan-kegiatan atau praktek-praktek. Maksudnya di sini harus ada keseimbangan antara materi dan praktek dalam proses pembelajaran. 3. Pendidikan karakter berdampak positif pada diri saya, dengan adanya pendidikan karakter saya tahu akan peran penting karakter bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam pendidikan. Pendidikan karakter membuat diri saya menjadi lebih baik lagi. 4. Saya akan tetap melanjutkan ilmu yang telah saya dapatkan dengan cara tindakan bukan dengan perkataan saja. Karena pendidikan karakter merupakan kemudi untuk menentukan arah yang benar dalam diri saya dalam kehidupan sehari-hari.

Fitria Ning Utami
1. Bagaimana kesan anda terhadap perkuliahan pendidikan karakter Kesan: “Dalam mata kuliah pendidikan karakter ini kita bisa saling berbagi pengalaman dan mempelajari sifat,watak seseorang.Dan kita bisa belajar mengubah sikap kita yang dulunya kurang percaya diri bisa menjadi semakin percaya diri,mengajari kita sopan santun,unggah ungguh yang baik dan enar” Pesan: “Terus majukan pendidikan karakter demi mencapai masa depan yang lebih optimis” 132

Model Pendidikan Karakter Bangsa

2. Apa kelemahan yang anda temui dalam pendidikan karakter yang perluy diperbaiki di masa datang? “disaat dosen sudah masuk kelas semua ruangan kelas harus sudah tertata rapid an kelihatan bersih supaya terasa nyaman,sehingga ketika dosen sudah masuk tidak pada repot ngatur ruangan yang nyaman” 3. Apa dampak yang anda rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama satu semester ini “saya merakan ada perubahan pada diri saya,karena saya bisa lebih dekat dengan teman-teman sekelas yang mulanya saya dikit pendiam dan gag percaya diri” 4. Bagaimana komitmen anda setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribadi anda sendiri bagi kehidupan anda di masa yang akan datang “jangan pernah putus asa selama keberhasilan” kita ingin mencapai suatu

Gita Sonia Pramita
1. Bagaimana kesan anda terhadap perkuliahan pendidikan karakter ? mata kuliah ini sangat lah bagus untuk dapat membuat sebuah karakter yang begitu hebat pada pribadi masing-masing. Dan juga agar bangsa indonesia mempunyai jati diri yang selama ini mungkin hilang. Mata kuliah ini sangat lah penting, dan semua jurusan harus memdapatkan perkuliahan pendidikan karakter ini karena akan berdampak positif bagi seluruh mahasiswa. 2. apa kelemahan yang anda temui dalam pendidikan karakter yang perlu di perbaiki di masa datang? untuk kelemahannya mungkin mata kuliah pendidikan karakter ini tidak cukup hanya 1 semester, mungkin bisa 2,3 atau bahkan 6-8 semester. Karena mata kuliah ini sangatlah penting bagi kita yang terutama akan menjadi calon pendidik nantinya. 133

Model Pendidikan Karakter Bangsa

3. apa dampak yang anda rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama 1 semester? sangat berdampak positif, mungkin begitu juga bagi mahasiswa/ mahasiswi lainnya. Karena dengan mengikuti pendidikan karakter ini kita menjadi tahu apa sih itu karakter? Bagaimana karakter terjadi? Dan saya juga menjadi ingin mempunyai satu karakter yang begitu kuat yang ada dalm diri kita. Dan juga membiasakan diri untuk berbuat atau melakukan hal-hal yang positif. Dan berusaha menghindari halhal yang negatif. 4. bagaimana komitmen anda setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribadi anda sendiri bagi kehidupan anda di masa yang akan datang? saya akan membangun satu karakter yang begitu kuat dalam diri saya, walaupun saya belum tau bagaimana karakternya dan itu membutuhkan sebuah pembelajaran dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Japar Shodiq Sahrudin
1. Kesan saya ketika mengikuti pendidikan karakter,saya merasa senang dan begitu bersemangat untuk mengikuti mata kuliah tersebut. Karena dalam pendidikan karakter diajarkan banyak hal yang besar ataupun kecil. Contoh sederhananya adalah membiasakan diri untuk berdoa sebelum memulai perkuliahan yang tidak kita dapat dari mata kuliah lain. 2. Menurut saya materi pendidikin karakter masih sangat minim dan harus ditambah atau diperdalam. Dan juga kegiatan-kegiatannya harus lebih riil dalam upaya melakukan pendidikan karakter. 3. Yang saya rasakan adalah saya merasa banyak perubahan pada diri saya setelah mengikuti pendidikan karakter. Karena dalam pendidikan karakter kita diajarkan tindakan-tindakan yang positif untuk diri kita, baik sikap maupun tindakan sehingga kita menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu juga, dengan ilmu yang kita dapatkan di pendidikan karakter saya juga dapat berbagi kepada teman-teman yang lain 134

Model Pendidikan Karakter Bangsa

sehingga teman juga dapat melakukakan tindakan posotif. 4. komitmen saya adalah saya akan melakukan tindakan-tindakan positif yang telah kita dapatkan di pendidikan karakter tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kedepannya saya sebagai calon pendidik akan mengimplementasikan nilai-nilai positif tersebut kepada muridmurid kelak sehingga akan tumbuh tunas-tunas bangsa baru yang berkarakter dan mudah-mudahan akan terwujudnya Indonesia yang berkarakter.

Maya
1. Kesan saya terhadap pendidikan karakter adalah bisa membangun sikap seseorang menjadi lebih baik ke depannya,bisa memberikan nilai-nilai yang positif tentang bagaimana yang seharusnya kita lakukan untuk diri kita masing-masing dan orang lain.Senantiasa selalu ingin melakukan hal-hal yang baik dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan atau hal-hal yang tidak baik dan menanamkannya dalam diri kita masing-masing. 2. Kelemahan-kelemahan yang saya temui dalam pendidikan karakter untuk masa yang akan datang,mungkin seperti membenahi alat kelengkapan proses pembelajarannya.Seperti memiliki ruang kelas yang khusus,memiliki laptop,LCD,kamera digital sendiri,sehingga proses pembelajarannya lebih efektif,efisien,dan nyaman. 3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama satu semester ini adalah saya lebih bisa membiasakan diri untuk melakukan hal-hal yang baik tanpa diperintah oleh siapapun dan tanpa pamrih,dan kebiasaan-kebiasaan saya yang kurang baik sudah mulai saya tinggalkan dan bisa membenahi diri.Bisa memilahmilah mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik,sehingga hal yang baik saya tiru dan hal yang tidak baik tidak saya tiru. 4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribadi saya sendiri bagi kehidupan saya di masa yang akan datang adalah mempertahankan nilai-nilai yang sudah diterapkan dalam pendidikan karakter dan menanamkannya dalam diri saya sendiri dan 135

Model Pendidikan Karakter Bangsa

orang lain.

Mimi
1. Kesan saya terhadap pendidikan karakter adalah setelah say belajar pendidkan karakter saya lebih terpacu untuk menjadi orang yang bisa memiliki karakter, yaaa walaupun saya sendiri merasa karakter yang saya miliki blm terlalu kuat dan kadang masih ganda. Tapi saya akan berusaha menjadi lebih baik. 2. Kelemahan-kelemahan yang saya temui dalam kadang saya merasa jenuh karena saya merasa proses belajar monoton. Tapi saya bangga kepada bapak dosen karena dengan mata kuliah ini saya bisa berbagi cerita kepada teman-teman yanng awalnya saya anggap ga perlu diceritakan. 3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama satu semester ini saya lebih mengerti bahwa setiap orang memiliki karakter berbeda, dan dengan adanya perbedaan karakter saya llebih terpacu untuk melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. 4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter saya ingin menjadi lebih baik dengan karakter yang saya miliki.

Nike Puspitasari
1. Bagaimana kesan anda terhadap perkuliahan pendidikan karakter? Kesan saya terhadap perkuliahan pendidikan karakter ini sangat mengesankan karena saya dapat mengetahui karakter setiap pribadi temen-teman saya selain itu saya mengetahui kehidupan pribadi dan cita-cita mereka dan setelah mengetahuinya saya memiliki rasa bangga terhadap mereka. 2. Apakah kelemahan-kelemahan yang anda temui dalam pendidikan karakter yang perlu diperbaiki dimasa datang? Kelemahan yang saya temui adalah hanya ada beberapa dosen saja 136

Model Pendidikan Karakter Bangsa

yang sudah menerapkan suatu kebiasaan karakter, saya berharap kebiasaan karakter ini dapat diterapkan oleh semua dosen dan mahasiswa. 3. Apa dampak yang anda rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama satu semester ini? Dampak yang saya rasakan adalah saya merasakan perubahan terhadap diri saya walaupun perubahan tersebut timbul secara berangsur-angsur. Salah satunya perubahan pada saat memasuki ruangan. 4. Bagaimana komitmen anda setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribadi anda sendiri bagi kehidupan anda dimasa yang akan datang? Komitmen yang akan saya jalankan setelah mengikuti pendidikan karakter ini, saya akan mengaplikasikan pendidikan budi pekerti yang telah diberikan dosen kepada saya dan saya akan menerapkanya kepada orang-orang yang ada sekitar saya.

Reynhard
1. Kesan saya terhadap mata kuliah pendidikan karakter adalah awalnya saya kurang percaya diri jika berkomunikasi dengan dosennya takut dimarahi jia melakukan salah namun hal itu sama sekali berbeda dan dimana kami di ajarkan buat berani mengeluarkan pendapat tentang komitmen kami dan membentuk kelas yang kompeten dan berprestasi lebih baik dari kelas yang lain. 2. Sewaktu menyepakati komitmen masih ada teman yang pura-pura tidak tahu jika kelas kurang bersih dan lebih cenderung ingin orang lain yang melakukannya ketimbang melakukannya sendiri,dan juga masih kurang adanya meja dan kursih yang memedai buat dosen duduk sehingga pelajaran agak kurang seru apalagi ada dosen yang repot karena kursinya sempit. 3. Dengan mengikuti pelajaran pendidikan karakter saya merasa percaya diri dan tahu cara berhadapan dengan dosen dan juga teman-teman 137

Model Pendidikan Karakter Bangsa

dan juga sebagai modal buat kedepan,dosen yang mengajar juga suka membangkitkan semangat sehingga saya lebih semgat lagi dalammenjalankan tugas saya sebagai mahasiswa. 4. Saya berkomitmen akan menjalankan walaupun tidak belajar pendidikan karakter lagi di kelas,dan juga saya akan berusaha menjadi diri sendiri sebagai manusia yang berkarakter dan kedepan saya juga tidaupakan ajaran dari dosen pendidikan karakter.

Shella
1. Kesan saya terhadap pendidikan karakter adalah sangat bagus karena bisa menanamkan nilai-nilai yang positif kepada yang lain, bisa menjadi generasi-generasi penerus bangsa yang berakhlak dan berkarakter mulia sehingga bisa mengembalikan jati diri bangsa melalui pendidikan karakter ini 2. Kelemahan-kelemahan yang saya temui dalam pendidikan karakter, sebaiknya alat-alat pendukungnya lebih dipersiapkan lebih di awal atau bisa saja membangun kelas sendiri atau semacam lab untuk mata kuliah pendidikan karakter sehingga lcd dan semacamnya sudah sedia terpasang. 3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter, jujur sebenarnya saya belum merasakan dampak yang besar pada diri saya, contohnya saja saya belum bisa berani mengusulkan kepada dosen-dosen yang lain untuk menganjurkan berrdoa dulu sebelum mata kuliah yg lain dimulai, tapi mungkin sedikit sudah saya rasakan dalam kedisiplinan dalam mengerjakan tugas 4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter, saya akan tetap terus berusaha untuk menanamkan karakter-karakter yang terpuji dalam diri saya sebagaimana yang telah diajarkan dalam mata kuliah pendidikan karakter ini sehingga saya b isa menjadi penerus bangsa yang mempunyai akhlak dan karakter yang mulia.

138

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Wulan Cahya Erviati
1. Bagaimana kesan anda terhadap perkuliahan Pendidikan Karakter? Sangat baik, karena didalam mata kuliah Pendidikan Karakter banyak hal-hal yang berbeda dari mata kuliah lainnya. Contohnya sebelum memulai pembelajaran diawali dengan doa terlebih dahulu, merapikan tempat duduk, memungut sampah, mengakhiri pembelajaran dengan berdoa juga, dan lain sebagainya. Model pembelajarannya pun menarik, seperti story telling, membuat kata-kata hikmah, membuat proyek, dan lain-lain. 2. Apa kelemahan-kelemahan yang anda temui dalam Pendidikan Karakter yang perlu diperbaiki di masa datang? Menurut saya tidak ada kelemahan-kelemahan dalam Pendidikan Karakter. Namun lebih ditingkatkan lagi saja model pembelajarannya agar semakin menarik dan semakin membentuk atau membangun karakter yang lebih baik. 3. Apa dampak yang anda rasakan setelah mengikuti Pendidikan Karakter selama satu semester ini? Banyak manfaat yang dapat saya peroleh, seperti membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik (berdoa, memungut sampah/menjaga kebersihan, memperhatikan kerapihan, lebih saling menghargai terhadap orang lain, dan lain sebagainya). Apalagi ketika mendengarkan story telling dari teman-teman dapat lebih meningkatkan rasa semangat dan tidak mudah putus asa. Karena masing-masing cerita ada pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Misalnya harus sabar dalam melakukan pekerjaan, menerima cobaan atau ujian dan tetap semangat, serta ikhlas dalam bertindak. Saya juga lebih termotivasi untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri juga memperbaiki kelemahan-kelemahan. 4. Bagaimana komitmen anda setelah mengikuti Pendidikan Karakter untuk memajukan pribadi anda sendri bagi kehidupan anda di masa yang akan datang? Saya akan berusaha untuk tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Karena dari kebiasaan akan membangun sebuah karakter. 139

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kebiasaan-kebiasaan yang berusaha untuk saya lakukan adalah: 1. Dalam melakukan segala sesuatu baiknya diawali dengan berdoa terlebih dahulu dan diakhiri pula dengan berdoa, agar yang dilakukandapat bermanfaat dan mendapat ridho Allah SWT. 2. Jujur. Walaupun terkadang pahit bila harus jujur, akan tetapi kedepannya akan lebih baik dibandingkan harus berbohong. 3. Disiplin. Belajar dari hal yang terkecil dahulu. Misalnya datang kuliah tepat waktu, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan lainlain. 4. Saling menghargai berbagai macam perbedaan yang ada. 5. Berusaha untuk selalu semangat. 6. Tidak mudah menyerah, dapat mengambbil hikmah yang terselip dalam segala peristiwa. 7. Bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan bertawakal serta sabar.

Wahyu Ari Kusuma
1. Sangat menyenangkan, apalagi yang mengajar tidak hanya satu dosen tapi sekaligus tiga dosen (tim dosen). Jadi semakin banyak pengetahuan dari tiap-tiap dosen. 2. Materi-materi tentang pendidikan karakternya lebih diperdalam lagi dan kalau bisa sampai semester 2 dst. 3. Menjadikan diri saya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, lebih sopan dan juga bisa mengetahui masa lalu teman-teman sekelas saya ada yang memotivas, mengharukan bahkan sampai yang suram sekalipun. 4. Mengajarkan hal-hal kebaikan kepada orang lain dan untuk diri saya sendiri supaya menjadi lebih baik.

140

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Aprilia Mega
1. Kesan yang saya dapatkan setelah saya mengikuti pekuliahan pendidikan karakter saya merasa lebih bebas untuk memberikan atau menyatakan pendapat dan lebih senang dalam mengikuti mata kuliah pendidikan karakter materi yang bapak sampaikan sangat mudah dipahami. 2. Kelemahan-kelemahan : • • Kurang penjelasan yang lengkap Di dlm menjelaskan terlalu terburu-buru

3. Dampak : adanya perubahan dalam diri saya yaitu perunahan sifat untuk menjadi lebih baik lagi, dan banyak hal –hal yang baik yang bisa saya ambil dari perkuliahan pendidikan karakter. 4. Komitmen : saya akan lebih berusaha untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya,dan jika ada masalah saya menghadapi nya dengan tenang dan tidak terlalu terburu-buru dlm mengambil keputusan .dan jangan pernah menyerah,syukuri apa yang ada.tanpa kita sadari hidup ini sagatlah berharga bagi kita dan sangat luar biasa

Westa Dwi Rianika
1. Bagaimana kesan anda terhadap perkuliahan pendidikan karakter? Menurut saya mata kuliah pendidikan karakter sangat bermanfaat karena kita bisa mengenali karakter pribadi kita dan bermacammacam karakter-karakter orang lain yang ada di lingkungan sekitar kita. 2. Apa kelemahan-kelemahan yang anda temui dalam pendidikan karakter yang perlu diperbaharui di masa datang? Kelemahan-kelemahan yang saya temui selama mengikuti perkuliahan salah satunya yaitu kurangnya materi yang diberikan, storytelling terlalu monoton. 3. Apa dampak yang anda rasakan setelah mengikuti pendidikan karakter selama satu semester ini? 141

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Saya bisa lebih mengenal karakter saya sendiri, karakter dari temanteman yang mengikuti kelas mata kuliah pendidikan karakter, lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah yang ada. 4. Bagaimana komitmen anda setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan pribadi anda sendiri bagi kehidupan anda di masa yang akan datang? Memahami lebih dalam lagi karakter manusia yang berbeda-beda, bisa mengenal karakteristik pribadi sendiri untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri saya sendiri.

Westa Dwi Rianika
1. Kesan saya selama mengikitu pendidikan karakter,menurut saya pendidikan karakter menarik untuk dipelajari karena untuk membentuk pribadi seseorang harus mempunyai karakter yang baik pasti mudah untuk menuju masa depan. Kunci utama orang sukses adalah orang yang berkarakter jadi pendidikan karakter harus berkembang untuk masa yang akan datang. 2. Kelemahan pendidikan karakter,bagi setiap pertemuan jangan hanya story telling saja tetapi dengan sedikit pelajaran yang bisa menginspirasikan kita,sehingga tidak jenuh untuk diikuti dan tidak membosankan. 3. Dampak setelah mengikuti mata kuliah pendidikan karakter, Terbentuk karakter pada diri saya yang awalnya tidak jelas akan tetapi setelah mengikuti pendidikan karakter dapat memperbaiki karakter saya dan akan terus berusaha memperbaiki untuk masa depan terutama pada diri saya. 4. Komitmen saya,saya akan bertanggung jawab dalam setiap perbuatan sehingga tidak merugikan orang lain serta mencoba memperbaiki kembali sesuai dengan apa yang saya dapat melalui pendididkan karakter.

142

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Ismi Aena’ul M
1. Kesan saya terhadap perkuliahan pendidikan karakter saya menjadi lebih mengerti tentang karakter diri saya dan pendidikan karakter mengajarkan kepribadian diri yang mendalam bagi setiap mahasiswa. 2. Kelemahan pendidikan karakter sebenarnya sedikait hanya saja kurang ada materi yang diajarkan dan kurang lebih mengajarkan kepribadian seseorang. 3. Dampak yang saya rasakan dalam pendidikan karakter ini adalah saya lebih mengerti tentang diri saya bagaimana pentingnya menerapkan karakter pada diri saya sehingga saya menjadi lebih mandiri dan lebih berkomitmrn dalam mengambil keputusan. 4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter saya akan menjadi orang yang lebih baik lagi dan memperbaiki sifat dan tingkah laku saya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Manda
1. Kesan saya selama mengikuti perkuliahan pendidikan karakter ,saya sangat senang mendapatkan mata kuliah pendidikan karakter yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya . Saya ingin srkali terus menerus belajar tentang mata kuliah pendidikan karakter,pendidikan karakter tidak kalah penting dengan mata kuliah yang lain dan sangat menyenangkan. Saya selama mengikuti mata kuliah ini juga mendapat banyak ilmu tentang karakter yang sangat berkarakter. Saya juga dapat tahu karakter saya yang sebenarnya dan saya ingin mempunyai karakter yang baik agar dapat menjadi calon guru yang baik. Dalam pembelajaran pendidikan karakter saya juga diberi tugas untuk cerita tentang seseorang yang berkarakter dan dapat memberi inspirasi bagi saya dan itu semua sangat bermanfaat,saya jadi terbiasa berbicara di depan kelas.Dalam pendidikan karakter juga saya mendapat tugas pengabdian masyarakat itu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya,saya juga menjadi tahu dan sadar bahwa banyak orang yang sangat membutuhkan bantuan kita. 143

Model Pendidikan Karakter Bangsa

2. Kelemahan – kelemahan yang saya temui dalam pendidikan karakter sedikit sekali dalam pendidikan karakter sudah sangat bagus dan menyenangkan hanya saya harap dalam pendidikan karakter ada materi – materi yang lebih nyata dan mempunyai struktur pembahasan yang jelas agar mahasiswa mendapatkan lebih banyak ilmu tentang karakter yang lebih jelas dan banyak. Jangan hanya praktek saja tapi materi juga sangat penting. 3. Dampak yang saya rasakan setelah mengikuti perkuliahan pendidikan karakter tak terhingga sangat banyak dan bermanfaat bagi diri saya karena sebagai seorang guru harus mempunyai karakter yang baik dan memberi contoh yang baik untuk siswa-siswinya dimasa yang akan datang.Saya juga ingin memperbaiki karakter yang ada dalam diri saya agar baik dan dapat memberi inspirasi. 4. Komitmen saya setelah mengikuti pendidikan karakter untuk kemajuan diri saya bagi kehidupan dimasa yang akan datang,Saya akan menjadi manusia yang berkarakter baik dan saya ingin menjadi tauladan yang baik untuk masyarakat dan karakter saya dapat memberikan inspirasi buat semua orang dan saya juga ingin menjadi manusia yang lebih baik.

144

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Daftar Pustaka
Agustian, Ary Ginanjar (2001), Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan melalui Emotional dan Spiritual Quotient (ESQ), Jakarta, Penerbit Arga. Antonov. Mikhail. 2002, The Russsian National Character and Western Idividualism. (Translate by Maria Gousseva), the original in Russian: http//prada.ru/main/2002/08/26 /46204. html. Berkowitz, M.W., Battistich, V.A., Bier, M.C. 2008. “What Works in Character Education: What IsKnown and What Needs to Be Known”. Handbook of Moral and Character Education. Pages 414431. New York: Tailor andFrancis. Brooks,B.D. and F.G.Goble. The Case for Character Education: The Role of the Cronbach, lee J. 1977.Educational Psychology (3rd edition). New York: Harcourt Brace Javanovich, Inc. DeVos, George A. 1968. National Character. Dalam Sills, David L (editor). International Encyclopedia of the Social Sciences, New York: The Macmillan Company and the Free Press, v.11 & 12, hal. 14 – 19. Kardiman, Yuyus. 2008. Membangun Kembali Karakter Bangsa Melalui Situs-situs Kewarganegaraan: Studi Fenomenologi terhadap Pelatihan Manajemen Qalbu, Pelatihan Emotional Spiritual Quotient dan Majelis Taklim di Bandung (tesis), Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia. 145

Model Pendidikan Karakter Bangsa

Kemendiknas. 2010. Pembinaan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama . Jakarta Khatchatrian, Gaiane. 2003, My Thoughts about National Character. Kaliningrad. Koesoema A, Doni (2007), Pendidikan Karakter, Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, Jakarta, Grasindo. Lickona, T. (1992), Educating for Character, How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books, New York. Megawangi,R. (1999). Membiarkan Berbeda? Sudut Pandang Baru tentang Relasi Gender, Bandung, Pustaka Mizan Megawangi, R. (2004), Pendidikan karakter, Bandung, Pustaka Mizan. Morgenthau, Hans. J. 1963, Politics Among Nations: The Strugge for Power and Peace. (third Edition). New York: Alfred A Knopf. National Conference on Character Building. 2000, The Need For Character Education. Jakarta: Internasional Education Foundation bekerjasama dengan DEPDIKNAS, BKKBN, DEPAG, UNDP, dan sejumlah LSM di Jakarta. Q-Annes, Bambang dan Hambali, Adang. 2008, Pendidikan Karakter Berbasis Al’quran: Simbiosa Rekatama Media, Bandung. Sapriya (2007), Persfektif Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter menurut para Ahli, Bandung. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Suparno, Paul, Moerti Yoedho K., Detty Titisari, St. Kartono. 2002. Pendidikan Budi Pekerti di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas, Ditjen Dikdasmen. Washington, E. Y., Clark, M.A. and Dixon, A.L. 2008. “Everyone in School Should Be Involved” Preservice Counselors’ Perceptions of Democracy and the Connections Between Character Education 146

Model Pendidikan Karakter Bangsa

and Democratic Citizenship Education”. Journal of Research in Character Education, 6(2), pp. 63–80. Winataputra, Udin S (2001), Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Wahana Sistematik Pendidikan Demokrasi: Studi Kajian Konseptual dalam Konteks Pendidikan IPS, Bandung, Sekolah Pasca Sarjana Universitas.

147

Model Pendidikan Karakter Bangsa

148

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->