P. 1
IKATAN KIMIA

IKATAN KIMIA

|Views: 26|Likes:
Published by Zuhairiah Nst

More info:

Published by: Zuhairiah Nst on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

IKATAN KIMIA Definisi Ikatan Kimia Adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul.

Ø Tujuan pembentukan ikatan kimia adalah agar terjadi pencapaian kestabilan suatu unsur. Ø Elektron yang berperan pada pembentukan ikatan kimia adalah elektron valensi dari suatu atom/unsur yang terlibat. Ø Unsur gas mulia mempunyai elektron valensi sebanyak 8 (oktet) atau 2 (duplet, yaitu atom Helium). Ø Kecenderungan unsur-unsur untuk menjadikan konfigurasi elektronnya sama seperti gas mulia terdekat dikenal dengan istilah Aturan Oktet.

Lambang Lewis Adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya. ‡ Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang). ‡ Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Jenis ikatan kimia Berdasarkan perubahan konfigurasi elektron yang terjadi pada pembentukan ikatan, maka ikatan kimia dibedakan menjadi 3 yaitu : ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan logam.

1). Ikatan Ion ( elektrovalen ) Terjadi jika atom unsur yang memiliki energi ionisasi kecil/rendah melepaskan elektron valensinya (membentuk kation) dan atom unsur lain yang mempunyai afinitas elektron besar/tinggi menangkap/menerima elektron tersebut (membentuk anion). Unsur yang cenderung melepaskan elektron adalah unsur logam sedangkan unsur yang cenderung menerima elektron adalah unsur non logam. Contoh : Ikatan antara
11 Na

dengan

17 Cl

Konfigurasi elektronnya :
11 Na = 17 Cl

2, 8, 1

= 2, 8, 7 



Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas

mulia. Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama

dengan gas mulia.

Agar atom H dan F memiliki konfigurasi elektron yang stabil. atom H dan F masing-masing meminjamkan 1 elektronnya untuk dipakai bersama.8. Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron (terjadi pada atom-atom non logam).Na p Na  e (2.8.   = HF = HF . Ikatan Kovalen Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh 2 atom yang berikatan. Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia yaitu 8 (octet) « ** ¬* ( Na  ) .1) (2. 2). Jadi. Ikatan Logam Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerak. Contoh : Ikatan yang terjadi antara atom H dengan atom F membentuk molekul HF Konfigurasi elektronnya : 1H 9F =1 = 2. 7 Atom H memiliki 1 elektron valensi sedangkan atom F memiliki 7 elektron valensi.8)  Cl  e p Cl (2.8.     y  F p   y  F    Rumus struktur Rumus kimia 3). ¬ Cl y ¬ ­ ** » *¼ *¼ ¼ ½  NaCl  Antara ion Na+ dengan Cl  terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.8) Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia. maka atom H dan atom F masing-masing memerlukan 1 elektron tambahan (sesuai dengan konfigurasi elektron He dan Ne).7) (2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->