P. 1
MOTIVASI BERPRESTASI-2

MOTIVASI BERPRESTASI-2

|Views: 276|Likes:
Published by Haliza Amin

More info:

Published by: Haliza Amin on Aug 11, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

MOTIVASI BERPRESTASI

Oleh : Sudiharto, SKp.,M.Kes (edisi 1) Motivasi Berprestasi merupakan bekal untuk meraih sukses. Sukses berkaitan dengan perilaku 'produktif dan selalu memperhatikan / menjaga 'kualitas' produknya. Motivasi berprestasi merupakan konsep personal yang inheren yang merupakan faktor pendorong untuk meraih atau mencapai sesuatu yang diinginkannya agar meraih kesuksesan. Untuk mencapai kesuksesan tersebut setiap orang mempunyai hambatanhambatan yang berbeda, dan dengan memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, diharapkan hambatan-hambatan tersebut akan dapat diatasi dan kesuksesan yang dinginkan dapat diraih. Dengan memiliki motivasi berprestasi maka akan muncul kesadaran bahwa dorongan untuk selalu mencapai kesuksesan (perilaku produktif dan selalu memperhatikan kualitas) dapat menjadi sikap dan perilaku permanen pada diri individu. Motivasi berprestasi akan dapat mendobrak building block ketahanan individu dalam menghadapi tantangan hidup sehingga mencapai kesuksesan.

PENDAHULUAN
Weiner (1985) seorang ahli psikologi dari Amerika Serikat mengemukakan bahwa hal-hal yang menyebabkan kegagalan atau kesuksesan adalah : (1) usaha, (2) kemampuan. (3) orang lain, (4) emosi, (5) tingkat kesulitan tugas, dan (6) keberuntungan. Berkaitan dengan usaha dan kemampuan, Bendura (1992) mengemukakan bahwa bila seseorang memiliki rasa yang kuat tentang kemampuan dirinya (self efficacy), maka akan mendesak usaha yang lebih besar untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menantang dari pada orang yang memiliki keraguan diri akan kemampuannya. Adanya perasaan mampu (untuk berprestasi) yang dimiliki oleh seseorang, akan memberikan kontribusi yang sangat besar pada aspek percaya diri, yaitu bahwa ia akan merasa yakin dengan kemampuannya untuk dapat mencapai suatu prestasi tertentu. Setiap manusia mempunyai tingkat kesulitan dan hambatan yang berbeda dalam mencapai apa yang diinginkan. Secara umum kesulitan dan hambatan yang dihadapi manusia terdiri dari : (1) kesulitan masyarakat, yaitu : kesulitan yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, misal : krisis ekonomi; (2) kesulitan di tempat tinggal / kerja / sekolah, yaitu : kesulitan yang dirasakan oleh orang-orang di kalangan terbatas, misal : kebijakan pimpinan kantor; (3) kesulitan individu, yaitu : kesulitan yang muncul sebagai akibat mengalirnya kesulitan masyarakat dan kesulitan di tempat kerja, misal : sulit mencari pekerjaan. Motivasi berprestasi adalah daya dorong yang terdapat dalam diri seseorang sehingga orang tersebut berusaha untuk melakukan sesuatu tindakan / kegiatan dengan baik dan berhasil dengan predikat unggul (excellent); dorongan tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau berasal dari luar dirinya. Mc.Cleland berpendapat bahwa pada intinya setiap manusia mempunyai 3 jenis motivasi sosial, yaitu : (1) motivasi berprestasi; (2) motivasi untuk berkuasa; dan (3) motivasi untuk berafiliasi. Dua dari ketiga motivasi tersebut obyeknya adalah berkaitan dengan manusia lain yang ada di lingkungannya, kecuali motivasi berprestasi yang berpijak pada dirinya sendiri. Untuk 1

dapat membangun motivasi berprestasi, maka perlu mengetahui siapa dirinya dalam hubungannya dengan orang lain dimana mereka terlibat. Motivasi, meskipun merupakan variabel yang penting dari prestasi / keberhasilan, bukanlah satu-satunya faktor. Sebagaimana dikemukakan diatas terdapat variabelvariabel lain seperti : usaha, kemampuan, emosi, orang lain dan keberuntungan. Pokok bahasan dalam makalah ini mencakup : (1) motivasi dan pengembangan karier; (2) konsep diri; (3) kemampuan diri dan berfikir kreatif; (4) pengembangan dan analisis diri; (5) Motivasi Berprestasi kaitannya dengan Bela Negara.

MOTIVASI PENGEMBANGAN KARIER
Salah salu pertanyaan yang perlu dijawab dalam upaya pengembangan karier di tempat kerja adalah mengapa beberapa karyawan dapat berusaha / bertindak / berbuat lebih baik dari yang lain? Salah satu jawabannya adalah karena adanya perbedaan di antara mereka dalam tingkal motivasinya dalam berprestasi, sehingga ada sebagian yang berhasil dengan predikat unggul dan sebagian lain tidak. Di samping motivasi berprestasi yang dapat mempengaruhi dalam upaya pengembangan karir seseorang, juga terdapat motivasi lain yang cukup penting, yaitu motivasi berafiliasi dan motivasi berkuasa. Motivasi Berprestasi Hasil penelitian Mc Cleland menunjukkan bahwa orang-orang yang berprestasi (berhasil dengan predikat unggul) mempunyai profil / karakteristik antara lain: (1) Pada umumnya menghindari tujuan prestasi yang mudah dan sulit, mereka sebenamya lebih memilih tujuan yang moderat yang menurut mereka akan dapat diwujudkan atau diraih; (2) Lebih menyukai umpan balik langsung dan dapat diandalkan mengenai bagaimana mereka berprestasi; (3) Menyukai tanggung jawab pada pemecahan masalah. Orang-orang yang memiliki profil / karakteristik sebagaimana tersebut diatas tidak terlalu peduli atau menghiraukan orang lain. Baginya yang panting adalah bagaimana caranya ia dapat mencapai suatu prestasi dengan predikat unggul dibandingkan dengan yang lain. Keinginan untuk memperoleh atau mencapai sesuatu yang lebih baik dari yang lain adalah merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, sehingga ia akan terdorong untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya tersebut. Kerangka berpikir orang-orang yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi adalah bagaimana usaha / perjuangan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu prestasi yang unggul. Untuk pengembangan karier (di tempat kerja) tidak cukup hanya mengandalkan pada tingginya motivasi berprestasi, tetapi juga diperlukan motivasi berafiliasi dan motivasi berkuasa. Motivasi Berafiliasi Motivasi berafiliasi adalah dorongan untuk mencari hubungan keakraban, santai dan keharmonisan dengan orang-orang lain di lingkungannya. Baginya hubungan yang akrab, santai dan harmonis dengan orang lain merupakan tujuan utama dan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Orang-orang yang mempunyai motivasi berafiliasi tinggi biasanya dapat menjadi seorang teman yang baik dan mempunyai banyak teman, karena ia selalu hangat, toleran dan sangat perhatian / peduli pada orang lain (empati).

2

hanya kadarnya berbeda. maka kita akan cenderung tidak menyenangi diri kita. Contoh pernyatan berikut : "saya ini orang bodoh" adalah sebagai komponen kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang dinilai baik oleh orang lain (orang yang terdekat) cenderung mempunyai konsep diri yang baik pula. Kedua komponen tersebut sangat berpengaruh pada pola hubungan dengan orang lain. Setiap kelompok akan mempunyai norma-norma tertentu yang harus dipatuhi oleh anggota kelompoknya. Ada kelompok yang secara emosional mengikat kita dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Sebaliknya bila orang lain selalu meremehkan kita. Ada kepuasan tersendiri bila ia dapat bertindak dan berkuasa atas orang lain. kita menjadi anggota berbagai kelompok masyarakat. Secara umum konsep diri didefinisikan sebagai pandangan dan perasaan individu tentang dirinya yang mencakup : komponen kognitif dan afeksi. dihormati dan disenangi orang karena keadaan diri kita. Komponen kognitif disebut sebagai 'citra diri' (self image) sedangkan komponen afektif disebut dengan 'harga diri' (self esteem). KONSEP DIRI Salah satu kriteria kesuksesan dalam membina hubungan dengan orang lain adalah bagaimana kita mengetahui siapa diri kita (who am I ?) khususnya dalam hubungannya dengan orang lain di mana mereka terlibat di dalamnya. Konsep diri berarti ramalan yang dipersiapkan untuk diri sendiri atau dapat menggambarkan secara obyektif diri individu sebagaimana diramalkan. Orang lain Dalam hubungannya dengan orang lain. Ke-tiga motivasi tersebut ada pada diri setiap orang dan biasanya hanya satu yang dominan. sedangkan komponen afektifnya adalah "saya malu sekali karena saya menjadi orang bodoh". maka norma-norma dalam IDI menjadi ukuran dan acuan perilaku kita. 1. dan akan nampak dalam perilaku keseharian. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsep diri. menyalahkan kita dan menolak kita. Konsep diri bukan merupakan fakta yang dibawa sejak lahir. tetapi merupakan faktor yang dapat dipelajari dan terbentuk dari pengalaman individu dalam hubungannya dengan individu lain. Kalau kita menjadikan kelompok Ikatan Dokter Indonesi (IDI) menjadi kelompok rujukan kita. maka kita akan cenderung bersikap menghormati dan menerima diri kita. Orang yang mempunyai motivasi berkuasa yang tinggi biasanya cenderung berperilaku otoriter.Motivasi Berkuasa Motivasi berkuasa adalah dorongan untuk ingin menguasai atau mendominasi orang lain dalam suatu hubungan sosial di masyarakat. jika kita diterima. yaitu : orang lain dan kelompok rujukan. Untuk mengetahui tinggi rendahnya suatu jenis motivasi yang dimiliki oleh seseorang digunakan instrumen psikologi yang dapat mengindikasikan bahwa seseorang mempunyai tingkat motivasi berprestasi/berafiliasi/berkuasa tinggi atau rendah. sehingga orang lain kagum pada dirinya. karena 3 . 1. Kelompok Rujukan Dalam pergaulan bermasyarakat. Ketiga jenis motivasi tersebut di atas kiranya sangat diperlukan dalam membina pengembangan karier. Kelompok rujukan ini merupakan kelompok yang dapat mengarahkan perilaku para anggota kelompoknya. yang penting bagaimana caranya agar bisa menguasai / menggerakkan orang lain. tergantung situasi dan kondisi masyarakat di lingkungannya.

Hasil penelitian Aronson menunjukkan bahwa terdapat 4 kondisi orang berkemampuan yaitu : 1. tampan/cantik dan serba bisa usahakan supaya jangan terlalu sempurna. Hal tersebut menunjukkan bahwa penghargaan terhadap dirinya dapat menentukan bagaimana seseorang bertindak dalam hidupnya. karena jika anda sangat sempurna. hal ini memberikan implikasi bahwa kreativitas sebagai Suatu kemungkinan atau peluang yang terbuka untuk setiap orang yang mana merupakan ekspresi dari kepribadian yang dapat dikembangkan. Orang berkemampuan tinggi tetapi tidak berbuat salah. maka berarti ia mempersiapkan diri untuk berhasil dan sukses. maka sebenamya ia mempersiapkan dirinya untuk gagal. tunjukkan sisi kelemahan anda. Kita cenderung menyukai orang-orang yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari pada kita atau lebih berhasil dalam kehidupannya. maka berarti ia mendefinisikan dirinya dan membuat janji bahwa ia akan melanjutkan menjadi dirinya seperti sekarang atau seperti yang lalu. 3. Bila seseorang berfikir bahwa ia mungkin gagal. PENGEMBANGAN & ANALISIS DIRI Pengenalan diri dapat dicapai melalui pengalaman dalam interaksi dengan orang lain. sedangkan orang biasa yang tidak berbuat salah menduduki nomor tiga. 2. Untuk memudahkan pemahaman tentang instrumen 'Jendela Johari' dapat digambarkan sbb : 4 . KEMAMPUAN DIRI DAN BERFIKIR KREATIF Orang yang selalu produktif biasanya berkaitan dengan kemampuannya dalam berfikir dan berkreativitas. Orang yang berkemampuan rata-rata dan tidak berbuat salah Orang yang yang memiliki kemampuan tinggi dan berbuat salah dinilai yang 'paling menarik' dan 'paling disukai'. sedangkan orang yang memiliki kemampuan ratarata dan berbuat salah dinilai paling 'tidak menarik' dan 'paling tidak disukai'. maka anda bukanlah 'man' atau 'women' tetapi 'superman' atau 'superwomen'. Tim sepak bola dipuja ketika timnya menang mengalahkan lawannya dan dicaci maki ketika kalah. Salah satu instrumen yang dikembangkan oleh Johari yang dikenal dengan 'Jendela Johari' kiranya dapat digunakan untuk memahami dan mengenal siapa dirinya. Orang yang memiliki kemampuan rata-rata dan berbuat salah. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa jika anda cerdas. dan untuk mengetahui siapa dirinya tidaklah mudah. sementara yang lain tidak. Orang-orang yang sukses dalam bidang apapun baik profesional maupun non profesional pada umumnya mendapat simpati orang banyak.ketika seseorang membentuk konsep dirinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa orang yang cerdas atau pandai adalah kreatif. 4. oleh karena itu setiap individu dapat belajar menjadi kreatif atau setiap orang pada dasarnya dapat menjadi individu kreatif. Kreativitas adalah sesuatu yang dapat dipelajari. sebaliknya bila berfikir akan berhasil dan sukses. Orang sempurna tanpa kesalahan adalah orang yang disukai nomor dua dalam hal daya tarik. Orang yang memiliki kemampuan tinggi dan berbuat salah.

lelapi secara sadar disembunyikan dari orang lain. Hjelle. (ed. New Jersey : Prentice Hall Inc.). PRIBADI TERBUKA ( ARENA ) Saya tidak tahu III. tetapi tersampaikan kepada orang lain.  Biasanya mempunyai teman banyak. Bidang IV : Undiscovered  Pribadi yang tidak dikenal oleh diri sendiri maupun orang lain. konsep diri maupun kemampuan diri yang akan memudahkan dalam upaya pencapaian berprestasi yang dihadapkan dengan beragam kondisi lingkungan yang tidak saja harus dihadapi tetapi juga harus diantisipasi. senang membantah dll. 3. Struktur dan Proses.  Seringkali berupa kebutuhan-kebutuhan atau motiv-motiv yang terlupakan. Ziegler (ed. Lairy A. perilaku yang tidak disadari oleh dirinya seperti  sering melakukan mterupsi. Robert C. 1996. Personality Theories.  Sering memunculkan sifat-sifat. New York : 5 .. PRIBADI YANG TIDAK DIKENAL SIAPAPUN ( UNDISCOVERED ) Keterangan : Bidang I : Arena  Pribadi yang disadari dan ditampilkan kepada orang lain atas kemauan sendiri. James L. PRIBADI TERLENA ( BLINDSPOT ) Orang lain tidak tahu II. 1990.  Pribadi yang potensial untuk menjalin hubungan yang lebih luas dan mendalam. Organisasi : Perilaku. Bidang II : Fecade '  Pribadi yang disadari oleh diri sendiri. Beck. PENUTUP Membangun sikap dan perilaku positif seperti membangun motivasi berprestasi pada setiap diri individu warga negara Indonesia tentunya diperlukan kondisi awal seperti perlunya pengenalan diri. Gibson. DAFTAR BACAAN 1. John M.Saya tahu Orang lain tahu I. Ivancevich & James H. PRIBADI TERSEMBUNYI ( FECADE ) IV. & Daniel J. Donnelly. Jakarta : Bina Aksara.  Mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dengan siapapun. Motivation-Theories and Principles.  Bisajadi karena tidak tahu bagaimana cara menyampaikan kepada orang lain. Bidang III : Blindspot  Pribadi yang tanpa disadari oleh diri sendiri. 2.).  Mempunyai hambatan dalam berkomunikasi.

Tumbuhkan motivasi berprestasi pada bidang Anda. Dephan. Anggapan bahwa kita harus berprestasi di segala bidang bisa menyebabkan lemahnya motivasi berprestasi. fokuslah disana dan Anda akan akan lebih mudah menjadi yang terbaik. Jika Anda 6 . Catatan: Pengertian hadits ini jangan disalah artikan menjadi bebas melakukan urusan dunia. Tanpa keinginan menjadi yang terbaik. Kita harus melihat dalil lain beserta ilmu Ushul Fiqh tentang urusan dunia dan urusan akhirat. Anda harus menjadi yang terbaik jika ingin sukses. Apa pun bidang Anda. Fokus pada bidang Anda dan jadilah yang terbaik pada bidang Anda. manusia teragung spanjang jaman pun. itu tidak mungkin. No 12086) Dalam hadits versi lengkapnya dijelaskan bahwa hadits ini keluar saat sedang membicarakan cara bercocok tanam. maka kejarlah prestasi Anda dalam bisnis. Bekerja asal bekerja. motivasi berprestasi adalah memiliki keinginan untuk menjadi terbaik. Nabi Muhammad saw.. Pembinaan Bangsa dan Pembentukan Karakter dalam Bela Negara dan Bangsa dengan Landasan Pembinaan Bangsa dan Pembentukan Karakter. Sebab kita tahu. Sebab menjadi terbaik untuk semua bidang itu tidak mungkin. Ditjen Pothan. Cukup fokus pada bidang Anda. maka Anda bisa tertinggal dan kalah dalam persaingan. Dengan pengertian lain. (HR Ahmad. 1992. Bahkan. OK.. jika tidak menjadi terbaik. Anda tidak perlu berprestasi di segala bidang. Masalahnya kata “asal” bisa merusak sukses Anda. Tapi untuk urusan akhirat. sebaliknya jika berkaitan dengan urusan agama. Motivasi Berprestasi Fokus Pada Bidang Anda Yang perlu diperhatikan adalah. sekarang apa bidang Anda. bersabda: Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan urusan dunia. dan belajar asal belajar. tapi bukan cakupannya disini.McGraw-HillInc. Sunardi. berbisnis asal berbisnis. Jika Anda seorang pebisnis. maka kembalilah kepadaku. akan menyebabkan seseorang melakukan sesuatu asal-asalan atau asal jadi. Persaingan makin sengit. Perlu pembahasan secara integral. Pilihlah bidang yang sesuai dengan karir atau bisnis Anda. Mulai sekarang tumbuhkan motivasi berprestasi dalam bidang yang Anda geluti. 2002 Untuk meraih sukses. Rasulullah saw mengatakan bahwa beliau bukanlah ahli dalam bercocok tanam. maka Rasulullah saw tentu saja menjadi yang terbaik. RM. motivasi berprestasi sangat diperlukan. maka kalian lebih tahu tentangnya. 4.

Tujuan adalah yang membatasi/menentukan tingkah laku organisme itu (Ngalim Purwanto. kejarlah prestasi kerja Anda.Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai “ daya penggerak yang telah menjadi aktif” (Sardiman. Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini Di-link Dari Sini Web Sabtu. 2005: 55). Sartain mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan (goal) atau perangsang (incentive).2001: 71). Motivasi berprestasi diperlukan oleh siapa pun yang ingin sukses. yang bisa berasal dari dalam diri dan juga dari luar” (Dalyono. Dalam bukunya Ngalim Purwanto.seorang karyawan. Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk 7 . 2003 : 110) Dalam buku psikologi pendidikan Drs. dan jika Anda seorang pelajar maka Anda pun harus mengejar prestasi dalam belajar. 28 Mei 2011 Browse > Home > Pendidikan > Motivasi Belajar Siswa Motivasi Belajar Siswa Motivasi Belajar . Dalyono memaparkan bahwa “motivasi adalah daya penggerak/pendorong untuk melakukan sesuatu pekerjaan. 2007 : 61). M. Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah “ keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan” (Soeharto dkk.

Belajar adalah suatu proses yamg ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Motivasi belajar merupakan sesuatu keadaan yang terdapat pada diri seseorang individu dimana ada suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. dkk: 1992: 3). Djamarah mengemukakan bahwa belajar adalah “suatu aktifitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari” (Djamarah. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto. maupun sikap dan tingkah lakunya. 2003 : 2). Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya • • Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir Motif-motif yang dipelajari artinya motif yang timbul karena dipelajari. dengan sarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah laku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara oleh suatu hal (Nasution.. pemahamannya. Belajar merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mendapat dari bahan yang dipelajari dan adanya perubahan dalam diri seseorang baik itu pengetahuan. seksual. Jenis-jenis Motivasi Belajar Berbicara tentang jenis dan macam motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. keterampilan dan kemampuannya. dan sebagainya.terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus. menyelamatkan diri. makan. Motof-motif darurat misalnya. Sardiman mengatakan bahwa motivasi itu sangat bervariasi yaitu: 1. Perubahan dalam diri seseorang dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuannya.2002 :280). keterampilan. kebutuhan minum. Sedangkan menurut Slameto belajar adalah ”merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. dan lain-lain. 8 . 2. dorongan untuk membalas. 2.1991:19-21). Motivasi menurut pembagiaan dari woodworth dan marquis dalam sardiman: • • Motif atau kebutuhan organismisalnya. daya reaksinya. sikap dan tingkah lakunya. bernafas. daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu (Sudjana.

Pendapat lain mengemukakan bahwa dua jenis motivasi yaitu sebagai berikut: “Motivasi primer. Hadiah ini akan dapat menambah atau meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa karena akan diangap sebagai suatu penghargaan yang sangat berharga bagi siswa. (Djmarah dan zain. pujian. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya peransang dari luar. seperti kemauan atau minat. 2002 : 168). rileks. memberikan suatu gambaran tentang motif-motif yang ada pada setiap individu. maupun audio visual serta buku-buku yang dapat menimbulkan dan memberikan inspirasi dan ransangan dalam belajar. adalah yang dipelajari” (Dimyanti dan Mudjiono. Pemberian angka kepada anak didik diharapkan dapat memberikan dorongan atau motivasi agar hasilnya dapat lebih ditingkatkan lagi. napas dan sebagainya. (Sardiman. b) Hadiah Maksudnya adalah suatu pemberian berupa kenang-kenangan kepada anak didik yang berprestasi. audio. seperti. karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Dari kutipan di atas. semua anak didik mendapatkan hasil aktifitas yang bervariasi. hadiah.• Motif-motif objektif 3. insting otomatis. gerakan tubuh. Dalam memberi angka (nilai) ini. dimana motivasi ini membutuhkan ransangan atau dorongan dari luar misalnya. 4. baik media visual. Motivasi rohani. 1999:88). mengetahui hasil. Adapun motivasi yang berkaitan dengan mata pelajaran bahasa arab adalah motivasi ekstrinsik. memberi ulangan. 1996: 90). Motivasi skunder. Motivasi intrisik dan ekstrinsik • • Motivasi instrisik adalah motif-motif yang terjadi aktif atau berfungsi tidak perlu diransang dari luar. adalah motivasi yang didasarkan atas motif-motif dasar. maka penulis dapat menjelaskan hal tersebut sebagai berikut: a) Memberi angka Memberikan angka (nilai) artinya adalah sebagai satu simbol dari hasil aktifitas anak didik. dan hukuman. c) Pujian 9 . memberi tugas. Adapun bentuk motivasi yang sering dilakukan disekolah adalah memberi angka. Motivasi jasmani dan rohani • • Motivasi jasmani. Adanya berbagai jenis motivasi di atas. media.

Faktor sosial Seperti. dalam hal ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi belajar antara lain: 1. g) Mengetahui hasil Rasa ingin tahu siswa kepada sesuatu yang belum diketahui adalah suatu sifat yang ada pada setiap manusia. 2002 : 102) 10 . e) Memberi tugas Tugas merupakan suatu pekerjaan yang menuntut untuk segera diselesaikan. d) Gerakan tubuh Gerakan tubuh artinya mimik. sehingga semangat bersaing siswa untuk belajar akan tinggi. wajah. Faktor individual Seperti. kecerdasan. gerakan kepala. guru dan cara mengajarnya. kematangan atau pertumbuhan. Misalnya memberikan pertanyaan kepada siswa yang bersangkutan. yang membuat suatu perhatian terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru. dan motivasi sosial ( Purwanto. Pemberian tugas kepada siswa akan memberikan suatu dorongan dan motivasi kepada anak didik untuk memperhatikan segala isi pelajaran yang disampaikan. 3. motivasi. seorang individu membutuhkan suatu dorongan atau motivasi sehingga sesuatu yang diinginkan dapat tercapai. memberikan sanksi kepada siswa yang melakukan kesalahan adalah hal yang harus dilakukan untuk menarik dan meningkatkan perhatian siswa. gerakan tangan.Memberikan pujian terhadap hasil kerja anak didik adalah sesuatu yang diharapkan oleh setiap individu. h) Hukuman Dalam proses belajar mengajar. dan faktor pribadi. parah. f) Memberikan ulangan Ulangan adalah strategi yang paling penting untuk menguji hasil pengajaran dan juga memberikan motivasi belajar kepada siswa untuk mengulangi pelajaran yang telah disampaikan dan diberikan oleh guru. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Dalam aktifitas belajar. 2. Gerakan tubuh saat memberikan suatu respon dari siswa artinya siswa didalam menyimak suatu materi pelajaran lebih mudah dan gampang. Dalam hal ini siswa berhak mengetahui hasil pekerjaan yang dilakukannya. Adanya pujian berarti adanya suatu perhatian yang diberikan kepada siswa. alat-alat dalam belajar. latihan. keluaga atau keadaan rumah tangga.

Dalam pendapat lain. Faktor sekolah • • • • • • Metode mengajar dan kurikulum Relasi guru dan siswa Disiplin sekolah Alat pengajaran dan waktu sekolah Keadaan gedung dan metode belajar Standar pelajaran di atas ukuran dan tugas rumah 3. faktor lain yang dapat mempengaruhi belajar yakni: a) Faktor-faktor intern 1. Faktor masyaraka • Kegiatan siswa dalam masyarakat 11 . Faktor fhsikologis • • • • Intelegensi Minat dan motivasi Perhatian dan bakat Kematangan dan kesiapan 3. Faktor kelelahan • • Kelelahan jasmani Kelelahan rohani Faktor ekstern b) 1. Faktor keluarga • • • • Cara orang tua mendidik Relasi antara anggota keluarga Suasana rumah Keadaan gedung dan metode belajar 2. Faktor jasmaniah • • Faktor kesehatan Faktor cacat tubuh 2.

Kemampuan siswa Kemampuan dan kecakapan setiap individu akan memperkuat adanya motivasi. 3. dimana cita-cita tersebut dapat dicapai akan memberikan suatu kemungkinan tersendiri pada individu tersebut. (Dimyati dan Mudjiono. Cita-cita merupakan angan-angan yang ada di imajinasi seorang individu. 2.• • Mass media dan teman bergaul Bentuk kehidupan masyarakat (Slameto. maka motivasi pasti ada dan tidak akan menghilang. Unsur dinamis dan pengajaran Dinamis artinya seorang individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Cita-cita / aspirasi Cita-cita merupakan satu kata tertanam dalam jiwa seorang individu. Begitu juga dengan kondisi lingkungan siswa (keluarga dan masyarakat) mendukung. 1999 : 100) penjelasan faktor tersebut adalah: Cita-cita Adapun 1. memahami sehingga dorongan yang ada pada diri individu akan makin tinggi. Kondisi siswa dan lingkungan Kondisis siwa adalah kondisi rohani dan jasmani. Apabila kondisi stabil dan sehat maka motivasi siswa akan bertambah dan prestasinya akan meningkat. 1997 :71) Adanya berbagai faktor yang mempengaruhi belajar siswa di atas. 3. 5. 4. kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan membaca. Terkait dengan hal yang tersebut di atas. sehingga didalam memberikan dan melaksanakan proses belajar mengajar harus memperhatikan faktor tersebut. 2. lingkungan dengan kata lain faktor intern dan ekstren. maka Dimyanti dan Mudjiono mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain: 1. tempat dimana seorang individu akan memperoleh pengalaman. / aspirasi siswa Kemampuan siswa Kondisi siswa dan lingkungan Unsur-unsur dinamis dalam belajar Upaya guru dalam membelajarkan siswa. Adanya cita-cita juga diiringi oleh perkembangan dan pertumbuhan keperibadian individu yang akan menimbulkan motivasi yang besar untuk meraih cita-cita atau kegiatan yang diinginkan. 4. 12 . baik dari psikologis. Dengan demikian seorang guru harus benarbenar memahami dan memperhatikan adanya faktor tersebut pada siswa. peneliti dapat memahami bahwa adanya faktor tersebut dapat memberikan suatu kejelasan tentang proses belajar yang dipahami oleh siswa.

Seorang guru dituntut untuk profesional dan memiliki keterampilan.5. yang dikemukakan oleh seorang ahli yaitu: • • • Mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak. (Purwanto. Upaya guru dalam pengajaran siswa Guru adalah seorang sosok yang dikagumi dan insan yangt mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Dalam suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan tidak terlepas adanya fungsi dan kegunaan. 08 Juli 2011 Browse > Home > Pendidikan > Kreativitas Belajar Kreativitas Belajar Kreativitas Belajar 13 . Motivasi dalam belajar yang merupakan suatu dorongan memiliki fungsi. 2002 : 70). Menentukan arah perbuatan yaitu petunjuk suatu tujuan yang hendak dicapai Menyelesaikan perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang akan dikerjakan ynag serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatanperbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Blog ini Di-link Dari Sini Web Blog ini Di-link Dari Sini Web Jumat. Jelaslah bahwa fungsi motivasi itu memberikan suatu nilai atau itensitas tersendiri dari seorang siswa dalam meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajarnya. Motif untuk berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor penggerak melepaskan energi. 2001 : 83). Disamping itu ada juga fungsi lain dari motivasi yaitu “motivasi adalah sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi” (Sardiman.

mencari jawaban. memilih 14 . Ahli pendidikan modern merumuskan bahwa belajar adalah suatu bentuk pertmbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan (Aqib. Tornace dan Myres dikutip oleh Triffinger (1980) dalam Semiawan dkk (1987:34) berpendapat bahwa belajar kreatif adalah “menjadi peka atausadar akan masalah. kekuarangan-kekurangan. 2003 : 4). kemungkinan-kemungkinan baru. Sedangkan proses belajar kreatif menurut Torance dan Myres berpendapat bahwa proses belajar kreatif sebagai : “keterlibatan dengan sesuatu yang berarti. Mengumpulkam informasi yang ada. yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya (Supriyadi. ketidakselarasan. Secara psikoligis. memeriksa. kekacauan. 2003 : 2). atau menunjukkan (mengidentifikasi) unsur yang tidak ada. sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto. membentuk kombinasi dan mendivergensi dengan menciptakan alternatif-alternatif baru. menyisihkan. membataskan kesukaran. menilai. jadi hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perubahan prilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar. unsur-unsur yang tidak ada. ketidakteraturan dan sebagainya. salah dan kurang baik. menyempurnakan dan akhirmnya mengkomunikasikan hasil-hasilnya” . Kesederhanaan dari struktur atau mendiagnosis suatu kesulitan dengan mensintesiskan ionformasi yang telah diketahui. Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia dan berlangsung seumur hidup (Rohadi.1. Pengertian Kreativitas Belajar Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif (Munandar. Mempertimbangkan. 2003 : 42). Dengan demikian belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah prilakunya. memecahkan yang tidak berhasil. rasa ingin tahu dan mengetahui dalam kekaguman. 1994 : 7). ketidak harmonisan dan sebagainya. kesenjangan dalam pengetahuan. ketidak lengkapan. kerumitan. Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata. belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. dan sebagainya. 1995 : 12). membuat hipotesis. dan menguji kemungkinan-kemungkinan baru. mengubah dan mengujinya. “belajar juga adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan.

Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. DKK. Masa seorang anak duduk di bangku sekolah termasuk masa persiapan ini karena mempersiapkan seseorang agar dapat memecahkah masalah-masalah. hasil-hasil karya yang kreatif tidak muncul begitu saja. 1. yaitu dengan mengabung-gabungkan (mengkombinasikan) menjadi sesuatu yang baru. 2. Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990:37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting. pengalamapengalaman yang sangat memberikan kepuasan kepada kita dan yang sangat bernilai bagi kita. 3. Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. 4. Jadi kreativitas belajar dapat diartikan sebagai kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan kemampuan formasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya. Demikianlah semua data (pengalaman) memungkinkan seorang mencipta. untuk dapat menciptakan sesuatu yang bermakna dibutuhkan persiapan.pemecahan yang paling baik dan membuatnya menarik atau menyenangkan secara estesis. 1987 : 35). Dalam proses belajar secara kreatif digunakan proses berfikir divergen (proses berfikir ke macam-macam arah dan menghasilkan banyak alternatif penyelesaian) dengan proses berfikri konvergen (proses berfikir yang mencari jawaban tunggal yang paling tepat) berfikir kritis. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi. mengkonunikasi hasi-hasilnya kepada orang lain” (Semiawan. Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar. Sebagaimana halnya dengan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan. pada belajar kreatif kita lihat secara aktif serta ingin mendalami bahan yang dipelajari. Dengan demikian dalam belajar kreatif harus melibatkan komponen-komponen pengalaman belajar yang paling menyenangkan dan paling tidak menyenangkan lalu menemukan bahwa pengalaman dalam proses belajar kreatif sangat mungkin berada di antara pengalaman-penglaman belajar yang sangat menenangkan. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri. Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Gagasan-gagasan yang kreatif. 15 . bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.

2. Menciptakan lingkungan di dalam kelas yang merangsang belajar kreatif Memberikan Pemanasan Sebelum memulai dengan kegiatan yang menuntut prilaku kreatif siswa sesuai dengan rencana pelajaran lebih dahulu diusahakan sikap menerima (reseptif) di Kalangan siswa. 1992 : 78-81). Guru sebagai Fasilitator Guru dan anak yang berbakat lebih berperan sebagai fasilitator dari pada sebagai pengarah yangmenentukan segalagalanya baigsiswa. kecemasan siswa yang dapt menghambat dan pemecahan masalah secara keatif (Munandar. Guru harus terbuka menerima gagasa dari semua siswa dan gur harus dapat menghilangkan ketakutan. a. Kesibukan Dalam Kelas kegiatan belajar secara kreatif sering menuntut lebih banyak kegiatan fisik. dan diskusi antara siswa oleh karena itu guru hendaknya agak tenggang rasa dan luwes dalam menuntut ketenangan dan sebagai siswa tetap duduk pada tempatnya. Pengaturan Fisik Membagi siswa dalam kelompok untuk mengadakan diskusi kelompok. bertujuan meningkatkan pemikiran kreatif menuntut sikap belajar yang berbeda lebih terbuka dan tertantang berperanserta secara aktif dengan memberikan gagasan-gagasan sebanyak mungkin untuk itu diberikan pemanasan yang dapat tercapai dengan memberikan pertanyaan pertanyaan terbuka dengan menimbulkan minat dan rasa ingin tahu siswa. mengerjakan soal fiqih. Sebagai fasilitator gurumendorong siswa (memotivator) untuk menggabungkan inisiatif dalam menjajaki tugas-tugas baru. c. Mengajukan dan mengundang pertanyaan 16 . terutama berlaku apabila siswa sebelumnya baru saja terlibat dalam suatu penguasaan yang berstruktur. b. tugas atau kegiatan. d.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang guru yang professional dalam menyusun program pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam belajar yaitu : 1. Guru harus dapat membedakan kesibukan yang asyik sert suara-suara yang produktif yang menunjukkan bahwa siswa bersibuk diri secara kreatif.

4. Mengulang kembali dan meringkas apa yang telah diajarkan. Menilai persiapansiswa ddan sejauh mana siswa telah menguasai bahan yang diberikan sebelumnya. guru memperoleh informasi yang berharga dan berguna untuk : 1. Metode Diskusi Dalammetode dikusi. merumuskan hipotesis. pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul gagasan-gagasan sebagai strategi kemungkinan pemecahan. Guru memang diperlukan misalnya jika timbul kemacetan dalam diskusi atau untuk menghindari kesalahan yang tersembunyi agar siswa tidak terlalu menyimpang dari arah yang dituju. diperlukan keterampilan guru baik dalam mengajukan pertanyaan kepada siswa maupun dalam mengundang siswa untuk bertanya. a. Metode Inquiri-Discovery pendekatan inquiry (pengajuan pertanyaan. guru berperan sebagai pasilitator yang mengenalkan masalah kepada siwa dan memberikan informasi seperlunya yang mereka butuhkan unutk membahas masalah. Dengan mengajukan pertanyaan. 3. Pada tahap pertanyaan dan informasi dihubungkan dengan perumusan hipotesis. Tehnik Bertanya Pertanyaan yang merangsang pemikiran kreatif adalah pertanyaan semacam divergen atau terbuka. 1999 : 84) b. Tahap ketiga adalah mencari atau menjajaki (searching). Melalui inquiry informasi mengenai masalah dihimpun. Menimbulkan minat dan motivasi siswa untuk berperan serta aktif. Ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui inquiry. yaitu dalam mengajukan pertnayaan dan hipotesis dalam mneghubungakan fakta yang 17 . Pertanyaan semacam ini membantu siswa mengembangkan keterampilan mengumpulkan fakta.Dalam proses belajar mengjar. Hal ini merupakan factor yang memotivasi siswa untuk melanjutkan dengan merumuskan masalah (tahap kedua). pertamma adanya kesadaran bahwa ada masalah. 5. Menilai pencapaian tujuan dan sasaran belajar (Munandar. Membantu siswa melihat hubungan-hubungan baru. Keativitas berkaitan erat dengan proses perumusan hipotesis. Merangsang pemikiran kritis dan pengembangan sikap bertanya 6. Merangsang siswa untuk mencari sendiri pengetahuan tambahan 7. peran guru dangat menentukan keberhasilan. dan menguji atau menilai informasi mereka. penyelidikan) dan discopery (penemuan) dalambelajar penting dalan proses pemecahanmasalah. c. 2.

orisinilitas. 4. bereksperimen. Memadukan perkembangan Psikomotorik (perasaan). 3. semua proses berfikir : kelancaran. 6. Berilah siswa materi pelajaran dan situasi yang memungkinkan penyelidikan (ekspolorasi) 3. atau dengan menanyakan kemungkinankemungnkinan akibat dari suatu situasi yang memang belum pernah terjadi. a. d. keluwesan (fluksibilitas). Berilah dorongan dan penghargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan (Munandar. Ciri-ciri kemampuan berfikir kreatif (aptitude) 1. Berilah bimbingan dan perhargaan terhadap pemecahan yang dapat diterima dan terhadap strategi pemecahan. Berilah pengalaman permulaan untuk menarik minat siswa agar menanyakan mengenai suatu masalah. konsep. dan pemerincian (elaborasi) temasuk dalam prosess pemecahan masalah melalui inquiry-diskovery. mencoba-coba dan sebagainya. afektif (sikap) dan Dalam rangka membangun manusia seutuhnya perlu ada keseimbanganaantara semua aspek perkembangan yaitu perkembangan mental intelektual. Keterampilan berfikir luwes 18 . 7. antara laindenganpenggunaan media. Mengajukan pertanyaan yang menantang (provokatif) Salah satu cara untuk merangsang daya pikir kreatif adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang (provokatif) antara lain dengan menanyakan apa kemungkinan-kemungkinan akibat apabila suatu kejadian yang telah terjadi. Sediakan waktu untuk berdiskusi. Pokok-pokok yang harus dipenuhi oleh guru dalam pengalaman belajar inquiry adalah : 1. perkembanan emosi (kehidupan perasaan) dan perkembangan moral. jadi. bermain peran dan demonstrasi.diketahui dan asas-asas untuk mengembangkan strategi pemecahan. 5. Sediakan sumber-sumber informasi dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di masyarakat. 2. atau dengan menanyakan suatu kejadian yang telah terjadi. serta harus memperinci dan merumuskan kebutuhan dalammencari informasi. perkembangan social. Keterampilan berfikir lancar 2. situasi atau gagasan. tetapi siswa harus membayangkan apa saja kemungkinan-kemungnkinan akibatnya andaikan kejadian atau situasi itu terjadi di sini. 1999 : 86). kognitif (berfikir). Sediakan peralatan untuk merangsang siswa melakukan eksperimen (percobaan).

1999 : 88-93). Keterampilan berfikir orisinal 4. Rasa ingin tahu Bersifat imajinatif Merasa tergantung oleh kemajemukan Sifat berani mengambil resiko Sifat menghargai (Munandar. gabung dengan rasa ingin tahu siswa yang rasa ingi tahunya kuat akan dapat menghasilkan gagasan-gagasan atau cara pemecahan masalah Orisinalitas dalam berfikir akan paling berhasil jika siswa tidak ragu-ragu dan berani mengamukakan pendapat yang berbeda dari biasanya dikemukakan siswasiswa lain. 2. Menggabung proses berfikir dengan proses efektif Contoh : • • Berfikir lancar. Pemikiran divergen atau pemikiran kreatif sebaiknya menuntut siswa mencari sebanyak mungkin jawaban terhadap suatu persoalan. Menggabung pemikiran divergen dan pemikiran konvergen Pemikiran konvergen yang menuntut siswa mencari jawaban tunggal yang paling tepat berdasarkan informasi yang diberikan sudah tidak asing bagi siswa-siswa sekolah dasar. Keterampilan memperinci 5. Cirri-ciri efektif (nonaptitude) 1. c. 3. Siswa diminta untukmenyebut dalam eaktu singkat berbeda-beda di dalam kelas yang benutknya bundar 2. 19 . Contoh kombinasi antara berfikir lentur dan daya imajinasi : Guru memberikan suatu cerita yang belum penyelesaiannya lalu para siswa diminta menggunakan imajinasinya untuk memikirkan beberapa akhir cerita yang berbeda-beda. Kombinasi berfikir lancar dan rasa ingin tahu : 1.3. d. 4. Siswa ditugaskan menjajaki lingkungan sekolah untuk mencari tanaman yang berguna. Keterampilan menilai b. 5.

waktu. Menurut Amabile (1989) dalam Munandar (2004: 113-114) . Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kreativitas Belajar Siswa Kesempatan untuk belajar kreatif ditentukan oleh banyak factor antara lain sikap dan minat siswa. dalam arti merasa terdorong mencari variasi tugas-tugas belajar. Strategi mengajar guru 20 . guru orang tua.3. 1990).Ada beberapa factor yang mempengaruhi kreaitvitas belajar siswa : a. lingkungan rumah dan kelas atau sekolah. Sound (1975) dalam Slameto (2004 : 147-148) menyatakan bahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal melalui pengamatan ciri-ciri sebagai berikut : • • • • • • • • • • • • • Hasrat keingintahuan yang cukup besar Bersifat terbuka terhadap pengalaman baru Panjang akal Keingintahuan untuk menemukan dan meneliti Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas Berfikir fleksibel Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak Kemampuan membuat analisis dan sintesis Memiliki semangat bertanya serta meneliti Memiliki daya abstraksi yang cukup baik Memilii latar belakang membaca yang cukup luas 2. dkk. Yang penting ialah guru sendiri harus senang. Sikap orang tua terhadap kreativitas anak b. Kombinasi antara orisinalitas dalam berfikir dan keberanian mengambil resiko : Siswa diminta untuk memikirkan jabatan atau pekerjaan yang ia minati tetapi biasanya jarang dipilih oleh anak-anak dari jenis kelamin yang sama. permai). uang dan bahan-bahan (Conny Seniawan. Banyak yang dilakukan para guru untuk meningkatkan kreativitas siswa-siswanya tanpa memerlukan banyak peralatan atau bahan-bahan yang mahal. Siswa diminta mencari sebanyak mungkin sinonim (kata dengan arti sama) untuk kata tertentu dengan menggunakan kamus atau tanpa kamus (misalnya sinonim untuk indah : bagus.

Mereka tidak otoriter.Menghargai Kreativitas Anak yang kreatif memperoleh dorongan dari orang tua untuk melakukan hal-hal yang kreatif.Kedekatan emosional yang sedang Kreativits anak dapat dihambat dengan suasana emosional yang mencerminkan rasa permusuhan. 1. Menurut Amabile (1989 : 103) menegaskan ada bahwa ada beberapa faktor yang menentukan kreativitas anak ialah : . percaya akan kemampuan mereka danmengharagai keunikan anak .Kebebasan Orang tua yang percaya untuk memberikan kebebasan kepada anak cenderung mempunyai anak kreatif. b.Strategi mengajar guru Dalam kegiatan mengajar sehari-hari dapat digunakan sejumlah strategi khusus yang dapat meningkatkan kreativitas. Penilaian Penilaian guru terhadap pekerjaan murid yang dapat dilakukan dengancara : • • Memberi umpan balik berarti daripada evaluasi yang abstrak dan tidak jelas Melibatkan siswa dalam menilai pekerjaan mereka sendiri dan belajar dari kesalahan mereka 21 . .Faktor-faktor diatas dijelaskan sebagai berikut: a. .Aspek Anak yang kreatif biasanya mempunyai orang tua yang menghormati mereka sebagai individu.Prestasi Bukan Angka Orang tua anak kreatif menghargai prestsi anak. tidak selalu mau mengawasi dan mereka tidak terlalu membatasi kegiatan anak. mereka mendorong anak untuk berusaha sebaik-baikknya dan menghsilkan karya-karya yang baik. sikap orang tua terhadap kreativitas anak Sudah lebih dari tiga puluhh tahun pakar psikologis mengemukakan bahwa sikap dan nilai orang tua berkaitan erat dengan kreativitas anak jika kita menggabung hasil penelitian dilapangan dengan ori-teori penelitian laboratorium mengenai kreativitas dengan teppsikologis kita mepperoleh petunjuk bagaimana sikap orang tua secara langsung mempengaruhi kreativitas anak mereka. penolakan dan terpisah .

Mencari penggunaan baru dari benda sehari-hari 3. Hadiah Anak senang menerima hadiah dan kadang-kadang melakukan segala sesuatu untuk memperolehnya. 22 . Pemikiran dan perasaan terbuka Cara yang paling sederhana untuk merangsang pemikiran kreatif ialah dengan mengajukan pertanyaan yang memberikan kesempayan timbulnya berbagai macam jawaban sebagai ungkapan pikiran dan perasaan serta dengan membantu siswa mengajukan pertnayaan. Menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai 2. 3. 2.1999: 100) Tehnik-tehnik relajar kreatif dijelaskan sebagai berikut: a. Contoh-kegiatan pemikiran dan perasaaan terbuka 1. Hadiah yang terbaik untuk pekerjaan yang baik adalah kesempatan menampilkan danmempresentasekan pekerjaan sendiri dan pekerjaan tambahan. Pilihan Sedapat mungkin berilah kesempatan kepada anak memilih apa yang nyaman bagi dia selama hal itu sesuain dengan ketentuan yang ada.: Adapun tehnik-tehnik belajar kreatif yaitu: • • • • • • • Pemikiran dan perasaan terbuka Sumbang saran Daftar pertanyaan yang memacu gagasan Menyimak sifat benda tau keadaan Hubungan yang dipaksakan Pendekatan morfologis Pemecahan masalah secara kreatif (Munandar. Metode dan Tehnik Belajar Kreatif Metode dan tehnik-tehnik belajar kreatif membantu anak didik berfikir dan mengungkapkan diri secara kreatif. yaitu mampu memberikan macam-macam gagasan dan macam-macam jawaban dalam pemcahan masalah. Meningkatkan atau memperbaiki suaut produk atau benda (Munandar. 3.• Penekanan terhadap “apa yang telah kamu pelajari” dan bukan pada “bagaimana melakukannya”. 1999 : 100-1003).

Daftar pertanyaan yang memacu gagasan Tehnik ini bertujuan melancarkan arus pencetusan gagasan dalam pemecahan masalah seperti mengembangkan. kemudian masing-masing ciri ditinjau satu persatu untuk mempertimbangkan kemungkinan mengubah atau memperbaiki obyek atau situasi tersebut. e. Pertama-tama semua atribut (sifat) dari suatu subyek atau situasi dicatat. meningkatkan. Kebebasan dalam memberikan gagasan Penekanan pada kuantitas Kritik ditangguhkan Kombinsi dan peningkatan gagasan Mengulangi gagasan (Munandar. c. 4. d. Menyimak sifat benda atau keadaan Tehnik ini digunakan untuk mengubah gagasan guna meningkatkan atau memperbaiki suatu subyek atau situasi.b. 3. dan memperbaiki suatu subyek atau situasi. 1999 : 104). Hal-hal yang pelru diperhatikan meliputi : 1. Sumbang Saran Tehnik yang dikembangkan oleh Osborn ini dapat diterapak unutk memecahkansuaut masalah dalam kelompok kecil (Sekitas 8-10 orang) dengan “menggali” gagasan-gagasan sebanyak mungkin dari anggota kelompok. Hubungan yang dipaksakan Tehnik lain untuk merangsang gagasan-gagasan kreatif ialah dengan cara “memaksakan” suatu hubungan antara objek atau situasi yangn dimasalahkan dengan unsure-unsur lain untuk menimbulkan gagasan-gagsan baru. 2. Pendekatan Morfologis Pada tehnik pendekatan atau analisis morfologis kita berusaha memecahkan suatu masalah atau memperoleh ide-ide baru dengan cara mengkaji dengan cermat bentuk struktur masalah.dengan meninjau daftar pertanyaan yang membantu melihat hubungan-hubungan baru. Maksud dari “memaksakan hubungan” ialah agar kita dapat melepskan diri dari hubungan-hubungan yang lazim atau yang sudah mejadi tradisi (kebiasan) untuk menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru. 5. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 23 . f.

dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan.1. Pemecahan masalah secara kreatif parners. Daftar kompetensi standar (standar competency) sebagai konsensus nasional. yakni program semester. untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan materi pembelajaran. 1999 : 109). efetivitas dan hak-hak peserta didik. Langkah-Langkah Penerapan KBK Secara garis besarnya penerapan KBK mencakup tiga kegiatan pokok. yaitu pengembangan program. Program ini perlu dipersiapkan oleh guru sebelum tahun ajaran karena merupakan pedoman bagi pengembangan program. Dengan meninjau setiap kemungkinan kombinasi. Dari setiapkomponen kita tetapkan sifatnya 3. 4. pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan antara lain : 1. g. 1. Tahap mengumpulkan fakta Tahap menemukan masalah Tahap menemukan gagasan Tahan mnemukan jawaban Tahap menemukan penerimaan 4. Skope dan sekvensi setiap kompetensi. Pengembangan Program Pengembangan program KBK mencakup : a. program mingguan. 5. yang dikembangkan dalam buku Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) setiap mata pelajaran yang akan dikembangkan. 24 . 3. Noller dan Biondi (1971) dalam Munandar (1999:110-111) menajukan suatu model pemecahan masalah secara kreatif (PMK) meliputi: 1. penyusunan kalender pendidikan selama satu tahun pelajaran mengacu pada efisiensi. Program Tahunan Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas. 2. 3. 2. dari sifat-sifat setiap komponen kita mendapatkan gagasan baru dan kombinasi baru (Munandar. Penyusunan kalender. Kita mulai dengan menentukan komponen-komponen dasar dari masalah atau situasi 2. yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Program berikutnya.

Pada umumnya modul berisikan tentang lembar kegiatan peserta didik. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan. Program Modul (Pokok Bahasan) Program ini merupakan penjabaran dari program semester. pokok bahasan yang hendak disampaikan. hasil tes. dan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar diatas rata-rata kelas bisa diberikan pengayaan sedangkan bagi yang lembat dilakukan pengulangan. sosial. Pada umumnya program semester ini berisikan tentang bulan. bagi setiap peserta didik. d. 2. lembar jawaban dan kunci jawaban. Berdasarkan hasil analisis terhadap kegiatan belajar dan terhadap tugas-tugas modul. Hasil analisis dipadukan dengan catatan-catatan yang ada pada program harian dan mingguan. Pelaksanaan Pembelajaran 25 . Program Pengayaan dan Remidial Program ini merupakan penjabaran dari program mingguan dan harian. belajar dan karier. c. waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan. f. lembar kerja. sehingga dapat diketahui peserta didik yang mendapat kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan. kunci lembar kerja. Program ini juga mengidentifikasi modul yang diulang. Melalui program ini juga diidentifikasi kemajuan belajar setiap peserta didik. Program Bimbingan dan Konseling Pendidikan Sekolah berkewajiban memberikan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi. Program Mingguan dan Harian Melalui tahap ini dapat diketahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang. untuk digunakan sebagai bahan tindak lanjut proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. dan ulangan dapat diperoleh tingkat kemampuan belajar setiap peserta didik.b. peserta didik yang wajib dan yang mengikuti program pengayaan. e. Program Semester Program semester berisikan Garis-Garis Besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut.

maupun sosial dalam proses pembelajaran. mental. Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah memiliki peserta didik mengenai bahan ajar yang akan dijadikan topik dalam proses pembelajaran. proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan prilaku yang positif dan menghasilkan output yang banyak dan bermutu tinggi.Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta dengan lingkungannya. Dalam pembelajaran. Sedangkan dari segi hasil. sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas apabila seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar (75%) peserta didik terlibat secara aktif. yaitu pre tes. karena dengan pre tes maka pikiran akan terfokus pada soal-soal yang harus mereka jawab. 3. dan rasa pada diri sendiri. Proses Proses disini dimaksudkan sebagai kegiatan inti dari pelaksanaan pembelajaran yakni bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan melalui modul. Kegunaannya. tujuantujuan mana yang telah dikuasai peserta didik. Post tes Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post tes. Dari segi proses. proses dan post tes. 4. semangat belajar yang besar. terutama dalam melihat keberhasilan pembelajaran. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari segi proses dan dari segi hasil. dan tujuan-tujuan mana yang mendapat penekanan dan perhatian khusus. b. Fungsi pre tes antara lain : 1. Fungsi post tes antara lain : 1. tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku peserta didik. 26 . Untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar. Untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. Pre tes (tes awal) Pada umumnya pelaksanaan proses pembelajaran dimulai dengan pre tes ini memiliki banyak kegunaan dalam menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. a. c. baik fisik. Umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal. 2. disamping menunjukkan kegairahan belajar yang tinggi. Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan baik secara individual maupun kelompok.

dan hasil untuk mencapai suatu keunggulan yang memuaskan. Untuk dapat memperoleh data dan informasi tentang pencapaian benchmarking tertentu dapat diadakan penilaian secara nasional yang dilaksanakan pada akhir satuan pendidikan. Efektivitas Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Keberhasilan kurikulum berbasis kompetensi yang dalam pengembangannya memberikan kewenangan sangat besar kepada sekolah melalui pengambilan keputusan partisipatif. e. Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar dalam penerapan KBK dilakukan dengan : a. dan hasil belajar yang dicantumkan dalam surat tanda tamat belajar.2. d. Untuk keperluan sertifikasi. Tidak semata-mata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir jenjang kelas. sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Tes Kemampuan Dasar Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca. guru. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselengarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu. Untuk mengetahui kompetensi dan tujuan. Penilaian Kelas Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian. b. 3. menulis dan berhitung yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran. 3. Sebagai komponen acuan untuk melakukan perbaikan. Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar. 5. Penilaian Program Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan secara kontinu dan berkesinambungan. ulangan umum dan ujian akhir. karyawan. 4. kinerja. dan masyarakat yang terlibat secra langsung dalam pengelolaan sekolah. Keberhasilan tersebut antara lain dilihat dari indikator-indikator berikut : 27 . c. Benchmarking Merupakan suatu standar untuk kinerja yang sedang berjalan. Tujuan-tujuan yang dapat dikuasai oleh peserta didik. proses. orang tua siswa. serta kompetensi dan tujuan-tujuan yang belum dikuasainya. siswa.

Terciptanya iklim sekolah yang aman. Adanya peningkatan tanggung jawab sekolah kepada pemerintah. Adanya peningkatan mutu pendidikan. personalia yaqng terlibat. Adanya proses evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan. besar anggaran.2006:181182) Keberhasilan KBK seperti yang dikemukakan diatas Sangat ditentukan oleh kepala sekolah dan guru. Secara garis besar tapan penerapan kurikulum meliputi:Tahap perencanaan. transparan dan demokratis.1. pelaksanaan dan evaluasi. nyaman dan tertib 9. orang tua peserta didik.Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu factor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi. Timbulnya kemandirian ketergantungan dikalangan warga sekolah. yang dapat dicapai oleh sekolah melalui kemandirian dan inisiatif kepala sekolah dan guru dalam mengelola dan mendayagunakan sumber-sumber yang tersedia. 1. belajar menjadi diri sendiri (learning to be) dan belajar hidup bersama (learning to live together) 8. sarana dan prasarana pencapaian yang akan digunakan. dengan mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai beserta situasi. Adanya kompetensi yang sehat antara sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan melalu upaya-upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik. baik dalam intra maupun ekstrakurikuler. 6. menggerakkan dan menselaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. bersifat proaktif serta memiliki jiwa kewirausahaan tinggi (ulet. 5. misi. 3. yang lebih menekankan pada belajar mengetahui (learning to know).Kepala sekolah mengkoordinasikan. Adanya peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber pendidikan melalui pembagian tanggung jawab yang jelas. waktu yang dibutuhkan. Tahap ini bertujuan untuk menguraikan visi dan misi yang ingin dicapai. Adanya peningkatan perhatian serta partisipasi warga dan masyarakat sekitar sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.(Mulyasa. 4. masyarakat dan pemerintah daerah setempat. 2. dan masyarakat pada umumnya berkaitan dengan mutu sekolah. belajar berkarya (learning to do). dan sistem evaluasi. 28 . tujuan dan sasaran-sasaran sekolah melalui program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. usaha ini mempertimbangkan metode atau teknik. kondisi serta faktor internal dan eksternal. Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif.Tahap perencanaan. inovatif dan berani mengambil resiko) 7.

Pertama melihat proses pelaksanaan yang sedang berjalan sebagai fungsi kontrol. personalia waktu. Kedua melihat hasil akhir yang dicapai.menurut departemen/devisi/seksi masingmasing ataugabungan.Tahap Evaluasi Implementasi Tahap ini bertujuan untuk melihat dua hal.1996 dalam Hamalik). terdapat tahapan proses-proses pembuatan keputusan meliputi: • • • • Identifikasi masalah yang dihadapi Pengembangan setiap alternatif metode. waktu yang dibutuhkan.Setiap alternatif dipertimbangkan kekuatannya.Dalam setiap penetapan berbagai elemen yang akan digunakan dalam proses penerapan kurikulum.Pada proses pengembangan rencana blue print tersebut dipertimbangkan metode dan sarana yang digunakan.sSecara umum. anggaran dan Proses evaluasi atau pemilihan alternatif tersebut dilakukan melalui teknik SWOT (Strength. evaluasi.dan thereat).apakah pelaksanaan evaluasi telah sesuai dengan rencana.Jenis kegiatan dapat bervariasi.Tahap pelaksanaan Implementasi Tahap ini bertujuan untuk melaksanakan blue print yang telah disusun dalam fase perencanaan.bergantung pada perencanaan sebelumnya. 29 . kualitas dan kuantitas personal yang trlibat. dengan menggunakan sejumlah teknik dan sumber daya yang ada dan telah ditentukan pada tahap perencanaan sebelumnya. weaknees. hasilnya akan meningkatkan pemamfaatan dan penerapan kurikulum.Hasil dari pekerjaan ini adalah tercapainya tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan. dan sebagai fungsi perbaikan jika selama proses terdapat kekurangan. Pelaksanaan dilakukan oleh suatu tim terpadu.Hasil nyata dari tahap ini adalah blue print (cetak biru) yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan. serta disesuaiakan dengan peluang yang ada dan hambatannya yang dihadapi.sesuai dengan kondisi yang ada. Evaluasi setiap alternatif tersebut Penentuan alternatif yang baik (Parter. serta besarnya anggaran yang diperlukan. 2. 3. oppurtunity.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->