Judul

PEMANTULAN CAHAYA

Mata Pelajaran : Fisika Kelas : I (Satu) Nomor Modul : Fis.X.09

Penulis: Drs. Setia Gunawan Penyunting Materi: Drs. I Made Astra, M.Si. Penyunting Media: Harjito, S.Ip., M.Si.

DAFTAR ISI
IDENTITAS DAFTAR ISI PENDAHULUAN Kegiatan Belajar 1: HUKUM PEMANTULAN CAHAYA ................................. 5 Tujuan Pembelajaran Khusus .......................................... 5 Uraian Materi .................................................................. 5 TUGAS KEGIATAN 1....................................................... 12 Kegiatan Belajar 2: CERMIN DATAR ............................................................. Tujuan Pembelajaran Khusus .......................................... Uraian Materi .................................................................. TUGAS KEGIATAN 2....................................................... Kegiatan Belajar 3: CERMIN LENGKUNG ..................................................... Tujuan Pembelajaran Khusus .......................................... Uraian Materi .................................................................. TUGAS KEGIATAN 3....................................................... 13 13 13 24 25 25 25 44

PENUTUP ........................................................................................................ 45 KUNCI KEGIATAN.......................................................................................... 47 DAFTAR ISTILAH............................................................................................ 49 DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 50

PENDAHULUAN
Salam jumpa! Benda apa yang Anda butuhkan sebelum keluar rumah? Payung hanya dibutuhkan bila hujan atau hari sangat terik, sepatu boleh digantikan oleh sandal, jam tangan boleh dipakai boleh pula tidak, tetapi cermin? Anda tentu tidak mau keluar rumah bila penampilan Anda kurang rapih. Apa lagi bila Anda perempuan, penampilan nomor satu bukan? Nah, pada modul ini Anda akan mempelajari cermin, tetapi tidak dalam fungsinya untuk membantu Anda bersolek. Kita akan pelajari cermin sebagai suatu ìpenemuan ilmiah yang digunakan untuk memudahkan berbagai pekerjaan manusia. Dengan kata lain kita akan mempelajari cermin dalam hubungannya dengan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda dapat menjelaskan bagaimana jalannya sinar-sinar sehingga terbentuk bayangan benda pada cermin, mengenali berbagai jenis dan sifat-sifat cermin dan hukum yang mengatur pembentukan bayangan oleh cermin, membedakan antara bayangan nyata dan bayangan maya yang dibentuk oleh cermin bagaimana mengatur besar bayangan yang dibentuk oleh sebuah cermin. Menarik, bukan? Manfaat cermin sangat besar dan meliputi berbagai bidang. Dalam kehidupan seharihari seorang pengendara mobil atau sepeda motor menjaminkan sebagian dari keselamatannya pada apa yang dilihatnya melalui kaca spion, para astronom dalam mengamati benda-benda langit menggunakan teropong pantul yang di dalamnya terdapat cermin parabola dengan ukuran yang sangat besar. Anda dapat menyebutkan manfaat-manfaat lain dari cermin berdasarkan pengalaman Anda sendiri. Nah, modul ini mencoba menjelaskan dasar-dasar teori tentang cermin sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal di atas. Modul ini merupakan modul pertama dari serangkaian modul yang membicarakan masalah yang dalam fisika disebut optika geometri. Di dalam optika geometri dipelajari sifat-sifat cahaya dengan menggunakan alat-alat yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan dengan panjang gelombang cahaya. Dua hal yang terpenting pada optika geometri dan perlu Anda kuasai dengan baik adalah cermin dan lensa. Sebab dua hal inilah yang mendasari pembuatan alat-alat optik seperti kacamata, lup, mikroskop dan teropong sebagaimana akan Anda pelajari pada modul-modul selanjutnya. Jadi, modul ini merupakan bekal Anda untuk belajar optika geometri lebih jauh di samping memberi penjelasan kepada Anda tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa.

Modul ini terdiri dari tiga kegiatan. Kegiatan pertama membicarakan tentang perambatan dan pemantulan cahaya serta kaitannya dengan kemampuan melihat pada manusia. Kegiatan kedua membicarakan cermin datar sedangkan pada kegiatan ketiga membicarakan cermin lengkung yang terdiri dari cermin cekung dan cermin cembung. Pelajari modul ini sebaik-baiknya. Pada sekolah reguler bahan yang ada pada modul ini biasanya dipelajari dalam waktu 20 jam pelajaran. Anda boleh berpatokan dari sini. Sediakanlah busur derajat, penggaris cm, pensil dan kertas putih juga kalkulator saat Anda mempelajari modul ini. Lebih penting dari semua itu adalah sediakan diri Anda untuk sungguh-sungguh mengikuti uraian dan melaksanakan semua arahan, serta mengerjakan latihan dan tugas yang ada pada modul ini. Sama dengan modul-modul fisika sebelumnya, pelajari terlebih dahulu kegiatan belajar pertama modul ini, perhatikan tujuan pembelajarannya lalu baca uraian kegiatan, perlahan-lahan dan hati-hati. Gunakan kalkulator untuk memeriksa kebenaran hitungan pada contoh-contoh soal yang disajikan. Jangan melompat mempelajari kegiatan kedua sebelum kegiatan pertama selesai Anda pelajari. Hal tersebut akan membuat Anda menemui kesulitan dan frustasi. Jangan pula seperti membaca komik, sesekali Anda perlu berhenti sejenak merenungkan apa yang baru saja Anda baca, apakah Anda sudah merasa paham atau belum. Bila belum, cobalah kembali ke belakang dan baca lagi bagian yang belum Anda pahami. Setelah paham, baru Anda lanjutkan ke depan. Kemudian kerjakan tugas pada setiap akhir kegiatan, usahakan dengan tidak melihat uraian modul atau buku fisika lainnya. Anda boleh menggunakan kalkulator untuk membantu Anda menghitung. Cocokkan jawaban Anda dengan kunci tugas. Jangan kecewa bila hasilnya mengecewakan, Anda harus mengulang mempelajari uraian kegiatan. Anda juga tidak boleh terlalu bangga bila berhasil mengerjakan minimal 75% tugas itu dengan baik sebab ujung keberhasilan Anda mempelajari modul ini adalah bila Anda dapat menempuh Tes Akhir modul dengan baik. Selamat Belajar!

Kegiatan Belajar 1

HUKUM PEMANTULAN CAHAYA
Pada akhir kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. menyebutkan sifat cahaya yang memungkinkan manusia normal dapat melihat benda-benda; 2. mendefinisikan pemantulan baur dengan benar; mendefinisikan pemantulan teratur dengan benar; menyebutkan akibat pemantulan baur bagi penglihatan; menyebutkan akibat pemantulan teratur bagi penglihatan; menyebutkan Hukum Pemantulan dengan benar; dan menentukan besar sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan sinar pantul bila sudut datang sinar pada permukaan cermin diketahui.

3. 4. 5. 6. 7.

Pernahkah Anda bertanya, mengapa kita dapat melihat benda-benda? Ya, jawabnya karena ada cahaya dari benda ke mata kita, entah cahaya itu memang berasal dari benda tersebut, entah karena benda itu memantulkan cahaya yang datang kepadanya lalu mengenai mata kita. Jadi, gejala melihat erat kaitannya dengan keberadaan cahaya atau sinar.
sumber cahaya

Gambar 1 . Cahaya dipantulkan oleh benda ke segala arah. Kita dapat melihat seekor kucing karena sebagian cahaya yang dipantulkan oleh kucing mengenai mata.

Ada pendapat yang mengatakan, terdapat perbedaan antara cahaya dan sinar. Cahaya berkaitan dengan gejala melihat (cahaya tampak), sedangkan istilah sinar meliputi cahaya tampak dan cahaya tak tampak seperti sinar X dan sinar gamma. Dalam uraian ini, keduanya dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama, yaitu meliputi cahaya tampak dan cahaya tak tampak. 5

Sebaiknya pendapat yang didukung oleh hasil-hasil eksperimen dan meramalkan gejala-gejala alam. Gejala alam yang khas merupakan sifat dasar gelombang bukan partikel.Apakah cahaya itu? Cahaya menurut Newton (1642 . Dua pendapat di atas sepertinya saling bertentangan. 6 . Zat ini sangat ringan.1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Selanjutnya Maxwell (1831 . Walaupun keberadaan eter belum dapat dipastikan di dekade awal Abad 20. Pada zaman Newton dan Huygens hidup. Inilah kritik orang terhadap pendapat Hygens. Pendapat yang tidak tahan uji eksperimen akan ditolak oleh para ilmuwan sebagai suatu teori yang benar. Padahal Newton dengan teori emisi partikelnya meramalkan kebaikannya.1827) berhasil membuktikan bahwa cahaya dapat melentur (difraksi) dan berinterferensi. orang-orang beranggapan bahwa gelombang yang merambat pasti membutuhkan medium. Inilah kritik orang terhadap pendapat Huygens. Padahal ruang antara bintang-bintang dan planet-planet merupakan ruang hampa (vakum) sehingga menimbulkan pertanyaan apakah yang menjadi medium rambat cahaya matahari yang sampai ke bumi jika cahaya merupakan gelombang seperti dikatakan Huygens. Sebab tak mungkin cahaya bersifat partikel sekaligus sebagai partikel. Gelombang elektromagnetik marambat dengan kecepatan 300.000 km/s. Kritik ini dijawab oleh Huygens.1894) berhasil membuktikannya secara eksperimental yang disusul dengan penemuan-penemuan berbagai gelombang yang tergolong gelombang elektromagnetik seperti sinar x. eter membuat cahaya yang berasal dari bintang-bintang sampai ke bumi.1868) menyimpulkan bahwa cepat rambat cahaya dalam air lebih rendah dibandingkan kecepatannya di udara. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja. Sementara menurut Huygens ( 1629 . Sesuatu yang berbeda dibandingkan gelombang bunyi yang tergolong gelombang mekanik. Kebenaran pendapat Maxwell ini tak terbantahkan ketika Hertz (1857 . Pasti salah satunya benar atau keduaduanya salah. yang pasti masing-masing pendapat di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Kritik ini dijawab oleh Huygens dengan memperkenalkan zat hipotetik (dugaan) bernama eter. Gelombang elektromagnetik dapat merambat dengan atau tanpa medium dan kecepatan rambatnyapun amat tinggi bila dibandingkan gelombang bunyi. sinar gamma.1829) dan Agustin Fresnell (1788 . tembus pandang dan memenuhi seluruh alam semesta. berbagai eksperimen yang dilakukan oleh para ilmuwan seperti Thomas Young (1773 . gelombang mikro RADAR dan sebagainya.1695). Percobaan yang dilakukan oleh Jeans Leon Foucault (1819 . Dalam dunia ilmu pengetahuan kebenaran suatu pendapat akan sangat ditentukan oleh uji eksperimen.1874) mengemukakan pendapatnya bahwa cahaya dibangkitkan oleh gejala kelistrikan dan kemagnetan sehingga tergolong gelombang elektromagnetik. cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi.

Benda-benda yang sangat panas seperti matahari dan filamen lampu listrik memancarkan cahaya mereka sendiri. Begitu juga cahaya lilin atau cahaya pada layar televisi yang dibangkitkan oleh tumbukan antara elektron berkecepatan tinggi dengan zat yang dapat berfluoresensi (berpendar) yang terdapat pada layar televisi. Dua fisikawan pemenang hadiah Nobel Max Planck (1858 . Einstein berhasil menjelaskan peristiwa yang dikenal dengan nama efek foto listrik. Berdasarkan hasil penelitiannya tentang sifat-sifat termodinamika radiasi benda hitam. Gagasan Planck ini kemudian berkembang menjadi teori baru dalam fisika yang disebut teori Kuantum.Dewasa ini pandangan bahwa cahaya merupakan gelombang elektromagnetik umum diterima kalangan ilmuwan. Hal ini disebut dualisme cahaya. 7 . Di sisi lain pendapat Newton tentang cahaya sebagai partikel tiba-tiba menjadi populer kembali setelah lebih dari 300 tahun tenggelam di bawah populeritas pendapat Huygens. Dari sini kita kemudian mengenal kata optik yang berkaitan dengan kacamata sebagai alat bantu penglihatan. yakni pemancaran elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya. Pada optika geometri seperti telah dikatakan pada pendahuluan modul ini dipelajari sifat-sifat cahaya dengan menggunakan alat-alat yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan dengan panjang gelombang cahaya. Ciri utama dari gelombang adalah bahwa ia tak pernah diam. bagaimana pengukurannya dan bagaimana sifat-sifat cahaya dikenal dengan nama Optika. Planck menyimpulkan bahwa cahaya dipancarkan dalam bentuk paket-paket kecil yang disebut kuanta. tepatnya gelombang elektromagnetik. Optika Geometrik Cabang fisika yang mempelajari cahaya yang meliputi bagaimana terjadinya cahaya. Jadi dalam kondisi tertentu cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Berkas Cahaya Di kelas satu telah dijelaskan bahwa cahaya adalah gelombang. Optika dibedakan atas optika geometri dan optika fisik. bagaiamana perambatannya. Mereka merupakan sumber cahaya. Dengan teori ini. Sedangkan pada optika fisik cahaya dipelajari dengan menggunakan alat-alat yang ukurannya relatif sama atau lebih kecil dibanding panjang gelombang cahaya sendiri.1947) dan Albert einstein mengemukakan teori mereka tentang foton. sebaliknya cahaya selalu bergerak. Modul ini hanya membahas optika geometri sebab optika fisik baru akan dipelajari di kelas tiga jurusan IPA. walaupun hasil eksperimen Michelson dan Morley di tahun 1905 gagal membuktikan keberadaan eter seperti disangkakan keberadaannya oleh Huygens dan juga Maxwell. Apa yang diceritakan di atas akan Anda pelajari lebih jauh dalam modul-modul pelajaran fisika selanjutnya khususnya bila Anda mengambil Jurusan IPA.

Oleh karenanya cahaya yang merambat digambarkan sebagai garis lurus berarah yang disebut sinar cahaya. sedangkan berkas cahaya terdiri dari beberapa garis berarah seperti pada Gambar 3. Benda-benda di dalam sebuah ruangan. divergen (menyebar) atau konvergen (mengumpul).Benda seperti bulan bukanlah sumber cahaya. Jadi selain dipancarkan cahaya dapat dipantulkan. sumber cahaya sinar cahaya berkas cahaya divergen (memancar) berkas cahaya paralel/ sejajar berkas cahaya konvergen (mengumpul) Gambar 3. Cahaya merambat dalam garis lurus yang disebut sinar cahaya sedangkan berkas cahaya digambarkan dengan beberapa garis berarah 8 . Manakah benda yang merupakan sumber cahaya dan manakah benda yang merupakan pemantul cahaya? Cahaya merambat lurus seperti yang dapat kita lihat pada cahaya yang keluar dari sebuah lampu teater di ruangan yang gelap atau Laser yang melintasi asap atau debu. Gambar 2. ia hanya memantulkan cahaya yang diterimanya dari matahari. Berkas cahaya bisa paralel.

Sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan cermin dipantulkan sebagai sinar-sinar sejajar pula. namun sinar-sinar pantulnya tidak. maka sinar-sinar sejajar yang datang pada permukaan tersebut dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar. Misalnya pada kain atau kertas yang disinari lampu sorot di dalam ruang gelap kita dapat melihat apa yang ada pada kain atau kertas tersebut dari berbagai arah. 9 .Pemantulan Biasa Pada permukaan benda yang rata seperti cermin datar. bidang pantul Gambar 5. Pemantulan seperti ini disebut pemantulan baur. Perhatikan bahwa sinar-sinar yang datang ke permukaan kayu merupakan sinarsinar yang sejajar. Pemantulan biasa pada cermin membentuk bayangan benda Pemantulan Baur Berbeda dengan benda yang memiliki permukaan rata. Pemantulan baur pada permukaan bidang yang tidak rata Akibat pemantulan baur ini kita dapat melihat benda dari berbagai arah. cahaya dipantulkan membentuk suatu pola yang teratur. Pemantulan baur yang dilakukan oleh partikel-partikel debu di udara yang berperan dalam mengurangi kesilauan sinar matahari. Gambar 5 memperlihatkan bagaimana sinar-sinar yang datang ke permukaan kayu dipantulkan ke berbagai arah sehingga kita dapat melihat kayu ini pada posisi A. pada saat cahaya mengenai suatu permukaan yang tidak rata. B dan C. Akibatnya cermin dapat membentuk bayangan benda. Sinar datang Sinar pantul bidang pantul Gambar 4. Pemantulan semacam ini disebut pemantulan teratur atau pemantulan biasa.

a). sedangkan sudut pantul (r) adalah sudut yang dibentuk oleh garis normal (1) dan sinar pantul (3). Namun saat jalanan basah karena hujan. Garis yang tegak lurus bidang pantul disebut garis normal. (2) (1) (3) i r bidang pantul Gambar 7. Pada saat jalanan kering di malam yang gelap sinar lampu mobil akan dipantulkan ke segala arah oleh permukaan jalanan yang tidak rata ke segala arah termasuk ke mata pengemudi sehingga jalanan terlihat terang (Gambar 6. Hukum Pemantulan Cahaya Pada saat sinar mendatangi permukaan cermin datar.b. Pengukuran sudut datang dan sudut pantul dimulai dari garis ini. cahaya akan dipantulkan seperti pada Gambar 7.(a) Sinar pantul Sinar lampu mobil (b) Gambar 6. yakni ke arah depan jalanan sehingga pengemudi mengalami kesulitan karena tidak dapat melihat jalanan di depannya dengan baik seperti diperlihatkan Gambar 6.Pemantulan cahaya lampu mobil di malam hari (a) jalanan kering dan kasar (b) jalanan basah karena hujan. 10 . Sudut datang (i) adalah sudut yang dibentuk oleh garis normal (1) dan sinar datang (2). Pemantulan baur juga sangat membantu pengemudi mobil saat malam hari yang gelap. Pemantulan cahaya: Sudut datang sama dengan sudut pantul. permukaan jalanan menjadi rata sehingga sinar lampu mobil hanya dipantulkan ke arah tentu saja.

sedangkan sudut pantul dibentuk oleh garis normal (1) dan sinar pantul (3) dan besarnya sama dengan sudut datang. Jadi sudut datang adalah c. Contoh lain dan uraian lebih mendalam tentang pemantulan cahaya ini akan dibahas pada kegiatan selanjutnya. 11 . dan 2. Sudut datang adalah sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal. besar sudut datang (i) sama dengan besar sudut pantul (r). ada dua jenis pantulan cahaya yaitu pemantulan baur dan pemantulan biasa. Pemantulan baur dihasilkan oleh permukaan pantul yang tidak rata (kasar).Berdasarkan pengamatan dan pengukuran didapatkan bahwa: 1. sinar datang. sinar pantul dan garis normal terletak pada bidang yang sama. uraian di atas dirasa cukup memadai. Pada gambar di bawah sudut manakah yang merupakan sudut datang datar dan yang manakah sudut pantul? (2) garis normal (1) (3) b a c d bidang pantul Penyelesaian: Garis (2) pada gambar di atas melukiskan sinar datang ke permukaan cermin sedangkan garis (1) adalah garis normal. Dua pernyataan di atas dikenal sebagai hukum pemantulan cahaya. Pada gambar sudut pantul adalah b. Sekadar untuk mendapat gambaran awal tentang peristiwa pemantulan cahaya. Kedua. Hal yang perlu Anda pahami adalah pertama ialah bahwa proses melihat pada manusia erat kaitannya dengan gejala pemantulan cahaya. garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang yang sama serta sudut datang sama dengan sudut pantul. sinar datang. Pemantulan teratur pada permukaan yang rata seperti pada cermin. sementara pemantulan biasa menyebabkan terbentuknya bayangan benda yang hanya dapat dilihat pada arah tertentu saja. Ketiga. pada peristiwa pemantulan biasa. Contoh: 1. pemantulan baur memungkinkan kita melihat benda yang disinari dari berbagai arah.

Apakah yang disebut pemantulan baur? 3. Sinar mendatangi permukaan sebuah cermin dengan sudut datang 30°.TUGAS 1 Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan baik. Anda dapat melanjutkan belajar Anda ke kegiatan 2 bila Anda dapat menjawab seluruh pertanyaan berikut ini dengan benar. 1. Seperti pada modul-modul sebelumnya. pelajari kembali uraian di atas apabila Anda menemui kesulitan menyelesaikan tugas ini. Berapakah besar sudut yang dibentuk oleh sinar yang datang dan sinar pantul? 12 . Apakah yang disebut pemantulan teratur? 4. Sebutkanlah dua pernyataan yang merupakan hukum pemantulan cahaya! 7. Apakah akibat pemantulan baur bagi penglihatan manusia? 5. Sebutkan sifat cahaya yang memungkinkan manusia dapat melihat! 2. Apakah akibat pemantulan teratur bagi penglihatan manusia? 6.

Tentu saja ini tidak benar. menyebutkan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar dengan benar. hanya dua sinar yang diperlihatkan pada gambar tersebut.Kegiatan Belajar 2 CERMIN DATAR Pada akhir kegiatan ini diharapkan Anda dapat: 1. bukan lampu listrik yang sebenarnya. Sinar-sinar yang bagi mata berasal dari X sebenarnya merupakan sinar-sinar yang dipancarkan oleh lampu listrik ke permukaan cermin datar di depannya. menentukan tinggi bayangan sebagian tubuh yang terbentuk pada cermin datar bila diketahui data minimal yang dibutuhkan . cermin datar lampu listrik bayangan X 3. 13 . dan menentukan jumlah bayangan dari suatu benda yang dapat dibentuk oleh dua cermin datar yang digabung berhadapan bila sudut antara dua cermin itu diketahui. 4. 6. Pembentukan bayangan pada cermin datar. Pada gambar di atas mata melihat lampu listrik berada di X. sebab sinar-sinar yang datang ke mata berasal dari X. Oleh cermin datar sinar-sinar ini dipantulkan ke mata sehingga terkesan bagi mata seolah-olah sinar-sinar tersebut datang dari X. Pada Gambar 8 diperlihatkan bagaimana bayangan sebuah lampu listrik terbentuk pada sebuah cermin datar. Untuk memudahkan pembahasan. mata Gambar 8. menentukan besar perputaran sudut pantul bila cermin datar diputar dengan sudut tertentu. Jadi yang dilihat oleh mata adalah bayangan lampu listrik di X. 2. melukis pembentukan bayangan pada cermin datar dengan benar. Cermin datar adalah cermin yang bentuk permukaannya datar. 5. menentukan tinggi cermin datar minimal agar seseorang yang tingginya tertentu dapat melihat keseluruhan bayangannya pada cermin itu. Bayangan seperti ini disebut bayangan maya.

mata D normal Cermin datar r i C B O O’ Gambar 9. Bila Anda ukur akan Anda dapatkan bahwa jarak BO = BO’. maka Anda dapatkan sudut BOC = sudut BO’C. Gunakan saja hukum pemantulan cahaya yang telah Anda pelajari pada Kegiatan 1. Misalkan sinar datang dari O ke C. Selanjutnya buatlah sudut pantul (r) yaitu sudut antara garis normal dan sinar pantul CD yang besarnya sama dengan sudut datang. Misalkan saja Anda hendak menentukan bayangan benda O sebagaimana terlihat pada Gambar 8 di bawah. lalu dari titik C ditarik garis normal tegak lurus permukaan cermin. Mudah.Bayangan maya dapat dilihat oleh mata. Anda akan mempelajari jenis bayangan ini pada kegiatan 3. Kebalikan dari bayangan maya adalah bayangan nyata atau bayangan sejati. Dalam hal ini BO = jarak benda BO’ = jarak bayangan. ukurlah besar sudut datang (i) yakni sudut yang dibentuk oleh OC dan garis normal. Melukis pembentukan bayangan benda O menggunakan hukum pemantulan cahaya. Dengan bantuan geometri dapat juga Anda buktikan kebenaran ini. Melukis bayangan sebuah pensil menggunakan hukum pemantulan cahaya. Pada cermin datar selalu didapatkan bahwa jarak benda sama dengan jarak bayangan. Dengan bantuan busur derajat. Sementara itu sudut CBO = CBO’ (sama-sama tegak lurus) sehingga dapat disimpulkan bahwa segitiga CBO sama dan sebangun dengan segitiga CBO’. Posisi bayangan dapat ditentukan dengan memperpanjang sinar pantul CD dari C ke O’ yang berpotongan dengan garis OO’ melalui B. Melukis Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar Untuk melukis bayangan pada cermin datar sangat mudah. bukan? C B D B’ normal E F A’ A Gambar 10. namun tidak dapat ditangkap layar. Pada Gambar 8 sudut BOC = sudut datang (berseberangan) dan sudut BO’C = sudut pantul (sehadap). Akibatnya panjang BO = BO’. Karena sudut datang = sudut pantul. 14 .

sinar harus datang dari ujung kaki ke cermin lalu oleh cermin dipantulkan ke mata. Untuk melihat atas kepala. haruskah cermin itu mempunyai tinggi yang sama dengan anak itu? Marilah kita jawab pertanyaan ini secara geometrik. benda cermin datar benda cermin datar Anda dapat membuktikan hal ini saat Anda di depan cermin. Untuk Gambar (a) di atas Anda dapat mengerjakannya dengan cara melukis minimal tiga pasang sinar datang . sedangkan untuk gambar (b) Anda harus melukis minimal 5 pasang. bila bentuk benda seperti gambar (a) dan (b) di bawah ini.sinar pantul. Pada Gambar 10 jarak atas kepala (topi) ke mata = d. 15 . Cara melukisnya sama seperti melukis benda O pada gambar 9. Benda dan bayangan hanya berbeda dalam 2 arahnya. pensil.Bayangan sebuah pensil di depan cermin datar pada gambar 10 dapat ditentukan dengan menggunakan hukum pemantulan cahaya. penggaris cm. Latihannya sendiri mudah saja. Bagian kiri benda menjadi bagian kanan bayangan dan sebaliknya. Hanya saja untuk benda yang memiliki tinggi seperti pensil ini Anda harus melukis jalannya sinar datang dan sinar pantul minimal untuk dua titik yakni A dan B. Dengan pembuktian yang serupa dengan gambar 9 Anda akan dapatkan bahwa AF = A’F dan tinggi AB = A’B’. Coba Anda lukis bayangan sebuah benda yang berada di depan sebuah cermin datar. Kita ambil misal tinggi anak dari ujung kaki sampai atas kepala = h. ukuran bayangan sama dengan ukuran bendanya. Untuk benda yang bukan berupa titik atau garis. Untuk itu Anda membutuhkan busur derajat. Untuk melihat ujung kaki. Jadi pada cermin datar tidak hanya jarak benda sama dengan jarak bayangan tetapi juga bahwa tinggi benda sama dengan tinggi bayangan. maka sinar harus datang dari kepala menuju cermin lalu cermin memantulkan sinar itu ke mata. 1. penghapus dan kertas bersih untuk mengerjakan latihan tersebut. Silahkan mencoba! Berapakah tinggi minimal cermin datar agar saat bercermin seluruh bayangan tubuh kita ada di dalam cermin tersebut? Bila seorang anak yang tingginya 150 cm ingin melihat bayangannya pada cermin datar.

hanya merubah besar sudut datang (i). Mudah. ya? 16 . Kini Anda dapat menjawab pertanyaan di atas. Akan tetapi karena sudut pantul (r) selalu sama dengan sudut datang (i). maka tinggi minimal cermin adalah 75 cm.i2 d r2 cermin datar L s r1 i1 h anak bayangan Gambar 11. Menentukan tinggi minimal cermin untuk melihat tinggi seluruh bayangan benda. Mungkin Anda bertanya bagaimana dengan jarak benda ke cermin datar. maka besar sudutsudut pantul akan berubah sesuai dengan perubahan besar sudut-sudut datang sehingga tidak merubah bayangan yang terbentuk. Perubahan jarak benda dari cermin datar. berpengaruhkah hal ini dalam pembentukan bayangan? Jawabnya tidak. Dari gambar terlihat bahwa tinggi minimal cermin datar L = s + 1 d. sedangkan h = 2s + d atau s = 2 1 2 2 2 (h – d) sehingga kita dapatkan tinggi minimal cermin L = 1 (h – d) + 1 d atau: L = 1 2 h Persamaan untuk menentukan tinggi minimal L cermin datar agar dapat melihat tinggi seluruh bayangan benda (jarak mata dan ujung atas kepala diabaikan) dengan: L = tinggi minimal cermin datar (m) h = tinggi benda (m) Jadi. agar dapat melihat tinggi seluruh bayangan benda pada sebuah cermin datar maka tinggi cermin itu haruslah sama dengan setengah tinggi benda dengan posisi seperti diperlihatkan oleh gambar 11 di atas. Agar dapat melihat keseluruhan bayangan dirinya pada cermin datar.

Jadi. sebaiknya pengukuran dimulai dari mata ke bawah.Bila tinggi cermin datar kurang dari 1 2 tinggi badan anak yang hendak bercermin. Berdasarkan hukum pemantulan Tinggi DA sama dengan tinggi CD. tinggi ujung bawah cermin datar adalah BD = 80 cm. Di ukur dari ujung kaki. bagaimana bayangan anak itu? Perhatikanlah contoh soal di bawah ini! Contoh: 1. Jadi tinggi badan dari mata ke atas tak perlu dipersoalkan. Seseorang yang memiliki tinggi dari ujung kaki sampai ke matanya 150 cm berdiri di depan cermin datar yang tingginya 30 cm. Tinggi DA = BA – BD = 150 cm – 80 cm = 70 cm Jadi DA = CD = 70 cm. sedangkan tinggi ujung atasnya adalah BE = 110 cm (sebab tinggi cermin menurut data soal adalah 30 cm sama dengan tingggi DE). Mari kita hitung tinggi CF ini dengan bantuan gambar di atas. Cermin itu ditegakkan vertikal di atas meja yang tingginya 80 cm dari lantai. 17 . Tinggi orang dihitung dari ujung kaki sampai mata sama dengan tinggi BA = 150 cm. 150 cm 110 cm 80 cm cermin datar r2 E D F C 0 cm B i2 12 r1 30 cm A Ingat. ini tidak masalah sebab yang melihat bayangan adalah mata. untuk menghitung tinggi bayangan. Namun. Berapakah tinggi bayangan bagian badan orang itu yang dapat dilihatnya di cermin? Penyelesaian: Dalam soal tinggi badan yang diketahui hanya dari ujung kaki sampai mata saja. Dari gambar dapat dilihat bahwa bagian badan yang dapat dilihat melalui cermin datar sama dengan tinggi CF sebab sinar yang berasal titik-titik sepanjang CF itulah yang setelah dipantulkan oleh cermin sampai ke mata. Untuk menyelesaikan soal ini kita membutuhkan bantuan gambar seperti gambar di bawah. bayangan terbentuk bila sinar dari benda sampai ke mata setelah dipantulkan oleh cermin.

maka besar sudut α harus 90°.Dari gambar di atas juga dapat ditentukan bahwa tinggi CA = 2 CD = 2 DA = 140 cm sehingga tinggi BC dapat ditentukan. Bagaimana. besar α yaitu sudut yang dibentuk oleh cermin A dan cermin B harus berharga tertentu. yakni: Tinggi FD = BD – BF = 80 cm – 70 cm = 10 cm. Akhirnya tinggi CF pun dapat kita tentukan. yakni Tinggi CF = BD – BC – FD = 80 cm – 10 cm – 10 cm = 60 cm Jadi bagian badan yang terlihat bayangannya hanya 60 cm (pada gambar di atas. 18 . yakni: Tinggi BC = BA – CA =10 cm Selanjutnya kita dapatkan tinggi BF = BD – BC = 70 cm sehingga kita dapat tentukan tinggi FD. Pada gambar 12 sinar datang dan sinar keluar tampak sejajar. Agar sinar datang selalu sejajar dengan sinar keluar. orang tersebut hanya dapat melihat bayangan badannya kira-kira dari perut sampai lutut). sebelum kita bahas hal ini cobalah Anda perhatikan gambar 12 di bawah ini terlebih dahulu. Namun. Anda pasti bisa! Berapakah jumlah bayangan yang dibentuk oleh dua buah cermin datar yang digabung berhadapan? Dua buah cermin datar yang digabung dengan cara tertentu dapat memperbanyak jumlah bayangan sebuah benda. Untuk mendapatkan hasil seperti ini. perlahan saja. tidak sulitkah? Cobalah amati gambar dan baca uraian di atas sekali lagi. α A B θ2 i2 r 2 θ4 N N sinar datang sinar keluar i1 θ3 r 1 θ1 Gambar 12 . Jumlah bayangan yang terjadi bergantung pada besar sudut yang dibentuk oleh kedua cermin itu. Besar sudut ini dapat ditentukan dengan bantuan geometri sebagai berikut.

Contoh: 2. δ = θ1 + θ2 + θ3 + θ4 atau δ = (90° – r1) + (90° – i2) + (90° – i1) + (90° – r2) karena atau r1 = i1 dan r2 = i2. maka δ = 180° sehingga atau 180° = 360° – 2(i1 + i2) 180° = 2(i1 + i2) akhirnya (i1 + i2) = 90° Jadi. pada sistem dua cermin datar yang digabung berhadapan agar sinar datang sejajar dengan sinar keluar .Berdasarkan gambar 12 sudut yang dibentuk oleh cermin A dan cermin B. maka besar α = 90°. Bila kemudian cermin diputar sebesar α sehingga posisinya menjadi C’C’. maka α = i1 + i2 Andaikan δ pada Gambar 12 adalah sudut antara sinar datang dan sinar keluar yang besarnya. Berapakah besar sudut AOB? C α O C’ C α N B A 19 . maka δ = (90° – r1) + (90° – i2) + (90° – i1) + (90° – r2) δ = 2(90° – i1) + 2(90° – i2) = (180° – 2i1) + (180° – 2i2) = 360° – 2(i1 + i2) agar sinar yang mendatangi cermin datar (sinar datang) sejajar dengan sinar yang keluar dari cermin datar (sinar keluar)l. Pada gambar di bawah sinar AO mendatangi cermin datar CC dalam arah tegak lurus permukaan cermin itu. α = r1 + i2 karena besar r1 = i1 (ingat hukum pemantulan pada cermin datar). yaitu α = θ1 + θ2 yang besarnya sama dengan 180° – (90° .r1) – (90o – i2) sehingga dapat ditulis.

sedangkan sudut NOB adalah sudut pantulnya yang besarnya sama dengan a juga. Bayangan A’ berada di depan cermin B sehingga tercipta bayangan B’’ di belakang cermin B. bayangan benda P pada cermin A adalah A’ dan pada cermin B adalah B’. Gambar 13 memperlihatkan dua cermin datar yang digabung berhadapan membentuk sudut 90° satu dengan lainnya. Sebuah sumber cahaya P (misalnya lampu listrik) berada di antara dua cermin. Sesuai dengan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar sebagamana telah diuraikan sebelumnya. Sekarang sinar AO mendatangi cermin datar C’C’ dengan sudut datang AON yang besarnya sama dengan sudut a. Anda benar jawabnya adalah 30°! Jadi mulai sekarang ingatlah selalu bahwa sudut perputaran sinar pantul sama dengan 2 kali perputaran cermin datar. A’’ = B’’ A’ A B’ 90¡ B P Gambar 13. saatnya kita menghitung bayangan yang dapat dibentuk oleh gabungan dua cermin datar. maka sinar pantul akan berputar 2a. Dari gambar di atas juga terlihat Sudut AOB = sudut AON + sudut NOB = 2a sehingga dapat disimpulkan bahwa bila cermin diputar sebesar a.Penyelesaian: Pada awalnya sinar AO tegak lurus cermin CC sehingga garis normal bidang cermin CC berhimpit dengan sinar AO. Berapakah perputaran sinar pantul bila cermin datar yang disoroti sumber cahaya diputar 15°? Ya. Saat cermin diputar sebesar a sehingga posisi cermin berubah dari CC menjadi C’C’ garis normal juga berputar sebesar a menjadi ON yang tegak lurus cermin C’C’. Tentu saja ini hanya berlaku bila arah sinar datang tidak diubah. Dua cermin yang digabung membentuk sudut 90° menghasilkan 3 bayangan. 20 . Kini.

maka terbentuklah bayangan B2 oleh cermin B. akan menjadi lebih mudah bila terlebih dahulu dibuat sebuah lingkaran dengan pusat (poros) di titik perpotongan kedua cermin datar tersebut. maka terbentuklah bayangan A2. maka terbentuklah bayangan A3. Karena keduanya berada di belakang cermin. Bayangan yang dibentuk oleh cermin A yang pertama adalah A1. gabungan dua cermin datar seperti ini hanya menghasilkan 3 buah bayangan. A2 . Bersamaan dengan hal itu karena A2 berada di hadapan cermin B. sedangkan bayangan yang dibentuk oleh cermin B yang pertama adalah B1. Sampai di sini tidak ada lagi bayangan yang dapat dibentuk oleh kedua cermin datar A dan B sehingga dapat disimpulkan bahwa bila sudut antara kedua cermin datar 60° dihasilkan sebanyak 5 bayangan yaitu A1. maka terbentuklah bayangan B3 yang ternyata berhimpit dengan A3. B2 dan seterusnya. Untuk membedakan bayangan benda oleh cermin A diberi notasi A1. B1 . 21 . Dua cermin yang digabung berhadapan membentuk sudut 60° menghasilkan 5 bayangan benda. Karena A1 ada di depan cermin B.Hal yang sama terjadi pada B’ yang berada di depan cermin A sehingga terbentuk bayangan A’’ di belakang cermin A dan ternyata A’’ berhimpit dengan B’’. sedangkan bayangan yang dibentuk oleh cermin B diberi notasi B1. Berdasarkan hal ini. maka tidak ada lagi bayangan yang terbentuk. Selanjutnya. Jadi. B1 B P A A1 B2 60° C A1 = B2 A2 Gambar 14. maka tampak bahwa lingkaran tersebut melewati semua posisi-posisi atau titik-titik bayangan yang dibentuk oleh cermin A dan B seperti tampak pada Gambar 14. B2 dan A3 atau B3. Bagaimana kalau sudut antara dua cermin itu 60°? Perhatikan gambar 14. karena B2 ada di depan cermin A. Bila berpusat di C yang merupakan titik perpotongan cermin datar A dan B dibuat sebuah lingkaran dengan jari-jari CP. A2 dan seterusnya. Sebaliknya karena B1 ada dihadapan cermin A. maka melukis bayangan yang dibentuk oleh dua cermin yang digabung berhadapan dengan sudut tertentu.

Gabungkan dua cermin datar itu berhadapan membentuk sudut tertentu seperti pada contoh-contoh di atas. Letakkan sebuah benda misalnya sebatang lilin di antara dua cermin itu lalu tentukan banyaknya bayangan lilin yang terbentuk. α = 60° dan α = 45°. Ajaklah teman Anda untuk melakukan percobaan bersama Anda menggunakan dua cermin datar. n = 360 – m α 0 Persamaan jumlah bayangan gabungan dua cermin yang berhadapan dengan n = jumlah bayangan α = sudut antara dua cermin datar yang digabung berhadapan m = 1 jika 360 hasilnya bilangan genap α 0 m = 0 jika 360 hasilnya bilangan ganjil α Coba Anda terapkan persamaan ini untuk α = 90°. Ulangi beberapa kali untuk sudut yang berbeda-beda. sesuaikah dengan hasil lukisan bayangan di atas? Gabungan dua cermin datar dapat Anda jumpai misalnya di toko sepatu atau toko pakaian dan digunakan oleh para pelanggan toko tersebut saat mencoba sepatu atau pakaian yang hendak mereka beli. 1. berapakah jumlah bayangan yang dibentuk bila sudut antara dua cermin 30° .Lukis bayangan dari sebuah benda yang berada di antara cermin A dan cermin B yang digabung berhadapan satu sama lain dengan sudut 45°. didapatlah sebuah persamaan yang disebut persamaan jumlah bayangan seperti tertulis di bawah ini. 22 0 . berapaka bayangang yang dibentuk oleh gabungan dua cermin datar jika a = 120°? 2. 22. Gabungan dua cermin ini dapat juga Anda temui di salon-salon kecantikan.5° . 15° dan seterusnya? Secara empirik artinya berdasarkan hasil-hasil percobaan menggunakan dua cermin datar yang digabung berhadapan seperti dicontohkan di atas dengan berbagai variasi sudut antara dua cermin datar itu. Adakah persamaan yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah bayangan yang dibentuk oleh dua cermin datar yang digabung berhadapan? Bila sudut antara dua cermin datar 90° menghasilkan 3 bayangan dari suatu benda yang diletakkan di antara kedua cermin tersebut dan sudut 60° menghasilkan 5 bayangan.

kerjakanlah tugas di bawah ini. Gunakanlah busur derajat untuk mengukur sudut α. Sedangkan untuk jawaban Latihan nomor 2 silahkan Anda coba bersama teman Anda. Selanjutnya untuk mengakhiri kegiatan ini. Anda benar bila jawaban Anda 3. 23 .Untuk jawaban Latihan nomor 1 di atas. Anda dapat membuktikan hal ini dengan gambar. Bila Anda kesulitan mendapatkan cermin datar Anda dapat meminjamnya di Laboratorium Fisika di sekolah Induk melalui Guru Bina Anda.

TUGAS 2 Kerjakan tugas di bawah ini dengan baik. 1. Cermin tersebut terletak tegak lurus di atas meja yang tingginya 90 cm. Lukislah bayangan yang dibentuk oleh cermin datar untuk benda-benda di bawah ini! benda cermin datar (a) benda cermin datar (b) 2. Berapakah besar perputaran sudut pantul bila cermin datar diputar dengan sudut 27°? 6. Jelaskanlah sifat-sifat bayangan yang dihasilkan oleh cermin datar! 3. Berapakah jumlah bayangan dari suatu benda yang dapat dibentuk oleh dua cermin datar yang digabung berhadapan dengan sudut antara dua cermin itu (a) 24° (b) 45°? 24 . Anda boleh melanjutkan belajar Anda ke Kegiatan 3 bila Anda mampu mengerjakan minimal 5 dari 6 soal di bawah ini. Tentukanlah tinggi bagian bayangan yang dapat dilihatnya! 5. Berapakah tinggi cermin datar minimal agar seseorang yang tingginya 170 cm yang berdiri di depan cermin itu dapat melihat keseluruhan bayangannya pada cermin tersebut? 4. Seseorang yang tinggi matanya 160 cm dari lantai berdiri di depan cermin datar yang tingginya 35 cm.

menggunakan dalil Esbach untuk menentukan sifat bayangan dari suatu benda di depan cermin cekung atau cermin cembung dengan benar. Pada gambar 14 tampak sinar datang pada cermin cekung berhadapan dengan permukaan pantul yang bentuknya seperti permukaan dalam bola. Cermin lengkung permukaan bola: (a) cermin cekung dan (b) cermin cembung. sinar datang permukaan pantul sinar datang permukaan pantul (a) (b) Gambar 15. fokus utama. Beberapa istilah yang Anda harus pahami saat membicarakan cermin lengkung antara lain adalah pusat kelengkungan. Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya lengkung seperti permukaan bola. 25 . sumbu utama. menghitung salah satu besaran berkaitan dengan pembentukan bayangan sebuah benda di depan cermin lengkung bila disajikan data secukupnya. 2. dan 5. sedangkan pada cermin cembung sinar datang berhadapan dengan permukaan pantul yang merupakan permukaan luar bola. verteks. jarak benda dan jarak bayangan pada cermin cekung atau cermin cembung dengan benar. jari-jari kelengkungan.Kegiatan Belajar 3 CERMIN LENGKUNG Pada akhir kegiatan diharapkan Anda dapat: 1. jarak fokus dan bidang fokus. menghitung salah satu besaran berkaitan dengan pembentukan bayangan sebuah benda yang diletakkan di antara dua cermin cekung yang disusun berhadapan dengan sumbu utama dan pusat kelengkungan cermin berhimpit bila disajikan data secukupnya. melukis pembentukan bayangan dari suatu benda di depan cermin cekung atau cembung dengan benar. 3. 4. menyatakan hubungan antara jarak fokus. Cemin ini dibedakan atas cermin cekung (konkaf) dan cermin cembung (konveks).

verteks adalah titik tengah permukaan pantul (O). Sinar-sinar paraksial sejajar sumbu utama dipantulkan oleh cermin menuju titik api F (fokus). (Sinar-sinar parasial atau dekat sumbu utama) Segi tiga ACF pada Gambar 17 di atas sama kaki. Perhatikan gambar 16. Penamaan dan penempatan titik dan jarak pada (a) cermin cekung dan (b) cermin cembung. Perlu diingat bahwa sudut-sudut ini diukur terhadap garis normal yang pada setiap sudut datang (i) atau sudut pantul selalu menuju titik pusat kelengkungan C. dan bidang fokus adalah bidang yang melalui fokus dan tegak lurus sumbu utama. A O C F Gambar 17. sebab keduanya berseberangan dan sudut ini bersama-sama dengan sudut r merupakan sudut-sudut pada kaki segitiga ACF. jarak fokus (f) adalah jarak dari verteks ke fokus utama F. R C F f (a) O O R F f (b) C Gambar 16. Jadi sudut datang sama dengan sudut pantul i = r. sumbu utama adalah garis lurus yang menghubungkan antara pusat kelengkungan dan verteks (CO). Hubungan antara jarak fokus f dan jari-jari kelengkungan R dapat dijelaskan dengan bantuan gambar 17. Sinar-sinar sejajar sumbu utama yang menuju ke cermin tampak dipantulkan cermin melalui titik api (fokus). jari-jari kelengkungan R merupakan jari-jari bola cermin. 26 .Apa yang disebut pusat kelengkungan di sini adalah pusat kelengkungan cermin (C). Pemantulan sinar ini tetap mengikuti hukum pemantulan cahaya seperti yang sudah kita bicarakan. fokus utama (F) merupakan sebuah titik pada sumbu utama tempat berkumpulnya sinar-sinar sejajar yang mendatangi cermin cekung. baik pada cermin cekung maupun cermin cembung sinar datang ke cermin dari arah kiri. mengapa? Sudut ACF pada segitiga ACF itu besarnya sama dengan sudut datang I.

pembentukan bayangan oleh cermin cekung mematuhi hukum-hukum pemantulan cahaya. Sinar yang melewati titik pusat kelengkungan akan dipantulkan cermin cekung melewati titik tersebut. maka segitiga ACF sama kaki yang berarti sisi AF = CF. Sinar istimewa adalah sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Anda sudah mempelajari 3 sinar istimewa ini saat di SMP. Pemantulan sinar-sinar yang tidak sejajar sumbu utama cermin cekung. maka dapat dianggap AF = OF dan karenanya CF = OF. Dari sini kita dapatkan bahwa jari-jari kelengkungan (R) sama dengan dua kali jarak fokus (f) atau f= 1 2 R Hubungan antara jarak fokus (+) dan jari-jari kelengkungan cermin lengkung (R) Bagaimana jika sinar-sinar yang datang ke cermin cekung tidak sejajar sumbu utama? sumbu utama F bidang fokus utama tegak lurus sumbu utama Gambar 18. Sinar yang melalui pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat kelengkungan itu lagi. Untuk sinar-sinar yang tidak sejajar sumbu utama. maka oleh cermin sinar-sinar tersebut akan dipantulkan tidak melalui fokus utama melainkan melewati suatu titik tertentu pada bidang fokus utama seperti tampak pada gambar 18. 1. Bila sinar datang sangat dekat ke sumbu utama (sinar paraksial). Pembentukan Bayangan Oleh Cermin Cekung Seperti telah dikatakan berulang-ulang. 27 . namun sekedar mengingatkan kembali tiga sinar istimewa itu adalah. Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung biasanya digunakan tiga sinar istimewa. C F O Gambar 19.Karena sudut i = r.

Bayangan suatu benda yang diletakkan di antara pusat kelengkungan dan titik fokus cermin cekung tampak terbalik diperbesar. F 28 . Sinar yang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama. Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama. Sinar yang melalui fokus utama dipantulkan sejajar sumbu utama. Kemudian tariklah garis A’B’ sejajar dengan garis AB. Titik B’ ini merupakan bayangan kepala anak panah tadi. yakni sinar yang sejajar sumbu utama (1) dan sinar yang melalui fokus utama cermin (2). 3.Sinar yang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama. maka garis A’B’ inilah yang merupakan bayangan dari benda AB. O C F Gambar 20. Untuk dapat melukis bayangan suatu benda di depan cermin lengkung Anda cukup menggunakan dua dari tiga sinar istimewa di atas. Bayangan benda dapat ditentukan dengan cara melukis dua sinar istimewa yang melewati titik B (kepala panah). Bagaimana. Misalnya Anda hendak menentukan bayangan sebuah benda yang berada di depan cermin cekung. O C F Gambar 21.2. Posisi benda itu ada di antara pusat kelengkungan dan titik fokus cermin atau R > s > f seperti pada gambar 21. Kedua sinar istimewa ini dipantulkan oleh cermin dan kedua sinar pantul ini akan berpotongan di satu titik (B’). mudah? (2) B (1) A’ O C B’ Gambar 22.

Dilihat dari cara melukisnya. Tentang posisi benda di depan cermin cekung ini. namun dapat langsung dilihat oleh mata seperti bayangan pada cermin datar. 1. Posisi benda di sebelah kiri pusat kelengkungan cermin atau s > 2f. Untuk melukis bayangan benda. Dengan kata lain kita hanya dapat melihat bayangan sejati melalui layar seperti saat kita menonton film di bioskop. Itu sebabnya bayangan sejati disebut juga bayangan nyata. tetap digunakan dua sinar istimewa seperti pada gambar terdahulu dan bayangan yang terbentuk pun merupakan hasil perpotongan dari pantulan sinar-sinar istemewa itu. Bayangan semacam ini ini disebut bayangan sejati. Selain itu. dan diperbesar. Bayangan sejati tidak dapat dilihat langsung oleh mata kita. Bila jarak benda s > 2f sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata. Kebalikan dari bayangan nyata adalah bayangan maya. terbalik diperkecil. bayangan dari benda di depan cermin cekung pada posisi seperti Gambar 22 di atas akan memiliki sifat-sifat nyata. Jadi. masih tersisa kemungkinan-kemungkinan lain selain yang sudah diperlihatkan oleh Gambar 22. terbalik. B (1) (2) A’ O F B’ A C Gambar 23. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah. bila Anda perhatikan lebih jauh tampak bahwa bayangan benda AB dilewati oleh sinar-sinar pantul. apakah ukuran bayangan selalu lebih besar dari ukuran bendanya? Apakah bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung selalu terbalik dan nyata? Sifat-sifat bayangan dari suatu benda di depan cermin cekung bergantung posisinya dari cermin. Bayangan benda yang terbentuk tampak diperkecil. 29 . bayangan maya dibentuk oleh perpanjangan sinar-sinar pantul seperti Anda lihat pada uraian selanjutnya.Bila Anda perhatikan bayangan A’B’ dan benda AB lalu Anda bandingkan ukuran keduanya. tetapi dapat ditangkap oleh layar. tampak ukuran bayangan lebih besar dari bendanya dan juga bayangan terlihat terbalik. terbalik dan nyata. Mari kita cermati mereka satu-persatu. Bayangan maya tidak dapat ditangkap layar.

terbalik dan nyata. (2) (1) B A A’ C F O B’ Gambar 25. O C F Gambar 24. (1) (2) A C B’ F B i r O Gambar 26.2. Posisi benda tepat di pusat kelengkungan cermin atau s = R. Bayangan suatu benda yang diletakkan di fokus utama cermin cekung ada di jauh tak terhingga. Bayangan dari suatu benda yang berada tepat di pusat kelengkungan cermin cekung tepat berada di pusat kelengkungan cermin cekung itu. Bayangan dari benda yang jauh tak terhingga dari cermin berupa titik di fokus utama. terbalik dan nyata. Posisi benda tepat di titik F atau s = f. 4. Posisi benda tak terhingga atau s = ~. 30 . Sinar-sinar yang berasal dari benda yang jauhnya tak terhingga datang ke cermin berupa sinar-sinar sejajar dan oleh cermin sinar-sinar ini akan dikumpulkan di fokus utama sehingga bayangan benda yang terbentuk hanya berupa titik di fokus utama. 3. Sifat-sifat bayangan adalah sama besar. Dengan cara yang sama kita dapatkan sifat bayangan dari benda yang sama besar.

Jadi dapat juga disimpulkan bahwa bila bayangan dari suatu benda nyata di depan cermin cekung terbentuk di depan cermin tersebut. Menentukan Sifat Bayangan Dengan Metode Penomoran Ruang (Dalil Esbach) Untuk memudahkan kita mengingat letak dan sifat-sifat bayangan suatu benda yang diletakkan di depan cermin cekung. Penomoran ruang-ruang pada cermin cekung. Bayangan benda yang diletakkan di antara O dan F atau s < f akan diperbesar.Sinar-sinar yang datang dari benda yang diletakkan tepat di fokus utama dipantulkan oleh cermin cekung sejajar sumbu utama sehingga tidak terbentuk bayangan sering juga dikatakan bahwa bayangan benda ada di jauh tak terhingga. sepanjang FC = ruang 2. depan cermin C 1 2 belakang cermin O 3 4 F Gambar 28. maka bayangan benda itu merupakan bayangan nyata. sebaliknya bila bayangan terletak di belakang cermin bayangannya adalah bayangan maya. Posisi benda di antara titik F dan O atau s < f. 5. sebelah kiri C = ruang 3 dan sebelah kanan O atau di belakang cermin = ruang 4 seperti diperlihatkan gambar 27. (1) O C (2) F Gambar 27. bayangan yang terbentuk merupakan perpotongan dari perpanjangan sinar-sinar pantul sehingga bayangannya bersifat maya. Bila benda diletakkan pada jarak yang lebih kecil dari jarak fokus cermin cekung. diperbesar dan berada di belakang cermin sementara kemungkinankemungkinan terdahulu bayangan benda selalu di depan cermin cekung. tegak dan maya. 31 . Dapat ditambahkan juga bahwa bayangan maya dari suatu benda nyata selalu tegak dan diperbesar. maka jarak antara dua titik tertentu pada cermin cekung diberi nomor-nomor ruang. Dari gambar terlihat bahwa bayangan tampak tegak. Jarak sepanjang OF diberi nomor ruang 1.

terbalik dan nyata. maka agar penjumlahan dengan ruang bayangan sama dengan 5. diperbesar dan terbalik (bandingkan dengan gambar 22). namun dengan posisi terbalik. Bayangan yang terbentuk bersifat nyata dan posisinya berada di ruang 1 cermin kedua yang berarti memenuhi Dalil Esbach di atas. Cara ini berlaku untuk semua ruang benda/bayangan menurut Gambar 28 di atas.Berdasarkan penomoran ruang seperti pada gambar 28 ini dengan mudah kita dapat menentukan letak dan sifat bayangan suatu benda di depan cermin cekung. diperkecil (bandingkan dengan gambar 23). Oleh cermin kedua akan dibentuk bayangan dari benda maya ini. terbalik dan nyata. Hubungan antara jarak benda (s). Apa rahasianya? Untuk dapat menentukan posisi bayangan dengan metode yang disebut dalil Esbach ini. sedangkan bayangan di ruang 2 berarti dari nomor besar (yakni 3) ke nomor kecil (yakni 2) berarti bayangan benda diperkecil. maka agar mendapatkan 5. terbalik. Pada saat benda di ruang 3. maka nomor ruang bayangan = 2. Tentukan letak dan sifat bayangan bila benda diletakkan di ruang 1 cermin cekung! Mencari Hubungan Antara Jarak Benda Jarak Fokus dan Jarak Bayangan. Posisi benda maya ini ada di ruang 4 cermin kedua. Sebagai contoh. Benda di ruang 3. jarak fokus (f) dan jarak bayangan (s’) pada cermin cekung dapat ditentukan dengan bantuan geometrik. maka bayangan benda yang dibentuk oleh cermin pertama merupakan nyata benda bagi cermin kedua disebut benda maya. Cara ini tidak melingkupi benda yang tepat terletak di pusat kelengkungan cermin C dan titik fokus utama F. Bila Anda perhatikan. nomor ruang benda (yaitu 3) lebih besar dari nomor ruang bayangan (yaitu 2) berarti bayangan diperbesar. Sedangkan bayangan benda nyata yang berada tepat di titik fokus utama F berada di titik tak terhingga seperti dijelaskan di atas. maka haruslah nomor ruang letak benda + nomor ruang letak bayangan = 5 Dalil Esbach Bila benda di ruang 3. Untuk benda nyata yang terletak tepat di pusat kelengkungan cermin C bayangannya terletak di pusat kelengkungan itu juga. Bayangan benda tentunya di ruang 2 (dalil Esbach). Pada Gambar 29 benda AB yang tingginya (h) berada di ruang 3 cermin cekung. maka bayangan benda harus di ruang 2. sama besar dengan bendanya dan nyata. 32 . misalnya benda diletakkan di ruang 2. Bayangan benda itu pasti terletak di ruang 3 dan sifatnya nyata. Mungkinkah benda terletak di ruang 4? Bila sebuah benda diletakkan di antara dua cermin cekung yang disusun saling berhadapan dengan sumbu utama kedua cermin berhimpit (lihat contoh 5 di depan). maka bayangan yang terbentuk akan terletak di ruang 2 dan sifatnya nyata. Sebaliknya bila benda diletakkan di ruang 3.

akan didapat s' .B G A’ O A C B’ F i r Gambar 29. Mencari hubungan antara jarak benda. Pada gambar tampak segitiga ABO dan A’B’O sebangun sehingga A ' B' oA' = AB OA s' h' = s h Pada gambar di atas juga tampak bahwa segitiga GFO dan A’B’F sebangun sehingga A ' B' A' F = GO FO 1 1 sehingga 1 = s' f s h' h = h' .f s' = f s s' f = ss' .f f Bila dua persamaan terakhir di atas digabungkan. akan didapat atau 1 1 1 = + f s s' Persamaan cermin cekung 33 . jarak fokus dan jarak bayangan.sf bila ruas kiri dan ruas kanan persamaan di atas sama-sama dibagi ssíf.

Dalam bentuk persamaan. Dari data soal diketahui s < f sehingga sesuai dengan dalil Esbach dapat ditentukan bahwa benda berada di ruang 1. Tentukan (a) sifat-sifat bayangan (b) jarak bayangan (c) Perbesaran bayangan! Penyelesaian: Diketahui : s = 5 cm. sehingga persamaan cermin cekung dapat juga 2 dituliskan dalam bentuk 2 1 1 = + R s s' Bentuk lain persamaan cermin cekung Persamaan yang disebut persamaan cermin cekung ini juga berlaku untuk cermin cembung dengan persyaratan khusus seperti akan dibahas nanti. Gunakan persamaan: 1 1 1 = + s' s f 34 . s’ c. b.dengan f = jarak fokus cermin (m) s = jarak benda (m) s’ = jarak bayangan (m) Seperti telah diuraikan di atas bahwa jarak fokus sama dengan separuh jarak pusat kelengkungan cermin f = 1 R. M Jawab: a. M = s' h' = s h Persamaan Perbesaran bayangan cermin cekung dengan M = perbesaran bayangan h = tinggi benda (m) h’ = tinggi bayangan (m) s = jarak benda (m) s’ = jarak bayangan (m) Contoh 1. sedangkan bayangannya di ruang 4 sehingga sifat bayangan pastilah maya. sifat-sifat bayangan b. tegak diperbesar. Bagaimana dengan perbesaran bayangan? Dapatkah ditentukan secara matematika? Perbesaran bayangan didefinisikan sebagai perbandingan ukuran bayangan dengan ukuran bendanya. Sebuah benda terletak 5 cm di depan sebuah cermin cekung yang berjari-jari 20 cm. R = 20 cm jadi f = 10 cm Ditanya : a.

Ditanya: a. Perbesaran bayangan M = = 10 5 = 2 jadi ukuran bayangan 2 kali lebih besar dari ukuran bendanya. h’ c. Tentukan (a) jarak bayangan (b) tinggi bayangan (c) sifat-sifat bayangan yang terbentuk! Penyelesaian: Diketahui: h = 4 cm s = 15 cm R = 20 cm → f = 10 cm. sifat-sifat bayangan s' s 35 . Sebuah benda yang tingginya 4 cm diletakkan 15 cm di depan cermin cekung dengan jari-jari kelengkungan 20 cm. Bagaimana. c. s’ b. Contoh: 2. Anda dapat memahaminya? Selanjutnya perhatikan contoh lain berikut ini.atau 1 1 1 = s f s' = = 1 10 1 10 − − 1 5 2 10 = – 10 cm Jadi jarak bayangan = 10 cm. Tanda negatif bermakna bahwa benda di belakang cermin dan bersifat maya.

Jadi di ruang 2 sehingga bayangannya ada di ruang 3 dan bayangan akan bersifat nyata. Tinggi bayangan ditentukan dengan menggunakan persamaan: s' h' = s h s' h' = h x s = 4 x = 8 cm 30 15 Jadi. Sifat bayangan adalah nyata. Sebuah benda yang tingginya 12 cm diletakkan 10 cm di depan cermin cembung yang jari-jari kelengkungannya 30 cm. dan diperbesar. Jarak bayangan ditentukan dengan menggunakan persamaan = = 1 f 1 - 1 s 1 10 15 3 2 = 30 . terbalik diperbesar Sebenarnya Anda dapat menggunakan Dalil Esbach untuk menentukan sifatsifat bayangan. terbalik.30 = 1 30 s’ = 30 cm Jadi jarak bayangan 30 cm di depan cermin b.Jawab: a. Contoh: 3. tinggi bayangan 8 cm yang berarti lebih besar dari tinggi bendanya. Tentukan (a) jarak bayangan (b) tinggi bayangan (c) sifat-sifat bayangan Penyelesaian: Diketahui: h = 12 cm s = 10 cm R = .15 cm 36 .30 cm → f = . Dari data soal diketahui bahwa benda diletakkan di antara fokus utama dan pusat kelengkungan cermin. c.

Contoh: 4. sifat-sifat bayangan. Berdasarkan jawaban a dan b sifat-sifat bayangan adalah maya. b.Ditanya: a. Tanda negatif berarti bayangan ada di belakang cermin dan merupakan bayangan maya.2 cm berarti ukuran bayangan lebih kecil dibanding ukuran bendanya. Di manakah sebuah benda diletakkan di depan sebuah cermin cekung yang jarijari kelengkungannya 60 cm. tegak dan diperkecil . jarak bayangan 6 cm. tinggi bayangan = 7. Jarak bayangan ditentukan dengan menggunakan persamaan = = – 15 − 10 – 30 – 30 = – 6 cm 5 5 1 1 s’ = Jadi. agar bayangan yang dibentuk cermin itu bersifat nyata dan berukuran 3 kali ukuran bendanya? Penyelesaian: Diketahui: M = 3 x ? s’ = 3 s R = 60 cm → f = 30 cm. Tinggi bayangan ditentukan dengan menggunakan persamaan s' h' = s h h' 6 = 12 10 1 1 1 = s f s' h' = 6 x 12 = 7. h’ c. Jawab: a. 37 . c. s’ b.2 cm 10 Jadi.

Anda dapat memeriksa logis tidaknya jawaban ini dengan menggunakan Dalil Esbach. Dua cermin cekung A dan B yang masing-masing berjari-jari 40 cm disusun saling berhadapan dengan sumbu utama dan pusat kelengkungannya berhimpit.Ditanya: s? Jawab: Gunakan persamaan umum cermin cekung: 1 1 1 = + s' s f lalu masukkan data soal yang telah diketahui. s’A ? b. s’B ? c. Tentukan (a) jarak bayangan benda yang dibentuk oleh cermin A (b) jarak bayangan benda yang dibentuk oleh cermin B (c) perbesaran bayangan total! Penyelesaian: Diketahui: RA = 40 cm = RA = 40 cm Jarak antara dua cermin cekung d = RA + RB = 80 cm sA = 25 cm Ditanya: a. cermin A cermin B FA C = CA A FB 38 . agar diperoleh bayangan 3 kali lebih besar dari bendanya. Sebuah benda diletakkan 25 cm di depan cermin A. MT? Jawab: Perhatikan gambar di bawah ini. bagaimana? Contoh: 5. kita dapatkan 1 30 1 30 1 = = 1 s + 1 3s 1 3 + 3s 3s 30 = 4 3s 120 3 = 40 cm atau s = Jadi. maka benda harus diletakkan pada jarak 40 cm di depan cermin.

b. terbalik diperbesar (ingat Dalil Esbach di atas!). Dengan kata lain bayangan benda berada 20 cm di belakang cermin B. Jarak bayangan yang dibentuk oleh cermin B Berdasarkan jawaban a diketahui data untuk cermin cekung B. Untuk tepatnya kita hitung saja. yakni FB = 20 cm sB = 80 cm – 100 cm = – 20 cm 39 . jarak bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung A adalah 100 cm di depan cermin A dengan sifat bayangan nyata. Jarak bayangan yang dibentuk oleh cermin A (s’A) FA = FB = 1 RA 2 1 = x 40 cm 2 = 20 cm sA = 25 cm Berarti benda berada di ruang 2 cermin A dan bayangannya pasti di ruang 3 atau sebelah kanan CA.a. Jarak bayangan ini lebih besar dari jarak antara kedua cermin cekung itu yang hanya 80 cm. Selanjutnya bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung A ini menjadi benda maya bagi cermin cekung B dengan kata lain terdapat benda maya di ruang 4 cermin cekung B yakni pada jarak 20 cm di belakang cermin tersebut. 1 1 1 = + fA sA s' A 1 1 1 = + s' A 25 20 1 1 1 = s' A 20 25 = = 5 100 1 100 − 4 100 s' A = 100 cm Jadi.

terfokus). Artinya. bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung A dan B 2 kali lebih besar dari bendanya. Sinar-sinar yang jauh dari sumbu utama tidak dipantulkan tepat melalui fokus utama. Hal inilah yang membuat bayangan benda menjadi tidak tajam. Bagaimana dapat Anda pahami? Bagus bila demikian halnya. Perbesaran bayangan total Perbesaran bayangan total maksudnya adalah perbesaran bayangan yang dilakukan oleh kedua cermin cekung A dan B sekaligus. Aberasi Sferis Aberasi sferis bermakna ketidakmampuan cermin cekung untuk membuat bayangan benda yang tajam (bagus. yakni 1 1 1 = + 20 . cermin cekung B membentuk bayangan nyata dari benda maya (sB) pada jarak s’B = 10 cm (s’B tidak bertanda negatif berarti positif) di depan cermin tersebut.Tanda minus pada sB karena benda merupakan benda maya (di belakang cermin cekung). Hal ini berkaitan dengan sinar-sinar sejajar yang tidak tepat melewati fokus utama saat dipantulkan oleh permukaan cermin cekung. Seperti telah diuraikan di atas dalam melukis bayangan suatu benda yang dibentuk oleh cermin cekung. yaitu: MT = = s' A s' B x sA sB 100 25 X 10 − 20 = 2 Jadi. Mari kita lanjutkan! c. 40 . Dalam hal ini hanya sinarsinar yang dekat sumbu utama (sinar-sinar paraksial) saja yang dipantulkan tepat melalui fokus utama. kita menggunakan tiga sinar istimewa salah satu dari tiga sinar tersebut adalah sinar yang sejajar sumbu utama. Jarak bayangan benda maya ini dapat ditentukan. melainkan memotong sumbu utama di suatu titik di antara fokus utama F dan verteks O seperti diperlihatkan gambar 31.20 s' B 1 1 1 = + 20 20 s' B didapat s’B = 10 cm.

Pada cermin parabola semua sinar sejajar yang mendatangi cermin dapat diarahkan melewati fokus utama saat dipantulkan (gambar 33).C F O Gambar 31. Aberasi sferis dapat dihilangkan dengan menggunakan stopper (penghalang) yang berfungsi menghalangi sinar-sinar yang jauh dari sumbu utama sehingga sinar-sinar yang masuk ke cermin cekung hanyalah sinar-sinar paraksial saja. Gambar 33. 41 . Menghilanglan aberasi sferis menggunakan stopper. Aberasi sferis: Sinar-sinar yang jauh dari sumbu utama tidak dipantulkan tepat melalui fokus utama. Cermin parabola mengarahkan semua sinar sejajar yang mendatangi cermin agar dipantulkan melewati fokus utama. Untuk mendapatkan bayangan yang sangat tajam biasanya digunakan cermin parabola. stopper C F O stopper Gambar 32 .

apakah tegak atau terbalik. Atur posisi cermin dan lilin pada jarak tertentu (s). Itulah jarak bayangan (s' ) . Lakukan langkah-langkah di atas untuk jarak benda yang berbeda-beda lalu masukkan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel di bawah.Karena tajamnya dalam memfokuskan sinar. Pastikan Anda telah memahami uraian di atas dengan cara menyelesaikan tugas di bawah. yakni pada saat sinar yang difokuskan itu adalah sinar matahari. carilah bayangan lilin yang terlihat paling terang di layar lalu ukur jarak dari lilin ke layar. Sampai di sini berakhir sudah seluruh uraian kegiatan 3. cermin parabola dapat digunakan untuk memanaskan benda-benda. Kegiatan Laboratorium Untuk menyelidiki jarak fokus dan sifat-sifat bayangan yang dibentuk cermin cekung Anda dapat melakukan kegiatan sebagai berikut: Gambar 34 Susunan alat-alat pada percobaan cermin cekung Keterangan: 1 = bungku optik 2 = cermin cekung 3 = lilin sebagai benda 4 = karton putih sebagai layar Susunlah alat-alat seperti tampak pada gambar. Upayakan agar terbentuk bayangan pada layar dengan cara menggeser-geser layar dibelakang cermin. 42 . Amati bayangan api lilin pada layar. diperbesar atau diperkecil.

. Gambar 35 Grafik hubungan antara pada cermin cekung 43 . selidiki pula kebenaran dalil Esbach tentang sifat-sifat bayangan pada cemin cekung... maka grafik yang akan Anda peroleh adlah seperti tampak pada gambar di bawah ini. Tentukanlah jarak fokus cermin cekung dengan cara memasukkan harga rata1 pada kolom 6 tabel di atas ke dalam persamaan cekung: 1 rata 1 1 1 + = + . buatlah grafik hubungan antaran dan berdasarkan data pada tabel di atas. s s' f s s' Dari data tabel yang Anda dapatkan.....No.. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 s (cm) 2 - s’ (cm) 3 - 1 3 (cm -1) 4 - 1 (cm-1) s' 5 - 1 1 + s' s 6 - Rata-rata ... Bila Anda benar. Selanjutnya.

tentukanlah (a) jarak bayangan (b) perbesaran bayangan dan (c) sifat-sifat bayangan yang terbentuk! 5. Tentukanlah sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung! 7. Anda dinyatakan berhasil mengerjakan tugas ini jika dapat menjawab minimal 5 dari 7 pertanyaan/ soal dengan benar. jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’) pada cermin cekung! 2. Tentukan (a) posisi bayangan (b) tinggi bayangan dan (c) sifat-sifat bayangan! 6. Sebuah benda yang tingginya 4 cm diletakkan 30 cm di depan cermin cekung yang jari-jari kelengkungannya 20 cm. Dua cermin cekung A dan B dengan jarak fokus sama yakni 8 cm disusun berhadapan dengan sumbu utama berhimpit satu sama lain. Bila sebuah benda diletakkan 2 cm di depan cermin itu. Lukislah bayangan sebuah benda yang tingginya 5 cm saat diletakkan 10 cm di depan cermin cekung yang jari-jari kelengkungannya 20 cm! 3. Sebuah cermin cekung mempunyai jari-jari kelengkungan 5 cm.KEGIATAN 3 Jawablah soal-soal di bawah ini dengan benar. Sebuah lilin setinggi 8 cm berada 6 cm di depan cermin cembung yang jarak fokusnya 20 cm. 1. pensil dan penggaris untuk melukis proses pembentukan bayangan. Sebuah benda diletakkan 8 cm di depan cermin cekung yang yang jari jari kelengkungannya 22 cm. Anggap sinar datang dari benda ke cermin A terlebih dahulu baru dipantulkan ke cermin B. Sediakan kertas kosong. Tentukan tinggi bayangan dan sifat-sifat bayangan yang terbentuk! 8. Tulislah persamaan yang menyatakan hubungan antara jarak fokus (f). Tentukan sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin itu dengan menggunakan Dalil Esbach! 4. Tentukanlah (a) perbesaran bayangan oleh cermin A (b) perbesaran yang dilakukan oleh cermin B (c) perbesaran total bayangan yang dibentuk oleh kedua cermin A dan B! 44 . Jarak antara kedua cermin tersebut 52 cm. Suatu benda diletakkan pada jarak 10 cm di depan cermin A.

Bayangan nyata dibentuk langsung oleh sinar-sinar pantul. Cermin lengkung terdiri atas cermin cekung dan cermin cembung. Cermin adalah benda yang dapat memantulkan cahaya.PENUTUP Kini saatnya Anda mengulang kembali apa yang telah Anda pelajari pada modul ini sebelum Anda mengikuti Tes Akhir Modul. Pemantulan teratur terjadi karena sinar-sinar sejajar yang datang ke suatu permukaan rata dipantulkan oleh permukaan itu dalam arah sejajar pula sehingga membentuk bayangan benda yang hanya dapat dilihat pada arah tertentu saja. Akibatnya kita dapat melihat benda dari berbagai arah. Rangkuman Isi Modul Sinar cahaya merambat dalam satu garis lurus. Ada dua jenis pemantulan yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. 45 . berkas cahaya divergen dan berkas cahaya konvergen. cermin dapat membentuk bayangan. Pemantulan baur terjadi karena sinar-sinar sejajar yang datang ke suatu permukaan yang tidak rata dipantulkan oleh permukaan itu tidak sebagai sinarsinar sejajar. sedangkan bayangan maya dapat dilihat langsung pada cermin. Hukum pemantulan cahaya yang pertama menyatakan bahwa sinar datang. Berkas cahaya dibedakan atas berkas cahaya paralel atau sejajar. Serangkaian kata-kata penting dalam Glosari di bagian akhir modul ini layak Anda ingat dengan baik. Berkas cahaya adalah sekumpulan dari sinar cahaya. Dengan cara ini mudah-mudahan Anda akan mengingat kembali bagian-bagian penting yang ada dalam uraian modul. Manusia dapat melihat benda karena benda memancarkan atau memantulkan sinar ke mata. hal itu membantu Anda dalam memahami konsep-konsep pemantulan cahaya pada cermin datar dan cermin lengkung yang dibicarakan dalam modul ini. dengan demikian Anda juga akan lebih siap menghadapi Tes Akhir Modul. garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar dan yang kedua menyatakan bahwa sudut datang sama dengan sudut pantul. sedangkan bayangan maya dibentuk oleh perpanjangan sinar-sinar pantul. Bayangan pada cermin dibedakan atas bayangan nyata dan bayangan maya. Pemantulan cahaya memenuhi hukum pemantulan cahaya. 1. Bayangan nyata dapat ditangkap layar. Cermin dibedakan atas cermin datar dan cermin lengkung. Karena pemantulan.

Mintalah naskah tes tersebut di sekolah penyelenggara. Anda dinyatakan berhasil dan boleh melanjutkan pelajaran ke modul berikutnya jika Tingkat Penguasaan Materi (TPM) Anda 80 % ke atas. Persamaan untuk menentukan tinggi minimal cermin datar yang ditegakkan vertikal agar terlihat tinggi seluruh bayangan L= 1 h 2 2. Tindak Lanjut Bila Anda sudah merasa memahami keseluruhan isi modul ini. Perhatikanlah aturan dan langkah-langkah untuk mengerjakannya. Pesamaan-persamaan yang ada pada modul 1. Persamaan untuk menentukan besar sudut putar sinar pantul (θ) bila cermin datar diputar sebesar (α) θ=2α 3. sedangkan bayangan pada cermin cekung dapat bersifat nyata atau pun maya begitu pun ukuran bayangannya dapat tegak atau terbalik. cermin cembung menghasilkan bayangan maya. Jika TPM Anda kurang 80 % Anda harus mempelajari kembali isi modul ini sampai Anda dapatkan angka 80 %. diperbesar. tegak dan diperkecil. sama ataupun diperkecil bergantung kedudukannya di depan cermin. tegak dengan ukuran sama besar dengan bendanya. 2. 46 . Persamaan untuk menyatakan hubungan antara jarak fokus (f) dan jarak benda (s) serta jarak bayangan (s’) pada cermin lengkung. Persamaan untuk menyatakan hubungan antara jarak fokus (f) dan jari-jari kelengkungan (R) pada cermin lengkung R = 2f 5. 1 1 1 = + s' s f 3. Jumlah bayangan yang dibentuk oleh gabungan dua cermin datar persamaan n = 360 α 0 -m 4. Anda dipersilahkan mengerjakan Tes Akhir Modul.Pada cermin datar bayangan selalu bersifat maya.

5. 3. 6. Cahaya dapat dipantulkan.TUGAS KEGIATAN 1 1. Maya. 7. separuh dari tinggi benda. 70 cm. Pemantulan baur adalah pemantulan sinar oleh permukaan bidang yang tidak rata di mana sinar-sinar sejajar yang datang ke permukaan bidang tersebut dipantulkan tidak sebagai sinar-sinar sejajar. 6. 15. Manusia dapat melihat benda atau bayangan suatu benda pada arah tertentu saja. Pertama: sinar datang. Lukisan bayangan menggunakan ketentuan pada cermin datar bahwa jarak benda = jarak bayangan (a) (b) 2. Manusia dapat melihat suatu benda dari berbagai arah. 7. 4. 5. 4. 3. 60°. Pemantulan teratur adalah pemantulan sinar oleh permukaan bidang yang rata di mana sinar-sinar sejajar yang datang ke permukaan bidang tersebut dipantulkan oleh permukaan itu dalam arah yang sejajar pula. b. garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar. 54°. KEGIATAN 2 1. 47 . a. Kedua: sudut sinar datang sama dengan sudut sinar pantul. 2. tegak dan sama besar.

tegak. diperbesar. tegak. 5.15 cm dan maya. nyata. s’ = 15 cm b.KEGIATAN 3 1. 7. 5 kali c. diperkecil maya. 8. maya. diperkecil (a) 4 kali (b) 2 kali (c) 8 kali 48 . a. Lukisan bayangan suatu benda di depan cermin cekung yang jari-jari kelengkungannya 20 cm (tidak dalam ukuran sebenarnya) C F O 3. tegak. s’ = 10 cm di belakang cermin b. 6. Persamaan untuk menyatakan hubungan antara jarak fokus (f). tebalik. jarak benda (s) dan jarak bayangan (s’) pada cermin cekung 1 1 1 = + s' s f 2. 2 cm c. Maya. tegak diperbesar a. 4. diperkecil 6.

benda maya : bayangan yang dianggap sebagai benda pada sistem yang terdiri dari lebih dari satu cermin benda nyata : benda yang riel. garis normal : garis yang melalui suatu titik pada bidang dan tegak lurus dengan bidang tersebut jarak fokus : jarak dari verteks ke fokus utama jari-jari kelengkungan : jari-jari bola cermin pemantulan baur : pemantulan sinar pada bidang yang tidak rata pemantulan biasa : pemantulan sinar pada bidang yang rata pusat kelengkungan : pusat kelengkungan cermin sinar istimewa : sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya stopper : penghalang sinar-sinar sejajar yang jauh dari sumbu utama cermin cekung sehingga sinar-sinar tersebut tidak memasuki cermin tersebut sudut datang : sudut yang dibentuk oleh sinar datang dan garis normal sudut pantul : sudut yang dibentuk oleh sinar pantul dan garis normal sumbu utama : garis yang menghubungkan pusat kelengkungan dan verteks verteks : titik pusat permukaan pantul 49 . Bayangan ini tak dapat ditangkap layar.bayangan maya : bayangan yang dibentuk oleh perpotongan dari perpanjangan sinar-sinar pantul. Bayangan ini dapat ditangkap layar. sungguh-sungguh ada bidang fokus utama : bidang vertikal yang melalui fokus utama tegak lurus sumbu utama cermin parabola : Cermin berbentuk parabola yang mampu membentuk bayangan sangat tajam karena seluruh sinar-sinar sejajar yang memasuki cermin dapat difokuskan di fokus utama Dalil Esbach : aturan untuk menentukan sifat-sifat bayangan pada cermin lengkung berdasarkan ruang benda dan ruang bayangan fokus utama : sebuah titik pada sumbu utama tempat berkumpulnya sinar-sinar yang dipantulkan oleh cermin cekung. bayangan nyata : bayangan yang dibentuk oleh perpotongan sinar-sinar pantul.

Millar. Pople. 1997. London: John Murray.Sc. Jakarta: Erlangga. Fisika SMU Jilid 2: Dept. Bob. Stephen. 1994.. Pople. Kane dan Sternheim.DAFTAR PUSTAKA Budikase. Oxford: Oxford University Press. Duncan. Haber et all. 1996. Physics Second Edition. Stephen. 2000. Singapore: Heinemann Asia. Alih Bahasa oleh The How Liong. I Nyoman. Surya. Jakarta: Penerbit Erlangga. M. Oxford Great Britain: Oxford University Press. Yohannes. Olimpiade Fisika Jilid 2. Robin. 1977.. Foster.PhD. P & K RI. 50 . Explaining Physics. 1987. Understanding Physics. Singapore: John Wiley & Sons Inc. Advanced Physics Revision Handbook. Schaim. PSSC Physics Six Edition Jilid 2. Fisika SMU Kelas 2B Tengah Tahun Kedua.. Jakarta: Primatika Cipta Ilmu. E dan Kertiasa. 1989. 1984. Physics For Today and Tomorrow. Tom. 1986.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful