LAPORAN TEKNIK PERAWATAN TENTANG MESIN BUBUT

DISUSUN OLEH : Agam Setiawan Tony Priambodo ( ME 3D / 02 ) ( ME 3D / 22 )

JURUSAN TEKNIK MESIN

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2011

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mesin bubut adalah mesin yang dibuat dari logam, gunanya untuk membentuk benda kerja dengan cara menyayat, gerakan utamanya adalah berputar. Di bidang industri, keadaan mesin bubut sangat berperan, terutama di dalam industri permesinan. Misalnya dalam industri otomotif, mesin bubut berperan dalam pembuatan komponen-komponen kendaraan, seperti mur, baut, roda gigi, poros, tromol dan lain sebagainya. Penggunaan mesin bubut juga dapat dihubungkan dengan mesin lain seperti mesin bor (drilling machine), mesin gerinda (grinding machine), mesin frais (milling machine), mesin sekrap (shaping machine), mesin gergaji (sawing machine) dan mesin-mesin yang lainnya. Namun ada salah satu hal yang paling penting dari sebuah mesin adalah perawatannya. Perawatan dilakukan untuk menjaga kondisi mesin dalam keadaan yang baik. Sebelum kegiatan perawatan dilaksanakan, diperlukan kegiatan perencanaan perawatan terlebih dahulu. Ini bertujuan agar proses perawatan berjalan sesuai rencana.

1.2.

Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka perumusan

masalah dalam pembuatan perencanaan perawatan ini adalah : a. b. c. d. Apa itu mesin bubut ? Apa fungsi utama komponen mesin bubut ? Apa sajakah sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin Bagaimana langkah – langkah perawatan mesin bubut ?

bubut?

Bagaimana sistematika pelumasan eretan pada mesin bubut? 1. Mengetahui fungsi utama komponen mesin bubut c.3 Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan perencanaan perawatan ini adalah sebagai berikut: a. Mengetahui pengertian mesin bubut b.e. Mengetahui sumber yang terkait dengan pekerjaan perawatan mesin bubut d. Mengetahui sistematika pelumasan eretan pada mesin bubut . Mengetahui langkah – langkah perawatan mesin bubut e.

Pengertian Mesin Bubut Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan diputar/rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gambar 2. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).BAB II ISI 2.1. Gerakan Utama Mesin Bubut Komponen Utama Mesin Bubut Mesin bubut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara lain : .1.

fungsi meja mesin adalah menopang komponen utama mesin bubut terutama eretan. Head Stock ( kepala tetap ) Komponen ini berfungsi sebagai tempat spindle mesin bubut. b. dimana rahang/pencekam berputar. Komponen Utama Mesin Bubut 2.2 Fungsi Komponen Utama Mesin Bubut Fungsi .• • Meja mesin Headstock ( kepala tetap ) Tailstock ( kepala lepas ) Sledge ( Eretan ) • • Eretan Kepala lepas Kepala Tetap Meja Mesin Gambar 2. di panel tersebut kita bisa menyetel mesin bubut sesuai dengan yang kita kehendaki. .2. Selain itu kepala tetap adalah tempat dimana terdapat panel pengatur fungsi mesin bubut. yang dapat bergerak ke kanan maupun ke kiri melalui alur di meja mesin. Meja Mesin Di mesin bubut.fungsi dari komponen utama mesin bubut adalah sebagai berikut : a.

Sumber Daya Manusia (SDM) Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentu yang sangat erat hubungannya dengan mesin bubut.c. Dalam pekerjaan perawatan.SUMBER YANG TERKAIT Dalam mesin bubut terdapat berbagai macam sumber data yang dapat diperoleh. Eretan Komponen eretan berfungsi sebagai tempat pahat berada. pengecekan.3. dimana SDM yang berkualitas akan lebih baik dalam mengoperasikan maupun melakukan perawatan mesin bubut itu sendiri. Tailstock ( kepala lepas ) Berfungsi untuk memegang atau menyangga benda kerja pada bagian ujung yang berseberangan dengan Chuck (pencekam) pada proses pemesinan di mesin bubut. penggantian. Sumber Daya Alat Sumber daya alat yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan pekerjaan perawatan seperti membersihkan. d. Sesuai dengan konsep kerja Total Produktif Maintenance (TPM). diantaranya adalah sebagai berikut : a. Alat . pelumasan pengukuran. sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk merencanakan pekerjaan perawatan maupun perbaikan dapat dilakukan oleh satu orang.alat yang digunakan untuk • Kunci Chuck mendukung pekerjaan perawatan mesin bubut adalah adalah sebagai berikut : • Lap • • • Kunci L Obeng (+) dan (-) Dan lain-lain . SUMBER . 2. b. dan juga terdapat panel pengatur ukuran yang dikehendaki apabila mengoperasikan dengan mesin bubut. namun dalam pelaksanaannya kegiatan perawatan dapat dibantu oleh seorang operator. penyetelan.

d. karena jika ujung pahat tersebut panas. Cara perawatannya adalah dengan member pelumas pada saat pengoperasiaanya.• • Dial indicator • Micrometer • Jangka sorong • Palu Kunci pas dan Kunci Ring (1 set) c. Spare Part Ketersediaan suku cadang atau biasa disebut spare part sangat menentukan keberhasilan perencanaan perawatan pada mesin bubut. Dimana setiap bahan/material berbeda-beda cara merawatnya. ujung pahat harus selalu mendapat pendinginan yang kontinyu. Logam-logam tersebut memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya. sehingga pahat bisa menyayat dengan baik. Selama membubut. pahat akan cepat aus dan tumpul. Dibawah ini adalah contoh spare part yang merupakan komponen dari mesin bubut : • Pencekam ( Chuck ) . ini bertujuan agar pahat tidak cepat aus. Material Material mesin bubut dan perlengkapannya sangat penting untuk menentukan pekerjaan perawatan mesin itu sendiri. Dibawah ini adalah contoh material pada mesin bubut : • Pahat biasanya menggunakan baja HSS ( High Speed Steel ) ataupun carbida.

Gambar 2. yakni pada proses pembubutan 5 konis misalnya. senter ini berbentuk . Pelat ini bergerak karena dipasangnya pembawa dan dijepit pada bendakerja.4. Lubang ini dimaksudkan sebagai tempat atau dudukan kepala senter. Pelat Pembawa • Senter Senter merupakan peralatan mesin bubut yang digunakan untuk menopang benda kerja ang sedang dibubut. Pada bagian kepalanya. baik pada saat dibubut rata maupun dibubut tirus. Penggunaan senter ini dimaksudkan untuk menjada atau menahan benda kerja agar kelurusannya terhadap sumbu tetap terjaga. Pencekam (chuck) • Pelat Pembawa Pelat pembawa adalah peralatan yang ada dalam mesin bubut yang digunakan pada saat melakukan pembubutan dengan menggunakan dua senter. Untuk menempatkan senter ini.Gambar 2.3. Pelat ini bentuknya menyerupai pelat cekam tetapi tidak memiliki penjepit. ujung benda harus dibuat lubang dengan menggunakan bor senter.

5. apabila benda kerja tersebut mau dikerjakan dalam mesin bubut. Gambar 2. maka untuk mencegah terjadina kerusakan pada permukaan benda kerja tersebut. Ada dua jenis penyangga ang dapat digunakan. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga benda kerja agar tidak melentur pada saat dibubut. yaitu penyangga tetap (stead rest) dan penyangga jalan (follow rest). Dengan kata lain. berbentuk tirus. dalam menjepitnya harus digunakan colet. Ada dua jenis senter. Sementara pada sisi yang lainnya. . Kedua jenis penyangga tersebut dapat dilihat pada gambar berikut.runcing dengan sudut ketirusannya 60 derajat. aitu senter ang ikut berputar mengikuti putaran benda kerja (senter jalan/live center) dan senter yang tidak ikut berputar dengan putaran benda kerja (senter mati/tail stock center). apabila salah satu sisi benda kerja telah selesai dikerjakan dan sisii yang satunya akan dikerjakan. • Penyangga Penyangga adalah perlatan mesin bubut yang digunakan untuk menyangga benda panjang pada saat di bubut. sehingga kelurusan benda kerja bisa tetap terjaga. Senter • Collet Collet adalah peralatan mesin bubut yang digunakan untuk membantu menjepit benda kerja yang memiliki permukaan halus. Berikut ini adalah gambar dari senter jalan dan senter mati.

Pahat ini terbuat dari bahan logam keras. dan pahat bentuk. pahat ulir. pahat alur. . pahat akan cepat aus dan tumpul. pahat dapat dikelompokkan menjadi pahat kanan dan pahat kiri. Selama membubut. Pahat kanan adalah pahat yang arah pemakanannya dari kanan ke kiri. pahat pemotong. sehingga pahat bisa menyayat dengan baik. Penyangga • Pahat Bubut Pahat bubut adalah perkakas potong yang digunakan dalam membubut. ujung pahat harus selalu mendapat pendinginan yang kontinyu.Gambar 2. Sesuai dengan bentuk dan penggunaannya. Berdasarkan arah pemakanan. karena jika ujung pahat tersebut panas.6. seperti HSS ataupun Carbida. dan pahat kiri adalah pahat yang arah pemakannnya dari kiri ke kanan. pahat-pahat bubut dapat dinamakan: pahat kasar. pahat penyelesaian. Logam-logam tersebut memiliki kekerasan yang lebih tinggi dari bahan benda kerjanya.

sedangkan mesin bubut atomatis adalah mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja dan mundur setelah proses diselesaikan.7.4 LANGKAH – LANGKAH PERAWATAN a) Perawatan Alat/ Tool b) Perawatan Umum c) Perawatan Khusus d) Perawatan Kedudukan Mesin . Dibawah ini adalah contoh data teknis tentang mesin bubut di salah satu perusahaan : 2. dimana semua pegerakan sudah diatur atau diprogram secara otomatis dengan mengunakan komputer. misalnya sebuah mesin bubut ukuran 400 mm mempunyai arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter 400 mm. Beberapa pabrik menyatakan dalam panjang maksimum benda kerja diantara kedua pusat mesin bubut.Gambar 2. Data Teknik Mesin Bubut Dimensi atau ukuran mesin bubut biasanya dinyatakan dalam diameter benda kerja yang dapat dikerjakan pada mesin tersebut. Ukuran kedua yang diperlukan dari sebuah mesin bubut adalah panjang benda kerja. Ada beberapa variasi dalam jenis mesin bubut dan variasi dalam desainnya tersebut tergantung cara pengoparasiannya dan jenis produksi atau jenis benda kerja. Mesin bubut yang otomatis sepenuhnya dilengkapi dengan tool magazine sehingga sejumlah alat potong dapat diletakan dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit pengawasan dari operator. Mesin bubut otomatis ini lebih dikenal dengan sebutan CNC (Computer Numerical Control) Lathe Machine ( mesin bubut dengan sistem komputer kontrol numeric ). Mesin bubut manual adalah mesin bubut yang proses pengoperasiannya secara manual dilakukan oleh manusia secara langsung. Pahat Bubut e. Dilihat cara pengoperasian mesin bubut dibagi menjadi dua jenis yaitu mesin bubut manual dan mesin bubut otomatis. sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan dalam panjang bangku.

jangan sampai beram-beram yang halus dank eras terutama beram besi tulang jatuh ke meja mesin dan terbawa oleh eretan.berdasarkan pengalaman dan buku petunjuk perawatan yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin.bersihkan bagian-bagian mesin dari beram-beram hasil pemotongan dan cairan pendingin. Pemeriksaan handel pengubah transmisi daya/ kecepatan putar B. Pengecekan Pahat/pisau Bubut. 5.atur semua handel-handel pada posisi netral dan mematikan sumber tenaga mesin C. ukuran sudut pemakanan sesuai atau tidak Pengecekan senter kepala lepas b. Setelah selesai mengoperasikan mesin. Pengecekan rumah pahat.diharuskan memakai oli yang dipersyaratkan oleh pabrik pembuat mesin 3. Perawatan Alat /Tool : a. 4. 1. c.A. Motor utama (motor pembangkit) Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembnagkit yaitu:  Motor tidak mampu bekerja Ada 7 kemungkinan yang menyebabkan motor pembangkit tidak mau bekerja : . Dalam pelaksanaan perawatan seperti pengantian oli pelumasan mesin dan pemberian grease.prosedur perawatan mesin bubut ini adalah: 1.tidak diperkenakan memukul benda kerja secara keras dengan mengunakan palu/hammer Jaga dan perhatikan secara seksama selama pengoperasian mesin. Perwatan khusus : Perawatan khusus ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Perawatan Umum : Untuk menjaga agar mesin tidak cepat rusak diperlukan perawatan dan pengoperasian yang benar dan seksama. Untuk pemasangan benda kerja pada poros utama. 6. Mesin bubut ini tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung 2. Setelah selesai mengoperasikan mesin. ukuran lubang tidak mengalami kelonggaran d.

Kerusakan yang umum terjadii pada kepala tetap mesin bubut di antaranya adalah: 1.untuk itu perlu diatur kembali beban agar sesuai dengan yang telah 3. c. Terjadinya suara yang bising pada kepala lepas . Periksa tegangan listrik yang masuk panas berlebihan pada yang berlebihan pada motor pengerak. maka diperlukan pengikuran arus yang masuk satu phasa atau tiga phasa sesuai dengan motor pembangkit. Putaran poros utama terlalu berat b. Perbedaan tegangan Beban motor yang berlebihan. Putaran poros utama tersendat-sendat 2. Suhu atau temperature pada kepala lepas terlalu tinggi 4.sehingga tidak sanggup membangkitkan motor pembangkit Arus yang masuk ke motor pembangkit beda phasanya. Dengan adanya beban yang berlebihan dari yang ditentukan akan dapat menimbulkan ditentukan BAGIAN ATAU KOMPONEN PERAWATAN 1. Tegangan dari sumber tenaga yang masuk kemotor pembangkit rendah. e. d. Sekring pada circuit breaker putus/terbakar. c.apabila terjadi hal yang demikian. Tidak sempurnanya kontak-kontak pada switch atau saklar. f. b.a. Kepala tetap Pada mesin bubut adalah memegang kunci utama pada keberhasilan pekerjaan mengunakan mesin bubut. Rem motor tidak berfungsi secara baik  Motor cepat panas Ada dua penyebab yang mengakibatkan motor penggerak menjadi cepat panas yaitu : a. Coil pada saklar terbakar Tidak terjadi hubunga pada kontak limit switch g.maka gantilah sekring tersebut dengan yang baru dan spesifikasi yang sama.

5. Terlalu berat pada waktu pemotongan menyilang.hal ini disebabkan oleh gangguan pemasangan pasak. Eretan sangat berat meluncur pada mesin bubut.5. 4. Kedudukan toolpost kurang teliti sehingga pemakanan kurang baik. Tidak rata permukaan penyayatan menyilang (facing).hal ini disebabkan oleh tidak senternya poros trasportir. 3.hal ini kemungkinan di sebabkan tidak tepatnya penyetelan baut-baut pengikat poros utuk pemakanan. 2. 7.kemungkinan ini disebabkan terlalu kuatnya pengikat baut untuk pemotonga menyilang.usaha mengatasinya ialah dengan memperbaki gigi pinion atau menganti gigi pinion yang baru 3. Hasil pekerjaan tidak rata.hal ini terjedi karena adanya ganguan pada pinion gear. 4.penyelesaianya lakukan pemeriksaan baut-baut penyetel kerapatan eretan.hal ini disebabkan minyak pelumas yang sudsh kotor. Pemakanan pada benda kerjs tidak rata pada waktu langkah otomatis atau penyayatan otomatis. Jika hal ini terjadi kemungkinan ialah kurang kuatnya pengikat baut pengikat kepala lepas dengan meja atau rangka mesin.lakukan pembersian atau pengantian minyak pelumas serta membersihkan pipa-pipa salurannya. Eretan Kesalahan atau kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut: 1. Kunci chak : . 6. 8.apabila terlalu kuat longarkan baut-baut tersebut. Tidak senter 2. Pompa pada apron sangat sulit dioprasikan. Kepala lepas Kepala lepas mudah bergetar atau tidak setabil selsms pelaksanan pembubutan. Teralalu keras gerakan toolpost.

chack dan sabuk penggerak pada saat motor sebelum bekerja maupun sedang bekerja.ah bagian yang tajam agar tidak melukai pekerja LANGKAH-LANGKAH KERJA Langkah-langkah kerja: Sebelum melakukan pekerjaan alignment sediakanlah safety tools guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Lakukan penyetelan / nglepel pada kedudukan mesin agar terjadi keseimbangan. dengan cara pengelasan listrik 3. 8. Gunakan dial indicator. bersihkan tempat kerja setelah mengaligment . Tulislah catatan setiap hasil pemeriksaan. Periksa bagian pengencang/ mulut pengunci terlihat aus atau tidak. Lakukan pengukuran untuk menentukan ketegak lurusan. 1. 5. Gunakan peralatan sesuai pada tempatnya 3. puli. Periksa setaip bagian poros. 6. perawatan yang harus dilakukan adalah : 1. Setelah terbentuk rapihkann. ( segi empat ) 4. Lumasi oli / pelumas pada bagian – bagian yang terjadi gesekan. Setelah dilas kemudian. karena alat yang sering digunakan untuk membuka dan mengencangkan pencekam. 7. Lakukan pemeriksaan kebengkokan pada chack / pencekam. jika terjadi haus maka pengencangangan terjadi slip 2. Adapun langkah-langkah kerja untuk melakukan alignment adalah: . 10. kebulatan menggunakan dial indicator. Periksa setiap eretan. Persiapkan peralatan dan bahan yang dibutuhkan 2. Jika terjadi haus.Pada kunci chak adalah bagian alat yang sangat penting. perlu penambahan daging. 4. apakah terjadi gesekan antara eretan dan kedudukan eretan. fraislah ( Mesin Milling) pengunci hingga terbentuk persegi. 9.

baut pengikat poros chack dalam kurang satu c. Dari survey yang dilakukan. maka dapat kita menyimpulkan bahwa eretan atas dan eretan melintang masih harus di aligment. agar redaman getaran pada kecepatan lebih sedikit terjadi getaran yang tidak kita inginkan.5 SISTEMATIK PELUMASAN ERETAN PADA MESIN BUBUT . karena pada setiap eretan masih terlalu bergesekan atau kurangnya pelumasan. Analisa pada chack / pencekam. 2.Pada tutup eretan pecah maka harus mengganti tutup eratan yang baru. Dari pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan hasil pengamatan yang penulis peroleh. Baut chack patah satu. maka harus di lepel agar mesin dapat digunakan sebaik mungkin. dapat disimpulkan bahwa: a. Maka chack tersebut harus menyetel kembali semula agar hasil penyayatan lebih baik. dapat kita mengambil kesimpulan bahwa kedudukan mesin tidak terjadi kerataan kedudukan. B. Analisa pada kedudukan mesin/ngepel. chack terjadi kebalingan b. Analisa pada eretan.A.

Dan bagian-bagian dari eretan mesin bubut antara lain adalah: 1. eretan. ada yang datar dan ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian tertentu. sehingga gerakan kepala lepas dan lain-lain di atasnya lancar. pada sistematik pelumasan pada eretan mesin bubut. Bed/ Meja Mesin Bubut.Suatu mesin dalam melakukan pekerjaannya memerlukan energi dan waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan suatu proses produksi. dengan cara disemprot atau dikus dengan oli pelapis anti karat. Foto. Eretan (Carriage) Eretan terdiri atas eretan memanjang (longitudinal carriage) yang bergerak sepanjang alas mesin. Untuk lebih jelasnya mari kita mengkaji dan meneliti bersama seperti apa sistematik pelumasan pada Eretan Mesin Bubut. Bentuk meja ini bermacam-macam. Pada kesempatan ini penulis ingin membahas dan mengkaji lebih dalam. 2. Bila alas ini kotor atau rusak akan mengakibatkan jalannya eretan tidak lancar sehingga akan diperoleh hasil pembubutan yang tidak baik atau kurang presisi. Dan untuk proses pelumasannya dengan teknik pelumasan siram/ atau teknik pelumasan semir. Permukaannya halus dan rata. Meja Mesin ( Bed ) Meja mesin bubut berfungsi sebagai tempat dudukan kepala lepas. penyangga diam (stedy rest). dan merupakan tumpuan gaya pemakanan waktu pembubutan. eretan melintang (crosscarriage) yang bergerak melintang alas .

yang diikat dengan 2 baut pengikat (A) yang terpasang pada kedua sisi alas.bagian dari eretan 3. agar proses pelumasan lebih cepat. Kepala lepas ini terdiri dari dua bagian yaitu alas dan badan. Tinggi kepala lepas sama dengan tinggi senter tetap. Foto bagian. dan cekam bor sebagai menjepit bor. porosnya berlubang tirus sehingga memudahkan tangkai bor untuk dijepit. Pada eretan teknik pelumasan dengan cara pelumasan teknik tkan atau dengan sistem hidrolik pada tuas pemompa oli atau pelumas kesela-sela antara meja dengan eretan. Kepala lepas dapat bergeser sepanjang alas mesin. praktis.mesin. dan eretan atas (top carriage) yang bergerak sesuai dengan posisi penyetelan di atas eretan melintang. dudukan bor tangkai tirus. Mengapa digunakan sistem pelumasan seperti ini. Kegunaan eretan ini adalah untuk memberikan pemakanan yang besarnya dapat diatur menurut kehendak operator yang dapat terukur dengan ketelitian tertentu yang terdapat pada roda pemutarnya. Perlu diketahui bahwa semua eretan dapat dijalankan secara otomatis ataupun manual. Kepala lepas sekaligus berfungsi untuk pengatur pergeseran badan kepala lepas untuk keperluan agar dudukan senter putar sepusat dengan senter tetap atau sumbu mesin . Kepala Lepas (Tail Stock) Kepala lepas sebagaimana digunakan untuk dudukan senter putar sebagai pendukung benda kerja pada saat pembubutan. dan dapay menjangkau bagian yang sempit seperti poros transportir penggerak maju mundur eretan pada saat digunakan.

4. . Penjepit Pahat (Tools Post) Penjepit pahat digunakan untuk menjepit atau memegang pahat. Sedangkan yang satunya (D) dipasang pada sisi tabung luncur/rumah senter putar. bila dikencangkan berfungsi agar tidak terjadi pergerakan longitudinal sewaktu membubut. di mana fungsinya untuk mengikat kepala lepas terhadap alas mesin agar tidak terjadi pergerakan kepala lepas dari kedudukannya. Selain roda pemutar (B). dibawah ini adalah foto dari Tail Stok / Kepala Lepas. Pada sistem pelumasan pada Tail Stok menggunakan sistem pelumasan tekan. yang bentuknya ada beberapa macam di antaranya seperti ditunjukkan pada Gambar. kepala lepas juga terdapat dua lagi lengan pengikat yang satu (C) dihubungkan dengan alas yang dipasang mur. yang cara pelumasannya oli dimasukkan dan ditekan pada baut penyetel maju mundur.atau tidak sepusat yaitu pada waktu membubut tirus di antara dua senter. Jenis ini sangat praktis dan dapat menjepit pahat 4 (empat) buah sekaligus sehingga dalam suatu pengerjaan bila memerlukan 4 (empat) macam pahat dapat dipasang dan disetelsekaligus. yang berada pada samping tuas pengunci. Untuk penjepit pahat menggunakan teknik pelumasan eles atau siram dengan alat kuas atau semprotan oli.

berfungsi sebagai dudukan penjepit pahat yang sekaligus berfungsi untuk mengatur besaran majunya pahat pada proses pembubutan ulir. biasanya digunakan untuk membubut tirus dan pembubutan ulir dengan pemakanan menggunakan eretan atas.01 mm. dan lain-lain yang ketelitiannya bisa mencapai 0. Eretan Atas Eretan atas sebagaimana Gambar. melainkan hanya dengan cara manual.5. Eretan ini tidak dapat dijalankan secara otomatis. champer (pingul). tirus. alur. . Kedudukannya dapat diatur dengan memutarnya sampai posisi 360°.

Baca dulu instruksi manual sebelum mengoperasikan mesin 2. Instruksi-instruksi Standar Keselamatan Kerja dalam proses pembubutan Ada beberapa instruksi standar keselamatan kerja terkait dengan proses pembubutan. Ketika membersihkan mesin. upayakan mesin dalam keadaan mati. Hindari pengoperasian mesin pada lingkungan yang berbahaya. bebas dari kekacauan (clutter). Gunakan selalu kaca mata pelindung seriap saat bekerja dengan mesin 5. Pada roda eretan ini juga terdapat dial pengukur untuk mengetahui berapa panjang langkah gerakan maju atau mundurnya pahat. Semua peralatan harus di grounded 4. seperti lingkungan yang banyak mengandung bahan mudah terbakar 6. Eretan Lintang Eretan lintang berfungsi untuk menggerakkan pahat melintang alas mesin atau arah ke depan atau ke belakang posisi operator yaitu dalam pemakanan benda kerja. Tetapkan batas aman untuk pengunjung 9. . akan lebih baik jika hubungan dengan sumber listrik diputus. minyak dan sebagainya 8. Pertahankan kebersihan tempat kerja. Upayakan tempat kerja tetap bersih dengan penerangan yang memadai 3. Gunakan selalu alat dan perlengkapan yang ditentukan. Yakinkan bahwa switch dalam keadaan OFF sebelum menghubungkan mesin dengan sumber listrik 7.6. 10. diantaranya adalah: 1.

Keselamatan kerja tersebut harus menyangkut aspek keselamatan kerja yang terkait dengan manusia (operator/pekerja). Lindungi lintasan meja dari hubungan langsung dengan listrik 2. 3. dan alat. Gunakan selalu alat yang benar. Selalu gunakan kaca mata pelindung 3. harus diperhatikan instruksiinstruksi yang terkait dengan keselamatan kerja. BAB III PENUTUP 3.11. Jangan menghentikan spindel dengan tangan .2 Saran • Hindari Hal-Hal Potensial Yang Menyebabkan Kecelakaan 1. mesin. Sehubungan dengan sebelum kita melakukan suatu pekerjaan.1 Kesimpulan Keselamatan kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus diperhatikan pada saat melaksanakan suatu pekerjaan.

4. Jangan biarkan kunci Chuck tetap menempel pada Chuck • Lakukan perawatan mesin bubut secara berkala .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful