Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik

Sejak ditemukannya mikroskop elektron para ahli biologi mulai berhasil mengidentifikasi struktur internal dari berbagai macam sel. Berdasarkan hasil pengamatannya, para ahli menggolongkan sel menjadi dua kelompok, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Penggolongan ini didasarkan atas ukuran dan struktur intemal atau kandungan organel selnya. Sel prokariotik memiliki struktur yang sederhana,. misalnya bakteri, ganggang hijau-biru, dan mikoplasma. Sedangkan, sel eukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks, misalnya protista, fungi, tumbuhan, dan hewan.

1. Struktur Sel Prokariotik
Prokariotik meliputi archaebakteria (bakteri purba) dan eubakteria (bakteri modern/bakteri sejati) yang beranggotakan bakteri, mikoplasma dan alga hijau-biru. Ukuran sel prokariotik berkisar antara 0,5 -3 mm. Struktur umum sel prokariotik yang diwakili oleh bakteri berturut-turut mulai dari luar ke dalam adalah dinding sel, membran sel, mesosom, sitoplasma, ribosom dan materi inti (DNA dan RNA). Dinding sel bakteri berfungsi untuk menahan tekanan osmotic sitoplasma, sehingga sel tidak mudah pecah akibat masuknya air kedalam sel, dinding sel bakteri tersusun atas peptidoglikan atau mukopepetida yang dapat dipergunakan sebagai dasar penggolongan bakteri menjadi dua golongan , yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negative. Pada bajteri gram positif, hamper 90% komponen dinding selnya tersusun atas peptidoglikan, sedangkan pada bakteri gram negative berkisar antara 5 ± 20%. Selaput sitoplasma atau membran sel bakteri berfungsi dalam seleksi dan pengangkutan larutan ke dalam sel; berperan dalam transfer elektron dan fosforilasi oksidatil; pada bakteri aerob berperan dalam pengeluaran enzim hidrolitik; sebagai tempat enzim dan molekul pembawa yang berfungsi dalam biosintesis DNA, polimer dinding sel dan lipid selaput. Komponen utama membran sel tersusun atas lipid dan protein atau lipoprotein. Membran sel bakteri dan sianobakteri membentuk lipatan ke dalam yang dinamakan mesosom. Pada beberapa bakteri, mesosom berperan dalam pembelahan sel. Sedangkan pada sianobakteri, mesosom berfungsi sebagai kompleks fotosintetik yang mengadung pigmen fotosintesis. Di dalam sitoplasma terdapat kurang lebih 20.000 - 30.000 ribosom yang tersusun atas RNA dan protein. Ribosom merupakan tempat sintesis protein. Ribosom prokariotik tersusun atas sub unit kecil dan sub unit besar yang berukuran 30 S dan 50 S (Svedberg). Pada saat proses transaksi, kedua sub unit ini bersatu untuk menjalankan fungsinya. Di dalam sitoplasma juga terdapat molekul protein dan enzim yang digunakan dalam setiap reaksi kimia di dalam sitoplasma. Bakteri juga menyimpan cadangan makanan di sitoplasma dalam bentuk granula-granula tidak larut air. Materi genetik sel prokariotik membentuk suatu struktur yang dinamakan nukleoid, merupakan kromosom tunggal. Antara materi inti dengan sitoplasma tidak terdapat pembatas atau tidak memiliki membrane inti. Sel prokariotik mengandung sejumlah kecil DNA dengan total panjang antara 0,25 mm sampai 3 mm yang mampu mengkode 2000 ± 3000 protein.

2. Struktur Sel Eukariotik

gambar:struktur sel eukariotik.jpg Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multi seluler. Sel eukariotik tersusun atas membrane sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, komplek golgi, lisosom, badan mikro, mitrokondria, mikrotubulus dan mikro filamen. Organelorganel di dalam sel memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda - beda. Berikut ini akan diuraikan tentang struktur dan fungsi :

a. Membran Sel
Sel memiliki struktur khusus yang berfungsi untuk memisahkan isi sel dengan lingkungan luarnya, struktur ini dinamakan membrane plasma atau membran sel. Membran plasma ini memiliki ketebalan antara 5 sampai 10 nm (nanometer), oleh karena itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Membran sel

Lembaran tersebut tersusun atas dua lapisan lemak yang dinamakan lipid bilayer. Baik glikolipid maupun glikoprotein berfungsi sebagai media interaksi dengan sel lainnya. asam amino. Ikatan antara protein perifer dengan lipid bilayer adalah non kovalen. aparatus Golgi. 7) Untuk transduksi energi. Pada membran sel terdapat protein integral yang berfungsi sebagai reseptor untuk menerima sinyal dari lingkungan sel. yaitu permukaan yang mengarah ke lingkungan luar sel dan yang menghadap ke dalam sitoplasma 2) Protein perifer Protein ini terdapat pada permukaan luar lipid bilayer atau pada permukaan dalam-lipid bilayer. Kolesterol pada membran plasma hanya dijumpai pada sel hewan dan sekitar 50% dari lemak membran terdiri atas kolesterol. 3) Protein yang terikat lipid membran Protein ini terikat secara kovalen dengan lipid bilayer dan terletak pada permukaan luar dari lipid bilayer. Di dalam sitoplasma terdapat membran intrasel yang membungkus organel sel. tergantung dari tipe sel dun spesies. misalnya membran yang membungkus mitokrondria. sitoplasma mengandung gula. lisosom.protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi dengan sel lain atau dengan lingkungan luarnya. dan lisosom. misalnya membran retikulum endoplasma berbeda dengan membran Golgi. Karbohidrat terikat secara kovalen. sedangkan yang terikat dengan protein dinamakan glikoprotein. 6) Tempat aktivitas biokimiawi. . Perbandingan jumlah. Fungsi kolesterol pada membrane berhubungan dengan rigiditas atau kekakuan membran. yaitu lemak (lipid) dan protein yang terikat secara non kovalen dan tersusun dalam suatu struktur yang menyerupai lembaran. 5) Untuk interaksi interseluler. Protein membran dikelompokkan menjadi tiga jenis. tetapi diduga berhubungan dengan tempat melekatnya beberapa mikroorganisme infektif. dan badan Golgi. kloroplas. sedangkan protein terletak di antara lemak atau di permukaan lapisan lipid bilayer. Semua membran sel terdiri atas dua komponen utama. misalnya retikulum endoplasma.ion-ion dan senyawa kimia lain yang digunakan untuk metabolisme sel. peroksisom.10 ppersen glikolrotein membangun membran plasma. 2) Menyediakan selaput atau penghalang yang bersifat selektif permeabel. baik dengan lemak maupun protein. antara lain yaitu: 1) Sebagai pembungkus isi sel dan membentuk sistem endomembran di dalam sel. Membran sel berfungsi untuk menyaring masuknya zat-zat ke dalam sel sehingga tidak semua zat dapat menembus membran sel. lemak. Fungsi glikolipid masih belum banyak diketahui. misalnya membran sel tumbuhan berbeda dengan membran sel hewan dan jenis sel. sekitar 2 . Protein yang menyusun membran plasma tersusun atas lebih dari 50 jenis protein yang berbeda. jenis organisme. tergantung dari jenis membran sel. antara lemak dan protein bervariasi. Karbohidrat yang terikat dengan lemak dinamakan glikolipid. misalnya membran sel tulang berbeda dengan sel hati. Sitoplasma Sitoplasma merupakan cairan sel yang dibungkus oleh membrane plasma. yaitu: 1) Protein integral Protein ini menembus lipid bilayer sehingga memiliki dua permukaan. Membran sel berfungsi dalam membantu memasukkan dan mengeluarkan senyawa ± senyawa tertentu dari dan ke dalam sel. |enis-jenis tersebut terletak dengan orientasi tertentu pada lipid bilayer.memiliki beberapa fungsi. Beberapa reaksi kimia dikatalisis oleh protein integral membran yang berfungsi sebagai katalisator. b. retikulum endoplasma. 4) Merespons terhadap sinyal dari luar. 3) Sebagai sarana transpor larutan dari dan ke dalam sel. Protein . Membran dalam (inner membrane) kloroplas berfungsi untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam proses fotosintesis.

0. Di dalam sitosol juga terdapat protein dan enzim-enzim untuk reaksi kimia. Mitokondria di dalam sel mampu menggandakan diri. Pada membran dalam (inner membrane) mitokondria terdapat beberapa jenis protein yang terlibat dalam proses pembentukan ATP. Jumlah mitokondria di dalam sel bervariasi tergantung dari jenis sel. misalnya pada sel-sel awal embrio. bentuk mitokondrianya bulat atau oval. dan granul. Antara lumen RE dengan sitosol hanya dipisahkan oleh selapis membran sehingga memudahkan terjadinya pertukaran zat antara lumen RE dengan sitosol. Matriks mitokondria merupakan bagian mitokondria yang menyerupai gel. sedangkan pada sel-sel lain bentuknya seperti gelendong dan ada juga yang berbentuk pipa. gambar:Re hewan. Di dalam matriks mitokondria terdapat ribosom. dan kelenjar endokrin yang mensekresikan hormon steroid. atau di sekitar memmbran yang melakukan endositosis. Di dalam sel. lisosom. RNA dan beberapa protein yang larut dalam air serta filamen. Berdasarkan ada tidaknya ribosom yang menempel pada permukaan luar membran. Selain itu. tetapi rata-rata ukuran diameternya antara 0. DNA. spesies organisme. Membran mitokondria ada dua yaitu membran luar dan membran dalam. Pada umumnya.4 mikrometer. sehingga jumlahnya dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan energi sel. c. RER banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif mensekresikan protein misalnya sel ± sel pancreas. dan keadaan fisiologi sel. Membran luar mitokondria lebih tipis dari pada membrane dalam yaitu kurang dari 6 nanometer. kelenjar ludah. Pada RER permukaan luar membrannya banyak ditempeli oleh ribosom. mitokondria mampu bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam sitoplasma. Ukuran mitokondria ini hampir sama dengan ukuran bakteri yang menunjukkan salah satu bukti evolusi bahwa mitokondria merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan sel eukoriotik. Protein yang dihasilkan dari RER antara lain adalah protein yang disekresikan keluar sel. mitokondria tersebar secara acak di dalam sel dan cenderung berkumpul pada bagian sel yang banyak memerlukan energi. RE dibedakan menjadi dua. sedangkan membran dalam berukuran antara 6 . tergantung dari jenis selnya. dan kelenjar lainnya. tubulus ginjal. Selsel yang metabolismenya aktif banyak mengandung mitokondria dibandingkan sel-sel yang tidak aktif.jpg .7 mikrometer (pm) dan panjangnya antara 1 .2 . Iuluran membran ke arah matriks ini dinamakan tristae. Bagian-bagian utama mitokondria dibedakan menjadi dua. misalnya di sekitar gelendong pembelahan.Bagian sitoplasma yang berada di antara organel dinamakan sitosol. endosom. dan vakuola. Selain berfungsi menghasilkan energi dalam bentuk ATP.sebaliknya pada SER permukaan luar membrannya tidak ditempeli oleh ribosom. Membran dalam mitokondria membentuk juluran-juluran ke arah matrik sehingga memperluas permukaan dalamnva. ATP merupakan molekul berenergi tinggi yang akan digunakan untuk metobolisme sel. Mitokondria memiliki kelenturan yang tinggi sehingga bentuknya dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. SER banyak ditemukan pada otot rangka. protein-protein khusus di dalam organel. Volume sitosol lebih kurang 50% dari volume sel. Retikulum Endoplasma Retikulum Endoplasma (RE) merupakan bentukan membran yang sangat berlipat-lipat membatasi suatu ruangan yang disebut lumen (sisterna). yaitu bagian selaput atau membran dan bagian matriks. Karena ukurannya yang relatif besat mitokondria dapat terlihat cukup jelas di bawah mikroskop cahaya. Antara membran dalam dan membran luar terdapat ruang antarmembran yang berisi berbagai macam enzim. mitokondria juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan ion kalsium di dalam sel.8 nanometer. Ion-ion ini disimpan dalam suatu badan khusus yang dinamakan granul. Bentuk mitokondria bervariasi. seperti protein di dalam Golgi. Mitokondria Ukuran mitokondria bervariasi. makanan pada sel tumbuhan. yaitu Retikulum Endoplasma Halus (Smooth Endoplasmic Reticulumi /SER) dan Retikulum Endoplasma Kasar(Rough Endoplasmic Reticulum / RER). d. protein integral membran.

vesikel sekretori adalah membawa protein atau lipid yang telah mengalami Pemrosesan di dalam lumen sakulus. Akan tetapi banyak reaksi yang berlangsung di dalam lumen AG. yaitu: 1) kantung-kantung pipih yang disebut sisterna atau sakulus. e. enzim hidrolitik bersifat stabil. antara lain: 1) protein membran inti. AG dijumpai hampir pada semua sel tumbuhan dan sel hewan. fosfatase dan sulfatase. Aparatus Golgi (AG) atau Kompleks Golgi pertama kali ditemukan oleh Camilio Golgi tahun 1898 di dalam sitoplasma sel saraf. Ada empat macam bentuk lisosom.nuklease. Lisosom tergolong organel yang polimorfik karena memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. Beberapa penelitian membuktikan bahwa AG tidak hanya berfungsi sebagai alai transport materi ke luar sel. Lisosom sekunder ada tiga macam. Pada sel tumbuhan yang sedang membelah. vesikel ini dinamakan vesikel tiansisi atau vesikel peralihan. Terdapat lebih kurang 40 macam enzim hidrolitik yang ditemukan di dalam lisosom. Organel ini berbentuk semacam kantung yang berisi enzim hidrolitik. Lisosom Lisosom pertama kali ditemukan pada tahun 1949 oleh De Duve di dalam serpihan sel-sel hati. Di dalam AG juga terjadi proses penambaKan gugus sulfat pada karbohidrat yang dikatalisis oleh enzim sulfat tansferase. glikosidase. kantung ± kantung pipih tersebut tersusun bertumpuk membentuk diktiosom. ‡ Detoksifikasi di dalam hati yang melibatkan beberapa molekul penting di dalam sel hati. Molekul-molekul protein dan lipid yang telah mengalami modifikasi kimiawi di dalam lumen AG akan di packing oleh membran Golgi dan ditransfer dalam bentuk vesikel. ' Ada tiga macam protein yang dihasilkan oleh Golgi. Enzim-enzim tersebut meliputi protease. kedua proses ini sering dinamakan glikosilasi. ‡ Tempat menyimpan ion-ion kalsium di dalam sisterna yang akan dikeluarkan jika ada rangsangan yang menyebabkan pengeluaran ion kalsium. Organel ini terdiri atas setumpuk saku-saku pipih yang masing-masing dibatasi oleh selapis membian. Seiain itu. Selama masih terbungkus membran. tampak bahwa AG tersusun atas tiga bentukan membran.yaiitu: . di dalam lumen AG terjadi proses sintesis proteoglikan yang merupakan komponen matriks ekstra sel. misalnva kontraksi otot. Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG dan belum berfusi (bergabung) dengan materi yang akan dicerna. 2) vesikel-vesikel kecil berdiameter kurang lebih 50 mikrometer yang terletak pada sisi yang berbatasan dengan RE.SER mempunyai beberapa fungsi. ‡ Sebagai tempat melekatnya granul-granul yang berisi glikogen pada sel-sel hati. fosfolipase. AG berperanan dalam pembentukan komponen dinding sel yang baru. yaitu: ‡ Sintesis hormon steroid pada sel-sel kelenjar endokrin pada gonad dan adrenal. fungsi vesikel adalah membawa protein dan lipid dari RE ke AG dan dari sakulus satu ke sakulus lainnya. ‡ Melepaskan glukosa dari glukosa-6-fosfat di dalam sel-sel hati. 3) vesikel besar yang terletak pada sisi yang berhadapan dengan membrane plasma. Dengan menggunakan mikroskop elektron. lipase. Enzim ± enzim tersebut hanya akan dapat bekerja optimal pada pH sekitar 5. yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. antara lain proses biosintesisglikoprotein dan glikolipid yang dikatalisis oleh enzim glikosil transferase. membran plasma dan protein membran organel 2) protein sekretori yang disimpan dalam bentuk vesikel 3) protein enzim yang disimpan dalam vesikel (lisosom) f.membran lisosom mengandung protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. Aparatus Golgi atau Kompleks Golgi. Membran lisosom tidak akan tercerna oleh enzim yang dikandungnya sendiri karena kandungan karbohidrat yang tinggi pada membrannva. vesikel ini dinamakan vesikel sekretori.

sel tumbuhan tertentu maupun sel ragi. peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter kurang lebih antara 0. menjadi karbohidrat atau disebut glukoneogenesis. enzim.enzim ini berperan dalam pembentukan katalase. Materi yang dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel atau dari dalam sel itu sendiri. Oleh karena enzim .bagian sel yang telah tua dinamakan autofagi. Selain berfungsi untuk pembentukan dan perombakan H2O. Diameter glioksisom antara 0.0 mikrometer. Protein dan lipid yang diperlukan ditransfer dari sitosol. baik sel prokariotik maupun eukariotik. jika membran lisosom pecah. 2) Glioksisom Glioksisom merupakan badan mikro yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Di dalam sel. Sedangkan peroksisom merupakan badan mikro yang ditemukan baik pada sel hewan maupun sel tumbuhan. glukosa dan nukleotida mampu menembus membran lisosom menuju sitosol. hidorolitik tidak pernah keluar dari dalam lisosom sehinggan pencernaan berlangsung optimal. menjadi substrat organik dan H2O.7 mikrometer. seperti asam amino. maka organel tersebut dinamakan peroksisom. g. Jumlah peroksisom untuk tiap sel bervariasi antara 70700. didalam metriks mitokondria dan didalam stroma kloroplas.Pada sel tumbuhan. (2) Sitolisosom merupakan gabungan antara lisosom primer dengan autosom. menempel pada permukaan luar retikulum endoplasma. Salah satu proses utama pada biji yang sedang mengalami perkecambahan adalah perubahan dari asam lemak dalam glioksisom. merupakan gabungan antara lisosom primer dengan fagosom. organel ini terdapat pada sitoplasma.Ribosom Ribosom merupakan salah satu organel tidak bermembran yang ditemukan pada semua sel. Di dalam peroksisom ditemukan beberapa macam enzim oksidase dan enzim katalase. Asam sitrat yang terbentuk akan diubah menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatis yang terdapat di dalam glioksisom.5 sampai 1.enzim ini berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida(H2O2) . dimana bagian kepala sperma yang dinamakan akrosom mengandung enzim hialuronidase untuk mencerna zona pelusida pada sel telur. Pada eukariotik . Badan Mikro 1) Peroksisom Organel ini ditemukan pada sel hewan. misalnya menyusutnya ekor pada berudu karena dicerna oleh enzim katepsin di dalam lisosom 3) pemulihan ukuran uterus setelah kehamilan 4) proses fertiliasi. Peroksisom memiliki kemampuan untuk membelah diri sehingga dapat membentuk peroksisom anak. h. hanya dibungkus oleh selapis membran. pencernaan bagian . Pencernaan intra sel selalu terjadi di dalam lisosom. . ( 3) badan residu. Hasil pencernaan lisosom. Penguraian asam lemak menjadi asetil ko-A selanjutnya berubah menjadi oksaloasetat untuk membentuk sitrat. oleh karena enzim . Akan tetapi. Membran lisosom selanjutnya akan dikembalikan menuju membran plasma melalui proses eksositosis. Peroksisom pertama kali ditemukan oleh De Duve dan kawan-kawannya pada tahun 1965 di dalam sel-sel hati. maka enzim hidrolitik pada lisosom akan keluar dan mencerna sel itu sendiri.0. Beberapa peran lisosom antara lain adalah: 1) perombakan organel sel yang telah tua 2) proses metamoifosis pada katak. Materi dari luar sel masuk ke dalam sitoplasma melalui pinositosis dan fagositosis.(1) heterofagosom. adalah vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna Fungsi utama lisosom adalah untuk pencernaan intra sel. fungsi organel ini berkaitan dengan siklus glioksilat sehingga dinamakan glioksisom. Glioksisom banyak ditemukan pada biji-bijian yang berperan sebagai tempat menyimpan asam lemak untuk pembentukan energi dalam Proses perkecambahan.5 . peroksisom juga berfungsi untuk merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan.

Ribosom terdiri atas dua sub unit yaitu sub unit besar darn sub unit kecil. Hampir semua jenis sel hewan mengandung aktin. Letak filamen inibiasanya terpusat disekitar inti. dan sentriol. dan keratin. 2. filamen intermediet membentuk anyaman yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar. Polipeptida hasil translasi pada RER akan dikirim dan diolah di dalam AG menjadi protein membran. berbentuk pembuluh. Komponen penyusun besar ribosom terdiri atas protein ribosom dan ARN ribosom (ARN-r).Sub unit ribosom dinyatakan dengan satuan S (Svedberg) yang merupakan nama penemunya. 3. Panjang mikrofilamen bervariasi. atau disekresikan ke luar sel melalui vesikel. Mikrotubulus ini berbentuk serabut tunggal dengan diameter lebih kurang 25 nanometer. dengan komposisi miosin yang lebih sedikit dibandingkan aktin. yaitu tubulin dan tubulin . misalnya sub unit kecil dan sub unit besar ribosom pada eukariotik adalah 40S dan 60s. Setiap mikrotubulus tersusun atas 13 protofilamen yang tersusun paralel mengelilingi suatu sumbu. dengan diameter lebih kurang 7 µm. yaitu mikrotubulus stabil dan mikrotubulus labil. misalnya aliran sitoplasma pada sel tumbuhan (siklosis). Kedua sub unit ini akan berfusi jika proses trnaslasi berlangsung. 1. sedangkan ARN-r ditranskripsi di dalam anak inti (nukleous). Protein ribosom disintesis oleh bebas yang terdapat di dalam sitoplasma. satuan ini menunjukkan kecepatan pengendapan pada saat sub unit tersebut disentrifugasi. bersifat liat. . neurofilamen. atau sebagai protein ribosom. sepe'rti silia. Mikrofilamen merupakan protein konEaktil yang berfr-rngsi untuk pergerakan di dalam sitoplasma. Ada dua macam mikrotubulus di dalam sel yang dibedakan atas stabilitasnya. silia dan flagella. Beberapa organel yang tersusun dari mikrotubulus adalah sentriol. dan gerak amoeboid pada Protozoa. i. Sedangkan polipeptida hasil translasi pada ribosom bebas dikirim ke mitokondria. Contoh filamen entermediet antara lain adalah kertin. sebagai enzim peroksisom. Contoh mikrotulus stabil adalah pembentuk silia dan flagela. dan tersusun atas protein fibrosa. Filamen lntermediet Filamen intermediet memiliki diameter antara 8-10 pm. Mikrotubulus sitoplasmik didalam sel berfungsi sebagi keranga dalam yang menetukan bentuk sel dan untuk transfer molekul di dalam sel. Mikrofilamen Mikrofilamen biasanya banyak terdistribusi dibawah permukaan membrane plasma. vimentin. flagela. stabil. dinamakan mikrotubulus sitoplasmik dan ada juga yang berfungsi sebagai penyusun organel . Sedangkan mikrotubulus labil contohnva mikrotubulus pembentuk gelendong pembelahan. Ada dua jenis protein tubulin penyusun tubulin. Mikrotubulus Mikrotubulus tersusun atas molekul protein tubulin. Hasil translasi ini adalah polipeptida. Organel ini merupakan tempat berlangsungnya penerjemahan (translasi) kodon (kode genetik) yang dibawa ARN-duta (ARN-d). lamina nuclear. terutama aktin dan miosin. Mikrotubulus ada yang Ietaknya terbenam di dalam sitosol. Kedua jenis protein ini berperan untuk pergerakan. Aktin dan miosin banyak ditemukan terutama pada sel otot. Sitoskeleton berfungsi untuk menyokong bentuk sel dan memungkin terjadinya gerakan-gerakan organel di dalam sitoplasma. misalnya aliran sitoplasma cii clalanr sel tumbuhan dan gerak amoeboid pada leukosit. mikrofilamen dan filamen intermediat. Mikrofilamen tersusun atas protein. tersusun atas 4-5 protofilamen yang tersusun melingkar. Pada sel epitel. Sitoskeleton Di dalam sitosol juga ditemukan adanya sitoskeleton yang tersusun atas mikrotubulus. Sebagaian besar filamen intermediet berfungsi untuk menyokong sel dan inti sel. dan enzim lisosom.

transferase. Bagian dalam cincin membentuk tonjolan-tonjolan ke arah lumen pori. Pori membran inti dikelilingi oleh bentukan semacam cincin (anulus) yang bersama-sama dengan pori membentuk kompleks pori. Pada membran inti juga terdapat enzim-enzim seperti yang terdapat pada membran ER.matriks inti sel (matriks). 3) Matriks Inti (nukleoplasma) Komponen utama dari matriks inti adalah protein vang kebanyakan berupa enzim dan sebagian adalah protein structural inti. materi intinya telah diselubungi oleh suatu membran dan membentuk struktur inti sel atau nukleus. pori membran. Kromatin yang mengalami kondensasi ini dinamakan kromosom. tetapi ada juga yang bentuknya seperti gelendong. 4) Materi Genetik Bagian utama dari sebuah inti sel adalah materi genetik. Pada waktu interfase. Hasil analisis kimia menunjukkau. tetapi ada juga beberapa jenis sel yang memiliki inti lebih dari satu. 5) Anak Inti (Nukleolus) . misalnya tempat keluarnya ARN ± duta dan protein ribosom. Berikut ini uraian tentang bagian-bagian penyusun inti sel. inti sel berbentuk bulat. Pada bagian tengah pori terdapat sumbat tengah (central plug). 1) Membran inti Membran inti terdiri atas dua lapis. replikasi DNA. Permukaan luar membran inti juga berikatan dengan filamen intermediet yang menghubungkannya dengan membran plasma sehingga inti terpancang pada suatu tempat di dalam sel.15 nm. Semua aktivitas di dalam sel dikendalikan oleh materi genetik. Diameter pori berkisar antara 40 . bahwa kromatin tersusun atas DNA. materi genetik dinamakan kromatin. misalnya transkripsi. yaitu membran luar (membran sitosolik) dan membran dalam (membran nukleo-plasmik). Membran luar inti bertautan dengan membran ER. Sel eukariotik umumnya memiliki satu inti sel. dan proses ±proses lainva di dalam inti. Jumlah pori membran inti bervariasi tergantung dari jenis sel dan kondisi fisiologi sel. dan anak inti (nukleolus). Bagian ±bagian yang menyusun inti sel antara lain adalah membran inti. antara lain sebagai jalan keluar atau masuknya senyawa ± senyawa dari inti dan menuju inti. Matriks inti diduga ikut berperan dalam proses ± proses pada materi inti. Inti Sel (Nucleus) Pada sel eukariotik. protein histon dan protein nonhiston. 2) Pori Membran Inti Pada membran inti terbentuk pori-pori sebagai akibat pertautan antara membran luar dan membran dalam inti.j. Pada umumnya. misalnya sitokrom. Fungsi pori membrane inti ini. dan glukosa6-fosfatase.100 nm. kromatin atau kromosom. RNA. Di antara kedua membran tersebut terdapat ruangan antar membran (perinuklear space) selebar 10 . Benang benang kromatin ini akan mengalami pemampatan (kondensasi) pada saat sel akan membelah.

sentriol berfungsi sebagai tubuh basalis. nukleolus tampak sebagai suatu struktur yang merupakan tempat pembentukan dan penyimpanan prekusor ribosom dan pembentukan sub unit ribosom. misalnya pada neuron. oosit. Membran silia dan flagela merupakan perluasan dari membran sel. Sedangkan flagela dapat ditemukan pada spermatazoa dan beberapa organisme eukariotik uni seluler misalnya Euglena viridis dan lain-lain. sintesis proteinnya tinggi. Di dalam setiap sel mengandun sepasang sentriol yang letaknya saling tegak lurus dekat inti sel.Nukleolus banyak ditemukan pada sel-sel yang aktivitas . Jumlah silia pada umumnya banyak. epitel saluran sperma (epididimis) pada lakilaki. sedangkan jumlah flagela hanya satu atau dua. Sentriol Sentriol merupakan organel sel berbentuk silindris dengan diameter lebih kurang 2 pm (mikrometer) dan panjang lebih kurang 4 ptm. . Silia dan Flagela Kedua organel ini berfungsi sebagai alat pergerakan sel yang letaknya berada pada permukaan luar membran sel. Berbeda dengan sentriol. struktur ini merupakan tempat terjadinya proses transkripsi gen ARN ribosom (ARN-r). yaitu memiliki sumbu yang dinamakan aksonem. persis dengan sentriol. Selain itu. k. pada organisme eukariotik uniseluler misalnya Paramaecium caudatum. i. sentriol berfungsi sebagai bahan pembentuk sillia dan flagella . Baik silia maupun flagella memiliki struktur yang sama. Contoh sel-sel bersilia adalah lapisan epitel saluran telur (oviduct) pada wanita. Jadi. Di dalam inti. dan kelenjar. selain sebagai komponen penyusun sentrosom. silia dan flagella dibungkus oleh membran. Silia berukuran lebih halus dan lebih pendek dari pada flagela. Struktur aksonem sangat kompleks karetra tersusun atas mikrotubulus dan protein.