P. 1
distosia bahu

distosia bahu

|Views: 540|Likes:
Published by FikriRizaldy

More info:

Published by: FikriRizaldy on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Distosia Bahu Karena Besar Janin

>> 23 AUGUST 2010

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Distosia Bahu Karena Besar Janin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setelah kelahiran kepala, akan terjadi perputaran lagi paksi luar yang menyebabkan kepala berada pada sumbu normal dengan tulang belakang. Bahu pada umumnya akan berada pada sumbu miring (oblique) dibawah ramus publis. Dorongan saat ibu mengedan akan menyebabkan bahu depan (anterior) berada dibawah pubis. Bila bahu gagal untuk mengadakan putaran menyesuaikan dengan sumbu miring panggul dan tetap berada pada posisi anterior posterior, pada bayi yang besar akan terjadi benturan bahu depan terhadap simfisis.

Distosia bahu terutama disebabkan oleh deformitas panggul, kegagalan bahu untuk ³melipat´ kedalam panggul (misal pada makrosomia) disebabkan oleh fase aktif dan persalinan kala II yang pendek pada multipara sehingga kepala yang terlalu cepat menyebabkan bahu tidak melipat pada saat melalui jalan lahir atau kepala telah melalui pintu tengah panggul setelah mengalami pemanjangan kala II sebelum bahu berhasil melipat masuk kedalam panggul. Janin besar adalah bila berat badan melebihi dari 4000 gram. Frekuensi bayi yang lahir dengan badan lebih dari 4000 gram adalah 5,3 % dan yang lebih dari 4500 gram adalah 0,4 %. Pernah dilaporkan berat bayi lahir pervaginam 10,8 ± 11,3 Kg (Lewellpyn, 2001). B. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar pembaca dapat mengetahui tentang persalinan yang patologis khususnya persalinan dengan distosia bahu dan dapat mengetahui cara menangani bila mendapatkan kasus distosia bahu. 2. Tujuan a. Agar mahasiswa dapat mengetahui tentang b. Agar tidak terjadi kesalahan dalam mendiagnosis c. Agar dapat melakukan segera dalam penanganannya. C. Manfaat Bagi peneliti / Meningkatkan pengetahuan dan teori - Mahasiswi bisa lebih kompeten dalam memberi asuhan kebidanan Khusus distosia bahu suatu tindakan Penulisan mahasiswa praktek

serta

BAB TINJAUAN PUSTAKA III 1. 5. C. paritas wanita hamil dengan diabetes melitus dan hubungan antara ibu hamil yang makannya banyak bertambah besarnya janin masih diragukan. panggul bentuk 1. A.8 Kg (Barnes) tetapi anak ini hanya hidup kira-kira 11 jam (Rustam. B. yaitu : Persalinan disfungsional akibat kontraksi uterus yang efektif atau akibat upaya mengedan ibu (kekuatan power). 4. Etiologi Faktor-faktor penyebab dari Distosia bahu bermacam-macam antara lain : kehamilan postern. Defenisi Distosia ialah kesulitan dalam jalannya persalinan atau dapat didefenisikan Distosia ialah persalinan atau abnormal yang timbul akibat berbagai kondisi yang berhubungan dengan lima faktor persalinan. 2006).Bagi ± Mengurangi angka kematian maternal dan .Meningkatkan kesadaran diri terhadap ibu agar memeriksakan dirinya secara rutin pada waktu kehamilan agar dapat mengetahui adanya komplikasi pada ibu dan janinnya. bayi besar dan jumlah bayi (penumpang/passenger). Posisi ibu selama persalinan dan melahirkan Respons psikologi ibu terhadap persalinan yang berhubungan dengan pengalaman.Mendeteksi dini kemungkinan adanya penyulit / masalah dalam persalinan Petugas neonatal Bagi Ibu / masyarakat . 2. 3. Klasifikasi Distosia karena kelainan Distosia karena kelainan letak serta Distosia karena kelainan Distosia karena kelainan traktus genitalis (Hanifah. meliputi kelainan presentasi atau kelainan posisi.3 Kg (Belcher) dan 11 Kg (Moss). Dan janin yang lahir dan hidup tercatat seberat 10. 4. budaya dan warisannya sistem pendukung. Diagnosis Menentukan apakah bayi besar atau tidak kadang-kadang sulit. Hal ini dapat diperkirakan dengan cara : 1. Perubahan struktur pelvis (jalan lahir / passage) Sebab-sebab pada janin. tenaga janin. Adapun penyebab lain dari Distosia bahu. 3. 1998). Dalam kepustakaan tercatat ada janin yang dapat dilahirkan secara pervaginam tetapi meninggal yaitu seberat 11. 5. 6. yaitu : Kehamilan postern Wanita-wanita yang habitus indolen Anak-anak berikutnya selalu lebih besar dari anak terdahulu Orang tua yang besar Eritroblastosis Diabeter Melitus D. 2. Keterunan atau bayi yang lahir terdahulu besar dan sulit melahirkan dan adanya diabetes melitus .

Pada kesukaran melahirkan bahu dan janin hidup dilakukan episiotomi yang cukup lebar dan janin diusahakan lahir atau bahu diperkecil dengan melakukan kleidotomi unilateral atau bilateral. dapat menimbulkan regangan segmen bawah uterus dan pembentukan lingkaran retraksi patologis (Bandl). F. janin dapat meninggal akibat asfiksia. E. G. Bahu yang lebar selain dijumpai pada janin besar juga dijumpai pada anensefalus. Kepala janin dapat dilahirkan tetapi tetap berada dekat vulva 5. Dengan memakai sarung tangan yang telah didisinfektankan tingkat tinggi Lakukan tarikan yang kuat dan terus menerus ke arah bawah pada kepala janin untuk menggerakkan bahu depan dibawah simfisi pubis. . Dalam posisi ibu berbaring terlentang. Penanganan 1. Partus lama yang sering kali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil. Tarikan kepala gagal melahirkan bahu yang terperangkap dibelakang simfisi pubis. 3. Dengan persalinan yang tidak maju karena disproporsi sefalopelvik. sedang janin dalam jalan lahir tertahan. malahan dapat pula menimbulkan fraktur pada os parietalis (Hanifah. Mintalah bantuan dua orang asisten untuk menekan fleksi kedua lututnya ibu ke arah dada. b.2. d. Kenaikan berat badan yang berlebihan tidak oleh sebab lainnya (eodem dan sebagainya) 3. Pada Ibu a. c. Kesukaran dapat terjadi karena kepala yang besar atau kepala yang lebih keras (pada post maturitas) tidak dapat memasuki pintu atas panggul atau karena bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul. Apabila kepala anak sudah lahir tetapi kelahiran bagian-bagian lain macet karena lebarnya bahu. Menarik kepala kebawah terlalu kuat dalam pertolongan melahirkan bahu yang sulit dapat berakibat perlukaan pada nervus brokhialis & muskulus sternokleidomastoidelis. Pada Bayi 1. 2002). Selanjutnya tekanan oleh promontarium atau kadang-kadang oleh simfisis pada panggul picak menyebabkan perlukaan pada jaringan diatas tulang kepala janin. jalan lahir pada suatu tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. Propalus funikuli. apabila terjadi mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan memerlukan kelahirannya dengan segala apabila ia masih hidup. Komplikasi 1. 2. Catatan : Hindari tarikan yang berlebihan pada kepala yang dapat mengakibat trauma pada pleksus brakhralis. 2. dapat menimbulkan dehirasi serta asidosis dan infeksi intrapartum. Dengan adanya disproporsi sefalopelvik kepala melewati rintangan pada panggul dengan mengadakan moulge. Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal apalagi jika ditambah dengan infeksi intrapartum. Prognosis Pada panggul normal janin dengan berat badan kurang dari 4500 gram pada umumnya tidak menimbulkan kesukaran persalinan. Pemeriksaan teliti tentang disproporsi Sefalo atau Feto-pelvik dalam hal ini dianjurkan untuk mengukur kepala bayi dengan ultrasonografi 4. Dengan his yang kuat. Mintalah seseorang asisten untuk melakukan tekanan secara srimultan kearah bawah pada daerah supra pubis untuk membantu persalinan bahu. b. c. mintalah ia untuk menekuk kedua tungkainya dan mendekatkan lututnya sejauh mungkin ke arah dadanya.

Jika bahu masih belum dapat dilahirkan setelah dilakukan tindakan diatas Masukkan tangan kedalam vagina . Kesimpulan Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan Klasifikasi Distosia bahu Distosia karena kelainan tenaga Distosia karena kelainan tenaga Distosia karena kelainan letak serta bentuk janin. 6. 5. Penyebab Kehamilan postern Wanita-wanita yang habitus indolen Anak-anak berikutnya selalu lebih besar dari anak terdahulu Orang tua yang besar Eritroblastosis Diabeter Melitus Diagnosis dapat ditegakkan dengan : Anamnesis Pemeriksaan Prognosis Pada panggul normal janin dengan berat badan 4000 ± 4500 gram. masukkan tangan kedalam vagina. tidak akan menimbulkan kesukaran persalinan. .Pakailah sarung tangan yang telah didisinfektan tingkat tinggi. Hal ini dapat mempengaruhi bahu lebih lanjut dan dapat mengakibatkan ruptura uteri. pilihan lain adalah : .Raih humerus dari lengan belakang dan dengan menjaga lengan tetap fleksi pada siku. 4. Jika semua tindakan di atas tetap tidak dapat melahirkan bahu. Distosia akan diperoleh bila janin lebih besar dari 4500 ± 5000 gram. Penanganan Dapat dilakukan dengan episiotomi dan penanganan media yang lain. Saran 1.Lakukan penekanan pada bahu yang terletak didepan dengan arah sternum bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu. B. untuk mengetahui perubahan berat badan pada ibu dan bayi y y y y y y y y y y y y y y y .Patahkan klavikula untuk mengurangi lebar bahu dan bebaskan bahu depan. 2001) BAB IV PENUTUP A. dilakukan penekanan pada bahu belakang sesuai dengan arah sternum.Lakukan tarikan dengan mengait ketiak untuk mengeluarkan lengan belakang (Ida Bagus. Distosia karena kelainan panggul Distosia karena kelainan traktus genitalis. gerakkan lengan ke arah dada. Ibu Hamil Diharapkan kepada ibu selama dalam masa kehamilan agar melakukan kunjungan / pemeriksaan kehamilan.Catatan : jangan lakukan tekanan fundus. Jika bayi masih belum dapat dilahirkan : . . .Jika diperlukan.

Institusi Pendidikan Diharapkan dapat menjadi bahan kajian maupun referensi dalam menambah khazanah perpustakaan DAFTAR PUSTAKA http://onlinelibraryfree.html#ixzz0xgN2C8j9 . Agar nantinya bisa didiagnosa apakah ibu bisa bersalin dengan normal atau tidak. Read more: http://askep-askeb.cz. Khususnya mengenai asuhan kebidanan ibu bersalin dengan komplikasi seperti distosia bahu. 2. 2001 Mochtar Rustam. Ida Bagus Gde. Jakarta : 2006. Hanifah. Dasar-dasar Obstetri dan Ginekologi. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Penulis Agar dapat meningkatkan pengetahuan maupun wawasan pembelajaran serta pengalaman dalam praktek asuhan kebidanan. Jakarta : 2005. Derek. Ilmu Kebidanan. Manuaba. Petugas Kesehatan Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar mampu menekan AKI/AKB dengan cara mengurangi komplikasi-komplikasi yang terjadi pada ibu hamil. Edisi 3 Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta : 2002.com Llwenllyn ± Jones. 3. Edisi 6 Jakarta : Hipokrates.bertambah atau tidak sesuai dengan usia kehamilan ataupun ibu yang mengalami riwayat penyakit sistematik. Hanifah.cc/2010/08/asuhan-kebidanan-pada-bayidistosia. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstertri Ginekologi dan Keluarga Berencana. EGC. 4. (1998) Sinopsis Obstetri 2 Penerbit Buku Kedokteran EGC Jakarta: 2006 Winkjosastro. Winkjosastro.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->