P. 1
Analisis Logam Berat Dalam Sedimen Sungai

Analisis Logam Berat Dalam Sedimen Sungai

|Views: 130|Likes:
Published by Nugroho Seget

More info:

Published by: Nugroho Seget on Aug 12, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2011

pdf

text

original

ANALISIS LOGAM BERAT DALAM SEDIMEN SUNGAI pawestri farah diba, yulinda ambarsari, suryat hadi kusuma, sigit

nugroho Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang sigitnugroho11@rocketmail.com

Percobaan menganalisis Cu ini, merupakan percobaan yang menggunakan spektrofotometer serapan atom (AAS). Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan ini adalah untuk menentukan kadar Cu pada sampel dengan menggunakan spekt rofometri serapan atom. Spektrofometri serapan atom merupakan salah satu metode analisis kuantitatif untuk penentuan kadar logam. Pada percobaan ini, larutan standar Cu dengan konsentrasi yang berbeda-beda yang dihasilkan dari pengenceran larutan induk, akan dianilisis absorbansinya untuk menghasilkan konsentrasi larutan sampel yang belum diketahui. Kadar Cu dalam sampel yang dihasilkan dari perhitungan yaitu untuk sampel dari sedimen sungai mengandung cu sebesar 0,0884 mg/L. Kata Kunci : Spektrofometri Serapan Atom, sedimen, Larutan standar Cu.

PENDAHULUAN

Keberadaan Cu di lingkungan perlu mendapat perhatian mengingat kecilnya batas konsentrasi yang diijinkan. Berdasarkan keputusan menteri negara KLH Kep. 02/ Men-KLH/1998 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan, keberadaan Cu dalam lingkungan diharapkan nihil, sedangkan batas maksimal yang diperbolehkan adalah 1 ppm. Mengingat kecilnya batas konsentrasi yang diperbolehkan dan pengaruh dari toksisitas logam berat Cu, maka diperlukan adanya metode analisis yang memiliki ketelitian dan ketepatan tinggi. Metode analisis kuantitatif yang dapat dilakukan adalah sensor kimia berbasis reagen kering yang dideteksi secara spektrofotometri. Analisis

dilakukan dengan mengukur absorban dari komplek tersebut pada daerah tampak, sehingga besarnya radiasi sinar tampak yang diserap akan sebanding dengan konsentrasi analit. Peristiwa serapan atom pertama kali diamati oleh Fraunhofer, ketika menelaah garis-garis hitam pada spectrum matahari. Sedangkan yang memanfaatkan prinsip serapan atom pada bidang analisis adalah seorang Australia bernama Alan Walsh di tahun 1955. Sebelumnya ahli kimia banyak bergantung pada cara-cara spektrofotometrik atau metode analisis spektrografik. Beberapa cara ini yang sulit dengan memakan waktu, kemudian digantikan dengan spektrofotometri serapan atom atau atomic absroption spectroscopy (AAS).

AAS didasarkan pada penyerapan energi sinar oleh atom-atom netral dalam keadaan gas. pipet tetes dan pipet volume 10 ml. Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah larutan standar Cd : 0. botol sampel. HNO3 pekat. Misalnya garisgaris gelap pada frekuensi tertentu dalam spectrum matahari yang tanpa garis itu akan kontinu. ditambahkan reagen pendestruksi 10 ml selanjutnya dipanaskan pada suhu 1500 c selamaselama 30 menit sampai 1 jam. Jika larutan berwarna coklat. hanya saja dibedakan atas cara pengerjaan. 0. 5 ml. Prinsip AAS secara garis besar sama dengan spektrofotometer UVVIS. METODE PENELITIAN A. 1 mg/L. Detector-detektor itu pada dasarnya adalah spektrofotometer primitive. tetapi atom individu juga menyerap radiasi yang menimbulkan keadaan energi elektronik tereksitasi. dimana sumbernya adalah sebuah lampu uap raksa bertekanan rendah. sedimen. Cara kerja Penyiapan sampel Menimbang 0. Selama bertahun-tahun detector uap raksa mewakili analitis utama dari absorpi atom.6 mg/L.4 mg/L.8 mg/L dan 1 mg/L. Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah spektrofotometer serapan atom. Sinar yang diserap biasanya sinar tampak / UV. Untuk analisis kuantitatif. AAS mengukur kadar total unsur logam dalam satu cuplikan. 1.5 mg/L.5 mg/L. peralatan dan bentuk spectrum atom. Tekanan uap raksa logam cukup besar sehingga membahayakan kesehatan dalam ruang yang ventilasinya tidak memadai. 0.5-2 gram ditempatkan ke dalam gelas kimia atau labu destruksi.2 mg/L. labu destruksi. Absorpsi atom telah dikenal bertahun-tahun yang lalu. botol semprot. pertama kali diperhatikan oleh Wallaston dalam tahun 1802. tidak bergantung bentuk molekul logam dalam cuplikan. Radiasi itu bukan suatu kontinum melainkan terdiri dari frekuensi-frekuensi diskrit yang menyatakan transisi elektronik dalam atom raksa. larutan standar Cu 0. kuvet. Spektra absorpsi lebih sederhana dibandingkan dengan spectra molekul karena keadaan elektronik tidak mempunyai sub tingkatan vibrasi-rotasi. memencarkan radiasi bila mereka kembali ketingkatan elektronik yang lebih rendah.5 mg/L. cuplikan. maka kedalam larutan ditambah H2O2 tetes demi tetes . Spectra absorpsi atom terdiri dari garisgaris yang lebih tajam daripada pira-pita yang diamati dalam spektroskopi molekuler.Spektrofotometri molekuler pita absopsi inframerah dan UV-tampak yang di pertimbangkan melibatkan molekul poliatom. 2 mg/L dan 2. 0. Spectra absorpsi lebih sederhana dibandingakan dengan spectra molekulnya karena keadaan energi elektronik tidak mempunyai sub tingkat vibrasi rotasi. labu ukur 100 ml. Jadi spectra absopsi atom terdiri dari garis-garis yang jauh lebih tajam daripada pita-pita yang diamati dalam spektrokopi molekul. B. Atom-atom raksa yang dieksitasi dalam discas listrik dari lampu itu.

5 nm untuk Cu. Metode yang digunakan pada AAS.011 0. 5.005 0. Setelah konsentrasi pengukuran diketahui. 0.6 0.28 1 0.028 0.0. Prosedur ini digunakan untuk analisis total unsur dalam tanah dan sedimen. aqua regia HNO3 -HCl (3 : 1).0.016 0.05 0.0 mg/L. sehingga dapat ditentukan konsentrasi sampel dari absorbans yang terukur.0. 1.5. 2.0. . Jika terlalu pekat. digunakan instrumen Spektroskopi Serapan Atom (AAS).5 konsentrasi [Cd] absorbansi 0 0.005.003 0.021 0.0. Setelah dingin larutan di saring dengan kertas whatman 45 kemudian ditepatkan 50 ml dengan deionized water atau larutan asam encer.dalam keadaan dingin kemudian dipanaskan hingga larutan jernih. Untuk penentuan kadar dari Cu dalam percobaan ini.50. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Kurva Kalibrasi Larutan baku Cu yang ada kemudian diencerkan pada labu ukur 10 ml dengan variasi kosentrasi CU sebesar : 0. pengenceran dapat dilakukan kembali untuk sampel sebanyak 2 kali (5 ml sampel + 5 ml akuades) apabila tidak pekat tidak usah diecerkan.10. maka konsentrasi sebenarnya Cu dalam sampel kering dapat ditentukan.23 0.6 0. Penentuan Konsentrasi (mg/L) blanko 0. Larutan kemudian diukur absorbansi dengan AAS. 4. Reagen pendestruksi yang digunakan adalah HNO3 pekat.30 2 0.4 0. sangat tepat untuk analisis zat Cu pada sampel dilakukan dengan teknik kurva kalibrasi yang berupa garis linier. Spektroskopi serapan atom menggunakan lampu sesuai panjang gelombang maksimum yang dapat menyerap sampel secara maksimal. 8. Penentuan konsentrasi Pb dan Cu dalam sampel sedimen Filtrat hasil destruksi diukur dengan AAS menggunakan lebar celah 1 nm untuk Pb dan 0. 1. fosfat dan unsur lainnya dalam sampel.04 Data absorbansi sampel dan spike Konsentrasi [Cd] absorbansi (mg/L) sample 0. 0. 10. Campuran asam ini merupakan pengoksidasi kuat yang efisien untuk mendekomposisi karbonat.8 1 1.2 0.37 Berdasarkan data di atas dapat dibuat kurva kalibrasi seperti berikut ini.

KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:sampling sediman sungai dapat diperoleh dengan cara destruksi kering. yang berarti hasil per grafik tersebut sudah memenuhi hukum Lambert-Beer.dengan sampel diambil dari sungai FIS Unnes dengan kedalaman 10 cm dan dianalisis dengan metode AAS.0 sehingga didapat persamaan linier untuk Cu adalah y = 0. Dari hasil pengukuran didapat kurva kalibrasi standar linier.06. Regresi linear yang mendekati 1.026 dan a (intersep) = 0.88 mg/L. Dan metode ini sangat cocok untuk menganlisis pencemaran logam-logam dalam perairan.42 mg/L. Nilai regresi linear (R) dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan sampel.. Absorbans yang dihasilkan berbanding lurus dengan konsentrasi larutan standar yaitu semakin besar konsentrasi yang digunakan. Absorbansi menunjukkan kemampuan sampel untuk menyerap radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang maksimum. sehingga untuk keperluan analisis ini zat yang ingin dianalisis ditetapkan dalam satuan ppm. kurva kalibrasi ini nantinya digunakan untuk menentukan konsentrasi sampel yang terukur sebenarnya dengan menggunakan persamaan regresi linier pada larutan standar Cu diperoleh b (slope) = 0. Setelah didapatkan absorbans dari larutan standar.1503 dan LOQ nya bernilai0. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh untuk sampel air yang mengandung logam Cu yang paling tinggi terdapat pada sampel x dengan konsentrasi sebesar 0.996.5011. Sedangkan nilai LOD nya adalah sebesar 0. Kandungan cu dalam perairan melebihi batas yang telah ditentukan dan tergolong besar ambang batas < 0.00 dengan nilai regresi R = 0. Dari data Cu. maka absorbans yang dihasilkan sudah cukup baik (mendekati kebenaran). maka dapat dibuat kurva kalibrasi konsentrasi versus absorbansi.026x + 0. . Sedangkan untuk sampel air yang mangandung logam Cu yang di spike paling tinggi juga terdapat pada sampel yang ditambah 2 ppm yaitu sebesar yaitu dengan konsentrasi 1. maka absorbansnya juga semakin besar. grafik tersebut mendekati linear dengan nilai R mendekati 1. maka dibuat grafik hubungan antara konsentrasi dengan absorbans yang kemudian dihasilkan regresi linear.pada konsentrasi rendah. tepatnya dengan kurva kalibrasi.

2000.Y.K. Macedonia. Turk J Chem. D. FMIPA. Denpasar . 2002. FMIPA. Stafilov.I & Bambang Kuswandi. Determination of Trace Elements in Iron Minerals by Atomic Absorption Spectrometry. Universitas Jember. Santosa. 2002. Sedimen dan Ikan Lemuru di Pelabuhan Benoa.Daftar pustaka Solecha. Universitas Udayana. Skripsi. Trajce dan Dragica Zendelovska.. Kandungan logam timbal pada (Pb) dalam Air Laut. Jurusan Kimia. Penentuan Ion Cu(II) dalam Sampel Air Secara Spektrofotometri Berbasis Reagen Kering TAR/PVC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->