Disusun Oleh

:

Hariadi Fitrianto

2001 – 11 – 008

SEKOLAH TINGGI TEKNIK – PLN JAKARTA 2005

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami sebagai penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ AMANDEMEN UUD’45 “. Adapum makalah ini disusun adalah sebagai tugas dalam mata pelajaran Pancasila di kampus STT – YPLN pada semester genap 2001 / 2002 serta untuk menambah pengetahuan penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Dalam menyusun makalah ini, hanya merupakan hasil dari rujukan beberapa buku. Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Untuk itu, sebelum dan sesudahnya penulis mengucapkan banyak terima kasih. Akhir kata besar harapan penulis agar makalah ini dapat mendorong rasa ingn tahu pembaca tentang Amandemen Undang Undang Dasar 1945 seta pemahamannya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan baik di lingkungan kampus maupun dilingkungan masyarakat. Amin.

Jakarta, Juli 2002

Tim Penulis

AMANDEMEN UUD 1945

i

DAFTAR ISI
HALAMAN Kata Pengantar Daftar Isi …………………………………………………………. i ii

………………………………………………………………….

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar belakang …………………………………………. B. Permasalahan dan Tujuan penelitian …………………. C. Asumsi dasar …………………………………………. D. Metode penulisan …………………………………………. E. Sistematika penulisan ………………………………….

1 3 4 5 6

BAB II

NEGARA DAN DEMOKRASI A. Gagasan kedaulatan rakyat …………………………. B. Pembagian kekuasaan dalam negara demokrasi modern …. B.1 Pembagian kekuasaan secara vertikal …………. B.2 Relasi antar lembaga lembaga negara dalam pembagian kekuasaan secara horisontal ………….

7 9 9 11

BAB III

ANALISIS PERMASALAHAN A. Sistem pemerintahan negara yang dianut oleh UUD 1945 ... B. Hak Asasi Manusia …………………………………. C. Kekusaan Pemerintahan …………………………………. D. Kekuasaan Parlemen …………………………………. E. Kekuasaan Kehakiman …………………………………. F. Keberadaan UUD 1945 …………………………………. PERUBAHAN UUD 1945 A. Tinjauan Umum Mengenai Perubahan Konstitusi ……… B. Landasan Yuridis perubahan UUD 1945 ………………….

13 14 15 17 18 18

BAB IV

21 23

AMANDEMEN UUD 1945

ii

BAB IV

PERUBAHAN UUD 1945 A. Amandemen Undang Undang Dasar 1945

………….

24

Daftar Pustaka

………………………………………………………….

40

AMANDEMEN UUD 1945

iii

yaitu ketidaksempurnaan UUD 1945. (2) periode 1959-1966. perputaran roda pemerintah sangat bergantung kepada presiden. Padahal para perumus UUD 1945. UUD 1945 juga dianggap sebagai konstitusi yang tidak demokratis. Salah satu hal yang banyak disoroti adalah masalah konstitusi Indonesia. untuk kemudian Komite inilah yang mengusulkan perubahan sistem pemerintahan dari presidensil ke parlementer.Bab I Pendahuluan A. Kondisi ini kemudian mendorong dikeluarkannya Maklumat Wakil Presiden No. Aspirasi untuk mengadakan perbaikan terhadap UUD 1945 ini terutama dilandasi oleh buruknya penyelenggaraan negara. yang dapat dibagi menjadi tiga periode. seiring dengan semangat reformasi yang tengah bergulir. yaitu (1) periode 1945-1949. secara substantif. Hal ini antara lain dapat dilihat dari fakta-fakta yang terjadi selama berlakunya UUD 1945. banyak diskursus yang telah dilakukan untuk mengupayakan adanya perbaikan terhadap UUD 1945. diskursus ini cenderung terabaikan selama ini. karena semuanya dijadikan sebagai pembantu presiden. Selain itu. sedangkan lembaga-lembaga negara lain kurang berperan. Kemudian pada tahun 1956 sampai tahun 1959 juga telah dilakukan upaya untuk melakukan perumusan konstitusi RI yang baru dan definitif oleh Konstituante. Terlihat bahwa banyak permasalahan mendasar yang harus diperbaiki dalam berbagai bidang. dan (3)1966-1998. Maklumat tersebut berisi perubahan kedudukan Komite Nasional Indonesia dari yang semula sebagai pembantu presiden menjadi lembaga legislatif yang sejajar dengan presiden. Pada masa sekarang inipun. ketika UUD 1945 kembali diberlakukan melalui Dekrit Presiden tanggal AMANDEMEN UUD 1945 1 . telah mengakomodasikan kemungkinan perubahan UUD 1945 melalui Pasal 37 UUD 1945. yang kemudian dianggap gagal oleh sejarah Indonesia modern. Dalam kurun waktu ini banyak permasalahan pemerintahan yang tidak dapat diselesaikan berdasarkan UUD 1945. X. akibat dari ketiadaan kemauan politik (polical will) dari penguasa untuk mengubah UUD 1945. Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Muchsan mencatat bahwa pada periode pertama. Latar Belakang Kondisi kenegaraan yang tengah berada dalam ketidakpastian pada saat ini banyak memunculkan perdebatan dalam berbagai bidang. terutama selama masa Orde Baru. yaitu awal berlakunya UUD 1945. Diskursus yang terjadi bahkan semakin mengerucut ke arah pembentukan Komisi Negara yang khusus bekerja untuk merumuskan konstitusi yang baru. Namun demikian. yang pada akhirnya bermuara pada satu permasalahan. Pada periode kedua. Ketidaksempurnaan UUD 1945 ini telah banyak mendorong timbulnya diskursus mengenai kebutuhan perubahan terhadap UUD 1945.

5 Juli 1959. termasuk memburuknya iklim perekonomian dan menurunnya taraf hidup masyarakat. AMANDEMEN UUD 1945 2 . Dengan pemikiran ini dan didukung oleh kenyataan historis yang telah diuraikan di atas. Di lain pihak. dan lain-lain. harus diakui juga bahwa kehancuran kondisi negara pada saat ini bukan sepenuhnya kesalahan UUD 1945. yaitu dengan meletakkan sistem yang lebih baik dalam konstitusi Indonesia. nepotisme. Adanya akumulasi faktor-faktor eksternal dan internal lainnya yang turut menyebabkan buruknya kondisi bernegara memang tidak dapat dipungkiri. Kondisi ini akhirnya menimbulkan banyaknya kebobrokan di sana-sini hingga akhirnya terakumulasi dan berakibat pada memburuknya kondisi kehidupan bernegara Indonesia secara keseluruhan sejak medio 1997. Faktor yang menyebabkan kehancuran kondisi Indonesia tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua. Namun demikian. Sementara faktor internal yang dianggap turut andil dalam menyebabkan buruknya kondisi negara antara lain adalah buruknya penyelenggaraan negara yang terutama banyak dibayangi oleh "budaya-budaya" yang bersifat negatif seperti korupsi. Tidak sedikit konstribusi yang diberikan oleh UUD 1945 dalam menyebabkan kehancuran kondisi kehidupan bernegara Indonesia seperti sekarang ini. Melalui tindakan-tindakan penafsiran inilah kemudian timbul praktek penyelewengan kekuasaan (abuse of power) yang menjadi terlihat legal dan seringkali dibahasakan sebagai "konstitusional". UUD 1945 memiliki berbagai kelemahan yang akhirnya menimbulkan banyak permasalahan yang memberikan andil dalam kehancuran kondisi kehidupan bernegara. Terbukanya peluang untuk mengadakan penafsiran-penafsiran dan pelaksanaan dari pasal-pasal yang ada di dalam UUD 1945 merupakan salah satu bentuknya. maka adanya perubahan terhadap konstitusi menjadi hal yang signifikan. sistem pemerintahan yang tercipta juga pemerintahan yang otoriter. Kondisi ini dapat dengan mudahnya digunakan oleh penguasa untuk kemudian memonopoli penafsirannya dalam upaya mempertahankan status quo. kolusi. yang timbul kemudian adalah pemerintahan yang otoriter dengan konsep demokrasi terpimpin yang dijalankan oleh Presiden Soekarno. paternalistik. yaitu faktor eksternal dan internal. yaitu pemerintahan di bawah rejim Orde Baru. Faktor eksternal dalam hal ini yaitu perkembangan global politik dan ekonomi negara-negara lain di dunia. perlu juga dilakukan tindakan-tindakan yang dapat meminimalisasikan pengaruh faktor-faktor tersebut. Pertama. Sementara pada periode ketiga. Hal ini antara lain dapat terlihat dari dipinggirkannya demokrasi dengan menutup partisipasi politik rakyat serta banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh penguasa. Masih banyak faktor lainnya yang ikut andil dalam buruknya proses pemerintahan sehingga menyebabkan terjadinya kondisi tersebut. Pada dasarnya terdapat dua hal utama yang melatarbelakangi studi ini.

Nanti kalau kita telah bernegara di dalam suasana yang lebih tenteram. 1. Melalui suatu studi analisis.Soekarno sebagai Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Kalau boleh saja memakai perkataan: ini adalah undang-undang dasar kilat. majelis itu bersidang untuk menetapkan UUD (Aturan Tambahan. 2. ketika membuka Sidang Pertama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Rapat Besar tanggal 18 Agustus 1945. Permasalahan dan Tujuan Penelitian Penelitian ini menempatkan UUD 1945 sebagai obyek studi. Mengapa UUD 1945 perlu diubah? Hal-hal apa saja yang seharusnya ada dalam konstitusi RI agar mampu menciptakan sistem kehidupan bernegara yang lebih baik? 3. 2. Gagasan untuk lebih menyempurnakan konstitusi RI kembali dikemukakan belakangan ini oleh banyak pihak sebagai bagian dari upaya untuk membangun Indonesia baru yang demokratis. perlu diketengahkan pendapat dari pakar hukum yang menyatakan bahwa UUD 1945 masih bersifat sementara. yaitu: 1. menyatakan bahwa UUD 1945 adalah "UUD Kilat". Keinginan ini bahkan telah diupayakan melalui diajukannya Rancangan Ketetapan MPR tentang Perubahan/Penyempurnaan UUD 1945 pada Sidang Istimewa MPR 1998.Bagaimana model perubahan yang terbaik bagi perubahan konstitusi yang sesuai dengan kondisi obyektif negara RI? AMANDEMEN UUD 1945 3 . Pada waktu itu Soekarno mengatakan: "… Tuan-tuan semuanya tentu mengerti. bahwa undang-undang dasar yang buat sekarang ini. diperlukan suatu telaah akademik yang bersifat obyektif agar upaya untuk mendesak perubahan UUD ‘45 memiliki argumentasi yang kuat. Dalam enam bulan setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat dibentuk. Butir 2)." Berkaitan dengan hal ini. B. terutama dengan menghubungkannya dengan ketentuan yang tercantum dalam UUD 1945. dengan beberapa permasalahan di bawah ini. kelemahankelemahan UUD’45 diidentifikasi dan kemudian direkomendasikan perubahanperubahan yang harus dilakukan . walaupun kemudian Rancangan ini ditolak. MPR menetapkan undang-undang dasar dan garis-garis besar haluan negara (Pasal 3 UUD 1945). Oleh karena itu. adalah undang-undang dasar sementara. kita tentu akan mengumpulkan kembali majelis perwakilan rakyat yang dapat membuat undang-undang dasar yang lebih lengkap dan lebih sempurna.

Penyelenggara negara mendasarkan tugasnya berdasarkan konstitusi. Berkaitan dengan hal ini. Ketetapan MPRS No. Miriam Budiardjo menyatakan bahwa dalam AMANDEMEN UUD 1945 4 . Asumsi Dasar Asumsi dasar dalam studi ini adalah bahwa pelaksanaan pemerintahan negara dilandasi atau sangat dipengaruhi oleh ketentuan dalam UUD 1945. maka institusi yang tumbuh dalam masyarakat yang memiliki peranan politik seperti pers dan pressure groups/interest groups juga akan ditentukan keberadaan dan peranannya dalam konstitusi. dasar negara. Bahkan seperti yang dikatakan Jimly Asshidiqie. yakni konstitusi itu harus dilahirkan oleh lembaga yang berwenang. Syarat pertama adalah syarat materil. yakni seperangkat norma itu harus memuat hal-hal yang fundamental dalam suatu negara. juga merupakan konstitusi ekonomi karena memuat ketentuan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial.Memberikan solusi terhadap cara perubahan terhadap UUD 1945 yang strategis dan sesuai dengan kondisi obyektif RI. 2. dan kewajiban warga negara. Memberikan argumentasi terhadap perlunya diadakan perubahan terhadap UUD 1945. supreme. hukum dasar. yaitu lembaga yang paling berkuasa. hubungan di antara mereka. perlindungan hak-hak asasi manusia. Dalam suatu negara hukum.Pengkajian terhadap permasalahan tersebut diharapkan dapat memenuhi tujuan penelitian ini. C. hak asasi manusia. diatur dalam suatu konstitusi. Selain itu. seperangkat norma baru dapat dikatakan konstitusi. XX/MPRS/1966 juga menetapkan bahwa UUD 1945 merupakan sumber hukum tertinggi dalam tata urutan peraturan perundang-undangan RI. sistem bernegara yang terdiri dari sistem pembagian kekuasaan. UUD 1945 secara umum mengatur kekuasaan dan fungsi lembaga-lembaga negara. Bahkan karena hak untuk menyatakan pendapat dan berserikat sebagai bagian dari HAM juga diatur dalam konstitusi. yaitu: 1. Keluaran (output) yang diharapkan adalah substansi UUD yang lebih tegas dan jelas mengatur mekanisme ketatanegaraan yang demokratis. UUD 1945 di samping sebagai konstitusi politik. Syarat kedua adalah syarat formal. dan hal-hal lain yang mengenai pengambilan keputusan publik dan interaksi antara keseluruhan institusi-institusi politik yang ada. Memberikan gambaran mengenai bentuk yang untuk memberikan rekomendasi terhadap substansi yang diperlukan dalam sebuah UUD. atau UUD jika memenuhi dua syarat. Secara umum. 3.

E. Dengan asumsi demikian. Berdasarkan argumentasi yang telah dikemukakan. Bahan hukum sekunder dari buku-buku yang menunjang pengetahuan mengenai ketentuan hukum dalam ketentuan perundang-undangan tersebut. berupa kamus. Sebagai suatu penelitian hukum. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan.gagasan konstitusionalisme. Studi ini akan menganalisis obyek penelitian dengan menggunakan data sekunder. sehingga pelaksanaan pemerintahan negara dilandasi atau sangat dipengaruhi oleh ketentuan dalam UUD 1945 sebagaimana diungkapkan pada bagian awal sub-bab ini. undang-undang dasar dianggap sebagai suatu lembaga yang mempunyai fungsi khusus. sesuai dengan dalil "Government by laws. AMANDEMEN UUD 1945 5 . Selanjutnya berdasarkan data yang berhasil dihimpun akan dilakukan analisis secara kualitatif berdasarkan kerangka analisis dan konsep-konsep yang telah dipilih dalam studi. data sekunder yang dipergunakan terdiri dari: 1. Dengan demikian. studi ini kemudian beranggapan bahwa solusi dari segi hukum yang mendasar yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kehidupan bernegara di Indonesia adalah dengan melakukan kajian mengenai UUD 1945. D. studi ini didasarkan pada asumsi bahwa konstitusi merupakan hal yang terpenting dalam negara hukum. 2. yaitu menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah di satu pihak dan menjamin hak-hak asasi warga negaranya di lain pihak.C. not by men".bahan hukum tertier sebagai bahan yang menjelaskan mengenai bahan hukum sekunder. lalu hasilnya akan disusun dalam suatu kesimpulan dan rekomendasi akhir. perilaku politik yang terjadi dalam suatu negara akan sangat dipengaruhi oleh konstitusi. artikel dan literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.S Wade juga menyatakan bahwa konstitusi adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tersebut. dan 3. Konstitusi dianggap sebagai perwujudan dari hukum tertinggi yang harus dipatuhi oleh negara dan pejabat-pejabat pemerintah sekalipun. Lebih lanjut lagi. Bahan hukum primer dari ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan studi ini. Alat pengumpulan data yang akan digunakan adalah studi dokumen. yaitu data yang diperoleh dari hasil dari penelitian bahan-bahan pustaka.

Bab pertama adalah bagian pendahuluan yang membahas mengenai latar belakang. yaitu UUD 1945 serta memberikan rekomendasi yang dianggap tepat untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. aturan tambahan dan aturan peralihan. kekuasaan legislatif. membahas mengenai perubahan / Amandemen UUD 1945 yang memuat seluruh pasal pasal. Bab kedua membahas mengenai negara dan demokrasi. makalah ini akan dibagi ke dalam empat bab. hak asasi manusia. Di dalamnya dipaparkan hal-hal mengenai perkembangan konsep demokrasi serta pembagian kekuasaan dalam negaranegara demokrasi. metode penelitian serta sistematika penulisan. Bab kelima. kekuasaan pemerintahan. yaitu masalah kedaulatan rakyat.E. Sistematika Penulisan Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas. dan diawali dengan pembahasan mengenai sistem pemerintahan yang dianut oleh UUD 1945 guna mempertajam analisis permasalahan. kekuasaan yudikatif. AMANDEMEN UUD 1945 6 . Dalam bab ini permasalahan yang ada diklasifikasikan menjadi lima bagian. membahas mengenai metode perubahan konstitusi yang ada berikut analisis obyektif mengenai metode yang dianggap layak untuk dilakukan terhadap UUD 1945. pembukaan. Bab ketiga adalah bab yang secara khusus menganalisis permasalahan dalam obyek penelitian ini. asumsi dasar. permasalahan dan tujuan penelitian. Bab keempat. serta permasalahan keberadaan bagian Penjelasan.

gagasan bahwa rakyat dapat menentukan kebijakan-kebijakan negara yang kemudian dikenal dengan nama demokrasi mulai lahir dengan bentuk yang masih sangat sederhana. Oleh karena itu. Sistem demokrasi yang terdapat di negara kota (city state) Yunani Kuno (abad ke-6 sampai abad ke-3 SM) merupakan demokrasi langsung (direct democracy) yaitu suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh warga negara yang bertindak berdasarkan prosedur mayoritas. agar keadaan masyarakat tidak menjadi kacau. Pada saat itu. Latar belakang dari pemikiran mereka adalah bahwa pada dasarnya individu memiliki kecenderungan yang keras untuk bertindak atas dasar kepentingannya sendiri. Menurutnya negara harus dikuasai oleh para filsuf karena hanya filsuf yang dapat melihat persoalan yang sebenarnya dalam kehidupan dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Individu akan menjadi liar dan tak terkendali bila negara tidak memiliki kekuasaan yang besar. Dengan demikian para filsuf memiliki kewenangan yang mutlak dalam negara atas dasar kapasitas pribadinya. tahap pemikiran mengenai teori negara baru muncul. Pada abad ke-16. Plato kemudian mengemukakan konsepnya tentang siapa yang harus menyelenggarakan kekuasaan tersebut. Sebenarnya pada jaman yang sama. Walaupun pengambilan keputusan secara kolektif telah mulai diselenggarakan. Pemikiran mengenai hal ini muncul sejak jaman Yunani kuno. harus ada lembaga yang kuat untuk mengarahkan individu-individu dalam masyarakat. untuk mendidik warganya dengan nilai-nilai moral yang rasional. Berdasarkan pemikiran tersebut.Bab II Negara dan Demokrasi A. Pada waktu itu Plato dan Aristoteles menyatakan bahwa negara memerlukan kekuasaan yang mutlak. Gagasan Kedaulatan Rakyat Diskursus ilmiah mengenai negara selalu diwarnai oleh pertanyaan mengenai legitimasi kekuasaan negara yang besar atas rakyat. dasar pemikiran kekuasaan raja-raja yang mutlak mengalami pergeseran dari yang bersifat Illahiah menjadi bersifat duniawi kembali. Hal ini ini diawali oleh perlawanan kaum monarchomacha terhadap raja dan gereja di masa abad AMANDEMEN UUD 1945 7 . Bagi Plato dan Aristoteles. pelembagaannya belumlah dikenali secara utuh. Arah dan tujuan negara yang dimaksud oleh Plato dan Aristoteles adalah penegakan moral dalam masyarakat. kekuasaan yang besar pada negara merupakan hal yang sepatutnya. Bentuk pemerintahan ini dinamakan oleh Plato dengan "aristokrasi para cendekia".

Buku ini menganut prinsip kedaulatan rakyat dan menyatakan bahwa meskipun raja dipilih oleh Tuhan. akan terjamin kebebasan pembuatan undang-undang oleh parlemen. Mereka tidak lagi menggunakan agama sebagai pembenaran bagi kekuasaan negara yang besar. bahkan masyarakat itulah yang ideal. kini bergeser menjadi konsep-konsep duniawi. yang kemudian berkembang hingga saat ini. kekuasaan eksekutif. Terlihat bahwa kedaulatan rakyat merupakan argumentasi yang paling dapat diterima dalam gagasan mengenai legitimasi negara. Dengan adanya pemikiran ini. walaupun mereka mengatakan bahwa bila kekuasaan yang besar tidak diberikan kepada negara maka masyarakat akan kacau. Proses pemikiran mengenai sumber legitimasi negara. tak mungkin seseorang menjadi raja tanpa ada rakyat. tetapi dia diangkat berdasarkan persetujuan rakyat. dan kekuasaan yudikatif. dan pelaksanaan pekerjaan negara sehari-hari oleh pemerintah. serta pelembagaannya inilah -setelah melalui proses panjang yang kemudian melahirkan konsep demokrasi yang dikenal sekarang. yang kemudian dianggap sebagai buku utama yang pertama dari kaum Monarchomacha. Pemikiran Locke ini kemudian dikembangkan oleh Montesquieu.pertengahan. Ajaran ini kemudian dikenal luas dengan nama Trias Politica. Mereka mengakui bahwa kekuasaan negara memang berasal dari rakyat. Tiada orang yang dilahirkan sebagai raja. yang juga bertolak dari argumen masyarakat primitif sebelum adanya negara. di antara mereka adalah Grotius dan Thomas Hobbes. Tetapi bagi Locke masyarakat tersebut tidaklah kacau. Pada tahun 1579 terbit sebuah buku berjudul Vindiciae Contra Tyrannos. Dengan adanya pemisahan kekuasaan ini. Pemikiran mereka didasarkan pada keraguan terhadap anggapan bahwa raja-raja dan gereja tidak mungkin melakukan kesewenang-wenangan. Pemikiran Locke ini diakui sebagai pemikiran yang paling berpengaruh pada pada gagasan mengenai kedaulatan rakyat. yang menyatakan pentingnya pemisahan kekuasaan kepada tiga aspek. Pendapat ini kemudian ditentang oleh John Locke. yaitu kedaulatan rakyat. Akibatnya kaum pembela kekuasaan negara harus memakai prinsip-prinsip yang bersifat duniawi pula untuk membantah pikiran-pikiran yang dikemukakan oleh kaum monarchomacha. tetapi kekuasaan itu diberikan justru untuk kepentingan rakyat itu sendiri. karena hak-hak dasar dari manusia tidak dilangggar. pelaksanaan undang-undang oleh lembaga peradilan. konsep-konsep agamawi yang tadinya dipakai sebagai dasar. yaitu kekuasaan legislatif. Konsep inilah yang merupakan pemikiran awal mengenai demokrasi. AMANDEMEN UUD 1945 8 .

kedaulatan adalah di tangan rakyat. yaitu pembagian kekuasaan menurut fungsinya.1. konfederasi dan federasi. Kemudian. Secara horisontal. Konsekuensinya. yaitu negara kesatuan. Oppenheim suatu "konfederasi terdiri dari beberapa negara yang berdaulat penuh yang untuk mempertahankan kedaulatan ekstern dan intern. Kekuasaan dapat dibagi dengan dua cara. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pembagian kekuasaan antara beberapa tingkat pemerintahan. Dalam bagian ini. yang lebih dikenal dengan trias politica. pembahasan untuk pembagian kekuasaan secara horisontal akan ditujukan pada sistem relasi antara cabang-cabang kekuasaan horisontal. Friedrich menggunakan istilah pembagian kekuasaan secara teritorial (territorial division of power).B. Pembagian Kekuasaan Dalam Negara Demokrasi Modern Konstitusi lahir karena adanya semangat untuk membatasi kekuasaan. yaitu pembagian kekuasaan menurut tingkatnya. dan yudikatif. Konsep-konsep yang pada saat ini dikenal luas pun tidak boleh dipahami sebagai sistem yang harus diterapkan dan dikenali secara langsung pelaksanaannya dalam berbagai negara. sistem organisasi ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga kekuasaan yang dilahirkan akan tetap mengakomodasikan kedaulatan rakyat tersebut.1. eksekutif. Dalam sistem yang demokratis. sebab sesuai dengan sifatnya. yaitu yang biasanya disebut dengan "sistem pemerintahan". sedangkan Hans Kelsen mengistilahkannya dengan forms of organization. J. Bahkan harus disadari bahwa tidak ada suatu konsep yang pasti dan bersifat universal dalam sistem ketatanegaraan. Secara vertikal. untuk dapat menyelenggarakan negara harus ditentukan pula sistem organisasi yang mengatur relasi antara cabang-cabang kekuasaan negara. Pembagian ini menunjukkan pembedaan antara fungsi-fungsi pemerintahan yang bersifat legislatif. sehingga di dalamnya dimuat pemisahan (atau pembagian) kekuasaan negara. yaitu: 1. Pembagian Kekuasaan Secara Vertikal 1. AMANDEMEN UUD 1945 9 . bersatu atas dasar perjanjian internasional yang diakui dengan menyelenggarakan berapa alat perlengkapan tersendiri yang mempunyai kekuasaan tertentu terhadap negar anggota konfederasi. sistem penyelenggaraan negara adalah suatu proses yang lahir dari berbagai kondisi dalam masing-masing negara. Secara umum pembagian ini biasa disebut dengan "bentuk negara". 2. Konsep Negara Konfederasi Menurut L. B. Carl. Sebenarnya kadar demokrasi suatu negara tidak dapat serta merta diukur dari sistem pembagian kekuasaan yang dipilihnya.

Negara-negara yang tergabung dalam konfederasi itu tetap merdeka dan berdaulat.3. sedangkan dalam soal kebudayaan. yaitu negara kesatuan dan federal. kesehatan. Misalnya dalam soal hubungan luar negeri dan soal mencetak uang. atau dengan perkataan lain kekuasaan pemerintah pusat tidak dibatasi oleh karena konstitusi negara kesatuan tidak mengakui badan legislatif lain selain dari badan legislatif pusat.F. tetapi pada tahap akhir kekuasaan tertinggi tetap di tangan pemerintah pusat. Oleh karena itu. 1.C. Wheare dalam bukunya Federal Government. pembahasan mengenai bentuk negara dalam studi ini hanya akan difokuskan pada dua bentuk lainnya. AMANDEMEN UUD 1945 10 . oleh karena apabila kesatuan-kesatuan politik itu menghendaki persatuan sepenuhnya. menurut C. Yang menjadi hakekat negara kesatuan adalah bahwa kedaulatannya tidak terbagi. pemerintah federal bebas sama sekali dari campur tangan pemerintah negara bagiannya. melainkan negara kesatuan. Konsep Negara Kesatuan Menurut C. Strong negara kesatuan ialah bentuk negara di mana wewenang legislatif tertinggi dipusatkan dalam satu badan legislatif nasional/pusat. maka bukan federasilah yang dibentuk. Konsep Negara Federal Menurut K.2. Untuk membentuk negara federal." Kekuasaan alat bersama itu sangat terbatas dan hanya mencakup persoalan-persoalan yang telah ditentukan. pemerintah negara bagian biasanya bebas dengan tidak ada campur tangan dari pemerintah federal. prinsip federal adalah ialah bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa sehingga pemerintah federal dan pemerintah negara bagian dalam bidang-bidang tertentu adalah bebas satu sama lain. Pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi (negara kesatuan dengan sistem desentralisasi). yaitu: (1) adanya perasaan sebangsa di antara kesatuan-kesatuan politik yang hendak membentuk federasi itu. C.F. sehingga konfederasi itu pada hakekatnya bukan merupakan negara. 1. Strong selanjutnya menyatakan bahwa ada dua ciri mutlak yang melekat pada negara kesatuan. yaitu: (1) adanya supremasi dari dewan perwakilan rakyat pusat. Dengan demikian bagi para warga negaranya dalam negara kesatuan itu hanya terasa adanya satu pemerintah.tetapi tidak terhadap warga negara-negara itu. dan (2) tidak adanya badan-badan lainnya yang berdaulat. Strong diperlukan dua syarat. dan sebagainya. dan (2) adanya keinginan pada kesatuan-kesatuan politik tersebut untuk mengadakan ikatan terbatas.F. baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional.

f. Fungsi lembaga yudikatif sebagai lembaga yang menegakkan hukum dan keadilan dan menjaga hak-hak asasi manusia menyebabkan lembaga ini harus mandiri dan terbebas dari intervensi lembaga-lembaga negara lainnya. Pada sisi lain.2. DI AMANDEMEN UUD 1945 11 . c. Penyatuan kekuasaan eksekutif dan legislatif di parlemen menyebabkan penumpukan kekuasaan parlemen dalam tatanan politik. Kepala Negara mengangkat Kepala Pemerintahan Kepala pemerintahan mengangkat menteri Kementerian (pemerintah) adalah badan kolektif Menteri biasanya merupakan anggota parlemen Pemerintah bertanggung jawab secara politik kepada majelis Kepala pemerintahan dapat memberikan pendapat kepada kepala negara untuk membubarkan parlemen. Verney mengibaratkannya sebagai drama. Parlemen sebagai suatu kesatuan memiliki supremasi atas kedudukan yang lebih tinggi dari bagian-bagiannya pemerintah dan Majelis. h.B. Pada dasarnya ada dua bentuk relasi antara lembaga eksekutif dan legislatif. e. k. Pemerintah sebagai suatu kesatuan hanya bertanggung jawab secara tak langsung kepada para pemilih. j. 2. Eksekutif dibagi ke dalam dua bagian. tetapi mereka tidak saling menguasai. b. Relasi Antar Lembaga-Lembaga Negara dalam Pembagian Kekuasaan Secara Horisontal Relasi yang paling penting dalam pembagian kekuasaan antar lembaga-lembaga negara adalah relasi antar lembaga eksekutif dan legislatif. d. Verney. Parlemen adalah fokus kekuasaan dalam sistem politik. g.1. Sementara lembaga yudikatif justru harus memiliki relasi yang bersifat tidak dapat saling mempengaruhi dengan lembagalembaga negara lainnya. pola hubungan antara kekuasaan eksekutif dan legislatif menjadi isu yang amat penting dalam negara demokratis karena gagasan demokrasi konstitusional sendiri berpijak dari keinginan untuk membatasi kekuasaan negara (yang dijalankan oleh lembaga eksekutif) dan melembagakan kedaulatan rakyat (yang salah satunya dilakukan melalui adanya lembaga legislatif). Sistem Pemerintahan Parlementer Ada sebelas ciri-ciri utama pemerintahan parlementer yang dikemukakan oleh Douglas V. sebagai berikut. Majelis menjadi parlemen. i. a. yaitu sistem pemerintahan parlementer dan sistem pemerintahan presidensial.

d. Apabila dalam sistem parlementer kegiatan politik bertumpu pada parlemen. parlemen merupakan forum untuk mengajukan berbagai gagasan bangsa dan merupakan sekolah tempat para calon pemimpin politik dididik. karena pada kenyataannya kekuasaan menjadi terbagi dan masingmasing lembaga memiliki kewenangan yang dikontrol oleh lembaga lainnya. Majelis tetap sebagai majelis saja. Presiden tidak dapat membubarkan atau memaksa majelis.2. AMANDEMEN UUD 1945 12 . j. Sistem Pemerintahan Presidensial Pemerintahan presidensial seringkali dihubungkan dengan teori pemisahan kekuasaan yang populer pada abad ke-18 ketika UUD Amerika Serikat disusun. Eksekutif tidak dibagi. b. h. Di sini terdapat keseimbangan kekuasaan tanpa mencari keuntungan bagi setiap institusi. a. f. sebagai berikut. Presiden adalah eksekutif tunggal. l. k. maka pemerintah tidak boleh banyak omong terhadap penolakan parlemen atas programnya. maka dalam sistem presidensial tidak ada lembaga yang menjadi konsentrasi kekuasaan. Eksekutif bertanggung jawab langsung kepada para pemilih. Tidak ada fokus kekuasaan dalam sistem politik. Anggota majelis tidak boleh menduduki jabatan pemerintah dan sebaliknya. i.panggung parlemen ini drama politik dipentaskan. Presiden mengangkat kepala departemen yang merupakan bawahannya. g. Majelis berkedudukan lebih tinggi dari bagian-bagian pemerintahan lain dan tidak ada peleburan bagian eksekutif dan legislatif seperti dalam sebuah parlementer. Agar parlementarisme berhasil. melainkan hanya ada seorang presiden yang dipilih oleh rakyat untuk masa jabatan tertentu pada saat majelis dipilih. e. Kepala pemerintahan adalah kepala negara. Eksekutif bertanggung jawab kepada konstistusi. 2. Kemudian majelis harus menahan diri untuk tidak menjalankan fungsi pemerintah. c. Verney mengemukakan duabelas ciri-ciri pemerintahan presidensial. atau bergerenyit atas kritik yang dilontarkan kepada penyelenggara pemerintahannya.

justru telah meminggirkan prinsip demokrasi dan memunculkan potensi konflik yang lebih luas daripada kelemahan-kelemahan sistem presidensial. Hal ini dikarenakan penyimpangan ini tidak dibuat dalam suatu mekanisme yang dapat meminimalisasi kelemahan-kelemahan sistem presidensial murni. kekuasaan parlemen serta pelembagaan kedaulatan rakyat. untuk kemudian diberikan rekomendasi perubahan yang diperlukan. Bahkan pada akhirnya. A. Pemilihan Umum tahun 1999. penting untuk diketahui lebih dulu sistem pemerintahan yang dianut oleh UUD 1945. 3 tahun 1999. Permasalahan-permasalahan tersebut akan dianalisis dan dinilai berdasarkan tolak ukur demokratis atau tidak seperti yang telah dimuat dalam bab I. masalah dipilihnya presiden oleh MPR tidak oleh rakyat sebagaimana dalam sistem presidensial pada umumnya. Sistem Pemerintahan Negara Yang Dianut oleh UUD 1945 Sistem pemerintahan yang dianut oleh UUD 1945 adalah sistem presidensial. Karenanya pola pembahasan pada bagian ini akan dikelompokkan secara longgar sesuai dengan permasalahan-permasalahan tertentu yang dianggap erat kaitannya dengan demokrasi.Bab III Analisis Permasalahan Dalam mengkaji UUD 1945. Persoalannya.hak asasi manusia 3.kekuasaan pemerintahan 4. tuntutan untuk mengubah UUD 1945 yang muncul belakangan ini menunjukkan kecenderungan untuk mengganti sistem presidensial dengan sistem parlementer. Namun. yang merupakan titik tolak perubahan iklim politik secara drastis sejak 32 tahun masa AMANDEMEN UUD 1945 13 . merupakan "penyimpangan" dari sistem presidensial tanpa dapat disebut sebagai sistem semi-presidensial.kedaulatan rakyat 2.kekuasaan kehakiman. studi ini membatasi diri pada kerangka analisis demokrasi. sebelum memasuki analisis permasalahan berdasarkan lima pembagian permasalahan di atas. yaitu: 1. Gambaran yang jelas mengenai kerangka sistem pemerintahan yang dianut oleh UUD 1945 dibutuhkan untuk mempertajam analisis mengenai kekuasaan pemerintahan. Sementara masalah dipilihnya presiden oleh MPR dan mekanisme pertanggungjawaban presiden kepada MPR. Hal ini terutama disebabkan oleh berubahnya sistem kepartaian dan pemilihan umum berdasarkan UU No.kekuasaan parlemen dan 5.

1. 6. Mulya Lubis mencatat hanya enam pasal yang secara eksplisit berbicara tentang HAM dengan kandungan 15 prinsip HAM.Hak atas kemandirian peradilan (Penjelasan Pasal 24 dan 25). telah memunculkan kondisi tidak adanya partai yang memperoleh suara mayoritas. 4. 8. apakah telah dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi atau tidak. UUD 1945 tidak terlalu lengkap dalam memuat HAM.Hak atas penghidupan yang layak (Pasal 27). 15. 9.Hak atas kesamaan di muka hukum (Pasal 27).Hak untuk membela negara (Pasal 30). 7. sehingga sistem parlementer dilihat sebagai suatu jalan keluar untuk menghindari hal ini.Hak untuk berserikat (Pasal 28).pemerintahan rejim Orde Baru. Oleh karena itu. 13. 14.Hak untuk mempertahankan tradisi budaya (Penjelasan Pasal 32). yaitu presidensialisme. 2. UUD 1945 hanya sedikit memuat tentang HAM. Kadar demokrasi dalam suatu negara tidak dapat serta merta diukur dari sistem pemerintahan yang dianutnya. T. Yang akan ditelaah lebih jauh adalah apakah penyelenggaraan sistem presidensial tersebut telah dibuat secara demokratis oleh UUD 1945. Akibatnya banyak pihak kuatir akan adanya deadlock dalam pemilihan presiden dalam Sidang Umum MPR 1999.Hak atas pekerjaan (Pasal 27). yaitu: 1. 5.Hak untuk mempertahankan bahasa daerah (Penjelasan Pasal 31). Yang lebih penting adalah bagaimana sistem pemerintahan yang dipilih tersebut diselenggarakan.Hak atas pendidikan (Pasal 31). 12.Hak untuk mengemukakan pendapat (Pasal 28). dalam analisisnya makalah ini beranjak dari kerangka sistem pemerintahan yang dianut oleh UUD 1945. B.Hak untuk menentukan nasib sendiri (Pembukaan dan Pasal 1). Hak Asasi Manusia 1.Hak atas kesejahteraan sosial (Pasal 33). 11.Hak atas jaminan sosial (Pasal 34).Hak untuk memeluk agama (Pasal 29). AMANDEMEN UUD 1945 14 . 3.Hak atas kewarganegaraan (Pasal 26). 10. Masalah 1.

UUD 1945 tidak mengatur dengan cukup mengenai batas kewenangan presiden AMANDEMEN UUD 1945 15 . responsif. dan umum dari pusat terhadap daerah. UU No. Kekuasaan Pemerintahan 1.kepala daerah merangkap sebagai kepala wilayah dengan kedudukan sebagai penguasa tunggal. Pembagian Kekuasaan Pemerintahan Secara Vertikal 1. dengan bentuk dan susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang. Masalah 1. yaitu: 1. 3.Terpusatnya segala aktivitas ekonomi dan kenegaraan di pusat sehingga tingkat kemajuan di daerah berkembang lambat dan adanya arus urbanisasi yang demikian besar ke Jakarta yang mengakibatkan permasalahan-permasalahan urban. 5/1974 ini telah memuat ketentuanketentuan yang bersifat otoritarian yang menyebabkan kondisi-kondisi di atas. dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara. 3. dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.1. 4. 2.dominasi pusat terhadap daerah cukup menonjol yang ditandai dengan kewenangan pusat untuk mengangkat kepala daerah tanpa terikat pada peringkat hasil pemilihan di DPRD.Minimnya pemberdayaan potensi daerah sehingga daerah terlihat sangat tertinggal pembangunannya dibandingkan dengan pembangunan di pusat.asas otonomi seluas-luasnya diganti dengan asas otonomi yang bertanggung jawab.1. 2. Masalah ini disebabkan oleh adanya UU No. Hal ini berimplikasi sangat luas.Beberapa daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar tidak dapat menikmati kekayaannya itu dengan buruknya berbagai fasilitas umum di daerahnya serta kualitas kehidupan masyarakat daerahnya juga masih rendah. 5/1974 yang merupakan undang-undang organik dari Pasal 18 UUD 1945. di antaranya: 1.adanya mekanisme pengawasan preventif. Pasal 18 ini menyatakan "Pembagian Daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil. Masalah Pada hakekatnya. 2. satu-satunya masalah dalam kekuasaan pemerintahan secara vertikal ini adalah ketiadaan otonomi bagi daerah-daerah untuk menentukan sendiri penyelenggaraan daerahnya.C. Kekuasaan Pemerintahan Secara Horisontal 2.

Kekuasaan yudikatif a.Kekuasaan memberi amnesti dan abolisi. Presiden dipilih oleh MPR 5.Kekuasaan memberi gelaran.Kekuasaan mengangkat duta dan konsul serta menerima duta negara lain. AMANDEMEN UUD 1945 16 . 3.Kekuasaan mengangkat dan memberhentikan Kepala Lembaga Pemerintahan NonDepartemen (LPND).Kekuasaan administrasi pemerintahan a. d.Kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri.Kekuasaan memberi rehabilitasi. 2. Angkatan Laut (AL). Keberadaan Dewan Pertimbangan Agung 3. Mengenai Badan Pemeriksa Keuangan 4.Kekuasaan legislatif a. Angkatan Udara (AU) dan Kepala Kepolisian RI (Kapolri). 4. b. b.Kekuasaan militer a. tanda jasa dan tanda kehormatan lainnya. c. b.Kekuasaan menetapkan peraturan pemerintah.Kekuasaan menyatakan keadaan bahaya.Kekuasaan menetapkan APBN.2.Kekuasaan menyatakan perang dan membuat perdamaian. Kekuasaan pemerintahan ini meliputi: 1. c. b. c.Kekuasaan mengangkat dan memberhentikan Panglima TNI. c. b.Kekuasaan menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU). Kepala Staf Angkatan Darat (AD). 5.Kekuasaan diplomatik a.Kekuasaan membuat perjanjian dengan negara lain.Kekuasaan membentuk undang-undang.Kekuasaan memberi grasi. Masa jabatan presiden tidak disebutkan dengan jelas dalam UUD 1945.

mengajukan/menganjurkan seseorang untuk jabatan tertentu jika ditentukan oleh suatu peraturan perundang-undangan.kebijakan pemerintah sesuai dengan jiwa UUD 1945 dan Ketetapan MPR. untuk dipergunakan sebagai bahan pengawasan. DPR mempunyai hak: 1.Untuk melaksanakan tugas dan wewenang tersebut. b.Konstitusi mengatur bahwa BPK merupakan satu-satunya lembaga pemeriksa keuangan negara yang berfungsi melakukan segala bentuk pengawasan atas kekayaan negara dengan kewenangan yang luas untuk mengawasi segala kekayaan negara. 4.Bersama-sama dengan presiden menetapkan APBN (dikenal dengan hak budget). 7.6. XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI diadopsi ke dalam konstitusi D.Presiden dipilih oleh rakyat secara langsung. Kekuasaan Parlemen 1. Tinjauan Umum DPR mempunyai tugas dan wewenang: a.Ketentuan dalam Ketetapan MPR No. c.pelaksanaan undang-undang. 8.mengadakan perubahan atas rancangan undang-undang (hak amandemen). 2.mengadakan penyelidikan (hak angket). 9. Lembaga DPA ditiadakan 7. yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR. d.pelaksanaan APBN. e. 5.Melaksanakan pengawasan terhadap: 1.meminta keterangan kepada presiden (dikenal dengan hak interpelasi). 3.Menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat.menentukan anggaran DPR. 6. 2.Membahas hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara yang diberitahukan oleh BPK.mengajukan rancangan undang-undang (hak inisiatif). baik yang tercantum dalam APBN maupun yang ada di luar APBN 8.Membahas untuk meratifikasi dan/atau memberi persetujuan atas pernyataan perang serta pembuatan perdamaian dan perjanjian dengan negara lain yang dilakukan oleh presiden (hak ratifikasi).Bersama-sama dengan presiden membentuk undang-undang.mengajukan pernyataan pendapat. 3.mengajukan pertanyaan (hak petisi) AMANDEMEN UUD 1945 17 . g. f.

bagian Penjelasan ini bukanlah bagian yang menjadi satu dengan UUD 1945 karena UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 hanya terdiri dari Pembukaan dan Batang Tubuh. Menurutnya ketiga kekuasaan itu harus terpisah satu sama lain.Dilihat dari segi historis.Konsitusi memuat secara eksplisit bahwa kekuasaan kehakiman adalah bebas dan tidak memihak (kalimat mengenai hal ini yang saat ini terdapat dalam penjelasan pasal 24 dan 25 UUD 1945 dapat diadopsi menjadi bagian dari Amandemen UUD 1945) 2. Dalam bukunya L’esprit des Lois (The Spirit of the Law). Adanya Penjelasan sebagai satu bagian yang tak terpisahkan dengan konstitusi telah menimbulkan kerancuan pada tingkat pelaksanaan. 1. Keberadaan Penjelasan UUD 1945 Masalah yang tidak kalah pentingnya dengan substansi perubahan yang dibutuhkan terhadap batang tubuh UUD 1945 adalah keberadaan bagian Penjelasan. yaitu kekuasaan legislatif. ia menjelaskan mengenai pembagian kekuasaan pemerintahan dalam tiga cabang. Analisis dan Rekomendasi 1. kekuasaan eksekutif. Dari segi Hukum Tata Negara. Sedangkan bagian Penjelasan baru AMANDEMEN UUD 1945 18 . boleh atau tidaknya keberadaan bagian Penjelasan dalam konstitusi masih dapat diperdebatkan sesuai dengan sudut pandang masingmasing pihak yang melakukan analisis. Hal ini sesuai dengan sifat bidang ketatanegaraan sebagai suatu hasil dari proses bernegara dalam praktek sesuai dengan kondisi dalam masingmasing negara. dan kekuasaan yudikatif.E. Tinjauan Umum Adanya kekuasaan kehakiman yang secara khusus menjalankan fungsi menegakkan hukum pertama kali dikemukakan oleh Montesquieu dalam ajarannya mengenai trias politica. adanya bagian Penjelasan sebagai bagian dari konstitusi memang tidak dapat dipersalahkan karena memang tidak ada suatu ketentuan yang baku dan universal mengenai bentuk konstitusi. Kekuasaan Kehakiman 1. 2. Masalah 1. Dengan demikian. karena di sinilah letaknya kemerdekaan individu dan HAM itu dijamin dan dipertaruhkan. terutama adanya kebebasan badan yudikatif.Ketentuan mengenai judicial review terhadap undang-undang ke bawah diatur dalam konstitusi F.Konstitusi memuat dengan tegas bahwa kekuasaan kehakiman hanya dilakukan oleh Mahkamah Agung 3.

persoalan yang diangkat dalam studi ini adalah kenyataan bahwa keberadaan penjelasan UUD 1945 ini ternyata telah menimbulkan kerancuan dalam sistem tata negara kita. 2. dan Penjelasan. halaman 51 sampai 46. 2. adalah Penjelasan UUD 1945. serta dimuatnya keterangan mengenai kedudukan masing-masing lembaga negara dengan lugas. Sedapat mungkin. dengan memuat bahwa "negara Indonesia berdasar atas hukum tidak berdasar atas kekuasaan belaka". tentunya kerancuan ini seyogianya diperbaiki. Dengan minimnya ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam UUD 1945. Misalnya saja dengan adanya bagian Penjelasan Umum yang telah secara positif menambahkan ketentuan dalam UUD 1945. konstitusi yang merupakan hukum dasar suatu negara harus menetapkan segalanya dengan jelas dan tegas tanpa memerlukan penjelasan lebih AMANDEMEN UUD 1945 19 . Keseluruhan naskah UUD 1945 tersebut terdiri dari Pembukaan. Namun dengan adanya aspirasi untuk mengubah konstitusi. Analisis dan Rekomendasi Selain adanya masalah-masalah yang dikemukakan di atas. dengan pengantar redaksi yang berbunyi: "Oentoek memberikan kesempatan lebih loeas lagi kepada oemoem mengenai isi OendangOendang Dasar Pemerintahan jang semoelanja. Dekrit Presiden tersebut dimuat dalam Lembaran Negara No.Terlepas dari perdebatan mengenai keabsahan Penjelasan UUD 1945 tersebut. tergantung dari siapa yang menafsirkan klausul dalam Penjelasan tersebut. dibawah ini kita sadjikan pendjelasan selengkapnja. Akhirnya Penjelasan UUD 1945 lebih bersifat sebagai batang tubuh UUD 1945 itu sendiri. di lain pihak harus diakui bahwa adanya bagian Penjelasan ini telah berarti positif bagi penyelenggaraan negara. sekaligus dijadikan dasar hukum bagi penyelenggaraan negara." Namun demikian persoalan dari segi historis ini dianggap selesai oleh sebagian pihak dengan diberlakukannya kembali UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Sehingga penggunaan Penjelasan UUD 1945 yang lebih berfungsi sebagai batang tubuh selama ini memang dapat dimaklumi karena adanya kebutuhan untuk itu.Masalah lainnya yang penting untuk disoroti adalah bahwa Penjelasan UUD 1945 ternyata membuka peluang untuk ditafsirkan dari berbagai sudut pandang. 3. mengingat masih belum komprehensifnya UUD 1945 untuk digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan negara. terbitan tanggal 15 Februari 1946. Adanya bagian Penjelasan pada akhirnya dapat menimbulkan intrepretasi yang berbeda dari "semangat" sesungguhnya yang tertuang dalam konstitusi. Hal inilah yang hendak disoroti sebagai bentuk kerancuan dalam penerapan konstitusi. batang tubuh.muncul kemudian dalam "Berita Repoeblik Indonesia II". yang lebih banyak mengatur penyelenggaraan negara selama ini. 75/1959 yang juga melampirkan keseluruhan naskah UUD 1945 yang ditetapkan untuk berlaku kembali.

hendaknya dijadikan bagian (pasal atau ayat) dari konstitusi itu. Penjelasan tersebut tentunya juga harus dibuat dengan ketat agar menutup peluang untuk melakukan intrepretasi yang berbeda dari "semangat" sesungguhnya. AMANDEMEN UUD 1945 20 .lanjut. agar dapat membantu dalam menafsirkan konstitusi tersebut apabila diperlukan di masa yang akan datang. studi ini merekomendasikan agar perubahan UUD 1945 dibuat sejelas mungkin tanpa memasukkan ketentuan-ketentuan penting dalam Penjelasan. Berdasarkan alasan-alasan tersebut. apabila suatu hal memang dianggap penting. Akan tetapi Penjelasan terhadap konstitusi tetap dibuat bersamaan dengan dilakukannya perubahan konstitusi. sebagai penjelasan resmi dari pembentuk konstitusi untuk dapat membantu mengetahui maksud dan "semangat" dari "konstitusi baru" tersebut.

Pertama. Strong. karena kandungan konstitusi tersebut. Sistem yang pertama adalah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. untuk mengubah konstitusi. yang kemudian prosedurnya dibuat sedemikian rupa sehingga perubahan yang terjadi adalah benar-benar aspirasi rakyat dan bukan berdasarkan keinginan semena-mena dan bersifat sementara ataupun keinginan dari sekelompok orang belaka. Pada dasarnya ada dua macam sistem yang lazim digunakan dalam praktek ketatanegaraan di dunia. Di sisi lainnya. harus dipahami pula bahwa keinginan rakyat untuk mengadakan perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari. Tinjauan Umum Mengenai Perubahan Konstitusi Oleh karena hakekat konstitusi adalah sebagai hukum dasar tertinggi yang memuat halhal mengenai penyelenggaraan negara. Perubahan terhadap konstitusi tersebut merupakan amandemen dari konstitusi yang asli tadi. Menurut C. Sistem ini dianut oleh Amerika Serikat.F. berubah menjadi otoriter karena terjadi perubahan dalam konstitusinya. konstitusi biasanya juga mengandung ketentuan mengenai perubahan konstitusi itu sendiri. sering dikehendaki agar konstitusi memiliki karakter yang lebih stabil daripada produk hukum lainnya. Dengan perkataan lain. sidang pemegang kekuasaan legislatif harus dihadiri oleh sekurangAMANDEMEN UUD 1945 21 . ada empat macam prosedur perubahan konstitusi: 1. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan legislatif. Oleh karena itu. Bisa jadi suatu negara yang tadinya demokratis. Perubahan ini terjadi melalui tiga macam kemungkinan. maka konstitusi yang asli tetap berlaku. Sistem yang kedua ialah bahwa apabila suatu konstitusi diubah. akan tetapi menurut pembatasan-pembatasan tertentu.Bab IV Perubahan UUD 1945 A. amandemen tersebut merupakan atau menjadi bagian dari konstitusinya. Sistem ini dianut oleh hampir semua negara di dunia. Apalagi jiwa dan semangat pelaksanaan penyelenggaraan negara juga diatur dalam konstitusi sehingga perubahan suatu konstitusi dapat membawa perubahan yang besar terhadap sistem penyelenggaraan negara. maka yang akan berlaku adalah konstitusi yang baru secara keseluruhan (penggantian konstitusi). Hal ini terjadi apabila mekanisme penyelenggaraan yang diatur dalam konstitusi yang berlaku dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan aspirasi rakyat.

4. Apabila lembaga negara khusus dimaksud telah melaksanakan tugas serta wewenang sampai selesai. Kuorum ini ditentukan secara pasti. 3. Perubahan konstitusi -berlaku dalam negara serikat. untuk mengubah konstitusi lembaga perwakilan rakyatnya harus dibubarkan dan kemudian diselenggarakan pemilihan umum. Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi. yang berwenang mengubah konstitusi.kurangnya sejumlah anggota tertentu (kuorum). Apabila ada kehendak untuk mengubah konstitusi. Dalam referendum atau peblisit ini rakyat menyampaikan pendapatnya dengan jalan menerima atau menolak usul perubahan yang telah disampaikan kepada mereka. Perubahan konstitusi yang dilakukan oleh rakyat melalui suatu referendum. dengan syarat-syarat seperti dalam cara pertama. Usul perubahan konstitusi mungkin diajukan oleh negara serikat dalam hal ini lembaga perwakilan rakyatnya. Cara yang ketiga ini berlaku dalam negara yang berbentuk serikat. dibentuklah suatu lembaga negara khusus yang tugas serta wewenangnya hanya mengubah konstitusi. maka perubahan terhadapnya harus dengan persetujuan sebagian terbesar negara-negara tersebut. maka lembaga negara yang diberi wewenang untuk itu mengajukan usul perubahan kepada rakyat melalui suatu referendum atau plebisit. Usul perubahan dapat berasal dari pemegang kekuasaan perundang-undangan dan dapat pula berasal dari lembaga negara khusus tersebut. kedua kamar lembaga perwakilan rakyat harus mengadakan sidang gabungan. Sidang gabungan inilah. AMANDEMEN UUD 1945 22 . Perubahan konstitusi yang dilakukan dalam suatu konvensi atau dilakukan oleh suatu lembaga negara khusus yang dibentuk hanya untuk keperluan perubahan. Lembaga perwakilan rakyat yang diperbarui inilah yang kemudian melaksanakan wewenangnya untuk mengubah konstitusi. maka sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu usul perubahan diatur dalam konstitusi.yang dilakukan oleh sejumlah negara bagian. Cara yang keempat ini dapat dijalankan baik dalam negara serikat maupun dalam negara kesatuan. Ketiga. Di samping itu usul perubahan dapat pula berasal dari negara-negara bagian. Kedua. adalah cara yang terjadi dan berlaku dalam sistem majelis dua kamar. Oleh karena konstitusi dalam negara serikat ini dianggap sebagai "perjanjian" antara negara-negara bagian. 2. Untuk mengubah konstitusi. dengan sendirinya lembaga itu bubar. Usul perubahan konstitusi yang dimaksud disiapkan lebih dulu oleh badan yang diberi wewenang untuk itu.akan tetapi kata akhir berada pada negaranegara bagian.

yaitu suatu organ khusus yang hanya kompeten untuk mengadakan perubahan-perubahan konstitusi. 3. Landasan Yuridis Perubahan UUD 1945 Perubahan UUD 1945 diatur dalam Pasal 37 UUD 1945. yang mengatur bahwa untuk mengubah undang-undang dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota MPR harus hadir. Ada beberapa cara perubahan konstitusi menurut Kelsen.Negara-negara bagian dalam negara federal (Amerika Serikat: ¾ dari lima puluh negara-negara bagian harus menyetujui.Musyawarah khusus (special convention) (beberapa negara Amerika Latin). Pasal yang seharusnya menjadi landasan berpijak yang paling tepat untuk mewujudkan aspirasi rakyat mengenai hal-hal dalam kehidupan bernegara yang secara nyata dirasakan telah menyimpang berdasarkan UUD 1945. dan dilimpahkan kepada sebuah konstituante.Miriam Budiarjo mengemukakan adanya empat macam prosedur. misalnya dapat ditetapkan kuorum untuk sidang yang membicarakan usul perubahan undangundang dasar dan jumlah minimum anggota badan legislatif untuk menerimanya (Belgia. suatu perubahan konstitusi bisa jadi harus disetujui oleh dewan perwakilan rakyat dari sejumlah negara anggota tertentu. Sidang badan legislatif dengan ditambah beberapa syarat. AMANDEMEN UUD 1945 23 . 4. B. sebagai berikut: 1. yaitu: 1. 2. India). RIS 1949) Referendum atau plebisit (Swiss. 2. yang pada dasarnya sama dengan yang dikemukakan oleh Strong. Australia). Dalam sebuah negara federal. dan putusan untuk mengubah undang-undang dasar diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Perubahan yang dilakukan di luar kompetensi organ legislatif biasa yang dilembagakan oleh konstitusi tersebut. Sementara Kelsen menyatakan bahwa konstitusi asli dari suatu negara adalah karya para pendiri negara tersebut.

maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. berdaulat. yang berbentuk Republik. Persatuan Indonesia.Kedaulatan adalah ditangan rakyat. maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaanya. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan. 2. dan dilakukan sepenuhnya oleh Madjelis Permusjawaratan rakyat. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. AMANDEMEN UUD 1945 24 . Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. mencerdaskan kehidupan bangsa.UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA 1945 Amandemen -----------------------------------------------------------------------PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan. -----------------------------------------------------------------------BAB I BENTUK DAN KEDAULATAN Pasal 1 1. bersatu. Dan perjuangn pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.UNDANG . maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan yang Maha Esa. adil dan makmur. Atas berkat rachmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur.

Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk mendyalankn undang-undang sebagaimana mestinya. Madjelis Permusjawaratan rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibu-kota Negara.Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat. MADJELIS PERMUSJAWARATAN RAKYAT Pasal 2 1. 2. Perubahan Pasal 5 1 .BAB II. ditambah dengan utusan-utusan dari Daerah-daerah dan golongan-golongan. 2. 2. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Presiden memegang kekuasan membentuk undang-undang dengan persetudjuan Dewan Perwakilan rakyat. Pasal 5 1. BAB III. Segala putusan Madjelis Permusjawaratan rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak. menurut aturan yang ditetapkan dengan Undang-Undang. 3. Dalam melakukan kewadjibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. Madjelis Permusjawaratan rakyat terdiri atas anggauta-anggauta Dewan Perwakilan rakyat. KEKUASAAN PEMERINTAH NEGARA Pasal 4 1. AMANDEMEN UUD 1945 25 . Pasal 3 Madjelis Permusjawaratan rakyat menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar daripada haluan Negara.

. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama atau berdyandji dengan sungguh-sungguh dihadapan Majelis Permusjawaratan rakyat atau Dewan Perwakilan rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden) : . memegang teguh Undang-Undang Dasar dan mendyalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya sert berbakti kepada Nusa dan Bangsa." dyanji Presiden (Wakil Presiden) : ." AMANDEMEN UUD 1945 26 . Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Madjelis Permusjawaratan rakyat dengan suara yang terbanyak. berhenti atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya. 2. Pasal 9 Sebelum memangku jabatannya.Saja berdyandji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewadjiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Perubahan Pasal 7 Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun. ia diganti oleh Wakil Presiden sampai habis masa waktunya. hanya untuk satu kali masa jabatan. saja bersumpah akan memenuhi kewadjiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Pasal 7 Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun. memegang teguh Undang-Undang Dasar dan mendyalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya sert berbakti kepada Nusa dan Bangsa.. Presiden ialah orang Indonesia asli. Pasal 8 Jika Presiden mangkat.Demi Allah. dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama.Pasal 6 1. dan sesudahnya dapat dipilih kembali.

Sebelum memangku jabatannya. Pasal 10 Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas angkatan darat. memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya sert berbakti kepada Nusa dan Bangsa. memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut : Sumpah Presiden (Wakil Presiden) : "Demi Allah. Sjarat-sjarat dan akibatnya keadaan bahaja ditetapkan dengan undang-undang. angkatan laut dan angkatan udara." Janji Presiden (Wakil Presiden) : "Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknja dan seadil-adilnja. membuat perdamaian dan perdyandjian dengan Negara lain." 2. Pasal 11 Presiden dengan persetudjuan Dewan Perwakilan rakyat menyatakan perang. AMANDEMEN UUD 1945 27 . Pasal 12 Presiden menyatakan keadaan bahaja. atau berjanji dengan sugguh-sungguh di hadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung.Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilian Rakyat tidak dapat mengadakan Sidang. saja bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknja dan seadil-adilnja.Perubahan Pasal 9 1. Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama.

2. Perubahan Pasal 15 Presiden memberi gelar tanda jasa. 2. Perubahan Pasal 13 2. amnesti. tanda dyasa dan lain-lain tanda kehormatan. DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG Pasal 16 1. Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah Agung. Susunan Dewan Pertimbangan Agung ditetapkan dengan undang-undang Dewan ini berkewadjiban memberi dyawab atas pertanyaan Presiden dan berhak memajukan usul kepada Pemerintah. AMANDEMEN UUD 1945 28 . BAB IV. Dalam hal mengangkat duta. abolisi dan rehabilitasi. 2. dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan undang-undang. Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Pasal 15 Presiden memberi gelaran. Perubahan Pasal 14 1. Pasal 14 Presiden memberi grasi. Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. Presiden mengangkat duta dan konsul.Presiden menerima duta Negara lain. Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat. 3.Pasal 13 1.

BAB VI. dan kota dipilih secara demokratis. 3. kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah Pusat. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Pemerintahan daerah provinsi. yang diatur dengan undang-undang. Presiden dibantu oleh Menteri-Menteri Negara. Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturanperaturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. KEMENTERIAN NEGARA Pasal 17 1. Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan. 2. dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintahan daerah provinsi. kabupaten. 4.BAB V. dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. Gubernur. dan hak-hak asal-usul dalam Daerah-Daerah yang bersifat istimewa. Menteri-menteri itu memimpin Departemen Pemerintahan. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota. 3. daerah kabupaten. dengan memandang dan mengingat dasar permusjawaratan dalam sistim Pemerintahan Negara. Perubahan Pasal 17 2. Perubahan Pasal 18 1. 3. 2. dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah. kabupaten. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. PEMERINTAH DAERAH Pasal 18 Pembagian Daerah Indonesia atas Daaerah besar dan ketjil. 5. Bupati. and Walikota masing-masing sebagai kepala pemrintah daerah provinsi. 6. yang tiap-tiap provinsi. Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya. AMANDEMEN UUD 1945 29 . dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang. daerah kabupaten.

Pasal 18B 1. Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang. Jika sesuatu rantjangan undang-undang tidak mendapat persetujuan Dewan Perwakilan rakyat. Pasal 20 1. Pasal 18A 1. dan kota. diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. . AMANDEMEN UUD 1945 30 . kebupaten. Dewan Perwakilan rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun. Tiap-tiap undang-undang menghendaki persetudjuan Dewan Perwakiln rakyat. maka rantjangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan rakyat masa itu. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT Pasal 19 1 2. Perubahan Pasal 19 1. Hubungan keuangan.Susuan Dewan Perwakilan rakyat ditetapkan dengan undang-undang. 3. yang diatur damam undang-undang. Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekaili dalam setahun. 2. BAB VII. pelayanan umum. atau antara provinsi dan kabupaten dan kota. 2.7. Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah provinsi. 2. 2. pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainya antara pemerintah pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang. Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang. Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.

4. Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi. Dewan Perwakilian Rakyat memiliki fungsi legislasi. Pasal 21 1. Dalam hal rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undangundang tersebut disetujui. Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk undang-undang. rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan. hak angket. Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang. Anggauta-anggauta Dewan Perwakilan rakyat berhak memajukan rantjangan undang-undang. setiap anggota Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan. Perubahan Pasal 21 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan undang-undang. menyampaikan usul dan pendapat. tidak disahkan oleh Presiden. 4. Jika rantjangan itu. Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang. fungsi anggaran. Pasal 20A 1. Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini. 3. dan fungsi pengawasan. 2. maka rantjangan tadi tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan rakyat masa itu. selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini.Jika rancangan undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama. Setiap rancangan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Dalam melaksanakan fungsinya. rancangan undang-undang itu tidak boleh dimajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu. AMANDEMEN UUD 1945 31 . serta hak imunitas. dan hak menyatakan pendapat. 3. meskipun disetudjui oleh Dewan Perwakilan rakyat.Perubahan Pasal 20 1. 2. 2.

Pasal 22A Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan undang-undang. yang peraturannya ditetapkan dengan UndangUndang. 2. Anggaran pendapatan dan belandya ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undangundang. Hal keuangan negara selandjutnya diatur dengan undang-undang. Pasal 22B Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya. maka Pemerintah mendyalankan anggaran tahun yang lalu. KEKUASAAN KEHAKIMAN Pasal 24 1. maka peraturan pemerintah itu harus ditjabut. BAB VIII. AMANDEMEN UUD 1945 32 . Hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepada Dewan Perwakilan rakyat. Djika tidak mendapat persetudjuan. 5. Segala padyak untuk keperluan Negara berdasarkan undang-undang. Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan Negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan. 3. 4. Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan lain-lain badan kehakiman menurut undang-undang. Matjam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang. yang syaratsyarat dan tata cara caranya diatur dalam undang-undang. Apabila Dewan Perwakilan rakyat tidak menjetudjui anggaran yang diusulkan Pemerintah.Dalam hal ihwal kegentingan yang memaksa. HAL KEUANGAN Pasal 23 1. Peraturan pemerintah itu harus mendapat persetudjuan Dewan Perwakilan rakyat dalam persidangan yang berikut.Pasal 22 1 2 3 . BAB IX. Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah sebagai pengganti undang-undang.

AMANDEMEN UUD 1945 33 .2. Pasal 25 Sjarat-sjarat untuk mendyadi dan untuk diperhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 27 1. Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa ndonesia asli dan orangorang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. BAB X. Penduduk ialah waraga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wadjib mendjundjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada ketjualinya. 2. 3. BAB IXA WILAYAH NEGARA Pasal 25A Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undangundang. Susunan dan kekuasaan badan-badan kehakiman itu diatur dengan undangundang. Jang mendyadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disjahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara. Sjarat-sjarat yang mengenai kewargaan Negara ditetapkan dengan undangundang. 2. Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. WARGA NEGARA Pasal 26 1. BAB X WARGA NEGARA DAN PENDUDUK Perubahan Pasal 26 1.

Setiap orang berhak atas pengakuan.Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pasal 28D 1. Pasal 28B 1. tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Pasal 28C 1. 2. bangsa. seni dan budaya. perlindungan. dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. jaminan. Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerdyaan dan penghidupan yang lajak bagi kemanusiaan. berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi. AMANDEMEN UUD 1945 34 . demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan uman manusia. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.2. Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul. Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat. BAB XA HAK ASASI MANUSIA Pasal 28A Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Perubahan Pasal 27 3. 2. dan negaranya. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup. 2. mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

memilih kewarganegaraan. sesuai dengan hati nuraninya. Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. menyimpan. Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. memiliki. Pasal 28G Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi. Pasal 28E 1. AMANDEMEN UUD 1945 35 . 2. mengolah dan menyampaikan informasi denggan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. 3.3. keluarga. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan. Pasal 28H 1. memperoleh. bertempat tinggal. Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat menusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain. serta berhak untuk mencari. dan harta benda yang di bawah kekuasaannya. dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. serta berhak kembali. Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabai. 2. Pasal 28F Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. martabat. dan mengeluarkan pendapat. 3. kehormatan. berkumpul. memilih pendidikan dan pengajaran. Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan. menyatakan pikiran dan sikap. memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkanya. memilih pekerjaan.

hak beragama. AMANDEMEN UUD 1945 36 . 3. keamanan dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokaratis. Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat. hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum. berbangsa dan bernegara. dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan.4. dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggun jawab negara. 4. diatur. nilai-nilai agama. hak untuk tidak diperbudak. AGAMA Pasal 29 1 2 . pemajuan. Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.Negara berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa. setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud sematamata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral. Pasal 28I 1. hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani. penegakan. 2. adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. Dalam menjalankan hak dan kebebasannya. Identitas budaya dan hak masyarakat dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban. hak untuk tidak disiksa. Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang oleh siapa pun. Pasal 28J 1. Negara mendyamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepertjajaannya itu. maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin. Hak untuk hidup. Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokaratis. 5. BAB XI. terutama pemerintah. 2. Perlindungan.

PENDIDIKAN Pasal 31 1.BAB XII. dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara. melindungi. yang diatur dengan undang-undang. BAB XIV. 2. melayani masyarakat. KESEJAHTERAAN SOSIAL Pasal 33 1. Pasal 32 Pemerintah memajukan kebudajaan nasional Indonesia. mengayomi. segabai kekuatan pendukung. PERTAHANAN NEGARA Pasal 30 1. AMANDEMEN UUD 1945 . Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengadyaran. Sjarat-sjarat tentng pembelaan diatur dengan undang-undang. Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi. Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat. serta menegakkan hukum. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. 4. BAB XIII. 2. Tjabang-tjabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasasi hadyat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Repbulik Indonesia. Pemerintah mengusahakan dan menjelenggarakan satu sistim pengadyaran nasional. 2. Tiap-tiiap warga Negara berhak dan wadjib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. sebagai kekuatan utama dan rakyat. Perubahan Pasal 30 1. dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan. 2. Angkatan Laut. 37 3.

Bumi dan air dn kekajaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. 2. Putusan diambil dengan persetudjuan sekurang-kurangnya 2/3 daripada djumlah anggauta yang hadlir. BAHASA. Pasal 36C Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera. Pasal 36A Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pasal 34 Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara BAB XV. AMANDEMEN UUD 1945 38 . BENDERA DAN BAHASA BAB XV BENDERA. Bahasa dan Lambang Negara. Pasal 36B Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.3. Pasal 37 1. DAN LAMBANG NEGARA SERTA LAGU KEBANGSAAN Pasal 35 Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih. serta lagu Kebangsaan diatur dengan undang-undang. Pasal 36 Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. Untuk mengubah Undang-Undang Dasar sekurang-kurangnya 2/3 daripada djumlah anggauta Madjelis Permusjawaratan rakyat harus hadir.

segala kekuasaannya didyalankan oleh Presiden dengan bantuan sebuah Komite Nasional. Presiden Indonesia mengatur dan menjelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Undang-Undang dasar ini. Pasal III Untuk pertama kali Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Panitja Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Pasal II Segala badan Negara dan peraturan yang ada masih langsung berlaku selama belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini. Madjelis itu bersidang untuk menetapkan Undang-Undang Dasar. Dalam enam bulan sesudah achirnya peperangan Asia Timur Raja. AMANDEMEN UUD 1945 39 . ------------------------------------------------------------------------ 2. Pasal IV Sebelum Madjelis Permusjawaratan rakyat. Dalam enam bulan sesudah Madjelis Permusjawaratan rakyat dibentuk.ATURAN PERALIHAN Pasal I Panitja Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengatur dan menjelenggarakan kepindahan pemerintahan kepada Pemerintah Indonesia. Dewan Perwakilan rakyat dan Dewan Pertimbangan Agung dibentuk menurut Undang-Undang ini. ATURAN TAMBAHAN 1.

Jakarta. 21 Februari 1987. Marzuki.M Laica. 1996. Cet. Bandung. "UUD 1945 Hanya Bisa Diubah dengan Amandemen. 29 April 1999. Harun. Soemantri." Pidato pengukuhan Guru Besar di Universitas Padjadjaran. 1989. Depok. 6." Detak (13-19 Oktober 1998). "Penetapan UUD dan Perubahan UUD dalam Teori dan Praktek." Makalah disampaikan pada Dialog Amandemen UUD 1945 Menuju Indonesia Baru Yang Demokratis." Pidato Purna Bakti Guru Besar Tetap Fakultas Hukum Universitas Indonesia. H. Tentang Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945. Bandung: Citra Aditya Bakti. "Amandemen Undang-Undang Dasar 1945: Menuju Indonesia Baru Yang Demokratis. Kompas (20 Mei 1999): 15.DAFTAR PUSTAKA Alrasid. _______. "Undang-Undang Dasar dan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai Produk Majelis Permusyawaratan Rakyat. AMANDEMEN UUD 40 . Sri.