70

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PR.DR.HAMKA

TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT TAHUN 2008

OLEH: MARTDINI.KURNIA. A. NPM 0605017005

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PROF. DR.HAMKA JAKARTA 2008

70 PERNYATAAN PERSETUJUAN Identitas Mahasiswa Nama Mahasiswa NIM Judul Skripsi : Martdini Kurnia Anggraeni : 0605017005 :” Tinjauan Program Promosi Kesehatan Di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Tahun 2008” Skripsi ini telah disetujui,diperiksa dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Agustus 2008 Komisi Pembimbing Pembimbing I

(Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes)

Pembimbing II

(Dra. Emma Rachmawati, Mkes)

70

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT karena dengan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Jurusan Managemen Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka. Dalam penyusunannya penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak terdapat kekurangan, baik materi maupun penyajian. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang penulis miliki dan juga keterbatasan dalam memperoleh data. Tetapi berkat banyaknya bimbingan, bantuan dan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Zulazmi Mamdy, MPH sebagai Dekan Fakultas Kesehatan yang telah memberikan masukan dan bimbingan selama masa perkuliahan. 2. Ibu Retno M, SKM, M.Kes, sebagai Pembimbing Akademik yang bersedia dan sabar membimbing selama masa perkuliahan. 3. Bapak Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi pertama yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Emma Rachmawati, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi kedua yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Arif Setyawan, SKM, M.Kes, sebagai Kepala Program Studi yang bersedia memberikan informasi dan masukannya selama masa perkuliahan.

baby. Jakarta. 8. doa.. (I luv u.de’.).. ( Tanpa kalian.) Akhir kata. Mas Anggit.. ) 10.K. staff dan karyawan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prof. Mpy.Hamka. 11. Tante Omponk. 26 Juni 2008 (Martdini. Pihak Puskesmas Kecamatan Kembangan.n Dini maaci jadi oponentna. Ketua dan Anggota Panitia Ujian Seminar Proposal Skripsi Universitas Muhammadiyah Prof. Mama. 9. pihak Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Erwan syahri yang memberikan ketulusan kasih sayangnya dan mensupport penulis penuh tanpa ia sadari.A) .Hamka Jakarta Selatan 7. Anak-anak konversi 2006 dan regular 2004 (Mpuz. Mas Edy dan my little angel Bagas (kamu adalah hadiah terindah untuk tante. penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan dan semoga ALLAH SWT merahmati dan memberikan kebaikan bagi kita semua. Mba Ai yang senantiasa memberikan support. Nyos.). Seluruh dosen. Tante Ganduik. puskesmas Meruya Selatan 1. bantuan yang tidak ternilai besarnya kepada penulis. Papa..70 6. Ptot.Dr. aku bukanlah apa-apa…. Bunda.Dr. Menur. Cinta. Ayah.Je’taime Beacoup. Mba lilies.

R RAKERNAS = Rapat Kerja Nasional Repelita = Rencana Pembangunan Lima Tahun RS = Rumah Sakit S SDM = Sumber Daya Manusia SP2TP = Sistem Peloporan dan Pencatatan Terpadu .70 DAFTAR SINGKATAN A ASI = Air Susu Ibu D DEPKES RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia G GBHN = Garis Besar Haluan Negara Gakin = keluarga miskin K KIA = Kesehatan Ibu Dan Anak P PHBS = Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PKMD = Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa Promkes = Promosi kesehatan.

70 SWOT = Strenght Weakness Opportunities Threats T TV = Televisi W WHO = World Health Organization .

Stake holder adalah pemegang peraturan atau pihak-pihak yang terkait. Mediasi kesehatan adalah nasihat dalam bidang kesehatan 6. Kontribusi adalah memberi masukan pada input. 2. Upaya kuratif adalah upaya yang dilakukan dalam hal pengobatan. Kontradiksi adalah kerancuan atau hal yang bias dan bertentangan. Kegiatan komprehensif adalah kegiatan yang menyeluruh atau terpadu. 16. Cross check adalah menyamakan dan membandingkan sesuatu hal hingga mendapatkan hasil yang valid. . 11. Double jobs desk adalah pekerjaan rangkap tugas. Program yang terintregrasi adalah program yang menyatu. 4.faktor yang mempengaruhi kesehatan. 7. Metode paternalistik adalah metode yang menggunakan orang yang berpengaruh dalam hidup klien untuk berperan serta. 15. Hak yang absolute adalah hak yang penuh terhadap pilihan sendiri. Identifikasi adalah mengelompokan sesuai dengan kriteria. 12. 13. 9. Metode persuasive adalah metode yang mengajak orang lain untuk berperan serta. 5. Kondisi kondusif adalah keadaan lingkungan yang mendukung.70 DAFTAR ISTILAH 1. 3. Determinan kesehatan adalah faktor. 10. Implementasi adalah pelaksanaan. 8. 14. 17. Gambaran riil adalah gambaran kenyataan atau fakta yang ada dilapangan.

rt. Luas wilayah.3 Jumlah tenaga medis dan non medis di wilayah kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. Tabel 2.1. Tabel 4.2. di wilayah puskesmas kembangan….70 DAFTAR TABEL Tabel 1. Sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas kecamatan kembangan Tabel 3.. . Sarana promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya selatan I……….5. Jumlah penduduk puskesmas kecamatan kembangan…. Tabel 5. Karakteristik informan internal dan ekternal…………… Sarana promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan……….4 Rencana kegiatan program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. Puskesmas kelurahan di wilayah puskesmas kembangan……… Tabel 2. Tabel 2. Tabel 2. Pengertian mengenai obyek studi……………………………. rw. jumlah.

Soekidjo Notoadmodjo……. Fish bones perumusan masalah promosi kesehatan…………… .70 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.. Alur promosi yang digunakan dalam buku pedoman promosi kesehatan….1.1. Kerangka penelitian oleh Linda Ewless………………………… Gambar 3. Kerangka penelitian oleh Prof. Gambar 4.1..1. Dr. Gambar 2.1.Alur proses promkes di puskesmas kecamatan kembangan……. Gambar 5.

SMUN 90 (Tahun 2000-2003) 4. SMP Cendrawasih (Tahun 1997-2000) 3. Sekretaris ROHIS SMUN 90 .HAMKA (2006-sekarang) Tempat Tanggal Lahir: Jakarta. STRATA 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROFESOR DR.70 BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa Alamat No Telepon NPM Peminatan Pendidikan : Martdini Kurnia Anggraeni : Komplek Deplu no 1 Pondok Aren Tangerang : 08129036486 / 7356230 : 0605017005 : Managemen Administrasi Kesehatan : 1. SD Cendrawasih (Tahun 1991-1997) 2. AKADEMI KEPERWATAN PERTAMINA (Tahun 2003-2006) 5. 06 Maret 1985 Pengalaman Organisasi : 1. Bendahara OSIS SMP Cendrawasih 2.

. DAFTAR SINGKATAN……………………………………........………………..Tujuan Umum………………………………………….……………………………7 2.2. DAFTAR TABEL………………………………………………………………… DAFTAR BAGAN/ GRAFIK……………………………………………………......3.... BIODATA MAHASISWA……………………………..5 I.. PERNYATAAN PERSETUJUAN ………………...I..…....Permasalahan…………………………………………………….5 I.....3.1..................9 ... KATA PENGANTAR……………………………………………………………...Visi dan Misi Promosi Kesehatan…………………….... BAB I PENDAHULUAN I.....................Promosi Kesehatan…………………...............5 I.. DAFTAR ISTILAH……………………………………………………….1.……................. DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………..2.....…….………………….1....4............1 I........................5 I. DAFTAR ISI……………………………………………………………......Tujuan Penelitian…………………………………………………....1......2...5.Ruang Lingkup Penelitian………………………………………….....Manfaat Penelitian………………………………………………….......Tujuan Khusus………………………………………..........6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2......70 DAFTAR ISI COVER ABSTRAK...4 I......I Latar Belakang…………………………………………………..Sejarah Promosi Kesehatan……………………………8 2....3.

3.Design Penelitian…………………………………………… …. Demografi…………………………………………………………… ..1.34 4...2.7.6 Penyuluhan………………………………………….Definisi Puskesmas………………………………….……………..8..Pengolahan Data dan Analisa Data……………………………...2..16 2.36 4.2.27 3.21 2. 5.3.5...Sejarah Perkembangan Puskesmas………………….1. METODE PENELITIAN 4.Informan Eksternal………………………………..3. Kerangka Teori…..35 4.22 2.………….1.29 3...6...24 BAB III.……..1... HASIL PENELITIAN 5.2..1..2.….4..Lima Pendekatan Promosi Kesehatan………………..Ruang Lingkup Promosi Kesehatan………………….34 4.3.4. Kerangka Konsep……………………………………….….36 4.Pengumpulan Data………………………………………………36 4.Program Pokok Puskesmas………………………….2.Sasaran Promosi Kesehatan………………………….KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.15 2.70 2.2..1 Topografi dan geografi……………………………… 5..1.Peran dan Fungsi Puskesmas……………………….…34 4.4.35 4.1. Definisi Istilah….Informan…………………………………………………………34 4...14 2. ……….3.19 2. Gambaran umum puskesmas kecamatan kembangan…………….Validitas Data……………………………………………………38 BAB V..Informan Internal………………………………….30 BAB IV.2.1.……………..….3...Lokasi dan Waktu Penelitian………………………………….5.2.…….………………………………...2. Puskesmas……………………………………………………….12 2.Jenis dan Sumber Data………………………………………..Collecting Data Penelitian……………………………………….19 2.1..1.

3.2.2.5.5.2. Pembahasan penelitian……………………………. Jenis pelayanan. Controling…………………. Upaya peningkatan mutu pelayanan………. Sasaran……………………………….Fungsi menejemen dalam pelaksanaan promosi kesehatan… 6. 5. Planning…………………….3. BAB VII...2..4. Keterbatasan penelitian…………………………….4.1.3.2.Visi puskesmas kecamatan kembangan………… 5. 5. 5. Variabel output……………….6.. 6.1. Hasil penelitian…………………………………………. PEMBAHASAN 6. Variabel output………………………. 6..3.4. Jenis pelayanan……………………………..2. KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. .6. 5.3.3.1.2. 6.2.6.3.Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas. 5.2.1. Tujuan puskesmas kecamatan kembangan…….6.6.3.2. 6.1..3. 5. 5. Hasil wawancara dengan informan eksternal… BAB VI.2. 5. Hasil wawancara mendalam dengan informan internal… 5.2.3.4. Variabel proses……………….2.1. Kesimpulan…………………………………………. 5. 6.4.. 5. 6. Upaya kesehatan………………………….6. 5. 5.5. Variabel input……………………….. Cara mencapai tujuan………………… 5.6..3.5.5.3.3. indikator kinerja dan target puskesmas………… 5..3.3.5.3.1. 6.70 5.2.. Kebijakan mutu…………………………………….Misi puskesmas kecamatan kembangan………. Variabel input………………….. 6. Program-program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan… 5.Directing……………………. 5. Karakteristik informan……………………….Organizing…………………. Variabel proses……………………….

Angka Kematian Balita. Penetapan strategi kesehatan merupakan sebuah investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. kemampuan.2. jiwa. Pembangunan Nasional merupakan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu. Ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan sehat. Undang-undang Kesehatan no 23 Tahun 1992 memberikan batasan kesehatan adalah keadaaan sejahtera badan.Visi Indonesia Sehat 2010 akan diwujudkan dalam program pembangunan kesehatan yang berdasarkan pada . 1994). Saran………………………………………………….1. yang berarti termasuk dalam menggali dan mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN I. Bangsa. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di wilayah Republik Indonesia .70 7. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis dan GBHN 1993 yang menggariskan antara lain bahwa sasaran pembangunan Repelita VI adalah tumbuhnya sikap kemandirian. Rencana strategis pembangunan kesehatan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu telah menetapkan visi baru Indonesia sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan masyarakat. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi(Prijono. dan Angka Kematian Bayi.(Depkes RI. Negara. 1999). Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran. dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

pemberdayaan dan kemandirian. tempat kerja dan tempat umum . Program peningkatan promosi kesehatan dilakukan melalui pendekatan dengan 5 tatanan rumah tangga yaitu institusi pendidikan. (Depkes RI. Penerapan paradigma baru. 2000).Sesuai dengan luasnya pengertian sehat. baik sebagaimana yang dikemukakan oleh WHO maka ruang lingkup Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan sebenarnya sangat luas sekali. sebagai salah satu upaya dalam proses pemberdayaaan masyarakat untuk memelihara. terpadu dan berkesinambungan. institusi kesehatan. Tetapi dengan makin tingginya kadar kehendak (medis) dan kadar tuntutan (demands) masyarakat terhadap kesehatan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Pembangunan Kesehatan merupakan investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi.70 perikemanusiaan.kelompok dan masyarakat . maka bentuk pelayanan kesehatan yang ada ditengah masyarakat yang berubah bentuk menjadi suatu kegiatan yang sangat kompleks. . 2007). (Notoadmojo. adil merata. Untuk mewujudkan keadaan perilaku masyarakat yang sehat sebagai wujud kemandirian masyarakat tidaklah mudah. Untuk itu promosi kesehatan harus dilakukan secara terarah. 1997). Program peningkatan perilaku sehat merupakan salah satu pokok program pembangunan kesehatan. (Depkes RI. melindungi dan meningkatkan kesehatan. Puskesmas sebagai institusi yang bergerak dalam pelayanan kesehatan telah menempatkan program promosi kesehatan. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi. Puskesmas sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang tidak hanya tertuju pada bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien didalam kamar periksanya saja. serta pengutamaan manfaat (Depkes RI. Pembangunan kesehatan berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional . Banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merubah perilaku masyarakat yang sehat. 1974). yaitu paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga diri mereka melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promosi dan preventif.

kepercayaan masyarakat dan lain sebagainya. Dalam suatu institusi atau organisasi diperlukan pemahaman tentang organisasi. pendidikan kesehatan. aktifitas apa yang telah dilaksanakan serta bagaimana pengelolaan sistem secara keseluruhan adalah bagian–bagian lainnya yang harus diketahui dalam pemahaman sistem tersebut. upaya pengumpulan data kesehatan dan lain sebagainya.70 Kedalamnya harus termasuk bentuk pelayanan pengobatan. Puskesmas sebagai salah satu organisasi yang menyusun rencana kerja yang terarah dan berhubungan dengan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya harus mempunyai pemahaman tentang sistem yang akan dianut untuk memperlancar pelaksanaan programprogramnya.) pusat pembangunan masyarakat diwilayahnya. yaitu mengetahui dengan tepat sistem apa yang berlaku dalam organisasi tersebut. Bagaimana cara pengambilan keputusan dari organisasi. harus termasuk pula segala faktor lingkungan yang mempengaruhi hubungan dengan organisasi (sistem lainnya yang mempengaruhi sistem kesehatan) seperti keadaan sosial budaya. pengelolaan lingkungan. 2. salah satunya yaitu pemahaman tentang sistem yang dianut yang gunanya memaparkan bagaimana sistem pelaksanaan dari program tersebut berjalan dengan baik. masalah kesehatan para pekerja. Puskesmas Kembangan merupakan salah satu Puskesmas Pembina yang terletak di Jakarta Barat telah melaksanakan promosi kesehatan di wilayah Kecamatan Kembangan meliputi 8 kelurahan yang diwakili oleh masing-masing . Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan Tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu sebagai 1. ukuran-ukuran apa saja yang dipakai dalam menilai suatu keberhasilan serta komponen-komponen apa terdapat dalam organisasi. 3. Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang amat penting di Indonesia. adat istiadat.) dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat diwilayah kerjanya. Kedalam pemahaman sistem tersebut. Pemahaman tentang sistem yang dianut merupakan pemahaman pertama yang harus dikuasai oleh setiap pembuat rencana.) membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya. tepat dan mudah dievaluasi.

penyediaan dan penyebaran media komunikasi kesehatan kepada masyarakat yang berguna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara. Puskesmas Kembangan adalah puskesmas pemberi pelayanan kesehatan komprehensif yang juga mengarah kepada macam pelayanan yang mengutamakan segi specific protection and health promotion. Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08 /011. I. .2. penulis berkeinginan untuk memberikan gambaran riil tentang program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan tersebut sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan perencanaan. yang dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBN dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. Sampai saat ini belum pernah dilaksanakan tinjauan terhadap kegiatan promosi kesehatan diPuskesmas Kecamatan Kembangan tersebut. maka penulis menaruh perhatian untuk memberikan gambaran evaluasi kegiatan promosi kesehatan dan masalahnya agar dapat memberikan perbaikan bagi promosi kesehatan tersebutkan agar bertujuan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin di lingkup wilayah kerja Puskesmas tersebut. pendidikan kesehatan. Permasalahan Harapan terhadap rencana awal program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas kesehatan. keterbatasan media komunikasi.Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. melindungi dan meningkatkan kesehatannya (WHO). Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah keterbatasan tenaga kerja double desk job.Puskesmas Kecamatan Kembangan merupakan Puskesmas Pembina yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada di kecamatan dan ditunjuk sebagai penanggung jawab. dan minimnya pendanaan yang khusus di alokasikan terhadap program promosi kesehatan ini. Salah satu program yang dimiliki Puskesmas Kecamatan Kembangan yaitu promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.70 puskesmas kelurahan khususnya wilayah puskesmas kecamatan Kembangan yang secara operasional dilakukan oleh seorang koordinator program dan dibantu oleh beberapa anggota.

keterpaduan antar lintas program.1.70 I. tenaga SDM yang ada. gerakan pemberdayaan masyarakat. advokasi.3. Bagi Puskesmas . 1. dan mekanisme proses kegiaatn yang ada serta gambaran hasil dari pelaksanaan program tersebut 1. 1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan sistem promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan di Jakarta Barat. PHBS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2008 dengan menggunakan sistem pendekatan dimulai dari gambaran ketenagaan. Tujuan Khusus a. c. material yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan. Untuk mengetahui faktor proses promosi kesehatan yang terdiri antara lain program peningkatan kesehatan masyarakat. 1. program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.4.3 Tujuan penelitian 1. sarana. dana. Untuk mengetahui faktor input promosi kesehatan yang terdiri antara lain fasilitas yang tersedia.3. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan skripsi ini.5. b. bina suasana. penyuluhan berkala dalam per 3 bulan. penyebaran media promosi kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan dalam bentuk laporan tahunan. metode yang digunakan.dengan menggunakan metode penelitian kualitatif.2. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini sebagai penelitian yang menggambarkan pengelolaan pelaksanaan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan yang sedang berjalan. Untuk mengetahui faktor output promosi kesehatan yang terdiri antara lain terlaksananya program promosi kesehatan.

b.70 a. Mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang menjadi masalah dan kendala promosi kesehatan serta bagaimana mengatasinya. 2. promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan .Hamka. Bagi Fakultas Kesehatan Muhamadiyah Profesor Dr. Memperoleh pengetahuan tentang pelaksanaan-pelaksanaan dan hambatan Kembangan. pengetahuan tentang implementasi promosi kesehatan setingkat puskesmas. Bagi Penulis Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian tentang pelaksanaan program kesehatan khususnya promosi kesehatan. Menambah 3.

70 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. HAMKA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PEMINATAN MANAJEMEN ADMINISTRASI KESEHATAN Skripsi : Agustus 2008 MARTDINI KURNIA ANGGRAENI TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SEKCAMATAN KEMBANGAN.DR. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif. JAKARTA BARAT TAHUN 2008 xiv +128 Halaman+ 10 Tabel + 5 Gambar+ 7 Lampiran ABSTRAK Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. dimana data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara mendalam terhadap . selain itu puskesmas juga membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya oleh karena itu tujuan dari penelitian ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan program promosi kesehatan diwilayah kerjanya.

. Daftar Pustaka : 31 (1984 . laporan-laporan.70 informan yang berkompeten dibidangnya dan data sekunder melalui arsip. lalu diletakan dalam formulir promosi kesehatan dan disajikan dalam laporan profil tahunan.2007). dokumen dan literatur yang ada. Program promosi kesehatan sudah dilaksanakan sejak awal berdiri puskesmas kecamatan kembangan berdiri. penempatan sumber daya manusianya diharapkan sudah sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas. Program promosi kesehatan ini sudah berjalan cukup baik karena sudah mencapai indikator yang diinginkan Dana yang belum mencukupi untuk program ini diharapkan dapat dilakukan perencanaan anggran dana lebih baik dan lebih memperjuangkannya ke pemerintah daerah Jakarta Barat. Prosesnya diawali dari pelaporan dari puskesmas pembantu ke puskesmas kecamatan melalui sistem pelaporan sp2tp dan pelaporan per triwulan.

religi) determinan pokok kesehatan adalah aspek sosial. bakteri. pengorganisasian pelayanan kesehatan. pengucilan sosial. dan meningkatkan kesehatan fisik melalui upaya masyarakat yang meliputi kesehatan lingkungan. aspek promosi kesehatan yang mendasar adalah bahwa ia bertujuan melakukan pemberdayaan sehingga orang memiliki kontrol yang lebih besar terhadap aspek-aspek kehidupan mereka yang mempengaruhi kesehatan. Determinan yang mempengaruhi kesehatan adalah diterminan fisik (lingkungan. pengobatan dini. dukungan sosial.1. memajukan. sebab banyak faktor diluar pendidikan kesehatan tidak dapat diintervensi kecuali dengan regulasi. memperpanjang usia. dan legislasi yang dilakukan dengan cara advokasi. diterminan sosial (kesenjangan stress. Promosi dalam konteks kesehatan dapat diartikan sebagai memperbaiki kesehatan. pekerjaan. mediasi dan pemberdayaan (fungsi utama promosi kesehatan). Pendidikan kesehatan bertujuan merubah perilaku kesehatan masyarakat tetapi tidak sanggup. Menurut WHO Ottawa Charter (1996) Promosi Kesehatan atau Health Promotion is the proses of enabling people to increase control over and thereby improve their health. parasit). pangan. iklim).70 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. cuaca. Promosi Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat (Winslow) adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit. dan secara kolektif. ekonomi. diterminan biologi (virus. kehidupan sehari-hari. transportasi. Promosi kesehatan adalah tentang meningkatkan status kesehatan dari individu dan komunitas. pendidikan dan penyuluhan kesehatan. yang apabila . Oleh karena itu. mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada agenda perorangan maupun masyarakat. serta menggerakan masyarakat memelihara kesehatannya. pemberantasan penyakit menular.

ia merupakan konsep positif untuk mencakup sumber-sumber sosial dan perorangan maupun kapasitas fisik. 2002) kurun waktu 1945-1965 (awal merdeka) merupakan peletakan dasar promosi kesehatan. meningkatkan dan melindungi kesehatannya. Persepsi ini diperoleh dari konsepsi “ sehat “ dalam hal seorang individu atau kelompok mampu. sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan yang berwawasan kesehatan. tetapi masing-masing istilah mempunyai tekanan sendiri-sendiri. penyuluhan kesehatan masyarakat. Menurut American Health Foundation. 2. Istilah tersebut memiliki persamaan arah.70 diartikan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara.1. perilaku. informasi.1. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh (Effendi. untuk dan bersama masyarakat. oleh. edukasi dan pemasaran sosial bidang kesehatan dan lain-lain. Pada kurun tersebut pendidikan kesehatan berpaku pada upaya untuk membantu masyarakat . sehat dinilai sebagai sumber untuk kehidupan sehari-hari. Menurut Departemen Kesehatan RI promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan faktor kesehatan melalui pembelajaran dari. Menurut (Dachroni. 1998) adalah lingkungan. agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat. disatu sisi untuk mewujudkan aspirasi dan memuaskan kebutuhan hidup dan disisi yang lain untuk mengubah atau mengatasi tantangan lingkungan. Promosi Kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik didalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. sedangkan di Indonesia baru pada tahun 1990-an. Pada waktu itu dibentuk Medische Hygiene Propaganda untuk menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan melalui publikasi. Kesamaan arah istilah-istilah tersebut adalah upaya membantu masyarakat agar meningkatkan kesehatannya. pelayanan kesehatan. bukan tujuan hidup . Kurun waktu 1965-1975 disebut era pendidikan kesehatan. Istilah Health Promotion di dunia baru tumbuh tahun 1980. komunikasi. Sejarah dari pendidikan kesehatan ke promosi kesehatan. sebelumnya dikenal dengan istilah pendidikan kesehatan. Oleh karena itu.

baik fisik . b. Istilah yang digunakan mulai bervariasi seperti: pemasaran sosial.Sementara itu konsep promosi kesehatan mulai berkembang di Indonesia. yakni:” meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. 1. Sementara itu struktur organisasi Departemen kesehatan ada bagian pendidikan kesehatan masyarakat di lingkungan biro pendidikan Departemen Kesehatan yang selanjutnya nanti berkembang menjadi direktorat. dan lain-lain. Misi promosi kesehatan adalah upaya yang harus dilakukan untuk a. mental atau sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.) Menjembatani ( Mediate) Adalah menjadi fasilitator dan menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan.1.) Memampukan ( Enable). 2. Kurun waktu 1995-saat ini disebut sebagai era promosi kesehatan.) Advokat ( Advocate) Melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan tersebut mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu didukung melalui kebijakan-kebijakan atau keputusan mutakhir. Pada waktu berkembang istilah penyuluhan kesehatan masyarakat. mobilisasi sosial. Pada tahun 1985-1995 menjadi pusat penyuluhan kesehatan masyarakat di lingkungan Sekretaris Jendral. Misi promosi kesehatan dapat dirumuskan menjadi 3 butir: .2 Visi dan misi promosi kesehatan Promosi kesehatan harus mempunyai visi yang jelas. Dalam konteks ini adalah apa yang diinginkan adalah promosi kesehatan sehingga penunjang promosi – promosi kesehatan lain. Organisasi Departement Kesehatan berkembang menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat (1975-1984). c.70 mengenali masalah kesehatannya dan dapat mengatasi masalah kesehatannya tersebut. mencapai visi tersebut. Kurun waktu 1975-1995 merupakan era penyuluhan kesehatan.Visi umum promosi tidak terlepas dari undangundang kesehatan no 23/1992. maupun WHO.

seminar. camat. instruksi dan sebagainya yang menguntungkan kesehatan publik. koperasi simpan pinjam. Tujuan adalah agar para pembuat keputusan ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan. penyuluhan dan sebagainya. antara lain dalam bentuk : peraturan. b.70 Memberikan kemampuan atau ketrampilan kepada masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri.Tujuan kegiatan ini adalah agar kegiatan atau program kesehatan tersebut memperoleh dukungan dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama. Misalnya: Pelatihan mengenai bagaimana bertani yang baik. berupa : Penyuluhan kesehatan.) maupun informal ( tokoh masyarakat dan sebagainya) yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat. lurah. dan sebagainya dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga kemampuan dalam memelihara dan juga meningkatkan kesehatan keluarga dapat optimal. pos obat desa. Advokasi Adalah kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik dibidang kesehatan maupun sektor lain dluar kesehatan yang memiliki pengaruh terhadap publik. petugas kesehatan dan sebagainya. undang-undang. Bentuk kegiatan ini. bentuk kegiatan ini antara lain : pelatihan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh keluarga. Pemberdayaan masyarakat Pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atau utama promosi kesehatan. Strategi-strategi global ( Global Stategic ) menurut WHO (1984) antara lain: a. tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Strategi promosi kesehatan Yaitu cara untuk mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara efektif dan efisien. c. lokakarya. 2. gotong royong kesehatan dan pelatihan ketrampilan dalam rangka . cara berternak. Dukungan Sosial Kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat baik formal (guru. bercocok tanam obat-obatan tradisional.

Keterampilan individu (personil skill) Meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personil skill) adalah sangat penting. Kebijakan berwawasan kesehatan ( Health Public Policy) Kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan. sehingga dikeluarkannya atau dikembangkannya kebijakan–kebijakan pembangunan dibidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatannya bagi masyarakat. melainkan juga masalah masyarakat sendiri (consumer) oleh sebab itu penyelenggara pelayanan ( provider) dan pihak penerima pelayanan (consumer). d. Lingkungan yang mendukung ( Supportive Enviroment) Kegiatan untuk mengembangkan kemitraan dan suasana yang mendukung kegiatan ini ditujukan kepada para pemimpin.) 3. Organisasi masyarakat serta pengelola tempat-tempat umum. (1986) a. Strategi promosi kesehatan berdasarkan piagam Ottawa Charter. peternakan. pertukangan. hal ini berarti bahwa masing-masing individu didalam masyarakat seyogyanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik terhadap cara-cara memelihara kesehatannya. e. b. mencari pengobatan yang layak. mampu mencegah penyakit dan mampu meningkatkan kesehatan. Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak memberikan pelayanan (provider) baik pemerintah maupun swasta saja. c Reorientasi pelayanan kesehatan / menata kembali arah pelayanan masyarakat. Gerakan Masyarakat (Community Action) . Kegiatan mereka diharapkan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non fisik yang mendukung atau kondusif terhadap kesehatan masyarakat . dan sebagainya.70 peningkatan pendapatan keluarga (latihan menjahit. mengenal penyakitpenyakit dan penyebabnya.

dan jantung. Pendekatan ini melibatkan intervensi kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan serta membuat keputusan yang mungkin ditetapkan atas dasar informasi yang ada informasi tentang . Contoh-contoh yang termasuk didalamnya antara lain:mengajari orang bagaimana cara menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Pendekatan Medik Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medik seperti penyakit infeksi. bagaimana cara agar memelihara gigi tetap sehat. Sehingga mereka mengambil gaya hidup sehat.3 Lima pendekatan promosi kesehatan dan tujuannya. b. 2003) a. kanker. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individual masyarakat. yang dapat memperjelas tujuan dan nilai-nilai dan mengidentifikasi suatu kerangka yang terdiri dari 5 pendekatan bagi promosi kesehatan dan nilai-nilai yang melekat pada masing-masing pendekatan (Notoadmodjo.1. mungkin dengan menggunakan metode persuasif maupun paternalistik sebagai contoh memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk di imunisasi.70 Kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok. Pendekatan Edukasional / pendidikan. 2. c. Pendekatan perubahan perilaku. keluarga dan individu. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medik dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh terhadap prosedur yang dianjurkan. wanita memanfaatkan klinik keluarga berencana dan para pria dewasa melakukan test darah. Oleh sebab itu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat akan lebih efektif apabila unsur-unsur yang ada dimasyarakat tersebut bergerak bersama-sama. Beraneka model promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan adalah alat analisis yang berguna.

Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka dan mengubah masyarakat memiliki komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pentingnya pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu.70 kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap dan membuat keputusan mereka sendiri. dan siapa saja yang memiliki hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. akan menghargai hak individu untuk memilih perilaku mereka sendiri. Program pendidikan kesehatan sekolah. dan ekonomi. Pendekatan berpusat pada klien / individual. ketrampilan. Pusatnya adalah mengubah masyarakat bahkan pada perubahan perilaku individunya. pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai sentral dari tujuan ini. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. Pendekatan perubahan sosial/ masyarakat. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mengangkat persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka. Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. Bantuan untuk membuat keputusankeputusan itu dan mengadopsi praktik-praktik kesehatan baru dapat pula ditawarkan. klien dihargai sama yang memiliki pengetahuan. . sosial. kemampuan berkontribusi. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberikan arti tinggi proses pendidikan. supaya dapat membuatnya lebih mendukung keadaan yang sehat. yang membantu orang mengidentifikasi kepedulian–kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadinya perubahan. misalnya: Membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat tidak hanya memperoleh pengetahuannya saja. d. Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan dan membuat keputusan dan perilaku mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. e.

b. tokoh adat dan sebagainya. sasaran tersier promosi kesehatan dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder) dan masyarakat pada umumnya (sasaran primer) upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan advokasi (advocacy).70 2. Sasaran Sekunder (Secondary Target) Adalah sasaran kelompok ini terdiri dari Para tokoh masyarakat. Tugas pokok Promosi kesehatan adalah melaksanakan perumusan kebijakan teknis. pelaksanaan .1.4 Sasaran promosi kesehatan Berdasarkan pertahapan upaya promosi kesehatan ini.Upaya ekonomi kesehatan pada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social support) c. antara lain: a. Sasaran Tersier ( Tertiary Target) Adalah para penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun di daerah. tokoh keluarga. karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. ibu hamil. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) .penyusunan program-program kesehatan. maka sasaran promosi kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok. Sasaran Primer (Primary Target) Adalah sasaran langsung dari upaya promosi kesehatan adalah masyarakat. disebut sasaran sekunder. Sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. dan pelaksanaan promosi kesehatan dan terbagi menjadi beberapa bagian antara lain: Perumusan kebijakan teknis promosi kesehatan. anak sekolah untuk kesehatan remaja dan sebagainya. bimbingan. dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak).

lokakarya dan sebagainya. terutama guru sangat dipatuhi oleh murid-muridnya. disamping . Tempat-tempat umum ini mencakup terminal. Sekolah. Promosi kesehatan di tempat kerja. Promosi kesehatan di tempat umum. 2002) 2. pasar. bandara dan lain sebagainya. Keluarga atau rumah tangga adalah unit masyarakat terkecil. seminar. terutama ibu.1. Sekolah merupakan perpanjangan tangan pendidikan kesehatan bagi keluarga.70 promosi kesehatan. oleh sebab itu perilaku guru harus dikondisikan melalui pelatihan-pelatihan kesehatan. Kunci pendidikan kesehatan di sekolah adalah guru. b. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga).5 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan Tatanan Pelaksanaan Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan maka ruang lingkup promosi kesehatan ini dapat dikelompokkan menjadi : a. d. Promosi Kesehatan pada tatanan sekolah. Karena orang tua. Para pengelola tempat umum merupakan sasaran promosi kesehatan agar mereka melengkapi tempat umum dengan fasilitas yang dimaksud. (Notoadmodjo. merupakan peletak dasar perilaku dan terutama perilaku kesehatan bagi anak-anak mereka. c.Lingkungan kerja yang sehat (fisik dan non fisik) akan mendukung kesehatan pekerja dan akhirnya akan menghasilkan produktifitas yang optimal. Tempat kerja merupakan tempat orang dewasa memperoleh nafkah untuk keluarga. pembinaan kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan.

Bentuk-bentuk motivasi antara lain: motivasi karena ingin tahu. dan sebagainya). e. Fasilitas pelayanan kesehatan mencakup rumah sakit (RS. Oleh sebab itu pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan ini. 2. maka ia akan belajar dengan lebih baik daripada hanya mendengarkan saja. Poliklinik Rumah bersalin. (b) Disesuaikan dengan kebutuhan: Seseorang akan mau belajar jika dengan belajar ia bisa memenuhi kebutuhan yang dirasakannya. dapat mendorong seseorang untuk belajar. maupun masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat. Adapula pengertian yang lainnya adalah kegiatan yang dilaksanakan agar individu. demonstrasi dan bila mungkin dengan mencoba dilapangan dan melibatkan semua peserta hingga hasilnya lebih baik. (c) Partisipasi: Kalau seseorang “terlibat aktif “dalam proses belajar. Adapula prinsip-prinsip belajar mengajar antara lain: (a) Membuat motivasi: Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat sehingga dengan menciptakan motivasi yang tepat. Puskesmas. motivasi karena tertarik dengan keuntungan. 1982). (Depkes.70 melakukan imbauan-imbauan kebersihan dan kesehatan bagi pemakai tempat umum. (f) Dasar-dasar Pola pendekatan: Untuk . tahu bagaimana caranya dan melakukan apa saja yang biasa dilakukannya baik secara perorangan maupun perkelompok dengan meminta pertolongan bila perlu. kelompok. Prinsip-prinsip dalam penyuluhan kesehatan. motivasi karena untuk menghindarkan hukuman. (d) Pengulangan: Pengulangan sangat membantu proses belajar asalkan tidak terlalu sering sebab dapat menimbulkan kebosanan.1. Maka penyuluhan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. motivasi karena ingin bersaing.6 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau suatu komponen dari program kesehatan dan kedokteran . (e) Menggunakan indra sebanyak mungkin: Dalam penyuluhan kesehatan hendaknya dilengkapi dengan alat peraga dan disertai dengan simulasi. motivasi karena ingin prestasi.

Dilaksanakan melalui ceramah. penanggulangan masalahmasalah kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. adoption (mengadopsi terjadi perubahan perilaku). trial (mencoba). majalah. Di Indonesia. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta. biaya. Kebaikannya adalah mencapai banyak sasaran dalam waktu singkat. Puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan tingkat pertama. Kebaikannya adalah interaksi akrab. Penyuluhan kesehatan berdasarkan sasaran dan tugas yang ingin dicapai dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: (a) Pendekatan Massa: Dengan sasaran adalah massa (masyarakat luas).1998). kelompok penderita penyakit tertentu di RS. 2. Dalam pelaksanaan edukatif penekanan pokok terdapat pada pemecahan masalah melalui proses pemecahan masalah. dan sebagainya.. evaluation (menilai baik buruknya). Walau tujuan akhir dari penyuluhan kesehatan adalah perubahan perilaku. leaflet. (c) Pendekatan perorangan: Sasarannya adalah perorangan/Individu.2. (d) Pendekatan edukatif: Dalam pelaksanaan edukatif ada 3 komponen yang saling berkaitan antara lain komunikasi-informasi. waktu . Kejelekannya adalah komunikasi serarah sehingga besar kemungkinan salah penafsiran. tetapi belum terjadi perubahan perilaku biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut: awereness (sekedar ingin tahu). demonstrasi.1. penggalian dana dan daya dari masyarakat perlu digalakkan didalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat. ada timbal balik karena komunikasi terjadi 2 arah. tanya jawab. poster. interest (tertarik). Waktu itu dibicarakan upaya .70 pembangunan. dan sebagainya. Keburukannya adalah perlu banyak tenaga. Sejarah perkembangan puskesmas (Effendi. koran. membina masyarakat seutuhnya. pengembangan tenaga. pembinaan peran serta masyarakat. Kebaikannya adalah interaksi lebih akrab. Kejelekannya perlu banyak biaya dan tenaga. Puskesmas 2.2. tv. Dilaksanakan melalui tatap muka. (b) Pendekatan kelompok: Dengan sasaran adalah kelompok kader kesehatan. dilaksanakan melalui radio.

Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita ke II tahun 1979 yang lalu dan ini yang lebih dikenal dengan konsep wilayah. Tipe C yang dipimpin oleh tenaga medis. Pencegahan penyakit menular dan lain sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu kecamatan.000 jiwa. Puskesmas Kabupaten . Kesehatan no 5 tahun 1974. pembagian puskesmas dibagi menjadi 3 kategori yaitu:Puskesmas Tipe A yang dipimpin oleh dokter penuh.70 mengorganisasi sistem pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dilihat dari kegiatan-kegiatan seperti Balai Kesehatan Ibu dan Anak. nomor 7 tahun 1975 dan nomor 4 tahun 1976. Puskesmas Kelurahan. maka sejak rapat REPELITA III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah dengan penduduk sekitar 30. Sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas di daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki penduduk sekitar 30.000 jiwa. Sesuai dengan perkembangan dan kemampuan pemerintah keluarkannya Instruksi presiden. antara lain: Puskesmas Desa. Balai Pengobatan.000 jiwa. sehingga dirasakan sulit untuk mengembangkan. Pada tahun 1970 ketika dilangsungkannya Rapat Kerja Kesehatan Nasional dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai karena untuk puskesmas tipe B dan C tidak dipimpin oleh dokter penuh atau sama sekali tenaga dokternya. maka salah . berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga dokter disemua wilayah tingkat kecamatan seluruh pelosok tanah air. Puskesmas Kecamatan. Oleh karenanya sejak tahun 1970 ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30. Pada Rakerkesmas ke II tahun 1969.000 sampai 50. Tipe B yang dipimpin oleh dokter tidak penuh. Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat I kedalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS) Dan saat itu Puskesmas dibedakan menjadi 4 macam.

yaitu: Puskesmas Kecamatan (Puskesmas Pembina) dan Puskesmas Kelurahan (Puskesmas Pembantu) 2.2. Maka sejak itu puskesmas dibagi menjadi 2 kategori seperti sekarang ini. 1981) Puskesmas adalah “sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. di antaranya: Puskesmas ”adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.” (Depkes RI. 1980). Puskesmas adalah “suatu kesatuan organisasi yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintregrasi kepada masyarakat diwilayah tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok.”.” (Depkes RI.2.” (Depkes RI. 1987) Puskesmas adalah “salah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan . (Azwar. Puskesmas yang ada dikelurahan disebut puskesmas pembantu. 1987) Puskesmas adalah “suatu unit organisasi fungsional yang professional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. Definisi Puskesmas Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perubahan dan atau perkembangan dan juga tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini.70 satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penanggung jawab dan disebut dengan nama puskesmas Pembina.

rawat jalan kesehatan semi spesialis atau spesialis.2. suku.”(Depkes RI. Selain itu. Puskesmas juga membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat. pelayanan curative ( pengobatan) dan rehabilitatif ( pemulihan kesehatan ) yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin. Dalam menjalankan tugasnya. (DepKes RI . Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diwilayah kerjanya serta disesuaikan dengan fungsi Puskesmas dan kemampuan sumber daya yang ada. .70 terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Pelayanan Kesehatan Antara lain adalah Rawat jalan kesehatan dasar pemeriksaan. kaya miskin sejak pembuahan sampai tutup usia. Dan puskesmas juga berfungsi memberikan pelayanan dasar secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. Peran dan Fungsi Puskesmas. “(Depkes RI. 1998) 2. 1991) Puskesmas adalah “pelayanan yang meliputi pelayanan promotive (peningkatan kesehatan ). dan obat-obatan).3. Selain itu membantu masyarakat dan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri dan lingkungan disekitarnya.1998). pengobatan. pelayanan preventive ( pencegahan) . puskesmas membina bagaimana cara menggali potensi sumber daya baik alam maupun manusianya di dalam masyarakat untuk lebih efisien secara optimal.Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya kuratif Jenis-jenis pelayanan di Puskesmas meliputi: a. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. usia.

peningkatan pelayanan kesehatan dasar. peningkatan survailans dan epidemiologi. sarana dan prasarana. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Puskesmas Pembantu. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Antara lain adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. peningkatan gizi komuitas. rawat inap rumah bersalin. c.70 perawatan tindakan khusus. yakni Unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. b. Managemen Antara lain adalah management mutu. Bidan desa Pada setiap desa yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan maka ditempatkanlah seorang bidan desa yang kemudian bertempat tinggal dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas . dan lain-lain. Dalam pelaksanaannya Puskesmas memiliki fasilitas penunjang yang dilakukan oleh petugas kesehatan antara lain: a. peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. b. c. rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. management sumberdaya manusia. peningkatan peran serta masyarakat. Puskesmas Keliling. yakni Unit pelayanan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga dari Puskesmas. pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. management keuangan.

Program Pokok Puskesmas Setiap Puskesmas memiliki program pokok yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan. Kesehatan Lanjut Usia. disamping memberikan pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan bersalin di rumah penduduk. Meskipun demikian kegiatan pokok di Puskesmas yang lazim antara lain: Kesehatan Ibu dan Anak. maka pemerintah daerah harus siap meningkatkan fungsi Puskesmas agar lebih mandiri dalam pelaksanaan kegiatannya. Setiap kegiatan pokok yang ada di puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa.2. dan dalam rangka partisipasi implementasi Sistem Informasi Kesehatan adalah Pencatatan dan pelaporan secara terpadu (SP2TP).70 setempat. Kesehatan Gigi dan Mulut. Unit Gawat Darurat.(PKMD). Usaha Peningkatan Gizi. Kesehatan Lingkungan. 2. Penyuluhan Kesehatan / Promosi Kesehatan. visi dan misi yang ingin dicapai oleh pemerintah setempat dan pusat. Oleh karena itu kegiatan pokok yang ada dipuskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Perawatan Kesehatan Masyarakat. Keluarga Berencana. Kesehatan Sekolah. Namun tetap pada tujuan. Bidan desa memiliki tugas utama yaitu membina peran serta masyarakat melalui pembinaan kelompok masyarakat. Kesehatan Olahraga. Karena Puskesmas merupakan pusat pembangunan kesehatan tingkat I . Kesehatan Mata. . Laboraturium sederhana. kemampuan SDM dan fasilitas kesehatanya.Adapula wilayah kerja bidan desa adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3.000 jiwa. Kesehatan Jiwa. Pembinaan Pengobatan Tradisional.4. Kesehatan Kerja.

N. Kepercayaan.Nilai) Enabling Factors (Ketersediaan Sumbersumber atau fasilitas) Reinforcing Factor (Sikap.perilaku Petugas.Peraturan) Sasaran/ Komunikasi (Penyuluhan) (Pelatihan) Pemberdayaan Masyarakat (Pemberdayaan Sosial) Training Promosi Kesehatan .Sokiedjo.Tradisi. tahun 2000 Gambar 1.Dr.1 Keturunan Pelayanan Kesehatan Status kesehatan Lingkungan Perilaku Presdisposing Factors (Pengetahuan. Sikap.70 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku oleh Prof.

2000) Gambar 2. Merencanakandan Mengevaluasi Komunikasi dalam kesehatan masyarakat Penyuluhan Terhadap sasaran promosi kesehatan Kompetensi Inti dalam Promosi Kesehatan Memasarkan dan Publikasi Memfasilitasi Sarana dan Prasarana Kebijakan yang berlaku (Sumber: Ewles.1 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi kesehatan bagian ke 2 oleh Linda Ewles tahun 1994. Mengelola.70 (Sumber: Notoadmodjo. 1994) .

1. c. Proses yang terdiri atas kegiatan penyuluhan kesehatan. keterpaduan lintas program dan sektoral. 2005) . Masukan (Input) adalah yang terdiri dari sumber daya. b. pembinaan peran serta masyarakat. Keluaran (Output) yang terdiri dari pelaksanaan sebuah kegiatan promosi kesehatan Dari tinjauan kepustakaan serta kerangka teori. BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH 3. teknologi. tenaga. yang dimaksud dengan kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau ikatan antara konsep satu dengan konsep yang lain yang sedang diteliti. maka dibuatlah kerangka konsep berikut ini: Menurut DepKes 1993. metoda dan data. Kerangka Teori Untuk melihat keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan untuk memudahkan menjelaskan arah tulisan serta untuk memudahkan pelaksaanaan studi ini . (Notoadmodjo. upaya promosi kesehatan dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari sub sistem yaitu: a.70 . komunikasi kesehatan. biaya.

Data 5. pengklasifikasian data. Kerangka Konsep 1.poster anti merokok) . Dalam studi ini penulis ingin mengetahui masukan yang ada dalam rencana pelaksanaan promosi kesehatan serta kegiatan yang dilakukan. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan). Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data. Input adalah sasaran pendidikan (individu. Gerakan pemberdayaan 4. perlu sekali diberikan batasan yang bermanfaat mengarahkan kepada pengukuran variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur. Dana 4.70 Didalam membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang sedang diamati. Bina suasana 3. pengolahan /analisis data. Output adalah melakukan apa yang diharapkan atau perilaku. c. PHBS PROSES 1. Kegiatan Promkes didalam gedung (Leaflet ASI ekslusif. membuat kesimpulan dan hasil akhir laporan. Sasaran 8. Strategi 6. Promkes 9. Fasilitas dan Sarana 3. Tenaga Setiap komponen dalam kerangka konsep diuraikan sebagai berikut: diluar gedung SDM 2.Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang bersifat khusus. Kegiatan Promkes 1.survai mawas diri) 2. b.musyawarah masyarakat. 2005). Kemitraan (home visit. Advokasi 2. (Notoadmojo.2. Batasan promosi kesehatan tersirat unsur-unsur pendidikan yaitu: a. OUTPUT INPUT 3. Proses adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain. kelompok. promkes 7.

Fasilitas yang dimiliki puskesmas untuk dipergunakan dalam kegiatan promosi kesehatan Biaya khusus yang tersedia untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan dengan rencana yang dibuat. Skala Ukur wawancara 2 Sarana wawancara 3 Dana wawancara 4 5 Data Strategi promosi kesehatan Sasaran promosi kesehatan PHBS wawancara wawancara 6 7 wawancara wawancara . Fakta-fakta yang mewakili kuantitas dan kualitas dalam bidang promosi kesehatan Cara mencapai dan mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien Sasaran baik langsung maupun tidak langsung dari program promosi kesehatan Kegiatan berperilaku sehat dan bersih yang terdapat pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.70 3.3. Definisi Istilah INPUT NO 1 Variabel Tenaga Tabel 1 Definisi Istilah Petugas yang melaksanakan promosi kesehatan terhadap sasaran dengan kriteria minimal d3 kesehatan dan memiliki bidang minat promosi kesehatan.

70 PROSES NO 1 Variabel Advokasi Definisi Istilah Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari stakeholders Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong masyarakat untuk melakukan periku sehat yang diperkenalkan Proses pemberian informasi secara teus menerus dan berkesinambungan mengikuti sasaran dan membantu proses sasaran agar mau merubah perilaku yang lebih sehat. Kegiatan yang dilakukan didalam gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan Skala Ukur wawancara 2 Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung wawancara . Kegiatan kerja sama baik lintas sektoral maupun intra sekotal untuk mencapai tujuan bersama Skala Ukur wawancara 2 Bina suasana wawancara 3 Gerakan pemberdayaan wawancara 4 Kemitraan wawancara OUTPUT NO 1 Variabel Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung Definisi Istilah Kegiatan yang dilakukan diluar gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.

70 masyarakat.

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Sesuai dengan tujuan, penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan promosi kesehatan 2005): Penelitian ini mengikuti kriteria metode ilmiah yaitu berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, dan menggunakan ukuran yang objektif. 4.2. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Puskesmas Kembangan Jakarta Barat bulan April sampai dengan Agustus tahun 2008, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kembangan karena promosi kesehatan merupakan bagian vital dari kesehatan masyarakat. 4.3. Informan 4.3.1. Informan Internal (Dari Puskesmas Kecamatan Kembangan) Informan terdiri dari seorang non paramedis. Informan dipilih sesuai dengan prinsip pengambilan sampel pada metode kualitatif yaitu kesesuaian dan kecukupan. a. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan yang berfungsi sebagai penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas tersebut. kepala puskesmas, satu orang anggota pelaksana promosi kesehatan yang berkerja fungsional sebagai tenaga medis dan di Puskesmas Kecamatan Kembangan, melalui pendekatan pengembangan sistem sebagai pemecahan masalah, dengan tahapan (Notoadmojo,

70 b. Koordinator program dan lapangan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan. c. Seksi pendokumentasi tingkat keberhasilan program promosi kesehatan tersebut. 4.3.2. Informan Eksternal (Dari salah satu Puskesmas pembantu di Wilayah Kembangan) a. Kepala Puskesmas Meruya Selatan 1 yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mengawasi kesesuaian pelaksanaan, hasil yang dicapai dengan tujuan program yang ada. b. Pelaksana Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1. c. Petugas Tata Usaha di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mendokumentasikan tingkat keberhasilan program promosi kesehatan di Puskesmas tersebut. d. Koordinator Program Promosi Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Kesesuaian berarti informan yang dipilih berdasarkan pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan topik penelitian. Hal ini dilakukan melalui informan kunci yaitu kepala Puskesmas selaku penanggung jawab seluruh program dan anggota pelaksana promosi kesehatan Puskesmas Kembangan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada. Sedangkan untuk prinsip kecukupan data yang diperoleh dari informan diharapkan dapat menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian sehingga dibutuhkan variabel yang bervariasi. 4.4. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer a. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh, dikumpulkan langsung dari responden melalui wawancara.

70 b. Observasi terhadap pelaksanaan promosi kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. 2. Data Sekunder Data sekunder dikumpulkan dengan cara pengamatan terhadap dokumen yang terkait 4.5. Collecting Data Penelitian Dalam suatu penelitian terkadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Pengumpulan data terkadang tidak juga dilakukan oleh peneliti tetapi orang lain yang disebut “ surveyor”(Notoadmodjo, 2005). Collecting penelitian ini terdiri dari : 1. Wawancara secara formal dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup, media yang digunakan yaitu pena, kertas, kamera. Dan wawancara juga dilakukan secara informal ketika proses kegiatan promosi kesehatan sedang berlangsung berupa pertanyaan seputar kegiatan tersebut yang bersifat spontan dan tersusun. 2. Observasi rencana, sistem proses kegiatan serta alat-alat yang mendukung pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. 3. Telaah dokumentasi berupa pelaksanaan, hasil, rencana serta sumber daya yang dipakai. 4.6. Pengumpulan Data. Data dan informasi tentang sumber daya diambil dari hasil wawancara dengan kepala puskesmas. Anggota pelaksana promosi kesehatan sebagai data primer dan sedangkan data sekunder berupa laporan tahunan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 dan laporan tahunan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 serta yang sedang berjalan bulan Januari sampai Juli 2008. 4.7. Pengolahan Data dan Analisa Data. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Teknik analisis yang dipakai untuk menganalisis penelitian ini adalah teknik analisis isi dengan memakai bantuan matriks yang berisikan data ringkasan hasil wawancara yang mendalam

Klasifikasi Data Mengklasifikasikan informasi yang telah disusun sebelumnya agar dapat dibandingkan antar responden. 2. Data Sekunder yang berupa pelaksanaan dan hasil dari rencana serta sumber data yang telah dipakai. Hasil pengumpulan data yang diperoleh akan berupa rangkaian kata hasil dari wawancara. Sebagai informan : Kepala Puskemas. Observasi terhadap sistem. Menganalisa data secara content analysis Teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara obyektif dan sistematis.70 dan hasil pengamatan yang dilakukan. Data yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kategori yang sama sesuai dengan topik pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. Dan berupa jawaban–jawaban dari hasil pertanyaan tertutup yang diajukan peneliti. Sorting Data. Informasi yang diperoleh dibuat menjadi sistematis. (Adalah data atau informasi yang dikumpulkan disajikan secara naratif dalam kelompok- . Untuk melengkapi informasi juga dilakukan telaah data sekunder dan kombinasi informasi dengan sumber inti untuk dianalisa. 3. Untruk memeriksa data keabsahan penulis menggunakan triangulasi sumber yang berarti penulis membandingkan dan mengecek data yang diperoleh yaitu data yang diperoleh darri hasil wawancara dengan hasil pengamatan dan isi dokumen yang berkaitan dengan pertanyaan. 3.proses kegiatan serta alat-alat untuk mendukung pelaksanaan promosi kesehatan. anggota pelaksana program promosi kesehatan di dalam Puskesmas Kembangan. Pada penelitian ini penulis menggunakan content analysis. 2. pada dasarnya informasi ini diolah untuk memberikan deskripsi secara rinci tentang pelaksanaan promosi kesehatan yang direfleksikan pada pertanyaan–pertanyaan yang mengarah analisa data dengan cara memfokuskan pada informasi yang disampaikan oleh petugas program promosi kesehatan. 1. Hasil wawancara yang akan diperoleh secara manual dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1.

Validitas Data.sehingga didapatkan saran dan informasi yang dapat ditarik untuk menjadi kesimpulan dari data tersebut. Triangulasi Data Yaitu dilakukannya dengan meminta umpan balik dari informan mengenai hasil laporan untuk memperbaiki kualitas penelitian. Triangulasi Sumber Pada triangulasi sumber peneliti mengkrosschek data dengan fakta dari sumber yang lainnya. . dengan cara menggunakan bantuan ringkasan yang mendalam)(Notoadmojo. membahas permasalahan dan mencoba mencari solusinya. kemudian membandingkan dan melakukan kontras data dengan memasukkan kategori informan yang berbeda. triangulasi data (Notoadmodjo. 2005) 1.). 2005). Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. 2. Untuk menguji agar validitas data pada penelitian kualitatif dapat terjaga maka dilakukan triangulasi (adalah suatu teknik keabsahan data dengan mengambil sesuatu dari luar data itu sendiri untuk kemudian dibandingkan dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara.Dengan cara mentelaah bersama dokumentasi/data yang ada. agar tidak terjadi kontradiksi antara data yang didapatkan antara yang satu dengan yang lain.70 kelompok klasifikasi topik dan kategorik tertentu.8.Sesuatu itu dapat berupa pengalaman yang didapat saat observasi dan terlibat pelaksanaan atau dari dokumentasi serta bahan yang menyangkut hal yang diteliti. 4.

dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.Kembangan Jalan Raya 112/470 Utara 2 Kembangan Dr. Selatan : Jalan Alur Taman Alfa Indah dan Jalan Hamka Jakarta Selatan 4. Timur : Propinsi Banten dan Kali Pesanggrahan.70 BAB V HASIL PENELITIAN 5.Kembangan Jalan Raya 300/350 .Zayanah Rt. Puskesmas Kecamatan Kembangan membawahi 8 puskesmas kelurahan di wilayah Kembangan Jakarta Barat terdiri dari: Tabel 2 No 1 Nama Alamat LuasBangunan/ Kepala Puskesmas Dr.Gambaran umum Puskesmas Kecamatan Kembangan 5. Utara 2.Yasmin puskesmas Puskesmas luas tanah Pkl. Wilayah Kecamatan Kembangan terletak 0.1. Kelurahan Rawa Buaya. Batas-batas wilayah Kecamatan Kembangan: 1. Barat : Kecamatan Cengkareng.1 Topografi dan Geografi Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat.5-2 meter dari permukaan laut dan merupakan tanah landai dan sedikit rawa pada daerah pedesaan saat telah mengalami perkembangan pembangunan secara pesat. : Kecamatan Kebon Jeruk.1.05/02 Pkl. Kelurahan Kedoya 3.

Meruya Selatan I Jalan Meruya Selatan 5 Pkl.13 jiwa/hektar terdiri dari .Srengseng kebakaran Jalan Srengseng Rt. 2007) 170/450 Dr.Magdalena 5.01/02 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.07/03 komplek 6 Pkl.Iwan Salim Dr.02/08 Jalan Raya 170/450 Joglo Rt.2.05/04 4 Pkl.07/01 Jalan Raya 130/450 Meruya Ilir Rt.011/02 komplek pemadam 8 Pkl.Meruya Utara Kembangan Rt.07/04 Jalan Haji 240/600 Saabah Rt. Demografi Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan jumlah penduduk 139.Titi Dr. Titi 120/387 Dr.Joglo II Rt.669 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 56. Maria H Dr.Joglo I Walikota Jalan Masjid al Mubarak II 7 Pkl. Maria H 116/450 Dr.Meruya Selatan II Rt.70 Selatan 3 Pkl.

648 9.2 Jumlah penduduk Puskesmas Kecamatan Kembangan No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kel.675 10 110 Wilayah Jumlah Rw Jumlah Rt 2 Kembangan Selatan 360.64 11 11 9 12 62 126 82 113 94 604 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan. Kembangan Utara Kel.323 11.69 485.167 68.213 7700 13. Luas wilayah.759 13.Joglo Kel.499 69.6 2.877 jiwa dan 62 RW dan 604 RT dengan luas wilayah 2.70 jumlah kepala keluarga 108.507.Meruya Utara Kel.331 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.507. 2007) Tabel 2. Jumlah RW.1 284.675 9 77 3 4 5 6 Meruya Utara Meruya Selatan Joglo Srengseng Jumlah 520.599 7.330 11.Meruya Selatan Kel.637 11.9 491.1.64 hektar.Kembangan Selatan Kel.Srengseng Jumlah Laki-laki 15.760 Perempuan 15. Tabel 2.932 11.284 9. 2007) . RT No Kelurahan Luas (Km2) 1 Kembangan Utara 364.

Satu unit Radiologi 2.70 Sarana dan prasarana lain yang ada di Puskesmas Kecamatan kembangan: 1.3. Alat Kesehatan mata 5. Poli spesialis penyakit dalam 9. Rumah Bersalin 7. Poli spesialis kandungan 11. Klinik MTBS 12. Laboraturium klinis 13.Umu 8 m Dr. Jumlah Tenaga Medis dan Non Medis di Wilayah Kecamatan Kembangan Tahun 2007 No Pendidik PKM Ke Ke Mer Mer Mer Jog Jog Srengs Juml an pekerjaa 1 2 3 4 5 6 7 kecam atan mb utar a 0 1 1 0 0 0 2 mb an 0 1 1 0 0 0 2 uya a 0 1 1 0 0 0 2 uya Selat an I 0 1 1 0 0 0 3 uya Selat an II 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 lo I lo II 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 2 4 16 14 1 1 2 27 eng ah selat Utar n Spesialis 4 Dr. Poli PTM (penyakit tidak menular) Tabel 2. Klinik Gizi 6. EKG 3. USG 4. Poli kanker 14.Gigi SKM APT D3 Bidan D1 6 1 1 1 11 . Poli spesialis anak 10. Layanan 24 Jam 8.

3. c. d. Mengembangkan dan meningkatkan jenis pelayanan. 5.2.Misi a. Meningkatkan kemitraan. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia. 5.3. Program-program kesehatan (POA) di Puskesmas Kecamatan Kembangan: 5. f. Meningkatkan sistem informasi kesehatan. Meningkatkan sarana dan prasarana.1.3. g.Tujuan . b.3. Visi Menjadi pusat pelayanan kesehatan prima yang professional menuju masyarakat sehat dan mandiri.3. Meningkatkan peran serta masyarakat.70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Bidan D3 perawat SPRG SPK SAA AKL SPPH D3Lab D1Lab D3Gizi D1Gizi AKTRO D3 TU SLTA PEK KES SMP SD Lainlain Jumlah 7 2 2 2 3 2 1 0 2 2 1 1 6 2 3 4 1 74 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 0 0 0 9 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 8 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 9 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 10 14 3 9 2 3 2 1 1 2 2 1 1 14 6 3 8 1 138 (Sumber Data: Kepegawaian Puskesmas Kembangan Jakarta Barat) 5. e. Mengembangkan sistem management mutu.

Pengembangan sistem pelayanan. mini lokakarya. f. stratifikasi. Meningkatkan tertib administrasi dan kepegawaian g. Meningkatkan mutu pelayanan c. Meningkatkan mutu sumber daya manusia.3. c. f. b. Meningkatkan peran serta masyarakat. Terlaksananya tertib administrasi tahun 2007. Tersusunnya pemetaan karyawan.70 a. Meningkatkan kualitas dan kuantitas d. Tersedianya peralatan medis dan non medis dengan standart pelayanan tahun 2007. Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral. Meningkatkan management puskesmas. h. Cara mencapai tujuan a. Mengembangkan kemitraan.4. mini lokakarya puskesmas. h. Terlaksananya penilaian kinerja karyawan. e. kerjasama antar karyawan. Meningkatkan promosi kesehatan. Terlaksananya perencanaan. Tersedianya kader-kader yang terlatih tahun 2007. g. Terwujudnya pelayanan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Mengembangkan jenis pelayanan b. e. Meningkatkan sarana dan prasarana.3. 5. Meningkatkan perencanaan. c. i. 5. stratifikasi. d.5. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektoral. e. . d. Meningkatkan peralatan medis dan non medis. g. Meningkatkan mutu pelayanan. Seluruh karyawan puskesmas Kecamatan Kembangan sesuai standart. b. Sasaran a. f.

f.70 5. Upaya kesehatan jiwa. indikator kinerja dan target puskesmas. Upaya kesehatan mata. Upaya perbaikan gizi masyarakat. h. Upaya promosi kesehatan. Upaya kesehatan lingkungan. Upaya kesehatan usia lanjut. meliputi: a. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Upaya kesehatan. 5.5. i. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Upaya kesehatan terdiri dari upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. dan global serta mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas meliputi: a. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan tercapai. g. Jenis pelayanan . regional. d. d.4. e. 5. Upaya kesehatan kerja e. Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Kembangan bertekad mewujudkan pelayanan prima yang professional bertaraf internasional selalu dilakukan perbaikan berkelanjutan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Upaya kesehatan gigi dan mulut.5. Upaya perawatan kesehatan masyarakat. f. Upaya kesehatan olahraga c. c. Upaya pembinaan pengobatan tradisional.3. Upaya kesehatan Sekolah b.2. b. 5. Upaya pengobatan.5. jenis pelayanan.

Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. 5. b. Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas . Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. 3. Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. 7. Peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. Peningkatan survailands dan epidemiologi.5. 6. Sistem informasi. Management 1. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar. Sarana dan prasarana 5. 5. Peningkatan gizi komunitas 4. 2. 1. Pelayanan Kesehatan. dan obat-obatan) 2. 3. 6. Rawat jalan kesehatan semi spesialis dan atau spesialis 3.70 Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan kuratif. a. Management keuangan 4. Perawatan tindakan khusus. Rawat inap rumah bersalin. Management mutu 2.4. dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya pengobatan 5. 4. Management sumber daya manusia. Pelayanan lain-lain. Peningkatan peran serta masyarakat. c.

3.20. No 1 Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Pencegahan dan pemberantasan 2 penyakit menular) Pencegahan dan pengendalian vector pemberantasan 3 penyakit DBD Penatalaksanaan dan pengelolaan imunisasi 4 Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak 5 menular. Rencana Kegiatan Program Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembanagan tahun 2007.4.25. petugas kesehatan Anggaran Rp.000 . Pelayanan Kesehatan b.605.000 RP.041. Pelayanan Kesehatan Masyarakat c.440. Tabel 2.petugas kesehatan.2.000 Lingkungan rumah penderita.233. RP. Siswa kelas 1. 25. Pembinaan kelompok peduli peyakit tidak Petugas dan masyarakat. Management.3 SD.wanita usia subur.000 RP. petugas kesehatan.699.70 Indikator kinerja / hasil akhir adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian program yang telah ditetapkan puskesmas sesuai dengan tugas pokok puskesmas yang terdiri dari : a.800 Sasaran Keluarga penderita. sarana fogging. pasien. RP. Guru SD kelas 1 dan guru TK.651.

238.300. Posyandu.000 dan konseling jiwa.36. Penanganan gizi ibu hamil. Sarana dan prasarana Rp.000 10 RP. petugas kesehatan. petugas kesehatan.123.tempattempat umum.011.416. Pengelolaan sampah medis.150. bahan medis habis RP. Sosialisasi kesehatan remaja 7 Murid SMP dan SMU RP.46.000 RP. Hasil rontgent foto Obat-obatan. rumah makan. kasus kematian. Perbaikan lingkungan dan kesehatan kerja.15. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas.000.6.70 6 menular.000 . gizi buruk.alat kesehatan umum. Sampah medis pkm kelurahan dan kecamatan Depo air minum.108. Kader.16.1.600 11 RP.000 12 Pengawasan dan pemeriksaan air minum dan pembinaan hygine tempat pengelolaan makanan. Ibu hamil. Perbaikan gizi Balita.23.000 RP. rumah penduduk.penderita komunitas pengelolaan dan penanganan gizi balita. Kelurahan dengan kasus KLB.351. Penanggulangan survailands dan epidemiologi. petugas kesehatan.020. tempat jajanan di sekolah.172. Operasional radiologi. warung.000 13 Pasien yang dilayani.000 RP.000 14 15 RP. 8 9 RP.780.335.

500 Tabel 2.943. meja.849. perawat. RP.461. Petugas kesehatan. ibu usia subur dan bayi Masyarakat. air.000 RP.000 alat kesehatan gigi Pasien dengan resiko tinggi.561. Sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Kembangan .10.5. pengadaan 16 Peningkatan pelayanan 17 kesehatan dasar. Komputer.000 RP. petugas.000 RP.4. Peningkatan kesehatan ibu dan 18 anak Peningkatan penyiapan gawat darurat dan 19 20 bencana. Telpon.162. RP.924. kursi.500 RP. kendaraan dinas.100.39. alat komunikasi. petugas kesehatan.70 pakai.54.634. Sosialisasi program Gakin. prioritas Pengadaan inventaris kantor dan alat rumah 21 tangga Belanja tidak langsung petugas kesehatan. masyarakat.

813 jiwa 6.171 jiwa 8.1.70 No 1 2 3 4 Nama Penyakit Infeksi pernafasan atas Penyakit lainnya Penyakit kulit alergi Penyakit pada sistem otot dan 5 6 7 8 9 10 jaringan pengikat Penyakit kulit infeksi. Gangguan neorotik Infeksi usus lainnya Penyakit darah tinggi Diare Penyakit rongga mulut.885 jiwa 3.166 jiwa 7. Hasil penelitian Penyajian hasil meliputi beberapa hal yang diuraikan secara berurutan sesuai dengan teknis analisis yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis) dengan memakai matriks yang berisikan informasi ringkasan hasil wawancara mendalam (in deep interview) dari masing-masing informan dan pengamatan yang dilakukan. 5.150 jiwa 8.696 jiwa Jumlah 77.262 jiwa 8. Karakteristik informan Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala puskesmas kecamatan kembangan.553 jiwa 10.6. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan .6.521 jiwa 13. kelenjar ludah dan rahang Jumlah 148.264 jiwa 5.819 jiwa 3.

kepala puskesmas kelurahan meruya selatan I. Informan e selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan suku dinas jakarta barat Laki-laki Lebih dari 17 tahun perempuan Lebih dari 10 tahun Perempuan Lebih dari 23 tahun Laki-laki Lebih dari 22 tahun Jenis kelamin Perempuan Masa kerja Lebih dari 17 tahun . koordinator program promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta Barat. Maria C. Tabel 3 No 1 Informan Drg. Thamrin. kader masyarakat di Rt 07/04 yang terlibat dalam pengumpulan data sebagai informasi pada program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan Jakarta barat. Dara F Informan a Jabatan Kepala puskesmas kecamatan 2 M. ketua rukun rumah tangga di Rt 07/04. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan meruya selatan I. Informan b kembangan Koordinator Program promosi 3 Dr.70 kembangan. Informan c kesehatan Kepala puskesmas meruya 4 Safrida Informan d selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan pkm meruya 5 Ecep s.

.6..”( informan a) “... Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari perencanaan yang ada di puskesmas. Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.”(informan a) .. Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat... Ketua rukun tangga rt 07/04 Kader rt 07/04 perempuan 5 tahun Laki-laki 3 tahun Informan g ( Hasil penelitian penulis) 5.Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.”(informan d) “ ...70 6 Ardali.. Informan f 7 Brenda..”(informan c) “.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah kegiatan yang ada di puskesmas dengan tujuan untuk meningkatan kesehatan masyarakat. Dari pernyataan-pernyataan di atas secara umum dapat dikatakan informan sudah mengerti tentang promosi kesehatan dan untuk menjawab mengapa program promosi kesehatan diperlukan adalah sebagai berikut: “ .Hasil wawancara mendalam dengan informan Hasil wawancara dengan informan yang terlibat dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat dilihat di lampiran.....2.. Dari hasil wawancara tersebut maka dapat diuraikan hasil wawancara tersebut untuk pertanyaan umum mengenai yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah sebagai berikut: “... Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.....Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat..”(informan b) “..

Tenaga ini memiliki standart ideal untuk Sumber daya manusia dalam promosi kesehatan adalah memiliki ijasah D3 kesehatan. berminat dalam promosi kesehatan.Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan.” (informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan merupakan langkah awal program yang ada di puskesmas sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.. Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas.2.Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat.70 “. Tenaga SDM Untuk jumlah tenaga dalam program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan berdasarkan hasil wawancara dinyatakan untuk segi jumlah dirasakan cukup tetapi standart kualitas yang belum memadai.....”(informan b) “...Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. Sumber daya manusia dalam pengelolaan program promosi kesehatan kurang di bidang kualitas sedangkan di kuantitas cukup memadai yaitu sebanyak 144 orang termasuk kader baik yang ada di puskesmas kecamatan maupun kelurahan.....6. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul..”(informan c) “...”(informan d) “. berdedikasi tinggi.. Variabel Input 1.Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas. Dan berdasarkan konsep penelitian yang dilakukan untuk memperoleh variabel-varibel yang diteliti maka hasil wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: 5..”( informan a) ..1... “ . Tenaga khusus untuk menangani promosi kesehatan yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan masih sangat sedikit yaitu di puskesmas kecamatan ada 3 orang dan di puskesmas kelurahan ada 8 orang.

Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi.Fasilitas dan Sarana Fasilitas dan sarana yang ada di puskesmas kecamatan kembangan dikategorikan cukup memadai dikarenakan oleh issue-issue kesehatan sehingga mereka meng up date bagi penyuluhan kesehatan.hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya.Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana..Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya... Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak...”(informan c) “. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti maka didapatkan fasilitas dan sarana sebagai berikut: Tabel 4 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan No 1 2 3 4 5 6 Jenis sarana peralatan Flip chart Over Head Projector(OHP) Papan informasi Leaflet Tape recorder Amplifier dan wearless Jumlah 1 buah 1 buah 4 buah 89 lembar 1 buah 1 buah mengenai program promosi kesehatan yang . tetapi kurang dari segi kualitas dikarenakan pelatihan kurang.”(informan b) “..70 “..”(informan d) “.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang menjadi tenaga program promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang...... 2.....

”( informan b) Tabel 5 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya No 1 2 3 Jenis sarana peralatan Papan informasi Leaflet Poster Jumlah 2 buah 57 buah 5 buah ( Hasil wawancara dengan informan d) “…Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah....Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini......”(informan e) .”( informan b) “…Saya lihat cukup lengkap ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja. leaflet 89 lembar. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas…” Berdasarkan hasil wawancara di dapatkan informasi seputar fasilitas dan sarana sebagai berikut: “. tape recorder1 buah.karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya..Saya merasakan bahwa peralatanyang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah cukup memadai ya.”(informan c) “... OHP 1 buah. mic 1 buah.. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. trus poster kesehatan 8 buah...”( informan a) “…Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar.Saya rasa cukup lengkap ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai..” (informan d) “.70 microphone 7 Poster kesehatan ( Hasil wawancara dengan informan b) 8 buah “…Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah.

”(informan b) “…Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes…” (informan c) “…Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes…”(informan d) “…Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada.70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana dinilai cukup jumlahnya hanya saja dari segi kualitas ada beberapa yang kurang layak pakai dikarenakan kurangnya perawatan dari para petugas promosi kesehatan setelah menggunakannya.. Data Untuk mengetahui data yang digunakan dalam promosi kesehatan diperoleh dari pelaporan SP2TP dari setiap puskesmas kelurahan lalu ke puskesmas kecamatan baru ke suku dinas kesehatan.. . 3.. itupun tidak dengan jumlah anggaran tertentu. “... Dana Anggaran khusus untuk pelaksanaan program promosi kesehatan ini memang tidak ada..Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. Hal ini dikarenakan promosi kesehatan adalah ujung tombak dan sudah menjadi bagian dari setiap kegiatan kesehatan yang ada.”(informan a) “.hanya APBD. Data tersebut berisi informasi tentang kegiatan puskesmas yang direkap lalu diolah menjadi data yang tercakup dalam SP2TP. 4. hanya dari APBD saja…”(informan e) Dari jawaban inforaman-informan diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran khusus dari pemerintah untuk kegiatan promosi kesehatan ini belum ada dan hanya mendapatkan dari APBD..Dana ya. Berdasarkan hasil wawancara yang ada dengan informan diketahui bahwa dana khusus itu tidak ada. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan..

.. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Mentri Kesehatan nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang strategi dasar utama promosi kesehatan adalah advokasi.. “ …Strategi promkes ya. “…Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan…”(informan e).”(informan a) “…Disini dikenal sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitraan…”(informan b) “…Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG…”(informan c) “…Kita mengikuti perencanaan awal.70 Selain SP2TP setiap puskesmas kelurahan dan kecamatan diminta mengisi form rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan pertriwulan.”(informan d).”(informan a).Data itu ada dalam SP2TP dan form yang tiga bulan sekali.. “… Dari SP2TP dan laporan form pertriwulan...Masalah yang sering timbul adalah terjadinya keterlambatan dalam hal pengumpulan data di puskesmas kelurahan hingga mengakibatkan keterlambatan pada puskesmas kecamatan..Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan.. “ …Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan…”(informan c).”(informan d) . “. “(informan b). 5. gerakan pemberdayaan masyarakat dan semangat kemitraan.. Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh dari pelaporan bulanan sp2tp dan laporan pertriwulan melalui form promosi kesehatan.. ya menggunakan ABG. Strategi Promosi Kesehatan Merupakan kebijakan dan langkah-langkah yang diambil berupa standarisasi dan prosedur yang ada.Hasil wawancara dengan informan tentang data yang ada adalah dari SP2TP dan form pertriwulan “. Berdasarkan strategi dasar tersebut maka puskesmas mengacu dan mengembangkan sesuai dengan sasaran dan kondisi serta tujuan promosi kesehatan di puskesmas tersebut. bina suasana.ya ABG plus kemitraan itu..

gerakan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan.. bina suasana. petugas kesehatan..”(informan d) “…Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sasaran program promosi kesehatan ada 2 yaitu sasaran yang ada di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas dan petugas kesehatan dibantu dengan para kader.. 6. ... “…Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi puskesmas maupun yang di lapangan…”(informan a) “…Sasaran kita memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan. untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bawha stategi yang digunakan dalam program promosi kesehatan adalah advokasi.”(informan b) “…Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan. Sasaran Promosi Kesehatan Sasaran dalam promosi kesehatan adalah pihak-pihak langsung yang terkait dan terlibat tidak langsung. tokoh adat.. 7. PHBS. masyarakat. Sasaran dilihat tujuannya masing-masing dari setiap lingkup yang ada. guru. Sasaran itu berupa tokoh masyarakat. dll.70 “…Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan.”(informan c) “…Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya.

seperti anak sekolah. lingkungan kerja. Tujuan dari promosi kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan baik dan mempertahankan seoptimal mungkin..mengubur tempat yang memungkinkan jentik nyamuk berkembang biak. 5..2.PHBS yang sudah ada.. mengkonsumsi makanan berserat.6. lebih dikembangkan dalam pelaksanaannya.Semua PHBS yang ada disini dilihat dari tujuan awal promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita.”(informan b) “…PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan…”(informan c) “…PHBS yang ada salah satunya adalah program anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat...Kegiatan ini mencakup antara lain:mengkonsumsi garam beryodium. cuci tangan sebelum makan...”(informan a) “. “...70 Sebuah kegiatan yang merupakan bagian penting dalam promosi kesehatan.. membuang air besar di jamban.. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka sehari-hari. Kegiatan untuk berperilaku hidup sehat dan diimplementasikan dalam kegiatan seharihari.. memelihara taman obat keluarga. tempat umum.”(informan d) “. Variabel Proses 1. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes.PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat pada usia sekolah.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa PHBS adalah sendiri..2.. Advokasi kegiatan dari promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas itu .

Jika kelima tahapan itu dapat dicapai selama waktu yang disediakan untuk advokasi.dan pemberdayaan masyarakat…. maka advokasi dapat dikatakan berhasil. “…Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan.70 Merupakan upaya atau proses yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya dan menciptakan lingkungan sehat. Bina Suasana Merupakan upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu.. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit . menyepakati satu pilihan kemungkinan dalam berperan..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dari bagian stategi lainnya. dimana advokasi adalah kerjasama dengan para stake holders untuk membuat kebijakan kesehatan yang menguntungkan bagi kesehatan masyarakat. menyampaikan langkah tindak lanjut. perlu diperhatikan bahwa sasaran advokasi hendaknya diarahkan untuk menempuh tahapantahapan : memahami persoalan yang diajukan.”(informan b) “…Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan…”(informan d) “…Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana. Selama proses perbincangan dalam advokasi. 2. mempertimbangkan sejumlah pilihan kemungkinan untuk berperan. tertarik untuk ikut berperan dalam masalah yang diajukan.

3.. dan kemampuan individu.70 dan meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyelenggaran kesehatan. “…Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung…”(informan b) “. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit. bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Semua tidak terlepas dari bagaimana kader dan petugas kesehatan menciptakan lingkungan yang menarik sehingga menarik sasaran untuk mempertahankan kesehatan itu secara mandiri. menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam menyelenggarakan upaya kesehatan..”(informan b) .. meningkatkan kesehatannya. Bina suasana yang dilakukan dalam puskesmas kecamatan kembangan adalah diawal pertemuan. “…Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3.. Gerakan pemberdayaan Upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa bina suasana merupakan salah satu dari bagian strategi promosi kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa usaha gerakan pemberdayaan masyarakat adalah hal yang telah menjadi satu kesatuan yang penting yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan strategi dasar promosi kesehatan. entah itu pendekatan individu... keluarga dan masyarakat.Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. kemauan.”(informan d) “…Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai tujuan.

4.apakah individu. Kegiatan promosi kesehatan di luar gedung. Kemitraan dikembangkan antara petugas kesehatan dengan sasaran promosi kesehatan. “. .keluarga dan masyarakat...6. prinsip-prinsip kemitraan harus ditegakkan.Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri.”(informan d) “…Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. bina suasana dan advokasi.. Kemitraan Dalam pemberdayaan. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. dalam pelaksanaan pemberdayaan.. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan.2. Dari hasil wawancara dengan informan terkait maka didapatkan tiga prinsip dasar kemitraan yang harus diperhatikan adalah kesetaraan.70 “…Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat.”(informan b) “…Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. bina suasana dan advokasi.. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kemitraan adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan dan merupakan kerjasama antar lintas sekoral. keterbukaan.. Variabel Output 1....3. dan saling menguntungkan.”(informan d) “…Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. 5.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang digunakan sebagai langkah mandiri untuk meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri.

“…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah kerja puskesmas ini…”(informan b) “…Semua promosi kesehatan baik diluar maupun didalam gedung bertujuan untuk memcapai sasaran yang mampu merubah perilaku menjadi lebih sehat secara mandiri. .70 Promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan diluar gedung puskesmas atau masih dalam ruang lingkup wilayah kerja puskesmas tersebut. dan lain sebagainya. sekolah.Didapatkan dari hasil wawancara dengan informan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan PHBS melalui pengorganisasian masyarakat. bisa melalui UKS. runag perawatan. kunjungan kerumah. musyawarah masyarakat. Hal ini dimaksudkan dengan masyarakat yang berada diluar gedung puskesmas dan jarang untuk mengunjungi gedung puskesmas dapat meningkatkan kesehatan mereka dalam program promosi kesehatan yang ada. tempat kerja.. 2. Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung Promosi kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran. Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki cukup banyak variasi kegiatannya antara lain survai mawas diri.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulka bahwa kegiatan promosi kesehatan di luar gedung merupakan kegiatan yang dilakukan diluar area gedung puskesmas tetapi masih berada di wilayah kerja puskesmas tersebut. poliklinik. kunjungan ke rumah. usaha kesehatan sekolah...”(informan d) “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya.

1.kamar obat.6.”(informan f) “.. tempat pembayaran dan halaman puskesmas..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan didalam gedung puskesmas adalah cara yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan dikarenakan adanya petugas kesehatan yang dapat ditanya seputar masalah kesehatan bila sasaran menanyakan dan media yang tersedia.70 laboraturium. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca…”(informan d) “…Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. Hasil wawancara dengan informan f dan g.2. Kegiatan ini sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh puskesmas.. “…Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster.”(informan g) .. Dari hasil wawancara yang didapatkan dari inforaman bahwa promosi kesehatan di dalam gedung tidak semata-mata mengangkat topik yang sedang mewabah saat itu tetapi juga tentang perilaku keseharian masyarakat. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan…”(informan b) “…Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat.4.. dan dibaca. 5. Intensitas kunjungan penyuluhan kesehatan diwilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi.Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan..

“…Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. Masalah kesehatan yang sering terjadi dalam wilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. hanya kurang pada kepribadian dari personal petugasnya. 4. dan jarang ditemukan penyakit serius atau berat. .”(informan f) “…Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali.”(informan f) “. Kekurangan pemerintah dalam melakukan program promosi kesehatan di mata sasaran promosi kesehatan. 2... 3. pilek...”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari pelaksanaan program promosi kesehatan antara lain adalah petugas kesehatan kurang melakukan komunikasi yang efektif dan kurangnya insentif bagi para kader. Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat dalam wilayah tersebut.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling sering terjadi wilayah tersebut adalah penyakit ISPA atau infeksi pernafasan bagian atas.Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk..70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa intensitas kunjungan penyuluhan diluar gedung puskesmas namun masih berada diwilayah kerja puskesmas dirasakan cukup sering dilakukan sesuai dengan jadwal program..

. 5.meski belum semua rumah seperti itu. makan sayuran gitu mbak. “…Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi sering yang kena kaya batuk..” (informan g) Dari jawaban informan-infoman diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah PHBS telah mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat namun bukan berarti tidak memiliki kendala karena kulture dan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut. 6. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersihbersih rumah.. pilek jadinya sering saya minta bersih.”(informan f) .70 “…Kalo PHBS kaya cuci tangan. dan cuci tangan lalu ada program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolah-sekolah dasar. menguras bak.. Dilakukan pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan terhadap wilayah puskesmas tersebut.bersih rumah masingmasing.”(informan f) “…PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah. Langkah mandiri yang telah dilakukan tokoh masyarakat dan masyarakat dalam segi kesehatan di wilayah tersebut. “…Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak…”(informan f) “…Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarin-kemarin…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa pengontrolan yang dilakukan secara berkala yang dilakukan petugas kesehatan dirasakan cukup sering sesuai dengan jadwal.

Gambar 3.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan dirasakan cukup hanya saja disarankan agar menambah menarik kemasan acara dan komunikasi yang efektif pada petugas kesehatannya. “…Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home...Alur pelaporan promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta barat . Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan...000 rupiah yang dirasakan kurang oleh para kader.70 “... “…Jumlahnya sekitar 8 kader per wilayah trus kalo uang sekitar 17.1..Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah mandiri yang diambil tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat itu antara lain kerja bakti dan menjaga kesehatan lingkungan rumah per individu.” (informan f) “.000 rupiah per bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak…”(informan g) Dari jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kader per puskesmas adalah sebanyak 8 orang dengan insentif 17.Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak. 7. 8.Jumlah kader dan insentif perbulan yang diterima kader dan pelatihan yang dilakukan dari segi promosi kesehatan.

70 Media dan Sarana Promkes Petugas kesehatan/ Tenaga Promkes Dana Promkes Strategi ABG +one Penyuluhan ke sasaran Promkes diluar dan dalam gedung PKM Perilaku Hidup Bersih Dan sehat Laporan perbulan dan triwulan PKM Kelurahan Laporan profil tahunan PKM Kecamatan Suku Dinas Jakarta Barat Dinas Jakarta Barat .

70 Dalam proses pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas dimulai dari tersediannya media sarana. yang diharapkan akan terciptanya perilaku bersih dan sehat kemudian di catatkan ke dalam sistem pelaporan laporan perbulan dan pertriwulan dari puskesmas kelurahan ke puskesmas kecamatan baru dijadikan laporan tahunan yang diterima oleh suku dinas kesehatan ke dinas kesehatan pada periode 1 tahun. . yang didukung oleh tenaga promosi kesehatan. serta anggaran yang mencukupi dan strategi yang telah ditetapkan yaitu ABG plus one baru dilakukannya penyuluhan ke sasaran baik untuk kegiatan di dalam dan diluar gedung puskesmas.

70 G br a a m A rPl pr n r m s iPM ea a n e bna l u e oa P k d K Kc ma Km gn a o e t a 4. . .1 Sk S a uu i s n k s ht n aat eea J k ra a Br t aa Sk d a uu i s n k s ht naat eea j k ra a br t aa Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s Kc m a ea a n t Psem uks a s Kcm a ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uks a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Kg t n idl m ei a d a a a dn iurgdn a d a eu g l Sr n dn aaa a paaaa r sr n po k s rm e S Mr m s D po k e Agaa po k s ng r n r m e Sa gAG t t i B r e oe n + PB i d i u HS i d nv k l ag e ra u m saaa a yr kt s . .

Diagram fishbone program promosi kesehatan Puskesmas kecamatan Kembangan en ti uh da T i k i sa pe dak ra l t at ad ih a an Kerja rangakap ada anggaran Kurangnya Tdk untuk Sarana SDM Ketidak pedulian petugas promkes Jml masih kurang Kurangnya perawatan thd saraa 70 D y an k a a ur ng an g Tidak ada perekrutan na A sa ng ua g aS ar K an Bin da ura n P na g ro un nya Lingkungan m tu k es k yang krg T i an dak kondusif a k g hu gar da su an s Advodkasi kerjasama antar stakeholder kuranag PHBS terhambat Mendahulukan kulture & pengetahuan Kepentingan sasaran promkes perkelompok Kecilnya anggaran khusus untuk PHBs K K g e eg pr et i d u ia t om d a ng an ke k p pu di d s ed sk a l un u e s am li a tu m k n ke Ku p e sa as m s a ra ny sa an d n u l ra fa a ra gn y uh n at an n pr a a om ka ke n s Ku SD rang ny un M tuk kes a jm dil eha l ap t an an ga n ge Kegi ed a un tan g p di l us u ke ar sm as .

peneliti menyadari adanya keterbatasan peneliti dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian 6. Walaupun begitu peneliti berusaha untuk menjaga kebenaran data dan kuantitas hasil penelitian maka penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber.1 Variabel Input 1. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. sarana dan waktu maka penelitian hanya terbatas pada pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. keakuratan dan ketepatan waktu pengiriman laporan SP2TP dari tingkat puskesmas dan form pertriwulan harus diperhatikan karena ada puskesmas yang masih terlambat dalam pengiriman data ke dinas kesehatan.Data Sumber data dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Meruya Selatan diperoleh dari data dari SP2TP juga dari data kegiatan lintas sektoral. Kurang obyeknya peneliti dalam menyampaikan makna yang tersirat dari keterangan informan dalam penelitian tidak dapat dihindarkan dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan.2. Juga dengan keterbatasan kemampuan peneliti dalam hal pengetahuan.1. Sedangkan kebutuhan data tersebut harus dikumpulkan secara rutin untuk memantau program kesehatan yang sedang berjalan. Kelengkapan.2. dana. .70 BAB VI PEMBAHASAN 6. Kemudian juga untuk memperoleh laporan lintas sektoral masih kurang koordinasinya karena data ini belum secara rutin pengumpulannya. 6.

( Depkes. Pelatihan mengenai promosi kesehatan memang dirasakan sudah dilakukan sebanyak 2 kali setahun namun dirasakan kurang efisien karena sasaran pelatihan ini berpusat pada koordinator program saja sehingga anggota pelaksana dibawahnya termasuk para kader kurang menguasai secara langsung. kemudian rotarisasi fungsi dan kedudukan sebanyak 5 tahun sekali dirasakan selain ada manfaat positif bagi tenaga sdm yaitu agar tidak terjadi kejenuhan dan mengetahui berbagai tugas di . Untuk tenaga SDM ditetapkan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas dan di daerah adalah d3 kesehatan dengan bakat dan minat promosi kesehatan.70 Kemudian data yang dikumpulkan masih tumpang tindih maksudnya data yang sudah diminta masih akan diminta lagi sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengakumulasian data yang masuk. 2007) 2. Pada umumnya masalah ketenagaan yang dirasakan memiliki masalah keterbatasan adalah memiliki beban kerja lain sebagai tenaga pelayanan kesehatan masyarakat seperti perawat. Tetapi dilihat dari segi kualitas dirasakan kurang dan masih perlu peningkatan pengetahuan dan pendidikan. Tenaga SDM Tenaga pelaksana program promosi ksehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan sudah mencukupi dalam hal kuantitas atau jumlah karena sebanyak 144 orang termasuk sebagian besarnya adalah kader. Dari hasil yang diperoleh bahwa tenaga pelaksana promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan masih belum secara khusus dalam bidang ini maka dirasakan beban kerja yang masih berat. Hal ini pulalah yang diterapkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan. Didalam pengambilan data tidak dijelaskan terlalu detail dikarenakan pengambilan data ini sebagian besar memiliki prosedur yang sama dengan pengambilan data untuk program lain yang ada di puskesmas. Sehingga data yang masuk ini tentunya akan berpengaruh juga terhadap pengelolaan data yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

( Depkes. Dana yang dialokasikan khusus dalam pelaksanaan promosi ini belum ada. Dengan tingginya motivasi dari para pelaksana promosi kesehatan maka diharapkan tugas yang dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja tersebut dapat terselesaikan dengan baik.2007) 4. (Depkes. leaflet ada yang tersobek. ditambahkan pula spanduk berisi slogan promosi kesehatan yang ditempatkan pada tempat mudah terlihat. Dari segi jumlah yang ditetapkan pada puskesmas kecamatan kembangan sudah memenuhi kriteria akan tetapi dari segi kualitas belum memenuhi standart yang ditetapkan. dan tujuan promosi kesehatan dapat tercapai. Rendahnya alokasi dana ini terkait dengan masih kurangnya kesadaran para pengambil keputusan menyadari pentingnya arti kesehatan. 2007) 3. 2007). akan tetapi dilihat dari segi kualitas yang bersumber pada tingkat perawatan yang masih rendah dari masing-masing pelaksana program mengakibatkan terkadang kemacetan pada alat elektonik seperti batere bocor. Didapatkan pula informasi dari para informan bahwa perlu dilakukan regenerasi peralatan dan sarana promosi kesehatan yang tidak layak pakai. dan lain sebagainya. Dana yang disebutkan oleh informan sebagai koordinator pelaksana program promosi kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan program lainnya. Dana Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan tidak ada dana atau anggaran khusus dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. Fasilitas dan Sarana Media dan sarana yang digunakan program promosi kesehatan sudah mencukupi bila dilihat dari segi jumlah sasaran. .( Depkes. dana hanya didapatkan dari anggaran APBD.70 fungsi lain dinilai juga kurang efisien karena selama 5 tahun itu tenaga sdm mulai bisa menguasai pekerjaannya diharuskan untuk berganti posisi dalam fungsi baru. kabel terkelupas. Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah motivasi kerja dari para pelaksana promosi kesehatan yang dijalankan.

dan kemitraan lintas sektoral. ( Depkes. bina suasana. semua ini tidak terlepas dari kemitraan atau kerjasama antar maupun lintas sekoral. 5. Komponen yang masing-masing memiliki peran penting untuk mencapai tujuan program promosi kesehatan. Strategi promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan dalam program promosi ini adalah ketentuan standart pedoman untuk pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan mentri nomor 1114/Menkes/Sk/VII/2005 yaitu gerakan pemberdayaan.70 Kebanyakan dari para pengambil keputusan beranggapan bahwa pelayanan kesehatan itu tidak bersifat produktif melainkan konsumtif dan hal itu kurang diutamakan.2007) . advokasi yang dilakukan oleh para petugas kesehatan terhadap para pengambil keputuasan dan pembuat kebijakan akan sangat penting peranannya karena masyarakat akan lebih tergerak menuju kehidupan lebih sehat apabila didukung oleh lingkungan sosialnya. Begitupula dengan gerakan pemberdayaan masyarakat karena selepas pemberian informasi dan contoh perilaku sehat dari para petugas terhadap masyarakat. advokasi. Strategi ini dinilai cukup efisien karena merupakan suatu strategi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Bina suasana yang dilakukan para petugas kesehatan didukung dengan kerjasama para kader akan menarik perhatian sasaran program promosi kesehatan untuk hidup lebih sehat. Indonesia misalnya hanya menganggarkan hanya sekitar 2-3 % dari dana anggaran belanja negara setahunnya. Misalkan di negara berkembang. Informan menyebutkan pula para kader dan sasaran biasanya mengenal dengan singkatan “ABG PLUS ONE”. diharapkan nantinya masyarakat mampu untuk menilai prioritas kesehatan dan mengatasinya secara mandiri. Dengan tersedianya dana yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program promosi kesehatan maka dana tersebut dapat meningkatkan kualitas dari SDM itu sendiri dalam kinerjanya.

Adapula kekurangan dari sasaran ini adalah tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan masih rendah sehingga petugas kesehatan masih sangat perlu mencari bagaimana memotivasi lebih para sasaran untuk merubah perilaku sehari-hari lebih sehat. tempat umum maupun sekolah. 2007). Sasaran ini pula dibagi kedalam kategori pendekatan kelompok. 7.individu ataupun keluarga. informan menyebutkan pula kekurangan dari strategi promosi kesehatan yaitu terletak pada karakteristik dasar masyarakat umumnya yaitu sifat kebiasaan. Hal ini dimaksudkan mempermudah perhatian. Sasaran promosi kesehatan yang berada di dalam gedung puskesmas kecamatan kembangan adalah pengunjung puskesmas kecamatan kembangan tersebut baik yang menginginkan pelayanan kesehatan sehingga mendapatkan manfaat lebih dari kunjungan tersebut. Perilaku hidup bersih sehat ini diharapkan mampu untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga. Sasaran promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan menyatakan bahwa sasaran promosi kesehatan itu dibagi 2 yaitu sasaran kegiatan program promosi kesehatan di dalam dan diluar gedung puskesmas kecamatan itu sendiri. Perilaku hidup bersih sehat ( PHBS) Menyatakan perilaku hidup bersih sehat merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya program promosi kesehatan. 6. dan malas berubah untuk hidup lebih sehat.70 Akan tetapi. (Depkes. adat istiadat. masyarakat. dan tempat . Dibutuhkan suasana yang tidak membosankan dengan penempatan petugas yang komunikatif dan kemasan acara penyuluhan kesehatan yang menarik. contoh: penderita penyakit tb paru yang jarang mengunjungi puskesmas maka petugas akan mengkunjungi rumahnya memantau seberapa jauh perkembangan penyakit dan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap keluarga penderita meminimalkan mungkin tingkat penularan. fokus sasaran itu sendiri dalam penerimaan informasi untuk hidup lebih sehat. Sasaran yang membutuhkan perhatian petugas kesehatan secara terus menerus dan konstan yang menduduki prioritas utama.

( Depkes. menyikat gigi sebelum tidur. mengganti sprei seminggu sekali agar tidak terkena tungau. 6. Informan juga menyebutkan bahwa perilaku hidup bersih sehat ini dapat dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari contohnya mencuci tangan sebelum makan. contohnya: dalam rangka mengupayakan lingkungan bebas asap rokok maka puskesmas melakukan advokasi kepada pimpinan setempat untuk diterbitkannya peraturan kawasan tanpa rokok dilingkungan kerja/ruang lingkup wilayah puskesmas seperti sekolah.2 Variabel proses 1.70 kerja. menguras bak seminggu 2 kali. Didalam pelaksanaan advokasi pada puskesmas kecamatan kembangan telah dilakukannya advokasi keberbagai pihak yang berkepentingan seperti dinas kesehatan. membuka jendela pada pagi hari. tempat ibadah. Didapatkan pula dari para informan bahwa dibutuhkan pula kerjasama antar stake holders mulai dari fungsi terkecil sampai dengan fungsi terbesar. Advokasi Dari informasi yang diberikan oleh informan didapatkan bahwa advokasi merupakan upaya atau proses yang terencana dimana dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. 2005).makan makanan berserat. bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. olahraga jalan kaki minimal 2 kali seminggu. semua ini bertujuan agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan yang sehat. Didapatkan dari puskesmas kecamatan kembangan adalah kegiatan phbs yang ada dan telah diterapkan dalam masyarakat yang berada dalam ruang lingkup wilayah kerja yaitu pelaksanaan phbs disekolah dasar. . tempat umum. membersihkan debu di meja kerja. suku dinas kesehatan jakarta barat. kantor kecamatan. hal ini dikarenakan masing-masing fungsi atau seksi sama-sama memiliki peranan penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan.2.(Depkes 2007) Adapula kekurangan dari sasaran untuk merubah perilaku hidup bersih sehat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat dimulai dari hal yang terkecil sendiri dan diri sendiri.

2007).( Depkes. Pada puskesmas kecamatan kembangan melakukan proses bina suasana melihat dengan situasi dan kondisi yang ada seperti pengunjung datang ke puskesmas dan disaat pengunjung merasakan adanya manfaat penyuluhan kesehatan maka tercipta lingkungan yang kondusif. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Bina suasana Berdasarkan hasil penelitian informasi yang didapatkan dari informan bahwa bina suasana merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang mendorong individu. pemasangan poster. ketua rt. kemudian apabila bina suasana ini dilakukan di dalam gedung . dan penayangan video berkaitan dengan penyakit pasien. sekolah dasar. pers. 2007) Adapula kekurangan yang disampaikan oleh informan dalam salah satu strategi promosi kesehatan yang menjadi salah satu bagian dari proses ini adalah terkadang advokasi masih dilakukan pendekatan secara individu sedangkan akan lebih efisien dan dinilai akan mendapatkan hasil yang optimal bila dilakukan perkelompok para stake holders. serta bising cukup membuat proses bina suasana terganggu. contohnya: pada sasaran yang berkeluarga datang ke puskesmas dan kemungkinan besar bahwa pengantar pasien tidak mungkin dipisahkan dari pasien. ( Depkes. Disampaikan pula oleh para informan bahwa seseorang akan terdorong dalam perubahan perilaku dari tahu menjadi mau apabila sasaran merasakan dorongan dari lingkungan sosialnya. misalkan pasien dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kesehatan/ penyakit yang berkaitan dengan penyakit si pasien itu sendiri. Meskipun didapatkan hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran dan pengetahuan dan lingkungan yang panas. Terdapat pula kekurangan yang ada dalam proses bina suasana ini antara lain bila sasaran promosi kesehatan merasakan kurang nyaman diawal bina suasana ini dilakukan. tokoh masyarakat. puskesmas kelurahan. okoh agama. kader.70 puskesmas kecamatan. 2. Oleh karena itu metode yang tepat digunakan disini adalah penyebaran leaflet.

2005) .( Depkes. mengkonsumsi garam beryodium. lalu kurang adanya kemasan acara yang menarik sehingga terkesan tidak ada manfaatnya untuk diikuti. Kegiatan di luar gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan di luar gedung puskesmas adalah kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan petugas puskesmas di luar gedung puskesesmas dalam artian bahwa kegiatan promosi kesehatan dilakukan pada masyarakat yang masih berada dalam wilayah kerja puskesmas. 2007) Pemberdayaan dalam kelompok individu dilakukan sebagian besar pada sasaran yang berkunjung ke puskesmas. ( Depkes. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan.2. dan lain sebagainya. contohnya melakukan kunjungan rumah untuk menilai perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah diterapkan antara lain penggunaan jamban keluarga. Puskesmas kecamatan kembangan menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat sudah mulai berjalan meski mengalami hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri dalam program mandiri yang mengikut sertakan masyarakat secara aktif. contohnya : misalkan setiap ibu yang menimbang bayinya secara berkala dijelaskan pula manfaat untuk mengimunisasi bayinya secara lengkap. kemauan. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan secara mandiri. memelihara tanaman obat keluarga. 6.3. mengubur benda-benda yang dapat menampung jentik nyamuk. Variabel Output 1. Pemberdayaan masyarakat secara kelompok keluarga biasanya dilakukan petugas kesehatan pada kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas. dan kemampuan individu. Gerakan pemberdayaan masyarakat. Dinilai pula bahwa untuk gerakan pemberdayaan masyarakat ini dibutuhkan keahlian mengklarifikasikan karakteristik masyarakat yang ada dari berbagai aspek baik sosial dan budaya.70 puskesmas maka dirasakan bahwa hanya membuang-buang waktu sedangkan tujuan awal datang adalah untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. 3.

Puskesmas ini merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan yang ditetapkan pemerintah. ruang perawatan. kualitas dari sumber daya yang dibutuhkan.3. melalui pengorganisasian . Kegiatan yang berada dalam lingkup puskesmas antara lain tempat pendaftaran.( Depkes. ibu-ibu pkk. ( Depkes. Planning Puskesmas kecamatan kembangan menetapkan kegiatan PHBS sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. 2. 2007). Fungsi manajemen dalam menyelenggarakan program promosi kesehatan. Indikator yang terlihat dari hasil yang telah dicapai antara lain pengontrolan berkala ditemukan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diterpakan oleh masyarakat dalam lingkup wilayah tersebut. Kegiatan di dalam gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan yang dilakukan di dalam gedung puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di dalam gedung puskesmas dimana kegiatan promosi kesehatan dilakukan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan puskesmas. Didalam puskesmas kecamatan kembangan didapatkan hasil wawancara dan observasi lokasi bahwa adanya sarana dan prasarana seperti spanduk. kamar obat. 6.70 Hasil pengamatan dan wawancara pada puskesmas kecamatan kembangan ini di peroleh bahwa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan baik ke rumah masyarakat yang menjadi sasaran kesehatan maupun lingkungan sekolah untuk pemberian imunisasi. Dari sumber daya tersebut puskesmas kembangan menetapkan indikator standar keberhasilan dalam pencapaian tujuan serta sasaran promosi kesehatan. Pelaksanaan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas yang dilakukan oleh puskesmas adalah upaya untuk meningkatkan PHBS masyarakat. Kemudian menentukan jumlah.3. pemantauan sekitar dan keberhasilan melakukan program kerjasama PHBS. poliklinik. tempat pembayaran dan puskesmas. laboraturium. 2007). 6. dengan pemberdayaan masyarakat pengorganisasian masyarakat seperti karang taruna. leaflet dan poster kesehatan yang memuat isu penyakit dan imbauan PHBS.1.

apakah sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. controlling. Dilihat dari jabaran fungsi manajemen diatas didapatkan bahwa promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal baik dari segi planning. menetapkan job desk serta tugas yang jelas dalam koordinasi pelaksanaan prosedur yang ada. serta penyeleksian dan pengembangan tenaga yang belum ditempatkan pada posisi yang tepat. coordinator dan pelaksana program. Hal ini didukung oleh berbagai faktor. Organizing Mengalokasikan sumber daya .3 Directing Para stake holders dan koordinator mengimplementasikan proses dan gaya kepemimpinan.3.3.2. bimbingan dan membuat kebijakan yang sesuai dengan tujuan program promosi kesehatan. directing. .3. Setiap bulannya di adakan rapat evaluasi mengenai kendala dan saran intara sektoral dalam program tersebut.70 6. organizing. Kegiatan perekrutan . Pada puskesmas tim kerja promosi menunjukan bahwa koordinator program ini memiliki double job desk sebagai pemegang program keluarga miskin (gakin). 6. Kemudian dalam proses controling ini menetapkan apa yang menjadi kendala dan mencari solusinya dengan stake holders. Tetapi hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. 6. Controling Di dalam puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan evaluasi denagn tujuan mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai.4.

Fasilitas dan sarana yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah cukup dalam segi jumlah hanya saja kurang dalam segi perawatan oleh para pelaksana. Tenaga SDM yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang termasuk kader didalamnya. namun pada .1. namun didapatkan dari anggaran APBD. Salah satu sumber data dalam program promosi kesehatan ini adalah data SP2TP puskesmas kelurahan lalu dikumpulkan ke puskesmas kecamatan. Para pelaksana petugas kesehatan memiliki double desk job hingga kurang optimal dalam pelaksanaan program ini.70 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7. 4. 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan terhadap pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Sumber dana dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini masih belum tersedia khusus. 2. Pelatihan sudah cukup diadakan namun sasaran pendidikan dan pelatihan kurang mengenai sasaran sehingga belum merata.

sikap saling menguntungkan antara stake holders.70 proses dan kenyataannya didapatkan keterlambatan dalam segi pengumpulan tepat waktu. Hal ini disebabkan karena dengan linhkungan sosial yang mendukung maka sasaran mau merubah perilaku agar lebih baik dan sehat. Pada bagian proses bina suasana dibutuhkan motivasi tinggi para pelaksana promosi kesehatan untuk membuat nyaman keadaan sasaran sehingga membuat tujuan program promosi kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan dilakukan. Namun kurangnya koordinasi dan manfaat yang berarti maka gerakan pemberdayaan ini dapat terhambat. Hal ini membutuhkan kepercayaan stake holders untuk berkerja sama. Tetapi tingkat pengetahuan dan motivasi masyarakat akan kesehatan masih kurang 7. 8. Pada bagian kemitraan dibutuhkan sikap saling menghargai. keluarga dan masyarakat. Pada bagian proses advokasi juga membutuhkan banyak kerjasama dan keyakinan antar lintas sektoral. . bina suasana dan kemitraan lintas sektoral. dan dirasakan pula kurangnya manfaat yang berarti. Strategi program promosi kesehatan dilakukan strategi dasar yaitu advokasi. 5. 9. 10. 6. keluarga maupun masyarakat. Sasaran program promosi kesehatan yang menjadi target operasional adalah sasaran berupakelompok individu. Data tersebut didukung dengan data pertriwulan yang wajib diisi oleh puskesmas kelurahan. Perilaku hidup bersih dan sehat sudah mulai diterapkan pada masyarakat namun pada kenyataannya karena faktor pendidikan dan sosial budaya maka perubahan perilaku lebih sehat sulit dilakukan. namun kurangnya kesadaran arti pentingnya kesehatan menyebabkan masing-masing pihak meraskan bahwa kedudukan dan fungsinya lebih penting dibandingkan dengan pihak lainnya. petugas kesehatan dan masyarakat sebagai sasarannya. 11. baik dilihat dari ruang lingkupnya individu. keterbukaan. pemberdayaan masyarakat. Pada bagian proses gerakan pemberdayaan dibutuhkan kerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat.

Hal ini memiliki kekurangan yaitu sasaran terkadang memiliki pemikiran bahwa mereka datang ke puskesmas dengan tujuan awal untuk mendapatkan pelayanan medis sehingga menyebabkan mereka kurang merasakan manfaat yang ada dari mengikuti program ini. . 7. Bagi puskesmas kecamatan kembangan 1.70 12. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang jarang mengunjungi puskesmas namun masih berada di dalam wilayah kerja puskesmas. Hal ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan dana dan tenaga kerja yang lebih bila ingin menjangkau sasaran di luar puskesmas sesuai target.Tentu didukung pula dengan tingkat kesejahteraan yang lebih diperhatiakan sehingga dapat memotivasi mereka dalam menjalankan tugas. 2. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti mencoba memberikan saran kepada puskesmas kecamatan kembangan dalam upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program promosi ksehatan tersebut. Dengan dilakukannya kriteria standar karakteristik petugas maka tenaga honer yang akan berkerja di puskesmas tersebut dapat melakukan beban kerja dengan tanggung jawab yang maksimal.2. Untuk fasilitas dan sarana yang sudah ada hanya dibutuhkan pengertian antara sesama petugas pelaksana untuk lebih merawat fasilitas yang sudah ada. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan didalam gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang sering mengunjungi puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis. 13. dibutuhkan pula anggaran belanja untuk peralatan yang sudah tidak layak pakai agar dapat diregenerasi.

8.70 3. Bina suasana adalah hal yang cukup penting mengingat bahwa masyarakat mau merubah perilaku apabila mereka mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial mereka. 6. akan lebih mudah untuk menerima perubahan gaya hidup apabila situasi yang ada diawal perencanaan membuat mereka nyaman dan kondusif. Gerakan pemberdayaan dilihat dari waktu pemberian informasi dari awal yang disepakati oleh masyarakat dengan seperti itu maka masyarakat tidak akan merasakan keterpaksaan dan merasa nyaman untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan secara mandiri. hal ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi dari segi pelaksanaannya. Untuk anggaran atau dana yang ada hanya didapatkan dari dana APBD sehingga koordinator program ini diharapkan mampu membuat rancangan anggaran yang dapat diajukan pada laporan tahunan puskesmas. 5. 9. 7. Diberkan kemasan acara yang menarik. Dalam promosi kesehatan maupun kegiatan kesehatan yang lain tentu mebutuhkan kerjasama dan kemitraan antar lintas sektoral. Sasaran promosi kesehatan dilihat dari jenis karakteristik jumlah masyarakat apakah individu. Strategi dasar yaitu ABG plus one sudah mengikuti standart yang ada. Perilaku hidup bersih sehat yang sudah ada dan diimplementasikan kepada masyarakat agar lebih ditingkatkan dengan cara pemberian motivasi yang lebih dan pengawasan serta evaluasi yang berkesinambungan. untuk meningkatkan . 10. keluarga maupun masyarakat. dan petugas yang informatif 11. hal ini dinilai para ahli akan lebih memberikan hasil dibandingkan pendekatan stake holders perindividu. Dalam pelaksanaan advokasi dibutuhkan pendekatan yang dilakukan perkelompok dan secara terus menerus kepada stake holders yang terkait bukan dengan perindividu.Petugas kesehatan juga harus melihat keadaan sosial dan budaya masyarakat yang ada agar lebih mudah mencapai tujuan. 4. Data promosi kesehatan yang didapatkan dari SP2TP dan pelaporan pertriwulan sering mengalami keterlambatan hal ini disebabkan adanya double desk job dan kurang adanya sangsi dan reward yang tegas.

.dibutuhkan pula kerjasama dengan kader agar evaluasi dapat berjalan secara berkesinambungan. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kegiatan digedung puskesmas akan memberikan dampak yang jauh lebih positif apabila petugas promosi kesehatan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia. tanpa merekrut tenaga tambahan. Diberikan penyuluhan yang terarah kepada pengunjung apabila menanyakan salah satu sarana yang ada. dan akan menyadari bahwa kesehatan adalah hal penting yang wajib untuk dijaga dan diperjuangkan bersama. dibutuhkan kejujuran masing-masing pihak sehingga akan didapatkan kerjasama tanpa keterpaksaan. seperti poster yang berisikan pesan kesehatan. Semua pihak diberikan pengertian akan tujuan akhir yang akan dicapai mampu memberikan manfaat kepada semua pihak. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas akan memberikan dampak berupa peningkatan jumlah tenaga kerja dan dana.70 kerjasama ini. 12. Hal ini dapat diminimalkan dengan cara memberikan insentif diluar dana pokok yang sudah ada.Perawatan sarana dan fasilitas yang sudah ada lebih dimaksimalkan dengan seperti itu maka sasaran pengunjung puskesmas merasakan manfaat lebih saat ke puskesmas tidak hanya mendapatkan pelayanan medis namun juga manfaat peningkatan kesehatan. 13.

1994.70 DAFTAR PUSTAKA 1. WHO. Hs. 5. Nasrul. Departement Kesehatan RI:Jakarta. Nursing Action For Health Promotion. David.F. Geneva. 2. Azwar.A David Company: USA.A. 3. Health Promotion And Community Action For Health in Developing Countries.Fred. 2004. 4. David. 2004. . Effendy. Dhilton. Management Strategis Konsep.1981. R. PT Indeks Gramedia: Jakarta. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.1998. Reformasi Pelayanan Kesehatan. F.Azrul. EGC: Jakarta.

Lexi. Soekidjo. Notoadmodjo. Departemen Kesehatan RI. 2003. . 2001. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. PT Remaja Rosdakarya:Bandung. 1984. 1990. 7. J. 14. Notoadmodjo. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi Kesehatan.Jakarta 11. PT Rineka Cipta:Jakarta.Fitamaya: Bandung. Sebaiknya Anda Tahu Departement Kesehatan RI Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Buku Pedoman untuk Petugas Kesehatan Seri Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. PT Rineka Cipta: Jakarta. Soekidjo.70 6. Sistem Kesehatan Nasional. 1994. Bahan Pembelajaran Mata kuliah Promosi Kesehatan. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1997. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta. 12. 10. PT Rineka Cipta: Jakarta. 9. 8. Pedoman Penyelenggaraan Aministrasi Di Puskesmas. Tjiptoherianto. Notoadmodjo. 1997.Jakarta. Metodologi Penelitian Kesehatan. Eko. 2007. PT Rineka Cipta: Jakarta. Ekonomi Kesehatan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Priajono. Departement Kesehatan RI.Jakarta. Departemen Kesehatan. 16. 2002. Jakarta. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 15. Buku Pedoman Penyuluhan Bagi Pekarya Kesehatan. Suryani. 17. Prawito. Departemen Kesehatan RI. 2008. Moelong. Soekidjo. Departement Kesehatan RI. 1995. 13. PT. 2005. Departemen Kesehatan RI. Departement Kesehatan RI:Jakarta.

70 18. Departemen Kesehatan RI. 1997. Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Puskesmas. Departemen Kesehatan RI.Jakarta. 19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. ARRIF Buku Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 20. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. Pedoman Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Dinas kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 21. Departemen Kesehatan RI, 2003. Profil Promosi Kesehatan 2003. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 22. Departemen Kesehatan RI, 2003. Promosi Kesehatan Di

Perusahaan.Departement Kesehatan RI.Jakar 23. Departemen Kesehatan RI, 2004. Panduan Advokasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 24. Departemen Kesehatan RI, 2004. Penyusunan Profil Promosi

Kesehatan.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 25. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di

Daerah.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 26. Departemen Kesehatan RI. 2005. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 27. Departemen Kesehatan RI, 2006. Pedoman Perencanaan Tingkat

Puskesmas.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 28. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas. Departement Kesehatan RI.Jakarta.

70 29. Departemen Kesehatan RI, 2007. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 30. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Mandiri Bagi Petugas Penyuluh Lintas Sektor

Kecamatan.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 31. Puskesmas Kecamatan Kembangan, 2007. Laporan Tahunan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat. Laporan Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007.

Matriks Instrument Wawancara

Informan Internal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga /SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan Kepala PKM Kembangan Koordinator Promosi kesehatan X X X X X X X X X X X X X X X X

70 d.Kemitraan Output a.Kegiatan didalam dan diluar gedung b.PHBS X X X X

Informan Eksternal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Kepala PKM Meruya Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga/SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan d.Kemitraan Output X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Koordinator Promosi Kesehatan Koordinator Promkes Sudin

dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan Fungsi : : Drg.PHBS X X X X Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.kegiatan didalam dan diluar gedung b. Dara F. Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. mental. Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan selaku penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan. .70 a. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang . sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.Itulah sebabnya.

juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Apakah ada program ulangan yang diajukan kembali setelah anda melakukan evaluasi program? Program Promosi Kesehatan khususnya? Pertanyaan Proses 4. 1974). Pertanyaan Input 1. Bagaimana visi dan misi anda dalam memimpin dan selaku penanggung jawab dalam program-program yang ada dipuskesmas Kembangan ini termasuk program promosi kesehatan ini?. 2. metode yang ada di Puskesmas ini untuk program promosi kesehatan? 3. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.(Blum. tenaga.70 mempengaruhi kesehatan individu.Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. biaya. Pihak mana saja yang terkait penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini? . Bagaimanakah sumber daya.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. kelompok atau masyarakat. Apa saja bentuk kerjasama antar dan intra sektoral dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 5.

Thamrin : Koordinator Program Promosi Kesehatan dan Implementasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan.Promosi : Bapak M. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Itulah sebabnya. .Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. kelompok atau masyarakat. : Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.(Blum.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. 1974).Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.mental.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 10. Pertanyaan Input 1. 4. 6. 2. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? perkembangan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan .70 kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. 3.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Bagaimanakah proses Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 11. 7. 5. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Bagaimana Kembangan? Apakah saja tugas pokok dari promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Tolong anda jelaskan sumber dana yang mendukung program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Metoda apa saja yang digunakan dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Apakah para petugas promosi kesehatan ini telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang memadai? Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Pertanyaan Proses 9.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). 8.

: Kepala Puskemas Kelurahan Meruya Selatan I.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. .Itulah sebabnya. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat. mental. Maria C.70 Pertanyaan Output 12.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Produk mandiri apa saja yang telah dihasilkan oleh program promosi kesehatan ini?dan mekanisme pelaporan? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Dr. Bagaimanakah penyuluhan kesehatan didalam dan diluar gedung Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 14. Bagaimanakah proses kegiatan yang telah dilakukan oleh seksi promosi kesehatan selama ini? 13. Hambatan apa saja yang ditemukan dalam proses pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? 15.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.

70 Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974). Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan,juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya Pertanyaan Input 1. Apakah tugas pokok dari Promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 2. Bagaimanakah struktur tenaga pelaksana (SDM), Kapasitas Sumber Daya, Biaya, Metoda, Sasaran promosi kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 3. Apakah petugas promosi kesehatan telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang memadai dari pusat ataupun secara mandiri? 4. Apakah ada program mandiri selain yang di berikan dari pusat untuk program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan ini? Pertanyaan Proses 5. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi Promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan?

70

Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka

TINJAUAN

PELAKSANAAN

PROGRAM

PROMOSI

KESEHATAN

DI

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa, sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan :Safrida,SKM. : Pelaksana Program Promosi kesehatan diPuskemas Kelurahan Meruya Selatan I. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat.

70 seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Itulah sebabnya, maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974).Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah perkembangan dari program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan Meruya Selatan I? 2. Bagaimanakah keadaan diPuskesmas ini mengenai sumber daya, biaya, tenaga, metoda, data, sasaran, dan komitmen? Pertanyaan Proses 3. Bagaimanakah proses dari Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan di dalam Puskesmas ini? 4. Bagaimanakah kemitraan yang dilakukakan oleh antar maupun intra sektor di dalam pelaksanaan promosi kesehatan? Pertanyaan Output 5. Apakah hasil yang dicapai dari pelaksanaan program promosi kesehatan ini?

Adakah kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan promosi kesehatan? 7. Bagiamanakah mekanisme pelaporan dari program promosi kesehatan ini? 8. . Apa saja kegiatan promosi kesehatan yang ada baik diluar gedung maupun didalam gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.70 6. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber Jabatan dan fungsi Kantor : Koordinator Seksi Promosi Kesehatan. : Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Bapak Ecep. S.

Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.(Blum. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. mental. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Metode apakah yang digunakan dalam promosi kesehatan ini? 6.70 Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan untuk kegiatan yang dilakukan baik di luar maupun didalam gedung? 5. 1974). Bagaimanakah sistem pendanaan yang digunakan dalam promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? . Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) yang memenuhi kriteria dalam promosi kesehatan? 4. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. Apa saja tugas pokok dari promosi kesehatan? 3. Itulah sebabnya. kelompok atau masyarakat. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah perkembangan promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 2.

Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Bapak Ardali. . Bagaimanakah yang menjadi kriteria sasaran yang akan menjadi tujuan diterapkannya promosi kesehatan? Pertanyaan Proses 8.70 7. Bagaimanakah proses Bina Suasana yang dilakukan didalam Suku Dinas kesehatan Jakarta Barat? 10. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan di dalam Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 9. Bagaimanakah kerjasama dan kemitraan yang dilakukan baik internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? Pertanyaan Output 12 Bagaimanakah dengan hasil akhir dari promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 13 Bagaimanakah dengan mekanisme pelaporan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 14 Bagaimanakah dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam ataupun diluar gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. Bagaimanakah proses Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan didalam Suku Dinas Kesehatan? 11.

Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. mental.70 Jabatan dan fungsi : Ketua rukun tetangga Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Itulah sebabnya. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? . 1974).(Blum. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6. Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. 1. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. kelompok atau masyarakat. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7.

Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Ibu Brenda. .70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.

Itulah sebabnya. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. 1974). kelompok atau masyarakat. Berapakah jumlah kader dan insentif yang diterima perbulannya dan apakh sering diadakannya pelatihan? . Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2 . Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. 1. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? 8. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan).70 Jabatan dan fungsi : Kader kesehatan Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. mental. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7.(Blum. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.

Informan d Kayanya lebih dari 10 tahun deh.lebih dari 17 tahun dek intisari Lama bekerja para koordinator lebih dari 5 tahun bisa .70 MATRIKS HASIL WAWANCARA koordinator Promkes No Variabel 1 Lama bekerja Informan b Sudah cukup lama ya kirakira lebih dari 22 tahunan. Informan e Hm.

hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya. Saya merasakan bahwa peralatan yang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah 5 Fasilitas dan sarana Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah. Tenaga SDM Masukan /input Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya. Tenaga SDM yang ada cukup dari segi jumlah namun belum dari segi kualitas. 2 Pengertian promosi kesehatan. 4. Para koordinator mengetahui pengertian dari promosi kesehatan. Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya.. 3 Pentingnya promosi kesehatan Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak.70 sudah memiliki banyak pengalaman kerja. Fasilitas dan sarana di masingmasing tempat sudah mencukupi . meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana. Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan Promosi kesehatan merupakan hal yang penting dalam kesehatan masyarakat.

karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. hanya saja kurang dari segi perawatannya. trus poster kesehatan 8 buah. OHP 1 buah. Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini cukup memadai ya. tape recorder1 buah.hanya APBD. mic 1 buah. . Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar. hanya dari Untuk anggaran promosi kesehatan tidak ada dana khusus hanya dari APBD. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas. 6 Dana Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. leaflet 89 lembar.70 ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah.

untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas Semua PHBS yang ada disini dilihat dari Semua data terdapat dalam SP2TP dan pengisisan form tiga bulan sekali. lebih Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya Sasaran dibagi dibagi dalam kegiatan diluar dan dalam gedung puskesmas. Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan.menggunakan ABG Strategi sudah menggunakan yang menjadi pedoman pelaksanaan promkes. 9 Sasaran promosi Sasaran kita kesehatan memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan PHBS PHBS yang sudah ada. 10 PHBS yang ada salah satunya adalah program PHBS sudah diterapkan di lingkungan . form yang tiga bulan sekali. 8 Strategi promosi Disini dikenal kesehatan sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitran Kita mengikuti perencanaan awal.70 7 Data Dari SP2TP dan Data itu ada laporan form dalam SP2TP dan pertriwulan. APBD saja.

lingkungan kerja. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka seharihari. tempat umum. Proses Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan. promkes adalah sekolah dan meningkatkan kerja. Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana. 12 Bina suasana Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. dan pemberdayaan masyarakat Advokasi merupakan bagian yang penting dan salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan bagi para stake holders. . kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. 11 Advokasi Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung. seperti anak sekolah. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai Bina suasana merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam proses melaksanakan promkes. tujuan awal umum.70 dikembangkan dalam pelaksanaannya . anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat.

70 tujuan. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. . entah itu pendekatan individu. promosi baik maupun gedung untuk sasaran mampu perilaku lebih secara Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung diperuntukan untuk sasaran yang jarang mengunjungi puskesmas. 14 Kemitraan Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. menghargai. Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. apakah individu. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan Kemitraan di lintas sektoral dibutuhkan untuk mencapai tujuan promkes dengan hal yang mendasar yaitu saling terbuka. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. keluarga dan masyarakat. Gerakan pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mendidik masyarakat lebih mandiri sesuai dengan karakteristik sasarannya. 15 Kegiatan promkes di luar gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah Output Semua kesehatan diluar didalam bertujuan memcapai yang merubah menjadi sehat mandiri. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. 13 Gerakan pemberdayaan Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3.keluarga dan masyarakat.

harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat. tempat kerja. dan lain sebagainya. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca. bisa melalui UKS.70 kerja puskesmas ini. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan MATRIKS HASIL WAWANCARA . Kegiatan promkes di dalam diperuntukan untuk sasaran yang mengunjungi puskesmas 16 Kegiatan promkes di dalam gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster. kunjungan kerumah. dan dibaca. sekolah.

Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul. Saya rasa cukup lengkap Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.70 Kepala Puskesmas No Variabel 1 Lama bekerja Informan a Hm. 3 Pentingnya promkes Kedua kepala puskesmas tersebut telah mengerti pentingnya kedudukan promosi kesehatan. Tenaga SDM dalam program promkes sudah cukup hanya saja butuh diberikan pelatihan untuk tenaga yang baru. Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas. 2 Pengertian promosi kesehatan Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Kedua kepala puskesmas tersebut sudah mengerti pengertian dari promkes. Fasilitas dan sarana sudah 4 Tenaga SDM Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi 5 Fasilitas dan sarana Saya lihat cukup lengkap . Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari semua perencanaan yang ada di puskesmas. sudah lebih dari 17 tahun ya mbak Informan c Sudah sekitar kurang lebih 23 tahun lumayan lama juga ya intisari Masa kerja kedua kepala puskesmas tersebut menunjukan adanya pengalaman kerja yang mencukupi.

ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja. dirasa cukup hanya saja membutuhkan perhatian dalam perawatannya. bina suasana. Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan. Strategi promkes ya. 9 Sasaran promosi kesehatan 10 PHBS Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi pkm maupun yang ada dilapangan.70 ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai. PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan PHBS yang ada sudah diterapkan dalam masyarakat . 7 Data Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan. Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. Data yang diambil dari SP2TP dan form pertri wulan. Strategi yang ada dan telah digunakan adalah advokasi. Sasaran promkes terbagi 2 yaitu kegiatan didalam dan diluar gedung 8 Strategi promosi kesehatan Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG. Dana yang diperuntukan khusus untuk promkes belum ada. 6 Dana Dana ya.ya ABG plus kemitraan itu. kemitraan. gerakan pemberdayaaan masyarakat.

masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes. tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan. melalui kader dan petugas kesehatan.70 pada usia sekolah. ..

. 2 Masalah kesehatan yang sering terjadi di wilayah tersebut. Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk. Kalo PHBS kaya cuci tangan. Intisari Kunjungan petugas kesehatan dirasa cukup sering meski ada personil petugas yang dirasa kurang komunikatif. . sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan Informan g Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA Kader kesehatan dan ketua RT No Variabel 1 Intesitas kunjungan penyuluhan oleh petugas kesehatan Informan f Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi. PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi. pilek. Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk. Kekurangan yang sering dirasa sebagian tokoh masyarakat ini adalah kurangnya komunikasi dan insentif yang mencukupi.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. Penerapan PHBS sudah disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari. 3 Kekurangan pemerintah dalam melaksanakan promkes 4 Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian. Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali. Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. dan cuci tangan lalu ada Masalah kesehatan yang paling sering terjadi adalah ISPA.

Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi 6 Langkah mandiri yang sudah diterapkan Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh. 5 Pengontrolan berkala oleh petugas kesehatan Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak. . menguras bak. Kunjungan untuk pengontrolan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan jadwal yang ada. makan sayuran gitu mbak.meski belum semua rumah seperti itu. program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolahsekolah dasar.70 kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah. Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarinkemarin. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersih-bersih rumah. Langkah mandiri masyarakat adalah kerja bakti dan pemeliharaan sanitasi lingkungan rumah tinggal.

000 rupiah rupiah per perbulan. bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak. Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak. Tingkat kepuasan dinilai cukup dalam pelayanan program promosi kesehatan ini di wilayah kerja puskesmas kecamatan dan pembantu. perlu ditambahkan komunikasi efektof pada petugas dan insetif bagi kadernya.bersih rumah masingmasing 7 Tingkat kepuasan terhadap pelayanan promkes Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home. 8 Jumlah kader dan insentif yang diberikan serta pelatihan untuk promkes - .70 sering yang kena kaya batuk. pilek jadinya sering saya minta bersih.000 17. Jumlahnya Jumlah kader sekitar 8 kader ada 8 orang per wilayah trus masing-masing kalo uang diberikan upah sekitar 17.

Pedoman wawancara informan Lampiran 7. Matriks wawancara informan eksternal. Lampiran 2. Organogram pukesmas pembina kembangan tahun 2007. Lampiran 6. Rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan. Matriks wawancara informan internal Lampiran 5. . Lampiran 4. Peta kecamatan kembangan kodya Jakarta Barat. Lampiran 3. Matriks hasil wawancara informan.70 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.