70

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PR.DR.HAMKA

TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT TAHUN 2008

OLEH: MARTDINI.KURNIA. A. NPM 0605017005

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PROF. DR.HAMKA JAKARTA 2008

70 PERNYATAAN PERSETUJUAN Identitas Mahasiswa Nama Mahasiswa NIM Judul Skripsi : Martdini Kurnia Anggraeni : 0605017005 :” Tinjauan Program Promosi Kesehatan Di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Tahun 2008” Skripsi ini telah disetujui,diperiksa dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Agustus 2008 Komisi Pembimbing Pembimbing I

(Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes)

Pembimbing II

(Dra. Emma Rachmawati, Mkes)

70

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT karena dengan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Jurusan Managemen Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka. Dalam penyusunannya penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak terdapat kekurangan, baik materi maupun penyajian. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang penulis miliki dan juga keterbatasan dalam memperoleh data. Tetapi berkat banyaknya bimbingan, bantuan dan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Zulazmi Mamdy, MPH sebagai Dekan Fakultas Kesehatan yang telah memberikan masukan dan bimbingan selama masa perkuliahan. 2. Ibu Retno M, SKM, M.Kes, sebagai Pembimbing Akademik yang bersedia dan sabar membimbing selama masa perkuliahan. 3. Bapak Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi pertama yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Emma Rachmawati, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi kedua yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Arif Setyawan, SKM, M.Kes, sebagai Kepala Program Studi yang bersedia memberikan informasi dan masukannya selama masa perkuliahan.

Menur.A) . Mama..Je’taime Beacoup. Erwan syahri yang memberikan ketulusan kasih sayangnya dan mensupport penulis penuh tanpa ia sadari. Mas Anggit. Anak-anak konversi 2006 dan regular 2004 (Mpuz.. 26 Juni 2008 (Martdini. Jakarta. ) 10. Mba lilies. Ptot.70 6. ( Tanpa kalian.. doa.).Dr. Mas Edy dan my little angel Bagas (kamu adalah hadiah terindah untuk tante. Mpy. Nyos. staff dan karyawan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prof. 11. Mba Ai yang senantiasa memberikan support. 8. aku bukanlah apa-apa…. Ayah. bantuan yang tidak ternilai besarnya kepada penulis.K. Papa.Dr. puskesmas Meruya Selatan 1. Seluruh dosen. Cinta.Hamka Jakarta Selatan 7. Tante Ganduik. Tante Omponk. Bunda..Hamka. penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan dan semoga ALLAH SWT merahmati dan memberikan kebaikan bagi kita semua.n Dini maaci jadi oponentna. Ketua dan Anggota Panitia Ujian Seminar Proposal Skripsi Universitas Muhammadiyah Prof. Pihak Puskesmas Kecamatan Kembangan.de’. pihak Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.) Akhir kata.). baby. (I luv u. 9.

70 DAFTAR SINGKATAN A ASI = Air Susu Ibu D DEPKES RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia G GBHN = Garis Besar Haluan Negara Gakin = keluarga miskin K KIA = Kesehatan Ibu Dan Anak P PHBS = Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PKMD = Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa Promkes = Promosi kesehatan. R RAKERNAS = Rapat Kerja Nasional Repelita = Rencana Pembangunan Lima Tahun RS = Rumah Sakit S SDM = Sumber Daya Manusia SP2TP = Sistem Peloporan dan Pencatatan Terpadu .

70 SWOT = Strenght Weakness Opportunities Threats T TV = Televisi W WHO = World Health Organization .

. Mediasi kesehatan adalah nasihat dalam bidang kesehatan 6.70 DAFTAR ISTILAH 1. 12. Upaya kuratif adalah upaya yang dilakukan dalam hal pengobatan. Kondisi kondusif adalah keadaan lingkungan yang mendukung. Hak yang absolute adalah hak yang penuh terhadap pilihan sendiri.faktor yang mempengaruhi kesehatan. Kontradiksi adalah kerancuan atau hal yang bias dan bertentangan. 17. Metode persuasive adalah metode yang mengajak orang lain untuk berperan serta. 14. 7. Implementasi adalah pelaksanaan. 9. Identifikasi adalah mengelompokan sesuai dengan kriteria. 5. 15. Gambaran riil adalah gambaran kenyataan atau fakta yang ada dilapangan. Kegiatan komprehensif adalah kegiatan yang menyeluruh atau terpadu. Stake holder adalah pemegang peraturan atau pihak-pihak yang terkait. 4. 10. Determinan kesehatan adalah faktor. Cross check adalah menyamakan dan membandingkan sesuatu hal hingga mendapatkan hasil yang valid. 3. Program yang terintregrasi adalah program yang menyatu. 2. 16. 11. Kontribusi adalah memberi masukan pada input. 13. Metode paternalistik adalah metode yang menggunakan orang yang berpengaruh dalam hidup klien untuk berperan serta. Double jobs desk adalah pekerjaan rangkap tugas. 8.

. Tabel 5.70 DAFTAR TABEL Tabel 1.4 Rencana kegiatan program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. Luas wilayah.2. Sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas kecamatan kembangan Tabel 3. Tabel 2. Tabel 4. Jumlah penduduk puskesmas kecamatan kembangan….rt. di wilayah puskesmas kembangan…. Pengertian mengenai obyek studi……………………………. Tabel 2.1. Tabel 2. rw.3 Jumlah tenaga medis dan non medis di wilayah kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. .5. Sarana promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya selatan I………. Karakteristik informan internal dan ekternal…………… Sarana promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan………. Puskesmas kelurahan di wilayah puskesmas kembangan……… Tabel 2. jumlah.

1. Gambar 5..Alur proses promkes di puskesmas kecamatan kembangan……. Fish bones perumusan masalah promosi kesehatan…………… . Dr.1.70 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Gambar 4.1..1. Kerangka penelitian oleh Linda Ewless………………………… Gambar 3. Alur promosi yang digunakan dalam buku pedoman promosi kesehatan…. Gambar 2. Soekidjo Notoadmodjo……. Kerangka penelitian oleh Prof.1.

AKADEMI KEPERWATAN PERTAMINA (Tahun 2003-2006) 5. Sekretaris ROHIS SMUN 90 .70 BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa Alamat No Telepon NPM Peminatan Pendidikan : Martdini Kurnia Anggraeni : Komplek Deplu no 1 Pondok Aren Tangerang : 08129036486 / 7356230 : 0605017005 : Managemen Administrasi Kesehatan : 1. SMP Cendrawasih (Tahun 1997-2000) 3. Bendahara OSIS SMP Cendrawasih 2.HAMKA (2006-sekarang) Tempat Tanggal Lahir: Jakarta. STRATA 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROFESOR DR. SD Cendrawasih (Tahun 1991-1997) 2. 06 Maret 1985 Pengalaman Organisasi : 1. SMUN 90 (Tahun 2000-2003) 4.

BIODATA MAHASISWA……………………………..Permasalahan……………………………………………………..Tujuan Penelitian…………………………………………………..Sejarah Promosi Kesehatan……………………………8 2....6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2...Promosi Kesehatan…………………...I......……...1..5 I........Ruang Lingkup Penelitian………………………………………….................2.Visi dan Misi Promosi Kesehatan…………………….3...3............1...............5 I..Manfaat Penelitian…………………………………………………....4. DAFTAR SINGKATAN……………………………………....………………....……………………………7 2...............…………………........Tujuan Umum………………………………………….. DAFTAR TABEL………………………………………………………………… DAFTAR BAGAN/ GRAFIK……………………………………………………....5 I..1..Tujuan Khusus………………………………………...3.70 DAFTAR ISI COVER ABSTRAK....5 I............ DAFTAR ISTILAH……………………………………………………….. KATA PENGANTAR…………………………………………………………….9 .......... BAB I PENDAHULUAN I.....5.. DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………....……....... PERNYATAAN PERSETUJUAN ……………….....1...........2....1 I....2.........I Latar Belakang…………………………………………………. DAFTAR ISI……………………………………………………………....................4 I...…...

2. 5....…..35 4.…………….70 2.Validitas Data……………………………………………………38 BAB V... ………..5..7.……………………………….21 2.1.24 BAB III. Demografi…………………………………………………………… .Ruang Lingkup Promosi Kesehatan…………………. Kerangka Teori….14 2. METODE PENELITIAN 4..2.6 Penyuluhan…………………………………………..3..4.15 2.2.16 2.34 4.3.1.1...KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.3.34 4.Informan Internal…………………………………..1 Topografi dan geografi……………………………… 5.2..Lima Pendekatan Promosi Kesehatan……………….….1. HASIL PENELITIAN 5...Jenis dan Sumber Data……………………………………….1.2.2.……. Gambaran umum puskesmas kecamatan kembangan…………….Definisi Puskesmas………………………………….2.1.2..Informan Eksternal……………………………….Pengumpulan Data………………………………………………36 4.Sasaran Promosi Kesehatan…………………………..Collecting Data Penelitian………………………………………..2.6..8..1..4..3.4..29 3.12 2.19 2.3.27 3.……..1.1...1..Peran dan Fungsi Puskesmas……………………….19 2.30 BAB IV.22 2. Definisi Istilah….Sejarah Perkembangan Puskesmas………………….2.36 4.………….Design Penelitian…………………………………………… …..35 4.…. Puskesmas……………………………………………………….3.…34 4.……………....5.Informan…………………………………………………………34 4.Pengolahan Data dan Analisa Data…………………………….Lokasi dan Waktu Penelitian………………………………….36 4..Program Pokok Puskesmas…………………………. Kerangka Konsep………………………………………..

..4.6. Variabel output………………..1. 5.Visi puskesmas kecamatan kembangan………… 5.1. Variabel input………………………. 6. Pembahasan penelitian…………………………….3.2. Kesimpulan…………………………………………. 5.3. Variabel proses………………..3.3.Misi puskesmas kecamatan kembangan………. 6.1. 6. 6.70 5.1.. Karakteristik informan………………………. Upaya peningkatan mutu pelayanan………. 5.6.3.3. Hasil wawancara dengan informan eksternal… BAB VI. 5.2.5. 6..2.. Jenis pelayanan. 5. Keterbatasan penelitian…………………………….2. 5.3.4.3.1.3.5. Variabel proses……………………….2.. indikator kinerja dan target puskesmas………… 5.2.Organizing………………….3. PEMBAHASAN 6.6..Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas.5.Directing……………………..2.3.2. 5. 6. Variabel output……………………….6.Fungsi menejemen dalam pelaksanaan promosi kesehatan… 6.2. Tujuan puskesmas kecamatan kembangan……. Planning……………………. . 5. 5.4. Program-program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan… 5.2.5. 5. Sasaran……………………………….3.1. KESIMPULAN DAN SARAN 7. 5.. Cara mencapai tujuan………………… 5.2.4. BAB VII.5.4.2. Hasil penelitian…………………………………………. Kebijakan mutu……………………………………. Controling…………………. 6.3.6. Hasil wawancara mendalam dengan informan internal… 5.3.3. 6. 5.2.5.. Variabel input………………….1.6.3. 5. Jenis pelayanan……………………………..6.1.2. Upaya kesehatan………………………….

yang berarti termasuk dalam menggali dan mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. dan Angka Kematian Bayi. dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. kemampuan. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran.2. Undang-undang Kesehatan no 23 Tahun 1992 memberikan batasan kesehatan adalah keadaaan sejahtera badan. 1999). jiwa. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi(Prijono. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di wilayah Republik Indonesia . Penetapan strategi kesehatan merupakan sebuah investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. Pembangunan Nasional merupakan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu.Visi Indonesia Sehat 2010 akan diwujudkan dalam program pembangunan kesehatan yang berdasarkan pada . Rencana strategis pembangunan kesehatan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu telah menetapkan visi baru Indonesia sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan masyarakat.(Depkes RI.1. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN I. Negara. Angka Kematian Balita. Saran…………………………………………………. Bangsa.70 7. 1994). dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis dan GBHN 1993 yang menggariskan antara lain bahwa sasaran pembangunan Repelita VI adalah tumbuhnya sikap kemandirian. Ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan sehat.

Program peningkatan promosi kesehatan dilakukan melalui pendekatan dengan 5 tatanan rumah tangga yaitu institusi pendidikan. terpadu dan berkesinambungan. (Depkes RI. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. serta pengutamaan manfaat (Depkes RI. 2007). Puskesmas sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang tidak hanya tertuju pada bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien didalam kamar periksanya saja. sebagai salah satu upaya dalam proses pemberdayaaan masyarakat untuk memelihara. maka bentuk pelayanan kesehatan yang ada ditengah masyarakat yang berubah bentuk menjadi suatu kegiatan yang sangat kompleks. (Depkes RI. Tetapi dengan makin tingginya kadar kehendak (medis) dan kadar tuntutan (demands) masyarakat terhadap kesehatan. baik sebagaimana yang dikemukakan oleh WHO maka ruang lingkup Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan sebenarnya sangat luas sekali. Puskesmas sebagai institusi yang bergerak dalam pelayanan kesehatan telah menempatkan program promosi kesehatan. Untuk mewujudkan keadaan perilaku masyarakat yang sehat sebagai wujud kemandirian masyarakat tidaklah mudah.Sesuai dengan luasnya pengertian sehat. tempat kerja dan tempat umum . yaitu paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga diri mereka melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promosi dan preventif. Penerapan paradigma baru. 1997). . utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi. (Notoadmojo. adil merata. Untuk itu promosi kesehatan harus dilakukan secara terarah.kelompok dan masyarakat . Pembangunan Kesehatan merupakan investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. melindungi dan meningkatkan kesehatan. Pembangunan kesehatan berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional . Program peningkatan perilaku sehat merupakan salah satu pokok program pembangunan kesehatan. institusi kesehatan. pemberdayaan dan kemandirian. 1974).70 perikemanusiaan. 2000). Banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merubah perilaku masyarakat yang sehat.

pengelolaan lingkungan. Puskesmas sebagai salah satu organisasi yang menyusun rencana kerja yang terarah dan berhubungan dengan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya harus mempunyai pemahaman tentang sistem yang akan dianut untuk memperlancar pelaksanaan programprogramnya. 2.) dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat diwilayah kerjanya. pendidikan kesehatan. Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan Tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu sebagai 1. Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang amat penting di Indonesia.) membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya. Puskesmas Kembangan merupakan salah satu Puskesmas Pembina yang terletak di Jakarta Barat telah melaksanakan promosi kesehatan di wilayah Kecamatan Kembangan meliputi 8 kelurahan yang diwakili oleh masing-masing . aktifitas apa yang telah dilaksanakan serta bagaimana pengelolaan sistem secara keseluruhan adalah bagian–bagian lainnya yang harus diketahui dalam pemahaman sistem tersebut. yaitu mengetahui dengan tepat sistem apa yang berlaku dalam organisasi tersebut.70 Kedalamnya harus termasuk bentuk pelayanan pengobatan. tepat dan mudah dievaluasi. Dalam suatu institusi atau organisasi diperlukan pemahaman tentang organisasi. Bagaimana cara pengambilan keputusan dari organisasi.) pusat pembangunan masyarakat diwilayahnya. salah satunya yaitu pemahaman tentang sistem yang dianut yang gunanya memaparkan bagaimana sistem pelaksanaan dari program tersebut berjalan dengan baik. ukuran-ukuran apa saja yang dipakai dalam menilai suatu keberhasilan serta komponen-komponen apa terdapat dalam organisasi. Kedalam pemahaman sistem tersebut. Pemahaman tentang sistem yang dianut merupakan pemahaman pertama yang harus dikuasai oleh setiap pembuat rencana. kepercayaan masyarakat dan lain sebagainya. adat istiadat. harus termasuk pula segala faktor lingkungan yang mempengaruhi hubungan dengan organisasi (sistem lainnya yang mempengaruhi sistem kesehatan) seperti keadaan sosial budaya. 3. masalah kesehatan para pekerja. upaya pengumpulan data kesehatan dan lain sebagainya.

70 puskesmas kelurahan khususnya wilayah puskesmas kecamatan Kembangan yang secara operasional dilakukan oleh seorang koordinator program dan dibantu oleh beberapa anggota. Permasalahan Harapan terhadap rencana awal program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas kesehatan.2.Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. Salah satu program yang dimiliki Puskesmas Kecamatan Kembangan yaitu promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. penulis berkeinginan untuk memberikan gambaran riil tentang program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan tersebut sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan perencanaan. . Sampai saat ini belum pernah dilaksanakan tinjauan terhadap kegiatan promosi kesehatan diPuskesmas Kecamatan Kembangan tersebut. Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08 /011. maka penulis menaruh perhatian untuk memberikan gambaran evaluasi kegiatan promosi kesehatan dan masalahnya agar dapat memberikan perbaikan bagi promosi kesehatan tersebutkan agar bertujuan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin di lingkup wilayah kerja Puskesmas tersebut. dan minimnya pendanaan yang khusus di alokasikan terhadap program promosi kesehatan ini. Puskesmas Kembangan adalah puskesmas pemberi pelayanan kesehatan komprehensif yang juga mengarah kepada macam pelayanan yang mengutamakan segi specific protection and health promotion. penyediaan dan penyebaran media komunikasi kesehatan kepada masyarakat yang berguna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara. keterbatasan media komunikasi.Puskesmas Kecamatan Kembangan merupakan Puskesmas Pembina yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada di kecamatan dan ditunjuk sebagai penanggung jawab. I. pendidikan kesehatan. yang dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBN dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. melindungi dan meningkatkan kesehatannya (WHO). Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah keterbatasan tenaga kerja double desk job.

b.5. c. dana. Untuk mengetahui faktor proses promosi kesehatan yang terdiri antara lain program peningkatan kesehatan masyarakat.3 Tujuan penelitian 1. 1.1.4. tenaga SDM yang ada. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan sistem promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan di Jakarta Barat. program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. penyuluhan berkala dalam per 3 bulan. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan skripsi ini. keterpaduan antar lintas program. sarana. advokasi. penyebaran media promosi kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan dalam bentuk laporan tahunan.3. 1. Bagi Puskesmas . Untuk mengetahui faktor input promosi kesehatan yang terdiri antara lain fasilitas yang tersedia. Tujuan Khusus a. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini sebagai penelitian yang menggambarkan pengelolaan pelaksanaan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan yang sedang berjalan.70 I.2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2008 dengan menggunakan sistem pendekatan dimulai dari gambaran ketenagaan.dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. 1. PHBS. metode yang digunakan. material yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan. bina suasana. Untuk mengetahui faktor output promosi kesehatan yang terdiri antara lain terlaksananya program promosi kesehatan. dan mekanisme proses kegiaatn yang ada serta gambaran hasil dari pelaksanaan program tersebut 1. gerakan pemberdayaan masyarakat.3.

Mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang menjadi masalah dan kendala promosi kesehatan serta bagaimana mengatasinya. promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan . Menambah 3. Memperoleh pengetahuan tentang pelaksanaan-pelaksanaan dan hambatan Kembangan.Hamka. b. Bagi Penulis Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian tentang pelaksanaan program kesehatan khususnya promosi kesehatan. Bagi Fakultas Kesehatan Muhamadiyah Profesor Dr. 2.70 a. pengetahuan tentang implementasi promosi kesehatan setingkat puskesmas.

JAKARTA BARAT TAHUN 2008 xiv +128 Halaman+ 10 Tabel + 5 Gambar+ 7 Lampiran ABSTRAK Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. dimana data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara mendalam terhadap . dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.DR.70 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif. selain itu puskesmas juga membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya oleh karena itu tujuan dari penelitian ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan program promosi kesehatan diwilayah kerjanya. HAMKA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PEMINATAN MANAJEMEN ADMINISTRASI KESEHATAN Skripsi : Agustus 2008 MARTDINI KURNIA ANGGRAENI TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SEKCAMATAN KEMBANGAN.

lalu diletakan dalam formulir promosi kesehatan dan disajikan dalam laporan profil tahunan. penempatan sumber daya manusianya diharapkan sudah sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas. dokumen dan literatur yang ada.2007). Program promosi kesehatan ini sudah berjalan cukup baik karena sudah mencapai indikator yang diinginkan Dana yang belum mencukupi untuk program ini diharapkan dapat dilakukan perencanaan anggran dana lebih baik dan lebih memperjuangkannya ke pemerintah daerah Jakarta Barat.70 informan yang berkompeten dibidangnya dan data sekunder melalui arsip. Program promosi kesehatan sudah dilaksanakan sejak awal berdiri puskesmas kecamatan kembangan berdiri. . laporan-laporan. Daftar Pustaka : 31 (1984 . Prosesnya diawali dari pelaporan dari puskesmas pembantu ke puskesmas kecamatan melalui sistem pelaporan sp2tp dan pelaporan per triwulan.

Promosi kesehatan adalah tentang meningkatkan status kesehatan dari individu dan komunitas. memajukan. dan meningkatkan kesehatan fisik melalui upaya masyarakat yang meliputi kesehatan lingkungan. Promosi Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat (Winslow) adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit. dukungan sosial. pendidikan dan penyuluhan kesehatan. transportasi. pangan. mediasi dan pemberdayaan (fungsi utama promosi kesehatan). pengucilan sosial. dan secara kolektif.70 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Determinan yang mempengaruhi kesehatan adalah diterminan fisik (lingkungan. yang apabila . iklim). memperpanjang usia. sebab banyak faktor diluar pendidikan kesehatan tidak dapat diintervensi kecuali dengan regulasi. Promosi dalam konteks kesehatan dapat diartikan sebagai memperbaiki kesehatan. ekonomi. cuaca. diterminan biologi (virus. dan legislasi yang dilakukan dengan cara advokasi. aspek promosi kesehatan yang mendasar adalah bahwa ia bertujuan melakukan pemberdayaan sehingga orang memiliki kontrol yang lebih besar terhadap aspek-aspek kehidupan mereka yang mempengaruhi kesehatan. Menurut WHO Ottawa Charter (1996) Promosi Kesehatan atau Health Promotion is the proses of enabling people to increase control over and thereby improve their health. kehidupan sehari-hari. bakteri. religi) determinan pokok kesehatan adalah aspek sosial. pekerjaan. diterminan sosial (kesenjangan stress. pemberantasan penyakit menular. Pendidikan kesehatan bertujuan merubah perilaku kesehatan masyarakat tetapi tidak sanggup. parasit). pengobatan dini. serta menggerakan masyarakat memelihara kesehatannya.1. pengorganisasian pelayanan kesehatan. Oleh karena itu. mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada agenda perorangan maupun masyarakat.

1. 1998) adalah lingkungan. Persepsi ini diperoleh dari konsepsi “ sehat “ dalam hal seorang individu atau kelompok mampu. Istilah Health Promotion di dunia baru tumbuh tahun 1980. Kurun waktu 1965-1975 disebut era pendidikan kesehatan. Menurut (Dachroni.70 diartikan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara. pelayanan kesehatan. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh (Effendi. 2. Oleh karena itu. oleh. bukan tujuan hidup . meningkatkan dan melindungi kesehatannya. disatu sisi untuk mewujudkan aspirasi dan memuaskan kebutuhan hidup dan disisi yang lain untuk mengubah atau mengatasi tantangan lingkungan. komunikasi. 2002) kurun waktu 1945-1965 (awal merdeka) merupakan peletakan dasar promosi kesehatan. agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat. sehat dinilai sebagai sumber untuk kehidupan sehari-hari. sebelumnya dikenal dengan istilah pendidikan kesehatan. informasi. perilaku. Menurut Departemen Kesehatan RI promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan faktor kesehatan melalui pembelajaran dari. Kesamaan arah istilah-istilah tersebut adalah upaya membantu masyarakat agar meningkatkan kesehatannya.1. Istilah tersebut memiliki persamaan arah.ia merupakan konsep positif untuk mencakup sumber-sumber sosial dan perorangan maupun kapasitas fisik. sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan yang berwawasan kesehatan. Promosi Kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik didalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. penyuluhan kesehatan masyarakat. sedangkan di Indonesia baru pada tahun 1990-an. Menurut American Health Foundation. Pada kurun tersebut pendidikan kesehatan berpaku pada upaya untuk membantu masyarakat . untuk dan bersama masyarakat. edukasi dan pemasaran sosial bidang kesehatan dan lain-lain. Sejarah dari pendidikan kesehatan ke promosi kesehatan. tetapi masing-masing istilah mempunyai tekanan sendiri-sendiri. Pada waktu itu dibentuk Medische Hygiene Propaganda untuk menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan melalui publikasi.

yakni:” meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Pada tahun 1985-1995 menjadi pusat penyuluhan kesehatan masyarakat di lingkungan Sekretaris Jendral. dan lain-lain. maupun WHO.Visi umum promosi tidak terlepas dari undangundang kesehatan no 23/1992. Pada waktu berkembang istilah penyuluhan kesehatan masyarakat. 2.70 mengenali masalah kesehatannya dan dapat mengatasi masalah kesehatannya tersebut. mobilisasi sosial. Kurun waktu 1975-1995 merupakan era penyuluhan kesehatan. c. Misi promosi kesehatan dapat dirumuskan menjadi 3 butir: . Organisasi Departement Kesehatan berkembang menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat (1975-1984). Istilah yang digunakan mulai bervariasi seperti: pemasaran sosial. baik fisik .) Memampukan ( Enable). 1.Sementara itu konsep promosi kesehatan mulai berkembang di Indonesia. Dalam konteks ini adalah apa yang diinginkan adalah promosi kesehatan sehingga penunjang promosi – promosi kesehatan lain.2 Visi dan misi promosi kesehatan Promosi kesehatan harus mempunyai visi yang jelas. Kurun waktu 1995-saat ini disebut sebagai era promosi kesehatan.1.) Advokat ( Advocate) Melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan tersebut mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu didukung melalui kebijakan-kebijakan atau keputusan mutakhir. b. Sementara itu struktur organisasi Departemen kesehatan ada bagian pendidikan kesehatan masyarakat di lingkungan biro pendidikan Departemen Kesehatan yang selanjutnya nanti berkembang menjadi direktorat. mencapai visi tersebut.) Menjembatani ( Mediate) Adalah menjadi fasilitator dan menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan. mental atau sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Misi promosi kesehatan adalah upaya yang harus dilakukan untuk a.

gotong royong kesehatan dan pelatihan ketrampilan dalam rangka . penyuluhan dan sebagainya. Strategi promosi kesehatan Yaitu cara untuk mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara efektif dan efisien. Pemberdayaan masyarakat Pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atau utama promosi kesehatan. Dukungan Sosial Kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat baik formal (guru. c. Tujuan adalah agar para pembuat keputusan ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Misalnya: Pelatihan mengenai bagaimana bertani yang baik. 2. bentuk kegiatan ini antara lain : pelatihan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh keluarga. instruksi dan sebagainya yang menguntungkan kesehatan publik. camat. Bentuk kegiatan ini. bercocok tanam obat-obatan tradisional. undang-undang. pos obat desa. berupa : Penyuluhan kesehatan. antara lain dalam bentuk : peraturan.Tujuan kegiatan ini adalah agar kegiatan atau program kesehatan tersebut memperoleh dukungan dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama. lurah. dan sebagainya dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga kemampuan dalam memelihara dan juga meningkatkan kesehatan keluarga dapat optimal. b. lokakarya. tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Advokasi Adalah kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik dibidang kesehatan maupun sektor lain dluar kesehatan yang memiliki pengaruh terhadap publik.) maupun informal ( tokoh masyarakat dan sebagainya) yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat. cara berternak. seminar. petugas kesehatan dan sebagainya.70 Memberikan kemampuan atau ketrampilan kepada masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Strategi-strategi global ( Global Stategic ) menurut WHO (1984) antara lain: a. koperasi simpan pinjam.

mampu mencegah penyakit dan mampu meningkatkan kesehatan. peternakan. mencari pengobatan yang layak.70 peningkatan pendapatan keluarga (latihan menjahit. hal ini berarti bahwa masing-masing individu didalam masyarakat seyogyanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik terhadap cara-cara memelihara kesehatannya. b. mengenal penyakitpenyakit dan penyebabnya. Gerakan Masyarakat (Community Action) . Organisasi masyarakat serta pengelola tempat-tempat umum. pertukangan. (1986) a. Kegiatan mereka diharapkan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non fisik yang mendukung atau kondusif terhadap kesehatan masyarakat . melainkan juga masalah masyarakat sendiri (consumer) oleh sebab itu penyelenggara pelayanan ( provider) dan pihak penerima pelayanan (consumer).) 3. dan sebagainya. e. d. sehingga dikeluarkannya atau dikembangkannya kebijakan–kebijakan pembangunan dibidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatannya bagi masyarakat. Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak memberikan pelayanan (provider) baik pemerintah maupun swasta saja. c Reorientasi pelayanan kesehatan / menata kembali arah pelayanan masyarakat. Lingkungan yang mendukung ( Supportive Enviroment) Kegiatan untuk mengembangkan kemitraan dan suasana yang mendukung kegiatan ini ditujukan kepada para pemimpin. Kebijakan berwawasan kesehatan ( Health Public Policy) Kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan. Strategi promosi kesehatan berdasarkan piagam Ottawa Charter. Keterampilan individu (personil skill) Meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personil skill) adalah sangat penting.

1. wanita memanfaatkan klinik keluarga berencana dan para pria dewasa melakukan test darah. c. Sehingga mereka mengambil gaya hidup sehat. Pendekatan ini melibatkan intervensi kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. mungkin dengan menggunakan metode persuasif maupun paternalistik sebagai contoh memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk di imunisasi. Pendekatan perubahan perilaku. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individual masyarakat. kanker. bagaimana cara agar memelihara gigi tetap sehat. 2003) a. Oleh sebab itu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat akan lebih efektif apabila unsur-unsur yang ada dimasyarakat tersebut bergerak bersama-sama. Contoh-contoh yang termasuk didalamnya antara lain:mengajari orang bagaimana cara menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.3 Lima pendekatan promosi kesehatan dan tujuannya. dan jantung.70 Kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok. Pendekatan Edukasional / pendidikan. Pendekatan Medik Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medik seperti penyakit infeksi. 2. yang dapat memperjelas tujuan dan nilai-nilai dan mengidentifikasi suatu kerangka yang terdiri dari 5 pendekatan bagi promosi kesehatan dan nilai-nilai yang melekat pada masing-masing pendekatan (Notoadmodjo. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medik dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh terhadap prosedur yang dianjurkan. Beraneka model promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan adalah alat analisis yang berguna. Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan serta membuat keputusan yang mungkin ditetapkan atas dasar informasi yang ada informasi tentang . b. keluarga dan individu.

Program pendidikan kesehatan sekolah. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. Pendekatan perubahan sosial/ masyarakat. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka dan mengubah masyarakat memiliki komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pentingnya pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu. dan siapa saja yang memiliki hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. . d. ketrampilan. kemampuan berkontribusi. Bantuan untuk membuat keputusankeputusan itu dan mengadopsi praktik-praktik kesehatan baru dapat pula ditawarkan. Pendekatan berpusat pada klien / individual. yang membantu orang mengidentifikasi kepedulian–kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadinya perubahan. supaya dapat membuatnya lebih mendukung keadaan yang sehat.70 kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap dan membuat keputusan mereka sendiri. misalnya: Membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat tidak hanya memperoleh pengetahuannya saja. akan menghargai hak individu untuk memilih perilaku mereka sendiri. pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai sentral dari tujuan ini. e. Pusatnya adalah mengubah masyarakat bahkan pada perubahan perilaku individunya. sosial. Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan dan membuat keputusan dan perilaku mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. dan ekonomi. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mengangkat persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka. klien dihargai sama yang memiliki pengetahuan. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberikan arti tinggi proses pendidikan.

Sasaran Sekunder (Secondary Target) Adalah sasaran kelompok ini terdiri dari Para tokoh masyarakat.1. maka sasaran promosi kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok. dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak). bimbingan. disebut sasaran sekunder.penyusunan program-program kesehatan. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) . Sasaran Tersier ( Tertiary Target) Adalah para penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun di daerah. antara lain: a. ibu hamil. tokoh keluarga. Tugas pokok Promosi kesehatan adalah melaksanakan perumusan kebijakan teknis. tokoh adat dan sebagainya. b. sasaran tersier promosi kesehatan dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder) dan masyarakat pada umumnya (sasaran primer) upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan advokasi (advocacy).70 2. karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. Sasaran Primer (Primary Target) Adalah sasaran langsung dari upaya promosi kesehatan adalah masyarakat. dan pelaksanaan promosi kesehatan dan terbagi menjadi beberapa bagian antara lain: Perumusan kebijakan teknis promosi kesehatan. Sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. pelaksanaan .4 Sasaran promosi kesehatan Berdasarkan pertahapan upaya promosi kesehatan ini.Upaya ekonomi kesehatan pada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social support) c. anak sekolah untuk kesehatan remaja dan sebagainya.

Promosi kesehatan di tempat umum. Keluarga atau rumah tangga adalah unit masyarakat terkecil. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga). (Notoadmodjo. Sekolah. bandara dan lain sebagainya. Kunci pendidikan kesehatan di sekolah adalah guru. d. seminar. merupakan peletak dasar perilaku dan terutama perilaku kesehatan bagi anak-anak mereka. pasar.5 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan Tatanan Pelaksanaan Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan maka ruang lingkup promosi kesehatan ini dapat dikelompokkan menjadi : a. oleh sebab itu perilaku guru harus dikondisikan melalui pelatihan-pelatihan kesehatan. b. terutama guru sangat dipatuhi oleh murid-muridnya. pembinaan kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan. c. Tempat-tempat umum ini mencakup terminal. Promosi kesehatan di tempat kerja. Promosi Kesehatan pada tatanan sekolah. lokakarya dan sebagainya. Tempat kerja merupakan tempat orang dewasa memperoleh nafkah untuk keluarga.1. Karena orang tua. disamping . 2002) 2. terutama ibu.70 promosi kesehatan. Para pengelola tempat umum merupakan sasaran promosi kesehatan agar mereka melengkapi tempat umum dengan fasilitas yang dimaksud.Lingkungan kerja yang sehat (fisik dan non fisik) akan mendukung kesehatan pekerja dan akhirnya akan menghasilkan produktifitas yang optimal. Sekolah merupakan perpanjangan tangan pendidikan kesehatan bagi keluarga.

kelompok. Adapula pengertian yang lainnya adalah kegiatan yang dilaksanakan agar individu. maka ia akan belajar dengan lebih baik daripada hanya mendengarkan saja. Poliklinik Rumah bersalin. (f) Dasar-dasar Pola pendekatan: Untuk . Adapula prinsip-prinsip belajar mengajar antara lain: (a) Membuat motivasi: Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat sehingga dengan menciptakan motivasi yang tepat. Oleh sebab itu pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan ini.70 melakukan imbauan-imbauan kebersihan dan kesehatan bagi pemakai tempat umum. e. 1982). maupun masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat. (Depkes. dan sebagainya). 2. Prinsip-prinsip dalam penyuluhan kesehatan. Maka penyuluhan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. tahu bagaimana caranya dan melakukan apa saja yang biasa dilakukannya baik secara perorangan maupun perkelompok dengan meminta pertolongan bila perlu.6 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau suatu komponen dari program kesehatan dan kedokteran . (e) Menggunakan indra sebanyak mungkin: Dalam penyuluhan kesehatan hendaknya dilengkapi dengan alat peraga dan disertai dengan simulasi.1. motivasi karena ingin prestasi. motivasi karena untuk menghindarkan hukuman.Bentuk-bentuk motivasi antara lain: motivasi karena ingin tahu. (c) Partisipasi: Kalau seseorang “terlibat aktif “dalam proses belajar. (b) Disesuaikan dengan kebutuhan: Seseorang akan mau belajar jika dengan belajar ia bisa memenuhi kebutuhan yang dirasakannya. motivasi karena ingin bersaing. dapat mendorong seseorang untuk belajar. demonstrasi dan bila mungkin dengan mencoba dilapangan dan melibatkan semua peserta hingga hasilnya lebih baik. motivasi karena tertarik dengan keuntungan. Puskesmas. Fasilitas pelayanan kesehatan mencakup rumah sakit (RS. (d) Pengulangan: Pengulangan sangat membantu proses belajar asalkan tidak terlalu sering sebab dapat menimbulkan kebosanan.

pengembangan tenaga. pembinaan peran serta masyarakat. ada timbal balik karena komunikasi terjadi 2 arah. penggalian dana dan daya dari masyarakat perlu digalakkan didalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat. tanya jawab. Dilaksanakan melalui ceramah. Kebaikannya adalah interaksi lebih akrab. dilaksanakan melalui radio.. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta. demonstrasi. (d) Pendekatan edukatif: Dalam pelaksanaan edukatif ada 3 komponen yang saling berkaitan antara lain komunikasi-informasi. biaya. koran.2. (b) Pendekatan kelompok: Dengan sasaran adalah kelompok kader kesehatan. poster. Waktu itu dibicarakan upaya . evaluation (menilai baik buruknya). penanggulangan masalahmasalah kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan tingkat pertama. adoption (mengadopsi terjadi perubahan perilaku). dan sebagainya. dan sebagainya.1998). Sejarah perkembangan puskesmas (Effendi. Penyuluhan kesehatan berdasarkan sasaran dan tugas yang ingin dicapai dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: (a) Pendekatan Massa: Dengan sasaran adalah massa (masyarakat luas). Kebaikannya adalah mencapai banyak sasaran dalam waktu singkat. Kejelekannya perlu banyak biaya dan tenaga. Dilaksanakan melalui tatap muka.2.1. majalah. waktu . tetapi belum terjadi perubahan perilaku biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut: awereness (sekedar ingin tahu). Walau tujuan akhir dari penyuluhan kesehatan adalah perubahan perilaku. Di Indonesia. leaflet. membina masyarakat seutuhnya. Keburukannya adalah perlu banyak tenaga. interest (tertarik). Dalam pelaksanaan edukatif penekanan pokok terdapat pada pemecahan masalah melalui proses pemecahan masalah. 2. Kejelekannya adalah komunikasi serarah sehingga besar kemungkinan salah penafsiran. trial (mencoba). tv.70 pembangunan. kelompok penderita penyakit tertentu di RS. (c) Pendekatan perorangan: Sasarannya adalah perorangan/Individu. Puskesmas 2. Kebaikannya adalah interaksi akrab.

Tipe B yang dipimpin oleh dokter tidak penuh.000 jiwa. maka salah . untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu kecamatan.000 sampai 50.000 jiwa. pembagian puskesmas dibagi menjadi 3 kategori yaitu:Puskesmas Tipe A yang dipimpin oleh dokter penuh. Tipe C yang dipimpin oleh tenaga medis. Puskesmas Kecamatan. Pada tahun 1970 ketika dilangsungkannya Rapat Kerja Kesehatan Nasional dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai karena untuk puskesmas tipe B dan C tidak dipimpin oleh dokter penuh atau sama sekali tenaga dokternya. Pada Rakerkesmas ke II tahun 1969. sehingga dirasakan sulit untuk mengembangkan. Pencegahan penyakit menular dan lain sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. maka sejak rapat REPELITA III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah dengan penduduk sekitar 30. antara lain: Puskesmas Desa. nomor 7 tahun 1975 dan nomor 4 tahun 1976. Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat I kedalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS) Dan saat itu Puskesmas dibedakan menjadi 4 macam. berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga dokter disemua wilayah tingkat kecamatan seluruh pelosok tanah air. Balai Pengobatan. Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita ke II tahun 1979 yang lalu dan ini yang lebih dikenal dengan konsep wilayah. Sesuai dengan perkembangan dan kemampuan pemerintah keluarkannya Instruksi presiden. Sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas di daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki penduduk sekitar 30. Puskesmas Kelurahan.000 jiwa.70 mengorganisasi sistem pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dilihat dari kegiatan-kegiatan seperti Balai Kesehatan Ibu dan Anak. Oleh karenanya sejak tahun 1970 ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30. Puskesmas Kabupaten . Kesehatan no 5 tahun 1974.

1987) Puskesmas adalah “suatu unit organisasi fungsional yang professional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. 1981) Puskesmas adalah “sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. 1987) Puskesmas adalah “salah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan .” (Depkes RI.2. 1980). (Azwar.” (Depkes RI. di antaranya: Puskesmas ”adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. yaitu: Puskesmas Kecamatan (Puskesmas Pembina) dan Puskesmas Kelurahan (Puskesmas Pembantu) 2.2. Puskesmas adalah “suatu kesatuan organisasi yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintregrasi kepada masyarakat diwilayah tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok.70 satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penanggung jawab dan disebut dengan nama puskesmas Pembina. Maka sejak itu puskesmas dibagi menjadi 2 kategori seperti sekarang ini.” (Depkes RI. Puskesmas yang ada dikelurahan disebut puskesmas pembantu. Definisi Puskesmas Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perubahan dan atau perkembangan dan juga tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini.”.

3.1998). Selain itu membantu masyarakat dan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri dan lingkungan disekitarnya. 1998) 2. . pengobatan. Pelayanan Kesehatan Antara lain adalah Rawat jalan kesehatan dasar pemeriksaan. 1991) Puskesmas adalah “pelayanan yang meliputi pelayanan promotive (peningkatan kesehatan ). pelayanan curative ( pengobatan) dan rehabilitatif ( pemulihan kesehatan ) yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin. dan obat-obatan). pelayanan preventive ( pencegahan) . Selain itu. kaya miskin sejak pembuahan sampai tutup usia. puskesmas membina bagaimana cara menggali potensi sumber daya baik alam maupun manusianya di dalam masyarakat untuk lebih efisien secara optimal.70 terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. usia. Peran dan Fungsi Puskesmas. “(Depkes RI. Puskesmas juga membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat. Dan puskesmas juga berfungsi memberikan pelayanan dasar secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. (DepKes RI .2. rawat jalan kesehatan semi spesialis atau spesialis.Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya kuratif Jenis-jenis pelayanan di Puskesmas meliputi: a.”(Depkes RI. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. Dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diwilayah kerjanya serta disesuaikan dengan fungsi Puskesmas dan kemampuan sumber daya yang ada. suku.

70 perawatan tindakan khusus. peningkatan pelayanan kesehatan dasar. peningkatan peran serta masyarakat. b. c. rawat inap rumah bersalin. yakni Unit pelayanan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga dari Puskesmas. peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Antara lain adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Dalam pelaksanaannya Puskesmas memiliki fasilitas penunjang yang dilakukan oleh petugas kesehatan antara lain: a. sarana dan prasarana. management keuangan. Puskesmas Pembantu. dan lain-lain. peningkatan survailans dan epidemiologi. rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. Managemen Antara lain adalah management mutu. yakni Unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. c. Bidan desa Pada setiap desa yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan maka ditempatkanlah seorang bidan desa yang kemudian bertempat tinggal dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas . Puskesmas Keliling. b. management sumberdaya manusia. peningkatan gizi komuitas.

Adapula wilayah kerja bidan desa adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3. Keluarga Berencana. Meskipun demikian kegiatan pokok di Puskesmas yang lazim antara lain: Kesehatan Ibu dan Anak. Kesehatan Gigi dan Mulut. . Program Pokok Puskesmas Setiap Puskesmas memiliki program pokok yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan. visi dan misi yang ingin dicapai oleh pemerintah setempat dan pusat. Kesehatan Lanjut Usia. Setiap kegiatan pokok yang ada di puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa. dan dalam rangka partisipasi implementasi Sistem Informasi Kesehatan adalah Pencatatan dan pelaporan secara terpadu (SP2TP). Kesehatan Olahraga. Usaha Peningkatan Gizi. Unit Gawat Darurat.4. Kesehatan Sekolah.2. Kesehatan Mata. Bidan desa memiliki tugas utama yaitu membina peran serta masyarakat melalui pembinaan kelompok masyarakat. Karena Puskesmas merupakan pusat pembangunan kesehatan tingkat I . Kesehatan Kerja.(PKMD). Perawatan Kesehatan Masyarakat.000 jiwa. kemampuan SDM dan fasilitas kesehatanya. maka pemerintah daerah harus siap meningkatkan fungsi Puskesmas agar lebih mandiri dalam pelaksanaan kegiatannya. Namun tetap pada tujuan. Penyuluhan Kesehatan / Promosi Kesehatan. Kesehatan Lingkungan. 2. Laboraturium sederhana. Kesehatan Jiwa. Pembinaan Pengobatan Tradisional.70 setempat. disamping memberikan pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan bersalin di rumah penduduk. Oleh karena itu kegiatan pokok yang ada dipuskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya.

N.1 Keturunan Pelayanan Kesehatan Status kesehatan Lingkungan Perilaku Presdisposing Factors (Pengetahuan.perilaku Petugas. Kepercayaan.70 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku oleh Prof.Nilai) Enabling Factors (Ketersediaan Sumbersumber atau fasilitas) Reinforcing Factor (Sikap.Dr.Tradisi.Sokiedjo. Sikap.Peraturan) Sasaran/ Komunikasi (Penyuluhan) (Pelatihan) Pemberdayaan Masyarakat (Pemberdayaan Sosial) Training Promosi Kesehatan . tahun 2000 Gambar 1.

1 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi kesehatan bagian ke 2 oleh Linda Ewles tahun 1994. Mengelola. 2000) Gambar 2. 1994) .70 (Sumber: Notoadmodjo. Merencanakandan Mengevaluasi Komunikasi dalam kesehatan masyarakat Penyuluhan Terhadap sasaran promosi kesehatan Kompetensi Inti dalam Promosi Kesehatan Memasarkan dan Publikasi Memfasilitasi Sarana dan Prasarana Kebijakan yang berlaku (Sumber: Ewles.

b. maka dibuatlah kerangka konsep berikut ini: Menurut DepKes 1993. Keluaran (Output) yang terdiri dari pelaksanaan sebuah kegiatan promosi kesehatan Dari tinjauan kepustakaan serta kerangka teori. keterpaduan lintas program dan sektoral. yang dimaksud dengan kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau ikatan antara konsep satu dengan konsep yang lain yang sedang diteliti. Kerangka Teori Untuk melihat keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan untuk memudahkan menjelaskan arah tulisan serta untuk memudahkan pelaksaanaan studi ini . 2005) . BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH 3. pembinaan peran serta masyarakat. metoda dan data. komunikasi kesehatan. Proses yang terdiri atas kegiatan penyuluhan kesehatan. tenaga. Masukan (Input) adalah yang terdiri dari sumber daya.70 . (Notoadmodjo. c.1. upaya promosi kesehatan dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari sub sistem yaitu: a. teknologi. biaya.

Kerangka Konsep 1. Kemitraan (home visit. (Notoadmojo. membuat kesimpulan dan hasil akhir laporan. Advokasi 2. perlu sekali diberikan batasan yang bermanfaat mengarahkan kepada pengukuran variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur. Tenaga Setiap komponen dalam kerangka konsep diuraikan sebagai berikut: diluar gedung SDM 2. Sasaran 8. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data.musyawarah masyarakat. pengolahan /analisis data. pengklasifikasian data. Input adalah sasaran pendidikan (individu. Dana 4. Kegiatan Promkes 1. masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan). Fasilitas dan Sarana 3. Bina suasana 3.70 Didalam membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang sedang diamati. PHBS PROSES 1.poster anti merokok) . Data 5. Dalam studi ini penulis ingin mengetahui masukan yang ada dalam rencana pelaksanaan promosi kesehatan serta kegiatan yang dilakukan. Batasan promosi kesehatan tersirat unsur-unsur pendidikan yaitu: a. 2005). c. Proses adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain. Promkes 9. Strategi 6.Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang bersifat khusus. Gerakan pemberdayaan 4.survai mawas diri) 2. Output adalah melakukan apa yang diharapkan atau perilaku. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan.2. Kegiatan Promkes didalam gedung (Leaflet ASI ekslusif. promkes 7. OUTPUT INPUT 3. b. kelompok.

3. Skala Ukur wawancara 2 Sarana wawancara 3 Dana wawancara 4 5 Data Strategi promosi kesehatan Sasaran promosi kesehatan PHBS wawancara wawancara 6 7 wawancara wawancara . Fakta-fakta yang mewakili kuantitas dan kualitas dalam bidang promosi kesehatan Cara mencapai dan mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien Sasaran baik langsung maupun tidak langsung dari program promosi kesehatan Kegiatan berperilaku sehat dan bersih yang terdapat pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Definisi Istilah INPUT NO 1 Variabel Tenaga Tabel 1 Definisi Istilah Petugas yang melaksanakan promosi kesehatan terhadap sasaran dengan kriteria minimal d3 kesehatan dan memiliki bidang minat promosi kesehatan.70 3. Fasilitas yang dimiliki puskesmas untuk dipergunakan dalam kegiatan promosi kesehatan Biaya khusus yang tersedia untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan dengan rencana yang dibuat.

Kegiatan yang dilakukan didalam gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan Skala Ukur wawancara 2 Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung wawancara . Kegiatan kerja sama baik lintas sektoral maupun intra sekotal untuk mencapai tujuan bersama Skala Ukur wawancara 2 Bina suasana wawancara 3 Gerakan pemberdayaan wawancara 4 Kemitraan wawancara OUTPUT NO 1 Variabel Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung Definisi Istilah Kegiatan yang dilakukan diluar gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.70 PROSES NO 1 Variabel Advokasi Definisi Istilah Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari stakeholders Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong masyarakat untuk melakukan periku sehat yang diperkenalkan Proses pemberian informasi secara teus menerus dan berkesinambungan mengikuti sasaran dan membantu proses sasaran agar mau merubah perilaku yang lebih sehat.

70 masyarakat.

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Sesuai dengan tujuan, penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan promosi kesehatan 2005): Penelitian ini mengikuti kriteria metode ilmiah yaitu berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, dan menggunakan ukuran yang objektif. 4.2. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Puskesmas Kembangan Jakarta Barat bulan April sampai dengan Agustus tahun 2008, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kembangan karena promosi kesehatan merupakan bagian vital dari kesehatan masyarakat. 4.3. Informan 4.3.1. Informan Internal (Dari Puskesmas Kecamatan Kembangan) Informan terdiri dari seorang non paramedis. Informan dipilih sesuai dengan prinsip pengambilan sampel pada metode kualitatif yaitu kesesuaian dan kecukupan. a. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan yang berfungsi sebagai penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas tersebut. kepala puskesmas, satu orang anggota pelaksana promosi kesehatan yang berkerja fungsional sebagai tenaga medis dan di Puskesmas Kecamatan Kembangan, melalui pendekatan pengembangan sistem sebagai pemecahan masalah, dengan tahapan (Notoadmojo,

70 b. Koordinator program dan lapangan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan. c. Seksi pendokumentasi tingkat keberhasilan program promosi kesehatan tersebut. 4.3.2. Informan Eksternal (Dari salah satu Puskesmas pembantu di Wilayah Kembangan) a. Kepala Puskesmas Meruya Selatan 1 yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mengawasi kesesuaian pelaksanaan, hasil yang dicapai dengan tujuan program yang ada. b. Pelaksana Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1. c. Petugas Tata Usaha di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mendokumentasikan tingkat keberhasilan program promosi kesehatan di Puskesmas tersebut. d. Koordinator Program Promosi Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Kesesuaian berarti informan yang dipilih berdasarkan pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan topik penelitian. Hal ini dilakukan melalui informan kunci yaitu kepala Puskesmas selaku penanggung jawab seluruh program dan anggota pelaksana promosi kesehatan Puskesmas Kembangan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada. Sedangkan untuk prinsip kecukupan data yang diperoleh dari informan diharapkan dapat menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian sehingga dibutuhkan variabel yang bervariasi. 4.4. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer a. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh, dikumpulkan langsung dari responden melalui wawancara.

70 b. Observasi terhadap pelaksanaan promosi kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. 2. Data Sekunder Data sekunder dikumpulkan dengan cara pengamatan terhadap dokumen yang terkait 4.5. Collecting Data Penelitian Dalam suatu penelitian terkadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Pengumpulan data terkadang tidak juga dilakukan oleh peneliti tetapi orang lain yang disebut “ surveyor”(Notoadmodjo, 2005). Collecting penelitian ini terdiri dari : 1. Wawancara secara formal dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup, media yang digunakan yaitu pena, kertas, kamera. Dan wawancara juga dilakukan secara informal ketika proses kegiatan promosi kesehatan sedang berlangsung berupa pertanyaan seputar kegiatan tersebut yang bersifat spontan dan tersusun. 2. Observasi rencana, sistem proses kegiatan serta alat-alat yang mendukung pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. 3. Telaah dokumentasi berupa pelaksanaan, hasil, rencana serta sumber daya yang dipakai. 4.6. Pengumpulan Data. Data dan informasi tentang sumber daya diambil dari hasil wawancara dengan kepala puskesmas. Anggota pelaksana promosi kesehatan sebagai data primer dan sedangkan data sekunder berupa laporan tahunan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 dan laporan tahunan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 serta yang sedang berjalan bulan Januari sampai Juli 2008. 4.7. Pengolahan Data dan Analisa Data. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Teknik analisis yang dipakai untuk menganalisis penelitian ini adalah teknik analisis isi dengan memakai bantuan matriks yang berisikan data ringkasan hasil wawancara yang mendalam

pada dasarnya informasi ini diolah untuk memberikan deskripsi secara rinci tentang pelaksanaan promosi kesehatan yang direfleksikan pada pertanyaan–pertanyaan yang mengarah analisa data dengan cara memfokuskan pada informasi yang disampaikan oleh petugas program promosi kesehatan. 2. (Adalah data atau informasi yang dikumpulkan disajikan secara naratif dalam kelompok- . Observasi terhadap sistem. Data Sekunder yang berupa pelaksanaan dan hasil dari rencana serta sumber data yang telah dipakai. 3. Hasil wawancara yang akan diperoleh secara manual dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 1.proses kegiatan serta alat-alat untuk mendukung pelaksanaan promosi kesehatan. Sebagai informan : Kepala Puskemas. Untuk melengkapi informasi juga dilakukan telaah data sekunder dan kombinasi informasi dengan sumber inti untuk dianalisa. Pada penelitian ini penulis menggunakan content analysis. Klasifikasi Data Mengklasifikasikan informasi yang telah disusun sebelumnya agar dapat dibandingkan antar responden. Sorting Data. anggota pelaksana program promosi kesehatan di dalam Puskesmas Kembangan. Data yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kategori yang sama sesuai dengan topik pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. 2. Dan berupa jawaban–jawaban dari hasil pertanyaan tertutup yang diajukan peneliti. 3. Hasil pengumpulan data yang diperoleh akan berupa rangkaian kata hasil dari wawancara. Menganalisa data secara content analysis Teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara obyektif dan sistematis. Informasi yang diperoleh dibuat menjadi sistematis.70 dan hasil pengamatan yang dilakukan. Untruk memeriksa data keabsahan penulis menggunakan triangulasi sumber yang berarti penulis membandingkan dan mengecek data yang diperoleh yaitu data yang diperoleh darri hasil wawancara dengan hasil pengamatan dan isi dokumen yang berkaitan dengan pertanyaan.

Dengan cara mentelaah bersama dokumentasi/data yang ada. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. 4. kemudian membandingkan dan melakukan kontras data dengan memasukkan kategori informan yang berbeda. 2005).sehingga didapatkan saran dan informasi yang dapat ditarik untuk menjadi kesimpulan dari data tersebut. Validitas Data.8. 2.70 kelompok klasifikasi topik dan kategorik tertentu. 2005) 1. Triangulasi Data Yaitu dilakukannya dengan meminta umpan balik dari informan mengenai hasil laporan untuk memperbaiki kualitas penelitian. agar tidak terjadi kontradiksi antara data yang didapatkan antara yang satu dengan yang lain.). triangulasi data (Notoadmodjo. . dengan cara menggunakan bantuan ringkasan yang mendalam)(Notoadmojo. membahas permasalahan dan mencoba mencari solusinya.Sesuatu itu dapat berupa pengalaman yang didapat saat observasi dan terlibat pelaksanaan atau dari dokumentasi serta bahan yang menyangkut hal yang diteliti. Untuk menguji agar validitas data pada penelitian kualitatif dapat terjaga maka dilakukan triangulasi (adalah suatu teknik keabsahan data dengan mengambil sesuatu dari luar data itu sendiri untuk kemudian dibandingkan dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Triangulasi Sumber Pada triangulasi sumber peneliti mengkrosschek data dengan fakta dari sumber yang lainnya.

70 BAB V HASIL PENELITIAN 5. Utara 2.Kembangan Jalan Raya 112/470 Utara 2 Kembangan Dr. dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.05/02 Pkl. Barat : Kecamatan Cengkareng.1 Topografi dan Geografi Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. Selatan : Jalan Alur Taman Alfa Indah dan Jalan Hamka Jakarta Selatan 4.Zayanah Rt. Kelurahan Rawa Buaya.1. Timur : Propinsi Banten dan Kali Pesanggrahan.Kembangan Jalan Raya 300/350 . Wilayah Kecamatan Kembangan terletak 0. Kelurahan Kedoya 3.1. : Kecamatan Kebon Jeruk.Yasmin puskesmas Puskesmas luas tanah Pkl. Batas-batas wilayah Kecamatan Kembangan: 1. Puskesmas Kecamatan Kembangan membawahi 8 puskesmas kelurahan di wilayah Kembangan Jakarta Barat terdiri dari: Tabel 2 No 1 Nama Alamat LuasBangunan/ Kepala Puskesmas Dr.Gambaran umum Puskesmas Kecamatan Kembangan 5.5-2 meter dari permukaan laut dan merupakan tanah landai dan sedikit rawa pada daerah pedesaan saat telah mengalami perkembangan pembangunan secara pesat.

011/02 komplek pemadam 8 Pkl.Magdalena 5. Demografi Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan jumlah penduduk 139.Meruya Utara Kembangan Rt. Titi 120/387 Dr.01/02 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.Meruya Selatan I Jalan Meruya Selatan 5 Pkl.Iwan Salim Dr.Joglo II Rt. Maria H 116/450 Dr. 2007) 170/450 Dr.07/01 Jalan Raya 130/450 Meruya Ilir Rt.Srengseng kebakaran Jalan Srengseng Rt.02/08 Jalan Raya 170/450 Joglo Rt. Maria H Dr.2.Titi Dr.Meruya Selatan II Rt.13 jiwa/hektar terdiri dari .669 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 56.07/04 Jalan Haji 240/600 Saabah Rt.07/03 komplek 6 Pkl.Joglo I Walikota Jalan Masjid al Mubarak II 7 Pkl.70 Selatan 3 Pkl.05/04 4 Pkl.

Kembangan Utara Kel. RT No Kelurahan Luas (Km2) 1 Kembangan Utara 364.675 9 77 3 4 5 6 Meruya Utara Meruya Selatan Joglo Srengseng Jumlah 520.932 11.760 Perempuan 15.64 hektar.9 491.70 jumlah kepala keluarga 108.Joglo Kel.499 69.2 Jumlah penduduk Puskesmas Kecamatan Kembangan No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kel.330 11.507.1 284.1.Kembangan Selatan Kel. 2007) .323 11. Jumlah RW.213 7700 13.6 2.331 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.167 68.675 10 110 Wilayah Jumlah Rw Jumlah Rt 2 Kembangan Selatan 360.64 11 11 9 12 62 126 82 113 94 604 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan. Luas wilayah.284 9.648 9.Srengseng Jumlah Laki-laki 15.759 13.Meruya Utara Kel. Tabel 2.69 485.Meruya Selatan Kel.637 11.507. 2007) Tabel 2.877 jiwa dan 62 RW dan 604 RT dengan luas wilayah 2.599 7.

Jumlah Tenaga Medis dan Non Medis di Wilayah Kecamatan Kembangan Tahun 2007 No Pendidik PKM Ke Ke Mer Mer Mer Jog Jog Srengs Juml an pekerjaa 1 2 3 4 5 6 7 kecam atan mb utar a 0 1 1 0 0 0 2 mb an 0 1 1 0 0 0 2 uya a 0 1 1 0 0 0 2 uya Selat an I 0 1 1 0 0 0 3 uya Selat an II 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 lo I lo II 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 2 4 16 14 1 1 2 27 eng ah selat Utar n Spesialis 4 Dr.Umu 8 m Dr. USG 4. Laboraturium klinis 13. Poli spesialis anak 10. EKG 3.70 Sarana dan prasarana lain yang ada di Puskesmas Kecamatan kembangan: 1. Poli PTM (penyakit tidak menular) Tabel 2. Poli spesialis penyakit dalam 9. Poli kanker 14. Klinik MTBS 12.3. Alat Kesehatan mata 5. Satu unit Radiologi 2. Layanan 24 Jam 8. Klinik Gizi 6. Rumah Bersalin 7.Gigi SKM APT D3 Bidan D1 6 1 1 1 11 . Poli spesialis kandungan 11.

70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Bidan D3 perawat SPRG SPK SAA AKL SPPH D3Lab D1Lab D3Gizi D1Gizi AKTRO D3 TU SLTA PEK KES SMP SD Lainlain Jumlah 7 2 2 2 3 2 1 0 2 2 1 1 6 2 3 4 1 74 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 0 0 0 9 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 8 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 9 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 10 14 3 9 2 3 2 1 1 2 2 1 1 14 6 3 8 1 138 (Sumber Data: Kepegawaian Puskesmas Kembangan Jakarta Barat) 5. d. g. Mengembangkan dan meningkatkan jenis pelayanan. Visi Menjadi pusat pelayanan kesehatan prima yang professional menuju masyarakat sehat dan mandiri.2. Meningkatkan peran serta masyarakat.Tujuan .3. f.3.3. Meningkatkan sistem informasi kesehatan. b. 5. Program-program kesehatan (POA) di Puskesmas Kecamatan Kembangan: 5. c.Misi a. Mengembangkan sistem management mutu. e. Meningkatkan sarana dan prasarana. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.1. Meningkatkan kemitraan.3.3. 5.

Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral. Meningkatkan sarana dan prasarana.4. Terlaksananya penilaian kinerja karyawan. c. kerjasama antar karyawan.3. d. 5. e. .70 a. Tersedianya peralatan medis dan non medis dengan standart pelayanan tahun 2007.3. stratifikasi. b. b. Meningkatkan tertib administrasi dan kepegawaian g. Meningkatkan mutu sumber daya manusia. c. Sasaran a. f. Mengembangkan jenis pelayanan b. f. f. Tersusunnya pemetaan karyawan.5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas d. h. i. g. Meningkatkan peran serta masyarakat. stratifikasi. Seluruh karyawan puskesmas Kecamatan Kembangan sesuai standart. e. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektoral. mini lokakarya puskesmas. Pengembangan sistem pelayanan. Terwujudnya pelayanan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Cara mencapai tujuan a. g. Terlaksananya perencanaan. Tersedianya kader-kader yang terlatih tahun 2007. e. Meningkatkan mutu pelayanan. mini lokakarya. Meningkatkan promosi kesehatan. Terlaksananya tertib administrasi tahun 2007. 5. d. Meningkatkan peralatan medis dan non medis. h. Mengembangkan kemitraan. Meningkatkan mutu pelayanan c. Meningkatkan management puskesmas. Meningkatkan perencanaan.

Upaya kesehatan terdiri dari upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Upaya kesehatan kerja e.3. d. 5. indikator kinerja dan target puskesmas.5. Upaya kesehatan gigi dan mulut.2. i.5. Upaya kesehatan.5. Jenis pelayanan . Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Kembangan bertekad mewujudkan pelayanan prima yang professional bertaraf internasional selalu dilakukan perbaikan berkelanjutan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Upaya pengobatan. Upaya perawatan kesehatan masyarakat.4. f. g. Upaya kesehatan olahraga c. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. d. c. dan global serta mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas meliputi: a. Upaya perbaikan gizi masyarakat. b. e. Upaya kesehatan usia lanjut. Upaya pembinaan pengobatan tradisional. h. Upaya kesehatan mata. 5. f. Upaya promosi kesehatan. regional. 5. jenis pelayanan.70 5. Upaya kesehatan jiwa. meliputi: a. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan tercapai. Upaya kesehatan Sekolah b. Upaya kesehatan lingkungan.

Peningkatan pelayanan kesehatan dasar. Management mutu 2. Perawatan tindakan khusus. Peningkatan peran serta masyarakat. Rawat jalan kesehatan semi spesialis dan atau spesialis 3. 6. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. Sistem informasi. b. Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas . Management 1. a. Rawat inap rumah bersalin. Management sumber daya manusia. 5. Pelayanan Kesehatan. Peningkatan gizi komunitas 4. Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. 4. 7. dan obat-obatan) 2. 1. c. Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. 5.4. Pelayanan lain-lain. Peningkatan survailands dan epidemiologi. Peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. Sarana dan prasarana 5. 6.70 Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan kuratif. Management keuangan 4. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. 3.5. Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. 2. 3. dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya pengobatan 5.

20.651. petugas kesehatan.000 . Pembinaan kelompok peduli peyakit tidak Petugas dan masyarakat. RP. RP.440. petugas kesehatan Anggaran Rp. sarana fogging. Pelayanan Kesehatan b.000 Lingkungan rumah penderita.233.wanita usia subur. Pelayanan Kesehatan Masyarakat c.000 RP.3 SD. pasien.000 RP. Siswa kelas 1.041. No 1 Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Pencegahan dan pemberantasan 2 penyakit menular) Pencegahan dan pengendalian vector pemberantasan 3 penyakit DBD Penatalaksanaan dan pengelolaan imunisasi 4 Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak 5 menular.699.800 Sasaran Keluarga penderita. Rencana Kegiatan Program Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembanagan tahun 2007. 3.2.25.605. 25.70 Indikator kinerja / hasil akhir adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian program yang telah ditetapkan puskesmas sesuai dengan tugas pokok puskesmas yang terdiri dari : a.petugas kesehatan. Tabel 2. Management.4. Guru SD kelas 1 dan guru TK.

penderita komunitas pengelolaan dan penanganan gizi balita.600 11 RP. Perbaikan gizi Balita.000 RP.000 14 15 RP.172. bahan medis habis RP. Sampah medis pkm kelurahan dan kecamatan Depo air minum.23. 8 9 RP. Perbaikan lingkungan dan kesehatan kerja.011.108. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas.000 RP.000 10 RP.46.000 12 Pengawasan dan pemeriksaan air minum dan pembinaan hygine tempat pengelolaan makanan.000 dan konseling jiwa.351.70 6 menular. petugas kesehatan.150. Hasil rontgent foto Obat-obatan.780. gizi buruk.tempattempat umum. Ibu hamil.000 13 Pasien yang dilayani. rumah makan. Penanganan gizi ibu hamil. petugas kesehatan. Posyandu. rumah penduduk.300.1. warung.335.36.alat kesehatan umum.000 RP. Kelurahan dengan kasus KLB.6.416. kasus kematian.15. Kader. Penanggulangan survailands dan epidemiologi. petugas kesehatan.000. Pengelolaan sampah medis.238.123.020. Operasional radiologi.000 . Sosialisasi kesehatan remaja 7 Murid SMP dan SMU RP. Sarana dan prasarana Rp. tempat jajanan di sekolah.16.

masyarakat.4.500 RP. kendaraan dinas.54. Komputer.461. prioritas Pengadaan inventaris kantor dan alat rumah 21 tangga Belanja tidak langsung petugas kesehatan. Sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Kembangan . meja.943.561. Petugas kesehatan.39.924.70 pakai.100. air. alat komunikasi. Telpon. kursi. perawat.162.849.5.10. Peningkatan kesehatan ibu dan 18 anak Peningkatan penyiapan gawat darurat dan 19 20 bencana. petugas kesehatan. RP. pengadaan 16 Peningkatan pelayanan 17 kesehatan dasar.500 Tabel 2.000 alat kesehatan gigi Pasien dengan resiko tinggi.634. RP. petugas.000 RP. ibu usia subur dan bayi Masyarakat. Sosialisasi program Gakin.000 RP.000 RP.

262 jiwa 8.70 No 1 2 3 4 Nama Penyakit Infeksi pernafasan atas Penyakit lainnya Penyakit kulit alergi Penyakit pada sistem otot dan 5 6 7 8 9 10 jaringan pengikat Penyakit kulit infeksi.171 jiwa 8.553 jiwa 10. Hasil penelitian Penyajian hasil meliputi beberapa hal yang diuraikan secara berurutan sesuai dengan teknis analisis yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis) dengan memakai matriks yang berisikan informasi ringkasan hasil wawancara mendalam (in deep interview) dari masing-masing informan dan pengamatan yang dilakukan.150 jiwa 8. 5. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan . Gangguan neorotik Infeksi usus lainnya Penyakit darah tinggi Diare Penyakit rongga mulut.1.6.696 jiwa Jumlah 77. kelenjar ludah dan rahang Jumlah 148.6.521 jiwa 13.819 jiwa 3.264 jiwa 5.813 jiwa 6.166 jiwa 7. Karakteristik informan Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala puskesmas kecamatan kembangan.885 jiwa 3.

Dara F Informan a Jabatan Kepala puskesmas kecamatan 2 M. Informan c kesehatan Kepala puskesmas meruya 4 Safrida Informan d selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan pkm meruya 5 Ecep s. Thamrin. ketua rukun rumah tangga di Rt 07/04. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan meruya selatan I. Informan b kembangan Koordinator Program promosi 3 Dr. Tabel 3 No 1 Informan Drg. Maria C. Informan e selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan suku dinas jakarta barat Laki-laki Lebih dari 17 tahun perempuan Lebih dari 10 tahun Perempuan Lebih dari 23 tahun Laki-laki Lebih dari 22 tahun Jenis kelamin Perempuan Masa kerja Lebih dari 17 tahun . kader masyarakat di Rt 07/04 yang terlibat dalam pengumpulan data sebagai informasi pada program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan Jakarta barat.70 kembangan. koordinator program promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta Barat. kepala puskesmas kelurahan meruya selatan I.

.”(informan a) ..”(informan b) “...Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.Hasil wawancara mendalam dengan informan Hasil wawancara dengan informan yang terlibat dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat dilihat di lampiran. Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.2...Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.... Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Dari pernyataan-pernyataan di atas secara umum dapat dikatakan informan sudah mengerti tentang promosi kesehatan dan untuk menjawab mengapa program promosi kesehatan diperlukan adalah sebagai berikut: “ ... Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari perencanaan yang ada di puskesmas.. Informan f 7 Brenda..”(informan c) “.”( informan a) “....”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah kegiatan yang ada di puskesmas dengan tujuan untuk meningkatan kesehatan masyarakat..”(informan d) “ ... Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.. Dari hasil wawancara tersebut maka dapat diuraikan hasil wawancara tersebut untuk pertanyaan umum mengenai yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah sebagai berikut: “...70 6 Ardali.. Ketua rukun tangga rt 07/04 Kader rt 07/04 perempuan 5 tahun Laki-laki 3 tahun Informan g ( Hasil penelitian penulis) 5..6.

.70 “.”(informan c) “... Sumber daya manusia dalam pengelolaan program promosi kesehatan kurang di bidang kualitas sedangkan di kuantitas cukup memadai yaitu sebanyak 144 orang termasuk kader baik yang ada di puskesmas kecamatan maupun kelurahan.”(informan d) “.Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas.. “ . berminat dalam promosi kesehatan. Tenaga SDM Untuk jumlah tenaga dalam program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan berdasarkan hasil wawancara dinyatakan untuk segi jumlah dirasakan cukup tetapi standart kualitas yang belum memadai.Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat..” (informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan merupakan langkah awal program yang ada di puskesmas sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.1.. Tenaga khusus untuk menangani promosi kesehatan yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan masih sangat sedikit yaitu di puskesmas kecamatan ada 3 orang dan di puskesmas kelurahan ada 8 orang.2..”( informan a) .. Variabel Input 1....... Dan berdasarkan konsep penelitian yang dilakukan untuk memperoleh variabel-varibel yang diteliti maka hasil wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: 5. Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas.Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. berdedikasi tinggi..”(informan b) “.Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan. Tenaga ini memiliki standart ideal untuk Sumber daya manusia dalam promosi kesehatan adalah memiliki ijasah D3 kesehatan..6.... buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul.

Fasilitas dan Sarana Fasilitas dan sarana yang ada di puskesmas kecamatan kembangan dikategorikan cukup memadai dikarenakan oleh issue-issue kesehatan sehingga mereka meng up date bagi penyuluhan kesehatan..hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya..”(informan d) “.Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi. 2..”(informan c) “..Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya..70 “......”(informan b) “.. Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti maka didapatkan fasilitas dan sarana sebagai berikut: Tabel 4 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan No 1 2 3 4 5 6 Jenis sarana peralatan Flip chart Over Head Projector(OHP) Papan informasi Leaflet Tape recorder Amplifier dan wearless Jumlah 1 buah 1 buah 4 buah 89 lembar 1 buah 1 buah mengenai program promosi kesehatan yang ..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang menjadi tenaga program promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang.... tetapi kurang dari segi kualitas dikarenakan pelatihan kurang..Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya.

mic 1 buah.” (informan d) “. tape recorder1 buah.. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas…” Berdasarkan hasil wawancara di dapatkan informasi seputar fasilitas dan sarana sebagai berikut: “. OHP 1 buah..”(informan e) ......Saya merasakan bahwa peralatanyang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah cukup memadai ya.”( informan b) “…Saya lihat cukup lengkap ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja.. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah...Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini.karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya..Saya rasa cukup lengkap ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai.....”(informan c) “.”( informan a) “…Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar.70 microphone 7 Poster kesehatan ( Hasil wawancara dengan informan b) 8 buah “…Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah. leaflet 89 lembar. trus poster kesehatan 8 buah.”( informan b) Tabel 5 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya No 1 2 3 Jenis sarana peralatan Papan informasi Leaflet Poster Jumlah 2 buah 57 buah 5 buah ( Hasil wawancara dengan informan d) “…Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah.

”(informan b) “…Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes…” (informan c) “…Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes…”(informan d) “…Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada.70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana dinilai cukup jumlahnya hanya saja dari segi kualitas ada beberapa yang kurang layak pakai dikarenakan kurangnya perawatan dari para petugas promosi kesehatan setelah menggunakannya.... itupun tidak dengan jumlah anggaran tertentu. ... 4. Data Untuk mengetahui data yang digunakan dalam promosi kesehatan diperoleh dari pelaporan SP2TP dari setiap puskesmas kelurahan lalu ke puskesmas kecamatan baru ke suku dinas kesehatan. “. Hal ini dikarenakan promosi kesehatan adalah ujung tombak dan sudah menjadi bagian dari setiap kegiatan kesehatan yang ada.Dana ya. Dana Anggaran khusus untuk pelaksanaan program promosi kesehatan ini memang tidak ada.Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini.hanya APBD. 3... Data tersebut berisi informasi tentang kegiatan puskesmas yang direkap lalu diolah menjadi data yang tercakup dalam SP2TP..”(informan a) “. hanya dari APBD saja…”(informan e) Dari jawaban inforaman-informan diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran khusus dari pemerintah untuk kegiatan promosi kesehatan ini belum ada dan hanya mendapatkan dari APBD. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara yang ada dengan informan diketahui bahwa dana khusus itu tidak ada.

.”(informan d)..”(informan a) “…Disini dikenal sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitraan…”(informan b) “…Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG…”(informan c) “…Kita mengikuti perencanaan awal.. gerakan pemberdayaan masyarakat dan semangat kemitraan. bina suasana.. “… Dari SP2TP dan laporan form pertriwulan.. 5.”(informan d) . Strategi Promosi Kesehatan Merupakan kebijakan dan langkah-langkah yang diambil berupa standarisasi dan prosedur yang ada. “…Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan…”(informan e).ya ABG plus kemitraan itu. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Mentri Kesehatan nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang strategi dasar utama promosi kesehatan adalah advokasi... “ …Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan…”(informan c)..Hasil wawancara dengan informan tentang data yang ada adalah dari SP2TP dan form pertriwulan “.Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan..70 Selain SP2TP setiap puskesmas kelurahan dan kecamatan diminta mengisi form rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan pertriwulan.”(informan a).Masalah yang sering timbul adalah terjadinya keterlambatan dalam hal pengumpulan data di puskesmas kelurahan hingga mengakibatkan keterlambatan pada puskesmas kecamatan.Data itu ada dalam SP2TP dan form yang tiga bulan sekali.. “. ya menggunakan ABG. “ …Strategi promkes ya.. Berdasarkan strategi dasar tersebut maka puskesmas mengacu dan mengembangkan sesuai dengan sasaran dan kondisi serta tujuan promosi kesehatan di puskesmas tersebut. Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh dari pelaporan bulanan sp2tp dan laporan pertriwulan melalui form promosi kesehatan. “(informan b).

tokoh adat.70 “…Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan. “…Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi puskesmas maupun yang di lapangan…”(informan a) “…Sasaran kita memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan. bina suasana..”(informan d) “…Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sasaran program promosi kesehatan ada 2 yaitu sasaran yang ada di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas dan petugas kesehatan dibantu dengan para kader.. untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bawha stategi yang digunakan dalam program promosi kesehatan adalah advokasi.. Sasaran Promosi Kesehatan Sasaran dalam promosi kesehatan adalah pihak-pihak langsung yang terkait dan terlibat tidak langsung. masyarakat. 7. Sasaran dilihat tujuannya masing-masing dari setiap lingkup yang ada. 6.”(informan c) “…Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya. PHBS. guru. . petugas kesehatan. dll..”(informan b) “…Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan. Sasaran itu berupa tokoh masyarakat... gerakan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan.

.mengubur tempat yang memungkinkan jentik nyamuk berkembang biak.Kegiatan ini mencakup antara lain:mengkonsumsi garam beryodium... Advokasi kegiatan dari promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas itu .. lingkungan kerja. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka sehari-hari. memelihara taman obat keluarga. “.”(informan a) “.. tempat umum.2. cuci tangan sebelum makan..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa PHBS adalah sendiri.Semua PHBS yang ada disini dilihat dari tujuan awal promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. Tujuan dari promosi kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan baik dan mempertahankan seoptimal mungkin.. Kegiatan untuk berperilaku hidup sehat dan diimplementasikan dalam kegiatan seharihari..PHBS yang sudah ada.. 5. mengkonsumsi makanan berserat.70 Sebuah kegiatan yang merupakan bagian penting dalam promosi kesehatan. seperti anak sekolah.6. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes. lebih dikembangkan dalam pelaksanaannya.... Variabel Proses 1.”(informan d) “.”(informan b) “…PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan…”(informan c) “…PHBS yang ada salah satunya adalah program anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat..2. membuang air besar di jamban..PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat pada usia sekolah.

menyepakati satu pilihan kemungkinan dalam berperan. “…Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit . mempertimbangkan sejumlah pilihan kemungkinan untuk berperan.70 Merupakan upaya atau proses yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya dan menciptakan lingkungan sehat. Jika kelima tahapan itu dapat dicapai selama waktu yang disediakan untuk advokasi.. dimana advokasi adalah kerjasama dengan para stake holders untuk membuat kebijakan kesehatan yang menguntungkan bagi kesehatan masyarakat. tertarik untuk ikut berperan dalam masalah yang diajukan. maka advokasi dapat dikatakan berhasil. menyampaikan langkah tindak lanjut. Bina Suasana Merupakan upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dari bagian stategi lainnya. perlu diperhatikan bahwa sasaran advokasi hendaknya diarahkan untuk menempuh tahapantahapan : memahami persoalan yang diajukan. Selama proses perbincangan dalam advokasi.dan pemberdayaan masyarakat…. 2..”(informan b) “…Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan…”(informan d) “…Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana.

3. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit. Semua tidak terlepas dari bagaimana kader dan petugas kesehatan menciptakan lingkungan yang menarik sehingga menarik sasaran untuk mempertahankan kesehatan itu secara mandiri. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini.70 dan meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyelenggaran kesehatan.. “…Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung…”(informan b) “. keluarga dan masyarakat. kemauan. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat. bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bina suasana yang dilakukan dalam puskesmas kecamatan kembangan adalah diawal pertemuan. menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam menyelenggarakan upaya kesehatan.”(informan b) .”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa bina suasana merupakan salah satu dari bagian strategi promosi kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan.. dan kemampuan individu. “…Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3....Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa usaha gerakan pemberdayaan masyarakat adalah hal yang telah menjadi satu kesatuan yang penting yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan strategi dasar promosi kesehatan. Gerakan pemberdayaan Upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan.”(informan d) “…Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai tujuan.. entah itu pendekatan individu. meningkatkan kesehatannya.

tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. keterbukaan. prinsip-prinsip kemitraan harus ditegakkan. Kemitraan dikembangkan antara petugas kesehatan dengan sasaran promosi kesehatan.”(informan d) “…Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat..”(informan b) “…Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain.keluarga dan masyarakat. .Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. Variabel Output 1.. bina suasana dan advokasi..2..”(informan d) “…Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. 4. Kegiatan promosi kesehatan di luar gedung..apakah individu.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang digunakan sebagai langkah mandiri untuk meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri.. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral..70 “…Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. dalam pelaksanaan pemberdayaan.6. 5.. Kemitraan Dalam pemberdayaan. bina suasana dan advokasi. “.. dan saling menguntungkan.3. Dari hasil wawancara dengan informan terkait maka didapatkan tiga prinsip dasar kemitraan yang harus diperhatikan adalah kesetaraan. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kemitraan adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan dan merupakan kerjasama antar lintas sekoral.

bisa melalui UKS. Hal ini dimaksudkan dengan masyarakat yang berada diluar gedung puskesmas dan jarang untuk mengunjungi gedung puskesmas dapat meningkatkan kesehatan mereka dalam program promosi kesehatan yang ada. sekolah.Didapatkan dari hasil wawancara dengan informan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan PHBS melalui pengorganisasian masyarakat. poliklinik. dan lain sebagainya. .70 Promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan diluar gedung puskesmas atau masih dalam ruang lingkup wilayah kerja puskesmas tersebut. kunjungan ke rumah. Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki cukup banyak variasi kegiatannya antara lain survai mawas diri. “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah kerja puskesmas ini…”(informan b) “…Semua promosi kesehatan baik diluar maupun didalam gedung bertujuan untuk memcapai sasaran yang mampu merubah perilaku menjadi lebih sehat secara mandiri.”(informan d) “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. runag perawatan. musyawarah masyarakat.. Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung Promosi kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran.. tempat kerja.. kunjungan kerumah.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulka bahwa kegiatan promosi kesehatan di luar gedung merupakan kegiatan yang dilakukan diluar area gedung puskesmas tetapi masih berada di wilayah kerja puskesmas tersebut. usaha kesehatan sekolah. 2.

5. 1.4.”(informan g) .. Intensitas kunjungan penyuluhan kesehatan diwilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi.. Dari hasil wawancara yang didapatkan dari inforaman bahwa promosi kesehatan di dalam gedung tidak semata-mata mengangkat topik yang sedang mewabah saat itu tetapi juga tentang perilaku keseharian masyarakat.. “…Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster.6.Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca…”(informan d) “…Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat..kamar obat.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan didalam gedung puskesmas adalah cara yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan dikarenakan adanya petugas kesehatan yang dapat ditanya seputar masalah kesehatan bila sasaran menanyakan dan media yang tersedia.70 laboraturium. dan dibaca.”(informan f) “. tempat pembayaran dan halaman puskesmas. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan…”(informan b) “…Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat.. Kegiatan ini sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh puskesmas.2. Hasil wawancara dengan informan f dan g..

3.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. hanya kurang pada kepribadian dari personal petugasnya. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali. “…Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja.”(informan f) “.”(informan f) “…Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. Masalah kesehatan yang sering terjadi dalam wilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk......”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling sering terjadi wilayah tersebut adalah penyakit ISPA atau infeksi pernafasan bagian atas.70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa intensitas kunjungan penyuluhan diluar gedung puskesmas namun masih berada diwilayah kerja puskesmas dirasakan cukup sering dilakukan sesuai dengan jadwal program. 4. pilek. 2.. Kekurangan pemerintah dalam melakukan program promosi kesehatan di mata sasaran promosi kesehatan. . dan jarang ditemukan penyakit serius atau berat.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari pelaksanaan program promosi kesehatan antara lain adalah petugas kesehatan kurang melakukan komunikasi yang efektif dan kurangnya insentif bagi para kader.Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk. Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat dalam wilayah tersebut.

bersih rumah masingmasing. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersihbersih rumah. 6. makan sayuran gitu mbak...” (informan g) Dari jawaban informan-infoman diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah PHBS telah mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat namun bukan berarti tidak memiliki kendala karena kulture dan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.”(informan f) “…PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi..meski belum semua rumah seperti itu. “…Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak…”(informan f) “…Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarin-kemarin…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa pengontrolan yang dilakukan secara berkala yang dilakukan petugas kesehatan dirasakan cukup sering sesuai dengan jadwal.”(informan f) . menguras bak. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah. Dilakukan pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan terhadap wilayah puskesmas tersebut. “…Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi sering yang kena kaya batuk.70 “…Kalo PHBS kaya cuci tangan.. dan cuci tangan lalu ada program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolah-sekolah dasar. Langkah mandiri yang telah dilakukan tokoh masyarakat dan masyarakat dalam segi kesehatan di wilayah tersebut. pilek jadinya sering saya minta bersih. 5.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan.Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah mandiri yang diambil tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat itu antara lain kerja bakti dan menjaga kesehatan lingkungan rumah per individu.70 “....1.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan dirasakan cukup hanya saja disarankan agar menambah menarik kemasan acara dan komunikasi yang efektif pada petugas kesehatannya. “…Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home..000 rupiah per bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak…”(informan g) Dari jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kader per puskesmas adalah sebanyak 8 orang dengan insentif 17..000 rupiah yang dirasakan kurang oleh para kader.Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak.Alur pelaporan promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta barat .Jumlah kader dan insentif perbulan yang diterima kader dan pelatihan yang dilakukan dari segi promosi kesehatan. 8.” (informan f) “.. Gambar 3.. 7. “…Jumlahnya sekitar 8 kader per wilayah trus kalo uang sekitar 17.

70 Media dan Sarana Promkes Petugas kesehatan/ Tenaga Promkes Dana Promkes Strategi ABG +one Penyuluhan ke sasaran Promkes diluar dan dalam gedung PKM Perilaku Hidup Bersih Dan sehat Laporan perbulan dan triwulan PKM Kelurahan Laporan profil tahunan PKM Kecamatan Suku Dinas Jakarta Barat Dinas Jakarta Barat .

serta anggaran yang mencukupi dan strategi yang telah ditetapkan yaitu ABG plus one baru dilakukannya penyuluhan ke sasaran baik untuk kegiatan di dalam dan diluar gedung puskesmas.70 Dalam proses pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas dimulai dari tersediannya media sarana. yang didukung oleh tenaga promosi kesehatan. yang diharapkan akan terciptanya perilaku bersih dan sehat kemudian di catatkan ke dalam sistem pelaporan laporan perbulan dan pertriwulan dari puskesmas kelurahan ke puskesmas kecamatan baru dijadikan laporan tahunan yang diterima oleh suku dinas kesehatan ke dinas kesehatan pada periode 1 tahun. .

70 G br a a m A rPl pr n r m s iPM ea a n e bna l u e oa P k d K Kc ma Km gn a o e t a 4. . . .1 Sk S a uu i s n k s ht n aat eea J k ra a Br t aa Sk d a uu i s n k s ht naat eea j k ra a br t aa Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s Kc m a ea a n t Psem uks a s Kcm a ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uks a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Kg t n idl m ei a d a a a dn iurgdn a d a eu g l Sr n dn aaa a paaaa r sr n po k s rm e S Mr m s D po k e Agaa po k s ng r n r m e Sa gAG t t i B r e oe n + PB i d i u HS i d nv k l ag e ra u m saaa a yr kt s .

Diagram fishbone program promosi kesehatan Puskesmas kecamatan Kembangan en ti uh da T i k i sa pe dak ra l t at ad ih a an Kerja rangakap ada anggaran Kurangnya Tdk untuk Sarana SDM Ketidak pedulian petugas promkes Jml masih kurang Kurangnya perawatan thd saraa 70 D y an k a a ur ng an g Tidak ada perekrutan na A sa ng ua g aS ar K an Bin da ura n P na g ro un nya Lingkungan m tu k es k yang krg T i an dak kondusif a k g hu gar da su an s Advodkasi kerjasama antar stakeholder kuranag PHBS terhambat Mendahulukan kulture & pengetahuan Kepentingan sasaran promkes perkelompok Kecilnya anggaran khusus untuk PHBs K K g e eg pr et i d u ia t om d a ng an ke k p pu di d s ed sk a l un u e s am li a tu m k n ke Ku p e sa as m s a ra ny sa an d n u l ra fa a ra gn y uh n at an n pr a a om ka ke n s Ku SD rang ny un M tuk kes a jm dil eha l ap t an an ga n ge Kegi ed a un tan g p di l us u ke ar sm as .

Kurang obyeknya peneliti dalam menyampaikan makna yang tersirat dari keterangan informan dalam penelitian tidak dapat dihindarkan dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan. keakuratan dan ketepatan waktu pengiriman laporan SP2TP dari tingkat puskesmas dan form pertriwulan harus diperhatikan karena ada puskesmas yang masih terlambat dalam pengiriman data ke dinas kesehatan.2. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Juga dengan keterbatasan kemampuan peneliti dalam hal pengetahuan.1 Variabel Input 1. Walaupun begitu peneliti berusaha untuk menjaga kebenaran data dan kuantitas hasil penelitian maka penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber. Kemudian juga untuk memperoleh laporan lintas sektoral masih kurang koordinasinya karena data ini belum secara rutin pengumpulannya. sarana dan waktu maka penelitian hanya terbatas pada pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. peneliti menyadari adanya keterbatasan peneliti dalam penelitian ini.70 BAB VI PEMBAHASAN 6.Data Sumber data dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Meruya Selatan diperoleh dari data dari SP2TP juga dari data kegiatan lintas sektoral. dana. 6. Sedangkan kebutuhan data tersebut harus dikumpulkan secara rutin untuk memantau program kesehatan yang sedang berjalan. . Kelengkapan. Pembahasan Penelitian 6.1.2.

Didalam pengambilan data tidak dijelaskan terlalu detail dikarenakan pengambilan data ini sebagian besar memiliki prosedur yang sama dengan pengambilan data untuk program lain yang ada di puskesmas. Sehingga data yang masuk ini tentunya akan berpengaruh juga terhadap pengelolaan data yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Dari hasil yang diperoleh bahwa tenaga pelaksana promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan masih belum secara khusus dalam bidang ini maka dirasakan beban kerja yang masih berat. Untuk tenaga SDM ditetapkan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas dan di daerah adalah d3 kesehatan dengan bakat dan minat promosi kesehatan. Tenaga SDM Tenaga pelaksana program promosi ksehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan sudah mencukupi dalam hal kuantitas atau jumlah karena sebanyak 144 orang termasuk sebagian besarnya adalah kader. 2007) 2. kemudian rotarisasi fungsi dan kedudukan sebanyak 5 tahun sekali dirasakan selain ada manfaat positif bagi tenaga sdm yaitu agar tidak terjadi kejenuhan dan mengetahui berbagai tugas di . Tetapi dilihat dari segi kualitas dirasakan kurang dan masih perlu peningkatan pengetahuan dan pendidikan. Hal ini pulalah yang diterapkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan.( Depkes.70 Kemudian data yang dikumpulkan masih tumpang tindih maksudnya data yang sudah diminta masih akan diminta lagi sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengakumulasian data yang masuk. Pelatihan mengenai promosi kesehatan memang dirasakan sudah dilakukan sebanyak 2 kali setahun namun dirasakan kurang efisien karena sasaran pelatihan ini berpusat pada koordinator program saja sehingga anggota pelaksana dibawahnya termasuk para kader kurang menguasai secara langsung. Pada umumnya masalah ketenagaan yang dirasakan memiliki masalah keterbatasan adalah memiliki beban kerja lain sebagai tenaga pelayanan kesehatan masyarakat seperti perawat.

ditambahkan pula spanduk berisi slogan promosi kesehatan yang ditempatkan pada tempat mudah terlihat. akan tetapi dilihat dari segi kualitas yang bersumber pada tingkat perawatan yang masih rendah dari masing-masing pelaksana program mengakibatkan terkadang kemacetan pada alat elektonik seperti batere bocor. dan lain sebagainya. kabel terkelupas. dana hanya didapatkan dari anggaran APBD.( Depkes. leaflet ada yang tersobek.70 fungsi lain dinilai juga kurang efisien karena selama 5 tahun itu tenaga sdm mulai bisa menguasai pekerjaannya diharuskan untuk berganti posisi dalam fungsi baru. Dana Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan tidak ada dana atau anggaran khusus dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. Dana yang dialokasikan khusus dalam pelaksanaan promosi ini belum ada. . Fasilitas dan Sarana Media dan sarana yang digunakan program promosi kesehatan sudah mencukupi bila dilihat dari segi jumlah sasaran.2007) 4. Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah motivasi kerja dari para pelaksana promosi kesehatan yang dijalankan. 2007) 3. dan tujuan promosi kesehatan dapat tercapai. ( Depkes. Didapatkan pula informasi dari para informan bahwa perlu dilakukan regenerasi peralatan dan sarana promosi kesehatan yang tidak layak pakai. (Depkes. 2007). Rendahnya alokasi dana ini terkait dengan masih kurangnya kesadaran para pengambil keputusan menyadari pentingnya arti kesehatan. Dana yang disebutkan oleh informan sebagai koordinator pelaksana program promosi kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan program lainnya. Dengan tingginya motivasi dari para pelaksana promosi kesehatan maka diharapkan tugas yang dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Dari segi jumlah yang ditetapkan pada puskesmas kecamatan kembangan sudah memenuhi kriteria akan tetapi dari segi kualitas belum memenuhi standart yang ditetapkan.

advokasi yang dilakukan oleh para petugas kesehatan terhadap para pengambil keputuasan dan pembuat kebijakan akan sangat penting peranannya karena masyarakat akan lebih tergerak menuju kehidupan lebih sehat apabila didukung oleh lingkungan sosialnya. Begitupula dengan gerakan pemberdayaan masyarakat karena selepas pemberian informasi dan contoh perilaku sehat dari para petugas terhadap masyarakat. dan kemitraan lintas sektoral. Bina suasana yang dilakukan para petugas kesehatan didukung dengan kerjasama para kader akan menarik perhatian sasaran program promosi kesehatan untuk hidup lebih sehat. Komponen yang masing-masing memiliki peran penting untuk mencapai tujuan program promosi kesehatan.70 Kebanyakan dari para pengambil keputusan beranggapan bahwa pelayanan kesehatan itu tidak bersifat produktif melainkan konsumtif dan hal itu kurang diutamakan. Informan menyebutkan pula para kader dan sasaran biasanya mengenal dengan singkatan “ABG PLUS ONE”. bina suasana. semua ini tidak terlepas dari kemitraan atau kerjasama antar maupun lintas sekoral. Strategi ini dinilai cukup efisien karena merupakan suatu strategi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. 5. ( Depkes. Dengan tersedianya dana yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program promosi kesehatan maka dana tersebut dapat meningkatkan kualitas dari SDM itu sendiri dalam kinerjanya. Misalkan di negara berkembang. Strategi promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan dalam program promosi ini adalah ketentuan standart pedoman untuk pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan mentri nomor 1114/Menkes/Sk/VII/2005 yaitu gerakan pemberdayaan.2007) . diharapkan nantinya masyarakat mampu untuk menilai prioritas kesehatan dan mengatasinya secara mandiri. advokasi. Indonesia misalnya hanya menganggarkan hanya sekitar 2-3 % dari dana anggaran belanja negara setahunnya.

Perilaku hidup bersih sehat ( PHBS) Menyatakan perilaku hidup bersih sehat merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya program promosi kesehatan. Sasaran ini pula dibagi kedalam kategori pendekatan kelompok. Sasaran promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan menyatakan bahwa sasaran promosi kesehatan itu dibagi 2 yaitu sasaran kegiatan program promosi kesehatan di dalam dan diluar gedung puskesmas kecamatan itu sendiri. contoh: penderita penyakit tb paru yang jarang mengunjungi puskesmas maka petugas akan mengkunjungi rumahnya memantau seberapa jauh perkembangan penyakit dan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap keluarga penderita meminimalkan mungkin tingkat penularan. tempat umum maupun sekolah. Sasaran yang membutuhkan perhatian petugas kesehatan secara terus menerus dan konstan yang menduduki prioritas utama. dan tempat . 2007). fokus sasaran itu sendiri dalam penerimaan informasi untuk hidup lebih sehat. adat istiadat. 7. Adapula kekurangan dari sasaran ini adalah tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan masih rendah sehingga petugas kesehatan masih sangat perlu mencari bagaimana memotivasi lebih para sasaran untuk merubah perilaku sehari-hari lebih sehat. masyarakat. (Depkes. Dibutuhkan suasana yang tidak membosankan dengan penempatan petugas yang komunikatif dan kemasan acara penyuluhan kesehatan yang menarik. 6. Sasaran promosi kesehatan yang berada di dalam gedung puskesmas kecamatan kembangan adalah pengunjung puskesmas kecamatan kembangan tersebut baik yang menginginkan pelayanan kesehatan sehingga mendapatkan manfaat lebih dari kunjungan tersebut. informan menyebutkan pula kekurangan dari strategi promosi kesehatan yaitu terletak pada karakteristik dasar masyarakat umumnya yaitu sifat kebiasaan. Perilaku hidup bersih sehat ini diharapkan mampu untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga. dan malas berubah untuk hidup lebih sehat. Hal ini dimaksudkan mempermudah perhatian.70 Akan tetapi.individu ataupun keluarga.

6.2 Variabel proses 1. Didapatkan pula dari para informan bahwa dibutuhkan pula kerjasama antar stake holders mulai dari fungsi terkecil sampai dengan fungsi terbesar. suku dinas kesehatan jakarta barat.70 kerja. Didalam pelaksanaan advokasi pada puskesmas kecamatan kembangan telah dilakukannya advokasi keberbagai pihak yang berkepentingan seperti dinas kesehatan. tempat ibadah. Advokasi Dari informasi yang diberikan oleh informan didapatkan bahwa advokasi merupakan upaya atau proses yang terencana dimana dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. olahraga jalan kaki minimal 2 kali seminggu.2. Didapatkan dari puskesmas kecamatan kembangan adalah kegiatan phbs yang ada dan telah diterapkan dalam masyarakat yang berada dalam ruang lingkup wilayah kerja yaitu pelaksanaan phbs disekolah dasar. menyikat gigi sebelum tidur. Informan juga menyebutkan bahwa perilaku hidup bersih sehat ini dapat dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari contohnya mencuci tangan sebelum makan. membersihkan debu di meja kerja. bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. hal ini dikarenakan masing-masing fungsi atau seksi sama-sama memiliki peranan penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. menguras bak seminggu 2 kali. mengganti sprei seminggu sekali agar tidak terkena tungau. membuka jendela pada pagi hari.makan makanan berserat. . kantor kecamatan.( Depkes. 2005). contohnya: dalam rangka mengupayakan lingkungan bebas asap rokok maka puskesmas melakukan advokasi kepada pimpinan setempat untuk diterbitkannya peraturan kawasan tanpa rokok dilingkungan kerja/ruang lingkup wilayah puskesmas seperti sekolah.(Depkes 2007) Adapula kekurangan dari sasaran untuk merubah perilaku hidup bersih sehat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat dimulai dari hal yang terkecil sendiri dan diri sendiri. semua ini bertujuan agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan yang sehat. tempat umum.

Meskipun didapatkan hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran dan pengetahuan dan lingkungan yang panas. Bina suasana Berdasarkan hasil penelitian informasi yang didapatkan dari informan bahwa bina suasana merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang mendorong individu.70 puskesmas kecamatan. 2. sekolah dasar. ( Depkes. 2007). serta bising cukup membuat proses bina suasana terganggu. ketua rt. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Terdapat pula kekurangan yang ada dalam proses bina suasana ini antara lain bila sasaran promosi kesehatan merasakan kurang nyaman diawal bina suasana ini dilakukan. 2007) Adapula kekurangan yang disampaikan oleh informan dalam salah satu strategi promosi kesehatan yang menjadi salah satu bagian dari proses ini adalah terkadang advokasi masih dilakukan pendekatan secara individu sedangkan akan lebih efisien dan dinilai akan mendapatkan hasil yang optimal bila dilakukan perkelompok para stake holders. dan penayangan video berkaitan dengan penyakit pasien. Oleh karena itu metode yang tepat digunakan disini adalah penyebaran leaflet. puskesmas kelurahan. pers. Disampaikan pula oleh para informan bahwa seseorang akan terdorong dalam perubahan perilaku dari tahu menjadi mau apabila sasaran merasakan dorongan dari lingkungan sosialnya. kader. misalkan pasien dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kesehatan/ penyakit yang berkaitan dengan penyakit si pasien itu sendiri. okoh agama. kemudian apabila bina suasana ini dilakukan di dalam gedung . pemasangan poster. Pada puskesmas kecamatan kembangan melakukan proses bina suasana melihat dengan situasi dan kondisi yang ada seperti pengunjung datang ke puskesmas dan disaat pengunjung merasakan adanya manfaat penyuluhan kesehatan maka tercipta lingkungan yang kondusif. contohnya: pada sasaran yang berkeluarga datang ke puskesmas dan kemungkinan besar bahwa pengantar pasien tidak mungkin dipisahkan dari pasien. tokoh masyarakat.( Depkes.

( Depkes. Gerakan pemberdayaan masyarakat. Dinilai pula bahwa untuk gerakan pemberdayaan masyarakat ini dibutuhkan keahlian mengklarifikasikan karakteristik masyarakat yang ada dari berbagai aspek baik sosial dan budaya. contohnya melakukan kunjungan rumah untuk menilai perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah diterapkan antara lain penggunaan jamban keluarga. dan kemampuan individu. 3.( Depkes. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan secara mandiri. Kegiatan di luar gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan di luar gedung puskesmas adalah kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan petugas puskesmas di luar gedung puskesesmas dalam artian bahwa kegiatan promosi kesehatan dilakukan pada masyarakat yang masih berada dalam wilayah kerja puskesmas. kemauan. 2007) Pemberdayaan dalam kelompok individu dilakukan sebagian besar pada sasaran yang berkunjung ke puskesmas. lalu kurang adanya kemasan acara yang menarik sehingga terkesan tidak ada manfaatnya untuk diikuti. Pemberdayaan masyarakat secara kelompok keluarga biasanya dilakukan petugas kesehatan pada kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas. 6.2.2005) .70 puskesmas maka dirasakan bahwa hanya membuang-buang waktu sedangkan tujuan awal datang adalah untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. dan lain sebagainya. mengubur benda-benda yang dapat menampung jentik nyamuk. Puskesmas kecamatan kembangan menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat sudah mulai berjalan meski mengalami hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri dalam program mandiri yang mengikut sertakan masyarakat secara aktif.3. mengkonsumsi garam beryodium. contohnya : misalkan setiap ibu yang menimbang bayinya secara berkala dijelaskan pula manfaat untuk mengimunisasi bayinya secara lengkap. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. memelihara tanaman obat keluarga. Variabel Output 1.

Pelaksanaan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas yang dilakukan oleh puskesmas adalah upaya untuk meningkatkan PHBS masyarakat. poliklinik. leaflet dan poster kesehatan yang memuat isu penyakit dan imbauan PHBS. Kemudian menentukan jumlah. Didalam puskesmas kecamatan kembangan didapatkan hasil wawancara dan observasi lokasi bahwa adanya sarana dan prasarana seperti spanduk.( Depkes. Kegiatan yang berada dalam lingkup puskesmas antara lain tempat pendaftaran. 6. melalui pengorganisasian . dengan pemberdayaan masyarakat pengorganisasian masyarakat seperti karang taruna. laboraturium. kamar obat. kualitas dari sumber daya yang dibutuhkan. ibu-ibu pkk. 2.1. tempat pembayaran dan puskesmas. 6.3. Puskesmas ini merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Dari sumber daya tersebut puskesmas kembangan menetapkan indikator standar keberhasilan dalam pencapaian tujuan serta sasaran promosi kesehatan. ( Depkes. 2007). pemantauan sekitar dan keberhasilan melakukan program kerjasama PHBS.3. Indikator yang terlihat dari hasil yang telah dicapai antara lain pengontrolan berkala ditemukan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diterpakan oleh masyarakat dalam lingkup wilayah tersebut.70 Hasil pengamatan dan wawancara pada puskesmas kecamatan kembangan ini di peroleh bahwa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan baik ke rumah masyarakat yang menjadi sasaran kesehatan maupun lingkungan sekolah untuk pemberian imunisasi. 2007). Planning Puskesmas kecamatan kembangan menetapkan kegiatan PHBS sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. Fungsi manajemen dalam menyelenggarakan program promosi kesehatan. ruang perawatan. Kegiatan di dalam gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan yang dilakukan di dalam gedung puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di dalam gedung puskesmas dimana kegiatan promosi kesehatan dilakukan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan puskesmas.

serta penyeleksian dan pengembangan tenaga yang belum ditempatkan pada posisi yang tepat.70 6. Tetapi hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada puskesmas tim kerja promosi menunjukan bahwa koordinator program ini memiliki double job desk sebagai pemegang program keluarga miskin (gakin). Controling Di dalam puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan evaluasi denagn tujuan mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai. organizing. .3 Directing Para stake holders dan koordinator mengimplementasikan proses dan gaya kepemimpinan. 6. coordinator dan pelaksana program. apakah sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. Kemudian dalam proses controling ini menetapkan apa yang menjadi kendala dan mencari solusinya dengan stake holders. Dilihat dari jabaran fungsi manajemen diatas didapatkan bahwa promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal baik dari segi planning. menetapkan job desk serta tugas yang jelas dalam koordinasi pelaksanaan prosedur yang ada.3. Kegiatan perekrutan . Setiap bulannya di adakan rapat evaluasi mengenai kendala dan saran intara sektoral dalam program tersebut. directing. bimbingan dan membuat kebijakan yang sesuai dengan tujuan program promosi kesehatan. 6. Organizing Mengalokasikan sumber daya .4.3. Hal ini didukung oleh berbagai faktor. controlling.3.2.

Pelatihan sudah cukup diadakan namun sasaran pendidikan dan pelatihan kurang mengenai sasaran sehingga belum merata. 3. namun didapatkan dari anggaran APBD. Fasilitas dan sarana yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah cukup dalam segi jumlah hanya saja kurang dalam segi perawatan oleh para pelaksana. Para pelaksana petugas kesehatan memiliki double desk job hingga kurang optimal dalam pelaksanaan program ini. Salah satu sumber data dalam program promosi kesehatan ini adalah data SP2TP puskesmas kelurahan lalu dikumpulkan ke puskesmas kecamatan. namun pada . Tenaga SDM yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang termasuk kader didalamnya.1.70 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7. 4. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan terhadap pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. 2. Sumber dana dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini masih belum tersedia khusus.

11. 8. 9. petugas kesehatan dan masyarakat sebagai sasarannya. 5. keterbukaan. Data tersebut didukung dengan data pertriwulan yang wajib diisi oleh puskesmas kelurahan. sikap saling menguntungkan antara stake holders. Pada bagian proses advokasi juga membutuhkan banyak kerjasama dan keyakinan antar lintas sektoral. Hal ini disebabkan karena dengan linhkungan sosial yang mendukung maka sasaran mau merubah perilaku agar lebih baik dan sehat. Hal ini membutuhkan kepercayaan stake holders untuk berkerja sama. keluarga dan masyarakat. Pada bagian proses bina suasana dibutuhkan motivasi tinggi para pelaksana promosi kesehatan untuk membuat nyaman keadaan sasaran sehingga membuat tujuan program promosi kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan dilakukan. Perilaku hidup bersih dan sehat sudah mulai diterapkan pada masyarakat namun pada kenyataannya karena faktor pendidikan dan sosial budaya maka perubahan perilaku lebih sehat sulit dilakukan. Pada bagian proses gerakan pemberdayaan dibutuhkan kerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat. pemberdayaan masyarakat.70 proses dan kenyataannya didapatkan keterlambatan dalam segi pengumpulan tepat waktu. keluarga maupun masyarakat. . Tetapi tingkat pengetahuan dan motivasi masyarakat akan kesehatan masih kurang 7. bina suasana dan kemitraan lintas sektoral. 10. Strategi program promosi kesehatan dilakukan strategi dasar yaitu advokasi. baik dilihat dari ruang lingkupnya individu. namun kurangnya kesadaran arti pentingnya kesehatan menyebabkan masing-masing pihak meraskan bahwa kedudukan dan fungsinya lebih penting dibandingkan dengan pihak lainnya. Sasaran program promosi kesehatan yang menjadi target operasional adalah sasaran berupakelompok individu. 6. Namun kurangnya koordinasi dan manfaat yang berarti maka gerakan pemberdayaan ini dapat terhambat. dan dirasakan pula kurangnya manfaat yang berarti. Pada bagian kemitraan dibutuhkan sikap saling menghargai.

Untuk fasilitas dan sarana yang sudah ada hanya dibutuhkan pengertian antara sesama petugas pelaksana untuk lebih merawat fasilitas yang sudah ada.2. 7. dibutuhkan pula anggaran belanja untuk peralatan yang sudah tidak layak pakai agar dapat diregenerasi. 2.70 12. Hal ini memiliki kekurangan yaitu sasaran terkadang memiliki pemikiran bahwa mereka datang ke puskesmas dengan tujuan awal untuk mendapatkan pelayanan medis sehingga menyebabkan mereka kurang merasakan manfaat yang ada dari mengikuti program ini. Dengan dilakukannya kriteria standar karakteristik petugas maka tenaga honer yang akan berkerja di puskesmas tersebut dapat melakukan beban kerja dengan tanggung jawab yang maksimal. 13. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti mencoba memberikan saran kepada puskesmas kecamatan kembangan dalam upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program promosi ksehatan tersebut. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang jarang mengunjungi puskesmas namun masih berada di dalam wilayah kerja puskesmas.Tentu didukung pula dengan tingkat kesejahteraan yang lebih diperhatiakan sehingga dapat memotivasi mereka dalam menjalankan tugas. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan didalam gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang sering mengunjungi puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis. Hal ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan dana dan tenaga kerja yang lebih bila ingin menjangkau sasaran di luar puskesmas sesuai target. . Bagi puskesmas kecamatan kembangan 1.

4. 9. Gerakan pemberdayaan dilihat dari waktu pemberian informasi dari awal yang disepakati oleh masyarakat dengan seperti itu maka masyarakat tidak akan merasakan keterpaksaan dan merasa nyaman untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan secara mandiri. Diberkan kemasan acara yang menarik. hal ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi dari segi pelaksanaannya. Dalam pelaksanaan advokasi dibutuhkan pendekatan yang dilakukan perkelompok dan secara terus menerus kepada stake holders yang terkait bukan dengan perindividu. 8. 6. Untuk anggaran atau dana yang ada hanya didapatkan dari dana APBD sehingga koordinator program ini diharapkan mampu membuat rancangan anggaran yang dapat diajukan pada laporan tahunan puskesmas. 5. dan petugas yang informatif 11. Perilaku hidup bersih sehat yang sudah ada dan diimplementasikan kepada masyarakat agar lebih ditingkatkan dengan cara pemberian motivasi yang lebih dan pengawasan serta evaluasi yang berkesinambungan.70 3. akan lebih mudah untuk menerima perubahan gaya hidup apabila situasi yang ada diawal perencanaan membuat mereka nyaman dan kondusif. Data promosi kesehatan yang didapatkan dari SP2TP dan pelaporan pertriwulan sering mengalami keterlambatan hal ini disebabkan adanya double desk job dan kurang adanya sangsi dan reward yang tegas. Dalam promosi kesehatan maupun kegiatan kesehatan yang lain tentu mebutuhkan kerjasama dan kemitraan antar lintas sektoral. Sasaran promosi kesehatan dilihat dari jenis karakteristik jumlah masyarakat apakah individu. 10. untuk meningkatkan . Bina suasana adalah hal yang cukup penting mengingat bahwa masyarakat mau merubah perilaku apabila mereka mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial mereka. keluarga maupun masyarakat. Strategi dasar yaitu ABG plus one sudah mengikuti standart yang ada. 7.Petugas kesehatan juga harus melihat keadaan sosial dan budaya masyarakat yang ada agar lebih mudah mencapai tujuan. hal ini dinilai para ahli akan lebih memberikan hasil dibandingkan pendekatan stake holders perindividu.

Semua pihak diberikan pengertian akan tujuan akhir yang akan dicapai mampu memberikan manfaat kepada semua pihak. Hal ini dapat diminimalkan dengan cara memberikan insentif diluar dana pokok yang sudah ada.Perawatan sarana dan fasilitas yang sudah ada lebih dimaksimalkan dengan seperti itu maka sasaran pengunjung puskesmas merasakan manfaat lebih saat ke puskesmas tidak hanya mendapatkan pelayanan medis namun juga manfaat peningkatan kesehatan. dan akan menyadari bahwa kesehatan adalah hal penting yang wajib untuk dijaga dan diperjuangkan bersama.dibutuhkan pula kerjasama dengan kader agar evaluasi dapat berjalan secara berkesinambungan. seperti poster yang berisikan pesan kesehatan. 13. 12. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kegiatan digedung puskesmas akan memberikan dampak yang jauh lebih positif apabila petugas promosi kesehatan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia. tanpa merekrut tenaga tambahan.70 kerjasama ini. dibutuhkan kejujuran masing-masing pihak sehingga akan didapatkan kerjasama tanpa keterpaksaan. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas akan memberikan dampak berupa peningkatan jumlah tenaga kerja dan dana. Diberikan penyuluhan yang terarah kepada pengunjung apabila menanyakan salah satu sarana yang ada. .

70 DAFTAR PUSTAKA 1. Dhilton. Hs.1998. F. Reformasi Pelayanan Kesehatan. Nursing Action For Health Promotion. .A. Nasrul. 4. Azwar. 2004. David. 2004. 2. Departement Kesehatan RI:Jakarta. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat.Fred.1981. Health Promotion And Community Action For Health in Developing Countries. EGC: Jakarta. Management Strategis Konsep. Geneva.1994. Effendy. 3.F. David.A David Company: USA. R. PT Indeks Gramedia: Jakarta. WHO. 5.Azrul.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta. 2002. Departemen Kesehatan RI. Departemen Kesehatan RI.Fitamaya: Bandung. Eko. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 17. Departement Kesehatan RI. . 12. 1995. J. 1994. 8. Notoadmodjo.Jakarta. PT.Jakarta. 1997. Bahan Pembelajaran Mata kuliah Promosi Kesehatan. 7. Buku Pedoman untuk Petugas Kesehatan Seri Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. PT Rineka Cipta: Jakarta. 2003. 1984. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi Kesehatan. 2001. Ekonomi Kesehatan. Notoadmodjo. 2007. Jakarta. Sebaiknya Anda Tahu Departement Kesehatan RI Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Buku Pedoman Penyuluhan Bagi Pekarya Kesehatan. Departement Kesehatan RI. 2008.Jakarta 11. 15.70 6. PT Rineka Cipta:Jakarta. 16. Metodologi Penelitian Kualitatif. 14. 10. 13. Departemen Kesehatan RI. PT Rineka Cipta: Jakarta. Metodologi Penelitian Kesehatan. Soekidjo. Pedoman Penyelenggaraan Aministrasi Di Puskesmas. Suryani. Notoadmodjo. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. PT Remaja Rosdakarya:Bandung. PT Rineka Cipta: Jakarta.Jakarta. 1997. Prawito. Lexi. Priajono. Departement Kesehatan RI:Jakarta. Soekidjo. Departemen Kesehatan. 9. Tjiptoherianto. Sistem Kesehatan Nasional. Soekidjo. 1990. 2005. Moelong. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan.

70 18. Departemen Kesehatan RI. 1997. Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Puskesmas. Departemen Kesehatan RI.Jakarta. 19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. ARRIF Buku Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 20. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. Pedoman Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Dinas kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 21. Departemen Kesehatan RI, 2003. Profil Promosi Kesehatan 2003. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 22. Departemen Kesehatan RI, 2003. Promosi Kesehatan Di

Perusahaan.Departement Kesehatan RI.Jakar 23. Departemen Kesehatan RI, 2004. Panduan Advokasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 24. Departemen Kesehatan RI, 2004. Penyusunan Profil Promosi

Kesehatan.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 25. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di

Daerah.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 26. Departemen Kesehatan RI. 2005. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 27. Departemen Kesehatan RI, 2006. Pedoman Perencanaan Tingkat

Puskesmas.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 28. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas. Departement Kesehatan RI.Jakarta.

70 29. Departemen Kesehatan RI, 2007. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 30. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Mandiri Bagi Petugas Penyuluh Lintas Sektor

Kecamatan.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 31. Puskesmas Kecamatan Kembangan, 2007. Laporan Tahunan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat. Laporan Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007.

Matriks Instrument Wawancara

Informan Internal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga /SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan Kepala PKM Kembangan Koordinator Promosi kesehatan X X X X X X X X X X X X X X X X

70 d.Kemitraan Output a.Kegiatan didalam dan diluar gedung b.PHBS X X X X

Informan Eksternal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Kepala PKM Meruya Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga/SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan d.Kemitraan Output X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Koordinator Promosi Kesehatan Koordinator Promkes Sudin

Dara F. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan Fungsi : : Drg. sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.70 a. mental. .PHBS X X X X Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang .kegiatan didalam dan diluar gedung b. Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Itulah sebabnya. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan selaku penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan.

Bagaimana visi dan misi anda dalam memimpin dan selaku penanggung jawab dalam program-program yang ada dipuskesmas Kembangan ini termasuk program promosi kesehatan ini?. Apa saja bentuk kerjasama antar dan intra sektoral dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 5. Bagaimanakah sumber daya. biaya. Pihak mana saja yang terkait penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini? . 2. 1974). kelompok atau masyarakat. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Pertanyaan Input 1. tenaga. Apakah ada program ulangan yang diajukan kembali setelah anda melakukan evaluasi program? Program Promosi Kesehatan khususnya? Pertanyaan Proses 4. metode yang ada di Puskesmas ini untuk program promosi kesehatan? 3.70 mempengaruhi kesehatan individu.(Blum.Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. : Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Thamrin : Koordinator Program Promosi Kesehatan dan Implementasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan.Itulah sebabnya.mental. . maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. kelompok atau masyarakat.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu.Promosi : Bapak M.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. 1974).sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.(Blum.

70 kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. 4.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? perkembangan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan . 7. Bagaimana Kembangan? Apakah saja tugas pokok dari promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Tolong anda jelaskan sumber dana yang mendukung program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Metoda apa saja yang digunakan dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Apakah para petugas promosi kesehatan ini telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang memadai? Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Pertanyaan Proses 9. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 10. 8. 3. 6. Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah proses Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 11. 5. 2. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.

70 Pertanyaan Output 12. Bagaimanakah penyuluhan kesehatan didalam dan diluar gedung Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 14. . Bagaimanakah proses kegiatan yang telah dilakukan oleh seksi promosi kesehatan selama ini? 13. mental.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Dr.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.Itulah sebabnya. Maria C.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. : Kepala Puskemas Kelurahan Meruya Selatan I. Produk mandiri apa saja yang telah dihasilkan oleh program promosi kesehatan ini?dan mekanisme pelaporan? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. Hambatan apa saja yang ditemukan dalam proses pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? 15.

70 Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974). Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan,juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya Pertanyaan Input 1. Apakah tugas pokok dari Promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 2. Bagaimanakah struktur tenaga pelaksana (SDM), Kapasitas Sumber Daya, Biaya, Metoda, Sasaran promosi kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 3. Apakah petugas promosi kesehatan telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang memadai dari pusat ataupun secara mandiri? 4. Apakah ada program mandiri selain yang di berikan dari pusat untuk program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan ini? Pertanyaan Proses 5. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi Promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan?

70

Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka

TINJAUAN

PELAKSANAAN

PROGRAM

PROMOSI

KESEHATAN

DI

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa, sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan :Safrida,SKM. : Pelaksana Program Promosi kesehatan diPuskemas Kelurahan Meruya Selatan I. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat.

70 seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Itulah sebabnya, maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974).Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah perkembangan dari program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan Meruya Selatan I? 2. Bagaimanakah keadaan diPuskesmas ini mengenai sumber daya, biaya, tenaga, metoda, data, sasaran, dan komitmen? Pertanyaan Proses 3. Bagaimanakah proses dari Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan di dalam Puskesmas ini? 4. Bagaimanakah kemitraan yang dilakukakan oleh antar maupun intra sektor di dalam pelaksanaan promosi kesehatan? Pertanyaan Output 5. Apakah hasil yang dicapai dari pelaksanaan program promosi kesehatan ini?

Apa saja kegiatan promosi kesehatan yang ada baik diluar gedung maupun didalam gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.70 6. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber Jabatan dan fungsi Kantor : Koordinator Seksi Promosi Kesehatan. . S. Adakah kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan promosi kesehatan? 7. Bagiamanakah mekanisme pelaporan dari program promosi kesehatan ini? 8.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Bapak Ecep. : Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

Bagaimanakah perkembangan promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 2.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. 1974). Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) yang memenuhi kriteria dalam promosi kesehatan? 4. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. mental. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan).(Blum. kelompok atau masyarakat. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan untuk kegiatan yang dilakukan baik di luar maupun didalam gedung? 5. Itulah sebabnya. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Metode apakah yang digunakan dalam promosi kesehatan ini? 6. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Pertanyaan Input 1. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.70 Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Apa saja tugas pokok dari promosi kesehatan? 3. Bagaimanakah sistem pendanaan yang digunakan dalam promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? .

.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Bapak Ardali. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan di dalam Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 9. Bagaimanakah proses Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan didalam Suku Dinas Kesehatan? 11. Bagaimanakah yang menjadi kriteria sasaran yang akan menjadi tujuan diterapkannya promosi kesehatan? Pertanyaan Proses 8.70 7. Bagaimanakah kerjasama dan kemitraan yang dilakukan baik internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? Pertanyaan Output 12 Bagaimanakah dengan hasil akhir dari promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 13 Bagaimanakah dengan mekanisme pelaporan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 14 Bagaimanakah dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam ataupun diluar gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. Bagaimanakah proses Bina Suasana yang dilakukan didalam Suku Dinas kesehatan Jakarta Barat? 10.

Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. kelompok atau masyarakat. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3.(Blum.70 Jabatan dan fungsi : Ketua rukun tetangga Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. 1974). Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6. Itulah sebabnya. mental. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? . Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. 1. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.

.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Ibu Brenda.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.

Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. Itulah sebabnya. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2 . Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. 1. mental. kelompok atau masyarakat. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.(Blum. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Berapakah jumlah kader dan insentif yang diterima perbulannya dan apakh sering diadakannya pelatihan? . Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.70 Jabatan dan fungsi : Kader kesehatan Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. 1974). Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? 8.

Informan e Hm.lebih dari 17 tahun dek intisari Lama bekerja para koordinator lebih dari 5 tahun bisa . Informan d Kayanya lebih dari 10 tahun deh.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA koordinator Promkes No Variabel 1 Lama bekerja Informan b Sudah cukup lama ya kirakira lebih dari 22 tahunan.

4. Fasilitas dan sarana di masingmasing tempat sudah mencukupi .hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya. Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan Promosi kesehatan merupakan hal yang penting dalam kesehatan masyarakat.70 sudah memiliki banyak pengalaman kerja. Tenaga SDM Masukan /input Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya. Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya. Tenaga SDM yang ada cukup dari segi jumlah namun belum dari segi kualitas. 3 Pentingnya promosi kesehatan Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak. 2 Pengertian promosi kesehatan. Para koordinator mengetahui pengertian dari promosi kesehatan.. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana. Saya merasakan bahwa peralatan yang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah 5 Fasilitas dan sarana Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah.

papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. hanya saja kurang dari segi perawatannya. 6 Dana Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. hanya dari Untuk anggaran promosi kesehatan tidak ada dana khusus hanya dari APBD. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas. Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini cukup memadai ya. Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar. leaflet 89 lembar. .70 ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah. OHP 1 buah. trus poster kesehatan 8 buah.hanya APBD. karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada. mic 1 buah. tape recorder1 buah.

70 7 Data Dari SP2TP dan Data itu ada laporan form dalam SP2TP dan pertriwulan.menggunakan ABG Strategi sudah menggunakan yang menjadi pedoman pelaksanaan promkes. untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas Semua PHBS yang ada disini dilihat dari Semua data terdapat dalam SP2TP dan pengisisan form tiga bulan sekali. APBD saja. 9 Sasaran promosi Sasaran kita kesehatan memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan PHBS PHBS yang sudah ada. lebih Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya Sasaran dibagi dibagi dalam kegiatan diluar dan dalam gedung puskesmas. form yang tiga bulan sekali. Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan. 8 Strategi promosi Disini dikenal kesehatan sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitran Kita mengikuti perencanaan awal. 10 PHBS yang ada salah satunya adalah program PHBS sudah diterapkan di lingkungan .

promkes adalah sekolah dan meningkatkan kerja. anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat. lingkungan kerja. tempat umum. seperti anak sekolah. . Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana.70 dikembangkan dalam pelaksanaannya . 11 Advokasi Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung. kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. dan pemberdayaan masyarakat Advokasi merupakan bagian yang penting dan salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan bagi para stake holders. 12 Bina suasana Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai Bina suasana merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam proses melaksanakan promkes. Proses Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka seharihari. tujuan awal umum.

70 tujuan. keluarga dan masyarakat. apakah individu. Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. . puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan Kemitraan di lintas sektoral dibutuhkan untuk mencapai tujuan promkes dengan hal yang mendasar yaitu saling terbuka. Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. entah itu pendekatan individu. 13 Gerakan pemberdayaan Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3. Gerakan pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mendidik masyarakat lebih mandiri sesuai dengan karakteristik sasarannya. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. menghargai. promosi baik maupun gedung untuk sasaran mampu perilaku lebih secara Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung diperuntukan untuk sasaran yang jarang mengunjungi puskesmas. 14 Kemitraan Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain.keluarga dan masyarakat. Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. 15 Kegiatan promkes di luar gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah Output Semua kesehatan diluar didalam bertujuan memcapai yang merubah menjadi sehat mandiri.

kunjungan kerumah. bisa melalui UKS. Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat. tempat kerja. harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. sekolah. dan dibaca. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca. dan lain sebagainya.70 kerja puskesmas ini. Kegiatan promkes di dalam diperuntukan untuk sasaran yang mengunjungi puskesmas 16 Kegiatan promkes di dalam gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan MATRIKS HASIL WAWANCARA .

Fasilitas dan sarana sudah 4 Tenaga SDM Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi 5 Fasilitas dan sarana Saya lihat cukup lengkap . Saya rasa cukup lengkap Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari semua perencanaan yang ada di puskesmas. sudah lebih dari 17 tahun ya mbak Informan c Sudah sekitar kurang lebih 23 tahun lumayan lama juga ya intisari Masa kerja kedua kepala puskesmas tersebut menunjukan adanya pengalaman kerja yang mencukupi. 3 Pentingnya promkes Kedua kepala puskesmas tersebut telah mengerti pentingnya kedudukan promosi kesehatan. Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul. 2 Pengertian promosi kesehatan Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas. Kedua kepala puskesmas tersebut sudah mengerti pengertian dari promkes.70 Kepala Puskesmas No Variabel 1 Lama bekerja Informan a Hm. Tenaga SDM dalam program promkes sudah cukup hanya saja butuh diberikan pelatihan untuk tenaga yang baru.

gerakan pemberdayaaan masyarakat. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. kemitraan. 6 Dana Dana ya. bina suasana. 9 Sasaran promosi kesehatan 10 PHBS Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi pkm maupun yang ada dilapangan. Strategi yang ada dan telah digunakan adalah advokasi. Strategi promkes ya. Dana yang diperuntukan khusus untuk promkes belum ada. PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan PHBS yang ada sudah diterapkan dalam masyarakat . Data yang diambil dari SP2TP dan form pertri wulan. Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes. 7 Data Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan. Sasaran promkes terbagi 2 yaitu kegiatan didalam dan diluar gedung 8 Strategi promosi kesehatan Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG.70 ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai.ya ABG plus kemitraan itu. Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan. dirasa cukup hanya saja membutuhkan perhatian dalam perawatannya. ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja.

. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes. . melalui kader dan petugas kesehatan.70 pada usia sekolah. tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan.

Penerapan PHBS sudah disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kalo PHBS kaya cuci tangan.. Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. . Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. 3 Kekurangan pemerintah dalam melaksanakan promkes 4 Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali. Kekurangan yang sering dirasa sebagian tokoh masyarakat ini adalah kurangnya komunikasi dan insentif yang mencukupi.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA Kader kesehatan dan ketua RT No Variabel 1 Intesitas kunjungan penyuluhan oleh petugas kesehatan Informan f Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi. 2 Masalah kesehatan yang sering terjadi di wilayah tersebut. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan Informan g Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan. PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi. Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk. pilek. dan cuci tangan lalu ada Masalah kesehatan yang paling sering terjadi adalah ISPA. Intisari Kunjungan petugas kesehatan dirasa cukup sering meski ada personil petugas yang dirasa kurang komunikatif.

makan sayuran gitu mbak.meski belum semua rumah seperti itu.70 kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah. program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolahsekolah dasar. 5 Pengontrolan berkala oleh petugas kesehatan Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersih-bersih rumah. Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarinkemarin. Langkah mandiri masyarakat adalah kerja bakti dan pemeliharaan sanitasi lingkungan rumah tinggal. menguras bak. Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi 6 Langkah mandiri yang sudah diterapkan Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh. . Kunjungan untuk pengontrolan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan jadwal yang ada.

70 sering yang kena kaya batuk. pilek jadinya sering saya minta bersih. Tingkat kepuasan dinilai cukup dalam pelayanan program promosi kesehatan ini di wilayah kerja puskesmas kecamatan dan pembantu. Jumlahnya Jumlah kader sekitar 8 kader ada 8 orang per wilayah trus masing-masing kalo uang diberikan upah sekitar 17.000 rupiah rupiah per perbulan.bersih rumah masingmasing 7 Tingkat kepuasan terhadap pelayanan promkes Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home.000 17. Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak. bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak. 8 Jumlah kader dan insentif yang diberikan serta pelatihan untuk promkes - . perlu ditambahkan komunikasi efektof pada petugas dan insetif bagi kadernya.

Lampiran 6. Lampiran 2. Matriks hasil wawancara informan.70 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lampiran 3. . Lampiran 4. Peta kecamatan kembangan kodya Jakarta Barat. Matriks wawancara informan eksternal. Organogram pukesmas pembina kembangan tahun 2007. Rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan. Matriks wawancara informan internal Lampiran 5. Pedoman wawancara informan Lampiran 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful