70

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PR.DR.HAMKA

TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT TAHUN 2008

OLEH: MARTDINI.KURNIA. A. NPM 0605017005

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PROF. DR.HAMKA JAKARTA 2008

70 PERNYATAAN PERSETUJUAN Identitas Mahasiswa Nama Mahasiswa NIM Judul Skripsi : Martdini Kurnia Anggraeni : 0605017005 :” Tinjauan Program Promosi Kesehatan Di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Tahun 2008” Skripsi ini telah disetujui,diperiksa dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Agustus 2008 Komisi Pembimbing Pembimbing I

(Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes)

Pembimbing II

(Dra. Emma Rachmawati, Mkes)

70

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT karena dengan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Jurusan Managemen Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka. Dalam penyusunannya penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak terdapat kekurangan, baik materi maupun penyajian. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang penulis miliki dan juga keterbatasan dalam memperoleh data. Tetapi berkat banyaknya bimbingan, bantuan dan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Zulazmi Mamdy, MPH sebagai Dekan Fakultas Kesehatan yang telah memberikan masukan dan bimbingan selama masa perkuliahan. 2. Ibu Retno M, SKM, M.Kes, sebagai Pembimbing Akademik yang bersedia dan sabar membimbing selama masa perkuliahan. 3. Bapak Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi pertama yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Emma Rachmawati, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi kedua yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Arif Setyawan, SKM, M.Kes, sebagai Kepala Program Studi yang bersedia memberikan informasi dan masukannya selama masa perkuliahan.

Menur. Seluruh dosen. (I luv u.Hamka Jakarta Selatan 7. penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan dan semoga ALLAH SWT merahmati dan memberikan kebaikan bagi kita semua. Jakarta. 8. Papa. Cinta. Mas Edy dan my little angel Bagas (kamu adalah hadiah terindah untuk tante. baby. Mas Anggit.Je’taime Beacoup. Mpy.de’. Nyos.n Dini maaci jadi oponentna. bantuan yang tidak ternilai besarnya kepada penulis. 9. Tante Ganduik.A) . aku bukanlah apa-apa…. 26 Juni 2008 (Martdini.Dr. Ayah.. Mama.) Akhir kata. Bunda. Mba lilies.)..Hamka. ( Tanpa kalian. Tante Omponk. Mba Ai yang senantiasa memberikan support. Ketua dan Anggota Panitia Ujian Seminar Proposal Skripsi Universitas Muhammadiyah Prof..70 6. pihak Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.K. puskesmas Meruya Selatan 1. staff dan karyawan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prof. Ptot. ) 10. Pihak Puskesmas Kecamatan Kembangan..).Dr. Erwan syahri yang memberikan ketulusan kasih sayangnya dan mensupport penulis penuh tanpa ia sadari. doa. Anak-anak konversi 2006 dan regular 2004 (Mpuz. 11.

R RAKERNAS = Rapat Kerja Nasional Repelita = Rencana Pembangunan Lima Tahun RS = Rumah Sakit S SDM = Sumber Daya Manusia SP2TP = Sistem Peloporan dan Pencatatan Terpadu .70 DAFTAR SINGKATAN A ASI = Air Susu Ibu D DEPKES RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia G GBHN = Garis Besar Haluan Negara Gakin = keluarga miskin K KIA = Kesehatan Ibu Dan Anak P PHBS = Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PKMD = Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa Promkes = Promosi kesehatan.

70 SWOT = Strenght Weakness Opportunities Threats T TV = Televisi W WHO = World Health Organization .

14. Gambaran riil adalah gambaran kenyataan atau fakta yang ada dilapangan. Kontribusi adalah memberi masukan pada input. Upaya kuratif adalah upaya yang dilakukan dalam hal pengobatan. Identifikasi adalah mengelompokan sesuai dengan kriteria. Cross check adalah menyamakan dan membandingkan sesuatu hal hingga mendapatkan hasil yang valid. 17. 2. Mediasi kesehatan adalah nasihat dalam bidang kesehatan 6. 12.70 DAFTAR ISTILAH 1. 3. 7. Implementasi adalah pelaksanaan. 5. Hak yang absolute adalah hak yang penuh terhadap pilihan sendiri. 10. Kondisi kondusif adalah keadaan lingkungan yang mendukung. Kontradiksi adalah kerancuan atau hal yang bias dan bertentangan. Program yang terintregrasi adalah program yang menyatu. 9. 15.faktor yang mempengaruhi kesehatan. Stake holder adalah pemegang peraturan atau pihak-pihak yang terkait. 11. 13. Metode persuasive adalah metode yang mengajak orang lain untuk berperan serta. 16. Determinan kesehatan adalah faktor. 4. Double jobs desk adalah pekerjaan rangkap tugas. Kegiatan komprehensif adalah kegiatan yang menyeluruh atau terpadu. . 8. Metode paternalistik adalah metode yang menggunakan orang yang berpengaruh dalam hidup klien untuk berperan serta.

Pengertian mengenai obyek studi……………………………. Luas wilayah. Tabel 2. Tabel 5. Sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas kecamatan kembangan Tabel 3. Karakteristik informan internal dan ekternal…………… Sarana promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan………. Sarana promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya selatan I……….. di wilayah puskesmas kembangan….rt.2. . jumlah. Puskesmas kelurahan di wilayah puskesmas kembangan……… Tabel 2.5.70 DAFTAR TABEL Tabel 1. rw. Tabel 2. Tabel 4. Jumlah penduduk puskesmas kecamatan kembangan….1. Tabel 2.3 Jumlah tenaga medis dan non medis di wilayah kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2.4 Rencana kegiatan program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2.

Kerangka penelitian oleh Prof. Fish bones perumusan masalah promosi kesehatan…………… . Dr. Kerangka penelitian oleh Linda Ewless………………………… Gambar 3.1. Soekidjo Notoadmodjo……. Gambar 4..1.70 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1.. Alur promosi yang digunakan dalam buku pedoman promosi kesehatan…. Gambar 2.Alur proses promkes di puskesmas kecamatan kembangan……. Gambar 5.1.1.

SMUN 90 (Tahun 2000-2003) 4. STRATA 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROFESOR DR. 06 Maret 1985 Pengalaman Organisasi : 1. SMP Cendrawasih (Tahun 1997-2000) 3.70 BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa Alamat No Telepon NPM Peminatan Pendidikan : Martdini Kurnia Anggraeni : Komplek Deplu no 1 Pondok Aren Tangerang : 08129036486 / 7356230 : 0605017005 : Managemen Administrasi Kesehatan : 1. Sekretaris ROHIS SMUN 90 . AKADEMI KEPERWATAN PERTAMINA (Tahun 2003-2006) 5.HAMKA (2006-sekarang) Tempat Tanggal Lahir: Jakarta. Bendahara OSIS SMP Cendrawasih 2. SD Cendrawasih (Tahun 1991-1997) 2.

.........3......5 I.Tujuan Umum…………………………………………...…....... DAFTAR SINGKATAN…………………………………….1.....………………...........5 I.........Tujuan Penelitian…………………………………………………..Manfaat Penelitian…………………………………………………..... DAFTAR ISTILAH……………………………………………………….... DAFTAR ISI…………………………………………………………….........……..3.....2..1.4.9 .3......Promosi Kesehatan…………………......... BAB I PENDAHULUAN I........Tujuan Khusus………………………………………........ DAFTAR TABEL………………………………………………………………… DAFTAR BAGAN/ GRAFIK…………………………………………………….......2...5 I............5 I.……………………………7 2....70 DAFTAR ISI COVER ABSTRAK.. DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………....5.......……..Visi dan Misi Promosi Kesehatan……………………......... PERNYATAAN PERSETUJUAN ……………….Ruang Lingkup Penelitian…………………………………………...………………….1.Permasalahan…………………………………………………….Sejarah Promosi Kesehatan……………………………8 2..1..4 I.. KATA PENGANTAR……………………………………………………………...6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2..........................I...I Latar Belakang………………………………………………….1 I...........2............. BIODATA MAHASISWA…………………………….......

Informan…………………………………………………………34 4.19 2.Lokasi dan Waktu Penelitian…………………………………..24 BAB III.3.….Pengumpulan Data………………………………………………36 4...36 4.70 2. Definisi Istilah…..1..Definisi Puskesmas………………………………….4.4.2.1..2... Kerangka Konsep………………………………………. ………..Lima Pendekatan Promosi Kesehatan……………….Informan Internal………………………………….34 4.2..2.1..19 2.2..3.35 4.35 4.3. HASIL PENELITIAN 5.1.…………….Collecting Data Penelitian……………………………………….1..3....14 2.1. Puskesmas………………………………………………………..Program Pokok Puskesmas………………………….3..15 2.6.…………….1.4..Sasaran Promosi Kesehatan………………………….3. METODE PENELITIAN 4...Sejarah Perkembangan Puskesmas………………….1 Topografi dan geografi……………………………… 5.Peran dan Fungsi Puskesmas………………………..29 3.…….30 BAB IV.Validitas Data……………………………………………………38 BAB V.6 Penyuluhan…………………………………………. Kerangka Teori…...27 3.….36 4.5..2..Jenis dan Sumber Data……………………………………….Design Penelitian…………………………………………… ….…….1.7.5.8.….1. Demografi…………………………………………………………… .…………..1.…34 4.Ruang Lingkup Promosi Kesehatan…………………..34 4.………………………………. 5..Pengolahan Data dan Analisa Data……………………………..2.2..22 2...KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.21 2.Informan Eksternal………………………………. Gambaran umum puskesmas kecamatan kembangan…………….16 2..12 2.2.2..

. 5.3.2.3. Variabel output……………….6..4.3. 5.5.. 5.3.. Variabel output………………………. 6. 5.2.Misi puskesmas kecamatan kembangan………..6.Directing…………………….1..5.2.Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas. Hasil wawancara mendalam dengan informan internal… 5.6.2. BAB VII. 5. Hasil penelitian…………………………………………. Kebijakan mutu…………………………………….4. Keterbatasan penelitian……………………………. 5.3. Variabel input……………………….2. KESIMPULAN DAN SARAN 7.3.3. 6.2. 5.2. Variabel proses……………………….2. Upaya kesehatan…………………………. indikator kinerja dan target puskesmas………… 5.5. 6..2... 5.3.1.4.6. Hasil wawancara dengan informan eksternal… BAB VI. 6.6.1.Organizing…………………. . Variabel proses………………..5..4.3..1. Upaya peningkatan mutu pelayanan……….3. PEMBAHASAN 6. Sasaran………………………………. Program-program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan… 5. Jenis pelayanan.. Controling………………….5. 6.1.70 5. Planning……………………. 6.Fungsi menejemen dalam pelaksanaan promosi kesehatan… 6.5.2. 5. Karakteristik informan……………………….3.4.2.6. Tujuan puskesmas kecamatan kembangan……. 6. Jenis pelayanan……………………………. Kesimpulan…………………………………………. Variabel input………………….3.6.Visi puskesmas kecamatan kembangan………… 5. 5. 5. Cara mencapai tujuan………………… 5.2.3.2.2. 5.3.1.1. Pembahasan penelitian……………………………. 6.3.1. 5.3.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN I. Negara. Penetapan strategi kesehatan merupakan sebuah investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. Angka Kematian Balita. Rencana strategis pembangunan kesehatan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu telah menetapkan visi baru Indonesia sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan masyarakat.70 7. Bangsa. dan Angka Kematian Bayi.2. yang berarti termasuk dalam menggali dan mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi. 1994).1. dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran. Saran…………………………………………………. Pembangunan Nasional merupakan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu.Visi Indonesia Sehat 2010 akan diwujudkan dalam program pembangunan kesehatan yang berdasarkan pada . memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di wilayah Republik Indonesia . Undang-undang Kesehatan no 23 Tahun 1992 memberikan batasan kesehatan adalah keadaaan sejahtera badan. jiwa.(Depkes RI. kemampuan. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis dan GBHN 1993 yang menggariskan antara lain bahwa sasaran pembangunan Repelita VI adalah tumbuhnya sikap kemandirian. Ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan sehat. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi(Prijono. 1999).

baik sebagaimana yang dikemukakan oleh WHO maka ruang lingkup Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan sebenarnya sangat luas sekali. adil merata. Program peningkatan promosi kesehatan dilakukan melalui pendekatan dengan 5 tatanan rumah tangga yaitu institusi pendidikan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merubah perilaku masyarakat yang sehat. 1997).kelompok dan masyarakat . Untuk itu promosi kesehatan harus dilakukan secara terarah. (Notoadmojo. institusi kesehatan. maka bentuk pelayanan kesehatan yang ada ditengah masyarakat yang berubah bentuk menjadi suatu kegiatan yang sangat kompleks. Pembangunan Kesehatan merupakan investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. . pemberdayaan dan kemandirian. tempat kerja dan tempat umum . yaitu paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga diri mereka melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promosi dan preventif.Sesuai dengan luasnya pengertian sehat. Puskesmas sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang tidak hanya tertuju pada bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien didalam kamar periksanya saja. sebagai salah satu upaya dalam proses pemberdayaaan masyarakat untuk memelihara. 2007). Puskesmas sebagai institusi yang bergerak dalam pelayanan kesehatan telah menempatkan program promosi kesehatan. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi. 1974). Penerapan paradigma baru. serta pengutamaan manfaat (Depkes RI. (Depkes RI. Program peningkatan perilaku sehat merupakan salah satu pokok program pembangunan kesehatan.70 perikemanusiaan. Untuk mewujudkan keadaan perilaku masyarakat yang sehat sebagai wujud kemandirian masyarakat tidaklah mudah. (Depkes RI. melindungi dan meningkatkan kesehatan. terpadu dan berkesinambungan. 2000). Pembangunan kesehatan berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional . Tetapi dengan makin tingginya kadar kehendak (medis) dan kadar tuntutan (demands) masyarakat terhadap kesehatan.

Puskesmas sebagai salah satu organisasi yang menyusun rencana kerja yang terarah dan berhubungan dengan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya harus mempunyai pemahaman tentang sistem yang akan dianut untuk memperlancar pelaksanaan programprogramnya.) dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat diwilayah kerjanya. harus termasuk pula segala faktor lingkungan yang mempengaruhi hubungan dengan organisasi (sistem lainnya yang mempengaruhi sistem kesehatan) seperti keadaan sosial budaya.) pusat pembangunan masyarakat diwilayahnya. adat istiadat. Bagaimana cara pengambilan keputusan dari organisasi. masalah kesehatan para pekerja. Kedalam pemahaman sistem tersebut.70 Kedalamnya harus termasuk bentuk pelayanan pengobatan. 3. Puskesmas Kembangan merupakan salah satu Puskesmas Pembina yang terletak di Jakarta Barat telah melaksanakan promosi kesehatan di wilayah Kecamatan Kembangan meliputi 8 kelurahan yang diwakili oleh masing-masing . tepat dan mudah dievaluasi. Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan Tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu sebagai 1.) membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya. kepercayaan masyarakat dan lain sebagainya. ukuran-ukuran apa saja yang dipakai dalam menilai suatu keberhasilan serta komponen-komponen apa terdapat dalam organisasi. salah satunya yaitu pemahaman tentang sistem yang dianut yang gunanya memaparkan bagaimana sistem pelaksanaan dari program tersebut berjalan dengan baik. pendidikan kesehatan. yaitu mengetahui dengan tepat sistem apa yang berlaku dalam organisasi tersebut. upaya pengumpulan data kesehatan dan lain sebagainya. Dalam suatu institusi atau organisasi diperlukan pemahaman tentang organisasi. Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang amat penting di Indonesia. Pemahaman tentang sistem yang dianut merupakan pemahaman pertama yang harus dikuasai oleh setiap pembuat rencana. pengelolaan lingkungan. 2. aktifitas apa yang telah dilaksanakan serta bagaimana pengelolaan sistem secara keseluruhan adalah bagian–bagian lainnya yang harus diketahui dalam pemahaman sistem tersebut.

pendidikan kesehatan. melindungi dan meningkatkan kesehatannya (WHO). .70 puskesmas kelurahan khususnya wilayah puskesmas kecamatan Kembangan yang secara operasional dilakukan oleh seorang koordinator program dan dibantu oleh beberapa anggota. Salah satu program yang dimiliki Puskesmas Kecamatan Kembangan yaitu promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan. maka penulis menaruh perhatian untuk memberikan gambaran evaluasi kegiatan promosi kesehatan dan masalahnya agar dapat memberikan perbaikan bagi promosi kesehatan tersebutkan agar bertujuan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin di lingkup wilayah kerja Puskesmas tersebut. Puskesmas Kembangan adalah puskesmas pemberi pelayanan kesehatan komprehensif yang juga mengarah kepada macam pelayanan yang mengutamakan segi specific protection and health promotion. Sampai saat ini belum pernah dilaksanakan tinjauan terhadap kegiatan promosi kesehatan diPuskesmas Kecamatan Kembangan tersebut. penyediaan dan penyebaran media komunikasi kesehatan kepada masyarakat yang berguna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara. dan minimnya pendanaan yang khusus di alokasikan terhadap program promosi kesehatan ini. Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08 /011.Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat.2. yang dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBN dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.Puskesmas Kecamatan Kembangan merupakan Puskesmas Pembina yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada di kecamatan dan ditunjuk sebagai penanggung jawab. keterbatasan media komunikasi. penulis berkeinginan untuk memberikan gambaran riil tentang program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan tersebut sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan perencanaan. Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah keterbatasan tenaga kerja double desk job. I. Permasalahan Harapan terhadap rencana awal program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas kesehatan.

bina suasana. penyebaran media promosi kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan dalam bentuk laporan tahunan. Tujuan Khusus a.5. PHBS. Untuk mengetahui faktor input promosi kesehatan yang terdiri antara lain fasilitas yang tersedia. material yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini sebagai penelitian yang menggambarkan pengelolaan pelaksanaan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan yang sedang berjalan. dana.4. 1. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan sistem promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan di Jakarta Barat. c. keterpaduan antar lintas program. metode yang digunakan.dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. tenaga SDM yang ada. advokasi. sarana. Untuk mengetahui faktor output promosi kesehatan yang terdiri antara lain terlaksananya program promosi kesehatan. program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. 1. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan skripsi ini.3 Tujuan penelitian 1. penyuluhan berkala dalam per 3 bulan.1. 1. gerakan pemberdayaan masyarakat. b.3. Untuk mengetahui faktor proses promosi kesehatan yang terdiri antara lain program peningkatan kesehatan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2008 dengan menggunakan sistem pendekatan dimulai dari gambaran ketenagaan. dan mekanisme proses kegiaatn yang ada serta gambaran hasil dari pelaksanaan program tersebut 1.2. Bagi Puskesmas .70 I.3.

Mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang menjadi masalah dan kendala promosi kesehatan serta bagaimana mengatasinya. 2. Bagi Penulis Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian tentang pelaksanaan program kesehatan khususnya promosi kesehatan. Memperoleh pengetahuan tentang pelaksanaan-pelaksanaan dan hambatan Kembangan. pengetahuan tentang implementasi promosi kesehatan setingkat puskesmas. Bagi Fakultas Kesehatan Muhamadiyah Profesor Dr. b.Hamka.70 a. Menambah 3. promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan .

Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. dimana data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara mendalam terhadap . dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. selain itu puskesmas juga membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya oleh karena itu tujuan dari penelitian ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan program promosi kesehatan diwilayah kerjanya.70 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. HAMKA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PEMINATAN MANAJEMEN ADMINISTRASI KESEHATAN Skripsi : Agustus 2008 MARTDINI KURNIA ANGGRAENI TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SEKCAMATAN KEMBANGAN. Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif. JAKARTA BARAT TAHUN 2008 xiv +128 Halaman+ 10 Tabel + 5 Gambar+ 7 Lampiran ABSTRAK Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat.DR.

laporan-laporan. penempatan sumber daya manusianya diharapkan sudah sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas.2007).70 informan yang berkompeten dibidangnya dan data sekunder melalui arsip. Prosesnya diawali dari pelaporan dari puskesmas pembantu ke puskesmas kecamatan melalui sistem pelaporan sp2tp dan pelaporan per triwulan. dokumen dan literatur yang ada. Program promosi kesehatan sudah dilaksanakan sejak awal berdiri puskesmas kecamatan kembangan berdiri. . Daftar Pustaka : 31 (1984 . Program promosi kesehatan ini sudah berjalan cukup baik karena sudah mencapai indikator yang diinginkan Dana yang belum mencukupi untuk program ini diharapkan dapat dilakukan perencanaan anggran dana lebih baik dan lebih memperjuangkannya ke pemerintah daerah Jakarta Barat. lalu diletakan dalam formulir promosi kesehatan dan disajikan dalam laporan profil tahunan.

Promosi dalam konteks kesehatan dapat diartikan sebagai memperbaiki kesehatan. mediasi dan pemberdayaan (fungsi utama promosi kesehatan). mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada agenda perorangan maupun masyarakat. pendidikan dan penyuluhan kesehatan. religi) determinan pokok kesehatan adalah aspek sosial. ekonomi. pemberantasan penyakit menular. memperpanjang usia. Promosi Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat (Winslow) adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit. pengucilan sosial. parasit). Oleh karena itu. Pendidikan kesehatan bertujuan merubah perilaku kesehatan masyarakat tetapi tidak sanggup.1. Determinan yang mempengaruhi kesehatan adalah diterminan fisik (lingkungan. sebab banyak faktor diluar pendidikan kesehatan tidak dapat diintervensi kecuali dengan regulasi. iklim). diterminan sosial (kesenjangan stress. cuaca. serta menggerakan masyarakat memelihara kesehatannya. Promosi kesehatan adalah tentang meningkatkan status kesehatan dari individu dan komunitas. memajukan. pangan. kehidupan sehari-hari. pekerjaan. bakteri. pengorganisasian pelayanan kesehatan. transportasi. diterminan biologi (virus. Menurut WHO Ottawa Charter (1996) Promosi Kesehatan atau Health Promotion is the proses of enabling people to increase control over and thereby improve their health. pengobatan dini. dan meningkatkan kesehatan fisik melalui upaya masyarakat yang meliputi kesehatan lingkungan. dukungan sosial.70 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dan secara kolektif. yang apabila . dan legislasi yang dilakukan dengan cara advokasi. aspek promosi kesehatan yang mendasar adalah bahwa ia bertujuan melakukan pemberdayaan sehingga orang memiliki kontrol yang lebih besar terhadap aspek-aspek kehidupan mereka yang mempengaruhi kesehatan.

Sejarah dari pendidikan kesehatan ke promosi kesehatan. Menurut Departemen Kesehatan RI promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan faktor kesehatan melalui pembelajaran dari.ia merupakan konsep positif untuk mencakup sumber-sumber sosial dan perorangan maupun kapasitas fisik. Pada waktu itu dibentuk Medische Hygiene Propaganda untuk menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan melalui publikasi. Istilah Health Promotion di dunia baru tumbuh tahun 1980. bukan tujuan hidup . Menurut (Dachroni. 2. Oleh karena itu. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh (Effendi. Promosi Kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik didalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Pada kurun tersebut pendidikan kesehatan berpaku pada upaya untuk membantu masyarakat . disatu sisi untuk mewujudkan aspirasi dan memuaskan kebutuhan hidup dan disisi yang lain untuk mengubah atau mengatasi tantangan lingkungan. Persepsi ini diperoleh dari konsepsi “ sehat “ dalam hal seorang individu atau kelompok mampu. untuk dan bersama masyarakat. pelayanan kesehatan. komunikasi. Menurut American Health Foundation. informasi.70 diartikan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara. oleh. meningkatkan dan melindungi kesehatannya. penyuluhan kesehatan masyarakat.1. Istilah tersebut memiliki persamaan arah. edukasi dan pemasaran sosial bidang kesehatan dan lain-lain. sedangkan di Indonesia baru pada tahun 1990-an. sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan yang berwawasan kesehatan. perilaku. Kurun waktu 1965-1975 disebut era pendidikan kesehatan.1. tetapi masing-masing istilah mempunyai tekanan sendiri-sendiri. 1998) adalah lingkungan. 2002) kurun waktu 1945-1965 (awal merdeka) merupakan peletakan dasar promosi kesehatan. sehat dinilai sebagai sumber untuk kehidupan sehari-hari. agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat. Kesamaan arah istilah-istilah tersebut adalah upaya membantu masyarakat agar meningkatkan kesehatannya. sebelumnya dikenal dengan istilah pendidikan kesehatan.

1. mental atau sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Misi promosi kesehatan dapat dirumuskan menjadi 3 butir: . Pada waktu berkembang istilah penyuluhan kesehatan masyarakat. Istilah yang digunakan mulai bervariasi seperti: pemasaran sosial. Dalam konteks ini adalah apa yang diinginkan adalah promosi kesehatan sehingga penunjang promosi – promosi kesehatan lain.1. Sementara itu struktur organisasi Departemen kesehatan ada bagian pendidikan kesehatan masyarakat di lingkungan biro pendidikan Departemen Kesehatan yang selanjutnya nanti berkembang menjadi direktorat. Organisasi Departement Kesehatan berkembang menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat (1975-1984).Visi umum promosi tidak terlepas dari undangundang kesehatan no 23/1992. b. yakni:” meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. mencapai visi tersebut.) Advokat ( Advocate) Melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan tersebut mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu didukung melalui kebijakan-kebijakan atau keputusan mutakhir.) Memampukan ( Enable). dan lain-lain. mobilisasi sosial.70 mengenali masalah kesehatannya dan dapat mengatasi masalah kesehatannya tersebut.2 Visi dan misi promosi kesehatan Promosi kesehatan harus mempunyai visi yang jelas. 2.Sementara itu konsep promosi kesehatan mulai berkembang di Indonesia. c. maupun WHO. Kurun waktu 1975-1995 merupakan era penyuluhan kesehatan. baik fisik . Misi promosi kesehatan adalah upaya yang harus dilakukan untuk a.) Menjembatani ( Mediate) Adalah menjadi fasilitator dan menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan. Pada tahun 1985-1995 menjadi pusat penyuluhan kesehatan masyarakat di lingkungan Sekretaris Jendral. Kurun waktu 1995-saat ini disebut sebagai era promosi kesehatan.

petugas kesehatan dan sebagainya. antara lain dalam bentuk : peraturan. tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat Pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atau utama promosi kesehatan. Dukungan Sosial Kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat baik formal (guru. Advokasi Adalah kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik dibidang kesehatan maupun sektor lain dluar kesehatan yang memiliki pengaruh terhadap publik. dan sebagainya dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga kemampuan dalam memelihara dan juga meningkatkan kesehatan keluarga dapat optimal. berupa : Penyuluhan kesehatan. Bentuk kegiatan ini. Strategi-strategi global ( Global Stategic ) menurut WHO (1984) antara lain: a. pos obat desa.) maupun informal ( tokoh masyarakat dan sebagainya) yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat.Tujuan kegiatan ini adalah agar kegiatan atau program kesehatan tersebut memperoleh dukungan dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama. 2. koperasi simpan pinjam. b.70 Memberikan kemampuan atau ketrampilan kepada masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Tujuan adalah agar para pembuat keputusan ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan. bercocok tanam obat-obatan tradisional. gotong royong kesehatan dan pelatihan ketrampilan dalam rangka . camat. bentuk kegiatan ini antara lain : pelatihan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh keluarga. Strategi promosi kesehatan Yaitu cara untuk mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara efektif dan efisien. Misalnya: Pelatihan mengenai bagaimana bertani yang baik. cara berternak. seminar. lurah. undang-undang. lokakarya. penyuluhan dan sebagainya. instruksi dan sebagainya yang menguntungkan kesehatan publik. c.

Organisasi masyarakat serta pengelola tempat-tempat umum. Kebijakan berwawasan kesehatan ( Health Public Policy) Kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan. Gerakan Masyarakat (Community Action) .) 3. mengenal penyakitpenyakit dan penyebabnya. hal ini berarti bahwa masing-masing individu didalam masyarakat seyogyanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik terhadap cara-cara memelihara kesehatannya. Keterampilan individu (personil skill) Meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personil skill) adalah sangat penting. pertukangan. Lingkungan yang mendukung ( Supportive Enviroment) Kegiatan untuk mengembangkan kemitraan dan suasana yang mendukung kegiatan ini ditujukan kepada para pemimpin. melainkan juga masalah masyarakat sendiri (consumer) oleh sebab itu penyelenggara pelayanan ( provider) dan pihak penerima pelayanan (consumer). (1986) a. mencari pengobatan yang layak. Strategi promosi kesehatan berdasarkan piagam Ottawa Charter. Kegiatan mereka diharapkan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non fisik yang mendukung atau kondusif terhadap kesehatan masyarakat . c Reorientasi pelayanan kesehatan / menata kembali arah pelayanan masyarakat. d.70 peningkatan pendapatan keluarga (latihan menjahit. peternakan. b. sehingga dikeluarkannya atau dikembangkannya kebijakan–kebijakan pembangunan dibidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatannya bagi masyarakat. mampu mencegah penyakit dan mampu meningkatkan kesehatan. dan sebagainya. Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak memberikan pelayanan (provider) baik pemerintah maupun swasta saja. e.

bagaimana cara agar memelihara gigi tetap sehat. wanita memanfaatkan klinik keluarga berencana dan para pria dewasa melakukan test darah. Pendekatan Medik Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medik seperti penyakit infeksi. 2. Oleh sebab itu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat akan lebih efektif apabila unsur-unsur yang ada dimasyarakat tersebut bergerak bersama-sama. c.1. Sehingga mereka mengambil gaya hidup sehat.70 Kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok. yang dapat memperjelas tujuan dan nilai-nilai dan mengidentifikasi suatu kerangka yang terdiri dari 5 pendekatan bagi promosi kesehatan dan nilai-nilai yang melekat pada masing-masing pendekatan (Notoadmodjo. b.3 Lima pendekatan promosi kesehatan dan tujuannya. mungkin dengan menggunakan metode persuasif maupun paternalistik sebagai contoh memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk di imunisasi. kanker. Pendekatan ini melibatkan intervensi kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medik dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh terhadap prosedur yang dianjurkan. Contoh-contoh yang termasuk didalamnya antara lain:mengajari orang bagaimana cara menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individual masyarakat. Pendekatan perubahan perilaku. keluarga dan individu. Pendekatan Edukasional / pendidikan. 2003) a. dan jantung. Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan serta membuat keputusan yang mungkin ditetapkan atas dasar informasi yang ada informasi tentang . Beraneka model promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan adalah alat analisis yang berguna.

yang membantu orang mengidentifikasi kepedulian–kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadinya perubahan. d. . orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberikan arti tinggi proses pendidikan. supaya dapat membuatnya lebih mendukung keadaan yang sehat. e. Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan dan membuat keputusan dan perilaku mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik.70 kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap dan membuat keputusan mereka sendiri. sosial. Pusatnya adalah mengubah masyarakat bahkan pada perubahan perilaku individunya. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka dan mengubah masyarakat memiliki komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pentingnya pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu. misalnya: Membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat tidak hanya memperoleh pengetahuannya saja. Program pendidikan kesehatan sekolah. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. dan siapa saja yang memiliki hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. Pendekatan perubahan sosial/ masyarakat. dan ekonomi. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mengangkat persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka. Bantuan untuk membuat keputusankeputusan itu dan mengadopsi praktik-praktik kesehatan baru dapat pula ditawarkan. klien dihargai sama yang memiliki pengetahuan. kemampuan berkontribusi. pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai sentral dari tujuan ini. ketrampilan. Pendekatan berpusat pada klien / individual. akan menghargai hak individu untuk memilih perilaku mereka sendiri.

karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. tokoh keluarga. Sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak). pelaksanaan .1. Sasaran Sekunder (Secondary Target) Adalah sasaran kelompok ini terdiri dari Para tokoh masyarakat.70 2. bimbingan.4 Sasaran promosi kesehatan Berdasarkan pertahapan upaya promosi kesehatan ini. anak sekolah untuk kesehatan remaja dan sebagainya. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) . Sasaran Tersier ( Tertiary Target) Adalah para penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun di daerah. ibu hamil. dan pelaksanaan promosi kesehatan dan terbagi menjadi beberapa bagian antara lain: Perumusan kebijakan teknis promosi kesehatan. Sasaran Primer (Primary Target) Adalah sasaran langsung dari upaya promosi kesehatan adalah masyarakat. antara lain: a.Upaya ekonomi kesehatan pada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social support) c.penyusunan program-program kesehatan. Tugas pokok Promosi kesehatan adalah melaksanakan perumusan kebijakan teknis. disebut sasaran sekunder. maka sasaran promosi kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok. b. tokoh adat dan sebagainya. sasaran tersier promosi kesehatan dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder) dan masyarakat pada umumnya (sasaran primer) upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan advokasi (advocacy).

70 promosi kesehatan. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga). d. c. Tempat-tempat umum ini mencakup terminal. pasar. (Notoadmodjo. Promosi Kesehatan pada tatanan sekolah. Karena orang tua. Kunci pendidikan kesehatan di sekolah adalah guru. Para pengelola tempat umum merupakan sasaran promosi kesehatan agar mereka melengkapi tempat umum dengan fasilitas yang dimaksud. merupakan peletak dasar perilaku dan terutama perilaku kesehatan bagi anak-anak mereka. Sekolah merupakan perpanjangan tangan pendidikan kesehatan bagi keluarga. Keluarga atau rumah tangga adalah unit masyarakat terkecil. terutama ibu. lokakarya dan sebagainya. Promosi kesehatan di tempat umum. seminar. 2002) 2. Promosi kesehatan di tempat kerja. b.5 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan Tatanan Pelaksanaan Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan maka ruang lingkup promosi kesehatan ini dapat dikelompokkan menjadi : a. terutama guru sangat dipatuhi oleh murid-muridnya. disamping . pembinaan kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan. oleh sebab itu perilaku guru harus dikondisikan melalui pelatihan-pelatihan kesehatan.1.Lingkungan kerja yang sehat (fisik dan non fisik) akan mendukung kesehatan pekerja dan akhirnya akan menghasilkan produktifitas yang optimal. Tempat kerja merupakan tempat orang dewasa memperoleh nafkah untuk keluarga. Sekolah. bandara dan lain sebagainya.

(d) Pengulangan: Pengulangan sangat membantu proses belajar asalkan tidak terlalu sering sebab dapat menimbulkan kebosanan. kelompok. e. dapat mendorong seseorang untuk belajar.Bentuk-bentuk motivasi antara lain: motivasi karena ingin tahu. (e) Menggunakan indra sebanyak mungkin: Dalam penyuluhan kesehatan hendaknya dilengkapi dengan alat peraga dan disertai dengan simulasi. motivasi karena ingin bersaing. (c) Partisipasi: Kalau seseorang “terlibat aktif “dalam proses belajar. Oleh sebab itu pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan ini. Adapula pengertian yang lainnya adalah kegiatan yang dilaksanakan agar individu. Puskesmas. (b) Disesuaikan dengan kebutuhan: Seseorang akan mau belajar jika dengan belajar ia bisa memenuhi kebutuhan yang dirasakannya. Adapula prinsip-prinsip belajar mengajar antara lain: (a) Membuat motivasi: Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat sehingga dengan menciptakan motivasi yang tepat. Prinsip-prinsip dalam penyuluhan kesehatan. demonstrasi dan bila mungkin dengan mencoba dilapangan dan melibatkan semua peserta hingga hasilnya lebih baik.6 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau suatu komponen dari program kesehatan dan kedokteran . dan sebagainya). Maka penyuluhan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. Fasilitas pelayanan kesehatan mencakup rumah sakit (RS. Poliklinik Rumah bersalin.1. 1982). maupun masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat. motivasi karena tertarik dengan keuntungan. motivasi karena untuk menghindarkan hukuman. (f) Dasar-dasar Pola pendekatan: Untuk . tahu bagaimana caranya dan melakukan apa saja yang biasa dilakukannya baik secara perorangan maupun perkelompok dengan meminta pertolongan bila perlu. (Depkes.70 melakukan imbauan-imbauan kebersihan dan kesehatan bagi pemakai tempat umum. motivasi karena ingin prestasi. maka ia akan belajar dengan lebih baik daripada hanya mendengarkan saja. 2.

.2. waktu . biaya.70 pembangunan. Kebaikannya adalah mencapai banyak sasaran dalam waktu singkat. Waktu itu dibicarakan upaya . penggalian dana dan daya dari masyarakat perlu digalakkan didalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat. trial (mencoba). (d) Pendekatan edukatif: Dalam pelaksanaan edukatif ada 3 komponen yang saling berkaitan antara lain komunikasi-informasi. dan sebagainya. Penyuluhan kesehatan berdasarkan sasaran dan tugas yang ingin dicapai dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: (a) Pendekatan Massa: Dengan sasaran adalah massa (masyarakat luas). Keburukannya adalah perlu banyak tenaga. Dilaksanakan melalui ceramah. demonstrasi. tv. kelompok penderita penyakit tertentu di RS. pembinaan peran serta masyarakat. (b) Pendekatan kelompok: Dengan sasaran adalah kelompok kader kesehatan. membina masyarakat seutuhnya. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta. adoption (mengadopsi terjadi perubahan perilaku). Dalam pelaksanaan edukatif penekanan pokok terdapat pada pemecahan masalah melalui proses pemecahan masalah. tetapi belum terjadi perubahan perilaku biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut: awereness (sekedar ingin tahu). (c) Pendekatan perorangan: Sasarannya adalah perorangan/Individu. pengembangan tenaga. dilaksanakan melalui radio. Kejelekannya adalah komunikasi serarah sehingga besar kemungkinan salah penafsiran. Walau tujuan akhir dari penyuluhan kesehatan adalah perubahan perilaku. Puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan tingkat pertama. penanggulangan masalahmasalah kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. 2.1998). leaflet. ada timbal balik karena komunikasi terjadi 2 arah. evaluation (menilai baik buruknya). Kebaikannya adalah interaksi lebih akrab. interest (tertarik). majalah. Di Indonesia. koran. dan sebagainya. Sejarah perkembangan puskesmas (Effendi. Kebaikannya adalah interaksi akrab. Puskesmas 2.2.1. Kejelekannya perlu banyak biaya dan tenaga. Dilaksanakan melalui tatap muka. poster. tanya jawab.

Pada Rakerkesmas ke II tahun 1969. Pencegahan penyakit menular dan lain sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. Balai Pengobatan.000 jiwa. Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita ke II tahun 1979 yang lalu dan ini yang lebih dikenal dengan konsep wilayah. Puskesmas Kecamatan. Puskesmas Kelurahan. Sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas di daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki penduduk sekitar 30. Tipe C yang dipimpin oleh tenaga medis. Puskesmas Kabupaten .000 sampai 50. untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu kecamatan.000 jiwa. Tipe B yang dipimpin oleh dokter tidak penuh. Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat I kedalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS) Dan saat itu Puskesmas dibedakan menjadi 4 macam.000 jiwa. pembagian puskesmas dibagi menjadi 3 kategori yaitu:Puskesmas Tipe A yang dipimpin oleh dokter penuh. sehingga dirasakan sulit untuk mengembangkan. maka salah . Sesuai dengan perkembangan dan kemampuan pemerintah keluarkannya Instruksi presiden. Kesehatan no 5 tahun 1974.70 mengorganisasi sistem pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dilihat dari kegiatan-kegiatan seperti Balai Kesehatan Ibu dan Anak. maka sejak rapat REPELITA III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah dengan penduduk sekitar 30. antara lain: Puskesmas Desa. Oleh karenanya sejak tahun 1970 ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30. nomor 7 tahun 1975 dan nomor 4 tahun 1976. Pada tahun 1970 ketika dilangsungkannya Rapat Kerja Kesehatan Nasional dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai karena untuk puskesmas tipe B dan C tidak dipimpin oleh dokter penuh atau sama sekali tenaga dokternya. berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga dokter disemua wilayah tingkat kecamatan seluruh pelosok tanah air.

”. (Azwar. 1980). Puskesmas yang ada dikelurahan disebut puskesmas pembantu.2.2.” (Depkes RI. Maka sejak itu puskesmas dibagi menjadi 2 kategori seperti sekarang ini. 1987) Puskesmas adalah “salah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan . yaitu: Puskesmas Kecamatan (Puskesmas Pembina) dan Puskesmas Kelurahan (Puskesmas Pembantu) 2.” (Depkes RI. 1981) Puskesmas adalah “sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya. di antaranya: Puskesmas ”adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.” (Depkes RI. Definisi Puskesmas Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perubahan dan atau perkembangan dan juga tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini. Puskesmas adalah “suatu kesatuan organisasi yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintregrasi kepada masyarakat diwilayah tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok. 1987) Puskesmas adalah “suatu unit organisasi fungsional yang professional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya.70 satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penanggung jawab dan disebut dengan nama puskesmas Pembina.

Dan puskesmas juga berfungsi memberikan pelayanan dasar secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya.Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya kuratif Jenis-jenis pelayanan di Puskesmas meliputi: a. kaya miskin sejak pembuahan sampai tutup usia. . Pelayanan Kesehatan Antara lain adalah Rawat jalan kesehatan dasar pemeriksaan. pengobatan. Puskesmas juga membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat. pelayanan preventive ( pencegahan) . Dalam menjalankan tugasnya. rawat jalan kesehatan semi spesialis atau spesialis. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. (DepKes RI .70 terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. dan obat-obatan).3. puskesmas membina bagaimana cara menggali potensi sumber daya baik alam maupun manusianya di dalam masyarakat untuk lebih efisien secara optimal. suku.1998). “(Depkes RI. pelayanan curative ( pengobatan) dan rehabilitatif ( pemulihan kesehatan ) yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin.”(Depkes RI. Selain itu. Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diwilayah kerjanya serta disesuaikan dengan fungsi Puskesmas dan kemampuan sumber daya yang ada. Peran dan Fungsi Puskesmas.2. Selain itu membantu masyarakat dan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri dan lingkungan disekitarnya. 1998) 2. 1991) Puskesmas adalah “pelayanan yang meliputi pelayanan promotive (peningkatan kesehatan ). usia.

yakni Unit pelayanan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga dari Puskesmas. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. c. Managemen Antara lain adalah management mutu. Puskesmas Pembantu. b. Puskesmas Keliling. peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. peningkatan pelayanan kesehatan dasar. dan lain-lain. c. rawat jalan penunjang kesehatan sederhana.70 perawatan tindakan khusus. peningkatan survailans dan epidemiologi. yakni Unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. Bidan desa Pada setiap desa yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan maka ditempatkanlah seorang bidan desa yang kemudian bertempat tinggal dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas . pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. management keuangan. rawat inap rumah bersalin. sarana dan prasarana. management sumberdaya manusia. b. Dalam pelaksanaannya Puskesmas memiliki fasilitas penunjang yang dilakukan oleh petugas kesehatan antara lain: a. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Antara lain adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. peningkatan gizi komuitas. peningkatan peran serta masyarakat.

(PKMD).4. Laboraturium sederhana. dan dalam rangka partisipasi implementasi Sistem Informasi Kesehatan adalah Pencatatan dan pelaporan secara terpadu (SP2TP). Perawatan Kesehatan Masyarakat. maka pemerintah daerah harus siap meningkatkan fungsi Puskesmas agar lebih mandiri dalam pelaksanaan kegiatannya. Bidan desa memiliki tugas utama yaitu membina peran serta masyarakat melalui pembinaan kelompok masyarakat. .Adapula wilayah kerja bidan desa adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3. Kesehatan Jiwa. Kesehatan Lanjut Usia. Unit Gawat Darurat. kemampuan SDM dan fasilitas kesehatanya. Penyuluhan Kesehatan / Promosi Kesehatan. Karena Puskesmas merupakan pusat pembangunan kesehatan tingkat I . Meskipun demikian kegiatan pokok di Puskesmas yang lazim antara lain: Kesehatan Ibu dan Anak. Kesehatan Gigi dan Mulut.2.000 jiwa. Kesehatan Olahraga. Namun tetap pada tujuan. Pembinaan Pengobatan Tradisional. Setiap kegiatan pokok yang ada di puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa. Kesehatan Kerja. Kesehatan Sekolah. Keluarga Berencana. Usaha Peningkatan Gizi. Oleh karena itu kegiatan pokok yang ada dipuskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. visi dan misi yang ingin dicapai oleh pemerintah setempat dan pusat. disamping memberikan pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan bersalin di rumah penduduk. Program Pokok Puskesmas Setiap Puskesmas memiliki program pokok yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan. Kesehatan Lingkungan. Kesehatan Mata.70 setempat. 2.

Nilai) Enabling Factors (Ketersediaan Sumbersumber atau fasilitas) Reinforcing Factor (Sikap.N. Kepercayaan.Tradisi. tahun 2000 Gambar 1.1 Keturunan Pelayanan Kesehatan Status kesehatan Lingkungan Perilaku Presdisposing Factors (Pengetahuan.70 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku oleh Prof. Sikap.Dr.Peraturan) Sasaran/ Komunikasi (Penyuluhan) (Pelatihan) Pemberdayaan Masyarakat (Pemberdayaan Sosial) Training Promosi Kesehatan .perilaku Petugas.Sokiedjo.

2000) Gambar 2.70 (Sumber: Notoadmodjo.1 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi kesehatan bagian ke 2 oleh Linda Ewles tahun 1994. Mengelola. 1994) . Merencanakandan Mengevaluasi Komunikasi dalam kesehatan masyarakat Penyuluhan Terhadap sasaran promosi kesehatan Kompetensi Inti dalam Promosi Kesehatan Memasarkan dan Publikasi Memfasilitasi Sarana dan Prasarana Kebijakan yang berlaku (Sumber: Ewles.

biaya. Keluaran (Output) yang terdiri dari pelaksanaan sebuah kegiatan promosi kesehatan Dari tinjauan kepustakaan serta kerangka teori. metoda dan data. Masukan (Input) adalah yang terdiri dari sumber daya. teknologi. tenaga. b. pembinaan peran serta masyarakat. keterpaduan lintas program dan sektoral. yang dimaksud dengan kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau ikatan antara konsep satu dengan konsep yang lain yang sedang diteliti. upaya promosi kesehatan dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari sub sistem yaitu: a.70 . Kerangka Teori Untuk melihat keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan untuk memudahkan menjelaskan arah tulisan serta untuk memudahkan pelaksaanaan studi ini . 2005) . maka dibuatlah kerangka konsep berikut ini: Menurut DepKes 1993. (Notoadmodjo. Proses yang terdiri atas kegiatan penyuluhan kesehatan. c.1. BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH 3. komunikasi kesehatan.

pengklasifikasian data. Proses adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain. membuat kesimpulan dan hasil akhir laporan.Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang bersifat khusus. Kegiatan Promkes didalam gedung (Leaflet ASI ekslusif. Gerakan pemberdayaan 4. Batasan promosi kesehatan tersirat unsur-unsur pendidikan yaitu: a. Dalam studi ini penulis ingin mengetahui masukan yang ada dalam rencana pelaksanaan promosi kesehatan serta kegiatan yang dilakukan. 2005). Output adalah melakukan apa yang diharapkan atau perilaku. Data 5. Advokasi 2. masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan). Fasilitas dan Sarana 3. OUTPUT INPUT 3.musyawarah masyarakat. Tenaga Setiap komponen dalam kerangka konsep diuraikan sebagai berikut: diluar gedung SDM 2. PHBS PROSES 1. pengolahan /analisis data.2. Kerangka Konsep 1. Sasaran 8. b. Bina suasana 3. Kemitraan (home visit. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data. Dana 4. Strategi 6. (Notoadmojo. c.70 Didalam membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang sedang diamati. kelompok.survai mawas diri) 2. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan. promkes 7. Kegiatan Promkes 1. Input adalah sasaran pendidikan (individu.poster anti merokok) . Promkes 9. perlu sekali diberikan batasan yang bermanfaat mengarahkan kepada pengukuran variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur.

Skala Ukur wawancara 2 Sarana wawancara 3 Dana wawancara 4 5 Data Strategi promosi kesehatan Sasaran promosi kesehatan PHBS wawancara wawancara 6 7 wawancara wawancara . Fasilitas yang dimiliki puskesmas untuk dipergunakan dalam kegiatan promosi kesehatan Biaya khusus yang tersedia untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan dengan rencana yang dibuat.70 3. Definisi Istilah INPUT NO 1 Variabel Tenaga Tabel 1 Definisi Istilah Petugas yang melaksanakan promosi kesehatan terhadap sasaran dengan kriteria minimal d3 kesehatan dan memiliki bidang minat promosi kesehatan.3. Fakta-fakta yang mewakili kuantitas dan kualitas dalam bidang promosi kesehatan Cara mencapai dan mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien Sasaran baik langsung maupun tidak langsung dari program promosi kesehatan Kegiatan berperilaku sehat dan bersih yang terdapat pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

70 PROSES NO 1 Variabel Advokasi Definisi Istilah Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari stakeholders Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong masyarakat untuk melakukan periku sehat yang diperkenalkan Proses pemberian informasi secara teus menerus dan berkesinambungan mengikuti sasaran dan membantu proses sasaran agar mau merubah perilaku yang lebih sehat. Kegiatan yang dilakukan didalam gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan Skala Ukur wawancara 2 Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung wawancara . Kegiatan kerja sama baik lintas sektoral maupun intra sekotal untuk mencapai tujuan bersama Skala Ukur wawancara 2 Bina suasana wawancara 3 Gerakan pemberdayaan wawancara 4 Kemitraan wawancara OUTPUT NO 1 Variabel Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung Definisi Istilah Kegiatan yang dilakukan diluar gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.

70 masyarakat.

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Sesuai dengan tujuan, penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan promosi kesehatan 2005): Penelitian ini mengikuti kriteria metode ilmiah yaitu berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, dan menggunakan ukuran yang objektif. 4.2. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Puskesmas Kembangan Jakarta Barat bulan April sampai dengan Agustus tahun 2008, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kembangan karena promosi kesehatan merupakan bagian vital dari kesehatan masyarakat. 4.3. Informan 4.3.1. Informan Internal (Dari Puskesmas Kecamatan Kembangan) Informan terdiri dari seorang non paramedis. Informan dipilih sesuai dengan prinsip pengambilan sampel pada metode kualitatif yaitu kesesuaian dan kecukupan. a. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan yang berfungsi sebagai penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas tersebut. kepala puskesmas, satu orang anggota pelaksana promosi kesehatan yang berkerja fungsional sebagai tenaga medis dan di Puskesmas Kecamatan Kembangan, melalui pendekatan pengembangan sistem sebagai pemecahan masalah, dengan tahapan (Notoadmojo,

70 b. Koordinator program dan lapangan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan. c. Seksi pendokumentasi tingkat keberhasilan program promosi kesehatan tersebut. 4.3.2. Informan Eksternal (Dari salah satu Puskesmas pembantu di Wilayah Kembangan) a. Kepala Puskesmas Meruya Selatan 1 yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mengawasi kesesuaian pelaksanaan, hasil yang dicapai dengan tujuan program yang ada. b. Pelaksana Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1. c. Petugas Tata Usaha di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mendokumentasikan tingkat keberhasilan program promosi kesehatan di Puskesmas tersebut. d. Koordinator Program Promosi Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Kesesuaian berarti informan yang dipilih berdasarkan pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan topik penelitian. Hal ini dilakukan melalui informan kunci yaitu kepala Puskesmas selaku penanggung jawab seluruh program dan anggota pelaksana promosi kesehatan Puskesmas Kembangan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada. Sedangkan untuk prinsip kecukupan data yang diperoleh dari informan diharapkan dapat menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian sehingga dibutuhkan variabel yang bervariasi. 4.4. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer a. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh, dikumpulkan langsung dari responden melalui wawancara.

70 b. Observasi terhadap pelaksanaan promosi kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. 2. Data Sekunder Data sekunder dikumpulkan dengan cara pengamatan terhadap dokumen yang terkait 4.5. Collecting Data Penelitian Dalam suatu penelitian terkadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Pengumpulan data terkadang tidak juga dilakukan oleh peneliti tetapi orang lain yang disebut “ surveyor”(Notoadmodjo, 2005). Collecting penelitian ini terdiri dari : 1. Wawancara secara formal dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup, media yang digunakan yaitu pena, kertas, kamera. Dan wawancara juga dilakukan secara informal ketika proses kegiatan promosi kesehatan sedang berlangsung berupa pertanyaan seputar kegiatan tersebut yang bersifat spontan dan tersusun. 2. Observasi rencana, sistem proses kegiatan serta alat-alat yang mendukung pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. 3. Telaah dokumentasi berupa pelaksanaan, hasil, rencana serta sumber daya yang dipakai. 4.6. Pengumpulan Data. Data dan informasi tentang sumber daya diambil dari hasil wawancara dengan kepala puskesmas. Anggota pelaksana promosi kesehatan sebagai data primer dan sedangkan data sekunder berupa laporan tahunan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 dan laporan tahunan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 serta yang sedang berjalan bulan Januari sampai Juli 2008. 4.7. Pengolahan Data dan Analisa Data. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Teknik analisis yang dipakai untuk menganalisis penelitian ini adalah teknik analisis isi dengan memakai bantuan matriks yang berisikan data ringkasan hasil wawancara yang mendalam

Klasifikasi Data Mengklasifikasikan informasi yang telah disusun sebelumnya agar dapat dibandingkan antar responden. Informasi yang diperoleh dibuat menjadi sistematis. Dan berupa jawaban–jawaban dari hasil pertanyaan tertutup yang diajukan peneliti. Menganalisa data secara content analysis Teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara obyektif dan sistematis. Pada penelitian ini penulis menggunakan content analysis. Sebagai informan : Kepala Puskemas. Hasil wawancara yang akan diperoleh secara manual dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Sorting Data. 2. 3. Observasi terhadap sistem.proses kegiatan serta alat-alat untuk mendukung pelaksanaan promosi kesehatan. pada dasarnya informasi ini diolah untuk memberikan deskripsi secara rinci tentang pelaksanaan promosi kesehatan yang direfleksikan pada pertanyaan–pertanyaan yang mengarah analisa data dengan cara memfokuskan pada informasi yang disampaikan oleh petugas program promosi kesehatan. (Adalah data atau informasi yang dikumpulkan disajikan secara naratif dalam kelompok- . Untruk memeriksa data keabsahan penulis menggunakan triangulasi sumber yang berarti penulis membandingkan dan mengecek data yang diperoleh yaitu data yang diperoleh darri hasil wawancara dengan hasil pengamatan dan isi dokumen yang berkaitan dengan pertanyaan. Data Sekunder yang berupa pelaksanaan dan hasil dari rencana serta sumber data yang telah dipakai. Untuk melengkapi informasi juga dilakukan telaah data sekunder dan kombinasi informasi dengan sumber inti untuk dianalisa. anggota pelaksana program promosi kesehatan di dalam Puskesmas Kembangan. Hasil pengumpulan data yang diperoleh akan berupa rangkaian kata hasil dari wawancara. 2. Data yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kategori yang sama sesuai dengan topik pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan.70 dan hasil pengamatan yang dilakukan. 3. 1.

Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. 2.Sesuatu itu dapat berupa pengalaman yang didapat saat observasi dan terlibat pelaksanaan atau dari dokumentasi serta bahan yang menyangkut hal yang diteliti. Triangulasi Sumber Pada triangulasi sumber peneliti mengkrosschek data dengan fakta dari sumber yang lainnya.sehingga didapatkan saran dan informasi yang dapat ditarik untuk menjadi kesimpulan dari data tersebut. 2005).8. Untuk menguji agar validitas data pada penelitian kualitatif dapat terjaga maka dilakukan triangulasi (adalah suatu teknik keabsahan data dengan mengambil sesuatu dari luar data itu sendiri untuk kemudian dibandingkan dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. . triangulasi data (Notoadmodjo.Dengan cara mentelaah bersama dokumentasi/data yang ada. 2005) 1. dengan cara menggunakan bantuan ringkasan yang mendalam)(Notoadmojo. 4. agar tidak terjadi kontradiksi antara data yang didapatkan antara yang satu dengan yang lain. membahas permasalahan dan mencoba mencari solusinya. Triangulasi Data Yaitu dilakukannya dengan meminta umpan balik dari informan mengenai hasil laporan untuk memperbaiki kualitas penelitian.). kemudian membandingkan dan melakukan kontras data dengan memasukkan kategori informan yang berbeda. Validitas Data.70 kelompok klasifikasi topik dan kategorik tertentu.

Kelurahan Rawa Buaya. : Kecamatan Kebon Jeruk.Yasmin puskesmas Puskesmas luas tanah Pkl.5-2 meter dari permukaan laut dan merupakan tanah landai dan sedikit rawa pada daerah pedesaan saat telah mengalami perkembangan pembangunan secara pesat. Utara 2.Zayanah Rt.Kembangan Jalan Raya 300/350 .1.Gambaran umum Puskesmas Kecamatan Kembangan 5.Kembangan Jalan Raya 112/470 Utara 2 Kembangan Dr. Wilayah Kecamatan Kembangan terletak 0.05/02 Pkl.70 BAB V HASIL PENELITIAN 5.1. Kelurahan Kedoya 3. Puskesmas Kecamatan Kembangan membawahi 8 puskesmas kelurahan di wilayah Kembangan Jakarta Barat terdiri dari: Tabel 2 No 1 Nama Alamat LuasBangunan/ Kepala Puskesmas Dr. Barat : Kecamatan Cengkareng. Selatan : Jalan Alur Taman Alfa Indah dan Jalan Hamka Jakarta Selatan 4. dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.1 Topografi dan Geografi Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. Timur : Propinsi Banten dan Kali Pesanggrahan. Batas-batas wilayah Kecamatan Kembangan: 1.

Srengseng kebakaran Jalan Srengseng Rt.011/02 komplek pemadam 8 Pkl.07/03 komplek 6 Pkl.2.05/04 4 Pkl.70 Selatan 3 Pkl.669 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 56. Maria H Dr. Maria H 116/450 Dr.13 jiwa/hektar terdiri dari .07/04 Jalan Haji 240/600 Saabah Rt. Titi 120/387 Dr.Meruya Selatan II Rt.Iwan Salim Dr.Joglo I Walikota Jalan Masjid al Mubarak II 7 Pkl.Joglo II Rt.01/02 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.Magdalena 5.Meruya Utara Kembangan Rt. Demografi Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan jumlah penduduk 139.Titi Dr. 2007) 170/450 Dr.02/08 Jalan Raya 170/450 Joglo Rt.07/01 Jalan Raya 130/450 Meruya Ilir Rt.Meruya Selatan I Jalan Meruya Selatan 5 Pkl.

648 9.213 7700 13.1 284.69 485.760 Perempuan 15.323 11.1.877 jiwa dan 62 RW dan 604 RT dengan luas wilayah 2.284 9. Kembangan Utara Kel.64 11 11 9 12 62 126 82 113 94 604 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.331 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.675 10 110 Wilayah Jumlah Rw Jumlah Rt 2 Kembangan Selatan 360.599 7. Luas wilayah.507.Srengseng Jumlah Laki-laki 15.70 jumlah kepala keluarga 108. Jumlah RW. 2007) .64 hektar.9 491. RT No Kelurahan Luas (Km2) 1 Kembangan Utara 364.499 69.507.759 13.2 Jumlah penduduk Puskesmas Kecamatan Kembangan No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kel. 2007) Tabel 2.Meruya Utara Kel.167 68.Kembangan Selatan Kel.330 11.Joglo Kel.637 11.6 2.675 9 77 3 4 5 6 Meruya Utara Meruya Selatan Joglo Srengseng Jumlah 520.932 11. Tabel 2.Meruya Selatan Kel.

Umu 8 m Dr. Rumah Bersalin 7. EKG 3. USG 4. Poli spesialis penyakit dalam 9. Satu unit Radiologi 2. Poli spesialis anak 10. Klinik MTBS 12.Gigi SKM APT D3 Bidan D1 6 1 1 1 11 . Layanan 24 Jam 8.70 Sarana dan prasarana lain yang ada di Puskesmas Kecamatan kembangan: 1. Poli kanker 14. Jumlah Tenaga Medis dan Non Medis di Wilayah Kecamatan Kembangan Tahun 2007 No Pendidik PKM Ke Ke Mer Mer Mer Jog Jog Srengs Juml an pekerjaa 1 2 3 4 5 6 7 kecam atan mb utar a 0 1 1 0 0 0 2 mb an 0 1 1 0 0 0 2 uya a 0 1 1 0 0 0 2 uya Selat an I 0 1 1 0 0 0 3 uya Selat an II 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 lo I lo II 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 2 4 16 14 1 1 2 27 eng ah selat Utar n Spesialis 4 Dr. Poli spesialis kandungan 11. Klinik Gizi 6. Poli PTM (penyakit tidak menular) Tabel 2.3. Alat Kesehatan mata 5. Laboraturium klinis 13.

g. Program-program kesehatan (POA) di Puskesmas Kecamatan Kembangan: 5. c.3. e.2.1.Misi a. 5. Mengembangkan dan meningkatkan jenis pelayanan.3. Meningkatkan sistem informasi kesehatan. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.Tujuan .70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Bidan D3 perawat SPRG SPK SAA AKL SPPH D3Lab D1Lab D3Gizi D1Gizi AKTRO D3 TU SLTA PEK KES SMP SD Lainlain Jumlah 7 2 2 2 3 2 1 0 2 2 1 1 6 2 3 4 1 74 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 0 0 0 9 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 8 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 9 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 10 14 3 9 2 3 2 1 1 2 2 1 1 14 6 3 8 1 138 (Sumber Data: Kepegawaian Puskesmas Kembangan Jakarta Barat) 5.3.3. 5. Visi Menjadi pusat pelayanan kesehatan prima yang professional menuju masyarakat sehat dan mandiri. f. d. Meningkatkan sarana dan prasarana. b. Mengembangkan sistem management mutu. Meningkatkan kemitraan. Meningkatkan peran serta masyarakat.3.

i. Terlaksananya penilaian kinerja karyawan. Sasaran a. h. Cara mencapai tujuan a. b. Tersedianya peralatan medis dan non medis dengan standart pelayanan tahun 2007. Meningkatkan mutu pelayanan c. Terwujudnya pelayanan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. mini lokakarya. f. e. Meningkatkan sarana dan prasarana.5. . kerjasama antar karyawan. Meningkatkan peralatan medis dan non medis. c. c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas d. mini lokakarya puskesmas. Terlaksananya perencanaan.3. Meningkatkan peran serta masyarakat. e. Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral. g. Terlaksananya tertib administrasi tahun 2007. stratifikasi. b. Seluruh karyawan puskesmas Kecamatan Kembangan sesuai standart. Meningkatkan perencanaan. Meningkatkan mutu pelayanan.4. e. Tersedianya kader-kader yang terlatih tahun 2007. Tersusunnya pemetaan karyawan. Pengembangan sistem pelayanan. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektoral.3. g. Meningkatkan management puskesmas. f. 5. d. 5. d. Meningkatkan promosi kesehatan. Meningkatkan tertib administrasi dan kepegawaian g.70 a. h. f. stratifikasi. Meningkatkan mutu sumber daya manusia. Mengembangkan kemitraan. Mengembangkan jenis pelayanan b.

Upaya perbaikan gizi masyarakat. g. d. f. f. Upaya kesehatan jiwa. Upaya pembinaan pengobatan tradisional. Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Kembangan bertekad mewujudkan pelayanan prima yang professional bertaraf internasional selalu dilakukan perbaikan berkelanjutan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Upaya kesehatan gigi dan mulut. meliputi: a. Upaya kesehatan olahraga c. Upaya kesehatan kerja e. 5. i. Jenis pelayanan . h. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. d. e. Upaya pengobatan. Upaya kesehatan Sekolah b.5. Upaya promosi kesehatan. regional.4. Upaya kesehatan usia lanjut. indikator kinerja dan target puskesmas. Upaya kesehatan mata. 5. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan tercapai. Upaya kesehatan lingkungan.5. Upaya perawatan kesehatan masyarakat.3. b. Upaya kesehatan. c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. jenis pelayanan. 5. Upaya kesehatan terdiri dari upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional.5. dan global serta mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas meliputi: a.2.70 5.

Peningkatan gizi komunitas 4. 3. Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1.4. Peningkatan survailands dan epidemiologi. 5. 7. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas . Sistem informasi. Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular.5. Management mutu 2. 1. Pelayanan lain-lain. Sarana dan prasarana 5. dan obat-obatan) 2. Peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. Peningkatan peran serta masyarakat. b. Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. Rawat jalan kesehatan semi spesialis dan atau spesialis 3. 5. Pelayanan Kesehatan. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya pengobatan 5. 2. Management sumber daya manusia. 3. Perawatan tindakan khusus. 4. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar. a. c.70 Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan kuratif. 6. Management keuangan 4. Rawat inap rumah bersalin. Management 1. 6.

RP. Rencana Kegiatan Program Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembanagan tahun 2007. Siswa kelas 1. Pembinaan kelompok peduli peyakit tidak Petugas dan masyarakat. 3.000 . Management.800 Sasaran Keluarga penderita.70 Indikator kinerja / hasil akhir adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian program yang telah ditetapkan puskesmas sesuai dengan tugas pokok puskesmas yang terdiri dari : a.25.000 Lingkungan rumah penderita.3 SD. RP.20. sarana fogging.233. 25. Guru SD kelas 1 dan guru TK.4. Pelayanan Kesehatan b.000 RP. petugas kesehatan. pasien.041.651.605. Tabel 2.440. Pelayanan Kesehatan Masyarakat c.petugas kesehatan.699.wanita usia subur. No 1 Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Pencegahan dan pemberantasan 2 penyakit menular) Pencegahan dan pengendalian vector pemberantasan 3 penyakit DBD Penatalaksanaan dan pengelolaan imunisasi 4 Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak 5 menular.000 RP. petugas kesehatan Anggaran Rp.2.

36. Sarana dan prasarana Rp. Kelurahan dengan kasus KLB.416. 8 9 RP.020.011. Ibu hamil.tempattempat umum.000 14 15 RP. Posyandu.000 12 Pengawasan dan pemeriksaan air minum dan pembinaan hygine tempat pengelolaan makanan. gizi buruk.6.600 11 RP.70 6 menular. Penanganan gizi ibu hamil. Sosialisasi kesehatan remaja 7 Murid SMP dan SMU RP.172.46.000 10 RP.300. petugas kesehatan.alat kesehatan umum.238.15.351. bahan medis habis RP. rumah makan.000 RP. Pengelolaan sampah medis.123.16. Perbaikan gizi Balita. tempat jajanan di sekolah.penderita komunitas pengelolaan dan penanganan gizi balita.000 . petugas kesehatan. Perbaikan lingkungan dan kesehatan kerja. Hasil rontgent foto Obat-obatan. rumah penduduk. Penanggulangan survailands dan epidemiologi.1.108. kasus kematian.000.000 RP.23.000 RP. Kader. Sampah medis pkm kelurahan dan kecamatan Depo air minum. Operasional radiologi.780.000 dan konseling jiwa. warung. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas.000 13 Pasien yang dilayani.335. petugas kesehatan.150.

461. Telpon.000 RP.924. pengadaan 16 Peningkatan pelayanan 17 kesehatan dasar.943.162. kursi. kendaraan dinas. RP. alat komunikasi. Sosialisasi program Gakin.500 Tabel 2. petugas.10. Petugas kesehatan. Sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Kembangan .000 alat kesehatan gigi Pasien dengan resiko tinggi. meja. Komputer. petugas kesehatan.849. prioritas Pengadaan inventaris kantor dan alat rumah 21 tangga Belanja tidak langsung petugas kesehatan. perawat.54.561. Peningkatan kesehatan ibu dan 18 anak Peningkatan penyiapan gawat darurat dan 19 20 bencana.70 pakai.39. ibu usia subur dan bayi Masyarakat.000 RP. RP.5.500 RP.000 RP.4.100. masyarakat. air.634.

262 jiwa 8.696 jiwa Jumlah 77.885 jiwa 3. Gangguan neorotik Infeksi usus lainnya Penyakit darah tinggi Diare Penyakit rongga mulut.813 jiwa 6.553 jiwa 10.6.264 jiwa 5.819 jiwa 3. kelenjar ludah dan rahang Jumlah 148. Karakteristik informan Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala puskesmas kecamatan kembangan.166 jiwa 7.70 No 1 2 3 4 Nama Penyakit Infeksi pernafasan atas Penyakit lainnya Penyakit kulit alergi Penyakit pada sistem otot dan 5 6 7 8 9 10 jaringan pengikat Penyakit kulit infeksi.6. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan .1.521 jiwa 13. Hasil penelitian Penyajian hasil meliputi beberapa hal yang diuraikan secara berurutan sesuai dengan teknis analisis yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis) dengan memakai matriks yang berisikan informasi ringkasan hasil wawancara mendalam (in deep interview) dari masing-masing informan dan pengamatan yang dilakukan.150 jiwa 8.171 jiwa 8. 5.

koordinator program promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta Barat. Dara F Informan a Jabatan Kepala puskesmas kecamatan 2 M. Maria C. ketua rukun rumah tangga di Rt 07/04. Informan e selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan suku dinas jakarta barat Laki-laki Lebih dari 17 tahun perempuan Lebih dari 10 tahun Perempuan Lebih dari 23 tahun Laki-laki Lebih dari 22 tahun Jenis kelamin Perempuan Masa kerja Lebih dari 17 tahun .70 kembangan. Tabel 3 No 1 Informan Drg. Informan c kesehatan Kepala puskesmas meruya 4 Safrida Informan d selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan pkm meruya 5 Ecep s. kader masyarakat di Rt 07/04 yang terlibat dalam pengumpulan data sebagai informasi pada program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan Jakarta barat. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan meruya selatan I. kepala puskesmas kelurahan meruya selatan I. Thamrin. Informan b kembangan Koordinator Program promosi 3 Dr.

. Dari pernyataan-pernyataan di atas secara umum dapat dikatakan informan sudah mengerti tentang promosi kesehatan dan untuk menjawab mengapa program promosi kesehatan diperlukan adalah sebagai berikut: “ .Hasil wawancara mendalam dengan informan Hasil wawancara dengan informan yang terlibat dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat dilihat di lampiran.”( informan a) “.....6.Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.. Dari hasil wawancara tersebut maka dapat diuraikan hasil wawancara tersebut untuk pertanyaan umum mengenai yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah sebagai berikut: “.”(informan b) “.2. Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Ketua rukun tangga rt 07/04 Kader rt 07/04 perempuan 5 tahun Laki-laki 3 tahun Informan g ( Hasil penelitian penulis) 5...Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.. Informan f 7 Brenda..”(informan a) ..”(informan c) “....70 6 Ardali... Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah kegiatan yang ada di puskesmas dengan tujuan untuk meningkatan kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari perencanaan yang ada di puskesmas... Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.”(informan d) “ .......

.70 “. Tenaga SDM Untuk jumlah tenaga dalam program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan berdasarkan hasil wawancara dinyatakan untuk segi jumlah dirasakan cukup tetapi standart kualitas yang belum memadai..Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan..1..... Variabel Input 1.. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul.Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. Sumber daya manusia dalam pengelolaan program promosi kesehatan kurang di bidang kualitas sedangkan di kuantitas cukup memadai yaitu sebanyak 144 orang termasuk kader baik yang ada di puskesmas kecamatan maupun kelurahan..2.... berdedikasi tinggi. Tenaga ini memiliki standart ideal untuk Sumber daya manusia dalam promosi kesehatan adalah memiliki ijasah D3 kesehatan. Tenaga khusus untuk menangani promosi kesehatan yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan masih sangat sedikit yaitu di puskesmas kecamatan ada 3 orang dan di puskesmas kelurahan ada 8 orang. Dan berdasarkan konsep penelitian yang dilakukan untuk memperoleh variabel-varibel yang diteliti maka hasil wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: 5.”(informan b) “...” (informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan merupakan langkah awal program yang ada di puskesmas sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.. berminat dalam promosi kesehatan...”(informan c) “.. Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas.”( informan a) ..Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat. “ .6.”(informan d) “.Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas.

.Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi.”(informan d) “.. tetapi kurang dari segi kualitas dikarenakan pelatihan kurang.70 “.....Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya..”(informan c) “. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti maka didapatkan fasilitas dan sarana sebagai berikut: Tabel 4 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan No 1 2 3 4 5 6 Jenis sarana peralatan Flip chart Over Head Projector(OHP) Papan informasi Leaflet Tape recorder Amplifier dan wearless Jumlah 1 buah 1 buah 4 buah 89 lembar 1 buah 1 buah mengenai program promosi kesehatan yang ..Fasilitas dan Sarana Fasilitas dan sarana yang ada di puskesmas kecamatan kembangan dikategorikan cukup memadai dikarenakan oleh issue-issue kesehatan sehingga mereka meng up date bagi penyuluhan kesehatan..hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya.”(informan b) “. Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang menjadi tenaga program promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang....Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya.... 2. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana..

...Saya rasa cukup lengkap ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai.”( informan b) “…Saya lihat cukup lengkap ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja.”(informan c) “.”( informan b) Tabel 5 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya No 1 2 3 Jenis sarana peralatan Papan informasi Leaflet Poster Jumlah 2 buah 57 buah 5 buah ( Hasil wawancara dengan informan d) “…Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah.Saya merasakan bahwa peralatanyang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah cukup memadai ya. trus poster kesehatan 8 buah.. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah... leaflet 89 lembar. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas…” Berdasarkan hasil wawancara di dapatkan informasi seputar fasilitas dan sarana sebagai berikut: “...70 microphone 7 Poster kesehatan ( Hasil wawancara dengan informan b) 8 buah “…Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah.Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini.”( informan a) “…Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar. tape recorder1 buah.....” (informan d) “..karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. mic 1 buah... OHP 1 buah.”(informan e) .

hanya APBD. Berdasarkan hasil wawancara yang ada dengan informan diketahui bahwa dana khusus itu tidak ada.. hanya dari APBD saja…”(informan e) Dari jawaban inforaman-informan diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran khusus dari pemerintah untuk kegiatan promosi kesehatan ini belum ada dan hanya mendapatkan dari APBD...Dana ya. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. “. 3. itupun tidak dengan jumlah anggaran tertentu. Data tersebut berisi informasi tentang kegiatan puskesmas yang direkap lalu diolah menjadi data yang tercakup dalam SP2TP... Hal ini dikarenakan promosi kesehatan adalah ujung tombak dan sudah menjadi bagian dari setiap kegiatan kesehatan yang ada.”(informan a) “. Data Untuk mengetahui data yang digunakan dalam promosi kesehatan diperoleh dari pelaporan SP2TP dari setiap puskesmas kelurahan lalu ke puskesmas kecamatan baru ke suku dinas kesehatan.”(informan b) “…Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes…” (informan c) “…Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes…”(informan d) “…Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada...70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana dinilai cukup jumlahnya hanya saja dari segi kualitas ada beberapa yang kurang layak pakai dikarenakan kurangnya perawatan dari para petugas promosi kesehatan setelah menggunakannya.Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. . 4.. Dana Anggaran khusus untuk pelaksanaan program promosi kesehatan ini memang tidak ada.

bina suasana..”(informan a) “…Disini dikenal sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitraan…”(informan b) “…Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG…”(informan c) “…Kita mengikuti perencanaan awal.”(informan d) . ya menggunakan ABG. “… Dari SP2TP dan laporan form pertriwulan. “(informan b).Hasil wawancara dengan informan tentang data yang ada adalah dari SP2TP dan form pertriwulan “.Masalah yang sering timbul adalah terjadinya keterlambatan dalam hal pengumpulan data di puskesmas kelurahan hingga mengakibatkan keterlambatan pada puskesmas kecamatan......ya ABG plus kemitraan itu.”(informan a). Strategi Promosi Kesehatan Merupakan kebijakan dan langkah-langkah yang diambil berupa standarisasi dan prosedur yang ada... “ …Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan…”(informan c). 5.... gerakan pemberdayaan masyarakat dan semangat kemitraan. Berdasarkan strategi dasar tersebut maka puskesmas mengacu dan mengembangkan sesuai dengan sasaran dan kondisi serta tujuan promosi kesehatan di puskesmas tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Mentri Kesehatan nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang strategi dasar utama promosi kesehatan adalah advokasi.”(informan d). “…Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan…”(informan e).Data itu ada dalam SP2TP dan form yang tiga bulan sekali. Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh dari pelaporan bulanan sp2tp dan laporan pertriwulan melalui form promosi kesehatan. “. “ …Strategi promkes ya.70 Selain SP2TP setiap puskesmas kelurahan dan kecamatan diminta mengisi form rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan pertriwulan.Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan.

“…Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi puskesmas maupun yang di lapangan…”(informan a) “…Sasaran kita memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan.. bina suasana. . PHBS. gerakan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan. Sasaran Promosi Kesehatan Sasaran dalam promosi kesehatan adalah pihak-pihak langsung yang terkait dan terlibat tidak langsung. Sasaran itu berupa tokoh masyarakat. tokoh adat. untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bawha stategi yang digunakan dalam program promosi kesehatan adalah advokasi..”(informan b) “…Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan..”(informan c) “…Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya.”(informan d) “…Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sasaran program promosi kesehatan ada 2 yaitu sasaran yang ada di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas dan petugas kesehatan dibantu dengan para kader. 6.70 “…Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan.. 7. guru. dll.. petugas kesehatan. Sasaran dilihat tujuannya masing-masing dari setiap lingkup yang ada.. masyarakat.

..mengubur tempat yang memungkinkan jentik nyamuk berkembang biak.”(informan d) “.. Advokasi kegiatan dari promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas itu ... memelihara taman obat keluarga. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes.Kegiatan ini mencakup antara lain:mengkonsumsi garam beryodium. lebih dikembangkan dalam pelaksanaannya..2. lingkungan kerja..”(informan b) “…PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan…”(informan c) “…PHBS yang ada salah satunya adalah program anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat.PHBS yang sudah ada.PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat pada usia sekolah.6.. Tujuan dari promosi kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan baik dan mempertahankan seoptimal mungkin.70 Sebuah kegiatan yang merupakan bagian penting dalam promosi kesehatan.Semua PHBS yang ada disini dilihat dari tujuan awal promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita.. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka sehari-hari.2. seperti anak sekolah. cuci tangan sebelum makan.. membuang air besar di jamban. tempat umum.. mengkonsumsi makanan berserat. Kegiatan untuk berperilaku hidup sehat dan diimplementasikan dalam kegiatan seharihari...”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa PHBS adalah sendiri. Variabel Proses 1. “.. 5.”(informan a) “.

tertarik untuk ikut berperan dalam masalah yang diajukan. maka advokasi dapat dikatakan berhasil. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit . perlu diperhatikan bahwa sasaran advokasi hendaknya diarahkan untuk menempuh tahapantahapan : memahami persoalan yang diajukan. Selama proses perbincangan dalam advokasi. Jika kelima tahapan itu dapat dicapai selama waktu yang disediakan untuk advokasi. 2. Bina Suasana Merupakan upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu. menyampaikan langkah tindak lanjut. dimana advokasi adalah kerjasama dengan para stake holders untuk membuat kebijakan kesehatan yang menguntungkan bagi kesehatan masyarakat...70 Merupakan upaya atau proses yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya dan menciptakan lingkungan sehat. menyepakati satu pilihan kemungkinan dalam berperan. mempertimbangkan sejumlah pilihan kemungkinan untuk berperan.dan pemberdayaan masyarakat…. “…Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan.”(informan b) “…Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan…”(informan d) “…Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dari bagian stategi lainnya.

keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit. 3... sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini. Gerakan pemberdayaan Upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan.. Bina suasana yang dilakukan dalam puskesmas kecamatan kembangan adalah diawal pertemuan.Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. “…Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3. Semua tidak terlepas dari bagaimana kader dan petugas kesehatan menciptakan lingkungan yang menarik sehingga menarik sasaran untuk mempertahankan kesehatan itu secara mandiri.”(informan d) “…Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai tujuan. keluarga dan masyarakat. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat.70 dan meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyelenggaran kesehatan..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa bina suasana merupakan salah satu dari bagian strategi promosi kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan. menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam menyelenggarakan upaya kesehatan. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa usaha gerakan pemberdayaan masyarakat adalah hal yang telah menjadi satu kesatuan yang penting yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan strategi dasar promosi kesehatan.. meningkatkan kesehatannya. kemauan.. dan kemampuan individu. bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. entah itu pendekatan individu. “…Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung…”(informan b) “.”(informan b) .

Variabel Output 1..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang digunakan sebagai langkah mandiri untuk meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri.. Kemitraan Dalam pemberdayaan..3. bina suasana dan advokasi. Kegiatan promosi kesehatan di luar gedung. Kemitraan dikembangkan antara petugas kesehatan dengan sasaran promosi kesehatan.keluarga dan masyarakat.”(informan b) “…Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain.6. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral.apakah individu.2.”(informan d) “…Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat.”(informan d) “…Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. bina suasana dan advokasi. dalam pelaksanaan pemberdayaan.70 “…Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat... Dari hasil wawancara dengan informan terkait maka didapatkan tiga prinsip dasar kemitraan yang harus diperhatikan adalah kesetaraan. 4. prinsip-prinsip kemitraan harus ditegakkan. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan.Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri.. 5. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kemitraan adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan dan merupakan kerjasama antar lintas sekoral. “... dan saling menguntungkan. . keterbukaan..

kunjungan kerumah.Didapatkan dari hasil wawancara dengan informan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan PHBS melalui pengorganisasian masyarakat... “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah kerja puskesmas ini…”(informan b) “…Semua promosi kesehatan baik diluar maupun didalam gedung bertujuan untuk memcapai sasaran yang mampu merubah perilaku menjadi lebih sehat secara mandiri. . Hal ini dimaksudkan dengan masyarakat yang berada diluar gedung puskesmas dan jarang untuk mengunjungi gedung puskesmas dapat meningkatkan kesehatan mereka dalam program promosi kesehatan yang ada. usaha kesehatan sekolah. 2. Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki cukup banyak variasi kegiatannya antara lain survai mawas diri. runag perawatan. musyawarah masyarakat. sekolah. dan lain sebagainya.70 Promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan diluar gedung puskesmas atau masih dalam ruang lingkup wilayah kerja puskesmas tersebut. Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung Promosi kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran. kunjungan ke rumah.”(informan d) “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. poliklinik..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulka bahwa kegiatan promosi kesehatan di luar gedung merupakan kegiatan yang dilakukan diluar area gedung puskesmas tetapi masih berada di wilayah kerja puskesmas tersebut. bisa melalui UKS. tempat kerja.

5. tempat pembayaran dan halaman puskesmas.70 laboraturium. Hasil wawancara dengan informan f dan g.6. “…Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster. Intensitas kunjungan penyuluhan kesehatan diwilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi.2..Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan... Dari hasil wawancara yang didapatkan dari inforaman bahwa promosi kesehatan di dalam gedung tidak semata-mata mengangkat topik yang sedang mewabah saat itu tetapi juga tentang perilaku keseharian masyarakat.4.. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan…”(informan b) “…Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat.kamar obat. Kegiatan ini sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh puskesmas. 1.”(informan f) “...”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan didalam gedung puskesmas adalah cara yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan dikarenakan adanya petugas kesehatan yang dapat ditanya seputar masalah kesehatan bila sasaran menanyakan dan media yang tersedia. dan dibaca. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca…”(informan d) “…Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat.”(informan g) .

”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling sering terjadi wilayah tersebut adalah penyakit ISPA atau infeksi pernafasan bagian atas. Kekurangan pemerintah dalam melakukan program promosi kesehatan di mata sasaran promosi kesehatan.. 2...”(informan f) “…Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich..”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari pelaksanaan program promosi kesehatan antara lain adalah petugas kesehatan kurang melakukan komunikasi yang efektif dan kurangnya insentif bagi para kader. hanya kurang pada kepribadian dari personal petugasnya.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. 3.Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk.. Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat dalam wilayah tersebut. Masalah kesehatan yang sering terjadi dalam wilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk.”(informan f) “.. pilek. “…Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja.70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa intensitas kunjungan penyuluhan diluar gedung puskesmas namun masih berada diwilayah kerja puskesmas dirasakan cukup sering dilakukan sesuai dengan jadwal program. 4. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali. dan jarang ditemukan penyakit serius atau berat. .

. Dilakukan pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan terhadap wilayah puskesmas tersebut. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersihbersih rumah. “…Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak…”(informan f) “…Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarin-kemarin…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa pengontrolan yang dilakukan secara berkala yang dilakukan petugas kesehatan dirasakan cukup sering sesuai dengan jadwal..” (informan g) Dari jawaban informan-infoman diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah PHBS telah mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat namun bukan berarti tidak memiliki kendala karena kulture dan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut. 5. “…Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi sering yang kena kaya batuk. Langkah mandiri yang telah dilakukan tokoh masyarakat dan masyarakat dalam segi kesehatan di wilayah tersebut. pilek jadinya sering saya minta bersih.”(informan f) “…PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi..meski belum semua rumah seperti itu. makan sayuran gitu mbak. menguras bak.70 “…Kalo PHBS kaya cuci tangan.”(informan f) . dan cuci tangan lalu ada program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolah-sekolah dasar. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah.bersih rumah masingmasing.. 6.

7.000 rupiah per bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak…”(informan g) Dari jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kader per puskesmas adalah sebanyak 8 orang dengan insentif 17.70 “.Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah mandiri yang diambil tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat itu antara lain kerja bakti dan menjaga kesehatan lingkungan rumah per individu. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan..Alur pelaporan promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta barat ..Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan dirasakan cukup hanya saja disarankan agar menambah menarik kemasan acara dan komunikasi yang efektif pada petugas kesehatannya...1. Gambar 3.. “…Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home..” (informan f) “.. “…Jumlahnya sekitar 8 kader per wilayah trus kalo uang sekitar 17.000 rupiah yang dirasakan kurang oleh para kader.Jumlah kader dan insentif perbulan yang diterima kader dan pelatihan yang dilakukan dari segi promosi kesehatan. 8.

70 Media dan Sarana Promkes Petugas kesehatan/ Tenaga Promkes Dana Promkes Strategi ABG +one Penyuluhan ke sasaran Promkes diluar dan dalam gedung PKM Perilaku Hidup Bersih Dan sehat Laporan perbulan dan triwulan PKM Kelurahan Laporan profil tahunan PKM Kecamatan Suku Dinas Jakarta Barat Dinas Jakarta Barat .

70 Dalam proses pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas dimulai dari tersediannya media sarana. serta anggaran yang mencukupi dan strategi yang telah ditetapkan yaitu ABG plus one baru dilakukannya penyuluhan ke sasaran baik untuk kegiatan di dalam dan diluar gedung puskesmas. . yang diharapkan akan terciptanya perilaku bersih dan sehat kemudian di catatkan ke dalam sistem pelaporan laporan perbulan dan pertriwulan dari puskesmas kelurahan ke puskesmas kecamatan baru dijadikan laporan tahunan yang diterima oleh suku dinas kesehatan ke dinas kesehatan pada periode 1 tahun. yang didukung oleh tenaga promosi kesehatan.

70 G br a a m A rPl pr n r m s iPM ea a n e bna l u e oa P k d K Kc ma Km gn a o e t a 4. .1 Sk S a uu i s n k s ht n aat eea J k ra a Br t aa Sk d a uu i s n k s ht naat eea j k ra a br t aa Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s Kc m a ea a n t Psem uks a s Kcm a ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uks a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Kg t n idl m ei a d a a a dn iurgdn a d a eu g l Sr n dn aaa a paaaa r sr n po k s rm e S Mr m s D po k e Agaa po k s ng r n r m e Sa gAG t t i B r e oe n + PB i d i u HS i d nv k l ag e ra u m saaa a yr kt s . . .

Diagram fishbone program promosi kesehatan Puskesmas kecamatan Kembangan en ti uh da T i k i sa pe dak ra l t at ad ih a an Kerja rangakap ada anggaran Kurangnya Tdk untuk Sarana SDM Ketidak pedulian petugas promkes Jml masih kurang Kurangnya perawatan thd saraa 70 D y an k a a ur ng an g Tidak ada perekrutan na A sa ng ua g aS ar K an Bin da ura n P na g ro un nya Lingkungan m tu k es k yang krg T i an dak kondusif a k g hu gar da su an s Advodkasi kerjasama antar stakeholder kuranag PHBS terhambat Mendahulukan kulture & pengetahuan Kepentingan sasaran promkes perkelompok Kecilnya anggaran khusus untuk PHBs K K g e eg pr et i d u ia t om d a ng an ke k p pu di d s ed sk a l un u e s am li a tu m k n ke Ku p e sa as m s a ra ny sa an d n u l ra fa a ra gn y uh n at an n pr a a om ka ke n s Ku SD rang ny un M tuk kes a jm dil eha l ap t an an ga n ge Kegi ed a un tan g p di l us u ke ar sm as .

1 Variabel Input 1.1.Data Sumber data dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Meruya Selatan diperoleh dari data dari SP2TP juga dari data kegiatan lintas sektoral. Kemudian juga untuk memperoleh laporan lintas sektoral masih kurang koordinasinya karena data ini belum secara rutin pengumpulannya. Kelengkapan. Juga dengan keterbatasan kemampuan peneliti dalam hal pengetahuan. . keakuratan dan ketepatan waktu pengiriman laporan SP2TP dari tingkat puskesmas dan form pertriwulan harus diperhatikan karena ada puskesmas yang masih terlambat dalam pengiriman data ke dinas kesehatan. 6. Pembahasan Penelitian 6. Sedangkan kebutuhan data tersebut harus dikumpulkan secara rutin untuk memantau program kesehatan yang sedang berjalan.2. dana. Walaupun begitu peneliti berusaha untuk menjaga kebenaran data dan kuantitas hasil penelitian maka penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber.2. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Kurang obyeknya peneliti dalam menyampaikan makna yang tersirat dari keterangan informan dalam penelitian tidak dapat dihindarkan dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan.70 BAB VI PEMBAHASAN 6. sarana dan waktu maka penelitian hanya terbatas pada pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. peneliti menyadari adanya keterbatasan peneliti dalam penelitian ini.

Sehingga data yang masuk ini tentunya akan berpengaruh juga terhadap pengelolaan data yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Untuk tenaga SDM ditetapkan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas dan di daerah adalah d3 kesehatan dengan bakat dan minat promosi kesehatan.( Depkes. Dari hasil yang diperoleh bahwa tenaga pelaksana promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan masih belum secara khusus dalam bidang ini maka dirasakan beban kerja yang masih berat. Didalam pengambilan data tidak dijelaskan terlalu detail dikarenakan pengambilan data ini sebagian besar memiliki prosedur yang sama dengan pengambilan data untuk program lain yang ada di puskesmas. Pelatihan mengenai promosi kesehatan memang dirasakan sudah dilakukan sebanyak 2 kali setahun namun dirasakan kurang efisien karena sasaran pelatihan ini berpusat pada koordinator program saja sehingga anggota pelaksana dibawahnya termasuk para kader kurang menguasai secara langsung. Pada umumnya masalah ketenagaan yang dirasakan memiliki masalah keterbatasan adalah memiliki beban kerja lain sebagai tenaga pelayanan kesehatan masyarakat seperti perawat. 2007) 2.70 Kemudian data yang dikumpulkan masih tumpang tindih maksudnya data yang sudah diminta masih akan diminta lagi sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengakumulasian data yang masuk. kemudian rotarisasi fungsi dan kedudukan sebanyak 5 tahun sekali dirasakan selain ada manfaat positif bagi tenaga sdm yaitu agar tidak terjadi kejenuhan dan mengetahui berbagai tugas di . Hal ini pulalah yang diterapkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan. Tenaga SDM Tenaga pelaksana program promosi ksehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan sudah mencukupi dalam hal kuantitas atau jumlah karena sebanyak 144 orang termasuk sebagian besarnya adalah kader. Tetapi dilihat dari segi kualitas dirasakan kurang dan masih perlu peningkatan pengetahuan dan pendidikan.

2007) 4. dan tujuan promosi kesehatan dapat tercapai. Dana yang disebutkan oleh informan sebagai koordinator pelaksana program promosi kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan program lainnya. ditambahkan pula spanduk berisi slogan promosi kesehatan yang ditempatkan pada tempat mudah terlihat. Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah motivasi kerja dari para pelaksana promosi kesehatan yang dijalankan. Didapatkan pula informasi dari para informan bahwa perlu dilakukan regenerasi peralatan dan sarana promosi kesehatan yang tidak layak pakai. . akan tetapi dilihat dari segi kualitas yang bersumber pada tingkat perawatan yang masih rendah dari masing-masing pelaksana program mengakibatkan terkadang kemacetan pada alat elektonik seperti batere bocor. kabel terkelupas. dan lain sebagainya. Dana yang dialokasikan khusus dalam pelaksanaan promosi ini belum ada. 2007). Dari segi jumlah yang ditetapkan pada puskesmas kecamatan kembangan sudah memenuhi kriteria akan tetapi dari segi kualitas belum memenuhi standart yang ditetapkan. Fasilitas dan Sarana Media dan sarana yang digunakan program promosi kesehatan sudah mencukupi bila dilihat dari segi jumlah sasaran. 2007) 3. leaflet ada yang tersobek. dana hanya didapatkan dari anggaran APBD. Rendahnya alokasi dana ini terkait dengan masih kurangnya kesadaran para pengambil keputusan menyadari pentingnya arti kesehatan. Dana Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan tidak ada dana atau anggaran khusus dalam pelaksanaan program promosi kesehatan.70 fungsi lain dinilai juga kurang efisien karena selama 5 tahun itu tenaga sdm mulai bisa menguasai pekerjaannya diharuskan untuk berganti posisi dalam fungsi baru. (Depkes.( Depkes. Dengan tingginya motivasi dari para pelaksana promosi kesehatan maka diharapkan tugas yang dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja tersebut dapat terselesaikan dengan baik. ( Depkes.

70 Kebanyakan dari para pengambil keputusan beranggapan bahwa pelayanan kesehatan itu tidak bersifat produktif melainkan konsumtif dan hal itu kurang diutamakan. Bina suasana yang dilakukan para petugas kesehatan didukung dengan kerjasama para kader akan menarik perhatian sasaran program promosi kesehatan untuk hidup lebih sehat. Dengan tersedianya dana yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program promosi kesehatan maka dana tersebut dapat meningkatkan kualitas dari SDM itu sendiri dalam kinerjanya. advokasi yang dilakukan oleh para petugas kesehatan terhadap para pengambil keputuasan dan pembuat kebijakan akan sangat penting peranannya karena masyarakat akan lebih tergerak menuju kehidupan lebih sehat apabila didukung oleh lingkungan sosialnya. advokasi. semua ini tidak terlepas dari kemitraan atau kerjasama antar maupun lintas sekoral. diharapkan nantinya masyarakat mampu untuk menilai prioritas kesehatan dan mengatasinya secara mandiri. Begitupula dengan gerakan pemberdayaan masyarakat karena selepas pemberian informasi dan contoh perilaku sehat dari para petugas terhadap masyarakat. Komponen yang masing-masing memiliki peran penting untuk mencapai tujuan program promosi kesehatan. dan kemitraan lintas sektoral. Strategi ini dinilai cukup efisien karena merupakan suatu strategi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. bina suasana. Indonesia misalnya hanya menganggarkan hanya sekitar 2-3 % dari dana anggaran belanja negara setahunnya. Misalkan di negara berkembang. 5. Informan menyebutkan pula para kader dan sasaran biasanya mengenal dengan singkatan “ABG PLUS ONE”. Strategi promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan dalam program promosi ini adalah ketentuan standart pedoman untuk pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan mentri nomor 1114/Menkes/Sk/VII/2005 yaitu gerakan pemberdayaan. ( Depkes.2007) .

Sasaran ini pula dibagi kedalam kategori pendekatan kelompok.individu ataupun keluarga. Perilaku hidup bersih sehat ( PHBS) Menyatakan perilaku hidup bersih sehat merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya program promosi kesehatan. Sasaran yang membutuhkan perhatian petugas kesehatan secara terus menerus dan konstan yang menduduki prioritas utama. tempat umum maupun sekolah.70 Akan tetapi. Perilaku hidup bersih sehat ini diharapkan mampu untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga. Adapula kekurangan dari sasaran ini adalah tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan masih rendah sehingga petugas kesehatan masih sangat perlu mencari bagaimana memotivasi lebih para sasaran untuk merubah perilaku sehari-hari lebih sehat. adat istiadat. informan menyebutkan pula kekurangan dari strategi promosi kesehatan yaitu terletak pada karakteristik dasar masyarakat umumnya yaitu sifat kebiasaan. fokus sasaran itu sendiri dalam penerimaan informasi untuk hidup lebih sehat. 6. (Depkes. dan tempat . contoh: penderita penyakit tb paru yang jarang mengunjungi puskesmas maka petugas akan mengkunjungi rumahnya memantau seberapa jauh perkembangan penyakit dan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap keluarga penderita meminimalkan mungkin tingkat penularan. Hal ini dimaksudkan mempermudah perhatian. 2007). masyarakat. Sasaran promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan menyatakan bahwa sasaran promosi kesehatan itu dibagi 2 yaitu sasaran kegiatan program promosi kesehatan di dalam dan diluar gedung puskesmas kecamatan itu sendiri. Dibutuhkan suasana yang tidak membosankan dengan penempatan petugas yang komunikatif dan kemasan acara penyuluhan kesehatan yang menarik. Sasaran promosi kesehatan yang berada di dalam gedung puskesmas kecamatan kembangan adalah pengunjung puskesmas kecamatan kembangan tersebut baik yang menginginkan pelayanan kesehatan sehingga mendapatkan manfaat lebih dari kunjungan tersebut. 7. dan malas berubah untuk hidup lebih sehat.

6. bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Didalam pelaksanaan advokasi pada puskesmas kecamatan kembangan telah dilakukannya advokasi keberbagai pihak yang berkepentingan seperti dinas kesehatan. olahraga jalan kaki minimal 2 kali seminggu. 2005). Advokasi Dari informasi yang diberikan oleh informan didapatkan bahwa advokasi merupakan upaya atau proses yang terencana dimana dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. menyikat gigi sebelum tidur. kantor kecamatan.(Depkes 2007) Adapula kekurangan dari sasaran untuk merubah perilaku hidup bersih sehat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat dimulai dari hal yang terkecil sendiri dan diri sendiri.2. menguras bak seminggu 2 kali.makan makanan berserat. Didapatkan pula dari para informan bahwa dibutuhkan pula kerjasama antar stake holders mulai dari fungsi terkecil sampai dengan fungsi terbesar. semua ini bertujuan agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan yang sehat. contohnya: dalam rangka mengupayakan lingkungan bebas asap rokok maka puskesmas melakukan advokasi kepada pimpinan setempat untuk diterbitkannya peraturan kawasan tanpa rokok dilingkungan kerja/ruang lingkup wilayah puskesmas seperti sekolah.( Depkes.70 kerja. . mengganti sprei seminggu sekali agar tidak terkena tungau. Didapatkan dari puskesmas kecamatan kembangan adalah kegiatan phbs yang ada dan telah diterapkan dalam masyarakat yang berada dalam ruang lingkup wilayah kerja yaitu pelaksanaan phbs disekolah dasar.2 Variabel proses 1. hal ini dikarenakan masing-masing fungsi atau seksi sama-sama memiliki peranan penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. membuka jendela pada pagi hari. tempat umum. Informan juga menyebutkan bahwa perilaku hidup bersih sehat ini dapat dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari contohnya mencuci tangan sebelum makan. tempat ibadah. membersihkan debu di meja kerja. suku dinas kesehatan jakarta barat.

dan penayangan video berkaitan dengan penyakit pasien. kader. Meskipun didapatkan hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran dan pengetahuan dan lingkungan yang panas. kemudian apabila bina suasana ini dilakukan di dalam gedung . 2007). keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri. 2. sekolah dasar. 2007) Adapula kekurangan yang disampaikan oleh informan dalam salah satu strategi promosi kesehatan yang menjadi salah satu bagian dari proses ini adalah terkadang advokasi masih dilakukan pendekatan secara individu sedangkan akan lebih efisien dan dinilai akan mendapatkan hasil yang optimal bila dilakukan perkelompok para stake holders. contohnya: pada sasaran yang berkeluarga datang ke puskesmas dan kemungkinan besar bahwa pengantar pasien tidak mungkin dipisahkan dari pasien. Bina suasana Berdasarkan hasil penelitian informasi yang didapatkan dari informan bahwa bina suasana merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang mendorong individu. puskesmas kelurahan. pers. ( Depkes. serta bising cukup membuat proses bina suasana terganggu.70 puskesmas kecamatan. okoh agama. Pada puskesmas kecamatan kembangan melakukan proses bina suasana melihat dengan situasi dan kondisi yang ada seperti pengunjung datang ke puskesmas dan disaat pengunjung merasakan adanya manfaat penyuluhan kesehatan maka tercipta lingkungan yang kondusif. Oleh karena itu metode yang tepat digunakan disini adalah penyebaran leaflet. tokoh masyarakat. misalkan pasien dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kesehatan/ penyakit yang berkaitan dengan penyakit si pasien itu sendiri. Terdapat pula kekurangan yang ada dalam proses bina suasana ini antara lain bila sasaran promosi kesehatan merasakan kurang nyaman diawal bina suasana ini dilakukan. ketua rt. Disampaikan pula oleh para informan bahwa seseorang akan terdorong dalam perubahan perilaku dari tahu menjadi mau apabila sasaran merasakan dorongan dari lingkungan sosialnya. pemasangan poster.( Depkes.

dan kemampuan individu. contohnya : misalkan setiap ibu yang menimbang bayinya secara berkala dijelaskan pula manfaat untuk mengimunisasi bayinya secara lengkap. mengubur benda-benda yang dapat menampung jentik nyamuk. dan lain sebagainya. Gerakan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan di luar gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan di luar gedung puskesmas adalah kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan petugas puskesmas di luar gedung puskesesmas dalam artian bahwa kegiatan promosi kesehatan dilakukan pada masyarakat yang masih berada dalam wilayah kerja puskesmas.70 puskesmas maka dirasakan bahwa hanya membuang-buang waktu sedangkan tujuan awal datang adalah untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Puskesmas kecamatan kembangan menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat sudah mulai berjalan meski mengalami hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri dalam program mandiri yang mengikut sertakan masyarakat secara aktif. 3. 2007) Pemberdayaan dalam kelompok individu dilakukan sebagian besar pada sasaran yang berkunjung ke puskesmas. memelihara tanaman obat keluarga. 6.2005) . ( Depkes.3. Variabel Output 1. kemauan. Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. lalu kurang adanya kemasan acara yang menarik sehingga terkesan tidak ada manfaatnya untuk diikuti. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan secara mandiri.2. Pemberdayaan masyarakat secara kelompok keluarga biasanya dilakukan petugas kesehatan pada kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas. contohnya melakukan kunjungan rumah untuk menilai perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah diterapkan antara lain penggunaan jamban keluarga. mengkonsumsi garam beryodium.( Depkes. Dinilai pula bahwa untuk gerakan pemberdayaan masyarakat ini dibutuhkan keahlian mengklarifikasikan karakteristik masyarakat yang ada dari berbagai aspek baik sosial dan budaya.

3. poliklinik. 2. Kegiatan yang berada dalam lingkup puskesmas antara lain tempat pendaftaran. Planning Puskesmas kecamatan kembangan menetapkan kegiatan PHBS sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. 2007). 2007).1. tempat pembayaran dan puskesmas. Indikator yang terlihat dari hasil yang telah dicapai antara lain pengontrolan berkala ditemukan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diterpakan oleh masyarakat dalam lingkup wilayah tersebut.3. laboraturium. ruang perawatan. Didalam puskesmas kecamatan kembangan didapatkan hasil wawancara dan observasi lokasi bahwa adanya sarana dan prasarana seperti spanduk. Fungsi manajemen dalam menyelenggarakan program promosi kesehatan. Dari sumber daya tersebut puskesmas kembangan menetapkan indikator standar keberhasilan dalam pencapaian tujuan serta sasaran promosi kesehatan. ( Depkes.( Depkes. 6. Kemudian menentukan jumlah. dengan pemberdayaan masyarakat pengorganisasian masyarakat seperti karang taruna. pemantauan sekitar dan keberhasilan melakukan program kerjasama PHBS. Puskesmas ini merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan yang ditetapkan pemerintah. melalui pengorganisasian . ibu-ibu pkk. kamar obat. Pelaksanaan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas yang dilakukan oleh puskesmas adalah upaya untuk meningkatkan PHBS masyarakat. leaflet dan poster kesehatan yang memuat isu penyakit dan imbauan PHBS. Kegiatan di dalam gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan yang dilakukan di dalam gedung puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di dalam gedung puskesmas dimana kegiatan promosi kesehatan dilakukan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan puskesmas. 6.70 Hasil pengamatan dan wawancara pada puskesmas kecamatan kembangan ini di peroleh bahwa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan baik ke rumah masyarakat yang menjadi sasaran kesehatan maupun lingkungan sekolah untuk pemberian imunisasi. kualitas dari sumber daya yang dibutuhkan.

apakah sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. controlling. 6. organizing. Kegiatan perekrutan .3 Directing Para stake holders dan koordinator mengimplementasikan proses dan gaya kepemimpinan.3. Tetapi hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dilihat dari jabaran fungsi manajemen diatas didapatkan bahwa promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal baik dari segi planning.70 6. Setiap bulannya di adakan rapat evaluasi mengenai kendala dan saran intara sektoral dalam program tersebut. Organizing Mengalokasikan sumber daya . 6. Controling Di dalam puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan evaluasi denagn tujuan mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai. directing.3.4. coordinator dan pelaksana program. Hal ini didukung oleh berbagai faktor.3. Kemudian dalam proses controling ini menetapkan apa yang menjadi kendala dan mencari solusinya dengan stake holders. Pada puskesmas tim kerja promosi menunjukan bahwa koordinator program ini memiliki double job desk sebagai pemegang program keluarga miskin (gakin). serta penyeleksian dan pengembangan tenaga yang belum ditempatkan pada posisi yang tepat. menetapkan job desk serta tugas yang jelas dalam koordinasi pelaksanaan prosedur yang ada. bimbingan dan membuat kebijakan yang sesuai dengan tujuan program promosi kesehatan.2. .

Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan terhadap pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Sumber dana dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini masih belum tersedia khusus. Para pelaksana petugas kesehatan memiliki double desk job hingga kurang optimal dalam pelaksanaan program ini. Salah satu sumber data dalam program promosi kesehatan ini adalah data SP2TP puskesmas kelurahan lalu dikumpulkan ke puskesmas kecamatan.1. Pelatihan sudah cukup diadakan namun sasaran pendidikan dan pelatihan kurang mengenai sasaran sehingga belum merata. namun didapatkan dari anggaran APBD. namun pada . 4. 3.70 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7. Fasilitas dan sarana yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah cukup dalam segi jumlah hanya saja kurang dalam segi perawatan oleh para pelaksana. Tenaga SDM yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang termasuk kader didalamnya. 2.

Sasaran program promosi kesehatan yang menjadi target operasional adalah sasaran berupakelompok individu. Pada bagian proses advokasi juga membutuhkan banyak kerjasama dan keyakinan antar lintas sektoral. Pada bagian kemitraan dibutuhkan sikap saling menghargai. pemberdayaan masyarakat.70 proses dan kenyataannya didapatkan keterlambatan dalam segi pengumpulan tepat waktu. 5. sikap saling menguntungkan antara stake holders. 10. keterbukaan. keluarga maupun masyarakat. . namun kurangnya kesadaran arti pentingnya kesehatan menyebabkan masing-masing pihak meraskan bahwa kedudukan dan fungsinya lebih penting dibandingkan dengan pihak lainnya. dan dirasakan pula kurangnya manfaat yang berarti. 11. Hal ini disebabkan karena dengan linhkungan sosial yang mendukung maka sasaran mau merubah perilaku agar lebih baik dan sehat. baik dilihat dari ruang lingkupnya individu. Hal ini membutuhkan kepercayaan stake holders untuk berkerja sama. 9. Perilaku hidup bersih dan sehat sudah mulai diterapkan pada masyarakat namun pada kenyataannya karena faktor pendidikan dan sosial budaya maka perubahan perilaku lebih sehat sulit dilakukan. Strategi program promosi kesehatan dilakukan strategi dasar yaitu advokasi. Pada bagian proses gerakan pemberdayaan dibutuhkan kerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat. Namun kurangnya koordinasi dan manfaat yang berarti maka gerakan pemberdayaan ini dapat terhambat. bina suasana dan kemitraan lintas sektoral. petugas kesehatan dan masyarakat sebagai sasarannya. 6. Data tersebut didukung dengan data pertriwulan yang wajib diisi oleh puskesmas kelurahan. Tetapi tingkat pengetahuan dan motivasi masyarakat akan kesehatan masih kurang 7. Pada bagian proses bina suasana dibutuhkan motivasi tinggi para pelaksana promosi kesehatan untuk membuat nyaman keadaan sasaran sehingga membuat tujuan program promosi kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan dilakukan. keluarga dan masyarakat. 8.

Tentu didukung pula dengan tingkat kesejahteraan yang lebih diperhatiakan sehingga dapat memotivasi mereka dalam menjalankan tugas. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang jarang mengunjungi puskesmas namun masih berada di dalam wilayah kerja puskesmas. 2. dibutuhkan pula anggaran belanja untuk peralatan yang sudah tidak layak pakai agar dapat diregenerasi. 13.70 12. Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti mencoba memberikan saran kepada puskesmas kecamatan kembangan dalam upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program promosi ksehatan tersebut. Hal ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan dana dan tenaga kerja yang lebih bila ingin menjangkau sasaran di luar puskesmas sesuai target. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan didalam gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang sering mengunjungi puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis.2. . Hal ini memiliki kekurangan yaitu sasaran terkadang memiliki pemikiran bahwa mereka datang ke puskesmas dengan tujuan awal untuk mendapatkan pelayanan medis sehingga menyebabkan mereka kurang merasakan manfaat yang ada dari mengikuti program ini. Untuk fasilitas dan sarana yang sudah ada hanya dibutuhkan pengertian antara sesama petugas pelaksana untuk lebih merawat fasilitas yang sudah ada. 7. Dengan dilakukannya kriteria standar karakteristik petugas maka tenaga honer yang akan berkerja di puskesmas tersebut dapat melakukan beban kerja dengan tanggung jawab yang maksimal. Bagi puskesmas kecamatan kembangan 1.

untuk meningkatkan . 8. 6. Diberkan kemasan acara yang menarik. Bina suasana adalah hal yang cukup penting mengingat bahwa masyarakat mau merubah perilaku apabila mereka mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial mereka. 4. dan petugas yang informatif 11. Gerakan pemberdayaan dilihat dari waktu pemberian informasi dari awal yang disepakati oleh masyarakat dengan seperti itu maka masyarakat tidak akan merasakan keterpaksaan dan merasa nyaman untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan secara mandiri. 9. Untuk anggaran atau dana yang ada hanya didapatkan dari dana APBD sehingga koordinator program ini diharapkan mampu membuat rancangan anggaran yang dapat diajukan pada laporan tahunan puskesmas. Dalam pelaksanaan advokasi dibutuhkan pendekatan yang dilakukan perkelompok dan secara terus menerus kepada stake holders yang terkait bukan dengan perindividu. Perilaku hidup bersih sehat yang sudah ada dan diimplementasikan kepada masyarakat agar lebih ditingkatkan dengan cara pemberian motivasi yang lebih dan pengawasan serta evaluasi yang berkesinambungan.Petugas kesehatan juga harus melihat keadaan sosial dan budaya masyarakat yang ada agar lebih mudah mencapai tujuan. akan lebih mudah untuk menerima perubahan gaya hidup apabila situasi yang ada diawal perencanaan membuat mereka nyaman dan kondusif. keluarga maupun masyarakat. hal ini dinilai para ahli akan lebih memberikan hasil dibandingkan pendekatan stake holders perindividu. 7. Dalam promosi kesehatan maupun kegiatan kesehatan yang lain tentu mebutuhkan kerjasama dan kemitraan antar lintas sektoral. Data promosi kesehatan yang didapatkan dari SP2TP dan pelaporan pertriwulan sering mengalami keterlambatan hal ini disebabkan adanya double desk job dan kurang adanya sangsi dan reward yang tegas. 5.70 3. hal ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi dari segi pelaksanaannya. Strategi dasar yaitu ABG plus one sudah mengikuti standart yang ada. 10. Sasaran promosi kesehatan dilihat dari jenis karakteristik jumlah masyarakat apakah individu.

12. dibutuhkan kejujuran masing-masing pihak sehingga akan didapatkan kerjasama tanpa keterpaksaan. Hal ini dapat diminimalkan dengan cara memberikan insentif diluar dana pokok yang sudah ada. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas akan memberikan dampak berupa peningkatan jumlah tenaga kerja dan dana.70 kerjasama ini.dibutuhkan pula kerjasama dengan kader agar evaluasi dapat berjalan secara berkesinambungan. Semua pihak diberikan pengertian akan tujuan akhir yang akan dicapai mampu memberikan manfaat kepada semua pihak. seperti poster yang berisikan pesan kesehatan.Perawatan sarana dan fasilitas yang sudah ada lebih dimaksimalkan dengan seperti itu maka sasaran pengunjung puskesmas merasakan manfaat lebih saat ke puskesmas tidak hanya mendapatkan pelayanan medis namun juga manfaat peningkatan kesehatan. tanpa merekrut tenaga tambahan. Diberikan penyuluhan yang terarah kepada pengunjung apabila menanyakan salah satu sarana yang ada. 13. dan akan menyadari bahwa kesehatan adalah hal penting yang wajib untuk dijaga dan diperjuangkan bersama. . Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kegiatan digedung puskesmas akan memberikan dampak yang jauh lebih positif apabila petugas promosi kesehatan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia.

. 3. Nursing Action For Health Promotion.F.70 DAFTAR PUSTAKA 1.A David Company: USA. 4. Hs. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. 2. Health Promotion And Community Action For Health in Developing Countries. Effendy. 2004. Departement Kesehatan RI:Jakarta. WHO. Azwar. Management Strategis Konsep. F.Azrul. Reformasi Pelayanan Kesehatan. Geneva. David.Fred. Dhilton. R.A. 5.1981. EGC: Jakarta. 2004. David.1998.1994. Nasrul. PT Indeks Gramedia: Jakarta.

14. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. PT Rineka Cipta: Jakarta. 8. 1994. 2002. 2008. 17. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Tjiptoherianto. PT Remaja Rosdakarya:Bandung. Departemen Kesehatan RI. Sebaiknya Anda Tahu Departement Kesehatan RI Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. 9. Buku Pedoman Penyuluhan Bagi Pekarya Kesehatan. Departement Kesehatan RI. Sistem Kesehatan Nasional. Departement Kesehatan RI. Notoadmodjo.Fitamaya: Bandung. Notoadmodjo. Ekonomi Kesehatan. J. Metodologi Penelitian Kesehatan. 1984. 1997. PT Rineka Cipta: Jakarta. Departemen Kesehatan.Jakarta 11. Pedoman Penyelenggaraan Aministrasi Di Puskesmas. 2007. PT Rineka Cipta:Jakarta. 1995. 13.Jakarta.70 6. Notoadmodjo. Buku Pedoman untuk Petugas Kesehatan Seri Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Departemen Kesehatan RI. 1990. PT. . 15. Lexi. Prawito. 7. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi Kesehatan. Suryani. 2001. Bahan Pembelajaran Mata kuliah Promosi Kesehatan. 1997. Soekidjo. Jakarta. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. 2005. Soekidjo. PT Rineka Cipta: Jakarta. Soekidjo.Jakarta. 12. Eko. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Departemen Kesehatan RI. 16. Departement Kesehatan RI:Jakarta. Priajono. 10. Metodologi Penelitian Kualitatif. Moelong.Jakarta. 2003.

70 18. Departemen Kesehatan RI. 1997. Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Puskesmas. Departemen Kesehatan RI.Jakarta. 19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. ARRIF Buku Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 20. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. Pedoman Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Dinas kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 21. Departemen Kesehatan RI, 2003. Profil Promosi Kesehatan 2003. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 22. Departemen Kesehatan RI, 2003. Promosi Kesehatan Di

Perusahaan.Departement Kesehatan RI.Jakar 23. Departemen Kesehatan RI, 2004. Panduan Advokasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 24. Departemen Kesehatan RI, 2004. Penyusunan Profil Promosi

Kesehatan.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 25. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di

Daerah.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 26. Departemen Kesehatan RI. 2005. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 27. Departemen Kesehatan RI, 2006. Pedoman Perencanaan Tingkat

Puskesmas.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 28. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas. Departement Kesehatan RI.Jakarta.

70 29. Departemen Kesehatan RI, 2007. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 30. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Mandiri Bagi Petugas Penyuluh Lintas Sektor

Kecamatan.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 31. Puskesmas Kecamatan Kembangan, 2007. Laporan Tahunan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat. Laporan Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007.

Matriks Instrument Wawancara

Informan Internal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga /SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan Kepala PKM Kembangan Koordinator Promosi kesehatan X X X X X X X X X X X X X X X X

70 d.Kemitraan Output a.Kegiatan didalam dan diluar gedung b.PHBS X X X X

Informan Eksternal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Kepala PKM Meruya Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga/SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan d.Kemitraan Output X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Koordinator Promosi Kesehatan Koordinator Promkes Sudin

sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan Fungsi : : Drg. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.kegiatan didalam dan diluar gedung b. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan selaku penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang . .Itulah sebabnya.70 a. Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Dara F.PHBS X X X X Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. mental. Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.

tenaga. biaya.(Blum.70 mempengaruhi kesehatan individu. metode yang ada di Puskesmas ini untuk program promosi kesehatan? 3. Pihak mana saja yang terkait penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini? .Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. kelompok atau masyarakat. Pertanyaan Input 1. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Apa saja bentuk kerjasama antar dan intra sektoral dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 5. Apakah ada program ulangan yang diajukan kembali setelah anda melakukan evaluasi program? Program Promosi Kesehatan khususnya? Pertanyaan Proses 4. 1974). Bagaimanakah sumber daya. 2.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan).Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Bagaimana visi dan misi anda dalam memimpin dan selaku penanggung jawab dalam program-program yang ada dipuskesmas Kembangan ini termasuk program promosi kesehatan ini?.

Itulah sebabnya.Promosi : Bapak M. Thamrin : Koordinator Program Promosi Kesehatan dan Implementasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan. kelompok atau masyarakat. : Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.mental. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu.(Blum.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. 1974). .

5. 4. 6. 7. Bagaimana Kembangan? Apakah saja tugas pokok dari promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Tolong anda jelaskan sumber dana yang mendukung program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Metoda apa saja yang digunakan dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Apakah para petugas promosi kesehatan ini telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang memadai? Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Pertanyaan Proses 9. Pertanyaan Input 1.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? perkembangan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan .70 kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. Bagaimanakah proses Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 11. 8. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. 2. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 10. 3.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Bagaimanakah proses kegiatan yang telah dilakukan oleh seksi promosi kesehatan selama ini? 13.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Bagaimanakah penyuluhan kesehatan didalam dan diluar gedung Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 14. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.70 Pertanyaan Output 12. mental.Itulah sebabnya. Hambatan apa saja yang ditemukan dalam proses pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? 15. : Kepala Puskemas Kelurahan Meruya Selatan I. . Produk mandiri apa saja yang telah dihasilkan oleh program promosi kesehatan ini?dan mekanisme pelaporan? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Dr. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Maria C.

70 Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974). Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan,juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya Pertanyaan Input 1. Apakah tugas pokok dari Promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 2. Bagaimanakah struktur tenaga pelaksana (SDM), Kapasitas Sumber Daya, Biaya, Metoda, Sasaran promosi kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 3. Apakah petugas promosi kesehatan telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang memadai dari pusat ataupun secara mandiri? 4. Apakah ada program mandiri selain yang di berikan dari pusat untuk program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan ini? Pertanyaan Proses 5. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi Promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan?

70

Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka

TINJAUAN

PELAKSANAAN

PROGRAM

PROMOSI

KESEHATAN

DI

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa, sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan :Safrida,SKM. : Pelaksana Program Promosi kesehatan diPuskemas Kelurahan Meruya Selatan I. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat.

70 seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Itulah sebabnya, maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974).Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah perkembangan dari program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan Meruya Selatan I? 2. Bagaimanakah keadaan diPuskesmas ini mengenai sumber daya, biaya, tenaga, metoda, data, sasaran, dan komitmen? Pertanyaan Proses 3. Bagaimanakah proses dari Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan di dalam Puskesmas ini? 4. Bagaimanakah kemitraan yang dilakukakan oleh antar maupun intra sektor di dalam pelaksanaan promosi kesehatan? Pertanyaan Output 5. Apakah hasil yang dicapai dari pelaksanaan program promosi kesehatan ini?

Bagiamanakah mekanisme pelaporan dari program promosi kesehatan ini? 8. Apa saja kegiatan promosi kesehatan yang ada baik diluar gedung maupun didalam gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Bapak Ecep. S. : Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber Jabatan dan fungsi Kantor : Koordinator Seksi Promosi Kesehatan.70 6. Adakah kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan promosi kesehatan? 7. .

dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. mental. kelompok atau masyarakat. Metode apakah yang digunakan dalam promosi kesehatan ini? 6. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Pertanyaan Input 1.70 Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Apa saja tugas pokok dari promosi kesehatan? 3.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. 1974). Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik.(Blum. Bagaimanakah sistem pendanaan yang digunakan dalam promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? . Itulah sebabnya. Bagaimanakah perkembangan promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 2. Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) yang memenuhi kriteria dalam promosi kesehatan? 4. Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan untuk kegiatan yang dilakukan baik di luar maupun didalam gedung? 5. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.

Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Bapak Ardali. . Bagaimanakah proses Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan didalam Suku Dinas Kesehatan? 11. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan di dalam Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 9. Bagaimanakah proses Bina Suasana yang dilakukan didalam Suku Dinas kesehatan Jakarta Barat? 10. Bagaimanakah yang menjadi kriteria sasaran yang akan menjadi tujuan diterapkannya promosi kesehatan? Pertanyaan Proses 8. Bagaimanakah kerjasama dan kemitraan yang dilakukan baik internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? Pertanyaan Output 12 Bagaimanakah dengan hasil akhir dari promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 13 Bagaimanakah dengan mekanisme pelaporan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 14 Bagaimanakah dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam ataupun diluar gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.70 7.

maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.70 Jabatan dan fungsi : Ketua rukun tetangga Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? . Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6.(Blum. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. mental. Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. kelompok atau masyarakat. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Itulah sebabnya. 1974). Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. 1.

Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Ibu Brenda.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. .

Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? 8. Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. 1974).70 Jabatan dan fungsi : Kader kesehatan Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. Itulah sebabnya. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). kelompok atau masyarakat. mental. Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2 . Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. 1. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3.(Blum. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. Berapakah jumlah kader dan insentif yang diterima perbulannya dan apakh sering diadakannya pelatihan? .

Informan e Hm.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA koordinator Promkes No Variabel 1 Lama bekerja Informan b Sudah cukup lama ya kirakira lebih dari 22 tahunan. Informan d Kayanya lebih dari 10 tahun deh.lebih dari 17 tahun dek intisari Lama bekerja para koordinator lebih dari 5 tahun bisa .

Para koordinator mengetahui pengertian dari promosi kesehatan. Saya merasakan bahwa peralatan yang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah 5 Fasilitas dan sarana Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah. Fasilitas dan sarana di masingmasing tempat sudah mencukupi . 3 Pentingnya promosi kesehatan Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak. Tenaga SDM yang ada cukup dari segi jumlah namun belum dari segi kualitas..hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya.70 sudah memiliki banyak pengalaman kerja. Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya. Tenaga SDM Masukan /input Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya. Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan Promosi kesehatan merupakan hal yang penting dalam kesehatan masyarakat. 2 Pengertian promosi kesehatan. 4. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana.

Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada. 6 Dana Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. tape recorder1 buah. karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas. . mic 1 buah. hanya dari Untuk anggaran promosi kesehatan tidak ada dana khusus hanya dari APBD. OHP 1 buah.70 ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah. Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini cukup memadai ya. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. trus poster kesehatan 8 buah. hanya saja kurang dari segi perawatannya.hanya APBD. leaflet 89 lembar. Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar.

Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan. lebih Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya Sasaran dibagi dibagi dalam kegiatan diluar dan dalam gedung puskesmas. 9 Sasaran promosi Sasaran kita kesehatan memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan PHBS PHBS yang sudah ada. form yang tiga bulan sekali. 10 PHBS yang ada salah satunya adalah program PHBS sudah diterapkan di lingkungan . untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas Semua PHBS yang ada disini dilihat dari Semua data terdapat dalam SP2TP dan pengisisan form tiga bulan sekali. 8 Strategi promosi Disini dikenal kesehatan sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitran Kita mengikuti perencanaan awal. APBD saja.menggunakan ABG Strategi sudah menggunakan yang menjadi pedoman pelaksanaan promkes.70 7 Data Dari SP2TP dan Data itu ada laporan form dalam SP2TP dan pertriwulan.

12 Bina suasana Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. tujuan awal umum. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai Bina suasana merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam proses melaksanakan promkes. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka seharihari. dan pemberdayaan masyarakat Advokasi merupakan bagian yang penting dan salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan bagi para stake holders. 11 Advokasi Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung. tempat umum. promkes adalah sekolah dan meningkatkan kerja. anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat. Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana. kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. . seperti anak sekolah. lingkungan kerja.70 dikembangkan dalam pelaksanaannya . Proses Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan.

menghargai. 15 Kegiatan promkes di luar gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah Output Semua kesehatan diluar didalam bertujuan memcapai yang merubah menjadi sehat mandiri. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. entah itu pendekatan individu.70 tujuan. Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. keluarga dan masyarakat. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. . Gerakan pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mendidik masyarakat lebih mandiri sesuai dengan karakteristik sasarannya. apakah individu. promosi baik maupun gedung untuk sasaran mampu perilaku lebih secara Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung diperuntukan untuk sasaran yang jarang mengunjungi puskesmas. 14 Kemitraan Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. 13 Gerakan pemberdayaan Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan Kemitraan di lintas sektoral dibutuhkan untuk mencapai tujuan promkes dengan hal yang mendasar yaitu saling terbuka. Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya.keluarga dan masyarakat.

tempat kerja. harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca. Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. dan lain sebagainya. Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat. kunjungan kerumah. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan MATRIKS HASIL WAWANCARA . sekolah. Kegiatan promkes di dalam diperuntukan untuk sasaran yang mengunjungi puskesmas 16 Kegiatan promkes di dalam gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster. bisa melalui UKS.70 kerja puskesmas ini. dan dibaca.

Tenaga SDM dalam program promkes sudah cukup hanya saja butuh diberikan pelatihan untuk tenaga yang baru. Saya rasa cukup lengkap Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 2 Pengertian promosi kesehatan Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat. Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. 3 Pentingnya promkes Kedua kepala puskesmas tersebut telah mengerti pentingnya kedudukan promosi kesehatan. Kedua kepala puskesmas tersebut sudah mengerti pengertian dari promkes. Fasilitas dan sarana sudah 4 Tenaga SDM Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi 5 Fasilitas dan sarana Saya lihat cukup lengkap .70 Kepala Puskesmas No Variabel 1 Lama bekerja Informan a Hm. Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas. Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari semua perencanaan yang ada di puskesmas. sudah lebih dari 17 tahun ya mbak Informan c Sudah sekitar kurang lebih 23 tahun lumayan lama juga ya intisari Masa kerja kedua kepala puskesmas tersebut menunjukan adanya pengalaman kerja yang mencukupi. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul.

setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. Strategi promkes ya. 9 Sasaran promosi kesehatan 10 PHBS Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi pkm maupun yang ada dilapangan.ya ABG plus kemitraan itu. Data yang diambil dari SP2TP dan form pertri wulan. Strategi yang ada dan telah digunakan adalah advokasi.70 ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai. 6 Dana Dana ya. Dana yang diperuntukan khusus untuk promkes belum ada. Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan. dirasa cukup hanya saja membutuhkan perhatian dalam perawatannya. kemitraan. Sasaran promkes terbagi 2 yaitu kegiatan didalam dan diluar gedung 8 Strategi promosi kesehatan Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG. ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja. Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes. 7 Data Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan. bina suasana. PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan PHBS yang ada sudah diterapkan dalam masyarakat . gerakan pemberdayaaan masyarakat.

. melalui kader dan petugas kesehatan. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes. tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan. .70 pada usia sekolah.

Kalo PHBS kaya cuci tangan. Penerapan PHBS sudah disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. 2 Masalah kesehatan yang sering terjadi di wilayah tersebut. pilek. dan cuci tangan lalu ada Masalah kesehatan yang paling sering terjadi adalah ISPA. Kekurangan yang sering dirasa sebagian tokoh masyarakat ini adalah kurangnya komunikasi dan insentif yang mencukupi. 3 Kekurangan pemerintah dalam melaksanakan promkes 4 Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian. . Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA Kader kesehatan dan ketua RT No Variabel 1 Intesitas kunjungan penyuluhan oleh petugas kesehatan Informan f Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi. PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali.. Intisari Kunjungan petugas kesehatan dirasa cukup sering meski ada personil petugas yang dirasa kurang komunikatif. Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan Informan g Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan. Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk.

Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi 6 Langkah mandiri yang sudah diterapkan Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh.70 kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah.meski belum semua rumah seperti itu. 5 Pengontrolan berkala oleh petugas kesehatan Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak. program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolahsekolah dasar. menguras bak. Kunjungan untuk pengontrolan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan jadwal yang ada. makan sayuran gitu mbak. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersih-bersih rumah. . Langkah mandiri masyarakat adalah kerja bakti dan pemeliharaan sanitasi lingkungan rumah tinggal. Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarinkemarin.

perlu ditambahkan komunikasi efektof pada petugas dan insetif bagi kadernya. bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak. pilek jadinya sering saya minta bersih. 8 Jumlah kader dan insentif yang diberikan serta pelatihan untuk promkes - .000 rupiah rupiah per perbulan. Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak.000 17. Tingkat kepuasan dinilai cukup dalam pelayanan program promosi kesehatan ini di wilayah kerja puskesmas kecamatan dan pembantu.70 sering yang kena kaya batuk.bersih rumah masingmasing 7 Tingkat kepuasan terhadap pelayanan promkes Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home. Jumlahnya Jumlah kader sekitar 8 kader ada 8 orang per wilayah trus masing-masing kalo uang diberikan upah sekitar 17.

Pedoman wawancara informan Lampiran 7. Lampiran 6. Matriks wawancara informan internal Lampiran 5. Lampiran 3. Lampiran 4. . Matriks wawancara informan eksternal. Peta kecamatan kembangan kodya Jakarta Barat. Organogram pukesmas pembina kembangan tahun 2007.70 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan. Matriks hasil wawancara informan. Lampiran 2.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.