70

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PR.DR.HAMKA

TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN, JAKARTA BARAT TAHUN 2008

OLEH: MARTDINI.KURNIA. A. NPM 0605017005

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PROF. DR.HAMKA JAKARTA 2008

70 PERNYATAAN PERSETUJUAN Identitas Mahasiswa Nama Mahasiswa NIM Judul Skripsi : Martdini Kurnia Anggraeni : 0605017005 :” Tinjauan Program Promosi Kesehatan Di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat Tahun 2008” Skripsi ini telah disetujui,diperiksa dan dipertahankan dihadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Agustus 2008 Komisi Pembimbing Pembimbing I

(Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes)

Pembimbing II

(Dra. Emma Rachmawati, Mkes)

70

KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada ALLAH SWT karena dengan rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Jurusan Managemen Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka. Dalam penyusunannya penulis menyadari bahwa skripsi ini banyak terdapat kekurangan, baik materi maupun penyajian. Hal ini disebabkan karena keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang penulis miliki dan juga keterbatasan dalam memperoleh data. Tetapi berkat banyaknya bimbingan, bantuan dan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Bapak Zulazmi Mamdy, MPH sebagai Dekan Fakultas Kesehatan yang telah memberikan masukan dan bimbingan selama masa perkuliahan. 2. Ibu Retno M, SKM, M.Kes, sebagai Pembimbing Akademik yang bersedia dan sabar membimbing selama masa perkuliahan. 3. Bapak Ipik Muhammad Fikri, SKM, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi pertama yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 4. Ibu Emma Rachmawati, M.Kes., sebagai Dosen Pembimbing skripsi kedua yang telah berkenan meluangkan waktu, tenaga, dukungan, bimbingan dan petunjuk yang berharga dalam penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Arif Setyawan, SKM, M.Kes, sebagai Kepala Program Studi yang bersedia memberikan informasi dan masukannya selama masa perkuliahan.

(I luv u. Papa.). Mpy.A) . 11.n Dini maaci jadi oponentna. doa. Mama. Cinta... Seluruh dosen. ) 10. aku bukanlah apa-apa….K.) Akhir kata.Dr. Ptot. Mas Edy dan my little angel Bagas (kamu adalah hadiah terindah untuk tante. Mba Ai yang senantiasa memberikan support. ( Tanpa kalian.. Tante Ganduik. Ayah. pihak Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.Je’taime Beacoup. penulis mengharapkan semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan dan semoga ALLAH SWT merahmati dan memberikan kebaikan bagi kita semua.70 6. Mba lilies. Mas Anggit. Erwan syahri yang memberikan ketulusan kasih sayangnya dan mensupport penulis penuh tanpa ia sadari.). 26 Juni 2008 (Martdini. 8. Nyos. Menur. Pihak Puskesmas Kecamatan Kembangan. 9. Bunda..Hamka. Anak-anak konversi 2006 dan regular 2004 (Mpuz.de’. baby. Jakarta. Tante Omponk. Ketua dan Anggota Panitia Ujian Seminar Proposal Skripsi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr. puskesmas Meruya Selatan 1. bantuan yang tidak ternilai besarnya kepada penulis. staff dan karyawan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Prof.Hamka Jakarta Selatan 7.

R RAKERNAS = Rapat Kerja Nasional Repelita = Rencana Pembangunan Lima Tahun RS = Rumah Sakit S SDM = Sumber Daya Manusia SP2TP = Sistem Peloporan dan Pencatatan Terpadu .70 DAFTAR SINGKATAN A ASI = Air Susu Ibu D DEPKES RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia G GBHN = Garis Besar Haluan Negara Gakin = keluarga miskin K KIA = Kesehatan Ibu Dan Anak P PHBS = Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PKMD = Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa Promkes = Promosi kesehatan.

70 SWOT = Strenght Weakness Opportunities Threats T TV = Televisi W WHO = World Health Organization .

Determinan kesehatan adalah faktor. 5. 4. 15. 2. 14. Cross check adalah menyamakan dan membandingkan sesuatu hal hingga mendapatkan hasil yang valid. Gambaran riil adalah gambaran kenyataan atau fakta yang ada dilapangan. 8. 7. Mediasi kesehatan adalah nasihat dalam bidang kesehatan 6. Identifikasi adalah mengelompokan sesuai dengan kriteria. Metode paternalistik adalah metode yang menggunakan orang yang berpengaruh dalam hidup klien untuk berperan serta. Kondisi kondusif adalah keadaan lingkungan yang mendukung.faktor yang mempengaruhi kesehatan. Metode persuasive adalah metode yang mengajak orang lain untuk berperan serta. Program yang terintregrasi adalah program yang menyatu. 3. Implementasi adalah pelaksanaan. Kegiatan komprehensif adalah kegiatan yang menyeluruh atau terpadu. 17. Stake holder adalah pemegang peraturan atau pihak-pihak yang terkait. Upaya kuratif adalah upaya yang dilakukan dalam hal pengobatan. 12. 16. Kontradiksi adalah kerancuan atau hal yang bias dan bertentangan. . 9. 10. Double jobs desk adalah pekerjaan rangkap tugas.70 DAFTAR ISTILAH 1. Kontribusi adalah memberi masukan pada input. 13. 11. Hak yang absolute adalah hak yang penuh terhadap pilihan sendiri.

Tabel 2.70 DAFTAR TABEL Tabel 1. rw. Puskesmas kelurahan di wilayah puskesmas kembangan……… Tabel 2. Tabel 5. Karakteristik informan internal dan ekternal…………… Sarana promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan………. Jumlah penduduk puskesmas kecamatan kembangan…. Tabel 4. Luas wilayah.4 Rencana kegiatan program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. Tabel 2.3 Jumlah tenaga medis dan non medis di wilayah kecamatan kembangan tahun 2007 Tabel 2. Sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas kecamatan kembangan Tabel 3. di wilayah puskesmas kembangan…. Sarana promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya selatan I………. Pengertian mengenai obyek studi…………………………….1..5. . jumlah.2. Tabel 2.rt.

1. Gambar 5.70 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1. Dr... Alur promosi yang digunakan dalam buku pedoman promosi kesehatan…. Kerangka penelitian oleh Linda Ewless………………………… Gambar 3. Gambar 2. Soekidjo Notoadmodjo……. Gambar 4.1.1.Alur proses promkes di puskesmas kecamatan kembangan……. Fish bones perumusan masalah promosi kesehatan…………… . Kerangka penelitian oleh Prof.1.

Bendahara OSIS SMP Cendrawasih 2. SD Cendrawasih (Tahun 1991-1997) 2. SMUN 90 (Tahun 2000-2003) 4.HAMKA (2006-sekarang) Tempat Tanggal Lahir: Jakarta. 06 Maret 1985 Pengalaman Organisasi : 1.70 BIODATA MAHASISWA Nama Mahasiswa Alamat No Telepon NPM Peminatan Pendidikan : Martdini Kurnia Anggraeni : Komplek Deplu no 1 Pondok Aren Tangerang : 08129036486 / 7356230 : 0605017005 : Managemen Administrasi Kesehatan : 1. STRATA 1 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROFESOR DR. AKADEMI KEPERWATAN PERTAMINA (Tahun 2003-2006) 5. Sekretaris ROHIS SMUN 90 . SMP Cendrawasih (Tahun 1997-2000) 3.

....Tujuan Penelitian…………………………………………………..3.....……………………………7 2........Ruang Lingkup Penelitian…………………………………………..... BIODATA MAHASISWA…………………………….......…...Promosi Kesehatan…………………........5 I...………………....5 I...5 I.......Tujuan Umum…………………………………………..6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. DAFTAR ISTILAH………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN I.............3....Sejarah Promosi Kesehatan……………………………8 2.... DAFTAR SINGKATAN…………………………………….........Permasalahan……………………………………………………..…………………......2.4 I...70 DAFTAR ISI COVER ABSTRAK....I..Tujuan Khusus………………………………………. DAFTAR ISI……………………………………………………………...1.5....I Latar Belakang…………………………………………………..1..……....9 ........2.... DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………....……....................... DAFTAR TABEL………………………………………………………………… DAFTAR BAGAN/ GRAFIK……………………………………………………..4...Manfaat Penelitian………………………………………………….................5 I...........Visi dan Misi Promosi Kesehatan…………………….........2..1 I....... KATA PENGANTAR……………………………………………………………...3..1.. PERNYATAAN PERSETUJUAN ……………….................

1.….Sasaran Promosi Kesehatan………………………….…34 4.Lima Pendekatan Promosi Kesehatan……………….5.Pengumpulan Data………………………………………………36 4..……………………………….2..70 2.6...21 2.14 2..29 3.15 2..Sejarah Perkembangan Puskesmas………………….Collecting Data Penelitian……………………………………….16 2.. 5..7.2.4.1.3...3.1.3.1.1.1. Demografi…………………………………………………………… .1.2.36 4...19 2..…………….Pengolahan Data dan Analisa Data…………………………….…………….36 4.4.34 4..Jenis dan Sumber Data……………………………………….3.4.Informan Eksternal………………………………. Definisi Istilah….8... ………. Puskesmas………………………………………………………..1.……..KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.2.12 2..24 BAB III.35 4.2.3..1...1....3..2..Peran dan Fungsi Puskesmas……………………….Informan Internal………………………………….Lokasi dan Waktu Penelitian………………………………….5..Validitas Data……………………………………………………38 BAB V.2.…………. HASIL PENELITIAN 5. Kerangka Teori…. Gambaran umum puskesmas kecamatan kembangan…………….Ruang Lingkup Promosi Kesehatan………………….……. Kerangka Konsep……………………………………….22 2..30 BAB IV.34 4.….1 Topografi dan geografi……………………………… 5.35 4.19 2...2..Informan…………………………………………………………34 4. METODE PENELITIAN 4..Design Penelitian…………………………………………… ….2.Program Pokok Puskesmas…………………………..….2.6 Penyuluhan………………………………………….Definisi Puskesmas………………………………….27 3..

1. BAB VII. 6. 5.5.2.Misi puskesmas kecamatan kembangan………. Jenis pelayanan.3..2. Program-program kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan… 5. 5.3. 5.1. 5. 6. Kebijakan mutu…………………………………….3. Jenis pelayanan…………………………….2.1..2. 5.2.4. 5.6. Tujuan puskesmas kecamatan kembangan…….2.5.1.5.Directing…………………….5. 5. Variabel input………………………. 5. 6. 6.5. Karakteristik informan………………………..6. 5..2..2.3. 5. Variabel output………………. Variabel input………………….2. 5.5. Upaya kesehatan…………………………. 6. Sasaran……………………………….3.1.4.3. Pembahasan penelitian…………………………….2.3. Upaya peningkatan mutu pelayanan……….4.3. .3..Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas..3. 5.2.6..6.6.2..2.1.3. 6. Variabel proses………………………. Keterbatasan penelitian……………………………. 6. Variabel proses………………. Hasil penelitian…………………………………………. Planning…………………….2. Variabel output………………………..Fungsi menejemen dalam pelaksanaan promosi kesehatan… 6.3.3.Visi puskesmas kecamatan kembangan………… 5. Controling…………………..1. 5. indikator kinerja dan target puskesmas………… 5.Organizing…………………. KESIMPULAN DAN SARAN 7.3.70 5. Hasil wawancara dengan informan eksternal… BAB VI. PEMBAHASAN 6.6.1.3..3. Kesimpulan…………………………………………. Cara mencapai tujuan………………… 5.. Hasil wawancara mendalam dengan informan internal… 5.6.4. 6.4.

utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi(Prijono.2. Negara. Latar Belakang Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatnya kesadaran. Penetapan strategi kesehatan merupakan sebuah investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. Saran…………………………………………………. dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis dan GBHN 1993 yang menggariskan antara lain bahwa sasaran pembangunan Repelita VI adalah tumbuhnya sikap kemandirian. Bangsa. Rencana strategis pembangunan kesehatan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu telah menetapkan visi baru Indonesia sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan masyarakat. 1999). Undang-undang Kesehatan no 23 Tahun 1992 memberikan batasan kesehatan adalah keadaaan sejahtera badan. dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. jiwa. Ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan sehat. kemampuan. Angka Kematian Balita.70 7. dan Angka Kematian Bayi. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya di wilayah Republik Indonesia . DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN I. yang berarti termasuk dalam menggali dan mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.1.(Depkes RI. 1994).Visi Indonesia Sehat 2010 akan diwujudkan dalam program pembangunan kesehatan yang berdasarkan pada . Pembangunan Nasional merupakan pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu.

institusi kesehatan. terpadu dan berkesinambungan. melindungi dan meningkatkan kesehatan. Puskesmas sebagai bentuk pelayanan kesehatan yang tidak hanya tertuju pada bentuk pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter kepada pasien didalam kamar periksanya saja. 1997). Banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam merubah perilaku masyarakat yang sehat. 1974). Pembangunan Kesehatan merupakan investasi yang akan mendukung pembangunan ekonomi. Pembangunan kesehatan berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional . Untuk mewujudkan keadaan perilaku masyarakat yang sehat sebagai wujud kemandirian masyarakat tidaklah mudah. Program peningkatan perilaku sehat merupakan salah satu pokok program pembangunan kesehatan. adil merata. (Depkes RI. serta pengutamaan manfaat (Depkes RI. utamanya dalam pengentasan kemiskinan dan penanggulangan krisis ekonomi. tempat kerja dan tempat umum .Sesuai dengan luasnya pengertian sehat.kelompok dan masyarakat . sebagai salah satu upaya dalam proses pemberdayaaan masyarakat untuk memelihara. pemberdayaan dan kemandirian. 2007). Penerapan paradigma baru. Puskesmas sebagai institusi yang bergerak dalam pelayanan kesehatan telah menempatkan program promosi kesehatan. Tetapi dengan makin tingginya kadar kehendak (medis) dan kadar tuntutan (demands) masyarakat terhadap kesehatan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. maka bentuk pelayanan kesehatan yang ada ditengah masyarakat yang berubah bentuk menjadi suatu kegiatan yang sangat kompleks. yaitu paradigma sehat merupakan model pembangunan kesehatan yang dalam jangka panjang mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga diri mereka melalui kesadaran yang lebih tinggi pada pentingnya pelayanan kesehatan yang bersifat promosi dan preventif. (Notoadmojo.70 perikemanusiaan. baik sebagaimana yang dikemukakan oleh WHO maka ruang lingkup Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan sebenarnya sangat luas sekali. (Depkes RI. 2000). Program peningkatan promosi kesehatan dilakukan melalui pendekatan dengan 5 tatanan rumah tangga yaitu institusi pendidikan. . Untuk itu promosi kesehatan harus dilakukan secara terarah.

masalah kesehatan para pekerja. upaya pengumpulan data kesehatan dan lain sebagainya. harus termasuk pula segala faktor lingkungan yang mempengaruhi hubungan dengan organisasi (sistem lainnya yang mempengaruhi sistem kesehatan) seperti keadaan sosial budaya.) membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya. Puskesmas sebagai salah satu organisasi yang menyusun rencana kerja yang terarah dan berhubungan dengan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya harus mempunyai pemahaman tentang sistem yang akan dianut untuk memperlancar pelaksanaan programprogramnya. 2. adat istiadat. aktifitas apa yang telah dilaksanakan serta bagaimana pengelolaan sistem secara keseluruhan adalah bagian–bagian lainnya yang harus diketahui dalam pemahaman sistem tersebut. tepat dan mudah dievaluasi. Puskesmas merupakan suatu unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan Tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu sebagai 1. Kedalam pemahaman sistem tersebut.) pusat pembangunan masyarakat diwilayahnya. pendidikan kesehatan. pengelolaan lingkungan. Puskesmas Kembangan merupakan salah satu Puskesmas Pembina yang terletak di Jakarta Barat telah melaksanakan promosi kesehatan di wilayah Kecamatan Kembangan meliputi 8 kelurahan yang diwakili oleh masing-masing . salah satunya yaitu pemahaman tentang sistem yang dianut yang gunanya memaparkan bagaimana sistem pelaksanaan dari program tersebut berjalan dengan baik. Pemahaman tentang sistem yang dianut merupakan pemahaman pertama yang harus dikuasai oleh setiap pembuat rencana.70 Kedalamnya harus termasuk bentuk pelayanan pengobatan. Dalam suatu institusi atau organisasi diperlukan pemahaman tentang organisasi. yaitu mengetahui dengan tepat sistem apa yang berlaku dalam organisasi tersebut. Puskesmas adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan yang amat penting di Indonesia. 3.) dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat diwilayah kerjanya. ukuran-ukuran apa saja yang dipakai dalam menilai suatu keberhasilan serta komponen-komponen apa terdapat dalam organisasi. kepercayaan masyarakat dan lain sebagainya. Bagaimana cara pengambilan keputusan dari organisasi.

penyediaan dan penyebaran media komunikasi kesehatan kepada masyarakat yang berguna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memelihara. Puskesmas Kembangan adalah puskesmas pemberi pelayanan kesehatan komprehensif yang juga mengarah kepada macam pelayanan yang mengutamakan segi specific protection and health promotion. . Sampai saat ini belum pernah dilaksanakan tinjauan terhadap kegiatan promosi kesehatan diPuskesmas Kecamatan Kembangan tersebut. Salah satu program yang dimiliki Puskesmas Kecamatan Kembangan yaitu promosi kesehatan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.2. Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08 /011. melindungi dan meningkatkan kesehatannya (WHO). pendidikan kesehatan. keterbatasan media komunikasi.70 puskesmas kelurahan khususnya wilayah puskesmas kecamatan Kembangan yang secara operasional dilakukan oleh seorang koordinator program dan dibantu oleh beberapa anggota. I.Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat. yang dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBN dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. maka penulis menaruh perhatian untuk memberikan gambaran evaluasi kegiatan promosi kesehatan dan masalahnya agar dapat memberikan perbaikan bagi promosi kesehatan tersebutkan agar bertujuan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin di lingkup wilayah kerja Puskesmas tersebut. Permasalahan Harapan terhadap rencana awal program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas kesehatan. dan minimnya pendanaan yang khusus di alokasikan terhadap program promosi kesehatan ini. Kenyataan yang terjadi di lapangan adalah keterbatasan tenaga kerja double desk job.Puskesmas Kecamatan Kembangan merupakan Puskesmas Pembina yang mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada di kecamatan dan ditunjuk sebagai penanggung jawab. penulis berkeinginan untuk memberikan gambaran riil tentang program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan tersebut sehingga program tersebut dapat mencapai tujuan perencanaan.

2.5. dan mekanisme proses kegiaatn yang ada serta gambaran hasil dari pelaksanaan program tersebut 1.dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan Khusus a.3 Tujuan penelitian 1. Manfaat Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan skripsi ini. c. 1. 1. keterpaduan antar lintas program. advokasi. Bagi Puskesmas . Untuk mengetahui faktor output promosi kesehatan yang terdiri antara lain terlaksananya program promosi kesehatan. dana.4. Untuk mengetahui faktor proses promosi kesehatan yang terdiri antara lain program peningkatan kesehatan masyarakat. gerakan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2008 dengan menggunakan sistem pendekatan dimulai dari gambaran ketenagaan. PHBS. bina suasana. Untuk mengetahui faktor input promosi kesehatan yang terdiri antara lain fasilitas yang tersedia. material yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan.3.70 I. Ruang lingkup penelitian Ruang lingkup penelitian ini sebagai penelitian yang menggambarkan pengelolaan pelaksanaan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan yang sedang berjalan. penyuluhan berkala dalam per 3 bulan. Tujuan Umum Memperoleh gambaran pelaksanaan sistem promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan di Jakarta Barat.1.3. b. program peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. metode yang digunakan. sarana. tenaga SDM yang ada. 1. penyebaran media promosi kesehatan diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan dalam bentuk laporan tahunan.

Memperoleh pengetahuan tentang pelaksanaan-pelaksanaan dan hambatan Kembangan. 2. b. Bagi Penulis Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan penelitian tentang pelaksanaan program kesehatan khususnya promosi kesehatan. pengetahuan tentang implementasi promosi kesehatan setingkat puskesmas. Mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang menjadi masalah dan kendala promosi kesehatan serta bagaimana mengatasinya.Hamka. promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan . Bagi Fakultas Kesehatan Muhamadiyah Profesor Dr. Menambah 3.70 a.

HAMKA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN PEMINATAN MANAJEMEN ADMINISTRASI KESEHATAN Skripsi : Agustus 2008 MARTDINI KURNIA ANGGRAENI TINJAUAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS SEKCAMATAN KEMBANGAN. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. JAKARTA BARAT TAHUN 2008 xiv +128 Halaman+ 10 Tabel + 5 Gambar+ 7 Lampiran ABSTRAK Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat.70 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2. dimana data yang dikumpulkan berupa data primer melalui wawancara mendalam terhadap . Penelitian ini bersifat deskriftif kualitatif.DR. selain itu puskesmas juga membina peran serta masyarakat diwilayah kerjanya oleh karena itu tujuan dari penelitian ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan program promosi kesehatan diwilayah kerjanya.

Program promosi kesehatan ini sudah berjalan cukup baik karena sudah mencapai indikator yang diinginkan Dana yang belum mencukupi untuk program ini diharapkan dapat dilakukan perencanaan anggran dana lebih baik dan lebih memperjuangkannya ke pemerintah daerah Jakarta Barat. penempatan sumber daya manusianya diharapkan sudah sesuai dengan standar yang sudah ditentukan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas. Daftar Pustaka : 31 (1984 . . dokumen dan literatur yang ada. Prosesnya diawali dari pelaporan dari puskesmas pembantu ke puskesmas kecamatan melalui sistem pelaporan sp2tp dan pelaporan per triwulan. Program promosi kesehatan sudah dilaksanakan sejak awal berdiri puskesmas kecamatan kembangan berdiri.2007). laporan-laporan. lalu diletakan dalam formulir promosi kesehatan dan disajikan dalam laporan profil tahunan.70 informan yang berkompeten dibidangnya dan data sekunder melalui arsip.

mendorong dan menempatkan kesehatan lebih tinggi pada agenda perorangan maupun masyarakat. dan secara kolektif. sebab banyak faktor diluar pendidikan kesehatan tidak dapat diintervensi kecuali dengan regulasi. pengucilan sosial. aspek promosi kesehatan yang mendasar adalah bahwa ia bertujuan melakukan pemberdayaan sehingga orang memiliki kontrol yang lebih besar terhadap aspek-aspek kehidupan mereka yang mempengaruhi kesehatan. parasit). pangan. Oleh karena itu. pemberantasan penyakit menular. pekerjaan. serta menggerakan masyarakat memelihara kesehatannya. Menurut WHO Ottawa Charter (1996) Promosi Kesehatan atau Health Promotion is the proses of enabling people to increase control over and thereby improve their health. memperpanjang usia. diterminan biologi (virus. ekonomi. dukungan sosial. pendidikan dan penyuluhan kesehatan.1. mediasi dan pemberdayaan (fungsi utama promosi kesehatan). pengorganisasian pelayanan kesehatan. yang apabila . bakteri. Pendidikan kesehatan bertujuan merubah perilaku kesehatan masyarakat tetapi tidak sanggup. Promosi kesehatan adalah tentang meningkatkan status kesehatan dari individu dan komunitas. kehidupan sehari-hari. memajukan. dan legislasi yang dilakukan dengan cara advokasi. dan meningkatkan kesehatan fisik melalui upaya masyarakat yang meliputi kesehatan lingkungan. religi) determinan pokok kesehatan adalah aspek sosial.70 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Promosi Kesehatan Ilmu Kesehatan Masyarakat (Winslow) adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit. cuaca. Promosi dalam konteks kesehatan dapat diartikan sebagai memperbaiki kesehatan. iklim). transportasi. diterminan sosial (kesenjangan stress. pengobatan dini. Determinan yang mempengaruhi kesehatan adalah diterminan fisik (lingkungan.

bukan tujuan hidup . Sejarah dari pendidikan kesehatan ke promosi kesehatan.ia merupakan konsep positif untuk mencakup sumber-sumber sosial dan perorangan maupun kapasitas fisik.1. disatu sisi untuk mewujudkan aspirasi dan memuaskan kebutuhan hidup dan disisi yang lain untuk mengubah atau mengatasi tantangan lingkungan.70 diartikan adalah proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara. sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan yang berwawasan kesehatan. Kurun waktu 1965-1975 disebut era pendidikan kesehatan. pelayanan kesehatan. Promosi Kesehatan adalah program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik didalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. tetapi masing-masing istilah mempunyai tekanan sendiri-sendiri. Oleh karena itu. Persepsi ini diperoleh dari konsepsi “ sehat “ dalam hal seorang individu atau kelompok mampu. Pada waktu itu dibentuk Medische Hygiene Propaganda untuk menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan melalui publikasi. 1998) adalah lingkungan.1. penyuluhan kesehatan masyarakat. Istilah Health Promotion di dunia baru tumbuh tahun 1980. Menurut (Dachroni. oleh. meningkatkan dan melindungi kesehatannya. Menurut Departemen Kesehatan RI promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan faktor kesehatan melalui pembelajaran dari. perilaku. informasi. Kesamaan arah istilah-istilah tersebut adalah upaya membantu masyarakat agar meningkatkan kesehatannya. Menurut American Health Foundation. 2. 2002) kurun waktu 1945-1965 (awal merdeka) merupakan peletakan dasar promosi kesehatan. sehat dinilai sebagai sumber untuk kehidupan sehari-hari. komunikasi. untuk dan bersama masyarakat. sedangkan di Indonesia baru pada tahun 1990-an. Istilah tersebut memiliki persamaan arah. edukasi dan pemasaran sosial bidang kesehatan dan lain-lain. agar mereka dapat menolong diri mereka sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh (Effendi. Pada kurun tersebut pendidikan kesehatan berpaku pada upaya untuk membantu masyarakat . sebelumnya dikenal dengan istilah pendidikan kesehatan.

Kurun waktu 1995-saat ini disebut sebagai era promosi kesehatan. dan lain-lain.70 mengenali masalah kesehatannya dan dapat mengatasi masalah kesehatannya tersebut.1. mencapai visi tersebut. Misi promosi kesehatan dapat dirumuskan menjadi 3 butir: . Kurun waktu 1975-1995 merupakan era penyuluhan kesehatan. c. Pada tahun 1985-1995 menjadi pusat penyuluhan kesehatan masyarakat di lingkungan Sekretaris Jendral. mobilisasi sosial.) Advokat ( Advocate) Melakukan upaya-upaya agar para pembuat keputusan atau penentu kebijakan tersebut mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu didukung melalui kebijakan-kebijakan atau keputusan mutakhir.Sementara itu konsep promosi kesehatan mulai berkembang di Indonesia.) Memampukan ( Enable). 1. yakni:” meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. mental atau sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. baik fisik .Visi umum promosi tidak terlepas dari undangundang kesehatan no 23/1992. Misi promosi kesehatan adalah upaya yang harus dilakukan untuk a.) Menjembatani ( Mediate) Adalah menjadi fasilitator dan menjalin kemitraan dengan berbagai program dan sektor yang terkait dengan kesehatan. Organisasi Departement Kesehatan berkembang menjadi Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat (1975-1984). b. 2.2 Visi dan misi promosi kesehatan Promosi kesehatan harus mempunyai visi yang jelas. Istilah yang digunakan mulai bervariasi seperti: pemasaran sosial. Pada waktu berkembang istilah penyuluhan kesehatan masyarakat. maupun WHO. Dalam konteks ini adalah apa yang diinginkan adalah promosi kesehatan sehingga penunjang promosi – promosi kesehatan lain. Sementara itu struktur organisasi Departemen kesehatan ada bagian pendidikan kesehatan masyarakat di lingkungan biro pendidikan Departemen Kesehatan yang selanjutnya nanti berkembang menjadi direktorat.

bercocok tanam obat-obatan tradisional. Tujuan adalah agar para pembuat keputusan ini mengeluarkan kebijakan-kebijakan. camat. Advokasi Adalah kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan baik dibidang kesehatan maupun sektor lain dluar kesehatan yang memiliki pengaruh terhadap publik. c. seminar. Pemberdayaan masyarakat Pemberdayaan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atau utama promosi kesehatan. Misalnya: Pelatihan mengenai bagaimana bertani yang baik. koperasi simpan pinjam. bentuk kegiatan ini antara lain : pelatihan bagi para tokoh masyarakat dan tokoh keluarga. b. cara berternak. petugas kesehatan dan sebagainya. gotong royong kesehatan dan pelatihan ketrampilan dalam rangka . dan sebagainya dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga kemampuan dalam memelihara dan juga meningkatkan kesehatan keluarga dapat optimal. pos obat desa.Tujuan kegiatan ini adalah agar kegiatan atau program kesehatan tersebut memperoleh dukungan dari para tokoh masyarakat dan tokoh agama. 2. lurah. Strategi promosi kesehatan Yaitu cara untuk mencapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan tersebut secara efektif dan efisien. penyuluhan dan sebagainya. Dukungan Sosial Kegiatan yang ditujukan kepada para tokoh masyarakat baik formal (guru. tujuannya adalah agar mereka memiliki kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. lokakarya. undang-undang. instruksi dan sebagainya yang menguntungkan kesehatan publik. antara lain dalam bentuk : peraturan. Strategi-strategi global ( Global Stategic ) menurut WHO (1984) antara lain: a.) maupun informal ( tokoh masyarakat dan sebagainya) yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat.70 Memberikan kemampuan atau ketrampilan kepada masyarakat agar mereka mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Bentuk kegiatan ini. berupa : Penyuluhan kesehatan.

sehingga dikeluarkannya atau dikembangkannya kebijakan–kebijakan pembangunan dibidang apa saja harus mempertimbangkan dampak kesehatannya bagi masyarakat. c Reorientasi pelayanan kesehatan / menata kembali arah pelayanan masyarakat. e. Organisasi masyarakat serta pengelola tempat-tempat umum. Lingkungan yang mendukung ( Supportive Enviroment) Kegiatan untuk mengembangkan kemitraan dan suasana yang mendukung kegiatan ini ditujukan kepada para pemimpin. Gerakan Masyarakat (Community Action) . d. pertukangan. (1986) a. Kebijakan berwawasan kesehatan ( Health Public Policy) Kegiatan yang ditujukan kepada pembuat keputusan atau penentu kebijakan. Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak memberikan pelayanan (provider) baik pemerintah maupun swasta saja. melainkan juga masalah masyarakat sendiri (consumer) oleh sebab itu penyelenggara pelayanan ( provider) dan pihak penerima pelayanan (consumer). b. Kegiatan mereka diharapkan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan baik lingkungan fisik maupun non fisik yang mendukung atau kondusif terhadap kesehatan masyarakat . Keterampilan individu (personil skill) Meningkatkan ketrampilan setiap anggota masyarakat agar mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (personil skill) adalah sangat penting. dan sebagainya.) 3. mencari pengobatan yang layak. mampu mencegah penyakit dan mampu meningkatkan kesehatan.70 peningkatan pendapatan keluarga (latihan menjahit. peternakan. mengenal penyakitpenyakit dan penyebabnya. hal ini berarti bahwa masing-masing individu didalam masyarakat seyogyanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik terhadap cara-cara memelihara kesehatannya. Strategi promosi kesehatan berdasarkan piagam Ottawa Charter.

yang dapat memperjelas tujuan dan nilai-nilai dan mengidentifikasi suatu kerangka yang terdiri dari 5 pendekatan bagi promosi kesehatan dan nilai-nilai yang melekat pada masing-masing pendekatan (Notoadmodjo.70 Kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan kelompok. Pendekatan Medik Tujuan dari pendekatan ini adalah kebebasan dari penyakit dan kecacatan yang didefinisikan secara medik seperti penyakit infeksi. Contoh-contoh yang termasuk didalamnya antara lain:mengajari orang bagaimana cara menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Pendekatan perubahan perilaku. 2003) a. 2. b. bagaimana cara agar memelihara gigi tetap sehat. keluarga dan individu. Pendekatan ini memberikan arti penting dari tindakan pencegahan medik dan tanggung jawab profesi kedokteran untuk membuat kepastian bahwa pasien patuh terhadap prosedur yang dianjurkan. kanker. Tujuan dari pendekatan ini adalah mengubah sikap dan perilaku individual masyarakat. Pendekatan Edukasional / pendidikan. Beraneka model promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan adalah alat analisis yang berguna. c. Sehingga mereka mengambil gaya hidup sehat. Pendekatan ini melibatkan intervensi kedokteran untuk mencegah atau meringankan kesakitan. Oleh sebab itu mewujudkan derajat kesehatan masyarakat akan lebih efektif apabila unsur-unsur yang ada dimasyarakat tersebut bergerak bersama-sama. dan jantung. mungkin dengan menggunakan metode persuasif maupun paternalistik sebagai contoh memberitahu orang tua agar membawa anak mereka untuk di imunisasi.1.3 Lima pendekatan promosi kesehatan dan tujuannya. wanita memanfaatkan klinik keluarga berencana dan para pria dewasa melakukan test darah. Tujuan dari pendekatan ini adalah memberikan informasi dan memastikan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan serta membuat keputusan yang mungkin ditetapkan atas dasar informasi yang ada informasi tentang .

Tujuan dari pendekatan ini adalah melakukan perubahan-perubahan pada lingkungan fisik. Program pendidikan kesehatan sekolah. Orang-orang yang menerapkan pendekatan ini memberikan nilai penting bagi hak demokrasi mereka dan mengubah masyarakat memiliki komitmen pada penempatan kesehatan dalam agenda politik di berbagai tingkat dan pada pentingnya pembentukan lingkungan yang sehat daripada pentingnya pembentukan kehidupan individu-individu orang yang tinggal di tempat itu. Pusatnya adalah mengubah masyarakat bahkan pada perubahan perilaku individunya. pemberdayaan diri sendiri klien dilihat sebagai sentral dari tujuan ini. Tujuan dari pendekatan ini adalah bekerja dengan klien agar dapat membantu mereka untuk mengidentifikasi apa yang ingin mereka ketahui dan lakukan dan membuat keputusan dan perilaku mereka sendiri sesuai dengan kepentingan dan nilai mereka. Bantuan untuk membuat keputusankeputusan itu dan mengadopsi praktik-praktik kesehatan baru dapat pula ditawarkan. . yang membantu orang mengidentifikasi kepedulian–kepedulian mereka dan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang mereka butuhkan agar memungkinkan terjadinya perubahan. d. Pendekatan berpusat pada klien / individual. klien dihargai sama yang memiliki pengetahuan. supaya dapat membuatnya lebih mendukung keadaan yang sehat. Pendekatan perubahan sosial/ masyarakat. misalnya: Membantu murid mempelajari ketrampilan hidup sehat tidak hanya memperoleh pengetahuannya saja. e. dan ekonomi. dan akan melihatnya sebagai tanggung jawab mereka untuk mengangkat persoalan-persoalan kesehatan yang mereka anggap menjadi hal yang paling baik bagi klien mereka.70 kesehatan disajikan dan orang dibantu untuk menggali nilai dan sikap dan membuat keputusan mereka sendiri. kemampuan berkontribusi. ketrampilan. Peran promotor kesehatan adalah bertindak sebagai fasilitator. sosial. orang-orang yang mendukung pendekatan ini akan memberikan arti tinggi proses pendidikan. dan siapa saja yang memiliki hak absolute untuk mengontrol tujuan kesehatan mereka sendiri. akan menghargai hak individu untuk memilih perilaku mereka sendiri.

Sasaran Primer (Primary Target) Adalah sasaran langsung dari upaya promosi kesehatan adalah masyarakat. tokoh adat dan sebagainya. Tugas pokok Promosi kesehatan adalah melaksanakan perumusan kebijakan teknis. bimbingan. Sasaran Tersier ( Tertiary Target) Adalah para penentu kebijakan baik ditingkat pusat maupun di daerah. tokoh keluarga.penyusunan program-program kesehatan. maka sasaran promosi kesehatan dibagi menjadi 3 kelompok. Sasaran Sekunder (Secondary Target) Adalah sasaran kelompok ini terdiri dari Para tokoh masyarakat. disebut sasaran sekunder.1. sasaran tersier promosi kesehatan dengan kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder) dan masyarakat pada umumnya (sasaran primer) upaya promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan advokasi (advocacy). pelaksanaan . ibu hamil. b. karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada kelompok ini diharapkan selanjutnya kelompok ini akan memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. Sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum.Upaya ekonomi kesehatan pada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan sosial (social support) c.4 Sasaran promosi kesehatan Berdasarkan pertahapan upaya promosi kesehatan ini. antara lain: a. dan pelaksanaan promosi kesehatan dan terbagi menjadi beberapa bagian antara lain: Perumusan kebijakan teknis promosi kesehatan.70 2. dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak). anak sekolah untuk kesehatan remaja dan sebagainya. Upaya promosi yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment) .

merupakan peletak dasar perilaku dan terutama perilaku kesehatan bagi anak-anak mereka.5 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan berdasarkan Tatanan Pelaksanaan Berdasarkan tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan maka ruang lingkup promosi kesehatan ini dapat dikelompokkan menjadi : a.70 promosi kesehatan. terutama ibu. bandara dan lain sebagainya. pembinaan kemitraan dan peran serta dalam promosi kesehatan. b. Tempat-tempat umum ini mencakup terminal. Karena orang tua. pasar. Keluarga atau rumah tangga adalah unit masyarakat terkecil. Promosi Kesehatan pada tatanan sekolah. disamping . Sekolah. 2002) 2. terutama guru sangat dipatuhi oleh murid-muridnya. oleh sebab itu perilaku guru harus dikondisikan melalui pelatihan-pelatihan kesehatan. lokakarya dan sebagainya. (Notoadmodjo. Para pengelola tempat umum merupakan sasaran promosi kesehatan agar mereka melengkapi tempat umum dengan fasilitas yang dimaksud.Lingkungan kerja yang sehat (fisik dan non fisik) akan mendukung kesehatan pekerja dan akhirnya akan menghasilkan produktifitas yang optimal. Promosi kesehatan di tempat kerja. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga). Kunci pendidikan kesehatan di sekolah adalah guru. c. Tempat kerja merupakan tempat orang dewasa memperoleh nafkah untuk keluarga.1. Promosi kesehatan di tempat umum. Sekolah merupakan perpanjangan tangan pendidikan kesehatan bagi keluarga. seminar. d.

motivasi karena tertarik dengan keuntungan. Prinsip-prinsip dalam penyuluhan kesehatan. (f) Dasar-dasar Pola pendekatan: Untuk . (Depkes. motivasi karena ingin prestasi. maka ia akan belajar dengan lebih baik daripada hanya mendengarkan saja. e. (c) Partisipasi: Kalau seseorang “terlibat aktif “dalam proses belajar. Fasilitas pelayanan kesehatan mencakup rumah sakit (RS.1. kelompok. Puskesmas. Adapula prinsip-prinsip belajar mengajar antara lain: (a) Membuat motivasi: Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat sehingga dengan menciptakan motivasi yang tepat.6 Penyuluhan Penyuluhan kesehatan adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau suatu komponen dari program kesehatan dan kedokteran . (b) Disesuaikan dengan kebutuhan: Seseorang akan mau belajar jika dengan belajar ia bisa memenuhi kebutuhan yang dirasakannya. Oleh sebab itu pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan ini.70 melakukan imbauan-imbauan kebersihan dan kesehatan bagi pemakai tempat umum. motivasi karena untuk menghindarkan hukuman. demonstrasi dan bila mungkin dengan mencoba dilapangan dan melibatkan semua peserta hingga hasilnya lebih baik. 1982). motivasi karena ingin bersaing. dapat mendorong seseorang untuk belajar. (d) Pengulangan: Pengulangan sangat membantu proses belajar asalkan tidak terlalu sering sebab dapat menimbulkan kebosanan. tahu bagaimana caranya dan melakukan apa saja yang biasa dilakukannya baik secara perorangan maupun perkelompok dengan meminta pertolongan bila perlu. 2. Adapula pengertian yang lainnya adalah kegiatan yang dilaksanakan agar individu. Maka penyuluhan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. (e) Menggunakan indra sebanyak mungkin: Dalam penyuluhan kesehatan hendaknya dilengkapi dengan alat peraga dan disertai dengan simulasi. dan sebagainya). Poliklinik Rumah bersalin. maupun masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat.Bentuk-bentuk motivasi antara lain: motivasi karena ingin tahu.

Puskesmas merupakan tulang punggung pelayanan tingkat pertama. tv. Kejelekannya perlu banyak biaya dan tenaga. (d) Pendekatan edukatif: Dalam pelaksanaan edukatif ada 3 komponen yang saling berkaitan antara lain komunikasi-informasi. leaflet. majalah. penanggulangan masalahmasalah kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. 2. kelompok penderita penyakit tertentu di RS. Penyuluhan kesehatan berdasarkan sasaran dan tugas yang ingin dicapai dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: (a) Pendekatan Massa: Dengan sasaran adalah massa (masyarakat luas). Kebaikannya adalah interaksi lebih akrab. interest (tertarik). Puskesmas 2. Waktu itu dibicarakan upaya . (c) Pendekatan perorangan: Sasarannya adalah perorangan/Individu. adoption (mengadopsi terjadi perubahan perilaku). trial (mencoba).. pengembangan tenaga. tanya jawab.1998). Dalam pelaksanaan edukatif penekanan pokok terdapat pada pemecahan masalah melalui proses pemecahan masalah. biaya. dan sebagainya. penggalian dana dan daya dari masyarakat perlu digalakkan didalam usaha peningkatan kesehatan masyarakat.1. Kebaikannya adalah interaksi akrab. ada timbal balik karena komunikasi terjadi 2 arah. Dilaksanakan melalui ceramah. Kebaikannya adalah mencapai banyak sasaran dalam waktu singkat. koran. Sejarah perkembangan puskesmas (Effendi. Keburukannya adalah perlu banyak tenaga. dilaksanakan melalui radio. dan sebagainya. pembinaan peran serta masyarakat. poster.2. tetapi belum terjadi perubahan perilaku biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut: awereness (sekedar ingin tahu). demonstrasi. evaluation (menilai baik buruknya). waktu . Dilaksanakan melalui tatap muka.2.70 pembangunan. (b) Pendekatan kelompok: Dengan sasaran adalah kelompok kader kesehatan. Walau tujuan akhir dari penyuluhan kesehatan adalah perubahan perilaku. Kejelekannya adalah komunikasi serarah sehingga besar kemungkinan salah penafsiran. membina masyarakat seutuhnya. Di Indonesia. Konsep puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilangsungkan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakernas) I di Jakarta.

70 mengorganisasi sistem pelayanan kesehatan tingkat pertama pada waktu itu dirasakan kurang menguntungkan dan dilihat dari kegiatan-kegiatan seperti Balai Kesehatan Ibu dan Anak. maka salah . Tipe C yang dipimpin oleh tenaga medis. pembagian puskesmas dibagi menjadi 3 kategori yaitu:Puskesmas Tipe A yang dipimpin oleh dokter penuh. berhasil mendirikan serta menempatkan tenaga dokter disemua wilayah tingkat kecamatan seluruh pelosok tanah air.000 jiwa. sehingga dirasakan sulit untuk mengembangkan. Sejak tahun 1979 mulai dirintis pembangunan puskesmas di daerah tingkat kelurahan atau desa yang memiliki penduduk sekitar 30. Puskesmas Kecamatan. Kesehatan no 5 tahun 1974. Pada Rakerkesmas ke II tahun 1969.000 jiwa. Puskesmas Kabupaten . Melalui Rakernas tersebut timbul gagasan untuk menyatukan semua pelayanan tingkat I kedalam suatu organisasi yang dipercaya dan diberi nama Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS) Dan saat itu Puskesmas dibedakan menjadi 4 macam. antara lain: Puskesmas Desa. Pada tahun 1970 ketika dilangsungkannya Rapat Kerja Kesehatan Nasional dirasakan pembagian Puskesmas berdasarkan kategori tenaga ini kurang sesuai karena untuk puskesmas tipe B dan C tidak dipimpin oleh dokter penuh atau sama sekali tenaga dokternya. Oleh karenanya sejak tahun 1970 ditetapkan hanya satu macam puskesmas dengan wilayah tingkat kecamatan atau pada suatu daerah dengan jumlah penduduk antara 30. untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan yang berada disuatu kecamatan. nomor 7 tahun 1975 dan nomor 4 tahun 1976. Sesuai dengan perkembangan dan kemampuan pemerintah keluarkannya Instruksi presiden. Pencegahan penyakit menular dan lain sebagainya masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan. Konsep berdasarkan wilayah kerja ini tetap dipertahankan sampai dengan akhir Pelita ke II tahun 1979 yang lalu dan ini yang lebih dikenal dengan konsep wilayah. Tipe B yang dipimpin oleh dokter tidak penuh.000 sampai 50. Puskesmas Kelurahan.000 jiwa. maka sejak rapat REPELITA III konsep wilayah diperkecil yang mencakup suatu wilayah dengan penduduk sekitar 30. Balai Pengobatan.

” (Depkes RI. Maka sejak itu puskesmas dibagi menjadi 2 kategori seperti sekarang ini.”.2. (Azwar. 1987) Puskesmas adalah “suatu unit organisasi fungsional yang professional melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. di antaranya: Puskesmas ”adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara menyeluruh kepada masyarakat dalam suatu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok. 1980). Definisi Puskesmas Pengertian puskesmas yang akan diketengahkan disini menunjukan adanya perubahan yang disesuaikan dengan perubahan dan atau perkembangan dan juga tuntutan pelayanan kesehatan dewasa ini. yaitu: Puskesmas Kecamatan (Puskesmas Pembina) dan Puskesmas Kelurahan (Puskesmas Pembantu) 2.” (Depkes RI. Puskesmas yang ada dikelurahan disebut puskesmas pembantu.70 satu puskesmas tersebut ditunjuk sebagai penanggung jawab dan disebut dengan nama puskesmas Pembina.” (Depkes RI. 1987) Puskesmas adalah “salah satu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan . Puskesmas adalah “suatu kesatuan organisasi yang langsung memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terintregrasi kepada masyarakat diwilayah tertentu dalam usaha-usaha kesehatan pokok.2. 1981) Puskesmas adalah “sebagai pusat pembangunan kesehatan yang berfungsi mengembangkan dan membina kesehatan masyarakat serta menyelenggarakan pelayanan kesehatan terdepan dan terdekat dengan masyarakat dalam bentuk kegiatan pokok yang menyeluruh dan terpadu di wilayah kerjanya.

“(Depkes RI. pelayanan preventive ( pencegahan) . 1991) Puskesmas adalah “pelayanan yang meliputi pelayanan promotive (peningkatan kesehatan ). (DepKes RI .3. . Dan puskesmas juga berfungsi memberikan pelayanan dasar secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya. usia. pengobatan. Puskesmas berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. kaya miskin sejak pembuahan sampai tutup usia. Selain itu.70 terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.1998). Peran dan Fungsi Puskesmas. 1998) 2. dan obat-obatan). Kegiatan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat diwilayah kerjanya serta disesuaikan dengan fungsi Puskesmas dan kemampuan sumber daya yang ada.Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya kuratif Jenis-jenis pelayanan di Puskesmas meliputi: a.2. puskesmas membina bagaimana cara menggali potensi sumber daya baik alam maupun manusianya di dalam masyarakat untuk lebih efisien secara optimal. Selain itu membantu masyarakat dan pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan diri sendiri dan lingkungan disekitarnya. suku. Puskesmas juga membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan menumbuhkan kesadaran yang tinggi untuk hidup sehat. Pelayanan Kesehatan Antara lain adalah Rawat jalan kesehatan dasar pemeriksaan. Dalam menjalankan tugasnya. pelayanan curative ( pengobatan) dan rehabilitatif ( pemulihan kesehatan ) yang ditujukan kepada masyarakat Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin.”(Depkes RI. rawat jalan kesehatan semi spesialis atau spesialis.

c. peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. c. Bidan desa Pada setiap desa yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan maka ditempatkanlah seorang bidan desa yang kemudian bertempat tinggal dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Puskesmas . peningkatan survailans dan epidemiologi. pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. Dalam pelaksanaannya Puskesmas memiliki fasilitas penunjang yang dilakukan oleh petugas kesehatan antara lain: a. dan lain-lain. b. Puskesmas keliling berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum terjangkau oleh pelayanan kesehatan. sarana dan prasarana. management sumberdaya manusia. b. management keuangan. yakni Unit pelayanan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor 4 atau perahu bermotor dan peralatan kesehatan peralatan komunikasi serta sejumlah tenaga dari Puskesmas. Puskesmas Keliling. peningkatan peran serta masyarakat. rawat inap rumah bersalin. peningkatan gizi komuitas. Managemen Antara lain adalah management mutu. yakni Unit pelayanan kesehatan sederhana dan berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil. Puskesmas Pembantu. peningkatan pelayanan kesehatan dasar.70 perawatan tindakan khusus. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Antara lain adalah pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.

Pembinaan Pengobatan Tradisional. Kesehatan Mata. .Adapula wilayah kerja bidan desa adalah satu desa dengan jumlah penduduk rata-rata 3.4. 2. Usaha Peningkatan Gizi. Namun tetap pada tujuan. Kesehatan Gigi dan Mulut. Penyuluhan Kesehatan / Promosi Kesehatan. Kesehatan Lingkungan. visi dan misi yang ingin dicapai oleh pemerintah setempat dan pusat. Oleh karena itu kegiatan pokok yang ada dipuskesmas ditujukan untuk kepentingan kesehatan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Meskipun demikian kegiatan pokok di Puskesmas yang lazim antara lain: Kesehatan Ibu dan Anak.000 jiwa. Kesehatan Jiwa. dan dalam rangka partisipasi implementasi Sistem Informasi Kesehatan adalah Pencatatan dan pelaporan secara terpadu (SP2TP).70 setempat. Program Pokok Puskesmas Setiap Puskesmas memiliki program pokok yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan. Bidan desa memiliki tugas utama yaitu membina peran serta masyarakat melalui pembinaan kelompok masyarakat. maka pemerintah daerah harus siap meningkatkan fungsi Puskesmas agar lebih mandiri dalam pelaksanaan kegiatannya. Laboraturium sederhana.(PKMD). Perawatan Kesehatan Masyarakat. Kesehatan Olahraga. Kesehatan Lanjut Usia. Keluarga Berencana. Setiap kegiatan pokok yang ada di puskesmas dilaksanakan dengan pendekatan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa. Karena Puskesmas merupakan pusat pembangunan kesehatan tingkat I . Unit Gawat Darurat. Kesehatan Sekolah. Kesehatan Kerja. disamping memberikan pelayanan langsung di Posyandu dan pertolongan bersalin di rumah penduduk.2. kemampuan SDM dan fasilitas kesehatanya.

Nilai) Enabling Factors (Ketersediaan Sumbersumber atau fasilitas) Reinforcing Factor (Sikap. tahun 2000 Gambar 1.70 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi Promosi Kesehatan dan Ilmu perilaku oleh Prof.N. Sikap.1 Keturunan Pelayanan Kesehatan Status kesehatan Lingkungan Perilaku Presdisposing Factors (Pengetahuan.Peraturan) Sasaran/ Komunikasi (Penyuluhan) (Pelatihan) Pemberdayaan Masyarakat (Pemberdayaan Sosial) Training Promosi Kesehatan . Kepercayaan.Sokiedjo.perilaku Petugas.Tradisi.Dr.

1994) .70 (Sumber: Notoadmodjo.1 Kerangka penelitian yang digunakan dalam buku promosi kesehatan bagian ke 2 oleh Linda Ewles tahun 1994. Mengelola. 2000) Gambar 2. Merencanakandan Mengevaluasi Komunikasi dalam kesehatan masyarakat Penyuluhan Terhadap sasaran promosi kesehatan Kompetensi Inti dalam Promosi Kesehatan Memasarkan dan Publikasi Memfasilitasi Sarana dan Prasarana Kebijakan yang berlaku (Sumber: Ewles.

Keluaran (Output) yang terdiri dari pelaksanaan sebuah kegiatan promosi kesehatan Dari tinjauan kepustakaan serta kerangka teori. Proses yang terdiri atas kegiatan penyuluhan kesehatan.70 . b. pembinaan peran serta masyarakat. c. (Notoadmodjo. tenaga. Kerangka Teori Untuk melihat keterkaitan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan untuk memudahkan menjelaskan arah tulisan serta untuk memudahkan pelaksaanaan studi ini .1. maka dibuatlah kerangka konsep berikut ini: Menurut DepKes 1993. yang dimaksud dengan kerangka konsep penelitian adalah suatu hubungan atau ikatan antara konsep satu dengan konsep yang lain yang sedang diteliti. keterpaduan lintas program dan sektoral. metoda dan data. komunikasi kesehatan. BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH 3. teknologi. Masukan (Input) adalah yang terdiri dari sumber daya. 2005) . biaya. upaya promosi kesehatan dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari sub sistem yaitu: a.

Promkes 9.2. Fasilitas dan Sarana 3.70 Didalam membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang sedang diamati. membuat kesimpulan dan hasil akhir laporan.Konsep merupakan abstraksi yang terbentuk oleh generalisasi dari hal-hal yang bersifat khusus. Strategi 6. Kemitraan (home visit. Dana 4. OUTPUT INPUT 3. Gerakan pemberdayaan 4. c. 2005). perlu sekali diberikan batasan yang bermanfaat mengarahkan kepada pengukuran variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrument atau alat ukur. Kerangka Konsep 1. kelompok.musyawarah masyarakat.survai mawas diri) 2. b. (Notoadmojo. Output adalah melakukan apa yang diharapkan atau perilaku. Dalam studi ini penulis ingin mengetahui masukan yang ada dalam rencana pelaksanaan promosi kesehatan serta kegiatan yang dilakukan. Advokasi 2. PHBS PROSES 1. Bina suasana 3. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data. pengklasifikasian data. pengolahan /analisis data. Input adalah sasaran pendidikan (individu. Proses adalah upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain. Data 5. Kegiatan Promkes 1. Kegiatan Promkes didalam gedung (Leaflet ASI ekslusif. Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan.poster anti merokok) . promkes 7. Tenaga Setiap komponen dalam kerangka konsep diuraikan sebagai berikut: diluar gedung SDM 2. Batasan promosi kesehatan tersirat unsur-unsur pendidikan yaitu: a. masyarakat) dan pendidik (pelaku pendidikan). Sasaran 8.

Definisi Istilah INPUT NO 1 Variabel Tenaga Tabel 1 Definisi Istilah Petugas yang melaksanakan promosi kesehatan terhadap sasaran dengan kriteria minimal d3 kesehatan dan memiliki bidang minat promosi kesehatan. Fakta-fakta yang mewakili kuantitas dan kualitas dalam bidang promosi kesehatan Cara mencapai dan mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif dan efisien Sasaran baik langsung maupun tidak langsung dari program promosi kesehatan Kegiatan berperilaku sehat dan bersih yang terdapat pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Fasilitas yang dimiliki puskesmas untuk dipergunakan dalam kegiatan promosi kesehatan Biaya khusus yang tersedia untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan dengan rencana yang dibuat. Skala Ukur wawancara 2 Sarana wawancara 3 Dana wawancara 4 5 Data Strategi promosi kesehatan Sasaran promosi kesehatan PHBS wawancara wawancara 6 7 wawancara wawancara .70 3.3.

Kegiatan yang dilakukan didalam gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan Skala Ukur wawancara 2 Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung wawancara . Kegiatan kerja sama baik lintas sektoral maupun intra sekotal untuk mencapai tujuan bersama Skala Ukur wawancara 2 Bina suasana wawancara 3 Gerakan pemberdayaan wawancara 4 Kemitraan wawancara OUTPUT NO 1 Variabel Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung Definisi Istilah Kegiatan yang dilakukan diluar gedung puskesmas dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.70 PROSES NO 1 Variabel Advokasi Definisi Istilah Upaya atau proses yang strategis dan terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari stakeholders Upaya menciptakan opini atau lingkungan sosial yang mendorong masyarakat untuk melakukan periku sehat yang diperkenalkan Proses pemberian informasi secara teus menerus dan berkesinambungan mengikuti sasaran dan membantu proses sasaran agar mau merubah perilaku yang lebih sehat.

70 masyarakat.

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian Sesuai dengan tujuan, penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian kualitatif untuk mendapatkan gambaran tentang proses pelaksanaan promosi kesehatan 2005): Penelitian ini mengikuti kriteria metode ilmiah yaitu berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analisis, dan menggunakan ukuran yang objektif. 4.2. Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilakukan di Puskesmas Kembangan Jakarta Barat bulan April sampai dengan Agustus tahun 2008, penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kecamatan Kembangan karena promosi kesehatan merupakan bagian vital dari kesehatan masyarakat. 4.3. Informan 4.3.1. Informan Internal (Dari Puskesmas Kecamatan Kembangan) Informan terdiri dari seorang non paramedis. Informan dipilih sesuai dengan prinsip pengambilan sampel pada metode kualitatif yaitu kesesuaian dan kecukupan. a. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan yang berfungsi sebagai penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas tersebut. kepala puskesmas, satu orang anggota pelaksana promosi kesehatan yang berkerja fungsional sebagai tenaga medis dan di Puskesmas Kecamatan Kembangan, melalui pendekatan pengembangan sistem sebagai pemecahan masalah, dengan tahapan (Notoadmojo,

70 b. Koordinator program dan lapangan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan. c. Seksi pendokumentasi tingkat keberhasilan program promosi kesehatan tersebut. 4.3.2. Informan Eksternal (Dari salah satu Puskesmas pembantu di Wilayah Kembangan) a. Kepala Puskesmas Meruya Selatan 1 yang memberikan informasi mengenai pelaksanaan Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mengawasi kesesuaian pelaksanaan, hasil yang dicapai dengan tujuan program yang ada. b. Pelaksana Program Promosi Kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1. c. Petugas Tata Usaha di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan 1, berfungsi mendokumentasikan tingkat keberhasilan program promosi kesehatan di Puskesmas tersebut. d. Koordinator Program Promosi Kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. Kesesuaian berarti informan yang dipilih berdasarkan pengetahuan yang dimiliki berkaitan dengan topik penelitian. Hal ini dilakukan melalui informan kunci yaitu kepala Puskesmas selaku penanggung jawab seluruh program dan anggota pelaksana promosi kesehatan Puskesmas Kembangan sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan informasi yang ada. Sedangkan untuk prinsip kecukupan data yang diperoleh dari informan diharapkan dapat menggambarkan fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian sehingga dibutuhkan variabel yang bervariasi. 4.4. Jenis dan Sumber Data. 1. Data Primer a. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh, dikumpulkan langsung dari responden melalui wawancara.

70 b. Observasi terhadap pelaksanaan promosi kesehatan oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. 2. Data Sekunder Data sekunder dikumpulkan dengan cara pengamatan terhadap dokumen yang terkait 4.5. Collecting Data Penelitian Dalam suatu penelitian terkadang tidak hanya menggunakan satu cara pengumpulan data. Pengumpulan data terkadang tidak juga dilakukan oleh peneliti tetapi orang lain yang disebut “ surveyor”(Notoadmodjo, 2005). Collecting penelitian ini terdiri dari : 1. Wawancara secara formal dengan menggunakan daftar pertanyaan tertutup, media yang digunakan yaitu pena, kertas, kamera. Dan wawancara juga dilakukan secara informal ketika proses kegiatan promosi kesehatan sedang berlangsung berupa pertanyaan seputar kegiatan tersebut yang bersifat spontan dan tersusun. 2. Observasi rencana, sistem proses kegiatan serta alat-alat yang mendukung pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan. 3. Telaah dokumentasi berupa pelaksanaan, hasil, rencana serta sumber daya yang dipakai. 4.6. Pengumpulan Data. Data dan informasi tentang sumber daya diambil dari hasil wawancara dengan kepala puskesmas. Anggota pelaksana promosi kesehatan sebagai data primer dan sedangkan data sekunder berupa laporan tahunan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 dan laporan tahunan promosi kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007 serta yang sedang berjalan bulan Januari sampai Juli 2008. 4.7. Pengolahan Data dan Analisa Data. Analisis data akan dilakukan secara kualitatif. Teknik analisis yang dipakai untuk menganalisis penelitian ini adalah teknik analisis isi dengan memakai bantuan matriks yang berisikan data ringkasan hasil wawancara yang mendalam

Menganalisa data secara content analysis Teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha untuk menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara obyektif dan sistematis. Klasifikasi Data Mengklasifikasikan informasi yang telah disusun sebelumnya agar dapat dibandingkan antar responden. Sebagai informan : Kepala Puskemas.70 dan hasil pengamatan yang dilakukan. 3. Observasi terhadap sistem. Data Sekunder yang berupa pelaksanaan dan hasil dari rencana serta sumber data yang telah dipakai. Hasil wawancara yang akan diperoleh secara manual dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: 1. pada dasarnya informasi ini diolah untuk memberikan deskripsi secara rinci tentang pelaksanaan promosi kesehatan yang direfleksikan pada pertanyaan–pertanyaan yang mengarah analisa data dengan cara memfokuskan pada informasi yang disampaikan oleh petugas program promosi kesehatan. 3.proses kegiatan serta alat-alat untuk mendukung pelaksanaan promosi kesehatan. Sorting Data. Data yang terkumpul dikelompokkan ke dalam kategori yang sama sesuai dengan topik pertanyaan yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan. Dan berupa jawaban–jawaban dari hasil pertanyaan tertutup yang diajukan peneliti. Pada penelitian ini penulis menggunakan content analysis. Informasi yang diperoleh dibuat menjadi sistematis. Hasil pengumpulan data yang diperoleh akan berupa rangkaian kata hasil dari wawancara. 2. (Adalah data atau informasi yang dikumpulkan disajikan secara naratif dalam kelompok- . 1. Untuk melengkapi informasi juga dilakukan telaah data sekunder dan kombinasi informasi dengan sumber inti untuk dianalisa. 2. anggota pelaksana program promosi kesehatan di dalam Puskesmas Kembangan. Untruk memeriksa data keabsahan penulis menggunakan triangulasi sumber yang berarti penulis membandingkan dan mengecek data yang diperoleh yaitu data yang diperoleh darri hasil wawancara dengan hasil pengamatan dan isi dokumen yang berkaitan dengan pertanyaan.

Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Untuk menguji agar validitas data pada penelitian kualitatif dapat terjaga maka dilakukan triangulasi (adalah suatu teknik keabsahan data dengan mengambil sesuatu dari luar data itu sendiri untuk kemudian dibandingkan dengan data yang diperoleh dari hasil wawancara. . Validitas Data.8.Dengan cara mentelaah bersama dokumentasi/data yang ada. 2005) 1.Sesuatu itu dapat berupa pengalaman yang didapat saat observasi dan terlibat pelaksanaan atau dari dokumentasi serta bahan yang menyangkut hal yang diteliti.sehingga didapatkan saran dan informasi yang dapat ditarik untuk menjadi kesimpulan dari data tersebut. Triangulasi Data Yaitu dilakukannya dengan meminta umpan balik dari informan mengenai hasil laporan untuk memperbaiki kualitas penelitian. dengan cara menggunakan bantuan ringkasan yang mendalam)(Notoadmojo. triangulasi data (Notoadmodjo. 2005). 4. membahas permasalahan dan mencoba mencari solusinya. 2. Triangulasi Sumber Pada triangulasi sumber peneliti mengkrosschek data dengan fakta dari sumber yang lainnya. kemudian membandingkan dan melakukan kontras data dengan memasukkan kategori informan yang berbeda. agar tidak terjadi kontradiksi antara data yang didapatkan antara yang satu dengan yang lain.70 kelompok klasifikasi topik dan kategorik tertentu.).

Barat : Kecamatan Cengkareng. Batas-batas wilayah Kecamatan Kembangan: 1.1 Topografi dan Geografi Puskesmas Kecamatan Kembangan terletak di Jalan Topas Raya Blok F II/3 Rt 08/011 Komplek Taman Meruya Ilir Kelurahan Meruya Utara Jakarta Barat.Kembangan Jalan Raya 300/350 .70 BAB V HASIL PENELITIAN 5. dibangun pada tahun 1997/1998 dengan dana APBD dengan luas tanah 3500 m2 dan luas bangunan 1500 m2.1. Selatan : Jalan Alur Taman Alfa Indah dan Jalan Hamka Jakarta Selatan 4. Utara 2. Kelurahan Rawa Buaya.Zayanah Rt.Yasmin puskesmas Puskesmas luas tanah Pkl. Wilayah Kecamatan Kembangan terletak 0.Kembangan Jalan Raya 112/470 Utara 2 Kembangan Dr. : Kecamatan Kebon Jeruk.05/02 Pkl. Timur : Propinsi Banten dan Kali Pesanggrahan.Gambaran umum Puskesmas Kecamatan Kembangan 5.1. Kelurahan Kedoya 3.5-2 meter dari permukaan laut dan merupakan tanah landai dan sedikit rawa pada daerah pedesaan saat telah mengalami perkembangan pembangunan secara pesat. Puskesmas Kecamatan Kembangan membawahi 8 puskesmas kelurahan di wilayah Kembangan Jakarta Barat terdiri dari: Tabel 2 No 1 Nama Alamat LuasBangunan/ Kepala Puskesmas Dr.

Maria H 116/450 Dr.Meruya Selatan I Jalan Meruya Selatan 5 Pkl. Maria H Dr.Srengseng kebakaran Jalan Srengseng Rt.07/04 Jalan Haji 240/600 Saabah Rt.Titi Dr. Titi 120/387 Dr.Meruya Selatan II Rt.05/04 4 Pkl.669 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 56. Demografi Puskesmas Kecamatan Kembangan dengan jumlah penduduk 139.2.70 Selatan 3 Pkl.Magdalena 5.Joglo II Rt.Iwan Salim Dr.Meruya Utara Kembangan Rt.07/03 komplek 6 Pkl.07/01 Jalan Raya 130/450 Meruya Ilir Rt.01/02 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan. 2007) 170/450 Dr.02/08 Jalan Raya 170/450 Joglo Rt.13 jiwa/hektar terdiri dari .Joglo I Walikota Jalan Masjid al Mubarak II 7 Pkl.011/02 komplek pemadam 8 Pkl.

213 7700 13. RT No Kelurahan Luas (Km2) 1 Kembangan Utara 364.675 10 110 Wilayah Jumlah Rw Jumlah Rt 2 Kembangan Selatan 360.Joglo Kel.64 11 11 9 12 62 126 82 113 94 604 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.70 jumlah kepala keluarga 108.1.9 491.877 jiwa dan 62 RW dan 604 RT dengan luas wilayah 2.Kembangan Selatan Kel.675 9 77 3 4 5 6 Meruya Utara Meruya Selatan Joglo Srengseng Jumlah 520.331 (sumber: Profil tahunan Puskesmas kecamatan kembangan.330 11.Meruya Utara Kel.284 9.323 11.507.507. Kembangan Utara Kel. 2007) .760 Perempuan 15.Meruya Selatan Kel. Luas wilayah.69 485.2 Jumlah penduduk Puskesmas Kecamatan Kembangan No 1 2 3 4 5 6 Kelurahan Kel.637 11.932 11.64 hektar.499 69.599 7.167 68.Srengseng Jumlah Laki-laki 15.6 2. Tabel 2. 2007) Tabel 2.1 284.648 9. Jumlah RW.759 13.

Satu unit Radiologi 2. Poli spesialis kandungan 11. Poli kanker 14. Jumlah Tenaga Medis dan Non Medis di Wilayah Kecamatan Kembangan Tahun 2007 No Pendidik PKM Ke Ke Mer Mer Mer Jog Jog Srengs Juml an pekerjaa 1 2 3 4 5 6 7 kecam atan mb utar a 0 1 1 0 0 0 2 mb an 0 1 1 0 0 0 2 uya a 0 1 1 0 0 0 2 uya Selat an I 0 1 1 0 0 0 3 uya Selat an II 0 1 1 0 0 0 2 0 1 1 0 0 0 2 lo I lo II 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 2 4 16 14 1 1 2 27 eng ah selat Utar n Spesialis 4 Dr. Poli spesialis anak 10. Klinik Gizi 6. Poli spesialis penyakit dalam 9. Poli PTM (penyakit tidak menular) Tabel 2.70 Sarana dan prasarana lain yang ada di Puskesmas Kecamatan kembangan: 1. USG 4. EKG 3. Klinik MTBS 12.Umu 8 m Dr. Layanan 24 Jam 8.3. Laboraturium klinis 13. Rumah Bersalin 7.Gigi SKM APT D3 Bidan D1 6 1 1 1 11 . Alat Kesehatan mata 5.

2. Visi Menjadi pusat pelayanan kesehatan prima yang professional menuju masyarakat sehat dan mandiri.70 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Bidan D3 perawat SPRG SPK SAA AKL SPPH D3Lab D1Lab D3Gizi D1Gizi AKTRO D3 TU SLTA PEK KES SMP SD Lainlain Jumlah 7 2 2 2 3 2 1 0 2 2 1 1 6 2 3 4 1 74 2 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3 1 0 0 0 9 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 7 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 8 0 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 9 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 9 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 10 14 3 9 2 3 2 1 1 2 2 1 1 14 6 3 8 1 138 (Sumber Data: Kepegawaian Puskesmas Kembangan Jakarta Barat) 5. Meningkatkan sarana dan prasarana. Meningkatkan sistem informasi kesehatan.Tujuan . d. b.Misi a. Meningkatkan kemitraan. g. Mengembangkan sistem management mutu. Meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia.3.3. Program-program kesehatan (POA) di Puskesmas Kecamatan Kembangan: 5. Meningkatkan peran serta masyarakat. 5. Mengembangkan dan meningkatkan jenis pelayanan. c. 5.1. e.3. f.3.3.

f. e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas d. Meningkatkan peran serta masyarakat. i. stratifikasi.5. Terlaksananya kerjasama dengan lintas sektoral. Mengembangkan kemitraan. Mengembangkan jenis pelayanan b. Pengembangan sistem pelayanan. mini lokakarya puskesmas. b. g. Terlaksananya tertib administrasi tahun 2007. kerjasama antar karyawan. e. Meningkatkan kerjasama dengan lintas sektoral. g.4. Terwujudnya pelayanan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat pada umumnya. Meningkatkan sarana dan prasarana. e. Terlaksananya perencanaan. Meningkatkan peralatan medis dan non medis. h. Tersedianya kader-kader yang terlatih tahun 2007. mini lokakarya.70 a. Meningkatkan promosi kesehatan. . c. Tersedianya peralatan medis dan non medis dengan standart pelayanan tahun 2007. stratifikasi. Sasaran a. Meningkatkan mutu pelayanan. 5. Terlaksananya penilaian kinerja karyawan. Meningkatkan mutu sumber daya manusia. f. c. Tersusunnya pemetaan karyawan. Meningkatkan management puskesmas. 5. Meningkatkan perencanaan. d.3.3. Meningkatkan tertib administrasi dan kepegawaian g. h. b. Seluruh karyawan puskesmas Kecamatan Kembangan sesuai standart. Cara mencapai tujuan a. d. f. Meningkatkan mutu pelayanan c.

Upaya kesehatan kerja e. Upaya kesehatan gigi dan mulut. h. 5. Upaya perawatan kesehatan masyarakat. f.2. dan global serta mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang harus diselenggarakan oleh setiap puskesmas meliputi: a. Upaya kesehatan jiwa.3. indikator kinerja dan target puskesmas.4. e. Upaya kesehatan lingkungan. Upaya kesehatan usia lanjut. meliputi: a. d. c. jenis pelayanan. d. b. regional. f. Jenis pelayanan . g.5. 5. Kebijakan Mutu Puskesmas Kecamatan Kembangan bertekad mewujudkan pelayanan prima yang professional bertaraf internasional selalu dilakukan perbaikan berkelanjutan dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Upaya promosi kesehatan. Upaya perbaikan gizi masyarakat. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan tercapai.5. Upaya kesehatan olahraga c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana. Upaya kesehatan mata. Upaya pembinaan pengobatan tradisional.70 5.5. i. Upaya kesehatan terdiri dari upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Upaya kesehatan Sekolah b. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. Upaya pengobatan. 5. Upaya kesehatan.

Indikator pencapaian program kesehatan di puskesmas . a. Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak menular. 3. Peningkatan kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja. 7.5. Pelayanan lain-lain.70 Puskesmas memiliki tugas melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan kuratif. 3. 1. 5. Rawat jalan kesehatan semi spesialis dan atau spesialis 3. Sistem informasi. Sarana dan prasarana 5. 2. dan pelayanan kesehatan masyarakat dengan menyeimbangkan upaya pencegahan dengan upaya pengobatan 5. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. Peningkatan survailands dan epidemiologi. c. Pelayanan Kesehatan. Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana. 4. 6. Peningkatan peran serta masyarakat. Management keuangan 4. Management sumber daya manusia. Peningkatan gizi komunitas 4. Perawatan tindakan khusus. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular. 5. Management 1. Pelayanan Kesehatan Masyarakat 1. dan obat-obatan) 2. 6. Management mutu 2. Peningkatan pelayanan kesehatan dasar.4. Rawat inap rumah bersalin. b.

2.70 Indikator kinerja / hasil akhir adalah ukuran kuantitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian program yang telah ditetapkan puskesmas sesuai dengan tugas pokok puskesmas yang terdiri dari : a. 3. Guru SD kelas 1 dan guru TK. No 1 Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Pencegahan dan pemberantasan 2 penyakit menular) Pencegahan dan pengendalian vector pemberantasan 3 penyakit DBD Penatalaksanaan dan pengelolaan imunisasi 4 Pencegahan dan pemberantasan penyakit tidak 5 menular.20. pasien.041.3 SD.wanita usia subur.651. Tabel 2.699. Siswa kelas 1.000 RP. Pembinaan kelompok peduli peyakit tidak Petugas dan masyarakat. Pelayanan Kesehatan Masyarakat c.25.800 Sasaran Keluarga penderita. sarana fogging.233.4. Pelayanan Kesehatan b.petugas kesehatan.000 Lingkungan rumah penderita. RP. petugas kesehatan Anggaran Rp.440. RP. 25. petugas kesehatan.000 RP. Rencana Kegiatan Program Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembanagan tahun 2007.605. Management.000 .

petugas kesehatan.416.23. Operasional radiologi. Kader.000 RP. Perbaikan lingkungan dan kesehatan kerja. Penanggulangan survailands dan epidemiologi. Kelurahan dengan kasus KLB. warung. Hasil rontgent foto Obat-obatan.000 13 Pasien yang dilayani.300.108.6.000 12 Pengawasan dan pemeriksaan air minum dan pembinaan hygine tempat pengelolaan makanan. 8 9 RP.000.000 dan konseling jiwa.600 11 RP. kasus kematian.70 6 menular. Pengelolaan sampah medis. Perbaikan gizi Balita.tempattempat umum.penderita komunitas pengelolaan dan penanganan gizi balita.172.020.351.46. petugas kesehatan.000 RP.238.000 14 15 RP. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan puskesmas. Penanganan gizi ibu hamil.780.000 . Sosialisasi kesehatan remaja 7 Murid SMP dan SMU RP. Posyandu. petugas kesehatan. Sarana dan prasarana Rp.335. rumah makan.000 10 RP. rumah penduduk.36.15. gizi buruk. tempat jajanan di sekolah.150. Sampah medis pkm kelurahan dan kecamatan Depo air minum.alat kesehatan umum.123.16.1. Ibu hamil.000 RP. bahan medis habis RP.011.

500 Tabel 2. air. petugas kesehatan. petugas.39. masyarakat. Petugas kesehatan.000 RP. Sosialisasi program Gakin.162.10. RP. meja. pengadaan 16 Peningkatan pelayanan 17 kesehatan dasar. perawat.000 alat kesehatan gigi Pasien dengan resiko tinggi. RP.54. kendaraan dinas. kursi. Komputer.4.100.561.000 RP. Peningkatan kesehatan ibu dan 18 anak Peningkatan penyiapan gawat darurat dan 19 20 bencana.849.943.500 RP. alat komunikasi.70 pakai.634. Sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Kembangan .5.461.924.000 RP. ibu usia subur dan bayi Masyarakat. Telpon. prioritas Pengadaan inventaris kantor dan alat rumah 21 tangga Belanja tidak langsung petugas kesehatan.

kelenjar ludah dan rahang Jumlah 148.521 jiwa 13.6. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan .885 jiwa 3.813 jiwa 6.819 jiwa 3.262 jiwa 8.1. Gangguan neorotik Infeksi usus lainnya Penyakit darah tinggi Diare Penyakit rongga mulut. Karakteristik informan Informan dalam penelitian ini terdiri dari kepala puskesmas kecamatan kembangan.696 jiwa Jumlah 77.150 jiwa 8.70 No 1 2 3 4 Nama Penyakit Infeksi pernafasan atas Penyakit lainnya Penyakit kulit alergi Penyakit pada sistem otot dan 5 6 7 8 9 10 jaringan pengikat Penyakit kulit infeksi.264 jiwa 5.6.553 jiwa 10. Hasil penelitian Penyajian hasil meliputi beberapa hal yang diuraikan secara berurutan sesuai dengan teknis analisis yang digunakan yaitu analisis isi (content analysis) dengan memakai matriks yang berisikan informasi ringkasan hasil wawancara mendalam (in deep interview) dari masing-masing informan dan pengamatan yang dilakukan. 5.166 jiwa 7.171 jiwa 8.

Informan e selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan suku dinas jakarta barat Laki-laki Lebih dari 17 tahun perempuan Lebih dari 10 tahun Perempuan Lebih dari 23 tahun Laki-laki Lebih dari 22 tahun Jenis kelamin Perempuan Masa kerja Lebih dari 17 tahun . ketua rukun rumah tangga di Rt 07/04. Informan b kembangan Koordinator Program promosi 3 Dr. Maria C. kader masyarakat di Rt 07/04 yang terlibat dalam pengumpulan data sebagai informasi pada program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan Jakarta barat. kepala puskesmas kelurahan meruya selatan I. koordinator program promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta Barat. koordinator program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan meruya selatan I. Tabel 3 No 1 Informan Drg.70 kembangan. Thamrin. Informan c kesehatan Kepala puskesmas meruya 4 Safrida Informan d selatan 1 Koordinator program promosi kesehatan pkm meruya 5 Ecep s. Dara F Informan a Jabatan Kepala puskesmas kecamatan 2 M.

Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat......6....”(informan b) “.2.70 6 Ardali...”( informan a) “.”(informan c) “...”(informan a) . Informan f 7 Brenda.. Dari hasil wawancara tersebut maka dapat diuraikan hasil wawancara tersebut untuk pertanyaan umum mengenai yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah sebagai berikut: “.. Ketua rukun tangga rt 07/04 Kader rt 07/04 perempuan 5 tahun Laki-laki 3 tahun Informan g ( Hasil penelitian penulis) 5. Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.. Dari pernyataan-pernyataan di atas secara umum dapat dikatakan informan sudah mengerti tentang promosi kesehatan dan untuk menjawab mengapa program promosi kesehatan diperlukan adalah sebagai berikut: “ ...”(informan d) “ . Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari perencanaan yang ada di puskesmas..... Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan promosi kesehatan adalah kegiatan yang ada di puskesmas dengan tujuan untuk meningkatan kesehatan masyarakat. Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.Hasil wawancara mendalam dengan informan Hasil wawancara dengan informan yang terlibat dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan dapat dilihat di lampiran...Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

”(informan d) “. “ ..Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas..2. berminat dalam promosi kesehatan.. Tenaga khusus untuk menangani promosi kesehatan yang sudah pernah mengikuti pelatihan dan pendidikan masih sangat sedikit yaitu di puskesmas kecamatan ada 3 orang dan di puskesmas kelurahan ada 8 orang.6.Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. Tenaga ini memiliki standart ideal untuk Sumber daya manusia dalam promosi kesehatan adalah memiliki ijasah D3 kesehatan. berdedikasi tinggi.. Dan berdasarkan konsep penelitian yang dilakukan untuk memperoleh variabel-varibel yang diteliti maka hasil wawancara yang dilakukan adalah sebagai berikut: 5.”( informan a) ..”(informan b) “. Sumber daya manusia dalam pengelolaan program promosi kesehatan kurang di bidang kualitas sedangkan di kuantitas cukup memadai yaitu sebanyak 144 orang termasuk kader baik yang ada di puskesmas kecamatan maupun kelurahan... Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas......70 “.1...Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan.”(informan c) “. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul.Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat..” (informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan merupakan langkah awal program yang ada di puskesmas sebagai ujung tombak untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.... Tenaga SDM Untuk jumlah tenaga dalam program promosi kesehatan yang dijalankan di puskesmas kecamatan kembangan berdasarkan hasil wawancara dinyatakan untuk segi jumlah dirasakan cukup tetapi standart kualitas yang belum memadai.. Variabel Input 1.

.. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana.. 2... Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak...Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya..Fasilitas dan Sarana Fasilitas dan sarana yang ada di puskesmas kecamatan kembangan dikategorikan cukup memadai dikarenakan oleh issue-issue kesehatan sehingga mereka meng up date bagi penyuluhan kesehatan....”(informan b) “...”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang menjadi tenaga program promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang.”(informan c) “.Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi.hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya..70 “. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti maka didapatkan fasilitas dan sarana sebagai berikut: Tabel 4 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kecamatan kembangan No 1 2 3 4 5 6 Jenis sarana peralatan Flip chart Over Head Projector(OHP) Papan informasi Leaflet Tape recorder Amplifier dan wearless Jumlah 1 buah 1 buah 4 buah 89 lembar 1 buah 1 buah mengenai program promosi kesehatan yang .Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya. tetapi kurang dari segi kualitas dikarenakan pelatihan kurang..”(informan d) “..

karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. mic 1 buah.”(informan c) “.”( informan b) Tabel 5 Sarana Promosi kesehatan puskesmas kelurahan meruya No 1 2 3 Jenis sarana peralatan Papan informasi Leaflet Poster Jumlah 2 buah 57 buah 5 buah ( Hasil wawancara dengan informan d) “…Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah. tape recorder1 buah. OHP 1 buah...70 microphone 7 Poster kesehatan ( Hasil wawancara dengan informan b) 8 buah “…Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah. leaflet 89 lembar....Saya merasakan bahwa peralatanyang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah cukup memadai ya...” (informan d) “. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas…” Berdasarkan hasil wawancara di dapatkan informasi seputar fasilitas dan sarana sebagai berikut: “..Saya rasa cukup lengkap ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai.Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini.. trus poster kesehatan 8 buah..”( informan a) “…Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar...”(informan e) ....”( informan b) “…Saya lihat cukup lengkap ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja.

Dana Anggaran khusus untuk pelaksanaan program promosi kesehatan ini memang tidak ada..70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana dinilai cukup jumlahnya hanya saja dari segi kualitas ada beberapa yang kurang layak pakai dikarenakan kurangnya perawatan dari para petugas promosi kesehatan setelah menggunakannya. Hal ini dikarenakan promosi kesehatan adalah ujung tombak dan sudah menjadi bagian dari setiap kegiatan kesehatan yang ada.Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan.. itupun tidak dengan jumlah anggaran tertentu. 3. Data Untuk mengetahui data yang digunakan dalam promosi kesehatan diperoleh dari pelaporan SP2TP dari setiap puskesmas kelurahan lalu ke puskesmas kecamatan baru ke suku dinas kesehatan. hanya dari APBD saja…”(informan e) Dari jawaban inforaman-informan diatas dapat disimpulkan bahwa anggaran khusus dari pemerintah untuk kegiatan promosi kesehatan ini belum ada dan hanya mendapatkan dari APBD. Berdasarkan hasil wawancara yang ada dengan informan diketahui bahwa dana khusus itu tidak ada. “. 4.”(informan a) “..Dana ya....”(informan b) “…Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes…” (informan c) “…Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes…”(informan d) “…Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada. ..hanya APBD. Data tersebut berisi informasi tentang kegiatan puskesmas yang direkap lalu diolah menjadi data yang tercakup dalam SP2TP..

Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh dari pelaporan bulanan sp2tp dan laporan pertriwulan melalui form promosi kesehatan. Strategi Promosi Kesehatan Merupakan kebijakan dan langkah-langkah yang diambil berupa standarisasi dan prosedur yang ada. ya menggunakan ABG..Masalah yang sering timbul adalah terjadinya keterlambatan dalam hal pengumpulan data di puskesmas kelurahan hingga mengakibatkan keterlambatan pada puskesmas kecamatan.. “ …Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan…”(informan c). “. “…Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan…”(informan e).. “ …Strategi promkes ya...ya ABG plus kemitraan itu.70 Selain SP2TP setiap puskesmas kelurahan dan kecamatan diminta mengisi form rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan pertriwulan. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Keputusan Mentri Kesehatan nomor 1114/Menkes/SK/VII/2005 tentang strategi dasar utama promosi kesehatan adalah advokasi. “… Dari SP2TP dan laporan form pertriwulan..”(informan a).”(informan d) ...”(informan d).Hasil wawancara dengan informan tentang data yang ada adalah dari SP2TP dan form pertriwulan “.Data itu ada dalam SP2TP dan form yang tiga bulan sekali. Berdasarkan strategi dasar tersebut maka puskesmas mengacu dan mengembangkan sesuai dengan sasaran dan kondisi serta tujuan promosi kesehatan di puskesmas tersebut. “(informan b). gerakan pemberdayaan masyarakat dan semangat kemitraan.Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan. 5...”(informan a) “…Disini dikenal sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitraan…”(informan b) “…Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG…”(informan c) “…Kita mengikuti perencanaan awal.. bina suasana.

”(informan b) “…Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan. Sasaran Promosi Kesehatan Sasaran dalam promosi kesehatan adalah pihak-pihak langsung yang terkait dan terlibat tidak langsung.70 “…Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan. . Sasaran itu berupa tokoh masyarakat. dll... Sasaran dilihat tujuannya masing-masing dari setiap lingkup yang ada. gerakan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan. 7. tokoh adat.”(informan c) “…Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya. 6.. “…Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi puskesmas maupun yang di lapangan…”(informan a) “…Sasaran kita memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan... guru..”(informan d) “…Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa sasaran program promosi kesehatan ada 2 yaitu sasaran yang ada di dalam gedung dan diluar gedung puskesmas dan petugas kesehatan dibantu dengan para kader. masyarakat. petugas kesehatan. untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bawha stategi yang digunakan dalam program promosi kesehatan adalah advokasi. bina suasana. PHBS.

. lebih dikembangkan dalam pelaksanaannya.. memelihara taman obat keluarga... “. 5. tempat umum..”(informan a) “.PHBS yang sudah ada.6.. cuci tangan sebelum makan. membuang air besar di jamban..2..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa PHBS adalah sendiri. lingkungan kerja.”(informan b) “…PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan…”(informan c) “…PHBS yang ada salah satunya adalah program anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat. Variabel Proses 1.”(informan d) “. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka sehari-hari.Semua PHBS yang ada disini dilihat dari tujuan awal promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. Tujuan dari promosi kesehatan adalah meningkatkan derajat kesehatan baik dan mempertahankan seoptimal mungkin. seperti anak sekolah....Kegiatan ini mencakup antara lain:mengkonsumsi garam beryodium. mengkonsumsi makanan berserat.mengubur tempat yang memungkinkan jentik nyamuk berkembang biak. masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes..70 Sebuah kegiatan yang merupakan bagian penting dalam promosi kesehatan.. Advokasi kegiatan dari promosi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas itu .2.PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat pada usia sekolah. Kegiatan untuk berperilaku hidup sehat dan diimplementasikan dalam kegiatan seharihari..

2.70 Merupakan upaya atau proses yang terencana untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya dan menciptakan lingkungan sehat. menyepakati satu pilihan kemungkinan dalam berperan.. Selama proses perbincangan dalam advokasi. Jika kelima tahapan itu dapat dicapai selama waktu yang disediakan untuk advokasi..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa advokasi adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dari bagian stategi lainnya. tertarik untuk ikut berperan dalam masalah yang diajukan. maka advokasi dapat dikatakan berhasil. “…Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan.dan pemberdayaan masyarakat…. perlu diperhatikan bahwa sasaran advokasi hendaknya diarahkan untuk menempuh tahapantahapan : memahami persoalan yang diajukan. mempertimbangkan sejumlah pilihan kemungkinan untuk berperan. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit . Bina Suasana Merupakan upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang mendorong individu.”(informan b) “…Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan…”(informan d) “…Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana. dimana advokasi adalah kerjasama dengan para stake holders untuk membuat kebijakan kesehatan yang menguntungkan bagi kesehatan masyarakat. menyampaikan langkah tindak lanjut.

bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. “…Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung…”(informan b) “.Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Gerakan pemberdayaan Upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan. puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat... Bina suasana yang dilakukan dalam puskesmas kecamatan kembangan adalah diawal pertemuan. menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam menyelenggarakan upaya kesehatan. entah itu pendekatan individu. Dalam hasil penelitian didapatkan bahwa usaha gerakan pemberdayaan masyarakat adalah hal yang telah menjadi satu kesatuan yang penting yang tidak dapat dipisahkan karena merupakan strategi dasar promosi kesehatan.”(informan b) . 3.70 dan meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan sehat dan berperan aktif dalam setiap upaya penyelenggaran kesehatan.. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa bina suasana merupakan salah satu dari bagian strategi promosi kesehatan yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan. keluarga dan masyarakat.. Semua tidak terlepas dari bagaimana kader dan petugas kesehatan menciptakan lingkungan yang menarik sehingga menarik sasaran untuk mempertahankan kesehatan itu secara mandiri. dan kemampuan individu..”(informan d) “…Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai tujuan. “…Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3.. kemauan. sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini. meningkatkan kesehatannya.

membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. 4.. keterbukaan.”(informan d) “…Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. dan saling menguntungkan.keluarga dan masyarakat...6. prinsip-prinsip kemitraan harus ditegakkan.. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan…”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kemitraan adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan dan merupakan kerjasama antar lintas sekoral. Kemitraan Dalam pemberdayaan..apakah individu.. dalam pelaksanaan pemberdayaan. Variabel Output 1.70 “…Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. 5.2..”(informan d) “…Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya..Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. Kegiatan promosi kesehatan di luar gedung.. “.”(informan b) “…Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain.3. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. bina suasana dan advokasi.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan yang digunakan sebagai langkah mandiri untuk meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri. Kemitraan dikembangkan antara petugas kesehatan dengan sasaran promosi kesehatan. bina suasana dan advokasi. . Dari hasil wawancara dengan informan terkait maka didapatkan tiga prinsip dasar kemitraan yang harus diperhatikan adalah kesetaraan.

kunjungan ke rumah. “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah kerja puskesmas ini…”(informan b) “…Semua promosi kesehatan baik diluar maupun didalam gedung bertujuan untuk memcapai sasaran yang mampu merubah perilaku menjadi lebih sehat secara mandiri. tempat kerja. usaha kesehatan sekolah.. . dan lain sebagainya. poliklinik. bisa melalui UKS. sekolah. Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki cukup banyak variasi kegiatannya antara lain survai mawas diri. 2. runag perawatan.”(informan d) “…Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. musyawarah masyarakat. kunjungan kerumah..70 Promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan diluar gedung puskesmas atau masih dalam ruang lingkup wilayah kerja puskesmas tersebut. Kegiatan promosi kesehatan didalam gedung Promosi kesehatan yang dilaksanakan di lingkungan dan gedung puskesmas seperti di tempat pendaftaran.Didapatkan dari hasil wawancara dengan informan bahwa pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan PHBS melalui pengorganisasian masyarakat..”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulka bahwa kegiatan promosi kesehatan di luar gedung merupakan kegiatan yang dilakukan diluar area gedung puskesmas tetapi masih berada di wilayah kerja puskesmas tersebut. Hal ini dimaksudkan dengan masyarakat yang berada diluar gedung puskesmas dan jarang untuk mengunjungi gedung puskesmas dapat meningkatkan kesehatan mereka dalam program promosi kesehatan yang ada.

Dari hasil wawancara yang didapatkan dari inforaman bahwa promosi kesehatan di dalam gedung tidak semata-mata mengangkat topik yang sedang mewabah saat itu tetapi juga tentang perilaku keseharian masyarakat. 5.”(informan g) . Intensitas kunjungan penyuluhan kesehatan diwilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi.”(informan e) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan didalam gedung puskesmas adalah cara yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan dikarenakan adanya petugas kesehatan yang dapat ditanya seputar masalah kesehatan bila sasaran menanyakan dan media yang tersedia.. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca…”(informan d) “…Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. “…Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster.2.. Kegiatan ini sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan oleh puskesmas. tempat pembayaran dan halaman puskesmas...”(informan f) “.kamar obat..6. 1.. dan dibaca.70 laboraturium. dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan…”(informan b) “…Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat.4. Hasil wawancara dengan informan f dan g.Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan.

. . 4..”(informan f) “.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit yang paling sering terjadi wilayah tersebut adalah penyakit ISPA atau infeksi pernafasan bagian atas. pilek.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang.. 2. Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat dalam wilayah tersebut... Kekurangan pemerintah dalam melakukan program promosi kesehatan di mata sasaran promosi kesehatan. Masalah kesehatan yang sering terjadi dalam wilayah puskesmas kelurahan meruya selatan 1 “…Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk. 3..70 Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa intensitas kunjungan penyuluhan diluar gedung puskesmas namun masih berada diwilayah kerja puskesmas dirasakan cukup sering dilakukan sesuai dengan jadwal program. hanya kurang pada kepribadian dari personal petugasnya.Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk. “…Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. dan jarang ditemukan penyakit serius atau berat. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa kekurangan dari pelaksanaan program promosi kesehatan antara lain adalah petugas kesehatan kurang melakukan komunikasi yang efektif dan kurangnya insentif bagi para kader.”(informan f) “…Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich.

pilek jadinya sering saya minta bersih. makan sayuran gitu mbak. 6.. Dilakukan pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan terhadap wilayah puskesmas tersebut.bersih rumah masingmasing. Langkah mandiri yang telah dilakukan tokoh masyarakat dan masyarakat dalam segi kesehatan di wilayah tersebut. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah.. menguras bak.”(informan f) . 5. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersihbersih rumah.”(informan f) “…PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi. “…Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi sering yang kena kaya batuk.. “…Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak…”(informan f) “…Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarin-kemarin…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa pengontrolan yang dilakukan secara berkala yang dilakukan petugas kesehatan dirasakan cukup sering sesuai dengan jadwal. dan cuci tangan lalu ada program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolah-sekolah dasar..70 “…Kalo PHBS kaya cuci tangan.” (informan g) Dari jawaban informan-infoman diatas dapat disimpulkan bahwa penerapan langkah-langkah PHBS telah mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat namun bukan berarti tidak memiliki kendala karena kulture dan pendidikan masyarakat di wilayah tersebut.meski belum semua rumah seperti itu.

Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak. Gambar 3. 8.”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan dirasakan cukup hanya saja disarankan agar menambah menarik kemasan acara dan komunikasi yang efektif pada petugas kesehatannya.. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap program promosi kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan...Alur pelaporan promosi kesehatan di suku dinas kesehatan Jakarta barat .000 rupiah per bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak…”(informan g) Dari jawaban informan diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kader per puskesmas adalah sebanyak 8 orang dengan insentif 17..Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh…”(informan g) Dari jawaban informan-informan diatas dapat disimpulkan bahwa langkah mandiri yang diambil tokoh masyarakat bersama dengan masyarakat itu antara lain kerja bakti dan menjaga kesehatan lingkungan rumah per individu. 7.” (informan f) “.000 rupiah yang dirasakan kurang oleh para kader.. “…Jumlahnya sekitar 8 kader per wilayah trus kalo uang sekitar 17.1.Jumlah kader dan insentif perbulan yang diterima kader dan pelatihan yang dilakukan dari segi promosi kesehatan. “…Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home.70 “...

70 Media dan Sarana Promkes Petugas kesehatan/ Tenaga Promkes Dana Promkes Strategi ABG +one Penyuluhan ke sasaran Promkes diluar dan dalam gedung PKM Perilaku Hidup Bersih Dan sehat Laporan perbulan dan triwulan PKM Kelurahan Laporan profil tahunan PKM Kecamatan Suku Dinas Jakarta Barat Dinas Jakarta Barat .

yang diharapkan akan terciptanya perilaku bersih dan sehat kemudian di catatkan ke dalam sistem pelaporan laporan perbulan dan pertriwulan dari puskesmas kelurahan ke puskesmas kecamatan baru dijadikan laporan tahunan yang diterima oleh suku dinas kesehatan ke dinas kesehatan pada periode 1 tahun. serta anggaran yang mencukupi dan strategi yang telah ditetapkan yaitu ABG plus one baru dilakukannya penyuluhan ke sasaran baik untuk kegiatan di dalam dan diluar gedung puskesmas. yang didukung oleh tenaga promosi kesehatan.70 Dalam proses pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas dimulai dari tersediannya media sarana. .

. .70 G br a a m A rPl pr n r m s iPM ea a n e bna l u e oa P k d K Kc ma Km gn a o e t a 4. .1 Sk S a uu i s n k s ht n aat eea J k ra a Br t aa Sk d a uu i s n k s ht naat eea j k ra a br t aa Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s Kc m a ea a n t Psem uks a s Kcm a ea a n t Psem uk s a s k c ma ea a n t Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Psem uks a s k l r hn e aa u Psem uk s a s k l r hn e aa u Kg t n idl m ei a d a a a dn iurgdn a d a eu g l Sr n dn aaa a paaaa r sr n po k s rm e S Mr m s D po k e Agaa po k s ng r n r m e Sa gAG t t i B r e oe n + PB i d i u HS i d nv k l ag e ra u m saaa a yr kt s .

Diagram fishbone program promosi kesehatan Puskesmas kecamatan Kembangan en ti uh da T i k i sa pe dak ra l t at ad ih a an Kerja rangakap ada anggaran Kurangnya Tdk untuk Sarana SDM Ketidak pedulian petugas promkes Jml masih kurang Kurangnya perawatan thd saraa 70 D y an k a a ur ng an g Tidak ada perekrutan na A sa ng ua g aS ar K an Bin da ura n P na g ro un nya Lingkungan m tu k es k yang krg T i an dak kondusif a k g hu gar da su an s Advodkasi kerjasama antar stakeholder kuranag PHBS terhambat Mendahulukan kulture & pengetahuan Kepentingan sasaran promkes perkelompok Kecilnya anggaran khusus untuk PHBs K K g e eg pr et i d u ia t om d a ng an ke k p pu di d s ed sk a l un u e s am li a tu m k n ke Ku p e sa as m s a ra ny sa an d n u l ra fa a ra gn y uh n at an n pr a a om ka ke n s Ku SD rang ny un M tuk kes a jm dil eha l ap t an an ga n ge Kegi ed a un tan g p di l us u ke ar sm as .

keakuratan dan ketepatan waktu pengiriman laporan SP2TP dari tingkat puskesmas dan form pertriwulan harus diperhatikan karena ada puskesmas yang masih terlambat dalam pengiriman data ke dinas kesehatan.70 BAB VI PEMBAHASAN 6. peneliti menyadari adanya keterbatasan peneliti dalam penelitian ini. Kelengkapan.Data Sumber data dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Meruya Selatan diperoleh dari data dari SP2TP juga dari data kegiatan lintas sektoral. dana.2. 6. Sedangkan kebutuhan data tersebut harus dikumpulkan secara rutin untuk memantau program kesehatan yang sedang berjalan. Kurang obyeknya peneliti dalam menyampaikan makna yang tersirat dari keterangan informan dalam penelitian tidak dapat dihindarkan dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan.1 Variabel Input 1. Walaupun begitu peneliti berusaha untuk menjaga kebenaran data dan kuantitas hasil penelitian maka penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber.2. sarana dan waktu maka penelitian hanya terbatas pada pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan.1. Juga dengan keterbatasan kemampuan peneliti dalam hal pengetahuan. Kemudian juga untuk memperoleh laporan lintas sektoral masih kurang koordinasinya karena data ini belum secara rutin pengumpulannya. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pembahasan Penelitian 6. .

70 Kemudian data yang dikumpulkan masih tumpang tindih maksudnya data yang sudah diminta masih akan diminta lagi sehingga sering terjadi kesalahan dalam pengakumulasian data yang masuk. Pelatihan mengenai promosi kesehatan memang dirasakan sudah dilakukan sebanyak 2 kali setahun namun dirasakan kurang efisien karena sasaran pelatihan ini berpusat pada koordinator program saja sehingga anggota pelaksana dibawahnya termasuk para kader kurang menguasai secara langsung. 2007) 2. Sehingga data yang masuk ini tentunya akan berpengaruh juga terhadap pengelolaan data yang mengakibatkan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Untuk tenaga SDM ditetapkan dalam buku pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di puskesmas dan di daerah adalah d3 kesehatan dengan bakat dan minat promosi kesehatan. Pada umumnya masalah ketenagaan yang dirasakan memiliki masalah keterbatasan adalah memiliki beban kerja lain sebagai tenaga pelayanan kesehatan masyarakat seperti perawat. Dari hasil yang diperoleh bahwa tenaga pelaksana promosi kesehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan masih belum secara khusus dalam bidang ini maka dirasakan beban kerja yang masih berat.( Depkes. Hal ini pulalah yang diterapkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan. Tetapi dilihat dari segi kualitas dirasakan kurang dan masih perlu peningkatan pengetahuan dan pendidikan. Didalam pengambilan data tidak dijelaskan terlalu detail dikarenakan pengambilan data ini sebagian besar memiliki prosedur yang sama dengan pengambilan data untuk program lain yang ada di puskesmas. kemudian rotarisasi fungsi dan kedudukan sebanyak 5 tahun sekali dirasakan selain ada manfaat positif bagi tenaga sdm yaitu agar tidak terjadi kejenuhan dan mengetahui berbagai tugas di . Tenaga SDM Tenaga pelaksana program promosi ksehatan yang ada di puskesmas kecamatan kembangan sudah mencukupi dalam hal kuantitas atau jumlah karena sebanyak 144 orang termasuk sebagian besarnya adalah kader.

dan lain sebagainya. Dengan tingginya motivasi dari para pelaksana promosi kesehatan maka diharapkan tugas yang dibebankan kepada masing-masing tenaga kerja tersebut dapat terselesaikan dengan baik. Disamping itu yang perlu diperhatikan adalah motivasi kerja dari para pelaksana promosi kesehatan yang dijalankan. Dana yang dialokasikan khusus dalam pelaksanaan promosi ini belum ada. 2007). kabel terkelupas. Didapatkan pula informasi dari para informan bahwa perlu dilakukan regenerasi peralatan dan sarana promosi kesehatan yang tidak layak pakai. dan tujuan promosi kesehatan dapat tercapai.2007) 4.70 fungsi lain dinilai juga kurang efisien karena selama 5 tahun itu tenaga sdm mulai bisa menguasai pekerjaannya diharuskan untuk berganti posisi dalam fungsi baru. Dana yang disebutkan oleh informan sebagai koordinator pelaksana program promosi kesehatan dilakukan bersamaan dengan kegiatan program lainnya. ( Depkes. 2007) 3. .( Depkes. Rendahnya alokasi dana ini terkait dengan masih kurangnya kesadaran para pengambil keputusan menyadari pentingnya arti kesehatan. leaflet ada yang tersobek. dana hanya didapatkan dari anggaran APBD. ditambahkan pula spanduk berisi slogan promosi kesehatan yang ditempatkan pada tempat mudah terlihat. (Depkes. Dana Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan tidak ada dana atau anggaran khusus dalam pelaksanaan program promosi kesehatan. Dari segi jumlah yang ditetapkan pada puskesmas kecamatan kembangan sudah memenuhi kriteria akan tetapi dari segi kualitas belum memenuhi standart yang ditetapkan. Fasilitas dan Sarana Media dan sarana yang digunakan program promosi kesehatan sudah mencukupi bila dilihat dari segi jumlah sasaran. akan tetapi dilihat dari segi kualitas yang bersumber pada tingkat perawatan yang masih rendah dari masing-masing pelaksana program mengakibatkan terkadang kemacetan pada alat elektonik seperti batere bocor.

Dengan tersedianya dana yang cukup untuk menunjang pelaksanaan program promosi kesehatan maka dana tersebut dapat meningkatkan kualitas dari SDM itu sendiri dalam kinerjanya. Strategi ini dinilai cukup efisien karena merupakan suatu strategi yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya. dan kemitraan lintas sektoral. 5. Begitupula dengan gerakan pemberdayaan masyarakat karena selepas pemberian informasi dan contoh perilaku sehat dari para petugas terhadap masyarakat. Indonesia misalnya hanya menganggarkan hanya sekitar 2-3 % dari dana anggaran belanja negara setahunnya. Bina suasana yang dilakukan para petugas kesehatan didukung dengan kerjasama para kader akan menarik perhatian sasaran program promosi kesehatan untuk hidup lebih sehat. advokasi yang dilakukan oleh para petugas kesehatan terhadap para pengambil keputuasan dan pembuat kebijakan akan sangat penting peranannya karena masyarakat akan lebih tergerak menuju kehidupan lebih sehat apabila didukung oleh lingkungan sosialnya. ( Depkes. Strategi promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan dalam penelitian ini menyatakan bahwa strategi yang digunakan dalam program promosi ini adalah ketentuan standart pedoman untuk pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan mentri nomor 1114/Menkes/Sk/VII/2005 yaitu gerakan pemberdayaan. semua ini tidak terlepas dari kemitraan atau kerjasama antar maupun lintas sekoral. advokasi. Misalkan di negara berkembang.2007) .70 Kebanyakan dari para pengambil keputusan beranggapan bahwa pelayanan kesehatan itu tidak bersifat produktif melainkan konsumtif dan hal itu kurang diutamakan. Informan menyebutkan pula para kader dan sasaran biasanya mengenal dengan singkatan “ABG PLUS ONE”. diharapkan nantinya masyarakat mampu untuk menilai prioritas kesehatan dan mengatasinya secara mandiri. bina suasana. Komponen yang masing-masing memiliki peran penting untuk mencapai tujuan program promosi kesehatan.

Perilaku hidup bersih sehat ini diharapkan mampu untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga. informan menyebutkan pula kekurangan dari strategi promosi kesehatan yaitu terletak pada karakteristik dasar masyarakat umumnya yaitu sifat kebiasaan. Sasaran yang membutuhkan perhatian petugas kesehatan secara terus menerus dan konstan yang menduduki prioritas utama. Dibutuhkan suasana yang tidak membosankan dengan penempatan petugas yang komunikatif dan kemasan acara penyuluhan kesehatan yang menarik. Sasaran promosi kesehatan yang berada di dalam gedung puskesmas kecamatan kembangan adalah pengunjung puskesmas kecamatan kembangan tersebut baik yang menginginkan pelayanan kesehatan sehingga mendapatkan manfaat lebih dari kunjungan tersebut. adat istiadat. fokus sasaran itu sendiri dalam penerimaan informasi untuk hidup lebih sehat. Adapula kekurangan dari sasaran ini adalah tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan masih rendah sehingga petugas kesehatan masih sangat perlu mencari bagaimana memotivasi lebih para sasaran untuk merubah perilaku sehari-hari lebih sehat. contoh: penderita penyakit tb paru yang jarang mengunjungi puskesmas maka petugas akan mengkunjungi rumahnya memantau seberapa jauh perkembangan penyakit dan memberikan penyuluhan kesehatan terhadap keluarga penderita meminimalkan mungkin tingkat penularan. (Depkes. Perilaku hidup bersih sehat ( PHBS) Menyatakan perilaku hidup bersih sehat merupakan salah satu tujuan dilaksanakannya program promosi kesehatan. Sasaran promosi kesehatan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa informan menyatakan bahwa sasaran promosi kesehatan itu dibagi 2 yaitu sasaran kegiatan program promosi kesehatan di dalam dan diluar gedung puskesmas kecamatan itu sendiri. masyarakat.individu ataupun keluarga. dan tempat . Hal ini dimaksudkan mempermudah perhatian. 2007). dan malas berubah untuk hidup lebih sehat. tempat umum maupun sekolah. 6. 7. Sasaran ini pula dibagi kedalam kategori pendekatan kelompok.70 Akan tetapi.

membersihkan debu di meja kerja.2. mengganti sprei seminggu sekali agar tidak terkena tungau.makan makanan berserat. 2005). menguras bak seminggu 2 kali. suku dinas kesehatan jakarta barat. 6. contohnya: dalam rangka mengupayakan lingkungan bebas asap rokok maka puskesmas melakukan advokasi kepada pimpinan setempat untuk diterbitkannya peraturan kawasan tanpa rokok dilingkungan kerja/ruang lingkup wilayah puskesmas seperti sekolah. tempat umum. membuka jendela pada pagi hari.2 Variabel proses 1.70 kerja. Informan juga menyebutkan bahwa perilaku hidup bersih sehat ini dapat dipelajari dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari contohnya mencuci tangan sebelum makan. Advokasi Dari informasi yang diberikan oleh informan didapatkan bahwa advokasi merupakan upaya atau proses yang terencana dimana dibutuhkan kerja sama lintas sektoral untuk mendapatkan komitmen dan dukungan dari pihak-pihak terkait. kantor kecamatan.( Depkes. bahwa lebih baik mencegah daripada mengobati. Didalam pelaksanaan advokasi pada puskesmas kecamatan kembangan telah dilakukannya advokasi keberbagai pihak yang berkepentingan seperti dinas kesehatan. hal ini dikarenakan masing-masing fungsi atau seksi sama-sama memiliki peranan penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan.(Depkes 2007) Adapula kekurangan dari sasaran untuk merubah perilaku hidup bersih sehat ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup lebih sehat dimulai dari hal yang terkecil sendiri dan diri sendiri. menyikat gigi sebelum tidur. Didapatkan pula dari para informan bahwa dibutuhkan pula kerjasama antar stake holders mulai dari fungsi terkecil sampai dengan fungsi terbesar. . olahraga jalan kaki minimal 2 kali seminggu. semua ini bertujuan agar masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan kesehatannya serta menciptakan lingkungan yang sehat. tempat ibadah. Didapatkan dari puskesmas kecamatan kembangan adalah kegiatan phbs yang ada dan telah diterapkan dalam masyarakat yang berada dalam ruang lingkup wilayah kerja yaitu pelaksanaan phbs disekolah dasar.

kemudian apabila bina suasana ini dilakukan di dalam gedung . 2007) Adapula kekurangan yang disampaikan oleh informan dalam salah satu strategi promosi kesehatan yang menjadi salah satu bagian dari proses ini adalah terkadang advokasi masih dilakukan pendekatan secara individu sedangkan akan lebih efisien dan dinilai akan mendapatkan hasil yang optimal bila dilakukan perkelompok para stake holders. 2007). pemasangan poster. ( Depkes. Terdapat pula kekurangan yang ada dalam proses bina suasana ini antara lain bila sasaran promosi kesehatan merasakan kurang nyaman diawal bina suasana ini dilakukan. kader. misalkan pasien dikumpulkan dalam satu ruangan untuk mendapatkan penjelasan mengenai kesehatan/ penyakit yang berkaitan dengan penyakit si pasien itu sendiri. ketua rt.( Depkes. Disampaikan pula oleh para informan bahwa seseorang akan terdorong dalam perubahan perilaku dari tahu menjadi mau apabila sasaran merasakan dorongan dari lingkungan sosialnya. 2. okoh agama. Pada puskesmas kecamatan kembangan melakukan proses bina suasana melihat dengan situasi dan kondisi yang ada seperti pengunjung datang ke puskesmas dan disaat pengunjung merasakan adanya manfaat penyuluhan kesehatan maka tercipta lingkungan yang kondusif. dan penayangan video berkaitan dengan penyakit pasien. tokoh masyarakat. Bina suasana Berdasarkan hasil penelitian informasi yang didapatkan dari informan bahwa bina suasana merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kondisi lingkungan sosial yang mendorong individu.70 puskesmas kecamatan. contohnya: pada sasaran yang berkeluarga datang ke puskesmas dan kemungkinan besar bahwa pengantar pasien tidak mungkin dipisahkan dari pasien. serta bising cukup membuat proses bina suasana terganggu. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Oleh karena itu metode yang tepat digunakan disini adalah penyebaran leaflet. sekolah dasar. pers. puskesmas kelurahan. Meskipun didapatkan hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran dan pengetahuan dan lingkungan yang panas.

Berdasarkan dari hasil penelitian menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat adalah salah satu upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan pengetahuan.2005) . contohnya melakukan kunjungan rumah untuk menilai perilaku hidup bersih dan sehat yang sudah diterapkan antara lain penggunaan jamban keluarga. Puskesmas kecamatan kembangan menunjukan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat sudah mulai berjalan meski mengalami hambatan seperti kurangnya tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri dalam program mandiri yang mengikut sertakan masyarakat secara aktif. keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan secara mandiri. mengubur benda-benda yang dapat menampung jentik nyamuk. Variabel Output 1. Kegiatan di luar gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan di luar gedung puskesmas adalah kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan petugas puskesmas di luar gedung puskesesmas dalam artian bahwa kegiatan promosi kesehatan dilakukan pada masyarakat yang masih berada dalam wilayah kerja puskesmas. Gerakan pemberdayaan masyarakat. 2007) Pemberdayaan dalam kelompok individu dilakukan sebagian besar pada sasaran yang berkunjung ke puskesmas.( Depkes. 3. ( Depkes.3. contohnya : misalkan setiap ibu yang menimbang bayinya secara berkala dijelaskan pula manfaat untuk mengimunisasi bayinya secara lengkap. dan lain sebagainya. memelihara tanaman obat keluarga.70 puskesmas maka dirasakan bahwa hanya membuang-buang waktu sedangkan tujuan awal datang adalah untuk mendapatkan pelayanan pengobatan. Pemberdayaan masyarakat secara kelompok keluarga biasanya dilakukan petugas kesehatan pada kegiatan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas. lalu kurang adanya kemasan acara yang menarik sehingga terkesan tidak ada manfaatnya untuk diikuti. dan kemampuan individu. 6. Dinilai pula bahwa untuk gerakan pemberdayaan masyarakat ini dibutuhkan keahlian mengklarifikasikan karakteristik masyarakat yang ada dari berbagai aspek baik sosial dan budaya. kemauan.2. mengkonsumsi garam beryodium.

Didalam puskesmas kecamatan kembangan didapatkan hasil wawancara dan observasi lokasi bahwa adanya sarana dan prasarana seperti spanduk. 2007). leaflet dan poster kesehatan yang memuat isu penyakit dan imbauan PHBS. Indikator yang terlihat dari hasil yang telah dicapai antara lain pengontrolan berkala ditemukan perilaku hidup bersih dan sehat yang telah diterpakan oleh masyarakat dalam lingkup wilayah tersebut. Kemudian menentukan jumlah. kualitas dari sumber daya yang dibutuhkan. melalui pengorganisasian . Pelaksanaan promosi kesehatan di luar gedung puskesmas yang dilakukan oleh puskesmas adalah upaya untuk meningkatkan PHBS masyarakat. 2007). 6.3. poliklinik.1.70 Hasil pengamatan dan wawancara pada puskesmas kecamatan kembangan ini di peroleh bahwa kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan kesehatan baik ke rumah masyarakat yang menjadi sasaran kesehatan maupun lingkungan sekolah untuk pemberian imunisasi. 6.3. Puskesmas ini merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dari promosi kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Kegiatan di dalam gedung puskesmas Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa kegiatan yang dilakukan di dalam gedung puskesmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan di dalam gedung puskesmas dimana kegiatan promosi kesehatan dilakukan sejalan dengan pelayanan yang diselenggarakan puskesmas. 2. pemantauan sekitar dan keberhasilan melakukan program kerjasama PHBS. tempat pembayaran dan puskesmas. ibu-ibu pkk. ( Depkes. Kegiatan yang berada dalam lingkup puskesmas antara lain tempat pendaftaran.( Depkes. laboraturium. ruang perawatan. kamar obat. Fungsi manajemen dalam menyelenggarakan program promosi kesehatan. Planning Puskesmas kecamatan kembangan menetapkan kegiatan PHBS sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia. dengan pemberdayaan masyarakat pengorganisasian masyarakat seperti karang taruna. Dari sumber daya tersebut puskesmas kembangan menetapkan indikator standar keberhasilan dalam pencapaian tujuan serta sasaran promosi kesehatan.

4. bimbingan dan membuat kebijakan yang sesuai dengan tujuan program promosi kesehatan. Organizing Mengalokasikan sumber daya .70 6. serta penyeleksian dan pengembangan tenaga yang belum ditempatkan pada posisi yang tepat. 6. Setiap bulannya di adakan rapat evaluasi mengenai kendala dan saran intara sektoral dalam program tersebut. Kemudian dalam proses controling ini menetapkan apa yang menjadi kendala dan mencari solusinya dengan stake holders. Controling Di dalam puskesmas kecamatan kembangan melaksanakan evaluasi denagn tujuan mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai. Tetapi hal ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Pada puskesmas tim kerja promosi menunjukan bahwa koordinator program ini memiliki double job desk sebagai pemegang program keluarga miskin (gakin). controlling. organizing. Dilihat dari jabaran fungsi manajemen diatas didapatkan bahwa promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal baik dari segi planning. apakah sudah sesuai dengan indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hal ini didukung oleh berbagai faktor.2. 6. directing.3 Directing Para stake holders dan koordinator mengimplementasikan proses dan gaya kepemimpinan. menetapkan job desk serta tugas yang jelas dalam koordinasi pelaksanaan prosedur yang ada.3.3. Kegiatan perekrutan . coordinator dan pelaksana program. .3.

Sumber dana dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini masih belum tersedia khusus. namun didapatkan dari anggaran APBD. 4. Tenaga SDM yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah 144 orang termasuk kader didalamnya.1. Fasilitas dan sarana yang terdapat di puskesmas kecamatan kembangan adalah cukup dalam segi jumlah hanya saja kurang dalam segi perawatan oleh para pelaksana. Pelatihan sudah cukup diadakan namun sasaran pendidikan dan pelatihan kurang mengenai sasaran sehingga belum merata. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan yang dilakukan terhadap pelaksanaan program promosi kesehatan di puskesmas kecamatan kembangan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. namun pada . 3. 2. Salah satu sumber data dalam program promosi kesehatan ini adalah data SP2TP puskesmas kelurahan lalu dikumpulkan ke puskesmas kecamatan.70 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN 7. Para pelaksana petugas kesehatan memiliki double desk job hingga kurang optimal dalam pelaksanaan program ini.

keterbukaan. 5. baik dilihat dari ruang lingkupnya individu. 11. Perilaku hidup bersih dan sehat sudah mulai diterapkan pada masyarakat namun pada kenyataannya karena faktor pendidikan dan sosial budaya maka perubahan perilaku lebih sehat sulit dilakukan. 6. Namun kurangnya koordinasi dan manfaat yang berarti maka gerakan pemberdayaan ini dapat terhambat. sikap saling menguntungkan antara stake holders. petugas kesehatan dan masyarakat sebagai sasarannya. Data tersebut didukung dengan data pertriwulan yang wajib diisi oleh puskesmas kelurahan. Sasaran program promosi kesehatan yang menjadi target operasional adalah sasaran berupakelompok individu. Pada bagian kemitraan dibutuhkan sikap saling menghargai. namun kurangnya kesadaran arti pentingnya kesehatan menyebabkan masing-masing pihak meraskan bahwa kedudukan dan fungsinya lebih penting dibandingkan dengan pihak lainnya. 8. 10. Tetapi tingkat pengetahuan dan motivasi masyarakat akan kesehatan masih kurang 7.70 proses dan kenyataannya didapatkan keterlambatan dalam segi pengumpulan tepat waktu. Pada bagian proses bina suasana dibutuhkan motivasi tinggi para pelaksana promosi kesehatan untuk membuat nyaman keadaan sasaran sehingga membuat tujuan program promosi kesehatan menjadi lebih mudah diterima dan dilakukan. . Pada bagian proses gerakan pemberdayaan dibutuhkan kerjasama antara petugas kesehatan dengan masyarakat. keluarga maupun masyarakat. 9. Pada bagian proses advokasi juga membutuhkan banyak kerjasama dan keyakinan antar lintas sektoral. Strategi program promosi kesehatan dilakukan strategi dasar yaitu advokasi. keluarga dan masyarakat. Hal ini disebabkan karena dengan linhkungan sosial yang mendukung maka sasaran mau merubah perilaku agar lebih baik dan sehat. bina suasana dan kemitraan lintas sektoral. pemberdayaan masyarakat. dan dirasakan pula kurangnya manfaat yang berarti. Hal ini membutuhkan kepercayaan stake holders untuk berkerja sama.

7. Hal ini memiliki kekurangan yaitu membutuhkan dana dan tenaga kerja yang lebih bila ingin menjangkau sasaran di luar puskesmas sesuai target. . Saran Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti mencoba memberikan saran kepada puskesmas kecamatan kembangan dalam upaya peningkatan kualitas pelaksanaan program promosi ksehatan tersebut. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang jarang mengunjungi puskesmas namun masih berada di dalam wilayah kerja puskesmas. Pada hasil keluaran atau output yang memiliki kegiatan promosi kesehatan didalam gedung puskesmas difokuskan kepada masyarakat yang sering mengunjungi puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis.2. dibutuhkan pula anggaran belanja untuk peralatan yang sudah tidak layak pakai agar dapat diregenerasi. Bagi puskesmas kecamatan kembangan 1. Untuk fasilitas dan sarana yang sudah ada hanya dibutuhkan pengertian antara sesama petugas pelaksana untuk lebih merawat fasilitas yang sudah ada.70 12. 2. 13. Hal ini memiliki kekurangan yaitu sasaran terkadang memiliki pemikiran bahwa mereka datang ke puskesmas dengan tujuan awal untuk mendapatkan pelayanan medis sehingga menyebabkan mereka kurang merasakan manfaat yang ada dari mengikuti program ini.Tentu didukung pula dengan tingkat kesejahteraan yang lebih diperhatiakan sehingga dapat memotivasi mereka dalam menjalankan tugas. Dengan dilakukannya kriteria standar karakteristik petugas maka tenaga honer yang akan berkerja di puskesmas tersebut dapat melakukan beban kerja dengan tanggung jawab yang maksimal.

6. Bina suasana adalah hal yang cukup penting mengingat bahwa masyarakat mau merubah perilaku apabila mereka mendapatkan dukungan dari lingkungan sosial mereka. akan lebih mudah untuk menerima perubahan gaya hidup apabila situasi yang ada diawal perencanaan membuat mereka nyaman dan kondusif.70 3. Dalam pelaksanaan advokasi dibutuhkan pendekatan yang dilakukan perkelompok dan secara terus menerus kepada stake holders yang terkait bukan dengan perindividu. Perilaku hidup bersih sehat yang sudah ada dan diimplementasikan kepada masyarakat agar lebih ditingkatkan dengan cara pemberian motivasi yang lebih dan pengawasan serta evaluasi yang berkesinambungan. 9. 10. Sasaran promosi kesehatan dilihat dari jenis karakteristik jumlah masyarakat apakah individu. hal ini dinilai para ahli akan lebih memberikan hasil dibandingkan pendekatan stake holders perindividu. hal ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan lagi dari segi pelaksanaannya. keluarga maupun masyarakat. Gerakan pemberdayaan dilihat dari waktu pemberian informasi dari awal yang disepakati oleh masyarakat dengan seperti itu maka masyarakat tidak akan merasakan keterpaksaan dan merasa nyaman untuk melakukan kegiatan promosi kesehatan secara mandiri. Data promosi kesehatan yang didapatkan dari SP2TP dan pelaporan pertriwulan sering mengalami keterlambatan hal ini disebabkan adanya double desk job dan kurang adanya sangsi dan reward yang tegas. untuk meningkatkan . Dalam promosi kesehatan maupun kegiatan kesehatan yang lain tentu mebutuhkan kerjasama dan kemitraan antar lintas sektoral. dan petugas yang informatif 11. 7. Untuk anggaran atau dana yang ada hanya didapatkan dari dana APBD sehingga koordinator program ini diharapkan mampu membuat rancangan anggaran yang dapat diajukan pada laporan tahunan puskesmas. 5.Petugas kesehatan juga harus melihat keadaan sosial dan budaya masyarakat yang ada agar lebih mudah mencapai tujuan. 8. Strategi dasar yaitu ABG plus one sudah mengikuti standart yang ada. Diberkan kemasan acara yang menarik. 4.

dibutuhkan pula kerjasama dengan kader agar evaluasi dapat berjalan secara berkesinambungan. dibutuhkan kejujuran masing-masing pihak sehingga akan didapatkan kerjasama tanpa keterpaksaan. Diberikan penyuluhan yang terarah kepada pengunjung apabila menanyakan salah satu sarana yang ada. tanpa merekrut tenaga tambahan. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kegiatan digedung puskesmas akan memberikan dampak yang jauh lebih positif apabila petugas promosi kesehatan memaksimalkan fasilitas yang sudah tersedia. Semua pihak diberikan pengertian akan tujuan akhir yang akan dicapai mampu memberikan manfaat kepada semua pihak. seperti poster yang berisikan pesan kesehatan. Hal ini dapat diminimalkan dengan cara memberikan insentif diluar dana pokok yang sudah ada. 13.Perawatan sarana dan fasilitas yang sudah ada lebih dimaksimalkan dengan seperti itu maka sasaran pengunjung puskesmas merasakan manfaat lebih saat ke puskesmas tidak hanya mendapatkan pelayanan medis namun juga manfaat peningkatan kesehatan. 12. dan akan menyadari bahwa kesehatan adalah hal penting yang wajib untuk dijaga dan diperjuangkan bersama. .70 kerjasama ini. Dalam keluaran hasil atau output yang berupa kegiatan promosi kesehatan diluar gedung puskesmas akan memberikan dampak berupa peningkatan jumlah tenaga kerja dan dana.

.1994. 5. 2. Effendy.F. 2004. Nursing Action For Health Promotion. Dhilton. R. PT Indeks Gramedia: Jakarta.1998.Fred. David. WHO. David.A. F. Geneva. Hs.70 DAFTAR PUSTAKA 1. Nasrul. Departement Kesehatan RI:Jakarta. Management Strategis Konsep.A David Company: USA. 3.1981. Azwar.Azrul. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Reformasi Pelayanan Kesehatan. 2004. 4. Health Promotion And Community Action For Health in Developing Countries. EGC: Jakarta.

Departement Kesehatan RI. Lexi. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. PT Rineka Cipta: Jakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif. 2003. Sistem Kesehatan Nasional. 17. Departemen Kesehatan RI. 2002. Eko. 1997. 2008. 1997. Soekidjo. Sebaiknya Anda Tahu Departement Kesehatan RI Pusat Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. Tjiptoherianto. 1995. Moelong. Buku Pedoman Penyuluhan Bagi Pekarya Kesehatan.Fitamaya: Bandung. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Pedoman Penyelenggaraan Aministrasi Di Puskesmas. Pendidikan Kesehatan bagian dari Promosi Kesehatan. Ekonomi Kesehatan. Soekidjo. 2005. Notoadmodjo. Priajono. Departemen Kesehatan RI. PT Rineka Cipta: Jakarta. Departement Kesehatan RI. 1990. Bahan Pembelajaran Mata kuliah Promosi Kesehatan. PT. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 14.Jakarta. 1994. Jakarta.Jakarta. Departement Kesehatan RI:Jakarta. 13. 10.Jakarta 11. Metodologi Penelitian Kesehatan. Departemen Kesehatan RI. 7. Suryani. Soekidjo. Notoadmodjo. . Departemen Kesehatan. PT Rineka Cipta: Jakarta. 8. Buku Pedoman untuk Petugas Kesehatan Seri Penyuluhan Kesehatan Masyarakat. PT Remaja Rosdakarya:Bandung.70 6. 2007. J. Prawito. 15. 1984. 9. 16. Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Notoadmodjo. PT Rineka Cipta:Jakarta.Jakarta. 12. 2001.

70 18. Departemen Kesehatan RI. 1997. Panduan Manajemen Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Tingkat Puskesmas. Departemen Kesehatan RI.Jakarta. 19. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. ARRIF Buku Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat. Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 20. Dinas Kesehatan DKI Jakarta, 2003. Pedoman Promosi Kesehatan Di Tempat Kerja. Dinas kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Jakarta. 21. Departemen Kesehatan RI, 2003. Profil Promosi Kesehatan 2003. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 22. Departemen Kesehatan RI, 2003. Promosi Kesehatan Di

Perusahaan.Departement Kesehatan RI.Jakar 23. Departemen Kesehatan RI, 2004. Panduan Advokasi Penerapan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Di Kabupaten/Kota. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 24. Departemen Kesehatan RI, 2004. Penyusunan Profil Promosi

Kesehatan.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 25. Departemen Kesehatan RI. 2005. Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di

Daerah.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 26. Departemen Kesehatan RI. 2005. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Departement Kesehatan RI.Jakarta. 27. Departemen Kesehatan RI, 2006. Pedoman Perencanaan Tingkat

Puskesmas.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 28. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan Di Puskesmas. Departement Kesehatan RI.Jakarta.

70 29. Departemen Kesehatan RI, 2007. Rumah Tangga Sehat Dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.Departement Kesehatan RI. Jakarta. 30. Departemen Kesehatan RI, 2007. Pedoman Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Mandiri Bagi Petugas Penyuluh Lintas Sektor

Kecamatan.Departement Kesehatan RI.Jakarta. 31. Puskesmas Kecamatan Kembangan, 2007. Laporan Tahunan Profil Kesehatan Puskesmas Kecamatan Kembangan Kotamadya Jakarta Barat. Laporan Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Kembangan tahun 2007.

Matriks Instrument Wawancara

Informan Internal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga /SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan Kepala PKM Kembangan Koordinator Promosi kesehatan X X X X X X X X X X X X X X X X

70 d.Kemitraan Output a.Kegiatan didalam dan diluar gedung b.PHBS X X X X

Informan Eksternal Puskesmas Kecamatan Kembangan Pertanyaan Kepala PKM Meruya Input a.Sumber Daya b.Biaya c.Tenaga/SDM d.Metoda e.Data f.Sasaran Proses a.Advokasi b.Bina Suasana c.Gerakan Pemberdayaan d.Kemitraan Output X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X X Koordinator Promosi Kesehatan Koordinator Promkes Sudin

maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang .Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan Fungsi : : Drg. Kecamatan Kembangan Jakarta Barat.Itulah sebabnya.70 a. Kepala Puskesmas Kecamatan Kembangan selaku penanggung jawab seluruh program yang ada di Puskesmas Kecamatan Kembangan. .PHBS X X X X Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. Dara F. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.kegiatan didalam dan diluar gedung b. mental. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. biaya. Apa saja bentuk kerjasama antar dan intra sektoral dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 5. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. tenaga. 2. kelompok atau masyarakat. 1974). Apakah ada program ulangan yang diajukan kembali setelah anda melakukan evaluasi program? Program Promosi Kesehatan khususnya? Pertanyaan Proses 4. Bagaimana visi dan misi anda dalam memimpin dan selaku penanggung jawab dalam program-program yang ada dipuskesmas Kembangan ini termasuk program promosi kesehatan ini?.70 mempengaruhi kesehatan individu. Pihak mana saja yang terkait penting dalam pelaksanaan program promosi kesehatan ini? . Pertanyaan Input 1.(Blum.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). metode yang ada di Puskesmas ini untuk program promosi kesehatan? 3. Bagaimanakah sumber daya.Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.

: Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Promosi : Bapak M.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.(Blum. .Itulah sebabnya. kelompok atau masyarakat.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Thamrin : Koordinator Program Promosi Kesehatan dan Implementasi di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kembangan.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. 1974).mental.

Bagaimanakah proses Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 11. 7. Pertanyaan Input 1. 3. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan dalam Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 10.juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. 5. 6.Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Bagaimana Kembangan? Apakah saja tugas pokok dari promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Tolong anda jelaskan sumber dana yang mendukung program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Metoda apa saja yang digunakan dalam pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Apakah para petugas promosi kesehatan ini telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang memadai? Media komunikasi apa saja yang digunakan dalam program promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? Pertanyaan Proses 9. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? perkembangan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan .70 kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. 2. 4. 8.

sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.70 Pertanyaan Output 12. Bagaimanakah proses kegiatan yang telah dilakukan oleh seksi promosi kesehatan selama ini? 13. Hambatan apa saja yang ditemukan dalam proses pelaksanaan promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan? 15. Bagaimanakah penyuluhan kesehatan didalam dan diluar gedung Puskesmas Kecamatan Kembangan ini? 14. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Maria C.Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Produk mandiri apa saja yang telah dihasilkan oleh program promosi kesehatan ini?dan mekanisme pelaporan? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. : Kepala Puskemas Kelurahan Meruya Selatan I. . mental.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Dr.Itulah sebabnya.

70 Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974). Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan,juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya Pertanyaan Input 1. Apakah tugas pokok dari Promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 2. Bagaimanakah struktur tenaga pelaksana (SDM), Kapasitas Sumber Daya, Biaya, Metoda, Sasaran promosi kesehatan di Puskesmas Kelurahan Meruya Selatan ini? 3. Apakah petugas promosi kesehatan telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan yang memadai dari pusat ataupun secara mandiri? 4. Apakah ada program mandiri selain yang di berikan dari pusat untuk program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan ini? Pertanyaan Proses 5. Bagaimanakah kemitraan dan kerjasama yang dilakukan oleh seksi Promosi kesehatan di Puskesmas Kecamatan Kembangan?

70

Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka

TINJAUAN

PELAKSANAAN

PROGRAM

PROMOSI

KESEHATAN

DI

PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Nama Narasumber Jabatan dan fungsi Puskesmas Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa, sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Hal ini berarti bahwa kesehatan :Safrida,SKM. : Pelaksana Program Promosi kesehatan diPuskemas Kelurahan Meruya Selatan I. : Kecamatan Meruya Selatan I Jakarta Barat.

70 seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik, mental, dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi.Itulah sebabnya, maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok atau masyarakat. (Blum,1974).Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan, juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya.

Pertanyaan Input 1. Bagaimanakah perkembangan dari program promosi kesehatan di puskesmas kelurahan Meruya Selatan I? 2. Bagaimanakah keadaan diPuskesmas ini mengenai sumber daya, biaya, tenaga, metoda, data, sasaran, dan komitmen? Pertanyaan Proses 3. Bagaimanakah proses dari Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan di dalam Puskesmas ini? 4. Bagaimanakah kemitraan yang dilakukakan oleh antar maupun intra sektor di dalam pelaksanaan promosi kesehatan? Pertanyaan Output 5. Apakah hasil yang dicapai dari pelaksanaan program promosi kesehatan ini?

70 6. : Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat. S. Apa saja kegiatan promosi kesehatan yang ada baik diluar gedung maupun didalam gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber Jabatan dan fungsi Kantor : Koordinator Seksi Promosi Kesehatan. .Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN : Bapak Ecep. Bagiamanakah mekanisme pelaporan dari program promosi kesehatan ini? 8. Adakah kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan promosi kesehatan? 7.

Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Bagaimana struktur tenaga pelaksana (SDM) yang memenuhi kriteria dalam promosi kesehatan? 4. Pertanyaan Input 1. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.70 Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Bagaimanakah perkembangan promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 2. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh.(Blum. Itulah sebabnya. Metode apakah yang digunakan dalam promosi kesehatan ini? 6. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Apa saja tugas pokok dari promosi kesehatan? 3. Sarana apa saja yang dimiliki seksi promosi kesehatan untuk kegiatan yang dilakukan baik di luar maupun didalam gedung? 5. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). kelompok atau masyarakat. 1974). Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Bagaimanakah sistem pendanaan yang digunakan dalam promosi kesehatan di wilayah kerja Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? . mental.

Bagaimanakah proses Bina Suasana yang dilakukan didalam Suku Dinas kesehatan Jakarta Barat? 10. Bagaimanakah kerjasama dan kemitraan yang dilakukan baik internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? Pertanyaan Output 12 Bagaimanakah dengan hasil akhir dari promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 13 Bagaimanakah dengan mekanisme pelaporan promosi kesehatan di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat ini? 14 Bagaimanakah dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam ataupun diluar gedung? Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Bapak Ardali. Bagaimanakah proses Gerakan Pemberdayaan yang dilakukan didalam Suku Dinas Kesehatan? 11. Bagaimanakah yang menjadi kriteria sasaran yang akan menjadi tujuan diterapkannya promosi kesehatan? Pertanyaan Proses 8.70 7. Bagaimanakah proses Advokasi yang dilakukan di dalam Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat? 9. .

Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2. 1974). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. 1. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? . Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. mental. Itulah sebabnya.(Blum. juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). kelompok atau masyarakat.70 Jabatan dan fungsi : Ketua rukun tetangga Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

.70 Universitas Muhammadiyah Profesor Dr.Hamka “ TINJAUAN PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DI PUSKESMAS KECAMATAN KEMBANGAN JAKARTA BARAT TAHUN 2008” Narasumber : Ibu Brenda.

70 Jabatan dan fungsi : Kader kesehatan Latar Belakang: Kesehatan adalah suatu keadaan sejahtera badan dan jiwa.sosial serta memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Adakah kekurangan pemerintah dalam program promosi kesehatan menurut anda? 4. maka kesehatan itu bersifat holistik dan atau menyeluruh. Promosi kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan.(Blum. 1. Itulah sebabnya. Apakah anda merasa cukup puas terhadap pelayanan mengenai program promosi kesehatanyang sudah dilakukan petugas? 8. Penyakit apakah yang paling sering diderita oleh masyarakat di sekitar wilayah ini? 3. Hal ini berarti bahwa kesehatan seseorang tidak hanya diukur dari aspek fisik. Hal ini berarti bahwa promosi kesehatan adalah kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan baik di dalam masyarakat sendiri maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Apakah wilayah anda sering dikunjungi oleh petugas kesehatan? 2 . 1974). mental. Berapakah jumlah kader dan insentif yang diterima perbulannya dan apakh sering diadakannya pelatihan? . juga mempunyai dua sisi seni yakni praktisi atau aplikasi promosi kesehatan (Di Indonesia sering disebut penyuluhan kesehatan). Promosi kesehatan harus mencakup pula upaya perubahan lingkungan. Perilaku merupakan faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu. Bagaimanakah penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian masyarakat diwilayah ini? 5. kelompok atau masyarakat. Adakah langkah mandiri yang sudah dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat dalam hal kesehatan di wilayah ini? 7. dan sosial saja tetapi juga diukur dari produktifitasnya dalam arti mempunyai pekerjaan atau menghasilkan secara ekonomi. Apakah sering diadakannya pengkontrolan berkala oleh petugas kesehatan diwilayah ini? 6.

Informan e Hm.lebih dari 17 tahun dek intisari Lama bekerja para koordinator lebih dari 5 tahun bisa . Informan d Kayanya lebih dari 10 tahun deh.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA koordinator Promkes No Variabel 1 Lama bekerja Informan b Sudah cukup lama ya kirakira lebih dari 22 tahunan.

Saya merasa memang yang sudah ada cukup banyak sih tetapi yang mengikuti pelatihan dan yang mempunyai pengetahuan di bidang ini masih kurang ya. Para koordinator mengetahui pengertian dari promosi kesehatan. Tenaga SDM yang ada cukup dari segi jumlah namun belum dari segi kualitas.hanya saja dari segi kualitas kurang memadai karena bukan bidang promosi pada awalnya.70 sudah memiliki banyak pengalaman kerja. Saya merasakan bahwa peralatan yang ada baik di Puskesmas kecamatan dan kelurahan sudah 5 Fasilitas dan sarana Kalo media yang ada di puskesmas ini untuk kegiatan promosi kesehatan itu papan informasi 2 buah. meski ada rencana untuk merekrut tenaga honorer di bidangnya tetapi terbentur dana. 2 Pengertian promosi kesehatan. Tenaga SDM Masukan /input Saya rasa tenaga kerja dipuskesmas kelurahan meruya cukup ya. Fasilitas dan sarana di masingmasing tempat sudah mencukupi . 4. 3 Pentingnya promosi kesehatan Yaitu kegiatan yang dilakukan didalam dan luar gedung puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Itu merupakan hal penting dalam segala hal untuk mewujudkan tujuan utama di puskesmas Kalo menurut saya SDM untuk keseluruhan baik di puskesmas kelurahan dan kecamatan cukup banyak ya sekitar 144 orang termasuk kadernya hanya saja terhambat oleh double desk job yang sama banyak. Jumlah dari masing-masing media untuk program promosi kesehatan yang Itu kegiatan yang berfungsi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Program yang ada di awal rencana setiap kegiatan di puskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Promosi kesehatan adalah hal yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat Itu hal yang penting yang dilakukan saat awal perencanaan kegiatan kesehatan Promosi kesehatan merupakan hal yang penting dalam kesehatan masyarakat..

leaflet 57 lembar sama poster 5 buah yang ada di dinding puskesmas. Pendanaan tidak ada yang diperuntukan untuk promkes Memang tidak ada dana yang khusus dialokasikan pada promosi kesehatan hal ini dipandang karena promkes adalah bagian dari semua aspek kegiatan kesehatan yang ada.hanya APBD. tape recorder1 buah. 6 Dana Kalo soal dana tidak ada anggaran khusus untuk ini.70 ada di puskesmas kecamatan kembangan adalah flipchart 1 buah. leaflet 89 lembar. mic 1 buah. Saya nilai cukup banyak peralatan yang ada di sini cukup memadai ya. papan informasi yang ditempel di dinding puskesmas 4 buah. karena saya pasti berkunjung untuk melihat kegiatan diluar atau dilapangan hanya saja butuh lebih diperhatikan perawatannya. Menurut saya semua memang sudah lumayan ada tapi ada baiknya bila di perbanyak masing-masing 1 buah lagi untuk mencakup sasaran yang lebih besar. hanya dari Untuk anggaran promosi kesehatan tidak ada dana khusus hanya dari APBD. hanya saja kurang dari segi perawatannya. . OHP 1 buah. trus poster kesehatan 8 buah.

APBD saja. 8 Strategi promosi Disini dikenal kesehatan sebagai ABG atau advokasi bina suasana gerakan pemberdayaan dan kemitran Kita mengikuti perencanaan awal.70 7 Data Dari SP2TP dan Data itu ada laporan form dalam SP2TP dan pertriwulan. Data semua dari peloparan mulai tingkat puskesmas kelurahan sampai dengan puskesmas kecamatan direkap dalam SP2TP ditambah dengan form yang wajib diisi pertriwulan Istilah kita adalah ABG untuk strategi dasar plus kemitraan. 10 PHBS yang ada salah satunya adalah program PHBS sudah diterapkan di lingkungan . untuk mudah mengingat dengan begitu mudah mengamalkan Kita memang mengambil masyarakat sebagai sasaran utama dengan alasan melihat tujuan utama dari promkes adalah meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri baik secara mandiri maupun dengan bantuan petugas Semua PHBS yang ada disini dilihat dari Semua data terdapat dalam SP2TP dan pengisisan form tiga bulan sekali. form yang tiga bulan sekali. lebih Sasaran yang ada memang lebih kepada masyarakat secara umum melalui kader dan petugas kesehatan yang berwenang di bidangnya Sasaran dibagi dibagi dalam kegiatan diluar dan dalam gedung puskesmas.menggunakan ABG Strategi sudah menggunakan yang menjadi pedoman pelaksanaan promkes. 9 Sasaran promosi Sasaran kita kesehatan memang diperuntukan untuk masyarakat yang berobat ke sini dan masyarakat diluar gedung ini melalui pemberdayaan kader dan sosialisasi program kesehatan PHBS PHBS yang sudah ada.

dan pemberdayaan masyarakat Advokasi merupakan bagian yang penting dan salah satu bagian dari strategi promosi kesehatan bagi para stake holders. anak sekolah dan melalui penyuluhan seberapa besar perkembangan yang sudah terlihat. sesederhana mungkin kita memberikan contoh agar bisa dilakukan oleh mereka seharihari. . sehingga minat sasaran akan tertarik pada program promosi kesehatan ini Bina suasana memang hal yang sama penting karena ini adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mencapai Bina suasana merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan kondusif dalam proses melaksanakan promkes. tujuan awal umum. lingkungan kerja.70 dikembangkan dalam pelaksanaannya . promkes adalah sekolah dan meningkatkan kerja. Proses Advokasi merupakan salah satu bagian dalam menjalankan strategi promosi kesehatan. 12 Bina suasana Bina suasana memang sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang kondusif. tempat umum. kesehatan masyarakat yang berada dibawah ruang lingkup kerja kita. Advokasi adalah satu kesatuan dalam strategi promosi kesehatan yang tidak dapat dipisahkan dengan bina suasana. seperti anak sekolah. 11 Advokasi Advokasi merupakan strategi yang digunakan untuk pendekatan terhadap stake holders dan masyarakat untuk mempermudah jalan mencapai tujuan Bina suasana dibutuhkan karena seseorang akan merubah diri menjadi lebih baik bila lingkungan sosialnya mendukung.

puskesmas harus juga memperhatikan kondisi situasi khususnya sosial budaya setempat Kemitraan juga cukup penting karena satu program tidak akan berdiri sendiri. stakeholders dan pihak lain yang mendukung tercapainya tujuan promosi kesehatan Kemitraan di lintas sektoral dibutuhkan untuk mencapai tujuan promkes dengan hal yang mendasar yaitu saling terbuka. promosi baik maupun gedung untuk sasaran mampu perilaku lebih secara Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung ini memang membutuhkan lebih banyak tenaga kader untuk berkerjasama tetapi dengan Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung diperuntukan untuk sasaran yang jarang mengunjungi puskesmas. Gerakan pemberdayaan adalah salah satu cara mendidik masyarakat untuk lebih mandiri sesuai dengan sasarannya. Gerakan pemberdayaan adalah upaya pendekatan yang dilihat dari karakteristik penduduk setempat. keluarga dan masyarakat.keluarga dan masyarakat. entah itu pendekatan individu. Gerakan pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk mendidik masyarakat lebih mandiri sesuai dengan karakteristik sasarannya. 15 Kegiatan promkes di luar gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan diluar gedung memiliki tujuan untuk menjangkau lebih luas sasaran yang berada di ruang lingkup wilayah Output Semua kesehatan diluar didalam bertujuan memcapai yang merubah menjadi sehat mandiri. menghargai. apakah individu.70 tujuan. Kemitraan disini bukan saja didalam instansi yang terkait tapi juga tokoh masyarakat. tetap membutuhkan kader dan petugas kesehatan. 13 Gerakan pemberdayaan Gerakan pemberdayaan biasanya dibagi 3. membutuhkan banyak kerjasama antar lintas sektoral. 14 Kemitraan Kemitraan memang dibutuhkan dalam segala hal yang mendasar bagaimana program bisa sukses tanpa bantuan pihak lain. .

dan pengambilan leaflet gratis mengenai kesehatan MATRIKS HASIL WAWANCARA . tempat kerja. Kegiatan promosi dalam puskesmas adalah bagaimana sasaran atau pengunjung yang datang ingin tahu dan merubah perilaku hidup lebih sehat.70 kerja puskesmas ini. Kegiatan promkes di dalam diperuntukan untuk sasaran yang mengunjungi puskesmas 16 Kegiatan promkes di dalam gedung puskesmas Kegiatan promosi kesehatan dalam gedung dilakukan dengan berbagai cara baik itu penempelan poster. dengan cara menempelkan poster dan menyebarkan leaflet yang menarik untuk dibaca. dan dibaca. sekolah. bisa melalui UKS. kunjungan kerumah. harapan mendapatkan jumlah sasaran yang meningkat dari segi derajat kesehatannya. Kegiatan yang dimaksudkan disini adalah bagaimana kita mengoptimalkan tempat yang sudah tersedia agar lebih efisien dengan sasaran utama adalah pengunjung puskesmas dan menempatkan sarana promkes itu pada tempat yang strategis untuk dilihat. dan lain sebagainya.

3 Pentingnya promkes Kedua kepala puskesmas tersebut telah mengerti pentingnya kedudukan promosi kesehatan. Tenaga SDM dalam program promkes sudah cukup hanya saja butuh diberikan pelatihan untuk tenaga yang baru. Fasilitas dan sarana sudah 4 Tenaga SDM Menurut saya tenaga yang menangani promkes ini cukup hanya saja perlu di berikan pelatihan lagi 5 Fasilitas dan sarana Saya lihat cukup lengkap . Sangat penting untuk segala tindakan awal perencanaan kegiatan yang ada di puskesmas. Kedua kepala puskesmas tersebut sudah mengerti pengertian dari promkes. sudah lebih dari 17 tahun ya mbak Informan c Sudah sekitar kurang lebih 23 tahun lumayan lama juga ya intisari Masa kerja kedua kepala puskesmas tersebut menunjukan adanya pengalaman kerja yang mencukupi. Saya rasa cukup lengkap Promosi kesehatan itu program yang ada dipuskesmas untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Promosi kesehatan itu sangat penting karena sebagai ujung tombak dari semua perencanaan yang ada di puskesmas. Saya berfikir sumber daya manusia disini khusus menangani itu sudah cukup ya. buktinya tidak ada masalah yang berarti sekali muncul.70 Kepala Puskesmas No Variabel 1 Lama bekerja Informan a Hm. 2 Pengertian promosi kesehatan Adalah salah satu program yang ada di setiap puskesmas kecamatan dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.

kemitraan. Data dari laporan harian lalu direkap jadi bulanan lalu ditambah pertriwulan. gerakan pemberdayaaan masyarakat. Dana tidak ada yang memang diperuntukan untuk promkes. Data yang diambil dari SP2TP dan form pertri wulan.ya ABG plus kemitraan itu. Strategi promkes ya. PHBS dalam ruang lingkup kita itu antara lain membina perilaku sehat Sasaran kita berfokus pada masyarakat dalam lingkup wilayah kerja yang sudah ditentukan PHBS yang ada disini merupakan program yang sudah ada dan PHBS yang ada sudah diterapkan dalam masyarakat . dirasa cukup hanya saja membutuhkan perhatian dalam perawatannya. ya hanya saja lebih butuh dirawat agar lebih awet saja. 7 Data Data semua dari SP2TP dan form per tiga bulan.70 ya dik karena semua bisa digunakan meski sedikit tapi masih layak pakai. Sasaran promkes terbagi 2 yaitu kegiatan didalam dan diluar gedung 8 Strategi promosi kesehatan Strategi dasar yang kita gunakan adalah ABG. 6 Dana Dana ya. bina suasana. Strategi yang ada dan telah digunakan adalah advokasi. Dana yang diperuntukan khusus untuk promkes belum ada. setahu saya tidak ada dana khusus yang dialokasikan ke promosi kesehatan. 9 Sasaran promosi kesehatan 10 PHBS Sasaran kita lebih ke masyarakat yang mengunjungi pkm maupun yang ada dilapangan.

masyarakat yang menjadi sasaran tujuan dilakukan promkes. melalui kader dan petugas kesehatan.. tetap dilakukan baik melalui kader maupun petugas kesehatan. .70 pada usia sekolah.

Kalo PHBS kaya cuci tangan. . Penyakit yang ada disini yang paling sering ya batuk. sikat gigi setelah makan sudah dilakukan dan Informan g Saya rasa ya mbak cukup sering juga ya para petugas datang ke daerah binaannya dan melakukan penyuluhan kesehatan.. PHBS yang ada di lingkungan kita ya seperti sikat gigi.70 MATRIKS HASIL WAWANCARA Kader kesehatan dan ketua RT No Variabel 1 Intesitas kunjungan penyuluhan oleh petugas kesehatan Informan f Kalo menurut saya mah mbak kunjungan para petugas kesehatan sudah cukup sering meski kadang-kadang ada aja petugas yang hanya sekedar menjalankan tugasnya jadi agak kurang komunikasi. panas jarang sekali ada penyakit yang berat sekali. 3 Kekurangan pemerintah dalam melaksanakan promkes 4 Penerapan PHBS dalam lingkungan keseharian. dan cuci tangan lalu ada Masalah kesehatan yang paling sering terjadi adalah ISPA. 2 Masalah kesehatan yang sering terjadi di wilayah tersebut. pilek. Kekurangan yang sering dirasa sebagian tokoh masyarakat ini adalah kurangnya komunikasi dan insentif yang mencukupi. Kadang kurang komunikasi ya mbak petugas kesehatannya dengan masyarakat jadi kaya sekedar melakukan kewajiban saja. Kalo dari para kader ya kurang upahnya ya mbak tapi karena kita kerja sosial jadinya kita sukarela juga sich. Intisari Kunjungan petugas kesehatan dirasa cukup sering meski ada personil petugas yang dirasa kurang komunikatif.pilek dan demam kalo penyakit serius kaya jantung itu sich jarang. Penerapan PHBS sudah disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit yang sering sekali ada ya seperti batuk.

. Kunjungan untuk pengontrolan yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan jadwal yang ada.70 kalo jajanan disekolah dipantau dari guru-guru sekolah. Cukup sering si mbak sekalian penytuluhan kesehatan yang lain jadinya menanyakan perkembangan yang kemarinkemarin. menguras bak. program imunisasi dan kesehatan gigi di sekolahsekolah dasar. kalo saya pribadi melakukan seperti yang di ajarkan petugas kesehatan kaya bersih-bersih rumah. makan sayuran gitu mbak. Kalo saya suka ada kerja bakti dan fogging trus rapat bapak-bapak untuk membahas rencana kesehatan kalo ada yang kena penyakit tapi 6 Langkah mandiri yang sudah diterapkan Kalo di daerah sini ya kerja bakti ya mbak trus ibu-ibu pkk suka Bantu imunisasi dan anak-anak remaja sering olahraga trus bantu bapaknya kerja bakti deh.meski belum semua rumah seperti itu. 5 Pengontrolan berkala oleh petugas kesehatan Pengkontrolan oleh petugas kesehatan terhadap program mereka ya cukup sering datang sesuai jadwal pembagian mereka mungkin mbak. Langkah mandiri masyarakat adalah kerja bakti dan pemeliharaan sanitasi lingkungan rumah tinggal.

bersih rumah masingmasing 7 Tingkat kepuasan terhadap pelayanan promkes Saya sebagai ketua RT sudah cukup puas ya mbak dengan promosi kesehatan hanya ditambahkan saran sedikit biar petugas kesehatannya lebih ramah dan lebih sering datang untuk visit home. perlu ditambahkan komunikasi efektof pada petugas dan insetif bagi kadernya. Jumlahnya Jumlah kader sekitar 8 kader ada 8 orang per wilayah trus masing-masing kalo uang diberikan upah sekitar 17.000 rupiah rupiah per perbulan.000 17. pilek jadinya sering saya minta bersih. Saya sih melihatnya agar tambah menarik ditambahkan acara permainan dan snack yang enak trus upah uang buat kadernya gitu mbak. bulan dan pelatihan hanya bila petugas mengadakan ya kita ikut mbak. 8 Jumlah kader dan insentif yang diberikan serta pelatihan untuk promkes - .70 sering yang kena kaya batuk. Tingkat kepuasan dinilai cukup dalam pelayanan program promosi kesehatan ini di wilayah kerja puskesmas kecamatan dan pembantu.

Matriks wawancara informan internal Lampiran 5. . Lampiran 4. Lampiran 3. Lampiran 6. Peta kecamatan kembangan kodya Jakarta Barat. Organogram pukesmas pembina kembangan tahun 2007. Matriks hasil wawancara informan.70 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Lampiran 2. Matriks wawancara informan eksternal. Pedoman wawancara informan Lampiran 7. Rekapitulasi laporan kegiatan penyuluhan promosi kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful