P. 1
Contoh Surat Perjanjian Gadai

Contoh Surat Perjanjian Gadai

|Views: 525|Likes:

More info:

Published by: Ginanjar Pranatha Putra on Aug 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

Contoh Surat Perjanjian Gadai

Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Umur : Pekerjaan : Alamat : No KTP/SIM : Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut pihak pertama. 2. Nama : Umur : Pekerjaan : Alamat : No KTP/SIM : Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut pihak kedua. Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian gadai yang syarat dan ketentuannya diatur dalam 5 pasal sebagai berikut. Pasal 1 Pihak pertama menyatakan bahwa mobil yang digadaikan merupakan hak milik sah pihak pertama dan menyerahkan BPKB yang dimaksud setelah perjanjian ini ditandatangani. Pasal 2 Perjanjian gadai ini dilangsungkan untuk jangka waktu tanggal .. dan berakhir tanggal .

bulan tahun

., terhitung sejak

Pasal 3 Pihak pertama dikenakan bunga sebesar .% ( persen) per bulan selama jangka waktu perjanjian yang harus dibayarkan secara keseluruhan dengan utang pokok pihak pertama saat perjanjian ini berakhir. Pasal 4 Apabila pada waktu perjanjian berakhir, pihak pertama tidak dapat melunasi uang gadai beserta bunganya maka pihak kedua berhak untuk melakukan lelang atas sebuah mobil yang telah digadaikan tanpa meminta persetujuan pihak pertama dan pihak pertama tidak berhak mengajukan tuntutan apapun kepada pihak kedua.

Dibuat di : Tanggal : Pihak Pertama . . Surat perjanjian gadai ini dibuat di atas kertas bermaterai secukupnya yang ditandatangani dan dibuat rangkap dua dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Pihak Kedua Saksi-Saksi . serta masing-masing dipegang oleh pihak pertama dan pihak kedua.Pasal 5 Apabila di kemudian hari selama masa pelunasan uang gadai terjadi perselisihan maka kedua belah pihak sepakat untuk melakukan musyawarah dan bila perselisihan tidak dapat dilakukan secara musawarah maka masalah ini akan diselesaikan secara hokum sesuai ketentuan yang berlaku..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->