P. 1
Proposal PTK Matematika

Proposal PTK Matematika

|Views: 2,006|Likes:
Published by Rizki Gaul

More info:

Published by: Rizki Gaul on Aug 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2012

pdf

text

original

PTK Matematika - Kuningan

UPAYA MENINGKATAKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN STATISTIKA PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA SISWA KELAS IX SEMESTER I SMPN 5 KUNINGAN

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Disusun oleh : Liseu Kurniati,S.Pd

SMPN 5 KUNINGAN

2010

JUDUL UPAYA MENINGKATAKAN DENGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA MODEL

MENGGUNAKAN

PEMBELAJARAN JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN STATISTIKA

peserta didik memiliki ketangguhan. Model pembelajaran yang dianggap lebih efektip untuk pembelajarn Statistika adalah model Jigsaw. Begitu pula dalam statistika setiap tiem memecahkan satu permasalahan setelah permasalahan diselesaikan kemudian saling . Mendasarkan diri pada pandangan Konstruktivisme Kurikulum 2004 di desain menggunakan pendekatan berbasis kompetensi. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapain kompetensi peserta didik untuk bertahan hidup.Perkembangan dan perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan system pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan jaman tersebut. Oleh karena itu diperlukan penyempurnaan kurikulum sekolah yang berbasis pada kompetensi peserta didik. Sumber belajar yang digunakan dalam mewujudkan kondisi belajar yang menyebabkan terjadinya belajar pada siswa. kesehatan. Model pembelajaran KBK mendorong siswa mengkontruksi pengetahuan dan pemahaman sendiri. Atas dasar tuntutan mewujudkan masyarakat seperti itu di perlukan upaya peningkatan mutu pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya. serta seni dan budaya. prilaku.Dengan demikian. yaitu suatu rencana yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. kemandirian dan jati diri yang dikembangkan melalui pembelajaran dan atau pelatihan yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. yakni aspek-aspek moral.LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. berbangsa. Salah satu komponen CTL ada pemodelan. budi pekerti. dan bernegara di Indonesia tidah terlepas dari pengaruh perubahan global. Berdasarkan hal tersebut pendekatan yang sesuai dengan KBK yaitu pendekatan CTL. menyesuaikan diri. pengetahuan. Dalam pembelajaran jigsaw siswa belajarkooperatif (kerja sama) dengan sesama teman. Kelebihan jigsaw adanya kelompok (tiem) ahli yang membahas satu masalah sampai benar-benar dipahami anak. dan berhasil di masa datang. keterampilan dan seni. yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya dalam kehidupan mereka. akhlak.

dalam menjelaskan gagasan Penulis merasa proses belajar mengajar tidak selalu berjalan lancar. Berdasarkan hal itu. . 3. jadi kelebihan anak mengkonstruksikan pengetahuan dan pemahamannya sendiri. mengukur. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan masalah latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya. Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen. penyimpangan arah dalam operasionalnya dan pembicaraan masalah lebih tepat sasaran. perbedaan konsisten dan inkosistensi . Sehingga siswa merasa bosan. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan yang dituntut dalam Kurikulum Berbasis gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan. grafik. Salah satu caranya yaitu dengan menumbuhkan rasa keberanian siswa agar siswa bisa memecahkan masalah-masalah dengan proses berpikir kelompok. misalnya melalui kegiatan penyelidikan. Mengembangkan kemampuan pemecahan masalah 4. Melatih cara berpikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. eksperimen. dalan penelitian ini adalah : Apakah model pembelajaran Jigsaw dalam pembelajaran Statistika dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematika siswa ? Mengingat luasnya permasalahan diatas dan untuk menghindari kekeliruan. maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk memecahkan permasalahan tersebut. maka peneliti membatasi penelitian ini pada materi kelas IX semester 5 dengan pokok bahasan Statistika. peta. Tujuan pembelajaran matematika Kompetensi ( KBK ) adalah: 1.memberi informasi. membuat prediksi dan dugaan. rasa ingin tahu. orisinil. serta mencoba-coba. diagram. eksplorasi. catatan. jenuh dan bagi sebagian siswa ia merasa tertekan karena selalu didikte dan tidak diberikan kesempatan untuk memecahkan masalah yang diberikan gurunya. menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya melalui materi pengukuran dan giometri. menunjukan kesamaan. ALASAN PEMILIHAN MASALAH Matematika sekolah berfungsi mengembangkan kemapuan menghitung. Penyebabnya guru selalu menggunakan metode yang sama pada setiap pertemuan. 2.

Tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran model Jigsaw Aktifitas siswa dalam penerapan pembelajaran model Jigsaw meningkat. Untuk mengetahui aktifitas siswa dalam penerapan pembelajaranJigsaw. PERTANYAAN PENELITIAN Rumusan masalah di atas dapat dijabarkan melalui beberapa pertanyaan berikut ini : Apakah model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan pemahaman matematika siswa ?. Dengan metode yang membuat siswa lebih senang dan nyaman dalam belajar diharapkan siswa lebih termotipasi dalam mempelajari matematika. Apakah aktifitas siswa dalam penerapan pembelajaran modelJigsaw meningkat ?. Secara khusus. tujuan dari penelitian ini adalah menguji aktifitas pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajarnJigsaw melalui penelitian tindakan kelas. tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kemampuan pemahaman matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaranJigsaw dalam pembelajaran Statistika . Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw terhadap hasil belajar siswa. maka pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Jigsaw digunakan sebagai salah satu alternative untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. TUJUAN PENELITIAN Secara umum. Kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan bagi siswa akan membuat siswa memahami materi lebih dalam dan ingat lebih lama. HIPOTISIS PENELITIAN Model pembelajaran Jigsaw dalam pembelajaran statistika dapat meningkatkan kemampuan siswa. Jika ternyata penelitian ini menunjukan hasil yang baik. Bagaimana tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran model Jigsaw ?. MANFAAT PENELITIAN . Untuk mengetahui tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran model Jigsaw.Dengan belajar berkelompok ini biasanya siswa lebih berani mengungkapkan pendapat Tanya jawab antar siswa atau bahkan memberikan sanggahan.

Mengembangkan kreativitas peserta didik. kontekstual. efisien dan bermakna. yang berisi skenario tahap-demi tahap tentang apa yang dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipejarinya. Menyediakan pengalaman belajar yang beragam. Bermuatan nilai. efektif. peradaban. logika dan kinestetika. kegiatan pembelajaran perlu : Berpusat pada peserta didik. Dalam hal ini kegiatan pembelajaran mampu mengembangkan dan meningkatkan kompetensi. Dengan demikan. kepemimpinan. etika. Langkah-langkah pebelajaran CTL dalam kelas adalah sebagai berukut : . Pelaksanaan kegiatan pembelajaran menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajarn yang menyenangkan. memahami.Untuk menumbuhkan dan mengembangkan motivasi belajar siswa dalam mempelajari matematika. Kegiatan pembelajaran mengembangkan kemampuan untuk mengetahui. solidaritas. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. dan mengaktualisasikan diri. Pemberdayaan diarahkan untuk mendorong pencapaian kompentensi dan perilaku khusus supaya setiap individu mampu menjadi pelajar sepanjang hayat dan mewujudakn masyarakat belajar. kemandirian. khususnya guru matematika untuk berusaha memilih model yang paling tepat dalam mempelajari matematika. sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Untuk memberikan masukan bagi sekaloh dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan matematika. estetika. hidup dalam kebersamaan. Menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. Sebagai masukan bagi guru. melakukan sesuatu. empati. dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Kegiatan perlu pembelajaran memberdayakan semua potensi didik untuk menguasai kompentensi yang diharapkan. Pembelajaran Kontektual Dalam pembelajaran kontekstual. STUDI LITERATUR Kegiatan Pebelajaran Kegiatan pebelajaran diselenggarakan untuk membentuk watak. kreativitas. kerjasama. toleransi dan kecakapan hidup peserta didik guna membentuk watak serta meningkatkan peradaban dan martabat bangsa.

Sebagai contoh pengklasifikasian berdasarkan tujuan.Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara !. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya !. Lakukan refleksi di akhir pertemuan !. dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya !. Ciptakan ³masyarakat belajar´ ( belajar dalam kelompok-kelompok) !. menemukan sendiri. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik !. Pada model pengajaran kooperatif siswa perlu berkomunikasi satu sama lain. Macam-macam model pembelajaran : Examples Non Examples Picture And Picture Membered Heads Together Cooperative Script Kepala Bernomor Struktur Student Teams ± Achievement Division (STAD) Jigsaw (Model Tim Ahli) Problem Based Introduction (PBI) Artikulasi Mind Mapping Make-A Match Think Pair And Share De Bate Role Playing . Model Pebelajaran Model-model pengajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan : tujuan pembelajaranya. Akan tetapi model ini tidak sesuai bila digunakan untuk mengajarkan konsep-konsep matematika tingkat tinggi. pengajaran langsung merupakan suatu model pengajaran yang baik untuk membantu siswa memepelajari keterampilan dasar seperti tabel perkalian atau untuk topik-topik yang banyak berkaitan dengan penggunaan alat. Hadirkan ³model´ sebagai contoh pembelajarn !. pola urutanya dan sifat lingkungan belajarnya. sedangkan pada model pengajaran langsung siswa harus tentang dan memperhatikan gurunya.

Pembelajaran yang termasuk kooperatif learning diantaranya Jigsaw.Group Investigation Talking Stik Bertukar Pasangan Snow Ball Throwing Student Facilitator And Explaining Course Review Horay Explicit Intruction Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Model Jigsaw Dalam pembelajaran CTL Learning Community (masyarakat belajar ) merupakan hal yang harus diperhatikan. efektif dan menyenangkan. Tiap anggota dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan. yaitu School Based management (SBM). diantaranya pembelajaran dengan kooperatif learning. Guru memberi evaluasi.AJEL sangat populer dipadankan dengan istilah PAKEM (pembelajaran aktif. Program tersebut memuat tiga komponen. dilakukan dengan program The Creating Learning For Children (CLCC) program yang bekerja sama dengan UNESCO dan UNICEF. Menutup Pembelajaran yang Aktif. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian / sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru ( kelompok ahli ) untuk mendiskusikan sub bab mereka. Efektif dan menyenangkan Upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam sistem masyarakat yang terdesentralisasi (khusus untuk pendidikan dasar). Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sunguh-sungguh. Kreatif. Langkah-langkah : Siswa dikelompokan kedalam = 4 anggota tim Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda. Tiga komponen tersebut saling berkaitan dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajarn dengan model Jigsaw adalah pembelajaran yang menggunakan model tim ahli. kreatif. Community Participan (CP) dan Aktive. . Joyful and Efektive Learning (AJEL).

Bidang banyak dibedakan menjadi bidang banyak konveks (convex polyhedron) dan tidak konveks ( non- . yaitu bangun yang sama elemen pembentuk bagun tersebut terletak pada sebuah bidang datar. pengetahuan dan sikap bagi kehidupannya kelak. ekspresif. Bahan pelatihan ini terutama membahas bangunbangun ruang sisi datar saja yang disebut bangun ruang sisi banyak. maka bangun ruang itu disebut bidang banyak (planar body atau polyhedron .benda yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari sering merupakan gabunan dari berbagai bagun datar dan bangun ruang yang dipalajari di sekolah. Geometri yang dipelajari di sekolah terdiri dari geometri datar atau geomteri bidang ( plane geometry ) dan geometri ruang ( solid geometry ). menuliskan ide atau gagasan. Yang dibahasa hanya yang berupa luasan saja. terkondisi untuk terus berlanjut. maka akan mendorong peserta didik untuk menyenangi dan memotivasi mereka untuk terus belajar.mengajar dan membuat alat Bantu belajar. Dengan memberikan kesempatan peserta didik aktif akan mendorong kreativitas peserta didik dalam belajar maupun memecahkan masalah. Peserta didik akan kreatif. Jika suatu bangun ruang tertutup dibatasi seluruhnya oleh segibanyak (polygon ). Apabila suasana belajar yang aktif dan kreatif terjadi. Menyenangkan diartikan sebagai suasana belajar mengajar yang ³hidup´. mengungkapkan ide dan mendemonstrasikan gagasan atau idenya.AJEL atau PAKEM bertujuan untuk menciptakan suatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik dengan keterampilan-keterampilan.Kreatif diartikan guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar. mengajukan pertanyaan menantang dan mempertanyakan gagasan peserta didik. memberikan tanggapan. Geomtri bidang membahas bangunan-bangu-bangun datar. memberi umpan balik. Bangun ruang dapat berupa luasan dan bukan luasan. Benda. Guru harus menciptakan suasana sehingga peserta didik aktif bertanya. semarak. Bangun ruang adalah bangun yang sama elemen pembentuknya tidak seluruhnya tertelak pada sebuah bidang datar atau lengkung. Geometri ruang membahas bangun-bangun berdimensi tiga : bangun-bangun ruang dan bangun-bangun datar atau bagian-bagian bidang lengkung pembentuk atau unsur bangun raung tersebut. misalnya spiral. mungkin tidak tertutup. Bangun berdimensi tiga mungkin merupakan bangun tertutup. Aktifdiartikan peserta didik maupun guru berinteraksi untuk menunjang pembelajaran. dan mendorong pemusatan perhatian peserta didik terhadap belajar. hedron = permukaan ). Guru aktif akan memantau kegiatan belajar peserta didik. bila diberi kesempatan merancang/membuat sesuatu. bahkan menciptakan teknik-teknik mengajar tertentu sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan tujuan belajarnya. Kegiatan tersebut akan memuaskan rasa keingintahuan dan imajinasi mereka. Yunani : polys = bangun .

Missal diagram batang.Diagram garis digunakan untuk menggambarkan keadaan yang bersifat terus-menerus. Titk sudut merupakan titik persekutuan tiga atau lebih rusuk bangun ruang.Sample adalah sebagian dari populasi.Statistik dapat digunakan sebagai penduga parameter. Populasi mempunyai ciri yang khas yang disebut parameter. dan titik ujung rusuk merupakan titik-titik sudut bangun ruang tersbut.Dalam histogram tidak terdapat ruang diantara batang-batangnya. Segmen garis yang merupakan perpotongan dua bidang sisi disebut rusuk. diagram garis. Dalam pengertian yang luas Statistika diartikan sebagai ilmu yang mempelajari dan mengusahakan agar data mempunyai makna. Histogram adalah suatu jenis khusus dari diagram batang. sedangkan ilmu yang mempelajari pendugaan parameter dinamakan Statistika. Statistik dipakai untuk menyatakan ukuran sebagai wakil dari kumpulan data (hasil pengukuran) mengenai sesuatu hal. Sekelompok objek atau orang disebut populasi. Keseluruhan data yang akan dipantau disebut populasi. atau diagram lingkaran. Seringkali sarana dan prasarana yang tersedia memiliki keterbatasan sehingga tidak mungkin kita dapat mengumpulkan data tersebut secara keseluruhan. Bidang banyak disebut bidang konveks hanya jika setiap irisan terhadap bidang banyak itu menghasilkan segi banyak konveks. tetapi dapat pula dalam bentuk diagram. Statistika Pengertian Statistika selalu dihubungkan dengan ilmu yang berhubungan dengan angka atau sekumpulan angka yang dikenal dengan data.Diagram lingkaran adalah sajian data dalam bertuk lingkaran yang digunakan untuk menyatakan bagian dari keseluruhan jika data dinyatakan dalam persen dengan jumlah total 100%. Polygon yang membatasi polyhedron disebut bidang sisi atau secara singkat sisi (permukaan). Mau tidak mau setiap orang akan selalu berhubungan dengan data. atau kemampuan manusia yang terbatas.convex polyhedron ). Data yang dikumpulkan tentunya akan bergantung pada macam data serta sarana dan prasarana yang tersedia.Tinggi dari masing-masing batang menunjukan frekuensi . biaya yang tersedia. sedangkan sebagian dari seluruh data yang dipantau disebut sample dari populasi tersebut. biasanya kita hanya dapat mengumpulkan sebagian data yang diharapkan dapat mewakili keseluruhan data yang ada. sample juga mempunyai cirri sebagai penduga dari parameter yang disebut Statistik.Keterbatasannya bisa juga disebabkan dari waktu yang tersedia.Oleh karena itu.Di sekitar lingkungan kita berada selalu berkaitan dengan Statistik. Penyajian data tidak hanya dengan tabel atau daftar. Histogram digunakan untuk menunjukan sebaran atau distribusi frekuensi data tersebut.Diagram batang dapat digunakan untuk membandingkan jumlah.

Ukuran penyebaran data memberikan gambaran seberapa besar data menyebar dalam kumpulannya. Pada histogram lebar tiap persegi panjang mungkin tidak sama. jangkauanantar kuartil. PTK merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan. sehingga kondisi ini sangat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. serta untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan untuk mewujudkan tujuan-tujuan dalam proses pembelajaran tersebut. dipilih sekolahnya tersebut sebagai tempat penelitian karena peneliti sedang bertugas di sekolah tersebut dan peneliti sudah mengetahui lingkungan sekolahnya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMPN 5 Kuningan. Tindakan (action) diikuti oleh pengamatan (observation). dan varian. . yang ditujukan untuk memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan selama proses pembelajaran.dat tersebut. Dalam hal demikian.Melalui ukuran penyebaran kita dapat mengetahui seberapa jauh data-data menyebar dari titik pemusatannya. dan Refleksi (refleksion). Ukuran-ukuran penyebaran yang sering digunakan antara lain: range.Karena itu guru dapat melakukan penelitian tindakan kelas agar minat siswa terhadap pembelajaran dapat ditingkatkan. Dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. luas tiap persegipanjang menyatakan frekuensi kelas yang bersangkutan. yaitu : Perencanaan (planning). PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat refektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktekprakrek pembelajaran di kelas. PROSEDUR PENELITIAN PTK dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur siklus yang terdiri dari tiga tahap. Adapun yang akan menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX yang berjunlah 30 orang.

Lembar Observasi Lembar observasi ini adalah untuk mengobservasi siswa yang dilakukan pada setiap tindakan pembelajaran yang digunakan untuk mencari data suasana belajar. Tes ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penguasaan atau daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan dalam proses pembelajaran. LKS LKS adalah lembar duplikat yang dibagikan guru kepada siswa di satu kelas. Teknik menganalisis data tes formatif dan tes subsumatif dilakukan dengan rumus : Daya Serap Siswa (DSS) = Skor yang diperoleh x 100 % Skor Ideal Siswa dikatakan tuntas belajarnya apabila DSS • 65 % Daya Serap Kelas (DSK) = § Skor yang diperoleh x 100 % Seluruh Siswa Suatu kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila DSK • 85 % Nilai rata ± rata = Skor yang diperoleh x 100 % Seluruh Siswa Data hasil observasi aktivitas siswa dihitung dengan menjumlahkan aktifitas yang muncul dipresentasikan.PENGUMPULAN DATA Instrumen dalam penelitian ini adalah : Test Tes ini dilaksanakan setiap akhir pembelajaran satu sub pokok pembahasan (test formatif) dan dan pada akhir pembelajaran satu pokok bahasan (test sub sumatif). Lembar Angket Lembar angket ini diberikan kepada siswa pada akhir penelitian. . selanjutnya dilakukan analisis data. TEKNIK ANALISIS DATA Setelah data terkumpul dari hasil penelitian. untuk melakukan kegiatan (aktivitas) belajar mengajar. angket ini digunakan untuk mengetahui tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran model jigsaw.

Gambaran Guru Sebagai Fasilitator Belajar Siswa BEP.JADWAL RENCANA PENELITIAN N o 1 W aktu Kegiatan Persiapan penelitian (Menyusun proposal dll) Mengumpulkan data di lapangan Pengolahan dan analisis data Penulisan hasil penelitian Finalisasi dan pembahasan Sept Okt Nop Des Jan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 2 3 4 5 DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Shohibul Jakarta : Bagian proyek pengembangan Sistem dan pengendalian program Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendasmen. Jakarta : Proyek perluasan dan peningkatan murtu SMP. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi Matematika Buku I. Slamet. Pendidikan Bermutu Mendefinisikan Dan Mengevaluasi Mutu. M. Pembelajaran yang efektif dan menyenangkan Jakarta : Direktorat Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendasmen. Implemenytasi Kurikulum Berbasis Kompetensi Bandung : Balai pelatihan Guru Propinsi Jawa Barat Simposium Guru IV. Kahfi. 2002. Materi Pelatihan Terintegrasi Matematika Buku 3. Budiarto. 2002.karya tulis Ilmiah di bidang pendidikan angka kredit pengembangan profesi Guru. Model±Model Pembelajaran Jawa Barat : LPMP Kasi kurikulum Subdin SLTP. 2004. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat balai pelatihan guru. 2002. Materi Pelatihan Terintegrasi Matematika Buku 2.1995. Lambar Jakarta : Bagian proyek pengembangan system dan pengendalian program .2000. Menyusun Rencana Pembelajaran Kontekstual Bandung : BPG Propinsi Jawa Barat Depdiknas Dirjen Pendasmen . Jakarta : Direktorat Pendiddikan Guru Dan Tenaga Teknisi Pendidikan Dan Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendasmen . Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jawa Barat . 2003.2005. Kumpulan Kurikulum Berbasis Kompetensi Kuningan : Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan Mulyana. Mega Teguh Jakarta : Bagian proyek pengembangan Sistem dan Pengendalian Progarm Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendasmen.2001. 2004.

ANGKET PARTISIPASI SISWA PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA Berilah tanda ( ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan pendapat anda. Keterangan SS = ««««« S = ««««« TS = ««««« STS = ««««« NO PERNYATAAN SS S TS STS 1 Saya senang dengan pembelajaran Matematika seperti ini 2 Sausana pembelajaran seperti menyenangkan dari biasanya ini lebih 3 Pembelajaran seperti ini dapat menciptakan lingkungan yang tenang dan menggugah semangat Pembelajaran Matematika seperti ini membuat saya untuk aktif dan kreatif Saya tidak suka jika Saya harus menerangkan konsep yang Saya pahami kepada teman Saya Pembelajaran seperti ini membuat Saya tidak berani bertanya dan menjawab pertanyaan guru Pembelajaran seperti ini tidak memunculkan keberanian Saya untuk mengembangkan pendapat Pembelajaran seperti ini kurang menumbuhkan rasa percaya diri Saya dalam menyajikan 4 5 6 7 8 .

Isikanlah tanda cek ( ) pada kolom sangat baik (SB). sangat kurang (SK). No Aspek Asesmen 1 Frekwensi kehadiran Siswa 2 3 4 5 6 7 8 Disiplin Siswa Antusiasme belajar Siswa Keberanian Siswa dalam bertanya Keberanian Siswa dalam menjawab Keberanian Siswa dalam Berargumen Keberanian Siswa tampil didepan kelas Keharmonisan dengan Siswa hubungan antara Siswa SB B C K SK Observer. Cukup (C). Baik (B). (««««. Kurang (K).) . sesuai dengan aspek Asesmen.PEDOMAN OBSERVASI Asesmen Partisipasi Siswa Petunjuk Amatilah partisipasi Siswa dan suasana pembelajaran selama pembelajaran tanpa mengganggu kegiatan KBM.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->