P. 1
Perbedaan - Perbedaan Mendasar Antara Islam Dan Kekristenan - By Servants of the Lord

Perbedaan - Perbedaan Mendasar Antara Islam Dan Kekristenan - By Servants of the Lord

|Views: 74|Likes:
Published by Gilbert Hanz

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Aug 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

10/02/2012

pdf

1

Perbedaan-perbedaan Mendasar Antara Islam dan Kekristenan
Bagian 1
APAKAH ORANG MUSLIM DAN KRISTEN
BERDOA KEPADA TUHAN YANG SAMA?
oleh
Hamba-hamba Tuhan
GRACE AND TRUTH – FELLBACH – JERMAN
2
“...dan kamu akan mengetahui Kebenaran, dan Kebenaran itu akan
memerdekakan kamu." (Yohanes 8:32)
INTRODUKSI
Pada musim semi tahun 2004, para Sekretaris Negara dan para Menteri Luar
negeri dari 25 negara yang tergabung dalam Uni Eropa mencapai suatu resolusi
mayoritas untuk bernegosiasi dengan Turki berkenaan dengan kemungkinan
bergabungnya (Turki) dengan EEC (Masyarakat Ekonomi Eropa). Sekali lagi
keputusan ini mengakibatkan masyarakat dalam negara-negara terkait
menyadari adanya perbedaan-pebedaan dan kesamaan-kesamaan antara
negara-negara Barat dengan negara-negara Islam. Beberapa kalangan yang
memikirkan hal ini secara mendalam merasa kurang sejahtera, ketika mereka
mengenangkan kembali pengalaman-pengalaman yang telah terjadi dalam
sejarah dan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi oleh karena
perkembangan yang baru ini, yang kemungkinan besar akan dipaksakan untuk
diterima dan bertentangan dengan keinginan mayoritas populasi di beberapa
negara anggota EEC.
PENAKLUKKAN ISLAM ATAS SPANYOL
Pada tahun 711 M, Tarik Ibn Siyad menyeberangi Selat Gibraltar dengan 7000
orang. Ia dan para penerusnya menaklukkan sebagian besar Spanyol dan
Portugal dalam 20 tahun. Dalam upaya untuk mentransformasi dataran Iberia
menjadi sebuah negara Islam, ia kemudian secara sistematis menempatkan
orang-orang Siria, orang-orang Palestina, orang Persia, orang Yaman, orang
Irak, orang Mesir dan Arab Hedjaz di berbagai distrik di kota itu.
Sejak 713 M, pasukan Islam di bagian Selatan dengan 18.000 tentaranya dari
Yaman dan Siria telah menaklukkan Perancis Selatan di bawah Musa Ibn Nusair;
pada 720 mereka menduduki Narbonne dan pada 721 Nimes, Arles dan Avignon.
Pada 725 mereka menyerang Rhonevalley, menaklukkan Lyon dan pada tahun
yang sama, Langres, Sens dan Luxeuil di Vosges sebelah barat Basel.
Pasukan Islam Utara di bawah pimpinan Jenderal abd al-Rahman al-Ghafiki
menghancurkan Bordeaux pada 731 M, menaklukkan Poitiers dan mengalami
kekalahan dekat Tours pada 732 oleh Charles Martel (714-41 M) dan
tentara Franconian.
Antara 752 dan 759, orang-orang Franconia kembali menaklukkan Perancis
Selatan dalam sebuah serangan militer yang berhasil dengan gemilang pada 795
3
oleh Charlemagne (768-814 M). Ia membebaskan orang-orang Pirene dari
dominasi Islam dan memaksa orang-orang Muslim untuk mundur hingga
melewati Sungai Ebro di Spanyol.
Pembebasan Spanyol dari pendudukan Islam diselesaikan secara bertahap.
Kerajaan-kerajaan Katolik di Castile, Leon, Portugal dan Aragon telah
bermunculan di Utara, Barat dan sebelah Timur Spanyol. Oleh karena digerakkan
oleh cita-cita Perang Salib, mereka dapat menaklukkan kembali lebih banyak lagi
teritorial yang diduduki Islam pada abad 12, sehingga pada 1212 M, Emirat
Islam Cordoba telah diperkecil menjadi hanya seperempat bagian dari Spanyol.
Pada 1236 M, Cordoba diserang, dan pada 1248 Seville dan Cartagena jatuh ke
tangan orang-orang Castilia. Pada 1262 Cadiz ditaklukkan, tetapi Tarifas direbut
pada 1344. Kerajaan kecil Granada tetap bertahan hingga 1481. Pada 1492
sebuah keuskupan Katolik didirikan di sana. Dibutuhkan lebih dari 700 tahun
untuk membebaskan Spanyol dari dominasi Muslim.
Pada masa kini, kaum fundamentalis Muslim di Afrika Utara berusaha mengklaim
kembali sebagian dari Spanyol Selatan (Andalusia), karena berdasarkan hukum
Shariah mereka, suatu wilayah yang pernah diduduki oleh orang Muslim
selamanya adalah milik Islam.
Filsuf Frederick Nietzche (1844-1900) dipandang telah memberikan komentar
yang sarkastis, yaitu bahwa kesalahan terburuk sejarah Barat adalah
kemenangan Charles Martell! Namun kenyataannya, invasi Muslim telah
mempersatukan kekaisaran Franconia dan dengan demikian telah meletakkan
dasar bagi Eropa di kemudian hari.
PENAKLUKAN BALKAN OLEH OTTOMAN
Gelombang serang Islam yang kedua terhadap Eropa dimulai pada 1354 M
ketika Ottoman, suku yang memimpin orang-orang Turki di Anatolia,
menyeberangi Dardanelles. Pada 1371, mereka menaklukkan Bulgaria, pada
1383 Makedonia. Sofia jatuh pada 1384. Pada 1389 mereka menaklukkan
pasukan aristokrasi Serbia di Blackbirdfield di Kosovo. Pada 1395 Sigismund dari
Hungaria dan pasukan Perang Salibnya dikalahkan. Pada 1400 Ottoman Turki
menaklukkan Dobrudscha di Laut Hitam. Sebagai akibatnya, Danube secara
temporer menjadi batas Utara dari Turki.
Kemenangan beruntun Ottoman diinterupsi ketika Timur Lenk (Tamerlan) tiba-
tiba menginvasi Anatolia (1370-1405 M) mengakibatkan kekalahan telak
terhadap golongan Ottoman yang terkait secara etnis di Ankara 1402. Pada
tahun 1453, setelah masa pemulihan, Ottoman menaklukkan Konstantinopel
4
setelah beberapa pengepungan. Kejatuhan kota itu ditandai dengan berakhirnya
kubu pertahanan kekristenan di Timur Dekat, yang telah berlangsung selama
ribuan tahun. Sejak saat itu Konstantinopel disebut Istanbul (artinya: para
aristokrat, orang-orang mulia). Setelah berperang selama 21 tahun (1435-1466)
Albania jatuh ke tangan orang-orang Turki.
Setelah kejatuhan Konstantinopel, orang-orang Turki mengalahkan Serbia
beberapa tahun kemudian (1459-1465), namun mereka hanya menguasai
benteng Belgrade pada 1521. Pada 1529 mereka menaklukkan Bosnia dan pada
tahun yang sama gagal dalam usaha menaklukkan Wina untuk pertama kalinya.
Selama operasi-operasi militer berikutnya, mereka menundukkan Walchia sejak
1521 sampai 1545. Dalam peperangan selama 140 tahun yang berlangsung dari
1541-1688, mereka mengalahkan Transilvania dan Hungaria. Sehubungan
dengan penaklukkan-penaklukkan ini, orang-orang Turki mengepung Wina pada
1683 untuk kedua kalinya dan akan mengalahkan kota yang telah kelaparan itu
seandainya jenderal yang berwenang saat itu tidak menunda penyerangan. Ia
menunggu kota itu untuk menyerah secara sukarela, yang kemudian akan
menjadi rampasan perang untuknya pribadi.
Setelah pengepungan Wina diakhiri oleh serangan militer dari pasukan
persekutuan Eropa, maka dimulailah perang yang berkepanjangan untuk
merebut Balkan kembali. Diperlukan waktu 200 tahun untuk kembali
menaklukkan benteng Belgrade (1688-1867), walaupun Pangeran Eugene
memenangkan peperangan. Serbia baru dibebaskan pada 1882, setelah diduduki
oleh Turki selama lebih dari 400 tahun(!), kemudian diikuti Bosnia pada 1908,
Albania pada 1912 dan Makedonia pada 1913.
Siapapun yang terkesima dengan sikap tidak toleran Kristen Ortodoks terhadap
orang Muslim di Kosovo dan di Makedonia harus memperhatikan kenangan pahit
yang diberikan kekaisaran Ottoman yang masih dengan berat menekan orang-
orang Balkan. Setiap tahun, 30.000 orang muda Kristen, usia 12 tahun ke atas,
direkrut untuk masuk ke dalam resimen Janissaris, mereka dipaksa masuk Islam
dan digunakan sebagai pasukan pendobrak dalam peperangan-peperangan
sultan-sultan Turki. Semua nenek moyang orang Muslim, yang sekarang hidup di
Balkan, adalah orang-orang Kristen sebelum mereka diinvasi oleh Turki. Namun,
mereka kemudian memeluk Islam, untuk menghindar dari pajak-pajak yang
melilit yang dikenakan kepada kaum minoritas dan juga penghinaan. Hingga hari
ini, keturunan orang-orang yang murtad ini dihina dan dibenci oleh banyak kaum
Kristen Ortodoks.
5
MODERNISASI TURKI SETELAH PERANG DUNIA I
Selama 400 tahun, Mediterania Timur, Laut Hitam dan sebagian Persia dan
kebanyakan negara-negara Arab diperintah oleh sultan-sultan Ottoman. Setelah
kejatuhan kekaisaran ini dalam Perang Dunia I, Ataturk (Bapak Bangsa Turki)
mencoba menciptakan sebuah negara yang baru mengikuti model Eropa. Ia
menghapuskan kekhalifahan Turki atas semua Muslim. Di negaranya sendiri, ia
mencabut Shariah (hukum Islam) pada 1926, menutup gulungan-gulungan
Qur’an dan melarang mazhab-mazhab mistik. Di jalan-jalan, ia memerintahkan
satgas untuk mengawasi orang-orang yang lalu lalang. Bahkan ia mengadopsi
konstitusi Swiss sebagai dasar politis negaranya yang baru, Undang-undang
Hukum Pidana Italia dan Hukum Perdagangan Jerman sebagai dasar bagi
kehidupan sosial. Dengan demikian ia berharap dapat memaksa Turki untuk
bergabung dengan Eropa yang modern dengan teknologinya.
Namun demikian, “Eropanisasi” Turki tetap tinggal hanya sebagai sebuah
program yang ideal. Pada kenyataannya, hanya seperempat orang-orang yang
menerima filsafat sosialisme, sepertiga menjadi Islam liberal seperti halnya
Ataturk sendiri, sebuah pergerakan nasionalis muncul di beberapa bagian
populasi, dan ada sekelompok masyarakat lainnya tetap islami. R.T. Erdogan,
yang menjadi Perdana Menteri saat ini dan sebelumnya adalah walikota Istanbul,
hingga belum lama ini adalah anggota partai konservatif Islam.
Bagaimana pun, Islam tidak dapat menyangkali naturnya yang sebenarnya.
Islam bukanlah sebuah agama seperti yang dipahami dalam pencerahan Eropa.
Tujuan Islam adalah menyatukan negara dan agama. Kenyataan ini tidak dapat
diterima oleh humanisme modern; namun demikian telah dibuktikan secara
teologis, legal dan historis.
Kira-kira ada 4 juta orang Turki yang kini tinggal di Eropa, tidak termasuk warga
negara Turki yang tinggal di negara mereka sendiri. Perkiraan ini tidak
mencakup hampir satu juta orang Turki yang telah menjadi warga negara Eropa.
Jerman 2.550.000
Perancis 350.000
Belanda 330.000
Belgia 140.000
Austria 119.000
Swiss 100.000
Inggris Raya 80.000
6
Denmark 55.000
Swedia 36.000
Norwegia 11.000
Italia 11.000
Finladia 4.000
Spanyol 2.000
Luxemburg 300
Portugal 250
Adalah prioritas absolut kami untuk meyakinkan orang Kristen agar
mempersiapkan diri untuk berkonfrontasi dengan Muslim. Kami berusaha untuk
memberikan penekanan pada beberapa poin yang krusial berkenaan dengan
kontak antara kedua agama tersebut. Setiap pembaca harus memutuskan
sendiri apakah jurang dalam antara Islam dan kekristenan dapat dijembatani
atau tidak!
KEANGGOTAAN PENUH ATAU AFILIASI DENGAN MASYARAKAT EROPA
Haruskah Turki menjadi anggota penuh Uni Eropa, dan bukan hanya anggota
afiliasi? Ini akan berimplikasi bahwa 20 hingga 25 juta orang Turki akan
mempunyai kerinduan untuk bermigrasi ke kota-kota Eropa yang lebih besar,
dimana teman-teman dan kerabat mereka telah terlebih dahulu tinggal di sana.
Kita sedang berada di tengah-tengah invasi Islam yang ketiga terhadap Eropa.
Banyak orang yang tidak ingin menghadapi kenyataan ini! Beberapa politisi
secara sistematis memandang perkembangan ini lebih jauh lagi, apakah dengan
harapan menciptakan suatu masyarakat multikultural tanpa keunggulan
kekristenan atau dengan tujuan untuk mendapatkan suara-suara pemilih baru
untuk partai-partai politik mereka.
Berdasarkan perkiraan dari Biro Statistik Federal di Wiesbaden, populasi orang
Turki kemungkinan besar akan mencapai 100 juta penduduk pada tahun 2050 M.
Dalam hal ini, orang-orang Turki akan merupakan seperlima dari populasi Uni
Eropa dan akan menempati posisi-posisi, melalui suara-suara mereka dan
perwakilan-perwakilan mereka (dan kemungkinan besar komisioner-komisioner),
untuk mempengaruhi perkembangan Eropa dengan sangat kuat.
7
Sayangnya, mayoritas populasi asli di negara-negara Uni Eropa hanya
memberikan sedikit kontribusi untuk menolong para pekerja asing atau pelajar-
pelajar dari latar-belakang Islam untuk berintegrasi dengan budaya mereka.
Siapa yang peduli untuk mengunjungi sebuah keluarga Turki untuk menolong
mereka memecahkan masalah mereka berkenaan dengan administrasi? Banyak
orang Turki, dalam kesendirian mereka, mengundurkan diri ke dalam kelompok-
kelompok etnis dan religius. Dalam mesjid-mesjid mereka, mereka diajarkan
bahwa mereka tidak boleh bersahabat dengan orang-orang Yahudi dan juga
Kristen, oleh karena orang Yahudi dan Kristen akan membuat mereka berpaling
dari jalan/cara hidup mereka (Surat al-Nisa’ 4:89. 101; al-Tauba 9:29-30; al-
Mumtahina 60:1; al-Saff 61:9, dsb). Sebagai akibat dari keterkejutan budaya
yang mereka alami di Eropa, banyak diantara mereka yang menjadi semakin
teguh dalam keyakinan mereka daripada ketika mereka masih berada di
kampung halaman mereka sendiri. Beberapa mesjid yang baru didirikan diberi
nama para sultan dan jenderal yang pernah menaklukkan negara-negara Balkan
bagi kekaisaran Ottoman dan bagi Allah.
APAKAH ORANG MUSLIM DAN ORANG KRISTEN
BERDOA KEPADA TUHAN YANG SAMA?
PENYEMBAHAN KEPADA ALLAH
Jika anda mengamati orang Muslim yang taat, anda akan mendapati bahwa ia
berdoa 5 kali sehari selama sekitar 15-20 menit. Kesetiaan bersembahyang ini
adalah salah satu tantangan terbesar dari Islam terhadap kekristenan. Jika kita
sekali lagi tidak belajar untuk berdoa dengan lebih bersungguh-sungguh dan
setia, maka kita akan diinfiltrasi dan diserap oleh sistem islami.
Dalam 5 kali sembahyang, tiap Muslim akan bersujud kepada Allah hingga 34
kali sehari, mengekspresikan penyerahannya yang sungguh-sungguh kepada
Sang Pencipta, Penguasa dan Hakim dunia. Kata Arab “Islam” berarti berserah,
pengabdian dan tunduk. Seorang Muslim tidak lagi menjadi manusia yang bebas.
Ia telah menyerahkan dirinya kepada Allah dan terikat secara sah kepada Allah
sebagai budakNya.
Setiap hari, jutaan orang Muslim beribadah kepada Allah 5 kali sehari dalam
mesjid-mesjid mereka atau dimana pun mereka berada. Tiap hari, ritual doa ini
melanda bumi kita seperti 5 gelombang yang susul menyusul. Dimulai pada
8
waktu subuh di Indonesia dan berlanjut ke Cina, Bangladesh dan Pakistan,
mencapai Asia Tengah dan Iran, dan kemudian orang-orang Muslim bersujud ke
tanah di negara-negara Arab dan Afrika dan akhirnya membawa orang-orang
Muslim di Amerika sujud menyembah Allah.
Ibadah orang Muslim 5 kali sehari ini adalah tantangan lainnya bagi kita orang
Kristen, supaya kita kembali merenungkan komitmen kita kepada Yesus Kristus
dan melihat apakah kita sepenuhnya bergantung pada-Nya ataukah kita hidup
“di luar Dia” dan lebih menyukai sumber-sumber lain sebagai kekuatan kita.
Dari orang-orang Muslim yang taat kita dapat belajar tentang takut akan Tuhan
dan penghormatan yang mendalam terhadap Yang Maha Kuasa. Mereka percaya
dalam ketaatan mereka bahwa mereka menyembah Tuhan yang sejati, yang
mendengarkan doa-doa Ismail nenek moyang mereka (Kej.21:17-21). Dalam
konteks ini, doa-doa Abraham (yang disebut sebagai orang Muslim yang
pertama) atau Kornelius haruslah dipertimbangkan (Kis.10:1-48).
ISLAM – PEMBENARAN MELALUI PERBUATAN
Kami tidak bermaksud untuk mengidealkan doa-doa ritualistik orang Muslim,
karena itu bukanlah sebuah doa yang spontan ataupun sukarela, melainkan
sebuah kewajiban berdasarkan hukum mereka. Barangsiapa yang
bersembahyang menurut aturan atau formula yang telah ditetapkan, akan
menikmati perlindungan Allah dan berhasil dalam hidupnya. Barangsiapa yang
tidak sembahyang, akan tersesat. Menurut doktrin Islam, semua doa adalah
perbuatan baik yang menghapuskan perbuatan yang jahat (Sura Hud 11:114).
Pernah ada seseorang yang datang kepada Muhammad di Mekkah dan bertanya
dengan nada ironis, “Aku telah berdosa! Apakah yang harus aku lakukan?”
Muhammad menasehatinya, “Berdoalah sebanyak tiga kali”. Orang itu
menjawab, “Muhammad, aku telah melakukan perzinahan!” Muhammad
mengulangi nasihatnya, “Berdoalah tiga kali!”. Orang itu kemudian mengaku,
“Saya sungguh-sungguh telah berzinah!” Kemudian Muhammad memberinya
jaminan, “Berdoalah tiga kali, bahkan jika namamu adalah Abu Dhal (nama
kontemporer dari Muhammad)”.
Oleh karena itu, berdasarkan tradisi ini, dengan berdoa menggunakan doa-doa
liturgis sebanyak tiga kali, anda dapat menghapuskan rasa bersalah anda karena
telah berzinah menurut penghitungan surga atau bahkan mengumpulkan poin-
poin sebagai bonus. Di dalam Islam, kebenaran diperoleh melalui pekerjaan
baik/amal. Hal ini dikonfirmasi di dalam Qur’an: (Sura 29:45).
Di dalam Qur’an kita dapat membaca ringkasan komentar: (Sura 35:29-30).
9
SIAPAKAH ALLAH DI DALAM ISLAM?
Allah – Pribadi yang jauh!
Menurut Qur’an, Allah adalah Sang Pencipta Yang Maha Kuasa, tuan dan hakim
atas semua ciptaan-Nya, namun juga digambarkan sebagai seorang pembuat
hukum dan usahawan, yang kepada-Nya 1,4 milyar orang Muslim
bersembahyang 5 kali sehari.
Namun demikian, jika anda bertanya kepada seorang Muslim, “Dapatkah anda
menceritakan kepada saya siapakah Allah sebenarnya?”, maka ia akan
menjawab dengan sebuah senyuman, “ALLAH MAHA BESAR! (Allahu Akbar),
yang merupakan singkatan dari pengakuan iman Islam. Kalimat yang tidak
lengkap ini berarti bahwa Allah bukan hanya besar, jika tidak demikian masih
ada yang lebih besar dari-Nya. Selanjutnya, Ia bukan hanya yang terbesar, jika
tidak demikian Ia mungkin dapat dibandingkan dengan makluk ciptaan. Tidak, IA
SANGAT BERBEDA, IA ADALAH TUHAN YANG JAUH DAN TIDAK DAPAT
DIDEKATI. Ia lebih besar, lebih kuat, lebih indah, lebih kaya dan lebih cerdik
daripada apapun yang kita ketahui. Pada akhirnya, semua pemahaman tentang
Allah tetaplah tidak sempurna dan jauh dari realita. Dia Yang Kekal di dalam
Islam tidak dapat dibandingkan dan didefinisikan. Sebaliknya, Ia menciptakan
kita dan menentukan takdir kita. ALLAH BUKANLAH TUHAN YANG PERSONAL
DAN MENIPU SIAPAPUN YANG DIKEHENDAKI-NYA DAN MEMIMPIN DENGAN
BENAR SIAPAPUN YANG DIKENDAKI-NYA (Sura 6:39, 13:27, 14:4, 16:93, 35:8,
74:31). Ia jauh melebihi emosi dan apa yang dipahami manusia dan senantiasa
adil dalam semua yang dilakukan-Nya.
Islam Populer
Mayoritas umat Muslim tidak puas dengan konsep abstrak mengenai Allah yang
diajarkan oleh para teolog mereka. Mereka ingin mengetahui siapakah Allah itu
dan apa yang dilakukan-Nya. Dari 500 atribut dan gelar Allah yang disebutkan di
dalam Qur’an, mereka memilih 99 yang paling indah. Dalam daftar berikut ini
kami akan mencoba untuk memberikan sebuah ulasan mengenai nama-nama
Allah, yang muncul lebih dari 10 kali di dalam Qur’an.
10
Nama-nama dan atribut Allah
Nama Allah Frekuensi dalam Qur’an
Allah Allah 2673
Al-Rahman Sang Pemurah 170
Al-Rahim Yang berbelas kasih 228
Al-Alim Yang Maha Mengetahui 158
Al-Hakim Yang Maha Bijaksana 95
Al-Ghafur Yang Mengampuni 91
Al-‘Azis Yang Maha Kuasa dan Mulia 88
Al-Sami’a Yang Maha Mendengar 46
Al-Khabir Yang Ahli 45
Al-Qadir Yang Maha Kuasa 45
Al-Basir Yang Maha Melihat 44
Al-Waliy Sang Gubernur 31
Al-Shahid Sang Saksi 21
Al-Waliyy Sang Wali Yang Setia 21
Al-Wahid Yang Utama/Satu-satunya 21
Al-Ghaniyy Yang Kaya 18
Al-Hamid Yang Terpuji 17
Al-Wakil Sang Agen 13
Al-Mu’id Yang Memulihkan Segala Sesuatu 12
Al-Halim Sang Pengampun Yang Lembut 12
Al-Qawiyy Yang Kuat 11
Ke-22 nama dan gelar dalam daftar di atas merupakan 84 persen dari nama-
nama dan atribut-atribut Allah yang muncul dalam Qur’an dan membentuk dasar
pemahaman seorang Muslim mengenai Allah. Ketika seorang Muslim berdoa
dengan menggunakan tasbihnya, menyentuh ke-33 butiran tasbihnya,
11
menghubungkannya dengan 33 nama Allah sebanyak 3 kali, ia berharap hal itu
dapat mengkompensasikan satu dari dosa-dosanya yang dicatat dalam kitab
Allah.
Al-Ghazali, salah seorang teolog Islam yang sangat ternama, menjelaskan dan
membandingkan ke-99 nama dan atribut Allah ini satu sama lain. Ia menyadari
bahwa beberapa dari konsep penting ini tumpang tindih ataupun berkontradiksi
satu sama lain, dan ia berkesimpulan, “Allah adalah segala sesuatu dan juga
bukan apa-apa! Kita tidak dapat memahami-Nya dengan pengertian kita, kita
hanya dapat menyembah-Nya!”
Ringkasan nama-nama Allah dapat ditemukan di dalam Sura 59:22-24 sebagai
berikut….
Keesaan Allah
Muhammad melanjutkan pernyataannya mengenai Allah dan pertama kalinya
bersaksi kepada orang Yahudi dan orang Kristen selama bertahun-tahun ketika
Islam masih menjadi minoritas di Mekkah: (Sura 29:46).
Ayat-ayat serupa dengan penekanan pada toleransi sering ditemukan di dalam
Qur’an. Ayat-ayat ini pada masa kini digunakan oleh orang Muslim yang hidup
sebagai kelompok minoritas di antara orang-orang Kristen, untuk membenarkan
diri mereka sendiri.
Sayangnya, Muhammad menyatakan hal yang yang berlawanan di Medina 10
tahun kemudian dan dengan demikian membatalkan semua ayat dalam Qur’an
yang berasal dari periode Mekkah, yang menganjurkan untuk bersikap toleran:
(Sura9:29).
Ketika Muhammad dan para pengikutnya mengontrol kelompok mayoritas di
Medina, ia tidak lagi bersikap toleran terhadap agama lain. Sejak saat itu, Islam
telah dipandang sebagai satu-satunya agama yang sah di mata Allah (Sura 3:19,
2:193, 61, 9 dan lain sebagainya).
Iman kepada Allah, satu-satunya Tuhan, menjadi salah satu dari artikel-artikel
krusial dalam keyakinan Islam dan didefinisikan sebagai pusat pengakuan orang-
orang Muslim: “TIADA TUHAN SELAIN ALLAH!” Barangsiapa yang percaya dan
menyembah Tuhan lain selain Allah, telah melakukan penghujatan yang tidak
terampuni, dari sudut pandang Islam.
12
MENURUT QUR’AN ALLAH ITU BUKAN….
Allah – Bukan Trinitas
Barangsiapa yang menganggap serius orang-orang Muslim, akan segera
menyadari bahwa Qur’an dengan keras menyangkali eksistensi Trinitas Yang
Kudus. Salah satu dari sekian alasan yang ada ialah bahwa ada sebuah sekte
Kristen yang tumbuh subur di Timur Dekat pada masa Muhammad yang
mengajarkan bahwa Trinitas itu terdiri dari Bapa, Sang Putera dan
Maria, yaitu Allah, Maria dan Yesus (Sura 5:116)! Namun, penyesatan ini
ditolak oleh semua gereja. Walau demikian, banyak orang Muslim masih percaya
bahwa menurut orang Kristen Allah tidur dengan Maria dan memperanakkan
Yesus melalui Maria. Tuduhan penghujatan ini, yang berdasarkan
kesalahpahaman, mengakibatkan adanya penolakan terhadap doktrin Trinitas
Tuhan di dalam komunitas Islam. Lebih jauh lagi, sikap ini didukung oleh sebuah
peringatan terbuka:…(Sura 4:171b).
Barangsiapa yang percaya kepada Trinias Yang Kudus sangat dikutuk oleh
Qur’an:…(Sura 5:73).
Jika mereka secara ketat mengikuti pemikiran mereka ini, orang-orang Semit
(Yahudi dan Muslim) tidak dapat mengasumsikan bahwa Tuhan itu lebih dari
satu pribadi. Juga mereka tidak dapat mengakui kekristenan sebagai agama
yang monoteistik, bahkan jika para penganut idealisme Eropa tetap berpegang
pada ilusi “tiga agama monoteistik”.
Allah – Bukanlah Bapa
Untuk alasan yang sama, banyak orang Muslim beranggapan bahwa jika kita
memanggil Tuhan sebagai Bapa atau Bapa dari Yesus Kristus, maka itu adalah
penghujatan. Dengan melakukan yang demikian, mereka secara sadar atau tidak
telah membuat diri mereka sendiri tidak dapat masuk ke dalam pusat penyataan
diri Yesus Kristus, yang mengajarkan kita berdoa: “Bapa kami yang ada di dalam
Sorga, dimuliakanlah nama-Mu!” Dalam catatan ke-empat Injil, Yesus berbicara
mengenai Bapa sebanyak 200 kali, dan hanya 99 kali mengenai Tuhan. Kristus
menyatakan kepada kita akan Tuhan yang dekat dan personal, yang dalam
kasih-Nya Ia telah mengadopsi kita secara sah selamanya sebagai anak-anak-
Nya sendiri, dan dengan demikian Ia menjadi “Bapa kita”.
Pemahaman yang baru semacam ini mengenai Tuhan, seperti yang ditekankan
dalam Perjanjian Baru, adalah jawaban teologis Yesus terhadap konsep Islam
yang kaku mengenai Allah. Orang-orang Kristen mempunyai sesuatu yang tidak
dimiliki oleh orang Muslim. Orang-orang Kristen mempunyai hubungan yang
13
bersifat pribadi dengan Tuhan. Melalui “telepon merah” mereka telah
dihubungkan dengan Yang Maha Kuasa, yang telah menjadi Bapa mereka oleh
karena pengorbanan Kristus. Bapa mereka mengenal mereka, memelihara
mereka dan mengasihi mereka, dimana pun mereka berada. Muslim tidak
mempunyai kontak langsung dengan Allah. Qur’an juga tidak memberikan
mereka hak apa pun untuk menyebut diri mereka sebagai anak-anak Tuhan.
Mereka selamanya dipaksa tetap menjadi budak-budak yang menyembah Tuhan
semesta alam.
Penolakan terhadap klaim Kristen yang menyebut diri mereka sebagai anak-anak
Tuhan dipandang sebagai subversif dan kategorikal, sebagaimana yang
dinyatakan oleh Muhammad di dalam Qur’an:… (Sura 5:18).
Bantahan terhadap klaim “Putra Illahi” oleh manusia biasa dengan jelas
menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi di Medina juga telah menjelaskan
kepada Muhammad bahwa Yahweh telah memilih mereka secara korporat dan
yudisial untuk menjadi keturunan-Nya (Ulangan 32:6, Yesaya 63:16; Yeremia
3:4, 19; 31:9; dll). “Ya Yahweh, Engkaulah Bapa kami, Penebus kami,
nama-Mu kekal selamanya” (Yesaya 63:16b). Hak istimewa yang bersifat
koletif ini yang ada dalam Perjanjian Lama telah dijanjikan secara personal
kepada tiap individu yang telah lahir baru dan menjadi murid melalui Yesus
Kristus (Roma 8:14-16).
Allah – Bukanlah Sang Putra
Qur’an mewajibkan semua Muslim untuk percaya kepada ‘Isa, Putra Maria dan
utusan Allah, dan juga kepada semua nabi. Ini berarti semua Muslim percaya
kepada Kristus. Pertanyaannya hanyalah: Bagaimanakah Kristus dipresentasikan
di dalam Qur’an?
Qur’an beberapa kali menyinggung kenyataan bahwa Kristus dilahirkan oleh
perawan Maria, tanpa disentuh oleh pria mana pun. Putranya diciptakan melalui
firman Tuhan dan Roh-Nya di dalam Maria. Dikatakan bahwa Maria menjawab
Jibril (Gabriel) demikian:…(Sura 19:20, 3:47).
Muhammad menggambarkan konsepsi Yesus menurut caranya sendiri:..(Sura
21:92, 66:12).
Berdasarkan hal ini, Orang-orang Muslim dapat percaya bahwa Kristus dilahirkan
oleh perawan Maria. Namun demikian, mereka dengan keras menolak untuk
percaya bahwa putra Maria juga adalah Putra Tuhan, karena Ia hanya diciptakan
oleh Allah di dalam Maria, dan bukannya diperanakkan. Berdasarkan dogma
Islam ini, Qur’an secara spesifik berkontradiksi dengan Pengakuan Iman Nicea-
14
Konstantinopel, yang diakui oleh semua gereja, yaitu bahwa Kristus adalah:
“Tuhan dari Tuhan, Terang dari Terang, Tuhan yang sejati dari Tuhan
yang sejati, diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa”.
Para pengikut Muhammad menyangkali keilahian Kristus dalam bentuk apa pun,
tetapi mereka percaya akan keunikan mujizat penyembuhan-Nya, kebangkitan
dari setidaknya tiga orang mati melalui perkataan-Nya dan juga perkembangan
lebih lanjut dari hukum Musa melalui Putra Maria (Sura 3:49b-50). Mereka
membaca mengenai bagaimana para murid diberi makan di padang gurun oleh
meja yang turun dari Surga (Sura 5:112-115) dan menyaksikan kemampuan-
Nya untuk mengimpartasi sikap kerendahan yang baru dan kemurahan hati
kepada para pengikut-Nya (Sura 57:27a).
Lebih jauh lagi, orang Muslim percaya pada kenaikan tubuh-Nya ke surga dan
kehadiran-Nya secara aktual dengan Allah. Namun, mereka dengan sangat keras
dan spesifik menyangkali fakta historis penyaliban-Nya. Melalui penyangkalan
ini, 1,4 miliar orang Muslim benar-benar memisahkan diri mereka sendiri dari
keselamatan seutuhnya, yang juga ditujukan untuk mereka dan secara sadar
ataupun tidak menolak pengampunan atas dosa-dosa mereka melalui karya
penebusan Kristus. Mereka berharap dapat memperoleh kebenaran mereka
sendiri tanpa salib Kristus.
Allah – Bukanlah Roh Kudus
Islam tidak hanya menyangkali keilahian Kristus, namun juga Roh Kudus. Hanya
dalam Sura-Sura yang diterbitkan di Medina dan dalam tradisi-tradisi akhir “ Roh
Allah” disebut sebagai “Jibril” (Gabriel). Roh Allah disebutkan 29 kali di dalam
Qur’an, tetapi senantiasa dalam pengertian sebagai suatu makhluk ciptaan,
seperti halnya malaikat atau roh-roh jahat. Ia selalu berada di bawah otoritas
Allah (Sura 17:85). Ia tidak bersifat ilahi seperti yang dipahami oleh Perjanjian
Baru. Allah itu esa! Tidak ada roh Allah yang independen disisi-Nya.
Oleh karena alasan ini, tidak ada persepsi mengenai natur yang sebenarnya dari
Bapa dan Sang Putra di dalam Islam, karena Roh Kuduslah yang menyatakan hal
ini kepada hati manusia (Roma 8:15-16; 1 Korintus 12:3). Akibatnya, tidak ada
buah Roh (Galatia 5:22-25) di dalam Islam, melainkan hanyalah perbuatan
daging (Galatia 5:19-21). Kesalehan natural dan pengabdian religius hanya
mempunyai sangat sedikit hubungan, bahkan tidak sama sekali, dengan efek
dari berdiamnya Roh Kristus dalam diri manusia. Lagipula, tidak ada orang
Muslim yang mempunyai pengharapan yang pasti akan hidup kekal
(Kolose1:27b). Walaupun semua manusia berharap dapat diciptakan kembali
pada Hari Penghakiman, tidak ada pembaharuan spiritual dalam hidup di dunia
15
ini maupun di akhirat. Semua pertanyaan mengenai hal itu akan dijawab dengan
“mungkin”, atau “jika Allah menghendaki”.
Semua pelajar teologi Islam akan segera melihat bahwa Allah bukanlah Bapa
dan tidak pernah menjadi Bapa, Putra dan Roh Kudus. Allah bukanlah
Trinitas yang kudus. Ia adalah roh yang sangat berbeda dari Tuhan yang ada di
dalam Alkitab. Siapapun yang mengatakan bahwa Bapa dari Yesus Kristus dan
Allah adalah satu dan pribadi yang sama, maka ia berpikiran dangkal, naïf, atau
tidak mempedulikan isi Qur’an yang sesungguhnya dan juga tradisi-tradisi
Muhammad. Setiap Muslim yang taat akan dengan keras menolak esensi dari
Injil, yaitu: “Sebab Elohim demikian mengasihi dunia ini, sehingga Dia
mengaruniakan Putra-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan dapat memperoleh hidup
kekal”. (Yohanes 3:16. ILT).
Dalam Pengertian Apakah Kasih Tuhan Berbeda Dari Kemurahan Allah?
Nama Tuhan yang sering muncul dalam Qur’an selain gelar utama ‘Allah’ adalah
“ Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang” (“al-Rahman al-Rahim”). Setiap
Sura, kecuali satu, dimulai dengan nama ini. Apabila ada pemotongan binatang
berdasarkan kebiasaan Islam, kata-kata ini akan diucapkan. Daging yang lain
dipandang haram. Rahasia pengharapan orang Muslim terletak pada nama Allah
yang satu ini. Ekspresi Semitisnya mempunyai makna bagi mereka bahwa Yang
Maha Kuasa bermurah hati pada seorang Muslim yang dalam kesusahan atau
pun sukunya. Ia menundukkan diri kepada mereka, mendengarkan mereka
ketika mereka berseru kepada-Nya (al-Du’a) dan “barangkali” atau “mudah-
mudahan” Ia akan menolong mereka. Namun, Ia tetaplah Allah yang besar,
jauh, dan tidak dapat didekati, yang kepada-Nya semua orang takut dan
beribadah dengan penuh penghormatan.
Namun demikian, Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa: “Elohim adalah
kasih, dan siapa yang tetap tinggal di dalam kasih, dia tetap tinggal di
dalam Elohim, dan Elohim di dalam ia” (1Yoh.4:16.ILT). Kasih Tuhan
(Agape) menunjukkan dirinya dalam inkarnasi-Nya menjadi manusia di dalam
Kristus Yesus, hidup bersama kita, mengambil kesalahan-kesalahan kita pada
diri-Nya sendiri, dan mati menggantikan kita. Dalam kekudusan-Nya Ia tidak
tinggal jauh dari kita, namun meninggalkan kemuliaan-Nya, menjadi salah satu
dari kita dan membiarkan diri-Nya disalib bagi pembenaran kita. Kasih tidak
hanya menolong sekali-sekali, tetapi mengorbankan diri-Nya seutuhnya, bahkan
hingga sampai pada kehinaan.
16
Mungkin ada ilustrasi praktis yang dapat menolong untuk memahami perbedaan
antara pemahaman Islam mengenai kemurahan Allah dan pengertian Kristen
mengenai kasih Tuhan: Jika seorang pria berkata kepada tunangannya, “Aku
bermurah hati padamu dan akan menikahimu,” seperti apakah reaksi wanita itu?
Pasti ia akan lari meninggalkan pria itu! Tetapi jika pria itu berkata, “Aku
mencintaimu, dan karena itu aku ingin menikahimu”, maka mereka akan
sepakat untuk menikah. Allah itu Tuhan yang sangat jauh dan tidak dapat
dicapai, sedangkan dalam kekristenan Tuhan turun hingga ke level kita manusia,
mengorbankan diri-Nya bagi kita, menjadi satu dengan kita dan mengubah kita
melalui kasih-Nya.
Semua pemikiran ini membangkitkan pertanyaan yang mendasar: Jika Allah
tidak dapat menjadi Bapa, Putra atau Roh Kudus, dan tidak dapat mengasihi,
maka siapakah Dia? Apakah ada Tuhan lain selain Trinitas?
Wajah Allah Yang Sebenarnya Di Dalam Islam
Kita harus membebaskan diri kita dari idealisme Abad Pencerahan dan penipuan
diri oleh humanisme dan secara spiritual mengalahkan impian kosong tentang
tiga agama Abaraham yang percaya kepada satu Tuhan.
Allah – sebuah roh yang anti Biblika?
Limapuluh hingga enampuluh persen Qur’an secara tidak langsung diambil dari
Perjanjian Lama dan literatur penafsirannya, yang tidak dapat dibaca
Muhammad, karena belum diterjemahkan ke dalam bahasa Arab pada waktu itu.
Oleh karena itu kami menemukan tradisi oral dari Mishna, Talmud, dan tulisan-
tulisan Yahudi lainnya dalam bentuk Arab dan Islam. Kira-kira 5-7% dipinjam
dari Perjanjian Baru, yang juga pada waktu itu belum ada versi Arabnya. Itulah
sebabnya mengapa beberapa teks apokrifa muncul di dalam Qur’an, dan telah
dimodifikasi bentuk dan isinya agar sesuai dengan konteks Islam.
Terjemahan dari tradisi-tradisi oral ini ke dalam bahasa Arab yang digunakan
untuk percakapan sehari-hari suku Quraish adalah keberhasilan besar
Muhammad. Sayangnya, dalam terjemahannya ia melakukan banyak kesalahan.
Namun demikian, ia tidak mengijinkan orang Yahudi dan orang Kristen untuk
mengkoreksi apa yang disebutnya sebagai wahyu. Bahkan ia menjadikan
“wahyu-wahyu” tersebut sebagai standar bagi kebenaran yang diwahyukan.
Segala sesuatu di dalam Alkitab yang tidak menguatkan versi Arab dari Qur’an
dianggap palsu. Padahal, teks asli Alkitab dianggap telah diinspirasikan secara
verbal. Mayoritas Muslim yakin bahwa ada orang-orang Yahudi yang dengan
17
sengaja telah memalsukan teks-teks tertentu dari Taurat untuk menyesatkan
Muhammad, dan bahwa orang Kristen telah menghapus nama Muhammad dari
catatan Injil. Dengan logika sederhana ini kebenaran alkitabiah disalah-mengerti
berdasarkan perspekstif Qur’an yang salah dan juga kebohongan Islam
dipresentasikan kepada dunia sebagai kebenaran.
Kecurigaan seperti ini dengan mudah menghinggapi orang Muslim, oleh karena
Qur’an mereka dapat dibaca dalam 7 versi yang berotoritas, dan dapat
diterjemahkan dengan 7 versi berbeda yang sama-sama diakui nilainya. Edisi
Qur’an kuno masih memiliki 3 karakter vokal/huruf hidup yang berbeda di atas
banyak konsonan, karena ketiga cara pembacaan dimungkinkan dan diterima
oleh para Mufti.
Lebih jauh lagi, 240 ayat dalam Qur’an dibatalkan oleh wahyu-wahyu Allah yang
turun belakangan. Namun demikian, ayat-ayat yang lama dan yang baru masih
sama pentingnya, walaupun yang sudah ada terlebih dahulu telah dibatalkan.
Orang-orang yang tidak mempunyai cukup informasi akan dengan mudah
disesatkan, oleh karena ayat-ayat yang saling berkontradiksi dapat memberikan
sudut pandang yang berbeda.
Apakah orang Muslim boleh berbohong?
Tidak ada roh kebenaran di dalam Islam sebagaimana yang ada di dalam
Perjanjian Baru. Walaupun Allah disebut sebagai “Sang Kebenaran dan
Kesalehan” (al-Haqq) lebih dari sekali di dalam Qur’an, kita juga dapat
membaca bahwa dua kali Ia disebut sebagai ”Penipu Terbesar” (khair al-
maakireen, Sura 3:54, 8:30) dan Ia menjadi seorang pengkhianat terhadap
barangsiapa yang mengkhianati-Nya (Sura 4:124)! Jika obyek penyembahan
sebuah agama mempunyai sifat yang licik dan menipu, bagaimana mestinya
para penganutnya harus hidup? Lebih jauh lagi, Qur’an mencatat bahwa Allah
memerintahkan Muhammad dan para pengikutnya yang setia untuk
membatalkan sumpah mereka yang dibuat dengan buru-buru (qad farada al-lah
lakum tahillat aimanikum; Sura 66:2). Ini berarti bahwa bahkan sebuah sumpah
tidak menjadi jaminan akan kebenaran.
Berbagai tradisi mengenai Muhammad menegaskan bahwa seorang Muslim
berhak untuk berbohong dalam 4 keadaan! Oleh karena itu, ketidakbenaran dan
distorsi fakta diijinkan dalam apa yang disebut sebagai Perang Suci, dalam
rekonsiliasi dua orang Muslim, antara seorang suami dengan istri-istrinya, antara
seorang istri dengan suaminya (Thirmidhi, birr 26; Musnad Ahmad b. Hanbal
6:459, 461). Prinsip yang tidak etis seperti itu merendahkan keyakinan akan
kebenaran dan kejujuran pernyataan-pernyataan sesama kita lebih dari yang
18
dapat kita bayangkan. Terjemahan-terjemahan Qur’an dan tradisi-tradisi yang
ada seringkali mengabaikan/menyembunyikan ayat-ayat dan pernyataan-
pernyataan seperti itu, namun kutipan yang telah disebutkan diatas telah
berusaha untuk memuat isi yang sesungguhnya dalam bahasa Arab seakurat
mungkin.
Orang-orang Kristen, yang hendak mendiskusikan hal-hal berkenaan dengan
keyakinan dengan orang Muslim harus benar-benar mempersiapkan diri terlebih
dahulu, agar mereka tidak dikonfrontasikan dengan opini-opini yang sama sekali
tidak ada hubungannya dengan apa yang sesungguhnya dipercayai orang
Muslim. Muhammad berulangkali menekankan kenyataan bahwa “perang adalah
penipuan”, hukum Shariah semua Negara non-Islam adalah teritorial musuh dan
mendukung taktik-taktik seperti penipuan, pengkhianatan dan meninabobokkan
musuh dengan rasa aman yang palsu.
Dalam kasus-kasus yang ekstrim, seorang Muslim yang tinggal di negara dimana
Islam adalah kelompok minoritas dapat mengaku dirinya sebagai orang Kristen,
seorang Hindu atau seorang ateis untuk memperoleh keuntungan atau
perlindungan, selama ia tetap setia kepada imannya di dalam hatinya. Namun,
jika ia benar-benar meninggalkan keyakinannya, maka murka Allah dan
penganiayaan besar akan menimpanya (Sura 16:106). Dalam konteks ini,
penting untuk memperhatikan bahwa tidak semua Muslim adalah penipu atau
pembohong. Diantara mereka ada orang-orang yang mempunyai karakter yang
baik, yang jujur dan perkataannya dapat dipercayai. Namun demikian,
masalahnya terletak pada sumber dari agama mereka, yang mempermudah
mereka untuk menyimpang dari kejujuran, jika mereka dalam keadaan terdesak.
Allah – Suatu Roh Anti Kristen?!
Kenyataan bahwa Islam secara kategorial menolak keilahian Kristus, dan
mengulangi penyangkalan itu di dalam Qur’an, yaitu menyangkali bahwa Ia
adalah Tuhan dan Putra Tuhan, akan membawa para pembaca dokumen
Perjanjian Baru kepada kesimpulan bahwa Allah adalah roh yang anti Kristen.
Perkataan Rasul Yohanes, yang dengan jelas menyaksikan kasih Tuhan
memberikan penjelasan bagi kita bagaimana seharusnya kita menguji roh:
(1Yohanes 2:22-23 dan 4:1-3).
Kita harus berhati-hati merenungkan teks ini dan mengijinkan sang Rasul kasih
Elohim menginstruksikan kita dalam kebenaran, bahkan soal Islam sekali pun.
Adalah tidak mungkin bahwa Bapa dari Yesus Kristus mengirimkan malaikat-
Nya, yaitu Gabriel kepada Muhammad di Mekkah untuk mendiktekan sebanyak
17 kali bahwa Ia, Tuhan, tidak memiliki Putra, jika Ia mengutus malaikat yang
19
sama kepada Maria di Nazaret 600 tahun sebelumnya, untuk menginformasikan
kepadanya bahwa ia akan mengandung melalui Roh Kudus, dan anak yang
dikandungnya itu akan disebut “Elohim Yang Maha Tinggi” dan “Putra
Elohim” (Yesaya 9:5, Lukas 1:32, 35).
Wahyu yang diterima Muhammad tidak mungkin berasal dari Tuhan, karena
“Tuhan ada dalam Kristus dan Ia mendamaikan dunia ini dengan diri-
Nya sendiri” (2 Korintus 5:19). Lalu bagaimana Muhammad dapat menegaskan
bahwa malaikat Gabriel telah mengajarinya, dan bahwa Yesus tidak pernah
disalibkan? (Sura 4:157).
Cara pandang spiritual terhadap segala sesuatu telah membawa pengalaman
yang pahit dalam konseling Kristen sehingga banyak orang Muslim telah diikat
oleh perbudakan korporat, dan lebih atau juga kurang menyadari adanya fakta
bahwa mereka telah menjadi kebal dan dikeraskan terhadap Yesus dan Injil.
Jika seorang Muslim ingin meninggalkan Islam dan menerima Kristus,
pembebasan-nya tidak hanya terjadi melalui pengajaran Alkitab yang benar dan
argumen-argumen yang mempersalahkan Islam. Sebaliknya, setiap orang harus
dibebaskan oleh perkataan Kristus, “Sebab itu apabila Putra memerdekakan
kamu, kamu pun akan benar-benar merdeka” (Yohanes 8:36, Roma 6:16,
18, 22. ILT). Banyak petobat baru tidak pernah benar-benar dapat
membebaskan diri mereka seutuhnya dari ikatan-ikatan dalam alam bawah
sadar mereka, karena mereka tidak mengikuti peraturan dasar yang ditetapkan
oleh Yesus Kristus, “Jika seseorang ingin ikut di belakang-Ku, hendaklah
ia menyangkal dirinya sendiri, dan memikul salibnya dan mengikuti Aku.
Sebab siapapun yang berkeinginan untuk menyelamatkan jiwanya, dia
akan membinasakannya; tetapi siap yang menghilangkan nyawanya
demi Aku, ia akan mendapatkannya” (Matius 16:24-25. ILT).
Roh Allah Melawan Roh Kudus
Islam adalah sebuah kekuatan spiritual yang terus-menerus bertentangan
dengan Roh Kudus. Dari penampakan luarnya, Islam menindas, menganiaya dan
mengusir gereja-gereja Kristus. Sebagai bangsa Eropa, kami tidak dapat
membayangkan betapa dahsyatnya orang-orang Kristen Ortodoks telah dihina,
direndahkan, dan dianiaya selama 53 generasi terakhir ini. Mereka telah dan
masih diperlakukan sebagai warga negara kelas dua oleh negara-negara dengan
mayoritas penduduknya yang Islam. Hanya 10% dari anggota-anggota gereja-
gereja Kristen mula-mula yang melawan tekanan permanen ini dan menolak
untuk memeluk Islam! Mereka lebih memilih kemiskinan dan malu daripada
kehilangan keselamatan yang diberikan melalui penyaliban Putra Tuhan.
20
Barangsiapa yang ingin memahami kondisi yang dialami orang-orang Kristen di
dalam negara Islam agar dapat menikmati perlindungan yang meragukan dari
negara, harus membaca surat berikut ini. Surat ini didiktekan kepada gereja-
gereja di Damaskus dan sekitarnya, namun mereka harus menandatanganinya
seakan-akan merekalah yang menulisnya:
Demi nama Allah Yang Pemurah dan Penyayang:
Kami orang-orang Kristen Damaskus (dan distrik-distrik sekitarnya)
menyampaikan surat berikut ini kepada hamba Allah, Omar ben Khattab,
Pangeran orang-orang beriman.
Ketika anda memasuki negeri ini, kami meminta anda untuk memberikan kami
jaminan bahwa anda akan memberikan kami hidup kami dan juga hidup
keturunan kami, harta milik kami, dan juga saudara-saudara kami seiman.
Kami, sebagai balasannya, akan mewajibkan diri kami sendiri untuk memenuhi
kewajiban-kewajiban berikut ini:
Kami berjanji, di masa yang akan datang, untuk tidak lagi membangun
gereja, tidak lagi membangun biara, tidak lagi membangun sel-sel monastik,
dan juga tidak lagi membangun pertapaan-pertapaan di kota-kota kami. Kami
tidak akan merestorasi bangunan-bangunan tersebut di atas jika bangunan-
bangunan itu telah rusak atau berada di wilayah pemukiman Muslim.
Kami akan membuka pintu kami untuk orang-orang yang singgah dan para
pengelana. Kami akan menyambut semua orang Muslim sebagai tamu kami dan
akan memberikan mereka keramahan kami selama 3 hari. Kami tidak akan
melindungi mata-mata, baik dalam gereja-gereja kami atau dalam rumah-rumah
kami. Kami tidak akan menyimpan rahasia apa pun yang dapat mengusik Muslim
dalam cara apa pun.
Kami tidak akan memberikan pada anak-anak kami instruksi-instruksi yang
bertentangan dengan Qur’an. Kami tidak akan mengadakan ibadah-ibadah
religius kami secara terbuka dan kami tidak akan menganjurkannya dalam
khotbah-khotbah kami. Kami tidak akan menghalangi kerabat-kerabat kami
untuk memeluk Islam jika mereka menghendakinya.
Kami akan menunjukkan penghormatan kepada orang Muslim dan berdiri jika
mereka ingin duduk. Kami tidak akan meniru pakaian mereka, juga topi dan
sorban mereka, sepatu dan juga gaya rambut mereka. Kami tidak akan
mengadopsi cara mereka berbicara (yaitu, idiom-idiom tertentu mereka), dan
tidak akan menggunakan sapaan kepada ayah ataupun anak. Kami tidak akan
menggunakan sadel, kami tidak akan memperlengkapi diri dengan pedang, kami
21
tidak akan memiliki senjata, dan tidak akan memanggul benda tajam. Kami
tidak akan mengukir huruf-huruf Arab pada segel kami. Kami tidak akan
berurusan dengan minuman beralkohol. Kami akan mencukur janggut kami.
Kami akan mengenakan baju dan ikat pinggang yang sama kemana pun kami
pergi.
Kami tidak akan menunjukkan salib kami atau buku-buku kami di jalanan atau
pasar yang sering dikunjungi orang Muslim. Kami akan membunyikan lonceng
gereja dengan diam-diam. Kami tidak akan bersuara di tengah-tengah kehadiran
orang Muslim. Kami tidak akan mengorganisir arak-arakan publik pada hari
Minggu Palem atau Paskah. Kami tidak akan meratap dengan keras pada acara-
acara pemakaman kami. Kami tidak akan berdoa dengan cara pamer di jalan-
jalan ataupun pasar yang sering dikunjungi orang Muslim. Kami tidak akan
menguburkan saudara seiman kami dekat dengan pekuburan Muslim.
Kami tidak akan mempekerjakan budak, yang merupakan milik/properti orang
Muslim. Rumah-rumah kami tidak akan lebih tinggi dari rumah orang Muslim.
Ini adalah persyaratan-persyaratan yang telah kami dan saudara-saudara kami
setujui. Sebagai balasannya kami menerima jaminan perlindungan. Seandainya
kami melanggar salah-satu dari kewajiban-kewajiban ini, yang diwajibkan atas
diri kami, kami akan kehilangan hak kami untuk dilindungi dan akan bersedia
menanggung hukuman, yang disediakan bagi para pemberontak dan para
revolusioner.
Menurut pakar Hukum Islam, Mawardi, sebuah jaminan perlindungan dapat
dibatalkan, jika mereka yang mempunyai legitimasi klaim perlindungan tidak
melaksanakan poin-poin berikut ini:
Mereka dilarang mengkritik kitab Allah (Qur’an) atau mengklaim bahwa Qur’an
telah ternoda.
Mereka dilarang menuduh Rasul Allah telah menyesatkan atau menghinanya.
Mereka dilarang mengkritik atau menyerang agama Islam.
Mereka dilarang menuduh seorang wanita Muslim telah melakukan perzinahan
atau mendekatinya dengan alasan pernikahan.
Mereka dilarang membingungkan seorang Muslim untuk menghormati agamanya
atau menyentuh barang kepunyaannya.
Mereka dilarang mendukung musuh-musuh bersenjata yang melawan negara-
negara Islam atau meminta dukungan dari kerajaan-kerajaan mereka.
22
Sejak tahun 1973 kami menyaksikan sebuah masa pencerahan Islam yang
terang-terangan, karena 20% dari rata-rata keuntungan produksi minyak di
negara-negara Islam diperkirakan telah diberikan untuk tujuan-tujuan religius.
Sejak saat itu, kegerakan Islam di seluruh dunia semakin meningkat. Larangan-
larangan untuk melakukan misi semakin diperketat. Para petobat baru dari latar-
belakang Islam seringkali mendapatkan ancaman kematian. Gereja-gereja lokal/
penduduk asli mengalami pelecehan dan hampir-hampir tidak pernah
mendapatkan ijin untuk mendirikan gedung. Reformasi Islam menuntut
introduksi Shariah di dalam semua negara Islam dan bukannya hukum yang
berlaku sekarang yang berasal dari jaman kekuatan kolonial. Ini membatasi
kemerdekaan dan hak-hak kesetaraan dari orang-orang Kristen lokal dengan
sangat besar. Ditambah lagi pekerjaan misi diantara orang Muslim di negara-
negara Islam dilarang “oleh pihak otoritas negara”, sedangkan misi orang Muslim
sedunia di semua benua mengalami kemajuan besar. Mesjid-mesjid
bermunculan seperti jamur di semua negara Kristen.
Di Indonesia, sinode-sinode yang besar berkembang di antara suku-suku
animistis seperti Batak, Dayak, dan suku-suku lainnya selama masa penjajahan
Belanda. Dalam beberapa dekade terakhir, lebih dari 700 gedung gereja telah
dirusak atau dibakar habis untuk mengurangi penampakan dominasi Kristen di
daerah-daerah dan kota-kota islami. Di Nigeria Selatan, juga dalam beberapa
dekade terakhir, orang-orang Muslim mengadakan perlawanan sipil terhadap
kelompok minoritas Kristen berulangkali, karena mereka menganggap diri
mereka sebagai warga dari negara yang netral dan menolak untuk tunduk
terhadap hukum Shariah. Di Mesir, sekelompok wisatawan Swiss diserang di
Luxor ketika mereka sedang mengunjungi sebuah bangunan kuil; para wanita
diperkosa di depan umum, para pria dibunuh dan mereka semua dikutuki,
karena para teroris Islam menolak kehadiran turis-turis asing yang seringkali
berpakaian terbuka.
Beberapa tambahan kewarasan Alkitabiah
Banyak orang Kristen di Barat yang belum menyadari bahwa mereka berada di
tengah-tengah apa yang disebut sebagai Perang Suci gelombang ketiga yang
ofensif. Dimana pun sebuah mesjid dibangun di Afrika, Asia, Eropa dan Amerika,
sebuah jembatan agama totaliter didirikan, dalam mana Shariah menjadi sah
dan bukannya hukum yang berlaku di negara itu. Tujuan Islam yang tidak
pernah berubah adalah pemberlakuan negara teokratis, seperti yang
dikemukakan oleh Khomeini dan para penerusnya (Sura 2:193; 8:39, 61:9-11).
Barangsiapa yang mengatakan bahwa Allah di dalam Islam adalah Tuhannya
Abraham dan Bapa dari Yesus Kristus, maka ia telah tertipu dan tidak menyadari
23
dimensi apokaliptik serangan Islam. Belum pernah terjadi sebelumnya ada
banyak orang Muslim yang tinggal di negara-negara Kristen. Oleh karena ekses
jumlah kelahiran orang Muslim berlipatganda setiap 27 tahun atau bahkan lebih
cepat, sedangkan orang Kristen di seluruh dunia membutuhkan 54 tahun untuk
menggandakan jumlah mereka.
Orang-orang Kristen harus belajar untuk memahami Islam dari sudut pandang
Injil dan menginjili orang Muslim dalam nama Yesus. Jika tidak demikian maka
Eropa, seperti yang pernah dialami Timur Tengah, akan diperhadapkan dengan
kebangkitan yang mengerikan.
Kuis 1
Pembaca yang kekasih!
Jika anda telah mempelajari tulisan ini dengan teliti, anda dapat dengan mudah
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Siapa yang menjawab 90% dari
semua pertanyaan dalam tulisan-tulisan berbeda dari seri ini dengan tepat, akan
memperoleh sebuah sertifikat dari pusat kami di:
Advanced Studies
In Basic Differences between Islam and Christianity
Untuk menyemangati pelayanan anda di masa depan bagi Kristus. Jawaban anda
akan sangat dihargai apabila anda juga memuat referensi dari Qur’an.
1. Apa yang dapat anda pelajari dari penaklukkan Islam atas Spanyol dan
penaklukkannya kembali oleh orang-orang Kristen selama 700 tahun?
2. Bagaimanakah Ottoman menaklukkan Balkan dan berapa lama waktu
dibutuhkan untuk membebaskan Balkan dari kuk penindasan Islam?
3. Di negara-negara Eropa mana hidup lebih dari 100.000 orang Muslim
Turki?
4. Bolehkah Turki bergabung dengan Uni Eropa, atau tidak? Argumen faktual
mana yang harus dipertimbangkan berkenaan dengan hal ini?
5. Apakah arti kata “Islam”?
24
6. Seberapa sering semua Muslim harus berpartisipasi dalam doa harian?
7. Apakah artinya penyembahan kepada Allah?
8. Mengapakah Islam disebut sebagai agama yang berdasar pada
pembenaran melalui perbuatan?
9. Apa yang anda pahami dari Sura 29:45 dan 35:29-30?
10. Apakah artinya “Allahu Akbar”? dan bagaimanakah kalimat ini
menjelaskan konsep Muslim mengenai Tuhan?
11. Apakah pendapat anda mengenai 20 nama paling penting dan
karakteristik Tuhan dalam Qur’an?
12. Apakah artinya keesaan Allah di dalam Islam?
13. Mengapa Allah di dalam Islam bukanlah trinitas? Mengapa Islam dengan
keras menyangkali gagasan bahwa 3 agama monoteistik?
14. Mengapa seorang Muslim tidak pernah percaya bahwa Tuhan adalah
seorang Bapa?
15. Mengapa Qur’an dengan keras menyangkali keilahian status Kristus
sebagai Putra?
16. Mengapa Roh Kudus di dalam Islam tidak memiliki/berasal dari natur
ilahi?
17. Apakah perbedaan antara kasih Tuhan dengan kemurahan Allah?
18. Dalam hal apa Allah di dalam Islam adalah sebuah roh yang anti Alkitab?
19. Kebohongan apa yang secara sah diijinkan bagi seorang Muslim?
20. Apakah artinya 1 Yohanes 2:22-23 dalam memandang/menilai Islam?
21. Mengapa roh Allah selalu bertentangan dengan Roh Kudus?
22. Apakah yang dapat anda pelajari dari Perjanjian Khalif Omar dengan
orang-orang Kristen di Damaskus?
23. Apakah tujuan aktual dari Islam?
Semua peserta kuis ini diijinkan untuk menggunakan buku apa saja yang
dikehendakinya dan bertanya pada orang yang dapat dipercayai yang
25
dikenalnya, dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kami menunggu
jawaban tertulis anda termasuk alamat lengkap anda pada surat atau e-mail
anda. Kami berdoa untuk anda pada Yesus, Tuhan yang hidup, agar Ia
memanggil, mengutus, menguatkan, melindungi dan menyertai anda setiap hari
dalam hidup anda!
Saudaramu dalam pelayanan,
Hamba-hamba Tuhan
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O. Box 1806
70708 Fellbach, GERMANY
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net

26
1
PANGGILAN DARI MINARET
(MENARA MESJID): APAKAH
ARTINYA ITU?
Ketika minyak, disebabkan efek Perang Yom
Kippur tahun 1973, naik menjadi empat kali
harga normal, dan terus menjadi semakin mahal,
maka ketegasan para Muslim pun semakin
meningkat. Berdasarkan Hukum Islam (Syariah),
20 persen dari penghasilan bersih produksi
minyak harus diinvestasikan untuk mendukung
pengembangan agama Islam (Sura 8:41). Maka
sejak saat itu, mesjid-mesjid menjamur di
seluruh kontinen.
Setiap pagi, saat fajar akan merekah, segera
setelah “seseorang dapat membedakan antara
sebuah benang putih dan benang hitam”,
muezzin (pengumandang azan), memanggil dari
menara mesjid untuk menyembah Allah. Di kota-kota dan di desa-desa,
suara loudspeaker mereka terdengar sangat keras di atap-atap rumah:
“Sholat lebih baik daripada tidur!” Lima kali sehari, ajakan untuk sholat
turun dari menara-menara itu: saat fajar, tengah hari, sekitar jam 3 sore,
saat matahari tenggelam dan pada malam hari (2 jam kemudian).
Kata “minaret” berasal dari bahasa Arab “manarat”, artinya “mercu suar”.
Sama halnya seperti sorotan dari lampu navigasional dipakai untuk
mencegah kapal agar tidak kandas atau menabrak karang, demikian juga
minaret akan memimpin semua Muslim untuk tetap tinggal di sekitar
Islam dan mengajak semua orang-orang non-Muslim yang tersesat untuk
bertobat dan memilih “jalan yang lurus” menuju Firdaus. Islam
memandang dirinya sebagai “agama yang memanggil”, mengundang
semua manusia (Din al-Da’wa), dan memiliki sebuah ideologi misionari
yang penuh keyakinan serta bersifat memaksa (Sura 2:193; 8:31;
61:9-11).
Karena panggilan yang disuarakan jutaan kali dari menara-menara mesjid
harus diucapkan dalam bahasa Arab, maka pertama-tama kita akan
menterjemahkan doa yang diucapkan oleh muezzin tersebut:
Allah adalah lebih besar! Allah adalah lebih besar!
Allah adalah lebih besar! Allah adalah lebih besar!
Aku bersaksi: Tiada Tuhan selain Allah!
Aku bersaksi: Tiada Tuhan selain Allah!
Aku bersaksi: Muhammad adalah Rasul Allah!
Aku bersaksi: Muhammad adalah Rasul Allah!
Bangunlah untuk berdoa! Bangunlah untuk menjadi sukses!
2
Bangunlah untuk berdoa! Bangunlah untuk menjadi sukses!
Allah adalah lebih besar! Allah adalah lebih besar!
Pendahuluannya terdiri dari empat kali panggilan: “Allah adalah lebih
besar!” Bagian terakhir merupakan pengulangan dari pendahuluan yang
diucapkan dua kali. Semua seruan yang lainnya diulangi dua kali. Berikut
ini, prinsip-prinsip sentral dari iman Islamik ini akan dijelaskan.
1. Allah adalah lebih besar
Ringkasan dari pengakuan Islamik ini diulangi sebanyak enam kali dari
panggilan yang diserukan oleh muezzin, dan diumumkan dari minaret tiga
puluh kali dalam sehari. Penegasan ini seringkali salah diterjemahkan
sebagai “Allah adalah besar!” atau “Allah Maha besar/Yang terbesar!” Jika
Allah hanya “besar”, maka itu artinya ada mahluk lain yang lebih besar
(daripada Dia). Sebaliknya, jika Ia dipanggil “Yang Terbesar”, maka ia
akan berada dalam satu kategori dengan ciptaanNya sendiri. Tidak, Allah
adalah besar melampaui semua hal yang bisa diperbandingkan!
a) Allah ditinggikan di atas semua ciptaanNya: Implikasi dari
seruan iman Islamik ini adalah sebagai berikut: Allah, Yang Maha
Kuasa, adalah Pencipta dari alam semesta (Sura 39:5, 67:2-3;
dsb.)! Punya Dialah kemakmuran dan kekayaan. Kepemilikan dan
otoritasnya melampaui segala sesuatu (Sura 31:26; 47:38). Dialah
yang memiliki kekuatan dan kemuliaan. Kekuasaan dan
penyembahan adalah milikNya seorang (Sura 55:27). Ia memiliki
lebih banyak pengetahuan dan hikmat dibandingkan dengan semua
ahli filsafat (Sura 2:282; 9:60, dsb.). Ia lebih menakutkan daripada
semua bom nuklir dan hidrogen (Sura 57:2; 64:1; 67:1-2; dsb.)
b) Allah adalah lebih besar daripada semua roh dalam dunia
supranatural: Kematian diyakini berada dibawah kendaliNya. Tak
ada seorang pun yang mati secara kebetulan. Allah membunuh
siapa pun yang Ia kehendaki (Sura 30:40; 40:68; dsb.). Bahkan
Setan adalah budakNya sebagaimana halnya semua ciptaan yang
lain (Sura 25:2). Keinginan Allah adalah untuk memenuhi neraka
dengan manusia dan roh-roh (Sura 32:13)! Semua malaikat ada
dibawah perintahNya. Qur’an berbicara mengenai Roh Kudus
sebagai budak Allah juga (Sura 17:85; 97:4). Sebagaimana halnya
“Jibril” (Gabriel) dianggap sebagai oknum yang telah
menyampaikan pewahyuan dari Tuhannya kepada Zakaria, Maria,
Kristus dan Muhammad. Roh-roh yang percaya kepada Qur’an
dianggap sebagai Muslim. Namun demikian, mereka tidak memiliki
akses ke Surga (Sura 72:8-14).
Orang-orang Muslim percaya ketika Neil Armstrong keluar dari
pesawat ruang angkasa dan menginjakkan kaki di bulan, ia
mendengar seruan: “Allah adalah lebih besar”. Ketika ia kemudian
ditanya melalui telepon, Armstrong menjawab bahwa ia tidak
mendengar suara atau bunyi apa pun. Namun demikian, orang-
orang Muslim masih tetap meyakini bahwa seruan “Allah adalah
lebih besar!” memenuhi seluruh alam semesta!
3
c) Allah adalah lebih besar dari apapun pengertian mengenai
Dia: Semua pemikiran, pengetahuan dan tulisan mengenai
pencipta, Tuhan dan hakim dunia tampaknya dalam Islam tidak
mencukupi. Setiap statement teologis secara realitas akan gugur
dan pada akhirnya akan dianggap palsu. Beberapa nama dari ke-99
nama-nama Allah yang paling indah berkontradiksi satu sama lain,
sehingga, menurut al-Ghazali, Allah itu pastilah segala sesuatu dan
bukan segala sesuatu. Ia tidak dapat diselami. Ia tetap secara total
berbeda; agung, sangat jauh, Tuhan yang tidak terjangkau, jauh
melampaui kategori-kategori dan emosi-emosi manusia (Sura
47:4-5).
Ia tetap dianggap sebagai Tuhan yang adil, kendati Ia menyesatkan
siapa pun yang Ia inginkan. Ia membimbing ke jalan yang lurus
siapa pun yang ia inginkan (Sura 6:39; 13:27; 14:14). Ia
menggantikan wahyu-wahyu yang Ia sampaikan sebelumnya
dengan wahyu-wahyu yang lebih baik, yang cocok dengan situasi
yang berlaku kemudian. Sekitar 240 ayat-ayat dalam Qur’an telah
dibatalkan dengan wahyu-wahyu kemudian (Sura 16:101-103).
Yang Maha Kuasa sanggup menghancurkan hamba-hambaNya,
utusan-utusan dan agen-agen pewahyuanNya saat Ia menganggap
tepat untuk melakukannya. Berdasarkan Qur’an, Yesus juga
dikategorikan sebagai manusia, yang bisa Tuhan hapuskan pada
satu waktu, sebagaimana yang Ia kehendaki (Sura 5:17). Allah
jauh melampaui ide-ide manusia mengenai keadilan. Ia adalah
penipu daya yang paling cerdik dari semuanya (Sura 3:54; 8:30)!
Ia tidak bertanggungjawab kepada siapa pun.
d) Allah bahkan lebih besar daripada iman Kristen: Dalam Islam,
putera Maria tidak disebut Yesus melainkan “Isa”. Dengan
mengganti nama ini, maka Islam telah merampok keilahianNya,
eksistensiNya yang kekal dan kuasa penyelamatanNya (Sura
4:171; 5:72; 9:30). Qur’an mempresentasikan ‘Isa sebagai sebuah
roh Allah yang diciptakan’, yang ditiupkan ke rahim Maria (Sura
3:47,59). Semua mujizat-mujizatNya dianggap bisa terjadi dengan
seijin Yang Maha Kuasa dan dengan pertolongan rohNya (Sura
5:110). Berdasarkan teologi Islam, ’Isa tidak disalibkan, tetapi
dengan diam-diam dibuat tidak sadar dan kemudian dilahirkan pada
TuhanNya dalam kondisi hidup (Sura 3:55; 4:157-158).
Berdasarkan tradisi, Ia akan kembali pada akhir zaman untuk
membunuh anti-Kristus dan untuk mengubahkan orang-orang tak
bertuhan menjadi Islam. Allah dianggap lebih besar daripada ‘Isa,
yang akan tetap untuk selama-lamanya menjadi hambaNya.
Dalam Islam, Roh Kudus bukanlah kudus dalam diriNya sendiri,
tetapi hanya disebut “sebuah roh dari Yang Kudus” (Sura 2:87.253;
5:110; 16:102). Sebagaimana halnya Jibril (Gabriel) ia berada
dibawah otoritas Yang Maha Mulia dan pada Hari Penghakiman ia
harus berdiri dalam sebuah antrian yang panjang bersama-sama
dengan semua malaikat, dengan diam menantikan vonis yang akan
dijatuhkan padanya (Sura 78:38)
4
Allah dalam Islam bukanlah Tuhan Sang Bapa. Ia tidak dikandung
dan juga tidak dilahirkan. Tak ada yang menyamaiNya (Sura
112:3-4). Ia bukanlah Tuhan Yang adalah kasih adanya, yang ingin
membangun sebuah hubungan pribadi dengan orang-orang Muslim,
agar Ia bisa mengadakan perjanjian dengan mereka. Ia
menunjukkan belas kasihan kepada siapa saja yang Ia pilih, tetapi
tetap jauh keberadaanNya dengan ciptaanNya. Allah tidak hadir di
Firdaus atau di Surganya Muslim. Ia jauh menjulang di atas mereka
dan untuk selamanya Ia akan tetap tidak bisa diakses.
Setiap pembaca yang cerdas yang memperbandingkan outline
singkat ini dengan referensi-referensi Qur’anik akan tiba pada
kesimpulan bahwa: Allah dalam Islam bukanlah Tuhan di Alkitab.
2. Tidak ada Tuhan selain Allah
Setelah keempat bagian “kebesaran Allah” (takbir), muezzin akan
menyerukan dengan suara yang keras iman Islamik mereka. Ketika
melakukan hal ini, mereka tidak sedang mengajukan sebuah diskusi
teologis, tetapi sebaliknya, mempresentasikan kepada semua Muslim,
bahwa mereka sedang mengucapkan pengakuan akan pondasi dan kultur
dari agama mereka. Siapa pun yang mendengarkan panggilan ini, harus
mengulangi deklarasi iman Islamik dengan bibirnya atau di dalam hatinya.
Kapan pun pengakuan ini diserukan, diperdengarkan atau diterima,
pemerintahan Allah telah dimulai, sesuai dengan pemahaman Islamik.
Siapa pun yang dengan sadar mengucapkan kesaksian ini dua kali di
hadapan para Muslim, maka dengan ini ia menjadi seorang Muslim!
Pengulangan dari artikel iman ini tidak hanya merupakan bagian pertama
dari pengakuan (Kredo) Islamik, tetapi ia juga memiliki jangkauan yang
jauh, yang secara legal merupakan karakter yang mengikat.
Muslim memberikan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah
(Sura 59:23). Dengan melakukan hal ini, mereka memasuki konflik yang
sama seperti yang pernah dialami Musa dan nabi-nabi Perjanjian Lama.
Muhammad ingin menghapuskan politeisme di Ka’aba yang ada di Mekah,
dan mendirikan sebuah agama modern yang merupakan sinkritisme
antara Yudaisme, Kekristenan dan komunitas-komunitas agama lainnya.
Ia percaya kepada satu-satunya Tuhan, sebagaimana halnya orang-orang
Yahudi mengakuiNya dan dengan keras menyangkali kemungkinan bahwa
Yang Satu itu ada dalam Tiga (Sura 4:171; 5:73,116). Muhammad
mengecam iman kepada Trinitas yang Kudus sebagai sebuah penghujatan
yang tidak bisa diampuni. Misteri kasih Tuhan yang berinkarnasi dalam
puteraNya Yesus, agar semua yang percaya padaNya bisa menerima Roh
Kudus, tidak cocok dengan konsep dari nabi Arab ini (Sura 9:29).
Karena itu, panggilan dari minaret memiliki implikasi sebagai sebuah
penolakan yang sangat mencolok terhadap Tuhan sebagai Sang Bapa,
Anak dan Roh Kudus! Kesaksian dari para muezzin berisi sebuah pesan
anti-Kristen dan anti-spiritual, yang merobek semua mimpi-mimpi
humanistik dari Pencerahan hingga tinggal serpihan-serpihan. Allah Islam
5
tidak akan pernah merupakan Bapa dari Yesus Kristus! Panggilan dari
minaret ibarat ribuan serangan yang dilakukan secara terus-menerus
terhadap keyakinan dari setiap orang Kristen! Sayangnya, hanya sedikit
orang yang memahami hal ini.
3. Muhammad adalah UtusanNya
Para muezzin tidak hanya menyatakan iman mereka kepada Allah, tetapi
juga iman mereka kepada Muhammad, yang, berdasarkan pengakuan
Islamik, ia bukan hanya seorang nabi, tetapi merupakan Utusan Allah.
Bahkan Muhammad sendiri memahami dirinya sebagai seorang
pengawas yang memberikan peringatan kepada umat akan
kedatangan hari penghakiman (Sura 13:7; 38:4,65; 50:2, dsb.). Ia
menyaksikan hukum Islamik (Syariah) sebagai satu-satunya kemungkinan
bagi murid-muridnya untuk bisa diselamatkan dari penghukuman Hakim
yang kekal. Muhammad tidak pernah menyebut dirinya sebagai
penyelamat, pembebas atau seorang mediator, melainkan memandang
dirinya sebagai utusan atau wakil Allah, mencoba untuk membimbing
semua Muslim ke Firdaus melalui mentaati hukum-hukumnya (Sura 1:6;
5:48, 45:18).
Muhammad tidak hanya menuntut kepada para pengikutnya untuk
mempercayai dan beriman kepada dirinya sendiri, tetapi juga ketaatan
dan penyerahan tanpa syarat terhadap otoritasnya (Sura 4:59, 150-152;
7:158; 47:33; 49:14; 57:28). Banyak dari para idealis yang meyakini
bahwa Islam mengajarkan iman hanya kepada Allah. Ini adalah sebuah
kesalahan. Qur’an juga menuntut sebuah ketaatan iman secara
menyeluruh kepada Muhammad. Setiap Muslim harus hidup sama seperti
nabinya hidup. Ia harus, diumpamakan “mengenakan” Muhammad! Cara
hidupnya (Sunnah) merupakan sumber kedua dari Syariah. Karena itu
Muhammad menjadi standard dan tujuan dari agamanya.
Islam bukanlah agama dalam pengertian sebagai Pencerahan, melainkan
sebuah ideologi dimana agama dan politik, ibadah dan Perang Suci, iman
dan legislasi dianggap sebagai sebuah kesatuan. Tujuan Islam yang
tetap adalah negara berdasarkan agama (Sura 2:193; 8:39; 49:14).
Hukum menuntut sebuah otoritas eksekutif, sama halnya dengan negara
Islamik membutuhkan sebuah hukum juga). Untuk alasan inilah, agama
dan politik harus merupakan satu kesatuan. Muhammad memahami
dirinya baik sebagai seorang nabi dan juga seorang negarawan. Musa
adalah satu dari role model yang paling penting baginya.
Hassan al-Banna, pendiri dari Persaudaraan Muslim di Mesir, mengajarkan
bahwa seorang beriman yang berdoa, berpuasa dan membayar pajak
keagamaannya, masih tetap gagal untuk menjadi seorang Muslim yang
baik. Hanya ketika Syariah dilaksanakan di negara dimana ia hidup, maka
imannya pun akan bisa mencapai kesempurnaan. Semua praktek-praktek
keagamaan lainnya hanya merupakan tahap awal dari Islam yang
sesungguhnya. Untuk alasan ini, iman kepada Muhammad selalu tertuju
pada sebuah negara agama.
6
4. Marilah berdoa!
Sepuluh kali sehari, orang-orang Muslim mendengar panggilan ini dari
para muezzin mereka. Hal ini tidak berarti bahwa mereka dipanggil untuk
melakukan doa pribadi dengan tidak bersuara, tetapi untuk beribadah di
mesjid sebanyak lima kali. Siapa pun yang tidak bisa pergi ke mesjid, bisa
melaksanakan ritual doa yang diwajibkan ini di rumah mereka, di pesawat
terbang atau di tempat-tempat umum. Ritual doa jika memungkinkan
harus diucapkan dalam bahasa Arab. Semua Muslim diwajibkan untuk
berdoa, karena beribadah kepada Allah ada tertulis dalam hukum!
Setiap waktu doa didahului dengan melakukan wudhu (pembersihan)
sesuai dengan ritual yang ditentukan (Sura 5:6). Muhammad Hamidullah
menggambarkan ritual ini dalam bukunya “Introduksi kepada Islam”
sebagai berikut:
“Langkah pertama adalah memformulasikan penekanan
mengenai pemurnian, dengan mengatakan
“bismillah” (dengan nama Allah), mencuci tangan hingga
pergelangan, membasuh mulut dengan air, membersihkan
lubang hidung dengan air, membasuh muka dari jidat hingga
dagu dan dari telinga yang satu ke telinga yang lain,
membasuh lengan kanan dan kemudian lengan kiri hingga
siku (inklusif), menyapukan jari-jari yang basah ke muka
dan lubang telinga (dan berdasarkan pengajaran beberapa
sekolah, juga termasuk leher), kemudian pertama-tama
mencuci kaki sebelah kanan dan kemudian sebelah kiri
hingga pergelangan – melakukan setiap aksi ini sebanyak
tiga kali (kecuali airnya tidak mencukupi, dimana dalam
sejumlah kasus sekali pun sudah dianggap mencukupi).”
Jika rangkaian pembasuhan dilaksanakan tidak benar, maka doa dari
individu tersebut menjadi batal. Jika air sepenuhnya kurang, seseorang
boleh membasuh muka dan tangannya dengan pasir atau batu
(tayammum) sebagai pernyataan kesungguhan dan untuk menggantikan
ritual pemurnian diri. Setelah melakukan wudhu hingga berakhirnya ritual
doa, kecuali untuk bernafas dan mengeluarkan kata-kata, tak ada satu
pun yang boleh keluar dari tubuh seorang Muslim, sebab jika tidak maka
ibadahnya menjadi batal.
Seorang Muslim tahu bahwa ia tidak bisa datang menghampiri Allah
seperti apa adanya dia. Ia harus memurnikan dirinya sendiri dari kepala
hingga kaki. Pembaharuan pikiran dan pengudusan hati tidak dikenal
dalam Islam. Karena itu, pengudusan harian untuk berdoa tetap bersifat
eksternal dan “hanya di permukaan saja”, tidak memproduksi sebuah
pertobatan yang dalam atau sebuah perubahan karakter, atau sebuah
pemurnian keinginan.
Ke-lima doa wajib dari orang-orang Muslim secara praktis tidak
melibatkan komunikasi dengan Tuhan. Doa itu terdiri dari liturgi-liturgi
yang sudah ditentukan, yang bertujuan untuk memuliakan Allah dan
penyerahan diri para individu kepada ketuhananNya. Sebuah pengakuan
7
dosa atau sebuah syafaat bagi mereka yang tengah mengalami
kesusahan hampir-hampir tidak ditemukan dalam ritual doa/sholat.
Pada awalnya, orang-orang yang hendak sholat di mesjid akan
berdiri di barisannya dan berkonsentrasi dengan apa yang akan
mereka katakan atau doakan. Kemudian, mereka akan memberikan
pengakuan pada permulaan lingkaran doa bahwa “Allah adalah
lebih besar!” Setelah itu, dengan tidak bersuara mereka akan
mengucapkan untuk diri mereka sendiri Al-Fatiha, doa utama Islam
(Sura al-Fatiha 1:1-6), atau Sura kesetiaan (Sura al-Ikhlas
112:1-4), keduanya berisi sebuah penyangkalan langsung terhadap
Trinitas.
Para pemuja/umat kemudian merangkum doa yang mereka naikkan
dengan tidak bersuara dengan sebuah seruan “Allah adalah lebih
besar”!, menundukkan kepala mereka selagi mereka berdiri dan
berbicara dalam hati: “Kemuliaan bagi Tuhanku yang besar!”
Setelah itu mereka kembali menegakkan kepalanya dan berkata,
“Allah mendengarkan setiap orang yang memuliakanNya!”,
kemudian mereka mengulangi kalimat, “Allah adalah lebih
besar!”, kemudian berlutut dan sujud, menyentuh dahi mereka ke
tanah (Sura 17:107; 22:77; 48:29). Kemudian setiap orang berkata
tiga kali, “Kemuliaan bagi Tuhan Yang Maha Tinggi!”
Masih berlutut, mereka menegakkan kembali bagian atas tubuh
mereka dan mengucapkan pengakuan, “Allah adalah lebih besar!”
Kemudian mereka sujud ke tanah untuk kedua kalinya dan kembali
mengucapkan doksologi Islam sebanyak tiga kali, “Kemuliaan bagi
Tuhan yang Maha Tinggi!”
Setelah menyelesaikan lingkaran doa yang pertama, mereka
kembali berdiri dan mengulangi lingkaran berikutnya dengan seruan
“Allah adalah lebih besar!”, kemudian kembali mengulangi kata-
kata dan gerak tubuh yang sama persis dengan sebelumnya.
Berdasarkan peraturan dari orang-orang Maliki, dimana termasuk di
dalamnya kebanyakan Muslim Afrika, liturgi doa yang bersifat tetap ini
diulangi dua kali pada waktu fajar, empat kali pada tengah hari, empat
kali pada sore hari, tiga kali pada waktu matahari terbenam, dan empat
kali pada malam hari. Seluruhnya, liturgi doa yang sama dilakukan
sebanyak 17 kali dalam sehari.
Pada penutupan setiap sesi doa, para penyembah mengucapkan Kredo
mereka dalam sebuah versi yang diperpanjang, yang menegaskan
penolakan mereka akan ketuhanan Kristus dan ketuhanan Roh Kudus.
Akhirnya, setiap penyembah menyalami rekan di sebelah kanannya
dengan damai Allah.
Dengan cara ini, dalam satu hari, orang-orang Muslim mengucapkan
lebih dari 100 kali, “Kemuliaan bagi Tuhan Yang Maha Tinggi!”, 68 kali
8
pengakuan, “Allah adalah yang lebih besar!”, 51 kali mereka
mengulangi, “Kemuliaan bagi Tuhan Yang Besar!”, 17 kali mereka
menegaskan, “Allah mendengarkan orang-orang yang memujiNya!”, 5
kali mereka mengulangi Pengakuan (Kredo) Islamik, dan mengulangi
pernyataan salam damai, yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang
Muslim saja. Di sini, sebuah prinsip dari pendidikan Islamik menjadi
bukti: Pengulangan yang terus-menerus membawa kepada
konsolidasi dan memenuhi pemikiran bawah sadar! Pemikiran
rasional dan doa individual jarang dilakukan; kecuali sebuah liturgi
sederhana yang dimaksudkan untuk menolong mereka yang buta huruf
untuk memuliakan Allah dan menyerahkan diri mereka kepadaNya.
Penyembahan kepada Allah berpuncak pada sikap sujud Muslim,
menundukkan dahi mereka hingga menyentuh tanah. Selama lima kali
melakukan sholat, mereka sujud di hadapan Allah hingga 34 kali sehari.
Tujuan dari praktek ini adalah untuk membawa seluruh hidup mereka
kepada Sang Pencipta, Tuhan dan Hakim. Mereka sepenuhnya adalah
milikNya. Seorang Muslim tidak lagi menjadi seorang yang bebas. Ia
telah meletakkan dirinya ke dalam tangan Allah. Ia terikat
padaNya. Ia adalah budak dan harta milikNya. Islam artinya
penundukan, penyerahan, atau kepatuhan. Dalam doa-doa harian
yang dilakukan, penyerahan menjadi sebuah realitas. Doa resmi adalah
tulang punggung dari agama ini.
Namun demikian, Allah dalam Islam bukanlah Bapa dari Yesus Kristus. Ia
adalah ilah yang lain di samping Bapa, Anak dan Roh Kudus. Hal ini
berarti bahwa, ketika orang-orang Muslim menyerah kepada Allah,
mereka sedang menyerahkan diri mereka ke dalam kuasa dari sebuah
roh yang anti-Kristen, yang sekarang menguasai mereka. Inilah alasan
bagi ikatan korporat dari kebanyakan orang-orang Muslim. Ritual doa
harian yang mereka lakukan, menegaskan akan perbudakan yang
mereka alami, dan yang mengendalikan mereka kepada ketaatan buta
kepada perkataan-perkataan Qur’an.
5. Bangkit menuju kesuksesan
9 kali dalam sehari, pengharapan Islamik dikumandangkan dalam
panggilan Muezzin, “Siapa pun yang melakukan sholat (berdoa)
akan berhasil.” Hal ini terutama mengandung makna bahwa bidang
kehidupan sehari-hari akan diberkati, yaitu: kesehatan yang baik, lulus
dalam ujian, efektif di pekerjaan dan keberuntungan dalam cinta, lahirnya
banyak anak laki-laki, perencanaan politik dan ekonomi yang berhasil,
dan kemenangan yang mulia dalam apa yang dinamakan sebagai Perang
Suci (jihad). Jangkauan penuh dari keinginan duniawi Muslim juga
dimasukkan dalam panggilan ini, “Bangkitlah untuk berdoa –
bangkitlah menuju kesuksesan!”
Mengenai hidup sesudah mati, panggilan untuk berdoa ini berusaha untuk
meraih pengampunan dosa melalui penyembahan reguler kepada Allah.
Tujuan lain dari pemujaan adalah sukses yang bisa dilihat dalam
penyebaran Islam. Lebih jauh lagi, penekanan dari doa seperti ini adalah
9
untuk memanipulasi roh-roh (jin) untuk tujuan personal dan kutukan
spesifik terhadap musuh (Sura 3:61). Harapan dari para penyembah,
melalui ibadahnya adalah untuk mendapatkan sebuah putusan yang
ringan pada Hari Penghakiman, yaitu untuk dibebaskan dari api Neraka
(Sura 19:72), dan untuk memperoleh akses kepada kegembiraan dan
kesenangan dari Taman Firdaus (Sura 9:111).
Menjadi sangat jelas, dari apa yang baru saja disampaikan, bahwa Islam
adalah sebuah bentuk pembenaran berdasarkan perbuatan.
Keselamatan yang ia tawarkan bukanlah berasal lewat anugerah,
melainkan melalui prestasi religius personal. Seorang Muslim berharap
bahwa perbuatan-perbuatannya yang baik akan meringankan perbuatan-
perbuatannya yang jahat (Sura 11:114). Ia percaya bahwa ia akan
dibenarkan melalui memuja Allah (Sura 5:12; 35:29-30; dsb.). Dengan
berpuasa pada bulan Ramadhan, membayar pajak keagamaan, dan juga
memberikan sedekah kepada fakir miskin, merupakan ekspresi dari
penebusan diri yang sengaja dilakukan dan telah dikalkulasikan
sebelumnya. Doa adalah sebuah perjanjian dengan Allah yang, lebih cepat
daripada komputer, mencatat nomor dan intensitas dari ibadah para
pemuja serta menimbangnya dengan dosa-dosa dan kelalaian di sisi yang
lain (Sura 4:6,86; 6:62; 24:39).
Lima kali waktu sholat bukanlah sesuatu yang dilakukan dengan sukarela
atau sesuatu yang dilakukan karena bimbingan roh: ini adalah sebuah
kewajiban dan sebuah hukum. Waktunya sudah ditetapkan dan liturginya
pun sudah ditentukan. Setiap Muslim harus tunduk pada persyaratan-
persyaratan syariah (hukum Islam). Ketaatan mereka secara persis,
dikatakan bisa menyelamatkan seseorang dari penghakiman Allah. Islam
adalah agama yang ada di bawah hukum dan bukan ditemukan melalui
anugerah dari seorang Penyelamat (Sura 5:9; 22:50; 29:7; 33:35; dsb.).
Di sinilah terletak kesalahan utama Islam. Sementara ritual pembasuhan
(wudhu) sebelum waktu sholat hanya bisa memurnikan kulit dan bukan
hati, karena itu doa dalam Islam tidak bisa memproduksi keselamatan
sepenuhnya. Muslim tidak menyadari kerusakan dirinya karena ia tidak
menyadari Tuhan Yang Maha Kudus yang adalah kasih. Ia meraba-raba di
tempat yang berkabut sebab ia tidak berjalan dalam terang Alkitab. Ia
membayangkan bahwa ia cukup baik untuk menyelamatkan dirinya dari
penghakiman Allah. Ia tidak tahu bahwa ia dilahirkan dalam kondisi
berdosa dan bahwa apa pun yang ia lakukan telah dinodai oleh dosa
(Kejadian 6:5; 8:21; Mazmur 51:5). Ia menolak Sang Penyelamat, Yesus
Kristus dan menolak keselamatan yang dibangun berdasarkan anugerah
cuma-cuma dari Bapa, yang sudah dipersiapkan baginya. Muslim tidak
bisa memahami pujian Rasul Paulus yang menulis himne berikut ini:
Terberkatilah Elohim dan Bapa Tuhan kita YESUS Kristus, yang telah
memberkati kita dengan segala berkat rohani di alam semesta di
dalam Kristus. (Efesus 1:3 - ILT)
Orang Kristen tidak berdoa supaya mereka akan diselamatkan atau
meraih kesuksesan pada waktunya dan dalam kekekalan; sebaliknya
mereka berterimakasih kepada Bapa mereka di surga karena Ia sudah
10
menyelamatkan mereka melalui puteraNya Yesus Kristus. Setelah
kematian di kayu salib untuk penebusan yang dilakukan oleh PuteraNya,
ia membuka lebar-lebar pintu gerbang surga untuk mereka yang
menyembahNya dan untuk para lawan (Kis 2:17-21). Tujuan dari doa
yang kita naikkan adalah untuk mengekspresikan ucapan
terimakasih kita atas keselamatan yang menyeluruh melalui
pencurahan Roh Kudus di dalam hati kita. Kita tidak menyembah
Tuhan supaya Ia berbelas-kasihan kepada kita, tetapi sebaliknya kita
mengasihi dan memujiNya karena Ia telah membenarkan kita dan
melahirkan kita kembali melalui RohNya. Kita berdoa supaya seluruh
kehidupan kita akan menjadi pujian bagi kemuliaan anugerahNya (Efesus
1:13-14)
6. Allah adalah lebih besar!
Di akhir dari panggilan mereka untuk melaksanakan sholat, para muezzin
kembali menyerukan sebanyak dua kali, “Allah adalah lebih besar!”
Seluruhnya sebanyak 98 kali sehari Allah ditinggikan dari menara-menara
mesjid.
Penyembahan kepada Allah ini kadang-kadang bisa memimpin pada
sebuah perpecahan dalam sebuah suku jika beberapa dari anggotanya
menolak untuk memeluk Islam. Para partisan Hizbullah dianggap telah
menerima porsi yang spesial dari roh Allah, sebab mereka lebih suka
komunitas Muslim untuk terikat dengan saudara-saudari mereka yang
belum percaya pada Islam. Jika saudara-saudari mereka ini tetap menolak
iman Islam, maka para gerilyawan pejuang ini diminta untuk
meninggalkan atau menyerang mereka (Sura 58:22).
a) Allah dianggap lebih besar daripada sebuah negara Islamik
liberal yang menolak untuk mengaplikasikan syariah dalam
integritasnya. Panggilan para muezzin adalah menghasut para
pendengar untuk mengadakan revolusi, yaitu jika sebuah
pemerintahan Muslim menyangkali otoritas syariah. Dalam sebuah
negara non-Islamik, orang beriman diharapkan untuk
mempersembahkan masyarakat tidak percaya yang ada di
sekeliling mereka melalui nama dengan tujuan untuk menginfiltrasi
mereka dari dalam.
b) Allah juga dianggap lebih besar daripada ketakutan dan
keraguan dari kebanyakan orang-orang Muslim untuk menantang
musuh-musuh Islam dibawah keanehan yang berlebih-lebihan.
Mereka dijanjikan bahwa para malaikat akan menolong mereka
ketika terjadi peperangan. Mereka dipanggil untuk mempercayai
kemenangan minoritas Islamik melawan setiap mayoritas anti-
Islamik. Bukan saja bahwa mereka akan mengalahkan musuh-
musuh Islam, tetapi bahwa Allah sendiri akan berperang melawan
mereka dan menghancurkan mereka melalui intervensi mereka
(Sura 8:17). Ayat ini membuka lebar-lebar pintu kepada terorisme
dengan mendefinisikan tindakan kekerasan yang keji dan disengaja
sebagai ibadah kepada Allah.
11
c) Allah dianggap lebih besar dari semua penyembah berhala,
orang-orang tidak percaya, orang beriman yang setengah hati,
Yahudi dan Kristen. Semuanya ditantang oleh para muezzin untuk
mengambil bagian dalam doa-doa harian. Sikap tunduk mereka di
hadapan Allah menjadi tanda luar dari pertobatan mereka. Namun
demikian, Qur’an mendeklarasikan sebuah perang tanpa belas
kasihan pada siapa pun yang menolak untuk menerima iman (Sura
2:191-193; 8:60; 9:5,12-14,29). Meskipun demikian, orang Yahudi
dan Kristen, jika mereka tunduk, mereka memiliki hak untuk
diperlakukan sebagai warga negara kelas dua di sebuah negara
Islamik.
d) Allah dianggap lebih besar dari semua illah. Otoritasnya atas
alam semesta tidak tertandingi. Kedua perintah misionari dalam
Qur’an mempersyaratkan orang-orang Muslim untuk menggunakan
kekerasan yang dipersenjatai hingga tidak ada lagi godaan untuk
melakukan kemurtadan dan ketundukan kepada Allah meliputi
seluruh dunia (Sura 2:193; 8:39).
Hukuman yang menyakitkan dan mempermalukan di dunia
sekarang dan dunia yang akan datang menanti mereka yang
mencoba terlebih dahulu memeriksa Islam (Sura 2:7; 9:101;
33:57; 45:9; 58:5.16 dsb.). Di Indonesia, lusinan orang Muslim
meneriakkan kalimat “Allah hu Akbar” (Allah adalah lebih besar)
sebelum mereka memperkosa gadis-gadis Kristen keturunan Cina
sebagai sebuah hukuman yang mereka anggap sah karena menolak
Islam. Saddam Husein mengenakan sebuah rompi anti peluru
ketika ia menubuatkan kemenangan Allah atas Amerika Serikat dan
Inggris. Di dinding tepat di belakangnya tidak ada apa-apa kecuali
sebuah bendera bertuliskan “Allah adalah lebih besar.” Bagi dia
dan Osama Bin Laden, penggunaan senjata-senjata penghancur
massal ABC merupakan sebuah ibadah kepada Allah.
e) Apakah Allah juga lebih besar daripada Islam? Bentuk singkat
dari iman Islamik juga berisi beberapa lubang yang berbahaya.
Kaum Sufi (para mistik Islam) dalam asosiasi-asosiasi (turuq),
mencoba untuk mengalami sebuah kesadaran personal yang lebih
besar dalam penyembahan mereka melampaui peraturan-peraturan
kaku syariah dan liturgi yang monoton di mesjid, yang mana bagi
mereka, Allah sendiri melebihi hukum-hukumNya dan peraturan-
peraturan keagamaan. Beberapa dari mereka bahkan mencoba,
melalui mempraktekkan meditasi, untuk masuk dalam kontak
dengan Allah sendiri, untuk mempenetrasi Dia atau untuk mencapai
ruang dari roh-roh “di luar” Dia. Mereka menganggap pemahaman
tradisional mengenai Allah seumpama sebuah kulit/cangkang luar,
yang mereka coba untuk penetrasikan. Mereka mengabaikan fakta
bahwa banyak dari mereka, ketika berada dalam proses itu,
mengalami kerasukan (Sura 3:7,23; 5:59; 24:35-36, dsb.).
f) Apakah Allah juga lebih besar dari diriNya sendiri? Allah
dalam Qur’an, menyebut diriNya sebagai Yang Angkuh atau Yang
Arogan (Sura 59:23). Panggilan para muezzin dan liturgi sholat
12
mengatakan bahwa Allah tidak saja besar, tetapi bahwa
kebesaranNya secara konstan semakin meluas. Bukankah roh yang
angkuh ini adalah dosa dari si Setan, yang pada akhirnya akan
memimpin pada kejatuhan yang besar dan membawa serta semua
pengikutnya bersamanya ke Neraka?!
Yesus sebaliknya sangat berlawanan. Ia mengosongkan diriNya sendiri
dan menjadi seorang bayi di palungan (Lukas 2:9-12). Ia menjadi
hamba dan mengucapkan rekomendasi berikut: “Belajarlah padaku,
karena Aku ini lemah lembut dan rendah hati” (Matius 11:29). Ia
merendahkan diriNya hingga pada titik bagaimana Ia dicemoohkan
oleh orang banyak, diludahi, disiksa dan akhirnya mati di kayu salib
untuk menggantikan kita (Yesaya 53:3-12; Matius 26:66-67; Lukas
22:63-65). Karena Ia telah turun dan merendahkan diriNya
sedemikian rupa, maka Elohim (YAHWEH) sangat meninggikan Dia dan
mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya di
dalam Nama YESUS, setiap lutut, yang surgawi dan duniawi dan yang
di bawah bumi, akan bertelut, dan setiap lidah mengaku bahwa YESUS
Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Elohim Bapa (Filipi 2:6-11).
Kerendahan hati Yesus membebaskan para pengikutNya dari arogansi
Setan dan mengajari mereka, bahwa Tuhan sejati bukanlah Tuhan
yang congkak, melainkan Tuhan yang rendah hati. Salib membebaskan
kita dari pembenaran melalui amal yang sangat memberatkan, dan
membuka pintu bagi kehidupan dibawah anugerah. Kerendahan hati
Yesus Kristus menunjukkan pada kita, bahwa persekutuan dalam Roh
KasihNya adalah lebih kuat daripada sebuah tentara modern yang
dipenuhi dengan pengkhianatan dan kekerasan (Matius 5:44; 26:52).
Penyaliban dan kebangkitan Kristus sendiri adalah jawaban atas
panggilan dari minaret. Ia telah merubah doa kita dari ibadah yang
dipenuhi dengan ketakutan kepada Allah yang penuh dengan
penghakiman dan hukuman, kepada pujian dan sujud kepada Trinitas
yang Kudus.

7. Panggilan dari lonceng gereja
Jauh sebelum kemunculan Islam, orang-orang Kristen juga memiliki
panggilan harian untuk berdoa dan berefleksi. Banyak menara yang
memiliki dua, tiga bahkan lebih lonceng, yang dentangannya membawa
pesan-pesan yang konkret.
Lonceng kematian yang dibunyikan dengan perlahan saat
memberangkatkan jenazah anggota komunitas gereja mengingatkan kita
akan doa Musa, “Maka beritahukanlah kepada kami agar menghitung
hari-hari kami, supaya kami dapat membawa hati yang bijaksana”
(Mazmur 90:12)! Pada saat yang sama, dentangannya adalah sebuah
panggilan untuk pertobatan, sebuah perubahan hati dan pulang ke rumah
Tuhan. Pesannya akan masuk ke dalam kedua telinga dan hati:
“Bertobatlah, karena kerajaan surga sudah mendekat!” (Matius 4:17).
13
Lonceng Penyaliban yang berbunyi di banyak tempat pada jam 9 pagi;
yaitu waktu ketika Yesus dipaku di kayu salib (Markus 15:25; John
19:14), pada jam 11 siang, saat ketika kegelapan datang (Mat 27:45) dan
pada jam 3 sore, saat ketika Yesus wafat (Mark 15:34), agar kita
memahami bahwa dosa-dosa kita telah menyebabkan Tuhan dan Juru
Selamat kita dipaku di atas kayu salib! Pada saat yang sama, lonceng
penyaliban memberitakan kemenangan Yesus Kristus atas murka
Tuhan, atas tuduhan Setan dan kuasa dosa, sehingga kita bisa dengan
sukacita dan penuh syukur menerima anugerahNya yang cuma-cuma dan
juga pembenaran yang seutuhnya (John 19:30; Ibrani 10:14).
Panggilan lonceng-doa yang berbunyi saat fajar merekah, pada siang
dan malam hari, mengajak kita untuk mengucap syukur, menyembah,
mengucapkan petisi dan syafaat, bagi pengakuan dosa dan pernyatan
iman, supaya kita bisa dengan sadar menyelesaikan hari itu di hadapan
wajah Tuhan dan Bapa kita. Lonceng yang sama, ketika ia berdentang
pada jam 12 tengah hari, juga disebut oleh sejumlah jemaat gereja
sebagai lonceng perlawanan, karena ia menantang setiap orang untuk
tegar menghadapi cobaan dari si Anti-Kristus dengan doa, Firman Tuhan
dan damai dalam persekutuan dengan orang-orang percaya (1 Yoh
2:22-25; 4:1-5).
Sebagai tambahan untuk kesemuanya ini, banyak gereja yang memiliki
lonceng baptisan, yang dengan keras dan penuh sukacita bergemuruh
ketika seorang anak atau seorang dewasa dibaptiskan, karena melalui
iman dan baptisan, hidup kekal melalui Putera Elohim datang untuk
tinggal di dalam kita (Matius 16:16; 28:19; Yoh 3:3,5,16).
Terkadang, gereja-gereja besar memiliki sebuah “lonceng Dominika”,
yang berbunyi sebelum pelaksanaan ibadah pada hari Minggu, untuk
mengingatkan jemaat akan kebangkitan Kristus dan proklamasi
kemenanganNya atas maut. Pada saat yang sama, ia juga menyaksikan
pengharapan yang pasti akan hidup kekal bagi setiap pengikut Yesus
Kristus (1 Petrus 1:3-7).
Beberapa kubah gereja dan katedral juga memiliki sebuah “lonceng
Gloriosa”. Pada hari-hari libur spesial, ia membawakan suara dari pujian
yang tidak pernah berakhir dari orang-orang yang sudah ditebus, atas
keselamatan yang sudah dianugerahkan oleh Bapa, Anak dan Roh Kudus
ke setiap rumah di kota-kota dan desa-desa (Lukas 2:14; Wahyu 7:9-12).
Sebelum ibadah utama pada hari Minggu, semua lonceng (kecuali lonceng
“gloriosa”), berdentang bersama-sama dan menyerukan pertobatan dan
anugerah, untuk berdoa dan beribadah, untuk mempercayai kesetiaan
Tuhan dan untuk menerima damaiNya yang kekal.
Setiap pendengar yang serius akan mengenali bahwa sebuah hari akan
ditandai dengan 7 kali bunyi lonceng, memanggil kita untuk berada di
hadapan hadirat Tuhan: bunyi lonceng pada pagi hari saat fajar merekah,
bunyi lonceng pada jam 9 pagi, 11 siang, 12 tengah hari, 3 sore.
Ketentuan dalam gereja nasional di Wurttemberg, ditulis pada tahun
1956, bukanlah sebuah rangkaian yang tetap, namun merupakan sebuah
14
hak istimewa dan bisa ditambahkan atau dikurangi oleh gereja-gereja
individual.
Satu hal yang pasti: lonceng tidak memanggil kita untuk memelihara
hukum dengan sasaran untuk meraih pembenaran diri melalui pencapaian
pribadi. Juga mereka tidak mengajak kita agar melakukan perang suci
dengan tujuan menegakkan teokrasi (pemerintahan Tuhan). Sebaliknya,
mereka berkontribusi untuk kemuliaan Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam
Trinitas Yang Kudus (Efesus 2:4-10).
Apa yang muncul dalam pemikiran kita ketika kita mendengar suara
lonceng? Siapakah yang mengerti suara mereka sebagai sebuah
pengingat dan sebuah pendorong untuk kita melaksanakan doa secara
hening? Dan siapa yang mendoakan banyak orang yang ada di tengah-
tengah kita, yang sudah lupa bagaimana harus berdoa? Siapakah yang
memikirkan para pekerja asing dan orang-orang Muslim yang tinggal di
sekitar kita? Ketika lonceng di negara kita tidak lagi berdentang,
sebagaimana yang terjadi di bekas negara Uni Sovyet selama bertahun-
tahun, banyak yang merasakannya bahwa, di tengah-tengah stress yang
setiap hari kita alami, sesuatu yang esensial sedang hilang.
KUIS
Para pembaca yang terkasih,
Jika anda sudah mempelajari buku ini dengan seksama, maka anda akan
dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Siapa pun yang
menjawab 90 persen dari semua pertanyaan di buku yang berbeda dari
seri ini dengan benar, bisa mendapatkan sebuah sertifikat dari kantor
pusat kami.
Sebagai sebuah peneguhan untuk pelayan lebih jauh bagi Kristus, kami
menghargai jika anda memasukkan juga referensi-referensi Qur’anik
dalam jawaban anda.
1. Tuliskanlah terjemahan Inggris dari setiap panggilan dari minaret.
2. Apa arti seruan “Allahu akbar” dalam perspektif semua ciptaan?
3. Hingga tingkatan apa Allah lebih besar dari semua roh-roh dan juga
lebih besar dari Roh Kudus?
4. Hingga tingkatan apa Allah lebih besar dari setiap pemikiran
tentang Dia? Apa artinya konsepsi ini bagi pengetahuan mengenai
Tuhan, dalam Islam?
5. Bagaimana Qur’an menjustifikasi bahwa Allah lebih besar
dibandingkan Kristus dan lebih besar dibandingkan iman di dalam
Dia?
6. Mengapa Muslim berperang secara fanatik untuk iman mereka
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah?
7. Mengapa seorang Muslim harus percaya kepada Muhammad dan
mentaatinya?
8. Apakah artinya panggilan “marilah berdoa”?
15
9. Mengapa seorang Muslim harus membasuh dirinya sebelum
melaksanakan sholat sesuai dengan peraturan-peraturan yang
sudah ditetapkan?
10. Berapa kali seorang Muslim dalam sehari harus berdoa dengan
menggunakan liturgi doa yang sudah disusun?
11. Apakah artinya bahwa seorang Muslim harus mengulangi dalam
sehari 100 kali kalimat “terpujilah Tuhanku, Yang maha Tinggi?”
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O.Box 1806
70708 Fellbach, Germany
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net
16
1
Perbedaan-perbedaan Mendasar Antara Islam dan Kekristenan
Bagian 3
TERKUTUKLAH ORANG YANG BERKATA:
KRISTUS ADALAH PUTRA TUHAN
(Sura 9:30)
Oleh:
Hamba-hamba Tuhan
Grace and Truth – Fellbach – Germany
2
TERKUTUKLAH ORANG YANG BERKATA: “KRISTUS ADALAH PUTRA
TUHAN!” (Sura 9:30)
Siapapun yang membaca Qur’an akan terkejut dan bingung. Jelas Sura 9:30
menyatakan...
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan “Orang-
orang Nasrani berkata: “Al-Masih itu putera Allah”. Demikian itulah
ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan
orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka;
bagaimana mereka sampai berpaling?”
ل

و

ق

نو ئ

ها ض

ي

مه

ها

و

ف

أ ب

مه

ل

و

ق

ل

ذ

لا

ن

با

حي

س

م

لا ى

را

ص

نلا

ت

لا

ق

و

لا

ن

با

ر

ي

ز ع دو

ي

لا

ت

لا

ق

و
نو

ك

ف ؤ

ي

ن

أ لا

مه

لتا

ق

ل

ب

ق

ن

م او

ر

ف

ك

ني

لا
Tidak dapat dibuktikan bahwa orang-orang Yahudi di jazirah Arab pada
jaman Muhammad menyembah Ezra sebagai Tuhan. Ia sangat dihormati di
kalangan orang Yahudi karena ia telah memberikan kepada orang-orang Yahudi
yang mengalami pembuangan di Babilonia sebuah negara baru dengan
Yerusalem sebagai ibukotanya, dan dengan demikian memulihkan identitas
nasional mereka (458 SM). Sebuah negara Yahudi selalu merupakan sebuah
provokasi di mata Muhammad.
Qur’an juga tidak kurang kritisnya terhadap orang-orang Kristen. Para
murid Yesus tidak memiliki ambisi politis apapun, namun mereka percaya adanya
kerajaan spiritual milik Tuhan dan mengakui Yesus sebagai juruselamat mereka
dan raja mereka yang ilahi. Kenyataan bahwa Muhammad mengutuk semua
orang Nazaret yang menyebut Yesus sebagai Putra Tuhan (dan masih
melakukannya hingga kini), merupakan suatu bukti historis bahwa, pada masa
itu, ada orang-orang Kristen yang tinggal di jazirah Arab yang percaya pada
eksistensi Putra Tuhan dan Bapa Surgawi-Nya dan dengan terbuka menyaksikan
iman mereka (Sura 3:61).
Muhammad tidak dapat mengerti apabila para pemikir modern
menghubungkan seorang putra dengan Allah; ia mengganggap pandangan
semacam itu sebagai sebuah repetisi yang kosong dari tradisi-tradisi kuno yang
tidak memiliki keyakinan batiniah. Ia mengadopsi sebuah sikap benci dan
mengucapkan kutuk kepada mereka:...(Sura 9:30).
3
“Dilaknati Allah-lah mereka” (Allah mengutuk mereka! Secara literal artinya:
“Kiranya Allah memerangi dan membunuh mereka!”)
Mengapa Muhammad menolak kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai
seorang Putra? Apa yang mendorong Muhammad dengan kerasnya menyangkali
Yesus sebagai Putra Tuhan? Diantara sekian banyak jawaban, ada 3 alasan yang
meyakinkan mereka bahwa ini tidak mungkin terjadi:
• Mekkah, sebelum jaman Muhammad, adalah pusat dari politeisme.
Berdasarkan tradisi, Ka’aba dipenuhi oleh lebih dari 300 dewa, roh-roh,
berhala-berhala dan altar-altar pemujaan. Muhammad dan 4 orang
sahabatnya (Waraqa b. Nawfal, Ubaid Allah b. Jahsh, Uthman b. Al-
Hawartih dan Zaid b. Amr) mulai mencari suatu agama yang lebih baik
(Hanif). Mereka menolak keyakinan adanya istri/pendamping Allah, al-Lat,
dan ke-dua putrinya yaitu Uzza dan Manat (Sura 53:19-22). Dalam
konteks ini, Muhammad menganggap konsep Putra Tuhan sebagai sebuah
kemunduran kepada animisme.
• Di bawah pengaruh Yudaisme di Hedjaz, kelima peziarah ini (atau yang
disebut sebagai para Hanif) mendapati bahwa hanya ada satu Tuhan,
yaitu Tuhan Yahweh (Ulangan 6:4)! Ia tidak dapat memiliki Putra dan
tidak berputra. Pertanyaan yang penting, yang ditanyakan Imam Besar
Kayafas kepada Yesus, dan implikasi penolakan klaim Yesus sebagai Putra
Tuhan tidak kehilangan satupun dari aktualitasnya diantara orang-orang
Yahudi di jazirah Arab (Mat.26:63-68). Muhammad menggunakan banyak
argumen orang Yahudi yang menjadi musuh orang-orang Kristen di
Hedjaz dan menuangkannya ke dalam Qur’an.
• Muhammad menganggap dirinya sendiri sebagai nabi yang terakhir dari
deretan nabi-nabi perjanjian Lama (Sura 33:40). Untuk alasan ini,
gagasan mengenai Yesus sebagai Putra Tuhan tidak cocok dengan
konsepsi-Nya, jika tidak demikian ia harus mengakui-Nya dan tunduk
pada-Nya. Ia beranggapan ini sama sekali tidak dapat diterima, oleh
karena ia memandang dirinya sendiri sebagai klimaks dan penutup
semua nubuatan (Sura 33:40). Ia menerima Yesus sebagai nabi yang
terbesar sebelum dirinya, namun tidak pernah menganggap-Nya sebagai
Putra Tuhan.
Islam adalah sebuah agama setelah kekristenan! Ini berarti Muhammad telah
mengingatkan dirinya sendiri berkenaan dengan pribadi Yesus dan telah menolak
4
keilahian-Nya, yang berarti bahwa Islam telah berkembang menjadi sebuah
gerakan anti Kristen. Ada 17 ayat dalam Qur’an yang secara umum
menyingkirkan kemungkinan bahwa Tuhan mempunyai Putra dan secara khusus
menyingkirkan klaim bahwa Kristus adalah Putra Tuhan. Siapapun yang
membaca ke-17 ayat ini berdasarkan konteksnya (Sura 2:116, 4:171, 6:101,
10:68, 17:111, 18:4, 19:35, 88-92, 21:26, 23:91, 25:2, 39:4, 43:81, 72:3)
dapat memperoleh pengertian dasar mengenai prinsip-prinsip Islam yang
menggarisbawahi penolakan terhadap gagasan bahwa Tuhan mempunyai
seorang Putra.
Orang-orang Kristen Menginjili Muhammad!
Ada 7 catatan peristiwa di dalam Qur’an mengenai orang-orang Kristen
(orang Nazaret) yang berusaha menjelaskan kepada Muhammad bahwa Tuhan
mempunyai Putra. Dalam kasus-kasus seperti ini, biasanya mereka
menggunakan kata “walad” yang berarti keturunan yang diperanakkan secara
biologis. Hanya dalam satu peristiwa mereka menggunakan kata “ibn”, yang
mempunyai makna seorang ahli waris yang diangkat secara sah. Ada kalanya
orang-orang Kristen mengundang atau bahkan menekan Muhammad untuk
menerima keilahian Kristus, sehingga ia menjadi tidak sabar dan menjadi marah,
atau mengutuki mereka (Sura 2:116, 4:171, 10:68, 18:4, 19:30-35 dan 88-82).
Meningkatnya Perlawanan Muhammad
Tujuh kali pembelaan Muhammad tercantum di dalam pengakuan akan
posisi tertinggi Allah dengan mengucapkan “subhanahu” (kiranya Ia
ditinggikan di atas semua pertalian!), yang secara komplet menutup diskusi-
diskusi selanjutnya. Muhammad mengkonfrontasi orang-orang yang percaya
pada Putra Tuhan dengan keagungan Allah yang tidak terukur sebagai upaya
untuk membungkam mereka. Namun demikian, jika ada diantara mereka yang
tidak mau menyerah dan menghimbaunya untuk berefleksi dan mengerti, maka
ia menanggapinya dengan meningkatkan kekerasan dan kebebalan dalam
Qur’an:...(Sura 6:101).
“Bagaimana Dia mempunyai anak sedangkan Ia tidak mempunyai
isteri?

ي

لع

ء

ش

ك ب

و ه

و

ء

ش

ك ق

ل خ

و

ة

ب

حا

ص

ل

ن

كت

م

ل

و

ل

و

ل

نو

ك

ي

ن

أ
5
Gagasan dari Bedouin primitif ini selanjutnya didukung oleh doktrin dari
sebuah sekte Kristen di jazirah Arab, yang para anggotanya mengklaim bahwa
Trinitas terdiri dari Allah, Maria Bunda Tuhan, dan Putranya Yesus (Sura
5:116). Walaupun semua gereja Kristen menolak konsepsi biologis semacam itu
berkenaan dengan Trinitas dan sebaliknya mengakui sebuah kesatuan spiritual
antara Bapa, Putra dan Roh Kudus, kebanyakan orang Muslim dan orang Kristen
di Timur Tengah masih memegang gagasan mengenai Bunda Tuhan, dan ini
mengakibatkan dialog diantara keturunan Abraham menjadi semakin sulit.
Muhammad memberontak terhadap gagasan primitif ini dan berkata:
“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak” (Allah secara fisik tidak mempunyai
anak)...(“walad”, Sura 17:111, 25:2, 23:91)
ه

ب

ك

و

ل

لا

ن

م

ل

و

ل

ن

ك

ي

م

ل

و

ل

م

لا ف

كي
ش

ل

ن

ك

ي

م

ل

و ا

ل

و

ذ

خت

ي

م

ل ي

لا

ل د

م

ح

لا ل

ق

و
ا يب

كت
“Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang
setara dengan dia” (Sura 112:3-4)

لو

ي

م

ل

و
ل

ي

م

ل
د

ح

أ ا

و

ف

ك

ل

ن

ك

ي

م

ل

و
Penolakan langsung ini terhadap dogma Trinitas disebut sebagai Sura
Kesetiaan, dan di dalam Qur’an diulang terus-menerus dalam sembahyang 5
waktu.
Dalam teks-teks lain Muhammad menulis:
“Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa! (Jika ada 2 Tuhan, maka kudeta di
surga tidak akan bisa dihindari)” (Sura 4:171, 23:91, 39:4).
ض

ع

ب

لع

مه ض

ع

ب ل

ع

ل

و ق

ل خ ا

م ب

ل إ

ك

ب ه

ل ا

ذ إ

ل إ

ن

م ه

ع م

ن

ك ا م

و

ل

و

ن

م لا

ذ

تا ا م
نو

ف

ص

ي ا

ع

لا

نا

ح

ب

س
Kita mendengar dalam pernyataan iman ini sebuah gema islami dari
pengakuan iman fundamental Israel (lihat Ulangan 6:4-5, Mark.12:29). Namun
demikian, Yesus telah memperlebar cakupan pengakuan iman Perjanjian Lama
6
ini melalui wahyu-Nya “Aku dan Bapa adalah satu” dan bukannya dua! (Yoh.
10:30).
Qur’an menegaskan bahwa “Dia telah menciptakan segala sesuatu di surga
da di bumi...” (Sura 6:101, 25:2).

ي

لع

ء

ش

ك ب

و ه

و

ء

ش

ك ق

ل خ

و

ة

ب

حا

ص

ل

ن

كت

م

ل

و

ل

و

ل

نو

ك

ي

ن

أ

ض

رلا

و

تا

وا

م

سلا

عي

د

ب
Sehubungan dengan asal-usul Yesus kita membaca: “Apabila Allah
berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata
kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia” (Sura 3:47, 59; 19:35)

نو

ك

ي

ف

ن

ك

ل

لو

ق

ي ا

من إ

ف ا

ر م

أ ض

ق ا

ذ إ هنا

ح

ب

س

ل

و

ن

م

ذ

خت

ي

ن

أ

ل

ن

ك ا م
Pernyataan-pernyataan Muhammad ini dengan terang-terangan
berkontradiksi dengan pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel, yang diakui oleh
semua orang Kristen, yaitu “satu Tuhan, Yesus Kristus, Putra Tuhan yang
tunggal, yang lahir dari Sang Bapa, sebelum ada segala zaman; Tuhan dari
Tuhan, Tuhan yang sejati dari Tuhan yang sejati; diperanakkan bukan
dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala
sesuatu dibuat!” Islam mengklaim sebaliknya. Kristus diciptakan dan tidak
diperanakkan! Kita harus sering mengucapkan Pengakuan Iman Nicea dalam
gereja-gereja kita: itu adalah jawaban dari Roh Kudus, yang diwahyukan untuk
mengantisipasi penipuan Islam yang sangat kuat.
Muhammad memproklamasikan dalam Qur’an: “Bahkan apa yang ada di
langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah.” (Sura 2:116, 4:171

نو ت

نا

ق

ل

ك

ض

رلا

و

تا

وا

م

سلا ف ا م

ل ل

ب هنا

ح

ب

س ا

ل

و لا

ذ

تا او

لا

ق

و
“Dan Allah, Dialah yang maha kaya” (Sura 35:15)
دي

م

ح

لا

نغ

لا

و ه لا

و

لا

ل إ

ءا

ر

ق

ف

لا

تن

أ

سا

نلا ا
ي

أ

ي
Dan : Kristus adalah propertinya dan budaknya (Sura 4:172, 19:30, 43:59)
لي

ئا

س إ

ن

ب

ل لث م

ها

ن

ل

ع

ج

و

ه

ي

لع ا

ن

م

عن

أ د

ب ع ل إ

و ه

ن إ
7
Allah dapat memperlakukan-Nya menurut kehendak Allah, bahkan
menghancurkan-Nya, jika Ia menganggap diri sebagai Putra Allah! (Sura 5:17).
Muhammad tidak mengenal kelembutan dan kasih Bapa kepada Putra-Nya dan
kasih Sang Putra kepada Bapa-Nya.
Menurut Qur’an, Allah tetaplah Sang Penguasa Tunggal yang tidak
berbagi kuasa dengan siapapun (Sura 17:111, 25:2, 43:83-84). Hanya Dia-lah
satu-satunya yang Maha Tinggi. Namun, Yesus telah berkata 600 tahun sebelum
Muhammad: “segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-
Ku” (Mat.28:18, Yoh.3:35, 13:3) dan: “Aku duduk dengan Bapa-Ku di
tahta-Nya”. (Wahyu 3:21).
Allah dalam Qur’an adalah omnisien (Sura 6:101, 21:28, 43:84-85).
Ia mengetahui segala sesuatu yang berada di balik kubur dan semua yang
terbuka dalam hidup ini. (Sura 23:92). Ia telah mempredestinasikan semua
orang dan segala sesuatu hingga kepada detil yang terkecil (Sura 25:2).
Oleh karena itu tidak boleh ada otoritas kedua di samping Allah, mengingat hal
itupun telah ditakdirkan sebelumnya oleh Dia. Hanya Allah yang mengetahui saat
terakhir dan hari penghakiman (Sura 43:5). Beberapa komentator Muslim
menghubungkan dengan kesaksian Yesus bahwa tak seorangpun, bahkan Ia
sendiri pun tidak mengetahui saat terjadinya kebangkitan orang-orang mati,
melainkan hanya Bapa saja (Mat. 24:36, Mark.13:32, Kis.1:7).
Keunikan dan kebesaran sang Pencipta yang tidak terlukiskan
menyingkirkan kemungkinan bagi-Nya untuk mempunyai Putra disamping-Nya.
Muhammad bertanya-tanya: Bagaimana mungkin Allah mempunyai Putra?”
(Sura 6:101).
عي

د

ب تا

وا

م

سلا ض

رلا

و ن

أ نو

ك

ي ل ل

و م

ل

و ن

كت ل ة

ب

حا

ص ق

ل خ

و ك ء

ش و ه

و ك ب ء

ش ي

لع
Lebih lanjut lagi ia menegaskan: “Tidak layak bagi Allah mempunyai
anak, Maha Suci Dia...” (Sura 19:35)
ا م ن

ك ل ن

أ ذ

خت

ي ن

م ل

و هنا

ح

ب

س ا

ذ إ ض

ق ا

ر م

أ ا

من إ

ف لو

ق

ي ل ن

ك نو

ك

ي

ف
Pernyataan ini secara paradoks membatasi kebebasan Sang Maha Kuasa!
Namun demikian, kesaksian yang jelas oleh Bapa dari Yesus Kristus adalah
sebagai berikut: Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nyalah aku
berkenan; dengarkanlah Ia!” (Mat.3:17; 17:5).
8
Dalam Sura 19:92, Muhammad terus mengembangkan sudut pandang ini
dengan memprotes: ”Dan tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah
mengambil (mempunyai ) anak!” Tidak ada kebutuhan yang inheren dan
mendesak bagi Allah untuk menghasilkan keturunan disamping-Nya. Jika
Ia menginginkan pendampingan, seorang nabi Arab tidak mempunyai
pemahaman akan ketegangan yang mendalam, berdasarkan pada keadilan
abadi, antara kekudusan Tuhan yang mengharuskan adanya penghakiman
dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Satu-satunya solusi untuk dilema ini
adalah melalui kematian dan penebusan yang dilakukan oleh anak Manusia yang
tidak berdosa. “Injil di dalam kulit kacang”, seperti yang dijelaskan dalam Yoh.
3:16, tidak dapat dipahami dalam Islam dan dipandang tidak perlu oleh orang
Muslim, tidak mungkin dan mereka menghujatnya.
Muhammad mempunyai arogansi, sinisme dan berlagak, dengan
mengatakan sebuah guyonan yang menghujat, yaitu “...jika benar Tuhan
Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang
yang mula-mula memuliakan (anak itu)!” (Sura 43:81)
ل

ق ن إ ن

ك ن ح

رل

ل ل

و ن

أ

ف ل

و

أ ني

د با

ع

لا
Inilah kesalahan utama Islam. Berdasarkan Fil.2:6-11, bahkan sang nabi
akan bertelut pada hari Penghakiman dan mengakui dengan gentar bahwa Yesus
Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Bapa-Nya!
Sura 72:1-15 merepresentasikan sebuah penggoda khusus untuk otak
bagi para humanis yang tidak realistis dan orang-orang Kristen yang tertidur.
Sura itu menggambarkan bagaimana para roh jahat (jin) memeluk Islam,
dengan antusias memuji Yang Maha Tinggi sebagai sumber sukacita mereka
yang terbesar, karena “Ia tidak mengambil seorang pendamping, dan juga tidak
mempunyai anak!” Sebaliknya, “Si Penghujat (Iblis) telah melontarkan sebuah
kebohongan besar terhadap Tuhan” (yaitu bahwa Tuhan mempunyai seorang
Putra), dan telah menaruh gagasan itu ke dalam pikiran dan hati para jurubicara
(para pendeta dan para penginjil), sehingga dengan demikian mereka adalah
orang-orang yang telah menipu sejumlah besar manusia dengan berita yang
penuh hujatan ini. Namun demikian, Yakobus mengenali natur sesungguhnya
dari roh-roh jahat dan menggambarkannya dalam kalimat berikut:
“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Tuhan saja? Itu baik!
Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka
gemetar”. (Yakobus 2:19)
9
Suatu penghukuman yang penuh kemarahan terhadap saksi-saksi
Kristen
Berikut ini adalah beberapa pernyataan Qur’an berkenaan dengan status
Yesus sebagai Putra Tuhan:
“Dan mereka berkata: ‘Tuhan yang maha Pemurah
mengambil (mempunyai) anak. Sesungguhnya kamu telah
mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,
hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi
belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka
mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan
tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil
(mempunyai) anak”. (Sura 19:88-92)
او

لا

ق

و ذ

تا ن ح

رلا ا

ل

و
د

ق

ل ت ئ ج ائي

ش ا ‡ د إ
د

كت تا

وا

م

سلا ن

ر

ط

فت

ي هن

م ق ش

نت

و ض

رلا ر

ت

و لا

ب ج

لا ا ‡ د ه
ن

أ ا

و ع د ن ح

رل

ل ا

ل

و
ا م

و ي

غ

ب

ن

ي ن ح

رل

ل ن

أ ذ

خت

ي ا

ل

و
“Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang
berkata: ‘Allah mengambil seorang anak. Mereka sekali-kali
tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula
nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang
keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan
(sesuatu) kecuali dusta”. (Sura 18:4-5)
ر

ذ

ن

ي

و ني

لا او

لا

ق ذ

تا لا ا

ل

و
ا م م ه

ل ه ب ن

م ل

ع ل

و م ئ

بل ت

ب

ك ة

م

ك ج

ر

ت ن

م مه

ها

و

ف

أ ن إ نو

لو

ق

ي ل إ ب

ذ

ك
“Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka,
mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu.
10
Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana sampai mereka
berpaling?” (Sura 9:30)
ت

لا

ق

و دو

ي

لا ر

ي

ز ع ن

با لا ت

لا

ق

و ى

را

ص

نلا حي

س

م

لا ن

با لا ل

ذ مه

ل

و

ق مه

ها

و

ف

أ ب نو ئ

ها ض

ي ل

و

ق
ني

لا او

ر

ف

ك ن

م ل

ب

ق مه

لتا

ق لا ن

أ نو

ك

ف ؤ

ي
“Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada
mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-
orang yang berdusta”. (Sura 23:90)
ل

ب هانيت

أ ق

ح

ل ب م
ن إ

و نو

ب

ذ

ك

ل
Muhammad menyerang orang-orang Kristen secara langsung dengan
menegaskan:
“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: ‘Allah
mempunyai anak’. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya;
kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi. Kamu tidak mempunyai hujah tentang ini. Pantaskah
kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui?” (Sura 10:68)
او

لا

ق ذ

تا لا ا

ل

و هنا

ح

ب

س و ه نغ

لا ل ا م ف تا

وا

م

سلا ا م

و ف ض

رلا ن إ ك د

ن

ع ن

م نا

ط

ل

س ا

ذ
ب
نو

لو

قت

أ لع لا ا م ل نو

م

ل

عت
Muhammad menjadi lebih bertubi-tubi dalam pengajarannya dan
menganjurkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen untuk memikirkan
ulang posisi mereka: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali
akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba”.
(Sura 19:93)
ن إ ك ن م ف تا

وا

م

سلا ض

رلا

و ل إ تآ ن ح

رلا د

ب ع ا
11
Akibatnya, semua malaikat yang “dibawa mendekat” (kepada Allah), roh-
roh dan bahkan Putra Maria sekalipun, adalah hamba-hamba setia-Nya (Sura 19,
93).
“Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah
dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat
(kepada Allah)...” (Sura 4:172)
ن

ل ف

ك ن

ت

سي حي

س

م

لا ن

أ نو

ك

ي ا د

ب ع ل ل

و ة

ك

ئل

م

لا نو

ب

ر

ق

م

لا ن م

و ف

ك ن

ت

سي ن ع ه

ت دا

ب

ع
ب

كت

سي

و ه

ش

ح

ي

س

ف ه

ي

ل إ ا

عي
ج
Oleh karena itu para murid-Nya tidak boleh sekali-kali mengklaim bahwa
mereka adalah anak-anak Tuhan dan kekasih-kekasih-Nya: namun mereka
harus dengan segera memeluk Islam dan mengaku bahwa mereka juga adalah
hamba-hamba Allah (Sura 5:18). Muhammad mengharapkan semua orang:
Yahudi, Kristen, penganut animisme dan bahkan para malaikat, “Roh Sang Maha
Kudus” dan Kristus sendiri untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah,
satu-satunya Yang Paling Ditinggikan, dan agar tunduk kepadanya tanpa syarat
sebagai orang-orang Muslim yang taat.
Peringatan-peringatan Muhammad dan perintahnya untuk menyerang
Para Ahli Kitab
Dalam sura 18:4, Muhammad memberikan instruksi inspiratif: “Dan
untuk memperingatkan orang-orang yang berkata: Allah mengambil
seorang anak”.
ر

ذ

ن

ي

و ني

لا او

لا

ق ذ

تا لا ا

ل

و
Ia menggambarkan tulah neraka sebagai sebuah bangsal perawatan
intensif bagi semua yang berkeras untuk percaya pada doktrin ini (Sura 10:70).
Muhammad melangkah lebih jauh lagi hingga menyatakan bahwa “dan
barangsiapa diantara mereka (para hamba-hamba Allah) mengatakan:
sesungguhnya aku adalah tuhan selain dari-pada Allah, maka orang itu
Kami beri balasan dengan Jahanam, demikian Kami memberikan balasan
kepada orang-orang lalim”. (Sura 21:29)

12
ن م

و ل

ق

ي م

ن

م ن إ ل إ ن

م ه

نو د ل

ذ

ف هي ز

ن ن
ج ل

ذ

ك ي ز

ن ي

م

لا

ظلا
Nabi menegur orang Kristen secara langsung dan memperingatkan mereka:
“...dan janganlah kamu mengatakan: (Tuhan itu) tiga.
Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu.
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa...” (Sura 4:171)
ي ل ه

أ بات

ك

لا ل او

ل غت ف ك

ني

د ل

و او

لو

قت لع لا ل إ ق

ح

لا ا

من إ حي

س

م

لا سي

ع ن

با ي

ر م لو

س

ر
لا ه ت

م

ك

و ا ها

ق

ل

أ ل إ ي

ر م حو

ر

و هن

م اون

مآ

ف ل ب ل

س

ر

و ل

و او

لو

قت ة

ثل

ث او

ت

نا ا

ي خ ك

ل ا

من إ لا ل إ
د

حا

و هنا

ح

ب

س ن

أ نو

ك

ي ل ل

و ل ا م ف تا

وا

م

سلا ا م

و ف ض

رلا ى

ف

ك

و ل ب لي

ك

و
Apabila seorang Sheikh Islam (ahli hukum) ditanyai, ancaman apakah
yang merupakan implikasi dari makna ayat tersebut, ia akan merespon dengan
segera dengan menggerakkan tangannya seolah-olah sedang menggorok
lehernya!
Dalam Sura mengenai pertobatan, siapa pun yang berpikiran terbuka
dapat membaca perintah Allah kepada semua Muslim di seluruh dunia,
menghasut mereka untuk menyerang Para Ahli Kitab dengan senjata dan
memaksa mereka untuk menyerah, apabila mereka sebagai orang-orang percaya
ada dalam posisi taktis dan ekonomis untuk melakukannya. Perintah-perintah
Muhammad sangat jelas:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah
dan tidak (pula) kepada Hari Kemudian (sebagaimana orang
Muslim juga demikian) dan mereka tidak mengharamkan apa
yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Muhammad)
dan tidak beragama dengan agama benar (agama Allah)
(yaitu Islam), yaitu orang-orang yang diberikan Al Kitab
kepada mereka (Yahudi dan Kristen), (perangilah mereka)
sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang
mereka dalam keadaan tunduk”. (Sura 9:29)
او

ل

تا

ق ني

لا ل نون

م ؤ

ي ل ب ل

و م

و

ي

ل ب ر

خلا ل

و نو م

ر
ي ا م م

ر

ح لا لو

س

ر

و ل

و نو

ني

د

ي ني

د ق

ح

لا ن

م
ني

لا اوتو

أ بات

ك

لا ت

ح او

ط

ع

ي ة

ي

ز ج

لا ن ع د

ي ه

و نو

ر

غا

ص
13
Bahasa Arab mempunyai 3 kata berbeda untuk mengekspresikan ide
mengenai konflik:
• Kifah menandakan suatu kontroversi ideologis atau intelektual. Konsep ini
tidak pernah muncul dalam Qur’an!
• Jihad menggambarkan sebuah komitmen pribadi kepada Allah, termasuk
investasi hidup secara total, kekuatan dan harta benda, yang dalam
beberapa kasus mengarah kepada konflik bersenjata
• Qital berarti dengan bersenjata lengkap segera memasuki pertempuran
jarak dekat.
Perintah Muhammad untuk menundukkan orang Yahudi dan Kristen
dimulai dengan ketiga konsep. Argumen-argumen teologisnya membenarkan
perintah ini dan bersifat kompleks dan pragmatis:
Mereka tidak mempunyai iman Muslim yang sama kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya dan roh-roh-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya
(rasul-rasul) dan nabi-nabi, predestinasi-Nya, dan kebangkitan orang mati
termasuk eksistensi Surga dan Neraka (berdasarkan 6 pengajaran iman Islam).
Mereka tidak tunduk kepada Hukum Islam (Syariah) dengan segala
aturan-aturannya mengenai ibadah dan hidup sehari-hari yang diformulasikan ke
dalam 500 aturan dan larangan, termasuk sangsi-sangsi biadab dalam kasus
yang tidak terampuni.
Mereka tidak cakap berkenaan dengan satu agama sah yang dapat
diterima dihadapan Allah (Sura 3:19). Mereka telah menjadi orang-orang yang
murtad, walaupun pada mulanya mereka menerima secara verbal bagian-bagian
yang diinspirasikan dari kitab suci yang disimpan di surga.
Kebingungan mereka memuncak dalam fakta bahwa orang-orang Yahudi,
berdasarkan dugaan semata, menyebut Ezra sebagai keturunan Allah,
sedangkan orang-orang Kristen mengusik telinga orang Muslim dengan
mengklaim bahwa Yesus adalah Putra Allah.
Sejauh yang dipahami orang-orang Kristen, alasan-alasan penolakan
Muhammad dan perintahnya untuk menundukkan mereka, akhirnya berfokus
pada satu hal saja: baginya, siapapun yang terus percaya pada Putra
Tuhan, adalah obyek kutukan Allah. Dimanapun apabila dimungkinkan,
penaklukkan orang-orang Kristen bagi kemuliaan Allah menjadi sebuah tugas
yang tidak dapat ditawar-tawar. Muhammad mengumumkan perang terhadap
14
semua orang Kristen oleh karena iman mereka pada Putra Tuhan yang
disalibkan!
Sisi praktis hidup sehari-hari bagi kelompok minoritas yang ditaklukkan
dapat ditemukan dalam tafsiran dari tulisan Ibn al-Arabi “Ahkam al-Koran”
volume I, hal.378, Kairo. Di dalamnya, ia memberikan 15 interpretasi berbeda
mengenai ekspresi “mereka harus membayar pajak minoritas dengan tangan
mereka sendiri”. Berikut ini adalah salah-satu dari versi interpretasi tersebut:
“Mereka yang berkewajiban untuk membayar pajak minoritas tersebut, dilarang
untuk tampil/menunggangi kuda yang tinggi, tetapi harus datang dengan
berjalan kaki, membayar sejumlah (uang pajak) secara langsung dari tangan ke
tangan, tanpa menerima ucapan terima-kasih. Jika kurang rendah hati atau
kurang ikhlas akan dihukum dengan sebuah pukulan di leher mereka”.
Kalangan Muslim liberal akan mengajukan keberatan: ada terlalu banyak
ayat di dalam Qur’an yang berpihak kepada toleransi, kesetaraan dan kolaborasi.
Muhammad mengatakan:
“...Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu...” (Sura 29:46)
ل

و او

ل

دا

ت ل ه

أ بات

ك

لا ل إ ت

ل ب ه ن

س

ح

أ ل إ ني

لا او

م

ل

ظ م

ن

م او

لو

ق

و ان مآ ي

ل ب ل ز

ن

أ ا

ن

ي

ل إ ل ز

ن

أ

و
ك

ي

ل إ ا

نه

ل إ

و كه

ل إ

و د

حا

و ن

ن

و ل نو

م

ل

س م
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)...”
ل ها

ر

ك إ ف ني لا د

ق ي

بت د ش

رلا ن

م يغ

لا ن

م

ف ر

ف

ك

ي تو

غا

طل ب ن

م ؤ

ي

و ل ب د

ق

ف ك

س

مت

سا ة

و

ر

ع

ل ب
ى

ق

ث

و

لا ل ما

ص

فنا اه

ل لا

و عي

س ي

لع
“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”
ك

ل ك

ني

د ل

و ني

د
Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang serupa di dalam Qur’an hanya
sah/berlaku selama Islam merupakan kelompok minoritas dan oleh karena
alasan ini Islam membutuhkan toleransi, dialog, penampilan di televisi dan
15
propaganda. Namun segera setelah Islam menjadi kelompok mayoritas, Islam
tidak lagi menggunakan toleransi! Dalam situasi ini ayat-ayat yang merujuk
kepada hak kebebasan beragama tidak berlaku lagi, dihapuskan dan diganti
dengan peraturan-peraturan Allah yang lebih baik. Lalu, satu-satunya hukum
yang diakui hanyalah Syariah, yang mengatakan bahwa orang Kristen dan orang
Yahudi harus direndahkan hingga ke taraf minoritas yang sangat hina.
Siapapun yang menolak untuk percaya atau menerima fakta-fakta historis
dan yuridis ini harus mengunjungi beberapa negara Islam dimana orang-orang
Kristen yang mempunyai hak suara jumlahnya kurang dari 10% dari populasi,
dan ia akan sangat kecewa. Jutaan orang Kristen menderita turun-temurun di
Lembah Nil, di Timur Dekat, di Turki, di Iran, di Asia Tengah dan di Pakistan.
Mereka telah berulangkali mengalami gelombang diskriminasi, penghinaan,
penindasan dan penganiayaan. Negara-negara yang dulunya adalah negara-
negara Kristen telah menjadi 90% islami, atau, di Afrika Utara bahkan 99%,
karena krisis keuangan dan diskiminasi terhadap populasi Kristen sangat parah.
Murid-murid Kristus di Eropa, Amerika dan Korea harus mengambil tanggung-
jawab yang lebih untuk gereja-gereja yang mengalami penganiayaan di negara-
negara Islam. Tugas misionari Islam diulang 2 kali dalam Qur’an (Sura 2:193,
8:39).
Perangilah mereka (dengan kekuatan bersenjata) hingga tidak ada lagi
penyembahan berhala (secara literal: hingga tidak ada lagi godaan untuk
murtad) dan agama Allah memerintah dengan berkuasa.
Ketika mayoritas populasi Kristen di Ambon-Maluku berusaha mencegah
penghancuran gereja-gereja mereka dan beberapa Muslim dikabarkan terbunuh
dalam perkelahian itu, otoritas Islam di Pulau Jawa mengobarkan apa yang
disebut sebagai Perang Suci terhadap para pemberontak. Maka satu demi satu
kepulauan Maluku ditaklukkan oleh pejuang-pejuang Muslim. Para Tua-tua dan
pendeta disalibkan, para suami dibunuh dan istri-istri serta anak-anak mereka
dipaksa masuk Islam. Maka para fanatik memenuhi kewajiban dari Sura 5:33!
(“...orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan
di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh dan disalib, atau dipotong tangan dan
kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri [tempat
kediamannya]...). Media Barat hampir-hampir tidak melaporkan sama sekali
gelombang penganiayaan terhadap orang-orang Kristen ini di akhir abad yang
lalu. Barangsiapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!
16
Jawaban dari Injil
Kebencian Muhammad dan antagonisme dari agama Islam ditujukan
dengan konsistensi yang sekeras-kerasnya terhadap pengajaran bahwa Yesus
Kristus adalah Putra Tuhan (YAHWEH). Oleh karena itu, kita harus sangat
memperhatikan fokus spiritual dari Pengakuan Iman Muslim dan menjawab
tantangan ini dengan perkataan Yohanes, Rasul Kasih Tuhan (1Yoh.2:22-24;
4:1-4). Ia meringkaskan posisinya demikian:
“Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa
tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. (1Yoh.5:12)
Bahkan di dalam Injil, Yohanes secara tidak langsung memberikan sebuah
penilaian spiritual mengenai Islam:
“Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang
kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak
akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di
atasnya." (Yoh.3:36)
Barangsiapa yang mencari jawaban yang positif dan praktis terhadap
monoteisme Islam dalam Injil dan mengharapkan argumen-argumen yang tepat
dan menolong terhadap keberatan pada mandat ilahi orang-orang Kristen, akan
menemukannya dalam Matius 28:18-20:
“Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah
diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah
Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai
kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Juga pengakuan iman dalam Ibrani 13:8 mengkonfirmasi rahasia Trinitas
Kudus sebagai sebuah kesatuan Tuhan yang tiga-manunggal:
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan
sampai selama-lamanya”.
17
Oleh karena kehadiran-Nya kita hidup, kasih dan penyembahan. Sukacita
besar, yang datang ke dalam dunia pada saat kelahiran Kristus, mengusir
depresi yang inheren dengan kemuraman monoteisme Islam (Lukas 2:10-11).
Simpati yang ditunjukkan Yesus kepada orang-orang yang sakit, teraniaya,
dirasuk setan dan para pendosa, mengekspresikan karakter-Nya sebagai Putra
Tuhan, penuh kasih, kelembutan dan kerendahan hati. Dalam terang-Nya, citra
Allah, kesewenangan Islam yang lalim, mulai memudar. Kemenangan Yesus atas
salib menyatakan keadilan Bapa-Nya yang di sorga, yang tetap adil walaupun Ia
mengumumkan bahwa kita adalah orang-orang benar tanpa mempedulikan
ketidaksempurnaan kita, oleh karena kematian Putra-Nya yang kekasih yang
telah menebus kita. Akibatnya, natur Islam sebagai sebuah agama yang
mengajarkan keselamatan melalui amal baik, dan ilusi dari sistem keagamaan
yang legalistik ini diekspos dengan jelas. Kebangkitan Kristus mengkonfirmasi
kekudusan dan ketidakberdosaan Putra YAHWEH dan mengesahkan
pengorbanan-Nya yang membawa penebusan dan penyataan hidup kekal.
Yesus hidup! – Muhammad mati!
Klimaks dari kenaikan Kristus adalah penobatan-Nya sebagai Anak Domba
Tuhan. Ia duduk bersama-sama dengan Bapa-Nya di tahta, menggenapi
pernyataan dalam doa-Nya sebagai Imam Besar: “Kita adalah satu!” (Yoh.
17:22). Tuduhan apapun yang diluncurkan Islam terhadap Putra Tuhan,
dihapuskan oleh realitas-Nya yang kekal. Kita tidak boleh takut terhadap orang
Muslim dan agama mereka, karena berkat dari Yesus Kristus lebih berkuasa
daripada kutuk Muhammad. Lagipula, kasih Yesus memotivasi kita untuk
menunjukkan pada para tahanan Islam keselamatan yang telah Putra Tuhan
sediakan secara utuh untuk mereka juga. Marilah kita mendoakan mereka, dan
percaya bahwa permohonan kita akan dikabulkan!
18
Kuis 3
Pembaca yang kekasih!
Jika anda telah mempelajari tulisan ini dengan teliti, anda dapat dengan mudah
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Barangsiapa yang menjawab 90%
dari semua pertanyaan dari tulisan-tulisan yang berbeda dari seri ini dengan
tepat, akan memperoleh sebuah sertifikat dari pusat kami di:
Advanced Studies
In Basic Differences between Islam and Christianity
Untuk menyemangati pelayanan anda di masa depan bagi Kristus. Kami akan
sangat menghargai jika anda memuat referensi Qur’an dalam jawaban anda.
1. Apakah arti dari kutuk Muhammad dalam Sura 9:30 terhadap semua
pengikut Kristus?
2. Apakah 3 alasan yang membuat Muhammad menolak keilahian status
Kristus sebagai Putra Tuhan?
3. Dimanakah ada tertulis di dalam Qur’an bahwa orang-orang Kristen
berusaha 7 kali untuk menjelaskan kepada Muhammad bahwa Kristus
adalah Putra Tuhan?
4. Apakah arti kata “Subhanahu” ketika Muhammad menolak keilahian status
Kristus sebagai Putra Tuhan?
5. Mengapa Muhammad bersyukur karena Allah tidak akan pernah
mempunyai anak?
6. Apakah akibatnya menurut Islam jika ada 2 Tuhan?
7. Jika Allah di dalam Qur’an adalah sang pemilik unik dari segala sesuatu,
lalu apakah arti posisi Kristus di dalam Islam
8. Jika Allah di dalam Qur’an adalah omnisien dan telah mempredestinasikan
segala sesuatu, lalu mengapa Kristus tidak pernah dapat menjadi Tuhan
di sisi-Nya?
19
9. Mengapa Muhammad mengejek dan berkata, jika Allah mempunyai Putra
maka saya akan menjadi orang pertama yang menyembah-Nya?
10. Dimanakah tertulis di dalam Qur’an bahwa mengatakan Allah mempunyai
seorang Putra adalah hal yang sangat menjijikkan?
11. Mengapa semua malaikat, manusia dan roh-roh jahat adalah budak-
budak Allah, termasuk Putra Maria?
12. Bagaimanakah Muhammad memperingatkan orang Kristen berkenaan
dengan perkataan bahwa Tuhan mempunyai Putra?
13. Dimanakah tertulis dalam Qur’an bahwa orang-orang Kristen tidak berada
pada agama yang benar dan oleh karena itu harus diperangi dengan
senjata?
14. Apakah arti pajak minoritas (Jizyah) bagi orang Kristen dan orang
Yahudi?
15. Mengapa Muhammad dalam bagian pertama pelayanan religiusnya
mengakui, “Tuhanku dan Tuhanmu adalah satu (sama)”? Mengapa
pernyataan ini hanya berlaku dalam situasi dimana orang Muslim adalah
kelompok minoritas?
16. Apakah arti kenyataan bahwa Yesus hidup sedangkan Muhammad mati?
Setiap peserta dalam kuis ini diijinkan untuk menggunakan buku apa saja yang
dipandangnya baik dan bertanya pada orang yang dapat dipercayai yang
dikenalnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kami menantikan
jawaban tertulis anda termasuk alamat lengkap anda pada surat atau dalam e-
mail anda. Kami berdoa untuk anda pada Yesus, Tuhan yang hidup, agar Ia
memanggil, mengutus, menuntun, menguatkan, menjaga dan menyertai anda
setiap hari dalam hidup anda!
Saudaramu dalam pelayanan-Nya,
Hamba-hamba Tuhan
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O.Box 1806
70708 Fellbach, GERMANY
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net
20
1
Perbedaan-perbedaan Mendasar Antara Islam dan Kekristenan
Bagian 4
PENYANGKALAN ISLAM
SECARA TERANG-TERANGAN
TERHADAP PENYALIBAN
KRISTUS
Hamba-hamba Tuhan
GRACE AND TRUTH – FELLBACH – GERMANY
2
PENYANGKALAN ISLAM SECARA TERANG-TERANGAN
TERHADAP PENYALIBAN KRISTUS
Siapa pun yang berjumpa dengan seorang Muslim dan berbincang-bincang
dengannya, cepat atau lambat akan mendengar orang Muslim itu berkata bahwa
Yesus tidak disalibkan; namun ada orang lain yang menggantikan tempatnya di
salib dan mengalami penderitaan yang sangat dahsyat dan perlahan menjelang
kematiannya.
Usaha apa pun yang dilakukan untuk memeriksa ayat-ayat dalam Qur’an yang
mendukung pernyataan ini akan membawa kita pada empat ayat yang mengakui
bahwa topik ini harus dibahas dengan hati-hati. Seiring berjalannya waktu,
Muhammad menjadi semakin progresif dan semakin keras terhadap historisitas
penyaliban Kristus. Di permukaan ia menerima kenyataan kematian natural putera
Maria. Kemudian ia mengajarkan bahwa “Isa” hanyalah tertidur dan terangkat ke
surga hidup-hidup. Pada akhirnya ia dengan marah dan kategorikal menyangkali
kematian Kristus di salib.
Siapapun yang masih yakin bahwa apa yang disebut sebagai tiga agama monoteis
menyembah Tuhan yang sama dan mengharmoniskannya menurut prinsip-prinsip
dasar mereka sendiri, harus mempelajari ke-empat ayat dalam Qur’an ini agar ia
disembuhkan dari kekeliruannya yang mencolok.
Kematian Kristus – setelah kedatangan-Nya yang kedua
Dalam Sura Maryam 19:33, Muhammad menyampaikan kata-kata berikut ini
kepada ‘Isa, putra Maria:...
ايح ث عب

أ مويو توم

أ موي و تدل و موي يلع ملسلاو
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari Aku
dilahirkan, pada hari Aku meninggal, dan pada hari Aku dibangkitkan
hidup kembali.”
Klaim ‘kesejahteraan’ ini, yang ditujukan Qur’an kepada Kristus, pertama-tama dan
terutama berarti bahwa Muhammad mengakui ketika ia menggunakan ungkapan
Kristen ini, bahwa sejak kelahiran hingga kematian dan bahkan melampaui
kebangkitan-Nya, Allah sangat berkenan pada Putra Maria.
3
Melalui “wahyu” ini, kehormatan perawan Maria diselamatkan dan ia menerima
konfirmasi bahwa ia telah melahirkan seorang putra berdasarkan kehendak Allah
dan tanpa adanya campur tangan seorang pria. Qur’an menyaksikan bahwa putra
Maria bukanlah anak haram dan bukan pula akibat pemerkosaan.
Ayat ini satu-satunya referensi di dalam Qur’an, yang secara jelas mengkonfirmasi
kematian Kristus. Ini menjelaskan bahwa Muhammad, pada permulaan karir
religiusnya telah bertanya pada para budak Kristen di Mekah dan telah menerima
jawaban bahwa Putra Maria telah diciptakan dalam ibu-Nya melalui Roh Kudus,
bahwa Ia telah mati dan bangkit kembali dari kubur-Nya.
Namun demikian, Muhammad kemudian menolak pernyataan-pernyataan awal ini
dan menginterpretasikannya dalam “tradisi-tradisinya” (Sahih Muslim, Bab al-Fitan
wa Ashrat al-Sa’a 246-247, 5218). Di sana ia mengklaim bahwa ‘Isa tidak mati
selama eksistensi-Nya di dunia tetapi telah diangkat hidup-hidup ke hadirat Allah.
Dari sana Ia akan kembali pada akhir jaman untuk menghancurkan anti-Kristus,
menyerakkan salib-salib di gereja-gereja dan kuburan-kuburan, membantai babi-
babi, menikah, menghilangkan penyesatan Muslim terbesar dan mengembalikan
mereka kepada sisa umat manusia lainnya pada iman yang sejati. Hanya setelah
pemenuhan misi sedunia-Nya Ia akan mati dan dikuburkan di makam Muhammad
di Medina. Penguburan-Nya akan menjadi peristiwa yang mengawali kedatangan
Allah untuk menghakimi dunia. Oleh karena itu, kembalinya Kristus dalam Qur’an
disebut sebagai “pengetahuan akan saat terakhir” (Sura 43:61).
Penundaan kematian Kristus hingga periode setelah kembali-Nya, secara gramatis
tidak benar, karena ayat khusus ini berhubungan dengan kematian Kristus sebagai
sebuah peristiwa pada masa depan yang dekat, dalam batasan waktu hidup-Nya di
dunia. Penafsiran ulang yang menakjubkan ini menempatkan kematian Kristus pada
masa setelah periode penantian akan Dia (advent), membutuhkan suatu bentuk
verbal yang menggambarkan sebuah masa depan yang jauh yang tidak dapat
ditemukan sama sekali dalam Sura Maryam.
‘Isa jatuh tertidur dengan lembut dan pengangkatan-Nya kepada Allah
Di dalam Qur’an, kebenaran sehubungan dengan kematian Yesus mengalami
beberapa kali gangguan yang serius. Dalam Sura 3:54-55 kita membaca:
نيركاملا ريخ هللاو هللا ركمو اوركمو
اورفك نيذلا نم كرهطم و يل

إ ك عفارو كيفوتم ين

إ ىسيع اي هللا لاق ذ

إ
مكعجرم يل

إ مث ةمايقلا موي ىل

إ اورفك نيذلا قوف كوعبتا نيذلا لعاجو
نوفلتخت هيف متنك اميف م كنيب مكحأف
4
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu-
daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (ingatlah)
ketika Allah berfirman:”Hai Isa, sesungguhnya kami akan
menyampaikan Kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat Kamu
kepadaKu serta membersihkan Kamu dari orang-orang yang kafir, dan
menjadikan orang-orang yang mengikuti Kamu di atas orang-orang
yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah
kembaliMu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang
kamu selalu berselisih padanya.”
Pernyataan sentral berkenaan dengan Kristus ini dibuat sebelum delegasi dari 60
orang Kristen dari Wadi Nadjran (utara Yaman) yang ada di bawah kepemimpinan
Emir al-Aqib Abd al-Masih dan Uskup mereka, Abu Haritha b. Alqama, telah
melakukan perjalanan ke Medina dan menguji roh yang ada dalam diri Muhammad.
Mereka duduk dengannya dan memilih sekelompok orang dari para pengikutnya
selama 3 hari dalam mesjid di Medina dan menerima jawaban ini di antara
jawaban-jawaban lainnya di akhir dialog resmi pertama mereka, yaitu dialog antara
Kristen dan Muslim. Hal ini dimaksudkan sebagai sebuah cara terbuka bagi orang
Kristen untuk bergabung dengan keyakinan yang baru ini.
Berdasarkan catatan Qur’an mengenai peristiwa ini (sura 3:33-34), Muhammad
mengemukakan bahwa orang-orang Yahudi itu penuh tipu daya. Mereka telah
merencanakan untuk membunuh Yesus secara halus untuk menghindari terjadinya
kekacauan di antara bangsa mereka sebagai akibat dari pembunuhan ini (Matius
26:2-5; Yohanes 11:46-54). Namun demikian Allah telah bereaksi dengan cepat
dan mencegah duplikasi mereka dengan kecurangannya sendiri, karena Ia, Allah,
adalah “sang penipu ulung”. Ia telah memutuskan untuk menyelamatkan Putera
Maria dari penderitaan dahsyat penyaliban dan tidak lama sebelum eksekusi-Nya,
Allah membuat-Nya jatuh tertidur dan mengangkat-Nya hidup-hidup ke surga.
Gangguan terhadap peristiwa historis ini kedengarannya secara manusiawi, sangat
menarik, karena Muhammad menggunakan sebuah kata yang dipakai Allah untuk
Yesus yang dapat memuaskan baik orang-orang Muslim dan orang-orang Kristen
dari Yaman Utara. Ia menggunakan konsep Arab “mutawaffika”, yang berarti
“menidurkan seseorang” dan juga “mematikan seseorang”. Muhammad bermain-
main dengan arti ganda dari kata kerja itu: bagi orang Muslim, Yesus tidak mati, Ia
hanya tertidur, tapi bagi orang Kristen Ia benar-benar telah mati dan telah
menyelesaikan eksistensi-Nya di bumi dengan damai dan berhasil.
Muhammad tidak tahan dengan gagasan bahwa Kristus, seorang nabi Allah dan
juga wakil-Nya, disalibkan. Ini berkontradiksi dengan pemahaman Muhammad
mengenai Allah dan teologinya. Mengapa Allah yang setia mesti mengijinkan Kristus
yang setia, tanpa mempedulikan ketidakbersalahan-Nya, jatuh ke tangan musuh-
5
musuh-Nya yang penuh tipu daya? Jika memang demikian, maka Allah tidak lagi
dapat dikatakan setia maupun maha Kuasa. Muhammad terpaksa berhadapan
dengan skandal salib (1Kor.1:18, 23, 24). Ia menolak untuk membiarkan dirinya
diyakinkan oleh Uskup dari Wadi Nadjran, yang menggunakan argumen-argumen
yang dipakai Yesus ketika Ia menemui para murid-Nya setelah kebangkitan-Nya
(Luk.24:25-27 dan 45-47). Untuk menghindar dari tangkisan para musuhnya, ia
telah menyangkali realita penyaliban Yesus Kristus. Muhammad bisa jadi beralasan
bahwa jika Putera Maria disalibkan, maka kemungkinan besar ia juga akan
menghadapi nasib yang sama! Namun demikian, kemungkinan ini ditolaknya secara
kategorikal. Oleh karena itu, ia menawarkan sebuah kompromi pada orang-orang
Kristen dan mengatakan pada mereka bahwa Putra Maria telah tertidur dengan
lembut dan langsung diangkat ke hadirat Allah.
Pemutar-balikkan fakta ini membuktikan kalimat yang mengatakan “di hadapan
salib Kristus semua roh harus mengakui sifatnya yang sesungguhnya!” (“Salib
Kristus adalah batu ujian yang menyingkapkan semua roh!”).
Di dalam Qur’an, Allah secara mendadak menyatakan diri-Nya sebagai “yang
paling licik dari semua”! Alkitab menjelaskan dalam Kejadian 3:1 tentang siapa
yang paling licik dari semua: dialah si ular tua yang disebut Iblis dan Satan (Wahyu
12:9). Salib Yesus mengharuskan si penipu ulung untuk memperlihatkan wajahnya
yang sebenarnya. Ia mencoba di dalam Qur’an untuk menghapuskan salib Kristus
dengan diam-diam, hampir-hampir tidak ketahuan, dan taktiknya mengkhianati
asal-usulnya sebagai bapa pendusta, penuh dengan kelicikan dan kecurangan (Yoh.
8:44, Wahyu 12:3, 9; 20:2).
Sangat dimengerti bahwa banyak orang Muslim dan penerjemah-penerjemah
Qur’an yang terpelajar mencoba untuk memperhalus dan menyamarkan nama Allah
yang ofensif ini. Mereka menyebut-Nya sebagai Perekayasa Ulung, Pembuat Intrik
dan Penipu. Namun ini tidak mengubah kenyataan bahwa Qur’an telah 2 kali
secara eksplisit memberi gelar “Penipu yang paling ulung” kepada Allah (Sura
3:54, 8:30; lihat juga 4:142).
Konfirmasi mengenai tidurnya Yesus
Dalam bentuk ‘present tense’, Muhammad menjelaskan mengenai Yesus dengan
menggunakan mitos “jatuh tertidur dengan lembut”. Menurut Qur’an, Putra Maria
muncul 2 kali di hadapan Allah di surga. Kemudian Ia dikonfrontasi dengan
pertanyaan penting, apakah Ia telah mengajarkan para pengikut-Nya sebuah
doktrin yang salah berkenaan dengan trinitas (Bapa, ibu dan anak). Kristus yang
hidup dengan segera tidak mau mengakui kecurigaan ini, mengkonfirmasi, dalam
‘present tense, teori Islam yang mengatakan bahwa Ia telah jatuh tertidur dengan
6
lembut! Ini adalah perkataan-perkataan yang diperkirakan telah diucapkan-Nya
kepada Allah:...Sura 5:116-117.
نم نيهل

إ يم

أو ينوذخ تا سانلل تلق تن

أ

أ ميرم ن با ىسيع اي هللا لاق ذ

إو
هتلق تنك ن

إ قح ب يل سيل ام لوق

أ ن

أ يل نوكي ام كناحبس لاق هللا نود
بويغلا ملع تن

أ كن

إ كسف ن يف ام ملع

أ لو يسفن يف ام ملع ت هتملع دقف
ام اديهش مهيلع تنكو مك برو يب ر هللا اودبعا ن

أ ه ب ينترم

أ ام ل

إ مهل تلق ام
دي هش ءيش لك ىلع تن

أو مهيلع بيقرلا تن

أ تنك ينتيفو ت ا ملف مهيف تمد
“.... Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) Aku, Engkaulah yang
mengawasi mereka. Dan Engkau adalah yang Maha Menyaksikan
segala sesuatu.”
Sejak adanya wahyu-wahyu tuduhan ini, orang-orang Muslim telah percaya dengan
sangat tidak masuk akal, bahwa Yesus hidup di hadirat Allah! Sedangkan bagi
Muhammad, Ia telah mati dan menunggu (dalam sebuah peralihan, yang disebut
alam Barzakh) untuk datangnya hari penghakiman. Inilah sebabnya mengapa
semua orang Muslim, ketika mereka menyebutkan nama nabinya, mereka harus
mendoakannya dan memintakan damai untuknya (Sura 33:56). Bukan Muhammad
yang berdoa untuk para pengikutnya; sebaliknya, mereka harus mendoakannya!
Namun Yesus adalah kebalikannya. Ia bersyafaat bagi kita dan Ia adalah
perwakilan kita di hadapan Bapa-Nya.
Tetapi oleh karena berdasarkan teologi Islam ‘Isa akan mati di akhir reformasi
Islam sedunia yang dilakukan-Nya, Ia harus mempunyai tubuh jasmani pada
advent-Nya yang kedua agar dapat menjalani kematian fisik. Itulah mengapa para
Mufti di Arab Saudi mengumumkan bahwa Kristus telah diangkat kepada Allah
dengan tubuh jasmani, jiwa dan roh! Berdasarkan pengajaran mereka, Ia adalah
suatu roh yang diciptakan Allah dalam sebuah tubuh jasmani, namun Ia adalah
milik “mereka yang dibawa mendekat” kepada Allah (Sura 3:45, 4:158, 171).
Penolakan radikal terhadap penyaliban Yesus
Muhammad menerima banyak kebenaran Kristen dalam bentuk yang menyimpang;
dalam upaya untuk memenangkan orang-orang Kristen kontemporer kepada cara
pandangnya sendiri. Ia tidak bermasalah dengan kelahiran Kristus dari seorang
perawan, ia juga tidak mempermasalahkan mujizat-mujizat Yesus yang penuh
kuasa, maupun kenaikan-Nya kepada Allah (Sura 3:55; 4:158). Di sisi lain, ia terus
7
menentang doktrin mengenai keilahian Kristus dan akhirnya dengan tegas
menyangkali kematian-Nya di salib. Dalam Sura 4: 156-157 kita membaca:...
اميظع انات هب م يرم ىلع مهلوقو مهرفك بو
هوبلص ام و هولتق امو هللا لوسر ميرم ن با ىسيع حيسملا انلتق ان

إ مهلوقو
ل

إ ملع نم هب مهل ام هنم كش يفل هيف اوفلتخا نيذلا ن

إو مهل هبش نكلو
انيقي هولتق امو نظلا عابتا
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) , dan tuduhan mereka
terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan
mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih, Isa Putera
Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhNya dan tidak
pula menyalibNya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang-orang
yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-
orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali
mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang
mereka bunuh itu adalah Isa.”
Ayat ini menandakan garis pemisah yang jelas antara kedua keyakinan ini: Islam
dan Kristen. Namun demikian, teksnya tidak mudah dimengerti dan menimbulkan
banyak pertanyaan dan juga banyak penjelasan.
Pertama-tama, nampaknya tidak mungkin orang-orang Yahudi di Medina
menganggap Putera Maria sebagai “Mesias” atau “utusan Allah”. Mereka tidak
percaya pada kelahiran dari perawan dan mengolok-olok asal-usul ilahi-Nya.
Di sisi lain, adalah suatu kemungkinan besar bahwa mereka juga telah secara
sarkastis mengancam untuk membunuh Muhammad, jika ia terus-menerus
mengganggu mereka. Sama seperti ketika nenek moyang mereka menyingkirkan
Yesus yang disebut sebagai Mesias. Muhammad dengan marah menolak ancaman
ini dan berkata: “Kalian tidak pernah membunuh-Nya, kalian tidak pernah
menyalibkan-Nya! Allah tidak mengijinkan kalian melakukan hal itu pada Yesus di
masa lalu dan tidak akan membiarkan kalian melakukan hal itu padaku sekarang!
Kalian adalah pembohong!”
Lebih jauh lagi, bisa jadi Muhammad telah mendengar pada waktu itu mengenai
sebuah sekte Kristen di lembah Nil yang mempertanyakan tentang inkarnasi Tuhan
dalam Yesus Kristus. Bidat-bidat ini mengklaim bahwa Tuhan tidak menjadi
manusia yang sesungguhnya, tetapi hanya muncul dalam wujud manusia (1Tim.
8
3:16). Bagi mereka, adalah mustahil bahwa Sang Kekal dan Maha Kudus harus
mengenakan tubuh jasmani dan menundukkan diri-Nya sendiri kepada kebutuhan-
kebutuhan manusia selayaknya. Demikian pula, Kristus tidak sungguh-sungguh
mati di salib, tetapi hanya mengambil rupa seorang penjahat yang disalibkan.
Penekanan yang sepihak pada natur ilahi Kristus ini; bersamaan dengan
penyangkalan akan inkarnasi-Nya, telah memberi pengaruh yang fatal pada
pemikiran Muhammad. Ia mengadopsi gagasan tentang penyaliban yang “seakan-
akan” dari Putera Maria dan menghina orang-orang Kristen yang telah tersesat
yang percaya bahwa Kristus benar-benar telah dibunuh! Argumen ini memberikan
sang nabi suatu alasan teologis yang kokoh untuk menolak salib Kristus. Ia dengan
kukuh mendasarinya pada Qur’an dan dengan demikian menjadikan para
pengikutnya di seluruh dunia kebal terhadap keselamatan dalam Kristus, yang juga
telah dicapai untuk mereka.
Namun demikian, para penafsir Qur’an yang islami mengalami kesulitan yang serius
dalam menjelaskan kalimat “Mereka tidak membunuh-Nya, dan juga tidak
menyalibkan-Nya, namun Ia hanya dibuat seakan-akan/kelihatannya
seperti seorang yang disalibkan bagi mereka”. Beberapa diantara mereka
menulis bahwa Simon dari Kirene dipaksa oleh para prajurit untuk memikul salib
‘Isa, oleh karena Ia (‘Isa) telah menjadi sangat lemah karena cambukan yang
diterima-Nya (Mark.15:21). Saat iring-iringan para terdakwa mencapai Golgota,
para eksekutor Roma memaku para pemanggul salib itu pada salib mereka,
sedangkan Yesus melenggang bebas dan tidak mengalami pelecehan.
Para komentator lainnya menekankan keadilan Allah! Dikatakan bahwa Ia telah
menaruh rupa Yesus di wajah Yudas si pengkhianat, dan demikian sebaliknya,
sehingga sebenarnya si penjahatlah yang disalibkan! Para teolog Islam dan orang
Muslim Turki mempercayai omong kosong ini sampai hari ini dan bahkan
membelanya dengan sangat berapi-api. Mereka bahkan merasa sangat kasihan
pada orang-orang Kristen yang percaya bahwa Kristus benar-benar telah
disalibkan.
Seorang penafsir lainnya (al-Tabari) menulis bahwa pada kenyataannya Yesus
memang disalibkan. Namun demikian setelah itu, terjadilah gerhana matahari dan
gempa bumi yang besar mengguncang penduduk Yerusalem. Para penjaga di
Golgota melarikan diri karena ketakutan dan berusaha mencari perlindungan.
Kemudian Yesus berkata pada diri-Nya sendiri: “Mengapa saya mesti terus
tergantung di salib, sementara semua orang lari menyelamatkan diri dari murka
Allah?” Maka Ia pun turun dari salib dan di bawah selubung kegelapan Ia cepat-
cepat menghilang. Kelompok/sekte Ahmadiyah mengklaim bahwa ‘Isa berjalan jauh
hingga tiba di Kashmir, di India Utara, dimana Ia kemudian wafat karena sebab-
sebab alamiah. Mereka bersikeras bahwa kuburan-Nya masih dapat dilihat di
9
Srinagar hingga hari ini. (Lihat: Iskandar Jadeed: “The Cross in the Gospel and the
Koran”).
Muhamamad menuliskan dalam Sura 4:157 bahwa ada perbedaan-perbedaan
pendapat yang mendasar diantara orang-orang Kristen pada waktu itu berkenaan
dengan natur Kristus dan kematian-Nya. Oleh karena situasi ini, ia tidak begitu
yakin mengenai fakta-fakta yang ada dan juga apakah penyangkalannya terhadap
penyaliban itu dibenarkan. Para sarjana Muslim bersepakat setelah kematiannya,
dan mengemukakan bahwa: Putera Maria tidak disalibkan, Ia hanya dibuat
kelihatannya demikian pada mereka!
Hingga sekarang hanya sedikit orang Kristen yang menyadari bahwa penyangkalan
terhadap penyaliban adalah sebuah serangan telak terhadap inti kekristenan.
Dengan memperhatikan fakta ini, kami tidak sedang berusaha untuk
membangkitkan sebuah pertentangan dengan orang Muslim. Sebaliknya, tujuan
kami adalah untuk menjelaskan kepada orang Kristen agar bersikap terbuka pada
dialog, yang mana selama 1380 tahun Islam telah mengganggap semua orang
Kristen sebagai “mereka yang telah tersesat”, “pembohong” dan “orang-orang kafir
penyembah berhala” oleh karena salib Kristus (Sura 1:7, 3:61, 9:29). Salib yang
sangat dihormati oleh banyak orang Kristen, dihina dan direndahkan sebagai
sebuah jimat, dibenci dan seringkali dikutuk oleh banyak orang Muslim!
Namun demikian, untuk mempermalukan orang Israel secara moral, Gamal Abd al-
Nasser di Mesir dan Baschir Asad di Siria telah dengan berani, berkontradiksi
dengan pengajaran Qur’an, menyebut orang-orang Yahudi sebagai para pembunuh
Yesus. Penayangan film “The Passion of the Christ” pada tahun 2004 secara
mengejutkan diijinkan oleh banyak negara Arab dan negara Islam untuk
memprovokasi kebencian terhadap para pembunuh Kristus.
Penyangkalan terhadap substitusi Kristus
Orang yang membaca Qur’an akan mendapati bahwa susunan frase berikut ini
muncul 5 kali:...(Sura 6:164, 17:15, 35:18, 39:7, 53:38).
Semua orang harus memikul tanggung-jawab dan menjalani penghukuman atas
dosa-dosanya sendiri. Bahwa Anak Domba Yahweh harus menanggung dosa dunia
adalah sesuatu yang tidak dapat dibayangkan/tidak masuk akal dalam Islam. Para
murid Muhammad tidak memahami/asing terhadap substitusi ilahi apapun yang
mengambil alih dosa orang lain atas dirinya sendiri dan dihukum oleh karena
kesalahan orang lain (Yes.53.4-12, Yoh.1:29, 3:16). Oleh karena itu, semua Muslim
mencoba untuk mendokumentasikan kebenaran mereka sendiri melalui perbuatan-
perbauatan baik mereka/amal seiring dengan iman mereka kepada Allah dan
10
Muhammad. Pembenaran melalui kasih, atas dasar kematian substitusi yang
membawa penebusan, bagi mereka tampak sebagai sebuah ketidakadilan terhadap
mereka yang menyembah Allah dan berusaha memenuhi tuntutan-tuntutan Syariah
melalui doa-doa, puasa, zakat, ibadah haji, dan berpartisipasi dalam Perang
suci/Jihad. Islam adalah sebuah agama yang legalistik, yang tidak mempunyai
tempat untuk seorang Juruselamat yang disalibkan.
Konsep perjanjian baru mengenai “keselamatan dan Juruselamat” dan arti
pentingnya, tidak ada sama sekali di dalam Qur’an. Oleh karena itu penyangkalan
terhadap penyaliban Kristus merupakan kecelakaan yang tidak disesali, yang
dihasilkan oleh konfrontasi dari kedua agama dunia ini. Sebaliknya, hal ini pun
muncul dari ketimpangan sudut pandang spiritual mereka. Islam adalah “sebuah
agama di bawah kekuasaan hukum”, yang berbeda dengan kekristenan yang
secara eksklusif dibangun di atas dasar anugerah Tuhan dalam Yesus Kristus.
Perkataan Rasul Paulus berkenaan dengan hukum (Taurat) dan Injil sangat dapat
diaplikasikan pada Islam juga (Roma 3:9-20), Gal.2:16, 21).
Tidak ada seorang Muslim pun yang menerima pengampunan atas dosa-
dosanya
Tak seorang pun, yang hidup berdasarkan Injil, percaya bahwa ia dibenarkan
karena perbuatan baiknya sendiri (yang jika diukur menurut kekudusan Tuhan,
perbuatan baik itu tidak eksis), melainkan hanya sepenuhnya melalui karya
penebusan dari Dia yang mati disalib.
Darah Yesus Putra-Nya membersihkan kita dari semua dosa (1Yo.1:7).
Tidak ada pembenaran lain selain dari pembenaran melalui darah Yesus. Kesalehan
natural, seperti yang dipraktekkan dalam agama-agama lain, tidaklah cukup untuk
memenuhi tuntutan-tuntutan legal dari kekudusan Tuhan (Imamat 11:44, 19:2,
Mat.5:48).
Oleh karena orang Muslim tidak percaya pada penyaliban Kristus, pada saat yang
sama mereka menolak pembenaran, pengampunan, keselamatan, rekonsiliasi
dengan Tuhan dan pembebasan yang ada melalui Yesus Kristus. Artikel kedua
dari Pengakuan Iman Kristen sama sekali absen dalam Islam! Artikel ketiga
juga sama sekali tidak dikenal oleh orang Muslim, jika isinya benar-benar
diperhatikan. Karena, hanya oleh kematian Kristus yang membawa penebusanlah
Roh Kudus dicurahkan pada para murid ketika mereka sedang menunggu dan
berdoa. Melalui penyangkalan terhadap salib secara permanen, Islam memisahkan
dirinya sendiri dari semua pemberian anugerah Tuhan demi Kristus dan menolak
hak-hak istimewa dan sumber-sumber dari iman Kristen.
11
Muslim berpendapat bahwa, pada Penghakiman Terakhir, sebuah timbangan besar
akan didirikan: perbuatan baik dan juga perbuatan jahat mereka akan ditimbang
satu sama lain. Di dalam Qur’an tertulis:...(Sura 11:114)
كلذ تائيسلا نبهذي تانسحلا ن

إ ليللا نم افلزو راهنلا يفرط ةلصلا مق

أو
نيركاذلل ىركذ
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan
petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan
(dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-
orang yang ingat.”
Untuk alasan ini, tidak seorang Muslim pun dapat yakin akan keputusan akhir Allah
nantinya, apakah dosa-dosanya akan diampuni atau tidak. Ia hidup tanpa ada
jaminan bahwa pelanggaran-pelanggarannya telah dihapuskan, dalam
ketidakpastian yang konstan dan takut akan Penghakiman Terakhir.
Kira-kira 1 milyar 400 juta orang Muslim diikat oleh roh Islam yang kolektif ini.
Kapankah orang-orang Kristen yang mempunyai pemikiran yang bertanggung-
jawab akhirnya akan bangun dan menyadari bahwa, di atas dasar kekayaan
anugerah yang berlimpah dari penyaliban Kristus, kita adalah orang-orang yang
berhutang kepada orang-orang Muslim yang belum diselamatkan? Oleh karena itu,
marilah kita dalam abad dialog religius multi-kultural yang dipraktekkan oleh
beberapa pemimpin Kristen berpegang teguh pada kesaksian Rasul Paulus, dan kita
pun bersaksi bahwa:
Kami mengabarkan tentang Kristus yang disalibkan! (1Kor.1:23)
12
Kuis 4
Pembaca yang kekasih!
Jika anda telah mempelajari tulisan ini dengan teliti, anda akan dengan mudah
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Barangsiapa yang menjawab 90%
dari semua pertanyaan dalam tulisan-tulisan berbeda dari seri ini dengan tepat,
akan mendapatkan sebuah sertifikat dari pusat kami di:
Advanced Studies
In Basic Differences between Islam and Christianity
Untuk menyemangati pelayanannya di masa depan bagi Kristus. Jawaban anda
akan sangat dihargai apabila anda juga memuat referensi Qur’an.
1. Sejauh mana Sura 19 ayat 33 memuat kemungkinan untuk mengkomuni-
kasikan keseluruhan Injil kepada seorang Muslim?
2. Bagaimanakah orang Muslim memelintirkan pernyataan Qur’an mengenai
kematian Kristus dan menjelaskannya sebagai kematian-Nya setelah
kedatangan-Nya yang kedua?
3. Bagaimanakah orang Muslm menjelaskan mengenai kedatangan Kristus yang
kedua kali berdasarkan tradisi-tradisi mereka?
4. Apakah arti dari perkataan Qur’an yang mengatakan bahwa Allah lebih ulung
dalam menipu daripada orang Yahudi?
5. Mengapa Muhammad menyatakan bahwa Allah adalah penipu yang paling
ulung dari semua? Apakah artinya pernyataan ini?
6. Mengapa Allah di dalam Qur’an mengatakan bahwa Ia membiarkan Isa jatuh
tertidur (mati) dan kemudian membangkitkan Isa kepada diri-Nya sendiri?
7. Apakah isi dari penipuan Allah yang terbesar?
8. Jika Allah adalah penipu yang paling ulung dari semua, lalu apakah artinya
ini menurut Alkitab?
9. Mengapa orang Muslim percaya bahwa Yesus diangkat kepada Allah di surga?
10. Mengapa seorang Muslim dapat menerima kehadiran Kristus di surga namun
menyangkali salib?
13
11. Apakah arti dari pernyataan yang menakjubkan bahwa Yesus berbicara
secara pribadi dengan Allah setelah kenaikan-Nya ke surga?
12. Mengapa Sura 4:157 merupakan salah satu dari pernyataan anti Kristen
yang akut di dalam Qur’an?
13. Bagaimanakah para filsuf liberal Muslim berusaha untuk menafsirkan ulang
ayat ini untuk membuktikan bahwa Muhammad benar dan bahwa orang-
orang Kristen juga benar?
14. Apakah artinya Kristus tidak disalibkan tetapi dibuat seakan-akan
nampaknya demikian pada mereka?
15. Bagaimanakah Qur’an menyangkali kemungkinan adanya substitusi pada
hari penghakiman?
16. Mengapa tidak ada seorang Muslim pun yang menerima pengampunan dosa
menurut Injil?
Semua peserta kuis ini diijinkan untuk menggunakan buku apa saja yang dipilihnya
dan bertanya pada orang yang dapat ia percayai ketika menjawab pertanyaan-
pertanyaan ini. Kami menantikan jawaban tertulis anda disertai dengan alamat
lengkap anda pada surat anda atau e-mail anda. Kami berdoa untuk anda kepada
Yesus, Sang Firman Hidup, agar Ia memanggil, mengutus, menuntun, menguatkan,
melindungi dan menyertai anda setiap hari dalam hidup anda!
Saudaramu dalam pelayanan-Nya,
Hamba-hamba Tuhan
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O.Box 1806
70708 Fellbach, Germany
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net
14
1
KESELAMATAN DALAM ALKITAB
DAN DALAM QUR’AN
Oleh: Abd Al-Masih
Barangsiapa yang berefleksi dengan khusyuk akan keselamatan dari
Tuhan akan memasuki ruang kudus iman kita hingga jauh ke dalam
hati Tuhan.
“...Juruselamat kita yang menginginkan semua orang diselamatkan
dan masuk ke dalam pengetahuan penuh akan kebenaran “
(1 Timotius 2:3-4)
Namun dalam Qur’an, Allah berbicara mengenai diri-Nya sendiri dalam
keagungan yang plural:
“Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-
tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan telah tetaplah perkataan (ketetapan)
daripadaKu; ‘sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahanam itu jin dan
manusia bersama-sama” (Sura 32:13)
سا

نلا

و

ة

ن

ج

لا ن

م

م

ن

ه

ج نل

مل ي

ن

م ل و

ق

لا ق

ح

ن

ك

ل

و اها ده
"
س

فن ل

ك ان يتل ان

ئ

ش و

ل

و
ني

ع

م ج

أ
Pernyataan ini dan pernyataan-pernyataan lainnya dalam kitab orang
Muslim menunjukkan bahwa Allah tidak mempunyai niat maupun motivasi
untuk memberikan kepada semua umat manusia suatu penebusan yang
menyeluruh. Ada semacam sisnisme dalam pengkalimatan ayat ini: “Dan
kalau Kami menghendaki, niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap
jiwa petunjuk (bagi)nya”. Tetapi Allah tidak mempunyai keinginan untuk
melepaskan para pengikut-Nya. Mereka tidak berarti apa-apa bagi-Nya.
Ia bertindak menurut keinginan-Nya sendiri. Ia adalah sosok ilahi yang
tidak terduga-duga, dan sama sekali bukanlah seorang Bapa.
Persiapan karya keselamatan dalam Perjanjian Lama
Awal mula disebutnya keselamatan dalam Taurat adalah ketika Yakub
yang telah lanjut usia menjelang ajalnya harus mengumumkan nubuatan
yang mengerikan mengenai putranya Dan (Kej.49:17). Orang-tua itu
mendesah dan berkata: “Aku menanti-nantikan keselamatan yang dari
pada-Mu, ya Yahweh”. (Kej.49:18).
Ia merindukan suatu kehidupan keluarga yang kudus, diberkati, bersama
dengan Tuhan, tanpa adanya kutuk atau takut terus menerus diusir
2
keluar dari negeri. Ia menantikan datangnya keturunan surgawi ke dalam
dunia, untuk mendatangkan pembebasan dari Tuhan (Mat.6:10; 13:43;
Luk. 12: 36; Roma 8:9; Fil.3:20; 2Pet.3:13; Ibr. 9:28; 10:13: 11:10).
Persekutuan dengan Tuhan membawa keselamatan
Musa sedang berdiri dengan bangsanya di tepi pantai Laut merah.
Dibelakangnya, ia melihat gumpalan awan debu yang ditimbulkan oleh
pasukan berkuda dan kereta-kereta Firaun yang mengejar orang Israel.
Dihadapannya terbentang lautan yang tidak ada ujungnya. Para pelarian
yang tidak berdaya ini terjebak dalam perangkap. Musa yang sudah
berusia lanjut berdiri dan berkata: “Tetapi berkatalah Musa kepada
bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan
dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang
Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-
lamanya. 14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam
saja." (Kel.14:13-14)
Setelah menyeberangi lautan, yang telah dibelah oleh angin timur yang
kuat, mereka berjalan diatas dasar laut yang kering, dan kemudian
disusul dengan tenggelamnya para pengejar mereka, Musa kemudian
mengakui bahwa Tuhan bukan hanya menyediakan kemenangan dan
keselamatan, Ia sendiri adalah keselamatan. Musa memuji-Nya dengan
mazmur berikut ini:
“TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi kesela-
matanku...” (Kel.15:2)
Di awal perjalanan mereka melalui padang belantara, Musa dan
bangsanya memahami bahwa keselamatan hanya dapat ditemukan dalam
persekutuan yang tidak pernah terputuskan dengan Tuhan. Tanpa Dia
kita tidak dapat melakukan apa-apa (Kel.13:12, 15:25, 16:15, 17:1,
33:10-23, Bil. 6:4, Ul. 2:7, 6:5, 7:11, 14:1).
Persekutuan dengan Tuhan membawa kita kepada pertobatan
Motto Daud sebagai raja adalah dalam kalimat berkat berikut ini: “Ia
mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya,
dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada
Daud dan anak cucunya untuk selamanya." (2 Sam.22:51, Mz.18:51).
Secara terbuka ia menyaksikan: “Siapa yang mempersembahkan syukur
sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya,
3
keselamatan yang dari Tuhan akan Kuperlihatkan kepadanya." (Mz.
50:23)
Walaupun demikian, daud menjadi seorang pezinah dan pembunuh. Ia
mengalami kejatuhan yang sangat dalam dan harus mengakui bahwa:
keselamatan tidak hanya terbatas pada damai dan kemakmuran dalam
negara, melainkan keselamatan membawa penyesalan dan pengertian ke
dalam kejatuhan pribadi seseorang. Kita hanya dapat diselamatkan jika
natur manusiawi kita diubahkan oleh sebuah tindakan penciptaan baru.
Daud telah mengajarkan jutaan orang berdoa demikian: “Ya Elohim,
ciptakanlah bagiku hati yang bersih, dan perbaharuilah roh yang teguh
dalam diriku. Jangan membuang aku dari hadirat-Mu, dan jangan
mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku” (Mz.51:12-13 - ILT).
Dalam Yehezkiel 36:26-27, kita membaca jawaban dari Tuhan yang hidup
terhadap doa-doa orang-orang yang bertobat dari generasi ke generasi:
“Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam
batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang
keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup
menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia;
maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Tuhan
mereka” (Yer.31:33, Yeh.11:19-20, Roma 1:16-17).
Tanpa pertobatan, pengampunan dan pembaharuan batin, maka tidak
ada persekutuan yang berkelanjutan dengan Tuhan Yang Maha Kudus dan
Maha Kuasa, dan tidak dapat mengalami keselamatan-Nya.
Janji Tuhan mengenai keselamatan melalui Hamba Tuhan
Salah seorang utusan iman yang luar-biasa dalam Perjanjian Lama adalah
Yesaya. Ia menghiburkan bangsanya yang berada dalam kehinaan yang
besar selama penawanan oleh Babilonia dengan kata-kata dari Tuhan:
“Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada Juruselamat selain dari pada-Ku” (Yes.
43:11)
Ia menekankan pada mereka: “22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah
dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak
ada yang lain. 23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku
telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali:
dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan
bersumpah setia dalam segala bahasa, 24 sambil berkata: Keadilan dan
kekuatan hanya ada di dalam TUHAN...” (Yes.45:22-24; Fil.2:5-11)
Yesaya bersaksi mengenai fakta bahwa seluruh dunia harus berpaling
kepada Tuhan. Tanpa Dia, tidak ada pelepasan dan tidak ada damai, baik
dalam masyarakat maupun dalam hidup pribadi lepas pribadi (Mat.
11:28-30; Roma 5:1-5; Ef.2:13-22).
4
Sang nabi juga mendengar berita Tuhan berkenaan dengan kedatangan
Hamba Tuhan, yang panggilan-Nya juga adalah untuk menyelesaikan
penebusan bagi dunia: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi
hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk
mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku
akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya
keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." (Yes.49:6)
Yesaya mengakui bahwa persekutuan dengan Tuhan bukan hanya hak
istimewa yang disediakan bagi orang Yahudi, tetapi bahwa semua umat
manusia harus dimasukkan ke dalam rencana restorasi-Nya. Hingga hari
ini, bagian Firman Tuhan ini selalu disampaikan dalam banyak banyak
sinagoga, karena dengan jelas menyaksikan fakta bahwa Mesias adalah
terang dunia dan Juruselamat segala bangsa (Yoh.4:42, 8:12).
Hamba Tuhan ini berdoa dalam Mazmur yang menggambarkan kerinduan
hati-Nya: “Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan
menyerukan nama Yahweh” (Maz.116:13)
Dengan demikian Ia mengekspresikan kesiapan-Nya untuk menjalani
semua yang telah dinubuatkan dalam nubuatan Yesaya yang
menakjubkan dalam Yesaya 53:4-12. Keselamatan tidak dapat dibeli
tanpa kematian untuk penebusan oleh Yang Diurapi.
Kebangkitan dan kenaikan ke surga dari Sang Kurban yang tidak bersalah
berulangkali dinubuatkan: “14 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia
telah menjadi keselamatanku. 15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di
kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan
keperkasaan, 16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan
kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" (Mz.118:14-16)
Lebih jauh lagi kita membaca dalam Mazmur 110:1, “Demikianlah firman
TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat
musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu." Banyak detil mengenai
rencana keselamatan Tuhan yang masih terus dapat ditemukan di dalam
Perjanjian Lama.
Islam – agama mengenai kebenaran diri sendiri
Muhammad telah memasukkan ke dalam Qur’an banyak kutipan dari
Mishnah, Talmud dan banyak tulisan Yahudi lainnya yang secara oral
disampaikan padanya oleh orang-orang Yahudi di Medina. Namun
demikian, ia kehilangan penekanan utama dari Perjanjian Lama.
Persekutuan dengan Tuhan Yang Kudus dalam ikatan perjanjian, yang
ditetapkan Tuhan dengan Abraham, Ishak dan Yakub dan keturunannya,
memang disebutkan namun tidak dimengerti. Berdasarkan konsep Islam,
5
Allah tetaplah Tuhan yang jauh, agung, dan mengerikan. Ia tidak
berusaha membangun persekutuan dengan para penyembah-Nya. Ia
bukanlah standar bagi kehidupan mereka. Untuk alasan ini, pengudusan
orang Muslim dalam keadaan kehidupan sehari-hari bukan merupakan isu
sentral. Allah tetaplah yang maha besar yang tidak dikenal, yang menipu
siapa yang dikehendaki-Nya dan memimpin di jalan yang benar siapa
yang disukai-Nya (Sura 6:39, 13:27, 14:4, 16:93, 35:8, 74:31).Ia tidak
pernah datang mendekat pada orang Muslim pada tingkat yang konkret,
Ia pun tidak mengikatkan diri-Nya pada para pengikut Muhammad.
Mereka tetaplah budak yang tujuan utama hidupnya adalah menyembah-
Nya namun tidak pernah dapat menjadi partner-Nya dalam ikatan
perjanjian.
Tulang belakang Islam adalah hukumnya, yaitu syariah. Rasa takut akan
Allah, dan bukan kasih pada Allah, yang mendominasi ibadah dan hidup
orang Muslim sehari-hari (Sura 3:50). Kegentaran akan kematian, kubur
dan Penghakiman Terakhir mendorong mereka untuk menghormati 500
perintah syariah (sura 8:50). Mereka berharap, melalui aktifitas mereka
untuk Allah dan melalui apa yang mereka sebut dengan amal baik, dapat
menutupi dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan mereka, untuk mengatasi
atau mengkompensasi pelanggaran-pelanggaran mereka (Sura 11:114).
Mereka tidak mempunyai perasaan bahwa mereka adalah orang berdosa
yang membutuhkan penebusan dan tidak dapat melihat mengapa sebuah
pertobatan yang menyeluruh dan pembaharuan pikiran mereka adalah
hal yang esensial. Penekanan utama mereka adalah pada ketaatan
kepada Allah dan Muhammad (Sura 49:14-15). Seorang Muslim berharap,
atas dasar pencapaiannya sendiri, dalam kerangka pemenuhan tuntutan-
tuntutan syariah, agar diijinkan memasuki Surga Islam (Sura 2:25, 82).
Ia tidak merasa memerlukan seorang Juruselamat. Ia tidak mempunyai
pemahaman mengenai kekudusan Tuhan dan juga tidak menganggap
dirinya itu jahat atau terhilang. Intinya, ia sudah dipuaskan dengan
agamanya.
Saat berperang dalam jalan Allah, seorang Muslim mempunyai
keyakinan:
“...janganlah kamu berduka-cita, sesungguhnya Allah beserta
kita...” (Sura 9:40)
لو

ق

ي

ذ

إ

را غ

لا ي

ف ا

مه

ذ

إ

ن ين

ثا

ي

نا

ث او ر

ف ك ني

ذ

لا ه

ج

ر

خ

أ

ذ

إ

ا

ه

ر

صن

د

ق

ف

هو ر ص

نت ل

إ
ل

ع

ج

و اه و

رت

م

ل
"
دو

ن ج

ب

ه دي

أ

و

ه ي

ل ع هتني

ك

س

ا

ل ز

ن

أ

ف ان

ع

م

ا ن

إ

ن ز حت ل

ه

ب

حا

ص

ل
مي

ك

ح
N
زي

ز ع

ا

و ا

ي

ل ع

لا

ي

ه

ا

ة

م

ل ك

و ى

ل

فPسلا او ر

ف ك ني

ذ

لا

ة

م

ل ك
Ia mengirimkan para pejuang yang tidak kelihatan untuk mendampingi
kita dalam Perang Suci hingga semua musuh Islam ditaklukkan.
6
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang
nyata, supaya Allah memberikan ampunan kepadamu terhadap dosamu
yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-
Nya atasmu dan memimpin kamu ke jalan yang lurus” (Sura 48:1-2)
ا
S
ني

ب

م ا S ح

ت

ف ك

ل ان حت

ف ا

ن

إ
ا
S
مي

قت س

م ا
S
طا

ر

ص ك

ي

د ه

ي

و ك ي

ل ع هت

م ع

ن

م

تي

و

ر

خ

أت ا

م

و ك

ب

ن

ذ

ن

م

م د

قت ا

م

ا ك

ل

ر

ف

غ

ي

ل
Peperangan spiritual terhadap dosa dan hawa nafsu dalam diri sendiri,
bagi banyak orang Muslim, tidak dikenal. Muhammad juga terlibat dalam
hubungan yang tidak lazim dengan wanita. Ia menikahi Aisha, seorang
anak perempuan berusia 8 tahun. Ia kemudian merayu Zainab, istri anak
angkatnya Zaid, dan menerima ijin dari allah untuk menikahinya setelah
Zainab bercerai (Sura 33:37). Ia tidur dengan Maria, budak wanitanya, di
kamar Hafza salah seorang istrinya, yang waktu itu tidak ada di rumah.
Ketika kemudian ia bersumpah dengan penuh amarah di hadapan para
istrinya yang masih remaja bahwa ia tidak akan pernah melakukannya
lagi, tiba-tiba ia menerima perintah dari Allah, yang juga berlaku untuk
semua Muslim, agar ia menarik kembali sumpahnya yang diucapkan
dengan terburu-buru oleh karena Allah telah mengaruniakan mereka hak-
hak yang tidak terbatas atas budak-budak perempuan mereka (Sura
66:1-7).
Hendaknya kita tidak tergesa-gesa menghukum Muhammad karena Yesus
berkata: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang
pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (Yoh.8:7b). Banyak
orang berdosa seperti Daud, namun hanya sedikit yang bertobat seperti
dia, karena mereka tidak mengenal Tuhan yang mempunyai kasih yang
kudus.
Persekutuan dengan Tuhan Perjanjian dan pengetahuan akan janji-janji-
Nya dalam Perjanjian Lama, mempersiapkan jalan bagi keselamatan. Ini
sangat tidak dikenal dalam Islam.
Sang Juruselamat menunaikan misi keselamatan-Nya dalam dunia
ini
Malaikat Tuhan memerintahkan Yusuf dan Maria untuk menamai Putra
mereka, yang dikandung dari Roh Kudus, Yesus, karena Dia-lah yang
akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Mat.1:21, Luk.
1:31). Nama Yesus berarti: Yahweh menolong, menyelamatkan dan
berkemenangan. Putra Maria dilahirkan untuk menyelamatkan semua
orang yang menerima penebusan-Nya. Keselamatan-Nya tidak terutama
terdiri dari program politik atau kesejahteraan sebuah negara, tetapi
bertujuan melepaskan mereka yang mau bertobat dari dosa-dosa
mereka, yang mereka sadari maupun tidak. Yesus membebaskan mereka
7
yang berada dalam perbudakan kuasa Satan dan kematian dan
melepaskan mereka dari murka Tuhan. Keselamatan dari Yesus adalah
sebuah proses spiritual dalam mana Ia menyucikan dan mendidik umat
spiritual-Nya untuk mempersiapkan mereka bagi kerajaan spiritual-Nya
(Yoh. 18:36-37). Nama Yesus adalah program Tuhan untuk semua orang.
Nama ini mencakup keselamatan yang penuh dan juga kuasa Tuhan
untuk penggenapannya. Yang terpenting dari semua, nama ini muncul
975 kali dalam Perjanjian Baru.
Masuknya Sang Juruselamat ke dalam dunia kita
Malaikat Tuhan memecahkan kegelapan yang terbentang di atas bukit-
bukit Betlehem dan dalam terang mereka yang penuh kemuliaan
memerintahkan para gembala: “10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka:
"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu
kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu
Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” (Luk.2:10-11).
Oratorio Natal karya Johan Sebastian Bach adalah sebuah gema lembut
dari nyanyian pujian para malaikat pada permulaan sebuah era yang
baru. Raja Damai yang dijanjikan akhirnya telah datang. Sama seperti
Kaisar Agustus, Ia mengenakan gelar kehormatan “Juruselamat” sebagai
jaminan abadinya damai dalam dunia. Namun, Yesus lebih besar daripada
Agustus! Ia adalah Tuhan yang berinkarnasi! (Yes.9:5-6, 40:11). Tuhan
menjadi manusia sehingga kemanusiaan yang telah rusak dapat
mempunyai tempat dalam natur-Nya yang ilahi. Keselamatan bagi
seluruh umat manusia tersembunyi dalam bayi yang baru lahir ini.
Setelah Kristus yang tidak berdosa dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di air
sungai Yordan yang keruh, walau sebelumnya Yohanes menolak, Yohanes
kemudian mengakui bahwa Putra Maria bukan ingin dibaptis untuk
membersihkan dosa-dosa-Nya. Melainkan, sebagai representasi semu
manusia, Ia telah mengenakan pada diri-Nya sendiri kesalahan dan
ketidakadilan mereka (Mat. 3:13-17). Oleh karena itu, surga terbuka dan
Roh Kudus dalam wujud burung merpati, turun dan hinggap pada Yesus
sebagai sebuah tanda dari otoritas-Nya yang lembut. Kemudian Tuhan
berfirman dan memberikan sebuah wahyu yang penting: “Inilah Anak-Ku
yang Kukasihi, kepada-Nyalah aku berkenan!” Seketika itu, Yohanes
mengerti dan bersaksi di muka umum: “Lihatlah Anak Domba Tuhan,
yang menghapus dosa dunia” (Yoh.1:29-34). Tanpa kematian Kristus
yang membawa penebusan tidak ada keselamatan bagi kita semua.
Baptisan-Nya adalah titik dimana Ia mengambil jabatan-Nya sebagai
Juruselamat dunia.
8
Yesus menjelaskan kepada Nikodemus, seorang anggota Sanhedrin, yang
duduk di sebelah-Nya pada waktu malam, bahwa: “14 Dan sama seperti
Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia
harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal”. (Yoh.3:13-16).
Yesus, yang juga dicobai sama seperti kita, tidak pernah mengalah
terhadap dosa, dijadikan berdosa menggantikan kita, sehingga kita, di
dalam Dia, dijadikan benar di hadapan Tuhan, sesuai dengan standar
kebenaran yang diterima Tuhan (2Kor.5:21, Ibr.4;15). Dalam kasih-Nya,
Ia mengambil semua dosa kita dan mengenakannya pada diri-Nya namun
Ia tetap suci. Dalam hal ini, Ia seumpama ular tembaga yang
menyelamatkan/menyembuhkan semua orang yang memandang-Nya.
Yesus menjelaskan rahasia ini kepada para murid-Nya: “Sama seperti
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani
dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang”.
(Mat.20:28)
Ikatan Perjanjian yang Baru dalam karya penebusan kematian
Yesus
Ketika melaksanakan Komuni Kudus Yesus menjelaskan kepada para
murid-Nya tujuan dan isi dari karya keselamatan-Nya. Sambil mereka
makan, Ia mengambil roti, mengucap syukur, memberkati roti itu,
memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada para murid, dan
berkata: “ambillah, inilah tubuh-Ku”. Setelah perjamuan malam terakhir,
bersama dengan sayur pahit, ia mengambil cawan, mengucap syukur,
memberikannya pada mereka dan berkata: “27 Sesudah itu Ia mengambil
cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan
berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 28 Sebab inilah darah-
Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk
pengampunan dosa”. (Mat.26:27-28, 1 Kor.11:24-26).
Sebagaimana roti dan anggur berasimilasi dengan tubuh kita dan
diubahkan menjadi kekuatan bagi kita, Yesus ingin datang dan hidup
dalam kita dan tinggal bersama kita. Melalui hal ini, persekutuan antara
Tuhan dengan manusia menjadi kenyataan. Prasyarat untuk hal ini adalah
pengudusan kita seutuhnya dari semua dosa melalui darah dari korban
ikatan perjanjian. Keselamatan berarti persekutuan kita dengan Tuhan
yang berdasar pada pengampunan atas dosa-dosa kita (Ef. 3:14-21,
1Yoh.1:7, Wah.1:5-6).
Kata pertama yang diucapkan yesus di atas salib adalah syafaat-Nya
sebagai seorang Imam Besar untuk semua pendosa: “Bapa, ampunilah
9
mereka; sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!” (Luk.
23:34). Putra Tuhan dalam kesengsaraan-Nya tidak berdoa agar
dilepaskan dari penderitaan-Nya; naman Ia menyatakan kasih-Nya yang
tidak berkesudahan sebagai Juruselamat untuk semua orang yang
berdosa. Bapa telah mengabulkan permintaan Putra-Nya! Kematian-Nya
yang menebus adalah pembenaran bagi semua orang yang percaya pada-
Nya.
Ketika satu dari dua penjahat yang turut disalibkan mendengar Yesus
berdoa, dan bukannya mengutuki, ia mengakui bahwa ia sendiri dan
penjahat yang satunya lagi pantas menjalani nasib seperti itu. Ia
memohon kepada sang Raja yang bermahkotakan duri: “Yesus, ingatlah
akan aku ketika Engkau datang sebagai raja!” Tuhan segera menjawab:
“sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku
di dalam Firdaus”. (Luk.23:39-43). Penjahat yang sebelah kanan-Nya
boleh jadi adalah satu-satunya orang yang diselamatkan Yesus sebelum
Ia wafat. Semua rasul-Nya telah melarikan diri. Namun, si terdakwa di
atas salib tidak diselamatkan karena berkelakuan baik, tetapi hanya
karena imannya. Ia menjadi model dan simbol dari semua orang yang
telah diselamatkan. Keselamatan adalah pemberian dari Dia yang
disalibkan atas dasar anugerah untuk semua orang yang yang datang
kepada-Nya dengan semua dosa mereka.
Kemenangan Yesus di atas salib
Setelah 6 jam tersiksa diatas salib, Yesus berteriak: “Sudah
selesai!” (Yoh.19:30). Apa yang telah diselesaikan? Melalui kematian-Nya
di salib sebagai penebusan Yesus telah memuaskan murka Tuhan atas
semua manusia. Sejak saat itu, kita telah diperdamaikan dengan Tuhan
Yang Kudus. Tuntutan hukum Taurat telah dipenuhi melalui kematian
Kristus bagi kita. Ia menjalani penghukuman atas dosa semua orang
diatas kayu salib yang terkutuk itu.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh
karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi
kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
(Yes.53:5)
Satan telah berusaha mencobai Yesus dengan segala macam dosa.
Namun Yesus, mengasihi para musuh-Nya, tetap setia dengan iman-Nya
kepada Bapa-Nya, dan menolak untuk berputus-asa walau dalam
kesengsaraan-Nya. Sejak itu, Satan tidak berhak menuduh orang-orang
yang percaya dalam Kristus.
10
Kristus berkemenangan atas murka Tuhan, dosa kita dan kuasa Satan.
“Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-
lamanya mereka yang Ia kuduskan”. (Ibr.10:14) Sejak kematian Kristus
di atas salib, realita obyektif keselamatan ini adalah suatu fakta yang
pasti bagi semua orang. Ia tidak perlu mati dua kali terutama bagi orang
Yahudi dan orang Muslim. Kematian-Nya yang menebuskan berlaku bagi
semua, seperti Bapa Boos, seorang Imam Katolik yang pernah
mengutarakan hati yang menginjil: “Dunia yang gila ini sudah ditebus dan
tidak mengetahuinya, - atau menolak untuk mengetahuinya!”
Kebangkitan Kristus mengkonfirmasi keselamatan kita
Setelah bangkit dari kematian pada Minggu pagi dan menampakkan diri
pada para murid-Nya yang ketakutan dan melarikan diri, hal pertama
yang Yesus berikan pada mereka adalah damai sejahtera Tuhan: “Damai
sejahtera bagimu!” (Yoh.20:19). Ia tidak memaksa mereka untuk tunduk
atau menerima syarat-syarat damai sebagaimana yang dilakukan oleh
agama Islam, melainkan Ia memberikan pada mereka kesempatan untuk
menerima penebusan dari-Nya dengan kehendak bebas mereka.
Kebangkitan Kristus adalah segel ilahi atas penelesaian karya
keselamatan. Sejak Yesus dibangkitkan dari kematian kita mengetahui
bahwa : Yesus kudus dan tidak berdosa. Ia tidak pernah sekalipun
melakukan dosa dalam perkataan, perbuatan atau pun pikiran, yang akan
memberi kesempatan bagi kematian untuk menguasai-Nya. Namun
sekarang, Yesus bangkit dan telah mengalahkan kematian.
Ketidakberdosaan-Nya, kekudusan dan natur ilahi-Nya telah menjadi
nyata. Kita menyembah-Nya oleh karena kekudusan-Nya.
Kebangkitan Kristus juga berarti bahwa Tuhan telah menerima
pengorbanan Putra-Nya bagi penebusan. Yesus tidak gagal, sebagai Anak
Domba Tuhan, seperti yang dicemooh orang, melainkan Ia telah
mendamaikan dunia dengan Bapa-Nya. Pengorbanan-Nya berlaku
selamanya dan membuka jalan kepada Bapa bagi semua pendosa yang
mau bertobat. Kita menyembah Yesus karena penebusan-Nya yang
sempurna bagi kita.
Yesus hidup! Ia tidak mati, Ia adalah Juruselamat yang hidup!
Sebaliknya, Muhammad sudah mati dan menantikan Penghakiman
Terakhir. Oleh karena itu semua orang Muslim diwajibkan untuk berdoa
baginya setiap kali mereka menyebut namanya (Sura 33:56). Di sisi lain,
Yesus mewakili kita di hadapan Bapa dan bersyafaat bagi kita. Kita
menyembah Yesus karena Ia hidup dan Ia adalah jurubicara kita di
hadapan Bapa.
11
Kekalahan semua kekuatan yang bertentangan dengan Tuhan melalui
Anak Domba memberikan kita suatu pembenaran yang menyeluruh
melalui anugerah bersama dengan pengampunan cuma-cuma atas dosa-
dosa kita. Martin Luther mengekspresikan rahasia keselamatan dengan
otoritas yang tidak terbantahkan dalam Katekismus Kecilnya:
“Saya percaya bahwa Yesus Kristus ...adalah Tuhanku, yang telah
menyelamatkanku, manusia yang terhilang dan celaka,..menebus dan
memenangkan saya dari semua dosa, dari maut dan kuasa si jahat.
Bukan dengan emas atau perak, tetapi oleh darah-Nya yang sangat
berharga dan dengan penderitaan dan kematian-Nya yang bukan
dikarenakan kesalahan, sehingga saya dapat menjadi milik-Nya dan hidup
dalam kerajaan-Nya dan tunduk pada-Nya dan melayani-Nya dalam
kebenaran kekal, tidak bersalah dan terberkati, sama seperti dia yang
bangkit dari kematian, hidup dan memerintah selamanya. Ini sungguh-
sungguh benar”.
Penyangkalan terhadap penyaliban Kristus dan kebangkitan-Nya
di dalam Qur’an
Allah di dalam Islam tidak menerima mediator, Anak Domba, maupun
penolong. Hanya Dia-lah Sang Pencipta, Tuhan dan Hakim atas semua
ciptaan-Nya. Banyak orang Muslim yakin bahwa jika Allah memerlukan
seorang pengantara atau seorang juruselamat untuk menebus manusia,
maka Ia tidak Maha Kuasa. Mereka percaya bahwa Allah dapat
mengampuni siapapun yang dikehendaki-Nya dan bila Ia menghendaki.
Jika Ia tidak ingin mengampuni, maka Ia tidak akan melakukannya. Ia
tetap berdaulat, tidak terikat dan bebas. Allah dalam Islam bukanlah
Tuhan Bapa yang penuh kasih, yang siap mengorbankan Putra Tunggal-
Nya untuk menggantikan orang-orang berdosa yang jahat (Yoh.3:16).
Qur’an juga menyingkirkan kemungkinan adanya seorang pengganti yang
mengenakan pada dirinya penghukuman atas kesalahan orang lain,
demikian juga semua pengorbanan demi pendamaian dan pengampunan
dosa. Oleh karena kasih ilahi (agape) tidak eksis dalam Islam, substitusi
spiritual juga tetap merupakan sesuatu yang asing. Semua hukum
pengorbanan dalam Perjanjian Lama dan penggenapannya dalam
kematian Kristus ditolak oleh para pakar Hukum Qur’an dan ditetapkan
sebagai sesuatu yang mustahil dan kosong.
Qur’an secara radikal menyangkali fakta historis penyaliban Kristus (Sura
4:157). Oleh karena itu, ada terlalu banyak kekurangan pemahaman
dalam Islam mengenai konsep pembenaran dan rekonsiliasi dengan
Tuhan. Murka Tuhan Yang Kudus tetap ada atas semua orang (Muslim
dan juga yang lainnya), yang tidak memenuhi tuntutan hukum (Yoh.
12
3:36). Para pengajar Qur’an mengintimidasi semua Muslim dengan
mengancam bahwa malaikat kegelapan akan menulahi mereka bahkan di
dalam kubur mereka, jika perbuatan-perbuatan jahat mereka jauh lebih
banyak daripada perbuatan-perbuatan baik mereka, - yang celakanya ini
dialami oleh semua orang.
Dalam Islam tidak ada keselamatan melalui anugerah, cuma-cuma,
karena Islam adalah agama yang legalistik dan memaksa semua orang
untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Orang Muslim menolak kebangkitan Kristus. Dua kali dalam Qur’an
Muhammad menyatakan bahwa Allah membuat ‘Isa tertidur dan
membawa Isa hidup-hidup kepada-Nya. Berdasrkan pernyataan-
pernyataan ini, ‘Isa tidak pernah dikuburkan, dan oleh karena itu Ia tidak
dibangkitkan. Ia tidak mengalahkan kematian. Allah membawa ‘Isa
hidup-hidup kepada-Nya untuk menjauhkan-Nya dari penderitaan di atas
salib (Sura 3:55, 4:158)!! Oleh karena itu, di mata orang Muslim, ;isa
bukanlah penakluk murka Tuhan, dosa, Satan dan maut. Kuasa-kuasa ini
bertentangan dengan Tuhan, dan tetap eksis serta tidak terkalahkan
dalam Islam.
Muhammad menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang pengingat
dan bukan seorang juruselamat yang akan menyelamatkan dari
penghakiman yang akan datang. Hukumnya yaitu syariah, adalah sebuah
jalan yang lebar yang diperkirakan (dapat) memimpin orang-orang
Muslim langsung ke firdaus. Namun, yang yang benar adalah yang
sebaliknya. Tidak seorang pun dapat dibenarkan oleh hukum (Roma 3:20,
Gal.2:16). Semua sistem keadilan menghukum orang-orang yang
bersalah/melanggar hukum. Hukum, yang menjadi tempat orang Muslim
berharap, akan menghukum mereka (Roma 4:15, Yak.2:10).
Kata “keselamatan” dan “Juruselamat” tidak ditemukan di dalam Qur’an.
Dalam Islam, tidak ada hal-hal seperti kemurahan Allah terhadap
kemanusiaan yang telah rusak, dan juga tidak ada ketegangan batin
antara kekudusan yudisial dan kasih-Nya yang menyelamatkan. Islam
tidak mengetahui bahwa “Tuhan sangat mengasihi dunia yang jahat ini,
sehingga Ia mengorbankan Putra tunggal-Nya, supaya semua orang yang
percaya pada-Nya tidak binasa, namun memperoleh hidup yang
kekal” (Yoh.3:16).
Barangsiapa yang memahami bahwa semua Muslim mengasingkan diri
mereka, melalui liturgi doa harian mereka, dari keselamatan penuh yang
telah dikerjakan oleh Kristus, menyadari bahwa penolakan konstan
terhadap anugerah dan keselamatan, yang ditransmisikan dengan kuat
selama lebih dari 53 generasi, membawa kepada sebuah perbudkan
13
kolektif. Melalui penolakan keras mereka terhadap pembebasan dari
murka Tuhan, orang-orang Muslim dengan terng-terangan memilih
penghukuman Tuhan (Yoh.3:36).
Implementasi keselamatan dalam hidup individu dan gereja
Yesus memerintahkan para rasul-Nya, sebelum kenaikan-Nya ke surga,
untuk menantikan apa yang telah dijanjikan Bapa dan menjelaskan pada
mereka: “Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi
kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." (Kis.1:5)
Yesus telah berbicara secara yudisial, menggenapi penebusan dunia
melalui kematian-Nya yang menebus manusia. Kini Ia hendak
mengerjakan keselamatan-Nya dalam diri para pengikut-Nya pada
tataran spiritual, sama seperti para imam, setelah mempersembahkan
kurban di Bait Suci, mengumumkan berkat Tuhan pada umat yang
sedang menunggu. Oleh karena itu, setelah kebangkitan-Nya dari
kematian, Yesus menjanjikan para murid-Nya: “Tetapi kamu akan
menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan
menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi." (Kis.1:8).
Pencurahan Roh Kudus
Setelah yesus membuang dosa dunia di salib, yang bagaikan sebuah
bendungan yang tinggi yang telah menahan berkat Tuhan, Roh Kudus
pada hari raya Pentakosta, meluap dan tecurah seperti aliran sungai atas
semua orang percaya yang sedang berdoa dan menunggu (Kis.2:1-4).
Salib tetaplah merupakan prasyarat untuk mendapatkan Roh Kudus, yang
tidak bisa diberikan tanpa darah Yesus. Kita tidak menerima Roh Kudus
karena usaha kita, tetapi hanya melalui Yesus Kristus,. Ia adalah pokok
anggur yang benar, kita adalah carang-Nya (Yoh.15:4-8). Kepada-Nya
kita berhutang ucapan syukur dan penyembahan.
Fakta pertama yang disaksikan oleh Petrus dan para rasul, setelah
pencurahan Roh Kudus, adalah kebangkitan dan kehadiran Kristus yang
telah disalibkan. Kemudian mereka menghimbau agar semua pendengar
bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, mendorong para audiens
mereka yang terkejut untuk percaya pada Tuhan Yesus yang hidup dan
mendesak semua orang untuk dibaptis, sebagai langkah penting kepada
Juruselamat mereka, sehingga mereka dapat menerima anugerah Roh
Kudus (Kis.2:38).
14
Penggenapan keselamatan dalam hidup individu
Roh dari Bapa dan Putra, yang berdiam dalam orang-orang percaya,
berasal dari luar dan masuk ke dalam mereka. Kehadiran-Nya tidak
dalam bentuk menghipnotis diri sendiri dan juga bukanlah peningkatan
kadar adrenalin. Disini Tuhan mengintervensi secara personal hidup
semua orang yang mencari kebenaran dan mengijinkan-Nya
berpartisipasi dalam natur-Nya sendiri (Yoh.14:16,23,26). Ini
berseberangan dengan pengajaran Muhammad; Roh Kudus bukanlah
suatu roh yang diciptakan, tetapi sudah sejak dari kekekalan berbagi
substansi Tuhan yang sangat otentik. Ia adalah “Tuhan yang sejati” (Yoh.
4:24). Bilamana Roh berdiam dalam seorang manusia, Ia juga membawa
kuasa Tuhan dan karakter etis. Keselamatan menjadi realita dalam hidup
orang-orang percaya melalui menerima Roh Kudus. Marilah kita
bersyukur kepada Bapa dan Putra untuk anugerah yang dahsyat ini!
Ada beberapa konsep dalam Injil yang menunjukkan tindakan
penyelamatan ini, oleh karena kata-kata manusia sangat terbatas dalam
mengungkapkan keagungan mujizat ini. Yesus berkata kepada Nikodemus
bahwa tak seorangpun yang dapat melihat kerajaan Tuhanmaupun
memasukinya tanpa dilahirkan kembali (dari atas) dengan air dan Roh
(Yoh.3:1 dst).
Yohanes sang penginjil juga bersaksi: “sebab semua yang lahir
dariTuhan, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang
mengalahkan dunia: iman kita”. (1Yoh.5:4) Mengenai diri-Nya sendiri
Yesus bersaksi: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi
Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia
telah mengutus Aku” (Luk.4:18, bdk. Yes.42:7).
Seorang Kristen yang sudah lahir baru dapat mengulangi kalimat ini
dengan iman. Pada beberapa kesempatan, Alkitab mengkonfirmasi bahwa
para pengikut Kristus juga menerima pengurapan Roh (Yoh.16:13, 2Kor.
1:21-22, Yer.31:33-34, 1Yoh.2:27). Paulus menulis bahwa orang percaya
telah “dimeteraikan di dalam Dia” dengan Roh Kudus sebagai sebuah
proteksi terhadap penghakiman yang akan datang. (2Kor.1:21-22, 5:5,
Ef.1:13-14, Wah.7:2-8).
Karunia hidup yang kekal adalah cara lain untuk menggambarkan
“berdiamnya” Roh Kudus, sebab Ia sendiri adalah Hidup yang datang dari
Tuhan (Yoh.3:16, 5:24, 10:28, 17:2, Kis.13:48, Roma 7:6, 8:10,23,
1Yoh.3:14, 5:11, dll). Siapakah yang menyembah Tuhan Tritunggal atas
pemberian-Nya yang tidak dapat terlukiskan ini?
15
Keselamatan dalam gereja sebagai suatu keseluruhan
Pemberian Roh Kudus tidak hanya ditujukan kepada orang percaya secara
individual, tetap sejak semula juga mencapai komunitas secara
keseluruhan. Perjanjian baru tidak mengijinkan keegoisan spiritual atau
kepuasan soliter. Semua pengikut Kristus membentuk satu Bait Tuhan,
oleh karena Roh-Nya hidup dalam mereka (1Kor.3:16-17, 2Kor.6:16, Ef.
2:21). Paulus juga menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus yang
spiritual (Roma 12:5-8, 1Kor.12:27, Ef.4:4) dimana Kristus menjadi
kepala dan kita adalah para anggotanya, yang saling melengkapi satu
sama lain.
Tuhan Tritunggal, bagai sebuah magnet yang pemurah, ingin menarik
kita kepada-Nya, saat kita berjalan dalam Roh (Yoh.17:21-23). “...kasih
Tuhan telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah
dikaruniakan kepada kita” (Roma 5:5). Oleh karena itu Yohanes
menekankan kesaksian yang dahsyat ini: “...Tuhan adalah kasih, dan
barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Tuhan
dan Tuhan di dalam dia”. (1Yoh.4:16, Ef.3:18-19).
Kenyataan bahwa Roh Bapa dan Putra masuk dalam kita dan tinggal
bersama kita lebih lanjut dikonfirmasi, walau mendapatkan ekspresi yang
berbeda, oleh bagian-bagian lain dalam Perjanjian Baru. Oleh karena itu
kita harus sekali lagi belajar untuk mengakui: “Saya percaya pada Roh
Kudus!” – dan tidak meninggalkan artikel iman yang ketiga dari
Pengakuan Iman Nicea ke tangan sekte-sekte dan para visioner, namun
kita menghidupinya dalam kuasa Kristus. Kehadiran Roh Kudus dalam diri
manusia fana berarti persekutuan erat dengan Tuhan diberikan secara
cuma-cuma, yang sebelumnya telah dipersiapkan melalui Perjamuan
Malam Terakhir. Keselamatan berimplikasi kesatuan dengan Tuhan Bapa,
melalui Yesus Kristus Putra-Nya, dalam kuasa Roh Kudus. Siapakah kita
sehingga Tuhan harus menetapkan kita untuk menerima hidup kekal?
Bagaimana kita dapat menerima Roh Tuhan?
Pertama, kita harus mengakui bahwa pada Hari Pentakosta Tuhan
mencurahkan Roh-Nya pada semua manusia (Yoel 3:1-5, Kis. 2:16-21).
Roh ini tidak usah dicurahkan lagi, terutama untuk kita. Melalui darah dan
kebenaran Kristus, kita berhak menerima Dia. Barangsiapa yang
mendengar perkataan Yesus: “Terimalah Roh Kudus!” (Yoh.20:22) dan
percaya pada-Nya, telah menerima Roh Kudus melalui imannya kepada
Kristus. Roh masuk ke dalam kita melalui iman, demikian pula iman
adalah buah Roh (Yoh.1:12-13, Kis.16:31, Ef.2:8-10, Fil.2:12-13 dll).
Tidaklah penting bahwa kita merasakan (kehadiran) Roh pada peristiwa
16
ini. Yang utama adalah kita percaya Ia telah menguasai kita. “Siapa yang
mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa
yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Tuhan akan Kuperlihatkan
kepadanya."(Maz.50:23).
Barangsiapa yang bersyukur dalam iman untuk pemberian Roh Kudus,
memuliakan Tuhan, dan ini berarti Tuhan akan menunjukkan padanya
jalan keselamatan. Yesus telah menjelaskan pada kita pada beberapa
kesempatan, bagaimana kita dapat benar-benar Roh Tuhan (Luk.11:9-12,
Yoh.6:47,63, 10:27-30, 11:40, 14:26-27, 15:4-8, bdk.Kis.2:39, 9:17-19,
dll). Beranilah untuk percaya! Berdoa dengan ucapan syukur dan memiliki
keyakinan, karena Yesus sendiri akan menarik anda kepada keselamatan-
Nya dan menguatkan anda didalamnya. Kasih-Nya tidak pernah gagal.
Roh Kudus tidak diberikan kepada kita untuk mempertinggi kenikmatan
spiritual kita, melainkan, Ia ingin memperbaharui dan menguduskan
seluruh cara hidup kita. Untuk tujuan inilah Ia memberikan kita
pengenalan akan Bapa dan Putra (Roma 8:15-16). “Tidak seorangpun
dapat berkata, ‘Yesus adalah Tuhan!’, kecuali oleh Roh Kudus” (1Kor.
12:3).
Roh Kudus adalah kasih.
Ia ingin mengalahkan keegoisan kita.
Roh Kudus adalah sukacita.
Ia ingin menyingkirkan depresi kita.
Roh Kudus adalah damai.
Ia ingin menenangkan kegelisahan kita.
Roh Kudus adalah kebenaran.
Ia ingin membersihkan kebohongan kita.
Roh Kudus adalah kesabaran.
Ia ingin mengatasi sifat kita yang gampang tersinggung.
Roh Kudus itu rendah hati dan lembut.
Ia ingin mematahkan kesombongan kita Roh Kudus itu suci.
Ia menyucikan semua bidang kehidupan kita.
Tanpa pengudusan, tak seorangpun akan dapat melihat Tuhan
(2Kor.7:1, 1Tes.4:3-8, Ibr.12:14).
Roh Kudus menggerakkan kita
Roh Yesus mengajarkan kita untuk berdoa, menyembah Bapa dan Putra,
mengakui dosa-dosa kita, memuji dan bersyukur (Mat.6:9). Ia
memberanikan kita untuk memanggil Tuhan sebagai Bapa dalam doa-doa
kita. Ia bersaksi kepada roh kita bahwa kita adalah anak-anak Tuhan
17
(Roma 8:14-16). Ia memotivasi kita untuk berdoa dengan tekun dan
tidak putus-putusnya (Ef.6:18-20).
Roh Kudus memberi kita empati yang mendalam, belas kasihan bagi
semua orang yang mati dalam dosa-dosa mereka. Ia mendorong kita
untuk memberitakan Injil pada mereka dalam cara yang dapat mereka
mengerti. Petrus sendiri bersaksi di hadapan hakim-hakimnya di
Sanhedrin: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di
dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang
diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kis.
4:12, bdk.10:43).
Roh Kudus itu murah hati, sabar dan menaklukkan kehinaan kita. Ia
menghibur kita dan mewajibkan kita untuk bersaksi, sebagaimana Ia
berulangkali menguatkan Paulus dalam kekuatirannya, seperti yang ia
akui: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena
Injil adalah kekuatan Tuhan yang menyelamatkan setiap orang yang
percaya, ...” (Roma 1:16).
Dalam pekerjaan misi diantara orang Yahudi dan Muslim, keselamatan
Yesus Kristus tidak hanya dikonfirmasi oleh suatu perasaan sukacita yang
subyektif, tetapi juga kelepasan dari perbudakan kolektif, pembebasan
dari cengkeraman kuasa-kuasa spiritual/roh jahat dan suatu keberanian
yang penuh sukacita untuk bersaksi dengan sungguh-sungguh akan satu-
satunya Juruselamat. Yesus ingin agar sukacita kita menjadi penuh (Yoh.
15:11, 16:24, 17:13). Ini dapat menjadi pengalaman kita ketika bersaksi
bagi Yesus dan keselamatan-Nya yang penuh. Marilah kita
memproklamasikan kemenangan Yesus Kristus, karena:..lihatlah, inilah
hari penyelamatan” (2Kor.6:2).
Apakah yang dikatakan Qur’an mengenai Roh Kudus?
Dalam kitab suci orang Muslim ada 29 ayat yang menyebut “roh Allah”
dan “roh Yang Maha Kudus”. Dalam banyak kesempatan, Jibril (malaikat
Gabriel) yang dimaksudkan; ia dipandang sebagai yang telah menyatakan
Taurat, Injil dan Qur’an. Roh Allah memanifestasikan diri-Nya pada waktu
penciptaan Adam, ketika Perawan Maria mengandung, melalui mujizat-
mujizat Kristus dan melalui pewahyuan Kitab Suci kepada Muhammad.
Dalam tiap kesempatan, roh Allah adalah makhluk ciptaan, yang tidak
memiliki atribut keilahian maupun juga kekekalan (Sura 17:85, 42:52,
97:4 dll). Oleh karena itu dalam Islam semua elemen dari artikel iman
kita yang ketiga tidak ada!
18
Barangsiapa yang memahami konsekuensi dari pernyataan ini juga telah
melihat hingga kepada implikasi pastoral dari doktrin Islam. Agama gurun
pasir ini tidak mengijinkan adanya hidup spiritual dan menyingkirkan
kemungkinan bahwa Muhammad atau para penirunya menjadi tempat
kediaman Roh Kudus. Pengetahuan mengenai Tuhan Sang Bapa dan
Outra ditolak dan dianggap sebagai penghujatan yang tidak terampuni.
Penebusan melalui anugerah adalah sesuatu yang tidak terbayangkan
dalam Islam (Sura 35:29-30, 9:11). Buah Roh atau berdoa dengan
bebas, seperti layaknya sebuah percakapan, adalah sesuatu yang tidak
ada. Allah adalah satu-satunya penguasa. Disamping-Nya tidak boleh ada
Putra dan Roh ilahi. Oleh karena itu Islam adalah, dari sudut pandang
spiritual, “maut dalam kuali” (2Rj.4:40).
Absennya pembaharuan hidup
Kesalehan hidup, fanatisme dan ritual-ritual doa orang Muslim tidak ada
hubungannya dengan Roh dari Yesus. Mereka tetaplah ciptaan yang telah
jatuh ke dalam dosa. Pengudusan dan transformasi orang percaya ke
dalam keserupaan dengan Tuhan dianggap sebagai suatu penyimpangan
dalam Islam. Berlomba-lomba mendapatkan uang dan rampasan perang
(Sura 8:41, 67,70; 48:20) sebagaimana praktek poligami bagi kaum pria,
sangat diperbolehkan. Kuasa dan kehormatan dalam sebuah negara
religius adalah tujuan dari semua usaha keras mereka.
Pengharapan kuat akan hidup kekal, seperti yang dikomunikasikan Roh
Kudus, tidak dikenal oleh seorang Muslim. Ia berharap bahwa Allah akan
mengevaluasi perbuatan-perbuatan baiknya secara positif, sehingga
perbuatan-perbuatan jahatnya akan dihapuskan (Sura 11:114). Roh yang
menghiburkan dan menjanjikan pembenaran atas dasar kematian Yesus
Kristus yang membawa penebusan tidak ditemukan di dalam Islam. Roh
hukum menyingkirkan roh pengampunan dan kasih. Roh yang berbicara
melalui Muhammad bukanlah roh yang kudus, tetapi anti Kristen dan
najis.
Semua agama dan filosofi yang tidak dapat memberikan jawaban
terhadap pertanyaan mengenai kehidupan sesudah kematian
sesungguhnya tidak berharga. Yesus telah menyatakan pada kita dalam
konteks ini: “25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup;
barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan
mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (Yoh.11:25-26).
19
Pengharapan pasti akan hidup kekal
Berkenaan dengan berdiamnya Roh Kudus dalam diri para murid Kristus,
Paulus menulis: “Kristus dalam kamu, pengharapan kemuliaan!” (Kol.
1:27). Roh Kudus adalah janji kemuliaan yang akan dinyatakan bagi
mereka yang percaya pada Kristus (1Kor.1:22, 5:5, Ef.1:14).
Mengenai subyek ini Yohanes menulis: “Lihatlah, betapa besarnya kasih
yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak
Tuhan, dan memang kita adalah anak-anak Tuhan. Karena itu dunia tidak
mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. 2 Saudara-saudaraku
yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Tuhan, tetapi belum nyata
apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus
menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita
akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”. (1Yoh.3:1-2,
Wah.1:13-18).
Sebelumnya Paulus telah bersaksi: “ Sebab semua orang yang dipilih-Nya
dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi
serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi
yang sulung di antara banyak saudara”. (Roma 8:29).
Orang-orang Kristen membawa dalam diri mereka suatu pengharapan
yang pasti akan hidup kekal, karena Roh Kudus di dalam mereka adalah
hidup kekal (Yoh.6:63, 17:3, Roma 6:23, 8:10, Gal.6:8, 1Pet.4:6, Wah.
11:11). “ Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan
waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun
dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari
pada waktu kita menjadi percaya”. (Roma 13:11, 1Pet.5:9, Ibr.9:28).
Kembalinya Kristus dan penggenapan keselamatan
Saat berdiri di hadapan Sanhedrin di Yerusalem, Yesus menyatakan pada
para hakim-Nya bahwa, ketika memandang dari kerajaan orang-orang
mati, mereka akan dapat melihat Dia duduk di sebelah kanan Kuasa dan
datang kembali di atas awan-awan surga (Maz.110:1, Dan.7:13-14, Mat.
26:64). Kembalinya Kristus adalah peristiwa yang paling penting di masa
depan. Semua pengalaman kita harus dipahami dalam terang ini dan
kerja keras kita harus diorientasikan kepada tujuan ini. Bahkan orang
Muslim mengetahui bahwa Yesus akan kembali; tetapi mereka percaya
bahwa Ia akan datang kembali untuk membunuh anti Kristus,
menghancurkan salib-salib di gereja dan kuburan, menikah dan
mentobatkan umat manusia kepada Islam. Sungguh ini sebuah realita
karikatur! Sebuah penyimpangan demonis! Nubuatan Alkitab mengenai
kedatangan Kristus yang kedua kali dalam terang kemuliaan
menyebutkan tentang peristiwa-peristiwa yang penting yang
20
berhubungan dengan hal ini. Kita mengakui, dalam Pengakuan Iman
Nicea, bahwa Ia akan datang kembali untuk “menghakimi orang yang
hdup dan yang mati”. Pada kedatangan Kristus yang kedua kali, semua
yang telah mati akan dibangkitkan kembali agar hadir di Penghakiman
Terakhir (Roma 14:10, Kis.17:31, 2Kor.5:10).
Tahta Penghakiman Kristus
Semua orang yang kritis pada diri sendiri, menantikan hari besar yang
digambarkan dalam Mat.25:31-46 akan didesak untuk berefleksi dan
sangat terusik:
Tuhan Kemuliaan akan duduk di tahta-Nya, mengumpulkan semua
bangsa dalam hadirat-Nya dan membagi umat manusia satu sama lain
seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan memuji para
pengikut-Nya di sebelah kanan tangan-Nya dan akan menyebut mereka
sebagai orang-orang yang diberkati Bapa, karena mereka telah menolong
orang-orang yang ada dalam kesesakan. Namun, orang-orang yang adil
tidak menyadari apa yang mereka lakukan pada waktu itu dan
menganggap bantuan mereka adalah sesuatu yang bermakna. Tetapi
Yesus akan menilai pelayanan mereka berarti hanya apabila mereka
melakukannya untuk Yesus sendiri. Ia akan menjanjikan mereka Kerajaan
Tuhan sebagai warisan abadi mereka.
Hakim akan bertanya pada mereka yang berdiri di sebelah kiri-Nya
mengapa mereka tidak melayani-Nya dengan menolong orang-orang
miskin. Mereka akan menjawab-Nya dengan mengatakan bahwa mereka
tidak menemukan orang-orang yang susah. Hati mereka keras, mereka
hanya dapat memandang diri mereka sendiri dan tujuan-tujuan mereka
yang egois. Yesus akan berkata kepada mereka: “...Enyahlah dari
hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang
kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat.
25:41).
Pada titik ini, muncul pertanyaan-pertanyaan: Apakah mereka yang
terberkati hanya melakukan yang baik danti dak pernah melakukan yang
jahat? Dan para pengikut kejahatan juga tidak ada melakukan yang baik?
Tentu saja! Tetapi para pengikut Yesus mengakui dosa-dosa mereka,
bertobat dan menerima pengampunan-Nya. Oleh karena itu, tidak ada
pengingat negatif dalam hidup mereka. Hati mereka jadi penuh
kemurahan melalui kasih dan penderitaan Yesus.
Bagi para pengikut Satan, mereka berjalan ke arah yang berlawanan.
Mereka tidak menyadari atau mengakui dosa mereka dam menolak untuk
menerima pengampunan Kristus. Mereka memisahkan diri mereka sendiri
21
dari keselamatan yang telah disediakan bagi mereka. Uang, kekuasaan,
seks dan gengsi menjadi motivasi pendorong kehidupan mereka. Jadi
secara bertahap mereka jatuh lebih dalam ke kehancuran.
Kita harus merenungkan jauh ke depan dalam mencari pertanyaan-
pertanyaan dan jawaban-jawaban yang jelas mengenai Hakim kita di
masa yang akan datang, berdoa dengan serius mengenai hal itu dan
menyerahkan diri kita untuk bersyafaat untuk semua orang Muslim dan
Yahudi yang menolak pengorbanan Putra Tuhan yang membawa
penebusan. Dapatkah kasih Yesus mengubahkan kita menjadi pendoa-
pendoa yang peduli, percaya, berkorban dan melayani, karena itu didesak
oleh Roh-Nya?
Transformasi universal pada kedatangan Yesus
Ketika Yesus ada di dunia Ia melakukan banyak mujizat sebagai tanda
kemahakuasaan-Nya (Yoh.21:25): Ia menyembuhkan semua orang sakit,
mengusir roh-roh jahat keluar dari orang yang kerasukan dan
memerintah sebagai Tuhan yang berkuasa atas alam. Kedatangan-Nya
menghancurkan kekuatan-kekuatan merusak dari kuasa jahat atas hidup
kita. Tindakan-tindakan berotoritas ini adalah sebuah bayangan dari
pemerintahan-Nya di masa yang akan datang atas langit dan bumi yang
baru, yang akan didirikan diatas kebenaran-Nya (Yes.65:17, 66:22, 2Pet.
3:13, Wah.21:1, 27).
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menyatakan bentuk eksistensi kita di
masa depan (Luk.24:36-43), ketika Ia dengan diam-diam bergerak dalam
tubuh spiritual-Nya menembus batu kubur-Nya dan pintu-pintu yang
tertutup (Yoh.20:19). Kita akan mempunyai tubuh spiritual yang tidak
dapat rusak, tanpa noda atau keriput (1Kor.15:42-44, 1Pet.1:4-9).
Disana tidak ada pernikahan antara pria dan wanita (Mat.22:29-33, Gal.
3:28). Kita akan melayani Tuhan dan Domba-Nya, berpakaian jubah
kudus pembenaran-Nya (Wah.7:15, 22:2-5). Maka akan menjadi nyata
bahwa: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:
yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Kor.
5:17, Gal.6:15).
Kita tidak mengharapkan makanan dan minuman atau kenikmatan
duniawi saat di surga. Kita ingin kembali pulang dan bertemu Bapa kita
(Luk.15:17-24)! Persekutuan dengan Tuhan Sang Bapa dan Putra adalah
rahasia, isi dan tujuan keselamatan kita (Yer.7:3, Wah.21:3). Damai dan
kasih-Nya akan mengelilingi dan melindungi kita. Tidak ada lagi
penderitaan dan sakit, dan kematian tidak akan ada lagi. Bapa akan
menghapus semua air mata dari mata kita. Ia akan menjadikan segala
22
sesuatunya baru, kudus dan murni (Wah.21:3-5, Im.11:44, 19:5, Mat.
5:48). Khotbah Di Bukit akan terbukti kebenarannya (Mat.5:3-12). Kita
akan mengalami apa artinya menjadi anak-anak dalam keluarga Tuhan
(Ef.2:19-22). Anak Domba yang telah dikorbankan, telah menebus kita,
dan memasukkan kita ke dalam keselamatan-Nya dan mengkonfirmasi
kita dalam keselamatan-Nya itu (Wah.7:10, 17, 21:22-23). Yesus adalah
pengharapan kita dan kehidupan kita (Yoh.14:6,27, Ef.2:14), seperti
dalam lirik puisi karya Krummacher yang mengatakan:
Tiada yang dapat kubawa kepada-Mu Engkau, Ya Tuhan, adalah
segalanya bagiku!
Penyesatan Qur’an berkenaan dengan Hari Penghakiman
Artikel keenam dari iman berkenaan dengan kebangkitan orang mati.
Orang Muslim memperhitungkannya dengan tanda-tanda yang heboh.
Dalam hal ini, termasuk Gog dan Magog, yang akan diadakan oleh
Alexander Agung/Yang Bertanduk Ganda (Sura 18:83-98)! Antikristus
(Dajjal) akan dibunuh oleh Kristus ketika Ia kembali, demikian juga
dengan babi-babi. Setelah ‘Isa mentobatkan dunia yang tidak bertuhan
kepada islam, Ia sendiri juga akan mati. Pemakaman-Nya di kubur
Muhammad di Medina akan mengawali Penghakiman Terakhir (Sura
43:61)!
Seorang malaikat akan meniup terompet yang pertama dengan
hembusan yang dahsyat. Setelah mendengarnya, semua makluk hidup
akan mati atau kehilangan kesadaran. Pada tiupan terompet yang kedua,
langit akan terkoyak dan remuk, gunung-gunung akan berlalu dan orang
mati akan hidup kembali (Sura 6:73, 18:99, 20:102, 23:101, 27:87,
36:51, 39:68, 69:13, 74:8, 78:18, 82:1-5, 101:4-7). Lalu mereka akan
berdiri dalam barisan yang panjang dan tetap diam sampai mereka
ditanyai (Sura 78:38). Penghakiman Terakhir akan berlangsung selama
50.000 tahun bumi (Sura 70:4). Itu disebutkan sebanyak 148 kali di
dalam Qur’an dengan nama yang berbeda. Delapan malaikat akan
mengangkat tahta Allah di atas kepala mereka, yang akan memeriksa
penghakiman umat manusia (Sura 1:2-4, 69:17). Kitab-kitab akan
dibuka, yaitu yang didalamnya tercatat semua perbuatan manusia. Pada
timbangan-timbangan tinggi, masing-masing dengan dua skala,
perbuatan-perbuatan baik mereka akan ditimbang terhadap kejahatan-
kejahatan mereka (Sura 7:7-9, 23:102-103, 42:17). Orang yang benar
akan menerima keputusan di tangan kanan mereka, orang yang jahat di
tangan kiri. Saat mereka menyeberangi jembatan yang melintasi jurang
yang menyala-nyala dengan api, orang-orang yang terkutuk akan
23
langsung jatuh ke dalam lautan api, sementara orang-orang yang
diberkati akan berjalan dengan mulus dan ringan menyeberanginya dan
masuk ke dalam Firdaus.
Perbandingan apapun antara pengharapan eskatologis dalam Qur’an dan
janji-janji dalam Alkitab akan menghasilkan kontradiksi yang mencolok:
Hakim di dalam pengadilan Islam bukanlah Yesus Sang Juruselamat,
tetapi Allah yang menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan
membimbing siapa yang diinginkan-Nya ke jalan yang benar.
Orang Muslim tidak mempunyai pemahaman yang menyeluruh mengenai
dosa. Mereka tidak tahu bahwa mereka jahat dan terhilang, sama seperti
semua orang lain. Mereka berharap bahwa iman dan perbuatan-
perbuatan baik mereka akan cukup untuk membenarkan mereka di
hadapan Tahta Penghakiman.
Mereka yakin bahwa mereka tidak memerlukan pengorbanan untuk
menebus mereka dan juga mereka tidak memerlukan seorang
pengantara. Mereka dengan keras menolak Dia yang disalibkan (Sura
4:147). Kebencian mereka terhadap Putra Tuhan dapat memuncak
hingga sampai kepada penghujatan (sura 3:61, 9:29). Mereka
memerangi Juruselamat dan Hakim mereka.
Dalam Islam tidak ada pembaharuan spiritual untuk segala sesuatu (Wah.
21:5). Melainkan, orang Muslimmemperhitungkannya dengan sebuah
versi kedua dari penciptaan yang pertama, sehingga bahkan cap jempol
mereka pun akan identik dengan yang terdahulu. Kenikmatan dan
kesakitan menjadi semakin intensif baik di surga dan juga di neraka. Oleh
karena Roh Kudus tidak ada dalam Islam, maka tidak akan ada
regenerasi spiritual bahkan di dalam Firdaus. Berdasarkan satu tradisi
yang berhubungan dengan Muhammad, 90% dari penghuni surga adalah
pria dan 90% penghuni neraka adalah wanita, karena mereka senantiasa
tidak taat kepada suami mereka. Inilah alasan mengapa Allah telah
menciptakan bagi setiap pria Muslim beberapa bidadari (hingga 70
bidadari untuk seorang pria) dan memberikan kepada orang-orang benar
kemampuan seksual yang hebat (Sura 36:55-58, 37:49, 55:56,74,
56:35-37, 78:33, dll).
Pada masa kini, ayat-ayat Qur’an ini kan menunjukkan bahkan pada
orang-orang yang merupakan sahabat para Muslim, bahwa Islam adalah
sebuah bidat, yang diekspos oleh Yesus, ketika Ia menjawab spekulasi
orang Saduki: “29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu
tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasaTuhan! 30 Karena pada waktu
kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup
24
seperti malaikat di sorga”. (Mat.22:23-33, Mark.12:18-27, Luk.
20:27-38).
Allah sendiri tidak akan hadir di Firdaus orang Muslim. Ia berdiam jauh
tinggi di langit ketujuh. Ia tetaplah Tuhan yang besar, jauh, tidak
terjangkau, yang tidak bersekutu dengan para penyembah-Nya dan tidak
memberikan mereka penebusan maupun pengudusan. Para mistikus
Islam berusaha untuk menafsirkan beberapa ayat Qur’an sedemikian rupa
untuk mengakui kehadiran Allah di Firdaus, tetapi usaha mereka ditolak
oleh beberapa komentator ternama.
Tidak ada orang Muslim yang mendapatkan jaminan keselamatan dalam
agamanya yang legalistik. Pengharapan yang ada hanyalah bahwa Allah,
pada Penghakiman Terakhir, akan mengampuni dosa-dosa, karena Ia
disebut “Yang Mengampuni” lebih dari 100 kali di dalam Qur’an. Apakah
ia akan berkehendak untuk mengampuni dan apakah Ia akan
memberikan amnesti menyeluruh atau sebagian saja adalah sesuatu yang
tidak dapat diduga. Cara Yesus berbicara kepada orang lumpuh:
"Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni"(Mat.9:2, Luk.7:48)
adalah hal yang tidak terbayangkan dalam Islam, oleh karena keputusan
itu hanya dapat diumumkan oleh Allah sendiri pada Penghakiman
Terakhir.
Karena orang-orang Muslim tidak percaya pada putra Tuhan atau Roh
Kudus, mereka tidak dapat mengakui Allah sebagai Bapa mereka. Lebih
jauh lagi, mereka dengan keras kepala tidak percaya pada rekonsiliasi
dengan Tuhan melalui Kristus dan tidak bayangan mengenai hidup dalam
Roh Kudus. Dalam Islam, kematian spiritual terjadi di sepanjang jalan
menuju ke surga. Dalam wahyu Yesus, kita mendengar nyanyian
kemenangan surgawi para martir, yang telah keluar dari penyiksaan
besar di hari-hari terakhir:
"Keselamatan bagi Tuhan kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak
Domba!" (Wahyu 7:10, bdk. 11:15, 12:10)
Para saksi yang telah kehilangan hidup mereka, melihat apa yang telah
mereka percayai. Mereka beriman bahwa keselamatan sempurna akan
digenapi dalam kita juga dan semua janji dalam Perjanjian Baru akan
menjadi kenyataan. Kristus telah dikorbankan satu kali dan untuk semua
orang untuk mengambil alih dosa banyak orang. Pada kedatangan-Nya
yang kedua, Ia tidak akan dimanifestasikan karena dosa, tapi untuk
keselamatan mereka yang sangat menantikan-Nya (Ibr.9:28).
Dalam konteks ini Petrus menulis:
25
“Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Tuhan karena imanmu
sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk
dinyatakan pada zaman akhir”. (1Pet.1:5).
“Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya.
Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya.
Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu”.
(1Pet.1:8-9).
“Semoga Tuhan damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan
semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat
pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu
adalah setia, Ia juga akan menggenapinya”. (1Tes.5:23-24).
26
K U I S - 5
Pembaca yang kekasih!
Jika anda telah mempelajari tulisan ini dengan teliti, anda dapat dengan
mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Barangsiapa yang
menjawab 90% dari semua pertanyaan dari tulisan-tulisan yang berbeda
dari seri ini dengan tepat, akan memperoleh sebuah sertifikat dari pusat
kami di:
Advanced Studies
In Basic Differences between Islam and Christianity
Untuk menyemangati pelayanan anda di masa depan bagi Kristus. Kami
akan sangat menghargai jika anda memuat referensi Qur’an dalam
jawaban anda.
1. Dalam Perjanjian Baru kita membaca bahwa Tuhan menginginkan agar
semua manusia diselamatkan. Apakah ayat ini juga mencakup semua
orang Muslim?
2. Allah berkata di dalam Qur’an, “Jika Kami menghendaki, Kami akan
memberikan petunjuk bagi setiap orang. Tetapi sudah ditetapkan bahwa:
Aku akan memenuhi neraka dengan jin dan manusia”. Apakah artinya
bahwa Allah tidak ingin menyelamatkan semua orang?
3. Orang Kristen percaya bahwa Kristus adalah pengganti bagi kita, yang
menyingkirkan semua dosa. Apakah ia juga menghapuskan dosa orang
Muslim, atau haruskah Ia mati lagi untuk mereka?
4. Di dalam qur’an ada tertulis: “Perbuatan baik menghapuskan
perbuatan jahat” (Sura 11:114) apakah arti pernyataan itu?
5. Mengapa orang Muslim, yang berperang bagi Allah dengan senjata,
percaya bahawa dosa-dosanya akan diampuni?
6. Bagaimanakah Martin Luther menjelaskan rahasia keselamatan dalam
Katekismus Kecil?
7. Apakah arti fakta yang mengejutkan bahwa Muhammad
menggambarkan dirinya sendiri sebagai seorang pengingat dan bukan
sebagai seorang juruselamat berkenaan dengan penghakiman yang akan
datang?
27
8. Mengapa Syariah (Hukum Islam) adalah jalan yang lebar yang harus
membawa semua Muslim ke Firdaus?
9. Mengapakah Hukum, yang dipercayai orang Muslim sebenarnya
menghakimi dan menghukum mereka?
10. Mengapa pencurahan Roh Kudus merupakan buah atau hasil dari
kematian Kristus di salib?
11. Mengapa tidak mungkin bagi Islam untuk mengetahui atau memiliki
Roh Kudus dan harus tetap tanpa pengharapan yang pasti akan hidup
kekal?
12. Berapa banyak terompet yang diceritakan Qur’an yang menandai
penghakiman terakhir?
13. Apa yang akan terjadi setelah tiupan terompet yang kedua menurut
Qur’an?
14. Berapa lama penghakiman terakhir akan berlangsung menurut
pandangan Muslim?
15. Mengapa timbangan besar dengan dua wadah timbang merupakan
alat yang penting pada hari penghakiman bagi orang Muslim?
16. Mengapa orang Muslim berpikir bahwa 90% penghuni surga adalah
pria dan 90% penghuni neraka adalah wanita?
17. Mengapa orang Muslim berharap bahwa Allah akan menyediakan
baginya hingga 70 bidadari di surga?
18. Bagaimana Yesus dapat menetapkan bahwa pengharapan masa
depan islami sebagai sebuah kesalahan?
19. Mengapa orang Kristen tidak boleh takut terhadap penghakiman
terakhir?
20. Sejauh apa para pengikut Kristus pada masa kini telah mempunyai
hidup kekal dalam diri mereka?
Setiap peserta dalam kuis ini diijinkan untuk menggunakan buku apa saja
yang dipandangnya baik dan bertanya pada orang yang dapat dipercayai
yang dikenalnya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kami
menantikan jawaban tertulis anda termasuk alamat lengkap anda pada
28
surat atau dalam e-mail anda. Kami berdoa untuk anda pada Yesus,
Tuhan yang hidup, agar Ia memanggil, mengutus, menuntun,
menguatkan, menjaga dan menyertai anda setiap hari dalam hidup anda!
Saudaramu dalam pelayanan-Nya,
Hamba-hamba Tuhan
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O.Box 1806
70708 Fellbach, GERMANY
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net
29
1
Perbedaan Dasar antara Islam dan Kekristenan, 6
APAKAH MEREKA AKAN PERGI
KE NERAKA, DAN KITA AKAN PERGI
KE SURGA?

Hamba-Hamba Tuhan
GRACE AND TRUTH – FELLBACH – GERMANY
2
Pertanyaan Ini bisa jadi merupakan sebuah pertanyaan yang
penuh kedengkian, sinis, arogan dan rasis, jika bukan karena adanya
sebuah ancaman yang sangat mengganggu yang diucapkan Allah dalam
Qur’an – ditujukan kepada setiap orang Muslim:
“Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka
itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah
ditetapkan. Kemudian kami akan menyelamatkan orang-orang yang
bertakwa dan membiarkan orang-orang yang lalim di dalam neraka
dalam keadaan berlutut.” (Sura Maryam 19:71-72)
ا

ي

ض

ق

م ا

م ت

ح كب

ر ى

ل ع نا ك ا ه د

را

و ل

إ

م ك

ن

م ن

إ

و
ا

ي

ث

ج ا

هي

ف ني

م

لا

ظلا

ر

ذ

ن

و ا

و

قتا ني

ذ

لا ي ج

ن

ن

م

ث
Allah memulai percakapan apokaliptik ini dengan mengancam
semua orang-orang tidak percaya yang tidak meyakini akan kebangkitan
orang mati. Allah memperingatkan mereka dalam bentuk plural majestik:
“Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami, bangkitkan mereka
bersama Setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke
sekeliling Jahanam dengan berlutut.
Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa dari
antara mereka sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang
dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorang pun
daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi
Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Sura
Maryam 19:68-71)
ا

ي

ث

ج

م

ن

ه

ج

ل

و

ح

م

ه

ن

ر

ض ح

ن

ل

م

ث ني

طا

ي شلا

و

م

ه

ن

ر ش ح

ن

ل كب

ر

و

ف
ا

ي

ت

ع

ن

م ح رلا ى

ل ع د ش

أ

م

هي

أ

ة

عي

ش

ل ك ن

م ن ع

ز

ن

ن

ل

م

ث
ا

ي

ل

ص ا

ه

ب ى

ل

و

أ

م ه ني

ذ

لا

ب

م

ل ع

أ ن ح

ن

ل

م

ث
ا

ي

ض

ق

م ا

م ت

ح كب

ر ى

ل ع نا ك ا ه د

را

و ل

إ

م ك

ن

م ن

إ

و
Dalam percakapan yang mengerikan ini, Muhammad mengirim
semua pengikut-pengikutnya ke dalam api Neraka yang menyala-nyala
dan menjanjikan pada mereka, bahwa Allah “barangkali” pada satu titik
di satu masa akan membawa keluar beberapa dari mereka, yaitu mereka
yang takut kepada Allah. Bukan hanya semua orang yang melakukan hal
yang tidak benar, tetapi juga semua animis, Yahudi, Kristen, akan
dibakar di sana untuk selama-lamanya (Sura 3:56; 5:72-73; 7:38-39;
85:10; 98:6).
3
Apa yang harus dikatakan oleh Ibn Hisham, penulis biografi
mengenai Muhammad, tentang ayat ini?
Setelah menyelesaikan gencatan senjata dengan orang-orang
Mekah, Muhammad menantang pasukannya, pada tahun 630 AD, untuk
menyiapkan perang melawan orang-orang Kristen Byzantium di Utara
Peninsula Arabik. Tak ada lagi harta jarahan yang bisa mereka peroleh di
wilayah Mekah dan Medina, karena hampir semua suku-suku Bedouin
telah menyerah kepada Islam (Sura 49:14). Namun demikian, orang-
orang Muslim menjadi ragu-ragu, dan menolak untuk pergi berperang di
tengah-tengah musim panas yang menyengat, menghadapi sebuah
kekuatan militer yang superior. Karena itu, Muhammad kehilangan
kesabarannya dan mengeluarkan ancaman akan penghukuman Allah
kepada mereka, sehingga pada akhirnya sebuah pasukan dengan jumlah
memadai bersedia mengangkat senjata menghadapi orang-orang Roma
yang ada di sebelah Timur.
Salah seorang kombatan bernama Abdallah b. Rabaha. Ia
menangis ketika ia mendengar ancama neraka dan berkata: “Saya tak
tahu bagaimana saya bisa keluar ketika saya ada di sana!”
Dalam sebuah puisi, ia memohonkan pada Allah untuk
mengijinkannya mati sebagai seorang martir, karena, berdasarkan
kotbah Muhammad, inilah satu-satunya cara yang memastikan seseorang
untuk memasuki Firdaus (Sura Al ‘Imran 3:142. 157-159. 169. 170; al-
Tauba 9:19.88.89.111; Muhammad 47:4-6; al-Fath 48:17; al-Saff
61:10-12).
Abdallah tewas dalam pertempuran jarak dekat, demikian juga
Zaid b. Haritha, anak angkat Muhammad dan sepupunya Djafar b. Abu
Talib. Setelah penarikan pasukannya, Muhammad bersumpah akan
membalas dendam atas kekalahan ini terhadap orang-orang Kristen
Roma yang ada di Timur (Ibn. Hisham, The Life of Muhammad, Book II
halaman 262-267).
Para komentator Qur’an mengalami kesulitan untuk menghasilkan
sebuah penjelasan atas ayat yang menggambarkan tentang api yang
menyala-nyala, yang bisa diterima oleh orang-orang Muslim. Karena itu
mereka mencoba untuk merasionalisasikan ayat ini. Namun demikian,
adalah mustahil untuk menjelaskan fakta, bahwa berdasarkan
teks Quranik, semua pengikut Muhammad harus pergi ke Neraka.
Apa yang ditulis oleh al-Tabari, seorang ekspositor serius Qur’an
mengenai ayat ini?
Dalam eksegesisnya tentang ayat ini, al-Tabari (wafat tahun 923
AD) menyatukan beberapa tradisi-tradisi yang berbeda-beda, sejumlah
4
komplementari, kontradiksi-kontradiksi lainnya, semuanya yang
berhubungan dengan Muhammad.
Berdasarkan riset yang ia lakukan, semua Muslim tidak hanya
akan masuk ke tepian Neraka, tetapi mereka harus masuk ke dalamnya!
Semua orang percaya dan yang tidak percaya, suci dan tidak suci,
ditentukan untuk masuk ke dalam api yang menyala-nyala, atau
setidaknya, harus melaluinya.
Tradisi lainnya melaporkan bahwa ketika orang-orang Muslim yang
takut Tuhan tiba di neraka, api itu akan dipadamkan, sehingga mereka
akan bisa menyeberanginya tanpa terluka menuju Firdaus.
Berdasarkan pendapat-pendapat lain, seluruh dunia akan menjadi
api pada hari kebangkitan dan karena itu semua manusia akan
terpanggang di dalam api neraka.
Beberapa orang berspekulasi bahwa demam tinggi yang akan
diderita oleh beberapa dari mereka, adalah anugerah Allah, sebuah
substitusi untuk neraka, sehingga orang-orang yang beruntung ini
dibebaskan dari siksaan api.
Beberapa orang menangis ketika mereka mendengar pengumuman
mengenai api neraka yang tidak akan bisa mereka hindari. Salah seorang
dari mereka berkeluh-kesah: Oh, seandainya ibuku tidak melahirkan
aku! Saya tahu bahwa saya akan pergi ke neraka. Tetapi saya
tidak tahu apakah saya akan bisa keluar dari situ atau tidak!
Beberapa orang Muslim ingat akan jembatan di atas kawah
neraka, yang mana Muhammad telah mengatakan, setiap jiwa akan pergi
ke situ. Jembatan perlintasan ini tajam seperti sisi sebuah pedang. Roh-
roh jahat akan berusaha, dengan menggunakan kaitan dan balok, untuk
menarik mereka yang sedang melintas agar masuk ke neraka. Namun
setiap orang, akan hangus oleh jilatan api. Orang-orang Muslim terbaik
akan dipercepat melintasi jembatan pengujian itu dengan kecepatan
cahaya. Orang-orang yang baik akan melintasinya dengan sayap-sayap
angin, sementara mereka yang kurang bersungguh-sungguh akan
melangkah dengan kecepatan seekor kuda pacu, dan mereka yang
imannya mengalami defisiensi akan berjalan dengan kecepatan seekor
domba atau kambing.
Beberapa pendengar meyakini bahwa mereka telah mendengar
pernyataan Muhammad yang mengatakan bahwa tidak semua pengikut-
pengikutnya akan dibebaskan dari neraka pada saat yang sama, tetapi
yang terjadi adalah satu demi satu berdasarkan tanggungjawab religius
yang mereka telah lakukan. Namun demikian, setelah periode menunggu
yang lama, setiap orang yang mengakui bahwa ”Tidak ada Tuhan selain
Allah” akan diambil keluar dari api. Pada akhirnya, semua orang yang
percaya kepada Allah dan nabiNya, akan dipanggil keluar dari siksaan
yang mereka alami, bahkan jika iman mereka hanya sebesar biji
gandum! Tetapi semua penyembah berhala, semua orang Hindu, Budha,
5
Yahudi, Kristen dan semua orang yang suka mencela akan dibakar untuk
selama-lamanya di api yang menyala-nyala.
Ada beberapa orang Muslim yang menegaskan bahwa mereka
telah mendengar dari bibir Nabi mereka, bahwa inventaris dari perbuatan
baik seorang Muslim di surga akan bergantung pada pencapaian
tanggungjawab religius seseorang di bumi: sujud berdoa lima kali sehari
pada jam yang sudah ditentukan, berpuasa hingga matahari terbenam
selama bulan Ramadhan, membayar pajak keagamaan yang diwajibkan,
mengambil bagian melaksanakan ibadah haji ke Mekah, dan tidak takut
untuk melaksanakan jihad (perang suci). Dosa-dosa mereka yang
dihapuskan menentukan derajat akan diekspos ke api yang bagaimana
orang-orang ini: Apakah mereka akan berdiri dalam bara api yang
membara hingga mata kaki, lutut, pinggul, payudara atau leher mereka.
Namun wajah orang-orang Muslim tidak akan pernah ditutupi dengan
batu bara yang terbakar supaya mereka akan memiliki kemungkinan
untuk mengakui iman mereka kepada Allah. Tetapi tidaklah demikian
dengan non-Muslim: Mereka akan ditelan oleh nyala api itu. Jika orang-
orang Muslim berdiri di dalam api dan mereka secara terus-menerus
mengulangi kedua pengakuan iman mereka, maka mereka akan
dibebaskan dari penyiksaan itu setelah waktu menunggu yang panjang
dan akan diperlihatkan jalan ke Firdaus. Di sana, para malaikat akan
menyiram mereka dengan “air kehidupan” sehingga luka-luka mereka,
yang diperoleh di dalam api, akan sembuh dan tidak meninggalkan
bekas.
Apa yang ditulis oleh al-Razi, komentator mistik Qur’an mengenai
ayat ini?
Fakhr al-Din al-Razi (wafat tahun 1209 AD), penafsir Qur’an
berikutnya, menegaskan dan semakin memperluas argumentasi al-
Tabari. Ia menambahkan tradisi-tradisi lebih jauh mengenai Muhammad:
Ketika meyakini bahwa orang-orang Muslim akan masuk neraka,
mereka akan merasa dingin seperti tengah berada di lemari pendingin,
sebuah tempat yang penuh dengan damai dan sukacita. Di sana mereka
akan menggigil dan gigi mereka bergemeretak. Abraham (!) juga sudah
mengalami pengalaman yang sama dalam dapur api yang ada di Eufrat
(Sura al-Anbiya 21:68-69).
Al-Razi menulis bahwa jaminan iman dari orang-orang Muslim
yang takut kepada Tuhan diperkuat melalui pengalaman akan dinginnya
neraka, selagi mereka mengamati penderitaan yang berat yang dialami
oleh orang-orang fasik dalam api yang membara di alam bawah.
Pengharapan mereka terhadap janji untuk memperoleh kebahagiaan di
Firdaus karena itu diperkuat dan kesadaran mereka akan penderitaan
yang harus ditanggungkan oleh orang-orang berdosa dalam api, semakin
6
besar. Lebih jauh lagi, menjadi sangat jelas bagi Muslim di neraka bahwa
Qur’an menyatakan kebenaran secara berterus-terang dan bahwa
peringatan Allah merupakan hal yang patut dipercaya.
Namun orang-orang tidak percaya, yang tetap dalam keadaan
berlutut selagi ada dalam neraka, kebanyakan merupakan para politeis,
yang menyembah ilah-ilah lain selain Allah. Berlutut di atas bara yang
panas membuat mereka meraung-raung, mengharapkan sesuatu yang
dingin, sementara orang-orang Muslim akan meninggalkan gua besar
yang menyejukkan itu dengan penuh kemenangan!
Kehadiran neraka yang sifatnya terus-menerus dalam Islam
Kutipan dari para komentator Qur’an ini memperlihatkan dengan
jelas bahwa neraka memainkan peran yang sangat besar di dalam
pemikiran seorang Muslim daripada dalam pemikiran orang-orang
Kristen. Muhammad menyebut neraka lebih dari seratus kali (77
kali dengan kata jahanam dan 26 kali jahim). Para pengikut Muhammad
membaca lebih banyak mengenai sengsara yang akan datang pada
mereka.
Dalam sebuah pertemuan di Freetown, Sierra Leone, seorang polisi
Islamik menantang si pengkotbah dan berseru: “Kalian orang Kristen
adalah para pengecut karena tidak memberitahukan pada kami seluruh
kebenaran!” Sementara pengkotbah mencoba memahami pertanyaan itu,
ia berpaling kepada si petugas polisi dan bertanya apa yang ia
maksudkan. Ia menjawab:”Apakah benar atau tidak bahwa semua orang
Muslim akan masuk neraka?” Pengkotbah ini, sambil berdoa dalam hati,
berkata kepadanya:”Anda meletakkan pengharapanmu pada syariah!
Tetapi engkau tidak pernah bisa melakukannya dengan sempurna.
Engkau tidak berdoa lima kali sehari. Engkau tidak berpuasa secara
konsisten selama bulan Ramadhan. Engkau mengkalkulasi pajak
religiusnya dan sedekahmu untuk keuntunganmu sendiri. Dan bagaimana
hubunganmu dengan isterimu, anak-anakmu dan para bawahanmu?
Hukum yang olehnya engkau meletakkan keyakinanmu, akan
menghakimi engkau. Karena syariah, maka tidak bisa ditawar-tawar lagi,
engkau akan mendarat di neraka.”
Penginjil itu meneruskan:”Kami orang-orang Kristen tidaklah lebih
baik dibandingkan kalian orang-orang Muslim! Namun demikian, kami
membangun pengharapan kami bukan berdasarkan hukum, tetapi
berdasarkan anugerah Yesus Kristus. Berdasarkan syariah, anak akan
dihakimi, tetapi berdasarkan anugerah Yesus, kami akan diselamatkan!”
Hukum Taurat akan menghukum semuanya!
Setiap pembaca yang membaca dengan teliti surat-surat dari Rasul
Paulus dan mengamati pergumulannya mengenai hukum Taurat dan Injil,
akan memahami secara lebih jelas masalah di dalam Islam. Agama
7
Muhammad adalah sebuah “agama di bawah hukum.” Orang-orang
Muslim percaya bahwa kewajiban untuk beribadah dan melakukan
tanggung-jawab harian lainnya, dan juga sanksi keras dari hukum,
adalah kewajiban mengikat yang diperintahkan oleh Allah sendiri pada
mereka, - meskipun mayoritas orang Muslim hanya memiliki sebuah ide
yang samar-samar mengenai legislasi. Di samping itu, kelima sekolah
Islam legal saling tidak bersetujuan di antara mereka sendiri atas banyak
pertanyaan mengenai syariah! Namun demikian, para fundamentalis
sedang bekerja keras supaya syariah bisa diterima dan diberlakukan di
semua negara-negara Islam. Mereka berharap melalui pemberlakuannya,
mereka akan dibenarkan oleh Allah dan bisa mewarisi Firdaus. Dalam
analisa terakhir, Islam adalah sebuah bentuk pembenaran melalui usaha
dan perbuatan diri sendiri.
Namun, Injil memberitahukan pada kita lebih dari satu kali: Sebab
semua manusia tidak akan dibenarkan di hadapan-Nya atas dasar
perbuatan-perbuatan torat; karena pengenalan akan dosa itu melalui
torat. (Roma 3:20, Galatia 2:16). Tetapi setiap orang yang hanya
melanggar satu perintah, adalah seorang pemberontak di hadapan si
Pemberi Hukum (Yakobus 2:10). Paulus dengan kuat memberikan
penekanan pada poin ini.
“Sebab sebanyak orang yang hidup atas dasar perbuatan-perbuatan
torat, mereka berada di bawah kutuk, karena telah tertulis, “Terkutuklah
setiap orang yang tidak bertekun dalam segala hal yang telah tertulis di
dalam kitab torat untuk melakukannya.” (Ulangan 27:26, Galatia 3:10)
Kesalahan dari orang-orang yang fanatik terhadap Hukum Taurat
Tuhan bukanlah penjaga toko yang menimbang-nimbang antara
perbuatan-perbuatan baik dengan yang jahat (Sura al-Nisa 4:29, al-
Tauba 9:111; Hud 11:114; Fatir 35:29-30). Sebagaimana halnya pohon
apel akan menghasilkan buah apel, demikian juga kejatuhan manusia di
dalam batinnya akan memanifestasikan dirinya melalui melakukan
pelanggaran-pelanggaran dan dosa. Meskipun demikian, orang-orang
Muslim tidak pernah menemukan di dalam Qur’an bahwa mereka adalah
orang berdosa yang terhilang. Kekudusan Tuhan, yang menghukum
ketidakmurnian mereka, serta kasih dari Yang Maha Kuasa, yang
berjuang untuk mengalahkan sifatnya yang mementingkan diri sendiri,
tidaklah mereka kenal. Allah bukanlah standard bagi Muslim! (Matius
5:48; Lukas 6:36). Tidak ada ukuran yang sifatnya umum antara Allah
dengan ciptaanNya, dan sebuah jurang yang lebar tetap ada diantara
Allah dengan ciptaanNya itu.
Namun sebaliknya, dalam Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan
“Kuduslah kamu, sebab Aku ini kudus!” (Imamat 11:44, 19:2, 1 Petrus
1:15-16). Ketidakberdosaan Tuhan mengekspos natur kita yang berdosa
8
(Yesaya 6:3-7). Semakin dekat seseorang hidup denganNya, maka
semakin banyak ia menyadari akan kejatuhannya, dan kesombongannya
digoncangkan ketika ia berada dalam kontak dengan kesempurnaanNya.
Dalam Islam, sebaliknya yang terjadi adalah berlawanan; Allah
tetap menjadi sebuah ilah yang jauh. Inilah sebabnya mengapa Muslim
menjadi buta terhadap fakta bahwa mereka, sebagaimana halnya semua
manusia lainnya, telah terhilang di dalam keberdosaan mereka! Mereka
menipu diri mereka sendiri karena berpikir bahwa mereka adalah
pengamat yang baik dari Taurat dan menjadi orang-orang munafik yang
sombong. Tetapi Alkitab memberitahukan kita: Tak ada seorang pun
yang melakukan yang benar, tidak seorang pun! (Kejadian 6:12;
Mazmur 14:1-4; Roma 3:10-12). Namun demikian, Muhammad dan para
humanis mengajar kita hal yang bertentangan. Mereka berkeras bahwa
pada dasarnya manusia itu baik, karena itu ia memiliki kapasitas untuk
mengembangkan dirinya sendiri! (Sura al-Nisa 4:28, Hud 11:114; al-
Ankabut 29:9).
Alkitab menjaga kita dari mendustai diri sendiri dengan
beranggapan seperti itu, berkenaan dengan diri kita, serta
memperlihatkan pada kita jalan lain untuk bisa mengatasi perasaan
bersalah dan ketidakbenaran kita. Yang pertama menjadi syaratnya
adalah bahwa kita menyadari kegagalan kita dan dengan terbuka
mengakui dan memohon ampun kepada Tuhan. Kesepuluh Hukum Taurat
akan membantu kita untuk mengarahkan hidup kita (Keluaran 20:2-17),
tetapi Kesepuluh Hukum itu sebenarnya bertujuan untuk menghukum
pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Dan di samping itu, Yesus
menunjukkan pada kita bahwa keinginan manusia sendiri sudah rusak
(Matius 15:17-20, 5:21-48).
Transformasi dari seorang berdosa harus dimulai dengan
memperbaharui hatinya, hati nurani dan pemikirannya. Setiap orang yang
tidak mau bertobat, mereka tidak akan bisa meloloskan diri dari
penghukuman berdasarkan hukum Taurat. “Jika kita mengakui dosa-
dosa kita, Dia adalah setia dan adil, sehingga Dia akan
mengampunkan kepada kita dosa-dosa itu dan membersihkan kita
dari segala ketidakadilan.” (1 Yoh 1:8-10).
Orang Muslim sungguh menyadari bahwa mereka telah melakukan
banyak pelanggaran-pelanggaran yang spesifik, dan memohon dengan
sangat, sama seperti Muhammad sendiri, supaya Allah mengampuni
mereka (Sura al-Mu’min 40:55, Muhammad 47:19, al-Fath 48:2, al-Nasr
110:3). Apa yang belum mereka akui adalah bahwa mereka secara total
telah bangkrut, dan mereka membayangkan bahwa mereka bisa
mengkompensasikan perbuatan-perbuatan mereka yang jahat dengan
perbuatan-perbuatan yang baik. Asumsi yang menyesatkan menjadi
kesalahan mendasar dari Islam!
Martin Luther menyaksikan melalui salah satu lagunya:
9
Tak ada yang baik dalam hidupku
Saya sudah dihukum untuk pergi ke neraka!
Pengakuannya menunjukkan dengan jelas bahwa orang-orang
Kristen tidaklah lebih baik dibandingkan orang-orang Muslim. Keduanya
layak untuk pergi ke neraka karena mereka tidak merefleksikan dan tidak
hidup berdasarkan kasih Tuhan (Kejadian 1:27, Roma 3:23-24).
Diperdamaikan dengan Tuhan!
Namun sebaliknya, Yesus telah datang sebagai anak domba Tuhan,
menimpakan kepada diriNya sendiri dosa seluruh dunia (Yohanes
1:29,36). Ia telah memperdamaikan setiap orang dengan Tuhan yang
kudus, melalui penderitaan dan kematiannya bagi orang lain, di atas kayu
salib (2 Korintus 5:19-21). Hak untuk mendapatkan keselamatan
sekarang terbuka bagi semua orang! “Sebab Elohim demikian
mengasihi dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Putra-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan
binasa, melainkan dapat memperoleh hidup kekal.” (Yoh 3:16)
Siapa yang menerima pemberian Tuhan ini? Siapa yang mengijinkan
dirinya untuk dibenarkan, setelah mengakui dosa-dosanya, melalui
korban penebusan Kristus? Pertanyaannya bukan, apakah orang-orang
Muslim atau Kristen akan dilemparkan ke neraka, tetapi sebaliknya, siapa
yang tepat untuk mendapatkan hak istimewa yang disyaratkan oleh
Kristus bagi semua orang, dan juga untuk mendapatkan kuasa dari
anugerahNya? (Roma 5:1) Yesus telah menjamin kita bahwa:
Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa
yang mendengarkan firman-Ku, dan percaya kepada
Dia yang telah mengutus Aku, ia memiliki hidup kekal
dan tidak masuk ke dalam penghakiman, melainkan
telah berpindah dari kematian kepada kehidupan!”
(Yohanes 5:24)
Namun demikian, melalui hidup sama dengan dunia dan sikap berpuas
diri, kebanyakan orang Kristen mengabaikan hak, dan kuasa
penyelamatan Kristus yang sudah terulur pada mereka. Demikian juga
dengan ketidakpercayaan mayoritas orang-orang Muslim kepada
penyalibanNya dan transformasi energi dari Roh KudusNya, karena sura-
sura di dalam Qur’an mengajarkan bahwa Putera Maria tidak pernah mati
di kayu salib (Sura al ’Imran 3:55, al-Nisa 4:157), dan bahwa Roh Kudus
sebenarnya tak lain adalah malaikat Jibril!
10
Karena itu, Kedua kelompok, memiliki hak untuk sebuah
kehidupan dalam persekutuan dengan Tuhan! Tak seorang pun akan
dibenarkan melalui usaha dirinya sendiri, namun hanya melalui anugerah
dari Sang Penebus (Efesus 2:8-9). Barangsiapa percaya kepadaNya,
tidak akan masuk ke neraka! Tetapi barangsiapa menolakNya, menolak
haknya untuk mendapatkan anugerah dan memilih untuk menjadi
kesepian, tanpa harapan serta menderita karena terpisah dengan Tuhan.
Apakah perbuatan baik kita akan sia-sia?
Yesus memperingatkan para pendengarNya dengan berkata:
“Bukan setiap orang yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, dia
akan masuk ke dalam kerajaan surga; melainkan dia yang
melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga!” (Matius 7:21)
Percakapan yang suci tidak akan menyelamatkan siapa pun! Hanya
melalui koneksi dengan Yesus Kristus melalui iman yang akan
membebaskan kita dari dosa-dosa kita, dari penghakiman Tuhan, dari
ikatan Setan dan dari kuasa kematian! (Yohanes 11:25-26). “Siapa yang
percaya kepada-Nya tidak dihukum, tetapi siapa yang tidak
percaya, dia sudah dihukum, karena dia tidak percaya kepada
Nama Putra Tunggal Elohim.” (Yoh 3:18) Melalui iman kepada Yesus
Kristus kita mengenali Tuhan sebagai Bapa kita dan Yesus Kristus sebagai
PutraNya: “Siapa yang memiliki Putra, dia memiliki hidup, siapa
yang tidak memiliki Putra Elohim, ia tidak memiliki hidup.” (1 Yoh
5:12)
Barangkali seseorang akan berkata: “Tetapi Yesus mengajarkan,
dalam perumpamaan tentang Hari Penghakiman, bahwa hanya
mereka yang melakukan yang baik yang akan masuk ke surga,
dan yang lainnya akan dilemparkan ke dalam api neraka!” (Matius
25:31-46)
Sebagaimana yang sudah disebutkan, Alkitab mengkoreksi
keberatan ini: Orang yang adil tidak hanya benar, tetapi bahwa mereka
pun telah melakukan ketidak-adilan selama hidupnya. Dan mereka yang
tidak mempunyai perasaan tidak hanya jahat, tetapi bahwa mereka pun
pasti pernah melakukan kebaikan. Perbedaan di antara kedua kategori
terletak pada fakta bahwa mereka yang dibenarkan, mengakui dosa-dosa
mereka kepada Tuhan dan menerima pembersihan hati nurani mereka
melalui darah Kristus, dan hal itu secara sempurna menghapuskan sisi-
sisi negatif dari masa lalu mereka. Apa yang masih tinggal adalah
pekerjaan baik yang akan diwariskan lewat mereka oleh anugerah Tuhan.
Sebaliknya, mereka yang bergantung pada kebenaran diri sendiri,
menolak untuk merendahkan diri mereka. Mereka tidak mengakui dosa-
dosa mereka kepada Tuhan dan tidak memperdulikan kematian Kristus
untuk menebus manusia. Karena itu, apa yang mereka sebut sebagai
11
perbuatan baik, dalam analisa akhir, hanya semata-mata melayani
pembenaran diri dan memberikan kredit terhadap pribadi mereka, dan
karena itu menjadi sia-sia. Pada akhirnya, dalam kasus mereka, yang
tinggal hanyalah perasaan bersalah. Hanya Putra Tuhan yang sudah
disalibkan yang menyelamatkan kita dan menyucikan kita untuk melayani
BapaNya. “...Siapa yang percaya kepada Putra, dia mempunyai
hidup kekal, tetapi siapa yang tidak menaati Putra, dia tidak akan
melihat hidup, sebaliknya murka Elohim tinggal di atasnya.” (Yoh
3:36)
Siapa yang akan pergi ke neraka dan siapa yang tidak?
Semua orang Kristen Muslim, Yahudi, Hindu, dan Budha, yang
berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri melalui doa, puasa,
memberikan korban dan melakukan perjalanan ziarah, sebenarnya
tengah menipu diri mereka sendiri dan jatuh ke dalam sebuah kondisi
kecemasan tanpa akhir dan pemisahan dari Tuhan, membawa kepada
penyesalan yang terlambat (Lukas 16:19-31). Jika orang mempercayai
pembenaran moral mereka sendiri, dengan mengabaikan hukum Taurat,
mengenai apa yang telah mereka tetapkan untuk pengharapan mereka,
maka mereka akan dihakimi berdasarkan peraturan-peraturan ini.
Dengan melakukan hal itu, mereka sendiri memilih neraka sebagai
tempat bagi eksistensi mereka di masa depan.
Sebaliknya, setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai
Juru Selamatnya untuk menghindari murka Tuhan, akan dibenarkan
dengan cuma-cuma karena penebusan yang dilakukan oleh Kristus (Roma
3:24,28). Ia tidak akan pergi ke neraka, siapa pun ia.
Ada sebuah kuasa penyelamatan di dalam nama Yesus. “Dialah
yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius
1:21) Dalam zaman anugerah, Putra Tuhan sedang mengumpulkan para
pengikutNya dari semua bangsa, agama, bahasa dan suku (Wahyu
7:9-17). Hari ini, ada lebih banyak pengikut Yesus dari antara orang
Yahudi, Kristen dan Muslim, yang tergolong sebagai umat spiritualNya,
lebih daripada yang kita ketahui. Mereka telah menghasilkan hidup kekal
di dalam diri mereka sendiri dan mengalami damai dengan Tuhan, yang
jauh melampaui semua pengertian (Filipi 4:7)
Perumpamaan Yesus mengenai neraka
Berdasarkan kisah-kisah di dalam Injil, Yesus menyebutkan
eksistensi neraka sebanyak 15 kali (Mat 5:29-30, 10:28, 11:23,
16:18, 23:15, Mark 9:43-47, Luk 8:31, 10:15, 16:23, Wahyu 1:18).
Namun demikian, Putra Tuhan membahas subyek ini dengan hati-hati,
12
sebab Ia tidak mau memenangkan petobat baru melalui intimidasi;
sebaliknya Ia memperingatkan mereka akan realitas yang sangat
menyakitkan (Markus 1:24) sebab Ia mengasihi mereka.
Pada saat kelahiran Yesus, malaikat yang menampakkan diri pada
malam hari kepada para gembala yang ada di Bethlehem,
memberitahukan kepada pada pendengarnya yang terkejut, agar mereka
tidak lagi perlu merasa ngeri dengan dosa-dosa mereka, sebagaimana
mereka menyadarinya ketika mereka tengah berada di hadapan terang
Tuhan. Sebaliknya, para malaikat membawa kepada mereka “kabar baik
mengenai sukacita besar.” (Lukas 2:10) Sejak itu, janji Tuhan adalah
sesuatu yang berlaku bagi setiap orang percaya: “Janganlah takut,
sebab Aku telah menebus engkau; Aku telah memanggil engkau
dengan namamu, engkau ini kepunyaanKu!” (Yesaya 43:1)
Pengampunan atas dosa-dosa kita, bukan hanya satu-satunya
alasan akan kedatangan Yesus. Ia tidak hanya bermaksud untuk
menyingkirkan aspek-aspek negatif dari hidup kita, tetapi bahwa Ia pun
ingin memberikan hidup kekalNya kepada semua yang menerima
pengampunanNya (Yohanes 3:16, 10:10). Dalam doaNya sebagai Imam
Besar, ia memohon: “Bapa, Aku ingin agar di tempat Aku berada,
mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, mereka juga ada
bersama Aku, supaya mereka melihat kemuliaan-Ku yang telah
Engkau berikan kepada-Ku, karena Engkau mengasihi Aku
sebelum permulaan dunia.” (Yoh 17:24, lihat juga 12:26, 14:2-3, 1
Yoh 3:1).
Tuhan telah memberikan kepada nabiNya Yehezkiel wahyu berikut
ini, 600 tahun sebelumnya:
“Aku juga akan memberikan kepadamu hati yang baru, dan Aku akan
menaruh roh yang baru di dalam kamu. Dan Aku akan menjauhkan hati
batu dari tubuhmu, dan Aku akan memberikan kepadamu hati daging.
Aku akan menaruh Roh-Ku di dalam kamu, dan akan membuat kamu
berjalan dalam ketetapan-ketetapan-Ku, dan kamu akan memelihara
peraturan-peraturan-Ku, dan melakukannya.” (Yehezkiel 36:26-27,
bandingkan dengan Mazmur 51:12-14, Yeremia 31:32-34)
Di dalam Islam, orang-orang Muslim tidak akan pernah bisa
dipenuhi oleh Roh Kudus, dan mereka juga tidak akan mengalami
pembaharuan pikiran melalui menerima kuasa Tuhan, dan juga jaminan
akan harapan untuk menerima hidup yang kekal. Kebangkitan orang mati
tidak ada artinya selain merestorasi seseorang kepada kehidupan
sebelumnya, dengan semua penderitaan dan kesenangannya. Agama ini
tidak mengakui kebutuhan akan pembaharuan spiritual dalam diri
seseorang, kecuali agar ia tunduk kepada hukum, yaitu syariah.
Setelah Yesus, melalui korban penebusan yang Ia telah selesaikan,
dimana Ia telah meruntuhkan “penghalang dari dinding pemisah” antara
Tuhan dengan semua manusia berdosa, maka Tuhan bisa mencurahkan
Roh Kudus kepada murid-muridNya yang menanti-nanti dalam doa (Kis
13
1:8, 2:1-4). Roh ini adalah hidup yang kekal (Yoh 6:63), kasih ilahi
(Roma 5:5), kuasa kekal (Kis 1:8), kerendahan hati yang diam di dalam
kita (Mat 11:29), sukacita yang dalam (Yoh 15:11, 17:13), ungkapan
syukur yang melimpah (Efesus 1:14). Roh Kudus memproduksikan di
dalam diri kita pekerjaan baik yang membawa kemuliaan bagi Tuhan
(Galatia 5:22-25). Melalui Roh ini, para pengikut Kristus telah
mengalahkan neraka. Tujuan kita bukanlah kematian atau api pencucian,
atau penderitaan dan horror di sepanjang kekekalan, melainkan hidup di
dalam keluarga Bapa Surgawi kita (Matius 6:9-15, Efesus 2:18-19)
Yesus berkata: “Jadi, jika kamu yang jahat saja tahu memberi
pemberian yang baik kepada anak-anakmu, betapa lebih lagi Bapa
yang dari surga, Dia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka
yang meminta kepada-Nya.” (Lukas 11:13). Di sini, Kristus yang telah
disalibkan dan yang telah bangkit mendesak kita:
Mintalah, maka akan diberikan kepadamu! Carilah, maka
kamu akan mendapatkannya! Ketuklah, maka akan
dibukakan bagimu!
Sebab setiap orang yang meminta, menerima; dan yang
mencari, mendapatkannya dan yang mengetuk, akan
dibukakan.
(Lukas 11:9-10)
14
Kuis 6
Para pembaca yang terkasih,
Jika anda sudah mempelajari buku ini dengan seksama, maka anda akan
dengan mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Siapa pun
yang menjawab 90 persen dari semua pertanyaan di buku yang berbeda
dari seri ini dengan benar, bisa mendapatkan sebuah sertifikat dari kantor
pusat kami.
Studi Lanjut
Mengenai Perbedaan-Perbedaan Dasar
antara Islam dan Kekristenan
Sebagai sebuah peneguhan untuk pelayanan lebih jauh bagi Kristus, kami
menghargai jika anda memasukkan juga referensi-referensi Qur’anik
dalam jawaban anda.
1. Tuliskanlah ayat yang unik dalam Qur’an yang mengatakan bahwa
semua Muslim akan masuk ke dalam neraka.
2. Menurut Islam, siapakah yang akan diselamatkan keluar dari
neraka setelah ia masuk ke dalamnya?
3. Ayat-ayat mana dalam Qur’an yang mengatakan bahwa semua
non-Muslim pun akan masuk ke dalam neraka juga?
4. Apa yang dikatakan oleh Ibn Hisham, penulis biografi Muhammad,
mengenai ayat yang mengatakan bahwa semua Muslim harus
masuk ke neraka?
5. Mengapa seorang Muslim berpikir bahwa kematiannya sebagai
seorang martir adalah satu-satunya jalan untuk bisa diselamatkan
dari neraka dan untuk bisa masuk ke dalam Firdaus? Ayat mana
dalam Qur’an yang mensupport pandangan ini?
6. Ide-ide berbeda yang mana yang diberikan oleh al-Tabari, seorang
komentator Muslim, untuk menjelaskan ayat Quranik bahwa setiap
Muslim akan masuk ke neraka?
7. Bagaimana komentator al-Razi memperluas intepretasi al-Tabari?
8. Seberapa seringnyakah soal neraka disebutkan di dalam Qur’an?
9. Kata Arabik yang mana yang dipakai di dalam Qur’an untuk
menunjukkan neraka?
10. Jalan lurus apa yang menjadi pengharapan seorang Muslim agar
bisa keluar dari neraka?
11. Bagaimanakah iman Kristen berbeda dengan iman Islam dalam hal
neraka dan keselamatan?
12. Apakah orang Kristen berdasarkan natur mereka lebih baik dari
orang-orang Muslim, atau haruskah mereka pun masuk ke dalam
neraka?
15
13. Bisakah perbuatan-perbuatan baik kita menolong kita untuk keluar
dari neraka?
14. Apakah satu-satunya jalan yang aman untuk bisa diselamatkan
dari neraka?
15. Siapakah yang sebenarnya akan pergi ke neraka berdasarkan
Injil?
16. Apakah pewahyuan Yesus mengenai neraka dan bagaimana kita
bisa selamat dari situ?
Semua peserta kuis ini diijinkan untuk menggunakan buku apa saja
yang dipilihnya dan bertanya pada orang yang dapat ia percayai ketika
menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Kami menantikan jawaban tertulis
anda disertai dengan alamat lengkap anda pada surat anda atau e-mail
anda. Kami berdoa untuk anda kepada Yesus, Sang Firman Hidup, agar Ia
memanggil, mengutus, menuntun, menguatkan, melindungi dan
menyertai anda setiap hari dalam hidup anda!
Saudaramu dalam pelayanan-Nya,
Hamba-hamba Tuhan
Kirimkan jawaban anda ke:
GRACE AND TRUTH, P.O.Box 1806
70708 Fellbach, Germany
Atau melalui e-mail ke:
Info@grace-and-truth.net
16

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->