P. 1
Fenomena Sosial Remaja Klp. 4

Fenomena Sosial Remaja Klp. 4

|Views: 328|Likes:
Published by Rachmad Ramadhan N

More info:

Published by: Rachmad Ramadhan N on Aug 13, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/26/2014

pdf

text

original

FENOMENA SOSIAL REMAJA Dalam kehidupan sosial ada banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Kehidupan sosial remaja pada saat ini lebih mengarahkan seorang remaja untuk membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang tidak menentu. Ada banyaknya pilihan dalam kehidupan seorang remaja pada umumnya. Dimana pada fase ini atau boleh dikatakan sebagai fase peralihan dari anak-anak menjadi remaja seseorang cendrung untuk ³mencoba-coba´ setiap apa yang dihadapi

dilingkungannya sehingga terkadang orang tua menjadi was-was terhadap perkembangan anaknya. Sehingga tidak sedikit orang tua rela untuk membayar mahal demi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang bermutu baik. Tetapi, terkadang hal yang seperti ini membuat seorang anak merasa terbebani karena merasa tertekan atas pilihan orang tua dan memaksakan kehendaknya untuk mengikuti kemauan orang tua. Sehingga tidak sedikit sekolah-sekolah yang dianggap mempunyai mutu yang baik oleh masyarakat menjadi sebuah pelarian bagi mereka yang mampu untuk menyekolahkan anaknya disekolah tersebut. Kalau melihat kondisi yang seperti ini siapakah yang patut disalahkan? Apakah lingkungan seorang anak itu sendiri atau prilaku seorang remaja yang harus dikontrol secara intensif oleh oarang tuanya? Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Pernyatan ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi

Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Masa remaja merupakan masa transisi atau periode dalam kehidupan manusia yang mengalami beberapa perubahan yang terjadi secara bersamaan, meliputi perubahan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Ketidakmampuan remaja mengatasi perubahan tersebut, sering mengakibatkan munculnya gangguan dalam perilakunya. Terlebih pada saat memasuki fase remaja, anak cenderung lebih dekat dan mendengarkan kata-kata teman sebaya mereka dibandingkan dengan orang tua maupun guru. Permasalahan Pelajar sebagai Remaja 1. Karakteristik Remaja Bermasalah Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja

Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. Akibatnya. b. h. khayalan. y Santrock "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentanganpertentang dengan orang tua. d. Senang bereksplorasi. Senang bereksperimentasi. ilmuwan sosiologi Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli y membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan Kartono." . Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. c. e. g. Mempunyai banyak fantasi. Kecenderungan berkelompok. dan bualan. f. Ketidakstabilan emosi. i. mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang". j.Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. yaitu: a.

Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti? Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois. 3. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. tercapainya identitas peran. terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan . Amerika Serikat. Faktor internal: 1. Penyebab terjadinya kenakalan remaja Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 2. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Pertama. Permasalahan Fisik dan Kesehatan Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Kedua. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut.

Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. khususnya pada bagian pinggul. 4. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya ³jatuh cinta´. onset merokok. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone. Thompson et al). 2003. 1998). maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 4070% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. 2002). Stice & Whitenton. depresi. 1999. Puberitas Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita.fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. perut dan paha. Beberapa kecelakaan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. pikiran yang berlebihan tentang penampilan. Lebih lanjut. gangguan makan. rendahnya harga diri. . pantat.

teman sebaya. hasrat seksual. Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja. pacaran. 1991). Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas. pelecehan seksual. adanya ³ketidaknormalan´ yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya. persahabatan. harapan yang tidak tercapai. kehamilan dan aborsi. perubahan di sekolah. penalaran logis yang berkembang. kesenangan dan rasa cemburu. dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. cara berpakaian. Tidak semua emosi ini positif. Hurlock. dan sebagainya (Santrock. Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam. homoseksual. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman. 2003. pemikiran idealis yang meningkat. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual. dan pergaulan menuju kebebasan. konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. merapikan kamar tidur. Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut. marah. Konflik-konflik seperti ini jarang .

Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter.menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja. . atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Ia berada pada masa transisi. seseorang sudah melampaui masa kanakkanak. Pada usia tersebut. Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai. tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

4. 2. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Pendidikan yang salah di keluarga pun. tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga. maupun untuk kompensasi. Teman sebaya yang kurang baik 3. 2002). alkohol dan narkoba (Rey. adaptasi dengan lingkungan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. seperti terlalu memanjakan anak. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. untuk meningkatkan rasa percaya diri. bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok. solidaritas.2006).Faktor eksternal: 1. Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu. Keluarga Perceraian orangtua. tidak memberikan pendidikan agama. . atau penolakan terhadap eksistensi anak. Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja.

untuk memenuhi tuntutan administrasi. 24 November 2004) menyatakan bahwa pendidikan agama yang berlangsung saat ini cenderung mengedepankan aspek kognisi (pemikiran) daripada aspek asfeksi (perasaan) dan psikomotorik (perilaku/tindakan). Termasuk guru agama di beberapa sekolah tingkat SMA sederajat. yang membuat para remaja usia SMA lebih condong untuk meniru perilaku yang ditayangkan televisi tanpa seleksi. karena mengalami degradasi dalam pergaulan bebas di kalangan remaja. daripada bimbingan moral ke arah akhlaq alkarimah. juga menegaskan bahwa merosotnya moral dan akhlaq remaja peserta didik. Menteri Agama RI (Tempo.Fenomena Sosial Pelajar 1. memberikan pelayanan konsultasi berkaitan dengan pertumbuhan dan tantangan moral yang sedang dialami oleh kebanyakan siswa usia remaja. ketimbang mendampingi kegiatan siswa. Beberapa guru agama di SMA dan sederajat merasakan beratnya tantangan moralitas. akibat derasnya arus informasi global. cenderung bersifat transfer ilmu. Pendidikan agama dirasakan oleh siswa hampir tidak ada bedanya dengan pelajaran atau bidang studi umum. mendengarkan keluhan dan curahan hati. ketimbang mempertahankan jati diri. Padahal pendidikan mestinya lebih mengarah pada hati nurani untuk mengembangkan nilainilai moralitas.Qur¶an. disebabkan oleh kurikulum Pendidikan Agama yang terlampau . merupakan realitas sosial yang sekarang ini banyak terjadi dalam dunia pendidikan. Maftuh Basuni. Masalah Moralitas Moralitas siswa yang terkesan rendah. Hasil studi Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan. Pendidikan yang diberikan oleh guru. mengejar target kurikulum. Beberapa siswa SMA merasakan bahwa pendidikan agama yang mereka terima baru dalam taraf formalitas. memberikan tugas mencatat materi pelajaran atau menghafal ayat-ayat pendek dari al. lebih banyak berfikir ringan. Jadi berbeda dengan pengajaran yang cenderung mengarahkan sasaran untuk mencapai kecerdasan akal. mengajarkan ilmu agama. memberikan support dalam studi.

terlebih jika sampai mabok tak sadarkan diri. agama juga tidak eksplisit mengharamkan rokok.padat materinya. Metodologi Pendidikan Agama kurang mendorong penghayatan terhadap nilai-nilai agama. yang membuat orang menjadi terlena. bisa diberlakukan hukum haram. Mental Siswa Perokok Merokok memang tidak dilarang. Tidak adanya pelajaran dan penyuluhan tentang . biasanya cenderung malas. Masalah Free Sex Maraknya pergaulan bebas memacu remaja untuk melakukan seks bebas. shabu-shabu. 2. paling-paling para ulama menempatkan rokok dalam posisi ³makruh´. Sejalan perkembangan jaman yang semakin pesat lingkungan sangat berperan terhadap perkembangan remaja. ganja dan sebangsanya. sejenak melupakan kehidupan dunia. meskipun merokok tidak tegas-tegas dilarang oleh agama. sebagian ulama menyebutnya ³syubhat´. acuh terhadap pelajaran. hilang akal dan hilang ingatan. jika menimbulkan akibat mudharat yang merusak kebersamaan. kurang mampu membangun kesadaran hidup beragama serta menciptakan siswa bermoral. Kebiasaan merokok di kalangan siswa selama masih dalam status peserta didik. tergolong perilaku menyimpang yang melanggar peraturan dan termasuk siswa tak bermoral alias siswa nakal. Apalagi kalau melalui rokok anak-anak muda zaman sekarang seringkali mencampurkannya dengan narkoba. Karena itu. Mereka yang sudah terlalu kecanduan atau ketagihan bisa menjadi ³mangsa´ bagi para penggemar narkoba dan sejenis obat-obatan terlarang lainnya. terbius oleh angan-angan. angkuh dalam pergaulan. Makanan minuman atau candu yang mendekatkan orang pada perilaku tak sadar. 3. dan materi tersebut lebih mengedepankan aspek pemikiran ketimbang membangun kesadaran hidup beragama secara utuh. merusak lingkungan dan merusak kesehatan Siswa yang bermental perokok.

kemudian hamil sebelum menikah dan terpaksa harus menggugurkan kandungan secara sembunyi-sembunyi. Motivasi siswa kini menurun. sehingga mereka yang seharusnya masih berada pada posisi ³siswa¶ di sekolah lanjutan. dan minat siswa untuk mengikuti pelajaran juga mulai mengalami penurunan. Pergaulan bebas tanpa batas yang lebih dikenal generasi muda dengan istilah free sex. Apabila remaja tidak mendapatkan pemahaman yang benar. Anak usia SD sekarang ini telah mengenal pergaulan sex bebas pada usia yang sangat dini. Salah satu pernyataan kritis mengarah pada peran dan tanggung jawab guru pendidikan agama Islam. Free Sex merupakan fakta sosial. apalagi setelah terjadinya pernikahan resmi anak usia SD.kesehatan reproduksi. Ini menjadi masalah besar bagi dunia pendidikan. telah menggejala di kalangan pelajar. bagaimana masalah free sex hampir menjadi budaya masyarakat. ketika anak usia sekolah banyak melakukan tindakan menyimpang. Kurangnya waktu belajar juga merupakan implikasi dampak negatif dari situs jejaring sosial. terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan. SMP apalagi SMA melalui tayangan televisi dapat diperhatikan. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi dengan . seperti yang baru-baru ini terjadi di Nusa Tenggara Barat. serta lingkungan yang baik maka remaja akan terjerumus pada prilaku seks bebas. Lingkungan pergaulan yang semakin pesat mempengaruhi gaya pacaran dan pergaulan. ketika terjadi kasus siswa hamil sebelum nikah ? Adakah materi pendidikan agama secara kurikuler dan explisit yang menegaskan perlunya kesehatan reproduksi bagi siswa usia remaja yang sedang bergolak sexualitasnya? 4. tetapi juga sangat ³menyakitkan´ bagi dunia pendidikan. Penyalahgunaan Situs Jejaring Sosial Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata. Para pemuda usia sekolah pada tingkat SD. Fenomena sosial ini bukan saja ³menyakitkan´ bagi undang-undang perkawinan. prestasi belajarnyapun menurun. di manakah ³dikau´ berada. karena memang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.

g. mengubah alur kerja gen. Di antaranya. ´Ini mungkin mekanisme evolusioner yang menunjukkan kepada kita bahwa hadir bersama dalam satu wilayah geografis itu lebih bermanfaat. e. hal tersebut potensial meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker. Selain itu.´Pasti ada perbedaan antara kehadiran nyata dan penampakan virtual´. b. sehingga mengharuskan kita banyak mengeluarkan uang yang mungkin kurang bermanfaat. berdampak pada sisi-sisi biologis manusia. Sigman menandaskan. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas . menghambat respons sistem imun. Mengurangi makna pentingnya komunikasi itu sendiri. begitu juga dalam memahami bahasa tubuh lawan bicara.jalan melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna jejaring sosial. Kemampuan sosialisasi manusia makin tergerus. dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Dapat menyebabkan stress yang dibawa penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet. d. stroke. c.´ ungkapnya. tingkat hormon. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain di sini. Sering terjadi rasa nyeri di Punggung penderita karena syaraf di punggungnya terganggu akibat radiasi monitor. Buntutnya. Menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu gangguan fungsi mata yang disebabkan oleh radiasi monitor. f. apa hanya sampai di situkah pengawasan yang dilakukan? Setidaknya ada beberapa dampak negatif dari situs jejaring sosial: a. dan dementia (semacam kelainan jiwa). penyakit jantung. Tapi.

Berupaya belajar tentang internet serta situs jejaring sosial yang ada di internet tersebut. Tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang belum cukup umur. Dalam perkembangannya di jaman sekarang ini. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai langkah untuk menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs jejaring sosial. di antaranya adalah sebagai berikut: a. dan bisa mengawasi anaknya pada saat berselancar di internet. struk. Beritahukan tentang bahaya yang mengintai dalam penggunaan situs jejaring sosial. Masalahnya adalah banyak siswa yang mengakses situs jejaring sosial tersebut dari telepon seluler mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung. selain harus waspada. Perilaku berkurangnya aktifitas -berinteraksi langsung secara face to face terhadap orang lain juga dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius. b. seperti kanker. mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial kini dapat dilakukan dengan telepon seluler.000 orang di antaranya berumur 13 tahun. Sebisanya dampingi anak saat berselancar di dunia maya. ditemukan fakta bahwa dari 17. Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie. d. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial tersebut. terlebih pada saat anak tersebut membuka situs jejaring sosial. c. Akibatnya para . orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. penyakit jantung. Hal ini cukup membuat dampak dari jejaring sosial sangat dirasakan dikalangan siswa. Berdasar penelusurannya. dan dementia (kepikunan). Hal ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua mengetahui seperti apa teknologi sekarang ini.6 juta pemilik akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia.h. dan mengerti batasan-batasannya. dan 360.

makin banyak dukungan yang diperoleh makin rendah kemungkinan seorang remaja terkena stress. dan konflikpun dapat dihindari. Respon dari orangtua yang bernada memerintah.Hal ini bisa terjadi karena mungkin orang tua kurang menyadari pengaruh respon mereka dalam menanggapi anak remaja mereka. mengancam- memperingatkan. Namun pada kenyataannya. Hal inilah yang sangat menghawatirkan dalam dunia pendidikan. lambat laun motivasi belajar mereka juga akan mengalami penurunan. menasehati-menyelesaikan masalah. memberi kuliah-mengajari. Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan prestasi siswa. dan menghindar-mengalihkan . Komunikasi. Jika motivasi atau keinginan siswa untuk belajar rendah maka yang terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan. Remaja pada dasarnya membutuhkan dukungan dalam mengatasi berbagai problemnya. seringkali kita temui fenomena yang menunjukkan bahwa orang tua kurang dapat berkomunikasi dengan anak remajanya. mendesak-memberi kotbah.siswa tidak serius mengikuti pelajaran yang berlangsung. mencemooh-membuat malu. baik verbal maupun nonverbal pada dasarnya merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses pendidikan anak dan berpengaruh dalam proses pembentukan kepribadian anak. sehingga konsentrasi mereka hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon genggam. menyelidiki-mengusut. maka masing-masing pihak dapat saling memberi dan menerima informasi. Yang pada akhirnya berujung pada terhambatnya komunikasi diantara mereka. perasaan dan pendapat sehingga dapat diketahui apa yang diinginkan. Melihat keadaan ini. Komunikasi yang efektif diharapkan dapat membantu remaja melalui perubahan kondisi yang ada dalam kehidupannya. Apabila komunikasi antara orang tua dan anak dapat berlangsung dengan baik. menilai-mengkritik-tidak setuju-menyalahkan.

Berilah perhatian sepenuhnya pada ceritanya dan tataplah langsung di matanya agar Ia mengetahui bahwa kita benar-benar siap memperhatikan ceritanya. merasa bersalah. Membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semakin memahami kejadian yang dialami serta tindakan yang harus mereka lakukan sebagai pemecahannya. 2. merasa tidak dimengerti. Fokuskan perhatian pada anak. Bertanya. Mendengar aktif. merasa diperlakukan seperti anak kecil. apakah kita benar-benar telah memahami apa yang diceritakan atau apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh anak. Menggali perasaan dan pendapat anak akan masalah yang sedang dihadapi. memberikan feedback bagi orangtua dan anak. 5. merasa rendah diri. menyerang-berdebat. dan mendorongnya untuk bercerita. merasa perasaan-perasaannya tidak dibenarkan dan merasa sedang diinterogasi. 4. Pola ini. Bantu anak mendefinisikan perasaan 6. mempertahankan diri. mengulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian. 1.perhatian-menertawakan merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan terputusnya komunikasi. Respon di atas dapat membuat anak menghentikan pembicaraaan. Re-statement. Lalu seperti apa komunikasi yang sebaiknya dibangun antara orang tua dan anak? Di bawah ini ada beberapa poin yang dapat dijadikan pertimbangan orang tua maupun guru dalam membangun komunikasi dengan remaja. . Seni mendengarkan yang membutuhkan totalitas perhatian dan keinginan mendengarkan. 3. hingga sang pendengar dapat memahami sepenuhnya kompleksitas emosi dan pikiran orang yang sedang berbicara. benci dan marah.

Cenderung memisahkan diri dari kegiatan bersama orang tua dan bersikap lebih mandiri. Evaluasi Diri. seharusnya dapat membuat generasi yang berkepribadian baik. Remaja yang beranjak dewasa kerap kali menunjukkan perubahan yang cukup dramatis saat berada disekitar orang tua mereka. jalur komunikasi dua arah terbuka lebar antara orangtua dan anak. Dan guru. khususnya teman sebaya mereka. dan mereka akan berusaha keras menyesuaikan diri dengan trend dan gaya hidup teman-teman mereka. bermoral. dan bertanggung jawab. seharusnya bukan hanya menitik beratkan pada transfer ilmu kepada siswanya tetapi juga harus bisa . Pada saat yang sama. Dengan mendengar dan didengar. sebagai salah satu komponen dari lembaga tersebut. Mendorong anak mengambil keputusan yang tepat 9. Menunggu redanya emosi anak dan mengajak berpikir positif 10. Peranan guru dalam mengatasi kenakalan Pelajar Sekolah sebagai lembaga pencetak generasi penerus bangsa. Konsep komunikasi ini juga dapat diaplikasikan di sekolah. Konsep komunikasi yang baik dan efektif akan membantu siswa untuk mengenali jati dirinya dan mengambil keputusan dalam hidupnya. Mendorong semangat anak untuk bercerita 8. mereka mulai memperhatikan bagaimana orang lain memandang mereka. memungkinkan keduanya saling mengerti dan membuat orangtua dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh anak. Sehingga pantas menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang.7. dimana guru berperan sebagai orang tua dan siswa berperan sebagai anak. Pendampingan yang cukup terhadap remaja dengan disertai komunikasi yang efektif dari orang tua dan guru diharapkan dapat menghindarkan remaja dari masalah yang dihadapi.

Evaluator. guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya. sehingga pantas menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. Organisator. bukan membentuk generasi ³rusak´ yang penuh dengan kenakalannya. i. guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. c. g. Fasilitator. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar. guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. jadwal pelajaran dan lain-lain. d. Mediator. f. Director. Sehingga diharapkan peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. studi lapangan. guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan. Inisiator. guru sebagai pengelola kegiatan akademik. Transmitter. silabus. yaitu: a. Oleh karena itu . h. b. laboratorium. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.membentuk karakter siswa yang jauh dari hal-hal negatif. Motivator. e. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Informator.

Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. 2. Adanya motivasi dari keluarga. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. 4. komunikatif. 3.tingkah laku pendidik baik guru. 5. guru. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat. dan nyaman bagi remaja. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. bangsa dan Negara. . teman sebaya untuk melakukan point pertama. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja: 1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis.

E. Knoers. Olds.com pada tanggal 07 November 2010. R. R. W.sagepub. & Fealdman (2001). S. .14.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 7 November 2010 Gunarsa. A. . No. PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja. (1989). Alexandria: Feb 2007. Komunikasi efektif orang tua dan anak. . Vol. Diakses melalui http://ezproxy.com. 10. Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families. J. S. (1991). Diakses dari www. Diakses dari www. 3. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. L. .326-333. Hurlock. Gunung Mulia. (2000). Boston: McGraw-Hill Companies. Vol.4. pg.B. Jakarta : Penerbit Erlangga.e-psikologi. Pada tanggal 7 November 2010 Mitos-mitos Seputar ³Gak Bakal Hamil´.edu/menu pada 7 Novembar 2010 Fagan. (2006). E.H. Mongks. M.match. Iss. Jakarta: BPK. Muss. (2007). D. F. . 10 pgs. Sage Publication diakses melalui http://tfj. Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo). P. Counseling Adolescent Girls for Body Image Resilience: Strategi for School Counselors. & Haditono. R. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Profesional School Counseling. S.DAFTAR PUSTAKA Choate. 317. Human Developmen.perempuan.

Pada tanggal 7 November 2010 Rey. (2002). Terjemahan.F. J.netsains. More than Just The Blues: Understanding Serious Teenage Problems. R. Diakses dari www. J. Beberapa Permasalahan Remaja. (2004).e-psikologi. L.com pada tanggal 7 November 2010.H. Diakses dari www. Tambunan. Adolescence (Perkembangan Remaja).Psikologi Remaja. Mencemaskan Penampilan.epsikologi. Setiono. Rini. Santrok. Sydney: Simon & Schuster. . (2001). J. (2002).com pada tanggal 7 November 2010. (2003).com. Karakteristik dan Permasalahannya. W. Diakses dari www. Diakses dari e-psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.com pada tanggal 7 November 2010.

Kelompok III FENOMENA SOSIAL REMAJA Rachmad Ramadhan N Muhammad Akbar Juniati P Nur Ainun A Rezki Anggraini JURUSAN MATEMATIKA BILINGUAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2010 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->