FENOMENA SOSIAL REMAJA Dalam kehidupan sosial ada banyak kemungkinan yang bisa saja terjadi.

Kehidupan sosial remaja pada saat ini lebih mengarahkan seorang remaja untuk membentengi dirinya dari pengaruh-pengaruh lingkungan yang tidak menentu. Ada banyaknya pilihan dalam kehidupan seorang remaja pada umumnya. Dimana pada fase ini atau boleh dikatakan sebagai fase peralihan dari anak-anak menjadi remaja seseorang cendrung untuk ³mencoba-coba´ setiap apa yang dihadapi

dilingkungannya sehingga terkadang orang tua menjadi was-was terhadap perkembangan anaknya. Sehingga tidak sedikit orang tua rela untuk membayar mahal demi untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah yang bermutu baik. Tetapi, terkadang hal yang seperti ini membuat seorang anak merasa terbebani karena merasa tertekan atas pilihan orang tua dan memaksakan kehendaknya untuk mengikuti kemauan orang tua. Sehingga tidak sedikit sekolah-sekolah yang dianggap mempunyai mutu yang baik oleh masyarakat menjadi sebuah pelarian bagi mereka yang mampu untuk menyekolahkan anaknya disekolah tersebut. Kalau melihat kondisi yang seperti ini siapakah yang patut disalahkan? Apakah lingkungan seorang anak itu sendiri atau prilaku seorang remaja yang harus dikontrol secara intensif oleh oarang tuanya? Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek. Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Pernyatan ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi

Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Masa remaja merupakan masa transisi atau periode dalam kehidupan manusia yang mengalami beberapa perubahan yang terjadi secara bersamaan, meliputi perubahan fisik, kognitif, sosial dan emosional. Ketidakmampuan remaja mengatasi perubahan tersebut, sering mengakibatkan munculnya gangguan dalam perilakunya. Terlebih pada saat memasuki fase remaja, anak cenderung lebih dekat dan mendengarkan kata-kata teman sebaya mereka dibandingkan dengan orang tua maupun guru. Permasalahan Pelajar sebagai Remaja 1. Karakteristik Remaja Bermasalah Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja

y Santrock "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal. g. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua. Kecenderungan berkelompok. c. Definisi kenakalan remaja menurut para ahli y membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan Kartono. yaitu: a. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup. ilmuwan sosiologi Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. e. Akibatnya. j." . i. Senang bereksperimentasi. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentanganpertentang dengan orang tua. mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang". Ketidakstabilan emosi. h. b. f. Mempunyai banyak fantasi. khayalan. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya. Senang bereksplorasi. dan bualan. d.Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja.

Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut.Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti? Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois. Permasalahan Fisik dan Kesehatan Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kontrol diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Kedua. namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya. Pertama. 3. 2. Penyebab terjadinya kenakalan remaja Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). Faktor internal: 1. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. Amerika Serikat. tercapainya identitas peran. Krisis identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan .

pikiran yang berlebihan tentang penampilan. depresi. 1999. ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman. Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi. Beberapa kecelakaan. Stice & Whitenton. gangguan makan. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur. 2003. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. rendahnya harga diri. 1998). Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya ³jatuh cinta´.fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. khususnya pada bagian pinggul. pantat. Puberitas Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. perut dan paha. 4. onset merokok. Thompson et al). maupun penggunaan obat-obatan terlarang. bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 4070% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya. 2002). Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Lebih lanjut. dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw. .

pacaran. Hurlock. dan pergaulan menuju kebebasan. pelecehan seksual. dan sebagainya (Santrock. Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. harapan yang tidak tercapai.Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. pemikiran idealis yang meningkat. 2003. 1991). dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. penalaran logis yang berkembang. Konflik-konflik seperti ini jarang . Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah. teman sebaya. kesenangan dan rasa cemburu. Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam. kehamilan dan aborsi. marah. cara berpakaian. hasrat seksual. homoseksual. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut. Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas. adanya ³ketidaknormalan´ yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya. persahabatan. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman. merapikan kamar tidur. perubahan di sekolah.

tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda. seseorang sudah melampaui masa kanakkanak. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun.menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja. Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Pada usia tersebut. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah. . atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai. namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi. Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral.

2. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. 2002). atau penolakan terhadap eksistensi anak. menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. tidak memberikan pendidikan agama. solidaritas. adaptasi dengan lingkungan. bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja. Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. untuk meningkatkan rasa percaya diri. Pendidikan yang salah di keluarga pun. . Teman sebaya yang kurang baik 3. tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga. Keluarga Perceraian orangtua. alkohol dan narkoba (Rey. maupun untuk kompensasi. 4. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok.Faktor eksternal: 1.2006). seperti terlalu memanjakan anak.

Beberapa siswa SMA merasakan bahwa pendidikan agama yang mereka terima baru dalam taraf formalitas. disebabkan oleh kurikulum Pendidikan Agama yang terlampau . Beberapa guru agama di SMA dan sederajat merasakan beratnya tantangan moralitas. mendengarkan keluhan dan curahan hati.Fenomena Sosial Pelajar 1. yang membuat para remaja usia SMA lebih condong untuk meniru perilaku yang ditayangkan televisi tanpa seleksi. Jadi berbeda dengan pengajaran yang cenderung mengarahkan sasaran untuk mencapai kecerdasan akal. mengajarkan ilmu agama. 24 November 2004) menyatakan bahwa pendidikan agama yang berlangsung saat ini cenderung mengedepankan aspek kognisi (pemikiran) daripada aspek asfeksi (perasaan) dan psikomotorik (perilaku/tindakan). cenderung bersifat transfer ilmu. akibat derasnya arus informasi global. juga menegaskan bahwa merosotnya moral dan akhlaq remaja peserta didik.Qur¶an. lebih banyak berfikir ringan. untuk memenuhi tuntutan administrasi. ketimbang mendampingi kegiatan siswa. karena mengalami degradasi dalam pergaulan bebas di kalangan remaja. merupakan realitas sosial yang sekarang ini banyak terjadi dalam dunia pendidikan. mengejar target kurikulum. memberikan pelayanan konsultasi berkaitan dengan pertumbuhan dan tantangan moral yang sedang dialami oleh kebanyakan siswa usia remaja. Pendidikan agama dirasakan oleh siswa hampir tidak ada bedanya dengan pelajaran atau bidang studi umum. Termasuk guru agama di beberapa sekolah tingkat SMA sederajat. Masalah Moralitas Moralitas siswa yang terkesan rendah. Menteri Agama RI (Tempo. memberikan support dalam studi. Hasil studi Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan. Pendidikan yang diberikan oleh guru. Maftuh Basuni. Padahal pendidikan mestinya lebih mengarah pada hati nurani untuk mengembangkan nilainilai moralitas. ketimbang mempertahankan jati diri. memberikan tugas mencatat materi pelajaran atau menghafal ayat-ayat pendek dari al. daripada bimbingan moral ke arah akhlaq alkarimah.

Tidak adanya pelajaran dan penyuluhan tentang . Mental Siswa Perokok Merokok memang tidak dilarang. meskipun merokok tidak tegas-tegas dilarang oleh agama. 3. hilang akal dan hilang ingatan. merusak lingkungan dan merusak kesehatan Siswa yang bermental perokok.padat materinya. biasanya cenderung malas. Masalah Free Sex Maraknya pergaulan bebas memacu remaja untuk melakukan seks bebas. jika menimbulkan akibat mudharat yang merusak kebersamaan. tergolong perilaku menyimpang yang melanggar peraturan dan termasuk siswa tak bermoral alias siswa nakal. acuh terhadap pelajaran. paling-paling para ulama menempatkan rokok dalam posisi ³makruh´. Karena itu. sejenak melupakan kehidupan dunia. ganja dan sebangsanya. dan materi tersebut lebih mengedepankan aspek pemikiran ketimbang membangun kesadaran hidup beragama secara utuh. terlebih jika sampai mabok tak sadarkan diri. Metodologi Pendidikan Agama kurang mendorong penghayatan terhadap nilai-nilai agama. 2. bisa diberlakukan hukum haram. angkuh dalam pergaulan. Kebiasaan merokok di kalangan siswa selama masih dalam status peserta didik. Mereka yang sudah terlalu kecanduan atau ketagihan bisa menjadi ³mangsa´ bagi para penggemar narkoba dan sejenis obat-obatan terlarang lainnya. kurang mampu membangun kesadaran hidup beragama serta menciptakan siswa bermoral. terbius oleh angan-angan. yang membuat orang menjadi terlena. shabu-shabu. sebagian ulama menyebutnya ³syubhat´. Apalagi kalau melalui rokok anak-anak muda zaman sekarang seringkali mencampurkannya dengan narkoba. Makanan minuman atau candu yang mendekatkan orang pada perilaku tak sadar. Sejalan perkembangan jaman yang semakin pesat lingkungan sangat berperan terhadap perkembangan remaja. agama juga tidak eksplisit mengharamkan rokok.

Anak usia SD sekarang ini telah mengenal pergaulan sex bebas pada usia yang sangat dini. Pergaulan bebas tanpa batas yang lebih dikenal generasi muda dengan istilah free sex. Salah satu pernyataan kritis mengarah pada peran dan tanggung jawab guru pendidikan agama Islam. Fenomena sosial ini bukan saja ³menyakitkan´ bagi undang-undang perkawinan. ketika terjadi kasus siswa hamil sebelum nikah ? Adakah materi pendidikan agama secara kurikuler dan explisit yang menegaskan perlunya kesehatan reproduksi bagi siswa usia remaja yang sedang bergolak sexualitasnya? 4. kemudian hamil sebelum menikah dan terpaksa harus menggugurkan kandungan secara sembunyi-sembunyi. Lingkungan pergaulan yang semakin pesat mempengaruhi gaya pacaran dan pergaulan. telah menggejala di kalangan pelajar. sehingga mereka yang seharusnya masih berada pada posisi ³siswa¶ di sekolah lanjutan. dan minat siswa untuk mengikuti pelajaran juga mulai mengalami penurunan. ketika anak usia sekolah banyak melakukan tindakan menyimpang. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi dengan . Ini menjadi masalah besar bagi dunia pendidikan. apalagi setelah terjadinya pernikahan resmi anak usia SD.kesehatan reproduksi. SMP apalagi SMA melalui tayangan televisi dapat diperhatikan. seperti yang baru-baru ini terjadi di Nusa Tenggara Barat. di manakah ³dikau´ berada. Kurangnya waktu belajar juga merupakan implikasi dampak negatif dari situs jejaring sosial. serta lingkungan yang baik maka remaja akan terjerumus pada prilaku seks bebas. prestasi belajarnyapun menurun. karena memang benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Para pemuda usia sekolah pada tingkat SD. bagaimana masalah free sex hampir menjadi budaya masyarakat. Motivasi siswa kini menurun. tetapi juga sangat ³menyakitkan´ bagi dunia pendidikan. Apabila remaja tidak mendapatkan pemahaman yang benar. Free Sex merupakan fakta sosial. terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan. Penyalahgunaan Situs Jejaring Sosial Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata.

hal tersebut potensial meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker. menghambat respons sistem imun. Mengurangi makna pentingnya komunikasi itu sendiri. berdampak pada sisi-sisi biologis manusia. Menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS) yaitu gangguan fungsi mata yang disebabkan oleh radiasi monitor. Kemampuan sosialisasi manusia makin tergerus. c. Sigman menandaskan. d. e.´ ungkapnya. Di antaranya. Buntutnya. sehingga mengharuskan kita banyak mengeluarkan uang yang mungkin kurang bermanfaat. Seseorang yang menghabiskan waktunya di depan komputer akan jarang berolahraga sehingga kecanduan aktivitas ini dapat menimbulkan kondisi fisik yang lemah bahkan obesitas . dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Selain itu. dan dementia (semacam kelainan jiwa).´Pasti ada perbedaan antara kehadiran nyata dan penampakan virtual´. tingkat hormon. Dapat menyebabkan stress yang dibawa penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet. Tapi. ´Ini mungkin mekanisme evolusioner yang menunjukkan kepada kita bahwa hadir bersama dalam satu wilayah geografis itu lebih bermanfaat. b.jalan melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna jejaring sosial. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain di sini. begitu juga dalam memahami bahasa tubuh lawan bicara. Sering terjadi rasa nyeri di Punggung penderita karena syaraf di punggungnya terganggu akibat radiasi monitor. apa hanya sampai di situkah pengawasan yang dilakukan? Setidaknya ada beberapa dampak negatif dari situs jejaring sosial: a. mengubah alur kerja gen. penyakit jantung. g. stroke. f.

Dalam perkembangannya di jaman sekarang ini. dan 360. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai langkah untuk menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs jejaring sosial. Tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang belum cukup umur. selain harus waspada.6 juta pemilik akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia. Akibatnya para . di antaranya adalah sebagai berikut: a. Berdasar penelusurannya. Beritahukan tentang bahaya yang mengintai dalam penggunaan situs jejaring sosial. penyakit jantung. Hal ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua mengetahui seperti apa teknologi sekarang ini. d. ditemukan fakta bahwa dari 17. struk. mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial kini dapat dilakukan dengan telepon seluler. Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie. dan dementia (kepikunan). Masalahnya adalah banyak siswa yang mengakses situs jejaring sosial tersebut dari telepon seluler mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung. orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. terlebih pada saat anak tersebut membuka situs jejaring sosial. Berupaya belajar tentang internet serta situs jejaring sosial yang ada di internet tersebut.h. Sebisanya dampingi anak saat berselancar di dunia maya. Perilaku berkurangnya aktifitas -berinteraksi langsung secara face to face terhadap orang lain juga dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial tersebut. Hal ini cukup membuat dampak dari jejaring sosial sangat dirasakan dikalangan siswa. dan bisa mengawasi anaknya pada saat berselancar di internet. dan mengerti batasan-batasannya. c. b. seperti kanker.000 orang di antaranya berumur 13 tahun.

Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan prestasi siswa. memberi kuliah-mengajari. Yang pada akhirnya berujung pada terhambatnya komunikasi diantara mereka. lambat laun motivasi belajar mereka juga akan mengalami penurunan. menilai-mengkritik-tidak setuju-menyalahkan.Hal ini bisa terjadi karena mungkin orang tua kurang menyadari pengaruh respon mereka dalam menanggapi anak remaja mereka. Jika motivasi atau keinginan siswa untuk belajar rendah maka yang terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan. dan konflikpun dapat dihindari. baik verbal maupun nonverbal pada dasarnya merupakan salah satu aspek yang penting dalam proses pendidikan anak dan berpengaruh dalam proses pembentukan kepribadian anak. Komunikasi. Komunikasi yang efektif diharapkan dapat membantu remaja melalui perubahan kondisi yang ada dalam kehidupannya. seringkali kita temui fenomena yang menunjukkan bahwa orang tua kurang dapat berkomunikasi dengan anak remajanya. Respon dari orangtua yang bernada memerintah. menyelidiki-mengusut. perasaan dan pendapat sehingga dapat diketahui apa yang diinginkan. menasehati-menyelesaikan masalah. Namun pada kenyataannya. Hal inilah yang sangat menghawatirkan dalam dunia pendidikan. maka masing-masing pihak dapat saling memberi dan menerima informasi. mengancam- memperingatkan. mendesak-memberi kotbah.siswa tidak serius mengikuti pelajaran yang berlangsung. makin banyak dukungan yang diperoleh makin rendah kemungkinan seorang remaja terkena stress. mencemooh-membuat malu. sehingga konsentrasi mereka hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon genggam. Melihat keadaan ini. Apabila komunikasi antara orang tua dan anak dapat berlangsung dengan baik. dan menghindar-mengalihkan . Remaja pada dasarnya membutuhkan dukungan dalam mengatasi berbagai problemnya.

perhatian-menertawakan merupakan hal-hal yang dapat menyebabkan terputusnya komunikasi. dan mendorongnya untuk bercerita. . 4. merasa tidak dimengerti. benci dan marah. menyerang-berdebat. memberikan feedback bagi orangtua dan anak. 2. Berilah perhatian sepenuhnya pada ceritanya dan tataplah langsung di matanya agar Ia mengetahui bahwa kita benar-benar siap memperhatikan ceritanya. Re-statement. Bantu anak mendefinisikan perasaan 6. Menggali perasaan dan pendapat anak akan masalah yang sedang dihadapi. Fokuskan perhatian pada anak. Lalu seperti apa komunikasi yang sebaiknya dibangun antara orang tua dan anak? Di bawah ini ada beberapa poin yang dapat dijadikan pertimbangan orang tua maupun guru dalam membangun komunikasi dengan remaja. Mendengar aktif. 3. merasa bersalah. mempertahankan diri. Respon di atas dapat membuat anak menghentikan pembicaraaan. 5. hingga sang pendengar dapat memahami sepenuhnya kompleksitas emosi dan pikiran orang yang sedang berbicara. apakah kita benar-benar telah memahami apa yang diceritakan atau apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh anak. Membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semakin memahami kejadian yang dialami serta tindakan yang harus mereka lakukan sebagai pemecahannya. merasa perasaan-perasaannya tidak dibenarkan dan merasa sedang diinterogasi. Seni mendengarkan yang membutuhkan totalitas perhatian dan keinginan mendengarkan. merasa diperlakukan seperti anak kecil. mengulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian. Bertanya. 1. Pola ini. merasa rendah diri.

sebagai salah satu komponen dari lembaga tersebut. Konsep komunikasi yang baik dan efektif akan membantu siswa untuk mengenali jati dirinya dan mengambil keputusan dalam hidupnya. dan mereka akan berusaha keras menyesuaikan diri dengan trend dan gaya hidup teman-teman mereka. khususnya teman sebaya mereka. Cenderung memisahkan diri dari kegiatan bersama orang tua dan bersikap lebih mandiri. Sehingga pantas menjadi calon pemimpin dimasa yang akan datang. memungkinkan keduanya saling mengerti dan membuat orangtua dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh anak.7. Menunggu redanya emosi anak dan mengajak berpikir positif 10. dimana guru berperan sebagai orang tua dan siswa berperan sebagai anak. dan bertanggung jawab. Remaja yang beranjak dewasa kerap kali menunjukkan perubahan yang cukup dramatis saat berada disekitar orang tua mereka. bermoral. jalur komunikasi dua arah terbuka lebar antara orangtua dan anak. Dengan mendengar dan didengar. Konsep komunikasi ini juga dapat diaplikasikan di sekolah. Evaluasi Diri. Mendorong semangat anak untuk bercerita 8. Pada saat yang sama. mereka mulai memperhatikan bagaimana orang lain memandang mereka. seharusnya bukan hanya menitik beratkan pada transfer ilmu kepada siswanya tetapi juga harus bisa . Mendorong anak mengambil keputusan yang tepat 9. Peranan guru dalam mengatasi kenakalan Pelajar Sekolah sebagai lembaga pencetak generasi penerus bangsa. Pendampingan yang cukup terhadap remaja dengan disertai komunikasi yang efektif dari orang tua dan guru diharapkan dapat menghindarkan remaja dari masalah yang dihadapi. seharusnya dapat membuat generasi yang berkepribadian baik. Dan guru.

guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa. Motivator. Mediator. guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan.membentuk karakter siswa yang jauh dari hal-hal negatif. silabus. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar. g. Director. guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif. b. c. i. Sehingga diharapkan peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. guru sebagai pengelola kegiatan akademik. h. d. Organisator. menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar. guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar. Evaluator. sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak. Informator. jadwal pelajaran dan lain-lain. Transmitter. Fasilitator. sehingga pantas menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang. guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. studi lapangan. f. Oleh karena itu . guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. yaitu: a. dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum. e. laboratorium. guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya. Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru. bukan membentuk generasi ³rusak´ yang penuh dengan kenakalannya. Inisiator.

Adanya motivasi dari keluarga. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. guru. 5. 4. 2. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis.tingkah laku pendidik baik guru. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. bangsa dan Negara. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja: 1. 3. dan nyaman bagi remaja. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul. teman sebaya untuk melakukan point pertama. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. komunikatif. .

Diakses dari www. Boston: McGraw-Hill Companies. Profesional School Counseling. Olds. R. No. (2006). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.match. 317. P. & Fealdman (2001). J. (2007). Diakses dari www. . Alexandria: Feb 2007. (1989). PsikologiPperkembangan: Anak dan Remaja.DAFTAR PUSTAKA Choate. Diakses melalui http://ezproxy.e-psikologi. Pada tanggal 7 November 2010 Mitos-mitos Seputar ³Gak Bakal Hamil´. (2000). Human Developmen. D.com. S. . S. & Haditono.edu/menu pada 7 Novembar 2010 Fagan.sagepub. Sage Publication diakses melalui http://tfj. Hurlock. E. R. Jakarta: BPK. A. Mongks. Knoers. W.14. Counseling Adolescent Girls for Body Image Resilience: Strategi for School Counselors. Komunikasi efektif orang tua dan anak. 10. Counseling and Treating Adolescents with Alcohol and Other Substance Use Problems and their Family. E. M. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. pg. R. L. Muss. . . S. Psikolgi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Terjemahan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo).B. Vol. Gunung Mulia.com pada tanggal 07 November 2010. Vol. The Family Journal: Counseling therapy For Couples and Families. . Iss.H. 10 pgs.326-333. 3.com/cgi/reprint/14/4/326 pada 7 November 2010 Gunarsa.4. F. Jakarta : Penerbit Erlangga. (1991).perempuan.

Karakteristik dan Permasalahannya. Jakarta: Penerbit Erlangga. Setiono.e-psikologi. W. (2001). (2002). Terjemahan. (2004).epsikologi.netsains.com pada tanggal 7 November 2010.F. Mencemaskan Penampilan. Diakses dari www.com.com pada tanggal 7 November 2010.com pada tanggal 7 November 2010. Adolescence (Perkembangan Remaja). (2002).H. More than Just The Blues: Understanding Serious Teenage Problems. Diakses dari www. Beberapa Permasalahan Remaja.Psikologi Remaja. L. Rini. J. J. Diakses dari e-psikologi. J. (2003). R. Tambunan. . Sydney: Simon & Schuster. Santrok. Diakses dari www. Pada tanggal 7 November 2010 Rey.

Kelompok III FENOMENA SOSIAL REMAJA Rachmad Ramadhan N Muhammad Akbar Juniati P Nur Ainun A Rezki Anggraini JURUSAN MATEMATIKA BILINGUAL FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful