ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA KOPERASI MAHASISWA STEMBI (KOPMA STEMBI

)
BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 (1) Badan usaha ini bernama: “Koperasi Mahasiswa STIE-STEMBI”dengan nama singkatan: “KOPMA STEMBI.” (2) Koperasi berkedudukan Kelurahan Kecamatan Kotamadya Propinsi : Burangrang : Lengkong : Bandung : Jawa Barat BAB II LANDASAN, AZAS DAN PRINSIP pasal 2 (1) Koperasi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. (2) Koperasi berazaskan kekeluargaan. (3) Koperasi melaksanakan prinsip sebagai berikut: a. Keangggotaan bersifat sukarela dan terbuka. b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal e. Kemandirian. f. Pendidikan Perkoperasian. g. Kerjasama antar koperasi.

BAB III FUNGSI DAN PERAN Pasal 3 (1) Koperasi berfungsi untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota khususnya dan mahasiswa pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial. (2) Koperasi berperan: a. Secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan anggota dan mahasiswa. b. Memperkokoh perekonomian anggota sebagai dasar kekuatan ketahanan perekonomian nasional dan koperasi sebagai sokogurunya. c. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan. BAB IV MAKSUD DAN TUJUAN SERTA USAHA Pasal 4 (1) Maksud dan tujuan koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota pada khususnya dan mahasiswa pada umumnya serta ikut membanguan tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. (2) Untuk mencapai tujuan, maka koperasi menyelenggarakan usaha sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. Perdagangan Umum Industri Kerajinan produksi Fhoto Copy, Percetakan, Studio Photo Rental Komputer & Warnet. Wartel Jasa Konsultan Bisnis Kerjasama dengan pihak ketiga Pemerintah, BUMN,BUMD,

Swasta dan Koperasi lainnya.

BAB IV KEANGGOTAAN pasal 5 (1) Anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa. (2) Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan. (3) Yang dapat diterima menjadi anggota koperasi ini adalah warga negara Indonesia yang memenuhi beberapa syarat: a. b. c. Seluruh mahasiswa STIE-STEMBI Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok Telah menyetujui isi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan

dan simpanan wajib sebagimana diatur dalam anggaran dasar ini. peraturan-peraturan perkoperasian yang berlaku. (4) Setiap anggota mempunyai kewajiban: a. b. c. koperasi. d. e. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan azas Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam kekeluargaan. anggaran dasar (5) Setiap anggota mempunyai hak: a. anggota. b. c. d. e. Memilih dan/atau dipilih menjadi anggota pengurus atau pengawas. Meminta diadakannya rapat anggota menurut ketentuan yang diatur Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus diluar rapat Mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota. Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam rapat Mematuhi anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan keputusanMembayar simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lainnya Berpartisipasi dalam kegaitan usaha yang diselenggarakan oleh keputusan rapat anggota. yang diputuskan oleh rapat anggota.

dalam anggaran dasar ini. anggota baik diminta maupun tidak diminta.

(9) Berakhirnya kenggotaan mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota. (7) Seseorang yang akan masuk menjadi anggota koperasi harus: a. (11) Seseorang yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan rapat anggota berikutnya yang terdekat. (10) Permintaan berhenti sebagai anggota harus diajukan secara tertulis kepada pengurus. (8) Keanggotaan berakhir. Meminta berhenti atas permintaan sendiri. . Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi syarat Diberhentikan oleh pengurus karena tidak mengindahkan keanggotaan. b. koperasi dibubarkan baik atas kehendak anggota maupun kehendak pejabat yang didasari atas hukum yang beraku. Mendapatkan bagian sisa hasil usaha sesuai dengan jasa masigMendapatkan bagian sisa hasil penyelesaian pembubaran. Meninggal dunia. h. d. bilamana anggota: a. kewajibannya sebagai anggota.f. Meminta keterangan mengenai perkembangan kopeasi. koperasi dapat Keanggotaan luar biasa tidak dapat dipindahtangankan. Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada penggurus. Pasal 6 (1) (2) Disamping anggota dimaksud dalam pasal 5. bilamana pengurus menolak permohonan dimaksud pada huruf (a) maka yang berkepentingan dapat meminta pertimbangan pada rapat anggota berikutnya yang terdekat. apabila masing anggota terhadap koperasi. atau berbuat sesuatu yang merugikan koperasi. g. c. (6) Keanggotaan koperasi mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota. menerima anggota luar biasa. b. Dalam waktu yang telah ditentukan pengurus harus memberi jawaban apakah permohonan itu diterima atau ditolak.

(3) a. f. masing-masing anggota luar biasa terhadap koperasi. menyatakan pendapat dalam rapat anggota. d. anggaran rumah tangga dan Membayar simpanan dan pokok. c. (6) (7) a. e. dan peraturan-peraturan perkoperasian yang berlaku. c. Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus Mendapatkan pelayanan yang sama antar sesama anggota. simpanan lainnya yang diputuskan oleh koperasi. (4) a. . (5) diluar rapat anggota baik diminta maupun tidak diminta. Menghadiri. Meminta keterangan mengenai perkembangan koperasi. d. Kenggotaan luar biasa mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan Seseorang yang akan masuk menjadi anggota luar biasa harus: Mengajukan surat permohonan secara tertulis kepada dengan catatan dalam daftar anggota luar biasa. Tidak mempunyai hak dipilih menjadi anggaran dasar ini. Menanggung kerugian sesuai dengan ketentuan dalam Setiap anggota luar biasa mempunyai hak: a. Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi Telah menyetujui isi anggran dasar. simpanan pokok dan simpanan wajib. Mengembangkan memelihara kebersamaan berdasarkan azas kekeluargaan. Anggaran luar biasa tidak mempunyai hak suara. pengurus. b. c. anggaran rumah tangga Setiap anggota luar biasa mempunyai kewajiban: Mematuhi anggaran dasar. pengurus/pengawas. g. h. b. simpanan wajib dan keputusan rapat anggota. Mendapatkan bagian SHU sesuai dengan jasa usaha Mendapatkan bagian sisa hasil penyelesaian pembubaran. Yang dapat diterima menjadi anggota luar biasa adalah: Seluruh alumni STIE-STEMBI Bandung. b.

Bilamana pengurus menolak permintaan dimaksus pada huruf (a). koperasi. c.b. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak memenuhi lagi Diberhentikan oleh pengurus karena tidak mengindahkan syarat keanggotaan luar biasa. Tiap anggota mempunyai satu suara didalam rapat Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi Meninggal dunia. b. atau berbuat sesuatu yang merugikan . (4) anggota. Minta berhenti atas permintaan sendiri. dan pelaksanaan paling lambat 6 bulan setelah tahun buku lampau. kewajibannya sebagai anggota luar biasa. (8) Kenggotaan luar biasa berakhir. BAB VI RAPAT ANGGOTA Pasal 7 (1) dalam koperasi. maka yang berkepentingan dapat meminta pertimbanagn rapat anggota beriktutnya yang terdekat. bilamana anggota: a. d. (2) (3) Rapat anggota dilaksanakan paling sedikit sekali dalam Rapat anggota tahunan diselenggarakan untuk membahas satu tahun yang disebut sebagai rapat anggota tahunan. dan mengesahkan pertanggungjawaban pengurus. (11) Seseorang yang diberhentikan oleh pengurus dapat meminta pertimbangan rapat anggota berikutnya. (9) Berakhirnya kenggotaan luar biasa mulai berlaku dan hanya dapat dibuktikan dengan catatan dalam daftar anggota luar biasa. (10) Permintaan berhenti sebagai anggota luar biasa harus diajukan seara tertulis kepada pengurus.

dan bila pada rapat ke-dua tetap tidak tercapai syarat tersebut maka berlaku pada syarat-syarat seperti rapat dalam keadaan luar biasa. (2) Jika rapat anggota tidak dapat berlangsung karena tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) maka rapat ditunda untuk paling lambat 7 hari. c. (3) (4) ayat (3) pasal ini adalah: a. anggota. diadakan d.Pasal 8 (1) separuh jumah anggota. Apabila biaya untuk mengadakan rapat itu Apabila perubahan anggaran dasar harus undang-undang atau peraturan-peraturan/ketentuantidak mungkin dipkul atau sangat memberatkan koperasi. Pengurus . Dalam keadaan istimewa/luar biasa rapat syah bila Yang dimaksud keadaan yang istimewa/luar biasa dalam dihadiri 40% dari pada jumlah angggota koperasi. Atas permintaan tertulis dari minimal 1/3 jumlah Rapat anggota luar biasa dapat diselenggarakan atas Pada dasarnya rapat anggota syah bila dihadiri lebih dari . (2) kehendak: a. b. Pasal 9 (1) Selain rapat anggota tahunan sebagimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) koperasi dapat menyelenggarakan rapat anggota luar biasa apabila kedaannya mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenagnya ada pada rapat anggota. Apabila pada saat diadakan rapat anggota yang tidak boleh tidak harus diadakan demi kelancaran usaha koperasi dan/karena Apabila keadaan mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenagnya ada pada rapat anggota. b. berhubung ketentuan pelaksanaannya.

Rapat anggota dengan sistem langsung dimana dihadiri semua anggota yang mempunyai hak suara. Dengan ketentuan. Pasal 11 (1) (2) Rapat anggota berhak memeinta keterangan dan pertanggung Rapat anggota mempunyai wewenang menetapkan antara lain: jawaban pengurus serta pengawas tentang pengelolaan koperasi. c.untuk memenuhi ketentuan anggaran dasar sebagian besar anggota tidak dapat meninggalkan pekerjaan. Rencana/program kerja koperasi. kerjasama usaha dengan badan usaha lain. Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus. Untuk mencapai hal itu maka rapat anggota bisa dilaksanakan dengan dua cara yaitu: a. Penggabungan. Menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. (3) Untuk membubarakan koperasi harus diadakan rapat anggota luar biasa yang dihadiri sekurang-kurangnya ¾ daripada jumlah anggota koperasi sedangkan keputusannya harus disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir. Pasal 10 (1) Untuk merubah anggaran dasar harus diadakan rapat anggota khusus yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya ¾ dari pada jumlah anggota koperasi dan keputusannya harus disetujuai oleh sekurang-kurangnya ¾ dari jumlah suara yang hadir. Pengawas dan pembina. d. a. Pembagian sisa hasil usaha. rapat anggota syah menurut ketentuan pasal 9 ayat (3) bila dihadiri oleh 40% daripada jumlah anggota koperasi. b. . (2) Jika perubahan anggaran dasar harus diadakan berhubung dengan ketentuan-ketentuan pelaksanaannya. peleburan dan pembubaran koperasi. bahwa segala keputusan rapat anggota yang diadakan menurut ketentuan atyat (3) hanya syah bila keputusan itu menguntungkan anggota dan atau untuk menyelamatkan koperasi. (3) Dalam penyelanggaraan rapat anggoata supaya dipertimbangkan terjadinya efisiensi dan efektivitas. e.

Rapat anggota sistem perwakilan kelompok anggota. (4) (5) orang lain. syahnya quorum dan lain-lain. Pasal 12 Hari. . Pasal 13 (1) (2) (3) hak satu suara. waktu dan tempat serta acara rapat anggota harus diberitahukan terlebih dahulu kepada anggota sekurang-kurangnya tujuh hari sebelum waktunya. BAB VII PENGURUS Pasal 15 (1) a. pasal 11 ayat (2).b. tempat dan wewenang rapat anggota dimaksud pasal 7 ayat (1) dan (3). pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. tanggal. Pasal 14 (1) (2) Rapat anggota luar biasa mempunyai wewenang yang sama dengan Ketentuan-ketentuan mengenai persyaratan. untuk rapat anggota berlaku pula ketentuan tersebut untuk rapat anggota luar biasa. tata cara. pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota. Segala keputusan rapat anggota dicatat dalam sebuah daftar berita Anggota yang tidak hadir tidak dapat mewakilkan suaranya kepda acara dan ditandatangani oleh ketua dan sekretaris rapat. pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak. Keputusan rapat anggota diambil berdasarkan musyawarah untuk Apabila tidak diperoleh keputusan dengan cara musyawarah maka Dalam hal dilakukan pemungutan suara setiap anggota mempunyai mencapai mufakat. b.

Tidak perah dihukum karena melakukan perbuatan tercela. (2) Terhadap pihak ketiga maka yang berlaku sebagai anggota pengurus hanyalah mereka yang tercatat selaku itu dalam daftar pengurus. maka rapat naggota pengurus lainnya dapat mengangkat penggantinya. (5) Bilamana seseorang anggota pengurus berhenti atau meninggal dunia. d e f g h Pernah mengikuti pendidikan perkoperasian. (3) Pengurus dipilih untuk masa jabatan tiga sampai lima tahun.(2) Yang dapat dipilih menjadi pengurus ialah anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a Setia dan taat kepada pancasila dan UUD 1945 serta tidak menjadi anggota organisasi/partai terlarang. pengetahuan serta keterampilan kerja yang baik. Pasal 16 (1) Pengurus terdiri atas sekurang-kurangnya 3 orang dan sebanyak-banyaknya 6 orang. sebelum masa jabatannya habis. Sudah menjadi anggota koperasi minimal satu tahun. Pasal 17 (1) Pengurus bertugas untuk: . Akan tetapi pengangkatan itu harus disyahkan oleh rapat anggota berikutnya. (4) Anggota penggurus yang masa jabatannya telah lampau tidak dapat dipilih kembali. b c Memenuhi sifat dan prilaku yang baik didalam dan diluar koperasi. Mempunyai sifat kepemimpinan yang baik. Diutamakan anggota yang aktif. Mempunyai wawasan yang luas.

a. Pasal 18 Anggota pengurus tidak menerima gaji. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugasnya. Mengelola koperasi dan usahanya. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama Mewakili koperasi dihadapan dan diliuar pengadilan Menyelenggarakan dan memelihara buku daftar anggota. akan tetapi dapat diberikan uang jasa menurut keputusan rapat anggota Pasal 19. e. (2) Tugas pokok masing-masing anggota pengurus ditetapkan dalam peraturan khusus yang disyahkan oleh rapat anggota pengurus. (3) Untuk memudahkan bertindak terhadap pihak ketiga pengurus dapat menguasakan pada salah seorang pengurus. h. f. Mengajukan rancangan rencana kerja dan rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi. . Menyelengarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib dan teratus. d. g. koperasi c. Menyelengarakan rapat anggota. daftar pengurus dan memelihara buku daftar anggota. (1) Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya dalam daftar anggota tentang masuk dan berhentinya anggota. b.

. Pasal 20 (1) Pengurus diwajibkan agar setiap kejadian penting dicatat sebagaimana mestinya. Pasal 21 (1) Pangurus wajib memberikan laporan kepada pemerintah tentang keadaan serta perkembangan organisasi dan usaha koperasi sekurang-kurangnya 6 bulan sekali. anggaran rumah tangga . (3) Pengurus diwajibkan berusaha agar ketentuan dalam anggaran dasar. peraturan khusus dan keputusan rapat anggota lainnya diketahui dan dipahami oleh anggota. dan ia diwajibkan untuk memberikan keterangan yang diperlukan serta memperlihatkan segala buku. persediaan barang. warkat. (5) Pengurus harus berusaha agar pengawasan dan/atau pemeriksaan yang dilakukan oleh pengawas.(2) Pengurus harus segera mengadakan catatan pada waktunya tentang dimulai dan berhentinya jabatan pengurus. (3) Pengurus harus berusaha agar anggota mengetahui akibat pencatatan dalam daftar anggota. Untuk itu guna melaksanakan tugasnya. (2) Pengurus diwajibkan berusaha agar segala laporan pemeriksaan koperasi dapat diketahui oleh setiap anggota. akuntan publik serta pemerintah sebagaimana diatur dalam anggaran dasar ini tidak dihambat baik oleh aanggota pengurus maupun pengelola koperasi. alat-alat perlengkapan dan uang yang ada pada koperasi. (2) Pengurus wajib memmberitahukan pada anggota tiap kejadian penting yang mempengaruhi ljalannya koperasi. (4) Setiap anggota pengurus harus memberikan bantuan keada pengawas dan pemeriksa yang diberi tugas. pengawas dan pemerintah.

. (2) Pengurus berhak: Menerima imbalan jasa sesuai dengan keputusan rapat angota. anggaran rumah tangga. sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan keputusan rapat anggota. maka karena itu mereka bersama nmenaggung kerugian tadi untuk seluruhnya. peraturan khusus dan keutusan rapat anggota. (5) Pengurus harus melaksanakan segala ketentuan dalam anggaran dasar. peraturan khusus dan keputusan rapat anggota.(4) Pengurus diwajibkan untuk memelihara kerukunan diantara para anggota dan mencegah hal yang menyebabkan timbulnya perselisihan paham.Untuk menggunakan fasilitas. Pasal 22 (1) Penggurus menangung kerugian yang diderita koperasi sebagai akibat kelalaiannya dalam melaksanakan tugas kewajibannya. pengurus. (3) Pengurus tidak menanggung kewajiban yang diderita oleh koperasi karena bukan akibat kelalaiannya dan atau akibat bencana alam. Pasal 23 (1) Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya pengurus berwenang a. akan teapi anggota penggurus bebas dari tanggungannya jika ia dapat membuktikan bahwa kerugian tadi bukan karena kesalahannya serta ia telah berusaha dengan segera dan secukupnya untuk mencegah kelalaian tadi. (2) Jika kelalaian itu mengenai sesuatu yang termasuk pekerjaan beberapa anggota. b. Menerima bagian sisa hasil uasaha sesuai dengan keputusan rapat anggota. (6) Pengurus harus melaksanakan segala ketentuan dalam anggaran dasar. Mewakili koperasi didalam dan diluar pengadilan. anggaran rumah tangga.

(4) Pengawas dipilih untuk masa jabatan 3 tahun. (5) Pengawas bertugas untuk: a. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya dan disampaikan pengolahan kopersai sekurang-kurangnya 3 bulan sekali. menjadi Memahami pengetahuan tantang perkoperasian atau pernah mengikuti pendidikan serta penataran Mempunyai wawasan yang luas. pengetahuan serta keterampilan kerja yang baik terutama dibidang Mempunyai sifat dan (6) Pengawas sebanyak-banyaknya 3 orang. b. Tdak pernah dihukum Setia Sudah dan taat kepada anggota Pancasila dan UUD 1945 serta tidak menjadi anggota organisasi/partai terlarang. kepada pengurus dengan tembusan kepada pemerintah. pengawasan dadministrasi keuangan. d. karena melakukan perbuatan tercela. prilaku yang baik. e. koperasi minimal 1 tahun . (2) Pengawas bertanggung jawab kepada rapat anggota. didalam maupun diluar koperasi.BAB VIII PENGAWAS Pasal 24 (1) Pengawas dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota. b. (3) Yang dapat dipilih menjadi pengawas adalah anggota yang memenuhi syarat sebagai berikut: a. f. terdiri dari Ketua . perkoperasian. c.

uang serta bukti-bukti lainnya yang ada pada koperasi. Pasal 26 (1) Dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya pengawas berwenang untuk menggunakan fasilitas. BAB IX PENGELOLA USAHA Pasal 29 . barang-barang. berkas. (2) Untuk kepentingan koperasi dan atas permintaan pengawas. sarana maupun dana yang tersedia sesuai dengan keputusan rapat anggota. (2) Dalam melaksanakan fngsi dan tugasnya pengawas berwenang untuk meneliti segala catatan. pengurus dapat meminta jasa audit intern pada akuntan publik atau koperasi jasa audit setelah mendapat persetujuan rapat anggota. Pasal 28 (1) Pengawas sebagai Auditor intern koperasi mempunyai kewajiban meklaksanakan pemeriksaan kekayaan koperasi pada khususnya dan pengawasan ketatalaksanaan koperasi pada umumnya. akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan rapat anggota. maka mereka yang melakukan pengawasan dan/atau pemeriksaan atas koperasi dan juga Dewan penasehat diharuskan merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan koperasi yang didapatnya dalam melakukan tugasnya.Sekretaris Anggota Pasal 25 Pengawas tidak menerima gaji. Pasal 27 Terhadap pihak ketiga.

(3) Hubungan antar pengelola usaha dengan pengurus merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan. wewenang. (4) Pengelola diangkat oleh pengurus sesuai kebutuhan dengan memperhatikan dasar/pertimbangan pengawas. (2) Rapat anggota dapat mengangkat orang bukan anggota yang mempunyai keahlian sesuai dengan kepentingan koperasi untuk menjadi dewan penasehat. (5) Prosedur pengangkatan pengelola usaha diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) dan atau peraturan khusus.(1) Untuk mengelola usaha yang diselenggarakan oleh koperasi pengurus dapat mengangkat pengelola usaha. (5) Dewan Penasehat dapat memberi saran atau pendapat kepada pengurus untuk kemajuan koperasi baik diminta maupun tidak diminta. BAB X DEWAN PENASEHAT Pasal 30 (1) Untuk kepentingan kopersai rapat anggota dapat mengangkat dewan penasehat. Tanggung jawab. gaji serta pendapatan lainnya atas pengelola usaha ditetapkan dalam satu kontrak kerja. BAB XI PEMBUKUAN KOPERASI Pasal 31 (1) Tahun buku koperasi mulai dari tanggal 1 januari sampai dengan 31 Desember. (4) Anggota-anggota Dewan Penasehat tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota maupun Rapat Pengurus. (3) Anggota Dewan Penasehat tidak menerima gaji. akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. (2) Tugas. . (6) Terhadap pihak ketiga Dewan Penasihat diharuskan merahasiakan segala sesuatu tentang keadaan koperasi.

(c) Bagi pihak ketiga untuk menelaah /memeriksa catatan pembukuan. (5) Koperasi dapat melakukan kebijaksanaan pembukuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BAB XIII MODAL BADAN USAHA KOPERASI Pasal 33 (1) Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. catatancatatan dan perhitungan keuanganserta laporan pemeriksaan tanpa biaya. (3) Koperasi wajib pada setiap tutup buku mengadakan perhitungan laba/rugi. (6) Apabila salah seorang pengurus tidak menadatangani laporan tahunan tersebut. dan untuk mendapatkan salinanya atau petikannya dengan membayarongkos menyalin seperlunya. anggota pengurus yang bersangkutan memberikan penjelasan alasannya secara tertulis. perhitungan keuangan serta laporan pemeriksaan untuk mendapat salinannya harus mendapat persetujuan dari pemerintah atau pembina koperasi.(2) Koperasi wajib menyelenggarakan pembukuan tentang badan usahanya. . BAB XII KEADAAN KOPERASI TIDAK DIRAHASIAKAN Pasal 32 Pada waktu kantor buka maka pengurus harus memberi kesempatan kepada : (a) Setiap orang untuk menelaah Akta Pendirian dan akta perubahan tanpa biaya. (4) Laporan keuangan koperasi harus ditandatangani oleh semua pengurus. dan untuk memdapatkan salinanya atau petikannya dengan membayar ongkos menyalin seperlunya. (b) Setiap anggota dan pejabat instansi yang berwenang untuk menelaah buku.

Simpanan Wajib Sejumlah Rp.500/bulan .Simpanan pokok sejumlah Rp. . BAB XIV SIMPANAN ANGGOTA Pasal 35 Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada koperasi : .000/ selama menjadi anggota. 1000 (3) Modal Pinjaman dapat berasal dari : (1) Uang Simpanan Pokok harus dibayar sekaligus . . Penerbitan Obligasi dan surat hutang lainnya.(2) Modal Sendiri dapat bersal dari : a b c d e a b c d e Simpanan pokok Simpanan wajib Dana Cadangan Hibah SHU yang belum dibagi Anggota Koperasi lain Bank dan lembaga keuangan lainnya.10. Pasal 34 Selain modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 koperasi dapat pula melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan . Sumber lainnya yang sah.Simpanan Sukarela Minimal Rp.1. (2) Setiap anggota harus menyimpan atas namanya pada koperasi simpanan wajib merupakan suatu tagihan atas koperasi sebesar jumlahnya ditetapkan dalam rapat anggota.

25% untuk dana cadangan b.(3) Pada waktu keanggotaan diakhiri simpanan pokok dan simpanan wajib merupakan suatu tagihan atas koperasi sebesar jumlah secara komulatif. dibagi sebagai berikut : a. 45% untuk anggota sebanding dengan jasanya dalam koperasi( transaksi usaha dan partisipasi modal) c. (4) Setiap anggota digiatkan untuk menyimpan dalam bentuk uang atau jenis lainnya atas dasar keputusan rapat anggota. Pasal 36 (1) Uang simpanan pokok dan simpanan wajib tidak dapat diminta kembali selama anggota belum berhenti sebagai anggota. jika perlu dikurangi dengan bagian tanggungan kerugian. (2) Uang simpanan dalam menurut perjanjian. BAB XV SISA HASIL USAHA Pasal 38 (1) Sisa hasil usaha koperasi merupakan pendapatan yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya. 15% untuk dana pengurus dan pengawas d. (2) Sisa hasil usaha yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan terkait langsung dengan usaha anggota. 10% untuk dana kesejahteraan karyawan betuk /jenis lainnya selain simpanan pokok dan simpananwajib dapat diminta kembali sesuai dengan keputusan Rapat Anggota atau . penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan. Pasal 37 Apabila keanggotaan berakhir menurut pasal 5 ayat (8) dan pasal 6 ayat (8) maka uang simpanan pokok dan simpanan wajib setelah dipotong dengan biaya tanggungan yang ditetapkan dikembalikan kepada yang berhak dengan segera dan selambat-lambatnya satu bulan kemudian.

b. BAB XVII PEMBUBARAN DAN PENYELESAIAN Pasal 40 Pembubaran koperasi dapat dilakukan berdasarkan : a. maka sekalian anggota diwajibkan menanggung kerugian masing-masing terbatas pada simpanan pokok dan simpanan wajib yang seharusnya telah disetor oleh anggota yang bersangkutan pada koperasi serta modal penyertaan yang dimiliki. Pasal 41 (1) Dengan memperhatikan pasal 9 ayat (3) JO. (2) Rapat anggota dapat memutuskan untuk penggunaan paling tinggi 75% dari jumlah cadangan untuk perluasan usaha .e. (3) Sekurang-kurangnya 25% dari uang cadangan harus disimpan dengan bersipat giro pada bank pemerintah. Keputusan Rapat Anggota Keputusan Pemerintah . maka rapat anggota luar biasa dapat mengambil keputusan untuk membubarkan koperasi . 5% untuk dana sosial (1) Uang cadangan adalah kekayaan koperasi yang disediakan untuk menutupi kerugian sehingga tidak boleh dibagikan diantara anggota . (3) Bilamana kerugian tersebut dalam ayat (2) tidak dapat dipenuhi maka rapat anggota dapat memutuskan untuk membebankan bagian kerugian yang belum terpenuhi ditutup atau diperhitungkan dengan sisa hasil usaha tahun–tahun yang akan datang. (2) Kerugian yang diderita oleh koperasi pada akhir suatu tahun buku ditutup dengan cadangan .Pasal (8) Anggaran dasar ini. BAB XVI TANGGUNGAN ANGGOTA Pasal 39 (1) Bilamana koperasi dibubarkan dan pada penyelesaiannya ternyata bahwa kekayaan koperasi tidak mencukupi untuk melunasi segala perjanjian dan kewajibannya.

Pasal 43 Untuk kepentingan kreditor dan para anggota koperasi.(2) Keputusan pembubaran koperasi dimaksud diberitahukan kepada kreditor dan pemerintah/pejabat. Terdapat bukti-bukti bahwa koperasi yang bersangkutan tidak memenuhi Kegiatannya bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan . . wewenang dan kewajiban sebagai berikut : a. b.“ ketentuan undang-undang perkoperasian atau anggaran dasar ini. Pasal 45 Penyelesaian mempunyai hak. (2) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan rapat anggota penyelesai ditunjuk oleh rapat anggota. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama “koperasi dalam penyelesaian”. c. Kelangsungan hidupnya tidak dapat lagi diharapkan. terdapat pembubaran koperasi dilakukan penyelesaian pembubaran yang selanjutnya disebut penyelesaian. Pasal 42 Keputusan pembubaran koperasi oleh pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal(40) hurup (b) dilakukan apabila : a. penyelesai ditunjuk pemerintah dan bertanggungjawab kepada pemerintah . Pasal 44 (1) Penyelesaian dilakukan oleh penyelesai pembubaran yang selanjutnya disebut tim penyelesai. (3) Selama pemberitahuan keputusan pembubaran koperasi belum berlaku baginya. dan bertanggungjawab kepada kuasa rapat anggota. (4) Selama dalam proses penyelesaian koperasi tersebut tetap ada dengan sebutan “ koperasi dalam penyelesaian. (3) Untuk penyelesaian berdasarkan keputusan pemerintah.

f. menyelesaikan sisa kewajiban koperasi. anggota. BAB XX . dan pembayaran yang didahulukan dari hutang lainnya. g.b. d. (2) Pemerintah memberikan bimbingan. Menetapkan dan melaksanakan segala kewajiban Menggunakan sisa kekayaan koperasi untuk Membagikan sisa hasil penyelesaian kepada Membuat berita acara penyelesaian BAB XVIII JANGKA WAKTU Pasal 46 Koperasi didirikan sejak akta pendirian /perubahan disyahkan oleh pemerintah untuk jangka waktu tidak terbatas. catatan-catatan serta arsip koperasi. c. diperlukan . e. Mengumpulkan segala keterangan yang Memanggil anggota dan bekas anggota tertentu. kemudahan dan perlindungan kepada koperasi. BAB XIX PEMBINAAN Pasal 47 (1) Pemerintah menciptakan dan mengembangkan iklim serta kondisi yang mendorong pertumbuhan dan pemasyarakatan koperasi . memeriksa dan menggunakan pengurus serta pengawas baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Memperoleh. h.

dan tidah boleh bertentangan dengan anggaran dasar ini. c. .SANKSI-SANKSI Pasal 48 (1) Setiap anggota yang melanggar pasal 5 ayat (4) huruf b dan c dikenai sanksi sebagai berikut : a. yang memuat peratuaran pelaksanaannya daripada ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar ini. Tidak berpartisipasi dalam kegiatan usaha selama satu tahun buku dikenakan sansi secara bertahap mulai dari peringatan. scorsing dan pemberhentian dengan hormat. dikenakan sanksi secara bertahap mulai dari peringatan scorrsing dan pemberhentian tidak dengan hormat. (5) Bilamana pengelola usaha / manajer dalam menjalankan kewajibannya sebagai manajer melanggar aturan yang berlaku maka manajer akan dikenakan sanksi. skorsing dan pemberhentian dengan hormat.(21) Anggaran dasar ini (3) Rapat anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan pengawas yang tidak melaksanakan pasal 24 ayat(5) anggaran dasar ini. yang diatur lebih lanjut dalam anggaran rumah tangga. (2) Rapat anggota dapat memutuskan untuk memberhentikan pengurus yang tidak melaksanakan pasal 17 ayat (1) pasal (19) pasal (20) . b. Tidak melaksanakan kewajiban dalam transaksi usaha . Tidak membayar simpanan wajib dan simpanan lainnya secara bertahap dari peringatan pertama kedua dan ketiga. (4) Sanksi-sanksi yang terdapat dalam ayat 1. BAB XXI ANGGARAN RUMAH TANGGA DAN PERATURAN KHUSUS Pasal 49 Rapat Anggota menetapkan Anggaran Rumah Tangga dan atau peraturan khusus. 2 dan 3 tidak menutup kemungkinan adanya penuntutan oleh koperasi sesuai dengan hukum yang berlaku.

2. Satu Diantaranya Bermaterai. 3. 4. Bersama ini kami mengajukan permohonan agar koperasi kami dicatat dan diteruskan kepada pejabat yang berwenang untuk mendapat pengakuan sebagai badan hukum.25 tahun 1992 bersama ini kami lampirkan: 1. Dua Petikan Berita Acara. Sesuai dengan ketentuan dari Undang-Undang No. Dua Lembar Daftar Hadir. Pengurus Koperasi: Ketua Sekretaris : 01/kopma/I/02 : lima berkas Bandung. Dua Lembar Neraca Permulaan/Neraca Percobaan. koperasi kami diakui sebagai badan hukum. Kandep Koperasi dan PK & M Kota Bandung Di Tempat Dengan hormat.PERMOHONAN BADAN HUKUM Koperasi Mahasiswa STEMBI Nomor Lampiran Kepada yth. Ka. Demikianlah kiranya mendapat perhatian saudara. 5. Sesuai dengan ketentuan UU No. Dua Lembar Daftar Susunan Pengurus. Dua Rangkap Akta Pendirian. 18 Juni 2002 ( Ade Sapujagat ) ( Didi Mulyadi ) .25 Tahun 1992 tentang “Perkoperasian” maka kami mengharap agar dalam waktu selambat-lambatnya tiga bulan terhitung dari tanggal penerimaan surat ini oleh saudara.

Mengesahkan anggaran dasar.00 sampai dengan jam 15.PETIKAN BERITA ACARA (Pengesahan Anggaran Dasar) Rapat Pembentukan KOPERASI MAHASISWA STEMBI (KOPMA STEMBI) Jl. Memberi kuasa pada orang-orang tersebut diatas untuk memaraf kesalahan dalam akta pendirian. yang semuanya telah menyatakan menjadi anggota koperasi. Menunjuk orang-orang tersebut dibawah ini untuk menandatangani akta pendirian a. 2. c. 26 Waktu: Enam jam Hari / Tanggal : Rabu /15 Mei 2002 Dari jam 09. 4. Hadir dalam rapat 26 Orang. 18 Juni 2002 Pengurus Koperasi Ketua sekretaris ( Ade Sapujagat ) ( Didi Mulyadi) . 3. Buah Batu No.00 Wib. Menetapkan nama dan alamat kopersai tersebut sbb: Koperasi : Koperasi Mahasiswa STEMBI (KOPMA STEMBI) Jalan : Jalan Buah Batu no 26 Bandung Kelurahan : Burangrang Kecamatan: Lengkong Bandung. b. Rapat memutuskan : 1.

DAFTAR HADIR RAPAT PEMBENTUKAN Tanggal : No Nama Alamat Tanda Tangan NERACA AWAL No Uraian Jumlah No Uraian jumlah .

1 2 3 Kas Bank Inventaris Jumlah 1 2 3 Simp. Ketua Bendahara ( ) ( ) SUSUNAN PENGURUS DAN PENGAWAS PENGURUS : 1.Pokok Simp. Ketua : Ade Sapujagat 2.Wajib Pinjaman Jumlah Bandung. Sekretaris : Didi Mulyadi .

Ketua : Kuswandi 2. H. Samsudin 23 Bandung : Deni Bustomi Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 . Bendahara : Nia Kurniati PENGAWAS : 1.3. Sekretaris : Nur Ali 3. Bendahara : Oktarini Sri Susanti ----------------------- Daftar Anggota Koperasi 1. Nama : Abdul Rohman : Jl. Nama Alamat 2.

Dewi Sartika Bandung : Iman Budiman : Kali Jati 7 Antapani Bandung Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 11. Sukarsah no 3 Bandung : Kuswandi : Perum Permata Hijau III blok G no 38 Bandung : Asep Budiman : Jl. Kotabaru VII no 1 Bandung : Supriyanto : Jl. Bale Endah Bandung Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 . Kancra dalam I Bandung : Sofi Muarif : Jl. Nama Alamat 5. Nama Alamat 7. Nama Alamat : Ujang Sukarta : Jl. Nama Alamat 10. Akiel no 26 Bandung : Ade Sapujagat : Jl. Nama Alamat 8. Nama Alamat 6. Nama Alamat 12. Nama Alamat : Jl. Nama Alamat 9. Nama Alamat 4. Kancra dalam I Bandung : Hendi Afrizal : Jl. Kancra dalam I Bandung : Didi Mulyadi : Jl.Alamat 3. Wastu Kencana Bandung : Nur Ali : Jl. R.

Nama Alamat 22. Nama Alamat : Heri Herdiansya : Jl.Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 13. Majalaya Bandung : R. Nama Alamat : Iis Rosmawar : Jl. Leuwi Dulang. Nama Alamat 19. Nama Alamat 17. Ujung Berung Bandung : Imam Budi Santoso : : Yulia : Jl. Ane M : Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 . Majalaya no 23 Bandung : Marea Nostalgia : Jl. Banjaran Bandung : Mevi Puji R : Jl. Nama Alamat 18. Nama Alamat 15. Nama Alamat 16. Dayeuh Kolot Bandung : Ratna Cahyani : Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswa angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘00 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘00 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘00 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘00 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ’99 21. Nama Alamat 14. PSM Kiara Condong Bandung : Siti Maryani : Jl. Nama Alamat 20. Kota Baru Bandung : Yuli Maryani : Jl.

Nama Alamat 27. Seke Mirung Bandung : Nendah : Jl. Bandung : Sri Kumalasari : Jl. Nama Alamat 26. Nama Alamat 29. Cimahi Bandung : Oktarini Sri Susanti : Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 . Nama Alamat : Nia Kurniati : Majalaya Bandung : Novalinda Veronika : : Anita Tresnawati : : Renny Anggraeni : Jl. Nama Alamat 30. Suryani dalam Bandung : Listia Hendayani : : Dewi Heryani : Kopo Sayati Bandung Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ’99 31. Cidahu. Nama Alamat : Nia Ciptasari : Jl.Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 23. Riung Bandung. Nama Alamat 28. Nama Alamat 32. Nama Alamat 24. Nama Alamat 25.

Karapitan blk UNLA Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ‘99 KANTOR DEPARTEMEN KOPERASI.Pekerjaan : Mahasiswi angkatan ’00 33. Nama Alamat : Sariningsih : Jl. PENGUSAHA KECIL DAN TERDAFTAR TANGGAL MENENGAH KOTAMADYA BANDUNG : : DENGAN NOMOR : TANDA TANGAN : AKTA PENDIRIAN DI KOTAMADYA BANDUNG .

Nama Alamat Pekerjaan Jabatan dalam koperasi Nama Alamat Pekerjaan Jabatan dalam koperasi : : : : Sekretaris. Menyatakan mendirikan koperasi dan menandatangani anggaran dasar koperasi yang isinya sebagai berikut: (lampiran anggaran dasar) . : : : : Bendahara. dan untuk pertama kalinya menjadi pengurus: Nama : Alamat : Pekerjaan : Jabatan dalam koperasi : Ketua.Yang bertanda tangan dibawah ini kami atas kuasa rapat pembentukan koperasi yang diselenggarakan pada tanggal tahun ditunjuk oleh pendiri selaku kuasa pendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful