P. 1
Pemisahan Anion dan Kation

Pemisahan Anion dan Kation

|Views: 5,071|Likes:
Published by Siti Aisyah
Arsip saya untuk kenang-kenangan pernah belajar di Lab Analisis Jenis Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBo) saat masih kelas 12.

Makalah ini dibikin selama kurang lebih 2 minggu buat jadi tiket masuk ujian semester dan biaya pembuatannya cukup menguras kantong pelajar karena tebal bukunya yang melebihi tebal makalah rata-rata -,-a
Arsip saya untuk kenang-kenangan pernah belajar di Lab Analisis Jenis Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBo) saat masih kelas 12.

Makalah ini dibikin selama kurang lebih 2 minggu buat jadi tiket masuk ujian semester dan biaya pembuatannya cukup menguras kantong pelajar karena tebal bukunya yang melebihi tebal makalah rata-rata -,-a

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Siti Aisyah on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

Kelarutan

Reaksi Anion Sulfat dengan Berbagai

Kation

Barium Khlorida

Timbal Asetat

Perak Nitrat

Uji Natrium Rodizonat

Uji Kalium Permanganat Barium Sulfat

Merkurium (II) Nitrat

Benzidina HidroKhlorida

Anion

48

Kelarutan

Sulfat dari barium, stronsium, dan timbal tidak larut dalam air, sulfat dari kalsium dan

merkurium (II) larut sedikit, dan kebanyakan sulfat dari logam-logam sisanya, larut.

Beberapa sulfat basa, misalnya dari merkurium, bismut, dan kromium, juga tak larut dalam

air, tetapi larut dalam asam Khlorida encer atau asam nitrat encer.

Asam sulfat adalah cairan yang tak berwarna, sepertinya minyak dan higroskopik,

denga berat jenis 1,838 g/cm3

. Asam pekatnya yang murni dan komersial, adalah suatu

campuran bertitik-didih konstan, dengan titik didih 338o

C dan mengandung asam kita-kira

98%. Cairan ini dapat bercampur dengan air dalam semua perbandingan dengan melepaskan

panas yang banyak sekali; ketika mancampurkan keduanya, asam harus selalu dituang dalam

aliran yang tipis ke dalam air (jika air yang dituangkan kepada asam maka uap akan terbentuk

dengan tiba-tiba yang akan mengangkat ke atas sedikit asam bersamanya, sehingga akan

menimbulkan bahaya dan potensi cedera).

Reaksi Anion Sulfat dengan Berbagai

Kation

Kation

Reaksi

Keterangan

Timbal / Pb

Pb2+

+ SO4

2-

(encer) PbSO4

PbSO4 + H2SO4 Pb2+

+ 2HSO-
4

PbSO4 + 4CH3COO-

[Pb(CH3COO)4]2-

+ SO4

2-

PbSO4 + 2C2H4O6

2-

[Pb(C2H4O6)2]2-

+ SO4

2-

PbSO4 + CO2-

3 PbCO3 + SO4

2-

y Terbentuk endapan putih

y Tak larut dalam H2SO4

encer berlebih

y Larut dalam H2SO4 panas

dan pekat dan larut dalam

ammonium asetat agak

pekat(6M) atau ammonium

tartrat yang agak pekat (6M)

y PbSO4 kelarutan berkurang

bila ditambahkan etanol

y Endapan membentuk timbel

karbonat dengan kalsium

kalsium karbonat

y Endapan akan larut bila

49

PbCO3 + 2H+

Pb2+

+ H2O + CO2

didekantasi dengan air panas

Merkurium/

Raksa/ Hg2

2+

dan Hg2+

2Hg + 2H2SO4 Hg2

2+

+ SO4

2-

+

SO2 + H2O

Hg + 2H2SO4 Hg2+

+ SO4

2-

+ SO2

+ H2O

y Terbentuk ion merkurium

(I)

y

Dengan H2SO4 berlebih

membentuk ion merkurium

(II)

Perak / Ag /

Ag+

2X

g + 2 H2SO4 2X

g+

+ SO4

2-

+ SO2

+ 2 H2O

y Tidak larut dalam H2SO4

encer (1M), larut dalam

H2SO4 pekat panas

Tembaga/ Cu Cu + 2H2SO4 + Cu2+

+ SO4

2-

+

SO2 + 2 H2O

Cu2+

+ SO4

2-

+ 2Y

H3 + 2H2O

Cu(OH)2 + CuSO4 + 2Y

H4+

Cu(OH)2 + CuSO4 + 8 Y

H3 2

[Cu(Y

H3)4] 2+

+ SO4

2-

+ 2OH-

y Tak larut dalam asam sulfat

encer

y Dengan

ammonium

membentuk

endapan

berwarna biru

y Dengan amoinium berlebih

membentuk

kompleks

berwarna biru tua dari

kompleks tetraaminokuprat

(II)

Arsenik (III)

/ As3+

y Dengan laruta CuSO4

bentuk endapan arsenit

hijau, sebagai CuHAsO3

dan Cu3(AsO3)2.xH2O dan

larutan netral

Stibium (III)

/ Sb

2 Sb + 3H2SO4 + 6 H+

2 Sb3+

+ 3 +

6 H2O

y Stibium larut dalam asam

sulfat

pekat

panas,

membentuk ion stibium (III)

Besi

(II)/

Fe2+

Fe2+

+ 2 CN-

Fe(CN)2

y Dengan sianida (beracun),

terbentuk endapan besi II)

berwarna

coklat

kekuningan.

50

Fe(CN)2 + 4 CN-

[Fe(CN)6]4-

y Endapan larut dalam sianida

berlebih

sebagai

heksasianoferat (II) yang

berwarna kuning muda

[Fe(CN)6]4-

+ 6H2SO4 + 6 H2O

Fe2+

+ 6 CO + 6NH4+

+ 6SO4

2-

y Bila

ion

kompleks

direaksikan dengan H2SO4

pekat, terbentuk gas CO

Aluminium /

Al3+

2

`

l + 6H2SO4 2

`

l3+

+ 3SO4

2-

+3

SO2 + 6H2O

y Logam aluminium larut

dalam H2SO4 pekat dan

bebaskan SO2

Kromium /

Cr

2 Cr + 6H2SO4 2Cr3+

+ 3SO4

2-

+3

SO2+ 6H2O

y Logam kromium larut dalam

H2SO4 pekat dan bebaskan

SO2

Mangan / Mn Mn + 2H2SO4 Mn2+

+ SO4

2-

+ SO2

+2 H2O

y Logam mangan larut dalam

H2SO4 pekat dan bebaskan

SO2

2Mn2O3 +4 H2SO4 4 Mn2+

+ O2

+

4SO4

2-

+ 4H2O

y Mangan (III) oksida melarut

dalam asam sulfat sebagain

Mn (II) melepasakan

oksigen

2MnO2 + 2H2SO4 Mn2+

+ O2+

2SO4

2-

+ 2 H2O

y Mangan (IV) melarut dan

melepaskan gas O2 bila

direaksikan dengan H2SO4

2MnO3+ 2H2SO4 2Mn2+

+ O2+

2SO4

2-

+ 2 H2O

y Mangan (VI) melarut dalam

H2SO4 pekat panas menjadi

Mn (II)

Barium / Ba

Ba2+

+ SO4

2-

BaSO4

y Ion Ba2+

membentuk

endapan putih halus yang

tak larut dalam air, hampir

tak larut dalam asam encer

51

BaSO4 + H2SO4(pekat) Ba2+

+

2HSO-
4

dan ammonium sulfat.

y Larutdalam asam sulfat

pekat dan mendidih.

BaSO4 + CO3

2-

BaCO3 + SO4

2-

y Endapan BaSO4 dengan

natrium

karbonat

membentuk endapan BaCO3

Ba2+

+ CaSO4 BaSO4

y Dengan kalsium sulfat jenuh

membetuk endapan BaSO4

putih

Kalsium / Ca

Ca2+

+ SO4

2-

CaSO4

y Dengan H2SO4

encer

membentuk endapan putih

yang

kelarutannya

berkurang bila ditambahkan

etanol

CaSO4 + H2SO4 2H+

+ [Ca(SO4)2]2-

CaSO4 + SO4

2-

[Ca(SO4)2]2-

y Endapan larut dalam H2SO4

pekat panas

y Endapan juga melarut bila

ditambahkan ammonium

sulfat 10%

Barium Khlorida

Akan membentuk endapan barium sulfat yang tak larut

dalam asam Khlorida encer panas dan dalam asam nitrat encer,

tetapi larut sedang-sedang saja dalam asam Khlorida pekat yang

mendidih.

Uji ini biasanya dilakukan dengan menambahkan reagensi

kepada larutan yang diasamkan dengan asam Khlorida encer,

52

karbonat, sulit, dan fosfat tidak diendapkan pada kondisi-kondisi ini. Asam Khlorida pekat

atau asam nitrat pekat tak boleh digunakan, karena mungkin membentuk endapan barium

Khlorida atau endapan barium nitrat, namun, endapan-endapan ini melarut setelah diencerkan

dengan air. Endapan barium sulfat ini dapat disaring dari larutan yang panas da dilebur di atas

arang dengan natrium karbonat yang kemudian akan menghasilkan natrium sulfida. Zat

tersebut dapat diekstraksi dengan air, dan ekstrak tersebut disaring ke dalam larutan natrium

nitroprusida yang baru saja dibuat, yang kemudian akan diperoleh pewarnaan ungu yang

transien (sekejap). Suatu metode lain untuk ini adalah dengan menambahkan beberapa tetes

asam Khlorida yang sangat encer kepada massa yang telah lebur itu, dan menutupinya dengan

kertas timbal asetat; akan dihasilkan suatu noda hitam timbal sulfida di atas kertas. Reaksi

yang disebut reaksi Hepar, yang kurang peka dibanding kedua uji di atas, membasahinya

dengan sedikit air; hasilnya adalah suatu nda hitam kecoklatan, perak sulfida.

q

p

p

o

p

OH

S

Ag

O

H

O

Ag

S

S

Na

S

Na

CO

BaCO

S

Na

CO

Na

C

BaSO

4

2

2

4

2

2

4

4

2

2

2

2

2

2

3

2

3

2

4

Suatu metode yang lebih efisien untuk menguraikan kebanyakan senyawa belerang

adalah dengan memanaskannya dengan natrium atau kalium, dan lalu menguji lartan dari

produk tersebut terhadap sulfida. Uji akan menjadi lebih peka, denga memanaskan zat itu

dengan kalum dalam sebuah tabung-pijar, melarutkan keburan dalam air, dan menguji

terhadap sulfida reaksi nitroprusida atau biru metilena.

Perlu untuk diperhatikan, bahwa uji-uji di atas (yang bergantung pada pembentukan

suatu sulfida), tidaklah khusus memberi hasil positif oleh suatu sulfat, tetapi juga oleh

kebanyakan senyawa belerang. Tetapi, jika yang kita pakai adalah barium sulfat yang

diendapkan dengan adanya asam Khlorida, maka reaksi ini boleh dipakai sebagai uji

pemastian terhadap sulfat.

Timbal Asetat

Akan terbentuk endapan putih timbal sulfat yang larut

dalam asam sulfat pekat panas, dalam larutan amonium

asetat dan larutan amonium tartrat dan dalam lartan natrium

hidroksida. Dalam hal yang terakhir, terbentuk natrium

53

tetrahidroksoplumbat (II). Dan setelah diasamkan dengan asam Khlorida, timbal itu

mengkristal sebagai Khloridanya. Jika suatu larutan air dari endapan ni diasamkan dengan

asam asetat, dan larutan kalium kromat ditambahkan timbal kromat yang kuning akan

mengendap.

Perak Nitrat

Akan memberikan endapan kristalin putih perak sufat dengan kelarutan 5,8 g/L pada

suhu 18o

C dari larutan pekatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->