P. 1
Artikel Minuman Soda

Artikel Minuman Soda

|Views: 164|Likes:
Published by Cam Bakalan Mupu

More info:

Published by: Cam Bakalan Mupu on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

Para Ibu yang kerap menenggak minuman ringan bersoda mengandung pemanis buatan mengalami risiko besar melahirkan

bayi prematur. Riset yang didanai oleh Uni Eropa (UE) mengungkap hubungan antara jumlah minuman yang dikonsumsi dengan kelahiran dini di antara 60 ribu wanita yang diikutkan dalam penelitian. Kini, banyak wanita mulai abai dan mengganti gula asli dalam minuman dengan pemanis buatan atas anggapan itu pilihan lebih sehat. Namun, studi menyatakan bahwa minuman berpemanis buatan, seperti aspartam, membawa bahaya bagi bayi dalam kandungan. Beberapa pakar kesehatan publik di Inggris menyarankan para calon ibu yang tengah hamil untuk menghindari makanan dan minuman mengandung bahan kimia. Memang sangat jarang terjadi kasus kelahiran dini dibawah usia kehamilan 37 minggu dalam kehamilan norman. Namun periset UE menemukan, risiko rendah itu akan meningkat 38 persen begitu sang ibu mulai sering mengonsumsi minuman soda dalam kaleng. Apabila tingkat kekerapan konsumsi minuman soda sekitar satu kaleng per hari, maka risiko akan meningkat hingga 78 persen. Namun, periset, dalam laporan yang ditulis di jurnal kesehatan, American Society for ClinicalNutrition, menyatakan risiko kehamilan tidak ada hubungan dengan minuman bergula asli. Mereka menyatakan terpaparnya ibu hamil dengan methanol, yang berada di beberapa jenis pemanis buatan, bisa jadi berperan penting mendorong kelahiran prematur. Kritikus pemanis buatan juga menyatakan methanol sudah lama dikenal sebagai racun syaraf yang dapat membentuk asam format di dalam tubuh. Ia juga dapat memicu terbentuknya formaldehida, alias formalin, bahan kimia untuk pengawet mayat. Dalam sejarah juga dicatat, sakarin dalam pemanis tak kalah berbahaya. Bahan ini diidentifikasi dapat terkumpul di plasenta. Pemimpin riset, Thorhallur Ingi Halldorson, mengatakan riset ini dapat berguna mengidentifikasi kelompok ibu yang kerap mengonsumsi pemanis macam tadi. Mereka disarankan untuk membatasi dan bila perlu menghindari. Sementara, pakar kesehatan masyarakat, Erik Millstone, guru besar dari Universitas of Sussex berkata, “Saya akan katakan, untuk alasan kehati-hatian perlu bagi wanita hamil untuk benar-benar menghindari minuman macam ini dan juga makanan yang mengandung pemanis buatan.” Tentu saja riset itu diterima berbeda oleh para produsen minuman bersoda. “Studi ini benar-benar menghasilkan reaksi yang perlu disikapi hati-hati.” komentar Asosiasi Minuman Ringan Inggris. “Penemuan itu seharusnya tidak perlu dilebih-lebihkan.” republika.co.id

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->