P. 1
Skripsi

Skripsi

5.0

|Views: 1,272|Likes:
Published by Hana Mustofa

More info:

Published by: Hana Mustofa on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2015

pdf

text

original

Sections

  • E. Tujuan penelitian
  • A. Pembelajaran berbasis e-Learning
  • 5. Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning
  • 6. Model pembelajaran berbasis e-Learning
  • Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning adalah
  • 2. Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning
  • a. Kesiapan guru
  • A. Deskripsi data
  • 1. Kesiapan siswa
  • a. Kompetensi siswa terhadap materi TIK
  • c. Lingkungan Belajar
  • Tabel 20. Kriteria penilaian lingkungan belajar
  • d. Kesiapan pengetahuan tentang e-Learning
  • e. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa
  • Tabel 32. Kriteria penilaian guru terhadap kesiapan siswa
  • 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta
  • f. Kesiapan total siswa SMK di kota Yogyakarta
  • Tabel 38. Hasil kesiapan total siswa SMK di masing masing sekolah
  • Yogyakarta dan tabel 39. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK
  • Tabel 40. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta
  • Tabel 43. Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta
  • Berdasarkan tabel 43 Kriteria penilaian siswa SMK di kota
  • 2. Kesiapan guru
  • a. Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning
  • c. Pemahaman tentang e-Learning
  • d. Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK
  • e. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru
  • 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta
  • 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta
  • f. Hasil kesiapan guru di masing masing sekolah
  • Gambar 53. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta
  • 3. Kesiapan sarana dan prasarana
  • a. Merancang pembelajaran berbasis e-Learning
  • e. Kompetensi pengembang atau teknisi terhadap TIK
  • f. Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana
  • Tabel 100. Kriteria penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana
  • penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK
  • g. Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana
  • Tabel 106. Kriteria penilaian guru terhadap sarana dan prasarana
  • penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK
  • h. Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing masing sekolah
  • B. PEMBAHASAN
  • 1. Kesiapan guru
  • Tabel 118. Hasil penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta
  • Tabel 119. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah
  • Gambar. 75 Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta
  • Tabel 120. Hasil penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta
  • Tabel 121. Hasil kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran – saran
  • C. Keterbatasan penelitian
  • DAFTAR PUSTAKA

KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Rahmanto NIM. 0650 1247 001

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008

PERSETUJUAN

Skripsi yang berjudul :

KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

Oleh: Rahmanto NIM : 0650 1247 001

Telah disetujui dan disahkan untuk diujikan di depan Tim Penguji Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Yogyakarta, 2 November 2008 Pembimbing,

Mutaqin, M.Pd, MT. NIP. 131 872 515

ii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DIPERSIAPKAN DAN DISUSUN OLEH : RAHMANTO NIM. 0650 1247 001

TELAH DIPERTAHANKAN DI DEPAN PANITIA PENGUJI TUGAS AKHIR SKRIPSI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PADA TANGGAL 5 DESEMBER 2008 DAN DINYATAKAN TELAH MEMENUHI SYARAT GUNA MEMPEROLEH GELAR SARJANA PENDIDIKAN TEKNIK

SUSUNAN PANITIA PENGUJI

Nama 1. Mutaqin, M.Pd, MT. 2. Sukir, MT 3. Rustam Asnawi, MT

Jabatan Ketua/Pembimbing Sekretaris Penguji Utama

Tanda Tangan ………..……. ….………….. ….…………..

Yogyakarta, 5 Desember 2008 Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Dekan,

Wardan Suyanto, Ed. D. NIP. 130 683 449

iii

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Rahmanto : 0650 1247 001 : Pendidikan Teknik Elektro : Kesiapan Pembelajaran Berbasis e-Learning di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

Menyatakan bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri. Sepanjang sepengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang ditulis atau diterbitkan orang lain kecuali sebagai acuan atau kutipan dengan mengikuti tata penulisan karya ilmiah yang telah lazim.

Yogyakarta, 5 Desember 2008 Yang menyatakan,

Rahmanto NIM. 0650 1247 001

iv

berkahilah kami. Amin di persembahkan untuk : Jiwa yang takut dan mengharapkan RidhoNYA v . Semoga rasa ini kekal di hati kami. Ya Rob. Ampunilah kami. rahmatilah kami. sesungguhnya kami telah lelah dalam berdoa kepadaMu. Namun tak ada sedikit pun rasa kesal atas kehendakMU. adalah sia-sia mengerjakan sesuatu bukan karenaNYA. Oleh karena itu.MOTTO DAN PERSEMBAHAN Duka lara. kecewa dalam kehidupan adalah fitrah dari perjuangan.

21% dari skor ideal 6265 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. vi . M. kesiapan sarana dan prasarana sebesar 6214 atau 75. kesiapan siswa sebesar 12476 atau 81. MT Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Sumber data penelitian ini adalah guru mata pelajaran produktif di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. TIM pengembang e-Learning dan siswa kelas 2 di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Analisis data menggunakan teknik statistik diskriptif. Kesiapan yang dimaksud mencakup kesiapan guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis e-Learning.65% dari skor ideal 8214 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi.Pd. Hasil penelitian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan menunjukkan bahwa kesiapan guru sebesar 4702 atau 75. SMK 3 Negeri.71% dari skor ideal 15268 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Jenis penelitian ini adalah survei dengan populasi SMK di kota Yogyakarta yang meliputi : SMK 2 Negeri. SMK Muhammadiyah 3 di kota Yogyakarta. kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning dan kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK Kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. SMK Piri 1. Teknik pengambilan data menggunakan metode kuesioner (angket).KESIAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS e-LEARNING DI SMK KOTA YOGYAKARTA JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN ABSTRAK Penulis : Rahmanto / NIM: 065 0124 7001 Pembimbing : Mutaqin.

Bapak Wardan Suyanto. M. penulis sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu terselesaikannya penelitian ini.Kata Pengantar Puji syukur yang mendalam kepada Alloh SWT atas segala kemurahan. dan rahmat-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan laporan skripsi ini. 4. M. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta 2. SMK Piri 1. Ed. penulis banyak sekali menemukan kesulitan. antara lain . selaku Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FT UNY dan sekaligus dosen pembimbing penulis. Bapak Imam Mustholiq. mengingat penelitian tentang pembelajaran berbasis e-Learning merupakan hal yang benar-benar baru bagi penulis. Bapak Mohamad Ali. Bapak Rustam Asnawi. SMK Muhammadiyah 3 Yoyakarta yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis untuk meneliti sekolahnya.Pd. Oleh karena itu.Pd..T. 5. D. 1. Dalam menyelesaikan laporan ini. MT yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk memberikan validasi angket kepada penulis.. Bapak Mutaqin. Bapak/ibu guru dan siswa di SMK kota Yogyakarta yang telah membantu penulis dalam membuat karya ini. M. SMK 3 N. MT. vii . Kepala Sekolah SMK 2 N. 3.

2008 Penulis viii . Semua pihak yang tidak dapat kami sebut satu persatu. Akhirnya penyusun berharap semoga tulisan ini ada manfaatnya walaupun hanya sedikit. Penyusun menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna.6. Untuk itu penyusun menerima kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan tulisan ini. 5 Desember.

.................. i ii iii iv v vi vii ix xii xxi xvii BAB I PENDAHULUAN A. DAFTAR LAMPIRAN ..................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................. Model pembelajaran berbasis e-Learning............. 8 8 9 12 14 15 17 1 4 5 6 6 7 ix ..................................................................... E................. B............................................................... KATA PENGANTAR .......... DAFTAR GAMBAR ........................... Identifikasi masalah .................................................... SURAT PERNYATAAN ............................................................................................................... 5........ DAFTAR TABEL ........ 2....... 1......................................................................... ABSTRAK ............ 3................................................................. Tujuan penelitian ............................................................................................................................ Fungsi pembelajaran berbasis e-Learning ......................................................................... 4....................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . Karakterisistik pembelajaran berbasis e-Learning.................................................................................................................... Manfaat penelitian ..................................................... Rumusan masalah .......................................... HALAMAN PENGESAHAN ...... Pembelajaran berbasis e-Learning ................................................... 6...... Teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ........... Batasan masalah ............................ Pengertian pembelajaran berbasis e-Learning ............................................................................................. C............................................ Latar belakang ............................................................................................................................................................................. Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning.............. F......................................................................... DAFTAR ISI ................................... PERSETUJUAN ............ BAB II KAJIAN PUSTAKA A...... D................................

D................................................................................................................ Kesiapan sarana dan prasarana .................. Kompetensi siswa terhadap materi TIK.................................. Kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning .................................... ............................. Uji validitas............................ a.. Populasi dan sampel penelitian.................................................................... Kesiapan pengembang e-Learning di SMK................................................................................................... Kesiapan siswa..... E.................................................. Kesiapan total siswa SMK di kota Yogyakarta .............. x ... ................................................................................................. Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e................ Tempat dan waktu penelitian . c....... a......................................................................................................... Deskripsi data 1 ...... H......... Penilaian guru terhadap kesiapan siswa................. Kerangka berfikir ............................................. C............ Kesiapan guru .......... Mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning......... ......... Pendekatan penelitian ..................... e................................................B............................................... b................................... d..... Variable penelitian. Instrumen penelitian............ Lingkungan belajar......................................................... b............. c.......... Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning ....... Kesiapan pengetahuan tentang e-Learning......................... D. ..................... 55 55 55 Kesiapan siswa.................................... .................................................... ............... d..............................................Learning ........................ Teknik analis data ...... C..................................................................................................................... BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.................................................................................... f......... 2... F. G.. Metode pengumpulan data ..... Pertanyaan penelitian ..................... ....... Uji reliabilitas . BAB III METODE PENELITIAN A............................................. B. 1......................... 62 70 77 84 90 93 93 2 Kesiapan guru.................... a........... Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.................. 19 19 19 19 24 25 29 38 42 43 43 43 44 44 45 47 50 51 I......

........... B........ DAFTAR PUSTAKA ................................ Kesiapan sarana dan prasarana....... Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.................... c...... Piranti keras. LAMPIRAN ....................... g....... ........ a........... Piranti lunak.............. e............................... Penilaian siswa terhadap kesiapan guru................................................................................. Kesiapan siswa...................................... 1..................................... 3............................................................................................... .................... Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana... C... 134 135 137 139 151 158 165 168 168 178 185 101 108 115 122 129 132 132 c..................... 200 200 201 203 206 xi ..... Kompetensi pengembang atau teknisi terhadap TIK .... f..... ........................... 2.................. PEMBAHASAN.. e......... Kesimpulan ...................................................................................................................................... Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK........................ h.................. Merancang pembelajaran berbasis e-Learning .. ..................................................................... .................... Pemahaman tentang e-Learning...... Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing masing sekolah..................... B....... . Saran – saran ............................................ Kesiapan guru. Hasil kesiapan guru di masing masing sekolah ................................ b....................... Keterbatasan penelitian . d... ..................... .............b........... d......................... 3......................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN A................................................................... ....................... Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana......... Komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis eLearning................ Kesiapan sarana dan prasarana......... BAB V............................................................. f...........................

....................... Tabel 11.......... .. Beberapa contoh taksonomi teknologi e-Learning........................ Hasil uji reliabilitas instrumen................. 63 62 61 60 58 57 56 55 33 33 46 46 47 49 51 xii .. ................. Tabel 13... Tabel 5.... .............................. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ..... Tabel 9....... .... Tabel 4............................................................ Kisi – kisi kesiapan guru................................................ Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning....... Tabel 8........... Hasil validitas instrumen . Tabel 2. Tabel 15.............................................................. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ..... Tabel 10......................... Tabel 12...... Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana.................... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning... Tabel 7.. .DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1............................. ............. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK...... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK..... Perbandingan teknologi jaringan pada zona JARDIKNAS................ Tabel 14... Kisi kisi kesiapan siswa .. .......................... Kriteria penilaian kesiapan siswa di kota yogyakarta aspek kompetensi siswa terhadap materi TIK...... Tabel 6................. Tabel 3............. ................. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK...

............... ........................... ....................... .......... Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning............................................................. Tabel 27...... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar .......................... ............................. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Tabel 26................................................ 66 Tabel 18........... Data frekuensi kesiapan siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis eLearning........................ Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar.. 74 Tabel 25.... 64 Tabel 17......... 73 Tabel 24...... ... 70 Tabel 22... Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.................. Data frekuensi kesiapan siswa Muhammadiyah 3 77 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning................................. Kriteria penilaian lingkungan belajar............. 77 79 80 xiii ......... 68 70 Tabel 20.............. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning............................................................................. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek 75 lingkungan belajar......... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.................... 67 Tabel 19.......... ............................. .............................. 72 Tabel 23.... Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.............. Tabel 29............................ Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning..........................................................Tabel 16................ Tabel 28.......... Tabel 21..

....... Hasil kesiapan total siswa SMK di masing masing sekolah........ ................................. 87 Tabel 36. Tabel 44......................... Kriteria penilaian guru terhadap kesiapan siswa........................... ............... ................ Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning...... ............ ............ Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ...... Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 3 Negeri 92 Yogyakarta........... Tabel 46............ Kriteria penilaian kesiapan guru aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning..................... 81 Tabel 31............................ 89 90 Tabel 38......... Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta.. 82 84 Tabel 32.................... Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta................ ........................ Data frekuensi kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. 91 91 Tabel 40. Tabel 41..... ............ 86 Tabel 35. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning......... Tabel 39................... Tabel 43.............. Tabel 42....... Data Frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta..................................... ............ Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta.................... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning..... Tabel 33........................ Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta............................ Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta....................................................................... ................Tabel 30...... Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta. ........ Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta....... ... Tabel 45............... 88 Tabel 37........................................ 84 Tabel 34. 92 93 93 94 95 xiv ..................................

..................... 107 108 109 110 xv ............. Data frekuensi kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning guru SMK di kota Yogyakarta....... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran 101 berbasis e-Learning............. Tabel 56......... Tabel 58... Data frekuensi membuat materi pembelajaran berbasis eLearning....... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyaykarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ................................................................ Tabel 53........... 97 Tabel 48. Tabel 51..... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning... 98 Tabel 49...................... Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ........................................ Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 104 pembelajaran berbasis e-Learning... ........ . .......... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 103 pembelajaran berbasis e-Learning............ Tabel 55............... ................Tabel 47......... Tabel 54................. ...... ................................. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 106 pembelajaran berbasis e-Learning....... 99 Tabel 50....... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan 101 pembelajaran berbasis e-Learning........................... Tabel 52.... .................. .. ........................ Tabel 57.... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning........

.......... Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Data kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................................. .................................................... 121 Tabel 68........................... 111 Tabel 60...... Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.......... ... 117 Tabel 65.Tabel 59......... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta ............................ Kriteria penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta......... Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.................................. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK................................. ........................................................ 114 Tabel 62............ 115 Tabel 63................... ....... ......................................... Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning............................................................ Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta........................ .............. 120 Tabel 67......... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.............. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK................................ 122 Tabel 69............... Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK........... 116 Tabel 64...................................................................................................... ............. 113 Tabel 61....................... 123 Tabel 70.... 124 xvi ............................. 118 Tabel 66..................... .............

............. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning..................... ............ Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta......... ... Tabel 84............................. 127 Tabel 73.................. ........................... Tabel 82....................... ...................... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek komponen penyelenggaran 132 pembelajaran berbasis e-Learning.................... 128 129 Tabel 74.. Kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta............... Tabel 78. ............................................................... Tabel 75....................................... ....................................................... Tabel 79........... ........................ Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri 130 Yogyakarta....... Tabel 77.............. .............. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta apek piranti keras SMK di kota Yogyakarta... Tabel 81............... Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah..Tabel 71.............. . Hasil kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota 131 131 132 Yogyakarta........................................................ ......... Tabel 83.......... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.................. Tabel 80.. 134 134 136 xvii ......................... Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta... ......... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.............................................. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta........................................................................ 130 130 Tabel 76 ........... Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta ....... 125 Tabel 72...........

........ Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta...... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta..... .................... 145 xviii .................... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta ........... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta....................................................... ... 145 Tabel 94... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap TIK aspek sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta............... ........ ............................ 143 Tabel 93.............. 143 Tabel 92........................ 145 Tabel 95............... 139 Tabel 90.... 141 Tabel 91.................Tabel 85..................... 138 Tabel 88........ Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta ...... Data frekuensi kompetensi pengembang terhadap TIK aspek aplikasi program SMK di kota Yogyakarta................................................. 139 Tabel 89.......................... . 137 Tabel 87...... Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta....... Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal SMK di kota Yogyakarta.......................... ................. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta.. 136 Tabel 86..

.............. Tabel 104............................. Tabel 100............... Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan 158 156 158 155 154 153 151 prasarana di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta......................... 161 xix . Tabel 106..................................................................... 147 Tabel 98....... Tabel 109............................................... Data frekuensi penilaian siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana....... Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta.......... 147 Tabel 97.......................... Tabel 102............... Kriteria penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana.. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta ............... ....... ................... .... Tabel 99........................ Tabel 108. Tabel 105..... Data frekuensi penilaian siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana................. .................................... Data frekuensi penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana... Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan 160 prasarana di SMK 2 Negeri Yogyakarta.........Tabel 96. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta.......... 149 151 Tabel 101... Data frekuensi penilaian siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana............ ........ Tabel 103.... ........................ Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta.... Tabel 107................. Data frekuensi penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.................... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian 149 multimedia di SMK kota Yogyakarta ........ Kriteria penilaian guru terhadap sarana dan prasarana.................

............................................. ........................................ 192 xx .............................. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah..... ................... Tabel 118 Hasil penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta........ ....... Tabel 117...... ....... Hasil kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah........................................................... Tabel 121............................... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. ............................................ Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta............................................... Tabel 111..... Data penilaian guru SMK kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana .... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta............. Tabel 116.......... .........................................Tabel 110.......................... Tabel 115.. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana di SMK 3 Negeri Yogyakarta.. Tabel 114......................................... Data kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta ............ Tabel 123............... 165 166 166 167 167 170 173 179 182 Tabel 119.. ............ Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing 186 masing sekolah.......... Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta................. Hasil penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta..... Tabel 122.......... Kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.... Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing 165 163 162 masing sekolah..... Tabel 113.......... ............................................... ........... Tabel 112..... Tabel 120..........

............. Gambar 10.................................... Diagram batang kompetensi siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap materi TIK... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK..... Gambar 9................................. Tahapan pengembangan e-Learning.................................... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK .. Gambar 2..................... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.............................................................. Gambar 7..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1..... Gambar 8........................................................ Gambar 6.. Gambar 3............................................. 69 68 66 65 63 61 60 59 57 56 28 xxi .......... . . .......... ..................................................................................................... Gambar 5.............. Gambar 11................. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning........ Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ............................................. ... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning...... Gambar 4..... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.

............................................... Gambar 19.............. Gambar 22.... ........................... ............................................................ Gambar 15.............................................. ..............Gambar 12............................. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri aspek pengetahuan tentang e-Learning........... Diagram batang kesiapan SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.......... Gambar 13............... Gambar 21.................... Gambar 17. Gambar 18........ Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning............ .......................... Gambar 16.......... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.. Gambar 14......... Gambar 26...... Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar...... Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Gambar 25............. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta.................................................. 89 88 87 86 85 83 82 80 80 78 76 75 73 72 71 xxii ................... Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar..... .... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta ...... Gambar 20.............................................. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta... Gambar 24... Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.......... Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta........ Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta.......... Gambar 23........... Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning................................................................................... Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar...................................................................

................................ Gambar 36......... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.................... . 27 Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah......................... Gambar 35................ Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.... Gambar 28.. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning . Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning...................................................... Gambar 29.. .......... .................. Gambar 32............................................ Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning........................................... ..................... Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis 91 94 96 97 98 100 102 e-Learning...... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning...... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning..... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.......... ............................. Gambar 33.............................. Gambar 34.................... Gambar 30...................................... 103 105 106 107 109 xxiii ..... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.... ........ Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning................. Gambar 38............................ Gambar 37....... Gambar 31...........Gambar.....

.......... 127 126 124 123 121 120 119 117 116 114 113 112 110 xxiv .............................. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta . Gambar 46..... Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning............................... .. ..................... Gambar 44...................................................... Gambar 48................... Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta..... Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta................ Gambar 43................. Gambar 51............ ................ Gambar 49.... Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............................................................ Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta ................ ........................................ Gambar 47.................................... .. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK...... Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............................................................................. Gambar 41..................... Gambar 40............................... Gambar 50......................Gambar 39............ ....................................... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK............... Gambar 42............ Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.................. Gambar 45.......................................................... Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning................. .... Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning............... Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ...................................

..................... ...... Diagram batang kesiapan sarana dan prasrana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program SMK di kota Yogyakarta... Gambar 61............................. Gambar 57...... Gambar 63.. ................................ Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta.............................. Gambar 55.. Gambar 60. Diagram kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.... Gambar 58....................................... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta.................................................... Gambar 62........... Gambar 56..................... .................. Gambar 59................. ............. Gambar 53.... 150 148 146 144 142 140 138 136 135 133 128 129 xxv ....... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta......... .................... ............................................. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta .. .......... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta................... Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta............................................................ Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning................... Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta............. ...... Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak di kota Yogyakarta............................ Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.................................................. Gambar 54.........Gambar 52.....................

....... Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta............ Gambar 73.................................. ....................................................... Gambar 65... Diagram batang penilaian siswa SMK 2 Negeri terhadap sarana dan prasarana. .......... Gambar 74 Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta ...........Gambar 64..... 192 183 165 174 164 163 161 160 159 157 156 154 153 152 xxvi .......................... Diagram batang penilaian guru SMK Muhammadiyah terhadap kesiapan sarana dan prasarana............................................................ Gambar 71... Diagram batang penilaian siswa SMK 3 Negeri terhadap sarana dan prasarana ....... Diagram batang penilaian guru terhadap sarana dan prasarana. ........................ Diagram batang penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana......................... Diagram batang penilaian guru SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Piri 1 Yogyakarta............................................................................. ............................ Gambar 76 Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah................................................................... Gambar 67. Gambar 66............. ................................ ................................. Gambar 75 Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta........... Diagram batang penilaian guru SMK 2 Negeri terhadap kesiapan sarana dan prasarana.................................. Gambar 68............ Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta ..................................... Gambar 70...................... Gambar 69.................................................. ................. Gambar 77 Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta........... Gambar 72..

.........Musamma............................................................................. 257 Data Kesiapan Siswa SMK Piri Yogyakarta diisi Siswa ......... Musamma........................... 216 Validitas dan Relibilitas Instrumen Siswa dengan SPSS............. MT ...M................................. 261 Kriteria Penilaian Kesiapan Guru ...... 255 Data Kesiapan Guru SMK diisi Guru .................................................... 262 xxvii ........................................ 212 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak I............................................................................. 215 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak I.................... 206 Surat Keterangan/Ijin BAPEDA DIY .................. 256 Data Kesiapan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta di isi Siswa........................................................ 214 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak Mohamad Ali.......................... MT.............. M....................................... M.......................... MT .......................... 253 Data Kesiapan Guru SMK 2 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ............................................... 217 Validitas dan Relibilitas Instrumen Guru dengan SPSS .... 234 Angket untuk TIM pengembang e-Learning ....................... 251 Data Kesiapan Guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta diisi Siswa ........................ 213 Surat Pernyataan Judgement Instrumen Bapak Rustam Asnawi............ 252 Data Kesiapan Guru SMK Piri Yogyakarta diisi Siswa ................Pd ........................................................................M................................................................ 208 Surat Keputusan Dekan UNY tentang Pembimbing Skripsi .................. MT.................... 210 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak Rustan Asnawi........................................ 226 Angket untuk Guru .......... 243 Data Item A Validitas excel ..................... 258 Data Kesiapan Siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta diisi Siswa . 259 Data Kesiapan Siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta diisi Siswa ....................... 2 11 Surat Permohonan Validasi Instrumen Bapak Mohamad Ali.........DAFTAR LAMPIRAN Surat Permohonan Ijin Penelitian Fakultas Teknik UNY ................................................. 248 Data Item B Validitas excel ....... 254 Data Kesiapan Guru SMK 3 Negeri Yogyakarta diisi Siswa .............................. 222 Angket untuk Siswa ........................... 207 Surat Ijin Pemerintah Kota DIY ..Pd...... 209 Surat Keputusan Ujian Skripsi......................... 260 Data Kesiapan Siswa SMK diisi Guru.................................................................

.................................................Kriteria Penilaian Kesiapan Siswa............... 278 Kriteria Penilaian Kesiapan Sarana dan Prasarana .................... 356 Notulen Seminar Skripsi ................................................. 357 xxviii .......................... 301 Daftar Hadir Seminar Skripsi...........................................................................................................

ruang dan waktu seharusnya bukanlah suatu batasan yang menyulitkan bahkan tidak memungkinkan seseorang untuk mendapatkan suatu pengetahuan yang ingin diketahuinya. dan hanya manusia yang mempunyai keahlian yang dapat mengikuti kompetisi mencari lowongan pekerjaan. mengingat tuntutan zaman selalu berkembang. Latar belakang. mengingat semakin bertambahnya jumlah penduduk tiap bulan tanpa diiringi dengan bertambahnya lowongan pekerjaan. Perkembangan zaman menuntut manusia untuk mempunyai banyak bekal ilmu dan keahlian tentang cara bertahan hidup. evaluasi. Penelitian tentang pembelajaran dalam dunia pendidikan tidak ada hentinya. Modifikasi. hal tersebut sudah bukan suatu rahasia lagi. pengembangan.BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini mengkondisikan manusia untuk berkompetisi dengan manusia lainnya guna memperoleh pekerjaan. Seiring dengan berkembangnya tuntutan zaman dalam dunia pendidikan. teknologi informasi dan komunikasi memberikan kontribusi yang . pada proses pembelajaran sering dilakukan pemerintah guna memperoleh lulusan yang berkualitas. Kegiatan proses pembelajaran terus diarahkan ke arah yang lebih fleksibel dalam kaitannya dengan ruang dan waktu. karena memang sudah semestinya dalam mendapatkan suatu pengetahuan. Peningkatan kualitas lulusan sekolah merupakan langkah awal dalam menyiapkan manusia yang ‘dapat menjawab tuntutan zaman’.

education. pertengahan Maret 2007 (Wartaegov. Pavlik (1996) yang berjudul Culture and Comercial Perpectives. menyatakan pendidikan. Sementara itu. Salah satu provinsi yang baru menyiapkan program e-Learning adalah Yogyakarta. gubernur DIY di ruang sasana krida. Diharapkan .jogjabelajar. information and training. ANWAS (2003) dalam artikelnya yang berjudul Model Inovasi membahas dampak positif e-Learning dalam meningkatkan mutu pendidikan.org di-launching-kan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Hal tersebut berdasarkan pendapat ahli di bidang e-Learning seperti yang terdapat dalam buku Merancang dan Menyiapkan e-Learning oleh Soekartawi (2007) yaitu menurut : John V. sampai saat ini baru ada 11 sekolah yang bergabung dalam program Jogja Learning Gateway. menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Drs. Sugito. menjelaskan bahwa pemanfaatan e-Learning menunjukan dampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Senada dengan itu. hal ini ditandai dengan peluncuran program Jogja Learning Gateway oleh Dinas Pendidikan Nasional DIY melalui situs e-Learning mempunyai dampak positif terhadap mutu www. menjelaskan bahwa penggunaan e-Learning memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di Amerika Serikat. penerapan pembelajaran berbasis e-Learning belum dapat dilaksanakan di semua sekolah. 2008). yang baru baru ini dikenal dengan istilah pembelajaran berbasis e-Learning.2 besar dalam menjawab kebutuhan tuntutan zaman tersebut. Namun demikian. Oos M. Menurutnya. CISCO (2001) dalam bukunya Combines Commnication.

baik sekolah maupun luar sekolah. Kedua. yaitu : pertama. Kedelapan. sehingga peningkatan kualitas pendidikan berbasis TI mampu secara merata diterima semua sekolah. 2006). Menurut hasil observasi peneliti dengan metode wawancara kepada guru yang mengampu mata pelajaran TIK di beberapa SMK negeri maupun . belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi. dikarenakan masih kurang siapnya pihak sekolah dalam menyelenggarakan dan masih terganjal dengan masalah umum yang belum terselesaikan. belum optimalnya kemampuan akademik dan profesionalisme tenaga kependidikan. Ketujuh. kurangnya jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan. belum optimalnya pemberdayaan lembaga pendidikan. Keempat. belum optimalnya kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. belum optimalnya keterpaduan program pembangunan bidang pendidikan dengan bidang lain. 2007 ). otonomi keilmuan dan manajemen. Ketiga. Hal ini dapat dilihat dalam Blueprint Jogja Cyber Province Pemerintah Province Daerah Istimewa Yogyakarta (Lampiran Peraturan Gubernur DIY. Kelima.3 semua sekolah di DIY bisa mengakses program itu. baik di desa maupun kota (Radar Jogja. belum terselenggarakannya secara memadahi pengembangan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkin secara terarah. belum mantapnya sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum. Penerapan e-Learning di kota Yogyakarta belum dapat menyeluruh ke semua satuan pendidikan. Kesembilan. dan menyeluruh. belum mantapnya penyelenggaraan sekolah dan lembaga pendidikan luar sekolah berdasarkan prinsip desentralisasi. Keenam. terpadu.

sesuai dengan harapan diadakannya program pembelajaran berbasis e-Learning. ditemui permasalahan tentang hambatan penyelengaraan pembelajaran berbasis e-Learning. hanya untuk mengambil sumber informasi. diantaranya . peneliti menemukan fakta bahwa penerapan e-Learning di SMK kota Yogyakarta belum optimal sesuai dengan harapan. . kebanyakan SMK telah mempunyai jaringan internet namun penggunaannya masih terbatas. Masih jarang ditemui guru yang mampu membuat bahan ajar di internet. B. Belum optimalnya kemampuan akademik dan profesionalisme tenaga kependidikan. guru dan siswa untuk meyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknologi Komputer dan Jaringan. itu saja memanfaatkan web atau situs situs yang dibuat perusahaan lain. dengan demikian proses pembelajaran berbasis e-Learning akan berjalan lancar sesuai dengan rencana. 1. Belum meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi. Menanggapi permasalahan di atas maka peneliti ingin mengetahui kesiapan sarana prasarana. ujian semesteran memakai e-Learning. 2.4 swasta di Yogyakarta pada akhir tahun 2007. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada siswa dan guru ataupun siapa saja yang bertanggung jawab menyelenggarakan program pembelajaran agar dapat menyiapkan diri dalam rangka menyongsong terselenggaranya program pembelajaran berbasis e-Learning. forum interaktif di dunia cyber. Indentifikasi masalah Berdasarkan latar belakang di atas.

4. Belum mantapnya sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum. Kurangnya jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan. Oleh karena itu. 5. Batasan masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah. 6. kesiapan siswa dan kesiapan sarana prasarana.5 3. otonomi keilmuan dan manajemen. Belum optimalnya kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. dalam penelitian ini komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning dibatasi dalam hal kesiapan guru. baik sekolah maupun luar sekolah. dan menyeluruh. Belum optimalnya keterpaduan program pembangunan bidang pendidikan dengan bidang lain. Belum optimalnya pemberdayaan lembaga pendidikan. Belum terselenggarakannya secara mewadahi pengembangan kualitas sumberdaya manusia sedini mungkin secara terarah. Belum mantapnya penyelenggaraan sekolah dan lembaga pendidikan luar sekolah berdasarkan prinsip desentralisasi. C. 8. terpadu. Mengingat jumlah SMK negeri maupun swasta di kota Yogyakarta banyak dan mempunyai karakteristik yang berbeda antara satu dengan lainnya. menjadikan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning . komponen yang perlu disiapkan guna menyukseskan penyelenggaraan sistem pembelajaran sangat banyak. 7. 9.

dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut : 1. D. . Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang untuk mengikuti pembelajaran menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning. SMK di kota Yogyakarta sebagai populasi dalam penelitian ini dibatasi dalam hal . Dengan demikian. identifikasi dan batasan masalah. SMK 2 Negeri. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang. SMK Piri 1. SMK 3 Negeri. Sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Berdasarkan alasan tersebut di atas. hal tersebut akan meningkatkan tingkat kesulitan peneliti dalam mengambil data apabila tidak disampel dan apabila disampel. Sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta berbasis e-Learning. 2. 3. SMK Muhammadiyah 3 di kota Yogyakarta. meliputi . akan menimbulkan ketidak akuratan hasil penelitian.6 yang perlu disiapkan akan berbeda beda antara SMK satu dengan lainnya.

3. karena pada dasarnya salah satu penentu . Memberi motivasi kepada pendidik untuk memberikan yang terbaik kepada peserta didik. 2. Mengetahui sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. Mengetahui sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. Memperluas khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning b. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi penelitian yang berhubungan dengan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta. Bagi khasanah IPTEK a. Bagi pihak SMK di kota Yogyakarta a.7 E. Manfaat penelitian 1. 2. F. Sebagai masukan kepada tenaga pendidik dan pihak sekolah dalam rangka menyiapkan diri untuk menyongsong pelaksanaan pembelajaran berbasis e-Learning b. Tujuan penelitian 1. Mengetahui sejauhmana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning .

. 3. Bagi pihak Universitas Negeri Yogyakarta a. Hasil penelitian dapat sebagai masukan dalam menyusun silabus mata kuliah. agar ilmu yang didapat dalam bangku kuliah update dengan kebutuhan di SMK. b. Hasil penelitian dapat sebagai masukan dalam mengevaluasi kegiatan belajar di bangku kuliah.8 keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning adalah pendidik.

virtual classrooms. such as web based learning. computer. Pengertian pembelajaran berbasis e-Learning. 2007) adalah e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging. and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses. It includes the delivery of content via interne. e-Learning is …’ tem covering a wide a set of applications and process. satellite transmissions. definisi e- Learning menurut Anonymous (Soekartawi.Room and more”. Sebagai bagian dari sistem. Pengertian pembelajaran menurut Cagne dan Biggs (Tengku Zahara Djaafar. tujuannya adalah membantu orang atau siswa untuk belajar. intranet/extranet. Sementara itu. audio and videotapes.9 BAB II KAJIAN TEORI A. satellite broadcast. And digital collaboration. (LAN/WAN) audio and videotape. teleconferencing. 2001) adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga proses belajarnya dapat berlangsung dengan mudah. 2007) adalah sebagai berikut. Adapun pengertian e-Learning menurut (Soekartawi. CD. sasaran pembelajaran adalah merubah masukan berupa siswa yang belum terdidik menjadi manusia yang terdidik (proses transformasi).based learning. Pembelajaran berbasis e-Learning. interactive TV. 1. 2007) e-Learning is learning through available in the . Definisi menurut Unesco (Soekartawi.

seperti yang terdapat dalam artikel IPTEK yang disusun oleh (Asep Herman Suyanto. Teknologi informasi dan komunikasi yang digunakan adalah aplikasi dari program di komputer yang tersambung secara jaringan. Definisi menurut Jakcson (Soekartawi. internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Menurut (Khoe Yao Tung. 2005) adalah sebagai berikut : menurut Rosenberg menekankan bahwa e-Learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. selain definisi . baik secara intranet maupun internet. dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis e-Learning adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Definisi lain menurut beberapa pakar teknologi informasi. 2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran guru dalam arti sebenarnya. Oleh karena itu. 2007) adalah ‘on-line learning atau e-Learning adalah pembelajaran yang penyampaiannya menggunakan komputer. dengan tujuan memudahkan siswa dan guru dalam menggapai tujuan belajar. Karakterisistik pembelajaran berbasis e-Learning. Model pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam model pembelajaran yang masih relatif baru. Berdasarkan dari beberapa pengertian di atas.10 computers. Thus. e-Learning or on –line learning is always connected to a computer or having information available through the use of computer.

komunikasi. namun semua didasarkan atas suatu prinsip atau konsep bahwa e-Learning dimaksudkan sebagai upaya pendistribusian materi pembelajaran melalui media elektronik atau internet sehingga peserta didik dapat mengaksesnya kapan saja dari seluruh penjuru dunia. 2007) implementasi dari pembelajaran berbasis e-Learning setidaknya ada 2. pembelajaran berbasis e-Learning diselenggarakan secara sederhana. Pihak pengajar dapat memperbaharui . Menurut (Herman Dwi Surjono.11 tentang e-Learning di atas tidak menutup kemungkinan masih ada definisi lain. Implementasi pembelajaran berbasis e-Learning bisa masuk kedalam kategori tersebut. evaluasi. Karakteristik pembelajaran berbasis e-Learning pun sangat bervariasi tergantung pada implementasinya dalam dunia pendidikan. yakni bisa terletak diantara keduanya. atau bahkan bisa merupakan gabungan beberapa komponen dari dua sisi tersebut. Peserta didik menjadi sangat flexible dalam memilih waktu dan tempat belajar karena mereka tidak harus datang di suatu tempat pada waktu tertentu. sekedar kumpulan bahan pembelajaran yang ditaruh dalam web server dengan tambahan forum komunikasi lewat e-mail atau milist. Kedua. terpadu melalui portal e-Learning yang berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan multimedia serta dipadukan dengan sistem informasi akademik. Ciri pembelajaran berbasis e-Learning adalah terciptanya lingkungan belajar yang flexible dan distributed. diskusi dan berbagai education tools lainnya. yaitu : pertama. Meskipun implementasi sistem e-Learning yang ada sekarang ini sangat bervariasi.

12 materi pembelajaran kapan saja dan dimana saja. memanfaatkan komputer sebagai media pembelajaran. dapat diketahui karakteristik pembelajaran berbasis eLearning sebagai berikut : pertama. synchronous atau campuran dari keduanya. sehingga siswa dapat belajar kapan saja dan dari mana saja. siswa dan materi pembelajaran terletak di lokasi yang berbeda. live. Sistem e-Learning dapat diimplementasikan dalam bentuk asynchronous. yakni pembelajaran yang menggabungkan semua bentuk pembelajaran misalnya on-line. Berdasarkan segi isi. 2007). Berdasarkan definisi dan implementasi pembelajaran berbasis eLearning di atas. pengajar dan siswa harus berada di depan komputer secara bersama–sama karena proses pembelajaran dilaksanakan secara live. diharapkan dapat terjadi . sedangkan dalam e-Learning synchrounous. maupun tatap muka (Herman Dwi Surjono. Pemakaian asynchronous. Contoh eLearning asynchrounous banyak dijumpai di internet baik sederhana maupun terpadu melalui portal e-Learning. memanfaatkan teknologi jaringan komputer. komputer sebagai salah satu hasil karya dari kemajuan teknologi dapat digunakan menggantikan media yang masih bersifat konvensional. synchronous secara bersamaan biasa disebut Blended learning. materi pembelajaran pun dapat dibuat sangat flexible mulai dari bahan sekolah yang berbasis teks sampai materi pembelajaran yang sarat dengan komponen multimedia. Proses pembelajaran dalam kelas maupun luar kelas melibatkan teknologi elektronik. Kedua. Distributted learning menunjuk pada pembelajaran dimana pengajar. baik melalui video maupun audio converence. komputer didesain agar guru dan siswa dapat berinteraksi.

dari dulunya hanya mendidik dan mengajar tentang materi pelajaran. sekarang bertambah membimbing siswa dalam pengoperasian e-Learning. kompetensi guru dan lain sebagainya. tidak kurang dan tidak lebih. kondisi keuangan. kondisi kesiapan siswa. pilihan penggunaan teknologi diserahkan kepada pihak penyelenggara e-Learning dengan disesuaikan terhadap kemajuan teknologi. bukan menghilangkan guru ataupun menggantikan peran guru dalam proses belajar mengajar. mengingat kegiatan proses belajar mengajar dalam kelas pasti membutuhkan komunikasi dua arah antara guru dan siswa.13 proses belajar mengajar seperti proses belajar mengajar dalam kelas. Kehadiran e-Learning hanya sebagai media belajar. Teknologi yang digunakan dalam pembelajaran berbasis eLearning bermacam macam. membutuhkan pembimbing. terdapat teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning yang . 3. Namun demikian. e-Learning tetap membutuhkan guru. juga masih berlaku walaupun proses belajar terjadi dalam kelas. tuntutan kebutuhan. Ketiga adalah menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya. Teknologi pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Keempat. Proses interaksi dalam sebuah komputer yang telah didesain jaringan. Penambahan materi ajar guru bertambah dalam proses mengajar menggunakan e-Learning. menurut karakteristik dan pengertian pembelajaran berbasis e-Learning.

video text. animasi. Technology based learning terdiri dari audio information technologies (radio. audio tape. Ketiga. e-mail. saluran telepon. internet. chating. voice mail telephone) dan video information technologies (video tape. Menurut Siahaan (2001) menyebutkan ada 3 (tiga) fungsi pembelajaran elektronik terhadap kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction). . bullletin board.14 minimal harus diadakan. teknologi komputer atau sering disebut dengan computer assisted technology yang sistem pengajarannya dikenal dengan nama computer assisted learning . yang sistem pengajarannya menggunakan software yang dirancang untuk ini. Fungsi pembelajaran berbasis e-Learning. Pemakaian teknologi dalam proses belajar mengajar bisa dikombinasikan antara technology based learning dan technology based web-learning. Kedua. graphichs. lain sebagainya. vidiotape. Teknologi pembelajaran terus berkembang. voice mail telephon . e mail. televisi. pelengkap (komplemen). video mesaging. teknologi web atau internet yang lazim disebut dengan nama ”on-line learning” (WBL) . CD-ROM dan lain sebagainya. Technology based web-learning terdiri dari data information technologies (bulletin board. teknologi audio video . yaitu: technology based learning dan technology based web-learning. video text. Internet. Namun pada prinsipnya teknologi e-Learning dapat dikelompokkan menjadi dua. audio. tele-colaboration. 4. tele-collaboration). seperti Webt. CISCOM. yaitu sebagai suplemen yang sifatnya pilihan/ opsional. atau pengganti (substitusi). VCD. video messaging). power point. yaitu : pertama.

Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Dalam hal ini. Sekalipun sifatnya opsional. tidak ada kewajiban/ keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. dikatakan berfungsi sebagai supplemen (tambahan) apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih. Komplemen (tambahan). Suplemen. peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment. b. apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. dikatakan berfungsi sebagai komplemen (pelengkap) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas.15 a. apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Dikatakan sebagai program remedial. apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi . Sebagai komplemen berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (pengayaan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.

beberapa perguruan tinggi di negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/ perkuliahan kepada para mahasiswanya. Tujuannya agar mahasiswa dapat fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas siswa. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. a. 2007).16 pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Apabila dirancang secara cermat. c. Hal tersebut di atas disebabkan. karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional. W. maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. 5. pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran. Substitusi (pengganti). Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas. antara sesama peserta didik. Bates seperi dikutip oleh (Mohamad Nasirulloh. menurut A. baik antara peserta didik dengan guru/ instruktur. Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning Manfaat pembelajaran berbasis e-Learning. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity). kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat .

Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran berbasis eLearning. dapat diserahkan kepada guru/dosen/instruktur begitu selesai dikerjakan. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet.17 terbatas. sehingga peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja. d. Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran. Kesempatan belajar benarbenar terbuka lebar bagi yang membutuhkan. b. Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Fasilitas . di mana saja. c. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility). Jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Biasanya kesempatan yang terbatas cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. dan kapan saja. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience). Siapa saja. seseorang dapat belajar. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).

konsultasi. Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan. dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian guru/dosen/instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran. ujian. Penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. diskusi. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. penugasan. Dalam model ini pengajar bisa memberikan . Penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat dilakukan. Model pembelajaran berbasis e-Learning Menurut Haughey seperti dikutip dalam jurnal pendidikan SD Percobaan 4 Wates (Journal Pendidikan SDN 4 Wates.18 yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. web centric course. Fungsinya saling melengkapi. 6. Seluruh bahan ajar. yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. dan sebagaian lagi melalui tatap muka. 2007). latihan. dan web enhanced course. ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet. yaitu web course. Sebagaian materi disampikan melalui internet.

Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. . Dalam tatap muka. Kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning 1. melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet. menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati. anggota kelompok.Learning. Web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet. sesama peserta didik. menurut (Caplin. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar. atau peserta didik dengan narasumber lain. 2006) adalah sebagai berikut . peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e. 1989) adalah tingkat perkembangan dari kematangan atau kedewasaan yang menguntungkan untuk mempraktikan sesuatu dan menurut (Corsini 2002) kesiapan adalah berkembang atau mempersiapakan diri dalam belajar dan memperoleh beberapa tugas perkembangan fisik. dan kecakapan lain yang diperlukan. sosial dan intelektual. B.19 petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. membimbing siswa mencari dan menemukan situssitus yang relevan dengan bahan pembelajaran. Pengertian kesiapan menurut beberapa pakar psikologi pendidikan seperti yang dikutip oleh (Ika Sari Dewi.

Efektifitas pembelajaran sepenuhnya diserahkan oleh guru. pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara membekali diri dengan ilmu yang dibutuhkan untuk merancang. Menurut Dunkin ada sejumlah aspek yang dapat mempengaruhi kualitas proses . mengelola. Komponen kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning. Keberhasilan implementasi e-Learning dalam pembelajaran sangat tergantung pada kepiawian guru dalam menggunakan metode. pengetahuan. 2. gaya. teknik. taktik pembelajaran serta kompetensi dalam mata pelajaran yang diajarkan. serta melengkapi sarana dan prasarana dan mengkondisikan lingkungan belajar. kemampuan. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi penyusunan strategi pembelajaran maupun implementasi pembelajaran. yang berbeda. dengan tujuan mendapat manfaat dari penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh guru. tetapi juga berperan sebagai pengelola (manager of learning) pembelajaran. Kesiapan guru Guru adalah komponen yang sangat penting dalam proses belajar mengajar.20 Pengertian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning adalah kesanggupan atau kesediaan penyelenggara dan penguna untuk mempersiapkan diri hingga mampu menyelenggarakan dan menjalankan. menyelenggarakan. Guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai model atau teladan bagi siswa yang diajar. a. menggunakan. Seorang guru satu dengan lainnya mendapat pengalaman.

. kemampuan dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran. tingkatan pendidikan. yaitu teacher formative experience. Teacher formative experience. latar belakang budaya. pengalaman latihan professional. Pertama adalah kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaidah-kaidah paidagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. pengalaman jabatan.21 pembelajaran dilihat dari faktor guru. misalnya sikap guru terhadap profesinya. Secara detail guru harus mempunyai kemampuan seperti di bawah ini : 1) Kompetensi guru dalam pembelajaran Ada tiga kompetensi dasar yang harus dimiliki guru untuk menyelenggarakan model pembelajaran berbasis e-Learning. teacher training experience dan teacher properties. sikap guru terhadap siswanya. Teacher properties adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki guru. tempat asal kelahiran guru termasuk suku. Teacher training experience adalah pengalaman–pengalaman yang berhubungan dengan aktifitas dan latar belakang pendidikan guru. diantaranya. meliputi jenis kelamin serta semua pengalaman hidup guru yang menjadi latar belakang sosial mereka. Ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. misalmya. Kedua adalah penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan eLearning sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang uptodate dan berkualitas. intelegiensi guru. adat istiadat. keadaan keluarga.

menyusun kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan pencapainnya sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan. video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi yang akan dipelajari serta diberikan latihan-latihan sesuai dengan kaidah-kaidah evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai bahan evaluasi kemajuan siswa. . Bahan tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang menarik mungkin dalam bentuk power point dengan didukung oleh gambar. siswa mampu mengatur waktu belajar. dan pengaturan efektifitas pemanfaatan internet dalam ruang multimedia.22 Langkah-langkah kongkrit yang harus dilalui oleh guru dalam pengembangan bahan pembelajaran adalah mengidentifikasi bahan pelajaran yang akan disajikan setiap pertemuan. Kompetensi terhadap materi TIK yang harus dikuasai meliputi : kemampuan dasar pengoperasian komputer. yaitu . Bahan pengayaan (additional matter) diberikan melalui link ke situs-situs sumber belajar yang ada di internet agar siswa mudah mendapatkannya. Setelah bahan tersebut selesai maka secara teknis guru tinggal meng-upload ke situs e-Learning yang telah dibuat. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam menyelenggarakan program e-Learning adalah guru harus mampu menggunakan internet dan email untuk berinteraksi dengan siswa untuk mengukur kemajuan belajar siswa.

Secara umum dapat ditemui di kebanyakan satuan pendidikan. siswa masih enggan untuk meluangkan waktu di luar jam belajar untuk mengunjungi lab.23 pertama. Kelima. searching. Berkembangnya teknologi pembelajaran berbasis TIK. dapat membuat homepage sederhana di jaringan komputer lokal. dapat membuat software pembelajaran mandiri (bersifat interaktif dengan user). salah satu kendalanya adalah menyiapkan peserta didik dalam budaya belajar berbasis teknologi informasi. dapat menggunakan program aplikasi pengolah kata. Ketujuh. Kedua. dapat mendeteksi. Ketiga. webcamp dan sebagainya. angka. 2) Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. . konsep lokal komputer dan remote computer. Kesembilan. soundsistem. chating. komputer atau mengunjungi warnet terdekat untuk mencari sumber belajar atau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. setting agar dua komputer saling terhubung. Keenam. menyertakan file di dalam email (attachment). Keempat. email. Kedelapan. dapat menjelaskan konsep jaringan komputer. mendownload file di internet. dapat mengoperasikan komputer. memperbaiki. dapat menggunakan program aplikasi yang ada di internet untuk browsing. aplikasi untuk presentasi. dan merakit hardware seperti print. minimal dengan sistem operasi program window dan aplikasinya. dapat memasukan bahan ajar ke internet. basis data . dapat mengimplementasikan pengetahuannya dalam bidang bahasa pemrograman komputer untuk membuat bahan ajar sederhana.

disamping karakter yang melekat pada diri anak. Perkembangan peserta didik adalah perkembangan seluruh aspek kepribadianya. b. sehingga dalam menyikapi masalah dan menyeselesaikan tugas akan berbeda. hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran tidak ada sistem yang sifatnya memaksa siswa untuk belajar TI.24 Kurangnya kompetensi siswa dalam bidang TI menjadikan siswa enggan untuk mempelajari TI. yakni sebagai wadah siswa untuk bersinggungan dengan budaya teknologi. Salah satu upaya yang efektif untuk mengkondisikan siswa berbudaya belajar berbasis TIK adalah dengan pembentukan komunitas TIK. . Hal tersebut akan berpengaruh terhadap proses pembelajaran yang sedang berjalan. sedangkan siswa yang mempunyai kemampuan rendah akan menampakan motivasi yang lemah. Selain itu motivasi menggunakan TI sendiri masih lemah. Perbedaan sifat peserta didik akan menuntut guru melakukan perlakuan yang berbeda terhadap peserta didik. atau melihat nilai ujian harus di internet dan sebagainya. Siswa yang mempunyai kemampuan tinggi akan ditandai dengan motivasi tinggi. misalnya tugas untuk mencari makalah di internet. Kesiapan siswa. akan tetapi tempo dan irama perkembangan masing masing anak tidak selalu sama. Salah satu tujuan dari pembelajaran adalah perkembangan pada peserta didik dengan melalui pentahapan yang telah direncanakan. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama.

kemampuan guru dalam dalam beradaptasi dengan perubahan model pembelajaran yang baru. diantaranya: pertama dapat mengoperasikan komputer dengan sistem operasi window dan aplikasinya. Kedua dapat mengoperasikan aplikasi program office. dan lain – lain operasi sederhana lainnya. 2007) yakni adanya perencanaan dan leadership yang terarah dengan mempertimbangkan efektifitas dalam pembiayaan. chating. . Ketiga. Kunci sukses terealisasinya program e-Learning. email. Belajar sambil melakukan. mendownload file di internet. berikut adalah kompetensi yang harus dikuasai siswa. c. integritas sistem teknologi.25 Kekurang-siapan siswa dalam proses pembelajaran berbasis eLearning dapat dipenuhi dengan model pembelajaran “learning by doing”. mengetik. yang juga menuntut guru mempunyai kemampuan mencari bahan pembelajaran melalui internet serta mempersiapkan budaya belajar bagi siswa. menyertakan file di dalam email (attachment). Kesiapan pengembang e-Learning di SMK 1) Merancang e-Learning sebagai sumber belajar. mengedit. searching di internet. mempublikasikan karya tulis pribadi ke media internet. sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Bates dalam journal of eLearning volume 5 tahun 2005 (Sutrisno. namun demikian dalam pembelajaran berbasis e-Learning ada standar minimal kompetensi yang harus dikuasai siswa agar pemanfaatan e-Learning bisa sesuai dengan yang diharapkan. termasuk menyimpan. dapat menggunakan komputer untuk browsing.

. usulan yang dapat diimplementasikan serta menyiapkan short response time. Keempat.26 Ada empat langkah dalam manajemen pengelolaan program e-Learning yakni . 2) Penyediaan sistem e-Learning. Untuk menyediakan sistem e-Learning dalam suatu organisasi atau satuan pendidikan. Pihak penyelenggara dituntut cermat dalam menggunakan manajemen proyek dengan alokasi sumber daya manusia (mulai dari manager project. lokasi audience. business analyst. terdapat beberapa pilihan yang dapat ditempuh. system analyst. system developer. adanya hubungan dengan perusahan yang mengembangkan penelitian berkaitan dengan program e-Learning yang dikembangkan di sekolah. menyiapkan bahan-bahan yang akan dibutuhkan bersifat spesifik. ketersediannya infrastruktur. pertama. Pilihan metodologi pengembangan dan teknologi yang akan digunakan merupakan ‘hak preogratif’ tim pengembang dengan memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang ada. pembelajarannya. diantaranya : a) Mengembangkan sendiri. artinya institusi perlu memiliki tim untuk pengembangan sistem. menentukan peralatan misalnya hoste vs installed LMS dan Commercial or OS-LMS. Kedua. alokasi biaya dan waktu diatur sedemikian rupa sehingga requirements dapat dicapai sesuai target. system architect. hingga documentator). menentukan strategi yang jelas tentang target audience. tester. Ketiga. budget dan pengembalian investasi yang tidak hanya berupa uang tunai.

Effort yang perlu ini dilakukan adalah. khususnya pendeknya waktu implementasi serta layanan pasca implementasi. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti moodle. karena tingkat perkembangan perangkat lunak lebih pesat . Bagi organisasi atau perusahaan yang akan memanfaatkan software ini tidak perlu membayar. Namun yang perlu diperhatikan dari pilihan ini adalah seringkali fasilitas yang ada terlalu kompleks dari apa sebenarnya yang dibutuhkan organisasi yang bersangkutan. Melakukan kustomisasi artinya memanfatkan kembali modul-modul yang tersedia. dan yang lainnya. dari software open source ataupun dengan cara membeli dengan tujuan untuk dapat dimodifikasi sesuai requirements yang dibutuhkan organisasi. ketika perlu memutuskan menggunakan sistem mempelajari dokumentasi program. 3) Mengembangkan model e-Learning Pengembangan e-Learning diorientasikan ke perangkat lunak. baik itu dikembangkan sendiri. Tidak adanya layanan pasca implementasi berarti menuntut penggunanya untuk terlibat aktif dalam milis-milis yang mungkin ditemukan dibelakang hari. bahkan kalau perlu algoritma-algoritma yang digunakan. d) Melakukan kustomisasi. Konsekuensi dari cara ini adalah menyediakan anggaran serta berbagai pertimbangan seperti kemudahan.27 b) Membeli sistem yang sudah ada. c) Menggunakan open source e-Learning system. claroline.

berarti pergantian perangkat keras harus dilakukan. Berikut ini adalah contoh fitur fitur yang ada dalam e-Learning. Hasil dari proses analisa kebutuhan (requirements analysis) pengguna diterjemahkan sebagai fitur-fitur yang akan dimasukan ke dalam sistem e-Learning yang dikembangkan. kecuali ada komponen yang mati atau ada program baru yang menuntut memakai perangkat keras terbaru. Sehingga pergantian komponen perangkat keras tidak terlalu sering. hanya mau memakai sistem operasi window xp. Tahapan pengembangan e-Learning Masalah analisa kebutuhan harus dikedepankan karena kegagalan e-Learning sebagaian besar diakibatkan oleh kegagalan dalam analisa kebutuhan yang mengandung pengertian bahwa pengembang tidak berhasil meng-capture kebutuhan dari pengguna (user needs). padahal window xp hanya akan support bila diinstall pada komputer yang telah mempunyai ram 128 MB dan minimal pentium III. . Tahapan yang harus kita lalui pada saat mengembangkan sebuah perangkat lunak Requirement Analysis and Maintenance Coding Design Test Gambar 1 .28 daripada perangkat keras. misal pemakaian flash disk tidak bisa pada komputer dengan sistem operasi window 98.

papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal sekolah. sarana diskusi untuk mengerjakan tugas dalam kelompok. jadwal ujian. silabus. informasi tugas dan deadline-nya). tugas. contoh ujian yang lalu. daftar referensi atau bahan bacaan. penerangan sekolah. bahan presentasi. Prasarana adalah segala sesuatu yang tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. perlengkapan sekolah. Kesiapan sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaraan proses pembelajaran. sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas. .29 a) Informasi tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar. d. jadwal sekolah. diantaranya adalah tujuan dan sasaran. Kelengkapan sarana dan prasarana akan membantu guru dalam penyelenggaraan proses pembelajaran. metode pengajaran. misalnya : jalan menuju sekolah. b) Kemudahan akses ke sumber referensi. artikel-artikel dalam jurnal online. situs-situs bermanfaaat. misalnya media pembelajaran. dengan demikian sarana dan prasarana merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. alat-alat pelajaran. kamar kecil. profil dan kontak pengajar. forum diskusi online mailing list diskusi. diantaranya : diktat dan catatan sekolah. d) Sistem ujian online dan pengumpulan feedback. diantaranya : sarana untuk sharing file dan directory dalam kelompok. c) Sarana untuk melakukan kerja kelompok. komunikasi dalam kelas.

Kedua. tetapi sinar itu tidak dapat dikendalikan sesuai dengan kepentingan kita. Oleh karena itu.P Hutabarat (1988: 2005). Menurut E. Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang terdapat di tempat belajar seperti penerangan. baik di rumah maupun di sekolah. Kesiapan sarana dan prasarana meliputi : 1) Mempersiapkan lingkungan belajar. Penerangan yang terbaik adalah sinar matahari. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan kondisi siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Ketiga. Pertama. cahaya penerangan di ruangan tempat kita belajar haruslah cukup. harus mempertimbangkan faktor pendukung lainnya. rak buku. Suhu udara. kursi. suhu udara yang terbaik adalah antara 60-70° . meja belajar. akan memberikan pilihan penggunaan alat atau media pembelajaran sehingga akan menimbulkan kreatifitas. berpendapat bahwa faktor-faktor lingkungan belajar meliputi : penerangan. diantaranya adalah sebagai berikut : a. Ventilasi adalah keadaan peredaran udara di dalam ruangan tempat kita belajar. bagi pengajar akan menimbulkan gairah mengajar. bagi siswa akan lebih memudahkan proses penyerapan ilmu. dan tempat belajar itu sendiri.30 Kelengkapan sarana dan prasarana akan berdampak positif pada proses pembelajaran. Secara umum dapat dikatakan bahwa ventilasi itu harus memungkinkan beredarnya udara bersih untuk dihirup dan suhu udara yang membuat suhu badan terasa nyaman untuk melakuan aktivitas belajar. b. selama kita melaksanakan tugas dengan memakai otak atau pikiran.

kebisingan merupakan salah satu kendala dalam kegiatan proses belajar. and other devices. Tempat yang tetap memberikan suasana yang cocok dan dorongan untuk belajar. 2) Mempersiapkan piranti keras. Tempat belajar. audio speakers. Kebisingan. d. Perabot belajar. and printers. c. Hardware is sometimes usedas a term collectively describing the physical aspect of telephony and telecommunications network infrastructure’. mouse. telecommunications. 2007) Berdasarkan definisi tersebut. Piranti keras atau hardware dalam teknologi informasi diartikan kurang lebih sebagai berikut: “ Hardware is the physical aspect of computers. It includes not only the computer proper but also the cables. asal jangka waktunya tidak terlalu lama. . (Soekartawi. e. and peripheral devices such as the keyboard. karena siswa tidak dapat berkonsentrasi penuh pada saat berlangsungnya proses belajar sehingga akan mempengaruhi hasil belajar. connectors. piranti keras atau hardware umumnya dikonsentrasikan bukan saja piranti keras di komputer. sebaiknya kita mempunyai tempat belajar yang tetap di suatu tempat. Oleh karena belajar berlangsung beberapa jam maka ukuran meja dan kursi haruslah diperhatikan.31 F. Suhu udara sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. power supply units. cara belajar yang terbaik adalah dengan memakai meja dan kursi serta duduk dengan tegak.

Jadi teknologi yang dibutuhkan pada pembelajaran berbasis e-Learning adalah : audio dan video. Soekartawi. dan Dedicated / leased Line (Sumber . Tabel 1. gedung dan gudang peralatan dan lain. gabungan dari tiga macam teknologi di atas. VPN IP dan VSAT Zona sekolah Wireless dan Wireline 64 Kbps s/d 1 Mbps ADSL dan Wireless 2. Kesiapan piranti keras sangat berkaitan dengan koneksi yang merupakan pokok (backbone) dari e-Learning.lain. di bawah adalah contoh teknologi jaringan yang dipakai oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk penyelenggaraan e-Learning. apakah menggunakan serat optic atau lainnya : Bagaimanakah kapasitas jaringannya. VSAT IP. wireline dan satelit 256 Kbps s/d 2 Mbps MpLS. khususnya yang ada dalam program ‘Jaringan Pendidikan Nasional’ (JARDIKNAS)’. komputer. Perbandingan JARDIKNAS. wifi.4 Ghz STM-1. Misalnya bagaimana media akses-nya. berapa Mbs (Megabyte per second). sehingga proses belajar mengajar dapat dilaksanakan secara dua arah. internet. loadspeakers. 2007) . printer. dan bagaimana teknologi jaringannya. Pengertian ‘koneksi’ adalah jaringan yang mampu disambungkan dengan satelit atau lainnya. ketersiagaan bandwitch. telepon.32 tetapi juga yang lainnya seperti. Item’s Media akses Kapasitas jaringan (bandwidth) Teknologi Jaringan teknologi jaringan pada zona Zona Perguruan Tinggi Serat optic dan satelit 2 Mbps s/d 155 Mbps Zona Kantor Dinas Serat optic. Tabel 1. televisi. Pemilihan penggunaan teknologi jaringan adalah hal yang perlu diprioritaskan. USB. oleh karena itu spesifikasi jaringan perlu juga dilihat dan dievaluasi disesuaikan dengan kepentingannya. radio.

Half Baked Hot potatoe. 2007) ada beberapa taksonomi teknologi e-Learning yang disajikan. . MATLAB. Htm (l). No 1 Taksonomi untuk e.learning Pemograman seperi : computer languages. Mp3. webcamp. Black-Board. Jpg. etc. CDROM dan peralatan lain yang berkaitan. Playing sounds. XMLNotepad. Office Training. Hard disk. Gif. JOME. animations. XML and derived products. Aol press. Main memory dan peralatan lain termasuk tersedianya tempat untuk perpanjangan cards. SERPOLET and conifer. berikut adalah tabel taksonomi teknologi eLearning : Tabel 2. …acrobat Suite. Avi. Mov. animation. Interface controller (pararel. video conference. Lotus learning spac. Beberapa contoh taksonomi teknologi e-Learning. Quiz-maker. antara lain: Motherboard yang meliputi. Web interactive mathematics server WIMS. Swf. videos. HTML. MSWord. Multimedia classroom control.. Browsers (Netscape and internet Explorer). SMIL. Xml. floppy disk. Power Point. floppy disk dan driver for mas storge. voltage control and fan.33 Menurut Stromboni dkk (2004) seperti dikutip oleh (Soekartawi. Power supply (aliran listrik atau tempat dapat dipasang transformer. Macromedia Flash and director. Interactive blackboard. Editing. Storage controller dari IDE. Files. maka komponennya juga harus lengkap seperti yang melekat di komputer. Class. rtf. SCSI atau tipe yang lain fungsinya mengontrol hard disk. Javascript and J-Script. ARIADNE. Multimedia documents for e learning Format dari e-Learning Beberapa contoh Java. Dream Weaver Pdf. txt. data Bases. video projector. Interpreters. web sites. CPU. Ppt. Front Page. compilers. Server for names. mailing 2 3 4 Membuat : Building environment and data bases for tutoring and e learning Menggunakan piranti keras yang baru dan peripherals untuk pembelajaran Perangkat evaluasi Pengunaan multimedia 5 6 7 Teknologi e-Learning tidak lepas dari teknologi komputer. the learning Solution. Wav. Menyiapkan : Authoring. mini disk players. MAPLE Computing /simulating. Exe WEBCT. as SVG. MATHML. Texts. Doc. Parsers. Xsl. Java.

Computer server sebagai sistem yang akan melayani permintaan dari pengguna. Komputer pengguna yang digunakan untuk interface dalam mengakses ke sistem e-Learning. Kabel jaringan yang digunakan sebagai sarana fisik untuk menghubungkan antara komputer pengguna ke computer server. Idealnya jumlah komputer pengguna disesuaikan dengan perbandingan jumlah siswa yang perlu mengakses sistem e-Learning. USB. Piranti Server memerlukan sistem operasi tertentu . Piranti keras yang digunakan lainnya adalah berkaitan dengan sistem jaringan komputer. Computer database server yang berfungsi untuk menyimpan database materi pembelajaran dan data yang diperlukan dalam sistem e-Learning. Pengguna kabel jaringan dapat diganti dengan sistem tanpa kabel menggunakan LAN (wireless LAN).34 serial. firewire) yang menghubungkan komputer dengan komponen lainnya seperti printer atau scanner. Komponen jaringan komputer adalah sebagai berikut. Beberapa piranti lunak. diantaranya adalah : a) Sistem Operasi Sistem yang diperlukan adalah (1) server dan (2) Sistem operasi. Piranti ini diperlukan karena dalam eLearning dikembangkan berdasarkan aplikasi jaringan sehinggga diperlukan perangkat lunak. Untuk komputer pengguna (user) dapat berjumlah lebih dari satu sesuai dengan kebutuhan. Setiap penyelenggaraan e-Learning diperlukan piranti lunak atau softwares. 3) Mempersiapkan piranti lunak.

Tentang open source ini dapat dicari di internet secara mudah. d) Web-viewer. b) Web server Webserver merupakan suatu piranti lunak atau software yang dikembangkan untuk melayani permintaan pemakai/pengguna pada akses ke suatu sistem berbasis jaringan komputer. Piranti lunak lain adalah ‘web-viewer’ fungsi piranti ini adalah untuk menampilkan informasi yang diminta oleh . Linux dapat digunakan sebagai sistem operasi yang dapat dioperasikan sebagai server yang cukup handal dan dikembangkan dengan konsep open source sehingga legal untuk digunakan. maka diperlukan sebuah piranti lunak atau software di web server. Nama database ini disebut dengan nama ‘MySQL Server’. Piranti lunak atau software ini merupakan program untuk mengelola data yang digunakan di sistem e-Learning. Karena sistem e-Learning yang akan dikembangkan berbasis web. Piranti lunak ini mempunyai ukuran yang relative kecil. Untuk mendapatkan hasil yang bagus diperlukan pemilihan server yang tepat agar dapat mengoptimalkan kinerja sistem e-Learning yang dibangun. dapat diperoleh juga di open source sehingga legal untuk digunakan.35 yang dapat dioperasikan sebagai server. c) Database Server Piranti lunak berikut adalah ‘database server’. Piranti lunak ini merupakan salah satu software database server yang sangat handal.

36 pengguna. Dalam kamus wikipedia. HTML embedded scripting language used to create dynamic web pae’s. e) Web-Browser. mozilla. web browser ini disebut dengan nama ‘browser’ yang artinya ‘a software application used to locate and display web pages’. . netscape communicator dan program web-browser lainnya. Melalui ‘web-viewer’ data dapat diakses dengan menggunakan kode tertentu. kemampuan yang hebat dan dukungan software lainnya menjadikan PHP menjadi program web-viewer yang banyak digunakan dalam aplikasi berbasis web. Program PHP merupakan program web-viewer yang handal yang mampu menampilkan informasi secara dinamis. Dengan ukuran yang relative kecil. Piranti lunak dari web-browser yang akan digunakan dapat microsoft internet explorer. ‘kode tertentu’ yang dimaksudkan disini adalah program yang akan digunakan yang dinamakan dengan nama PHP. PHP atau program hypertext preprocessor adalah ‘an open source. Pemakaian PHP ini amat sering digunakan manakala programmer membuat suatu pemrograman komputer. sehingga dapat dimegerti oleh server komputer. server-side. Web-browser (sering dinamakan “browser’) digunakan untuk mengakses halaman web di komputer pengguna. Misalnya membuat suatu program tentang SIM (Sistem Informasi Manajemen). Menurut kamus wikipedia.

LMS. Claroline. Cara kerja atau prinsip kerja LMS mirip dengan CMS (Content Management System) yaitu suatu sistem yang digunakan untuk mengelola sebuah website. Konsep open source memperbolehkan mengedit siapa dan saja untuk menyalin. Diantara LMS yang dikembangkan adalag Dokeo. ulang mendistribusikan. moodle. Menurut kamus wikipedia yang dimaksud dengan CMS adalah ‘software that enables one to add/ or manipulate content on a web site. atutor dan claroline adalah LMS yang dikembangkan dengan konsep open source. Dewasa ini telah banyak dikembangkan LMS untuk mengelola sistem pembelajaran e-Learning. moodle. mendistribusikan asalkan tetap dicantumkan referensi dan tetap menggunakan platform open source. baik yang bersifat komersial maupun open source.37 f) Learning Management System (LMS). Dengan LMS pengelolaan sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Memakai konsep open source LMS. atutor dan claroline telah banyak digunakan di beberapa lembaga pendidikan di dunia. Learning management system atau LMS ini merupakan suatu piranti lunak yang dikembangkan untuk mengelola sebuah sistem pembelajaran yang berbasis web atau eLearning. . Modle. Atutor dan banyak lagi LMS lainnya.

membekali diri dengan ilmu yang berkaitan dengan teknologi informasi dan teknologi. penguasaan materi pembelajaran (subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Langkah awal dalam kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning adalah memenuhi/ mengadakan komponen komponen pendukung penyelenggaraan program e-Learning dengan mempertimbangkan faktor faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran. Kesiapan guru meliputi.38 C. disebut kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning. penguasaan TIK dalam pembelajaran yakni pemanfaatan e-Learning sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang uptodate dan berkualitas. pertama. Ketiga. Kompetensi dasar meliputi . kompetensi dasar yang harus dimiliki guru dan menyiapkan lingkungan belajar berbudaya TI. Kerangka Berfikir Mengingat pembelajaran berbasis e-Learning termasuk model pembelajaran yang baru. Komponen pendukung penyelenggaraan e-Learning meliputi : 1. menjadi kemestian bagi pihak yang akan menyelenggarakan model pembelajaran berbasis e-Learning. kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaedah-kaedah paedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. Proses mempersiapkan diri. Kesiapan Guru. dengan ilmu dan sarana dan prasarana penunjang keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ini. Kedua. Teknologi sangat berperan dalam pembelajaran berbasis elektronik. semua media belajar konvensional yang nilai manfaat dan .

Oleh karena itu. mengedit. dapat mengoperasikan aplikasi program office. Kesiapan siswa meliputi. Pengadaan piranti keras dan piranti lunak didasarkan dengan beberapa pertimbangan. searching di internet.39 fungsinya lebih rendah dibandingkan dengan media yang berbasis elektronik. aspek ekonomi. Kesiapan siswa Kesiapan siswa menjadi aspek pertimbangan dari penyelenggaraan program e-Learning. dapat menggunakan komputer untuk browsing. Teknologi canggih yang diterapkan dalam program e-Learning tidak akan optimal jika siswa tidak siap untuk memakai. email. diantaranya. 2. Perencanaan yang cermat dan tepat dalam menyiapkan piranti keras dan lunak sangat berguna bagi kelancaran . Chating. dapat mengoperasikan komputer dengan sistem operasi window dan aplikasinya. Pertama. menyertakan file di dalam email (attachment). dan lain – lain operasi sederhana lainnya. aspek teknis. termasuk menyimpan. Kedua. mendownload file di internet. mempublikasikan karya tulis pribadi ke media internet. 3. akan di ganti dengan media berbasis elektronik. karena siswa sebagai tujuan program e-Learning diadakan. Kesiapan Sarana dan Prasarana Kesiapan sarana dan prasarana e-Learning meliputi kesiapan piranti keras dan piranti lunak. pengenalan dan penguasaan teknologi harus diprioritaskan demi kelancaran pembelajaran berbasis elektronik. mengetik. aspek pemanfaatan dan aspek aspek yang mempengaruhi proses pembelajaran. Ketiga. Salah satu sarana untuk pengenalan dan penguasaan teknologi yang efektif dan efesian adalah pembudayaan lingkungan belajar berbasis TI.

web server memakai apache. Manajemen penyelenggaraan e-Learning tidak sebatas perencanaan seputar pengadaan sistem e-Learning. penyediaan sistem e-Learning. Kesiapan piranti lunak di mulai dari menyiapkan driver piranti keras dan menyiapkan software program yang dibutuhkan seperti sistem operasi memakai linux. dalam kesiapan sarana dan prasarana perlu juga memperhatikan kesiapan pihak pengembang e-Learning di SMK. printer. data base server memakai LMS. Kesiapan piranti keras. visi dari pendidikan. karena hakekatnya e-Learning adalah model pembelajaran yang di dalamnya terdapat sistem yang harus direncanakan agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Mengingat dengan adanya sarana dan prasarana yang baik belum menjamin akan terselenggaranya pembelajaran berbasis e-Learning dengan baik. webcamp. Manajemen penyelenggaraan e-Learning meliputi merancang. Manajemen penyelenggara e-Learning menjadi poin pertama yang harus dipersiapkan. seperti sound sistem. mengembangkan model eLearning. melainkan dimulai dari . penyiapan ‘koneksi’ atau jaringan beserta perlengkapannya. dimulai dari penyiapan komputer beserta peralatan pendukungnya . Oleh karena itu. Hal tersebut perlu didukung dengan keberadaan tenaga ahli khusus yang dipersiapkan untuk mengelola sarana dan prasarana. misi. serat optik.40 jalannya proses pembelajaran berbasis elektronik. wireline dan sebagainya. Manajemen pihak pengembang terhadap sistem pembelajaran menjadi penentu jalan tidaknya sistem pembelajaran yang diselenggarakan. dan sebagainya. kabel jaringan.

Perkembangan teknologi. yaitu guru mata pelajaran yang membutuhkan fitur fitur khusus.41 awal membangun sistem sampai evaluasi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta. Sejauhmana kesiapan guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk menjalankan program pembelajaran berbasis e-Learning. D. hal ini menuntut sistem e-Learning harus update terhadap perkembangan zaman. ahli bidang kurikulum. 1. dalam manajemen penyelenggaraan sistem e-Learning harus melibatkan banyak pihak. Sistem e-Learning diharapkan mampu menjawab kebutuhaan guru dan siswa. . pihak manajeman penyelenggara harus menyertakan pertimbangan pengembangan sistem e-Learning dalam manajemen penyelenggaraan sistem e-Learning. Pertanyaan Penelitian. diantaranya : ahli bidang teknologi informasi. Oleh karena itu. secara rinci dapat dirumuskan melalui pertanyaan penelitian sebagai berikut . standar kelulusan siswa dan standar kompetensi pengajar menjadikan naiknya tingkat kompleksitas permasalahan yang harus ditempuh oleh guru dan siswa dalam menunaikan tugas dan kewajiban sebagai pengajar dan pencari ilmu. ahli bidang perencanaan program. dan juga pihak pihak yang akan memanfaatkan e-Learning. Oleh karena itu.

3. Bagaimana ketersediaan sarana dan prasarana SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta untuk mendukung penyelengaraan pembelajaran berbasis eLearning. . Sejauhmana kesiapan siswa kelas 2 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning.42 2.

43 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK kota Yogyakarta yang meliputi SMKN 2. Variabel dalam penelitian ini ada 3. Pendekatan penelitian Penelitian tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan ini. SMK Muhammadiyah 3. pertama. pemahaman tentang e-Learning. kesiapan siswa ditinjau dari . membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. penilaian guru terhadap kesiapan siswa. lingkungan belajar. merupakan penelitian deskriptif. kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2008 sampai dengan Agustus 2008. B. SMK PIRI 1. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan (fenomena) atau mencari fakta dan keterangan tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan secara faktual sesuai dengan kondisi yang ada. yaitu . penilaian siswa terhadap kesiapan guru. kompetensi siswa terhadap materi TIK. mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Ketiga. kesiapan guru ditinjau dari. kesiapan sarana dan . C. pengetahuan tentang eLearning. menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Kedua. SMKN 3. Variabel penelitian.

siswa kelas 2. SMK 3 Negeri. perencanaan pembelajaran berbasis e-Learning. dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mengambil data adalah sebagai berikut . aplikasi program. SMK PIRI 1. piranti lunak. yaitu dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung ketempat yang dijadikan obyek penelitian yakni SMK 2 Negeri. komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. sistem operasi dan komputer jaringan. 1999:61).44 prasarana ditinjau dari. E. siswa kelas 2 sebanyak 127 orang dan Tim pengembang e-Learning sebanyak 7 orang. Metode pengumpulan data Sesuai dengan sifat dan jenis data yang diperlukan. D. . kompetensi pengembang e-Learning terhadap materi TIK yang meliputi materi tentang. aplikasi bisnis komputer. sistem operasi komputer personal. paket keahlian multimedia). (struktur dan perangkat komputer. Pertimbangan menggunakan total populasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih representatif dan mengurangi tingkat kesalahan sehingga data yang diperoleh mendekati nilai sesungguhnya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Nonprobability/Nonrandom Sampling dengan metode Purposive Sampling dengan jenis lebih spesifikasi Judgment Sampling. 1. Tim pengembang e-Learning di SMK kota Yogyakarta Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan yang berjumlah 163 orang yang terdiri atas guru mata pelajaran produktif sebanyak 29 orang. piranti keras. Adapun besarnya sampel dalam penelitian ini adalah 163 orang dengan pendekatan sampling jenuh (Sugiono. Observasi. SMK Muhammadiyah 3 kota Yogyakarta. Populasi dan sampel penelitian. Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran produktif.

45

2. Angket/ Kuesioner, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan instrumen beberapa daftar pertanyaan dalam bentuk tertulis yang diberikan kepada para responden yakni siswa, guru dan TIM pengembang eLearning di SMK Muhammadiyah 3, SMK PIRI 1, SMK 2 Negeri, SMK 3 Negeri, di kota Yogyakarta. F. Instrumen penelitian Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian kuesioner atau angket untuk mengambil data tentang kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan jaringan SMK kota Yogyakarta. Variabel kesiapan siswa dan kesiapan guru menggunakan skala likert yang sudah dimodifikasi dimana responden memilih empat jawaban yang tersedia. Penghilangan jawaban di tengah berdasarkan 3 alasan yaitu: 1. Kategori ragu-ragu memiliki arti ganda, bisa diartikan netral, tidak setuju atau setuju. 2. Tersedianya jawaban yang di tengah menimbulkan kecenderungan menjawab ke tengah (central tendency effect), terutama bagi mereka yang ragu-ragu atas arah kecenderungan jawabannya. 3. Maksud kategori jawaban SS-S-TS-STS adalah terutama untuk melihat
kecenderungan pendapat responden kearah setuju atau ke arah tidak setuju.

Variabel kesiapan sarana dan prasarana menggunakan skala likert dan skala guttman, skala guttman digunakan di dalam variabel ini karena ada beberapa item pertanyaan yang jawabannya tidak dapat digradasikan. Adapun kisi kisi instrumen seperti di bawah ini :

46

1. Kisi – kisi kesiapan guru. Tabel 3. Kisi – kisi kesiapan guru.
No 1 Indikator No butir
Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Menguasai materi pembelajaran sesuai dengan bidang A(2) keahlian yang dimiliki A(1,4,5,6) Memiliki kemampuan teknis merencanakan pembelajaran. Kesiapan kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Menguasai teknologi informasi dan komputer dalam A(7,8,10,11,12,13,14,15 ,16,17,18,18,19,20) pembelajaran. Pemahaman tentang e-Learning A(21,23) Paham dengan pembelajaran berbasis e-Learning A(22,24) Paham dengan pemanfaatan e-Learning A(25,26,27) Dapat menggunakan aplikasi dari program Internet Kesiapan menyiapkan peaserta didik berbudaya belajar TIK A(28,29,34,35,) Memberikan tugas rumah dengan melibatkan TIK dalam mengerjakannya. A(33,34,35,36,37 Menggunakan TIK dalam pembelajaran A(31,32) Mengkondisikan terbentuknya kelompok belajar TIK Memberikan bimbingan TIK ke siswa di luar jam pelajaran A(30,35)

2 3

4

2. Kisi kisi kesiapan siswa Tabel 4. Kisi kisi kesiapan siswa
No
1

Indikator

No butir

2

3

Kesiapan kompetensi siswa terhadap materi TIK Dapat mengoperasikan komputer dengan A(1,2,)B(38,39,41) kelengkapannya. Dapat mengoperasikan aplikasi dalam internet, A(3.-9) B(40,42,43,44,45, diantaranya: email, chating, browser, dan lain lain. Mengetetahui teknologi e-Learning dan mampu A(5,9,26,27,28) B(41,46) mengoperaikan layanan yang tersedia. Kesiapan mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Dapat Memanfaatkan fasilitas sekolah untuk mencari A(10,11,12) A26 informasi tentang TI Dapat memanfaatkan vasilitas – vasilitas di lingkungan A13 masyarakat untuk mencari informasi tentang TIK Mampu menyisihkan uang untuk mengakses internet di A14 warnet A15 Mampu memanajemen waktu Dapat memanfaatkan vasilitas di lingkungan keluarga A(19,38) untuk mencari informasi tentang TI Kesiapan Lingkungan berbudaya Belajar berbasis TIK. A(16,20,21,22,23,24, Mempunyai komunitas atau teman bermain yang 25,31) menyukai teknologi informasi Suasana belajar di sekolah yang kondusif
A(10,12,13,15,34,35, 36,40,41) A19 A(26,27,28) A(29,30,32,33)

4

Mempunyai buku buku TIK Kesiapan Pengetahuan tentang e-Learning Memahami pembelajaran berbasis e-Learning Dapat menggunakan program aplikasi internet

47

3. Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana. Tabel 5. Kisi kisi kesiapan sarana dan prasarana
No
1

Indikator
Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e -Learning Mampu menganalisa kebutuhan sarana dan prasarana peyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Mampu merencanakan pembiayaan dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Mampu menyediakan tenaga ahli di bidang e-Learning. Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. Tersedia Lab.komputer dengan jaringan Internet. Tersedia teknisi ahli bidang TIK Terdapat mata pelajaran tentang internet. Terdapat buku buku tentang TIK Kesiapan piranti keras. Ketersediaan komputer yang memadahi untuk praktik siswa. Ketersediaan perangkat – perangkat pelengkap komputer pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Ketersediaan sistem jaringan komputer

No butir
C(1,23) C(4,5) C(6,7)

2

C(8,9) C(10) C(11) C(12) C(13) C(14,15,16,) C(17,18,19,20,21,22, 23,24,25)

3

4

5

Kesiapan piranti lunak Ketersediaan sistem operasi Ketersediaan web server Ketersediaan server Ketersediaan web Viewer Ketersediaan learning management system Kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK Mengetahui struktur dan perangkat komputer Mengetahui sistem operasi komputer personal Mengetahui sistem operasi jaringan Mengetahui aplikasi program Mengetahui aplikasi bisnis komputer Menguasi paket keahlian multimedia

C(26) C(27) C(28) C(29) C(30) C(31-41) C(42-50) C(51-61) C(62-71) C(72-74 C(75-84)

G. Uji validitas. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas konstruk (construct validity) dan validitas isi (content validity). Validitas isi (content validity) instrumen penelitian ini dengan menganalisis butir, yaitu dengan cara mengkorelasikan melalui rumus “Product Moment” dari Pearson yaitu:

48

rxy =

{NΣX

NΣXY − (ΣX )(ΣY )
2

− (ΣX ) NΣY 2 − (ΣY )
2

}{

2

}

Keterangan : rxy = koefisien korelasi antara X dan Y N = jumlah subyek ΣXY = jumlah X dikalikan dengan Y ΣX = jumlah X ΣY = jumlah Y Uji validitas konstruk (construct validity) dilakukan dengan jalan (Expert Judgment) yaitu dikonsultasikan pada pakar dari Universitas Negeri Yogyakarta, yaitu : Bapak Imam Mustholiq Mussama, M.Pd, selaku dosen ahli dalam bidang pendidikan dan 2 dosen yang mempunyai keahlian di bidang e-Learning, yaitu bapak Rustam Asnawi, MT dan bapak Mohamad Ali, MT. Hasil dari konsultasi dengan pakar dijadikan masukan untuk menyempurnakan atau memodifikasi instrumen sehingga instrumen layak dipakai untuk mengambil data. Instrumen yang telah di modifikasi dan dinyatakan valid oleh validator, diujicobakan pada guru, siswa dan tim pengembang e-Learning SMK 3 Negeri Yogyakarta, dengan jumlah responden 34 siswa, 7 guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, 2 orang pengembang e-Learning SMK 3 Negeri Yogyakarta. Dalam penelitian ini ada angket yang tidak diujicobakan pada responden, yaitu angket variabel kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang. Hal ini dikarenakan, angket dibuat dengan memodifikasi angket milik (Hariawan, 2003) dengan judul kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Selain itu, responden dalam

53) B(6.11. Sistem operasi dan jaringan komputer d.39. Struktur dan perangkat komputer b. Sistem OperasiKomputer Personal c.39.41) B(50. Data dari ujicoba instrumen di SMK 3 Negeri Yogyakarta diolah menggunakan komputer dengan program SPSS 11.41) A (36.5) A(10. 26.13) A (18) - 2 2 1 0 0 5 1 2 1 1 2 7 2 3 5 1 Kesiapan Siswa Siswa Guru A(4.8.11) B (26) B (30) A (50. Aplikasi program e. Adapun hasil validitas instrumen adalah sebagai berikut : Tabel 6.53) A(36. Oleh karena itu.53) 3 Kesiapan Sarana dan Prasarana TIM Pengem bang 2 Guru Siswa a. Hasil validitas instrumen N o Variabel Responden Nama Jml Pertanyaan Aspek Kompetensi siswa terhadap materi TIK Mencari sumber belajar pendukung 34 pembelajaran berbasis e-Learning Lingkungan belajar Pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan 7 siswa Total Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran 7 berbasis e-Learning Pemahaman tentang e-Learning Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK Penilaian siswa terhadap kesiapan 34 guru Total Merancang Pembelajaran berbasis e-Learning Komponen Penyelenggaraan Pembelajaran berbasis e-Learning Piranti keras Piranti lunak Kompetensi pengembang terhadap : Jml 9 6 10 8 9 42 6 14 7 10 7 44 7 5 18 5 11 9 11 10 3 10 12 13 109 jml Gugur No A (4.10.53) - Siswa B (50. Aplikasi bisnis komputer f. instrumen penelitian kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang hanya di validitas konstruk dengan jalan (Expert Judgment).49 penelitian hanya 2 orang. 18) B (6) 2 Kesiapan Guru Guru B (8. 30) A (50.5.5.12. hal ini menjadikan instrumen akan cenderung tidak valid dan reliabel apabila dianalisis butir dengan cara mengkorelasikan melalui rumus “Product Moment” dan apabila diuji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach untuk instrumen dengan skala likert dan rumus spearmanbrown untuk instrumen dengan skala guttman. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan 7 prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan 34 prasarana Total .

2003:137).50 H. Uji reliabilitas Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono. misalnya angket atau bentuk uraian.11. rumus alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0. Uji realibilitas untuk instrumen penelitian ini menggunakan rumus alpha karena instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala 1. Tingkat reliabilitas instrumen ditentukan berdasarkan koefisien reliabilitas yang dimilikinya.4.5 for windows. Menurut Suharsimi Arikunto (1992:164). Pemilihan bantuan komputer karena data yang akan dikumpulkan . Adapun rumus alpha yang dimaksud menurut Anas Sudijono (2007:208) adalah sebagai berikut: ⎡ n ⎤⎡ ⎢1 − r11 = ⎢ ⎣ n − 1⎥ ⎢ ⎦⎣ ∑S S 2 t 2 i ⎤ ⎥ ⎥ ⎦ Keterangan : r11 : Koefisien reliabilitas instrumen N 1 : Banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes : Bilangan konstan 2 i ∑S S t2 : Jumlah varians butir : Varians total Rumus yang digunakan untuk mengetahui varians adalah 2 S = ∑ X 2 − (∑ X N )2 N N : jumlah responden Perhitungan yang digunakan pada penelitian ini adalah perhitungan menggunakan bantuan komputer menggunakan program SPSS.

kemudian diinterpretasikan dengan sebuah patokan.80 sampai dengan 1. Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden pengembang e-Learning di SMK 2 Kesiapan Siswa 3 Kesiapan Sarana dan Prasarana Expert Judgment I.40 >0.20 sampai dengan 0.9807 0.5 for window.60 sampai dengan 0.9670 0.8395 0. modus (Mo). Kesiapan guru dengan responden guru Kesiapan siswa dengan responden guru Kesiapan siswa dengan responden siswa Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden guru Kesiapan sarana dan prasarana dengan responden Siswa.00 Tabel 7. Data penelitian yang diperoleh selanjutnya di analisis secara deskriptif. Adapun patokan tingkat reliabilitas berdasarkan nilai alpha (Triton PB. dan simpangan baku (SD) dengan menggunakan program komputer statistic SPSS 11.60 >0. 2006: 248) adalah sebagai berikut : 0.40 sampai dengan 0.20 >0. Teknik analis data Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. median (Me).80 >0. .51 jumlahnya cukup banyak sehingga akan membutuhkan waktu yang lama jika dilakukan secara manual.5669 0. yaitu dengan mengukur harga mean (M). rentang nilai (range).5217 Ket Cukup Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Sangat Reliabel Cukup Reliabel Kesiapan responden siswa. Hasil uji reliabilitas instrumen. Apabila koefisien reliabilitas telah diketahui.00 sampai dengan 0.9512 0. No 1 Variabel Kesiapan Guru : Kurang reliabel : Agak reliabel : Cukup reliabel : reliabel : Sangat reliabel Komponen guru dengan Koefisian 0.

dengan rumus perhitungan sebagai berikut : Md ⎛ 1 ⎞ n − F ⎟ ⎜ 2 ⎟ = b + p⎜ f ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎝ ⎠ dimana : Md = Median b = Batas bawah dimana median akan terletak p = Panjang kelas interval dengan frekuensi terbanyak F = Jumlah semua frekuensi sebelum kelas median f = Frekuensi kelas median ( Sugiyono. yang rumus perhitungannya sebagai berikut : Me = ∑ n X dimana : Me = Mean atau rata – rata ∑ = Epsilon X = Nilai x ke I sampai ke n 2. Median (Me) Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai tengah dari kelompok yang telah disusun urutannya dari yang kecil sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil. Rerata atau Mean (M) Rerata atau Mean (M) merupakan teknik penjelasan yang didasarkan atas nilai rata – rata kelompok tersebut. Perhitungan modus menggunakan rumus : . Modus atau Mode (Mo) Modus merupakan teknik penjelasan kelompok yang berdasarkan atas nilai yang sedang popular (yang sedang menjadi mode) atau yang sering muncul pada kelompok tersebut. 2005) 3.52 1.

2005) 5. 2005) 4. 2005) . Rentang Nilai (range) Rentang nilai adalah perbedaan antara skor yang paling tinggi dengan skor paling rendah pada suatu distribusi. Rumus perhitungan simpangan baku sebagai berikut : S= ∑ fi( Xi − X ) (n − 1) 2 Dimana : S f X n = Standar deviasi = Frekuensi = Nilai tengah tiap tiap interval kelas = Banyaknya data (Sugiyono. Simpangan baku (SD). Perhitungan median dapat menggunakan rumus : R = Xt – Xr Dimana : R = Rentang Xt = Data terbesar dalam kelompok Xr = Data terkecil dalam kelompok ( Sugiyono. Standar deviasi adalah rata – rata kuadrat penyimpanan masing – masing skor individu dari mean kelompok. Rentang nilai dapat diketahui dengan jalan mengurangi data tertinggi atau terbesar dengan data terenah atau terkecil.53 ⎛ b1 Mo = b + p ⎜ ⎜b +b 2 ⎝ 1 ⎞ ⎟ ⎟ ⎠ Dimana : R = Rentang Xt = Data terbesar alam kelompok Xr = Data terkecil dalam kelompok ( Sugiyono.

SBi > X ≥ X i. Proses perhitungan prosentase dilakukan dengan cara mengkalikan hasil bagi skor riil dan skor ideal dengan seratus persen. 4. Keterangan : X Xi : Berarti sangat tinggi : Berarti tinggi : Berarti rendah : Berarti sangat rendah = Skor responden = Rerata / mean ideal = Simpangan Baku ideal = ½ ( Skor tertinggi + skor terendah ) = 1/6 (Skor ideal tertinggi – skor ideal terendah) SBi Xi SBi .Sbi. Rumus prosentase tingkat pencapaian sebagai berikut : PS = ∑ P X 100 % ∑I Keterangan : PS : Persentase ∑P : frekuensi Riil ∑I : Jumlah ideal Skor tersebut kemudian ditafsirkan ke dalam bentuk kuantitatif dalam suatu kategori berdasarkan kurva normal pada Djemari Mardapi (2008:123) tingkat pelaksanaan tersebut berada pada : 1.Sbi. X i + 1. X i > X ≥ X i – 1.Sbi 2. X ≥ X i + 1. 3.54 Perhitungan dalam analisa data menghasilkan prosentase pencapaian yang selanjutnya dilakukan interprestasi. X < X i – 1.

55 .

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Berikut disajikan harga–harga Mean (rerata). modus sebesar 26. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 17.5 17. bertujuan untuk menyajikan data yang telah diambil oleh peneliti. a. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 21 21 > X ≥ 17. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Mean ideal (Mi) adalah ½ (28 + 7) = 17. Deskripsi data Deskripsi data dalam penelitian ini. median. Kompetensi siswa terhadap materi TIK. standar deviasi sebesar 2. Kesiapan siswa. serta histogram dari masing–masing indikator penelitian. 1. Skor ideal tertinggi adalah 7 X 4 = 28 dan skor ideal terendah adalah 7 X 1 = 7. Tabel 8.5 62.55 BAB IV DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN A.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 28 – 7) = 3. modus.78 dan varians . standar deviasi (simpangan baku).5> X ≥ 14 X < 14 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24 median sebesar 24. Kriteria penilaian kesiapan siswa di kota Yogyakarta aspek kompetensi siswa terhadap materi TIK.

1 siswa termasuk kriteria rendah. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21 > X ≥ 17.74.25 3.13 0 100 Data pada tabel 9 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. 29 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.63 6. 2 siswa termasuk kriteria tinggi.5 >X ≥14 Sangat Rendah X<14 Frekuensi % Gambar 2. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 21 21 > X ≥ 17. Menurut pengkriteriaan yang . Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 9. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.5> X ≥ 14 X < 14 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 29 2 1 0 32 % 90. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 17.71%.56 sebesar 7.5 Rendah 17. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK 85.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.55 median sebesar 19 modus sebesar 21 standar deviasi sebesar 4.5 R endah 1 7.71% termasuk kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 10 7 8 4 29 % 34.08 dan varians sebesar 16.14 100 Data pada tabel 10 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 40 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.68.59 13.14 27.5 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 10. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 27 dan skor terendah yang diperoleh adalah 11.57 terdapat dalam teknik analisa data. nilai sebesar 85.5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 3. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK .48 24.

Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.26%. nilai sebesar 66. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. 10 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 11. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 .39 dan varians sebesar 5.74. 4 orang termasuk kriteria sangat rendah. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 21.5 22. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. 7 siswa termasuk kriteria tinggi.58 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian.56 median sebesar 25 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 2. 3) SMK N 2 Yogyakarta. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 66. 8 siswa termasuk kriteria rendah.26% termasuk kriteria tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

4) SMK N 3 Yogyakarta. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.5 Rendah 1 7.59 Data pada tabel 11 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 4.72%. nilai sebesar 87.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 25. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 20.20 dan varians sebesar 4.85. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 87. .72% termasuk kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. semua termasuk kriteria sangat tinggi. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7.38 median sebesar 26 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 2.

33 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 1 siswa termasuk kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. .5 >X ≥1 4 Sangat Rendah X<1 4 Frekuensi % Gambar 5. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK sebesar 90.60 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 12. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.65%. nilai sebesar 90. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 22. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 Rendah 1 7.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97.65% termasuk kriteria sangat tinggi.94 0 0 100 Data pada tabel 12 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 21 Tinggi 21> X ≥ 1 7.06 2. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK.

72 66.72 90.72 90.30 (%) 85.72% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir .43 2. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK. dan persentase (%) seluruh responden pada variabel kesiapan siswa aspek kompetensi siswa SMK kota Yogyakarta terhadap materi TIK ditunjukan berikut: Tabel 13.26 87. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 768 538 786 863 2955 Skor ideal 896 812 896 952 3556 Rerata 3. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 90. peringkat kedua SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 87. skor.65 1 00 80 60 40 20 0 Persent ase SM K SM K Piri 1SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 6.51 3.72% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. skor ideal.72 66.10 pada tabel 14 Data pada tabel 13 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 85.61 Data rerata.65 3. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 85.26 87.65 83.63 3.65% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kompetensi siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap materi TIK.

41 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Penilaian kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK dihitung dengan rumus persentase. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 83.26% termasuk dalam peringkat tinggi. yaitu membandingkan jumlah perolehan skor realita dari ke 4 sekolah dengan jumlah skor ideal dari ke 4 sekolah.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13.10% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.62 adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 66. Skor ideal tertinggi adalah 4 X 4 = 16 dan skor ideal terendah adalah 6 X 1 = 6. 83. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Tabel 14.10%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Mean ideal (Mi) adalah ½ (16 + 4) = 10 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 16 – 4) = 2.01 dan . Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 15 dan skor terendah yang diperoleh adalah 9. Mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. dikalikan seratus persen.5 62. b. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data.

didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber . Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.63 varians sebesar 1.63 3. 10 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.25 65. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 15.13 0 100 Data pada tabel 15 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 12 Tinggi 12 > X ≥10 Rendah 10 >X ≥8 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 7.04. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 21 siswa termasuk kriteria tinggi dan 1 siswa termasuk rendah. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 10 21 1 0 32 % 31. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 22 7 0 0 29 % 75. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 14 dan skor terendah yang diperoleh adalah 10. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 16.64 belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 63. nilai sebesar 63. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.73% termasuk kriteria tinggi.13 0 0 100 Data pada tabel 16 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : . Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.86 24. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga Mean sebesar 12.15 dan varians sebesar 1.33.24 median sebesar 12 modus sebesar 13 standar deviasi sebesar 1.73%.

65 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 2 Tinggi 1 > X ≥1 2 0 Rendah 1 >X ≥8 0 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 8.24 dan varians sebesar 1. 22 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 7 siswa termasuk kriteria tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 12. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.55. nilai sebesar 76. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.50 modus sebesar 12 standar deviasi sebesar 1. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.50 median sebesar 12. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 76. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 14 dan skor terendah yang diperoleh adalah 10. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. . Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.61% termasuk kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.61%.

90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 2 Tinggi 1 > X ≥1 2 0 Rendah 1 >X ≥8 0 Sangat rendah X<8 Frekuensi % Gambar 9. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung . Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.23 21.88 0 0 100 Data pada tabel 17 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 25 7 0 0 32 % 78.66 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 17. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 25 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 7 siswa termasuk kriteria tinggi. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.

5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13.13%. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 15 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12.05 2. nilai sebesar 78. Data frekuensi kesiapan siswa SMK Negeri 3 Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.67 pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 78.41 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 18.03.94 0 0 100 Data pada tabel 18 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.01 dan varians sebesar 1. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97. . Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.13% termasuk kriteria sangat tinggi.

73 76.68 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 12 Tinggi 12 > X ≥10 Rendah 10 >X ≥8 Sangat Rendah X<8 Frekuensi % Gambar 10.82 77. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 357 355 400 456 1568 Skor ideal 512 464 512 544 2032 Rerata 2. skor ideal. Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.06 3. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 83.17 . skor. seluruh responden pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis eLearning ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 19.79 3.51 78.08 Persentase 69. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.82% termasuk kriteria sangat tinggi Data rerata. 33 siswa termasuk kriteria sangat tinggi dan 1 siswa termasuk kriteria tinggi. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.13 83.35 3. dan persentase (%).82%.13 3. nilai sebesar 83. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.

dikalikan seratus persen.69 Data pada tabel 19 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.00 70.73% termasuk dalam kriteria tinggi.00 40.13% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.8 2 90.00 80.00 6 9 .73 76 . Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : Peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 83.00 60.00 0. Penilaian kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta aspek kompetensi terhadap materi TIK dihitung dengan rumus persentase. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 77.00 20.1 3 SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 P ers entase Gambar 11.82% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 30.51% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 69. peringkat kedua SMK 2 N Yogyakarta dengan nilai 78. peringkat ketiga SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 76.00 50. . Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.17%. 8 3 .51 78 . Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek mencari sumber belajar pendukung pembelajaran berbasis e-Learning.00 1 0.

5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 36 – 9) = 4.5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 21.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29.5 22. Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.67.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 21 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9. Lingkungan Belajar.2 dan varians sebesar 1.5 22.70 c. Tabel 20.5. Kriteria penilaian lingkungan belajar. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. . Data frekuensi kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.59 median sebesar 30 modus sebesar 29 standar deviasi sebesar 1. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27.

2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.45 dan varians sebesar 2.21 median sebesar 28 modus sebesar 29 standar deviasi sebesar 1. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.10. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa . semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi.5 >X ≥18 Sangat Rendah X<18 Frekuensi % Gambar 12.20%.20% termasuk kriteria sangat tinggi. nilai sebesar 82.5 Rendah 22. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.71 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 82. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.72 aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 22.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 13. 3 siswa termasuk dalam kriteria tinggi.34 0 0 100 Data pada tabel 22 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 1 00 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.66 10. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 78. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. . Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 22.5> X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 26 3 0 0 29 % 89.35%. nilai sebesar 78. 26 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.35% termasuk kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek lingkungan belajar.5 Rendah 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian.

5> X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 32 0 0 0 32 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 23 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.37 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 0. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.5 22. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 23.83 dan varians sebesar 0.73 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.69.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 14. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33.5 Rendah 22. . Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 32.

71%.05 2. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.08. nilai sebesar 92.94 0 0 100 Data pada tabel 24 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : . Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar 92. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.71% termasuk kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.01 dan varians sebesar 4. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar.5 diperoleh hasil yaitu harga Mean sebesar 24. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 12 12 > X ≥ 10 10> X ≥ 8 X<8 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 33 1 0 0 34 % 97.26 median sebesar 25 modus sebesar 26 standar deviasi sebesar 2.74 semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa aspek lingkungan belajar ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 24.

42 Persentase 82.75 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27 > X ≥22. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar sebesar 88.76 . Data kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian.5 Rendah 22.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 15. skor ideal. Data rerata. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 947 818 1068 1088 3921 Skor ideal 1152 1044 1152 1224 4572 Rerata 3. skor.13 3. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar ditunjukan pada tabel berikut: Tabel 25.71 3.29 3.20 78.35 92.89% termasuk kriteria sangat tinggi. nilai sebesar 88. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.89 85.56 3. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 1 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. 33 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.89%.71 88. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek lingkungan belajar. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. dan persentase(%).

80% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar.35 P ersentase 88. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 82. 92. dikalikan seratus persen. yaitu dihitung membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.00 90. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 88. . Nilai hitung yang diperoleh sebesar 85.76 Data pada tabel 25 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.71 95. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 75.76%.20 78. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 92.00 80.00 SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 82. Penilaian kesiapan lingkungan belajar siswa SMK di kota Yogyakarta aspek dengan rumus persentase.35% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 85.71% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.20% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 78.89 Gambar 16.00 70.

77 d. Skor ideal tertinggi adalah 8 X 4 = 32 dan skor ideal terendah adalah 8 X 1 = 8. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 9 0 0 32 % 71. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Tabel 26. Mean ideal (Mi) adalah ½ (32 + 8) = 20 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 32 – 8) = 4.99.875 28.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.03 median sebesar 24 modus sebesar 24 standar deviasi sebesar 0. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 27 dan skor terendah yang diperoleh adalah 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 27.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24. Kesiapan pengetahuan tentang e-Learning.125 0 0 100 . Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Data frekuensi kesiapan siswa Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 62.99 dan varians sebesar 0.

didapat nilai kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang eLearning sebesar 75. nilai sebesar 75. Diagram batang kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.10% termasuk kriteria sangat tinggi. 9 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 Tinggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥16 Sangat Rendah X <16 Frekuensi % Gambar 17. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 25 dan skor terendah yang diperoleh adalah 21.10%.78 Data pada tabel 27 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 29 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 23. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.48 median sebesar 24 modus sebesar . 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

15 dan varians sebesar 1. .93 0 0 100 Data pada tabel 28 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.38%.79 24 standar deviasi sebesar 1. 18 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 T inggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥1 6 Sangat Rendah X<1 6 F rekuensi % Gambar 18. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 28.06 37. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. 11 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. Diagram batang kesiapan SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.33. didapat nilai kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta pengetahuan tentang e-Learning sebesar 73. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 18 11 0 0 29 % 62. Data frekuensi kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 24 > X ≥ 20 20> X ≥ 16 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 31 1 0 0 32 % 96. Diagram batang kesiapan siswa SMK 2 Negeri aspek pengetahuan tentang e-Learning.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24.38% termasuk kriteria tinggi. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.43.12 0 0 100 Data pada tabel 29 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.78 median sebesar 25 modus sebesar 25 standar deviasi sebesar 0. nilai sebesar 73.87 3.66 dan varians sebesar 0.80 Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. . Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 25 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 29. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 24 Tinggi 24 > X ≥20 Rendah 20 >X ≥1 6 Sangat R endah X<1 6 Frek uensi % Gambar 19. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 24 12 > X ≥ 10 24 > X ≥ 20 X < 16 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 26 6 2 0 34 % 76. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.44%. 31 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.81 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Data frekuensi kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.88 0 100 . 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 26 dan skor terendah yang diperoleh adalah 19.47 17. 1 siswa termasuk dalam kriteria tinggi. didapat nilai kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning sebesar 77. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.02 dan varians sebesar 4.64 5. nilai sebesar 77.44% termasuk kriteria sangat tinggi.26 median sebesar 25 modus sebesar 26 standar deviasi sebesar 2.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 24.08. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengeahuan tentang eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 30.

No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 769 681 793 825 3068 Skor ideal 1024 928 1024 1088 4064 Rerata 3. skor.49 aspek pengetahuan e-Learning ditunjukan pada tabel . Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. Diagram batang kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. didapat nilai kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning sebesar 75. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta berikut : Tabel 31. dan persentase(%).83%.44 75. 26 siswa termasuk dalam kriteria sangat tinggi.10 73.94 3.83% termasuk kriteria sangat tinggi.02 Persentase 75.83 75. nilai sebesar 75.10 3.03 3. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.82 Data pada tabel 30 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 6 siswa termasuk dalam kriteria tinggi dan 2 siswa termasuk dalam kriteria rendah. Data frekuensi kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.38 77. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat T inggi X ≥ 24 T inggi 24 > X ≥20 R endah 20 >X ≥1 6 C ukup Rendah X<1 6 F rek uensi % Gambar 20. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.00 2. Data rerata. skor ideal.

00 71. Diagram batang kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning.10 % termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 73.00 75.44 78.83 Data pada tabel 31 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.00 72.00 73.00 76. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 75.38% termasuk dalam kriteria tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.38 P ersentase SM K SM K P iri 1 SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 21.44% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.49%. .83% termasuk dalam kriteria tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 75.00 77. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 77. Penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning dihitung dengan rumus persentase. peringkat kedua SMK 3 N Yogyakarta dengan nilai 75. dikalikan seratus persen.00 75. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.83 75.00 74.1 0 73. 77.

5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total aspek X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 Tabel 32.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 40 – 10) = 4. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 33. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5 62.84 e.5 22.34 dan varians sebesar 1.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 .14 median sebesar 33 modus sebesar 33 standar deviasi sebesar 1. Kriteria penilaian guru terhadap kesiapan siswa. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.5 22. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 34 dan skor terendah yang diperoleh adalah 31. Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22.80.

09 dan varians sebesar 1.78 median sebesar 33 modus sebesar 33 standar deviasi sebesar 1. semua memberikan penilaian sangat tinggi.5 Rendah 22.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 33.06%.5>X ≥18 Sangat rendah X <18 Frekuensi % Gambar 22. 120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 33. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.19.85 Data pada tabel 33 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.06% termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. nilai sebesar 90. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru . Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 90. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.

5 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi . Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. semua memberikan penilaian sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.83%. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta sebesar 93.86 terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 34. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.83% termasuk kriteria sangat tinggi. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. nilai sebesar 93. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK PIRI 1 Yogyakarta.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 9 0 0 0 9 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 34 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5>X ≥18 Gambar 23.5 22. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Frek uensi % Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi Rendah Sangat Rendah X<18 27> X ≥ 22. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.

50 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 0. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat T inggi X ≥ 27 T inggi 27> X ≥ 22.5>X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 F rek uens i % Gambar 24. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.70. semua memberikan penilaian sangat tinggi.5 Rendah 22.5 > X ≥ 18 X < 18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 6 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 35 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai penilaian guru terhadap .84 dan varians sebesar 0. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.87 yang diperoleh adalah 36 dan skor terendah yang diperoleh adalah 34. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 34. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 35.5 22.

5 Rendah 22. nilai sebesar 95.83% termasuk kriteria sangat tinggi. . Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta .88 kesiapan siswa di SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 95. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta.5 > X ≥ 28 X < 20 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 77.07 dan varians sebesar 16.5 22.83%.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 31. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 36.78 22.61. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.5>X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 25.22 0 0 100 Data pada tabel 36 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.57 median sebesar 33 modus sebesar 35 standar deviasi sebesar 4.

70%.70 Persentase SM K SM K P iri 1SM K 2 N SM K 3 N M uhammadiyah 3 Gambar 26. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.83 92. 2 orang memberikan penilaian tinggi.06 87.06 93.70% termasuk kriteria sangat tinggi. skor. skor ideal. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 232 304 207 221 964 Skor ideal 252 324 216 252 1044 Rerata 3.70 92.68 3.68 Persentase 92. Dari perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta. .83 96 94 92 90 88 86 84 82 93.79 3. dan persentase (%). Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta.51 3. Data rerata. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 87.34 Data pada tabel 37 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 95.89 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. nilai sebesar 87.83 87. seluruh responden dari tiap sekolah pada variabel kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta dinilai oleh guru ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 37. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.75 3. 5 orang memberikan penilaian sangat tinggi.83 95.

11 75.24 3.83% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat ketiga adalah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 92.63 85. Kesiapan total siswa SMK di kota Yogyakarta.45 3. peringkat terakhir SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 87.30 Persentase 80. Tabel 38.05 81.90 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 95. dikalikan seratus persen. f.06% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 3073 2696 3254 3453 12476 Skor ideal 3836 3572 3800 4060 15268 Rerata 3.34%.83% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. peringkat kedua SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 93.11 3. Hasil kesiapan total siswa SMK di masing masing sekolah. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 92.70% termasuk dalam kriteria tinggi.48 85.71 Data pada tabel 38 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .42 3.

05 Persent ase (% ) SM K P iri 1 SM K M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N Gambar 27.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 40. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta. Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah.00 70. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa.48 85.00 80.5 > X ≥ 1918 X < 1918 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.00 80.5 > X ≥ 1786 X < 1786 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI . Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel 40.11%.5 62.5 62. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa. Tabel 39.00 75.00 85. kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3073 atau 80. berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru menurut data tabel 38. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2877 2877 > X ≥ 2398 2397.1 1 75.91 90. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2679 2679 > X ≥ 2233 2232.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 39. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.63 85.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 42 kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.5 62. Kriteria penilaian Yogyakarta.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 38 hasil kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta dan tabel 41. Kriteria penilaian kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 3045 3045> X ≥ 2538 2537. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki siswa di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki siswa di tiap . kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 2696 atau 75.5 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 2850 2850> X ≥ 2375 2375 > X ≥1900 X < 1900 kesiapan siswa SMK 2 Negeri Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 > X ≥2030 X < 2030 kesiapan siswa SMK 3 Negeri Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Tabel 42.48%.05%. kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3254 atau 85. Tabel 41.63%. kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3453 atau 85. Kesiapan seluruh siswa SMK di kota Yogyakarta. Kriteria penilaian Yogyakarta.92 1 Yogyakarta menunjukan bahwa.

Membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 43. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.5 Tabel 44. kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 81. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 11451 11451> X ≥ 9543 9543 > X ≥7634 X < 7634 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta. 2.5> X ≥ 10 X < 10 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 20 – 5) = 2.71% Yt = 15268 Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik analisa data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah. Kriteria penilaian kesiapan guru aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Hasil kesiapan seluruh siswa di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 12476 x100% = 81. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor .5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 43 Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa. Mean ideal (Mi) adalah ½ (20 + 5) = 12.5 62. Kesiapan guru.93 sekolah(Yt) dikalikan 100%.71%. Skor ideal tertinggi adalah 5 X 4 = 20 dan skor ideal terendah adalah 5 X 1 = 5.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. a.5 12.

5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 17 median sebesar 17 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 1. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.94 tertinggi yang diperoleh adalah 20 dan skor terendah yang diperoleh adalah 15 Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.67.5 Rendah 1 2.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 45 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 28. membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 45. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek.91 dan varians sebesar 3.5 12. semua termasuk dalam . 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.

5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 7 2 0 0 9 % 77.03.55 median sebesar 16 modus sebesar 17 standar deviasi sebesar 1. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 46.23 0 0 100 Data pada tabel 46 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. .42 dan varians sebesar 2. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah pembelajaran 3 Yogyakarta e-Learning aspek sebesar membuat 85%.5 12. nilai sebesar 85% termasuk kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 15. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis eLearning. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. materi Menurut berbasis pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.78 22.95 kriteria penilaian sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.

7 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 77.36.83 dan varians sebesar 3. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 16 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12.96 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 Rendah 1 2.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 29.78%.83 median sebesar 13. nilai sebesar 77.78% termasuk kriteria sangat tinggi. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru .5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 13. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. 2 termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.50 modus sebesar 12 standar deviasi sebesar 1.

2 termasuk dalam kriteria tinggi.17%. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden.97 SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 47. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 2 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi.5 12.34 33. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 69.34 0 100 Data pada tabel 47 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 2 termasuk dalam kriteria rendah. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Menurut pengkriteriaan yang terdapat . 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.5 Rendah 1 2.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 30.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 2 2 0 6 % 33. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyaykarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.34 33.

Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 20 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13. .43 28. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.17% termasuk kriteria tinggi.5 12. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 31.98 dalam teknik analisa data. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2.54 dan varians sebesar 20. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 48. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 > X ≥ 10 X < 10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71. nilai sebesar 69. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.57 0 0 100 Data pada tabel 48 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data frekuensi membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.5 R endah 1 2.14 median sebesar 16 modus sebesar 16 standar deviasi sebesar 2.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 16.

71% termasuk kriteria sangat tinggi.71%.17 80. 5 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data rerata.13 Persentase 85 77.11 2. skor ideal.45 Data pada tabel 49 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 119 140 83 113 455 Skor ideal 140 180 120 140 580 Rerata 3.40 3. dan persentase (%).78 69. nilai sebesar 80.71 78.23 3. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.99 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 80. Data frekuensi kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning guru SMK di kota Yogyakarta. skor. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 49.77 3. 2 termasuk dalam kriteria tinggi. .

00 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 Persentase SMK 2 N SMK 3 N Gambar 32.71 69.45%.00 0. dikalikan seratus persen. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.1 7 90.00 10.00 70.17% termasuk dalam kriteria tinggi. peringkat ketiga SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 77. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.71% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.78 80. .100 85. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 78.00 30. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning dihitung dengan rumus persentase.00 50.00 77.00 60. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning.78% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 69. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 80.00 20.00 40.00 80. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.101 b. Tabel 51. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut. Kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 43.19 dan varians sebesar 48. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 48 dan skor terendah yang diperoleh adalah 36. Mean ideal (Mi) adalah ½ (48 + 12) = 30 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 48 – 30) = 6. Tabel 50.5 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30> X ≥ 24 X < 24 X ≥ 75 75 > X ≥ 62.42 median sebesar 45 modus sebesar 36 standar deviasi sebesar 5. Skor ideal tertinggi adalah 12 X 4 = 48 dan skor ideal terendah adalah 12 X 1 = 12. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Frekuensi 7 0 0 0 7 % 100 0 0 0 100 .

1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 33. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.5 diperoleh hasil .48%.102 Data pada tabel 51 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 90.48% termasuk kriteria sangat tinggi. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. nilai sebesar 90. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 44 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23.

83 dan varians sebesar 46.44 median sebesar 36 modus sebesar 36 standar deviasi sebesar 6.56 22. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.78.12 11. 2 termasuk dalam kriteria tinggi.12 100 Data pada tabel 52 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 1 1 9 % 55. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut Tabel 52. Berdasarkan . Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden.103 yaitu harga mean sebesar 34. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 34.23 11. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. 1 termasuk kriteria sangat rendah. 1 termasuk kriteria rendah.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 4 0 0 6 % 33. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.76%.34 66.62 dan varians sebesar 43. 3) SMK 2 NegeriYogyakarta.104 perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. nilai sebesar 71.76% termasuk kriteria tinggi. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 71. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.67 0 0 100 Data pada tabel 53 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 47 dan skor terendah yang diperoleh adalah 31.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 37 median sebesar 34 modus sebesar 34 standar deviasi sebesar 6.86. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 53. .

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.47% termasuk kriteria sangat tinggi. nilai sebesar 78. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 78. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.105 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 1 Tinggi 36> X ≥ 30 2 Rendah 30 >X ≥24 3 Sangat Rendah X<24 4 Frekuensi % Gambar 35. 4 termasuk dalam kriteria tinggi.47%. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 48 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.58.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 38.28 median sebesar 39 modus sebesar 27 standar deviasi sebesar 7.04 dan varians sebesar 49. . Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 4) SMK Negeri 3 Yogyakarta. 2 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

28 0 100 Data pada tabel 54 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 . 1 termasuk dalam kriteria tinggi dan 1 termasuk dalam kriteria rendah.28 14. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 36 Tinggi 36> X ≥ 30 Rendah 30 >X ≥24 Sangat Rendah X<24 Frekuensi % Gambar 36.106 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 54. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 1 1 0 7 % 71. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.43 14. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning.

seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 55.76% termasuk kriteria sangat tinggi.48 71.87 3. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat .47 79.47 79.62 2.60 Data pada tabel 55 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.48 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 SMK SMK P iri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N 71.14 3. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. dan persentase(%).21 Persentase (%) 90. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. nilai sebesar 79. skor. Data rerata. skor ideal. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.76 78.76 79. 90.19 3. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 304 310 226 268 1108 Skor ideal 336 432 288 336 1392 Rerata 3.76 P ersentase Gambar 37.107 Negeri Yogyakarta aspek kompetensi penunjang pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 79.76%.76 78.

Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.76% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Tabel 56. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 79.108 pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 90. dikalikan seratus persen. Pemahaman tentang e-Learning.60%. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari 4 sekolah.47% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 71.48% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning dihitung dengan rumus persentase.76% termasuk dalam kriteria tinggi. peringkat ketiga SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 78. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 18 18 > X ≥ 15 15> X ≥ 12 X < 12 Penilaian Total aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. c. Skor ideal tertinggi adalah 6 X 4 = 24 dan skor ideal terendah adalah 6 X 1 = 6. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS . Mean ideal (Mi) adalah ½ (24 + 6) = 15 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 24 – 6) = 3.5 62. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 23 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14. peringkat kedua SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 79.

Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. 2 termsuk kriteria tinggi.43 28. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.36 dan varians sebesar 11.109 11.57 0 0 100 Data pada tabel 57 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang eLearning sebesar 77.57 median sebesar 18 modus sebesar 18 standar deviasi sebesar 3.38%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 1 8 T inggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 F rek uens i % Gambar 38. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 57.28. Menurut pengkriteriaan yang terdapat . yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 5 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

11 0 100 Data pada tabel 58 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 39. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 3 5 1 0 9 % 33.33 median sebesar 16 modus sebesar 16 standar deviasi sebesar 2. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.110 dalam teknik analisa data. .25.06 dan varians sebesar 4. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.56 11. nilai sebesar 77. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.34 55.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 16.38% termasuk kriteria sangat tinggi. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 19 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 58.

1. 3 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 4 1 1 0 6 % 66.66 dan varians sebesar 7. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 22 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 68. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 59.66 16. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.111 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.66 16.5 modus sebesar 18 standar deviasi sebesar 2. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 5 termasuk kriteria tinggi.5 median sebesar 18. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 18.06%. 1 termasuk dalam kriteria rendah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. nilai sebesar 68.66 0 100 .06 % termasuk kriteria tinggi.

Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.08 % termasuk kriteria sangat tinggi. 1 termasuk dalam kriteria rendah.43 dan varians sebesar 19.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 17 median sebesar 17 modus sebesar 13 standar deviasi sebesar 4. 1 termasuk kriteria tinggi. . Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 23 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 40. 4) SMK N 3 Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.67. nilai sebesar 77.112 Data pada tabel 59 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. 4 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.08%. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 77.

nilai sebesar 70. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning sebesar 70. 3 termasuk dalam kriteria rendah.28 42.113 Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 60. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 36 36 > X ≥ 30 30 > X ≥ 24 X < 24 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 3 1 3 0 7 % 42. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. 1 termasuk kriteria tinggi. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. 45 40 35 30 25 20 1 5 1 0 5 0 Sangat Tinggi X≥1 8 Tinggi 1 8> X ≥ 1 5 Rendah 1 >X ≥1 5 2 Sangat Rendah X<1 2 Frekuensi % Gambar 41.83 % termasuk kriteria tinggi.86 14.83%.86 0 100 Data pada tabel 60 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. . 3 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

83 72.08% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.10 2. 77.38% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 66 .83 77. peringkat ketiga SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 70. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 130 147 111 119 507 Skor ideal 168 216 144 168 696 Rerata 3.08 Per sentase Gambar 42.06% termasuk dalam kriteria .00 2. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 77.72 3.00 76 .06 77. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning.00 68 . peringkat kedua SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 77.00 72 .00 62 .38 68.00 SM K SM K Piri 1 M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N 68.06 70.08 70.83% termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 69. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning di tunjukan pada tabel berikut: Tabel 61.00 74 . Data kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning. skor ideal.00 70 ..00 64 .114 Data rerata.38 78 .91 Persentase 77. dan persentase(%). skor.83 2.84 Data pada tabel 61 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.

115 tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 72.5.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.04 dan varians sebesar 9.5> X ≥ 18 X < 18 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 6. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Mean ideal (Mi) adalah ½ (36 + 9) = 22. dikalikan seratus persen.84%.25 6. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 23.25 > X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel 62.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 36 – 9) = 4. d.28 median sebesar 28 modus sebesar 23 standar deviasi sebesar 3. Skor ideal tertinggi adalah 9 X 4 = 36 dan skor ideal terendah adalah 9 X 1 = 9. Penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek pemahaman tentang e-Learning dihitung dengan rumus persentase. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta .24.5 22.

79 % termasuk kriteria sangat tinggi. .5 Rendah 22.5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 4 3 0 0 7 % 57. Diagram batang kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. 4 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden.85 0 0 100 Data pada tabel 63 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.79%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. didapat nilai kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 75.116 menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 63. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 43. Data frekuensi kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. nilai sebesar 75.14 42. 3 termasuk kriteria tinggi.5 22.

1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 29 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 Rendah 22.5 22.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 64.117 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Data frekuensi kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Diagram batang kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK .5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 9 0 0 0 9 % 100 0 0 0 100 Data pada tabel 64 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.44 median sebesar 27 modus sebesar 27 standar deviasi sebesar 0.53.73 dan varians sebesar 0.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 44.

23 % termasuk kriteria sangat tinggi. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 28 dan skor terendah yang diperoleh adalah 27.5 > X ≥ 18 X <18 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 % 100 0 0 0 Jumlah 6 100 .118 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 responden. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27.5 22.23%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.52 dan varians sebesar 0. Data frekuensi kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.66 median sebesar 28 modus sebesar 28 standar deviasi sebesar 0. didapat nilai kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 76. nilai sebesar 76. Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 65.27.

Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 19. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. nilai sebesar 76. Dari hasil perhitungan dengan SPSS 11. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 responden.119 Data pada tabel 65 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 23. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.85 % termasuk kriteria sangat tinggi.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 45.85%. didapat nilai kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 76. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.57 median sebesar 21 modus sebesar 20 . Diagram batang kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. semua termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22.5 Rendah 22.

5 > X ≥ 18 X <18 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 2 1 4 0 7 % 28.5 Rendah 22. Diagram batang kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 27 27 > X ≥ 22.28 57. didapat nilai kesiapan guru SMK 3 Negeri . Tabel penyebaran data dan histogram untuk variabel kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 66.99 dan varians sebesar 24. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 responden. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X ≥ 27 Tinggi 27> X ≥ 22.95.57 14. 2 termasuk dalam kriteria sangat tinggi.120 standar deviasi sebesar 4. 1 termasuk dalam kriteria tinggi.5 22.14 0 100 Data pada Tabel 66 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. Data frekuensi kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. 4 termasuk dalam kriteria rendah.5 >X ≥1 8 Sangat Rendah X<1 8 Frekuensi % Gambar 46. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.

Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 191 247 166 165 769 Skor ideal 252 324 216 252 1044 Rerata 3.48%.62 2.94 Persentase 75.48 73.07 2.23 76.03 3. skor. Data frekuensi kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.79 76. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 67.66 Data pada tabel 67 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.79 78 76 74 72 70 68 66 64 62 60 58 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N 65.23 76.48 Persentase 76.48 % termasuk kriteria tinggi Data rerata. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat . nilai sebesar 65. 75. skor ideal. dan persentase(%).05 3.121 Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK sebesar 65. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.85 Gambar 47.85 65.

Mean ideal (Mi) adalah ½ (20 + 5) = 12.122 pertama SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 76. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 73.5 12.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.5 sedangkan Standar deviasi ideal (SDi) adalah 1/6 ( 25 – 5) = 2. dihitung dengan rumus persentase.5> X ≥ 10 X < 10 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru. Skor ideal tertinggi adalah 5 X 4 = 20 dan skor ideal terendah adalah 5 X 1 = 5. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS . yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. peringkat ketiga SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 75. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. peringkat kedua SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 76.23% termasuk dalam kriteria tinggi.79% termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 65. Kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta aspek menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.5 62.66%. Kriteria penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta.5 Tabel 68. dikalikan seratus persen.48 % termasuk dalam kriteria tinggi. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 16 dan skor terendah yang diperoleh adalah 12. e.

didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 74.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 14. 1 termasuk dalam kriteria rendah.5 12. 23 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 8 termasuk dalam kriteria tinggi.13 0 100 Data pada tabel 69 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.38%. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 69.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 48.89.87 median sebesar 15 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 0. 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.87 25 3. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 responden. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.94 dan varians sebesar 0.5 Rendah 1 2. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.123 11. .5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 8 1 0 32 % 71.

Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 14. nilai sebesar 74.124 Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 15 median sebesar 15 modus sebesar 15 standar deviasi sebesar 0.38 % termasuk kriteria tinggi.31 20.5.71 dan varians sebesar 0. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 70.5 Rendah 1 2.70 0 0 100 Data pada tabel 70 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 6 0 0 29 % 79. . Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 49. 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 SangatTinggi X≥1 5 Tinggi 1 5> X ≥ 1 2.5 12. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

96.5 12. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 71. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 6 termasuk dalam kriteria tinggi.125 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 responden. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 13. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta.0 standar deviasi sebesar 0. nilai sebesar 75 % termasuk kriteria sangat tinggi. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12. 23 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK PIRI 1 Yogyakarta sebesar 75%.56 median sebesar 14. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta.5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 16 16 0 0 32 % 50 50 0 0 100 .5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 14.5 modus sebesar 14.98 dan varians sebesar 0.

Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. 16 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. 16 termasuk dalam kriteria tinggi. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.81 % termasuk kriteria tinggi.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 50. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 17 dan skor terendah yang diperoleh adalah 11. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.126 Data pada tabel 71 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 72. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 responden.5 diperoleh . nilai sebesar 72.81%. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 2 Negeri Yogyakarta.5 Rendah 1 2.

5 > X ≥ 10 X <10 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 13 18 3 0 34 % 38. 18 termasuk dalam kriteria tinggi.5 Rendah 1 2. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta. 60 50 40 30 20 1 0 0 Sangat Tinggi X≥1 5 Tinggi 1 X≥1 5> 2.24 52.29 median sebesar 14 modus sebesar 14 standar deviasi sebesar 1. didapat nilai penilaian siswa terhadap kesiapan . Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 72. 13 termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.42 dan varians sebesar 2. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 15 15 > X ≥ 12.03.5 12. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 responden. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.5 >X ≥1 0 Sangat Rendah X<1 0 Frekuensi % Gambar 51.94 8. 3 termasuk dalam kriteria rendah.127 hasil yaitu harga mean sebesar 14.83 0 100 Data pada tabel 72 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.

47 % termasuk kriteria tinggi. Diagram batang penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.00 74.00 74.00 72. 75. skor.81 71 .00 69.38 75.98 Persentase 74.47%.00 P ersentase 72.38 75. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 476 435 466 486 1895 Skor ideal 640 580 640 680 2540 Rerata 2.00 72.61 Data pada tabel 73 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.00 73.91 3.47 71.00 SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N Gambar 52. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : peringkat pertama SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 75% termasuk dalam .81 71.00 70. nilai sebesar 71. skor ideal. seluruh responden pada variabel kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dinilai oleh siswa ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 73.98 3.128 guru di SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 71.47 74.00 2. Data frekuensi penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.05 2. dan persentase(%). Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Data rerata.

Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.00 72.43 73. f. Penilaian siswa terhadap kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase.129 kriteria sangat tinggi. peringkat kedua SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 74.00 68. dikalikan seratus persen.43 80.98 2. Hasil kesiapan guru di masing masing sekolah.00 78.72 73.00 SM K SM K Piri 1 SM K 2 N M uhammadiyah 3 SM K 3 N 73. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 1220 1279 1052 1151 4072 Skor ideal 1536 1732 1408 1576 6252 Rerata 3. Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah.03 Persentase 79.23 2.03 Persentase Gambar 53.00 76.85 74. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 74.81% termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 71. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.95 2.72 73.61%. Peringkat ketiga adalah SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 72.00 70. .47% termasuk dalam kriteria tinggi.00 74.38% termasuk dalam kriteria tinggi.98 3.03 75.21 Data pada tabel 74 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 79. Tabel 74.85 74.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 74 Hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 75. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan Tabel 74 hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan Tabel 76. Tabel 77.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1220 atau 79. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukan bahwa. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1279 atau 73. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1056 1056> X ≥ 880 880 > X ≥704 X < 704 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1152 1152 > X ≥ 960 960 > X ≥ 760 X < 760 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Tabel 76 . berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru menurut data tabel adalah di bawah ini : Tabel 75.85%. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa.130 Untuk memberi penilaian skor kesiapan guru. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta.5 62.43%.5 62.5 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1299 1299 > X ≥ 1083 1083 > X ≥ 866 X < 866 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.

No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 4689 4689> X ≥ 3908 3908 > X ≥3126 X < 3126 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1052 atau 74. Kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta.03 % dari skor ideal 1576. Tabel 78.131 Berdasarkan tabel 74 Hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 77. kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1151 atau 73.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 74 hasil kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dan tabel 78. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki guru di tiap sekolah (Xt= 4072) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki guru di tiap sekolah (Yt = 6252) dikalikan 100%. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1182 1182> X ≥ 985 985 > X ≥788 X < 788 Rentang Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah . Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa. Hasil kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta adalah sebesar 75. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 79.5 62. Kriteria penilaian kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.21% Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah.5 62. Kesiapan seluruh guru SMK di kota Yogyakarta.72%.

a.86 2.64 2.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 81.84 % 71.43 66. No 1 2 3 4 Hasil kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. 3. Merancang pembelajaran berbasis e-Learning. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.64 76.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.5 62. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 80 berikut.132 Berdasarkan tabel 79 kriteria penilaian guru SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa.79 3. Nama Sekolah Skor 20 37 39 43 139 Skor ideal 28 56 56 56 196 Rerata 2. Kesiapan sarana dan prasarana. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.5 62. kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75.07 2. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis eLearning.21%.92 SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total . Skor ideal tertinggi total aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (7) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 196 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (7) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 49.79 70.07 69. : Tabel 80.

92%. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 70.64 % termasuk dalam kriteria tinggi dan peringkat terakhir adalah SMK PIRI 1 Yogyakarta dengan nilai 66. peringkat ketiga SMK 2 Negeri Yogyakarta dengan nilai 69. 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r ideal Rerata persentase Gambar 54. Penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning dihitung dengan rumus persentase.79% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. peringkat kedua SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan nilai 71. dikalikan seratus persen.07% termasuk dalam kriteria tinggi. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa urutan peringkat dari tertinggi sampai terendah adalah sebagai berikut : Peringkat pertama SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan nilai 76. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek merancang pembelajaran berbasis e-Learning.43% termasuk dalam kriteria tinggi.133 Data pada tabel 81 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. . yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.

80 2.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.93 Persentase 70. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 14 29 30 30 103 Skor ideal 20 40 40 40 140 Rerata 2. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.90 3.5 62.0 75. Skor ideal tertinggi total aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (5)xskala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 140 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (5) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 35.57 Data pada tabel 83 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 83.00 2.0 72.134 b. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. . Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 82 berikut : Tabel 82.5 62. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang kriteria skor. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.0 73.5 75. Komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning.00 3.

135

80 70 60 50 40 30 20 1 0 0
SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Skor Skor idea; Rerat a Persent ase

Gambar 55. Diagram kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta, SMK 3 Negeri Yogyakarta dengan SMK 2 Negeri Yogyakarta mempunyai skor sama, yaitu sebesar 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK PIRI mempunyai skor 72.5%, dalam skala kriteria penilaian termasuk kriteria tinggi, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mempunyai skor 70% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek komponen penyelenggaran pembelajaran berbasis eLearning SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 73.57%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi. c. Piranti keras. Skor ideal tertinggi total aspek piranti keras di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (13) x skala penilaian

136

tertinggi(1) x jumlah responden (7) = 91 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (13) x skala penilaian terendah(0) x jumlah responden(7) = 0. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data, dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 84 berikut :
Tabel 84. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta apek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Skor Total Aspek (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

Tabel 85. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor
13 26 26 26

Skor ideal
13 26 26 26

Rerata
1.0 1.0 1.0 1.0

Persentase
100.00 100.00 100.00 100.00

91

91

1.0

100.00

Data pada tabel 85 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
1 20 1 00 80 60 40 20 0
SM K M uhammad iyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N

Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase

Gambar 56. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta

137

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta, semua SMK memperoleh skor 100% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, kecuali SMK 3 Negeri Yogyakarta, yaitu sebesar 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus

persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 91.53%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. d. Piranti lunak. Skor ideal tertinggi total aspek piranti lunak di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan(5) x skala penilaian tertinggi(1) x jumlah responden (7) = 35 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (5) x skala penilaian terendah(0) x jumlah responden(7) = 0. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti keras SMK di kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data, dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 86 berikut :
Tabel 86. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Skor (100%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Skor Total Aspek (%) X ≥ 66.67 66.67 > X ≥ 50 50 > X ≥ 33.33 X < 33.33 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

138

Tabel 87. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta.
No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 5 6 8 7 26 Skor ideal 5 10 10 10 35 Rerata 1.0 0.5 0.7 0.6 0.7 Persentase 100.00 60.00 80.00 70.00 74.29

Data pada tabel 87 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.
1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N

Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase

Gambar 57. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak di kota Yogyakarta.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 100% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor sebesar 80 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 70% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor 60% termasuk dalam kriteria tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek piranti lunak SMK di kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung

Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.55 3. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.5 62.29%.77 92.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. e.139 yang diperoleh sebesar 74.86 3.45 88. Kompetensi pengembang atau teknisi terhadap TIK 1) Struktur dan perangkat komputer Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (12) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 336 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (12) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 84. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta.64 96. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.: Tabel 88.21 . No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 42 78 85 79 284 Skor ideal 44 88 88 88 308 Rerata 3.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 89.59 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.71 Persentase 95.59 89. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 88 berikut.5 62.82 3.

SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 89. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 92.59% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase.45% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.21%. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. . dikalikan seratus persen. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap struktur dan perangkat komputer di SMK kota Yogyakarta. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 88. 1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 58. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 95.77% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.64 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi.140 Data pada tabel 89 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 96.

89 3.5 62.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.67 88.73 Persentase 91.78 3. . dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.44 93. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 90 berikut. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 33 64 70 68 235 Skor ideal 36 72 72 72 252 Rerata 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.67 3.56 3.89 97.25 Data pada tabel 91 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.: Tabel 90. Data frekuensi kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal SMK di kota Yogyakarta.22 94. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (9) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 252 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (9) x skala penilaian terendah(1) x Jumlah responden(7) = 63.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 91.141 2) Sistem operasi komputer personal.5 62.

22% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.89 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 91. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 94. dikalikan seratus persen. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase.142 1 20 1 00 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 59. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 88. . yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi komputer personal di SMK kota Yogyakarta.67% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.25%. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 93. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 97.44% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 93. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (11) x skala penilaian tertinggi(4) x Jumlah responden (7) = 308 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (11) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 77.06 Data pada tabel 93 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 40 75 78 69 262 Skor ideal 44 88 88 88 308 Rerata 5.41 85.: Tabel 92. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta.55 3. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 92 berikut.23 88. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap TIK aspek sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta.5 62. .91 85.64 78.14 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.95 % 90.5 62.71 3.143 3) Sistem operasi dan komputer jaringan.41 3.

. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 85. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 85. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.41% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 90. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 78. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan SMK di kota Yogyakarta.06%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.144 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal rerata P ersentase Gambar 60. dikalikan seratus persen. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta.64% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.91% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap sistem operasi dan komputer jaringan di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88.23 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta.9 3. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 39 74 68 75 Skor ideal 40 80 80 80 Rerata 3.43 Data pada Tabel 95 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.4 3.5 92.5 62.69 91.145 4) Aplikasi program.75 256 280 3.75 Persentase 97.5 85 93. .5 62.7 3. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 280 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 70. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 95. Data frekuensi kompetensi pengembang terhadap TIK aspek aplikasi program SMK di kota Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 94 berikut : Tabel 94. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.

5 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Diagram batang kesiapan sarana dan prasrana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program SMK di kota Yogyakarta.5% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 91. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta adalah . 5) Aplikasi bisnis komputer. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dikalikan seratus persen.146 120 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammad iyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 61. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi program di SMK kota Yogyakarta. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 97. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.43%. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 93.75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 92.

Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta .33 87.33 3. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta.50 87.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 97.5 62. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 9 20 21 21 Skor ideal 12 24 24 24 Rerata 3.5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.52 Data pada Tabel 97 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini.50 3. . Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 96 berikut : Tabel 96. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.50 Persentase 75.147 jumlah pertanyaan (3) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 84 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (3) x skala penilaian terendah(1) x jumlah responden(7) = 21.50 71 84 3.00 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data.00 83.33 84.5 62.

50% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.52%. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 84.33 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 83.50% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer SMK di kota Yogyakarta. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. dikalikan seratus persen. . yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.148 100 80 60 40 20 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r Sko r Ideal Rerata P ersentase Gambar 62. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 87. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 87. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta.

5> X ≥ 50 X < 50 Skor Total Aspek (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.35 3.5 62.55 3. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta dibuat menggunakan rumus teknik analisa data. No 1 2 3 4 Nama Sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 38 67 68 71 244 Skor ideal 40 80 80 80 280 Rerata 3. dengan mengolah data skor ideal tertinggi dan terendah untuk menentukan rentang skor.75 87.53 Persentase 95.5 62. Adapun kriteria penilaian seperti pada tabel 98 berikut.: Tabel 98.149 6) Paket keahlian multimedia.14 Data pada tabel 99 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .00 88. Data kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta. Skor ideal tertinggi total aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian tertinggi(4) x jumlah responden (7) = 280 dan skor ideal terendah adalah jumlah pertanyaan (10) x skala penilaian terendah(1) x Jumlah responden(7) = 70.5> X ≥ 50 X < 50 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Tabel 99. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta .40 3.00 83. No 1 2 3 4 Skor (%) X ≥ 75 75 > X ≥ 62.75 85.80 3.

SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 83. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap paket keahlian multimedia di SMK kota Yogyakarta. .75 % termasuk dalam kriteria sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 95% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian kesiapan sarana dan prasarana aspek kompetensi pengembang terhadap aplikasi bisnis komputer di SMK kota Yogyakarta dihitung dengan rumus persentase. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 87. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. dikalikan seratus persen.150 1 00 90 80 70 60 50 40 30 20 1 0 0 SM K M uhammadiyah 3 SM K Piri 1 SM K 2 N SM K 3 N Sko r So r Ideal Rerata P ersentase Gambar 63.14%.75% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. .

88 71. Skor ideal tertinggi adalah 10 X 4 = 40 dan skor ideal terendah adalah 10 X 1 = 10. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 101.5 62.88 3. Data frekuensi penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tabel 100.26 dan varians sebesar 1. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26.151 f.13 0 100 . Kriteria penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana.60.59 median sebesar 29 modus sebesar 28. Mean ideal(Mi) adalah ½(40 + 10) = 25 sedangkan Standar deviasi ideal(SDi) adalah 1/6( 40 – 10) = 5. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 30 30 > X ≥ 25 25> X ≥ 20 X < 20 Jumlah Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 9 23 1 0 32 % 28. standar deviasi sebesar 1. Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana. No 1 2 3 4 Skor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Penilaian Total Aspek (%) X ≥ 75 75> X ≥62.5>X ≥50 X<50 Kategri Sangat Tinggi Tingi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

48% termasuk kriteria tinggi.97.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian.48%. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. 23 siswa termasuk kriteria tinggi.152 Data pada tabel 101 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Cukup Rendah X<20 Frekuensi % Gambar 64. Tabel . Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. standar deviasi sebesar 1. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 31 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24.48 median sebesar 27 modus sebesar 26. nilai sebesar 71.72 dan varians sebesar 2. 9 siswa termasuk kriteria sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 71.

27% termasuk kriteria rendah. nilai sebesar 62. 5 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.31 3.153 penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 102. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 29 siswa yang menjadi subyek penelitian. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Frekuensi 5 23 1 0 29 % 17. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta 62.27%. Data frekuensi penilaian siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.00 Data pada tabel 102 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 65.24 79.45 0. 23 siswa termasuk kriteria tinggi.00 100. berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. . Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. Diagram batang penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta.

53 dan varians sebesar 2.13 0.37 median sebesar 28 modus sebesar 27.00 0. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 103.37. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.00 Data pada tabel 103 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 66.88 78.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 28. . Data frekuensi penilaian siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 25.00 100.154 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. NO 1 2 3 4 Rentangskor Kategri Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangatt Rendah X<20 Jumlah Frekuensi 7 25 0 0 32 % 21. standar deviasi sebesar 1. Diagram batang penilaian siswa SMK 2 Negeri terhadap sarana dan prasarana.

7 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.65 32. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta 68.00 0. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.75%.93 dan varians sebesar 3. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 23 11 0 0 34 % 67. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta.88 median sebesar 30 modus sebesar 31. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 33 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. standar deviasi sebesar 1. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.155 Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 32 siswa yang menjadi subyek penelitian. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 104. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data frekuensi penilaian siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29. nilai sebesar 68.00 .74. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.75% termasuk kriteria tinggi.35 0.00 100. 25 siswa termasuk kriteria tinggi.

86 2.77 Persentase 71. skor. 11 siswa termasuk kriteria tinggi.71% termasuk kriteria tinggi. nilai sebesar 74. seluruh responden pada variabel kesiapan sarana dan prasarana dinilai oleh siswa ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 105.156 Data pada tabel 104 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini: 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persentase Gambar 67.71 71. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%. Data rerata.99 2. Data frekuensi penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muh 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 915 797 880 1016 3608 Skor ideal 1280 1160 1280 1360 5080 Rerata 2.02 . dan persentase (%).75 74. skor ideal. didapat nilai penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta 74.49 2.48 62. Diagram batang penilaian siswa SMK 3 Negeri terhadap sarana dan prasarana Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 34 siswa yang menjadi subyek penelitian. 23 siswa termasuk kriteria sangat tinggi.75 2.27 68. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.71%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data.

59%.00 64.00 58. . Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria tinggi.00 56. dikalikan seratus persen.157 Data pada tabel 105 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah : 74. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana.00 66.00 71.27 % termasuk dalam kriteria rendah. SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 74.00 62. yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah.00 70. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 71.48 68. Diagram batang penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana.71% termasuk dalam kriteria tinggi. SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 88.00 68.00 60.48% termasuk dalam kriteria tinggi.00 72. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 71.75 62.27 Persentase SMK SMK Piri 1 Muhammadiyah 3 SMK 2 N SMK 3 N Gambar 68.75% termasuk dalam kriteria tinggi. SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 62.00 74. penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana dihitung dengan rumus persentase.71 76.

36>X ≥51. Kriteria penilaian guru terhadap sarana dan prasarana. Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan prasarana di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.57 75.00 100.43 14.29 71.158 g. Tabel 106. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Penailaian Total Aspek (%) X ≥ 75. NO 1 2 3 4 Rentang skor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 1 5 1 0 7 % 14.57> X ≥63. Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.22 dan varians sebesar 4. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 30 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24.43 median sebesar 28 modus sebesar 29.95.36 63.29 0. standar deviasi sebesar 2.15 Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah 1) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Skor ideal tertinggi adalah 10 X 4 = 40 dan skor ideal terendah adalah 10 X 1 = 10.00 . Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 107.15 X<51. Mean ideal(Mi) adalah ½(40 + 10) = 25 sedangkan Standar deviasi ideal(SDi) adalah 1/6( 40 – 10) = 5.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 27.

nilai sebesar 68.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 29. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebesar 68. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 guru yang menjadi subyek penelitian. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data. 1 guru memberi penilain sangat tinggi. 1 guru memberi penilaian rendah. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase.159 Data pada tabel 107 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persent ase Gambar 69. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 32 dan skor terendah yang diperoleh adalah 24.57% termasuk kriteria tinggi.78 median sebesar 31 modus sebesar . yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.57%. Diagram batang penilaian guru SMK Muhammadiyah terhadap kesiapan sarana dan prasarana. 5 guru memberi penilaian tinggi. 2) SMK PIRI 1 Yogyakarta.

6 guru memberi penilain sangat tinggi.00 100. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta.160 32. didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta . standar deviasi sebesar 3. Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 9 guru yang menjadi subyek penelitian.67 22. 1 guru memberi penilaian rendah.19. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut : Tabel 108. yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%.11 0.22 11.00 Data pada tabel 108 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20 Frekuensi Persent ase Gambar 70.03 dan varians sebesar 9. Diagram batang penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase. 2 guru memberi penilaian tinggi. NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 2 1 0 9 % 66.

161

sebesar 74.44%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 74.44% termasuk kriteria tinggi. 3) SMK 2 Negeri Yogyakarta. Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 35 dan skor terendah yang diperoleh adalah 33. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 34.16 median sebesar 34 modus sebesar 34, standar deviasi sebesar 0.75 dan varians sebesar 0.57. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 109. Data frekuensi penilaian guru terhadap sarana dan prasarana di SMK 2 Negeri Yogyakarta.
NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 6 0 0 0 6 % 100.00 0.00 0.00 0.00 100.00

Data pada tabel 109 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
120 100 80 60 40 20 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20

Frekuensi Persent ase

Gambar 71. Diagram batang penilaian guru SMK 2 Negeri terhadap kesiapan sarana dan prasarana.

162

Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 6 guru yang menjadi subyek penelitian, semua memberi penilaian sangat tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%, didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta sebesar 85.42%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 85.42% termasuk kriteria sangat tinggi. 4) SMK 3 Negeri Yogyakarta Data yang diperoleh setelah proses pengambilan data di SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukkan bahwa skor tertinggi yang diperoleh adalah 38 dan skor terendah yang diperoleh adalah 26. Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 11.5 diperoleh hasil yaitu harga mean sebesar 32.85 median sebesar 33 modus sebesar 38, standar deviasi sebesar 5.08 dan varians sebesar 25.80. Tabel penyebaran data dan histogram untuk penilaian guru terhadap sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta ditunjukkan pada tabel dan gambar berikut :
Tabel 110. Data frekuensi penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana di SMK 3 Negeri Yogyakarta.
NO 1 2 3 4 Rentangskor X ≥ 30 30> X ≥25 25>X ≥20 X<20 Jumlah Kategri Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Frekuensi 5 2 0 0 7 % 71.43 28.57 0.00 0.00 100.00

163

Data pada tabel 110 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :
80 70 60 50 40 30 20 10 0 Sangat Tinggi X ≥ 30 Tinggi 30> X ≥25 Rendah 25>X ≥20 Sangat Rendah X<20

Frekuensi Persent ase

Gambar 72. Diagram batang penilaian guru SMK 3 Negeri Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana.

Berdasarkan tabel distribusi data dan histogram di atas menunjukkan bahwa dari 7 guru yang menjadi subyek penelitian, 5 mem memberi penilaian sangat tinggi, 2 memberi penilaian tinggi. Berdasarkan perhitungan dengan rumus persentase, yaitu

membandingkan skor realita (Xt) dengan skor ideal (Yt) dikalikan 100%, didapat nilai penilaian guru terhadap kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta sebesar 82.14%. Menurut pengkriteriaan yang terdapat dalam teknik analisa data, nilai sebesar 82.14% termasuk kriteria sangat tinggi. Data rerata, skor, skor ideal, dan persentase(%), seluruh responden pada variabel kesiapan sarana dan prasarana dinilai oleh guru ditunjukan pada tabel berikut :
Tabel 111. Data penilaian guru SMK kota Yogyakarta terhadap sarana dan prasarana
No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah SMK PIRI SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 192 268 205 230 895 Skor ideal 280 360 240 280 1160 Rerata 2.74 2.98 3.42 3.29 3.11 Persentase 68.57 74.44 85.42 82.14 77.16

164

Data pada tabel 111 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini :

85.420 90.000 80.000 70.000 60.000 50.000 40.000 30.000 20.000 1 0.000 0.000 SM K P iri 1 SM K M uhammadiyah 3 SM K 2 N 68.571 74.440

82.1 40

P ersentase

SM K 3 N

Gambar 73. Diagram batang penilaian guru terhadap sarana dan prasarana.

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa penilaian guru SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana, SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memperoleh skor 68.57% termasuk dalam kriteria tinggi, SMK PIRI 1 Yogyakarta memperoleh skor sebesar 74.44 % termasuk dalam kriteria tinggi, SMK 2 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 85.42% termasuk dalam kriteria sangat tinggi, SMK 3 Negeri Yogyakarta memperoleh skor 82.14% termasuk dalam kriteria sangat tinggi. Penilaian guru SMK di kota Yogyakarta terhadap kesiapan sarana dan prasarana dihitung dengan rumus persentase, yaitu membandingkan skor realita dengan skor ideal dari ke 4 sekolah, dikalikan seratus persen. Nilai hitung yang diperoleh sebesar 77.16%. Menurut kriteria penilaian dari teknik analisa data termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.94 73. Tabel 113.00 77.94 75. No Nama sekolah Skor Skor ideal SMK di masing Rerata (%) 1 2 3 4 SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 Yogyakarta SMK 2 N Yogyakarta SMK 3 N Yogyakarta Total 1360 1541 1578 1735 6214 1842 2084 2084 2204 8214 3. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1380 1380 > X ≥ 1149 1149 > X ≥ 918 X < 918 Rentang Skor (%) X ≥ 74.83 73.00 73.72 73. Tabel 112. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.92 74.94 2.165 h. Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing sekolah.83 73. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.84 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah .92 > X ≥ 62.00 75.00 76.00 72.72 75.94 Persentase Gambar 74.10 2.00 71.72 79. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta.94 2.00 78.78 2.38 62.72 78.00 74.00 Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakart a Prasarana SMK PIRI 1 Prasarana SMK 2 N Yogyakart a Yogyakart a Prasarana SMK 3 N Yogyakart a 75.65 Data pada tabel 112 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 78.38> X ≥ 49.84 X < 49. berikut kriteria penilaian dan hasil penilaian kesiapan guru. Hasil kesiapan sarana dan prasarana masing masing sekolah.

kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1541 atau 73. .28 62. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1560 1560 > X ≥ 1298 1298 > X ≥ 1036 X < 1036 Rentang Skor (%) X ≥ 74.72%.28> X ≥ 49.71 X < 49.28> X ≥ 49.71 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 114. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1560 1560> X ≥ 1298 1298 > X ≥1036 X < 1036 Rentang Skor (%) X ≥ 74. kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1360 atau 73.71 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 115. Tabel 115.86 > X ≥ 62.86 > X ≥ 62.86 74. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta.83%. Tabel 114. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.71 X < 49.28 62.94%.166 Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 113 kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menunjukan bahwa. kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1578 atau 75.86 74. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta menunjukan bahwa.

86 74.30 62. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta.73 X < 49. kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1735 atau 78.31 62. Hasil kesiapan seluruh sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 6214 = 75.86 > X ≥ 62. Kesiapan seluruh sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut : Tabel 117.31> X ≥ 49.73 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah Berdasarkan tabel 112 hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta dan tabel 116.72%.87 74. Kriteria penilaian kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta menunjukan bahwa.167 Tabel 116.87> X ≥ 62.74 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah .65% . Yt = 8214 Kriteria penilaian dibuat menggunakan rumus pada teknik data dengan menggunakan input skor ideal tertinggi dan skor ideal terendah.30> X ≥ 49.74 X < 49. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 6150 6150> X ≥ 5118 5118> X ≥4086 X < 4086 Rentang Skor (%) X ≥ 74. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%. Kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. No 1 2 3 4 Rentang Skor X ≥ 1650 1650> X ≥ 1373 1373> X ≥1096 X < 1096 Rentang Skor (%) X ≥ 74.

kesiapan sarana dan prasarana yang didukung adanya tenaga ahli yang mempunyai kemampuan di bidang TIK. kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Variabel dalam penelitian kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta ini. Berikut di bawah ini pembahasan setiap variblenya : 1. kesiapan siswa. B. Adapun komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning ini. Interaksi dalam peristiwa belajarmengajar ini memiliki arti yang lebih luas. Dalam hal ini bukan . tetapi berupa interaksi edukatif. menunjukan bahwa. Karena proses belajar mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa. PEMBAHASAN. Kesiapan guru Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama.168 Berdasarkan tabel 117 kriteria penilaian sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. diambil berdasarkan komponen penyelenggaraan pembelajaran e-Learning.65%. meliputi: kesiapan guru.

Di mana sebagai pelatih. melainkan beralih sebagai pelatih(coach). pembimbing(counselor) dan manager belajar(learning manager). memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya. Peran guru dalam proses pembelajaran berbasis e-Learning. melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Kedua. seorang guru akan berperan mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar. guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar(teacher). dan membantu siswa untuk bekerja keras dan membantu siswa menghargai nilai belajar dan pengetahuan. maka guru juga dituntut aktif dalam . seperti fungsinya yang menonjol selama ini. Setidaknya guru harus menguasai kompetensi sebagai berikut: pertama kemampuan untuk membuat desain instruksional (instructional design) sesuai dengan kaidah-kaidah pedagogis yang dituangkan dalam rencana pembelajaran. penguasaan teknologi informasi dan komputer dalam pembelajaran yakni pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran dalam rangka mendapatkan materi ajar yang up to date dan berkualitas dan yang ketiga adalah penguasaan materi pembelajaran(subject metter) sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Mengingat pembelajaran berbasis e-Learning adalah model yang baru dalam dunia pendidikan. Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan. Berdasarkan uraian tersebut di atas. kesiapan guru menjadi hal yang harus diprioritaskan dalam penyelenggaraan model pembelajaran berbasis e-Learning.169 hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran.

pertama membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning. Jawaban pertanyaan tentang kesiapan guru pada penelitian ini diperoleh dari penilaian hasil pengambilan data kesiapan variabel guru. Berdasarkan uraian singkat di atas.38 . Keempat. Konsekuensi yang harus ditempuh dalam mengenalkan adalah paham mengenai model pembelajaran berbasis e-Learning. menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK. Tabel 118. Untuk memberi penilaian hasil penelitian terlebih dahulu dibuat kriteria penilaian. No 1 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Skor Skor ideal Rerata Persentase (%) 119 304 130 140 336 168 3. serta mampu memberi informasi kepada siswa mengenai model pembelajaran berbasis e-Learning.48 77. Hasil penilaian kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta. Untuk memudahkan guru dalam mengenalkan pembelajaran berbasis e-Learning. Kedua. maka seorang guru dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning setidaknya harus dapat memenuhi beberapa aspek berikut ini . kompetensi penunjang penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. salah satunya adalah menyiapkan peserta didik berbudaya belajar berbasis TIK.40 3. Berikut jawaban pertanyaan penelitian.00 90. pemahaman tentang e-Learning. Ketiga. yang dibuat dengan rumus sesuai dengan yang ada pada teknik analisa data.62 3.170 mengenalkan dalam dunia pendidikan.10 85.

78 71.23 3.17 78.91 2.77 3.76 70.47 77.71 79.95 77.83 2.47 73.76 68.23 75.03 Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK 3 N Yogyakarta (%) Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan guru.87 2.85 72.98 69.43 140 310 147 247 435 1279 180 432 216 324 580 1732 3.19 2.06 76.11 2. Kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sangat .08 76.00 3.23 75.79 74.03 2.07 2. di bawah ini adalah penjelasannya : a.38 79.05 3.72 3.00 73.05 2.81 74.98 3.72 Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK 2 N Yogyakarta (%) 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK 113 268 119 165 486 1151 140 336 168 252 680 1576 3.85 83 226 111 166 466 1052 120 288 144 216 640 1408 2.98 80.00 2.171 Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (%) 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK Kesiapan guru dinilai oleh siswa Kesiapan Guru SMK PIRI 1 Yogyakarta 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan pemahaman tentang eLearning Kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK 191 476 1220 252 640 1536 3.48 71.62 3.83 65.14 3.

c.08%.17%. Kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 140 atau 77. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning tinggi dengan skor 310 atau 71.78%.38%.85%.06%. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 226 atau 78. kesiapan pemahaman tentang e-Learning tinggi dengan skor 147 atau 68. kesiapan menyiapkan seserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 247 atau 76. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 130 atau 77.48%. kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 252 atau 75. kesiapan guru dinilai oleh siswa tinggi dengan skor 476 atau 74.76%.172 tinggi dengan skor 119 atau 85%.38%. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan 304 atau 90. Kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi pembelajaran berbasis e-Learning tinggi dengan skor 83 atau 69. .79%. kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK sangat tinggi dengan skor 166 atau 76. b.23%. kesiapan guru dinilai oleh siswa sangat tinggi dengan skor 435 atau 75 %. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 111 atau 77.47%.

d.81%.173 kesiapan guru dinilai oleh siswa dalam kriteria tinggi dengan skor 466 atau 72.23 2.85 74.03 75.98 2.71%.47%. No 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 Negeri SMK 3 Negeri Total Skor 1220 1279 1052 1151 4072 Skor ideal 1536 1732 1408 1576 6252 Rerata 3.72 73.95 2. Hasil kesiapan guru SMK di masing masing sekolah. kesiapan pemahaman tentang e-Learning sangat tinggi dengan skor 119 atau 70. kesiapan menyiapkan peserta didik berbudaya belajar TIK termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 165 atau 65. Kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan membuat materi membelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 113 atau 80. kesiapan kompetensi penyelenggaraan pembelajaran pembelajaran berbasis e-Learning sangat tinggi dengan skor 268 atau 79.03 Persentase (%) 79.48%.83%. Adapun hasil dari kesiapan guru di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan guru di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan guru di tiap sekolah dikalikan 100%.21 Data pada tabel 119 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : .98 3. hasil kesiapan guru di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 119.76%.43 73. kesiapan guru dinilai oleh siswa termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 486 atau 71.

diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki guru di tiap sekolah (Xt= 4072) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki guru di tiap sekolah (Yt = 6252) dikalikan 100%. kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1052 atau 74. Hasil penelitian tersebut dikuatkan dengan hasil penelitian (Aman Subanjar.00 74. Kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta.03 % dari skor ideal 1576. Hasil kesiapan seluruh guru di SMK kota Yogyakarta adalah sebesar 75. berikut hasil penilaian kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta : kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1220 atau 79.43 80.85%.00 70. kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1151 atau 73.43%.72 73. 2007) yaitu tentang profil guru KKPI di SMK Negeri kota Yogyakarta mempunyai beberapa kesimpulan akhir sebagai berikut : .85 74. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.00 76.72%.00 78. 75 Diagram batang kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta.174 79. Untuk memberi penilaian skor kesiapan guru. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1279 atau 73.00 72.00 SM K SM K Piri 1 SM K 2 N M uhammadiyah 3 SM K 3 N 73.21% termasuk dalam kriteria sangat tinggi.00 68.03 Persentase Gambar.

besarnya materi KKPI yang diajarkan baru 76. Kedua. besarnya penguasaan materi oleh guru KKPI menurut penilaian siswa sebesar 70. dan 24% mengajar di atas 21 tahun. Kelima.175 pertama. kompetensi kepribadian sosial sebesar 79. pengalaman mengajar guru KKPI sebesar 64% mengajar kurang dari 5 tahun. antara 31 tahun sampai 50 tahun sebanyak 24%. 4% antara 16 sampai 20 tahun. 8% mengajar antara 6 sampai 10 tahun.5% untuk kompetensi kepribadian sosial dan 15. dan sikap profesionalisme diantara SMK Negeri dengan rumpun kejuruan yang berbeda paling besar adalah 9. Penelitian saudara Aman Subanjar menunjukan kesiapan guru yang tinggi dalam mengajarkan mata pelajaran KKPI. Keenam.19% dari semua materi dengan acuan MGMP KKPI Malang tahun 2007. serta 51 tahun ke atas sebesar 24%.75% dari semua materi yang telah diajarkan.7% mengenai sikap profesionalisme guru KKPI.9% dengan kategori cukup baik. Ketiga. perbedaan nilai antara kepribadian pedagogik. serta sikap profesionalisme sebesar 70.9% untuk kompetensi pedagogik. Keempat. besarnya kompetensi pedagogik rerata 74. Usia guru KKPI sebanyak 52% berusia di bawah 30 tahun. 14. banyaknya guru KKPI di SMK Negeri kota Yogyakarta baru 24% dengan latar belakang pendidikan TIK non kependidikan.11% dengan kategori cukup baik. Mata pelajaran KKPI dalam proses pembelajaran berbasis e-Learning merupakan mata pelajaran yang mempunyai andil besar untuk menyukseskan penyelenggaraan . kepribadian sosial.81% dengan kategori baik.

176

pembelajaran berbasis e-Learning. Hal tersebut, karena kompetensi seorang pendidik dalam pembelajaran berbasis e-Learning telah diuraikan dalam silabus mata pelajaran KKPI, sehingga apabila seorang guru telah menguasai mata pelajaran KKPI maka guru akan lebih mudah dalam menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning. Namun demikian, hasil tersebut apabila dibandingkan dengan penelitian (Hariawan, 2003), tentang kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK program keahlian elektronika di kota Yogyakarta, yang menunjukan bahwa kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta dalam memanfaatkan internet dalam kriteria rendah dengan skor 47.15%. Kesiapan guru SMK di kota Yogyakarta di dalam penelitian ini sebesar sebesar 4702 atau 75.21% dari skor ideal 6265 termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. Hal ini menunjukan adanya peningkatan kesiapan guru dari tahun 2003 sampai 2008 sebesar 27.31%. Peningkatan kesiapan guru tersebut di atas, dikarenakan terjadinya peningkatan kompetensi guru terhadap materi TIK. Peningkatan kompetensi guru terhadap materi TIK, diantaranya karena pemerintah telah memberi perhatian terhadap kekurang-siapan guru di bidang teknologi informasi dan komputer. Perhatian ini diwujudkan dengan cara memberi pelatihan tentang teknologi informasi dan komputer kepada guru SMK di kota Yogyakarta. Hal tersebut khususnya dilakukan oleh Diknas DIY, Dinas Pendidikan Propinsi DIY melalui Seksi Bina Program sejak tanggal 25 Agustus 2005 sampai dengan 15 September 2005

177

melaksanakan pelatihan komputer Information Communication Centre (ICT) bagi guru dan tenaga kependidikan, bertempat di Laboratorium Komputer ICT BLPT Yogyakarta, jalan Kiai Mojo No.70. (Diknas DIY, 2007). Kepala diknas DIY (Sugito) mengatakan, ”sampai sekarang sudah ada 100 guru yang kita training. Itu semua adalah bagian dari program Jogja Learning Gateway selain pembuatan situs jogjabelajar.org". (Radar Jogja, 2007). Selain hal tersebut di atas, peningkatan kompetensi guru terhadap teknologi informasi dan komputer, juga diakibatkan oleh semakin tingginya tingkat pendidikan guru di SMK kota Yogyakarta. Hal ini bisa dilihat dalam data survey tingkat pendidikan guru SMK oleh pemerintah propinsi DIY tahun 2004, yang menunjukan bahwa : guru SMK di kota Yogyakarta 77,29% lulusan sarjana (S1), sisanya adalah pendidikan D3 dan pascasarjana (S2) (Pemprop DIY, 2007). Hal tersebut, menunjukan ketersediaan sumber daya manusia yang siap untuk mempelajari model pembelajaran yang baru, jadi walaupun pemerintah tidak membuat pelatihan tentang TIK, guru tetap dapat belajar sendiri mencari ilmu tentang teknologi dan informasi. Sementara itu, sosialisasi internet di Indonesia telah digelar sejak bulan agustus 1999 dan mulai tgl 17 s/d 30 Januari 2000 diprogramkan secara serentak di 26 ibukota propinsi, pelatihan internet dan homepage untuk staf bidang dikmenjur, kepala sekolah/ guru komputer SMK regional center, serta SMK yang berminat. Tim pelatihnya adalah tim direktorat dikmenjur dan tim bidang yang sekarang pernah dilatih di

178

Jakarta. (DIT.PSMK, 2007). Oleh karena itu, menjadi kewajaran apabila terjadi peningkatan kompetensi dibidang teknologi informasi dan komputer. 2. Kesiapan siswa. Pembelajaran berbasis e-Learning adalah model pembelajaran baru dalam dunia pendidikan, oleh karena itu siswa dituntut secara mandiri dalam belajar dengan berbagai pendekatan yang sesuai agar siswa mampu mengarahkan, memotivasi, mengatur dirinya sendiri dalam pembelajaran. Setidaknya siswa harus proaktif dengan sumber belajar, artinya siswa dituntut mencari sumber belajar dimanapun tempatnya secara mandiri tanpa harus menjadikan guru sebagai sumber belajar tunggal. Dalam pembelajaran berbasis e-Learning, selain materi pelajaran sebagai misi utama bagi siswa untuk dikuasai, siswa juga dituntut menguasai pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning. Hal ini, mengingat pembelajaran berbasis e-Learning tidak terlepas dari

penggunaan teknologi informasi dan komputer, oleh karena itu menjadi prioritas bagi siswa untuk menguasai mata pelajaran TIK atas mata pelajaran lainnya sebelum mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. Berdasarkan uraian singkat di atas, dalam pembelajaran berbasis eLearning siswa dituntut siap dalam aspek : Pertama, kompetensi siswa terhadap materi TIK. Kedua, mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning. Ketiga, lingkungan belajar. Keempat, pengetahuan tentang e-Learning. Berikut jawaban pertanyaan tentang kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning di kota Yogyakarta.

179

Tabel 120. Hasil penilaian kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta.
No Nama sekolah Skor Skor ideal Rerata (%)

1

SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan siswa SMK Kota Yogyakarta aspek Kopetensi terhadap Materi TIK Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa 947 1152 3.29 82.20 357 512 2.79 69.73 768 896 3.43 85.72

769 232 3073

1024 252 3836

3.00 3.68 3.24

75.10 92.06 80.96

Kesiapan Siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta (%) 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek kopetensi terhadap materi TIK Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan Siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta (%) 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek Kopetensi terhadap materi TIK (%) Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar

538

812

2.65

66.26

355

464

3.06

76.51

818 681 304 2696

1044 928 324 3572

3.13 2.94 3.75 3.11

78.35 73.38 93.83 77.67

786

896

3.51

87.72

400

512

3.13

78.13

1068

1152

3.71

92.71

penilaian guru terhadap .82 1088 825 221 3453 1224 1088 252 4060 3.83 85.35 83.05 Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan siswa.20%.180 Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning . kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 947 atau 82.03 3. a. Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek mencari sumber pendukung pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek lingkungan belajar . di bawah ini adalah penjelasannya.83 87.44 95. Kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 768 atau 85%.1 3. Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek pengetahuan tentang e-Learning Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta (%) 793 207 3254 1024 216 3800 3.42 88.89 75. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 769 atau 75.70 85. Penilaian guru terhadap kesiapan siswa Kesiapan Siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta (%) 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan siswa SMK kota Yogyakarta aspek kopetensi terhadap materi TIK.65 456 544 3. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 357 atau 69.10%.51 3.45 77.63 90.79 3.73%.63 863 952 3.56 3.

35%. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 818 atau 78. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 1068 atau 92. Kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 786 atau 87. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 355 atau 76.72%.13. b.26%.38%. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 793 atau . kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 400 atau 78. Kesiapan siswa SMK PIRI 1 Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 538 atau 66. c.181 kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 232 atau 92.06%. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor 681 atau 73. penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 304 atau 93.71%.83%.51%.

44%.11 3.65%.30 Persentase (%) 80. Adapun hasil dari kesiapan siswa di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dikalikan 100%.83%.71 . penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian tinggi dengan skor sebesar 207 atau 95.11 75.82%. d. kesiapan lingkungan belajar termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 1088 atau 88.182 77.24 3.70%.83%.42 3. kesiapan pengetahuan tentang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 825 atau 75. Kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta aspek : kesiapan kompetensi terhadap materi TIK termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 863 atau 90.45 3. N o 1 2 3 4 Nama sekolah SMK Muhammadiyah 3 SMK PIRI 1 SMK 2 N SMK 3 N Total Skor 3073 2696 3254 3453 12476 Skor ideal 3836 3572 3800 4060 15268 Rerata 3. penilaian guru terhadap kesiapan siswa termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor 221 atau 87.48 85. kesiapan mencari sumber belajar pendukung penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi dengan skor sebesar 456 atau 83.05 81.63 85. hasil kesiapan siswa di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 121. Hasil kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah.89%.

diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki siswa di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki siswa di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%. kesiapan siswa SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3453 atau 85.1 1 75. Diagram batang kesiapan siswa SMK di masing masing sekolah. kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 2696 atau 75.48 Persent ase (% ) 90. berikut hasil penilaian kesiapan guru di SMK kota Yogyakarta : kesiapan siswa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3073 atau 80. kesiapan siswa SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 3254 atau 85. Xt = 12476 x100% = 81.00 80. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.11%. Kesiapan seluruh siswa SMK di kota Yogyakarta. Hasil kesiapan seluruh siswa di SMK kota Yogyakarta adalah .05%.48%.63 80.63%.00 85.71% Yt = 15268 .00 85.05 SM K SM K P iri 1 M uhammadiyah 3 SM K 2 N SM K 3 N Gambar 76.00 75.00 70. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data.183 Berdasarkan pada tabel 121 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 85.

Hal tersebut. Apabila mencermati contoh silabus teknologi informasi dan komputer untuk satuan pendidikan dasar (sekolah dasar) tahun 2008 yang dikeluarkan Diknas (Diknas. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa : variabel kesiapan siswa termasuk kriteria cukup tinggi dengan skor 57. untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning di kota Yogyakarta ditinjau dari aspek kesiapan siswa dapat dinyatakan tidak ada masalah. Oleh karena itu. hal ini menunjukan bahwa siswa pada tahun 2003 telah dapat memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. apalagi silabus sekolah menengah pertama. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2003. 2008). kesiapan siswa SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 81. semakin mata pelajaran TIK .184 Kriteria penilaian siswa SMK di kota Yogyakarta menunjukan bahwa. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian dengan judul kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK kota Yogyakarta oleh saudara (Hariawan.9%. hal ini mempercepat proses pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis e-Learning. berdasar asumsi peneliti bahwa : standar kompetensi yang ada dalam dalam silabus SD sudah melibatkan internet. penerapan pembelajaran berbasis eLearning untuk tahun 2010 ke atas dari segi kesiapan siswa tidak mengalami kendala. Apalagi siswa telah mendapat pelajaran tentang TIK pada mata pelajaran KKPI.71%. 2003).

Keempat. Keberhasilan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning tidak lepas dari dukungan kesiapan sarana dan prasarana. . Ketiga. yang dibuat dengan rumus sesuai dengan yang ada pada teknik analisa data. Kedua. Untuk memberi penilaian hasil penelitian terlebih dahulu dibuat kriteria penilaian. merancang pembelajaran berbasis e-Learning. maka siswa SMK akan semakin siap dalam mengikuti pembelajaran berbasis e-Learning. 4) aplikasi program. 6) paket keahlian multimedia. Kesiapan sarana dan prasarana meliputi : kesiapan infrastruktur. Kesiapan sarana dan prasarana. Berikut jawaban pertanyaan penelitian. Kesiapan sarana dan prasarana secara terperinci terjabarkan dalam kisi kisi penelitian sebagai berikut : pertama. piranti keras. komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning. 2) sistem operasi komputer personal. 3. piranti lunak. Kelima. 5) aplikasi bisnis komputer. kesiapan pengembang dalam mengorganisasikan kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning serta kemampuan memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning. kompetensi pengembang atau teknisi terhadap materi .185 banyak diberikan di sekolah SD dan SMP.3) sistem operasi dan komputer jaringan. Jawaban pertanyaan tentang kesiapan sarana dan prasarana pada penelitian ini diperoleh dari penilaian hasil pengambilan data kesiapan variabel sarana dan prasarana. kesiapan peralatan. 1) struktur dan perangkat komputer.

23 92. Sistem operasi dan komputer jaringan D.00 20 28.57 71.56 3.00 68. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta 2 SMK PIRI 1 Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e.33 37 56 2. Struktur dan perangkat komputer B. Sistem operasi dan komputer jaringan D.48 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK .00 70.33 72.00 2. Data kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.00 100.90 1.80 2.80 1.41 3.90 3.67 90.82 3.10 73. Struktur dan perangkat komputer B.55 3. Sistem operasi komputer personal C.86 71.64 88. Aplikasi program E.71 3. Aplikasi bisnis komputer F.00 13 5. Aplikasi bisnis komputer 29 26 6 78 64 75 74 20 40 26 10 88 72 88 80 24 2. Aplikasi program E.74 2.00 3.43 pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A.00 100.07 1360 1842 3.83 42 33 40 39 9 38 192 915 44 36 44 40 12 40 280 1280 3.45 91.00 88.00 60.50 3.50 83.91 97. Sistem operasi komputer personal C.186 Tabel 122.00 95.89 85.50 100.00 0.50 75.Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak A.67 5. No Pertanyaan Skor Skor ideal Rerata (%) 1 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan 14 13 5 20.70 3.86 95.64 66.00 1.00 2.

50 85.64 30 26 8 40 26 10 3. Struktur dan perangkat komputer B.42 68.78 3. Struktur dan perangkat komputer B. Aplikasi program E.75 96.41 .22 88.77 94.Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak 67 268 797 80 360 1160 3.78 73. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta 3 SMK 2 N Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis eLearning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e.40 3.00 100.44 68. Aplikasi bisnis komputer F.00 87.187 F. Sistem operasi komputer personal C.07 76.00 80.00 1.75 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A.94 75.00 0.98 2.71 1541 2084 2.75 74.79 69. Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan Sarana dan Prasarana SMK 2 N Yogyakarta 4 SMK 3 N Yogyakarta Kesiapan merancang pembelajaran berbasis e Learning Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning Kesiapan piranti keras Kesiapan piranti lunak 30 26 7 40 26 10 3.00 70.64 85.94 39 56 2.70 75.44 78.00 0. Sistem operasi komputer personal C.72 85 70 78 68 21 68 205 880 88 72 88 80 24 80 240 1280 3.89 3.55 3.40 3.59 97. Sistem operasi dan komputer jaringan 79 68 69 88 72 88 3.00 Kesiapan komptetensi pengembang terhadap materi TIK A.00 43 56 3.42 2.50 3.14 89.79 1578 2084 2.00 100.00 1.59 3.00 85.60 75.49 83.35 2. Sistem operasi dan komputer jaringan D.86 3.

Paket keahlian multimedia Penilaian guru terhadap sarana dan prasarana Penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana Kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 N Yogyakarta 75 21 71 230 1016 80 24 80 280 1360 3. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 42 atau 95.91%.55 3. Aplikasi bisnis komputer F. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 39 atau 97. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 13 atau 100%.50 88. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 5 atau 100%.188 D. di bawah ini adalah penjelasannya : a.50%. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 33 atau 91. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 14 atau 70%.67%.43%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 40 atau 90.71 1735 2204 2.75 82. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat .72 Tabel di atas menunjukkan kesiapan aspek – aspek kesiapan guru.75 87.94 78. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 9 atau 75%. Kesiapan guru SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam aspek: kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 20 atau 71.29 2.45%.99 93.75 3.14 74. Aplikasi program E.50 3.

84%.89%. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 6 atau 60%.57%. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 192 atau 68.5%.48%.189 tinggi dengan skor 38 atau 95%.33%. Kesiapan guru SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 37 atau 66.23%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75 atau 85.75%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 915 atau 71. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK: 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 78 atau 88. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 74 atau 92. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termsuk dalam kriteria tinggi dengan skor 268 .50%. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 67 atau 83. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 29 atau 72.07%. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 20 atau 83. b. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 64 atau 88.

kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria angat tinggi dengan skor 85 atau 96.71%. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 85%.50%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 78 atau 88.190 atau 74. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 8 atau 80%. Kesiapan guru SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 39 atau 69. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 797 atau 68. . kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 30 atau 75%.42%. c. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 85%. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 70 atau 97.75%.22%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor 880 atau 68.44%. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 205 atau 85.59%.64%.64%. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 21 atau 87. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%.

75%.75%. kesiapan kompetensi pengembang terhadap materi TIK : 1) struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 79 atau 89. 5) aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 21 atau 87.44%. 6) paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 71 atau 88. kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 30 atau 75%.5%.79%. 3) sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 69 atau 78.71%. kesiapan piranti keras termasuk dalam kriteria sangat tinggi 26 atau 100%. 2) sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 68 atau 94. Kesiapan guru SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam aspek : kesiapan merancang pembelajaran berbasis e-Learning termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 43 atau 76. Adapun hasil dari kesiapan siswa di masing masing sekolah dapat diketahui dengan membandingkan nilai aktual total variabel kesiapan siswa di tiap sekolah dengan nilai ideal total variabel kesiapan siswa di .191 d. kesiapan piranti lunak termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 7 atau 70%.77%.41%.14%. penilaian siswa terhadap sarana dan prasarana termasuk dalam kriteria tinggi dengan skor atau 74. 4) aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75 atau 93. penilaian guru terhadap sarana dan prasarana penilaian termsuk dalam kriteria tinggi dengan skor 230 atau 82.

83 73.00 77.10 2. Hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di masing masing sekolah.00 73.00 76. kesiapan sarana dan prasarana SMK PIRI 1 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1541 atau 73.94%.94 2.192 tiap sekolah dikalikan 100%.78 2. .00 74.83%.00 Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK Muhammadiy ah 3 Yogyakar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK PIRI 1 Yogy akar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK 2 N Yogyakar t a Kesiapan Sar ana dan Pr asar ana SMK 3 N Yogyakar t a 75.72 79.00 75. berikut hasil penilaian kesiapan sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta : kesiapan sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam kategori tinggi dengan skor 1360 atau 73.72 73.72 75. hasil kesiapan siswa di masing masing sekolah seperti pada tabel berikut : Tabel 123.94 2.83 73.00 78.00 72.65 Data pada tabel 123 dapat dinyatakan dalam bentuk gambar seperti di bawah ini : 78.94 75.94 73. No Nama sekolah Skor Skor ideal Rerata Persen tase (%) 1 2 3 4 SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta SMK PIRI 1 Yogyakarta SMK 2 N Yogyakarta SMK 3 N Yogyakarta Total 1360 1541 1578 1735 6214 1842 2084 2084 2204 8214 3.00 71.94 Persentase Gambar 77. dibuat kriteria penilaian dengan rumus teknik analisa data. Diagram batang kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta.72 78. Untuk memberi penilaian skor kesiapan siswa.

Hasil penelitian ini. kesiapan sarana dan prasarana SMK 3 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1735 atau 78.83 % dimiliki oleh SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 75.65%. menunjukan telah terjadi peningkatan kesiapan sarana dan prasarana yang sangat pesat.65% temasuk kriteria sangat tinggi.65% berdasarkan kriteria penilaian sarana dan prasarana Yt = 8214 SMK di kota Yogyakarta.72%. dengan skor tertinggi 78. .00 termasuk dalam kriteria cukup.72% dimiliki oleh SMK Negeri 3 Yogyakarta dan terendah 73.193 kesiapan sarana dan prasarana SMK 2 Negeri Yogyakarta dalam kategori sangat tinggi dengan skor 1578 atau 75. Hasil kesiapan seluruh sarana dan prasarana di SMK kota Yogyakarta adalah : Xt = 6214 = 75. Kesiapan seluruh sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta. menunjukan skor rerata 75.4% termasuk dalam kriteria cukup dan terendah adalah 54. mempunyai hasil kesiapan sarana dan prasarana SMK di kota Yogyakarta yang tertinggi adalah 63. diperoleh dengan menjumlahkan skor yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah (Xt) dibandingkan dengan skor ideal tertinggi yang dimiliki sarana dan prasarana di tiap sekolah(Yt) dikalikan 100%. Penelitian ini apabila dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan (Hariawan 2003) tentang kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar di SMK kota Yogyakarta dengan populasi yang sama dengan penelitian ini.72%.

Sekolah/Madrasah menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana. menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat. tenaga kependidikan dan peserta didik. merencanakan. mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan. pemeliharaan semua fasilitas fisik dan peralatan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan. Pengelolaan sarana prasarana sekolah/madrasah .194 Peningkatan sarana dan prasarana ini diakibatkan oleh adanya perhatian pemerintah terhadap pengelolaan sarana dan prasarana. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada standar sarana dan prasarana dalam hal . 2. direncanakan secara sistematis agar selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu standar sarana dan prasarana dituangkan dalam rencana . 4. melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah/madrasah. 3. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik. memenuhi dan mendaya-gunakan sarana dan prasarana pendidikan. hal ini ditandai dengan munculnya rumusan tentang standar pendidikan nasional. Berikut adalah standar pengelolaan pendidikan tentang pelaksanaan rencana kerja yang mengatur pengelolaan sarana dan prasarana : 1. yang salah satunya adalah standar pengelolaan pendidikan.

Berdasarkan pembahasan tentang kesiapan yang harus diperhatikan untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning. (BSNP. baik internal maupun eksternal. menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah/madrasah lain baik negeri maupun swasta.195 pokok (masterplan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya dan dituangkan dalam rencana pokok (masterplan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya 5. mempunyai jawaban pertanyaan sangat tinggi. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dan mengacu pada standar sarana dan prasarana. melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan. 6. membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja. Pengelolaan perpustakaan sekolah/madrasah perlu . 2007) Pembuatan angket dalam penelitian ini merujuk kepada standar pengelolaan sarana dan prasarana. menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustakalainnya. merencanakan fasilitas peminjaman buku danbahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan 7. dapat . Pokok pokok dalam standar pengelolaan yang telah dibuat menjadi butir pertanyaan kesiapan sarana dan prasarana dalam penelitian ini.

2) Sistem operasi komputer personal termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 33 atau 91. Adapun hasil penelitian di SMK Muhammadiyah. TIM pengembang juga mempunyai kompetensi terhadap materi TIK yang meliputi : 1) Struktur dan perangkat komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 42 atau 95. e-Content. 5) Aplikasi bisnis komputer termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 9 .43%) dalam kriteria tinggi.45%. dan e-Services. SMK sistem Muhammadiyah mengadakan pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara ini. Selain itu.91%. 4) Aplikasi program termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 39 atau 97. Pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung mesin dari sistem e-Learning. dengan cara mengembangkan sendiri artinya institusi perlu memiliki 3 tim untuk Yogyakarta pengembangan dalam sistem. sekolah yang mempunyai tingkat kesiapan sarana dan pasarana. Pertama.196 disimpulkan bahwa dalam kesiapan penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning pada dasarnya terdiri dari 3 (tiga) komponen. 3) Sistem operasi dan komputer jaringan termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 40 atau 90. 1. Oleh karena itu. bisa dikatakan mampu hal ini berdasarkan data penelitian bahwa : SMK Muhammadiyah mempunyai TIM pengembang yang menguasai kompetensi dalam merancang pembelajaran berbasis e-Learning (71. yaitu Learning Management System (LMS).50%. kesiapan sarana dan prasarana harus dapat mendukung dari ketiga komponen tersebut.67%.

dengan cara ini pun SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat siap. dosen. Untuk mendukung sistem .197 atau 75%. Cara mendapatkannya sangat mudah. 2. Hal tersebut. hal tersebut dikarenakan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mempunyai TIM pengembang yang memiliki kompetensi terhadap materi TIK yang sangat tinggi. SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta mampu mengadakan sistem pembelajaran berbasis e-Learning dengan cara mengadakan sendiri. claroline. menunjukan bahwa SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat siap untuk membeli sistem pembelajaran berbasis e-Learning. Oleh karena itu. 6) Paket keahlian multimedia termasuk dalam kriteria sangat tinggi dengan skor 38 atau 95%. e-Content merupakan materi pembelajaran (learning materials) yang dikembangkan oleh guru. sebagai SMK yang mempunyai kesiapan sarana dan prasarana terendah dari populasi penelitian. Berdasarkan data dari kuisioner item merancang pembelajaran berbasis e-Learning yang menunjukan tingkat kesiapan yang sangat tinggi 71.43 %. Oleh karena itu. fasilator yang hendak mengajarkan materi tersebut kepada siswa. Kedua adalah membeli sistem yang sudah ada. yang di dalamnya ada butir pertanyaan tentang perencanaan kebutuhan pembelajaran berbasis e-Learning. Kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung e-Content. yaitu tinggal download di internet tanpa harus membayar izin perusahaan pembuatnya. Ketiga adalah menggunakan open source e-Learning system. Saat ini telah terdapat beberapa sistem e-Learning berbasis open source seperti moodle.

memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran. seperti web course ataupun web centric course di SMK kota Yogyakarta dapat dijalankan dengan baik. Sarana dan prasarana SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta sangat mendukung hal ini. penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning dengan berbagai model pengembangannya. merawat. Berdasarkan model penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning.198 e-Learning agar berjalan sesuai dengan yang diharapkan. dikarenakan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki TIM pengembang yang sangat siap dalam merancang e-Learning dan mempunyai TIM pengembang yang mempunyai kompetensi sangat tinggi terhadap materi TIK. mengingat Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta telah mempunyai tenaga teknisi yang sesuai dengan standar pengelolaan poin tenaga pendidik. yaitu : mempunyai tenaga laboratorium yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium dan teknisi sumber belajar yang melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan. Namun Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan . Rata–rata tenaga teknisi memiliki memiliki kompetensi terhadap materi teknologi informasi dan komunikasi sangat tinggi dan juga kesiapan yang sangat tinggi aspek piranti keras dan aspek piranti lunak. Model web enchaced course adalah model pembelajaran di dalam kelas dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komputer untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. diperlukan tenaga pendukung (supporting staff) yang memberikan layanan elektronis (e-service). Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta telah menjalankan model pembelajaran berbasis e-Learning model WEB enchaced course. Walaupun demikian.

difungsikan sebagai suplemen. Pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta. . Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta sangat siap apabila akan memfungsikan pembelajaran berbasis e-Learning sebagai komplemen. Namun demikian. didukung dengan pemahaman guru terhadap pembelajaran berbasis e-Learning yang sangat tinggi. sumber belajar bisa dicari di perpustakan. dikarenakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK kota Yogyakarta belum ada yang menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. dikarenakan siswa mempunyai kesiapan dalam aspek mencari sumber pendukung pembelajaran yang tinggi dan mempunyai kesiapan kompetensi terhadap materi TIK yang sangat tinggi. sehingga tidak ada keharusan mencari di internet.199 di SMK kota Yogyakarta tidak menyelenggarakan. Selain itu. Hal tersebut. siswa juga telah siap memfungsikan pembelajaran berbasis e-Learning sebagai komplemen. dapat dilihat dari kesiapan guru dalam aspek membuat materi dalam pembelajaran berbasis e-Learning yang sangat tinggi. Hal tersebut dikatakan suplemen dikarenakan. yaitu hanya dipakai untuk mencari sumber belajar yang sifatnya tidak wajib.

memiliki kesiapan menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 81. 2. SMK 3 Negeri. Kesimpulan 1. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa guru mata pelajaran produktif Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK 2 Negeri. Kesiapan komponen penyelenggaraan pembelajaran berbasis e-Learning di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK kota Yogyakarta yang . SMK 3 Negeri. Berdasarkan analisis data kesiapan sarana dan prasarana yang diambil dari responden Tim Pengembang e-Learning di SMK 2 Negeri.65% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi.71% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi.21% termasuk dalam kriteria penilaian sangat tinggi. SMK PIRI 1. SMK 3 Negeri. SMK PIRI 1. SMK Muhammadiyah. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan kelas 2 dari SMK 2 Negeri. B.200 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. SMK Muhammadiyah di kota Yogyakarta. di kota Yogyakarta. Saran – saran 1. memiliki kesiapan menjalankan pembelajaran berbasis e-Learning sebesar 75. SMK PIRI 1. diketahui bahwa SMK yang menyelenggarakan Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di kota Yogyakarta memiliki sarana dan prasarana yang sangat siap untuk mendukung penerapan pembelajaran berbasis e-Learning dengan skor sebesar 75. SMK Muhammadiyah di kota Yogyakarta. 3.

seperi kelompok jurnalis. kesiapan yang dibutuhkan bukan saja kesiapan SDM dan kesiapan sarana dan prasarana saja. hal tersebut dikarenakan keterbatasan peneliti. Oleh karena itu. hendaknya ditindak lanjuti dengan pelaksanaan penyelenggaraan pembelajaran berbasis eLearning. dsb. layaknya seperti membuat sekolah baru. C. 3. Keterbatasan penelitian 1.201 sangat tinggi memungkinkan pihak sekolah menyelenggarakan pembelajaran berbasis e-Learning model web course. Untuk memudahkan mengkondisikan siswa berbudaya belajar berbasis TIK. Penelitian ini tidak membahas tentang kesiapan untuk menyelenggarakan web course secara detail. Untuk menerapkan web course atau pembelajaran jarak jauh. pecinta alam. 2. pihak pengelola e-Learning SMK perlu menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan pengembang eLearning atau perguruan tinggi yang mengembangkan e-Learning. Untuk memudahkan dalam menjalin kerjasama dengan pihak pengembang e-Learning perusahaan atau perguruan tinggi. Mengingat teknologi pembelajaran berbasis e-Learning berkembang pesat update dengan perkembangan zaman. Jenis organisasinya seperti yang telah ada dalam OSIS. hendaknya pihak pengembang sekolah melakukan survey ke berbagai perusahaan atau . sehingga pasti ada syarat administrasi atau syarat lainnya yang harus dipenuhi pihak yang mau menyelenggarakan. perlu membuat komunitas TIK atau club TIK. 2.

202 perguruan tinggi yang telah mengembangkan pembelajaran berbasis eLearning. produktif. dengan asumsi peneliti bahwa. adaptif. Untuk mengetahui kesiapan pembelajaran berbasis e-Learning SMK di kota Yogyakarta. . dalam penelitian ini tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan peneliti. Di dalam penelitian ini hanya mengambil guru mata pelajaran produktif sebagai responden. normatif. responden penelitian variable kesiapan guru. Selain asumsi dari peneliti. menurut peneliti hanya guru mata pelajaran produktif yang memiliki kecenderungan menguasainya. idealnya semua guru mata pelajaran. pengambilan populasi ini dikarenakan keterbatasan peneliti. pembelajaran berbasis eLearning menuntut guru menguasi teknologi pendukungnya. 3.

usu. Ika.id/ Djafaar. Fakultas Kedokteran USU. Sari. Riset statistik parametrik. http://diknas.ac.id/ Dewi. Rineka Cipta. Fakultas Teknik UNY.2006. Suharsimi. Mardapi. . SPSS 13.diknas.id/ Prawira. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.2008. 1988. Triton.2007. Makalah diterbitkan. Nasirulloh.2001. Jakarta : Gunung Mulia. Medan: http://library. Manfaat e-Learning untuk pendidikan. Tengku Zahara HJ. Kesiapan menikah pada wanita dewasa awal yang bekerja. 2003. BSNP. Hutabarat. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan pendidikan Dasar dan Menengah. Siahaan. S.Skripsi diterbitkan. Yogyakarta: CV. Djemari. Metodologi penelitian suatu pendekatan praktek. E-Learning (Pembelajaran Elektronik) Sebagai Salah Satu Alternatif Kegiatan Pembelajaran. Penerbit : Balitbang Depdiknas : Jakarta EP.2006. http://media.2001. Jakarta: PT. Budi.0 Terapan. Andi Offset.DAFTAR PUSTAKA Arikunto.go. Kesiapan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. 2007. Pedoman praktis untuk belajar secara efisien dan efektif bagi siapa saja yang belajar di perguruan tinggi. Teknik penyusunan instrumen tes dan nontes. Hariawan. Kontribusi Pembelajaran terhadap hasil belajar. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Balitbang Depdiknas. Muhammad.go.1992.

dikmenjur. _______(2007) ” Silabus TIK SD 2008”.go. Diknas DIY.2007.PSMK: www. Aman.net _______(2007) ”Pelatihan komputer bagi guru dab tenaga kependidikan”. Pengantar E-Learning dan Penyiapan Materi.elearning-jogja. E-learning di Sekolah dan KTS. Herman.204 Subanjar.go. Profil guru keterampilan komputer dan pengelolaan informasi di SMK Negeri kota Yogyakarta. Herman.pempropdiy.pemda-diy. Anas. Bandung: ALFABETA. Merancang dan menyelenggarakan e-Learning. Pemprop DIY: www. Makalah diterbitkan http://www. Sugiyono. www.org Sutrisno.id _______(2007) ”Program internetisasi bidang DIKMENJUR dan SMK”.id. Diknas DIY. 2007.pemda-diy. . Mengenal e-Learning. Makalah diklat dosen FT UNY. Metode penelitian administrasi.2003.web. Statistik untuk penelitian. Sugiono. Asep. Dwi. Makalah diterbitkan : http://researchengines.id. DIT. Soekartawi.2005. 1999 Metode penelitian administrasi. Pengantar evaluasi pendidikan. 2008.id. Yogyakarta : Ardana Media. Bandung: CV Alfa Beta. http:herman//. 2008. Fakultas Teknik UNY Sudijono.html Suyanto.ac. Surjono. _______(2007) ”Informasi studi di jogja”. Skripsi tidak diterbitkan.ugm.com/0807sutrisno2.go. Bandung: CV Alfa Beta Sugiyono.asep-hs. 2007. www. 2005. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

jogjakarta. Radar Jogja 14 Maret 2007.(2008). http://www.wartaegov.sdpercobaan4waytes. Wartaegov.indopos. (2007).205 _______(2007) ”e-Learning inovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan”.co. www.go.“Langkah Menuju Cyber Province”. . http://bappeda. “Jangan untuk buka situs porno”. Journal Pendidikan SDN 4 Wates. “ Lampiran Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 42 Tahun 2006”.com _______ .id/ _______. http://jakarta.com.id/ _______.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->