Unsur Intrinsik

Judul Judul adalah kepala karangan atau nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan isi buku tersebut. Judul suatu karya (buku) drama juga merupakan kunci untuk melihat keseluruhan makna drama. Judul isi karangan selalu berkaitan erat. Drama sebagai karya sastra dan merupakan cabang sini tergolong sebagai karya fiksi. Sugiarta dalam Sudjarwadi (2004) menjelaskan, judul pada karya fiksi bersifat manasuka, dapat diambil dari nama salah satu tempat atau tokoh dalam cerita, dengan syarat sebaiknya melambangkan isi cerita untuk menarik perhatian. Judul karangan seringkali berfungsi menunjukan unsur-unsur tertentu dari karya sastra, misalnya : 1. 2. 3. 4. 5. Tema Tema cerita adalah pokok pikiran dalam sebuah karangan. Atau, dapat diartikan pula sebagai dasar cerita yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Tema drama harus disesuaikan dengan penonton. Jika drama ditujukan kepada pelajar, maka tema ceritanya juga harus sarat dengan pendidikan. Jangan sampai tema yang disajikan justru menjerumuskan pelajar sebagai penonton pada hal-hal yang tidak edukatif. Dapat menunjukan tokoh utama Dapat menunjukan alur atau waktu Dapat menunjukan objek yang dikemukakan dalam suatu cerita Dapat mengidentifikasi keadaan atau suasana cerita Dapat mengandung beberapa pengertian

Alur Cerita (Plot) Plot atau alur adalah pola dasar dari kejadian-kejadian yang membangun aksi yang penting dalam sebuah drama. Plot drama harus dibangun mulai dari awal, lalu terdapat kemajuan-kemajuan, dan penyelesaian masalah yang diberikan kepada penonton. Plot menjelaskan bagaimana sebuah kejadian memengaruhi kejadian yang lain dan mengapa orang-orang yang ada di dalamnya berlaku seperti itu). Alur di bedakan menjadi beberapa bagian berikut : 1. Eksposisi/ introduksi merupakan pergerakan terhadap konflik melalui dialog-dialog pelaku. 2. Intrik merupakan persentuhan konflik atau keadaan mulai tegang. 3. Klimaks merupakan pergumulan konflik atau ketegangan yang telah mencapai puncaknya dalam cerita. 4. Antiklimaks merupakan konflik mulai menurun atau masalah dapat diselesaikan. 5. Konklusi merupakan akhir peristiwa atau penentuan terhadap nasib pelaku utama. Latar Cerita (Setting) Setting cerita adalah lokasi tempat cerita ini ingin ditempatkan atau diwadahi. Setting dibagi menjadi dua, yaitu media/ tempat dan budaya. Fungsi latar yaitu: 1. 2. 3. 4. menggambarkan situasi proyeksi keadaan batin para tokoh cerita menjadi metafor keadaan emosional dan spiritual tokoh cerita menciptakan suasana

Posisinya menjadi pembela tokoh yang didampinginya. Penokohan Penokohan/ karakter pelaku utama adalah pelukisan karakter/ kepribadian pelaku utama. baik untuk peran protagonis maupun antagonis. Misalnya sebagai orang keparcayaan karakter utama. 2. Peran ini termasuk peran pembantu utama. atau petugas di pom bensin. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang disakiti. 5. 3. Peran Tritagonis Peran tritagonis adalah peran pendamping. Peran ini adalah peran yang harus mewakili hal-hal negatif dalam kebutuhan cerita. Dia adalah tokoh yang jahat sehingga akan menimbulkan rasa benci atau antipasti penonton. pembantu. 2. Peran protagonis ini biasanya menjadi tokoh sentral. misalnya sopir taksi. . 4. 4. Peran Protagonis Peran protagonis adalah peran yang harus mewakili hal-hal positif dalam kebutuhan cerita. karena yang dibutuhkan figuran saja. 2. sebagai sopir atau bodyguard. Karakter ini juga paling banyak aksinya dalam cerita. Atau jika tidak kolosal. Contohnya. 2. 3. Mereka serin disebut figuran. Kalaupun ada. 1. Peran ini bisa menjadi pendukung atau penentang tokoh sentral. Mereka sering tampil tanpa dialog. dan menderita sehingga akan menimbulkan simpati bagi penontonnya. Peran ini biasanya cenderung menjadi tokoh yang menyakiti tokoh protagonis. tempat terjadinya peristiwa lingkungan kehidupan sistem kehidupan alat-alat atau benda-benda waktu terjadinya peristiwa 3. Tokoh atau peran menurut sifatnya di bagi dalam tiga hal berikut : 1. baik. tetapi juga bisa menjadi penengah atau perantara tokoh sentral. dialognya hanya bersifat informatif. Karakter Utama (Main Character) Karakter utama adalah karakter yang mengambil perhatian terbanyak dari pemirsa dan menjadi pusat perhatian pemirsa. Peran Antagonis Peran antagonis adalah kebalikan dari peran protagonis.Unsur-unsur latar yaitu: 1. letak geografis kedudukan / pekerjaan sehari-hari tokoh cerita waktu terjadinya peristiwa lingkungan tokoh cerita Aspek latar berdasarkan fungsinya mencakup: 1. 3. Karakter Figuran (Incedental Character) Karakter ini duperlukan untuk mengisi dan melengkapi sebuah cerita.. Kadangkangan karakter pendukung bisa memainkan peranan yang membantu karakter utama. Karakter Pendukung (Secondary Character) Karakter pendukung adalah orang-orang yang menciptakan situasi dan yang memancing konflik untuk karakter utama. yaitu tokoh yang menentukan gerak adegan. biasanya mereka memegang profesi di dalam pelayanan umum. Suban (2009:68) membagi karakter menjadi tiga bagian menurut kedudukannya dalam cerita. Biasanya mereka digunakan dalam adeganadegan kolosal dan keramaian.

Tokoh cerita dapat mengalami konflik. tokoh cerita dalam drama juga mengalami konflik.apakah teks tersebut penuh dengan ironi.Amanat Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis cerita kepada penonton atau penikmat drama. faktor ekonomi. Salah satunya adalah mengkaji hubungan sastra dengan aspek-aspek politik. dan sebagainya. budaya dan pendidikan. namun amat mempengaruhi karya sastra tersebut. baik konflik dengan diri sendiri. Tjahyono menjelaskan pengkajian terhadap unsur ekstrinsik karya sastra mencakup empat hal. yaitu dia. Sudut Pandang Sudut pandang adalah posisi pengarang dalam cerita. Bahwa situasi sosial politik ataupun realita budaya tertentu akan sangat berpengaruh terhadap karya sastra tersebut. atau eufimisme. suatu karya drama terasa monoton. Unsur Ekstrinsik Unsur ekstrinsik karya sastra adalah hal-hal yang berada di luar struktur karya sastra. Sudut pandang terbagi atas 1) orang pertama ditandai dengan kata ganti orang pertama yaitu. akibatnya pembaca atau penonton drama menjadi bosan. Konflik Konflik adalah pertentangan. Misalnya faktor-faktor sosial politik saat karya tersebut diciptakan. Konflik dapat membentuk rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan kausalitet. dan 2) sudut pandang orang ketiga yang ditandai dengan kata ganti orang ketiga. Konflik di dalam karya drama dapat menimbulkan atau menambah nilai estetik. Selain itu. Tanpa konflik antar tokoh cerita. ekonomi. Jika drama ditujukan kepada pelajar. . maupun dengan lingkungan alam. aku. maka seiring dengan temanya. Mengutip pernyataan Wellek dan Warren. cerita dalam drama harus dapat menambah pengetahuan yang positif bagi siswa. Seperti halnya biasa. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah cara pengarang mengungkapkan sebuah teks sastra. drama harus memberikan amanat yang bersifat edukatif. dengan orang / pihak lain. faktor latar belakang kehidupan pengarang. sosial. sarkasme.