P. 1
ILMU PELAYARAN

ILMU PELAYARAN

4.5

|Views: 4,173|Likes:
Published by Roy Kelo

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Roy Kelo on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2015

pdf

text

original

ILMU PELAYARAN DATAR babII

Zone Time Waktu universal (bahasa Inggris Universal Time, disingkat UT) adalah satu ukuran waktu yang didasari oleh rotasi bumi. Satuan ini adalah kelanjutan modern dari GMT (Greenwich Mean Time), yaitu, mean waktu matahari di meridian di Greenwich, Inggris, yang secara lazim dianggap sebagai bujur geografis 0 derajat. GMT sering secara keliru dianggap sebagai kesamaan dari UTC. Sebenarnya, GMT yang dulu telah dibagi dua, menjadi UTC dan UT1. Waktu universal dan standar waktu Sebelum diperkenalkannya standar waktu, setiap kota menyetel waktunya sesuai dengan posisi matahari di tempat masing-masing. Sistem ini bekerja dengan baik sampai diperkenalkannya kereta api, yang memungkinkan untuk berpergian dengan cepat namun memerlukan seseorang untuk terus-menerus mencocokan jamnya dengan waktu lokal yang berbeda-beda dari satu kota ke kota lain. Standard waktu, dimana semua jam di dalam satu daerah menggunakan waktu yang sama, dibuat untuk memecahkan masalah perbedaan waktu seperti dalam perjalanan kereta api di atas. Standar waktu membagi-bagi bumi kedalam sejumlah "zona waktu", masing-masing melingkupi (dalam teorinya) paling sedikit 15 derajat. Semua jam di dalam zona waktu ini disetel sama dengan jam lainnya, tapi berbeda sebanyak satu jam dari jam-jam di zona waktu yang bertetanggaan. Waktu lokal di Royal Greenwich Observatory di Greenwich, Inggris, dipilih sebagai standard di Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, yang memicu penyebaran pemakaian Greenwich Mean Time untuk menyetel jam di dalam suatu daerah. Lokasi ini dipilih karena sampai tahun 1884, dua pertiga dari semua peta dan bagan menggunakannya sebagai meridian utama (prime meridian). Di Amerika Serikat dan Kanada, zona waktu standard diperkenalkan tanggal 18 November 1883, oleh perusahaan-perusahaan rel kereta api. Koran-koran menyebutkan hari itu sebagai hari yang memiliki "dua tengah hari" (two noons). Saat itu tidak ada peraturan dari pemerintah, perusahaan-perusahaan tersebut hanya memilih penggunaan sistem lima zona waktu, dan menganggap masyarakat akan mengikutinya. Asosiasi Rel Kereta Api Amerika (ARA), sebuah organisasi beranggotakan penyelenggara rel-rel kereta api, telah melihat munculnya minat dari dunia sains ke arah penyeragaman waktu. ARA membuat sistem zona waktu sendiri, yang memiliki bentuk batas-batas yang tidak regular, mungkin karena ingin menghindarkan tindakan pemerintah yang mungkin mempersulit kegiatan mereka. Sebagian besar masyarakat menerima pemakaian waktu yang baru tersebut, namun sejumlah kota dan kabupaten menolak "waktu rel kereta api", yang pada dasarnya belum dijadikan peraturan. Sebagai contohnya, dalam dokumendokumen kontrak legal, apa artinya "tengah malam"? Di dalam satu kasus pengadilan tinggi di negara bagian Iowa, seorang pemilik bar memberikan argumentasi bahwa ia telah menggunakan waktu (matahari) lokal, dalam menentukan jam buka bar miliknya, sehingga ia bersumpah tidak melanggar peraturan daerah tentang jam tutup kegiatan bar. Standard waktu tetap menjadi kebijaksanaan daerah masing-masing, sampai tahun 1918, disaat dijadikannya peraturan

bersamaan dengan pengenalan daylight saving time. Tanggal 2 November 1868, Selandia Baru memutuskan sebuah standard waktu untuk digunakan secara nasional, dan mungkin Selandia Baru menjadi negara pertama yang melakukannya. Standard waktunya adalah berdasarkan 172° 30' longitude sebelah Timur Greenwich, yaitu 11 jam dan 30 menit di depan Greenwich Mean Time. Standard ini dikenal sebagai New Zealand Mean Time

AlAT2 NAVIGASI
Kompas adalah alat navigasi untuk menentukan arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi. Arah mata angin yang ditunjuknya adalah utara, selatan, timur, dan barat. Apabila digunakan bersama-sama dengan jam dan sekstan, maka kompas akan lebih akurat dalam menunjukkan arah. Alat ini membantu perkembangan perdagangan maritim dengan membuat perjalanan jauh lebih aman dan efisien dibandingkan saat manusia masih berpedoman pada kedudukan bintang untuk menentukan arah. Penemuan bahwa jarum magnetik selalu mengarah ke utara dan selatan terjadi di Cina dan diuraikan dalam buku Loven Heng. Di abad kesembilan, orang Cina telah mengembangkan kompas berupa jarum yang mengambang dan jarum yang berputar.Pelaut Persia memperoleh kompas dari orang Cina dan kemudian memperdagangkannya. Alat apa pun yang memiliki batang atau jarum magnetis yang bebas bergerak menunjuk arah utara magnetis dari magnetosfer sebuah planet sudah bisa dianggap sebagai kompas. Kompas jam adalah kompas yang dilengkapi dengan jam matahari. Kompas variasi adalah alat khusus berstruktur rapuh yang digunakan dengan cara mengamati variasi pergerakan jarum. Girokompas digunakan untuk menentukan utara sejati. Lokasi magnet di Kutub Utara selalu bergeser dari masa ke masa. Penelitian terakhir yang dilakukan oleh The Geological Survey of Canada melaporkan bahwa posisi magnet ini bergerak kira-kira 40 km per tahun ke arah barat laut. Kompas, si penunjuk arah. Berikut ini adalah arah mata angin yang dapat ditentukan kompas. * Utara (disingkat U atau N) * Barat (disingkat B atau W) * Timur (disingkat T atau E) * Selatan (disingkat S) * Barat laut (antara barat dan utara, disingkat NW) * Timur laut (antara timur dan utara, disingkat NE) * Barat daya (antara barat dan selatan, disingkat SW) * Tenggara (antara timur dan selatan, disingkat SE)

Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India. Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS). Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan. GPS Tracker atau sering disebut dengan GPS Tracking adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time. GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital. Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Biasanya alat ini digunakan untuk keperluan navigasi dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian. Altimeter bekerja dengan beberapa prinsip. * tekanan udara (yang paling umum digunakan) * Mangnet bumi (dengan sudut inclinasi) * Gelombang (ultra sonic maupun infra merah, dan lainnya) Penggunaan Altimeter umumnya selalu diikuti dengan penggunaan kompas. Jangka adalah alat untuk menggambar lingkaran atau busur. Alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur jarak, terutama pada peta. Jangka digunakan dalam matematika, gambar teknis, navigasi, dan lain-lain. Jangka biasanya terbuat dari besi, dan terdiri dari dua bagian/kaki yang dihubungkan oleh engsel dan bisa diatur pembukaannya. Salah satu kaki mempunyai jarum di ujungnya, dan pensil di kaki yang lain, atau bisa juga memakai pena. Lingkaran bisa dibuat dengan menancapkan kaki yang berjarum di atas kertas dan menyentuhkan pensil ke permukaan kertas, lalu memutar pensil dengan tumpuan kaki berjarum sambil menjaga sudut engsel untuk tidak berubah. Jari-jari lingkaran bisa diubah dengan mengubah sudut yang dibentuk oleh engsel. Jarak di peta bisa diukur dengan menggunakan jangka yang mempunyai jarum di kedua kakinya. Engselnya diatur sedemikian rupa sehingga jarak antara dua jarum di peta mewakili jarak

tertentu di kenyataan. Dengan menghitung berapa kali jangka harus melompat di antara dua titik di peta, jarak antara dua titik tersebut bisa dihitung

ILMU PELAYARAN ASTRONOMI
Ilmu Pelayaran Astronomi Adalah ilmu yang mempelajari penentuan posisi kapal dengan bantuan pengukuran benda angkasa, biasa digunakan saat penyeberangan samodra. Definisi-definisi: a.Tinggi sejati adalah busur lingkaran tegak yang melalui benda angkasa antara cakrawala sejati dan titik pusat benda angkasa. b.Tinggi ukur adalah tinggi yang dibaca pada pesawat sextant diperbaiki dengan koreksi sertifikat, koreksi index, dan kesalahan kaca berwarna. c.Tepi langit maya adalah bagian batas permukaan bumi yang masih terlihat oleh penilik. d.Cakrawala setempat/ Horison setempat adalah bidang melalui mata si penilik sejajar dengan cakrawala sejati. e.Cakrawala sejati adalah bidang yang melalui pusat angkasa tegak lurus normal penilik. f.Normal adalah garis melalui pusat angkasa tegak lurus dengan horison setempat dan melalui penilik. g.Penumbukan tepi langit maya adalah sudut antara arah tepi langit maya dan cakrawala setempat. h.Tinggi mata adalah tinggi mata penilik dari permukaan air laut Mengapa diperlukan koreksi tinggi????? 1.Tinngi benda angkasa diukur dengan pesawat sextant dimana pada imimnya mempunyai kesalahan dalam menunjukannya. (koreksi index) 2.Sinar yang datang dari tepi langit mengalami pembiasan sebelum sampai di mata penilik. (ptlm) 3. Sinar cahaya yang datang dari benda angkasa mengalami pembiasan sebelum sampai ke mata penilik. (lsa) 4.Mata penilik berada di permukaan bumi sedangkan perhitungan tinggi sejati terhadap pusat bumi. (paralax) 5.Kita mengukur tinggi matahari dan bulan buakn tinggi pusatnya tapi hanya tinggi tepi bawah atau tepi atasnya. (1/2 gari tengah matahari) Lengkung sinar astronomi tergantung pada: -tinggi setempat maya - suhu udara -tekanan udara Daftar 19 ilmu pelayaran memberikan lsa rata-rata untuk suhuC dan tekanan udara 1016 mb (milibar)/762 mm/Hg. Daftar 20 dan 21 memberikan koreksi yang harus dijabarkan pada lsa rata-rata apabila suhu dan tekanan udara menyimpang dari C dan 1016 mb.

PENGATURAN MUATAN
ANGKUTAN LAUT MASIH DI PERLUKAN DAN LEBIH MENGUNTUNGKAN DI BANDINGKAN ANGKUTAN LAIN: ALASANNYA: 1. JANGKAUAN LUAS 2. DAPAT MENGANGKUT DALAM JUMLAH BESAR/BANYAK 3. LEBIH MURAH TIGA KELOMPOK YANG BERPERAN DALAM ANGKUTAN LAUT: 1. SHIPPER 2. CARRIER 3. CONSIGNEE PRINSIP PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN MELINDUNGI KAPAL(PROTECT THE SHIP) MELINDUNGI MUATAN(PROTECT THE CARGO) MEMPERKECIL TERJADINYA RUANG KOSONG(TO AVOID BROKEND STOWAGE) BONGKAR MUAT DENGAN CEPAT DAN SYSTIMATIS(RAPID & SYSTEMATIC LOADING & DISCHARGING) MELIINDUNGI ABK DAN BURUH(SAFETY OF CREW & LONGSORMAN) PEMBAGIAN MUATAN SECARA TAGAK VERTICAL JIKA MUATAN TERPUSAT PADA BAGIAN ATAS,MAKA KAPAL AKAN MEMILIKI GM YANG KECIL DAN KONDISI KAPAL AKAN LANGSAR(TENDER) JIKA MUTAN TERPUSAT PADA BAGIA BAWAH,MAKA KAPAL AKAN MEMILIKI GM YANG BESAR DAN KONDISI KAPAL AKAN KAKU(STIFF) Diposkan oleh Perwira Laut di 08:33 0 komentar Jumat, 19 Maret 2010 BANGUNAN KAPAL Bangunan kapal adalah ilmu yang mempelajari tentang beberapa bagian2 dari kapal,di antaranya adalah:

ukuran2 pokok kapal:

ukuran pokok terdiri dari: 1. ukuran membujur/memenjang 2. ukuran melintang atau melebar 3. ukuran tegak(vertikal)

a.ukuran membujur/memenjang:terdiri dari: 1. panjang seluruh nya(lengthet over all=LOA)ialah:jarak dari suatu titik terdepan dari linggi kapal sampai tititk terbelakang dari buritan kapal 2. panjang sepanjang garis tegak(lengthet between perpendicular=LBP)iyalah panjang kapal di hitung dari garis tergak depan sampai garis tegak belakangd di ukur sejajar lunas 3. panjang sepanjang garis muat/air:lengthet on the load water line=LOWL)iyalah panjang kapal di ukur dari perpotongan garis air dengan linggi depan sampai ke titik potong garis airdengan linggi belakang b.ukuran melintang:ukuran melintang terdiri dari: 1. lebar extrim 2. lebar dalam 3. lebar terdaftar

c.ukuran tegak vertical:ukuran tergak terdiri dari: 1. sarat kapal 2. lambung bebas 3. dalam(depth) Diposkan oleh Perwira Laut di 02:23 0 komentar Sabtu, 13 Maret 2010 PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN

* ANGKUTAN LAUT MASIH DI PELUKAN DAN LEBIH MENGUNTUNGKAN DI BANDINGKAN ANGKUTAN LAIN. * ALASAN NYA:

1. jangkauan luas.

2. dapat mengangkut dalam jumlah besar atau banyak 3. lebih murah

Tiga kelompok yang berperan dalam angkutan laut:

1. SHIPPER 2. CARRIER 3. CONSIGNEE

PRINSIP PENANGANAN DAN PENGATURAN MUATAN

1. MELINDUNGI KAPAL(protect the ship) 2. MELINDUNGI MUATAN(protect the cargo) 3. MENGURANGI RUANG RUGI(to avoid broken stowege) 4. PROSES BONGKAR MUAT SECARA CEPAT DAN SISTEMATIS(rapid&systematic loading&discharging) 5. MELINDUNGI ABK DAN BURUH(safety of crew & longsoreman)

melindungi kapal:

* JIKA MUATAN TERPUSAT PADA BAGIAN ATAS,MAKA KAPAL AKAN MEMILIKI GM YG KECIL DAN KONDISI KAPAL AKAN LANGSIR(TENDER) * JIKA MUATAN TERPUSAT PADA BAGIAN BAWAH,MAKA KAPAL AKAN MEMILIKI GM YG BESER DAN KONDISI KAPAL AKAN KAKU(STIFF) * JIKA PEMBAGIAN MUATN TIDAK BERIMBANGTERHADAP CENTER LINE MAKA KAPAL AKAN MENGALAMI KONDISI SENGET ATU MIRING(LIST)melindungi muatan *

Diposkan oleh Perwira Laut di 07:39 0 komentar Jumat, 05 Maret 2010 CARA MENGGUNAKAN RUMUS PADA EXCEL Cara menggunakan rumus pada exel,diantaranya adalah menggunakan sum, max, min, average, dan if. Kalau anda disuruh membaca lagi aturan untuk menggunakan vlookup misalnya, mungkin masih perlu lagi waktu untuk mencernanya. Belum lagi keterbaatasan Ms Excel yang paling terkenal adalah bahwa Anda tidak dapat ³menggabungkan´ atau ³menumpuk´ rumus dalam satu sel lebih dari 7 secara ´berjenjang´untuk Ms Excel 2003 ke bawah. Misalnya, rumus berikut ini akan menghasilkan IF berikut akan menghasilkan error. (Walaupun hal ini tidak masalah buat Ms Excel 2007)

=IF(Sheet1!$A$4=1,11,IF(Sheet1!$A$4=2,22,IF(Sheet1!$A$4=3,33, IF(Sheet1!$A$4=4,44,IF(Sheet1!$A$4=5,55,IF(Sheet1!$A$4=4,44,IF(Sheet1!$A$4=5,55,IF(She et1!$A$4=6,66,IF($A$4=7,77,FALSE))))))))

Aturan umum, jika Anda memiliki rumus dengan lebih dari 7 jenjang/tingkatan pernyataan, Anda harus menggunakan fungsi VBA. Selain itu jika rumusnya panjang sekali « (walaupun bisa di Excel 2007), tapi sangat tidak praktis jika kita menelusuri dinama letak salahnya rumus. Jika Anda tidak ingin menggunakan VBA, maka untuk mengatasi batasan ini dapat kita gunakan define name untuk merujuk ke bagian dari rumus. Karena rumus terdefinisi (selnya diberi nama dengan define name) akan dievaluasi secara terpisah, maka Anda dapat membuat satu atau lebih rumus merupakan bagian dari rumus besar, dan menggabungkan ini menjadi rumus ´utama´. Misal kita akan membuat rumus berjenjang dengan IF:

IF A4 = 1 Then 11Else If A4 = 2 Then 22Else If A4 = 3 Then 33Else If A4 = 4 Then 44«Else If A4 = 13 Then 130 Else ³Tdk Ketemu´ dan seterusnya. Tentu saja, kalau mau praktis, kita dapat menggunakan fungsi VLOOKUP (wah« belajar lagi deh), akan tetapi untuk menggambarkan cara kerja fungsi berjenjang tersebut di atas. Pertama kita membuat rumus yang diberinama SatuSampaiEnam, dengan rumus sebagai berikut:

=IF(Sheet1!$A$4=1,11,IF(Sheet1!$A$4=2,22,IF(Sheet1!$A$4=3,33,IF(Sheet1!$A$4=4,44,IF(S heet1!$A$4=5,55,IF(Sheet1!$A$4=4,44,IF(Sheet1!$A$4=5,55,IF(Sheet1!$A$4=6,66,FALSE)))) ))))

Kemudian kita buat lagi rumus dengan nama TujuhSampaiTigaBelas, dengan rumus sbb:

=IF(Sheet1!$A$4=7,77,IF(Sheet1!$A$4=8,88,IF(Sheet1!$A$4=9,99,IF(Sheet1!$A$4=10,100,IF (Sheet1!$A$4=11,110,IF(Sheet1!$A$4=12,120,IF(Sheet1!$A$4=13,130,´tidak ketemu´)))))))

Yang terakhir di sel yang kita tuju kita masukkan rumus ³utama´ sebagai berikut: =IF(SatuSampaiEnam,SatuSampaiEnam,TujuhSampaiTigaBelas) Langkah-langkah di atas akan mengatasi keterbatasan fungsi berjenjang, karena tidak ada fungsi yang melebihi batasan fungsi berjenjang. Anda dapat menggunakan teknik ini jika mengalami

PENGATURAN MUATAN KAPAL LAUT
Angkutan laut dewasa ini berkembang sangat pesat. Kapal sebagai sarana angkutan laut memegang peranan penting dalam melancarkan transportasi laut yang aman dan selamat sampai tujuan. Jenis-jenis kapal niaga yang dibangun dewasa ini lebih cenderung kearah spesialisasi jenis muatan yang diangkut seperti misalnya kapal tanker, kapal pengangkut kayu, kapal pengangkut muatan curah, kapal pengangkut peti kemas dan lain sebagainya.Bila ditinjau dari sudut pengoperasiannya, kapal secara umum dapat dibedakan antara ³ LINER ³ adalah kapal yang dalam pelayarannya waktu mapun tujuannya adalah tetap antara pelabuhan satu ke pelabuhan lainnya, kemudian yang disebut dengan ³ TRAMP ³ adalah kapal yang menjalani route pelayarannya tidak tetap, biasanya kapal- kapal yang dioperasikan dalam bentuk ³ CHARTER ³Disamping itu kapal-kapal diklasifikasikan pula menurut jarak pelayarannya atau daerah pelayarannya yaitu :- Pelayaran Lokal- Pelayaran Nusantara- Pelayaran Khusus, dalam negeri dan Luar Negeri- Pelayaran Samudera- Pelayaran RakyatPerusahaan Pelayaran memegang andil yang cukup penting dalam memperlancar dan memajukan arus barang perdagangan dalam dan luar negeri dengan memperlancar arus barang/muatan dari daerah produksi ke daerah konsumen.Untuk mengelolanya dengan baik tidak saja diperlukan pengetahuan mengenai pengoperasian kapal sebagai alat untuk menyediakan transportasi, tetapi diperlukan pula pengetahuan yang cukup mengenai manajemen pelayaran, Aturan-aturan dan ketentuan-ketentuan hukum yang terkait dengan pelayaran dan perkapalan serta pengetahuan mengenai transportasi laut itu sendiri.Salah satu tugas dan tanggung jawab yang berat dari pengangkut (carier) adalah pengangkutan muatan dengan baik dan selamat yang terkait dengan kegiatan peranginan muatan, memuat, memelihara muatan serta membongkarnya di tempat tujuan.Kapal Penumpang ( Passangers Ship )Kapal penumpang adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang umumnya mempunyai bentuk konstruksi badan yang lebih besar dari pada kapal tangki atau kapal barang dengan bobot mati yang sama menurut jumlah bangunan atasnya.Kebanyakan kapal-kapal penumpang dilengkapi dengan pengimbang ( stabilizer ) yang digunakan untuk memperkecil pengaruh gerakan oleng

kapal pada cuaca buruk dan BOW Thruster di haluan digunakan membantu olah gerak sewaktu merapat ke dermaga. SUN FRESH WATERKapal Barang ( Freighter )Kapal barang ialah kapal yang digunakan untuk mengangkut muatan, sebagai usaha penjualan jasa perusahaan pelayaran. Kapal barang dibagi atas kapal barang umum ( General Cargo Ship ) atau kapal barang curah ( Bulk Carrier ). Kapal barang umum yang merupakan jenis yang terbanyak dari kapal- kapal niaga. Sehubungan dengan heterogen jenis muatan maka pada umumnya kapal niaga dibagi banyak palka. Dengan bermacam-macam produk muatan akan menimbulkan masalah dalam metode pengangkutan muatan, variasi muatan ini kemudian membuat perusahaan pelayaran berusaha untuk mempertinggi pendayagunaan ruangan /palka ataupun waktu dalam pengoperasiannya.Dalam mengimbangi hal-hal tersebut maka timbulah jenis-jenis kapal- kapal baru seperti kapal pengangkut barang berat ( heavy lifter ship ), kapal peti kemas ( Container ship ), Kapal Ro-Ro ( Roll on Roll of Ship ), kapal kombinasi, dan lain sebagainya.Kapal jenis muatan curah seringkali diberi nama khusus menurut muatannya yang diangkutnya seperti kapal biji besi ( Ore Carrier ), kapal pengangkut gandum ( grain carrier ) dan lain sebagainya

P2TL
P2TL adalah ilmu yang mempelajari tentang aturan2 mencagah tubrukan di laut,aturan ini di berlakukan bagi semua kapal2 di laut lepas dan semua peraiaran yg dapat di layari oleh kapal2. beberapa isi dari P2TL BAGIAN A pemberlakuan P2TL * penerapan * pertanggung jawaban * devinisi umum BAGIAN B atuaran mengemudakan dan melayarkam kapal seksi 1 SIKAP KAPAL DALAM SETIAP KONDISI PENGLIHATAN * penarapan * pengamatan keliling * kecapatan aman

* bahaya tubrukan * tindakan untuk menghindari tubrukan * alur pelayaran sempit * bagan pemisah lalu lintas seksi 2 SIKAP KAPAL DALAM KEADAAN SALING MELIHAT * penerapan * kapal layar * penyusulan * situasi berhadapan * situasi bersilangan * tindakan kapal yang menyimapang * tindakan kapal yang bertahan * tanggung jawab di antara kapal2 seksi3 SIKAP KAPAL DALAM KEADAAN TAMPAK TERBATAS * penerapan BAGIAN C PENERANGAN DAN SOSOK BENDA * penerapan * devinisi2 * daya tampak penerangan2

* kapal tanaga sedang berlayar * menunda dan mendorong * kapal layar sedang berlayar dan kapal yang di gerakkan dengan gayung * kapal2 penangkap ikan * kapal2 yang tidak dapat di olah gerak dan kapal2 yang terbatas kemampuan olah gerakkan * kapal2 yang terkekang oleh sarat nya * kapal2 pandu * kapal2 yang berlabuh jangkar dan kapal2 yang kandas * pesawat terbang laut BAGIAN D ISYARAT2 BUNYI DAN ISYARAT2 BUNYI * devinisi * perlengkapan bagi isyarat2 bunyi * isyarat2 olah gerak dan isyarat2 peringatan * isyarat2 bunyi dalam keadaan tampak terbatas * isyarat2 untuk perhatian * isyarat bahaya BAGIAN E * pembebasan

ILMU PELAYAN DATAR
tujuan mempelajari ilmu pelayaran datar ini antara lain:

1. menentukan tempat kedudukan,dimana kapal berada dipermukaan bumi. 2. memepalajari serta menetapkan jalan/route yang harus di tempuh,agar kapal dengan aman,cepat,evisien,ekonomis serta selamat di tempat tujuan. atau dengan kata lain: * menentukan haluan antara titik tolak/tempat tolak dan titik tiba/tampat tiba sehingga jauh/jaraknya dapat di tentukan juga. * menentukan tempat atau titik tiba(duga)bila mana tempat /titik tolak,haluan dan jauh nya di ketahui. BENTUK DAN UKURAN BUMI BENTUK:bumi adalah benda yang bergerak bebes di ruang angkasa dan berbentuk seperti bola,yang mengintari serta berputar pada porosnya,satu kali putaran dalam jangka waktu 23 jam 56 menit 4 detik. UKURAN BUMI: adapun pengukuran terdiri dari: * bagian astronomis:menentukan delta lintang antara dua buah titik pada drejah yang sama. * bagian bumiawi:menentukan jarak antara kedua titik tersebut.cara dengan jalan mengukur langsung sebuah garis lurus tertentu(basis)dan selanjutnya dengan pengukuran segitiga(triangulasi).maka pada bumi yang berbentuk bola kita dapati: (delta lintang:360=jarak:keliling kliling derajat 360/delta lintang x jarak DEVINISI-DEVINISI LINGKARAN DI BUMI 1. Poros bumi:garis menengah bola,keliling mana bumi berputar dalam satu hari atau ialah sebuah garismelalui pusat bumi yang juga sumber putar bumi.poros bumi memotong permukaan bumi pada dua tempat yaitu kutub utara dan kutub selatan 2. Kutub-Kutub ialah titik potong poros bumi dengan permukaan bumi. 3. Katulistiwa:lingkaran besar pada jarak 90 derajat tegak lurus dari kutub-kutub.irisan permukaan bumi dengan bidang yang melalui titik pusatbimi tegak lurus poros bumi.sebuah lingkaran besar di bumi,dimana titik dari padanya sama jauh dari kedua kutubnya. 4. lingkaran besar:ialah lingkaran yang membagi bola menjadi 2 bagianyang sama besar. 5. lingkaran kecil:ialah lingkaran yang membagi bola manjadi 2 bagian yang sama besar.titik pusat lingkaran tidak berimpit dengan titik pusat bola.

6. jajar:lingkaran kecil yang sejajar dengan katulistiwa.sebuah lingkaran di bumi yang di tarik sejajar dengan katulistiwa(evenaar,line,equator,garis malam sama) 7. derajah:lingkaran-lingkaran besar yang melalui kutub utara dan kutub selatan bumi

STABILITAS KAPAL
Stabilitet kapal adalah kemampuan sebuah kapal untukkembali ke posisi semula jika kapal tersebut mendapatkan dorongan gaya dari luar (external force), dan gaya tersebut telah selesai mendorong/hilang kemampuan ini sangat penting karena sangat erat hubungannya dengan keselamatan kapal ; kita bayangkan kalau kapal kita tidak mempunyai kemampuan dan terjadi dorongan dari luar (ombak/gelombang) dari kiri hingga kapal miring ke kanan karena tidak ada kemampuan bisa kapal akan miring dan tidak akan kembali tegak dan kemungkinan malahan bisa collaps (terbalik). Karena pentingnya keselamatan ini maka kita sebagai orang yang bertugas di kapal harus mengusahakanagar kapal tersebut mempunyai kemampuan untuk kembali kepada posisi semula. dalam hal ini IMO melalui konvensinya telah menetapkan ukuran kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh kapal dalam stabilitetnya agar kapal tersebut ada jaminan mampu bertahan menghadapi keadaan di laut nanti jika mendapatkan gaya dari luar.

Untuk mendapatkan stabilitet yang cukup dan idalseorang mualim dikapal perlu mengadakan perhitungan yang dilakukan dengan berbgai pertimbangan dan disesuaikan dengan keadaan/situasi kapal, sehingga diperlukan suatu pengatahuan dan pengalaman dariperwira kapal (mualim) dalam mengatur terutama dalam mengatur pemuatan sehingga dalam melaksanakan tugasnya dapat berhasil dengan baik. dari perhitungan yang dihasilkan dapat diperoleh data mengenai kemampuan stabilitet kapal tersebut. Ilmu peehitungan stabilitet ini di dunia pelayaran di kenal dengan ilmu stabilitet kapal. Tidak kalah penting sebagai seorang mualim di atas kapal selalu mengadakan tindakan berjaga secara dini mempersiapkan hal-hal yang mungkin akan terjadi di laut nanti. Tindakan berjagajaga secara dini ini merupakan sebuah hal yang melekat pada diri setiap perwira kapal dan merupakan salah satu dari kecakapan pelaut yang harus dimiliki. Kecakapan pelaut yang baik ini tidak hanya dapat dipelajari justru yang lebih utama harus menjadi keharusan dan kebisasaan yang didepankan. Di laut yang di hadapi adalah alam yang meskipun telah dapat diprediksi akan tetapi dalam kenyataanya dapat berubah, atau tidak sama dengan yang diperkirakan sebelumnya terlebih Allah menentukan yang lain, hanya dengan Jadilah apapun akan terjadi. Sehingga kita perlu persiapan dini yang baik agar tidak terlambat dalam mengantisipasi serta tidak lupa kita mohomn perlindungan dan petunjuk-Nya. Dalam ilmu stabilitet kapal banyak faktor yang terkait sehingga kita tidak dapat mengesamoingkan ilmu-ilmu lainnya antara lain penanganan dan pengaturan muatan ; kecakapan pelaut ; olah gerak ; bangunan kapal dll.

Perlu dikemukakan dalam stabilitet kapal kita tidak lepas dari ilmu fisika dan matematika karena sumber ilmunya juga dari kedua ilmu tsb. DISPLACEMENT DAN VOLUME DISPLACEMENT a. Displacement adalah berat zat cair yang dipindahkan oleh badan kapal yang berada di bawah permukaan perairan. Kapal terapung dalam keadaan seimbang / diam maka tekanan ke bawah sama dengan tekanan dari zat cair ke badan kapal tsb. Denagn demikian berat kapal dan keseluruhan isinya pada saat itu sama dengan berat zat cair yamg dipindahkan oleh badan kapal yang terbenam dalam zat cair dimana kapal berada. Sehingga displacement / berat benaman = berat kapal tersebut besrta seluruhnya isinya pada suatu saat. b. Light Displacement Displacement kapal pada saat kapal kosong hanya berisi perlengkapan yang standart yang diharuskan (jika ada bahan bakar dan air hanya untuk start mesin dan air untuk isi ketel uap). Draft kapal pada saat itu diasebut light draft. c. Loaded Displacement Displacement pada saat kapal penuh dan draft rata-rata mencapai draft maksimal yang dizinkan (summer draft). d. Dead Weight Tonnage (DWT) Sering disebut bobot mati, selisih antara loaded displacement dengan Light Displacement. Jumlah berat ini yang dapat diangkut oleh kapal, dan tidak melebihi dari syarat maksimum yang diizinkan. Jadi Loaded Displacement = Light displacement + cargo + operating load pada draft maksimal Displacement pada suatu saat = Lght displacement + cargo + operating load pada draft saat itu. e. Draft Adalah jarak tegak antara lunas kapal dengan permukaan air dimana kapal berada (draft depan,belakang,tengah). Draft rata-rata : (Fo + Ao) : 2 = M1 (Mo + M1) : 2 = M2

(Mo + M2) : 2 = Mean of mean g. Volume Displacement volume zat cair yang dipandahkan oleh badan kapal yang berada di bawah permukaan air dimana kapal berada. h. Dead Weight Scale (skala bobot mati) Sebuah diagram yang dipergunakan untuk mencari displacement, DWT, TPC dan lainnya pada draft saat itu. Density (berat jenis) dan Spesific Grafity 1. Density (berat jenis) ialah perbandingan antara massa suatu zat dengan unit volume zat tersebut, atau berat suatu zat untuk satuan volume. 2. Spesific Grafity (relative density) SG sebuah zat adalah perbandingan antara density zat tersebut dengan density air tawar. Luas dan Volume 1. Coeficien of Water Plane area (Cw) Perbandingan luas bidang air dengan luas segi empat yang panjang dan lebarnya sama dengan panjang dan lebar kapal yang mempunyai bidang air tersbut. 2. Block Coeficien (Cb) Ialah perbandingan antara volume benaman sebuah kap[al pada draft saat itu dengan volume balok yang panjang, lebar, dan dalamnya sama dengan panjang, lebar dan draft rata-rata kapal saat itu. 3. Midships Coefficient (Cn) Perbandingan antara luas penampang melintang kapal pada tengah-tengah kapal dengan luas segi empat yang lebar dan dalamnya sama dengan lebar dan draft kapal pada saat itu. 4. Prismatik Coefficient (Cp) Perbandingan antara volume benaman sebuah kapal dengan volume prisma yang panjangnya sama dengan panjang kapal dan luas tengah-tengahnya prisma sama dengan luas midship (Am) pada draft saat itu.

Diposkan oleh Ariyando_1445 di 03:09 0 komentar

BANGUNAN KAPAL
Ukuran-Ukuran Pokok Ukurak pokok terdiri dari : 1. Ukuran membujur / memanjang 2. Ukuran melintang / melebar 3. Ukuran tegak / vertikal

1. Ukuran membujur / memanjang,terdiri dari : 1. Panjang seluruhnya ( Length Over All ) adalah jarak dari suatu titik terdepan dari linggi kapal sampai ke titik terbelakang dari buritan kapal. Ini merupakan ukuran tepanjang dari sebuah kapal dan diukur sejajar lunas. Panjang ini penting untuk perkiraan panjang dermaga. 2. Panjang sepanjang garis tegak (Length Between Perpendiculars) adalah panjang kapak dihitung dari garis tegak depan sampai ke garis tegak belakang diukur sejajar lunas. Garis tegak depan ( Forward Perpendicukar ) adalah sebuah garis khayalan yang memotong tegak lurus titik potong garis muat perancang kapal dengan linggi depan. Garis tegak belakang ( After Perpendicular ) adalah sebuah garis khayalan yang biasanya terletak di sisi belakang cagak kemudi ( rudder stock ). 3. Panjang sepanjang garis muat / garis air ( Length On The Load Water Line ) adalah panjang kapal diukur dari perpotongan garis air dengan linggi depan sampai ke titik potong garis air dengan linggi belakang.

2. Ukuran melintang / melebar, terdiri dari :

1. Lebar Ekstrim ( Ekstreme Breadth ) adalah jarak dari suatu titik di sebelah kiri sampai ke titik terjauh di sebelah kanan badan kapal. 2. Lebar Dalam ( Moulded Breadth ) adalah lebar kapal dihitung dari dalam kulit kapal diukur sejajar garis air. Tebal kulit tidak dihitung. 3. Lebar terdaftar ( Registered Breadth ) adalah lebar kapal seperti tertera dalam sertifikat kapal itu.

3. Ukuran tegak / vertikal, terdiri dari :

1. Sarat kapal ( Draft ) adalah jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air. Ukuran ini penting kalau memasuki perairan dangkal. 2. Lambung bebas ( Free Board ) adalah jarak tegak yang diukur dari garis air sampai ke geladak lambung bebas. Lambung bebas menurut undang-undang ditetapkan sampai dengan geladak lambung bebas. 3. Dalam ( Depth ) adalah jarak tegak yang diukur dari titik terendah badan kapal sampai ke titik di geladak lambung bebas tersebut.

TAMBAHAN :

1. SHEER guna sheer :

y y

Memperkuat longitudinal stress Menambah bouyance di ujung-ujung terutama dalam hal menyongsong gelombang.

Terdiri dari :
y y

Sheer depan, standarnya didapat dari table Sheer belakng, minimal ½ sherr depan

Kalau Sheer belakang > depan standart, sedang sheer depan <> Kalau Sheer depan > depan standart dan Sheer belakang <> Dalam hal tertentu kelebihan sheer bolh dikurangkan dari basic free board, dengan maksimum 1 ½ inch tiap 100 kaki panjang kapal

2. CAMBER

Kalau > depan standar correctinya negatip Kalau <>

Guna camber :
y y

Air cepat mengalir ke pinggir Memperkuat terhadap tegangan membujur kapal.

3. TUMBLE HOME : Melengkungnya badan kapal ke dalam.

4. FLARE : Melengkungnya badan kapal ke luar

Guna Flare :
y y y

Kalau jangkar diletgo, bebas jatuhnya Haluan kapal tidak terlalu banyak tenggelam ( unsur bouyance ) Menambah lebar bangunan agil ( Forecastle ).

5. RISE OF FLOOR ( DEAD RISE )

Guna :
y y

Memberi bentuk streamline sehingga mempermudah olah gerak dan mengurangi gesekan / tahanan. Air cepat mengalir.

TONNASE / TONNAGE Kapal adalh sebuah benda terapung yang dipergunakan untuk angkutan di atas air. Misalnya : kapal penumpang, kapal barang, kapal hean, dll. Karena fungsinya inilah maka sebuah kapal tidak hanya dinyatakan dalam ukuran panjang, lebar, dan dalam, tetapi juga dilengkapi dengan ukuran isi maupun berat. Gunanya ukuran-ukuran ini adalah untuk mengetahui besar-besar kecilnya kapal, daya angkut, bea-bea yang harusdikeluarkan, misalnya : bea pelabuhan, terusan dsb. Tonnase kapal diperinci sbb :

1. Isi kotor ( Gross tonnage = Broto Register Ton/BRT )

Isi kotr biasanya tertera di dalam sertifikat kapal itu. Isi kotor merupakan isi dari sebuah kapal dikurangi dengan sejumlah ruangan tertentu, antara lain :
o o o o o o o

Dasar berganda ( Double Bottom ) Ceruk depan ( Fore peak tank ) Ceruk belakang ( after peak tank ) Shelter deck Dapur ( galery ) Anjungan ( Bridge ) Kantor Nachoda

Isi kotor biasanya diberikan dalam kaki kubik. Untuk mendapatkan tonnagenya, mak jmlah tersebut dibagi 100. dengan kata lain length register ton = 100 kaki kubik = 283 m3.

2. Isi bersih ( Net Tonnage = Netto Register Ton/NRT )

Isi bersih didapat dari isi kotor dikurangi dengan sejumlah ruangan yang berfungsi tidak dapat dipakai untuk mengangkat barang dagangan, misalnya :
y y y y y y y

Kamar ABK ( Crew Accomodations ) Toilet Kamar tidur nakhoda Ruangan jangkar Kamar dan kamar radio Gudang serang Kamar mesin ( Propelling machinary Spaces )

Yang termasuk dalam kamar mesin ini meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kamar mesinnya sendiri Terowongan poros baling-baling Ruang keluar darurat Ruang untuk tanki harian Ruang untuk menyimpan alat-alat mesin Ruang untuk bengkel mesin

DANUBE RULE Cara mengurangi besarnya ruangan kamr mesin dari gross register ton untuk mendapatkan Netto Register Ton sbb : 1. Bila kamar mesin 13-20 % dari Gross Tonnage, maka pengurangannya 32% dari Gross Register Ton. 2. Bila besarnya kamar mesin 13% dari GRT maka pengurangannya :
o o

Sesuai peraturan, maka pengurangannya = 17,5% dari actual volume kamar mesin Sesuai permintaan Owner, maka pengurangan adalah menurut perbandingan yaitu jumlah presentase kamar mesin = 10% x 32% x GRT. Misalnya : volume kamar mesin = 10% Grt, maka pengurangannya = 10/13 x 32% x GRT.

Diposkan oleh Ariyando_1445 di 03:08 0 komentar

KOMPAS MAGNET

Kompas magnet Azaz : yang sejenis akan tolak menolak, yang berlainan akan tarik menarik yaitu kutub magnit utara dan kutub magnit selatan. Ketel Kompas, ada dua yaitu : Basah dan Kering 1. Basah berisi larutan alkohol 30% dan air suling 70%. Kegunaan larutan tersbut adalah untuk peredam goncangan. Syaratnya adalah bahan bebas dari besi artinya haus aluminium.

Cara memeriksa : dengan cara piringan diayun akan cepat kembali kedudukan semula. Cara penyimpanan kompas : 1. Dimasukkan ke kotak khusus dan harus diberi bantalan yang lunak. 2. Bebas dari getaran artinya getaran dari mesin kapal. 3. Setiap akan dipakai artinya jika kapal akan berlayar selalu harus dikoreksi atinya SALAH TUNJUK ( ST )

GARIS LAYAR : 1. 2. 3. 4. Letak garis layar harus selalu di depan lingkaran di dalam ketel harus sejajar dengan lunas kapal Baring kedepan salah satu tiang kapal. titik pusat pesawat baring : artinya tempat kedudukan pijera celah lat untuk membaring

Cincin-Lenja : 1. masing-masing piringan duduk pada cincin 2. Agar tetap tertutup pijera celah

Syarat-syara KETEL : 1. 2. 3. 4. 5. Tidak bolh mengandung magnet Tutup kaca harus tetap dalam keadaan datar. Kalau ketel mengayun tidak akan menuyentuh apa-apa. Tuntung semat tetap berdir di tengah-tengah. Garis layar harus tetap pada tempatnya.

Hal-hal yang perlu dipehatikan : 1. Cairan ketel harus dalam keadaan penuh 2. Pengapung harus kedap. 3. Pedoman basah terpasang pada Cincin Lenja.

PEKA :

Jika piringan dikluarkan dari kedudukan maka ia harus cepat kembali.

TENANG : Jika piringan terganggu oleh pengaruh luar, maka ia tak boleh lekas mengayun.

Contoh : 1. Pengaruh oleh olengan kapal 2. Getaran-getaran kapal waktu mesin kapal mundur 3. Perubahan haluan kapal.

Salah Kolimasi ; Bila mempunyai sudut penyimpangan Poros jarum-jarum magnetik mawar dengan garis mawar U-S pedoman.

Kesalahan-kesalahan pedoman magnit sebagai berikut : 1.Kesalahan sendiri Yaitu bila U-S tidak berimpit dengan poros magnit pedoman 2.Kesalahan dari luar Adanya pengaruh magnitterhadap body kapal/logam yang mempengaruhi magnit.

Cara-cara menguji TENANG : 1. Putar piringan dengan sudut kecil 2. Lepas dan dibaca penunjukkannya Putar arah berlawanan, lepas terus dibaca = 1-2=1/2 (tenang)

Usaha memperbesar KEPEKAAN : 1. Moment magnet besar 2. Berat piringan KECIL/RINGAN

Untung dan Kerugian pedoman zat cair dan kering UNTUNGNYA : 1. Karena ada tekanan, getaran bisa diredam sehinggan sangkup ndan semat tidak cepat aus. 2. Bisa dibuat lebih peka dan tenang 3. Apabila ada pengaruh dari luar segera menyimpang dan setelah pengaruh hilang segera kembali kedudukan semula.

RUGINYA : 1. Sering timbul glembung-gelembung udara 2. Pada waktu menimbal pedoman akan sangat sukar

PERHATIAN : 1. Dilarang membawa ketel dengan piringan duduk di atas semat 2. Pada waktu memasang semat baru antara lama dan baru sama tingginya. Sebab sungkup kaca akan ncepat rusak.

PEDOMAN GASING ( GYRO KOMPAS ) Pengertian : 1. Gyros yang artinya berputar Skopein yang artinya melihat ) melihat bumi berputar. Theory dari seorang sarjanadari French 2. Sebuah benda yang dapat berputar cepat rpm.6000 x. Mengelilingi Poros dan dapat berpyter bebas 3 arah. 3. Syarat Gyroscope : 1. Reseltante semua gaya harus bertumpu pada titik berat gasing

2. Ketiga poros harus berdiri tegak lurus satu sama lainnya. 3. Ketiga poros saling memotong di titik berat gasing.

Type pedoman GASING : 1. Sperry (USA) 2. Brown (Ing) 3. Anschuts (Jer)

Beberapa keuntungan dari Pedoman Gyro : 1. Arah selalu sejati 2. Pembacaan sangat seksama, pembesaran mawar pedman Kemudi teliti = sampai dengan 1 derajat 3. Pemasangan Repeater, Ki/Ka di luar anjungan sehingga cakrawala bebas. 4. Pada waktu kapal oleng, juru mudi melihat perubahan haluan cepat.

Kerugian dengan menggunakan Pedman Gasing : 1. Instalasi sangat lengkap dan sangat mahal. 2. Susunan juga sangat rumit, kalau terjadi perubahan pada generator pembangkit listrik dan terjadi penurunan voltase penunjukan arah pedoman akan kacau sebelum voltase normal 3. Jika terjadi kerusakan di laut sulit untuk diperbaiki sebab tenaga ahlinya ada di darat

PENATAAN KEMUDI Terdiri atas : 1. 2. 3. 4. Penatan roda kemudi Penerus roda kemudi ke mesin penggerak kemudi Kopling pada penerus gerak Mesin penggerak daun kemudi

PERSYARATAN PADA KAPAL PENUMPANG : 1. Harus bisa cikar 35 Ka/Ki dengan full speed dalam waktu 28 detik. Ki 35 ± Ka 30. 2. Kemudi darurat dengan tenaga 3. Jika kapal dengan mesin ganda tidak diwajibkan adanya kemudi darurat.

PERSYARARTAN PADA KAPAL BARANG : 1. Pangsi atau engsel ganda dengan diameter 14 inchi. Kemudi darurat boleh dengan tenaga . 2. Sama dengan no.3 pada kapal penumpang

PENATAAN KEMUDI DAN TENAGA PENGGERAK 1. 2. 3. 4. Tangan Tenaga uap Tenaga listrik Tenaga Listrik hydraulis

DRIFTING : Perubahan sudut yang terjadi antara garis meridian bumi dengan poros gyroscope dalam arah horizontal yang disebabkan oleh komponen vertical dari perputaran bumi Kedudukan ujung poros gasing sebuah gyroscope dilihat dari rotasi bumi.

Gyroscope belum bisa dipakai sebagai pedoman karena : 1. Titik berat gasing tidak mungkin diusahakan tepat pada poros 2. Jika gasing tersentuh benda asing maka poros akan menunjuk ke arah lain 3. Poros asing tidak duduk dalam arah U-S tetapi ia akan berputar

KESALAHAN PADA PEDOMAN GYRO :

1. Kesalahan haluan dan kecepatan tergantung pada : 1. Lintang penilik 2. Haluan 3. Kecepatan kapal

2. Kesalahan peredaman Tergantung pada penilik, nilai tetap untuk semua haluan 3. Kesalahan balistik Karena perubahan kecepatan yang mendadak. Cara menghilangkannya sbb : 1. Gyro digantung pada horizontal azis 2. Gyro dibalance setiap semester.

3. Kesalahan ayunan Tindakan cara pencegahannya : 1. 2. 3. 4. Sensitive element harus balance. Pipa penghubung dari HG dipersempit. Di atas bejana diberi pemberat. Spider digantung dengan silinder minyak.

Diposkan oleh Ariyando_1445 di 03:06 0 komentar

Ilmu pelayaran Ilmu Pelayaran

Ilmu Pelayaran ialah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis. Disebabkan pengaruh laut, misalnya ombak, arus, angin, maka jarak yang terpendek belum tentu dapat ditempuh dalam waktu yang tersingkat. Dapat saja terjadi bahwa jarak yang panjang adalah pelayaran yang baik ditempuh dalam waktu yang lebih singkat karena dalam pelayarannya mendapat arus dari belakang. Jadi, didalam menentukan pelayaran yang akan ditempuh, kapal haruslah diperhatikan faktor faktor cuaca, keadaan laut, sifat sifat kapalnya sendiri, dan faktor lainya sehingga diperoleh suatu rencana pelayaran yang paling ekonomis dan cukup aman. Secara garis besar ilmu pelayaran dapat dibagi atas : Ilmu Pelayaran Datar, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakannda benda bumiawi (Pulau, Gunung, Tanjung, Suar, dlsb),sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain, Ilmu Pelayaran Astronomis, Yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda angkasa (Matahari, Bulan, Bintang,dlsb), sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempatketempat lain, Navigasi Electronics, Yaitu Ilmu Navigasi yang berdasarkan atas alat alat elektronika seperti radio pencari arah (RDF). RADAR,LORAN, DECCA, dlsb.

PENANDAAN POSISI DUGA

Aturan-aturan penting dalam hal penandaan posisi duga adalah sebagai berikut : 1. Segera sesudah melukis garis haluan atau menentukan posisi, harus diberi tanda. 2. Tulisan tidak boleh menutupi garis, tanda-tanda untuk menunjukkan posisi pasti dan posisi yang sedang dijalani harus ditulis mendatar. 3. Tanda-tanda yang menunjukkan arah dan kecepatan sepanjang garis haluan, harus ditulis searah dengan garisnya. 4. Garis haluan diberi simbol C (Coarse = haluan) dengan 3 digit/angka yang menandakan derajat haluan sejati, ditempatkan di atas garis haluan. 5. Tanda yang menyatakan kecepatan rata-rata sepanjang garis haluan adalah S (Speed = kecepatan) diikuti dengan angka berapa kecepatan yang ditunjukkannya, umumnya dalam knot (mil per jam). Tanda ini ditulis dibawah dari garis haluan, biasanya persis di bawah tanda haluan. 6. Jika posisi duga dilukis sebagai suatu pengembangan perencanaan menurut gerakan kapal dimana jaraknya telah diketahui, kecepatan kapalsebelum berangkat juga telah diketahui, jika ingin memberi tanda posisiduga menurut jaraknya maka tulislah dengan simbol D (Departure =keberangkatan) diikuti dengan jarak dalam mil, ditempatkan di bawahgaris haluan. 7. Semua tanda harus ditulis dengan jelas dan rapih.

8. Simbol untuk posisi fix (pasti) adalah sebuah titik yang berada di dalam lingkaran kecil (contoh penulisan : ), waktu ditulis secara mendatar di dekatnya (jika posisi berada pada pertemuan dua garis baringan yang berbeda maka penulisan titik dapat diabaikan). 9. Simbol untuk Running fix, disingkat R Fix (posisi yang sedang dilayari) adalah sama dengan simbol Fix (posisi pasti) tetapi huruf R Fix diikuti dengan menulis waktunya. Sedangkan simbol untuk posisi duga adalah setengah lingkaran kecil mengelilingi titik kecil pada segmen garis haluan, waktu ditulis dekat dengan sudutnya secara mendatar. Titik pada posisi fix, running fix, sebaiknya kecil saja dan rapih.

Sebagai tambahan atas simbol dan penandaan, ada 6 aturan dasar yang akan menuntun seorang navigator tetang kapan penentuan posisi duga dan pembuatan garis haluan dilakukan, yaitu : 1. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu dilaksanakannya dalam setiap jam. 2. Penentuan posisi duga harus dibuat setiap perubahan haluan dilakukan. 3. Penentuan posisi duga harus dibuat ketika perubahan kecepatan kapal dilakukan. 4. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktu ditetapkannya posisi pasti atau ³running fix´. 5. Penentuan posisi duga harus dibuatkan jelas kapan waktunya ketika hanya diperoleh satu garis baringan. 6. Suatu garis haluan yang baru harus dibuat dari posisi yang pasti atau ³running fix´ segera setelah diketahui pasti kedudukannya di peta Diposkan oleh Ariyando_1445 di 02:32 0 komentar

METODE PENELITIAN
Penelitian pada dasarnya adalah merupakan aktifitas dan metode berfikir yang di gubnakan untuk memecahkan atau menjawab sesuatu masalah dorongna atau rasa ingin tahu, sehingga yang semula belum diketahui dan nantinya akan di ketahui dan di fahami.

MANFAAT MEMPELAJARI METODE PENELITIAN -Mengetahui arti pentingnya penelitian: sehingga keputusan_keputusan yang di buat dalam hidup sehari-hari mingkin didasarkan atas hasil penelitian,baik didalam memecahkan persoalan atauypun hal2 baru -Menilai Hasil-hasil Riset: Apakah suatu riset dapat dipertanggung jawabkan dan samapai seberapa jauh kebenaranya. TUJUAN PENELITIAN -Memecahkan persolan / masalah dengan mengumpuljkan, mencatat dan menganalisa faktafakta(data-data) mengeanai sifat dan ciri2 objeck yang diteliti dan mengemukan mengembangkan atau menguji kebenaran suatu ilmupengetahuan

-Tujuan penelitian di rumuskan secara spesifik dan jelas persioalan apa,dimna dan bagaimana terjadinya. Diposkan oleh Ariyando_1445 di 01:42 0 komentar

Penanganan muatan
Kapal dalam pelayaran:
y y y y y y y

Dilakukan pada jarak lebih dari 50 mil dari daratan terdekat Limbah buangan tidak boleh lebih dari 60 ltr/mil Jumlah minyak yang buang dalam pelayaran tidak boleh melebihi 1/15.000 jumlah cargo DWT. Drop valve semua dibuka serta katup ± katup dan cerat unk drying tangki dan pipa ± pipa Filter ± filter di pumproom dibersihkan Mooping Kegiatan dicatat di deck logbook dan oil record book.

Gas freeing diperlukan pada saat :
y y

sebelum memuat, sehabis bongkar untuk tank cleaning persiapan masuk dock, sehabis memuat muatam cairberbahaya, memasuki ruang tertutup, pengecekan atau survey.

Fumigasi di ruangan kapal
y y y y

Crew kapal dievakuasi Mesin dimatikan (blower dimatikan) Generator dimatikan Kemudian kapal / ruangan kapal ditutup dan obat fumigasi disebar ditunggu

10 jam

Memuat barang berbahaya :
y y y

mengetahui sifat fisika dan sifat kimia dari jenis muatan berbahaya dan resiko yang mungkin terjadi dalam pengangkutannya di kapal memberikan label, tanda berbahay sesui dengan kelasnya penempatannya harus terpisah antara satu dengan yang lainnya

Cara membersihkan tangki untuk muatan minyak kelapa sawit.
y y y y

Tangki dibersihkan menggunakan butter worth machine dengan tekanan air s 12 kg / cm2. Sebelumnya air diheating terlebih dulu (s 82rC) baru disemprotkan. Cyclus butter worth diulang hingga 4 kali dengan setingan untuk seluruh permukaan tangki. Pompa air laut yang tersisa di tanki ke slop tank.

y y y y y

Bersihkan menggunakan air tawar dengan disemprotkan menggunakan butter worth machine, tanpa harus diheating(2 s/d 3 cycle). Pompa air tawar yang tersisa di tangki ke slop tank. Lakukan gas freeing, cek kadar O2, combustible gas dan toxic gas. Cek dinding tangki dan bersihkan dengan menggunakan solvent. Keringkan dan tangki siap untuk dimuati.

Tighnest Test Certifikate : adalah sertifikat untuk kekedapan tangki terhadap udara dan cairan. Dapat dilakukan dengan dua metoda, yaitu : Udara bertekanan (s 4 psi) Air, hingga mencapai lubang udara. Untuk muatan palm oil pipa heating coil harus terpasang dengan tujuan : untuk memanaskan muatan sebelum dibongkar sehingga pompa tidak berat memompa palm oil. Pipa heating coil tidak dipakai / muatan tidak di heating apabila pelabuhan bongkar dekat dan berada di daerah tropik. Dengan pemanasan muatan maka palm oil tidak membeku terutama di daerah winter. Latihan Soal: Suatu tangki berkapasitas 1200 m3 akan dimuati minyak kelapa sawit dari port klang tujuan Amsterdam pada bulan Desember. Suhu saat muat 35rC, Bj = 0,51 dan suhu bongkar nantinya diminta 55rC, sehingga selama 15 gari pelayanan harus dipanaskan dengan pemanasan 0,1% setiap 1rC (tinggi tangki 10 meter). Hitung ullage pada saat muat, agar dapat memuat palm oil sebanyak-banyaknya. Jawab : Terjadi kenaikan suhu = 55r-38r = 17rC Kapasitas tangki = 1200 m3 Kapasitas tangki sebelum dipanaskan 17rC = 0,1% v 17 v 1200 m3 = 20,4 m3 Volume innage = 1200 ± 20,4 = 1179,6 m3 Jarak innage = = 9,53 m Jarak ullage pada saat muat = 10 ± 9,53 m = 0,17 m

Cara melakukan tank cleaning di kapal tanker yang akan memuat avtur : yTight test, dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu: 1. Test kekedapan dengan memakai air laut ( water tight test ) . tanki diisi air laut hingga penuh dan mencapai pipa udara, lalu diperiksa apakah terdapat bagian bagian tanki yang bocor. Cara ini paling murah, tetapi memakan waktu lama. 2. Test kekedapan yang memakai tekanan udara melalui pipa udara dimasukan tekanan udara 4 psi, dan pada pengisian udara dihentikan, lalu ditunggu beberapa saat apakhah penunjukan manometer turun, jika turun berarti ada kebocoran, jika tetap berarti tanki kedap. yTiap tanki dibersihkan dengan menggunakan air laut atau air panas dengan menggunakan alat yang disebut ³ Butterworth ³. yUntuk selanjutnya dibilas dengan menggunakan air tawar. yKemudian dilakukan pengeringan ( Drying ), free gas dan mopping dan setelah selesai kapal siap muat Cara melakukan free gas : 1.Tanki dikeringkan dari muatan minyak, semua kran hisap (suction valve) didalam cargo tank harus ditutup dan pipa cargo dialiri air laut dengan kecepatan sedang. 2.stern lines harus ikut dibilas. 3.Air bilasan yang berminyak harus ditampung di sludge tank jangan dibuang dilaut. 4.setelah saluran pipa minyak, semua suction valve didalam tanki harus ditutup rapat. 5.Membersihkan pipa heating coil dengan dorongan uap. 6.Kemudian gasenjector dioperasikan pada setiap cargo tank secara bergantian masing masing selama 2 jam tergantung besar kecilnya cargo tank, selama ityu tutup tanki tidak dibuka. 7.Setelah itu kandungan gas didalam tanki diukur dengan explosimeter , bila sudah pada atau dibawah batas aman maka tutup tanki dapat dibuka . 8.Setelah itu dipasang blower / kipas angin pada setiap tanki untuk memasukan udara jam. 9.Bila kandungan gas tanki sudah pada batas aman bagi orang / perkerja masuk tanki diberiakn, gas free certificate bagi tanki yang bersangkutan. 2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->