P. 1
1

1

|Views: 50|Likes:

More info:

Published by: Shantyka Claloe Ceria on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2011

pdf

text

original

1. Bidang agama, yaitu berkembangnya agama Hindu-Buddha di Indonesia.

Sebelum masuk pengaruh India, kepercayaan yang berkembang di Indonesia masih bersifat animisme dan dinamisme. Masyarakat pada saat itu melakukan pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan kekuatan-kekuatan benda-benda pusaka tertentu serta kepercayaan pada kekuatan-kekuatan alam. Dengan masuknya pengaruh Hindu-Buddha, kepercayaan asli bangsa Indonesia ini kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha. Hal ini terbukti dari beberapa upacara keagamaan Hindu-Buddha yang berkembang di Indonesia walaupun dalam beberapa hal tidak seketat atau mirip dengan tata cara keagamaan yang berkembang di India. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam tatacara pelaksanaan upacara keagamaan mengalami proses sinkretisme antara kebudayaan agama Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli bangsa Indonesia. 2. Bidang politik dan pemerintahan, pengaruhnya terlihat jelas dengan lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia tampaknya belum mengenal corak pemerintahan dengan sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang berlangsung masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbatas. Pimpinan dipegang oleh seorang kepala suku bukanlah seorang raja. Dengan masuknya pengaruh India, membawa pengaruh terhadap terbentuknya kerajaan-kerajaan yang bercorak HinduBuddha di Indonesia. Kerajaan bercorak Hindu antara lain Kutai, Tarumanagara, Kediri, Majapahit dan Bali, sedangkan kerajaan yang bercorak Buddha adalah Kerajaan Sriwijaya. Hal yang menarik di Indonesia adalah adanya kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha yaitu Kerajaan Mataram lama. 3. Bidang pendidikan membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun lembaga pendidikan tersebut masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan. Akan tetapi lembaga pendidikan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha ini menjadi cikal bakal bagi lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Bukti bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, antara lain adalah: a. Dalam catatan perjalanan I-Tsing, seorang pendeta yang berasal dari Cina, menyebutkan bahwa sebelum dia sampai ke India, dia terlebih dahulu singgah di Sriwijaya. Di Sriwijaya I-Tsing melihat begitu pesatnya pendidikan agama Buddha, sehingga dia memutuskan untuk menetap selama beberapa bulan di Sriwijaya dan menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha bersama pendeta Buddha yang ternama di Sriwijaya, yaitu Satyakirti. Bahkan I-Tsing menganjurkan kepada siapa saja yang akan pergi ke India untuk mempelajari agama Buddha untuk singgah dan mempelajari terlebih dahulu agama Buddha di Sriwijaya. Berita I-Tsing ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Buddha di Sriwijaya sudah begitu maju dan tampaknya menjadi yang terbesar di daerah Asia Tenggara pada saat itu. b. Prasasti Nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke-

9, dan ditemukan di India. Pada prasasti ini disebutkan bahwa raja Balaputradewa dari Suwarnabhumi (Sriwijaya) meminta pada raja Dewapaladewa agar memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama yang digunakan sebagai tempat bagi para pelajar agama Buddha yang berasal dari Sriwijaya. Berdasarkan prasasti tersebut, kita bisa melihat begitu besarnya perhatian raja Sriwijaya terhadap pendidikan dan pengajaran agama Buddha di kerajaannya. Hal ini terlihat dengan dikirimkannya beberapa pelajar dari Sriwijaya untuk belajar agama Buddha langsung ke daerah kelahirannya yaitu India. Tidak mustahil bahwa sekembalinya para pelajar ini ke Sriwijaya maka mereka akan menyebarluaskan hasil pendidikannya tersebut kepada masyarakat Sriwijaya dengan jalan membentuk asrama-asrama sebagai pusat pengajaran dan pendidikan agama Buddha. c. Catatan perjalanan I-Tsing menyebutkan bahwa pendeta Hui-Ning dari Cina pernah berangkat ke Ho-Ling (salah satu kerajaan Buddha di Jawa). Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan pendeta Ho-Ling yaitu Jnanabhadra untuk menerjemahkan bagian terakhir kitab Nirwanasutra. Dari berita ini menunjukkan bahwa di Jawa pun telah dikenal pendidikan agama Buddha yang kemudian menjadi rujukan bagi pendeta yang berasal dari daerah lain untuk bersamasama mempelajari agama dengan pendeta yang berasal dari Indonesia. d. Pada prasasti Turun Hyang, yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga menyebutkan tentang pembuatan Sriwijaya Asrama oleh Raja Airlangga. Sriwijaya Asrama merupakan suatu tempat yang dibangun sebagai pusat pendidikan dan pengajaran keagamaan. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Raja Airlangga terhadap pendidikan keagamaan bagi rakyatnya dengan memberikan fasilitas berupa pembuatan bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran. e. Istilah surau yang digunakan oleh orang Islam untuk menunjuk lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau sebenarnya berasal dari pengaruh Hindu-Buddha. Surau merupakan tempat yang dibangun sebagai tempat beribadah orang Hindu-Buddha pada masa Raja Adityawarman. Pada masa itu, surau digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda untuk belajar ilmu agama. Pada masa Islam kebiasaan ini terus dilajutkan dengan mengganti fokus kajian dari Hindu-Buddha pada ajaran Islam. 4. Bidang sastra dan bahasa. Dari segi bahasa, orang-orang Indonesia mengenal bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Pada masa kerajaan HinduBuddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada aman kejayaan kerajaan Kediri. Karya sastra itu antara lain, a. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa pemerintahan Airlangga. b. Bharatayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri. c. Gatotkacasraya, karya Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri.

d. Arjuna Wijaya dan Sutasoma, karya Mpu Tantular yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. e. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca disusun pada aman kerajaan Majapahit. f. Wretta Sancaya dan Lubdhaka, karya Mpu Tanakung yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. 5. Bidang seni tari. Berdasarkan relief-relief yang terdapat pada candicandi, terutama candi Borobudur dan Prambanan memperlihatkan adanya bentuk tari-tarian yang berkembang sampai sekarang. Bentuk-bentuk tarian yang digambarkan dalam relief memperlihatkan jenis tarian seperti tarian perang, tuwung, bungkuk, ganding, matapukan (tari topeng). Tari-tarian tersebut tampaknya diiringi dengan gamelan yang terlihat dari relief yang memperlihatkan jenis alat gamelan yang terbatas seperti gendang, kecer, gambang, saron, kenong, beberapa macam bentuk kecapi, seruling dan gong. Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2076519-pengaruh-hindu-buddha-indonesiapd/#ixzz1TwZTIpOM

Pengaruh Penyebaran Budaya Hindu-Buddha di Indonesia
06:22 Diposkan oleh Chantika Dewi Lestari

Share udaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan, pemikiran, perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama, maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. Artinya, budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. Terdapat gelombanggelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Namun, pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. Misalnya, dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua), tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. Tidak senyum atau cemberut. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal, dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada

merupakan titik pusat perhatian tulisan. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu, pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini mengacu pada pendapat Kathy S. Stolley. Menurutnya, budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide), keyakinan, perilaku, dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama, dan menentukan cara hidup suatu kelompok. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. Selain itu, budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial yang menyusunnya. Komponen material misalnya makanan, teknologi, pakaian, rumah, dan sejenisnya. Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa, nilai, keyakinan, tata perilaku, dan sejenisnya. Budaya tidak statis melainkan dinamis. Budaya baru, apapun itu, tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran. Pasca percampuran tersebut, muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru.” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini, selain mempertahankan wujud-wujud aslinya, juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. Istilah ini sesungguhnya hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orang-orang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia. Kebetulan, orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Di masa-masa awal ini, Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha. Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa, bangunan, teknologi, aksara, politik, ataupun sistem sosial. Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi, pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini. Jill Forshee bahkan mencatat, sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat, penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti

Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India. Namun. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan yang hirarkis. Kediri. Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. Selain di Kutai. Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. 1 Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat kontak dagangnya dengan India Selatan. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsep-konsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. juga Mataram Kuno. Jadi. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya. Mereka adalah Negara-negara agraris. Sayang. . Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. gunung berapi. Dari anggapan ini. Akibat surplus beras. pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. Misalnya. Bogor. dan upacaraucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. tidak diperlukan wilayah pertanian.Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. petani yang banyak. sistem komando yang tersentralistik. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. termasuk pula bentuk Negara. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. Sebaliknya. Ke-"jenius-lokal"-an orangorang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. Singasari. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. Di masa mendatang. Mereka mengundang para Brahmana India Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. organisasi Negara. Lewat cara “undangan” inilah. Dalam Negara yang demikian.

Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. Roman. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. yang berlokasi di Kalimantan Timur. dapat diambil selaku titik tolak tertua. Jadi. Celtic. dengan semua pemberkatan diutarakan kepada raja. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. Salah satu penyebabnya. termasuk Timor Timur. Guru. Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. Jika ditelusuri ke belakang. Di Asia. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. Wijaya. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya.Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. Bahasa Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. kepulauan Maluku dan Papua Barat. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. Karya. Gaul. Indra. Namun. Slavia. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini. Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. Sastra. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. Nama-nama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. kedua pengaruh India. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. Hal yang menarik adalah. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Armenia. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayahwilayah ini. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Baltik. tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja. maka prasasti Muara Kaman. sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini. dan Indo Iranian. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. Pertama Indonesia asli.2 . Inilah yang mungkin mengakibatkan pengaruhpengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. Wisnu. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit.

3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendiri-sendiri. Saat itu pula. prasasti Kota Kapur. Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. Seperti diketahui. . Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. huruf Pallawa). Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain.4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia. James T. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. Di era Hindu-Buddha jadi mainstream di nusantara.Mengenai fungsinya. Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan. Menurutnya. Palembang. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. Palembang (684 M. Dari sana. huruf Pallawa). Di Jawa misalnya. dan prasasti Keping Tembaga Laguna. dekat Manila. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. Meringin. aksara Nagari). Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka. huruf Pallawa). dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. Sebab itu. Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman. prasasti Gandasuli.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. Hulu Jambi (686 M. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo. prasasti Karang Brahi. I-Ching. Bangka (686 M. seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. Jawa Tengah (832 M. ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kotakota suci Buddha di India. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha. setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan. Filipina. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan). Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa pergaulan dan dagang di nusantara. Namun.

Sunda. lihat Figure 1. Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. bumi. . agama. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). ataupun seri paduka. Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). acara. Kosa kata tersebut adalah : derma. isteri. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia).Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. yaitu: bhurloka (dunia manusia). bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. bicara. menteri. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta.’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. Untuk lebih jelasnya. merdeka. suami. raja. bendara. Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. denda. Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. ataupun Jawi. atau. keluarga.” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia. ‘badan’ dan ‘kaki. dan svarloka (dunia para dewa). Selain bahasa.

Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Bangunanbangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung. Selain bentuk menara. Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. dan ihsan. Yang unik adalah. Misalnya. Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini. Komposisi ini mirip meru.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana. iman.Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan. Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. dan kisah perang Baratayudha. J. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. Mahabarata. Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. bhuvarloka. Ia digunakan sebagai basis . Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. bangunan tersuci di pura Hindu. Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. Termasuk pula. Namun. Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu. yang pancurannya dihiasi ornament khas Hindu. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunan-bangunan lain yang lebih modern. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. Gerber. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tibatiba dari budaya mereka. dan svarloka. Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam sebuah masjid. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia.

(Connecticut: Greenwood Press.  Koentjaraningrat. Sinta). . yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Collins. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. Sementara. Selaku pengimbang. Petruk. Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu.pengajaran agama dan budaya. Nakula-Sadewa). Arjuna. kelemahan-kelemahan manusia. Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. Di masa perkembangan Islam. Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. Kurawa (Duryudana dan keluarganya).22. seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. atapun Bagong. Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan terhadap budaya "luar".23. Rama. Cet. Ia menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. Bima. Kini. 2009) h. Di Bali. Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif.  Kayato Hardani. 21. Peristiwa Diglosia dalam Masyarakat Jawa Kuna: Suatu Interpretasi Linguistis atas Kehadiran Unsur Serapan Bahasa Sanskerta di dalam Prasasti Bahasa Jawa Kuna Abad 9-10 Masehi.com/?a=SlRSWi9xUksvQVRVY01rZQ%3D%3D %3D&l=(adaptation-the-influence-of-sanskrit-on-(ancient-malay〈=Indonesia download tanggal 2 Mei 2009. Ramayana (Hanoman. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. tt) h. ------------------------------------------Referensi :  (Adaptasi) Pengaruh Bahasa Sanskerta oleh Bahasa Melayu Kuna dalam http://culture. punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam. seni ukir. 2005). seni bangunan. (Jakarta: KPG. Gareng. Stolley.melayuonline. The Basics of Sociology. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya.3. (Jakarta: Djambatan. 2007) h.  Kathy S. budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar. (Yogyakarta: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta.  James T. Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia.

Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing.gatra. Cina. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. Masjid Agung Demak: Jejak Trowulan di Tanah Rawa dalam http://www. di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi. seperti Hindu-Budha. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera. serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan. yaitu India dan Cina. dan Persia.com/200112-26/versi_cetak. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. 2. 10 Most Terrifying Places on Earth World's Largest Crocodile The Hardest Airport To Amazing Deep-Ocean Land! Dwelling Creatures The Door to Hell Wonderful Road Places to See at Least Once! Big Size! Proses Masuk dan Berkembangnya Pengaruh HinduBuddha di Indonesia Posted by: yufrizal on: Desember 17. 2008 • • In: Ilmu Pengetahuan Comment! Pada permulaan tarikh masehi. yaitu: 1.php?id=13523 download tanggal 3 Mei 2009. Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas. dan 4. seperti India. Arab. India merupakan negara pertama yang . 3. Pengaruh asing masuk ke Indonesia.

Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik. para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India.D. Selain pendapat di atas. Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orang-orang Indonesia sendiri. Dilihat dari bentuknya. Menurut hipotesis ini. Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang. . arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Hipotesis Sudra Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. Hipotesis Brahmana Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. Hipotesis Ksatria Pada hipotesis ksatria. Hipotesis Waisya Menurut para pendukung hipotesis waisya. Selain itu. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. lantas meninggalkan India. arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha. Jalinan hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria. kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. 2. Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. 3. peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. 1. Dengan jumlah yang besar. 4. Para ahli memperkirakan. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.memberikan pengaruh kepada Indonesia. F. mereka kembali untuk menyebarkannya. Rupanya. Setelah memperoleh ilmu yang banyak.J. banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno. N. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya.K.

yaitu agama HinduBuddha sejak berinteraksi dengan orang-orang India. Arjunawiwaha. Sutasoma. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta. 4. berisi nyanyian-nyanyian suci. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Tarumanegara. 3. karya Mpu Prapanca. Agama Ketika memasuki zaman sejarah. 1. 2. dan 3. Sastra Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. dan bentuk tempat peribadatan. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu: 1. 5. akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. lahir kerajaankerajaan. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Parasamya Purnakarya Nugraha. Agama Hindu Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. dan sebagainya. karya Mpu Tantular. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. karya Mpu Kanwa. Reg Weda. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Bahasa Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah: 1. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. berisi syair puji-pujian kepada para dewa. Pemerintahan Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Arsitektur Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. 2. misalnya dalam hal tata krama. . Dasa Dharma. yaitu Pancasila. Sama Weda. Negarakertagama. dan Sriwijaya. Kartika Eka Paksi. 2. masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. seperti Kutai. Dalam sistem ini kelompokkelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia. Oleh karena itu. upacara-upacara pemujaan. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru.Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan.

Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu. Dewa Brahmana. Kasta Waisya. sebagai dewa pencipta. berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup. Kasta Ksatria. Kitab Upanishad. dan bangsawan. terdiri dari raja. Yajur Weda. umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu: 1. berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit. keluarga raja. Selain Dewa Trimurti. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu: 1. 4. diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu: 1. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha. buruh kecil. sehingga bisa mencapai puncak nirwana. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. 2. terdiri dari para pedagang. 2. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha. dan budak. Kasta Sudra. 3. Dewa Siwa. Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya. Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala. serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah: 1. 3. 2. 4. Agama Buddha Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. 2. yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta. . 3. Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa). ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian. berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.3. berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan. Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu: 1. Di samping kitab Weda. 2. Buddha yaitu berbakti kepada Buddha. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan. terdiri dari para petani. terdiri dari para pendeta. Kasta Brahmana. Kitab Brahmana. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha. sebagai dewa perusak. dan buruh menengah. Dewa Wisnu. Atharwa Weda. sebagai dewa pemelihara dan pelindung. 3.

2. 4. Agama/Kepercayaan Masuk dan berkembangnya agama hindu dan budha di Indonesia menjadi babak baru dalam kepercayaan masyarakat Indonesia. Sistem pemerintahan Berkembangnya agama hindu budha sangat besar pengaruhnya dalam bidang pemerintahan di Indonesia. misalnya upacara keagamaan. Perhatian yang benar. 3. Kapilawastu. Bodh Gaya. Pandangan yang benar. 7. Kusi PENGARUH HINDU BUDHA DI INDONESIA Mar 23. upacara pemujaan dan bentuk tempat peribadatan. yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali. Buddha Mahayana. 2. Bersemedi yang benar. Muncullah golongan-golongan baru dalam . akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu: 1. Kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas serta kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Sosial Dalam bidang sosial. Masuknya agama hindu dan budha di Indonesia membawa pengaruh yang cukup besar. 4. 2. Sarnath/ Benares. 6. Masyarakat mulai mengenal sistem kasta.Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu: 1. Niat yang benar. 2. Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha. Dalam sistem kerajaan. Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu: 1. Bangsa Indonesia mulai menganut agama tersebut dan membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. Perbuatan yang benar. Lahirlah kerajaan-kerajaan hindu budha seperti Kutai. terjadi bentuk perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. '09 4:27 AM untuk semuanya 5. Penghidupan yang benar. Bangsa Indonesia mulai mengenal sistem pemerintahan kerajaan dan meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku. 3. 5. yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi. yaitu tempat lahirnya Sang Buddha. Buddha Hinayana. Pengaruh itu antara lain: 1. Sriwijaya dan Majapahit. yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri. Perkataan yang benar. yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu. Usaha yang benar. 8. seorang raja memerintah secara turun temurun. 3.

dilengkapi gambar tentu lebih bagus.OK?! Pak Kris tunggu tulisan hasilmu sampai akhir minggu ini yach! Jangan lupa!! 6. budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. 8. perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama. Penyebaran budaya Hindu Buddha di Indonesia..R KLS:Vll-6a 10.. 9. Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua). Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Namun. Terdapat gelombanggelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Berilah penjelasan bagian-bagian yang diambil dari budaya asli dan bagian yang diambil dari budaya hindubudha! Eh. maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. 7. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal. Misalnya. Unsurunsur kebudayaan yang masuk diolah dan disesuaikan dengan kondisi kebudayaan asli Indonesia. Artinya. Maka terjadilah akulturasi kebudayaan. dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. pemikiran. Budaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. Tetapi budaya tersebut tidak serta merta diterima oleh masyarakat Indonesia. pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. Kebudayaan Berkembangnya kebudayaan Hindu Budha terlihat dari berbagai hasil-hasil kebudayaan seperti bangunan candi. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. TUGAS MANDIRI FAISALW. Tidak senyum atau cemberut. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada merupakan titik pusat perhatian tulisan. Nah sekarang tugasmu(siswa kelas 7) adalah mencari bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan antara budaya hindu-budha dengan budaya asli Indonesia. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu.masyarakat seperti golongan brahmana. 4. pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini . yaitu tempat wafatnya Sang Buddha. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. nagara. seni sastra dan sistem tulisan. dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka.

Pasca percampuran tersebut. Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa. politik. budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide). penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara. Bogor. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. dan menentukan cara hidup suatu kelompok. budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial yang menyusunnya. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini. teknologi. dan sejenisnya. muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas. orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru. dan sejenisnya. ataupun sistem sosial. Budaya baru. Budaya tidak statis melainkan dinamis. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. apapun itu. sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama. Istilah ini sesungguhnya hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orangorang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia. Selain itu.mengacu pada pendapat Kathy S. pakaian. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat.” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. rumah. 1 . Stolley. teknologi. Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi. Kebetulan. Selain di Kutai. Komponen material misalnya makanan. keyakinan. aksara. keyakinan. Menurutnya. Di masa-masa awal ini. Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. perilaku. pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran. selain mempertahankan wujud-wujud aslinya. Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha. juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia. Jill Forshee bahkan mencatat. nilai. tata perilaku. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. bangunan.

Jadi. Dalam Negara yang demikian. tidak diperlukan wilayah pertanian. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. termasuk pula bentuk Negara. akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. Lewat cara “undangan” inilah.Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat kontak dagangnya dengan India Selatan. Sayang. Akibat surplus beras. Namun. Mereka mengundang para Brahmana India Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. petani yang banyak. Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsepkonsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. Mereka adalah Negara-negara agraris. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. Misalnya. sistem komando yang tersentralistik. Ke-"jenius-lokal"-an orang-orang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. gunung berapi. Di masa mendatang. Singasari. Sebaliknya. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya. dan upacara-ucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. Dari anggapan ini. Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan yang hirarkis. dengan semua pemberkatan diutarakan . mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. organisasi Negara. Kediri. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. juga Mataram Kuno.

termasuk Timor Timur. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Hal yang menarik adalah. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. Inilah yang mungkin mengakibatkan pengaruh-pengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit. Pertama Indonesia asli. Nama-nama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. Sastra. Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. Wijaya. maka prasasti Muara Kaman. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayah-wilayah ini. Guru. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya.2 . Karya. Slavia. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. yang berlokasi di Kalimantan Timur. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Armenia. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. Bahasa Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. Jadi. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja. Wisnu. Celtic. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia.kepada raja. kedua pengaruh India. Gaul. Indra. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini. Baltik. Roman. Di Asia. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. Jika ditelusuri ke belakang. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. dapat diambil selaku titik tolak tertua. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. Namun. dan Indo Iranian. Salah satu penyebabnya. kepulauan Maluku dan Papua Barat.

Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan. Jawa Tengah (832 M. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan). ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. Palembang. huruf Pallawa). Meringin. Seperti diketahui. dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. aksara Nagari). seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman.4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia. Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka. Bangka (686 M. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendirisendiri. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. prasasti Karang Brahi. huruf Pallawa). dan . Namun. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. Menurutnya. setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan. Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain.Mengenai fungsinya. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. prasasti Gandasuli. Saat itu pula. Dari sana. prasasti Kota Kapur. Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan.3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Palembang (684 M. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha. I-Ching. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. huruf Pallawa). Di Jawa misalnya. James T. Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. Sebab itu. Hulu Jambi (686 M. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota-kota suci Buddha di India.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa pergaulan dan dagang di nusantara. Di era HinduBuddha jadi mainstream di nusantara. Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India.

Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. Filipina. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). raja. denda. Selain bentuk menara. ataupun seri paduka. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. atau. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. Yang unik adalah. isteri. Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. Kosa kata tersebut adalah : derma.prasasti Keping Tembaga Laguna. bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. ‘badan’ dan ‘kaki.” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia.’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. acara. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta. lihat Figure 1. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). bicara. dekat Manila. Selain bahasa. huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. Untuk lebih jelasnya. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunanbangunan lain yang lebih modern. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : 11. Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama. menteri. Misalnya. Sunda. ataupun Jawi. Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). bumi. Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. bendara. agama. yaitu: bhurloka (dunia manusia). dan svarloka (dunia para dewa). Bangunan-bangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung. suami. yang pancurannya . Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini. Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu. Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. merdeka. keluarga.

Ia digunakan sebagai basis pengajaran agama dan budaya. J. bhuvarloka. Nakula-Sadewa). Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. dan kisah perang Baratayudha. Rama. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia. atapun Bagong. bangunan tersuci di pura Hindu. punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan.dihiasi ornament khas Hindu. Bima. Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. Gerber. Komposisi ini mirip meru. Kurawa (Duryudana dan keluarganya). Termasuk pula. Arjuna. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam. Mahabarata. Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. iman. Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). dan ihsan. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana. Selaku pengimbang. dan svarloka. Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam sebuah masjid. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali. Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. Gareng. Namun. Sinta). budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar. Petruk. Sementara. Ramayana (Hanoman. Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). Ini dimaksudkan agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka. Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan . Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya.

pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini mengacu pada pendapat Kathy S. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada merupakan titik pusat perhatian tulisan.terhadap budaya "luar". Ia menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. perilaku. seni bangunan. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam. Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif. Di Bali. pemikiran. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu. dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua). Menurutnya. dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama. Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide). dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama. yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Namun. budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. Di masa perkembangan Islam. Tidak senyum atau cemberut. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. Artinya. Stolley. kelemahan-kelemahan manusia. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. Budaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Misalnya. Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. Penyebaran budaya Hindu Buddha di Indonesia. Terdapat gelombanggelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan. . Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. Kini. pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya. seni ukir. keyakinan. seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha.

Jill Forshee bahkan mencatat. tata perilaku. pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini. Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa. muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas. Selain itu. Komponen material misalnya makanan. Kebetulan.” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. apapun itu. aksara. 1 Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat . Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. rumah. Budaya tidak statis melainkan dinamis. Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi.dan menentukan cara hidup suatu kelompok. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru. Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. Pasca percampuran tersebut. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut. dan sejenisnya. teknologi. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial yang menyusunnya. politik. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. pakaian. bangunan. orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat. keyakinan. nilai. Di masa-masa awal ini. Budaya baru. Bogor. Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. teknologi. Istilah ini sesungguhnya hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orangorang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. Selain di Kutai. selain mempertahankan wujud-wujud aslinya. juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia. penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara. ataupun sistem sosial.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa. dan sejenisnya. tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India.

Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). termasuk pula bentuk Negara. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. petani yang banyak. Inilah yang mungkin . Ke-"jenius-lokal"-an orang-orang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. Misalnya. akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. Dari anggapan ini. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. tidak diperlukan wilayah pertanian. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. Sebaliknya. Sayang. yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. sistem komando yang tersentralistik. Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. Lewat cara “undangan” inilah. Namun. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini. Jadi. Kediri. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Di masa mendatang. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). Namun. Mereka mengundang para Brahmana India Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. dan upacara-ucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. Dalam Negara yang demikian. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan yang hirarkis.kontak dagangnya dengan India Selatan. dengan semua pemberkatan diutarakan kepada raja. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya. gunung berapi. Singasari. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. Akibat surplus beras. Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. organisasi Negara. juga Mataram Kuno. wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsepkonsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. Mereka adalah Negara-negara agraris.

mengakibatkan pengaruh-pengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli. Di Asia. Wijaya. Pertama Indonesia asli. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Baltik. Guru. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. Celtic. termasuk Timor Timur. Bahasa Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. dapat diambil selaku titik tolak tertua. Hal yang menarik adalah. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa . tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja.2 Mengenai fungsinya. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. Indra. sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. yang berlokasi di Kalimantan Timur. Jika ditelusuri ke belakang. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya. Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. kepulauan Maluku dan Papua Barat. dan Indo Iranian. Sastra. Dari sana. kedua pengaruh India. Slavia. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayah-wilayah ini. Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. Karya. Salah satu penyebabnya. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. maka prasasti Muara Kaman. Jadi. Roman. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. Wisnu. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. Nama-nama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. Armenia. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Gaul.

Menurutnya. Meringin. ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun.pergaulan dan dagang di nusantara. huruf Pallawa). Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota-kota suci Buddha di India. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. huruf Pallawa). Seperti diketahui. Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. I-Ching. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo.4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia. dekat Manila. Palembang. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. Jawa Tengah (832 M. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan). prasasti Kota Kapur. setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. Namun. Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain. Saat itu pula. Palembang (684 M. Hulu Jambi (686 M. Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. dan prasasti Keping Tembaga Laguna. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendirisendiri. aksara Nagari). Di era HinduBuddha jadi mainstream di nusantara. James T. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. . Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan. Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India. Sebab itu. prasasti Gandasuli. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Bangka (686 M. prasasti Karang Brahi. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman. Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan. Filipina.3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. Di Jawa misalnya. huruf Pallawa).

Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. ‘badan’ dan ‘kaki. Selain bahasa. acara. bicara. Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama. agama. atau. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunanbangunan lain yang lebih modern. Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. Misalnya. yang pancurannya dihiasi ornament khas Hindu. Sunda. Yang unik adalah. Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. raja.’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. lihat Figure 1. ataupun Jawi. Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini. Selain bentuk menara. bendara. Kosa kata tersebut adalah : derma. isteri. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. keluarga. Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). denda. menteri. . huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. Untuk lebih jelasnya. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. dan svarloka (dunia para dewa). Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). bumi. suami. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : 12. yaitu: bhurloka (dunia manusia). ataupun seri paduka.Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. merdeka. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta. Bangunan-bangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung.” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia.

Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. atapun Bagong. Gerber. Komposisi ini mirip meru. Gareng. Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan terhadap budaya "luar". punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. Sementara. Bima. Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. Kurawa (Duryudana dan keluarganya). Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar. Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. J. . Ia digunakan sebagai basis pengajaran agama dan budaya. Termasuk pula. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung. iman. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana.Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam sebuah masjid. Arjuna. Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. Nakula-Sadewa). Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan. Sinta). Petruk. Selaku pengimbang. Ramayana (Hanoman. dan kisah perang Baratayudha. bangunan tersuci di pura Hindu. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). Namun. bhuvarloka. dan ihsan. Mahabarata. Rama. dan svarloka. Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka. Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri.

Tidak senyum atau cemberut. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua). seni bangunan. yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Namun. maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. Stolley. Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. Di Bali. 13. dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka. Artinya. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu. Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. kelemahan-kelemahan manusia. seni ukir. dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. pemikiran. Ia menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. Penyebaran budaya Hindu Buddha di Indonesia. . Terdapat gelombanggelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama. budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. Budaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal.Kini. Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif. pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini mengacu pada pendapat Kathy S. Menurutnya. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide). keyakinan. perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. perilaku. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada merupakan titik pusat perhatian tulisan. dan menentukan cara hidup suatu kelompok. Di masa perkembangan Islam. Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. Misalnya.

Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. Komponen material misalnya makanan. sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. Di masa-masa awal ini. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha. selain mempertahankan wujud-wujud aslinya. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsepkonsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. dan sejenisnya. Bogor. keyakinan. penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara. Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India. rumah. pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini. dan sejenisnya. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. Mereka mengundang para Brahmana India . Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi. Jill Forshee bahkan mencatat. Istilah ini sesungguhnya hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orangorang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia. nilai. Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. politik. tata perilaku. Kebetulan. tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran.Selain itu. muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas. Budaya tidak statis melainkan dinamis. teknologi. Budaya baru. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat. pakaian. orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha. bangunan. budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial yang menyusunnya. aksara. 1 Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat kontak dagangnya dengan India Selatan. teknologi. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini. Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut.” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. Selain di Kutai. Pasca percampuran tersebut. ataupun sistem sosial. apapun itu.

Di masa mendatang. Ke-"jenius-lokal"-an orang-orang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. Sayang. . Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini. Dari anggapan ini. Kediri. wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Inilah yang mungkin mengakibatkan pengaruh-pengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya. akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. Namun. gunung berapi. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). organisasi Negara. Sebaliknya. mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. juga Mataram Kuno. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan yang hirarkis. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. Singasari. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. Mereka adalah Negara-negara agraris. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. Akibat surplus beras. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. dengan semua pemberkatan diutarakan kepada raja.Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. termasuk pula bentuk Negara. petani yang banyak. tidak diperlukan wilayah pertanian. Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. dan upacara-ucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. sistem komando yang tersentralistik. Namun. Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. Lewat cara “undangan” inilah. Dalam Negara yang demikian. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. Misalnya. Jadi.

Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. Indra. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. Slavia. tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja.Bahasa Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. Jika ditelusuri ke belakang. kedua pengaruh India. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. Celtic. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. Gaul. Hal yang menarik adalah. dapat diambil selaku titik tolak tertua. termasuk Timor Timur. Sastra. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. Jadi. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. James T. Pertama Indonesia asli. kepulauan Maluku dan Papua Barat. Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. Nama-nama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit. yang berlokasi di Kalimantan Timur. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. dan Indo Iranian. Karya. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal . Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa pergaulan dan dagang di nusantara. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Salah satu penyebabnya. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini.2 Mengenai fungsinya. Di Asia. Guru. Roman. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Wijaya. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. Dari sana. sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa. maka prasasti Muara Kaman. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. Armenia. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia. Menurutnya. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayah-wilayah ini. Wisnu. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. Baltik. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya.

Jawa Tengah (832 M. Filipina. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. Bangka (686 M. Di era HinduBuddha jadi mainstream di nusantara. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. aksara Nagari). setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan. huruf Pallawa).4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia.3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. Di Jawa misalnya. Palembang. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota-kota suci Buddha di India. Palembang (684 M. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendirisendiri. Namun. Sebab itu. prasasti Gandasuli. Saat itu pula. Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan). dan prasasti Keping Tembaga Laguna. Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. Meringin. prasasti Karang Brahi. I-Ching. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman. Seperti diketahui. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. dekat Manila. Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. huruf Pallawa). prasasti Kota Kapur. Hulu Jambi (686 M.bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun. Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa . Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India. Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo. Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan. huruf Pallawa). Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan.

Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. ‘badan’ dan ‘kaki.Sanskerta. atau. agama. Sunda. huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. yaitu: bhurloka (dunia manusia). Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura. Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam sebuah masjid.’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. merdeka. keluarga. Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. acara. ataupun seri paduka. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. raja. bumi. Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu. Misalnya. Yang unik adalah. bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. yang pancurannya dihiasi ornament khas Hindu. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini. Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. Selain bentuk menara. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). denda. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunanbangunan lain yang lebih modern. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. Bangunan-bangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung. bicara. bendara. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. suami. Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut . Selain bahasa. menteri. Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama.” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia. dan svarloka (dunia para dewa). ataupun Jawi. lihat Figure 1. Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. Untuk lebih jelasnya. isteri. Kosa kata tersebut adalah : derma.

Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya. Ramayana (Hanoman.merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan. Mahabarata. Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana. Komposisi ini mirip meru. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Rama. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. Nakula-Sadewa). atapun Bagong. Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia. Arjuna. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan terhadap budaya "luar". bangunan tersuci di pura Hindu. Kini. Kurawa (Duryudana dan keluarganya). Ini dimaksudkan agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka. Sinta). J. Bima. dan ihsan. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam. Ia digunakan sebagai basis pengajaran agama dan budaya. Gerber. Termasuk pula. Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. Gareng. iman. Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. Namun. bhuvarloka. Sementara. Selaku pengimbang. dan svarloka. . Petruk. dan kisah perang Baratayudha. Di masa perkembangan Islam.

Tulisan ini tiada bertujuan melakukan penelusuran atas dimensi prasejarah Indonesia sebelum kedatangan pengaruh Hindu-Buddha. Percampuran oleh yang “baru” terhadap yang “lama” dari budaya yang ada merupakan titik pusat perhatian tulisan. dan hendak diterapkan dalam kredo keagamaan mereka.Penyebaran budaya Hindu Buddha di Indonesia. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. kelemahan-kelemahan manusia. Tokoh ini bukan perempuan juga bukan laki-laki. maka budaya Indonesia dapat dikatakan mengalami relativitas. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. budaya juga dapat dibedakan menurut komponen material dan nonmaterial .Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Budaya meliputi semua yang dikreasi dan dimiliki manusia tatkala mereka saling berinteraksi. pembentukan budaya oleh pengaruh “luar” bukannya hendak menganggap Indonesia “asli” tidak punya budaya spesifik. dalam tata keyakinan sesungguhnya “orang Indonesia” telah mengenal keesaan Tuhan. Menurutnya. Stolley. Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif. budaya yang kini berkembang di Indonesia merupakan hasil percampuran dari aneka budaya berbeda. perilaku ataupun produk yang dihasilkan secara bersama. seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. seni bangunan. Budaya Indonesia tumbuh lewat lintasan sejarah yang panjang. budaya terbangun dari seluruh gagasan (ide). pemikiran. pengertian budaya yang digunakan pada tulisan ini mengacu pada pendapat Kathy S. Jika budaya diartikan sebagai tata keyakinan. Artinya. seni ukir. perilaku. Tidak senyum atau cemberut. Hasil dari percampuran tersebut hingga kini masih berada dalam keadaan berubah secara konstan. Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. dan produk-produk yang dihasilkan secara bersama. Selain itu. Datangnya Budaya “Luar” Perlu ditegaskan terlebih dulu. Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. Namun. Meski dalam bentuk yang masih “proto” (tua). Semar digambarkan meliputi seluruh sifat dan ciri yang tidak dimiliki makhluk biasa. tokoh wayang Semar (asal katanya "samar") sesungguhnya telah beredar dalam tata keyakinan orang Indonesia lokal (terutama di Jawa) sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha. Tokoh Semar merupakan upaya orang “asli” Indonesia mencari keberadaan Tuhan yang tunggal. yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Misalnya. Terdapat gelombanggelombang pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. Ia menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. Di Bali. Tulisan ini sekadar berupaya memberi gambaran tentang pembentukan budaya Indonesia pasca datangnya pengaruh “luar” yang turut membentuk karakter budaya Indonesia. dan menentukan cara hidup suatu kelompok. Kitab-kitab narasumber pewayangan dari India (semisal Mahabaratha atau Baratayudha) tidak mengenal tokoh Semar ini. keyakinan.

” Proses percampuran budaya ini dinamakan sinkretisasi. Kontak ini terutama melalui jalur hubungan laut. Jill Forshee bahkan mencatat. nilai. Di masa-masa awal ini. dan sejenisnya. Para pendeta tersebut memberi konsultasi dan nasehat mengenai struktur dan upacara-upacara keagamaan. Mereka mengundang para Brahmana India Selatan dari aliran Wisnu atau Brahma. pengaruh Hindu-Buddha tetap dapat diidentifikasi di kehidupan Indonesia kontemporer saat ini. Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia Koentjaraningrat mencatat. ataupun sistem sosial. selain mempertahankan wujud-wujud aslinya. bangunan. aksara. Komponen material misalnya makanan. teknologi. tatkala memasuki suatu ranah budaya lain akan mengalami proses percampuran. rumah. Pengaruh tersebut meliputi baik bahasa. Islam belumlah lagi berdiri selaku sebuah agama secara formal. dan sejenisnya. Istilah ini sesungguhnya hendak memberikan gambaran beberapa pengaruh yang diberikan orangorang India atau Cina yang datang dan melakukan kontak dengan penduduk kepulauan Indonesia. Bogor. pakaian. juga berdiri kerajaan-kerajaan di Jawa Barat tepatnya di tepi sungai Cisadane. Orang-orang Indonesia ini kemudian melakukan kontak dengan para pedagang dari India. Raja-rajanya kemudian mengadaptasi konsepkonsep Hindu ke dalam struktur kerajaannya. Tulisan ini lebih condong pada identifikasi sejumlah komponen material dan nonmaterial budaya yang berasal dari tradisi Hindu-Buddha.” Entitas Negara ini diantaranya dibuktikan dengan adanya prasasti Muara Kaman yang menunjukkan kerajaan Kutai dengan rajanya Kudungga. keyakinan. Tulisan ini pun sengaja tidak bercorak historiografis yang ketat pada dimensi kronologis suatu peristiwa. Budaya tidak statis melainkan dinamis. politik. Budaya baru. Kendati sekurangnya telah teridentifikasi pengaruh awalnya sejak tahun 400-an Masehi. Kebetulan. penduduk asli Indonesia telah mengembangkan sejumlah pranata sosial semisal “Negara. Pengaruh Hindu-Buddha bukan pada tataran agama belaka. teknologi. Sementara komponen nonmaterial termasuk bahasa. Komponen-komponen tersebut selain punya bentuk asli juga punya dimensi sinkretis hasil percampurannya dengan kebudayaan yang berkembang di Indonesia sebelumnya. tata perilaku.yang menyusunnya. apapun itu. Pengaruh Budaya Hindu-Buddha di Indonesia Penggunaan istilah “pengaruh Hindu-Buddha” pun kiranya kurang tepat. muncul suatu budaya jenis “baru” yang khas. sejak abad pertama Masehi telah tercatat kontak-kontak antara masyarakat asli Indonesia dengan India juga Cina. 1 Koentjaraningrat juga beranggapan kerajaan-kerajaan tersebut sudah hidup makmur lewat kontak dagangnya dengan India Selatan. termasuk pula bentuk . Pasca percampuran tersebut. Demikian pula budaya Hindu dan Buddha ini. Selain di Kutai. juga menampakkan pengaruh budaya “asli” Indonesia. Ia sulit disamakan begitu saja dengan yang “lama” atau “baru. orang-orang India dan Cina yang melakukan kontak-kontak tersebut mayoritas beragama Hindu dan Buddha.

akibat masalah elitisme dan sistem kasta yang inheren di sistem kemasyarakatan Hindu di India. Ini akibat basis ekonomi Jawa yang kental nuansa pertaniannya. Akibat surplus beras. Ini mungkin menjadi sebab Sriwijaya pun lebih terpengaruh oleh Buddha ketimbang Hindu. Namun. pengaruh hirarkis ini juga tidak dapat dipukul rata. Kerajaan Jawa biasanay tersusun secara hirarkis. Dari anggapan ini. Ke-"jenius-lokal"-an orang-orang Indonesia ini ditunjukkan dengan kemampuan mereka mengadaptasi pola-pola sosial dan politik India ke dalam hidup kerajaan mereka. susunan ini hanya berlangsung di level atas (palace circle) sementara masyarakat biasa hampir tidak tersentuh oleh ciri ini.Negara. Raja mulai dianggap sebagai turunan dewa. pemberontakan Pati (pesisir Utara) di bawah pimpinan Adipati Pragola terhadap Sultan Agung Hanyakrakusuma di Yogyakarta (pedalaman-sentral). yang menerima pengaruh paling besar adalah lapisan atas kekuasaan dan masyarakat di sekitar istana. Misalnya. Inilah yang mungkin mengakibatkan pengaruh-pengaruh lain semisal Islam dan Barat (terutama Islam yang egalitarian) masuk dengan mudahnya ke kalangan masyarakat Indonesia. sistem komando yang tersentralistik. tidak diperlukan wilayah pertanian. Sayang. Mereka adalah Negara-negara agraris. gunung berapi. mulailah kerajaan-kerajaan Jawa ini berekspansi keluar wilayah (misalnya Majapahit) dengan mencari Negara-negara bawahan di kepulauan Nusantara. dan rakyatnya hidup dari bercocok tanam. organisasi Negara. di Jawa lebih berkembang pengaruh Hindu. Lewat cara “undangan” inilah. maka sesungguhnya pengaruh Hindu tidak datang lewat penaklukan melainkan atas permintaan (influenced by demand). juga Mataram Kuno. Jadi. Di masa mendatang. Sebaliknya. Letaknya di daerah-daerah subur lembah sungai. wilayah-wilayah pesisiran kerap melakukan pembangkangan politik atas kuasa sentral di pedalaman. petani yang banyak. Pola sentralistik kuasa politik mereka kemudian berbenturan dengan nuansa egalitarian di kerajaan-kerajaan (atau wilayah-wilayan) pesisiran. orang-orang Indonesia ini justru mengundang oleh sebab keinginan mereka hendak maju dan membuka diri. Ia terutama diadaptasi oleh kerajaan-kerajaan Indonesia yang ada di pedalaman dan mengandalkan pertanian dan penggunaan irigasi sebagai basis ekonominya. Mereka rata-rata memang secara sosiologis diuntungkan oleh pola kemasyarakatan tersebut. serta pedalaman yang luas oleh sebab barang produksi dapat diperoleh lewat interaksi pertukaran. dengan semua pemberkatan diutarakan kepada raja. kesusasteraan Hindu dan agamanya masuk ke dalam Indonesia secara hampir taken for granted. Bahasa . Kediri. Singasari. Hubungan lebih berada dalam suasana egalitarian. Namun. Masyarakat biasa hampir kurang merasa tersentuh oleh pengaruh ini. Dalam Negara yang demikian. dan upacara-ucapara kenegaraan menurut sistem yang berlaku di India Selatan. Contoh dari ini adalah kerajaan Majapahit. Budaya Indonesia asli seperti “desa” yang egaliter perlahan berubah dengan masuknya konsep kenegaraan India Selatan yang hirarkis. Masyarakat atau kerajaan di pesisir pantai tidak terlampau terpengaruh oleh sistem India Selatan ini. Negara pesisir lain semisal Sriwijaya juga biasanya mengandalkan perdagangan sebagai basis ekonominya.

dan termasuk ke dalamnya adalah bahasa Iranian dan Indo Arya. sementara Kudungga adalah bukan dan kemungkinan besar adalah nama yang berkembang sebelum datangnya pengaruh India dan agama Hindu. Sanskerta kemudian meluas penggunaannya selaku bahasa pergaulan dan dagang di nusantara. sementara Pallawa adalah huruf yang digunakan selaku tulisannya. Karya. James T. Menurutnya. dapat diambil selaku titik tolak tertua. Sanskerta adalah bahasa yang dibawa oleh orang-orang India. Prasasti tersebut dicanangkan tahun 400 Masehi. ataupun semboyan-semboyan seperti Kartika Eka Paksi ataupun Jalesveva Jayamahe. Rumpun bahasa Papua berkembang di wilayah timur nusantara. yang berlokasi di Kalimantan Timur. maka prasasti Muara Kaman. Dari sana. Wijaya. Prasasti di Muara Kaman tersebut menceritakan Raja Kudungga punya putra namanya Acwawarman. Di Asia. Jadi. Rumpun bahasa Austronesia juga merasuk ke wilayah-wilayah ini. kedua pengaruh India.2 Mengenai fungsinya. Termasuk ke dalam rumpun bahasa Indo Eropa adalah bahasa Jerman. Sanskerta adalah bahasa yang dipergunakan dalam disiplin agama Hindu dan Buddha. rumpun bahasa Indo Iranian adalah yang terbesar. Collins mencatat signifikansi penggunaan bahasa Sanskerta di nusantara. kepulauan Maluku dan Papua Barat. tidak terlampau banyak orang menguasai dan menturun-temurunkan penguasaan bahasa ini. Roman. termasuk Timor Timur. prasasti tersebut menyuratkan adanya proses asimilasi dua budaya. Acwawarman dan Mulamarman adalah bahasa Sanskrit. Proses ini terlihat dari isi prasasti yang berlingkup pada perubahan nama. Ini ditandai bahwa sejak abad ke-7 para penganut agama Buddha di Tiongkok sanggup berlayar hanya untuk mengunjungi pusat ilmu . sehingga turunan langsung dari Kudungga otomatis langsung mengadaptasi Sanskrit sebagai bahasa penyebut gelarannya. 150 km ke arah hulu Sungai Mahakam. Acwawarman punya tiga putra dan yang paling sakti di antara ketiganya adalah Mulawarman. Seharusnya bahasa Sanskrit ini terus "populer" layaknya bahasa Arab. Nama-nama dalam bahasa Sanskerta tersebut merupakan suatu bukti bahwa hingga kini pun pengaruh India masih terasa kental di bumi Indonesia. Sastra. Rumpun bahasa Austronesia terdiri atas 200 jenis. Pertama Indonesia asli. sementara rumpun bahasa Papua terdiri atas 150 bahasa.Kita mungkin kerap menemui nama dan kata seperti Pustaka. dan Indo Iranian. Celtic. Pola ini diubah dengan mahirnya oleh para jenius lokal Indonesia. Asimilasi ini kemudian diakui selaku bagian dari budaya Indonesia itu sendiri. Sanskerta ada di kelompok Indo Arya. Guru. Pertama rumpun bahasa Papua dan kedua rumpun bahasa Austronesia. Slavia. tetapi oleh sebab dahulunya ia eksklusif dikuasai oleh hanya struktur atas masyarakat dan ahli agama saja. Wisnu. ikatan antara bahasa Melayu (cikal-bakal bahasa Indonesia) sudah ratusan tahun. maka bahasa yang berkembang di Indonesia dapat dibagi dua kelompok. Gaul. Hal yang menarik adalah. budaya India merupakan budaya “asing” pertama yang sifatnya “maju” dan telah lama berasimilasi dengan budaya lokal Indonesia. Sanskerta secara genealogis termasuk rumpun bahasa Indo Eropa. Indra. Salah satu penyebabnya. Baltik. Jika ditelusuri ke belakang. Jika bukti tertulis yang hendak dikedepankan dalam masalah bahasa ini. Armenia. nama Kudungga dapat dikatakan sebagai nama "Kalimantan" asli atau "Indonesia" asli.

Sanskerta merupakan kelompok bahasa “tinggi” yang dipakai dalam kepentingan keagamaan maupun bahasa formal suatu kerajaan. huruf Pallawa).Buddha di Sriwijaya (Sumatera Selatan). Bahasa Kawi atau juga dikenal sebagai Jawa Kuno kemudian menyebar ke pulau lain. Bangka (686 M. Meringin. Ada kemungkinan 800 kosa kata bahasa Melayu merupakan hasil penyerapan dari bahasa Sanskerta.5 Prasasti tersebut ditemukan tanggal 29 Nopember 1920 dan diperkirakan sama tahun 683 masehi. Palembang. Melayu Kuna sebagai bahasa perdagangan. Bahasa Melayu ini merupakan lingua-franca yang dipergunakan dalam hubungan dagang antarpulau nusantara. Namun. huruf Pallawa). prasasti Kota Kapur.4 I-Ching mengutarakan bahwa di Palembang sendiri terdapat 1000 orang sarjana Buddha yang rata-rata adalah orang lokal Indonesia. Jawa Tengah (832 M. Di Jawa misalnya. Jejak lain penggunaan bahasa Sanskerta juga ditemukan di Talang Tuwo. Sriwijaya adalah kerajaan yang basis ekonominya perdagangan oleh sebab berlokasi di pesisir Laut Jawa dan dekat dengan Selat Malaka. Saat itu pula. dapat pula dikatakan bahasa Sanskerta ini sedikit banyak punya pengaruh pula terhadap bahasa Indonesia. Penelusuran pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu dicontohkan oleh prasasti Kedukan Bukit. sulit dipungkiri bahwa bahasa Kawi dipengaruhi secara besar oleh bahasa Sanskrit. Filipina. I-Ching. Beberapa kosa kata Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Melayu (juga Indonesia) antara lain : . Posisi Sriwijaya sebagai basis pendidikan bahasa Sanskerta membuat pengaruh bahasa tersebut jadi signifikan “menular” lewat perdagangan. Sebagian bahasa Sanskerta kemudian diserap ke dalam bahasa Melayu. Bahasa Sanskerta yang dibawa dari India. dan Sanskerta sebagai bahasa keagamaan. Di Sumatera Barat bahasa ini berkembang lewat kekuasaan raja-raja vassal Jawa semisal Adityawarman. Palembang (684 M. Pertama bahasa Jawa Kuna sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. prasasti Karang Brahi. setelah masuk ke Indonesia berangsur-angsur mengalami perubahan. nusantara dikenal dengan penggunaan 3 bahasa yang punya fungsi sendirisendiri. huruf Pallawa). dan prasasti Keping Tembaga Laguna. dekat Manila. seorang biksu Buddha dari Tiongkok bahkan menulis 2 buku berbahasa Sanskerta di Palembang. Hulu Jambi (686 M. Seperti diketahui. Ia menasihati pembacanya agar singgah di Fo-shih (Palembang) untuk mempelajari bahasa dan tata bahasa Sanskerta sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke kota-kota suci Buddha di India. Pengaruh bahasa Sanskerta terhadap bahasa Melayu pun juga terjadi. Sebab itu. Bahasa ini cukup "elitis" layaknya bahasa Yunani dan Latin pada Abad Pertengahan Eropa. aksara Nagari).3 Kunjungan ini akibat masyhurnya nusantara sebagai basis pelajaran agama Buddha dan bahasa Sanskerta. Bahasa Melayu juga kelak menjadi dasar dari berkembangnya bahasa Indonesia selaku bahasa persatuan. prasasti Gandasuli. Di era HinduBuddha jadi mainstream di nusantara. bahasa hasil asimilasi Sanskerta dengan budaya lokal lalu dikenal dengan Kawi.

huruf Pallawa yang digunakan untuk menulis kosa kata Sanskerta pun turut menyumbangkan pengaruh para huruf-huruf yang berkembang di Indonesia seperti Bugis. Hipotesis pertama mengasumsikan pembangunan tersebut merupakan proses akulturasi antara budaya Hindu yang banyak dipraktekkan masyarakat Kudus sebelumnya dengan budaya Islam yang hendak dikembangkan. Meski tampilannya tidak lagi serupa benar dengan bangunan Hindu-Buddha (candi). Selain bentuk menara. Arsitektur semacam candi ini sebagian terus bertahan dan mempengaruhi bangunanbangunan lain yang lebih modern. yaitu: bhurloka (dunia manusia). Bangunan-bangunan yang memiliki ciri seperti ini beranjak dari bangunan spiritual semisal masjid maupun profan (biasa) semisal Gedung Sate di Bandung. raja. lihat Figure 1. Yang unik adalah. Arsitektur Arsitektur atau seni bangunan ala masa Hindu-Buddha juga bertahan hingga kini. dan svarloka (dunia para dewa). atau. sisa lain arsitektur Hindu pun terdapat pada gerbang masjid yang menyerupai gapura sebuah pura.Selain kata-kata yang sudah diserap di table atas. sebuah menara di sisi timur bangunan masjid menggunakan arsitektur candi Hindu. Bahkan ia banyak diadaptasi oleh bangunan-bangunan yang dibangun pada masa yang lebih kekinian. acara. Untuk lebih jelasnya. Pengaruh sistem 3 tahap hidup religius manusia ini bertahan cukup lama. Kosa kata tersebut adalah : derma. Masjid Kudus mempertahankan pola arsitektur bangunan Hindu ini. Hal yang khas dari arsitektur candi adalah adanya 3 bagian utama yaitu ‘kepala’. Juga tidak ketinggalan lokasi wudhu. tetapi pengaruh Hindu-Buddha membuat arsitektur bangunan yang ada di Indonesia menjadi khas. Misalnya. Undakan tersebut paling jelas terlihat di Candi Borobudur. Sunda. bhuvarloka (dunia orang-orang yang tersucikan). menteri. Ini dimaksudkan .” Sejumlah undakan umumnya terdapat di struktur bangunan candi yang ada di Indonesia. bangunan peninggalan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha. isteri. bicara. Selain bahasa. dibangun Jafar Shodiq (Sunan Kudus) tahun 1549 M. ada pula kosa kata yang sudah digunakan dalam prasasti-prasasti berbahasa Sanskerta sejak tahun 1303 M di wilayah Trengganu (sekarang Malaysia). ataupun seri paduka. Banyak hipotesis yang diutarakan mengapa Jafar Shodiq menempatkan arsitektur Hindu ke dalam sebuah masjid. suami.’ Ketiga bagian ini melambangkan ‘triloka’ atau tiga dunia. Masjid Kudus aslinya bernama Masjid Al Aqsa. keluarga. denda. merdeka. ataupun Jawi. ‘badan’ dan ‘kaki. bendara. Salah satu ciri bangunan Hindu-Buddha adalah “berundak. bumi. yang pancurannya dihiasi ornament khas Hindu. agama.

Ramayana (Hanoman. dan svarloka. Sementara. dan ihsan. J. Rama.6 Kesusasteraan Salah satu peninggalan Hindu di bidang sastra yang terkenal adalah Ramayana. Kurawa (Duryudana dan keluarganya). Termasuk pula. Sastra Hindu ini cukup berpengaruh terhadap budaya asli Indonesia semisal wayang. ataupun kisah Bagavadgita (wejangan Sri Kresna atas Arjuna sebelum perang). Bangunan modern lain yang memiliki nuansa arsitektur Hindu juga ditampakkan Masjid Demak. . Bima. budaya asli Indonesia coba mengimbanginya dengan hadirkan tokoh-tokoh punakawan semisal Semar. Wayang yang tadinya digunakan sebagai media pemberi nasihat tetua adat terhadap keluarga yang ditinggalkan kini memiliki trend tersendiri. Nakula-Sadewa). Komposisi ini mirip meru. Namun.agar tidak terjadi Cultural Shock yang berakibat terasingnya orang-orang pemeluk Islam baru sebab tercerabut secara tiba-tiba dari budaya mereka. yang menceritakan kalimat syahadat dengan Semar selaku tokoh yang berikan pengajaran kepada Pandawa. Ini berakibat hasil pembangunan mereka bercorak Hindu. Atap tertinggi yang berbentuk limasan ditambah hiasan mahkota pada puncaknya. Ornamen-ornamen di bawah dinding gedung secara kuat bercirikan ornament masa Hindu Indonesia. Arjuna. Di masa perkembangan Islam. iman. mirip dengan candi dimana bermaknakan bhurloka. Kini. Ia menciptakan cerita semisal Jamus Kalimasada. Selaku pengimbang. Pengaruh arsitektur Hindu pun terjadi pada bangunan yang lebih kontemporer semisal Gedung Sate yang terletak di Kota Bandung. dan kisah perang Baratayudha. Tokoh-tokoh wayang yang kini terkenal adalah Pandawa Lima (Yudhistira. Ciri lainnya adalah bentuk atap yang mengecil dengan kemiringan lebih tegak ketimbang atap di bawahnya. menara yang terletak di puncak atas gedung yang mirip dengan menara masjid Kudus atau tumpak yang ada di bangunan suci Hindu di daerah Bali. atapun Bagong. Tokoh-tokoh wayang di atas memainkan peran sentral dalam kesenian wayang Indonesia. bhuvarloka. bangunan tersuci di pura Hindu. tiga makna tersebut kemudian ditransfer kearah aqidah Islam menjadi islam. Ia digunakan sebagai basis pengajaran agama dan budaya. Gerber. punakawan kerap mampu menaklukan para tokoh yang berasal dari kesustareraan Hindu. Gedung Sate didirikan tahun 1920-1924 dengan arsiteknya Ir. wayang diakui sebagai budaya asli Indonesia dengan segala variannya. Mahabarata. wayang kerap digunakan Sunan Kalijaga guna menyebarkan Islam. Nuansa arsitektur Hindu pada masjid yang didirikan tahun 1466 M misalnya tampak pada atap limas yang bersusun tiga (meru). Gareng. Ini merupakan upaya dari orang Indonesia untuk terus berada dalam posisi dominan terhadap budaya "luar". Petruk. Hipotesis kedua menyatakan bahwa penempatan arsitektur Hindu diakibatkan para arsitek dan tukang yang membangun masjid menguasai gaya bangunan Hindu. Sinta).

Sisa peninggalah Hindu kini paling jelas terlihat di Bali dan sebagian masyarakat Tengger di Jawa Timur. Ia menceritakan pertempuran antara kebaikan melawan kejahatan. dan bakti terhadap orang tua serta Negara. melainkan juga meliputi bentuk rumah.Cerita-cerita yang terkandung di dalam kesusasteraan India di atas memiliki nilai moralitas tinggi. Yang dimaksud dengan kebudayaan bukan hanya meliputi upacara agama dan kesenian saja. Beberapa contoh yang menunjukkan terjadinya percampuran kebudayaan Hindu-Buddha dengan . Tradisi sastra Hindu ini justru memperkaya khasanah cerita wayang lokal Indonesia di antaranya dengan menghadirkan tokoh-tokoh serta alur cerita yang sangat variatif. Di Bali. budaya dan agama Hindu-Buddha tidak menggantikan kebudayaan Indonesia. oleh: oxlay • • • • More About : pengaruh kebudayaan hindu-budha Percampuran keb Belum dinilai Kunjungan : 73 kata:600 /sort-popular/humanities/history/ ª Dalam penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. seni ukir. kelemahan-kelemahan manusia. susunan masyarakat. adat kebiasaan. dan sebagainya. seni rupa dan tari masih kental nuansa pengaruh peradaban Hindu. seni bangunan. melainkan terjadi percampuran antara kebudayaan Hindu serta Buddha dengan kebudayaan Indonesia. Bali bahkan menjadi semacam daerah konservasi pengaruh Hindu yang pernah berkembang di kepulauan nusantara. bahasa rakyat sehari-hari. cara berpakaian.

shvoong. Sumber: http://id. yaitu bangunan suci nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman Megalitikum. perahu-perahu Indonesia. seperti rumah-rumah panggung burung merpati. Di Indonesia untuk kepentingan penganut agama Buddha didirikan candi Buddha. Permainan wayang adalah kebudayaan Indonesia. tetapi suasananya. seperti pada candi Borobudur.kebudayaan Indonesia.com/humanities/history/2173873-percampuran-kebudayaanindonesia-dengan-kebudayaan/#ixzz1TwdNkzSt oleh: oxlay • • • • More About : pengaruh kebudayaan hindu-budha Percampuran keb Belum dinilai Kunjungan : 73 kata:600 /sort-popular/humanities/history/ ª . yang memakai stupa. adalah: a. Di India ada bangunan yang berbentuk setengah bundaran bola. Candi Borobudur bentuknya tidak seperti stupa di India. gambar babi. seperti keadaan alamnya. yang disebut stupa yaitu bangunan tempat menguburkan abu jenazah Buddha. permainan wayang mementaskan cerita-cerita India yang bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. yaitu yang merupakan kebiasaan nenek moyang bangsa Indonesia. cara berpakaian orang-orangnya tidak seperti keadaan di India. Candi di India ialah tempat memuja dewa-dewa. rumah-rumahnya. b. kuburan raja. Di dalamnya ada arca dewa yang dipuja. tetapi berbentuk pundek berundak. dan lain sebagainya. tetapi candi di Indonesia merupakan makam. Jadi candi di Indonesia merupakan tempat pemujaan nenek moyang. Setelah masuk pengaruh kebudayaan Hindu. yang menjadi pujaan raja itu. c. Di atas kuburan itu ditempatkan arca raja yang meninggal dengan bentuk dan pakaian kebesaran dewa. Mahabharata menceritakan pertentangan antara keluarga Pandawa dan Kurawa dan Perang Baratayudha di medan perang Kurusetra. d. Adanya candi di Indonesia adalah pengaruh kebudayaan India. Gambar pahatan (relief) pada dinding-dinding candi Borobudur menggambarkan riwayat Sidharta Gautama. melainkan gambar keadaan di Indonesia.

perahu-perahu Indonesia. melainkan gambar keadaan di Indonesia. d. Di India ada bangunan yang berbentuk setengah bundaran bola. dan lain sebagainya. Beberapa contoh yang menunjukkan terjadinya percampuran kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan Indonesia. seperti rumah-rumah panggung burung merpati. dan sebagainya. b. tetapi suasananya. yang menjadi pujaan raja itu. melainkan terjadi percampuran antara kebudayaan Hindu serta Buddha dengan kebudayaan Indonesia. Candi di India ialah tempat memuja dewa-dewa. Yang dimaksud dengan kebudayaan bukan hanya meliputi upacara agama dan kesenian saja. adalah: a. tetapi candi di Indonesia merupakan makam. yaitu bangunan suci nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman Megalitikum. Permainan wayang adalah kebudayaan Indonesia. permainan wayang mementaskan cerita-cerita India yang bersumber pada cerita Mahabharata dan Ramayana. Setelah masuk pengaruh kebudayaan Hindu. kuburan raja. c. yang disebut stupa yaitu bangunan tempat menguburkan abu jenazah Buddha. bahasa rakyat sehari-hari. susunan masyarakat. seperti keadaan alamnya. tetapi berbentuk pundek berundak. Gambar pahatan (relief) pada dinding-dinding candi Borobudur menggambarkan riwayat Sidharta Gautama. Candi Borobudur bentuknya tidak seperti stupa di India. yang memakai stupa. Jadi candi di Indonesia merupakan tempat pemujaan nenek moyang. seperti pada candi Borobudur. gambar babi.Dalam penyebaran kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. yaitu yang merupakan kebiasaan nenek moyang bangsa Indonesia. Adanya candi di Indonesia adalah pengaruh kebudayaan India. adat kebiasaan. cara berpakaian. rumah-rumahnya. cara berpakaian orang-orangnya tidak seperti keadaan di India. Di atas kuburan itu ditempatkan arca raja yang meninggal dengan bentuk dan pakaian kebesaran dewa. . Di Indonesia untuk kepentingan penganut agama Buddha didirikan candi Buddha. budaya dan agama Hindu-Buddha tidak menggantikan kebudayaan Indonesia. melainkan juga meliputi bentuk rumah. Mahabharata menceritakan pertentangan antara keluarga Pandawa dan Kurawa dan Perang Baratayudha di medan perang Kurusetra. Di dalamnya ada arca dewa yang dipuja.

com/humanities/history/2173873-percampuran-kebudayaanindonesia-dengan-kebudayaan/#ixzz1TwdNkzSt .shvoong.Sumber: http://id.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->