Abdurahman Al-Ghofiki (Gubernur Andalusia) Sesudah khalifah Umar bin Abdul Aziz membersihkan tangannya usai menghadiri pemakaman

putra pamannya yakni khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, beliau mengadakan pergantian para gubernur dan pejabat secara besar-besaran. Di antara pejabat baru yang dilantik adalah As-Samah bin Malik Al-Khaulani yang bertanggung jawab atas seluruh Andalusia (sekarang Spanyol) dan beberapa kota yang telah ditaklukkan di Prancis. Gubernur ini segera menepati tempat dinasnya di Spanyol. Kemudian mengamati situasi dan mencari sahabat-sahabat baik yang bisa membantunya. Yang pertama kali beliau tanyakan adalah, ³Masih adakah generasi tabi¶in senior di sini?´ orang-orang menjawab, ³Masih, di sini masih ada seorang tabi¶in utama bernama Abdurrahman Al-Ghafiqi.´ Lalu mereka memuji ilmu dan keahlian tabi¶in tersebut tentang hadits-hadits nabi, perannya dalam jihad, kerinduannya akan syahadah fi sabilillah dan zuhudnya terhadap kesenangan duniawi. Beliau juga berguru terhadap sahabat utama, Abdullah bin Umar bin Khathab yang ilmu dan perilakunya sangat mirip dengan ayahnya. Gubernur As-Samah bin Malik segera mengundang Abdurrahman Al-Ghafiqi. Kedatangan tokoh tabi¶in tersebut disambut dengan penuh hormat, kemudian keduanya duduk berdampingan selama beberapa jam, berdialog tentang masalah-masalah umat dan negara. Tampaklah dari pembicaraan tersebut betapa ilmu dan kemuliaan Abdurrahman Al-Ghafiqi jauh lebih bagus dari kabar yang didengarnya dari orang-orang. Pembicaraan terakhir dengan tawaran As-Samah bin Malik kepada Abdurrahman Al-Ghafiqi agar sudi membantunya dalam jajaran pemerintahan. Hanya saja tabi¶in tersebut menolak dan berkata, ³Wahai gubernur, saya adalah rakyat biasa yang datang kemari sebagai prajurit yang menjaga perbatasan dan ancaman dari musuhmusuh Islam. Saya telah bernadzar pada diri saya sendiri untuk mencari ridha Allah dari memanggul senjata untuk meninggikan

kalimat Allah di muka bumi. Tapi insya Allah akan selalu di belakang Anda selama Anda tetapi menegakkan kebenaran. Saya akan senantiasa patuh kepada Anda selagi Anda taat kepada Allah dan rasul-Nya. Oleh karena itu, rasanya tidak perlu saya menduduki sebagai pejabat.´ Beberapa lama kemudian, As-Samah bin Malik Al-Khaulani merencanakan penyerbuan ke Prancis untuk menggabungkannya dengan wilayah kedaulatan Islam yang besar. Di samping wilayah ini efektif menjadi jalan masuk untuk menembus negara-negara Balkan yang luas, kemudian terus Konstantinopel untuk mewujudkan apa yang telah dikabarkan Rasulullah saw. Target pertama adalah merebut kota Narbonne, kota terbesar yang terdekat dengan Spanyol. Dari lereng pegunungan Pyrenees kaum muslimin menuju kota Narbonne yang berdiri kokoh laksana gunung kokoh tak tergoyongkan. Kota ini merupakan kunci pembuka daratan Prancis yang luas dan orang-orang menjadikannya sebagai kota impian. Mulailah pasukan As-Samah Malik Al-Khaulani mengepung Narbonne. Seperti biasa penduduk terlebih dahulu diberi opsi, memeluk Islam atau membayar jizyah. Namun mereka tidak menerima kedua-duanya. Tak dapat dielakkan, peperangan meletus. Pasukan Islam menggempur bertubi-tubi dengan manjanik. Kota tua yang kokoh itu akhirnya menyerah selama empat pekan bertahan dalam pertempuran dahsyat yang belum pernah disaksikan oleh Eropa. Target berikutnya adalah Toulouse, ibu kota Oktania. Tanpa membuang-buang waktu, pasukan Islam segera memasang semaca ranjau-ranjau di berbagai tempat, kemudian memulai serangan dengan senjata-senjata yang tidak dikenal di Eropa. Nyaris saja kota ini menyerah, hanya saja terjadi peristiwa yang tidak pernah terduga sebelumnya. Mari kita ikuti bagaimana seorang orientalis Prancis bernama Rhino menggambarkan perang besar tersebut:

yaitu menguasai Prancis. terbayang oleh orang seakan-akan gunung tengah berhadapan dengan gunung. Jika pasukan itu ibarat kafilah yang hampir mati kehausan di tengah sahara. Jatuhlah mental juang mereka. Tak berlebihan kiranya jika pertempuran Taoulose menorehkan luka pertama yang teramat pedih pada diri pasukan Islam sejak menginjakkan kakinya di benua Eropa. serta menjadikan lautan putih tengah sebagai lautan Islam dan mengganti lautan Romawi menjadi laut Syam. Jumlah pasukan begitu besar. Beliau yakin bahwa umat Islam tak . Tatkala dua kubu telah berhadap-hadapan. bergerak dengan tangkas ke sayap kanan dan sayap kiri tanpa mengenal lelah. Dia menyebar utusan-utsan ke seluruh negeri. yaitu Abdurrahman Al-Ghafiqi. Dengan jabatan tersebut beliau mendapatkan otonomi untuk mengatur strategi yang dikehendakinya. gemuruh suara para tentara dan lengkapnya senjata perang belum pernah dilihat dunia sebelum itu. Mereka bergerak ke Spanyol dengan tekad kelak akan menebus kekalahannya. tak satu negeri pun melainkan mengirimkan pasukan khususnya lengkap dengan persenjataan yang menjadi andalan mereka. mengembalikan kepercayaan diri. Kini beliau diangkat sebagai pemimpin seluruh Spanyol dan daerah-daerah Prancis yang sudah berhasil dikuasai. Italia. pasukan Islam bergerak mundur tanpa mengalami banyak kerugian. lalu barisan mulai kocar-kacir. lantaran banyaknya kaki yang menginjaknya. Hingga debu-debu terbang menutupi kota Rhone dari sinar Matahari. bijaksana lagi pemberani. menempa tekad para prajurit. Dia memprovokasi rajaraja Eropa dengan cara memperingatkan bahaya ekspansi Islam yang akan merambat ke wilayah mereka juga. Ketika itu. Beliau menjadi tumpuan para prajurit muslimin untuk memulihkan kekuatan dan membimbing mereka menjauhi banyaknya korban yang berjatuhan. Hal yang diyakini Abdurrahman Al-Ghafiqi adalah bahwa untuk menyongsong perang besar itu memerlukan pembenahan dan pembersihan jiwa prajuritnya. Semua ditujukan untuk melanjutkan obsesi tokohtokoh muslimin Spanyol sejak zaman Musa bin Nushair hingga AsSamah bin Malik. Perang sengit tak terelakkan lagi. perang besar Toulouse telah melahirkan panglima baru yang tangkas dan berhasil menyelamatkan pasukan Islam dari timbulnya banyaknya korban. kehormatan dan kekuatan mereka. Beliau segera membenahi pasukan Islam. Dia dijuluki Dzaama. Di bawah komando panglima baru ini.Kejayaan di pihak pasukan Islam sudah diambang pintu. As-Samah bin Malik selalu di garis depan. raja Octania bertolak ke Eropa untuk mencari bala bantuan. Jerman hingga Konstantinopel. Keputusan itu bukanlah tindakan konyol. Beliau memerintahkan agar seluruh prajurit melakukan bai¶at kepada Abdurrahman Al-Ghafiqi. Kabar kekalahan pasukan Islam tersebut akhirnya sampai ke telinga khalifah di Damaskus dan menumbuhkan tekad yang membara untuk membalas gugurnya gubernur As-Samah bin Malik Al-Khaulani. Maka robohlah panglima yang perkasa itu dan syahid. maka Abdurrahman AlGhafiqi adalah orang yang menyuguhkan minum kepada mereka. goncanglah pasukan Islam. tegas. Mereka bergerak mundur dan hampir dapat dipastikan bahwa pasukan Eropa berhasil menghancurkan mereka kalau saja pada saat yang kritis itu tidak tampil sosok yang cerdas dan tangguh yang selama ini disegani Eropa. Pemimpin baru Abdurrahman Al-Ghafiqi tidak membuang-buang waktu. Begitu mengetahui panglimanya gugur. Demikianlah. jujur. Kehadiran Abdurrahman AlGhafiqi menjadi penawar luka tersebut dan dengan tangannya yang penuh kasih di merawat mereka sepenuh perhatian. Sehingga kaum wanita dan anak-anak mereka sebagai tawanan. bersih. Pada saat itulah anak panah meluncur mengenai dirinya. Hasilnya. karena Abdurrahman AlGhafiqi memang seorang yang tangkas.

Kemudian memeriksa para pejabatnya satu demi satu dan memecat para pejabat yagn terbukti berkhianat atau menyeleweng. latihan-latihan diselenggarakan. Selanjutnya. Sejak memegang kendali kekuasana beliau juga sibut mempersiakan berbagai sarana dan prasarana penting. Beliau meneliti gereja-gereja yang dirampas dan mengembalikannya kepada yang berhak. Jembatan itu melintasi sungan besar yang bisa dimanfaatkan untuk lalu lintas dan menjaga negeri itu dari bahaya banjir. Setiap kali memasuki suatu daerah. kemudian berkhutbah untuk memompa semangant jihad dan membangkitkan kerinduan mereka akan syahadah dan merdhatillah. Beliau memperhatikan dan mencatat pandangan dan usul-usul mereka. Lalu menggantinya dengan orang-orang yang dapat dipercaya kemampuan dan keahliannya. Beliau lebih banyak mendengarkan tanggapan dalam pertemuan-pertemuan itu daripada berbicara. menghancurkan bangunan-bangunan baru yang didirikan dari hasil suap. Abdurrahman bertanya. Sesungguhnya panglima besar Anda. Barangsiapa merasa teraniaya. Setiap kali Abdurrahman mengunjungi masih-masing wilaya tak lupa beliau mengadakan pertemuan dengan para pimpinan angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh masyarakat. Padahal negeri ini mempunyai persenjataan dan pertahanan yang kuat. Abdurrahman Al-Ghafiqi pernah mengundang seorang dzimmi keturunan Prancis yang terikat perjanjian. Tak jarang dia bertanya sampai mendetail hal ihwal negeri dan pemimpin mereka. ³Masalah ini sudah saya pikirkan secara mendalam dan saya mengira untuk saat ini kita tidak perlu . waha maha raja? Kami mendengar tentang kaum muslimin dan mengira mereka akan datang dari arah timur. hendaknya melapor langsung kepada gubernur. tak peduli gugatan itu ditujukan kepada pejabat atas. Pertemuan serupa juga digelar untuk para pemuka dzimmi yang terikat perjanjian dengan muslimin. Bertolak dari sini. Di antara isi perbincangan tersebut adalah sebagai berikut. Ditindaknya orang-0rang yang berlaku aniaya dan dikembalikan orang-orang yang lemah. ibu kota Spanyol. lebar 20 ba¶ dengan 18 pintu air dan 19 pilar. Maka raja-raja kecil dan para rahib itu menghadap raja kami dan berkata. Anda berahk kami pecayai dan kami akan menjawab dengan jujur segala yang Anda tanyakan. beliau menyeru kaumnya untuk melakukan shalat berjama¶ah. Maklumat ini ditujukan kepada seluruh rakyat tanpa membeda-bedakan yang muslim maupan non muslim.akan berhasil mewujudkan cita-citanya untuk meraih kemenangan jika rapuh kondisi ruhnya. ³Kehinaan apa yang menimpa kita. bahkan para hakim sekalipun. Anda telah menepati janji-janji kepada kami. Satu diantara jembatan bersejarah yang bisa disaksikan hingga kini adalah yang dibangun di Cordova. Musa bin Nushair telah berhasil menguasai seluruh Spanyol. Kini mereka mulai merayap di gungung-gunung yang membatasi negeri Spanyol dengan negeri kita. tinggi 60 ba¶. Panjangnya mencapai 800 ba¶ (satu ba¶ sepanjang dua kali tangan). Jembatan itu merupakan salah satu keajaiban dunia. Abdurrahman Al-Ghafiqi memeriksa dan menanggapi seluruh pengaduan tersebut. Abdurrahman Al-Ghafiqi tidak hanya pintar berbicara. ³Mengapa raja kalian. namun ternyata mereka muncul dari arah barat dan langsung menguasai Spanyol.´ Kemudian maha raja berkata. benteng-benteng yang rusak dibenahi dan jembatan-jembatan dibangun. Kemudian dia ingin melintasi pengunungan pyrenees yang memisahkan Spanyol dengan negeri kami yang indah. Senjata-senjata diproduksi. hingga kini menjadi kebanggaan bangsa Spanyol. Abdurrahman Al-Ghafiqi berkeliling ke seluruh pelosok Andalusia dan mengumumkan bahwa pemerintah telah membuka semacam kotak pengaduan bagi rakyat. Sebenarnya jumlah mereka kecil. Syarl tidak turun untuk membantu raja-raja lainnya yang berperang dengan kami?´ Dzimmi itu menjawab. persenjataan sedikit dan kebanyak tidak memiliki pakaian perang yang bisa melindungi tubuh dari sabetan pedang atau kuda-kuda gagah untuk ditunggangi di medan perang. ³Wahai gubernur. pejabat daerah.

ternyata pilihan Abdurrahman Al-Ghafiqi keliru. maka tidak ada keharusan bagi para prajurit Islam untuk mematuhinya. Dua tahun penuh Abdurrahman Al-Ghafiqi memperiapkan diri untuk menyongsong perang besar itu. Dala dirinya terkumpul kecantikan. Mereka orang-orang bermental baja. Utsman bin Abin Nus¶ah adalah orang yang ambisius tetapi berwatak lemah. Dia benar-benar tak sanggup mengkhianati janjinya terhadap ayah mertuanya sebelum habis masanya. Segera setelah itu. tapi kemudian dia membujuk agar Abdurrahman Al-Ghafiqi membatalkan perintahnya. beliau juga meminta bantuan kepada para pemimpin Islam di Afrika untuk mengirim prajurit-prajurit mereka yang memiliki nyali jihad dan rindu syahid. Putri itu mengusulkan agar Utsman bin Abi Nus¶ah mengadakan perjanjian damai dengan Duke Octania disertai jaminan bahwa ayah Minan itu aman dari prajurit Islam. Akan tetapi. Beliau membentuk kesatuankesatuan prajurit dan tak henti-hentinya membakar gelora jihad mereka. sedih rasanya mendengar berita itu. Dia bahkan menculik putri Duke Octania bernama Minin. Begitulah. Namun sayang. Melalui utusan. rasa bimbang menylimuti hati Ibnu Abin Nus¶ah. mereka pasti akan berebut kekuasaan. lau membangun rumah dan gedung-gedung serta melipat gandakan jumlah budak laki-laki dan perempuan dan lihatlah. Pada saat itu kita bisa menaklukkan mereka dengan mudah tanpa banyak pengorbanan«´ Tersentaklah Abdurrahman Al-Ghafiqi. Bukan main berangnya Abdurrahman Al-Ghafiqi begitu mengetahui duduk perkaranya.menghadapi mereka secara langsung. Sekarang laksanakan perintahku segera. Dia menghela nafas dalam-dalam kemudian membubarkan majelis seiring dengan masuknya waktu shalat. usia beliau dan kekayaan sebagai penghuni istana. Oleh karen itu. Selain itu. Tak heran bila Utsman bin Abin Nus¶ah akhirnya tergila-gila padanya dan memberikan perhatian berlebih dibanding kepada seorang istri. namun Utsman bin Abin Nus¶ah berhasil meloloskan diri dari . lebih baik kita membiarkan mereka. bagaimana gelombang besar yang menyapu penghalang dan mencampakkannya kemana dia suka. tatkala tiba perintah Abdurrahman Al-Ghafiqi untuk menyerbu wilayah kekuasaan Duke Octania. Al-Ghafiqi mengirimkan pasukan khususnya yang tangguh di bawah komando Mujahid untuk membawa Utsman bin Abin Nus¶ah hidup atau mati. Serangan dilakukan secara mendadak. Dia tak tahu harus berbuat apa. beliau berpesan kepada Utsman bin Abin Nus¶ah. Di samping itu. Dia bersegera mengirim utusan kepada ayah mertuanya untuk memberitahukan apa yang terjadi dan memperingatkan agar waspada terhadap pasukan kaum muslimin. Setelah itu. ³Perjanjian yang Anda lakukan tanpa seizin pemimpin adalah tidak sah. Operasi itu nyaris berhasil. kaum muslimin terus menumpuk harta dan ghanimah. pakaian perang ataupun kuda. Jarak yang jauh dari pemimpinnya membuka peluang baginya untuk melakukan langkah-langkah yang bisa mengangkat namanya tanpa memperhatikan persoalan lainnya. mata-mata Abdurrahman Al-Ghafiqi yang selalu mengawasi gerak-geriknya mengetahui hal itu dan melaporkan hubungan Utsman bin Abin Nus¶ah dengan musuh kepada Abdurrahman Al-Ghafiqi. kebangsawanan. mereka adalah kaum yang memiliki akidah yang kokoh sehingga tak menghiraukan jumlah dan senjata. Mereka punya iman dan kejujuran yang jauh lebih berharga dibandingkan senjata. seorang putri yang amat jelita. seranglah musuh sekarang juga!´ Ibnu Abi Nus¶ah merasa putus asa karena gagal melunakkan sikap gubernurnya. beliau mengutus Utsman bin Abi Nus¶ah amir penjaga perbatasan untuk menyibukkan musuh dengan serangan-serangan sporadis sambil menunggu pasukan inti yang dimpimpin oleh Abdurrahman Al-Ghafiqi tiba di medan perang.

Mereka disertai pula oleh orang-orang Barbar yang bangga akan . menggulung segala sesuatu laksana badai. Wanita itu memang cantik luar biasa.«semua berkumpul di bawah satu panji. dan yakin bahwa pasukannya tak akan menemukan kesulitan. Dia tewas karena banyaknya tusukan tombak dan sabetan pedang yang melukai tubuhnya. berdiri di atas terjalnya bebatuan di Makkah. Najd. Abdurrahman Ra¶fat Basya. terj. 2009). ada yang dari suku Arab Barbar. Abdurrahman Al-Ghafiqi (Panglima Perang di Balath Syuhada) Seorang sastrawan Inggris. Qibti. semangatnya bergelora seperti api dan rasa persaudaraannya begitu mengagumkan. disatukan oleh panglima yang agung. Diadaptasi dari Dr. Selanjutnya dia dikirim ke Damaskus untuk diserahkan kepada khalifah. 326-338. Abdurrahman Al-Ghafiqi segera memalingkan wajahnya. apa yang Anda katakan tidak jauh dari kenyataan. Shuwaru min Hayati at-Tabi¶in. Dalam jiwa pemimpin dan yang dipimpin tertanam tekad yang bulat untuk berjuang. demikian pula dengan Minim. atau Mereka Adalah Para Tabi¶in. Dia lari ke gunung diserta beberapa orang. Melintasi sahara dengan kaki talanjang dengan penuh iman. tak membeda-bedakan sesama manusia. hlm. Tartar. Mereka optimis akan kekuatannya yang tak terkalahkan. Allah telah membangkitkan mereka dan membimbing mereka untuk mendatangi kalian dari Syam. Yaman dan pelosokpelosok jazirah Arab. Akhirnya. Prajurit yang dipimpin oleh para mujahidin itu memang ingin membebaskan nenek moyang Anda dari kegelapan jahiliyah. Optimis bahwa setiap langkah akan diikuti oleh kemenangan. Mereka terus maju dan maju hingga dunia Barat takluk pada dunia Timur. Kekuatannya tangguh. Mereka terus mengejar dan akhirnya berhasil menyudutkan pengkhianat itu di suatu tempat. Orang-orang dari kutub yang penuh dengan pegunungan es yang dingin membeku datang jauh-jauh untuk melaksanakan haji. berjalan di gurun pasir yang panas di Arab. Ikut serta dalam pasukan tersebut orang-orang Arab yang perkasa. Hal itu tidak membuat pasukan Islam patah arang. seperti yang Anda sebutkan. menuliskan tentang pasukan Islam yang menyerbu daratan Eropa setelah menguasai Andalusia. Persia. Khayalannya pun tidak meleset. Utsman bin Abin Nus¶ah mempertahankan diri habi-habisn. tertunduk menghormati nama Muhammad saw. Romawi. Abu Umar Abdillah (Pustaka At-Tibyan. Hijaz.´ Memang. Mayatnya segera dikirm kepada Abdurrahman Al-Ghafiqi bersama istrinya. dia berkata: ³Banyaknya pasukan tidak terhitung jumlahnya.kepungan. istri cantiknya yang tak lagi bisa dipisahkan darinya. Begitu melihat Minim. Southy. Maka tamatlah riwayat wanita Prancis itu di istana Umayah di Damaskus.

Dugaan Duke Octania tepat. Tepat sekali. mengejutkan Duke Octania. yang bebas dari perbudakan dan belenggu yang mencekik leher. memang pasukan pimpinan Abdurrahman Al-Ghafiqi maupun para penghulunnya datang untuk melepaskan nenek moyang kalian dari belenggu jahiliyah. Dengannya cahaya Islam akan menyinari dataran dan lembah kalian. pencipta alam semesta. pembelot menurutmu. menyerbu dari Spanyol utara bagai gelombang pasang dan turun ke wilayah Prancis selatan dari pegunungan Pyerenees laksana air bah. setelah gubernur As-Samah bin Malik AlKhaulani gugur di Toulouse dan kekuatan muslimin melemah. menyapu bagaikan air bah. Pertempuran terus merambat ke dalam kota. Pedang-pedang berkelebat membabat kiri-kanan. Sekarang marilah kita ikuti akhir perjalanan pasukan Islam dan panglimanya yang agung. disambut oleh pasukan besar yang disiapkan oleh Duke Octania untuk menghambat gerak maju pasukan Islam. memang mereka membelot dari kezhaliman dan kegelapan menuju cahaya terangnya langit dan bumi dan menerima hidayah menuju agama yang suci. Prajuritnya mencapai 100 ribu orang dan setiap batalyonnya didampingi oleh prajurit-prajurit pilihan yang bertubuh tinggi besar. Sehingga dia masih menyimpang potensi bersiap-siap menyongsong pertempuran selanjutnya. Mereka berhasil menggoyahkan dan memporak-porankan barisan musuh. dan Ajam (non-Arab). Namun ternyata. Pertimbangannya adalah karena kota ini terikat perjanjian damai dengan muslimin dan telah menyetujui kewajiban membayar jizyah. Sehingga umat manusia seluruhnya tunduk kepada Allah. raja Andalusia dahulu. Pasukan pertama yang dikerahkan Abdurrahman Al-Ghafiqi adalah pasukan khusus yang lebih mencintai mati daripada kecintaan musuh terhadap kehidupan. Tapi mereka bersatu dalam Islam. Dia takut kepalanya akan dipenggal kemudian ditaruh di atas talam dan diarak keliling kota seperti Loderik. tak peduli siang atau malam. Namun sayang. Cepat atau lambat singa Islam. mereka melanggar perjanjian dan menolak membayar jizyah. sebab . Juga orang-orang Persia. Prajurit Islam masuk melalui kota Arles yang terletak di tepi sungai Rhone. mataharinya memancar di setiap rumah kalian dan keadilan tegak di antara rakyat dan penguasa kalian. Abdurrahman Al-Ghafiqi akan menyerbu kapan saja. Hanya saja bayangbayang buruk selalu menghantuinya. Arab. yang turun dari pegunungan Atlas. Minin. jalan yang lurus. kembali suci seperti saat dilahirkan ibunya. Kaisar Duke Octania segera mempersiapkan diri untuk mempertahankan setiap jengkal wilayahnya.keislamannya. Kemudian orang-orang Qibti. Perang besar tak terelakkan lagi. yang telah terlepas dari belenggu paganisme kaisar-kaisarnya dan masuk ke dalam agama tauhid. Semangat mereka seperti yang engkau sebutkan adalah untuk memasukkan orang-orang Eropa ke dalam agama Allah sebagaimana orang-orang di belahan bumi bagian Timur dan Afrika. Tak ketinggalan pula orang-orang Romawi. Dua kekuatan berhadapan. Mereka bertekad mengorbankan nyawa mereka yang berharga untuk membimbing kalian ke jalan Allah dan menyelamatkan kalian dari api neraka. Dia sadar bahwa genderang perang telah ditabuh. Nikmat Allah menjadikan mereka bersaudara. hitam. Kedatangan Abdurrahman Al-Ghafiqi dan pasukannya di perbatasan Azil. beralih kepada kehidupan yang bebas merderka di bawah panji Islam. Pasukan Islam mendapatkan hasil ghanimah di luar perhitungan. tiba-tiba Abdurrahman Al-Ghafiqi benar-benar datang bersama pasukan yang luar biasa besarnya. Abdurrahman Al-Ghafiqi. Di antara mereka ada yang berkulit putih. Dia khawatir akan menjadi tawanan kaum muslimin seperti putrinya yang kini dikirim ke Syam. Kabar tewasnya Utsman bin Abi Nus¶ah dan nasib putrinya yang jelita. Duke Octania berhasil meloloskan diri dari medan beserta sisa-sisa pasukannya.

diharapkan partisipasinya untuk membendung arus timur yang deras itu. punggung-punggung mereka terlalu berat memikul hasil ghanimah yang melimpah ruah. Maka dunia Barat terbuka akan bahaya besar yang menghadang mereka. Eropa bangkit menyambut seruan itu. Mereka bersatu padu di bawah komanda Karel Martel. Abdurrahman Al-Ghafiqi menyeberangi sungai Garonne. Satu demi satu kota-kota Octania dapat direbut melalui pasukan kavelerinya. Pertempuran itu dikenal dengan nama Balath syuhada. batu-batu. Tapi yang lebih penting adalah jatuhnya Bordoeaux merupakan kunci pembuka kota-kota penting di Prancis lainnya. Beliau mengkhawatirkan kondisi pasukan. tidak sedikit yang tertawan dan ada pula yang lari dari medan perang. Perang dahsyat antara kedua pasukan itu tidak hanya tercatat dalam sejarah Islam dan Barat saja. kayu. Dalam waktu yang bersamaan. kota besar ini dapat direbut oleh pasukan Islam seperti kota-kota lainnya. Bila tak mampu membendung dengan pedang. karena banyaknya prajurit Islam yang syahid. Perang untuk memperebutkan Bordeaux tak kalah serunya dengan peperangan yang telah lalu. Setiap orang. Duke Octania kembali lolos meninggalkan pasukannya yang kocar-kacir. Besancon dan Sens sehingga posisi pasukan Islam saat itu tinggal seratus mil saja dari Prancis. Orang-orang berdatangan dari dari segala penjuru dengan membawa apa saja yang bisa digunakan. Namun kali ini pun pasukan Islam mampu mengatasinya. Anjuran partisipasi menggaung di seluruh penjuru Eropa. Para panglima musuh gugur sebagaimana teman-teman yang telah mandahului mereka. Abdurrahman AlGhafiqi menyaksikan itu dengan sedih dan khawatir. Kemenangan demi kemenangan mereka raih. Dunia Eropa tersentak mendapati bahwa Prancis Selatan telah takluk di tangan Abdurrahman Al-Ghafiqi dalam waktu beberapa bulan saja. melainkan juga dalam sejarah umat manusia. Mereka siap berkorban nyawa untuk merebut kota ini. mampu atau tidak. Prajurit Islam mengepung melingkar layaknya kekang kuda yang melingkari leher kuda. Ghanimah makin menumpuk hingga mencapai jumlah yang belum pernah dijumpai sebelumnya. Tapi dengan perjuangan yang tak kenal lelah. . kota terbesar di Prancis pada waktu itu sekaligus merupakan ibukota Octania. Sistem pertahanannya tentu lebih kokoh. Akhir bulan Sya¶ban 104 H Abdurrahman Al-Ghafiqi bersama pasukannya yang gagah perkasa memasuki kota Poiters. seperti Lyon. Mereka menghajar dan meluluh lantakkan pasukannya. Namun sayang. Kota ini bangga dengan gereja-gereja besarnya yang terindah di seluruh Eropa dan berisi penuh kekayaan yang tak ternilai harganya.dia sadar bahwa pertempuran di Arles baru awal dari suatu perang yang panjang. Dan benar. duri dan pedang. Mereka disambut oleh pasukan besar Eropa yang dipimpin oleh Karel Martel. sebelah mata memandang musuh dan sebelah lagi melirik harta-harta ghanimah. Duke Octania berusaha membendung pasukan Islam untuk kedua kalinya dengan mempersiapkan suatu pertempuran besar. kota Prancis padat penduduknya dan menyimpan bangunanbangunan tua yang indah. Banyak sekali harta ghanimah yang diperoleh dalam perang ini. seperti daun-daun yang berguguran diterpa angin. pasukan muslim telah tiba di Tours. Banyak yang gugur. Bagaimana bisa tenang sementara hati dan pikiran para prajuritnya mulai beralih kepada harta benda itu? Di saat-saat menentukan justru jiwa mereka terbagi. Bersama pasukannya. Bila senjata habis hendaknya jalanan ditutup dengan tubuh mereka. hendaknya menahan dengan dadanya. Tours jatuh di depan mata dan pendengaran Karel Martel. Target serangan berikutnya adalah Bordeaux. Ketika pasukan Islam benar-benar dalam puncak kejayaan yang gemilang.

sekelompok prajurit Barat menyerang tempat penyimpanan harta ghanimah dan menguasai hampir seluruhnya dengan mudah. Tak ada yang mampu menghentikan keganasan mereka selain malam yang mulai merayap. Sebagian besar dari mereka mundur ke belakang untuk menyelamatkan harta ghanimah tersebut hingga merusak pertahanan barisan depan. sedangkan musuh kian bersemangat merangsak ke depan. tak ada yang kuasa merubah atau menggantinya. Dia mengira bahwa gerakan mundur pasukan Islam disengaja untuk memancing mereka ke luar medan terbuka. Seandainya tak terhalang oleh gelapnya malam. Begitulah. Perang berlangsung hingga tujuh hari berturut-turut dengan dahsyat. Maka beliau memutuskan agar pasukan Islam lebih dahulu menyerang. Kabar kekalahan di Balath Syuhada menjadi tamparan yang . Balath Syuhada menjadi peristiwa monumental dalam sejarah. bahkan kehilangan seorang pemimpin besar dan pahlawan yang tangguh bernama Abdurrahman Al-Ghafiqi. Di hari itu kaum muslimin telah menyia-nyiakan kesempatan emas yang terbuka lebar. Maka tak ada jalan lain kecuali beliau harus mengumpulkan seluruh ghanimah di dalam tenda-tenda yang difungsikan sebagai gudang. Akan halnya dengan pasukan Islam. Melihat hal itu. pertempuran kembali berkobar. sedikit demi sedikit barisan musuh mulai terkoyak. Harapan menangpun mulai terbayang. sambil terus menahan arus serangan dari depan dan menutupi celah-celah yang lemah. Masing-masing mengukur kekuatan lawan dan berpikir seribu kali untuk memilih saat yang tepat untuk menyerang. melihat panglimanya gugur. Maka terwujudlah syahid di medan perang yang didambakannya. Lalu diletakkan di belakang markas sebelum perang berkorbar. Tapi mereka sangsi apakah mereka bisa menerima keputusan itu dengan senang hati. Pertempuran berkecamuk sehari penuh dan belum terlihat tanda-tanda kemenangan pada salah satu pihak. Di saat itulah sebatang panah mengenai tubuhnya sehingga dia terjatuh dari kuda seperti seekor elang yang terjatuh dari puncak gunung. Sepertinya kemampuan mereka dapat diandalkan dan optimis untuk menang. Maka Karel Martel memilih untuk tetap di tempat dan merasa cukup dengan membendung kekuatan yang membahayakan itu. Laksana semburat cahaya fajar di pagi hari. Pagi harinya Karel Martel mendapati pasukan Islam sudah mundur dari medan perang Poiters. Abdurrahman Al-Ghafiqi melihat semangat pasukannya mulai menyala.Ingin sekali Abdurrahman Al-Ghafiqi menganjurkan pasukannya untuk melepaskan diri dari ghanimah yang bertumpuk-tumpuk itu. Waktu demi waktu berlalu. Padahal seandainya dia mengejarnya pastilah dia akan berhasil menghancurkan pasukan muslimin. Ia mengira itu merupakan strategi baru muslimin yang direncanakan malam sebelumnya. namun pertahanan Barat belum pula tergoyahkan. Dia bergerak cepat kesana kemari dengan kudanya yang perkasa. Beberapa hari suasana terasa tegang. Pada hari kedelapan. Pihak Barat bertahan seperti benteng yang kokoh. seperti dua gunung besar. Namun dalam waktu yang sama. Dengan gigih panglima besar Abdurrahman Al-Ghafiqi berusaha mencegah para prajuritnya surut ke belakang. Peristiwa itu laksana ulangan tragedi Uhud yang memilukan. Dua pasukan yang sama besarnya mengambil posisi berhadapan. pasukan Islam mulai goyah. Abdurrahman Al-Ghafiqi mulai menerobos pertahanan Barat dengan pasukannya laksana singa yang menerjang dengan ganas. mereka semakin berantakan. semuanya telah menjadi sunnatullah terhadap hambahamba-Nya. lalu menikmati kemenangan yang diraihnya. Pasukan Islam menyerang dengan gagah berani dan tekad yang kuat. niscaya mereka tak akan berhenti bertempur. Diam dan penuh selidik. Namun dia tidak berani mengejar. Memasuki hari kedua.

338-348. Tidak akan seburuk itu. Kita harus mengakui bahwa kaum muslimin adalah teladan tentang kemanusiaan yang sempurna di saat kita dahulu masih menjadi manusia Barbar yang ganas. memasuki setiap rumah Islam. Abu Umar Abdillah (Pustaka At-Tibyan. oleh pemimpin redaksi majalah ³Review Parlementer´ yaitu Henry de Syambon. tentu negara kita tidak perlu tenggelam dalam kegelapan kebodohan pada abad pertengahan. . Luka itu hingga kini masih terasa pedihnya. Benar. marilah kita simak komentar tentang kekalahan kaum muslimin di Balath Syuhada. Abdurrahman Ra¶fat Basya. dan akan tetap diingat selagi masih ada seorang muslim yang ada di permukaan bumi ini. atau Mereka Adalah Para Tabi¶in. yang jelas kita benar-benar berhutang budi pada kaum muslimin akan kemajuan ilmu. 2009). Shuwaru min Hayati at-Tabi¶in. selamat dari kekejaman badan-badan intelijen dan tidak terlambat menerima arus kejamuan sampai delapan abad. khususnya merugikan Eropa dalam mencapai kemajuan. Spanyol akan bisa hidup dalam kearifan Islam yang murni. Seandainya tidak karena kemenangan Barat pada waktu itu. Orang-orang Barat yang berakal sehat pun merasakan demikian. ³Kalau saja bukan karena kemenangan pasukan Karel Martel atas pasukan Islam di Prancis. terj. seni dan budaya luhur yang mereka bawa.menggoncangkan kaum muslimin di segenap pelosok. kemenangan nenek moyang mereka atas kaum musimin di Poitiers merupakan musibah besar bagi umat manusia. Meski ada perbedaan rasa dan pandangan tentang kemenangan itu. Sebagai bukti dari pencapaian golongan ini. Tapi jangan Anda sangka tragedi itu hanya menyedihkan kaum muslimin saja. Dan kita juga tidak perlu mengalami pembantaian besar-besaran yang didasari oleh fanatisme sekte-sekte agama. Duka dan pilu melanda setiap desa dan kota. hlm.´ Diadaptasi dari Dr. Bagi mereka.

seluruh Eropa saat itu dipastikan akan jatuh ke tangan kaum Muslim. dan memotivasi mereka untuk menyiapkan diri berjihad.´ Dia tidak membedakan antara Muslim dan non-Muslim. di setiap kota dia singgah seraya menyerukan kepada penduduknya. Setelah al-Khaulani meninggal. wali Spanyol dan sekitarnya saat itu.000 tentaranya hanya dalam beberapa bulan. sebagai wali Andalusia tahun 112 H. Al-Samah bin Malik al-Khaulani. Abdurrahman al-Ghafiqi menyusun kekuatan kaum Muslim. pasukan kaum Muslim pun berhasil dipukul. kebaikan dan kecekapannya. (Hafidz Abdurrahman) . yang terjadi pada tahun 114 H. dan tubuh Abdurrahman al-Ghafiqi pun tertembus panah. Pada hari kedelapan peperangan. demi mewujudkan bisyarahRasul SAW. Dia syahid. Dari sana. antara pasukan kaum Muslim dengan kaum Kristen. Meletuslah perang besar di Eropa. Pasukan kaum Muslim pun mendapatkan kemenangan besar dan ghanimah yang banyak. Separuh Prancis bagian selatan pun jatuh ke tangan Abdurrahman al-Ghafiqi bersama 100. sebelum ke sana. Perang ini dikenal dengan PerangBalath as-Syuhada¶.Abdurrahman al-Ghafiqi Nyaris Menaklukkan Seluruh Eropa Setelah Spanyol jatuh ke tangan kaum Muslim di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Siapa yang terbukti berkhianat dan menyeleweng dicopot. ³Siapa saja yang pernah dizalimi oleh pejabat. kalau ditunda-tunda pun bisa menjadi masalah. malah konsentrasi untuk menyelamatkan ghanimah. Mesir dan Afrika untuk membantunya. kemudian dia berdiri memberikan khutbah. Perang besar pun tak terelakkan lagi. dan mendapatkan mati syahid. Khalifah Hisyam bin Abd al-Malik mengangkat Abdurrahman al-Ghafiqi. di masa Khalifah al-Walid bin Abd al-Malik. yang merupakan wali ketujuh. Kemudian diganti dengan orang yang sudah dipercaya kebijakan. yang berdekatan dengan Spanyol. kota terbesar di Prancis. Untuk mewujudkan rencananya itu. Ketika berada di tengah-tengah rakyat. Andai kemenangan itu berada di tangan kaum Muslim. dia menyerukan untuk shalat berjamaah. hakim atau seseorang. dia melakukan penaklukan ke wilayah al-Ghal (kini masuk wilayah Prancis). Dia ingin menjadikan Prancis sebagai jalur untuk menaklukkan negeri-negeri di wilayah Balkan. Kenyataan yang membuat Eropa dari ujung ke ujung diliputi kecemasan dan ketakutan luar biasa akan ancaman pasukan kaum Muslim. Abdurrahman al-Ghafiqi melihat ghanimah ini bisa menjadi sumber fitnah. Persis seperti peristiwa Perang Uhud. Syam. bahwa persiapan perang besar itu harus dimulai dari perbaikan dan pembersihan diri. Dia pun mulai keliling Spanyol. ghanimah itu dikumpulkan di sebuah kemah. Dia meyakini. Setelah itu. dia memanggil kaum Muslim dari Yaman. Mereka pun berbondong-bondong ke sana. Akibatnya. Perang yang nyaris dimenangkan kaum Muslim pun akhirnya sirna. Akhirnya. dan serangan ini membuat mereka tidak konsentrasi pada musuh. bertekad untuk menyerang seluruh Prancis dan mengintegrasikannya dengan Khilafah Islam. Jika segera dibagi bisa menjadi masalah. Dari Balkan. Gedung dan fasilitas yang dibangun dengan harta haram dia hancurkan. dia pun memeriksa kondisi pejabat di bawahnya satu per satu. ternyata kemah ini diserang oleh pasukan kaum Kafir. salah seorang tabiin agung. pasukan kaum Muslim pun sampai di wilayah Prancis. hendaknya menyampaikannya kepada Amir. Namun. dia ingin menaklukkan Konstantinople. Langkah pertama adalah menguasai kota Arbunah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful