P. 1
Pelaksanaan hukum waris

Pelaksanaan hukum waris

|Views: 356|Likes:
Published by Rian Arya

More info:

Published by: Rian Arya on Aug 14, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

...

--­
, ' ".; ., "1 C"
(. ,"'" ':.'.) 1
• -_" •. ,",J. "" .•_
r,
/// [\. ,
Editor: Muchith A kirrriL:..._, .. _ .
PELAKSANAAN
HUKUMWARIS
DI KALANCAN UMAT ISLAM
INDONESIA
tSt, M:L;K 1_: ":' ,,::i!

! \ L, .. "7 , ..
f H .,..,
'r:;, ,r J
I
J.' .",
--- .._­

:3q
zf;
. If:'), :::.:0,; OS'..'l. .
!. ." .'. ,. . __ .-: ... !
. ". .
i ' I
: Hi' :, .. ':,:, ::.J ,...;) _Iia.!!:....... ·l
... ,.. :.: .. .. . ,,- 1
KEMENTERIAN AGAMA RI
BADAN LITBANG DAN DIKLAT
PUSLITBANG KEHIDUPAN KEAGAMAAN
JAKARTA, 2010
./\
978-979-797-278-3
r
• ",'-1 "111
,!." , , d I '
" """.­
.......'"',.'.',.,.

:lfn "'," \c
SAMBUTAN"i\J' J"t,. Loy"" ._. "
: IratJllog dalam terbitan (KDT)
KEPALA BADAN LITBANG-DANDIithAT-'''-''---"--'''' .

Diklat I<ementerianAgama
,Kehidupan Keagamaan
an umat islam Indonesia/Puslitbang
m Utbang dan Diklat Kementerian Agama
P. I. Cet. 1. -_
Dildat Kementerian Agama 2010
'190 hlm; 21 x 29 em
.
atau seIUIUh isi buku ini dengan cara
cara menggunakan mesin fotocopy,
in sah dari penerbit
----_._-_.._-_.._-._--.._-..._-.
ama, September 2010
...._.__..- - _ - _ ..
Diklat Kementerian Agama
r
WARlS VI KALANGAN UMAT
INDONESIA
E
N ••••_.__.--.. _ _ ; ...
Editor:
I
fhith A Karim
dan Layout oleh:
IH. Zabidi
_ _ , .
frehidupan Keagamaan
Diklat
Kementerian Agama RI
useum Istiqlal Komplek Taman Mini
Telp/Fax. (021) 87790189, 87793540
t..........- - __ .
erbitkan oleh:
• Abadi Press, Jakarta
API No. 387/DKI/09
Raya No. 55 Jakarta 13620
0137,9821 5932 Fax. (021) 862 1522
KEMENTERIAN AGAMA
CK
ompilasi Hukum Islam daJam sistem hukum
nasional relatif berumur muda, temtama di
bidang hukum kewarisan (Fiqh Mawaris), dan
keberadaannya akan dlhadapkan kepada berbagai masalah.
Perlama, sosialisasi fiqh waris daJam Kompilasi Hukum Islam
kepada warga masyarakat khususnya di kalangan umat Islam.
Kedllil, persepsi di kalangan pimpinan masyarakat yang tidak
terlibat dalam proses penyusunannya. Ketiga, kemungkinan
terjadi perbenturan antara Kompilasi Hukum Islam dengan
struktur dan pola budaya masyarakat khususnya di bidang
kewarisan. Kompilasi Hukum Islam disusun dan diputuskan
oleh elit-elit masyarakat di pusat pemerintahan dan
pendidikan, sementara sebagian besar warga masyarakat yang
bermuldm di pedesaan masih sangat terikat kondisi lokal.
Masih besar kemungkinan masyarakat menerima hukum
kewarisan Islam secara simbo1ik, sedangkan substansinya
mengacu kepadil kaedah-kaedah lokal yang berlaku secara
turun-temurun.
Oleh karena itu, !<ami menyambut bail< diterbitkannya
buku "Pelaksanaan Hukum Waris di Kalangan Umat Islam
Indonesia", karena beberapa alasan, Pertama, sebagai sarana
mensosialisasikan hasil penelinan Pelaksanaan Hukupl Waris
di Kalangan Umat Islam indonesia (Studi tentang Respon
Ulama dan Hakim Agama terhadap Fiqh Waris dalam
Kompilasi Hukum Islam) yang dilaksanakan Puslitbang
Kehidupan Keagamaan. Kedllil, berbagai pokok persoalan
hukum waris di kalangan umat Islam perlu dikaji dan
selanjutnya perlu aktualisasi Fiqh Waris daJam Kompilasi
Hukum Islam pada tatanan hukum yang selalu mengalami
pembahan.
i
./\.
Buku ini menyajikan hasil-hasil kajian lapangan
mengenai Respon mama dan Hakim Agama terhadap Fiqh
Waris dalam Kompilasi Hukum Islam.
1. Tingkat pengetahuan ulama, tokoh masyarakat terhadap
Kompilasi Hukum Islam masih sangat rendah. Komentar
informan dapat dikategorikanmenjadi tiga ke1ompok,
Pertama, ulama yang belum mengerti Kompilasi Hukum
Islam, Kedua, ulama yang mengetahui Kompilasi Hukum
Islam tapi tidak mengetahui secara mendalam isi
Kompilasi Hukum Islam, Ketiga, ulama yang mengetahui
dan mendalami isi Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan
hampir semua hakim dan "ulllJ.!la kampus" akademisi
yang menjadi informan mengetahui dan mendalami
Kompilasi Hukum Islam kecuali bagi mereka yang jarang
menangani persoalan-persoa1an kewarisan. Kategori
u1ama yang be1um mengerti Kompilasi Hukum ISiam
umumnya berlatar belakang pendidikan pesantren
tradisional dan tidak banyak berinteraksi dengan lembaga
atau ormas keagamaan di lingkungannya. Sementara
.u1ama yang mengetahui Kompilasi Hukum Islam tetapi
tidak mendalami isi Kompilasi Hukum Islam umumnya
mereka ada1ah ulama yang berpendidikan Perguruan
Tinggi atau· u1ama yang tingkat interaksinya dengan
ormas keagamaan relatif intens, seperti dengan NU,
Muhammadiyah, Persis, al-Washliyah, MUI dan lain-lain.
Sedangkan ·ulama yang tingkat pengetahuan tentang
Kompilasi Hukum Islam relatif mendalam umumnya
se1ain mereka berpendidikan tinggi juga berlatar belakang
profesi guru/dosen, atau·ulama yang pernah mengenyam
pendidikan tinggi agama, khususnya di Fakultas Syariah
atau di Faku1tas Hukum dan banyak menyelesaikan
kasus-kasus kewarisan di masyarakat.
ii
../\
ii
2. Respon ulama dan Hakim Agama terhadap perbedaan
Ehasil-hasil kajian lapangan
yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam dan Flqh
F Hakim Agama terhadap Fiqh
,
nunIslam.
Islam/Faraid dikatagorikan menjadi 3 kelompok.
Kelompok pertama, menilai tidak semua isi Kompilasi
jama, tokoh masyarakat terhadap
Hukum Islam yang terkait dengan kewarisan sesuai
masih sangat rendah. Komentar
dengan fiqh Islam, seperli konsep harta bersama, ahli
gorikanmenjadi tiga kelompok,
waris pengganti, dan wasiat wajibah untuk anal< dan
mengerli Kompilasi Hukum
bapak angkat. Dalam hal ini, mereka hanya bisa menerima
mengetahui Kompilasi Hukum
pasal-pasal Kompilasi Hukum Islam yang ada rujukannya
lngetahui secara mendalam isi
dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Kelompok kedua,
In, Ketiga, ulam.a yang mengetahui
menyatakan bahwa Kompilasi Hukum Islam memang
Hukum Islam. Sedangkan

sebagian besar bersumber dati kitab-kitab fiqh Islam,
dan "ulawa kampus" akademisi
hanya saja kelompok ini menolak ketentuan-ketentuan
mengetahui dan mendalami
dalam Kompilasi Hukum Islam yang tidal< punya rujukan
n kecuali bagi mereka yang jarang
yang jelas dalam kitab fiqh k1asik, seperti konsep ahli
'persoalan kewarisan. Kategori
waris pengganti, wasiat wajibah untuk anak angkat dan
engerli Kompilasi Hukum Islam
.bapak angkat, kewarisan koleklif tanah kurang dati 2
Jelakang pendidikan pesantren
hektar. Percobaan pembunuhan dan fitnah menjadi
nyak berinteraksi dengan lembaga
penghalang menerima warisan. Sedangkan kelompok
n di lingkungannya. Sementara
keliga menyatakan bahwa sebenamya Iidak perIu
Ii Kompilasi Hukum tetapi
memperhadapkan Kompilasi Hukum Islam dan fiqh Islam
Impilasi Hukum Islam umuninya
karena Kompilasi Hukum Islam juga merupakan produk
yang berpendidikan Perguruan
fiqh khas Indonesia, termasuk dalam persoalan kewarisan.
ng lingkat interaksinya dengan
Ketentuan-ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam yang
tif intens, seperli dengan NU,
terkesan baru yang tidak ditemukan dalam kajian fiqh
al-Washliyah, MUI dan lain-lain.
k1asik tidak secara otomalis bisa dikatakan rnenyimpang
g Iingkat pengetahuan tentang
dati hukum Islam karena ketentuan-ketentuan baru
m relalif mendalam umumnya
tersebut diambil berdasarkan ijlihad koleklif ulama
ikan linggi juga berlatar belakang
Indonesia dengan memperhatikan perbedaan adat-isliadat
l'uIama yang pemah mengenyam
masyarakat Indonesia dan bermuara kepada
i, khususnya di Fakultas Syariah
pertimbangan maslahah. Kelompok terakhir ini umumnya
un dan banyak menyelesaikan
adalah ulama akademisi/dosen dan para hakim
masyarakat.
Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.
iii

3. Respon ulama dan Hakim Agama terhadap materi
Kompilasi Hukum Islam ada tiga kategori usulan untuk
perbaikan di masa mendatang; pertama, tetap
mempertahankan isi pasa! tentang perdamaian, kedua,
pasa! dipertahankan dengan usulan tambahanl
penyempurnaan redaksi seperti dalam persoalan harta
bersama, ahli waris pengganti, anak perempuan
menghijab saudara pewaris, dan haIangan menerima
warisan karena perencanaan pembunuRan dan fitnah,
ketiga, usulan pencabutan 'pasa! seperti pasill tentang 1/3
bagian untuk ayah hila pewaris tidak punya anak dan
pembagian warisan berupa tanah < 2 Ha. Keempat, usulan
tambahan tentang hak "ahli waris" berbeda agama dan
hasil perzinaan dimasukkan dalam kategori pihak yang
berhak atas wasiat wajibah.
4. Berkaitan dengan praktik pembagian waris di masyarakat
dan di Pengadilan Agama terdapat persamaan dan
perbedaan. Persamaannya antara lain: a) Pada perdamaian
setelah merujuk kepada Kompilasi Hukum Islam dan atau
Fiqh Waris; b) Pada keduanya terdapat kemungkinan
pembagian waris dengan adanya wasiat pewaris sebelum
meningga! dan hibah yang bisa diperhitungkan sebagai
warisan. Sedangkan perbedaannya antara lain: a) Cara
penyelesaian waris di masyarakat masih sangat bervariasi,
ada yang menggunakan hukum Islam/faraid, adat, waris
perdata (BW). Atau bahkan gabungan. Sementara di
Pengadilan Agama cara penyelesaian waris relatif seragam
karena telah ada keseragaman sumber rujukan, yaitu
Kompilasi Hukum Islam; b) Pemberian bagian dari harta
peninggalanltirkah kepada cucu yang orang tuanya
meningga! lebih dahulu, anak atau bapak angkat, non
muslim, dan anak hasil perzinaan umumnya diberikan
iv
iv
tIakim Agama terhadap materi
.in ada tiga kategori usulan untuk
mendatang; pertama, tetap
lasaI tentang perdamaian, kedua,
dengan usulan tambahan/
seperti daIam persoaIan harta
pengganti, anak perempuan
ewaris, dan haIangan menerima
canaan pembunufian dan fitnah,·
tanpasaI seperti pasiII tentang 1/3
a pewaris tidak punya anak dan
upa tanah < 2 Ha. Keempat, uSulan
. "ahli waris" berbeda agama dan
illan daIam kategori pihak yang
Jah.
ik pembagian waris di masyarakat
19ama terdapat persamaan dan
ya antara lain: a) Pada perdamaian
Kompilasi Hukum Islam dan atau
keduanya terdapat kemungkinan
n adanya wasiat pewaris sebelum
'ang bisa diperhitungkan sebagai
rbedaannya antara lain: a) Cara
masih sangat bervariasi,
hukum Islam/faraid, adat, waris
ilikan gabungan. Sementara di
,enyelesaian waris relatif seragam
agaman sumber rujukan, yaitu
; b) Pemberian bagian dari harta
ada cucu yang orang tuanya
, anak atau bapak angkat, non
perzinaan umumnya diberikan
dengan menggunakan instrumen hukum wasiat, hibah,
atau hadiah, sedangkan di Pengadilan Agama lebih
cenderung menggunakan instrumen waris pengganti atau
wasiat wajibah. Selain itu, secara umum dapat dikatakan
bahwa masyarakat cenderung menyelesaikan perkara
warisnya di luar Pengadilan melaIui tokoh masyarakat
atau tokoh agama dibandingkan melaIui jaIur PengadiIan
lebih-lebih di Padang/Sumatera Barat. Perkara kewarisan
di Pengadilan kebanyakan hanya berupa P3HP
(permohonan Pertolongan Pembagian Harta Pusaka), yang
umumnya diajukan oleh kaIangan keluarga kelas
menengah ke atas dan terdidik, atau dilakukan oleh
keluarga yang potensi konfliknya daIam pembagian
warisan cukup besar.
Kami mengucapkan terimakasih kepada Puslitbang
Kehidupan Keagamaan yang telah melakukan penelitian
sampai terbitnya bulku ini, semoga bermanfaat. .
Jakarta,
v
--
xiv
~ ,
DAFrARISI
Halaman
Sambutan Kepala Badan Iitbang Dan Diklat , '" i
Kata Pengantar Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan .. vii
Kata Pengantar Editor xi
7"
Daftar lsi
BAB I
BAB II
BAB ill
BAB IV
BAB V
BAB VI
,........................................... xv
PENDAHULUAN 1
RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA
TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM DI PROVINSI GORONTALO .....
Oleh : Muchith A Karim dan Ali Mansyur
25
RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA
TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM DI PROVINSI KALIMANTAN
SELATAN
01eh : A. Azharuddin Latif dan Sri Hidayati
51
RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA
TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM DI PROVINSI SULAWESI
SELATAN
01eh: lM. Muslimin dan Jaenal Aripin
91
RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA
TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM DI PROVINSI DAEWf
ISTlMEWA YOGYAKARTA
Oleh: H. Bashori A Hakim dan Wahid SUgiarto
111
RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA
TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM DI PROVINSI SUMATERA
BARAT
Oleh : Mazmur Sya'roni dan Imam Syaukani
141
Xv
BAB VII RESPON ULAMA DAN HAKIM: AGAMA
TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI
HUKUM ISLAM or PROVINSI SUMATERA
UTARA ..................•.......................:............. 177
Oleh : Hj. Suhanah dan Reslawali
xvi

CK i .L. Loy"" . Kompilasi Hukum Islam disusun dan diputuskan oleh elit-elit masyarakat di pusat pemerintahan dan pendidikan.!.'.>~:1 t~~ :lfn ~tI ~ "'.• ~ " """. sebagai sarana mensosialisasikan hasil penelinan Pelaksanaan Hukupl Waris di Kalangan Umat Islam indonesia (Studi tentang Respon Ulama dan Hakim Agama terhadap Fiqh Waris dalam Kompilasi Hukum Islam) yang dilaksanakan Puslitbang Kehidupan Keagamaan. !<ami menyambut bail< diterbitkannya buku "Pelaksanaan Hukum Waris di Kalangan Umat Islam Indonesia". Masih besar kemungkinan masyarakat menerima hukum kewarisan Islam secara simbo1ik. temtama di bidang hukum kewarisan (Fiqh Mawaris)._. Perlama. sedangkan substansinya mengacu kepadil kaedah-kaedah lokal yang berlaku secara turun-temurun...'.. Ketiga.. berbagai pokok persoalan hukum waris di kalangan umat Islam perlu dikaji dan selanjutnya perlu aktualisasi Fiqh Waris daJam Kompilasi Hukum Islam pada tatanan hukum yang selalu mengalami pembahan.". d I :~. Kedllil. " KEPALA BADAN LITBANG-DANDIithAT-'''-''---"--'''' .'~_'''_'''-' SAMBUTAN"i\J' J "t..._".._"." ompilasi Hukum Islam daJam sistem hukum nasional relatif berumur muda." . Kedllil. ­ ". .':. karena beberapa alasan. persepsi di kalangan pimpinan masyarakat yang tidak terlibat dalam proses penyusunannya.'"'.. Oleh karena itu. kemungkinan terjadi perbenturan antara Kompilasi Hukum Islam dengan struktur dan pola budaya masyarakat khususnya di bidang kewarisan. sementara sebagian besar warga masyarakat yang bermuldm di pedesaan masih sangat terikat kondisi lokal. "111' .''-_. dan keberadaannya akan dlhadapkan kepada berbagai masalah. KEMENTERIAN AGAMA \c ::.'-1 .. sosialisasi fiqh waris daJam Kompilasi Hukum Islam kepada warga masyarakat khususnya di kalangan umat Islam. Pertama...

Kedua. Muhammadiyah.u1ama yang mengetahui Kompilasi Hukum Islam tetapi tidak mendalami isi Kompilasi Hukum Islam umumnya mereka ada1ah ulama yang berpendidikan Perguruan Tinggi atau· u1ama yang tingkat interaksinya dengan ormas keagamaan relatif intens. ii . khususnya di Fakultas Syariah atau di Faku1tas Hukum dan banyak menyelesaikan kasus-kasus kewarisan di masyarakat. Komentar informan dapat dikategorikanmenjadi tiga ke1ompok. seperti dengan NU. ulama yang belum mengerti Kompilasi Hukum Islam. Ketiga. tokoh masyarakat terhadap Kompilasi Hukum Islam masih sangat rendah. Tingkat pengetahuan ulama. Sedangkan hampir semua hakim dan "ulllJ. MUI dan lain-lain. Pertama. Kategori u1ama yang be1um mengerti Kompilasi Hukum ISiam umumnya berlatar belakang pendidikan pesantren tradisional dan tidak banyak berinteraksi dengan lembaga atau ormas keagamaan di lingkungannya. Sementara . atau·ulama yang pernah mengenyam pendidikan tinggi agama. Persis.!la kampus" akademisi yang menjadi informan mengetahui dan mendalami Kompilasi Hukum Islam kecuali bagi mereka yang jarang menangani persoalan-persoa1an kewarisan. 1. al-Washliyah. ulama yang mengetahui Kompilasi Hukum Islam tapi tidak mengetahui secara mendalam isi Kompilasi Hukum Islam. ulama yang mengetahui dan mendalami isi Kompilasi Hukum Islam.Buku ini menyajikan hasil-hasil kajian lapangan mengenai Respon mama dan Hakim Agama terhadap Fiqh Waris dalam Kompilasi Hukum Islam. Sedangkan ·ulama yang tingkat pengetahuan tentang Kompilasi Hukum Islam relatif mendalam umumnya se1ain mereka berpendidikan tinggi juga berlatar belakang profesi guru/dosen.

dan wasiat wajibah untuk anal< dan bapak angkat. seperti konsep ahli waris pengganti. Kelompok pertama.2. kewarisan koleklif tanah kurang dati 2 hektar. Sedangkan kelompok keliga menyatakan bahwa sebenamya Iidak perIu memperhadapkan Kompilasi Hukum Islam dan fiqh Islam karena Kompilasi Hukum Islam juga merupakan produk fiqh khas Indonesia. ahli waris pengganti. Ketentuan-ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam yang terkesan baru yang tidak ditemukan dalam kajian fiqh k1asik tidak secara otomalis bisa dikatakan rnenyimpang dati hukum Islam karena ketentuan-ketentuan baru tersebut diambil berdasarkan ijlihad koleklif ulama Indonesia dengan memperhatikan perbedaan adat-isliadat masyarakat Indonesia dan bermuara kepada pertimbangan maslahah. seperli konsep harta bersama. Kelompok kedua. Percobaan pembunuhan dan fitnah menjadi penghalang menerima warisan.bapak angkat. hanya saja kelompok ini menolak ketentuan-ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam yang tidal< punya rujukan yang jelas dalam kitab fiqh k1asik. wasiat wajibah untuk anak angkat dan . Dalam hal ini. Respon ulama dan Hakim Agama terhadap perbedaan yang ada dalam Kompilasi Hukum Islam dan Flqh Islam/Faraid dikatagorikan menjadi 3 kelompok. menilai tidak semua isi Kompilasi Hukum Islam yang terkait dengan kewarisan sesuai dengan fiqh Islam. menyatakan bahwa Kompilasi Hukum Islam memang sebagian besar bersumber dati kitab-kitab fiqh Islam. termasuk dalam persoalan kewarisan. iii . mereka hanya bisa menerima pasal-pasal Kompilasi Hukum Islam yang ada rujukannya dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Kelompok terakhir ini umumnya adalah ulama akademisi/dosen dan para hakim Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.

Sementara di Pengadilan Agama cara penyelesaian waris relatif seragam karena telah ada keseragaman sumber rujukan. Atau bahkan gabungan. dan anak hasil perzinaan umumnya diberikan iv . anak perempuan menghijab saudara pewaris. yaitu Kompilasi Hukum Islam. adat. Keempat. usulan pencabutan 'pasa! seperti pasill tentang 1/3 bagian untuk ayah hila pewaris tidak punya anak dan pembagian warisan berupa tanah < 2 Ha. 4. pertama. dan haIangan menerima warisan karena perencanaan pembunuRan dan fitnah. pasa! dipertahankan dengan usulan tambahanl penyempurnaan redaksi seperti dalam persoalan harta bersama. Berkaitan dengan praktik pembagian waris di masyarakat dan di Pengadilan Agama terdapat persamaan dan perbedaan. ahli waris pengganti. anak atau bapak angkat. waris perdata (BW). b) Pada keduanya terdapat kemungkinan pembagian waris dengan adanya wasiat pewaris sebelum meningga! dan hibah yang bisa diperhitungkan sebagai warisan. kedua. Persamaannya antara lain: a) Pada perdamaian setelah merujuk kepada Kompilasi Hukum Islam dan atau Fiqh Waris.3. non muslim. b) Pemberian bagian dari harta peninggalanltirkah kepada cucu yang orang tuanya meningga! lebih dahulu. Respon ulama dan Hakim Agama terhadap materi Kompilasi Hukum Islam ada tiga kategori usulan untuk perbaikan di masa mendatang. tetap mempertahankan isi pasa! tentang perdamaian. ketiga. usulan tambahan tentang hak "ahli waris" berbeda agama dan hasil perzinaan dimasukkan dalam kategori pihak yang berhak atas wasiat wajibah. ada yang menggunakan hukum Islam/faraid. Sedangkan perbedaannya antara lain: a) Cara penyelesaian waris di masyarakat masih sangat bervariasi.

atau dilakukan oleh keluarga yang potensi konfliknya daIam pembagian warisan cukup besar. Jakarta. Kami mengucapkan terimakasih kepada Puslitbang Kehidupan Keagamaan yang telah melakukan penelitian . Perkara kewarisan di Pengadilan kebanyakan hanya berupa P3HP (permohonan Pertolongan Pembagian Harta Pusaka). hibah. yang umumnya diajukan oleh kaIangan keluarga kelas menengah ke atas dan terdidik. sampai terbitnya bulku ini. v . secara umum dapat dikatakan bahwa masyarakat cenderung menyelesaikan perkara warisnya di luar Pengadilan melaIui tokoh masyarakat atau tokoh agama dibandingkan melaIui jaIur PengadiIan lebih-lebih di Padang/Sumatera Barat. sedangkan di Pengadilan Agama lebih cenderung menggunakan instrumen waris pengganti atau wasiat wajibah. Selain itu.dengan menggunakan instrumen hukum wasiat. semoga bermanfaat. atau hadiah.

............... Bashori A Hakim dan Wahid SUgiarto 111 BAB VI RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PROVINSI SUMATERA BARAT Oleh : Mazmur Sya'roni dan Imam Syaukani Xv 141 . .. Kata Pengantar Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan ....... Azharuddin Latif dan Sri Hidayati RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PROVINSI SULAWESI SELATAN 01eh: 1 25 BAB ill 51 BAB IV 91 lM... xv BAB I BAB II PENDAHULUAN RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PROVINSI GORONTALO .. Muslimin dan Jaenal Aripin BAB V RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PROVINSI DAEWf ISTlMEWA YOGYAKARTA Oleh: H.............. Oleh : Muchith A Karim dan Ali Mansyur RESPON ULAMA DAN HAKIM AGAMA TERHADAP FlQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN 01eh : A..." -DAFrARISI Halaman '" i vii xi Sambutan Kepala Badan Iitbang Dan Diklat Kata Pengantar Editor Daftar lsi .........

.BAB VII RESPON ULAMA DAN HAKIM: AGAMA TERHADAP FIQH WARIS DALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM or PROVINSI SUMATERA UTARA ................... Suhanah dan Reslawali 177 xvi .:...............•................. Oleh : Hj...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->