P. 1
7204030041

7204030041

|Views: 3,985|Likes:
Published by Nurafiah Noe

More info:

Published by: Nurafiah Noe on Aug 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 1.1 LATAR BELAKANG
  • 1.2 PERUMUSAN MASALAH
  • 1.3 BATASAN MASALAH
  • 1.4 TUJUAN DAN MANFAAT
  • 1.4.1 Tujuan Umum
  • 1.4.2 Tujuan Khusus
  • 1.5 METODOLOGI
  • 1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
  • 2.1 UMUM
  • 2.2 DEFINISI-DEFINISI
  • 2.3 OPERASI-OPERASI LOGIKA DASAR
  • 2.3.1 Operasi INVERS
  • Tabel 2.1 Tabel opersai invers
  • 2.3.2 Operasi AND
  • Tabel 2.2 Tabel opersai AND
  • 2.3.3 Operasi OR
  • Tabel 2.3 Tabel opersai OR
  • 2.3.4 Operasi NAND
  • Tabel 2.4 Tabel opersai NAND
  • 2.3.5 Operasi NOR
  • 2.3.6 Operasi XOR
  • Tabel 2.6 Tabel opersai XOR
  • 2.3.7 Tabel Kebenaran
  • Tabel 2.7 Tabel kebenaran fungsi F = AB’C + ABC’
  • 2.3 GERBANG-GERBANG LOGIKA (LOGIC GATES)
  • Gambar 2.1 Jenis-jenis gerbang logika dasar
  • Gambar 2.2 Gerbang AND 2 input
  • Gambar 2.3 Gerbang OR 2 input
  • Gambar 2.4 Gerbang NOT
  • Gambar 2.5 Gerbang NAND
  • Gambar 2.6 Gerbang NOR
  • Gambar 2.7 Gerbang XOR
  • 2.4 ALJABAR BOOLEAN
  • Gambar 2.8 Rangkaian logika OR
  • Gambar 2.9 Rangkaian lengkap
  • Gambar 2.10 IC SN74LS00
  • 2.6 Penyederhanaan fungsi Logika dengan K-MAP
  • Gambar 2.11 K-Map 3 variabel
  • Gambar 2.13 K-Map untuk POS 3 variabel
  • Tabel 2.8 Tabel kebenaran metode SOP
  • Tabel 2.9 Tabel kebenaran metode POS
  • Gambar 2.14 Rangkaian Kombinasionalnya
  • 2.7 Aplikasi Rangkaian Kombinasional
  • 2.7.1 HALF ADDER
  • Tabel 2.9 Tabel kebenaran Half Adder
  • Gambar 2.15 Rangkaian Half Adder
  • 2.7.2 FULL ADDER
  • Tabel 2.10 Tabel kebenaran Full Adder
  • Tabel 2.11 Tabel K-Map Full Adder
  • Gambar 2.16 Rangkaian Full Adder
  • Gambar 2.17 Rangkaian Full Adder dari 2 Half Adder
  • Gambar 2.18 Blok Diagram Full Adder
  • 2.7.3 MULTIPLEXER
  • Gambar 2.19 Symbol multiplexer
  • Gambar 2.20 Rangkaian Multiplexer 4 X 1
  • Tabel 2.11 Tabel kebenaran SOP
  • Gambar 2.22 Rangkaian multiplexer
  • 2.7.4 DEMULTIPLEXER
  • Gambar 2.23 Simbol Demultiplexer
  • 2.7.5 1 TO DEMULTIPLEXER
  • Gambar 2.24 Rangkaian 1 to 16 demultiplexer
  • 2.7.6 Decoder
  • Gambar 2.25 Rangkaian 1 to 8 decoder
  • Tabel 2.12 Tabel kebenaran 1 to 8 decoder
  • Gambar 2.26 Dekoder 2 ke 4
  • Tabel 2.13 Tabel kebenaran decoder 2 ke 4
  • 2.8 Aplikasi LanjutLogika Kombinasional
  • 2.8.1 PLA (Programmable Logic Array)
  • Gambar 2.27 Blok diagram PLA
  • 2.8.2 FPLA (Field Progamable Logic Array)
  • Gambar 2.28 FPLA yang mempunyai 3 input dan 4 output
  • 2.8.3 PAL (Progammable Array Logic)
  • Gambar 2.29 PAL yang mempunyai 3 input dan 4 output
  • 2.8.4 PROM (Progammable Read Only Memory)PROM
  • Gambar 2.30 PROM mempunyai 16 word (4 bit)
  • 3.1 PENDAHULUAN
  • 3.2 Desain pembuatan petunjuk praktikum
  • Gambar 3.1 Flowchart alur percobaan
  • Gambar 3.2 Pesan jika terjadi kesalahan
  • Gambar 3.3 Tampilan masukkan nama User
  • Gambar 3.4 Course overview
  • Gambar 3.5 Beberapa percobaan yang tersedia
  • 4.1.1 TTL-AND
  • Tabel 4.1 Tabel kebenaran TTL-AND
  • Gambar 4.1 Rangkaian AND
  • Gambar 4.2 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab
  • 4.1.2 TTL-OR
  • Gambar 4.3 Rangkaian OR
  • 4.1.3 TTL-NOT
  • Gambar 4.5 Rangkaian NOT
  • Gambar 4.6 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab
  • 4.1.4 TTL-XOR
  • Gambar 4.8 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab
  • 4.2 Logic Operations
  • Tabel 4.2 Tabel fungsi Q = 0
  • Tabel 4.3 Tabel fungsi Q = A /\ B
  • 4.2.1 De morgan’s law
  • Gambar 4.9 Rangkaian De morgan’ law
  • 4.2.2 TTL-NAND
  • Gambar 4.10 Rangkaian NAND
  • 4.2.3 Assosiative Law
  • Gambar 4.11 Rangkaian Assosiative Law
  • 4.2.4 Distributive Law
  • Gambar 4.12 Rangkaian Distributive
  • 4.3 K.V Diagram
  • 4.4 Coding
  • 4.5 Seven Segment
  • Gambar 4.15 Rangkaian Seven segment
  • 4.6 Half Adder
  • 4.7 Full Adder
  • 4.8 Multiplexer
  • 4.9 Demultiplexer
  • 5.1 Analisa pada lembar Supervisor
  • Gambar 4.22 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor
  • Gambar 4.23 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor
  • Gambar 4.24 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor
  • 5.2 Analisa

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

PEMBUATAN PETUNJUK MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL 1 DENGAN MENGGUNAKAN KIT TRAINER BERBASIS CBL Oleh : Bayu Pamungkas Proyek Akhir ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Madya (A.Md.) Di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya Disetujui oleh : Tim Penguji Proyek Akhir : 1. ________________________ NIP. DosenPembimbing: 1. Ir. Anang Budikarso, MT NIP.131.793.744

2. ________________________ NIP.

2. Ir. Prima Kristalina, MT NIP. 131.916.852

3. ________________________ NIP.

Mengetahui : Ketua Jurusan Telekomunikasi

Drs. Miftahul Huda, MT NIP. 132.055.257

ii

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

ABSTRAK Com3Lab merupakan suatu modul praktikum elektronika digital yang didesain untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu pelatihan di bidang teknik elektrik dan elektronika. Com3Lab adalah solusi yang ideal karena modul Com3Lab menggunakan animasi dan eksperimen nyata untuk menggambarkan desain-desain rangkaian Elektronika Digital. Com3Lab terdiri dari master unit dan modul berbeda yang mencakup pokok-pokok masalah pada bidang teknik elektrik dan elektronika. Setiap satu modul disertai papan eksperimen dan multimedia software. Untuk merancang suatu rangkaian percobaan pada Com3Lab diperlukan seperangkat Personal Computer (PC), alat ukur, function generator, dan power supply yang sudah terintegrasi dalam master unit. Pada proyek akhir ini dititikberatkan pada pembuatan buku petunjuk modul praktikum dengan menggunakan kit trainer Leybold Com3Lab karena pada dasarnya belum ada buku panduan untuk mempermudah pembelajaran mengenai cara pengoperasian modul Com3Lab ini. Modul praktikum yang dapat digunakan dengan trainer ini secara garis besar adalah tentang Gates,Boolean,Adder,Mux/Demux,Multiplier dan Coding, Hasil yang diharapkan membuat buku petunjuk praktikum Elektronika Digital 1 dan membuat data hasil percobaan .

Kata kunci : Com3Lab, Master Unit, Rangkaian kombinasi..

iii

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

ABSTRACT Com3Lab is the new multimedia desktop laboratory has been design to support you an occasional and advance training in the area of electrical engineering and electronics. The Com3Lab is the ideal solution because Com3Lab use animation and real experiment to depicting electrical principals. Com3Lab consist of the master unit and different courses covering subject from the area of electrical engineering and electronics. One courses comprises an experiment board and the corresponding multimedia software. To set up a Com3Lab workstation you need an additional to the Com3Lab, a multimedia capable PC, measuring instrument, function generator and the power supply are integrated in the master unit. In this final project presents the making of the guide book for this module because there is no guide book for this module to make the easier operation. In this book there are several theory about Electronic Digital 1 based on the experiment that we do. Key word : Com3Lab, Master Unit, Software

iv

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada khususnya dan para pembaca pada umumnya. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam perancangan dan pembuatan buku Proyek Akhir ini.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayah-Nya. Surabaya. sehingga penulis dapat menyelesaikan Proyek Akhir dengan judul : PEMBUATAN PETUNJUK MODUL PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DIGITAL 1 DENGAN MENGGUNAKAN KIT TRAINER BERBASIS COM3LAB Proyek Akhir ini disusun bertujuan guna untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk dapat menyelesaikan studi di Jurusan Teknik Telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. karena itu besar harapan penulis untuk mendapatkan saran dan kritik dari pembaca. Juli 2007 Penulis v .

selaku dosen pembimbing dalam pembuatan proyek akhir ini. semangat. karunia. dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan proyek akhir ini. There is not enough room on this page to thank everyone. masukan. dan dukungannya selama ini. Terima kasih untuk keluarga besar Telkom B 2004 atas segala doa. 2. but there will always be enough room in my heart. Titon Dutono. dan Ibu Ir. Ibu Ir. 6. Penulis juga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada : 1. 8.Eng. MT. MT. Thank for sak dulur lab komunikasi digital 7.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segalah berkah. Terima kasih atas bimbingan. bantuan. selaku Ketua Jurusan Teknik Telekomunikasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Bapak Ir. Ir. vi . Semua pihak yang membantu dalam mengerjakan proyek akhir ini sampai selesai. MT. 4. Bapak Dr. motivasi. Anang Budikarso. Digital Communication yang telah memberikan fasilitas. selaku Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 3. Prima Kristalina. Bapak dan ibuku tercinta yang tak henti-hentinya memberiku support moril maupun materil. Bapak Drs. dan pengarahannya selama saya mengerjakan proyek akhir ini. Miftahul Huda. Prima Kristalina. sarana dan prasarana yang lengkap. 5. Maaf tidak bisa menyebutkan satu persatu. M. MT. selaku kepala Lab.

...................3...........3 Gerbang .........4...7 Aplikasi Rangkaian Kombinasional .......... 2........... ii iii iv v vi vii x xii 1 1 2 2 2 2 2 3 4 5 5 5 5 6 6 6 7 7 8 8 9 14 17 17 19 22 22 vii ............ 1...... 2.... 1. 2............... 2...... 2............3 BATASAN MASALAH ....3 Operasi-operasi Logika Dasar . 1.......................................... 1......................................... 2................................4 TUJUAN DAN MANFAAT ............................5 Operasi NOR .................2 Tujuan Khusus .... 2......... 2.............................3...............1 Operasi Invers ... 2..3.. 2..3...... 1..................... 1..............6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN.. 1.. 1.......... Daftar Tabel ..... 2.............................6 Penyederhanaan fungsi logika dengan K – MAP .................................Gerbang Logika (logic gates) ..........3.7... 2...... Bab II TEORI PENUNJANG ............1 Penyelesaian Logika dan Tabel Kebenaran dengan menggunakan metode SOP dan POS .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR ISI Cover Pengesahan ....2 Operasi AND ...1 Umum ..............2 PERUMUSAN MASALAH ........................................... Bab I PENDAHULUAN .2 Definisi-definisi .... 2.........................................................3.............1 Half Adder .................... Abstrak I ...5 METODOLOGI ..4........3 Operasi OR ......1 LATAR BELAKANG .......... Daftar Gambar ...................7 Tabel Kebenaran ......................................3.......4 Aljabar Bolean ...... 2.............................4 Opersai NAND .............................. Kata pengantar .................5 Transistor – Transistor Logic ......... 2.......6....................6 Operasi XOR .......................... Ucapan Terima kasih ....... Daftar Isi ..... 2............................... Abstrak II .................. 2...1 Tujuan Umum .....

....... 4. 4.............. 22 25 28 29 30 32 32 33 34 35 37 37 37 43 43 44 45 47 48 49 50 51 51 53 53 54 55 56 56 57 58 59 59 60 61 62 63 64 64 viii ..4 Coding ............................ 3..................................5 Seven Segment .............................. 2...........7.....7......................... Bab IV Analisa dan Pengujian Sistem ..............8.........1 Transisor – Transistor Logic ..............2..........4 Demultiplexer .... 5......... 4...............4 Mahasiswa keempat .... 2....................................2 Desain Pembuatan Petunjuk Praktikum .......1....3 Mahasiswa ketiga .................7.....2............... 4......Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2...........6 Half Adder .... 4.....................7 Full Adder ..............1.........7...................2 Mahasiswa kedua ..........3 KV Diagram ...... 4... 4.........3 TTL-NOT ..1.........8 Multiplexer ....... 4... 2..4 TTL-XOR .7.........1.............. 2.................1 TTL-AND .......... 2...1..................3 Multiplexer ......... 4......1 Analisa Pada Lembar Spervisor ....................2 Full Adder .1 Mahasiswa pertama ....................2 Logic Operations ...... 5.1 De Morgan’s Law ............ 5...2 TTL-NAND .1................5 1 to 16 demultiplexer ..... 4.......................4 Distributive Law .... 2...3 PAL (Progamable Array Logic) .........................6 Decoder ............3 Assosiative Law ....... 2............1.............9 Demultiplexer ...........8....................................2 TTL-OR ................... 5........8 Aplikasi Lanjut Logika Kombinasional ................. 5.... 4..........1 Pendahuluan .............2..................... 2..4 PROM (Progamable Read Oly Memory) ........ 4............. Bab III Perancangan Sistem .................................2 FPLA (Field Progamable Array Logic) ... 4.... 5..................2.......... 5. 4....................... 4...1............ 5........................................... 3...1 Fault Simulation .5 Mahasiswa kelima .....8......2 Analisa ..... 2..1 PLA (Progamable Logic Array) ........ 4.......8...1............... 4....

. ...... ............................2 Saran Daftar Pustaka .................Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Bab V PENUTUP 5... 67 67 67 68 ix ............ ..................1 Kesimpulan 5..................................

9 Rangkaian lengkap Gambar 2.4 Gerbang NOT Gambar 2.7 Gerbang XOR Gambar 2.15 Rangkaian Half Adder Gambar 2.29 PAL yang mempunyai 3 input dan 4 output Gambar 2.27 Blok diagram PLA Gambar 2.2 Gerbang AND 2 input Gambar 2.4 Course overview Gambar 3.20 Rangkaian Multiplexer 4 X 1 Gambar 2.12 K-Map 4 variabel Gambar 2.11 K-Map 3 variabel Gambar 2.28 FPLA yang mempunyai 3 input dan 4 output Gambar 2.5 Beberapa percobaan yang tersedia Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Rangkaian AND 10 11 11 12 12 13 13 16 16 17 18 18 19 21 22 24 24 25 26 26 28 29 29 30 32 33 33 34 35 38 39 39 40 40 44 x .10 IC SN74LS00 Gambar 2.25 Rangkaian 1 to 8 decoder Gambar 2.13 K-Map untuk POS 3 variabel Gambar 2.2 Pesan jika terjadi kesalahan Gambar 3.5 Gerbang NAND Gambar 2.18 Blok Diagram Full Adder Gambar 2.16 Rangkaian Full Adder Gambar 2.24 Rangkaian 1 to 16 demultiplexer Gambar 2.1 Jenis-jenis gerbang logika dasar Gambar 2.8 Rangkaian logika OR Gambar 2.17 Rangkaian Full Adder dari 2 Half Adder Gambar 2.19 Symbol multiplexer Gambar 2.6 Gerbang NOR Gambar 2.23 Simbol Demultiplexer Gambar 2.14 Rangkaian Kombinasionalnya Gambar 2.1 Flowchart alur percobaan Gambar 3.26 Dekoder 2 ke 4 Gambar 2.22 Rangkaian multiplexer Gambar 2.3 Tampilan masukkan nama User Gambar 3.3 Gerbang OR 2 input Gambar 2.30 PROM mempunyai 16 word (4 bit) Gambar 3.

11 Rangkaian Assosiative Law Gambar 4.12 Rangkaian Distributive Gambar 4.24 Tampilan grafik Com3Lab SUpervisor Gambar 4.6 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.15 Rangkaian Seven segment Gambar 4.17 Rangkaian Full Adder Gambar 4.25 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 45 46 46 47 47 48 48 50 51 52 53 53 54 55 55 56 56 57 58 59 60 61 62 63 xi .2 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.14 Rangkaian Coding Gambar 4.13 Tampilan kv diagram pada Com3Lab Gambar 4.7 Rangkaian XOR Gambar 4.20 Lembar Supervisor Gambar 4.5 Rangkaian NOT Gambar 4.4 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.10 Rangkaian NAND Gambar 4.23 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.9 Rangkaian De morgan’ law Gambar 4.21 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.19 Rangkaian Demultiplexer Gambar 4.3 Rangkaian OR Gambar 4.18 Rangkaian Multiplexer Gambar 4.8 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab Gambar 4.22 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.16 Rangkaian Half Adder Gambar 4.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.11 Tabel K-Map Full Adder Tabel 2.3 Tabel fungsi Q = A /\ B 6 6 7 7 8 8 9 20 20 22 23 23 27 31 32 44 49 49 xii .4 Tabel opersai NAND Tabel 2.12 Tabel kebenaran 1 to 8 decoder Tabel 2.1 Tabel opersai invers Tabel 2.13 Tabel kebenaran decoder 2 ke 4 Tabel 4.7 Tabel kebenaran fungsi F = AB’C + ABC’ Tabel 2.11 Tabel kebenaran SOP Tabel 2.5 Tabel opersai NOR Tabel 2.3 Tabel opersai OR Tabel 2.10 Tabel kebenaran Full Adder Tabel 2.9 Tabel kebenaran metode POS Tabel 2.6 Tabel opersai XOR Tabel 2.2 Tabel fungsi Q = 0 Tabel 4.8 Tabel kebenaran metode SOP Tabel 2.1 Tabel kebenaran TTL-AND Tabel 4.2 Tabel opersai AND Tabel 2.9 Tabel kebenaran Half Adder Tabel 2.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB I PENDAHULUAN 1. Apabila terdapat kesalahan dalam pemasangan rangkaian. terdapat report error bila terjadi kesalahan dalam pembuatan desain rangkaian. khususnya mahasiswa Politeknik. Kelebihannya adalah kita dipandu dalam bentuk animasi dalam membuat desain rangkaian. Karena kemajuan dalam teori dan praktik. dan lain sebagainya. sekarang harus memahami tentang elektronika digital.1 LATAR BELAKANG Perkembangan dunia elektronika berkembang dengan pesat seiring dengan berjalannya waktu. maka sebagian besar insinyur dan ilmuwan sekarang harus mempunyai pemahaman yang baik dalam bidang ini. Elektronika Digital memberikan kemudahan dalam mendapatkan performansi dalam sistem dinamik. mempertinggi kualitas. Untuk itu dibuat buku petunjuk praktikum Elektronika Digital 1 dengan menggunakan modul kit trainer Com3Lab karena pada dasarnya belum ada buku panduan untuk mempermudah pembelajaran mengenai cara pengoperasian modul kit trainer Com3Lab ini. kita akan mendapatkan report error yang memberitahukan letak kesalahan tersebut. kini dengan adanya rangkaian elektronika digital pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih mudah dan efisien. Banyak barang baru yang dapat dibuat untuk mempermudah pekerjaan manusia. mempertinggi laju produksi. 1 . Semua orang yang bekerja dalam bidang elektronika. Dengan adanya Computer Based Learning (CBL) dalam modul kit trainer Com3Lab maka kita dapat melakukan percobaan mengenai elektronika digital secara mandiri tanpa adanya bantuan dari dosen pembimbing maupun pengajar. Modul kit trainer Com3Lab dipilih karena mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan modul yang lain. dan menurunkan biaya produksi. Dengan menggunakan modul kit trainer ini kita akan dipandu untuk membuat rangkaian yang benar. meniadakan pekerjaan-pekerjaan rutin dan membosankan yang harus dikerjakan oleh manusia. Dahulu semua pekerjaan manusia dikerjakan secara manual.

1.4.1 Tujuan Umum Untuk melengkapi persyaratan akademis pada jurusan teknik telekomunikasi di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS guna gelar Ahli Madya Politeknik. 1.4. • Pembuatan petunjuk modul trainer com3lab praktikum tidak mengarah pada pembuatan hardware. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat terwujud suatu petunjuk praktikum yang sesuai prosedur percobaan dengan 2 . Untuk membuat buku petunjuk modul praktikum tersebut maka akan dicoba jenis-jenis praktikum sistem kombinasional dengan menggunakan modul kit trainer Com3Lab.4 TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan dari proyek akhir ini terbagi menjadi beberapa sub bab diantaranya sebagai berikut : 1.2 PERUMUSAN MASALAH Dalam membuat petunjuk praktikum tentang elektronika digital 1 sebelumnya harus mengetahui dasar-dasar teori rangkaian kombinasional .2 Tujuan Khusus Untuk membuat buku petunjuk modul praktikum Elektronika Digital 1 dengan menggunakan kit trainer Com3Lab. 1. • Pengujian pada rangkaian-rangkaian eksperimen yang telah ada pada modul kit trainer com3lab. • Kombinasi rangkaian experimen sesuai dengan topik yang diteliti.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 1.3 BATASAN MASALAH Permasalahan yang harus diselesaikan pada proyek akhir ini adalah dibatasi pda hal-hal sebagai berikut: • Melakukan percobaan-percoban yang terdapat pa da modul kit trainer com3lab. karena belum ada buku petunjuk dengan menggunakan kit trainer ini.

sehingga didapat karakteristiknya. Dengan mempelajari konsep elektronika digital. informasi. maka akan mempermudah kita dalam memahami modul Com3Lab ini. • Mengobservasi atau mempelajari modul kit trainer Com3Lab (peripheral trainer kit Com3Lab). dilakukan langkahlangkah sebagai berikut : • Mempelajari konsep-konsep tentang elektronika digital. 1. • Mencoba rangkaian-rangkaian eksperimen yang telah ada pada tutorial Com3Lab dan mengujinya (running). dan rujukan petunjuk praktikum Elektronika Digital 1. • Membuat petunjuk modul praktikum Elektronika Digital 1 3 . Petunjuk praktikum ini dapat digunakan oleh semua orang yang ingin belajar Elektronika Digital dengan menggunakan kit trainer Com3Lab.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab menggunakan kit trainer Com3Lab untuk modul Elektronika Digital 1. Petunjuk praktikum ini dapat digunakan sebagai bahan referensi.5 METODOLOGI Untuk menyelesaikan proyek akhir ini.

4 . BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini akan dibahas mengenai perancangan rangkaian kombinasional yang ada pada modul com3lab serta rangkaian-rangkaian pendukung. yaitu : BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan secara singkat latar belakang.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN Buku proyek akhir ini terdiri dari 5 (lima) bab. Teori dasar tentang elektronika digital 1. BAB V PENUTUP Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan saran-saran serta beberapa kemungkinan pengembangan dan penyempurnaan proyek akhir ini. batasan masalah. BAB II TEORI PENUNJANG Memberikan teori dasar untuk menyelesaikan proyek akhir ini. perumusan masalah. tujuan. dan metodologi. dimana masingmasing bab mempunyai kaitan satu sama lain.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 1. BAB IV HASIL ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan tentang proses pengujian dan hasil analisa terhadap sistem yang telah dibuat supaya diketahui hasil yang tepat sesuai dengan tujuan yang ditetapkan .

2. Dimana keunggulan system digital mudah dalam mendisain maupun dalam penyimpanan informasi.magnetic atau pneumatic contoh.2 DEFINISI-DEFINISI Pada bagian-bagian ini akan didefinisikan istilah-istilah yang diperlukan untuk menjelaskan sistem elektronika digital. magnetic tape recording. Tabel kebenaran berisi statemen-statement yaitu: Benar dilambangkan dengan huruf “T” kependekan dari “TRUE” atau bisa juga dilambangkan dengan angka 1. dan video digital.juga bias mekanik.1 UMUM Pada bab ini akan dibahas mengenai dasar teori tentang hal-hal yang berhubungan dengan elektronika digital 1 diantaranya adalah: Konsep dasar sistem digital yang terdiri dari kombinasi dari sejumlah peralatan yang didesain untuk memanipulasi informasi logika atau besaran fisik yang dinyatakan dalam bentuk digital yang nilainy berupa nilai-nilai diskrit sebagian besar berupa peralatan elektronik. Sebelumnya mengacu pada sistem analog yang terdiri dari sejumlah peralatan untuk memanipulasi besaran fisik yang dinyatakan dalam bentuk analog. Dimana operasi-operasi logika adalah sebagai berikut : 5 . ketepatan tinggi. system telepon. dapat dibuat dalam chip IC. audio. Salah dilambangkan dengan huruf “F” kependekan dari “FALSE” atau bisa juga dilambangkan dengan angka 0. audio amplifier.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB II TEORI PENUNJANG 2.3 OPERASI-OPERASI LOGIKA DASAR Ada beberapa operasi-operasi dasar pada suatu rangkaian logika dan untuk menunjukkan suatu perilaku dari operasi-operasi tersebut biasanya ditunjukkan dengan menggunakan suatu tabel kebenaran. pengoperasiannya dapat diprogram. komputer. lebih tahan terhadap noise. switch lampu. Mengubah input analog menjadi bentuk digital dengan melakukan pemrosesan informasi digital lalu ubah kembali output digital ke dalam bentuk analog 2. kalkulator. Besarannya bias bervariasi dalam rentang nilai kontinyu contoh.

Sehingga operasi ini dapat ditabelkan sebagai berikut : 6 .2 Operasi AND Operasi AND dilambangkan dengan DOT (.2 Tabel opersai AND A 0 0 1 1 Ekspresi AND : Y .3.3 Operasi OR Operasi OR dilambangkan dengan PLUS (+). Operasi ini hanya hanya akan menghasilkan nilai benar jika kedua variabel bernilai benar.).Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Operasi ini hanya akan menghasilkan nilai benar jika salah satu variabelnya bernilai benar. B A 0 1 0 1 Y 0 0 0 1 2. selain itu akan bernilai salah. operasi ini dapat ditunjukkan dengan tabel kebenaraan sebagai berikut : Tabel 2. Operasi invers ini akan mengubah logic benar/1 menjadi logic salah/0 dan begitu pula sebaliknya akan mengubah logic salah/0 menjadi logic benar/1.3.3. Sehingga operasi ini dapat ditabelkan sebagai berikut : Tabel 2.1 Tabel opersai invers A 0 1 Ekspresi INVERS : Y = B 1 0 A 2.1 Operasi INVERS Operasi invers ini dilambangkan dengan tanda “ ” diatas variabel atau tanda single apostrope “ ‘ ” .

Operasi ini hanya akan benar jika salah satu inputnya bernilai 1.4 Operasi NAND Operasi NAND dilambangkan dengan DOT (.5 Operasi NOR Operasi NOR dilambangkan dengan BAR ( ) dan PLUS ( + ). Tabel 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2. Operasi ini hanya akan benar jika kedua inputnya sama dengan 0. 7 .) dan BAR ( ).3 Tabel opersai OR A 0 0 1 1 Ekspresi OR: Y = A + B B 0 1 0 1 Y 0 1 1 1 2.4 Tabel opersai NAND A 0 0 1 1 Expresi NAND : Y = B 0 1 0 1 Y 1 1 1 0 A.3. jika kedua inputnya bernilai 1 operasi tidak diperbolehkan (dont care).B 2.3.

jika kedua inputnya bernilai 0 operasi tidak diperbolehkan (dont care) Tabel 2.7 Tabel Kebenaran Tabel kebenaran adalah tabel yang menunjukkan kombinasi input beserta outputnya pada suatu kasus logika.6 Operasi XOR Operasi XOR dilambangkan dengan PLUS ( ⊕ ).3. Untuk mempermudah memahami ikuti contoh dibawah ini : 8 .3. TABEL KEBENARAN berguna sekali untuk menganalisa suatu fungsi logika.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.5 Tabel operasi NOR A 0 0 1 1 Expresi NOR : Y = B 0 1 0 1 Y 1 0 0 0 A+ B 2.6 Tabel opersai XOR A 0 0 1 1 Expresi XOR : Y = A B 0 1 0 1 Y 0 1 1 0 ⊕B 2. Operasi ini hanya akan benar jika salah satu inputnya bernilai 1. Ada kalanya suatu kasus logika ditunjukkan oleh suatu fungsi logika atau suatu tabel kebenaran.

7 Tabel kebenaran fungsi F = AB’C + ABC’ A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 1 0 1 0 1 0 1 B’ 1 1 0 0 1 1 0 0 C’ 1 0 1 0 1 0 1 0 AB’C 0 0 0 0 0 1 0 0 ABC’ 0 0 0 0 0 0 1 0 AB’C ABC’ 0 0 0 0 0 1 1 0 + 2. Semua sistem digital disusun dengan hanya menggunakan tiga gerbang logika dasar: gerbang AND. yakni : gerbang NAND . Gerbang Logika merupakan dasar pembentuk sistem digital.gerbang eksklusif NOR .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Contoh : Tunjukkan nilai kebenaran dari suatu fungsi : F = AB’C + ABC’ Tabel 2. 9 .gerbang OR dan gerbang NOT .diode dan komponen-komponen lainnya. Gerbang Logika beroperasi dengan bilangan biner.gerbang NOR .gerbang eksklusif OR .Empat gerbang logika lain dapat dibuat dari gerbang-gerbang dasar ini. Tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah High (berarti "1" atau"+5V") atau Low(berarti "0" atau " 0 V " ). karenanya disebut Gerbang Logika Biner.3 GERBANG-GERBANG LOGIKA (LOGIC GATES) Gerbang-gerbang logika yang khususnya dipakai di dalam komputer digital.dibuat dalam bentuk IC (Integrated Circuit) yang terdiri atas transistor-transistor.

Umumnya TTL dipilih karena mempertimbangkan kecepatannya. I2L (Integrated Injection Logic).1 Jenis-jenis gerbang logika dasar Gerbang-gerbang logika tersebut disusun dengan menggunakan dioda dan resistor (Diode Logic). Jika dilihat dari literatur pabrik. Kelompok logika lain dinamakan berdasar konfigurasi rangkaiannya dan tersedia sebagai suatu IC (Integrated Circuit). atau dengan menggunakan kombinasi transistor (Transistor-Transistor Logic . AC atau ACT. High-speed TTL (74H/54H). Yang paling populer adalah keluarga TTL yang dikenal dengan seri 74/54 yang masih terbagi lagi dalam kelompokkelompok: standar (74/54). Schottky TTL (74S/54S). Selain itu juga cukup banyak dipakai keluarga CMOS yang ditandai dengan HC. sedang CMOS disukai karena pemakaian dayanya yang relatif rendah. Contohnya P-MOS (PositiveMetal Oxide Semiconductor). ECL (Emitter-Coupled Logic).TTL). Low-power Schottky TTL (74LS/54LS). CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor). HCT. 10 . dengan menggunakan resistor dan transistor (Resistor Transistor Logic).Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. Low-power TTL (74L/54 L).

Dalam gerbang AND. Semua rangkaian logika bagaimanapun kompleksnya dapat dibangun hanya dengan gerbang NAND atau hanya gerbang NOR saja. 1. Karena itu gerbang NAND sering juga digunakan untuk membangun gerbang-gerbang lain. Gerbang AND Gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab akan ditemukan bahwa gerbang NAND merupakan gerbang yang paling banyak tersedia dan digunakan. untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua masukan harus bernilai tinggi. Gerbang AND mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran.2 Gerbang AND 2 input Mengimplementasikan fungsi AND. Dan jika salah satu input berlogika 0. Pada percobaan ini akan dikenalkan gerbang-gerbang logika dasar dengan memanfaatkan gerbang NAND sebagai gerbang universal.Kedua inputnya harus harus memiliki logika 1 agar outputnya berlogika 1.3 Gerbang OR 2 input 11 . Gerbang OR Gambar 2. Gerbang NOR sebagaimana gerbang NAND juga merupakan gerbang universal. maka outputnya akan berlogika 0. sehingga disebut gerbang universal. 2.

Sebagai contoh praktis seperti berikut: jika pintu tidak dikunci = anda dapat masuk Fungsi NOT dinotasikan dengan garis horisontal diatas nilai yang akan diinverter. 3. Gerbang NOT atau Inverter Gambar 2. sering dibutuhkan dalam banyak aplikasi dan sangat berguna. Gerbang NAND Gambar 2. Output gerbang OR berlogika 1jika satu atau lebih dari inputnya berlogika satu. Apapun kondisi logika yang diberikan ke input. kebalikan kondisi logika yang akan keluar di output fungsi NOT.5 Gerbang NAND 12 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gerbang OR merupakan penjumlahan kebalikan dari gerbang AND.4 Gerbang NOT Inverter sedikit berbeda dengan gerbang AND dan OR dimana selalu memiliki satu input yang menghasilkan satu output. seperti pada gambar disamping kiri 4. Gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi jika salah satu atau semua sinyal masukan bernilai tinggi. sehingga dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai rendah.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gerbang NAND mengimplementasikan fungsi NAND. outputnya berlogika 1. Kedua inputnya berlogika 1 agar outputnya berlogika 0. 5.6 Gerbang NOR Gerbang NOR adalah gerbang OR dimana outputnya dibalik Gerbang NOR memaksa outputnya berlogika 0 jika salah satu inputnya berlogika 1 . Gerbang NOR Gambar 2. Jika salah satu saja inputnya berlogika 0.7 Gerbang XOR Exclusive-OR. Gerbang XOR menghasilkan output berlogika 1jika kedua inputnya berbeda. fungsi XOR sangat menarik dan variasi berguna dari fungsi OR. 6. Gerbang XOR Gambar 2. 13 . Jika inputnya sama maka outputnya berlogika 0. dimana merupakan kebalikan dari fungsi AND.

A . B + A . (B . A + B = B + A b. A + A = A b. B = B .1 = 1 P6: 1 . A + (B . (A .4 ALJABAR BOOLEAN Aljabar Boolean merupakan aturan-aturan dasar hubungan antara variabel-variabel boolean dengan bagian dari matematika yang telah banyak dipergunakan dalam rangkaian digital dan komputer. ( A’ ) = A’ 2. A . A = A T5 : Negation Law 1. A. C) = (A + B) . B = A b. B ) . 0 = 0 . A T2 : Associative Law a. (A + C) T4 : Identity Law a. A . (A + B) =A 14 . Adapun setiap keluaran dari suatu atau kombinasi beberapa buah gerbang dapat digunakan dalam suatu rangkaian logika yang disebut ungkapan Boole. C b. C) T3 : Distributive Law a. ( A’ )’ = A T6 : Redundant Law a. (A + B) + C = A + (B + C) b. Dibawah ini adalah bentuk-bentuk dari aljabar boolean: Boolean postulates P1: X= 0 atau X=1 P2: 0 . 0 = 0 P3: 1 + 1 = 1 P4: 0 + 0 = 0 P5: 1 .Aturan ini digunakan untuk memanipulasi dan menyederhanakan suatu rangkaian logika kedalam bentuk bervariasi. A + A . 1 = 0 P7: 1 + 0 = 0 + 1 = 1 Theorema Aljabar Boolean T1 : Commutative Law a.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. C = A . (B + C) = A .

( A + 2. B = A + B A . B b. sehingga gerbang NOT dengan masukan A dapat ditulis : a. 15 . ( A.A=A 1+A=1 0. sehingga gerbang OR dengan masukan A dan B dapat ditulis : 3. sehingga gerbang AND dinyatakan dengan : Misalkan diketahui suatu persamaan : Dari persamaan di atas dapat digambarkan bagaimana rangkaian yang digunakan agar sesuai dengan persamaan diatas. B T10 : De Morgan’s Theorem B)= A .B ) = A + B Aljabar Boolean mempunyai notasi sebagai berikut : 1. Fungsi AND dinyatakan dengan notasi titik (.A=0 T8 : A’ + A = 1 A’ . Fungsi NOT dinyatakan dengan notasi garis (overline) pada masukannya.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab T7 : 0+A=A 1. dot). A = 0 T9 : A + A’ . Fungsi OR dinyatakan dengan simbol plus (+). ( A’ + B ) = A . .

B + B . B + B .C Gambar 2.C Ekspresi Boolean merupakan suatu cara yang baik untuk menggambarkan bagaimana suatu rangkaian logika beroperasi. B + A . Dari suatu tabel kebenaran dapat diubah ke dalam ekspresi Boolean dapat dibuat tabel kebenaranya.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.B + A.9 Rangkaian lengkap Untuk persamaanya : Y = A . Tabel kebenaran merupakan metode lain yang tepat untuk menggambarkan bagaimana suatui rangkaian logika bekerja. 16 .8 Rangkaian logika OR Untuk persamaan : Y = Jadi : A .

Penggunaan scottky diodes dengan rangkaian transistor paling banyak memberikan transistor switching tercepat karena waktu propagasinya terpendek. Didalam kenyataan suatu gerbang-gerbang logika ini dikemas dalam suatu IC (integrated circuits). Setiap IC TTL ini mempunyai seri-seri tersendiri yang sudah ditetapkan oleh pabrik.10 IC SN74LS00 Seri 74LS (low power dengan Scottky-clamp diodes). Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah salah satu IC TTL seri 74 yaitu SN74LS00.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2.6 Penyederhanaan fungsi Logika dengan K-MAP Salah satu metode penyederhanaan fungsi logika untuk maksimal 4 variabel dapat dilakukan dengan metode K-Map (Karnaugh Map). Gambar 2. untuk seri yang sama seperti seri 74L (low power) seri 74H (high power) dan seri 74S (fast speed).sedangkan 74H memboroskan tenaga terbesar dan menangani arus output terbesar. Sebab jika lebih dari 4 variabel kita menggunakan metode Quine Mc 17 . 2.5 TRANSISTOR-TRANSISTOR LOGIC Selama ini hanya dikenal symbol-symbol suatu gerbang logika.IC TTL ini hanya akan bekerja jika pin-pin power IC tersebut (GND untuk arusminus dan Vcc untuk arus plus) dihubungkan dengan sumber tegangan.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Cluskey.11 K-Map 3 variabel Sehingga dari K-Map tersebut didapat penyederhanaan fungsi sebagai berikut : F=A+B Contoh 2.10: Gambar 2.1: Sederhanakan fungsi logika dengan 3 variabel dibawah ini : F = A B + A BC+ B C + B Karena bentuk dari fungsi diatasadalah SOP maka pada matrik K-Map diletakkan angka 1. Adapun contoh penyederhanaan fungsi logika dengan menggunakan K-Map adalah sebagai berikut: Contoh 2. Sehingga K-MAP tersebut akan tampak seperti gambar 2.2: Sederhanakan fungsi logika dengan 4 variabel berikut ini : F = ABC + B D + Maka K-Map akan sebagai berikut : ABC D + AC D + C D Gambar 2.12 K-Map 4 variabel 18 .

( A + C) 2.Seperti yang telah dijelaskan diatas. ( B + C ) Karena bentuk fungsi diatas adalah POS. Jika diberikan suatu tabel kebenaran dari suatu kasus maka kita bisa menggunakan metode SOP atau POS untuk merancang suatu rangkaian kombinasionalnya. Untuk menentukan suatu rancangan biasanya dikehendaki suatu rancangan yang paling efisien. maka kita tempatkan pada KMap. 19 .6.13 K-Map untuk POS 3 variabel Dimana hasil penyederhanaan K-Map adalah : F=( A + B).Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Sehingga dari K-Map tersebut didapat penyederhanaan fungsi sebagi berikut : F= C D + C D + B D + ABC Contoh 2. Sehingga K-Map akan tampak seperti gambar 2.12 : Gambar 2. ( A + C ) .( B + C).3: Sederhanakan fungsi logika dengan 3 variabel berikut ini : F = ( A + B + C) . Dengan adanya tabel kebenaran dapat ditentukan mana diantara metode yang paling efisien untuk diimplementasikan.1 Penyelesaian Logika dari Tabel Kebenaran dengan SOP dan POS dengan Menggunakan Metode Implementasi Rancangan Rangkaian Logika.

(A+ C ) 20 . Sehingga K-Map akan berbentuk: Tabel 2.maka bisa ditentukan metode POS yang lebih efisien.9 Tabel kebenaran metode POS Fungsi logika dari hasil K-Map tersebut adalah : F=(A+B).8 Tabel kebenaran metode SOP A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 C 0 1 0 1 0 1 0 1 OUTPUT 0 0 1 0 1 1 1 1 Karena output dengan nilai 0 lebih sedikit maka digunakan metode POS. lihat bagian output pada tabel kebenaran tersebut. Jika jumlah output yang mempunyai nilai 0 lebih sedikit dari jumlah output yang mempunyai nilai 1.Dibawah ini adalah contoh rangkaian kombinasional untuk mengimplementasikan tabel kebenaran : Tabel 2. maka bisa ditentukan bahwa metode SOP yang lebih efisien.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Untuk menentukan metode mana yang paling efisien. Jika jumlah output yang mempunyai nilai 1 lebih sedikit dari jumlah output yang mempunyai nilai 0.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dari fungsi logika tersebut kita dapat merancang rangkaian kombinasionalnya dari gerbang NOR saja dengan cara memberi double bar kemudian bar terbawah dioperasikan sehingga : Adapun rangkaian kombinasionalnya : Gambar 2.14 Rangkaian Kombinasionalnya Untuk persamaan : F (A+B).( A + B + C) 21 . 3 .3. B .( A + B + C ). C ) = A B C + A BC+A B C ∏ ( 2 . 6 ) adalah POS yang mempunyai persamaan : Y = ( A + B + C ). Dan akan dikenalkan symbol “ ∑ ” melambangkan operasi SOP sehingga yang ditampilkan adalah output yang mempunyai nilai 1 dan symbol “ ∏ ” melambangkan operasi POS sehingga yang ditampilkan adalah output yang mempunyai nilai 0. B . C ) = ∑ (2. Contoh : Y ( A .(A+ C ) Tapi terkadang suatu hasil dari tabel disajikan dalam bentuk fungsi.5) Adalah SOP yang mempunyai persamaan : Y = Y ( A .

9 Tabel kebenaran Half Adder A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 SUM 0 1 1 0 tersebut CARRY OUT 0 0 0 1 dapat dirancang rangkaian Dari tabel kebenaran kombinasionalnya menjadi: Gambar 2. Half adder ini dapat dibuat tabel kebenarannya sebagai berikut : Tabel 2.7 Aplikasi Rangkaian Kombinasional 2.7. Tabel kebenaran untuk full adder adalah sebagai berikut : 22 .1 HALF ADDER Half adder adalah suatu operasi penjumlahan dua bit biner tanpa menyertakan carry-in nya.2 FULL ADDER Adalah operasi penjumlahan dua bit biner dengan menyertakan carry-in nya.7.15 Rangkaian Half Adder Jika kita buat diagram menurut rangkaian kombinasional diatas half adder tersebut menjadi: 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2.

10 Tabel kebenaran Full Adder A 0 0 0 0 1 1 1 1 B 0 0 1 1 0 0 1 1 CARRY IN 0 1 0 1 0 1 0 1 SUM 0 1 1 0 1 0 0 1 CARRY OUT 0 0 0 1 0 1 1 1 Dengan K-Map kita bisa merancang rangkaian full adernya sebagai berikut : Tabel 2.11 Tabel K-Map Full Adder C = Carry in Sum = A B C + A B C + ABC + A B C Carry out = AB + AC + BC 23 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Rangkaian kombinasionalnya : SUM A B C Carry Out Gambar 2.16 Rangkaian Full Adder Atau dapat juga rangkaian full adder tersebut dibuat dari 2 buah rangkaian half adder.17 Rangkaian Full Adder dari 2 Half Adder 24 . Sehingga bentuknya menjadi seperti berikut : Gambar 2.

Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya.18 Blok Diagram Full Adder 2. dan 1 output. dapat dipilih salah satu inputnya untuk dijadikan output. m selector . Dengan menggunakan selektor. jika D0 bernilai 1 maka Y akan bernilai 1. Pada multiplexer ini hanya ada satu input yang ditransmisikan sebagi output tergantung dari kombinasi nilai selectornya. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n input. Input data biasanya diberi label D0 s/d Dn. 25 . Misalkan selectornya adalah S1 dan S0 maka jika nilai : S1 S0 = 00 Maka outputnya (diberi label Y) adalah : Y = D0 Jika D0 bernilai 0 maka Y akan bernilai 0.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Rangkaian tersebut dapat dibuat diagram logikanya menjadi : Gambar 2.7. Adapun macam dari multiplexer ini adalah sebagai berikut: Multiplexer 4 x 1 atau 4 to 1 multiplexer Multiplexer 8 x 1 atau 8 to 1 multiplexer Multiplexer 16 x 1 atau 16 to 1 multiplexer Dibawah ini adalah symbol dari multiplexer 4 x 1 yang juga disebut sebagai “data selektor” karena bit output tergantung pada input data yang dipilih oleh selektor.3 MULTIPLEXER Multiplexer adalah suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu output.

dapat kita lihat pada gambar 2.7.20 Rangkaian Multiplexer 4 X 1 26 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.19 Symbol multiplexer Adapun rangkaian multiplexer 4 x 1 dengan menggunakan strobe atau enable yaitu suatu jalur bit yang bertugas mengaktifkan atau menonaktifkan multiplexer.2 dibawah ini: Gambar 2.

6) Dimana parameter fungsi tersebut A. dapat dirancang suatu multiplexer 8x1 dari multiplexer 4x1 atau multiplexer 16x1 dari multiplexer 8x1 dan seterusnya. dimana hal ini menandakan hanya minterm yang mempunyai nilai 1 saja yang diikutkan sebagai parameter. Nah pada bagian ini dikenalkan dengan metode yang ketiga yaitu multiplexer solution. 3. yaitu metode sum of product (SOP) dan metode product of sum (POS). 5.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Suatu desain dari rangkaian logic biasanya dimulai dengan membuat tabel kebenaran. C adalah merupakan selector dari multiplexer dan sisi sebelah kanan fungsi adalah output yang diinginkan dari multiplexer. Dengan kata lain akan difungsikan multiplexer 2n-1x1 sebagai multiplexer 2nx1. Diberikan suatu kasus sebagai suatu fungsi F : F(A. B. Pada kenyataannya. C ) = ∑ (1.11 Tabel kebenaran SOP 27 . B. Jika dianggap selector sebagai n. maka dapat dibuat multiplexer 2n x1 dari multiplexer 2n-1x1. Tabel kebenaran dari fungsi diatas adalah sebagai berikut: Tabel 2. Tanda ∑ beserta parameter berikutnya adalah merupakan bentuk SOP (sum of product). Seperti telah diketahui bahwa ada 2 macam metodeyang diterapkan pada tabel kebenaran.

21 K-Map untuk aplikasi multiplexer Gambar 2. 2 . 5 .7.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.22 Rangkaian multiplexer Untuk aplikasi F = ∑ ( 1. Gambar 2. m control signal.22 mengilustrasikan ide dasar dari demultiplexeryang mempunyai 1 input signal. Sebuah demultiplexer adalah suatu rangkaian logicyang mempunyai satu input dan mempunyai banyak output. 6 ) 2. Dengan menggunakan control signal. 28 .4 DEMULTIPLEXER Demultiplexer berarti satu ke banyak. kita dapat mengarahkan input signal ksalah satu outputnya. dan n output signal.

23 menunjukkan 1 to 16 demultiplexer. Jika input control bernilai 1111. Bit data D ditransmisikan ke output tergantung pada nilai input control ABCD.23 Simbol Demultiplexer 2. Gambar 2. Jika D bernilai 1. maka Y0 bernilai 1. maka gerbang AND teratas enable/aktif dan gerbang AND lainnyaakan disable/ tidak aktif. Oleh karena itu bit data D hanya ditransmisikan ke output Y0. dan Y15=D. maka semua gerbang AND akan disable kecuali gerbang AND terbawah. Input diberi label D.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.5 1 TO DEMULTIPLEXER Gambar 2.24 Rangkaian 1 to 16 demultiplexer 29 . Jika ABCD bernilai 0000. maka Y0 bernilai 0. Kemudian D hanya diransmisikan ke output Y15. Jika D bernilai 0. sehingga Y0=D.7.

seperti pada tabel di bawah ini. karena hanya ada satu output yang bernilai 1 pada satu waktu. Begitu juga jika ABC = 100.25 Rangkaian 1 to 8 decoder Dalam hal ini adalah ABC.7. satu sama lainnya saling eksklusif. 30 . Gambar 2. Amatilah pada variabel output yang mana. maka hanya output Y1 yang akan bernilai 1.6 Decoder Jika diperhatikan decoder ini sebenarnya mirip dengan demultiplexer. Seperti yang ditunjukkan pada gambar diatas. denngan satu pengecualian yaitu pada decoder ini tidak mempunyai data input. maka hanya output Y4 yang mempunyai output 1 dan seterusnya. karena hanya 1 dari 8 jalur output yang bernilai 1. Operasi pada decoder dapat dijelaskan lebih lanjut dari hubungan input-output. circuit logic ini disebut 1 of 8 decoder.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Jalur output ditunjukkan dengan minterm yang ekivalen dengan angka biner. Sebagai contoh. Input hanya digunakan sebagai data control. ketika ABC = 001.

31 . Untuk setiap kombinasi masukan ini hanya satu dari m keluaran yang akan aktif (berlogika 1). Gambar 2.25 memperlihatkan diagram dari decoder dengan masukan n =2 dan keluaran m = 4 ( decoder 2 ke 4 ). decoder dapat dibedakan atas “non inverted output” dan “inverted output”.12 Tabel kebenaran 1 to 8 decoder Decoder adalah suatu rangkaian logika kombinasional yang mampu mengubah masukan kode biner n-bit ke m-saluran keluaran sedemikian rupa sehingga setiap saluran keluaran hanya satu yang aktif dari beberapa kemungkinan kombinasi masukan. sedangkan keluaran yang lain adalah berlogika 0. Beberapa decoder didisain untuk menghasilkan keluaran low pada keadaan aktif. ada 2n kemungkinan kombinasi dari masukan atau kode-kode. dimana hanya keluaran low yang dipilih akan aktif sementara keluaran yang lain adalah berlogika 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tabel 2. Setiap n masukan dapat berisi logika 1 atau 0. Dari keadaan aktif keluarannya.

dan PROM.26 Dekoder 2 ke 4 Tabel 2. Ada beberapa jenis komponen yang digolongkan sebagai PLA diantaranya : FPLA.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2. PAL.8 Aplikasi LanjutLogika Kombinasional 2.13 Tabel kebenaran decoder 2 ke 4 2. Secara blok diagram PLA berisi dua blok gerbang yaitu blok gerbang AND dan blok gerbang OR seperti gambar dibawah ini.8.1 PLA (Programmable Logic Array) PLA berisi beberapa buah gerbang AND dan gerbang OR dengan titik-titik hubung input / output tiap titik gerbang berupa matrik yang dapat diprogram oleh pemakai. 32 .

28 FPLA yang mempunyai 3 input dan 4 output 33 . Gambar 2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 2.27 Blok diagram PLA 2.2 FPLA (Field Progamable Logic Array) FPLA mempunyai matrik AND dan matrik OR yang masingmasing dapat diprogram seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.8.

FPLA mempunyai matrik AND dan matrik OR yang keduanya dapat diprogram sehinggga sangat fleksibel.3 PAL (Progammable Array Logic) PAL memiliki matrik AND yang dapat diprogram sedangkan matrik OR-nya tetap. Seperti gambar dibawah ini.29 PAL yang mempunyai 3 input dan 4 output Penghilangan matrik dioda skring pada bagian matrik OR dapat menekan biaya pembuatannya. dimana jika didalam IC PLA tanda X( silang ) adalah merupakan dioda skrin. 2. dimana saat memprogram kita harus memutuskan dioda skring yang tidak diperlukan. memungkinkan perncang untuk memilih dan memprogram hanya satu bentuk perkalian yang akan digunakan untuk tiap-tiap funsi spesifik. Gambar 2. namun fleksibilitasnya hanya berkurang sedikit jika dibandingkan dengan FPLA. Walaupun matrik OR tidak dapat diprogram. Bentuk-bentuk perkalian ini kemudian dapat dipilih untuk dikombinasikan atau dijumlahkan dengan yang lainnya untuk membentuk persamaan logika AND-OR (sum of product term).Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Tanda X( silang ) pada matrik AND dan matrik OR adalah bagian yang dapat diprogram. 34 .8. sedangkan yang diperlukan dibiarkan tetap terhubung.

35 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 2. Pada matrik AND susunan matriknya sama dengan susunan dekoder.8.30 PROM mempunyai 16 word (4 bit) Pada matrik OR terdapat 32 dioda skring yang dapat diprogram. Akan tetapi jumlah variabelnya terbatas karena tiap penanmbahan satu buah input akan mamerlukan gerbang AND dua kali lebih banyak. Ada dua keuntungan jika meggunakan PROM dibandingkan dengan FPLA maupun PAL. Merupakan solusi logika umum dengan kata lai menyediakan seluruh perkalian dari variabel input.sehinnga untuk matrik AND-nya dapat digantikan dengan dekoder 3 ke 8.4 PROM (Progammable Read Only Memory)PROM Mengandung matrik AND yang tetap dan matrik OR yang dapat diprogram seperti gambar dibawah . yaitu : Karena sering digunakan pada beberapa aplikasi maka PROM dibuat dalam jumlah besar sehingga harganya murah. Gambar 2.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 36 .

sebelumnya harus diketahui terlebih dahulu cara kerja sistem Com3Lab tersebut. 37 . Setelah paham cara kerja sistem Com3Lab akan dicoba untuk menguji rangkaian yang ada dalam trainer tersebut.1 PENDAHULUAN Sebelum merancang suatu system yang ada dalam modul kit trainer Com3Lab sebelumnya harus mengerti dasar-dasar tentang rangkaian kombinasional dan sedikit memahami Com3Lab.Untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam merangkai rangkaian yang ada.1 . kita harus memahami dengan baik teori tentang rangkaian tersebut.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB III PERANCANGAN SISTEM 3. Dalam menguji rangkaian-rangkaian yang ada dalam kit trainer Com3Lab. Semua itu dapat dijalankan dengan melihat flowchart gb 3.2 Desain pembuatan petunjuk praktikum Dalam membuat buku petunjuk praktikum dengan menggunakan kit trainer Com3Lab. 3. akan terdapat panduan sesuai dengan program yang telah terinstal. Com3Lab merupakan suatu kit trainer untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu pelatihan di bidang teknik elektrik dan elektronika Com3Lab adalah solusi yang ideal karena modul Com3Lab menggunakan animasi dan eksperimen nyata untuk menggambarkan desain-desain rangkaian Elektronika Digital 1.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3.1 Flowchart alur percobaan 38 .

2 Pesan jika terjadi kesalahan Pesan pada gambar 3. Gambar 3.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3. hal ini mungkin terjadi dikarenakan kabel serial (RS232) belum terpasang atau port yang ada pada komputer tidak tersedia. 39 .3.3 Tampilan masukkan nama User Jika dalam awal pengoperasiannya Com3lab sudah mengeluarkan tampilan seperti gambar 3.2 menunjukkan bahwa salah satu komponen pendukung dari hardware Com3lab belum memenuhi standar dengan kata lain tidak lengkap. itu berarti semua software dan hardware sudah lengkap dan siap untuk dijalankan.

5 Beberapa percobaan yang tersedia 40 .4 Course overview Tampilan diatas adalah menu pilihan untuk menuju langkah selanjutnya dan dapat kita gunakan untuk melihat bahwa di card unit tersedia percobaan apa saja. seperti pada gambar 3.5 : Gambar 3.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 3.

TTL-NAND. TTL-XOR. KV diagram. Coding. untuk itu dapat dincari referensi yang sejenis mengenai rangkaian tersebut dari buku yang membahas tentang rangkaian tersebut. Modul kit trainer ini mampu melakukan sampai 16 praktikum. Logic Operations. dan Fault simulation 41 . tulis pesan kesalahan tersebut kemudian cek lagi apa dalam merangkai ada yang terlewat atau mungkin belum tersambung. Half Adder. Seven segment display. Praktikum tersebut adalah TTL-And. Distributive Law. Multiplexer/Demultiplexer. dapat ditulis langkah-langkah percobaan yang harus dilakukan sesuai dengan prosedur percobaan yang ada. De morgan’s Law. TTL-NOT. Tetapi tidak menutup kemungkinan teori yang disediakan dalam program tersebut masih kurang. TTL-OR. Selagi menguji rangkaian tersebut.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dalam software Com3lab yang sudah terinstall pada komputer terdapat teori pendahuluan sebagai pengantar sebelum menguji rangkaian tersebut. Dalam menulis langkahlangkah percobaan harus diperhatikan dengan seksama rangkaian yang dibuat agar dapat menekan angka kesalahan sekecil mungkin . Apabila terjadi error. Full Adder. Assosiative Law.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 42 .

Seven Segment 6. Fault Simulation 4. K. 1. Karena suatu rangkaian yang mempergunakan transistor sebagai switch menghendaki tegangan hubungan yang berbeda untuk pengoperasiannya sendiri.TTL-AND .Assosiative law . yakni pasif dan aktif. Suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik tanpa penguatan yang bekerja sebagai switch disebut Gate Pasif : Contoh paling umum dari jenis peralatan ini adalah diode hubungan semi konduktor.V Diagram 4.TTL-XOR 2.TTL-OR .Distributive law 3. dari sini rangkaian logika aktif yang memprgunakan transistor sebagai suatu switch diklasifikasikan sesuai 43 . Transistor-transistor Logic: . Dimana masingmasing terdiri dari beberapa rangkaian yaitu .TTL-NOT .De Morgan’s law . Suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik dengan penguatan yang bekerja sebagai switch disebut Gate logika Aktif : Contoh paling umum perlengkapan jenis ini adalah Transistor hubungan semikonduktor. Full Adder 8.TTL-NAND . Multiplexer 9. Logic Operations .1 Transistor-transistor Logic Gate logika dibagi dalam dua kelas. Half Adder 7. Coding 5. Demultiplexer 10.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM Pada bab ini akan membahas tentang pengujian sistem rangkaian kombinasional yang terdapat pada elektronika digital 1.

1 Tabel kebenaran TTL-AND Gambar 4. Pada rangkaian AND keluaran hanya bernilai “1” jika kedua masukannya bernilai high. Jika salah satu masukannya bernilai low maka keluarannya bernilai “0”.1 Rangkaian AND 44 . sesuai dengan table kebenaran dibawah ini: Tabel 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab dengan jenis peralatan elektronik yang digunakan dalam hubungan dengan transistor. Sebagai contoh suatu gate logika aktif yang menggunakan Diode Transistor Logic (DTL).1 TTL-AND Pada percobaan ini rangkaian AND merupakan rangkaian logika yang hampir sama dengan operasi matematika yaitu perkalian. 4. dan Transistor Transistor Logic (TTL).1.

Gambar 4.2 TTL-OR Pada percobaan ini rangkaian OR merupakan penjumlahan kebalikan dari gerbang AND.1a adalah switch S0 dihubungkan ke input A lalu switch S1 dihubungkan ke input B kemudian dari IC AND outputnya masuk pada led H0. Jika output gerbang OR berlogika 1 apabila satu atau lebih dari inputnya berlogika 1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dimana dari gambar 4. Dibawah ini adalah gambar rangkaian yang tersaji dalam Com3Lab: 45 .1.2 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 4. Sehingga gerbang OR akan memberikan sinyal keluaran tinggi dan dapat dikatakan bahwa gerbang OR hanya memiliki sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai rendah.

3 Rangkaian OR Dimana dari gambar 4. Q atau outputnya masuk pada led H0.2a adalah switch S0 dihubungkan ke input A lalu switch S1 dihubungkan ke input B kemudian dari AND.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.1.4 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 46 . Gambar 4.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4.1.3a hanya menggunakan 1 switch saja yaitu switch S0 dan dihubungkan ke input NOT kemudian outputnya atau Q masuk led H0. Dalam percobaan ini apapun kondisi logika yang diberikan ke input. kebalikan kondisi logika yang akan keluar di output.5 Rangkaian NOT Dimana pada gambar 4. Gambar 4. Gambar 4.3 TTL-NOT Not juga disebut sebagai inverter dimana berbeda dengan gerbang AND dan OR yang selalu memiliki satu input yang menghasilkan satu output.6 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 47 .1.

7 Rangkaian XOR Pada gambar 4.1.4 menggunakan dua switch S0 dan S1.4 TTL-XOR Setelah melakukan percobaan rangkaian X-OR ini dapat di analisa yaitu fungsi XOR sangat menarik dan var iatif dari fungsi pendahulunya OR. Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. Gambar 4.1.8 Jawaban dari pertanyaan di dalam Com3Lab 48 . S0 terhubung ke input A dari gerbang XOR sedangkan S1 terhubung ke input B kemudian output dari XOR masuk ke Led H0. Gerbang XOR menghasilkan output berlogika 1 jika kedua inputnya berbeda namun jika inputnya sama maka outputnya berlogika 0.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. 49 . Jumlah ke 4 keluaran tersebut menghasilkan 4 digit biner yang dapat ditafsirkan sbg nomor fungsi.2 Tabel fungsi Q = 0 A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Q 0 0 0 0 Ini merupakan suatu fungsi yang sederhana adapun hasilnya tidak tergantung pada masukannya. bagian ini menjelaskan tentang berbagai kombinasi dimana nantinya menghasilkan diagram sirkuit dari tiap kombinasi tersebut. Q = A /\ B mempunyai dua atau lebih dari dua sinyal masukan tetapi hanya satu sinyal keluaran seperti tabel dibawah ini: Tabel 4.3 Tabel fungsi Q = A /\ B A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 Q 0 0 0 1 Untuk menghasilkan sinyal keluaran tinggi maka semua sinyal masukan harus bernilai tinggi. seperti yang terlihat pada tabel kebenaran dibawah ini: Tabel 4.2 Logic Operations Logic operations adalah 2 variable binary yang dapat dikombinasikan untuk mendapatkan 16 hasil berbeda. Kombinasi fungsi 2 digital dibentuk dengan memberikan masing-masing dari 4 bagian masukan dan suatu keluaran menyatakan Q menggunakan 2 kemungkinan yaitu 1 dan 0 . Q = 0 jika fungsi ini dimasukkan tetap hasilnya 0.

Hal ini tidak menyebabkan perubahan pada hasil keluaran dari rangkaian NAND.1 De morgan’s law Setelah melakukan percobaan ini De morgan’s digunakan untuk mempermudah perhitungan pada NAND dan OR. Dimana pada hukumnya yang pertama adalah rangkaian NAND yang diubah menjadi rangkaian or dengan kedua masukannya diinverterkan.B 50 .2.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. Gambar 4.9 Rangkaian De morgan’ law Tabel 4.4 Tabel fungsi Q= A + B dan Q= A. Begitu juga pada hukumnya yang kedua dimana dia mengubah rangkaian NOR menjadi rangkaian and dengan kedua masukannya diinverterkan dengan tidak mengubah hasil keluaran dari rangkaian NOR tersebut.

2.3 Assosiative Law Assosiate law terdiri dari dua rangkaian berbeda yaitu conjunction dan disjunction.5 Tabel Kebenaran Q = A + B 4. Pada rangkaian conjunction terdapat tiga masukan dimana jika kita ingin mendapatkan hasil dari rangkaian 51 . Gambar 4.2 TTL-NAND Pada percobaan ini rangkaian NAND merupakan rangkaian logika and dengan hasil keluaran yang diinverterkan.10 Rangkaian NAND Tabel 4.2. Jika salah satu masukanya bernilai high maka keluarannya bernilai ”0”.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4. Pada rangkaian NAND keluaran hanya bernilai “1” jika kedua masukannya bernilai low.

setelah hasildari operasi tersebut didapatkan baru kita dapat memproses hasil tersebut untuk di and kan dengan masukan pertama. Begitu juga pada rangkaian disjunction dimana kita harus memproses dulu masukan kedua untuk di or kan dengan masukan ketiga.11 Rangkaian Assosiative Law Tabel . setelah hasildari operasi tersebut didapatkan baru kita dapat memproses hasil tersebut untuk di or kan kembali dengan masukan pertama.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab conjuntion ini kita harus memproses dulu masukan kedua untuk di and kan dengan masukan ketiga.6 Tabel kebenaran Q = ( A + B ) + C 52 .4. Gambar 4.

kita menginginkan rangkaian dengan satu keluaran dan 4 masukan . Setelah kedua hasil tersebut didapatkan baru kita dapat meng and kan kedua hasil tersebut.3 K. Gambar 4. Begitu juga pada rangkaian disjunction dimana kita harus memproses dulu masukan pertama untuk di or kan dengan masukan kedua. 11.2.12 Rangkaian Distributive 4. setelah hasildari operasi pertama tersebut didapatkan baru kita dapat memproses masukan pertama untuk di or kan dengan masukan ketiga. setelah hasildari operasi pertama tersebut didapatkan baru kita dapat memproses masukan pertama untuk di and kan dengan masukan ketiga.4 Distributive Law Dari percobaan ini Distributive law terdiri dari dua rangkaian berbeda yaitu conjunction dan disjunction. 10 angka 0 dan 1 53 .V diagram atau biasa disebut karnough map digunakan untuk membuat sebuah rangkaian yang hasilnya kita inginkan misal. 01. Maka buatlah kotak 4x4 dan letakkan masukkan AB di sudut atas dan CD disudut kanan. dengan urutan 00. maka kita misalkan 4 masukan itu adalh ABC dan D.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 4.V Diagram Pada praktikum ini K. Pada rangkaian conjunction terdapat tiga masukan dimana jika kita ingin mendapatkan hasil dari rangkaian conjuntion ini kita harus memproses dulu masukan pertama untuk di and kan dengan masukan kedua. satu keluaran adalah Q dengan Q adalah hasil yang kita inginkan. Setelah kedua hasil tersebut didapatkan baru kita dapat meng or kan kedua hasil tersebut.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

sebagai perwakilan AB dan CD yang nilainya 1 jika tanpa bar (

) dan

nilai 0 jika di bar ( ) inverter, lingkari 4 kotak yang semuanya bernilai 1 dan gabungkan masukan yang sama lalu gunakan persamaan yang lain untuk menyederhanakan.

Gambar 4.13 Tampilan kv diagram pada Com3Lab

4.4 Coding
Dalam percobaan ini Coding adalah suatu rangkaian gabungan dari beberapa fungsi logika yang berfngsi untuk mendapatkan nilai biner yang absolut, yang digunakan untuk menggkodekan masukan data biner menjadi data desimal. S0, S1, S2, dan S3 adalah saklar yang jika dinyalakan akan menghidupkan salah satu led. Led ada 3 yaitu H0 bernilai 1, H1 bernilai 2, dan H3 bernilai 4, jika S0 on dan S2 off maka nilai yang dimasukkan dianggap 01 dan H0 menyala karena H0 adalah keluaran dari rangkaian OR antara S0 dan S2.

54

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

Gambar 4.14 Rangkaian Coding

4.5 Seven Segment
Dalam percobaan ini tampilan Seven segment digunakan untuk memvisualisasikan indikator nomor. Biasanya yang digunakan untuk menandai sebuah seven segment adalah Led. Seven segment dirangkai dari led untuk menampilkan suatu nilai dari range 1 – 9. BCD ke Decoder seven segment digunakan untuk mengontrol tampilan seven segment.

Gambar 4.15 Rangkaian Seven segment

55

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab

4.6 Half Adder
Half adder adalah fungsi penjumlahan yang dirangkaian logika half adder memiliki 2 masukkan dan 2 keluaran ini berfungsi sebagai penjumlahan dan sisanya sebagai carryover dihubungkan dengan rangkaian AND dan SUM sebagai penjumlahan terhubung dengan rangkaian XOR.

Gambar 4.16 Rangkaian Half Adder Tabel 4.7 Tabel kebenaran Carryover C dan Sum S

4.7 Full Adder
Pada percobaan ini Full adder adalah sama denagn half adder tetapi dengan 3 masukkan dan 2 keluaran yaitu C1 dan S, sama seperti half adder C1 dan S berguna sebagai sisa dan penjumlahannya. Rangkaian ful adder menggunakan 2 rangkaian half adder dan 1 rangkaian OR, sehingga seakan-akan rangkaian di C, untuk penjumlahan sesaaat seluruh masukan pertama ( A ) bernilai “0” berupa rangkaian AND tetapi jika masukan pertama (A) bernilai “1” maka C, dirangkai seperti OR, sama dengan rangkaian di S, jika masukan pertama (A)

56

kita dapat memilih salah satu inputnya untuk dijadikan output.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab bernilai “0” maka rangkaiannya seakan-akan dibuat seperti XOR tetapi jika bernilai “1” . maka rangkaiannya seperti XOR yang diinverterkan. Tabel 4. Sehingga dapat dikatakan bahwa multiplexer ini mempunyai n input.17 Rangkaian Full Adder 4. Dengan menggunakan selektor. dan 1 output. m selector . Biasanya jumlah inputnya adalah 2m selectornya 57 .8 Multiplexer Di percobaan ini adalah perbandingan dengan teori yaitu apakah Multiplexer suatu rangkaian yang mempunyai banyak input dan hanya mempunyai satu output.8 Tabel kebenaran Carryover C1 dan Sum S Gambar 4.

parallel-serial konvertor data dan untuk menerapkan fungsi logika khusus dan menyimpan data penting pada printed board. Di percobaan ini multiplexer digunakan untuk membuat beberapa masukan sinyal yang berbeda menjadi satu sinyal keluaran dan berguna sebagai stepping switches. Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Gambar 4.18 Rangkaian Multiplexer 4.19 Rangkaian Demultiplexer 58 .9 Demultiplexer Demultiplexer adalah suatu rangkaian logic yang mempunyai satu input dan mempunyai banyak output.

maka Pengajar dapat memonitoring hasil proses belajar para mahasiswanya.20 Lembar Supervisor 59 . Informasi lain yang bisa didapatkan adalah mengenai proses time dan banyaknya proses yang telah dilakukan. Proses time menunjukkan lamanya waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam menyelesaikan suatu percobaan dan progres menunjukkan banyaknya percobaan yang telah dilakukan oleh mahasiswa.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5. Untuk mendapatkan data dalam memenuhi target bab IV ini lima orang mahasiswa menjadi sample tentunya mempunyai kemampuan.1 Analisa pada lembar Supervisor Dengan Com3Lab Supervisor. Com3Lab Supervisor dapat merinci mengenai informasi untuk masing-masing pemakai yang diwakili dalam bagan balok 3D. type dan pemahaman yang berbeda. Gambar 4.

2. mahasiswa kelima mengerjakan percobaan secara acak sampai semua percobaan selesai.1 Mahasiswa pertama (nama = arka) Untuk mahasiswa pertama melakukan percobaan mengenai rangkaian flip-flop.21 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 60 . Mahasiswa pertama mengerjakan satu percobaan dengan waktu yang singkat. Mahasiswa ketiga mengerjakan percoban secara acak (tidak sesuai dengan panduan Com3lab). Mahasiswa kedua mengerjakan percobaan sama seperti yang 1. Rangkaian yang dijuji adalah rangkaian RS flip-flop dengan menggunakan clock dan rangkaian RS flip-flop tanpa menggunakan clock. Gambar 4. tetapi waktunya lebuh lama.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Dari kelima mahasiswa tersebut didapatkan sampel sebagai berikut : 1. Mahasiswa tersebut dapat menyelesaikan percobaan yang diberikan dalam jangka waktu 3 menit 31 detik. 4. 5. 5.1. 3. Mahasiswa keempat mengerjakan percobaan secara terstruktur sesuai panduan yang ada dalam Com3lab.

22 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Dengan membandingkan lama waktu pengerajaan pada mahasiswa pertama dengan mahasiswa kedua. Dapat diambil suatu kesimpulan bahwa mahasiswa pertama lebih cepat memahami penerapan materi dalam percobaan dibandingkan dengan mahasiswa kedua.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5. hasil progress yang ditunjukkan pada gambar grafik sama. berhati-hati dalam melakukan percobaan. Gambar 4. Lamanya waktu tidak berhubungan dengan progress yang dilakukan. namun waktu yang digunakan lebih lama dengan waktu 8 menit 2 detik.2 Mahasiswa kedua (nama = bayu) Mahasiswa melakukan percobaan yang sama seperti yang dilakukan oleh mahasiswa pertama. 61 . Tipe pengerjaan dari mahasiswa pertama adalah tergesa-gesa. untuk mahasiswa kedua cenderung lebih teliti.1.

62 .3 Mahasiswa ketiga (nama = linda) Mahasiswa ketiga melakukan percobaan tidak sesuai dengan urutan yang ada pada software. Gambar 4.22.1.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5. Hasil pengerjaan yang telah dilakukan dapat dilihat dalam gambar 4.23 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor Dari tampilan grafik dapat diambil suatu kesimpulan bahwa mahasiswa tersebut tidak sistematis dalam mengerjakan praktikum yang ada.

24 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 63 . Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.1.4 Mahasiswa keempat (nama = hendra) Mahasiswa keempat melakukan percobaan secara berurutan sampai selesai.

Mahasiswa yang ketiga dalam hal teori memang lebih menguasai menurut mahasiswa ini kurang menarik jika harus mengikuti percobaan secara sistematis.5 Mahasiswa kelima (nama = fendy) Mahasiswa kelima melakukan percobaan sampai selesai tapi proses pengerjaannya tidak berurutan sesuai dengan langkah percobaan yang ditunjukkan pada software.2 Analisa . hal ini sangat mungkin 64 . Gambar 4.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab 5.25 Tampilan grafik Com3Lab Supervisor 5. .Mahasiswa pertama dan kedua mempunyai kemampuan yang sama dalam penguasaan materi yang ada dalam percobaan tersebut namun keduanya mempunyai perbedaan ketika merangkai suatu percobaan yang ada dalam modul Com3lab.1. mahasiswa pertama pemahamannya lebih cepat tetapi terkesan terburu-buru sedangkan mahasiswa kedua memang terkesan lambat itu karena mahasiswa ni tipenya lebih hati-hati dan teliti.

Mahasiswa yang melakukan percobaan secara sistematis memerlukan waktu selama 44 menit 39 detik dalam menyelesaikan percobaan yang ada. Sedangkan bila melakukan percobaan tidak sesuai dengan langkah percobaan yang ada dalam software memerlukan waktu lebih lama. Dengan mengerjakan percobaan secara sistematis sesuai dengan langkah percobaan yang ada pada software membuat proses pembelajaran lebih cepat. Dari serangkaian sampel yang telah dilakukan bahwa antara pengerjaan dengan cara berurutan maupun tidak hasil akhir yang ditampilkan dalam grafik adalah sama.Mahasiswa yang keempat dan kelima mempunyai persamaan dalam hal kemampuan pemahaman suatu materi dengan waktu yang singkat tetapi cara mereka untuk memahaminya berbeda mahasiswa yang keempat lebih cenderung melakukan percobaan terstruktur karena menurutnya hal itu akan mempengaruhi lama dan singkatnya proccess time. Sedangkan mahasiswa yang kelima memiliki metode sendiri yang tentunya tidak sama dengan metode yang terstruktur dalam Com3lab ini dikarenakan mahasiswa ini lebih memilih progress daripada mengejar process time. . Untuk mahasiswa yang tidak melakukan percobaan secara sistematis memerlukan waktu yang lebih lama yaitu selama 1 jam 3 menit 38 detik 65 .Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab trejadi dikarenakan mahasiswa sudah menguasai benar teoriteori yang disediakan Com3lab.

Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab Halaman ini sengaja dikosongkan 66 .

EX-OR. Dapat dibuat suatu mdoul untuk aplikasi yang lain karena pada proyek akhir ini hanya dibatasi untuk petunjuk pengoperasian tanpa melibatkan pembuatan hardware. NAND. 5. Gate aktif adalah suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik dengan penguatan yang bekerja sebagai switch 3. 2. 2. Dari pengujian sampel bab IV pada lembar Supervisor mahasiswa dikatakan Lulus dalam uji praktikum elektronika digital 1 jika bisa menyelesaikan seluruh percobaan yang tersedia dalam Com3lab dan mencapai minimal 55% dari 100% progress dalam waktu (Process time) tidak lebih dari 45 menit. Untuk membuat suatu fungsi tertentu biasanya melibatkan lebih dari satu gerbang. 67 . OR. Cara kerja rangkaian kombinasional ada dua yang biasa disebut gate pasif dan gate aktif. dari ketiga gerbang tersebut dapat dibentuk gabungan fungsi gerbang dasar NOR.1 KESIMPULAN Dari pengujian sistem dan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. EX-NOR. Gate pasif adalah suatu rangkaian yang mempergunakan peralatan elektronik tanpa penguatan yang bekerja sebagai switch. diantaranya adalah : 1. maka ada beberapa saran sebagai pertimbangan untuk perbaikan dalam proyek akhir ini. Rangkaian kombinasional adalah rangkaian yang terbangun atas komponen elektronika pasif dan aktif yang dapat melakukan operasi logika NOT.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab BAB V PENUTUP 5. AND. Data yang diambil agar bisa lebih baik dan bisa dipertanggungjawabkan secara teori.2 SARAN Mengingat masih banyaknya hal-hal yang belum dapat dicapai dalam Tugas Akhir ini sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Ir. Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Pengaturan Otomatis dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab.leybold-didactic.Pembuatan Petunjuk Modul Praktikum Elektronika Digital 1 Dengan Menggunakan Kit Trainer Leybold Com3Lab DAFTAR PUSTAKA 1. Jurusan Teknik Telekomunikasi. 68 .Sulistyo Mahargyo. Prima Kristalina.. 6. 4. Surabaya. Surabaya. Jurusan Teknik Telekomunikasi. PENS-ITS. 5. Elektronika Digital Edisi Kedua. Petunjuk Praktikum Elektronika Digital 1.de 2. Jun Kyokane Takehiko Hara(Jica Expert). PENS-ITS.Politeknik elektronika negeri surabaya. MT.Mauridhi Hery P. 2006 Proyek Akhir Rahma Wisnu Wardana. Jakarta. 3. Pembuatan Petunjuk Praktikum Teknik Modulasi Analog Menggunakan Com3Lab. Tokheim. 2006 Proyek Akhir Nur Hayin. Surabaya. 1990 http://www. PENS-ITS. Erlangga. Petunjuk Praktikum Elektronika Digital 1.2007 Roger L.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->