P. 1
SEJARAH PERKEMBANGAN MAJALAH

SEJARAH PERKEMBANGAN MAJALAH

|Views: 1,787|Likes:
Published by RiztiKhairinnisa

More info:

Published by: RiztiKhairinnisa on Aug 15, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

SEJARAH PERKEMBANGAN MAJALAH

Sejarah singkat Perkembangan Majalah

Dunia cetak-mencetak mulai mengalami kemajuan tak henti-henti sejak dikembangannya mesin cetak oleh Johannes Guttenberg tahun 1455. Mesin cetak ini merupakan yang pertama kalinya di Eropa yang menggunakan cetak logam yang dapat digerakkan (movable metal type). Secara dramatis, penemuan ini meningkatkan kecepatan produksi barang cetakan, termasuk buku dan majalah. Mesin cetak juga mengurangi waktu yang digunakan dalam produksi buku dan majalah sebelumnya. Majalah yang paling awal adalah Erbauliche Monaths ± Unterredungen (1663±1668) diterbitkanolhJohannRist,seorang teolog dan penyair dari Hamburg, Jerman. Bentukan iklan buku dikenalkan sejak tahun 1650, berupa feature yang muncul secara reguler dan kadang diberi ulasan. Katalog-katalog reguler terbit, seperti Mercurius Librarius atau A Catalogue of Books (16681670). Tetapi, selama abad 17 terbitan semacam itu rata-rata berumur pendek. Jenis majalah yang lebih ringan isinya, atau berkala hiburan, pertama kali terbit pada 1672, yaitu Le Mercure Galant, didirikan oleh seorang penulis, Jean Donneau de Vice. Isinya: kisah-kisah kehidupan, anekdot, dan mutiara hikmah.

Di awal terbitannya, berbagai majalah didesain hanya untuk kalangan terbatas. Penerbitnya lebih suka disebut pengelola quality magazines. Sejak 1830-an, bermunculan majalah-majalah berharga murah, yang ditujukan kepada publik yang lebih luas. Awalnya berbagai majalah ini menyajikan mater-materi yang bersifat meningkatkan, mencerahkan, dan menghibur keluarga. Tapi, pada akhir abad 18 berkembang majalah-majalah populer yang sematamata menyajikan hiburan. Di Inggris, Charles Knight menjadi pelopor majalah jenis baru ini. Ia menerbitkan mingguan Penny Magazine (1832 1846) dan Penny Cyclopedia (1833 1858). Di samping majalah populer, muncul pula berbagai penerbitan majalah serially yang dipenuhi dengan gambar-gambar ilustrasi. Di AS, sampai tahun 1850, perkembangan itu tidak ditemukan. Yang tercatat mengmbangkan penerbitan berskala nasional jangkauan oplahnya yaitu Saturday Evening Post (1821 1869) dan Youth Companion (1827 1929). Pada seperempat akhir abad 19, penerbitan majalah mengalami peningkatan pasar. Masyarakat mendapat limpahan informasi dan hiburan. George Newness menyalurkan hobinya yang berawal dari kesukaannya menggunting paragrafparagraf, pada 1881, dengan menerbitkan Tit-Bits yang terbit secara periodik, dan menyebar secara meluasmelintasi batas negara. Hal tersebut diikuti oleh the Strand yang menjadi populer karena kisah-kisah Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Keberadaan majalah sebagai media massa terjadi tidak lama setelah surat kabar. Sebagaimana surat kabar, sejarah majalah diawali dari negara-negara Eropa khususnya Inggris, dan di benua Amerika diwakili oleh Amerika Serikat. Di Amerika, tahun 1820-an sampai 1840-an merupakan zamannya majalah (the age of magazines). Majalah yang paling pouler saat itu adalah Saturday Evening Post yang terbit tahun 1821, dan Nort American Review.

Perubahan besar dalam industri majalah terjadi pada tahun 1890-an, ketika S.S. McClure, Frank Musey, Cyrus Curtis, dan sejumlah penerbit lain mulai mengubah industri penerbitan majalah secara revolusioner. Mereka melihat adanya ratusan ribu calon pelanggan yang belum terlayani oleh majalah yang ada. Mereka juga melihat bahwa iklan akan memainkan peranan penting dalam perekonomian AS. Maka, para tokoh ini

maka belakangan produk-produk tersebut dapat diproduksi lebih banyak dan menyebar ke pembaca yang lebih luas. sekaligus sebagai penulisnya. penggemar acara televisi (TV Guide). Tidak sedikit mingguan atau bulanan yang sudah puluhan tahun terbit dan berjangkauan luas akhirnya terpaksa tutup. untuk mempercepat reproduksi majalah mempekerjakan banyak seniman yang masing-masing membuat sebagian gambar yang lalu disatukan sebelum digunakan sebagai materi cetakan. kebijakan nasional. bahkan juga bagi yang awalnya begitu terkenal seperti Life dan Look. 2. para pesohor (selebritis). atau beritaberita ilmiah (Scientific American). dan lain-lain. sudah bukan zamannya lagi. Tokoh Pelopor Majalah yang Dianggap Sukses Penelusuran sejarah perkembangan media massa takkan lepas dari tokoh atau figur yang memprakarsai atau menerbitkan media massa tersebut. Majalah-majalah yang meliput segala hal (pusparagam) seperti Collier¶s dan Saturday Evening Post. Seorang tokoh melekat dengan media terbitannya. Teknik cetak foto modern jelas serba lebih mudah. dan mereka merupakan pasar potensial aneka produk massal yang dapat dijaring melalui iklan di majalah. Ladies¶ Home Journal. lebih murah daripada harga kertas majalahnya sendiri. Iklan menjadi kian penting daripada harga majalah.menciptakan majalah yang isinya sesuai dengan selera dan kepentingan orang banyak. Terjadilah fenomena yang disebut dengan popularisasi dan segmentasi isi. majalah yang berisi berita. Jika sebelumnya produk bacaan (cetak) dan aksesnya hanya tersedia bagi kalangan tertentu. Pada tahun 1740. 1. Sekarang adalah zaman majalah-majalah khusus. terbit Review. serta terbit tiga kali satu minggu. Defoe bertindak sebagai pemilik. Richard Steele . dia menerbitkan General Magazine dan Historical Chronicle. dan sebagainya. lagu-lagu populer. artikel. Hal ini juga mendorong penerbit untuk berusaha membidik pembeli yang homogen guna memudahkan segmentasi iklan. Majalah-majalah khusus seni dan arsitektur. Redistribusi pendapatan memunculkan kelas menengah yang daya belinya lebih baik. Frank Munsey menjual Munsey¶s seharga 10 sen. Munsey¶s dan McClure¶s mulai menyajikan liputan olahraga di Harvard yang disusul dengan artikel olahraga umum. editor. Dulu. Curtis kemudian bahkan menurunkan harga majalahnya menjadi 5 sen. dan sebagainya segera ikut bermunculan. Kerugian akibat harga yang lebih murah daripada biaya produksi ditutup oleh penghasilan dari iklan. Banyak majalah raksasa yang tertekan. Benjamin Franklin Dialah yang telah mempelopori penerbitan majalah di Amerika. kesehatan. di Inggris. ukuran halaman kecil. Majalah yang mampu bertahan umumnya yang bersifat khusus. yang kemudian menjadi majalah pertama yang mencapai tiras 1 juta. Pada tahun 1893. Curtis lalu menerbitkan majalah khusus kaum ibu. 3. jauh lebih murah daripada majalah lain. Para penerbit majalah juga berusaha menekan harga agar bisa terjangkau oleh orang kebanyakan. olahraga (Sport Illustrated). Pengiriman foto juga gampang dilakukan sejak adanya kamera saku dan jasa pencetakan dan pengiriman foto kilat sejak 1935. hobi perahu layar (Yachting). Berikut beberapa tokoh yang tercatat oleh sejarah telah sukses menerbitkan majalah yang menjadi tonggak perkembangan salah satu media cetak ini. Bentuknya adalah antara majalah dan surat kabar. Daniel Defoe Pada tahun 1704. seperti majalah khusus wisata (Sunset). Isi populer dan harga murah itu sukses menjaring banyak pembeli. tulisan tentang perang. aspek moral. Hal itu terbukti pada catatan-catatan sejarah mengenai majalah. penerbit. Terbitan koran dan majalah juga termasuk yang harus berusaha keras menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru ini. sehingga pengiklan pun tertarik.

Sejarah mencatat majalah Star Weekly. selanjutnya The Spectator ia terbitkan bersama Joseph Addison. Tak hanya itu. Ia terdorong oleh keberhasilan Reader¶s Digest. yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Pada pertengahan abad 20. Pada tahun 1973. ia pun menerbitkan Fortune. SEJARAH PERKEMBANGAN MAJALAH DI INDONESIA Sejarah keberadaan majalah sebagai media massa di Indonesia dimulai pada massa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia. pimpinan Tadjib Ermadi. Reader¶s Digest. dan memengaruhi. sirkulasinya mencapai enam juta eksemplar. Di Jakarta pada tahun 1945 terbit majalah bulanan dengan nama Pantja Raja pimpinan Markoem Djojohadisoeparto dengan prakarsa dari Ki Hadjar Dewantoro. SH yang menerbitkan majalah Revue Indonesia. perkembangan majalah tidak begitu baik. tulisan yang mengandung unsur-unsur moral. majalah ini merupakan majalah tersukses. Henry Luce Lulusan Yale University ini. Semuanya terbit dengan satu tujuan. Majalah bagi pria dewasa ini adalah salah satu majalah yang sukses. berita-berita hiburan tentang teater dan gosip. menghibur. Majalah yang disebutkan terakhir merupakan majalah berita yang banyak mengandung foto. sepasang suami istri ini telah mampu menerbitkan sebuah majalah pada tahun 1922. Foto-foto tersebut berfungsi sebagai alat informasi. dalam salah satu edisinya pernah mengemukakan gagasan perlunya koordinasi penerbitan surat kabar. y Zaman orde baru . 5. Di kediri terbit majalah berbahasa Jawa Djojobojo. kaena relatif sedikit majalah yang terbit. bersama Briton Hadden menerbitkan majalah Time. berita-berita internasional. 4. dapat mencapai pelanggan sebanyak 18 juta pembaca. serta majalah mingguan yang terbit di Bogor bernama Gledek. Majalah tersebut berisi masalah politik. Reader¶s Digest untuk di Amerika saja. Obor (Suluh). y Zaman orde lama Pada masa ini. dan Life. Hugh Hefner Dia menerbitkan majalah Playboy pada tahun 1953. menempa persatuan nasional untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat. yakni menghancurkan sisa-sisa kekuasaan belanda. 6. Sport Illutrated. belum termasuk pembacanya di dunia. y Awal Kemerdekaan Soemanang. Dewitt Wallace dan Lila Saat masih berusia 20 tahun. sedang di Ternate pada bulan oktober 1945 Arnold Monoutu dan dr. Para anggota Ikatan Pelajar Indonesia di Blitar menerbitkan majalah berbahasa jawa. mengobarkan semangat perlawanan rakayat terhadap bahaya penjajahan.The Tatler ia buat pada tahun 1790. Pada tahun 1970-an. namun hanya berumur beberapa bulan saja. Hassan Missouri menerbitkan majalah mingguan Menara Merdeka yang memuat berita-berita yang disiarkan radio republic Indonesia.

Djaka Lodang (Jawa. Tiras 2) Majalah keluarga : Ayahbunda. Bandung). Ganesha. Sinar. Aku Anak Saleh 8)Majalah ilmiah popular : Prisma 9) Majalah umum : Intisari. Kartini. Hal ini terjadi sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa Indonesia yang makin baik. Kawanku 6) Majalah remaja pria : Hai 7) Majalah anak-anak : Bobo. Yogyakarta) http://www. Kategorisasi majalah yang terbit pada masa orde baru. majalah sastra Horison pimpinan Mochtar Lubis.Awal orde baru.scribd. banyak majalah yang terbit dan cukup beragam jenisnya. Sarinah 4) Majalah pria : Matra 5) Majalah remaja wanita : Gadis. diantaranya di Jakarta terbit majalah Selecta pimpinan Sjamsudin Lubis. Warnasari 10) Majalah hukum : Forum Keadilan 11) Majalah pertanian : Trubus 12) Majalah humor : Humor 13) Majalah olahraga : Sportif. Panji Masyarakat dan majalah Kiblat. Raket 14) Majalah berbahasa daerah : Mangle (Sunda. yakni : 1) Majalah berita : Tempo.com/doc/20102787/Sejarah-Buku-Majalah-Surat-Kabar . serta tingkat pendidikan masyarakat yang makin maju. Famili 3) Majalah wanita : Femina. Gatra.

it pushes people to drink. Tapi dalam hal ini gue sebenernya pengen menuntut tanggung jawab masyarakat. Iya dooong gue setuju dengan pendapat siapa ya yang bilang kalo Indonesia itu adalah negara yang terbelakang (itu harus kita akui) dan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain. karena trauma oleh zaman-zaman orba yang membredel berbagai media yang tidak segaris dengan pemikiran pemerintah. Menariknya juga kalo gue baca berita itu. dan disinilah menurut gue media masa memiliki peranan yang penting. . Shopping Malls become cathedrals where people find fulfillment in shopping. jelas membutuhkan usaha yang keras. Every day we are bombarded with consumerist publicity that wants to get into our heads and our pockets. Tapi di balik itu gue menuntut peran media dalam mencerdaskan masyarakat. Gue sangat prihatin sama media sekarang yang cendrung mengabaikan kepentingan utama publik dengan kepentingan komersial media semata. tidak semata mengejar keuntungan semata. setidaknya gue jadi bisa melihat beberapa kecendrungan masyarakat saat ini yang mau mengambil resiko yang besar demi merubah penampilannya agar terlihat lebih menarik. Parahnya usaha ³pemaksaan´ ini pasti akan ditanggapi secara negatif oleh pers. lebih-lebih Televisi atau Majalah/Tabloid. to get high. peer pressure. in order to fit in the group. and other cultural manipulators try to control our decisions. Oleh karena itu gue sih sebenernya mengharapkan sekali pemerintah berperan aktif dalam ³memaksa´ media untuk mengemban tanggung jawab mendidik masyarakat. Harus di akui kalo masyarakat memang lebih menggemari tayangan-tayangan ³tidak mendidik´ seperti sinetron. tak heran akhirnya media berlomba-lomba menyajikan acara itu. Ya berita tentang kematian orang dengan kasus yang disebutkan diberita sebenernya bukan sekali ini aja. Fashion becomes an addiction. gosip. tapi udah beberapa kasus dah terjadi di Indonesia. to hook up. Skinny beauty patterns cause people to go under strict diets that may cause them get sick and in many cases lead them to death. Peer pressure pushes people to live and act against their true selves. terutama media masa.). Kalo mengaharap media mau merubah format beritanya rasanya akan sulit. atau misterimisteri dst.Media dan Konsumerisme OPINI Alvi Harahap Menarik juga seh buku yang lagi gw baca ini mengenai kisah seorang gadis muda yang menjalani operasi plastik berulang-ulang kali hanya untuk mempercantik dirinya sampe akhirnya dia udah ga jelas berbentuk seperti apa. media. karena jelas orientasinya adalah keuntungan. Menurut gue media-media ini seharusnya mengemban misi tidak hanya memberikan informasi dan hiburan tetapi juga harus memiliki rasa tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa (ca elah bahasanya«. Hmm jadi inget kisah berita yang dulu sempat heboh (lebih tepatnya sih tragedi kali ya) mengenai kematian seorang wanita muda saat mencoba mengimplemen silikon ditubuhnya. Shopping beyond our true needs and poor money management skills bring us to an almost eternal debt.

apalah bentuknya mau soal fashion terbaru. tapi kadang malah disodorkan berbagai artikel trip/trik yang kurang penting. Gue yakin seyakin-yakinnya dia mau sampe bela-belain memperbesar payudaranya dengan silikon yang berbahaya karena dirinya menganggap itu akan membuat dirinya menarik di hadapan lawan jenis. gue hampir pasti yakin pasti dia termakan definisi kecantikan adalah memiliki payudara yang besar seperti digembar-gemborkan oleh media. majalah remaja mempersepsikan kalo cewe yang asik adalah cewe yang begini dan begitu di artikelnya yang kadang tidak ada kaitannya dengan upaya ³memajukan´ fikiran remaja untuk berfikir lebih mandiri kreatif atau apalah. hidung mancung. Kembali ke contoh awal soal kematian korban silikon. Hal seperti ini tentu saja jika berlangsung terus menerus secara tidak disadari akan merubah tuntutan seseorang terhadap standar yang ada. Misalkan.Kalo lihat artikel atau apalah yang dihadirkan oleh media masa baik televisi ataupun majalah-majalah kebanyakan mengumbar konsumerisme ataupun hedonisme. Kenapa dia sampai berfikir begitu. Mungkin memang hal tersebut benar dapat menarik bagi sebagian orang tapi apakah semua orang berfikir begitu? gue rasa gak semua. Gue sudah melihat bahwa media saat ini ternyata memainkan peranan yang lebih kuat pada pembentukan karakter seseorang ketimbang orang tua atau lingkungannya sendiri. Terus terang gue agak-agak muak lho liat acara-acara life style. bagaimana merawat tubuh dll. kayaknya ³agak jarang´ mengarahkan remaja untuk berfikir maju. seperti masalah fans ke artis. kreatif inovatif. seksi. Tapi saat ini karena semua media menjejali dengan berbagai wajah wanita-wanita yang cantik seperti gue sebutkan diatas. dan mungkin bertampang indo sebagai wanita yang cantik. berdada besar. gaya hidup bebas dan halhal sejenisnya. Coba saja jaman dulu. Dalam hal ini adalah standar kecantikan. maka gak heran alam bawah sadar kebanyakan dari kita akan mempersepsikan . Atau majalah untuk pria yang menjejali halaman-halamannya dengan wanita yang cantik. hidung mancung tidak dipersoalkan sebagai standar kecantikan yang mutlak. Alhasil mungkin gue yakin sebagian pria-pria termasuk juga wanita-wanita secara tidak langsung akan membuat definisi baru tentang kecantikan seperti yang sering ditampilkan di medianya. gembar2 kartu kredit. Nah yang gue ingin rasanya menggugat media-media (baik dalam ataupun luar negeri) dimana mereka bersama industri-industri yang terkait (kapitalis) bisa dengan seenaknya memaksa seseorang untuk mengikuti apa yang mereka katakan di media entah itu soal definisi kecantikan. gaya hidup atau apalah. rasanya definisi kulit putih. jaman nenek-nenek atau orang tua kita hidup waktu muda. gaya gaul. berkulit putih mulis.

persepsi yang dipaksakan oleh media dan industri yang terkait jelas hanya akan menguntungkan media dan industri yang terkait itu seperti industri kosmetik. Gue bukan anti artis. Ironis :( negara yang membutuhkan banyak orang pandai di kalah kan oleh artis-artis itu. Ironis memang orang-orang pandai .bahwa kecantikan adalah berkulit putih (Lihat iklan pemutih yang semakin menggila. industri obat (singset langsing badang?) dan sebagainya mungkin juga termasuk fashion. dll. Korupsinya gila-gilaan lagi. Coba liat kembali beberapa waktu yang lalu saat acara kontes reality show merajai media. tapi kita harus jujur pada diri sendiri. kalo ada anak sekolah punya duit sepuluh ribu sedang kelaparan. Media lebih banyak menggembar gemborkan idola-idola instan ketimbang menampilkan sosok remaja yang sukses menjuarai olimpiade fisika. yang kita butuhkan untuk mengejar ketertinggalan itu adalah orangorang yang pandai. dia bakal lebih suka beli gesper yang bikin gaya ketimbang beliin makan yang ngenyangin dia´ Kalo memang itu benar terjadi. kita harusnya meniru etos kerja mereka yang mau bekerja keras« jangan mau gayanya tapi kerjanya gak becus« akhirnya liat sendiri deh tuh pejabatpejabat yang banyak gaya mobilnya mobil mewah kerjaaan gak beres (ex: TKI. Haji. Temen gue bilang. Artis tetap dibutuhkan untuk menghibur tapi tetap lebih banyak dibutuhkan orang-orang pandai untuk segera memakmurkan negeri ini. Kasian orang-orang ini harus menerima standar baru kecantikan karena dikte dari media-media yang di kuasai oleh segelintir kaum dan mempengeruhi sebagian besar masyarakat luas. padahal orang eropa malah ingin menggelapkan kulitnya). gaya itu boleh aja tapi kalo kita ini udah maju. dll). lifestyle. ³vi kalo di bandung tuh ibaratnya gaya adalah segalanya. pemutih kulit. atau untuk kasus Anis yang menjadi korban silikon mungkin memiliki definisi kecantikan itu memiliki payudara yang besar. cuma karena kekuatan media akhirnya sebagian orang yang berkulit sawo matang dipaksa untuk menerima kenyataan baru bahwa cantik itu berkulit putih. Gue agak sedikit merenung dengan apa yang di ucapkan dengan temen gue di bandung. kita ini negara tertinggal. Sudah saatnya cara-cara seperti ini dihentikan. ironis menurut gue«. kita jangan ngikutin gaya atau life-style dari negara asing yang udah maju. Cara-cara media seperti ini yang gue anggap ³gak bertanggung jawab´ karena jujur aja sebagian besar kulit orang indonesia itu memang udah dari sononya sawo matang. Itulah yang gue sesalkan« gaya hidup sebagian orang indonesia itu melebihi kemampuan sebenarnya. doktor bedah kecantikan.

Tapi itu sepertinya mustahil. Janganlah menggembar-gemborkan kemewahan dan hedonisme kepada masyarakat kita yang memamang pada dasarnya belum mampu mengikuti gaya hidup seperti itu. karena bagaimanapun jika mengandalkan dari harga jual majalah tanpa iklan (yang menggiring ke konsumerisme) tentunya dapat membahayakan neraca keuangan dari media itu sendiri« ya bisa dibilang pada akhirnya ini seperti lingkaran setan yang tidak ada putusnya« Akhir kata gue cuma bisa berdoa.com/2010/03/09/media-dan-konsumerisme/ .tidak mendapat tempat di Indonesia. Lebih baik mengajak pembacanya untuk mengarahkan pembaca/penontonnya membantu saudara-saudaranya yang banyak sekali kurang beruntung. dan berusaha setidaknya untuk memulainya dari gue sendiri« karena gak enak juga nih kalo gue nuntut tapi gue sebenernya harus dituntut berubah«. http://sosbud. because they might just destroy you. bantulah mendidik masyarakat untuk menyadari pentingnya mengejar ketertinggalan bangsa ini dari bangsa lain. Ironis ya memang ironis«. semoga kita semua bisa berubah ke arah yang lebih baik. Untuk media hentikanlah tayangan atau berita yang lebih menjurus ke konsumerisme dan hedonisme. Just don¶t let someone create you. akhirnya beruntunglah negara-negara lain yang memanfaatkan kepandaian putra-putri Indonesia untuk bekerja pada mereka yang andaikan saja mereka bekerja untuk Indonesia hasilnya bisa dirasakan oleh kita juga.kompasiana.

AS. Reda Gaudiamo. Reda mengungkap bahwa ia tak gentar. Harus ada di Indonesia. kaya. publisher majalah KG.com . penuh warna.Kompas. sejak tahun 1930. maka majalah-majalah ini diupayakan tidak seperti itu. "Majalah ini telah terbukti waktu berhasil menyediakan informasi bisnis yang mendalam dan akurat. tetapi tak bisa terjangkau.4. Menurut Reda. dan harus bisa berhubungan kepada pembaca di Indonesia. Mengenai persaingan di dunia majalah wanita Indonesia.MORE.Gramedia Rabu.Majalah. ketika masih sounding ke beberapa pengiklan. menjelaskan bahwa peluncuran ke-4 majalah ini merupakan sebuah tantangan untuk diri sendiri bagi KG. KG sudah memimpin untuk majalah-majalah atau media cetak untuk dunia anak. otomotif. Martha Stewart Living. dan bisa dipakai oleh para pembacanya. Di Amerika. Namun. mereka sudah antusias. atau karena barangnya hanya ada di luar negeri.kompas.Lisensi. keempat majalah ini masuk ke jajaran majalah yang terbit di Indonesia di bawah Kompas Gramedia. Kini. majalah-majalah ini akan banyak diisi dengan materi-materi lokal. keempat majalah ini sudah berusia belasan tahun dan terus berkembang ke negara-negara lain. namun disajikan dengan sederhana. belum untuk majalah glossy. Selama ini.com/read/xml/2010/07/28/16092318/Inilah. "Bahkan pengiklan sudah mengantre untuk masuk ke majalah luar berbahasa Indonesia ini. Jika selama ini kita hanya bisa melihat majalahmajalah luar negeri dengan keindahan apa pun yang ada di dalamnya.Baru. dan sesuai kebutuhan ." jelasnya. Sebelum terbit. Profil 4 majalah baru Fortune Indonesia Majalah Fortune merupakan majalah referensi bisnis yang diterbitkan oleh Time Inc. InStyle. terutama yang berlisensi. dan lainnya. http://female.Inilah 4 Majalah Lisensi Baru Keluaran Kompas Gramedia MAZMUR SEMBIRING Empat majalah berlisensi asal Amerika yang terbit di Indonesia di bawah Kompas Gramedia. dan Fortune merupakan nama majalah-majalah yang sudah sangat ternama di negara asalnya. 28/7/2010 | 16:09 WIB KOMPAS.Keluaran.

majalah ini bisa merangsang terciptanya inovasi bisnis." terang JB Soesetiyo. Harapannya.500. hasil survei dunia menemukan bahwa majalah ini adalah sahabat sekaligus penasehat terbaik bagi pecinta mode dan kecantikan mengenai gaya hidup." Dipasarkan dengan harga Rp34. "MORE Indonesia hadir untuk memberi inspirasi melalui sosok-sosok inspiratif dunia maupun dalam negeri. radiant clarity memastikan isi dari majalah ini mudah dimengerti dan memberikan detail yang jelas. juga oleh Time Inc. Menurut Amy Wirabudi. MORE Indonesia Majalah untuk wanita usia matang ini dilahirkan 12 tahun lalu oleh perusahaan Meredith Corporation. Dijual dengan harga Rp 39. . Paham yang digunakan.500. Pemimpin Redaksi MORE Indonesia. Majalah ini dijual dengan harga eceran Rp 29. Dijual dengan harga eceran Rp 40. namun indah. "Konsep majalah ini bersahaja.500. namun memberi kontribusi positif terhadap diri dan lingkungan. Perempuan MORE percaya bahwa hidup tak layak untuk dilalui sekadarnya. pengusaha-pengusaha baru. Martha Stewart Living Indonesia Dharmawan Handonowarih. sementara majalah ini lebih menekankan kebersahajaan. Pemimpin Redaksi Martha Stewart Living Indonesia mengatakan." terang Candrasari Widanarko. InStyle Indonesia adalah majalah InStyle ke-18 yang dilisensikan secara internasional sejak diluncurkan pertama kalinya 15 tahun lalu. Pemimpin Redaksi majalah InStyle Indonesia. bahwa majalah ini hadir di tengah-tengah majalah interior yang memberi ide bombastis. serta menjadi panduan gaya hidup bagi profesional sukses. mengangkat potensi ekonomi daerah.masyarakat bisnis. kontemporer. Tujuannya agar para pembaca terus meningkatkan kualitas hidup melalui pola hidup yang indah dan kreatif. Homemade sekaligus handmade.000 (Pulau Jawa). InStyle Indonesia Saat ini. Inovatif tapi praktis. Pemimpin Redaksi Fortune Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->