YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA TELADAN JALAN SINGOSARI NOMOR 3 TELEPON-FAX (0622

) 22210 PEMATANGSIANTAR, 21111
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NOMOR : / RPP /KTSP/2009 Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : : : Kesehatan, Keselamatan, dan Keaman Kerja (K3) X / Ganjil 1 s/d 3 6 x 45 Menit Menerapkan Prosedur Kesehatan, Keselamatan, dan Keaman Kerja (K3) Prosedur Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja

• •

Prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja ( K3 ) Menerapkan ilmu yang bersangkutan tentang prosedur kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja ( K3 ) di tempat kerja.

I.

Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: • Siswa mengetahui definisi dari prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja( K3 ) • Siswa mengetahui undang-undang tentang kesehatan dan keselamatan kerja. • Siswa mengetahui prosedur kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja.

II. Materi Ajar : Pertemuan 1 Latar Belakang

Latar belakang dari diterapkannya Prosedur Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan Kerja ( K3 ) adalah dari standarisasi yang telah diterapkan di dunia kerja internasional. Semakin berkembangnya dunia industri di dunia, telah mendorong para pekerja untuk bekerja lebih giat sesuai dengan kebutuhan pasar. Namun hal itu tidak jarang menyebabkan pekerja menjadi cidera. Cidera yang terjadi di lapangan sangat beragam, dari cidera otot sampai yang menghasilkan korban jiwa. Dengan terganggunya perkembangan manusia sebagai salah satu modal utama pembangunan, maka negara-negara berkembang pada saat itu mulai peduli tentang kesehatan, keselamatan dan keamanan pekerja di negaranya tersebut. Prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja berawal dari OSH ( Occupational Safety and Health ) yaitu: sebuah ilmu disiplin yang peduli dan melindungi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan orang yang bekerja di tempat kerja. Sejak tahun 1950 ILO ( International Labour Organization ) dan WHO ( World Health Organization ) telah menetapkan definisi umum dari kesehatan kerja, yaitu: Kesehatan kerja harus mencapai peningkatan dan perawatan paling tinggi di bidang fisik, sosial sebagai seorang pekerja di bidang pekerjaan apapun; pencegahan bagi setiap pekerja atas pengurangan kesehatan karena kondisi kerja mereka, perlindungan bagi pekerja untuk mengurangi faktor-faktor yang dapat merugikan kesehatan mereka; penempatan dan perawatan bagi pekerja di lingkungan kerja sesuai dengan kemapuan fisik dan psikologi dari pekerja dan meringkas adaptasi dari setiap pekerja ke pekerjaannya masing-masing.

Pertemuan 2 Tujuan awal dari pendirian standard keselamatan dan kesehatan di tempat kerja antara lain: • Moral – Seorang pekerja seharusnya tidak mempunyai resiko terluka pada saat kerja atau yang berhubungan dengan lingkungan kerja. • Ekonomi – Dengan mengurangi biaya yang harus dibayar jika terjadi kecelakaan di tempat kerja; seperti gaji, denda, kompensasi kerusakan, waktu investigasi, kurang produksi, kehilangan semangat dari pekerja, pembeli atau pihak lainnya. • Legal – Mendorong hukum agar menerapkan peraturan resmi agar dapat dipatuhi oleh banyak pihak. Beberapa resiko yang biasa dimiliki oleh pekerja: • Resiko fisik ( terpeleset dan tersandung, jatuh dari ketinggian, transportasi tempat kerja, mesin yang berbahaya, listrik, kebisingan, getaran, radiasi ion ). • Resiko kimia ( cairan pelarut, metal berat ) • Resiko psikologi ( stress, kekerasan, pemerasan ) • Resiko lingkungan ( temperatur, kelembapan, cahaya ) • Resiko cidera otot ( lingkungan kerja yang tidak ergonamis ) • Dll Setelah adanya OSH disusunlah Occupational Safety and Health Act yang ditandatangani oleh President Richard M. Nixon pada tanggal 29 Desembar 1970. Undang-undang ini menjadi pencetuas berdirinya badan NIOSH ( National Institute for Occupational Safety and Health ) dan OSHA ( Occupational Safety and Health Administration ). Pertemuan 3 Act ini dalah diketemukan di United States Code di judul ke 29 pada bab 15. OSHA ini secara garis besari diciptakan untuk melindungi keamanan pekerja dan tempat kerjanya. Tujuan utamanya adalah untuk menjamin bahwa pekerja mengerjakan tugasnya dengan lingkungan yang bebas bahaya bagi kesehatan dan keselamatan mereka, seperti bahan kimia beracun, bunyi berisik yang mengganggu, gangguan mekanik, kepanasan atau kedinginan atau lingkungan yang kotor. Isi dari OSHA itu terdiri dari beberapa point, yaitu: • Mendorong para pemilik dan pekerja perusahaan agar berusaha untuk mengurangi tingkat resiko di lingkungan kerja mereja dan memancing mereka untuk menyempurnakan program yang mendukung keselamatan dan kesehatan pekerja yang sudah ada. • Menyediakan hak dan kewajiban yang terpisah dengan rasa hormat untuk tercapainya keamanan dan keselamatan kondisi kerja. • Dengan memberikan otoritas kepada sekretaris pekerja untuk memandatkan pengimplementasian kesehatan dan keselamatan kerja standard yang diterapkan ke bisnis dan mempengaruhi antar usaha, dan dengan menciptakan jabatan yang mengurusi kesehatan dan keselamatan kerja untuk memberikan fungsi keputusan di dalam kegiatan ini. • Dengan membangun dengan baik inisiatif dari pekerja dan pemilik perusahaan untuk menyediakan kondisi kerja yang aman dan sehat. • Dengan menyediakan penelitian di bidang keselamatan dan kesehatan termasuk di faktor psikologi, dengan dengan mengembangkan metoda, teknik dan pendekatan yang inovatif dalam menyelesaikan permasalahan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. • Dengan mencari cara untuk mengetahui penyakit tersembunyi, memperlihatkan keadaan hubungan umum di antara penyakit dan kerja di lingkungan, dan mengadakan penelitian lain yang berhubungan denga permasalahan kesehatan, untuk mengenali fakta bahwa penerapan standard kesehatan yang sekarang sering berbeda dari yang berada di dalam penerapan keselamatan. • Dengan menyediakan kriteria kesehatan yang akan menjamin bahwa pegawai tidak akan menderita penurunan kesehatan, kapasitas fungsional atau pengharapan hidup sebagai hasil dari pengalaman kerja. • Dengan menyediakan program latihan untuk meningkatkan angka dan kompetensi dari setiap individu yang menerapkan keselamatan kerja dan kesehatan. • Dengan menyediakan pengembangan dan penyebaran dan penerapan standard keselamatan dan kesehatan.

• Dengan menyediakan prosedur pelaporan yang tepat dengan hormat unuk penerapan keselamatan dan kesehatan kerja yang di mana prosedur tersebut akan membantu tujuan dari kegiatan ini dan secara tepat menggambarkan kesulitan yang sering terjadi di penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan 1 1.• Dengan menyediakan program pelaksanaan yang efektif yang meliputi perijinan yang menentang pemberian pemberitahuan tingkat lanjut dari inspeksi atau sangsi apa pun dari individual yang melanggar ketentuan yang berlaku. • Dengan mendukung pemerintahan setempat untuk mengambil tanggung jawab tertinggi dari administrasi dan proses penerapan dari hokum kesehatan dan keselamatan dengan menyediakan hak untuk pemerintah setempat untuk mengidentifikasikan kebutuhan mereka dan bertanggung jawab di area penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Metode Pembelajaran : 1. • Dengan meningkatkan kebersamaan antara pekerja dan manajemen sebagai usaha untuk mengurangi kecelakaan dan penyakit yang meningkat di kalangan pekerja. Kegiatan Inti: • • Guru Menjelaskan awal atau sebab di terapkannya K3 Menjelaskan latar belakang dilaksanakannya K3 • Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan Tujuan awal diterapkannya K3 • Menjelaskan Resiko yang dapat terjadi pada pekerja Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • 3. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan Awal di bentuknya OSHA • Menjelaskan dan menerangkan isi dari OSHA Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • . Komputer IV. dan memimpin projek percobaan dan pendemonstrasian bersama dengan itu. Tanya Jawab 3. Simulasi 4. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Praktikum di Lab. untuk mengembangkan perencanaan dalam persetujuan untuk penetapan kegiatan ini. Kegiatan Akhir Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 3 1. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Penugasan 2. Kegiatan Akhir Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 2 1. untuk meningkatkan administrasi dan pelaksanaan dari penerapan hukum keselamatan dan kesehatan kerja. III.

Internet 4.Pd.M. SARAGIH . Komputer 2. System Operasi DOS VI. Kepala SMK swasta Teladan Pematangsiantar Pematangsiantar. Alat/Bahan/Sumber Belajar : 1. Keselamatan dan Keamanan Kerja ( K3 ) adalah dari standarisasi yang telah diterapkan di dunia kerja internasional Prosedur kesehatan.Si R. keselamatan dan keamanan kerja berawal dari OSH ( Occupational Safety and Health ) yaitu: sebuah ilmu disiplin yang peduli dan melindungi keselamatan. 12 Juli 2010 Guru mata pelajaran. Tes praktik Tugastugas Buku Latihan Labor Mencari informasi di internet yang berhubungan dengan sejarah awal K3 Mengetahui. Penilaian : Teknik Penilaia n Tes tertulis Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Instrumen Kunci Jawaban Jelaskan mengapa di terapkannya K3 Jelaskan mengapa di terapkan OSHA − − Latar belakang dari diterapkannya Prosedur Kesehatan. UPS 3.3. kesehatan dan kesejahteraan orang yang bekerja di tempat kerja. Kegiatan Akhir Mereview kembali materi yang telah disampaikan V. SUDARLIAN. S. Buku Jaringan 5. S.

Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) bertujuan agar para pekerja di lingkungan kerjanya masing-masing selalu dalam keadaan sehat. nyaman. sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Kebijakan di tingkat internasional dengan telah dilansirnya ISO 18000 juga semakin mendorong percepatan ini. tempat kerja. dan Keamanan Kerja • Menjelaskan pengertian Kesehatan.YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA TELADAN JALAN SINGOSARI NOMOR 3 TELEPON-FAX (0622) 22210 PEMATANGSIANTAR. produktivitas. ilmu alam. tingkat kesehatan dan keselamatan. Keselamatan. teknologi dan lain-lain baik yang bersifat kajian maupun ilmu terapan dengan maksud menciptakan kondisi sehat dan selamat bagi pekerja. Keselamatan. Perkembangan dan kebutuhan ilmu/keahlian K3 berkembang sangat pesat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). ilmu perilaku. selamat dan terutama bekerja secara produktif dalam meningkatkan kinerja Perusahaan serta meningkatkan kesejahteraan Karyawan Perusahaan. maupun lingkungan sekitarnya. Perkembangan ini semakin dipacu dengan kebijakan dari Pemerintah yang mendukung pendidikan tinggi untuk membuka program pendidikan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan pendekatan yang bersifat multidisipliner. dan Keamanan Kerja (K3) • Undang-Undang K3 I. Keselamatan. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: • Menjelaskan pengertian K3 • Menjelaskan dan menjabarkan Undang-Undang K3 II. Keselamatan dan Keamanan Kerja ( K3 ) Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) merupakan bagian dari ilmu Kesehatan Masyarakat. percepatan pembangunan melalui industrialisasi serta tuntutan kebutuhan pekerjaan yang semakin meningkat dalam hal efisiensi. Materi Ajar : Pertemuan 4 Pengertian Ilmu Kesehatan. Demikian pula untuk . Keilmuan K3 merupakan perpaduan dari multidisiplin ilmu antara ilmu-ilmu kesehatan. 21111 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NOMOR : / RPP /KTSP/2009 Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (K3) Indikator : : : : : : : Kesehatan. dan Keaman Kerja (K3) Pengertian Kesehatan. dan Keaman Kerja (K3) X / Ganjil 4 s/d 7 8 x 45 Menit Menerapkan Prosedur Kesehatan. Keselamatan.

2. peralatan atau instalasi yang berbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan atau peledakan. dipakai atau dipergunakan mesin. yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukum termaksud pada (a) dan (b). tertutup atau terbuka. sehingga kerugian Perusahaan dapat dicegah dan dikurangi. diolah. di dalam tanah. Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana : a) dibuat. handal dan efisien. bersuhu tinggi. "Ahli keselamatan kerja" ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini. c. "Tempat kerja" ialah tiap ruangan atau lapangan. yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. diangkut. beracun. baik di darat. mudah terbakar. alat. menggigit. b. dipergunakan. orang atau badan hukum. atau disimpan atau bahan yang dapat meledak. gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan. Pertemuan 5 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA BAB I TENTANG ISTILAH-ISTILAH Pasal 1 Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan : 1. di dalam air maupun di udara. "Direktur" ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakan Undang-undang ini. orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. menimbulkan infeksi. dicoba. nyaman. saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainya atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan. "Pegawai pengawas" ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. 5.mencapai tujuan tersebut diperlukan kemauan serta kerja sama para karyawan agar menjunjung tinggi peraturan-peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja demi kesejahteraan Perusahaan yang berarti kesejahteraan keluarga karyawan. pesawat. pembersihan atau pembongkaran rumah. lapangan. termasuk tempat kerja ialah semua ruangan. perawatan. diperdagangkan. "Pengusaha" ialah : a. "Pengurus" ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri. Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja. atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperinci dalam pasal 2. c) dikerjakan pembangunan. . Dengan keadaan karyawan melaksanakan kegiatan operasinya dengan aman. di permukaan air. perbaikan. dipakai. halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerja tersebut. 3. jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia. Pertemuan 6 BAB II RUANG LINGKUP Pasal 2 1. orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usaha bukan miliknya dan untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja. 4. bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja. b) dibuat. 2. 6. perkakas.

pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air. mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu. kesehatan dan ketertiban. memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja. pembukaan hutan. j) dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah. suara dan getaran. dok. hembusan angin. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk : a. hanyut atau terpelanting. infeksi dan penularan. b. c. i. peternakan. o) dilakukan pemancaran. dermaga. terjatuh atau terperosok. maupun di dasar perairan. atau telepon. mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupun psychis. dirobah. mengurangi dan memadamkan kebakaran. m) terdapat atau menyebar suhu. menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik. sumur atau lobang. ruanganruangan atau lapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yang bekerja atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perincian tersebut dalam ayat (2). h) dilakukan penyelamatan. stasiun atau gudang. api. binatang atau manusia. perkebunan. dibagi-bagikan atau disalurkan listrik. baik di permukaan atau di dalam bumi. memberi pertolongan pada kecelakaan. memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya. gas. g. n) dilakukan pembuangan atau pemusnahan sampah atau limbah. memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai. baik di darat. instalasi listrik atau mekanik. asap. suhu. p) dilakukan pendidikan. asap. peracunan. cuaca. pengerjaan hutan. perak. logam atau bijih logam lainnya. h. i) dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan. sinar radiasi. pengolahan kayu atau hasil hutan lainnya. l. hembusan angin. radar. batu-batuan. gas. dikumpulkan. dalam air maupun di udara. gas. kejatuhan. uap. minyak atau minieral lainnya. . cuaca. gas. j. mencegah dan mengurangi bahaya peledakan. sinar atau radiasi. disimpan. kelembaban. Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja. perikanan dan lapangan kesehatan. perahu. terkena pelantingan benda. Pertemuan 7 BAB III SYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA Pasal 3 1. debu. e. mencegah dan mengurangi kecelakaan. k) dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah. 3. l) dilakukan pekerjaan dalam tangki. e) dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas. penyelidikan atau riset (penelitian) yang menggunakan alat teknis. uap. televisi. kelembaban. percobaan. suara atau getaran. pembinaan. minyak atau air. d. melalui terowongan. g) dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal. memelihara kebersihan. mencegah. q) dibangkitkan. r) diputar film. menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup. penyinaran atau penerimaan radio. f. kotoran. dipermukaan air. kotoran. f) dilakukan pengangkutan barang.d) dilakukan usaha: pertanian. pertunjukan sandiwara atau diselenggarakan reaksi lainnya yang memakai peralatan. k.

Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan 4 1. perlengkapan alat-alat perlindungan. q. penggunaan. mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang. mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya. pengujian dan pengesyahan. 4. 2. o. tanaman atau barang. alat kerja. dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajiban memenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan tersebut. r. mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat. pemasangan. n. produk teknis dan aparat produk guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri. jelas dan praktis yang mencakup bidang konstruksi. mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan. pengolahan dan pembuatan. cara dan proses kerjanya. Komputer IV. pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan. pembuatan. perlakuan dan penyimpanan barang. 2. III. pemakaian. 3. barang. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Pasal 4 1. pengepakan atau pembungkusan. 3. Penugasan Tanya Jawab Simulasi Praktikum di Lab. 2. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. teknik dan teknologi serta pendapatan-pendapatan baru di kemudian hari. pengangkutan. Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan (2). perdagangan. Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuan yang disusun secara teratur. lingkungan. produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan. bahan. keselamatan tenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan instilah-istilah dalam k3 tentang • Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru mencatat . Metode Pembelajaran : 1. pemeliharaan dan penyimpanan bahan.m. binatang. barang. menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalam perencanaan. memperoleh keserasian antara tenaga kerja. peredaran. p.

Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 5 1. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan V. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskn syarat-syarat keselamatan kerja • Menjelaskan dan menerapkan keselamatan kerja Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • 3. 3. • • • VI. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 7 1. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa Kegiatan Inti: Guru Siswa • Menjelaskan ruang lingkup K3 • Mendengarkan dan mencatat dalam Undang-Undang penjelasan dari guru • Menjelaskan dan penerapan • Mendengarkan dan undang-undang k3 mencatat penjelasan dari guru Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 6 Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan Syarat-syarat keselamatan kerja • Menerapkan syarat keselamatan kerja • Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 2. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2.• Menjelaskan undang-undang k3 istilah • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. 3. Teknik Penilaia n Bentuk Instrumen Alat/Bahan/Sumber Belajar : Internet Komputer Buku K3 Penilaian : Instrumen Kunci Jawaban .

keselamatan. 21111 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NOMOR : / RPP /KTSP/2009 Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : : : Kesehatan. Keselamatan. dan Keaman Kerja (K3) X / Ganjil 8 s/d 12 10 x 45 Menit Menerapkan Prosedur Kesehatan. dan keamanan kerja Pematangsiantar. dan keamanan kerja (K3) 2. SARAGIH YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA TELADAN JALAN SINGOSARI NOMOR 3 TELEPON-FAX (0622) 22210 PEMATANGSIANTAR. nyaman. Mengetahui. keselamtan. S.M. Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) bertujuan agar para pekerja di lingkungan kerjanya masing-masing selalu dalam keadaan sehat. keselamatan. dan Keaman Kerja (K3) Penjabaran Undang-Undang Kesehatan. Dituang ke dalam berapa bab kah undang-undang kesehatan. Kepala SMK swasta Teladan Pematangsiantar SUDARLIAN.Tes tertulis Daftar pertanyaan 1. dan keaman kerja (K3)? 1. dan Keamanan Kerja (K3) • • • Bab IV undang-undang mengenai Pengawasan Bab V undang-undang mengenai Pembinaan Bab VI undang-undang mengenai Panitia pembina kesehatan dan keselamatan kerja • Bab VII undang-undang mengenai Kecelakaan • Bab VIII undang-undang mengenai Hak dan kewajiban pekerja • Bab IX undang-undang mengenai Kewajiban memasuki tempat kerja • Bab X undang-undang mengenai Kewajiban pengurus • Bab XI undang-undang mengenai Ketentuanketentuan penutup I. Keselamatan. S. Jelaskan tujuan diterapkannya ilmu Kesehatan.Pd. Keselamatan. selamat dan terutama bekerja secara produktif 2. 12 Juli 2010 Guru mata pelajaran. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: • Menjelaskan pengawasan dalam k3 • Menjelaskan dan menerapkan pembinaan .Si R. Undang-Undang K3 ditungkan ke dalam 11 Bab Tes praktik Tugastugas Mencari informasi di internet yang berkaitan dengan Undang-Undang kesehatan.

susunan Panitia Banding. Pasal 7 Untuk pengawasan berdasarkan Undang-undang ini pengusaha harus membayar retribusi menurut ketentuan-ketentuan yang akan diatur dengan peraturan perundangan. Tata cara permohonan banding. Pasal 6 1. Pasal 8 1. Pertemuan 9 BAB V PEMBINAAN Pasal 9 1. Kondisi-kondisi dan bahaya-bahaya serta yang dapat timbul dalam tempat kerja. 3. 3. Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang-undang ini sedangkan para pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasan langsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantu pelaksanaannya. Pengurus diwajibkan menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang: a. secara berkala pada Dokter yang ditunjuk oleh Pengusaha dan dibenarkan oleh Direktur. . Cara-cara dan sikap yang aman dalam melaksanakan pekerjaannya. Wewenang dan kewajiban direktur. b. d. Pengurus diwajibkan memeriksakan semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. 2. 2. pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalam melaksanakan Undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan. 2. Alat-alat perlindungan diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan. Barang siapa tidak dapat menerima keputusan direktur dapat mengajukan permohonan banding kepada Panitia Banding. tugas Panitia Banding dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.• • • • • • Menerapkan pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja Menjelaskan dan mengimplementasikan kecelakaan kerja Menjelaskan mengenai hak dan kewajiban pekerja Menjelaskan kewajiban pekerja saat memasuki tempat kerja Menjelaskan kewajiban pengurus Menjelaskan ketentuan-ketentuan penutup Materi Ajar : Pertemuan 8 BAB IV PENGAWASAN Pasal 5 1. Keputusan Panitia Banding tidak dapat dibanding lagi. Pengurus di wajibkan memeriksakan kesehatan badan. kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja yang akan diterimanya maupun akan dipindahkan sesuai dengan sifat-sifat pekerjaan yang diberikan padanya. Semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang diharuskan dalam tempat kerja. c. Norma-norma mengenai pengujian kesehatan ditetapkan dengan peraturan perundangan.

Tata cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan oleh pegawai termaksud dalam ayat (1) diatur dengan peraturan perundangan. Pertemuan 10 BAB VI PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA Pasal 10 1. tugas dan lainlainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja. Menteri Tenaga Kerja berwenang membertuk Panitia Pembina Keselamatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama. Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya. 2. dalam rangka melancarkan usaha berproduksi. 2. saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang bersangkutan setelah ia yakin bahwa tenaga kerja tersebut telah memahami syarat-syarat tersebut di atas. Susunan Panitia Pembina dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Memakai alat perlindungan diri yang diwajibkan. Pengurus diwajibkan melaporkan tiap kecelakaan yang terjadi dalam tempat kerja yang dipimpinnya. BAB VIII KEWAJIBAN DAN HAK TENAGA KERJA Pasal 12 Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan atau hak tenaga kerja untuk: a. Meminta pada Pengurus agar dilaksanakan semua syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. pada pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja. Menyatakan keberatan kerja pada pekerjaan dimana syarat kesehatan dan keselamatan kerja serta alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus ditentukan lain oleh pegawai pengawas dalam batas-batas yang masih dapat dipertanggung jawabkan. 4. pula dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan. Pengurus diwajibkan memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankan. d.2. 3. e. c. Pertemuan 11 BAB VII KECELAKAAN Pasal 11 1. dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja. b. Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau keselamatan kerja. .

semua alat perlindungan diri yang diwajibkan pada tenaga kerja berada di bawah pimpinannya dan menyediakan bagi setiap orang lain yang memasuki tempat kerja tersebut. 3. sehelai Undang-undang ini dan semua peraturan pelaksanaannya yang berlaku bagi tempat kerja yang bersangkutan. b. Menyediakan secara cuma-cuma. BAB X KEWAJIBAN PENGURUS Pasal 14 Pengurus diwajibkan : a. secara tertulis menempatkan dalam tempat kerja yang dipimpinnya. memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.Pertemuan 12 BAB IX KEWAJIBAN BILA MEMASUKI TEMPAT KERJA Pasal 13 Barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja. Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp.000. diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan. untuk memenuhi ketentuan-ketentuan menurut atau berdasarkan Undangundang ini. Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran. semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan. Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan. Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya. maka peraturan dalam bidang keselamatan kerja yang ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku. 2. Pasal 17 Selama peraturan perundangan untuk melaksanakan ketentuan dalam Undangundang ini belum dikeluarkan. BAB XI KETENTUAN-KETENTUAN PENUTUP Pasal 15 1. . Pasal 16 Pengusaha yang mempergunakan tempat-tempat kerja yang sudah ada pada waktu Undang-undang ini mulai berlaku wajib mengusahakan di dalam satu tahun sesudah Undang-undang ini mulai berlaku. semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya. Pasal 18 Undang-undang ini disebut "UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA" dan mulai berlaku pada hari diundangkan. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-undang ini. Memasang dalam tempat kerja yang dipimpinnya.(seratus ribu rupiah). pada tempattempat yang mudah dilihat dan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. 100. disertai dengan petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk-petunjuk yang diperlukan menurut petunjuk pegawai pengawas atau ahli keselamatan kerja. c..

Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan pengawasan dalam k3 • Menjelaskan dan menerapkan pembinaan IV. SOEHARTO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 Sekretaris Negara Republik Indonesia. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 9 1. Tanya Jawab 3. Komputer Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan 8 1. Penugasan 2. Praktikum di Lab. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Simulasi 4. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2.Disahkan di Jakarta pada tanggal 12 Januari 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Kegiatan Inti: Guru • Menerapkan pembinaan kesehatan dan keselamatan kerja • Menjelaskan dan mengimplementasikan kecelakaan kerja Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • 3. ALAMSYAH III. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan mengenai hak dan kewajiban pekerja • Menjelaskan kewajiban pekerja saat memasuki tempat Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • . Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Metode Pembelajaran : 1. • Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 10 1.

Kepala SMK swasta Teladan Pematangsiantar. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 9 1.XI Alat/Bahan/Sumber Belajar : 2. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa Kegiatan Inti: Guru Siswa • Menerapkan pembinaan • Mendengarkan dan mencatat kesehatan dan keselamatan kerja penjelasan dari guru • Menjelaskan dan • Mendengarkan dan mengimplementasikan kecelakaan mencatat penjelasan dari guru kerja Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan • • • • • V. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan kewajiban pengurus • Menjelaskan ketentuanketentuan penutup Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • 3. 3. Tes praktik Tugas-tugas Mencari informasi di internet yang berkaitan dengan Undang-undang ketenaga kerjaan di Indonesia Mengetahui. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 11 1. 12 Juli 2010 Guru mata pelajaran.kerja 3. Jelaskan undang-undang yang terkandung dalam Bab VI . Penilaian : Teknik Penilaian Tes tertulis Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Instrumen 1. Internet Komputer Software Buku jaringan Menu Help VI. . Jelaskan undang-undang yang terkandung dalam Bab I – V 2.

dan Keaman Kerja (K3) X / Ganjil 13 s/d 15 6 x 45 Menit Menerapkan Prosedur Kesehatan.Si R. S. Keselamatan. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: • Menjelaskan dan mengerti fungsi Praktek kesehatan. Keselamatan.M. 21111 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NOMOR : / RPP /KTSP/2009 Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator : : : : : : : • Praktek kesehatan.Pematangsiantar SUDARLIAN. keselamatan dan keamanan di tempat kerja Kesehatan.Pd. dan Keaman Kerja (K3) Keputusan yang bersangkutan dengan K3 . keselamatan dan keamanan di tempat kerja • Ergonamis Keputusan direktur jenderal Instruksi dan surat edaran menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja transmigrasi Keputusan dan peraturan menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja dan transmigrasi Keputusan presiden Peraturan pemerintah Undang-undang I. SARAGIH YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA TELADAN JALAN SINGOSARI NOMOR 3 TELEPON-FAX (0622) 22210 PEMATANGSIANTAR. S.

Per-02/MEN/1992 tentang Tata Cara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja 12.• Menjelaskan dan menerapkan Ergonamis Menjelaskan dan mengetahui Keputusan direktur jenderal Mengetahui isi Instruksi dan surat edaran menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja transmigrasi Memahami Keputusan dan peraturan menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja dan transmigrasi Memahami dan mengetahui Keputusan presiden Mengetahui dan memahami Peraturan pemerintah Memahami dan menerapkan Undang-undang Materi Ajar : Pertemuan 12 Daftar Peraturan Perundangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang lainya dan berlaku di Indonesia antara lain: UNDANG-UNDANG 1. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Pemberhentian dan Tata Kerja Dokter Penasehat 9. Kep-245/MEN/1990 tentang Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional . Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-03/MEN/1999 tentang Syaratsyarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift Untuk Pengangkutan Orang dan Barang 5. Per-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 10. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-04/MEN/1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja 11. 11 Tahun 1979 tentang Keselamatan Kerja Pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas Bumi 2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973 tentang Pengawasan Atas Peredaran. Kep-187/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja 4. Kep-51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja 6. Per-04/MEN/1998 tentang Pengangkatan. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul Akibat Hubungan Kerja Pertemuan 13 KEPUTUSAN DAN PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA &/ATAU MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI 1. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Uap Tahun 1930 (STOOM VERORDENING) KEPUTUSAN PRESIDEN 1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Undang-undang Nomor 01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 2. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep-75/MEN/2002 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor: SNI-04-0225-2000 Mengenai Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (Puil 2000) di Tempat Kerja 2. Undang-undang Uap Tahun 1930 (STOOM ORDONNANTIE) PERATURAN PEMERINTAH 1. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida 3. Per-01/MEN/1998 tentang Penyelenggaraan Pemeliharaan Kesehatan Bagi Tenaga Kerja dengan Manfaat Lebih Baik dari Paket Jaminan Pemeliharaan kesehatan Dasar Jaminan Sosial Tenaga Kerja 8. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1973 tentang Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di Bidang Pertambangan 4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-03/MEN/1998 tentang Tata Cara Pelaporan Dan Pemeriksaan Kecelakaan 7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Kep-187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja 3.

Instruksi Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan Kerja 18. SE-01/MEN/1997 tentang Ambang Batas Faktor Kimia Di Udara Lingkungan Kerja KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL 1. Hak dan Kewajiban Teknisi Lift Ergonamis Salah satu syarat yang menjamin terjalannya prosedur kesehatan.13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. antara lain: . Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-01/MEN/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja 27. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Kep-311/BW/2002 Tentang Pemberlakuan Sertifikasi Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Teknisi Listrik 2. Kep-333/MEN/1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja 14. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-01/MEN/1980 tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Konstruksi Bangunan 30. Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Dan Pengawasan Ketenagakerjaan No. Per-01/MEN/1989 tentang Kwalifikasi Dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat 16. Per-02/MEN/1983 tentang Instalasi Alarm Kebakaran Automatik 23. Per-02/MEN/1982 tentang Kwalifikasi Juru Las 25. Per-04/MEN/1980 tentang Syaratsyarat Pemasangan Dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan 28. 11/M/BW/1997 tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran 2. keselamatan dan keamanan kerja adalah terpenuhnya syarat ergonomis di tempat kerja. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-04/MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja 19. Per-01/MEN/1978 tentang Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam Penerbangan Dan Pengangkutan Kayu 33. Kep-407/BW/1999 tentang Persyaratan. Per-03/MEN/1978 tentang Penunjukan dan Wewenang Serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Ahli Keselamatan Kerja 32. Terdapat beberapa pengertian ergonomi. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-01/MEN/1988 tentang Kwalifikasi dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap 17. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut 21. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Per-01/MEN/1976 tentang Wajib Hyperkes Bagi Dokter Perusahaan Pertemuan 14 INSTRUKSI DAN SURAT EDARAN MENTERI TENAGA KERJA &/ATAU MENTERI TENAGA KERJA TRANSMIGRASI 1. Per-03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja 24. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Per-03/MEN/1985 tentang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Pemakaian Asbes 20. Keputusan Direktur Jenderal Binawas No. Per-01/MEN/1979 tentang Kewajiban Latihan Hygiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Bagi Paramedis Perusahaan 31. Ins. Per-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekanan 26. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-02/MEN/1989 tentang Pengawasan Instalasi Penyalur Petir 15. Per-04/MEN/1985 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi 22. Per-02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja 29. Penunjukan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No.

Dalam menentukan ukuran maksimum atau minimum Ergonomi tidak pernah lepas dari Anthropometri. yaitu: • Perusahaan: Menyediakan tempat kerja yang “bebas resiko” Dapat mencari bantuan konsultasi dan identifikasi Tidak dapat menghukum karyawan • Pegawai: Mematuhi standard yang sudah ada Melaporkan masalah kepada atasan Dapat menuntut keamanan o o o o o o . Dapat dilihat dari jumlah kecelakaan yang sering terjadi di tempat kerja dan penyakitpenyakit yang sering diderita oleh pekerja karena pekerjaannya. aman. Anthropometri berasal dari ”antro” yang berarti manusia dan ”metri” yang berarti ukuran. • Anthropometri dan dimensi ruang kerja • Persyaratan ergonomis mensyaratkan agar supaya peralatan dan fasilitas kerja sesuai dengan orang yang menggunakan khususnya menyangkut dimensi ukuran tubuh. seberti: ukuran. Anthropometri adalah sekumpulan data numerik yang berhubungan dengan ciriciri fisik tubuh manusia. Tujuan dari ergonomi adalah untuk memaksimalkan perancangan terhadap produk. antara lain adalah: • Sikap dan posisi kerja Beberapa jenis pekerjaan akan memerlukan sikap dan posisi tertentu yang terkadang-kadang cenderung tidak mengenakkan dan kadang-kadang juga harus berlangsung dalam jangka waktu yang lama. keselamatan dan keamanan di tempat kerja merupakan hal yang tidak dapat disepelekan. sehingga dimungkinkan rancangan sistem manusia ( technology ) dapat menjadi optimal. • Operator tidak seharusnya bekerja dalam frekuensi atau periode waktu yang lama dengan tangan atau lengan berada dalam posisi di atas level siku yang normal. Terdapat beberapa aspek dari ergonomis yang harus dipertimbangkan. sehingga mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh dalam menghadapi permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan technology dan produkproduknya. psikology. dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem dengan baik. kemampuan. dada atau kaki berada dalam sikap atau posisi miring. seperti: • Mengurangi keharusan operator untuk bekerja dengan sikap dan posisi membungkuk dengan frekuensi yang sering atau jangka waktu lama. Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tubuh manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan dengan memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat. Hal itu semua dapat dicegah jika ada kerjasama dari 2 pihak utama di dunia kerja. alat dan ruangan dalam kaitannya dengan anthropometri secara integral. • Operator seharusnya menggunakan jarak jangkauan normal. Jari secara garis besar anthropometri dapat didefinisikan sebagai satu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. manajemen dan design. dengan demikian manusia dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman. bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah design. Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja Seperti yang sudah dibahas di atas dapat dilihat bahwa kesehatan. • Operator tidak seharusnya duduk atau berdiri pada saat bekerja untuk waktu yang lama dengan kepala. dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi. yaitu ”ergo” yang artinya kerja dan ”nomos” yang artinya hukum alam.• • Ergonomi berasal dari bahasa Latin. Untuk menghindari hal tersebut di atas terdapat beberapa pertimbangan ergonomis. Pertemuan 15 Praktek Kesehatan. leher. dan efektif sehingga mencapai produktifitas yang optimal. engineering. Hal ini menyebabkan pekerja cepat lelah. fisiologi. membuat banyak kesalahan atau menderita cacat tubuh.

badan khusus yang menangani tentang kesehatan. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa . Badan khusus tersebut menganalisah penyebab kurangnya tingkat produktif yang terdapat di perusahaan. Komputer o o o o o o o o IV. Badan tersebut bertugas untuk menganalisa kecelakaan kejadian dan menetapkan tujuan spesifik keselamatan yang dapat dicapai. keselamatan dan keamanan di tempat kerja Menjelas kan dan menerapkan Ergonamis • mencatat • 3. Metode Pembelajaran : Penugasan Tanya Jawab Simulasi Praktikum di Lab. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa Guru Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru Kegiatan Inti: • Menjelas kan dan mengerti fungsi Praktek kesehatan.Komitmen dari manajemen perusahaan merupakan kunci dari tercapainya keadaan produktif penuh di perusahaan. yang pada umumnya terjadi atas beberapa faktor umum: • Kejadian yang tidak terduga • Kondisi kerja rawan kecelakaan Pengoperasian peralatan yang sudah cacat Kurangnya peralatan keselamatan Pekerjaan yang berbahaya Jadwal pekerjaan yang terlalu padat • Kebiasaan perilaku karyawan yang dapat menimbulkan kecelakaan atau penyakit • Faktor keterbatasan manusia: Penglihatan Usia Persepsi Kemampuan motorik Tingkat produktif di sebuat perusahaan dapat terus dipelihara dengan beberapa cara. keselamatan dan keamanan kerja harus terdapat di setiap perusahaan yang berpegawai lebih dari 100 orang. • • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru Kegiatan Akhir Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 13 1. yaitu: • Memperbaiki kondisi kerja menjadi sebuah kondisi yang ergonamis • Mengurangi perilaku berbahaya karyawan dengan seleksi dan penempatan kerja secara hati-hati • Mengurangi perilaku berbahaya melalui: Penempelan poster dan propoganda lain Pemberian pelatihan Komitmen manajemen puncak Pemberian prioritas pada keselamatan Penyusunan kebijakan menyangkut keselamatan kerja Penempatan sasaran pengurangan biaya secara jeas Penyelenggaraan inspeksi Pemantauan load kerja dan tingkat stress karyawan III. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan 12 1.

Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan • • • • • Alat/Bahan/Sumber Belajar : Internet Personal Komputer Software Aplikasi Pengolah kata Buku Jaringan komputer Printer VI.2. • • Kegiatan Inti: Guru Mengeta memahami Peraturan menerapkan Memaha UndangSiswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru hui dan pemerintah mi dan undang • mencatat • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Penilaian : Teknik Penilaian Tes tertulis Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Instrumen 1. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan dan mengetahui Keputusan direktur jenderal • Mengetahui isi Instruksi dan surat edaran menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja transmigrasi • Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. • Kegiatan Akhir Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 14 1. Kegiatan Inti: Guru • Memaha mi Keputusan dan peraturan menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja dan transmigrasi • Memaha mi dan mengetahui Keputusan presiden Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru • mencatat • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 15 1. Sebutkan dan jelaskan isi dari peraturan pemerintah .

Keselamatan. 21111 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NOMOR : / RPP /KTSP/2009 Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi : : : : : Kesehatan. 12 Juli 2010 Guru mata pelajaran. Kepala SMK swasta Teladan Pematangsiantar Pematangsiantar.M. SUDARLIAN.2. S. dan Keamanan Kerja (K3) X / Ganjil 16 s/d 20 8 x 45 Menit Menerapkan Prosedur Kesehatan. Keselamatan.Pd. dan Keamanan Kerja (K3) . Keputusan dan peraturan menteri tenaga kerja &/atau menteri tenaga kerja dan transmigrasi Tes praktik Tugas-tugas Mencari informasi di internet yang berkaitan dengan Surat keputusan dan surat dinas tenaga kerja Mengetahui.Si R. S. Sebutkan dan jelaskan isi dari keputusan presiden 3. SARAGIH YAYASAN PENDIDIKAN TELADAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA TELADAN JALAN SINGOSARI NOMOR 3 TELEPON-FAX (0622) 22210 PEMATANGSIANTAR.

tempat kerja yang ergonamis dan pemeliharaan fasilitas tempat kerja yang baik.  Untuk menjaga kesehatan para karyawan dari gangguan-gangguan penglihatan.  Melakukan inspeksi dan evaluasi tentang kesehatan.  Memasang poster-poster yang memberikan keterangan tentang kesehatan. mengatur layout tempat kerja dan penerangan sebaik mungkin. Keselamatan. mengunjungi tempat kerja secara teratur. keselamatan dan kemanan kerja. Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja • Menjelaskan Beberapa resiko bahaya yang biasanya terdapat di tempat kerja • Menjelaskan Membuat kondisi kerja aman II. kaitkan bonus dengan kemajuan keamanan.  Membuat pelatihan tentang kesehatan. mendengarkan keluhan bawahannya. keselamatan dan keamanan kerja. dilanjutkan secara periodik dengan demonstrasi dan test. dan mencegah timbulnya kelelahan sewaktu bekerja. memasang poster untuk selalu mengingatkan tentang kesehatan. Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu: • Menjelaskan Hal-hal Penting dalam Memonitor Kesehatan Industri • Menjelaskan Pengukuran dan Monitor terhadap Pekerja • Menjelaskan Penelaahan terhadap Dokumen • Menjelaskan Survey Tertulis • Menjelaskan Wawancara dengan Pekerja • Menjelaskan Pengamatan di Lokasi • Menjelaskan Pengevaluasian Kesehatan.  Seorang atasan sebaiknya: memberikan pujian kepada karyawannya. memberlakukan larangan-larangan keras. keselamatan dan keamanan di tempat kerja secara teratur. Posisi kerja yang baik antara lain harus memenuhi syarat berikut: . Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja • Beberapa resiko bahaya yang biasanya terdapat di tempat kerja • Membuat kondisi kerja aman I. keselamatan dan keamanan kerja antara lain: • Membuat kondisi kerja aman  Dengan membeli dan mempergunakan mesin-mesin yang dilengkapi alat-alat pengaman. • Memberikan pelayanan kesehatan  Dengan penyediaan dokter organisasi dan klinik kesehatan organisasi Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat ergonamis di tempat kerja atau kantor adalah posisi kerja dari pekerja itu sendiri. Materi Ajar : Pertemuan 16 program yang dapat dilaksanakan oleh perusahaan untuk mendukungnya prosedur kesehatan. pendengara dan kelelahan.Kompetensi Dasar Indikator : : Implementasi Kesehatan. • Penciptaan lingkungan kerja yang ergonamis  Membuat tempat kerja yang meminimalisasi kelelahan pekerja. menjadi contoh yang baik. dan Keamanan Kerja (K3) dalam Industri • Hal-hal Penting dalam Memonitor Kesehatan Industri • Pengukuran dan Monitor terhadap Pekerja • Penelaahan terhadap Dokumen • Survey Tertulis • Wawancara dengan Pekerja • Pengamatan di Lokasi • Pengevaluasian Kesehatan. keselamatan dan keamanan kerja. Dengan posisi kerja yang baik akan dapat menjaga kesehatan tubuh. dll. • Melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan kecelakaan dengan mengendalikan praktek-praktek manusia yang tidak aman  Dengan mendidik para karyawan dalam hal keamanan. menggunakan peralatan-peralatan yang lebih baik. menjaga komunikasi tentang keamanan secara terbuka.

lutut membentuk sudut 90ْ Gambar posisi kerja yang baik Gambar posisi kerja yang baik Pertemuan 17 Beberapa resiko bahaya yang biasanya terdapat di tempat kerja: Bahan Kimia Berbahaya Pelarut / Pembersih Ancaman Bahaya Lainnya Kebisingan Bahaya Terhadap Keselamatan Listrik .• • • • • • • Leher lurus dengan bahu dan leher dalam keadaan santai Posisi lengan berada di bawah bahu Sikut terletak dekat dengan badan dan tidak jauh maju ke depan atau kebelakang Tinggi permukaan meja setinggi sikut atau sedikit di bawah Duduk dengan keadaan tulang ekor berbentuk S yang normal dan ditopang dengan baik Kedua kaki berada di lantai Ketika duduk .

pergelangan. dan pekerja D. Sindroma pergelangan tangan : tekanan pada syaraf yang melalui pergelangan tangan Gatal. penyimpanan yang tidak baik ) Kendaraan bermotor Pestisida Resin Penyakit Menular Stress/ Pelecehan Beban Kerja / Irama kerja Pertemuan 18 Beberapa cidera yang umumnya terjadi karena tempat kerja yang tidak memenuhi persyaratan ergonamis: Cidera Gejala Penyebab Bursitis : meradangnya Rasa sakit dan bengkak Berlutut. Pengukuran dan monitor terhadap efek bahaya bagi pekerja F. Survai terhadap lingkungan kerja. Wawancara dengan perkerja dan supervisor C. Silika. dan/atau lengan. peralatan. arsenik. bengkak. Gerakan yang berulangulang. dan merah di tangan. Penelaahan terdahap dokumen yang diperlukan dari perusahaan E. Rasa sakit. Biasanya dibelakang tangan atau pergelangan Tendonitis : radang pada daerah antara otot dan tendon Bengkak bundar. Kayu ) Logam berat ( timah hitam. Menggunakan alat yang bergetar.1. sakit. siku. keras. tekanan pada kantung antara tulang pada tempat cedera siku. Kesulitan menggerakan tangan. atau bahu. Pengamatan di lokasi kepada proses produksi dan cara kerja B. Kadang diikuti dengan tenosynovitis. Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja Aktivitas utama dalam mengevaluasi bahaya di tempat kerja adalah : A. dan kecil yang biasanya tidak menimbulkan sakit. Pertemuan 19 Pengevaluasian Kesehatan. atau tulang dengan tendon. air raksa ) Polusi udara Radiasi Gerakan yang berulangulang Posisi tubuh yang tidak nyaman Panas / Dingin Kebakaran / Ledakan Mesin-mesin tanpa pelindung Mengangkat benda-benda yang berat Pengaturan tempat kerja ( berantakan. gerakan bahu yang dengan berulang-ulang kulit.5. Pengamatan di Lokasi Hal penting yang harus diingat dalam melakukan pengamatan kerja adalah : • Mengerti proses produksi dari awal hingga akhir . terutama di malam hari Membengkokkan pergelangan berulangulang. Gerakan tangan yang berulang-ulang Ganglion : kista pada sendi atau pangkal tendon. dan kaku pada jari-jemari.Pembandingan dari hasil monitor terhadap peraturan yang ada dan/atau merekomendasikan petunjuk mengenai batas-batas yang harus diikuti untuk meningkatkan keselamatan kerja 4.Asam / bahan yang menyebabkan iritasi Debu ( Asbes. Dapat terjadi di lutut.

5. atau dari perusahaan itu sendiri) mungkin tidak melakukan kesehatan industri (higiene) ketika menginspeksi pabrik. 2. Survey terhadap lingkungan kerja untuk mengetahui berapa pekerja yang bekerja di tempat itu.Mengambil foto terhadap bagian tertentu dan lingkungan Sekitarnya Wawancara dengan Pekerja Hal penting yang perlu diingat dalam mewawancara pekerja adalah : • Berbicara dengan sedikitnya tiga atau empat pekerja pada tiap daerah kerja sehingga lebih banyak informasi bisa didapat. Disini. 4. serta potensi bahaya yang ada di lingkungan tersebut. 4. Pengukuran dan Monitor terhadap Pekerja Inspektur pabrik (dari pemerintah. Ada tiga jenis survey yang dapat dilakukan. yakni : 1. Dokumen tersebut antara lain : • Catatan terhadap luka dan penyakit pekerja. perusahaan harus diminta untuk memperlihatkan dokumen yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja di tempat tersebut. amat penting untuk mengetahui bagaimana monitoring harus dilakukan dan apa arti dari hasil yang didapat.4.5. Survey terhadap peralatan pabrik untuk mempelajari jenis mesin yang digunakan.5. Seharusnya. Penelaahan terhadap Dokumen Sebagai bagian dari inspeksi tempat kerja. perusahaan melakukan hal ini untuk mengetahui tingkat bahaya yang dihadapi oleh pekerja dan untuk mengontrol bahaya yang ada.3. mempelajari proses kerja 7 dan peralatan yang digunakan.• • • Mengamati seluruh tahap kerja untuk setiap operasi beberapa kali untuk dapat mengerti bagaimana pekerjaan dilakukan Mengidentifikasi bahaya yang mungkin timbul secara langsung atau dapat menimbulkan gangguan kesehatan segera dan yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan secara bertahap (kronis) Mendokumentasikan semua pengamatan yang dilakukan menggunakan : .Daftar tertulis . dan sistem perlindungan yang dipasang atau tidak dipasang pada peralatan tersebut 3. di seluruh pabrik dan tiap bagian (apabila catatan untuk tiap bagian tersedia).Mengukur peralatan yang ada dan membuat denah lingkungan kerja .5. dan pelatihan dan peralatan pelindung yang diperoleh oleh perkerja. Survey terhadap pekerja untuk mempelajari jenis luka atau penyakit yang biasa diderita. dan juga agar tidak ada pekerja yang disalahkan atau ‘ditandai’ oleh perusahaan karena berbicara kepada inspektor • Berbicara dengan supervisor dan pekerja untuk mengetahui apakah perusahaan mengetahui masalah yang ada dan apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut • Berbicara dengan bagian perawatan dan teknisi pabrik yang biasanya mengetahui proses dan peralatan dengan baik dan mengerti masalah yang terjadi • Berbicara dengan staf bagian kesehatan yang biasanya mengetahui jenis luka atau penyakit yang biasanya diderita oleh para pekerja • Berbicara dengan dewan kesehatan dan keselamatan kerja (jika ada) atau koordinator kesehatan dan keselamatan kerja 4.2. bagaimana perawatan peralatan tersebut. atau kebocoran bahan kimia • Notulen dari rapat dewan kesehatan dan keselamatan kerja • Catatan dari inspeksi yang dilakukan auditor pemerintah • Catatan dari inspeksi yang dilakukan oleh auditor dari perusahaan asuransi 4. ledakan. Survey Tertulis Melakukan survey tertulis di tempat kerja biasanya amat berguna. . dari bagian SDM dan klinik kesehatan • Catatan penyelidikan kecelakaan seperti kebakaran. siapa-siapa saja yang terluka atau sakit.Menuliskan model dan nomor seri dari peralatan . perusahaan asuransi.5.

2) Pengukuran terhadap efek pada pekerja selama shift (8 jam.5. atau berapapun lamanya shift kerja) Pengukuran seketika dilakukan dengan peralatan yang langsung dapat dibaca (direct-reading instrument). 10 jam. diantaranya : Contoh dari lingkungan yang diambil dari dari satu area atau workstation . zat kimia. 40 jam seminggu dan lama kerja 30-40 tahun. uap. batasan bahaya bagi pekerja bukanlah batasan mutlak antara daerah aman dan bahaya. padat. asap) dapat dimonitor • Setiap bahan kimia mempunyai metoda monitoring tersendiri yang memerlukan peralatan khusus – tidak semua bahan kimia dapat dimonitor dengan cara yang sama.Contoh dari jenis pekerjaan atau operasi yang dianggap terburuk dari seluruh bagian. cairan.Contoh acak dari semua bagian kerja dan operasi . sehingga apabila pekerja tersebut harus menghadapi lebih dari satu macam zat kimia. Batasan bahaya bagi pekerja tidak dibuat untuk semua jenis zat kimia yang ada di dunia. Jika jam kerja lebih panjang dari 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Tabel dibawah ini adalah batasan yang dibuat oleh Divisi Kesehatan dan Keselamatan kerja negara bagian California. diantaranya : . kimia. Jika hasil monitoring menunjukkan angka yang lebih tinggi dari batas yang ditentukan. • Perlatan yang dipakai untuk mengukur tingkat bahan kimia harus dikalibrasi dan dirawat dengan baik • Contoh dapat diambil dari bererapa variasi waktu : contoh jangka pendek (15 menit) dan contoh selama shift (8 jam atau lebih) • Berbagai macam contoh dapat diambil. Sehingga. asosiasi profesional atau organisasi sejenis yang lain. Tingkat bahaya dalam bekerja ini didesain untuk memberi batasa sehingga sebagian besar pekerja tidak akan mengalami gangguan kesehatan dari kebisingan. kemungkinan besar para pekerja yang bersangkutan akan mengalami gangguan kesehatan. yang dapat dibandingkan dengan hasil . Batasan bahaya bagi pekerja juga ditetapkan selama 8 jam sehari. maka batasan yang lebih rendah harus diberikan padanya. biasanya menjadi lebih kecil karena penelitan baru menunjukan bahwa gangguan kesehatan dapat terjadi pada tingkat yang lebih rendah dari batasan yang ada. Hal-hal Penting dalam Memonitor Kesehatan Industri : • Semua jenis bahan kimia (gas. Pengukuran selama shift dilakukan menggunakan berbagai macam pengukur kualitas udara dan peralatan lainnya. kebisingan. 12 jam. Contoh dari peralatan monitor tersebut antara lain : Pertemuan 20 4. akan berupa angka-angka. Selain itu batasan tersebut hanya dibuat untuk pengaruh satu zat kimia. Batasan ini hanyalah petunjuk bagaimana perusahaan harus mengontrol bahaya yang dihadapi pekerjanya dan memberikan metoda untuk menilai apakah bahaya yang terukur pada monitoring akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi kebanyakan pekerjanya Adalah penting untuk mengetahui bagaimana mengukur tingkat bahaya dari bahan kimia yang dihadapi pekerja dan membandingkannya dengan batasan bahaya yang ada. radiasi atau panas. Batasan bahaya dalam bekerja ini akan berubah bersama waktu.Ada dua jenis monitoring yang dapat dilakukan. Angka ini akan dibandingkan dengan batasan bahaya bagi pekerja yang ditetapkan oleh pemerintah. Lembaga-lembaga yang buat batasan tersebut mengakui bahwa tidak semua pekerja akan terlindungi dari bahaya. dll. Pekerja yang lebih sensitif terhadap bahan kimia tertentu akan cenderung untuk mengalami gangguan kesehatan bahkan jika batas bahaya yang dihadapinya masih dibawah standar yang ada.6. Semua hasil monitor dari monitoring. yakni : 1) Pengukuran seketika terhadap efek pada pekerja ketika tes dilaksanakan. maka batasan bahaya tersebut akan lebih rendah perlindungan terhadap pekerja harus lebih banyak dilakukan. Ratusan zat kimia baru ditemukan dan digunakan ditempat kerja tiap tahunnya.Contoh dari ‘daerah pernapasan pribadi’ yang diambil dari alat yang dipakai oleh pekerja · Strategi lain dari pengambilan contoh dapat dilakukan.

Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 4. Unit yang digunakan adalah “parts of chemical per million part of air (ppm)” yakni bagian dari zat kimia per sejuta bagian udara. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 18 3. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Pembelajaran : Pertemuan 16 1. Kegiatan Inti: . Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan 1. atau “milligram of chemical per cubic meter of air (mg/m3)” yakni miligram dari zat kimia per kubik meter udara. Metode Pembelajaran : Penugasan Tanya Jawab Simulasi Praktikum di Lab. • Kegiatan Inti: Guru Menjelaskan Hal-hal Penting dalam Memonitor Kesehatan Industri • Menjelaskan Pengukuran dan Monitor terhadap Pekerja Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru • mencatat • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 19 1.monitor kesehatan industri yang dilakukan oleh perusahaan. Komputer IV. III. Kegiatan Inti: Guru • Menjelaskan Wawancara dengan Pekerja • Menjelaskan Pengamatan di Lokasi Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • 3. Pertemuan 17 Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa Kegiatan Inti: • • 3. Guru Menjelaskan Penelaahan terhadap Dokumen Menjelaskan Survey Tertulis • Siswa Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 2. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2.

Kegiatan Inti: Guru Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru • Menjelaskan Membuat kondisi kerja aman • mencatat 3.Guru • • Menjelaskan Pengevaluasian Kesehatan. Teknik Penilaian Tes tertulis Penilaian : Bentuk Instrumen Daftar pertanyaan Instrumen 1. SARAGIH . Kepala SMK swasta Teladan Pematangsiantar Pematangsiantar. 12 Juli 2010 Guru mata pelajaran.Pd. S. Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja Menjelaskan Beberapa resiko bahaya yang biasanya terdapat di tempat kerja • Siswa Mendengarkan dan penjelasan dari guru mencatat • Mendengarkan dan mencatat penjelasan dari guru 3. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan Pertemuan 20 1. Jelaskan mengenai peraturan dalam bekerja yang baik dan benar 2. S. Kegiatan Awal : • Penyampaian tujuan pembelajaran • Memotivasi siswa 2. Kegiatan Akhir • Mereview kembali materi yang telah disampaikan • • • • • Alat/Bahan/Sumber Belajar : Internet Personal Komputer Software Aplikasi Pengolah kata Buku Jaringan komputer Printer VI. Tuliskan dan jelaskan posisi bekerja yang benar Tes praktik Tugas-tugas Mencari informasi di internet yang berkaitan dengan Bekerja dengan baik Mengetahui.Si R. SUDARLIAN.M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful