PENGARUH INDEPENDENSI, KEAHLIAN PROFESIONAL, DAN PENGALAMAN KERJA PENGAWAS INTERN TERHADAP EFEKTIVITAS PENERAPAN STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI KABUPATEN BADUNG NI PUTU EKA DESYANTI Alumni Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana NI MADE DWI RATNADI Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana ABSTRACT Internal controller is crucial in developing effective internal control structure of Bank Perkreditan Rakyat. Because of the important role of internal controller, s/he must be independent, has sufficient professional competencies and working experiences. This study aims to investigate the effect of significant independency, professional competency, and working experience of internal controller simultaneously and partially on the effectiveness of implementation of internal control structure of Bank Perkreditan Rakyat in Badung Regency. Variables used in this study include internal control structure as the dependent variable; and independency, professional competency, and working experience of internal controller as the independent variables. The result shows that independency, professional competency, and working experience of internal controller simultaneously and partially affect the effectiveness of implementation of internal control structure of Bank Perkreditan Rakyat in Badung Regency significantly. And, the most dominant factor is professional competency. Keywords: independency, professional competency, working experience, internal controller, internal control structure. I. PENDAHULUAN Pada era globalisasi sekarang ini Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dituntut untuk mampu meningkatkan produktivitasnya agar mampu bersaing dengan lembaga keuangan lainnya. Ada tiga konsekuensi logis dari timbulnya persaingan yang semakin tajam, yaitu mundur, bertahan, atau semakin berkembang. Agar dapat bertahan dan semakin berkembang, diperlukan upaya penyehatan dan penyempurnaan dalam hal produktivitas, efisiensi, serta efektivitas pencapaian tujuan

keahlian profesional. Karena pentingnya eksistensi seorang pengawas intern. Menurut Standar Profesi Akuntansi Publik pada SA 319. Oleh karena itu. beberapa karyawan Bank Perkreditan Rakyat. dan pengawas intern terdiri atas orang-orang yang tidak kompeten. Pemeriksaan intern merupakan kegiatan yang penting untuk menilai apakah semua kebijakan yang ditetapkan telah dilaksanakan dengan tepat dan apabila terdapat penyimpangan. yang terjadi pada bank tersebut. Menghadapi hal ini. dan pengalaman kerja dalam melaksanakan tugas pemeriksaan intern.perusahaan. Luasnya ruang lingkup usaha perbankan mengakibatkan pimpinan dan pihak manajemen tidak dapat secara langsung mengawasi semua aktivitas. Salah satu kebijakan yang dapat diambil oleh manajemen adalah meningkatkan struktur pengendalian intern perusahaan. Hal ini akan sangat mempengaruhi kesehatan Bank Perkreditan Rakyat itu sendiri. berbagai kebijakan dan strategi harus terus dikembangkan dan ditingkatkan. Pengawas intern memiliki tanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugas pemeriksaan intern. terdapat kecenderungan bahwa pengawas intern merangkap sebagai kepala bagian.par 06 yang dikutip oleh Abdul Halim (2001 : 189) struktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk memberikan keyakinan (assurance) yang memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan dicapai. pimpinan dan pihak manajemen memerlukan pengawas intern yang memiliki sikap independensi. menuntut mereka untuk memiliki sikap independensi. pengawas Berdasarkan wawancara dengan pihak Bank intern harus Indonesia dan segera melakukan tindakan koreksi agar tujuan perusahaan tercapai. yang pada Bank Perkreditan Rakyat disebut dengan nama pengawas intern. . Dalam usaha menciptakan struktur pengendalian intern yang efektif diperlukan staf auditor internal. pengawas intern merupakan orang yang memiliki hubungan yang erat dengan pimpinan BPR. baik aktivitas intern maupun aktivitas ekstern.

yang bertentangan dengan prinsip integritas dan objektivitas. Mulyadi (1998 : 29) mengatakan bahwa internal auditor adalah auditor yang bekerja dalam perusahaan telah yang tugas pokoknya baik adalah tidaknya menentukan apakah kebijakan dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen puncak dipatuhi. dan melaporkan temuan-temuan hanya berdasarkan bukti yang ada. dan pengalaman kerja pengawas intern terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Badung.keahlian profesional. Dalam Kode Etik Akuntan tahun 1994 yang dikutip dari artikel Sekar Mayang Sari (2003 : 6) disebutkan bahwa independensi adalah sikap yang diharapkan dari seorang auditor untuk tidak mempunyai kepentingan pribadi dalam pelaksanaan tugasnya. dan pengalaman kerja dalam menilai efektivitas penerapan struktur pengendalian intern. profesional. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Arens-loebbecke (1995 : 7) mengatakan bahwa internal auditor adalah seseorang yang bekerja sebagai karyawan pada suatu perusahaan untuk melakukan audit bagi kepentingan manajemen. II. Setiap akuntan harus memelihara integritas dan objektivitas dalam tugas profesionalnya dan setiap auditor harus independen dari semua kepentingan yang bertentangan atau pengaruh yang tidak layak. Uraian melakukan latar belakang masalah di atas mendorong peneliti keahlian penelitian tentang pengaruh independensi. menentukan efisiensi dan efektivitas prosedur kegiatan organisasi. serta menentukan keandalan informasi yang dihasilkan oleh berbagai bagian organisasi. menentukan penjagaan terhadap kekayaan organisasi. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa independensi merupakan sikap seseorang untuk bertindak jujur. tidak memihak. .

kepercayaan. Auditor harus menjaga kedudukannya sedemikian rupa sehingga pihak lain akan mempercayai sikap independensi dan objektivitasnya. dan kemampuan bekerja dengan orang lain. pemahaman terhadap masalah-masalah yang timbul dalam lingkungan tersebut. (2) ciri-ciri psikologis (pshycological traits) yang ditujukan dalam komunikasi. baik formal maupun informal. prosedur. Dalam artikel yang sama Hayes Roth dkk (1983) mendefinisikan keahlian sebagai keberadaan dari pengetahuan tentang suatu lingkungan tertentu. yaitu sebagai berikut. (2) Independence in appearance (independensi dalam penampilan) yang merupakan pandangan pihak lain terhadap diri auditor sehubungan dengan pelaksanaan audit. Ahli didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki tingkat keterampilan tertentu atau pengetahuan yang tinggi dalam subjek tertentu yang diperoleh dari pelatihan atau pengalaman. Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary (1983) yang dikutip dalam artikel Murtanto (1999 : 39) mendefinisikan keahlian merupakan keterampilan dari seorang ahli. (4) strategi penentuan keputusan. dan pengalaman. kreativitas. dan keterampilan untuk memecahkan permasalahan tersebut. dan (5) analisis . (3) kemampuan berpikir untuk mengakumulasikan dan mengolah informasi. Komponen keahlian berdasarkan model yang dikembangkan oleh Abdolmohammadi dkk (1992) yang dikutip dari Artikel Murtanto (1999:40) dapat dibagi menjadi (1) komponen pengetahuan (knowledge component) yang meliputi komponen seperti pengetahuan terhadap fakta-fakta. (3) Independence in competence (independensi dari sudut keahlian) yang berhubungan erat dengan kompetensi atau kemampuan auditor dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.Menurut Abdul Halim (2001 : 21) ada tiga aspek independensi seorang auditor. (1) Independence in fact (independensi senyatanya) yakni auditor harus mempunyai kejujuran yang tinggi.

tugas yang dipengaruhi oleh pengalaman audit yang mempunyai pengaruh terhadap penentuan keputusan. struktur organisasi. pengendalian manajemen dalam memantau dan menindaklanjuti kinerja. Struktur pengendalian intern memiliki beberapa unsur (Abdul Halim.par 06 yang dikutip oleh Abdul Halim (2001 : 189) struktur pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur yang diterapkan untuk memberikan keyakinan (assurance) yang memadai bahwa tujuan tertentu satuan usaha akan dicapai. serta semua cara-cara dan peraturan yang terkoordinasi yang dianut untuk mencapai tujuan oleh satuan usaha. (3) auditor menjadi sadar mengenai kekeliruan yang tidak lazim. Menurut Standar Profesi Akuntansi Publik pada SA 319. atau memperlemah efektivitas kebijakan dan prosedur tertentu di antaranya filosofi dan gaya operasi manajemen. yaitu merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor dalam membentuk. yaitu sebagai berikut. Menurut Tawaf (1999:19) pengendalian intern meliputi kebijakan. (2) auditor memiliki salah pengertian yang lebih sedikit tentang kekeliruan. Pengetahuan auditor tentang audit akan semakin berkembang dengan bertambahnya pengalaman bekerja. 2001 : 193). kebijakan dan praktik personalia. dan (4) hal-hal yang terkait dengan penyebab kekeliruan departemen tempat terjadinya kekeliruan dan pelanggaran serta tujuan pengendalian internal menjadi relatif lebih menonjol. serta faktor ekstern yang mempengaruhi operasi dan praktik satuan usaha. susunan organisasi. memperkuat. (1) Lingkungan pengendalian. . metode pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. Pengalaman kerja akan meningkat seiring dengan semakin meningkatnya kompleksitas kerja. maka (1) auditor menjadi sadar terhadap lebih banyak kekeliruan. Menurut pendapat Tubbs (1992) dalam Putri Noviyani (2002 : 483) jika seorang auditor berpengalaman.

dan melaporkan untuk kewajiban transaksi atau menyelenggarakan yang bersangkutan untuk pertanggungjawaban (3) Prosedur dengan transaksi atau kejadian tersebut. Kualitas audit diartikan sebagai probabilitas seorang auditor menemukan dan melaporkan adanya penyelewengan tergantung pada kemampuan teknikal auditor. 1981) dalam artikel yang sama. independensi. baik secara simultan maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada hotel berbintang di Kabupaten Badung. untuk Di mencatat samping aktiva dan itu. yaitu metode-metode dan catatan yang diterapkan manajemen kejadian. kemudian untuk melaporkannya tergantung pada independensi auditor (De Angelo. Dari penelitian tersebut didapat bahwa independensi dan keahlian profesional internal auditor. yaitu kompetensi. . Libby (1995) dalam artikel Koroy (2005:917) menyatakan bahwa pekerjaan auditor adalah pekerjaan yang melibatkan keahlian (expert). Mautz dan Sharaf (1961) dalam artikel Rizmah Nurchasanah (1999:49) menyatakan bahwa untuk dapat menjalankan kewajibannya. Semakin berpengalaman seorang internal auditor maka semakin mampu dia menghasilkan kinerja yang lebih baik dalam tugas-tugas yang semakin kompleks. yaitu kebijakan dan prosedur memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan tertentu suatu satuan usaha akan tercapai.(2) Sistem akuntansi. ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh auditor. pengendalian. Lenny Krisnawati (2005) meneliti pengaruh independensi dan keahlian profesional internal auditor terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada hotel berbintang di Kabupaten Badung. dan due professional care. termasuk dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap penerapan struktur pengendalian intern.

Uji Panca Mahendrawati (2005) meneliti pengaruh independensi dan keahlian profesional internal auditor terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada hotel berbintang di Kabupaten Badung. Berdasarkan teori yang ada. dan pengalaman kerja pengawas intern secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada hotel berbintang di Kabupaten Badung dan . keahlian profesional. maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut. Hasil penelitian positif menunjukkan bahwa independensi dan keahlian profesional internal auditor secara simultan dan parsial berpengaruh Kota Denpasar. (1) Independensi. (2) Independensi. keahlian profesional. dan pengalaman kerja pengawas intern secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung karena memiliki potensi yang sangat besar dalam menyediakan kredit bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya Bank Perkreditan Rakyat yang ada di Kabupaten Badung yang merupakan jumlah terbesar di Propinsi Bali. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terletak pada lokasi penelitian. yaitu lokasi yang dipilih adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Badung. Perbedaan yang lain terletak pada adanya penambahan satu variabel bebas. yaitu pengalaman kerja pengawas intern. III.

dan normalitas. dengan taraf keyakinan 95% dan α =5%. dari 60 populasi (Bank Indonesia. Selanjutnya. Objek penelitian ini adalah independensi. Responden yang dipilih dalam penelitian ini adalah orang-orang yang mengetahui tugas. 2006) yang memenuhi kriteria sampel adalah sebanyak 42 Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. . Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik F untuk menguji apakah variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y). heteroskedastisitas. Uji statistik t juga digunakan untuk menguji apakah variabel bebas (X) yang digunakan dalam penelitian ini secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y). memiliki staf pengawas intern. keahlian profesional (X2). Orang yang dimaksud adalah kepala bagian-kepala bagian yang ada pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. yaitu uji multikolinearitas. dan ratarata memiliki tiga orang kepala bagian. keahlian profesional dan pengalaman kerja pengawas intern terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. instrumen yang digunakan diuji terlebih dahulu validitas dan reabilitasnya. dan fungsi pengawas intern dalam menilai efektivitas penerapan struktur pengendalian intern. Berdasarkan kriteria tersebut. serta pengalaman kerja pengawas intern (X3) sebagai variabel bebas. Kriteria yang dijadikan dasar pemilihan anggota sampel pada penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung yang berstatus kantor pusat. dengan level of significant = 5%. dilakukan uji kelayakan dengan menggunakan metode asumsi klasik. Sebelum penelitian dilakukan. Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur pengendalian intern sebagai variabel terikat dan independensi (X1).Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. wewenang.

yaitu sebesar 0.389) yang berarti tidak ada korelasi antarvariabel bebas.110 dan 0. dan X3.906 menunjukkan bahwa variance variabel bebas berpengaruh terhadap . Uji multikolinieritas menghasilkan bahwa nilai tolerance menunjukkan tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai tolerance kurang dari 10 persen (0.934.7643) lebih besar daripada Alpha Cronbach (0. Hasil dari persamaan regresi menunjukkan koefisien X1 bernilai positif (0. 0.3 (0. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Uji validitas menunjukkan bahwa instrumen-instrumen pada setiap variabel dalam penelitian ini adalah valid dan dapat dipakai untuk melakukan penelitian atau menguji hipotesis penelitian karena nilai pada setiap instrumen berada di atas nilai signifikan pada tabel nilai r product moment.129). keahlian profesional (X2).359). Berdasarkan hasil pengujian.7581 – 0. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansi tiaptiap variabel X1. koefisien X2 (1. Berdasarkan ketentuan ini dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian ini tidak mengandung menunjukkan problem bahwa multikolinieritas. model regresi Uji heteroskedastisitas adanya tidak mengandung heteroskedastisitas. Nilai R-square sebesar 0.197–0. Uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen di atas adalah reliabel karena nilai alpha tiap-tiap instrumen tersebut (0.IV.755).6) sehingga dapat dipakai untuk melakukan penelitian atau menguji hipotesis penelitian. yaitu di atas 0. Uji normalitas dideteksi dengan melihat penyebaran data (titik-titik) pada sumbu diagonal dari grafik normal plot. Ini berarti bahwa independensi (X1). X2. data model regresi penelitian ini berdistribusi normal.568-4. dan pengalaman kerja (X3) pengawas intern berpengaruh positif terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern.495 – 0. dan X3 (0. Nilai VIF menunjukkan bahwa tidak ada variabel bebas yang memiliki nilai VIF lebih dari 10 (2.569.766).804).

Pengaruh keahlian profesional pengawas efektivitas penerapan struktur pengendalian intern dilihat dari hasil regresi menunjukkan besarnya t hitung variabel X2 sebesar 7. Ini berarti bahwa keahlian profesional pengawas intern secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas struktur pengendalian intern.000<α =0. maka Hi diterima dan Ho ditolak. Karena t hitung (6. maka Hi diterima dan Ho ditolak. .68) Hi diterima dan Ho ditolak. (2) Uji statistik t (Uji regresi secara parsial) a.069) > t tabel (1.variance variabel terikat sebesar 90.05.265) > F tabel (2. Karena t hitung (7.882. (1) Uji statistik F (Uji regresi secara simultan). Variabel keahlian profesional pengawas intern memiliki nilai standardized coefficients beta terbesar (0. Karena F hitung (391.069. Ini berarti bahwa independensi. dan pengalaman kerja pengawas intern secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern. keahlian profesional.4 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model.882) > t tabel (1.6 persen.000<α =0.05. b.980) dan signifikansi sebesar 0.980) dan signifikansi sebesar 0. Ini berarti bahwa independensi pengawas intern secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan intern struktur terhadap pengendalian intern. Pengaruh independensi pengawas intern terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern dilihat dari hasil regresi menunjukkan besar t hitung variabel X1 sebesar 6. sedangkan sisanya sebesar 9.494) yang berarti bahwa variabel keahlian profesional pengawas intern paling dominan mempengaruhi efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan hasil sebagai berikut.

002<α =0. keahlian profesional.156. Ini berarti bahwa hipotesis pertama dan kedua penelitian ini terbukti.c. dan pengalaman kerja pengawas intern dengan . Karena faktor keahlian profesional pengawas intern paling dominan mempengaruhi efektivitas penerapan struktur pengendalian intern. keahlian profesional. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan sebelumnya. dan pengalaman kerja pengawas intern. V. Pengaruh pengalaman kerja pengawas intern terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern dari hasil regresi menunjukkan besarnya t hitung variabel X3 sebesar 3.156) > t tabel (1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan pertimbangan bagi Bank Perkreditan Rakyat untuk lebih meningkatkan independensi. dapat disimpulkan bahwa independensi. maka Hi diterima dan Ho ditolak. dan pengalaman kerja pengawas intern agar efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat semakin meningkat pula. Ini berarti bahwa pengalaman kerja pengawas intern secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengukur independensi.05. maka diharapkan agar Bank Perkreditan Rakyat lebih memperhatikan keahlian profesional yang dimiliki oleh pengawas internnya agar efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat tersebut juga semakin meningkat. keahlian profesional.980) dan signifikansi sebesar 0. Karena t hitung (3. baik secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. Adapun faktor yang paling dominan berpengaruh adalah faktor keahlian profesional pengawas intern.

Yogyakarta: Andi Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Agoes. 1996. Bastian. Yogyakarta: BPFE. Jakarta: Erlangga. apabila peneliti lain ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian ini. Alvin. Pemeriksaan Akuntansi. Loebbecke K. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. James. Edisi Kedua. Abdul. Edisi Keempat. Akuntansi Sektor Publik di Indonesia. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. . Haryono. Auditing (Pengauditan). ”Pengaruh Independensi dan Keahlian Profesional Internal Auditor terhadap Efektivitas Penerapan Struktur Pengendalian Intern pada Hotel Berbintang di Kabupaten Badung”. Auditing-Suatu Pendekatan Terpadu. Sukrisno. 1995. 2001. Jusup. Lenny Krisnawati. 1997. Jusuf. Jakarta:Salemba Empat. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 2001. Semarang: Universitas Diponegoro. Auditing 1 ( Dasar-Dasar Audit Laporan Keuangan ). maka peneliti tersebut hendaknya mengambil populasi dan lokasi penelitian yang lebih luas lagi. Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Arens A. Indra. Yogyakarta:AMP YKPN. Amir Abadi. Akuntansi Sektor Publik. 2002.cara melihat hasil audit yang disampaikan. 2005. Gozhali. Auditing Pendekatan Terpadu. Imam. Yogyakarta : STIE YKPN. 2001. Edisi Keenam. Di samping itu. Halim. Kasmir. Mardiasmo. 2002. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Al. 2003. Jilid 1. Skripsi.

Marzuki. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Audit Intern Bank. Munawir. Buku Latihan SPSS. Metodologi Riset. 2004. Tjukria P. 6 (1) : 1—22. h:481— 488. Hanindita. Jurnal Riset Akuntansi dan Manajemen : 47—60. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: STIE. Jakarta: Salemba Empat. Jakarta: Salemba Empat. Cetakan Kesepuluh. 1995. Sekar Mayangsari. ”Pengaruh Pengalaman dan Pelatihan terhadap Struktur Pengetahuan Auditor Tentang Kekeliruan”. Manajemen Produksi dan Operasi. . Cetakan Kedua. „Analisis Faktorfaktor Penentu Kualitas Audit“. Yogyakarta: STIE. 1998. Bandung : CV Alfabeta. Edisi Kelima. Yogyakarta:PT Mulyadi. 1998. Simposium Nasional Akuntansi V. Jakarta : PT Gramedia Jakarta. Yogyakarta : Ekonisia. Putri Noviyani dan Bandi. 2 (1) :37-51. 2002. 1995. Murtanto. Auditing. Tawaf. Zulian. 1999. Cetakan Pertama. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Rizmah Nurchasanah dan Wiwin Rahmanti. 1999. 2003. 2003. Yamit. Yogyakarta : Liberty. Singgih Santoso. Yogyakarta: STIE. ”Identifikasi Karakteristik-karakteristik Keahlian Audit”. Edisi Pertama. Sugiyono. „Pengaruh Keahlian Audit dan Independensi terhadap Pendapat Audit“. Edisi Keenam. 1999. Metode Penelitian Bisnis.

dan (c) prosedur pengendalian. dan memperoleh transaksi-transaksi pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. yaitu tidak memihak. manajemen. dan pemilik. mengelompokkan. jujur. Unsurunsur variabel ini adalah (a) lingkungan pengendalian. menghimpun.pemilik Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. serta mengungkapkan fakta apa adanya pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. yaitu kebijakan dan prosedur yang diciptakan oleh manajemen Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan perusahaan akan tercapai. kesadaran. 3) Keahlian profesional adalah tingkat kemahiran profesional pengawas intern dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan yang . yaitu metode dan catatan yang diciptakan untuk mengidentifikasi. Elemen-elemen dari variabel ini adalah (a) status organisasional: status organisasional departemen pengawas intern harus cukup memadai untuk memperbolehkan pencapaian atas tanggung jawab auditnya dan (b) objektivitas: pengawas intern harus objektif dalam melaksanakan audit. mencatat. 2) Independensi merupakan tingkat ketergantungan pengawas intern dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap penerapan struktur pengendalian intern yang ditunjukkan dalam sikap mental. (b) sistem akuntansi.Lampiran Definisi Operasional Variabel 1) Struktur pengendalian intern merupakan tingkat pencapaian hasil program dengan target yang ditetapkan oleh dewan direksi. yaitu faktorfaktor yang mempengaruhi dan mencerminkan keseluruhan sikap. dan personel satuan usaha lainnya yang dirancang untuk mendapatkan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan organisasi Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. manajemen. dan tindakan dari dewan komisaris.

dan (d) pendidikan lanjutan: pengawas intern harus mengolah kemahiran teknisnya melalui pendidikan berkelanjutan. . dan disiplin ilmu yang terutama untuk melaksanakan audit internal. dan disiplin ilmu : pengawas intern harus memiliki pengetahuan. maka akan dapat menyelesaikan tugas audit tepat waktu.dilaksanakan dengan keterampilan dan kecermatan profesionalnya terhadap penerapan struktur pengendalian intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. audit: (b) ketepatan waktu dalam seorang menyelesaikan semakin berpengalaman pengawas intern. (c) kemampuan dalam menggolongkan kekeliruan : semakin berpengalaman seorang pengawas intern. 4) Pengalaman kerja merupakan lama kerja pengawas intern pada Bank Perkreditan Rakyat di Kabupaten Badung. (c) hubungan dan komunikasi antar-manusia : pengawas intern harus terampil dalam berhubungan dan berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang. maka akan semakin peka dan cepat tanggap dalam mendeteksi adanya tugas kekeliruan. keterampilan. dan (d) kesalahan dalam melakukan tugas audit : semakin berpengalaman seorang pengawas intern. maka tingkat kesalahan dalam melaksanakan tugas audit akan dapat diminimalisasi. Elemen-elemen dari variabel ini adalah (a) kepekaan dalam mendeteksi adanya kekeliruan: semakin berpengalaman seorang pengawas intern. maka akan mampu menggolongkan kekeliruan berdasarkan tujuan audit dan sistem akuntansi yang melandasinya. Semakin lama seorang pengawas intern bekerja pada Bank Perkreditan Rakyat ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam melakukan tugas audit. (b) pengetahuan. keterampilan. Elemen-elemen dari variabel ini adalah (a) ketaatan terhadap kode etik profesional : pengawas intern harus menaati kode etik profesional.

082 0.742 02 .082 -1.608 -.813 .051 t Sig 1 (Constant) AX1 AX2 AX3 29.835 2.7643 0.845 -1.440 Standardized Coefficients Beta .804 0.359 .7600 0.208 4.145 -.771 -.60 Hasil Uji Multikolinieritas Variabel Independensi Keahlian Profesional Pengalaman Kerja Collinerity Statistics Tolerance VIF 0.197 5.109E.571 .934 .110 .60 0.007 -.60 0.60 0.678 6.000 .7618 0.Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel Independensi (X1) Keahlian Profesional (X2) Pengalaman Kerja (X3) Struktur Pengendalian Intern (Y) r alpha hitung R alpha tabel Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 0.569 .568 Hasil Uji Heteroskedastisitas Model Unstandardized Coefficients B Std Error 79.389 2.7581 0.

108 2.370 .001 .129 .002 1 (Constant) AX1 AX2 AX3 R.Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Coefficients B Std Error 7.359 .494 .135 .000 .114 = 0.143 .755 .000 Standardized Coefficients Beta .265 = 0.000 .124 1.906 = 391.Square F Hitung Signifikan F .140 Signifikan t .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful