PENERAPAN SANKSI TERHADAP PELANGGARAN DISPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

Heryanti

ABSTRAK

Pemerintah dalam rangka melakukan berbagai kegiatan tidak hanya menggunakan instrument yuridis (Undang-Undang dan Keputusan) melainkan juga fungsi administrasi yang dimilikinya dapat memberikan pelayanan dan fungsinya secara maksimal kepada masyarakat. Pemberian kewenangan yang luas kepada pemerintah daerah oleh undang-undang merupakan konsekuensi logis, karena pemerintah bukan hanya kepada eksekutif melainkan juga sebagai kepala administrasi di daerah. Hal ini dapat dimengerti karena tugas dan fungsi birokrasi pemerintah adalah merupakan jembatan penghubung antara kepentingan Negara dengan kepentingan rakyatnya.
LATAR BELAKANG Untuk menjalankan system pemerintahan di daerah dengan mengandalkan para pegawai negeri sipilnya tidak terlepas dari adanya konsep Good Governance. Dengan adanya konsep tersebut, maka sector pemerintah tidak dapat lagi sebagai pemain utama untuk melakukan hak monopoli dalam penentuan kebijakan publik. Hubungan kemitraan antara pemerintah, swasta dan masyarakat harus dikembangkan jika paradigma kepemrintahan yang baik benar-benar akan dilaksanakan. Pemerintah sebagai organisasi adalah suatu alat saling hubungan satuan-satuan kerja yang memberikan mereka kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur kewenangan. Dengan demikian pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh pemerintah atasan kepada para bawahan yang menjangkau dari puncak sampai dasar dari seluruh badan usaha. Organisasi yang terbesar dimanapun sudag barang tentu organisasi publik yang mewadahi seluruh lapisan masyarakat dengan ruang lingkup Negara. Oleh karena itu organisasi publik mempunyai kewenangan yang terlegitimasi dibidang politik, administrasi, pemerintahan dan hukum secara terlembaga sehingga mempunyai kewajiban melindungi warganya, dan melayani kebutuhannya, sebaliknya berhak pula memungut pajak untuk pendanaan, serta menjatuhkan hukuman sebagai sanksi penegakan peraturan. Untuk melaksanakan pemerintahan yang baik, membina hubungan kemitraan dan saling percaya merupakan kunci utama. Masalahnya sekarang

bagaimana mengembangkan sikap/perilaku saling percaya untuk membina hubungan kemitraan antara ketiga domain tersebut. Berkaitan dengan hal ini aparat birokrasi dituntut untuk menampilkan perilaku yang menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat yang selama ini menurun. Salah satu upaya untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat adalah mengembangkan semangat jiwa kewirausahaan “The Enterpreneurial Spirit”. Hal ini dimaksudkan untuk merubah orientasi perilaku birokrasi yang selama ini menghabiskan anggaran dengan melakukan markup, kearah mengembangkan kreativitas untuk mendapatkan dana, anggaran dapat dihemat dan selanjutnya dipergunakan untuk kepentingan publik dalam mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk kegiatan pemeberdayaan masyarakat. Setiap organisasi Pemerintah sebaiknya banyak memberi kesempatan kepada pegawainya untuk dapat mengembangkan diri, sehingga dengan adanya kesempatan ini pegawai akan berusaha meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pekerjaannya. Dengan melihat bahwa manusia mempunyai berbagai macam kebutuhan, harapan, motivasi dan cara berfikir yang berbeda satu dengan yang lainnya serta menghendaki perlakuan yang adil, maka pimpinan organisasi pemerintahan berupaya dapat menyelaraskan tujuan individu dengan tujuan organisasi pemerintahan yang di pimpin, sehingga bawahannya bersedia melakukan pekerjaan dengan sebaiknya. Sebagaimana diketahui bahwa warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih dan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokokpokok Kepegawaian, yang dimaksud dengan Pegawai Negara adalah setiap warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan Negara, atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Kemudian Pegawai Negara sebagai aparatur Negara, abdi Negara dan abdi masyarakat yang berfungsi menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Dalam hal ini kedudukan pegawai Nagara sangat penting, sebab lancar dan tidak lancarnya pemerintahan dan pembangunan Negara tidak lepas dari peranan dan keikutsertaan pegawai Negara (Ahmad Ghufron dan Sudarsono, 1991 :4). Sejalan dengan pemberian hak otonomi kepada daerah tanpa melepaskan rekrutmen pegawai negeri yang akan menjalankan roda dan fungsi administrasi adalah telah tepat pemerintah pusat untuk tidak lagi

mencampuri urusan penerimaan pegawai negeri yang akan ditempatkan di kantor ataupun instansi pemerintah di daerah berdasarkan kebutuhan. Maka dari itu, eksistensi Kepala Daerah (Gubernur) dengan berbagai kewenangan yang cukup luas dalam mengeluarkan keputusan pemberian sanksi administrasi terhadap pelanggaran disiplin oleh PNS adalah suatu keharusan untuk menjaga agar seorang PNS tidak melupakan tugas kewajibannya secara bertanggungjawab kepada masyarakat dan Negara. TUGAS DAN KEWAJIBAN KEPALA DAERAH Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah khususnya dalam Pasal 25 yang menyangkut tugas dan wewenang serta kewajiban kepala daerah adalah: 1. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD ; 2. Mengajukan rancangan Perda ; 3. Menetapkan Perda yang telah mendapatkan persetujuan bersama DPRD ; 4. Menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan ; Menyangkut tugas dan wewenang serta kewajiban wakil kepala daerah diatur dalam Pasal 26 antara lain : 1. Membantu kepala daerah dalam meyelenggarakan pemerintahan daerah ; 2. Membantu kepala daerah dalam mengkoordinasikan kegiatan vertikal di daerah, menindaklanjuti laporan dan atau temuan hasil pengawasan aparat pengawas ; 3. Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, kelurahan dan atau desa bagi wakil kepala daerah kabupaten dan kota ; 4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala daerah dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah ; 5. Melaksanakan tugas, kewajiban dan wewenang kepala daerah bilamana berhalangan atau diberikan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah telah memberikan suatu sistem pemerintahan di daerah yang lebih baik lagi dibandingkan dengan undang-undang pemerintahan yang sebelumnya, dimana kedudukan Wakil Kepala Daerah yang selam ini tidak diberikan peran dalam mengelola sistem pemerintahan di daerah dengan alasan bahwa posisi wakil dianggap hanyalah sebagai “ban serep” atau pengganti bilamana Kepala Daerah

berhalangan tetap, tidak dapat menjalankan pemerintahan serta meninggal dunia. Namun setelah Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah diberlakukan, maka sistem pemerintahan di daerah telah memberikan “angin segar” khususnya mengenai pola hubungan antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, sebagaimana yang dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 26. PENGERTIAN PERATURAN DAN KEPUTUSAN Suatu Peraturan yang baik ialah peraturan yang normanya disamping mengandung hukum juga mengandung nilai moral. Mengandung hukum oleh karena di dalam peraturan itu berisikan perintah, larangan dan sanksi yang tegas sebagai unsurnya. Mengandung nilai moral karena di dalam setiap klausulnya terkandung nilai kebenaran, keadilan dan nilai kesusilaan. A Hamid Attamimi (April 1992:8) Peraturan Perundang-undangan adalah salah satu metode dan instrumen ampuh yang tersedia untuk mengatur dan mengarahkan kehidupan manusia menuju cita-cita yang diharapkan. Dalam praktek memang demikianlah yang dilakukan oleh pembentuk undang-undang karena kini kekuasaan pembentuk undangundang ialah memberikan arah dan menunjukkan jalan bagi terwujudnya cita-cita hukum. Peraturan Perundang-undangan mencakup keseluruhan peraturan yang berhubungan dengan undang-undang dan bersumber pada kekuasaan legislative, maka jenis-jenis peraturan perundang-undangan ialah undang-undang dan peraturan lain yang dibentuk berdasarkan kewenangan atribusi ataupun kewenangan delegasi dari undang-undang. Oleh karena itu peraturan perundang-undangan tertentu dan terbatas jenisnya, mengingat kewenangan atribusi bersifat tertentu dan terbatas, sedangkan kewenangan delegasi juga tidak dapat dilimpahkan tanpa persetujuan yang mendelegasikannya. Peraturan Perundangundangan menurut Bagir Manan adalah Peraturan Perundang-undangan tingkat daerah diartikan sebagai peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh pemerintah daerah atau salah satu unsur pemerintah daerah yang berwenang membuat peraturan perundang-undangan tingkat daerah (Abdul Latif, 2006:6). Solly Lubis (1995:1), mengemukakan perundang-undangan itu sebagai proses pembuatan peraturan Negara mulai dari perencanaan (rancangan), pembahasan, pengesahan atau penetapan samapai dengan pengundangannya. Sedangkan peraturan perundang-undangan daerah diartikan sebagai peraturan perundang-undangan yang dibentuk oleh

Berbagai perumusan keputusan dapat di simpulkan antara lain : 1). Artinya suatu putusan dari jabatan pemerintah itu keluar berupa peraturan manakala putusan itu dimaksudkan untuk mengatur hal-hal yang bersifat umum dan tindakan yang demikian disebut tindakan pengaturan (Soenobo Wirjosoegito. Keputusan Gubernur adalah peraturan yang ditetapkan sebagai pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi dan peraturan perundangundangan yang lebih tinggi.pemerintah daerah atau salah satu unsur pemerintah daerah yang berwenang membuat peraturan perundang-undangan tingkat daerah. Keputusan Bupati/Walikota adalah peraturan pelaksana peraturan daerah kabupaten/kota dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. 2004: 13). 2. suatu perbuatan hukum publik bersegi satu yang dilakukan oleh alat-alat pemerintah berdasarkan suatu kekuasaan. Keputusan merupakan lapangan pemerintahan sesuai dengan fungsi pemerintah sebagai badan yang melaksanakan undang-undang. 3). diberikan khusus kepada pemerintah/administrasi Negara dan tidak kepada badan swasta (Anna Erliyana. Keputusan merupakan tindakan/perbuatan hukum. Keputusan yang bersifat penetapan (beschikking). menyatakan sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh alat-alat pemerintah dan pernyataan-pernyataan alat-alat pemerintah itu dalam menyelenggarakan hal istimewa dengan maksud mengadakan perubahan dalam hubungan hukum. 2). Menurut Bagir Manan (1993:14). Wewenang luar biasa adalah kekuasaan yang diperoleh dari undang-undang. Keputusan Gubernur ada dua yaitu : 1). Ultrecht. Keputusan yang bersifat regeling . 4). 1. Kemudian E. peraturan perundang-undangan adalah keputusan tertulis yang dibuat oleh suatu jabatn atau pejabat yang berwenang yang berisikan tingkah laku yang bersifat atau yang mengikat secara umum. Van der Pot. Keputusan Prins merumuskan pengertian keputusan sebagai tindakan hukum sepihak dalam lapangan pemerintahan yang dilakukan oleh alat pemerintah berdasarkan kewenangan yang diatur. Keputusan yang bersifat mengatur (regeling) dan 2). 2005:101-102). Keputusan merupakan tindakan hukum sepihak. Peraturan Peraturan ialah ketentuan umum yang ditujukan kepada hal-hal yang masih abstrak atau suatu peraturan itu dibuat untuk menyelesaikan hal-hal yang belum dapat diketahui lebih dahulu tetapi mungkin akan terjadi.

4. Mengenai hubungan dinas publik ini terjadi jika seseorang mengikat dirinya untuk tunduk pada pemerintah dan pemerintah untuk melakukan suatu atau beberapa macam jabatan tertentu dengan mendapatkan penghargaan berupa gaji dan beberapa keuntungan lain (Sudibyo Triatmodjo. dan digaji didasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. individual dan final (Supardan Modeong. Pegawai Negeri adalah setiap warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat ditentukan. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas Negara lainnya.berfungsi mengatur hal-hal yang umum. Sedangkan keputusan yang bersifat beschikking berfungsi menetapkan hal-hal yang kongkret. POKOK. 2. Pejabat Negara adalah pimpinan dan anggota lembaga tertinggi/tinggi Negara sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pejabat Negara lainnya yang ditentukan oleh undang-undang. Menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 1 ayat (1) menyatakan : 1. Logemann bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah tiap pejabat yang mempunyai hubungan dinas publik (open bare dienst betrokking) dengan Negara. memindahkan dan memberhentikan pegawai negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2003:71).local. Sedangkan keputusan Gubernur. Apabila menyangkut orang.POKOK KEPEGAWAIAN 1).A.H. Pejabat yang berwajib adalah pejabat yang akrena jabatan atau tugasnya berwenang melakukan tindakan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan. maka sudah tentu nama jati dirinya. 2003:70) dan lihat juga dalam Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara). 3. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat. 1983:27). Bupati dan Walikota yang bersifat penetapan adalah keputusan yang materi muatannya kongkret individual dan final yang materi muatannya hanya menetapkan hal-hal tertentu saja. dan pemiliknya atau yang menguasainya (Supardan Modeong. . Pegawai Negeri Sipil Menurut J. serta apabila menyangkut benda maka sudah tertentu jenis.

fungsi. 2000:98). pengajian. Jabatan Negara adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan. 3. dan kepaniteraan pengadilan. berdaya guna dan berhasil guna (S. 7. termasuk didalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi atau tinggi Negara.5. pengembangan kualitas. 1983:93). pengaduan. promosi.F. antara lain : 1. penempatan. Pembinaan PNS atas dasar sistem karier dan sistem prestasi kerja. dan kewajiban kepegawaian yang meliputi perencanaan. maka pembinaan harus diarahkan untuk menjamin (Sudibyo Triatmodjo. . Agar satuan organisasi lembaga pemerintah mempunyai jumlah dan mutu pegawai yang rasional berdasarkan jenis. dan derajat profesionalisme menyelenggarakan tugas. 2. dan beban kerja yang dibebankan kepadanya. sifat. terarah dan terpadu. realistik. Menurut J. terhadap bersungguhsungguh. Mahfud MD. Keempat tujuan Negara ini hanya bisa dicapai dengan adanya pembangunan nasional yang dilakukan dengan perencanaan matang. kesejahteraan dan penghentian. memajukan kesejahteraan umum. Pembinaan yang terintegrasi terhadap seluruh PNS artinya bahwa terhadap semua PNS berlaku ketentuan yang sama. Pegawai Negeri mempunyai peranan amat penting sebab pegawai negeri merupakan unsur aparatur Negara untuk menyelenggarakan pemerintah dan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan Negara kita. 6. Manajemen PNS adalah keseluruhan upaya-upaya untuk meningkatkan efesiensi. Jabatan karier adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki PNS setelah memenuhi syarat yang ditentukan. bahwa agar PNS dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan berhasil guna. Marbun dan Moh. 8. seperti terdapat dalam pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpa darah Indonesia.B Sumarlin menyatakan. Jabatan organik adalah jabatan Negara yang menjadi tugas pokok pada suatu kesatuan organisasi pemerintah. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Melaksanakan tindakan korektif yang tegas terhadap norma-norma hukum dan norma-norma kepegawaian. 6. kesejahteraan. serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hak dan Kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) PNS baik pusat maupun daerah mempunyai kewajiban setia dan taat pada Pancasila dan UUD 1945. pemberhentian. 7. 2. Pemberhentian tersebut dapat dilakukan dengan hormat atau tidak dengan hormat. Pembinaan kesetiaan dan ketaatan penuh pegawai negeri terhadap Negara dan pemerintah. penetapan. Menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 129 menyatakan bahwa : 1. . 5. pengembangan kompetensi dan pengembalian jumlah. Oleh karena itu. Gaji yang diterima oleh pegawai negeri harus mampu memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraan. Gaji PNS yang diterima harus memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraan (Harif Nurcholis. Negara Pemerintah. 2. gaji. Sedangkan haknya adalah mendapatkan gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. Setiap PNS berhak memperoleh gaji yang layak dan sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawab menurut Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 7 menyatakan: 1. 3. Pemerintah melaksanakan pembinaan manajemen PNS Daerah dalam satu kesatuan penyelenggaraan manajemen PNS secara nasional. Gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. Gaji pegawai negeri yang adil dan layak sebagaimana ditetapkan dengan peraturan pemerintah. 2). pensiun. hak dan kewajiban kedudukan hukum. tunjangan. Pengembangan sistem penggajian yang mengarah pada penghargaan terhadap prestasi dan besarnya tanggung jawab. pegawai yang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik harus diberhentikan sebagai pegawai negeri. Manajemen PNS Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pemindahan. Penyempurnaan sistem administrasi kepegawaian dan sistem pengawasannya.4. 2007:250).

Cuti Sakit 4. kedudukan dan peranan pegawai negeri sipil adalah sangat penting yang menentukan. 1983:106). Cuti karena alasan penting 6. Oleh karena itu. jaksa agung. Cuti Tahunan 2. Memang harus disadari bahwa kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan nasional terutama tergantung dari kesempurnaan aparatur Negara. PNS berkedudukan sebagai unsur aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan . menteri. Cuti diluar tanggungan Negara Yang dimaksud dengan cuti PNS adalah keadaan tidak masuk kerja yang diizinkan dalam jangka waktu tertentu seperti pimpinan lembaga tertinggi/tinggi Negara. 2. ketua/kepala lembaga pemerintah non departemen. Negara dan Pemerintah. 3). pimpinan secretariat lembaga tertinggi/tinggi Negara dan pejabat lain yang ditentukan oleh presiden (Sudahak dan Suradji. 3. kesadaran dan tanggungjawab. 4. ada 6 (enam) macam cuti yaitu : 1. Selain itu juga. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. pengabdian seorang PNS sangatlah dibutuhkan untuk membantu kelancaran daripada pelaksanaan fungsi pelayanan administrasi kepada masyarakat sehingga setiap PNS wajib : 1. karena dia adalah salah satu pelaksanaan pemerintahan untuk menyelenggarakan tugas-tugas pemerintah dan melancarkan tugas-tugas pembangunan dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional (Sudibyo Triatmodjo. harus disadari bahwa PNS yang sempurna merupakan salah satu faktor penentu bagi kesempurnaan aparatur Negara.Dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokokpokok Kepegawaian Pasal 8 dinyatakan setiap PNS berhak cuti dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 tentang Cuti PNS. Setia dan taat pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Cuti Besar 3. Cuti Bersalin 5. Kedudukan Pegawai Negeri Sipil Kiranya adalah merupakan suatu kebenaran apabila dikatakan bahwa sepanjang sejarah. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2003:3).

Disamping Pegawai Negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). pemerintah dan pembangunan (Hanif Nurcholis. . Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (2). adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara. Pegawai Negeri Sipil Pusat . Anggota Tentara Nasional Indonesia . adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara. penilaian sampai penggajian dan pensiun ditentukan oleh pusat sistem ini umumnya dilaksanakan di Negara-negara berkembang. karena ketidakmampuan daerah untuk menggaji pegawai. 2007: 245). Sumber daya manusia pada pemerintahan daerah disebut pegawai pemerintah daerah. 4). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian Pasal 2 ayat (1). jujur. Pegawai negeri sipil adalah unsur aparatur Negara yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional. pengembangan. Disamping itu pegawai juga sebagai alat perekat Negara dan bangsa. terdiri dari : a. (2) dan (3) menyatakan : (1). Pegawai Negeri Sipil b. penempatan. dan b. pemerintahan dan pembangunan (Sudahak dan Suradji. Pegawai Pemerintah daerah adalah pegawai negeri sipil pada pemerintah daerah. Pegawai Negeri terdiri dari : a.kepada masyarakat serta profesional. Kepegawaian Daerah Pemerintah daerah akan dapat diselenggarakan dengan baik sehingga tujuan dapat dicapai secara efektif dan efesien jika didukung oleh sumber daya manusia yang kompoten. dan c. 2003: 6) dalam sistem pemerintahan daerah dikenal 3 (tiga) sistem pengelolaan pegawai daerah menurut Harif Nurcholis sebagai berikut : 1. PNS daerah yaitu PNS daerah otonomi seperti pegawai negeri sipil daerah/kabupaten/kota yang gajinya dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah dan bekerja pada pemerintah daerah atau diperkerjakan diluar instansi dinduknya (Suhadak dan Suradji. Pegawai Negeri Sipil Daerah. 2003:5). (3). pejabat yang berwenang dapat mengangkut pegawai tidak tetap. Integrated Sistem : suatu system kepegawaian yang manajemen kepegawaiannya mulai dari rekrutmen. Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. jujur.

Undang-Undang Dasar 1945. j. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik. e. keuangan dan materil. g. Menggunakan dan memelihara milik Negara dengan sebaikbaiknya. Pemerintah dan Pegawai Negeri Sipil. Memelihara dan meningkatkan keutuhan. Setia dan taat kepada Pancasila. d. penempatan. tertib. persatuan dan kesatuan korps PNS. Mengangkat dan mentaati sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil dan sumpah/janji jabatan berdasarkan peraturan pemerintah perundang-undang yang berlaku. Melaksanakan tugas kedinasan dengan sebaik-baiknya dengan penuh pengabdian. k. Oleh karena itu yang menjadi komitmen adalah profesionalisme pegawai dalam memberikan pelayanan publik. f. b. h. . serta menghindarkan segala sesuatu yang dapat mendesak kepentingan Negara diatas kepentingan golongan. i. penilaian sampai penggajian dan pensiun oleh suatu lembaga ditingkat nasional yang khusus dibentuk untuk keperluan tersebut. Segera melaporkan kepada atasannya apabila mengetahui ada hal yang dapat membahayakan atau merugikan Negara/pemerintah terutama dibidang keamanan. Mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan golongan atau diri sendiri. kekompakan. l. penempatan. Bekerja dengan jujur. Negara dan Pemerintah. pengembangan. cermat dan bersemangat untuk kepentingan Negara. Mentaati ketentuan jam kerja.2. Bagi Pegawai Negeri Sipil diwajibkan : a. kesadaran dan tanggung jawab. Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Pasal 2 yang menetapkan kewajiban dan larangan bagi PNS. Unified Sistem : suatu system kepegawaian yang manajemen kepegawaiannya mulai dari rekrutmen. Menyimpan rahasia Negara atau rahasia jabatan dengan sebaik-baiknya. Menjunjung tinggi kehormatan dan martabat Negara. Separated Sistem : suatu system kepegawaian yang manajemen kepegawaiannya mulai dari rekrutmen. diri sendiri atau pihak lain. pengembangan. c. 3. penilaian sampai penggajian dan pensiun dilaksanakan oleh masing-masing daerah.

pemerintah atau pegawai negeri sipil. membeli. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya maisng-masing. Hormat menghormati antar sesama warganya yang memeluk agama/kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang berlainan. y. teman sejawat. Melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan atau martabat Negara. Menyalahgunakan barang-barang. q. Tanpa izin pemerintah menjadi pegawai atau bekerja untuk Negara asing. Berpakaian rapi dan sopan serta bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat. sesame PNS dan terhadap atasannya. Bertindak dan bersikap tegas. Menyalahgunakan wewenangnya. Menjadi dan memberikan contoh serta teladan yang baik terhadap bawahannya. b. . maka diberlakukan juga bagi Pegawai Negeri Sipil larangan. uang atau surat-surat berharga milik Negara. p. bawahan atau orang lain didalam maupun diluar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk kepentingan pribadi. x. Mendorong bawahannya untuk meningkatkan prestasi kerjanya. d.m. w. tetapi adil dan bijaksana terhadap bawahannya. e. menjual. Memperhatikan dan menyelesaikan dengan sebaik-baiknya setiap laporan yang diterima mengenai pelangggaran disiplin. Selain daripada kewajiban yang harus dipenuhi bagi seorang Pegawai Negeri Sipil. v. c. menggadaikan. Mentaati perintah kedinasan dari atasan yang berwenang. s. n. Membimbing bawahannya dan melaksanakan tugasnya. r. t. Memiliki. u. Melakukan kegiatan bersama dengan atasan. Menjadi teladan sebagai warga Negara yang baik dalam masyarakat. seperti : a. f. dokumen atau suratsurat berharga milik Negara secara tidak sah. Memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan kariernya. o. menyewakan ataupun meminjamkan barang-barang. Mentaati ketentuan peraturan perundang-undangan tentang perpajakan.

Hadjo. Melakukan suatu tindakan atau sengaja tidak melakukan suatu tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayaninya sehingga mengakibatkan kerugian bagi pihak yang dilayani. menjadi direksi pimpinan atau komisaris perusahaan swasta bagi yang berpangkat Pembina golongan ruangan IV/a keatas atau yang merangkap jabatan eselon I. Melakukan penjualan tisak sah dalam bentuk apapun juga dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan pribadi. l. n. m. j. Memasuki tempat-tempat yang mencemarkan kehormatan atau martabat Pegawai Negeri Sipil. g. p. Bertindak sewenang-wenang terhadap bawahannya. Memiliki saham atau suatu perusahaan yang kegiatan usahanya tidak berada dalam ruang lingkup kekuasaannya yang jumlah dan sifat pemiliknya itu sedemikian rupa sehingga melalui pemilikan saham tersebut dapat langsung atau tidak langsung menentukan penyelenggaraan atau jalan perusahaan. o. h. 1999:215218). k. golongan atau pihak lain (Philipus M. q. Menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dan siapapun juga yang diketahui atau patut dapat diduga bahwa pemberian itu bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan.golongan atau pihak lain yang secara langsung atau tidak langsung merugikan Negara. 5). Bertindak selaku perantara bagi suatu pengusaha atau golongan untuk mendapatkan pekerjaan atau pesanan dari kantor/instansi pemerintahan. i. Membocorkan dan atau memanfaatkan rahasia Negara yang diketahui karena kedudukan jabatn untuk kepentingan pribadi. Melakukan kegiatan usaha dagang. kecuali untuk kepentingan jabatan. Menghalangi berjalannya tugas kedinasan. Melakukan tindakan yang bersifat negatif dengan maksud membalas dendam terhadap bawahannya atau orang lain didalamnya maupun diluar lingkungan kerja. baik secara resmi maupun sambilan. Sanksi Hukuman . golongan atau pihak lain. dkk.

Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari : 1) Teguran lisan. c. Hukuman disiplin berat. Hukuman disiplin sedang. 2) Pembebasan dari jabatan. penundaan kenaikan gaji berkala. sanksi dalam peraturan disiplin PNS juga diatur tentang pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin dan tata cara mengajukan keberatan/pembelaan. 2) Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun. b. larangan. 4) Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil. pemindahan sebagai hukuman. pernyataan tidak puas. penundaan kenaikan pangkat. Selanjutnya Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 menyatakan bahwa : 1. penurunan pangkat. 3) Pernyataan tidak puas secara tertulis. 3) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil.Dalam menjatuhkan hukuman disiplin. tujuannya ialah untuk mengetahui apakah yang bersangkutan benar telah melakukan pelanggaran serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong dilakukan pelanggaran tersebut (Sudibyo Triatmodjo. dan pemberhentian. Tingkat hukuman terdiri dari : 1. maka pejabat yang berwenang menghukum sebelumnya wajib memeriksa terhadap tersangka yang telah melanggar ketentuan. apabila seorang PNS tidak menerima disiplin yang dijatuhkan kepadanya. 3) Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun. 2. d. Selain dari pada keharusan. teguran tertulis. pembebasan tugas. 2. Hukuman disiplin ringan. 1983:166). 3. Tingkat dan jenis hukuman disiplin a. Pelanggaran Disiplin. Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari : 1) Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun. 2) Teguran tertulis. . Jenis hukuman disiplin sedang terdiri dari : 1) Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun. Hukuman yang dapat dijatuhkan sebagai sanksi terhadap pelanggaran disiplin PNS ialah teguran lisan.

seorang pegawai negeri sipil bukan saja harus memenuhi tugas dan kewajibannya akan tetapi bilamana hal tersebut dilanggar. Mencapai batas usia pensiun. c. pegawai negeri sipil tersebut dapat diberhentikan dengan hormat atau diberhentikan karena : 1. karikatur. Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai pegawai negeri sipil. . Perubahan adalah setiap tingkah laku. a. coretan dari lain-lainnya yang serupa dengan itu. 3. Melanggar sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan selain pelanggaran sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945. tulisan atau perbuatan pegawai negeri sipil yang melanggar ketentuan peraturan disiplin (kewajiban dan larangan) adalah pelanggaran disiplin. Ucapan adalah setiap kata-kata yang diucapkan dihadapan atau dapat didengar oleh orang lain. Di hukum penjara atau kurangan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. televisi. Maka.Secara ucapan. radio. Atas permintaan sendiri. b. 3. 2. diskusi. Perampingan organisasi pemerintah atau 4. rekaman atau alat komunikasi lainnya. b. Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat karena meninggal dunia. 2. ceramah. Tulisan adalah pernyataan pikiran dan atau perasaan secara tertulis baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk gambar. Negara dan Pemerintah atau . PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum. sikap atau tindakan dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana. Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena : 1. seperti dalam rapat. melalui telepon. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) a.

Di hukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang telah melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih atau. Undang-Undang Dasar 1945 atau terlibat dalam kegiatan yang menentang Negara dan pemerintah. diberhentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga.Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena : 1. 2. Melanggar sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila. diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil. Di hukum penjara atau kurangan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekeuatan hokum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan dirinya kembali ke instansi induknya setelah menjalani cuti diluar tanggungan Negara. Melakukan penyelewengan terhadap ideologi Negara. b. Melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil tingkat berat. Negara dan Pemerintah. Pemberhentian karena meninggalkan tugas : 1. diberhentikan tidak dengan hormat. 2. Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan tidak hormat karena : 1. 3. Pemerintah sebagai organisasi adalah suatu alat yang saling berhubungan dengan satuan-satuan kerja yang ada serta memberikan suatu jabatan maupun amanat kepada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur organisasi tersebut untuk melaksanakan dan a. c. e. Pancasila. Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwenang karena disangka tleh melakukan tindak pidana kejahatan sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Pegawai Negeri Sipil meninggalkan tugasnya secara tidak syah dalam waktu 2 (dua) bulan terus menerus. . 2. dikenakan pemberhentian sementara. Undang-Undang Dasar 1945. Pegawai Negeri Sipil meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu 6 (enam) bulan terus menerus. d.

Penyelenggaraan pendidikan. Berlangsungnya proses aktivitas berdasarkan kinerja masingmasing. Lembaga Teknis Daerah Provinsi mempunyai fungsi : 1. 2. 3. Menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Perencanaan dan pengendalian pembangunan. Wadah atau tempat terselenggaranya administrasi. pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh pemerintah atasan kepada para bawahan yang menjangkau dari puncak sampai dasar dari seluruh badan usaha. Penanganan bidang kesehatan. 4. 2. Sekretariat DPRD. Dinas Daerah dan Lembaga Teknis lainnya. usaha kecil dan menengah.menjalankan fungsi kewenangan masing-masing menurut tugas dan pekerjaan berdasarkan peraturan perundang-undangan. 5. 8. 7. Perumusan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya. . dalam membentuk suatu susunan organisasi perangkat daerah tidak terlepas dari apa yang telah ditentukan melalui Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah. Pelayanan bidang ketenagakerjaan. Terjadi berbagai hubungan antara individu maupun kelompok. Terjadinya kerjasama dan pembagian tugas. Jadi dengan demikian. pemanfaatan dan pengawasan tata ruang. Penanggulangan masalah sosial. Pelayanan penunjang penyelenggaraan pemerintahan daerah. 6. 2. Berdasarkan ketentuan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah bahwa perangka daerah provinsi terdiri atas Sekretariat Daerah. Oleh karena itu. 9. Oleh karena itu. 3. bahwa pemerintah terdiri dari kepala daerah beserta perangkat daerah lainnya. Menurut Ibnu Kencana Syafie (1999:53) organisasi merupakan : 1. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. 4. Lembaga Teknis dalam provinsi mempunyai tugas membantu Gubernur dalam penyelenggaran pemerintahan daerah dalam lingkup tugasnya. baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluar. Dalam menyelenggarakan tugas. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 14 ayat (1) menyatakan bahwa urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah untuk kabupaten/kota meliputi : 1. Fasilitas pengembangan koperasi. Penyediaan sarana dan prasarana umum. Perencanaan.

Pelayanan kependudukan dan catatan sipil. Pelayanan administrasi umum pemerintahan. Pasal 20 tentang pokok-pokok kepegawaian. sumpah/janji jabatan negeri atau peraturan disiplin pegawai negeri sipil. 14. PELAKSANAAN TINDAKAN ADMINISTRATIF TERHADAP PELANGGARAN DISIPLIN PNS Melalui suatu Keputusan Gubernur tentang Pelaksanaan Tindakan Administratif terhadap Pelanggaran Disiplin Pegawai Negeri Sipil dalam lingkup Pemerintah Provinsi adalah keputusan yang dipergunakan untuk menilai kinerja pegawai pemerintah telah menerpkan standar kerja melalui regulasi. (b) Dihukum penjara. Pengendalian lingkungan hidup. Pelayanan pertanahan. . Pelayanan adminstrasi penanaman modal. berdasarkan keputusan pengadilan. Penyelenggaraan pelayanan dasar. Hasil penilaian tersebut dituangkan dalam satu daftar yang dibuat setiap akhir tahun yang disebut Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3). Kemudian undang-undang tersebut dijabarkan secara teknis lagi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1979 tentang Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil. berupa Surat Edaran BAKN Nomor 02/SE/1980 tentang Petunjuk Pelaksanaan DP3 Pegawai Negeri Sipil.10. Daftar tersebut merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 jo. Kemudian ditegaskan kembali dalam undang-undang tersebut bilamana telah diadakan penilaian atas prestasi kerja dikenakan ketentuan Pasal 22 sampai dengan Pasal 26 tentang pemberhentian seorang pegawai negeri Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. yang menyatakan : “untuk lebih menjamin objektivitas dalam jabatan dan kenaikan pangkat diadakan penilaian prestasi kerja”. Serta Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil karena : (a) Melanggar sumpah/janji pegawai negeri sipil. 16. Dalam hal ini terutama kaitannya untuk menjamin adanya objektivitas dalam pembinaan Pegawai Negeri Sipil sehari-hari. Selanjutnya untuk lebih menjamin adanya keseragaman dalam pelaksanaannya. 12. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999. 15. maka BAKN mengeluarkan petunjuk teknis tentang pelaksanaan penilaian pekerjaan pegawai negeri sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1979. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. 13. 11.

pikiran dan tenaganya untuk melaksanakan tugas yang dipercayakan kepadanya. 2. Gaji pegawai yang diterima harus memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraan (Hanif Nurcholis. Negara dan Pemerintah. Gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. seseorang yang mempunyai hubungan dinas publik dengan Negara. Jadi. Setiap pegawai negeri sipil berhak memperoleh gaji yang layak sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya menurut UndangUndang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian Pasal 7 menyatakan : 1.A Logemann bahwa pegawai negeri sipil adalah tiap pejabat yang mempunyai hubungan dinas publik dengan Negara. Gaji pegawai negeri yang adil dan layak sebagaimana ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Negara pemerintah serta wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.Sedangkan pelaksanaan daripada pemberian sanksi kepada pegawai negeri sipil yang melanggar disiplin berdasarkan ketentuan daripada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 tahun 2008 tentang Pendelegasian Wewenang Penjatuhan Hukuman Disiplin bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Dalam Negeri diserahkan kepada pejabat eselon I. 2. . Pegawai Negeri Sipil baik pusat maupun daerah mempunyai kewajiban setia dan taat pada pancasila dan UUD 1945. Menurut J. tidak akan menolak atau menerima tanpa syarat pengangkatannya dalam suatu jabatan yang telah ditentukan oleh pemerintah (Sudibyo Triatmodjo. 1983:27). eselon II. Setiap pegawai negeri sipil wajib : 1. 2007: 250). 3. Gaji pegawai negeri harus dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehingga ia dapat memusatkan perhatian. Mengenai hubungan dinas publik ini terjadi jika seseorang mengikat dirinya untuk tunduk pada pemerintah dan pemerintah melakukan suatu atau beberapa bebrapa macam jabatan tertentu dengan mendapatkan penghargaan berupa gaji dan beberapa keuntungan lain.H. Menjaga perastuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan eselon IV yaitu pada Pasal 2 sampai dengan Pasal 5. Setia dan taat pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Sedangkan haknya adalah mendapatkan gaji yang adil dan layak sesuai dengan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya. Gaji yang diterima oleh pegawai negeri harus mampu memacu produktivitas dan menjamin kesejahteraan.

4. Pegawai Negeri Sipil Daerah. bukan hukuman disiplin.3. Pegawai negeri berkedudukan sebagai unsur aparatur Negara yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat serta profesional. Sedangkan hukuman disiplin yang berupa teguran tertulis dinyatakan dan disampaikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang . Mentaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku. adil dan merata dalam penyelenggaraan tugas Negara. 3. Menurut Pasal 2 ayat (1). Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a. Anggota Tentara Nasional Indonesia. Penerapan sanksi disiplin yang berupa teguran lisan dinyatakan dan disampaikan secara lisan oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. Disamping pegawai negeri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). kesadaran dan tanggung jawab. 2003:5). kedudukan dan peranan pegawai negeri sipil adalah sangat penting dan menentukan. 5. Menyimpan rahasia jabatan. Apabila seorang atasan menegur bawahannya tetapi tidak dinyatakan secara tegas sebagai hukuman disiplin. pejabat yang berwenang dapat mengangkat pegawai tidak tetap. b. Pegawai Negeri Sipil. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. dan c. Sedangkan hukuman disiplin yang berupa teguran tertulis dinyatakan dan disampaikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. Pegawai Negeri Sipil Pusat. Apabila seorang atasan menegur bawahannya tetapi tidak dinyatakan secara tegas sebagai hukuman disiplin. Melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepadanya dengan penuh pengabdian. 2. 1983:106). karena dia adalah salah satu pelaksanaan pemerintahan untuk menyelenggarakan tugas-tugas pemerintah dan melancarkan tugas-tugas pembangunan dalam rangka usaha mencapai tujuan nasional (Sudibyo Triatmodjo. Merupakan suatu kebenaran apabila dikatakan bahwa sepanjang sejarah. pemerintahan dan pembangunan (Sudahak dan Suradji. terdiri dari : a. Pegawai Negeri terdiri dari : a. jujur. (2) dan (3) menyatakan : 1. Sanksi disiplin yang berupa pernyataan tidak puas dinyatakan dan disampaikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. bukan hukuman disiplin. dan b.

penerapan sanksi dilakukan oleh pimpinan dengan beberapa tahapan yaitu : 1. Apabila dalam masa menjalani hukuman disiplin Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan memnuhi syarat-syarat untuk kenaikan gaji berkala. Masa penundaan kenaikan gaji tersebut dihitung penuh untuk kenaikan gaji berkala berikutnya. 3. Sanksi disiplin yang berupa penundaan kenaikan gaji berkala. maka sanksi awal adalam pimpinan mengusulkan untuk penahanan gaji berkala. 2. Setelah masa menjalani hukuman disiplin tersebut selesai. maka gaji pokok Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan langsung kembali pada gaji pokok semula masa penurunan gaji tersebut dihitung penuh untuk kenaikan gaji berkala berikutnya. Apabila Pegawai Negeri Sipil tersebut tetap malas berkantor. Sanksi disiplin yang berupa penundaan kenaikan pangkat ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan dan untuk paling lama 1 (satu) tahun. penurunan pangkat dan terakhir mengusulkan untuk pemecatan sebagai Pegawai Negeri Sipil. terhitung mulai tanggal kenaikan pangkat . maka pimpinan memanggil secara kekeluargaan maupun secara kedinasan dan ditanyakan apa penyebab atau masalah yang dihadapi pegawai yang bersangkutan sehingga tak menjalankan tugasnya dan dibantu dicarikan solusinya. Maka semua jenis hukuman disiplin ditetapkan dengan surat keputusan oleh pejabat yang berwenang. Apabila terdapat Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaksanakan tugas. maka pimpinan melanjutkan dengan peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali. Sanksi disiplin yang berupa penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala.menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. Dilanjutkan dengan peringatan secara lisan sebanyak 3 (tiga) kali. maka kenaikan gaji berkala tersebut baru diberikan terhitung mulai bulan berikutnya dari saat berakhirnya masa menjalani sanksi disiplin. ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dan untuk paling lama 1 (satu) tahun. Selain itu juga. Sanksi disiplin yang berupa pernyataan tidak puas dinyatakan dan disampaikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang menghukum kepada Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan dari untuk paling lama satu tahun. dilanjutkan dengan penundaan kenaikan pangkat. Kalau tidak ada perubahan. 4.

maka karier Pegawai Negeri Sipil perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuannya. prestasi kerja. kerjasama. Pangkat pegawai negeri sipil dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi. Sedangkan sanksi disiplin yang berupa penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah. pengabdian. dan dapat dipercaya. Sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang tidak secara tegas disebutkan dalam struktur organisasi tapi dari sudut fungsinya diperlukan oleh organisasi seperti dosen. Pegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur Negara. atau golongan. sehingga apa yang kita harapkan penerapan sanksi disiplin terhadap kehadiran pegawai negeri sipil pada lingkup pemerintah kota kendari masih jauh dari harapan. dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lain tanpa membedakan jenis kelamin. wewenang dan hak seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi Negara. pengalaman kerja. Para tahap pertama Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu.Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dapat untuk dipertimbangkan. tanggung jawab. ras. Maka pegawai negeri senantiasa mampu menaikan kualitas dirinya agar tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jabatan adalah kedudukan yang menunjukan tugas. dan untuk paling lama 1(satu) tahun. dokter dan pustakawan. abdi Negara dan abdi masyarakat berkewajiban mengangkat sumpah/janji yang secara otentik diatur di dalam peraturan pemerintah dan hal tersebut diatur lebih lanjut di dalam Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara yang memiliki wewenang untuk mengaturnya. ditetapkan untuk masa sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan. Sanksi pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil daerah adalah sebagai berikut : . Pangkat adalah kedudukan yang menunjukkan seorang pegawai negeri sipil berdasarkan jabatannya dalam rangkaian susunan kepegawaian Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan digunakan sebagai dasar penggajian. maka pangkat Pegawai Negeri Sipil yang bersangkutan dengan sendirinya kembali pada pangkat yang semula. Agar dapat mengoptimalkan kemampuannya dalam menjalankan tugas dan fungsinya. peneliti. suku. Syarat obyektif lain adalah disiplin kerja. agama. Kesetiaan. Jabatan dalam lingkungan birokrasi pemerintahan adalah jabatan karir dibedakan menjadi jabatan struktural dan jabatan fungsional. setelah masa menjalani hukuman disiplin penurunan pangkat selesai. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dalam struktur organisasi.

Penurunan Pangkat. Namun sanksi yang diterapkan terhadap pelanggaran disiplin dalam hal kehadiran kerja barulah sebatas peringatan lisan. Akan tetapi penerapan sanksi masih dilakukan secara terbatas yakni diterapkan pada staf atau pegawai honorer. pernyataan tidak puas. d. 3) Pernyataan tidak puas secara tertulis. 5. c. peringkatan tertulis dan penahanan gaji berkala. Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari : 1) Teguran lisan. Penundaan Gaji Berkala. Peringatan lisan sebanyak 3 (tiga) kali. 3. 2) Hukuman disiplin sedang. 2) Teguran tertulis. larangan. 3) Hukuman disiplin berat. Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari : 1) Penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun. Jenis hukuman disiplin sedang terdiri dari : 1) Penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun. antara lain: 1. teguran tertulis. Pemecatan. Tingkat dan jenis hukuman disiplin a. penundaan kenaikan gaji berkala. dan pemberhentian. Peringatan tertulis sebanyak 3 (tiga) kali. Penundaan Kenaikan Pangkat. penurunan pangkat. 2) Penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun. 6. sanksi dalam peraturan disiplin pegawai negeri sipil juga diatur tentang pejabat yang berwenang menjatuhkan hukuman disiplin dan tatacara mengajukkan keberatan/pembelaan. Tingkat hukuman terdiri dari : 1) Hukuman disiplin ringan. b. pemindahan sebagai hukuman. pembebasan tugas. apabila seorang pegawai negeri sipil tidak menerima disiplin yang dijatuhkan kepadanya. Selain dari pada keharusan. penundaan kenaikan pangkat. . 2.1. 4. 2) Pembebasan dari jabatan. 3) Penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun. Hukuman yang dapat dijatuhkan sebagai sanksi terhadap pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil ialah teguran lisan.

2. b. Pelanggaran Disiplin. c. coretan dari lain-lainnya yang serupa dengan itu. Perubahan adalah setiap tingkah laku. seperti dalam rapat. televisi. PNS yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum. radio. Ucapan adalah setiap kata-kata yang diucapkan dihadapan atau dapat didengar oleh orang lain. Tidak cakap jasmani dan rohani sehingga tidak dapat menjalankan kewajiban sebagai pegawai negeri sipil. Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat diberhentikan dengan hormat atau diberhentikan karena : 1. a. 4) Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3. Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat karena : 1) Atas permintaan sendiri. Negara dan Pemerintah atau . . 2) Mencapai batas usia pensiun. 2. karikatur. b. Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PNS) a. melalui telepon. Melanggar sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan selain pelanggaran sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila. Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan hormat karena meninggal dunia. Di hukum penjara atau kurangan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya kurang dari 4 (empat) tahun. diskusi. ceramah. Undang-Undang Dasar 1945. rekaman atau alat komunikasi lainnya. Tulisan adalah pernyataan pikiran dan atau perasaan secara tertulis baik dalam bentuk tulisan maupun dalam bentuk gambar.3) Pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai Pegawai Negeri Sipil. 3) Perampingan organisasi pemerintah atau 4. Secara ucapan. sikap atau tindakan dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana. tulisan atau perbuatan pegawai negeri sipil yang melanggar ketentuan peraturan disiplin (kewajiban dan larangan) adalah pelanggaran disiplin.

d. diberhentikan tidak dengan hormat. diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil. c. 2) Melakukan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil tingkat berat. Pegawai Negeri Sipil yang dikenakan penahanan oleh pejabat yang berwenang karena disangka tleh melakukan tindak pidana kejahatan sampai mendapat putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. e. Pegawai Negeri Sipil meninggalkan tugasnya secara tidak sah dalam waktu 6 (enam) bulan terus menerus. diberhentikan pembayaran gajinya mulai bulan ketiga. 3) Di hukum penjara atau kurangan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekeuatan hokum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. 2) Melakukan penyelewengan terhadap ideologi Negara. Undang-Undang Dasar 1945 atau terlibat dalam kegiatan yang menentang Negara dan pemerintah. Pegawai Negeri Sipil meninggalkan tugasnya secara tidak syah delam waktu 2 (dua) bulan terus menerus. Pemberhentian karena meninggalkan tugas : 1. b. Pegawai Negeri Sipil yang tidak melaporkan dirinya kembali ke instansi induknya setelah menjalani cuti diluar tanggungan Negara. Peraturan Pemerintah . Pegawai Negeri Sipil diberhentikan dengan tidak hormat karena : 1) Melanggar sumpah/janji pegawai negeri sipil dan sumpah/janji jabatan karena tidak setia kepada Pancasila. Pegawai Negeri Sipil dapat diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat karena : 1) Di hukum penjara berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang telah melakukan tindak pidana kejahatan yang ancaman hukumannya 4 (empat) tahun atau lebih atau. Pancasila. Undang-Undang Dasar 1945. Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran Pasal 3 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 jo.a. dikenakan pemberhentian sementara. 2. Negara dan Pemerintah.

Pegawai Negeri Sipil A harus membuat surat keberatan kepada pejabat Pembina Kepegawaian dalam hal ini Gubernur sebab sesuai pasal 15 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 tentang disiplin pegawai negeri sipil menyebutkan bahwa tenggang waktu keberatan atas hukuman disiplin dengan hormat atau tidak dengan hormat adalah 14 (empat belas) hari. abdi masyarakat. Pemberian sanksi mutlak harus diberikan pada pegawai negeri sipil karena sesuai dengan pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980 menyebutkan pegawai negeri sipil adalah unsur aparatur Negara. Dan BAPEK dalam memutuskan. mempertimbangkan pelanggaran disiplin pegawai negeri sipil yang keberatan tadi dapat melakukan 2 (dua) hal : a. Kemudian si A kawin dengan laki-laki lain yang berstatus suami dari perempuan B. Kemudian pejabat Pembina Kepegawaian memberikan jawaban atas keberatan yang diajukan oleh pegawai negeri sipil atas hukuman disiplinnya tersebut. Tahapan pengajuan keberatan pegawai negeri sipil ke BAPEK : 1. Kemudian BAPEK bersidang untuk memutuskan hukuman disiplinnya. Oleh karena itu perempuan A sesuai Pasal 4 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1993 jo. Menguatkan hukuman yang telah dijatuhkan oleh pejabat Pembina Kepegawaian. Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1990 diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil karena si A diberhentikan tidak dengan hormat maka dia mengajukan keberatan ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) di Jakarta. 4. Sehingga seorang pegawai negeri sipil bilamana mendapatkan suatu bentuk ketidak adilan dari tempat ia bekerja ataupun karena mendapatkan suatu peristiwa hukum di lingkungannya. 5. b. 2.Nomor 45 tahun 1990 sebelum ada keputusan pejabat yang bersangkutan tidak boleh melakukan perceraian. Dapat merubah hukuman disiplinya. apakah sudah sesuai dengan pelanggaran disiplinya. tetapi si A tetap melakukan perceraian sebelum ada keputusan Pengadilan Agama. maka seorang pegawai negeri sipil dapat di ajukan . Hal ini sesuai dengan amanah Keputusan Presiden Nomor 67 tahun 1980 tentang Badan Pertimbangan Kepegawaian. 3. Jawaban atas keberatan dari pejabat Pembina Kepegawaian dikirim ke Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) untuk mendapatkan putusan.

abdi Negara dan abdi masyarakat yang berfungsi menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Pegawai Negeri Sipil yang mengajukan keberatan yaitu pegawai negeri sipil yang diberhentikan dengan hormat dan tidak dengan hormat. Pegawai Negara sebagai aparatur Negara. KESIMPULAN Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. yang dimaksud dengan peraturan disiplin pegawai negeri sipil adalah peraturan yang mengatur kewajiban. Alasan pejabat yang berwenang menghukum atas perintah kedinasan adalah perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang mengenai atau yang ada hubungannya dengan kedinasan. Hukuman disiplin adalah hukuman yang dijatuhkan kepada pegawai negeri sipil karena melanggar peraturan disiplin pegawai negeri sipil. tulisan atau perbuatan pegawai negeri sipil yang melanggar ketentuan peraturan pegawai negeri sipil baik yang dilakukan di dalam maupun di luar kerja. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan. serta dimaksud peraturan kedinasan adalah peraturan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang mengenai kedinasan atau yang ada hubungannya dengan kedinasan.maupun mengajukan keberatannya ke Peradilan Tata Usaha Negara (Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1979) tentang Pemberhentian Putusan Pejabat Pembina Kepegawaian. Apabila putusan berupa sanksi yang dikeluarkan kepada seorang pegawai negeri sipil ternyata tidak diterima maka pegawai negeri sipil tersebut dapat melakukan gugat balik ke PTUN. Sementara penurunan pangkat tidak bisa mengajukan keberatan karena obyek pelanggarannya sudah jelas. larangan dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh pegawai negeri sipil. Kemudian menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara mengenai disiplin pegawai negeri sipil. diangkat oleh pejabat yang berwenang dan serahi tugas dalam suatu jabatan Negara. atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan Peraturan Perundangundangan yang berlaku. sebab lancar dan tidak lancarnya pemerintahan dan . misalnya pegawai negeri sipil yang tidak melaksanakan tugas 2 (dua) bulan berturut-turut. Dalam hal ini kedudukan pegawai Negara menjadi sangat penting. Pejabat berwenang menghukum adalah pejabat yang diberi wewenang menjatuhkan hukuman disiplin pegawai negeri sipil. yang dimaksud dengan pegawai Negara adalah setiap warga Negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Keputusan Presiden Analisis Keppres RI 1987-1998. 1991. Dasar. Amiroedin Syarif. Pelaksanaan Fungsi Legislatif dan Dinamika Politik DPRD. Anna Erliyana. 2005. Aos Kuswandi. Jakarta. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan. perdamaian abadi dan keadilan sosial. 1987. seperti tertuang dalam pembukaan UUD 1945 adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpa darah Indonesia. menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan penuh kesetiaan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Abdul Latief. demokratis makmur. Program Pasca Sarjana FH UI. Rineka Cipta. Teori Perundang-undangan Indonesia. 2006. 2004. A Hamid Attamimi. 25 April. Jenis dan Teknik Pembuatannya. Jakarta. Pegawai Negeri mempunyai peranan penting sebaba pegawai negeri merupakan unsur aparatur Negara untuk menyelenggarakan pemerintah dan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan Negara kita. berperadaban modern.pembangunan Negara tidak lepas dari peranan dan keikutsertaan pegawai Negara. Jakarta. Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIP Unisma. Hukum Kepegawaian di Indonesia. Jakarta. Jogyakarta. Hukum dan Peraturan Kebijaksanaan (Beleldsregel) pada pemerintahan Daerah. Perundang-undangan. Tidak bisa dipungkiri bahwa pegawai Negara merupakan tulang punggung pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan untuk mencapai tujuan pembukaan UUD 1945 yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpa darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. memajukan kesejahteraan umum. Jakarta. Ull Jogyakarta Press. mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia. . Bina Aksara. 1992. DAFTAR PUSTAKA Buku Ahmah Ghufron dan Sudarsono. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Fak Hukum UI. Sebagai abdi masyarakat mempunyai peran yang penting dalam rangka usaha mencapai tujuan Nasional dan menciptakan masyarakat madani yang taat hukum. adil dan bermoral tinggi yang menyelenggarakan pelayanan secara adil dan merata.

Jakarta. Bagir Manan. Pemahaman Mengenal Sistem Hukum Nasional. Bandung. Merubah Perilaku Birokrasi Pada Organisasi Pemerintah Daerah. 1996. BN. Jakarta. E Koswara.Bagir Manan. Jakarta. Jakarta. Otonomi Daerah dan Otonomi. Jakarta. 1994. 2003. Bahan Ajar Diklat Prajabatan Golongan III. Identifikasi Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Penyelenggaraannya. Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia. CV Ramadan Bandung. Hardijanto. Jakarta. 1992. Pemberdayaan Aparatur Negara Menuju Good Governance. Raja Grafindo Pustaka. Hadjo. Pasca Sarjana UNPAD. Makalah di sampaikan pada TOT Pengadaan barang/Jasa Menuju Good Governance. Bagir Manan. Ermaya Suradinata. BPHn Dep Kehakiman. J Salusu. PT Sembrani Aksara Nusantara. Teori dan Praktek Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Jakarta. Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. 2001. Rineka Cipta. Hukum Kepegawaian Mengenai Kedudukan Hak dan Kewajiban Pegawai Negeri Sipil. PT Raja Grafindo Persada. 2002. Darama Kusuma. Pokok-pokok Hukum dan Administrasi Negara. 2001. Pengambilan Keputusan Startejik Untuk Organisasi Publik dan Organisasi Nonprofit. Otonomi Daerah Untuk Demokrasi dan Kemandirian Rakyat. Jogyakarta. 2000. 1998. Inu Kencana Syafie. Philipus M. Hanif Nurcholis. Bandung. Ghalia Indonesia. Administrasi Kepegawaian Negara. Josef Riwu Kalo. Sistem Perundang-undangan Indonesia. 2007. jogyakarta. 2003. 1999. Dasar-dasar Perundang-undangan Indonesia. Ind. Supardan Modeong.Co Jakarta. Orasi Ilmiah Dalam Rangka Dies Natalis XII Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. PT Gramedia. Suhadak dan Surajdi. Jakarta. Gadjah Mada University Press. . Marbun dan Moh. Perca.Hill. 1999. Grasindo. 1983. Liberty. 2000. Teknik Perundang-undangan di Indonesia. Jatinangor. 1993. HAW Widjaja. Sudibyo Triatmodjo. Jakarta. Mahfud MD. 2002. Ilmu Administrasi Publik. Bandung. dkk.

1995. Mimbar. Mandar Maju. 1983:93). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Dampak Penerapan Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Menurut J. Jakarta. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.Solly Lubis. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Perundang-undangan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sumarlin menyatakan. bahwa agar pegawai negeri sipil dapat melaksanakan tugasnya secara berdaya guna dan berhasil guna. A. Ghalia Indonesia. Bandung. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat Daerah. Landasan dan Teknik Perundang-undangan. 2001. Soejono. Soenobo Wirjosoegito. . Semarang. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1976 Tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil.B. maka pembinaan harus diarahkan untuk menjamin (Sudibyo Triatmodjo. Manajemen Pemerintahan Suatu Pemikiran Dalam Era Supremasi Hukum. 2004. Proses dan Perencanaan Peraturan Perundangan.

Dalam pembinaan kenaikan pangkat disamping berdasarkan sistem prestasi kerja juga diperhatikan sistem karier. 2. BAB V PENUTUP . Pengembangan system pengajian yang mengarah pada penghargaan terhadap prestasi dan besarnya tanguung jawab. 6. Pembinaan pegawai negeri atas dasar sistem karir dan sistem prestasi kerja.1. Pembinaan kesetiaan dan ketaatan penuh pegawai negeri terhadap Negara dan Pemerintah. 7. Dengan demikian dalam jabatan harus berdasarkan pada sistem prestasi kerja yang didasarkan atas penilaian obyektif terhadap prestasi. 4. Melaksanakan tindakan korektif yang tegas terhadap pegawai yang nyata-nyata melakukan pelanggaran terhadap norma-norma hukum dan norma-norma kepegawaian. 5. Penyempurnaan sistem administrasi kepegawaian dan sistem pengawasannya. Agar satua organisasi lembaga pemerintah mempunyai jumlah dan mutu pegawai yang rasional berdasarkan jenis. sifat dan beban kerja yang dibebankan kepadanya. 3. kompetensi dan pelatihan pegawai negeri sipil. Pembinaan yang terintegrasi terhadap seluruh pegawai negeri sipil artinya bahwa terhadap semua pegawai negeri sipil berlaku ketentuan yang sama.

PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE .

Untuk dapat mewujudkan pemerintahan yang baik menurut Hardjianto (2000:2). 2. Lembaga Pemasyarakatan. Paradigma kepemerintahan yang baik. Oleh karena itu perubahan perilaku birokrasi sangat diperlukan. Good Governance memperhatikan tiga domain yang bersinergi yakni antara sector public.Permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh para Kepala Daerah Provinsi adalah merupakan tuntutan masyarakat yang dapat terwujud apabila dapat terciptanya suatu sistem pemerintahan yang baik. karena penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sejalan dengan konsep Good Governance sebagai domain pemerintahan yang baik antara lain : 1. dimana secara utuh dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang memungkinkan terjadinya mekanisme penyelenggaraan pemerintahan Negara yang efesien dan efektif dengan menjaga sinergi yang konstruktif di antara pemerintah sektor swasta dan masyarakat yang bermuara pada terciptanya pemerintahan yang baik. artinya penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dengan memperhatikan hubungan dari tiga domain kepemerintahan yang baik. c. . Pengawasan masyarakat yang dilakukan oleh DPR. Kejaksaan. 3. Prinsip Keterbukaan a. Menumbuhkan iklim yang kondusif bagi terlaksananya asa desentralisasi dan transparansi. Desentralisasi dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. d. beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan antara lain : 1. meliputi hukum Nasional hukum adat dan etika kemasyarakatan. Sistem hukum yang benar dan adil. Menekankan penyelenggaraan pemerintahan yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan. Prinsip Kepastian Hukum. Pemberdayaan pranata hukum. pengambilan keputusan public dan lain-lain yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas. adil dan dapat dipertanggungjawabkan. dunia pers dan masyarakat umum secara transparansi. Kebijakan publik yang transparansi. Adanya partisipasi masyarakat dan akuntabilitas publik. 2. Sesuai dengan paradigma kepemerintahan yang baik. a. b. meliputi Kepolisian. maka hubungan kerja pada sektor pemerintahan tidak lagi bersifat hirarkhis (sistem koordinasi dari bawah ke atas ataupun sebaliknya) tetapi menjadi heterarkhis. swasta dan masyarakat. Pengadilan.

Memodernisasi Administrasi Negara dengan mengaplikasikan teknologi telekomunikasi dan informatika yang tepat guna. masyarakat dalam seluruh tahap proses penyelenggaraan mulai dari perencanaan sampai dengan distribusi hasil-hasil permbangunan. 7. tepat dan benar. Prinsip Profesionalisme a. Mampu mempertanggungjawabkan hasil kerja. Menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia. yang diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Transparansi. c.b. persamaan kedudukan dalam hukum dan lain-lain. Memiliki kemampuan kompetensi dank ode etik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. maksudnya adalah adanya kejujuran dari pemerintah dalam melakukan atau menyelenggarakan pemerintahan. mengedepankan musyawarah agar keputusan yang diambil tidak merugikan masyarakat. hak akan rasa aman dan nyaman. maksudnya segala kegiatan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah bersifat terbuka. Keputusan diambil dengan melibatkan masyarakat. 5. 3. c. Memberikan sanksi yang tegas aparat yang melanggar hukum. Memberikan informasi yang benar. c. Akuntabilitas. 6. 4. memungkinkan adanya ide-ide atau aspirasi masyarakat. Konstitusional. Prosedur dan mekanisme kerja yang jelas. Berdasarkan kerangka pemikiran di atas. b. 2. Pengambilan keputusan. prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang memenuhi syarat Good Governance yang dikemukakan oleh Team Work Lapera (2001:93) sebagai berikut : 1. bisa diketahui atau diakses oleh masyarakat. Prinsip Akuntabilitas a. Kejujuran. Sumber daya manusia yang memiliki profesionalitas dan kapabilitas yang memadai. b. 4. jujur dan tidak diskriminatif. dalam pelayanan non diskriminasi atau tidak membeda-bedakan dalam proses pelayanannya. netral serta dukungan dengan etika dan moral sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. seperti hak untuk hidup layak. terutama yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat umum. Keterlibatan. Kesetaraan. 3. berjalan di atas aturan yang ada dan senantiasa menegakkan hukum. . maksudnya adalah bisa dibaca rakyat dan dipertanggung jawabkan kepada masyarakat melalui indicator atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh rakyat sendiri.

kepemimpinan. Dengan demikian ia mempunyai hak dan kewajiban untuk membuat keputusan yang diperlukan untuk menjalankan peraturan dari unit pemerintahan yang lebih tinggi.FUNGSI DAN KEDUDUKAN KEPUTUSAN GUBERNUR PROVINSI Pengaturan dalam semua undang-undang tentang pemerintahan daearh membuat peranan kepala daerah sangat strategis. menerapkan pola kekuasaan yang tepat maupun pola perilaku kepemimpinan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang dipengaruhi oleh latar belakang individual masing-masing kepala daerah. pembinaan dan pelayanan. Dalam kata lain. Efektifitas pemerintahan Negara tergantung pada efektifitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Kepala daerah sebagai puncak suatu piramida hiearkhi administrative memiliki peranan dalam menjalankan keseluruhan peraturan daerah yang dibuat bagi pemerintah daerah yang lebih tinggi atau badan perwakilan daerah . merupakan kekuatan dalam upaya mewujudkan tujuan organisasi dan peningkatan kehidupan serta kesejahteraan masyarakat. merasakan menanggapi dan mewujudkan keinginan. serta tugas-tugas lain yang menjadi kewajiban dan tanggungjawab Kepala Daerah. Dari tinjauan organisasi dan manajemen kepala daerah merupakan figure atau menejer yang menentukan efektifitas pencapaian tujuan organisasi pemerintahan daerah. Dalam pendekatan pelayanan. sehingga seorang Kepala Daerah harus menerapkan pola kegiatan yang dinamik. Dengan kepemimpinan yang efektif. Kepala Daerah juga merupakan komponen strategi dalam mengupayakan terwujudnya pelayanan yang berkualitas. Proses pemerintahan di daerah secara sinergis di tentukan oleh sejauh mana efektifitas peran yang di mainkan oleh kepala daerah. Begitu strategisnya kedudukan dan peran Kepala Daerah dalam sistem pemerintahan. aspirasi. baik pelayanan internal dalam organisasi maupun pelayanan eksternal kepada masyarakat. arah dan tujuan organisasi pemerintahan daerah di tentukan oleh kemampuan. Kepala Daerah yang diharapkan dapat menerapkan dan menyesuaikan dengan paradigma baru otonomi . Keberhasilan kepemimpinan di daerah menentukan kesuksesan kepemimpinan nasional. kompetensi dan akapabilitas kepala daerah dalam melaksanakan fungsi-fungsi administrasi/manejerial. sebab pemerintahan daerah merupakan subsistem dari pemerintahan nasional atau Negara. aktif serta komunikatif. tuntutan dan kepentingan masyarakat dan tuntutan organisasi. Kepemimpinan Kepala Daerah yang menerapkan pola dan strategi mendengarkan. karena kepala daerah merupakan komponen signifikan bagi keberhasilan pembangunan nasional.

sedangkan Kepala Daerah Kota disebut Walikota.dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Sebagai alat pemerintah pusat. meningkatkan peran serta masyarakat dan mengembangkan demokrasi maupun sebagai alat pemerintah daerah. kepala Daerah bertanggung jawab kepada DPRD. Kepala Daerah Kabupaten disebut Bupati. Dalam menjalankan pemerintahan. kepala daerah mempunyai kewajiban untuk . di tengah-tengah lingkungan strategi yang terus berubah seperti reinventing government (pemerintahan yang memiliki visi dan misi). mendorong pemberdayaan masyarakat. Setiap Kepala Daerah yang memimpin organisasi pemerintahan daerah perlu memahami bahwa otonomi daerah adalah suatu instrument politik dan instrumen administrasi/manajemen yang digunakan untuk mengoptimalkan sumber daya local sehingga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kemajuan masyarakat di daerah terutama menghadapi tantangan global. Kepala Daerah Provinsi di sebut Gubernur yang karena jabatannya adalah juga sebagai Wakil Pemerintah. . 2) Memegang teguh pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 3) Menghormati kedaulatan rakyat 4) Menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan 5) Meningkatkan taraf kesejahteraan dan ketertiban masyarakat 6) Mengajukan rancangan peraturan daerah dan menetapkannya sebagai peraturan Daerah bersama DPRD. serta good governance (pemerintahan yang baik).sekurang-kurangnya sekali dalam setahun.daerah. Kepala daerah wajib menyampaikan laporan atas penyelenggaraan pemerintah daerah kepada Presiden melalui menteri dalam negeri dengan tembusan kepada gubernur bagi kepala daerah kabupaten dan daerah kota. menumbuhkan prakarsa dalam kreatifitas. Setiap daerah dipimpin oleh seorang Kepala Daerah sebagai kepala eksekutif yang dibantu oleh seorang Wakil Kepala Daerah. akuntabilitas. 1) Mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai cita-cita proklamasi kemerdekaan 17 Agustus1945.kepala daerah bertanggung jawab kepada DPRD Kabupaten/kota.tetapi jika dipandang perlu oleh kepala daerah apabila di minta presiden. Kepala daerah memimpin penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. Kepala Daerah memegang pimpinan kebijaksanaan politik di daeranya dengan mengindahkan wewenang yang ada pada pejabat-pejabat sebagaimana diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan tugas dan kewenangan selaku kepala daerah.

7. 3. melaksanakan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945 serta memepertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melaksanakan tugas dan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ketentuan yang mengatur mengenai Kepala Daerah telah dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah pasal 25 dan 27. bahwa Kepala Daerah mempunyai tugas dan kewajiban. 2. Mentaati dan menegakkan seluruh peraturan perundangundangan. 5. 8. Meningkatkan kesejahteraan rakyat. 4. antara lain : Pasal 25. Menetapkan perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD.Untuk mewujudkan tujuan tersebut. Mengajukan rancangan perda. yang apabila diidentifikasi. . 3. Kepala Daerah mempunyai tugas : 1. Memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Melaksanakan kehidupan demokrasi. Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan daerah. Melaksanakan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik. 10. 6. Menjaga etika dan norma dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah memajukan dan mengembangkan daya saing daerah. 6. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila. Mengupayakan daerahnya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjukkan kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 27 Kepala Daerah mempunyai kewenangan : 1. 4. 2. Menyusun dan mengajukan rancangan perda tentang APBD kepada DPRD untuk dibahas dan ditetapkan bersama. Menjalin hubungan kerja dengan seluruh instansi vertical daerah dan sesuai perangkat daerah. 9. Menyampaikan rencana strategis penyelenggaraan pemerintahan daerah di hadapan rapat paripurna DPRD. terdapat 2 kriteria tugas dan kewajiban yaitu (1) tugas administrasi/manajerial dan (2) tugas manajer public. Memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD. 5. tugas dan fungsi kepala daerah telah diatur dengan peraturan pelaksanaan.

1987:92). Kemudian Bagir Manan (1992:3) menyatakan bahwa dasar berlakunya secara sosiologis (sociologische groundslag). Atau Perundangundangan itu rumusan atau norma-normanya mendapatkan pembenaran dikaji secara filosofis. bahkan setiap daerah dan kelompok masyarakat hukumnya. 2). Karena membuat suatu aturan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Artinya ia mempunyai alas an yang dapat dibenarkan apabila dipikirkan secara mendalam. Suatu peraturan perundang-undangan dikatakan mempunyai dasar berlaku secara sosiologis jika berlakunyatidak hanya karena paksaan penguasa. keyakinan dan kesadaran hukum masyarakat (Amiroedin Syarif. Landasan Filosofis. keyakinan dan kesadaran masyarakat tidak akan ada artinya dan tidak mungkin dapat diterapkan karena tidak akan dipatuhi atau ditaati. rancangan peraturan tersebut sudah berorientasi pada kepentingan masa depan seluruh lapisan masyarakat yang mencapai tujuan daripada hukum yaitu kesejahteraan. Dimana ada masyarakat di situ ada hukum (ibi societes ubi ius). Indonesia memiliki system hukum asli yang spesifik yaitu hukum adat dan hukum kebiasaan yang bersumber dari hukum asing. Dengan demikian. jika berlakunya suatu perundangundangan mencerminkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat atau cita hukum menurut penjelasan UUD 1945. 2003:53). . Hal ini berarti peratruran perundang-undangan yang dibuat harus dipahami oleh masyarakat sesuai dengan kenyataan hidup masyarakat yang bersangkutan. tetapi juga karena diterima masyarakat. kebahagiaan dan kesentosaan (Supardan Modeong. Suatu Peraturan perundang-undangan diaktakan mempunyai landasan sosiologis apabila ketentuan-ketentuannya sesuai dengan kebutuhan. Landasan Sosiologis. Peraturan perundang-undangan (hukum tertulis) di Indonesia adalah merupakan satu kesatuan system norma yang bersumber dari berbagi paham dan sisitem hukum yang ada. Setiap bangsa memiliki system hukum sendiri. memiliki pula sistem hokum tersendiri.PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BAIK 1). Hal ini penting agar perundangundangan yang dibuat ditaati oleh masyarakat agar tidak menjadi huruf-huruf yang mati belaka. artinya ketentuan-ketentuannya sesuai dengan keyakinan umum atau kesadaran hukum masyarakat. Dasar berlakunya secara filosofis (filisofische groundslag) menurut Bagir Manan (1992:3).

Tanpa disebutkan peraturan perundang-undangan seorang pejabat atau suatu jabatan atau suatu lembaga adalah tidak berwenang mengeluarkan peraturan. Keharusan adanya kewenangan dari pembuat peraturan perundang-undangan. 2. adalah ketentuan-ketentuan hukum tentang masalah atau persoalan apa yang harus diatur. Keharusan tidak bertentangan dengan suatu peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi tingkatannya. Bagir Manan (1992:3). Landasan yuridis yang beraspek formal. Keharusan ada kesesuaian bentuk atau jenis peraturan perundang-undangan tingkat lebih tinggi atau sederajat. d. Landasan yuridis material.3). Bagir Manan (1994: 1415). Suatu Undang-undang tidak boleh mengandung kaidah yang bertentangan dengan UUD 1945. c. 4). Dari sini akan diketahui apakah seorang pejabat atau badan mempunyai kewenangan membentuk peraturan itu atau apakah putusan yang diatur itu berada di bawah kewenangan mengatur badan itu. menyatakan bahwa dasar berlakunya secara yuridis (rechtsground). peraturan perundang-undangan mungkin batal demi hukum atau tidak/belum mempunyai kekuatan hukum mengikat. Setiap peraturan perundangundangan harus dibuat oleh badan atau pejabat yang berwenang. Lebih lanjut lagi. mengemukakan bahwa dasar yuridis sangat penting dalam pembuatan peraturan perundang-undangan karena akan menunjukkan : a. Suatu peraturan perundang-undangan dikatakan mempunyai dasar berlakunya secara yuridis jika ada kesesuaian bentuk dan jenis peraturan perundangundangan dengan materi yang diatur dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu : 1. Apabila tata cara tersebut tidak diikuti. Landasan Yuridis. b. Keharusan mengikuti tata cara tertentu. adalah ketentuan-ketentuan hukum yang memberikan kewenangan kepada badan pembentuknya. Landasan Politis . Landasan Yuridis atau landasan hukum yang menjadi landasan dalam pembuatan peraturan perundang-undangan adalah peraturan atau sederajat peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan menjadi dasar kewenangan.

Sebagai implementasi yuridis dalam penerapan landasan politis secara kontekstual haruslah mencantumkan mengenai dasar hukumnya (konsederan mengingat). . Norma peraturan perundang-undangan harus berlandaskan pada haluan politik pemerintah yang disebut dengan garis-garis besar haluan Negara.Hukum sebagai produk politik adalah merupakan anggapan yang benar. Hal ini juga tidak boleh diabaikan adalah keharusan untuk senantiasa menuliskan tahun dan nomor pengundangan baik pada lembaran Negara untuk peraturan perundang-undangan nasional. Hal ini adalah merupakan landasan politis daripada peraturan perundang-undangan yang akan dibuat serta menunjukkan lembaga politik yang memilki kewenangan untuk mengeluarkan ataupun menyusun daripada suatu perundang-undangan yang mana harus menuliskan secara utuh maupun keseluruhan dari jenis peraturan tersebut. amupun lembaran Negara daerah untuk peraturan daerah dan keputusan kepala daerah yang bersifat mengatur (regeling).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful