P. 1
Tehnik Survival di Hutan

Tehnik Survival di Hutan

3.0

|Views: 28|Likes:
Published by Akiwa Si Garfield

More info:

Published by: Akiwa Si Garfield on Aug 16, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2011

pdf

text

original

Tehnik Survival di Hutan

A. Menentukan Arah Dan Lintasan Pada keadaan tersesat maka tindakan awal sebelum melakukan perjalanan adalah melakukan orientasi medan, kemudian memilih lintasan yang aman sehingga tujuan untuk keluar dari kondisi survival dapat tercapai. 1. Menentukan Arah a. Berpedoman pada arah matahari, matahari selalu terbit dari timur dan terbenam arah barat b. Berpedoman pada bintang, rasi bintang crux atau bintang salib, garis diagonalnya bila ditarik sampai kekaki langit, menunjukkan arah selatan c. Berpedoman pada lumut di pohon, pada daerah terbuka, cari sebuah pohon dan lihatlah lumuat yang menempel pada pohon tersebut, lumut yang lebih tebal menunjukkan arah barat sedangkan yang tipis arah timur. Petunjuk ini tidak berlaku untuk daerah lereng atau lembah atau hutan lebat 2. Memilih Lintasan a. Melakukan perjalanan didataran rendah : Pertama tentukan arah yang dituju, hal ini dimaksudkan untuk menghindari lintasan yang tidak mementu atau berputar-putar disekitar lokasi. Apabila menghadapi sungai yag besar dan sulit disebrangi maka ikutilah aliran sungai tersebut sebagai pedoman untuk keluar dari daerah survival, karena kemungkinan akan melewati perkampungan penduduk b. Melakukan perjalanan dipegunungan : Tentukan arah dan ikuti punggungan gunung. Jangan berjalan di lembah atau pada aliran sungai, karena sungai dipegunungan cukup curam dan kadang kala membentuk air terjun B. Jejak Pada kawasan hutan banyak ditemui jejak yang merupakan tanda yang menunjukkan adanya manusia atau hewan. Bentu ini perlu diketahui agar dapat membedakan individu yang melintas daerah tersebut. Jejak dapat pula sebagai penunjuk arah pergerakan SURVIVOR 1. Jejak hewan Berupa telapak kaki, kotoran dan sibakan tumbuhan, dapat menunjukkan jenis hewan tersebut, ukuran tubuh, habitat, makanan, pola dan tingkah laku. Sehingga dapat diambil tindakan membuat jerat atau menghindari hewan berbahaya 2. Jejak manusia Berupa telapak kaki, sepatu atau sandal, sibakan atau patahan tumbuhan, bekas bacokan pada pohon dan sampah. Sehingga dapat menunjukkan aktivitas aktivitas seseorang sebagai pemburu, perambah hutan, penjelajah atau survivor 3. Membuat jejak Usaha survivor untuk keluar dari kondisi survival dalam melakukan pergerakan dapat membuat membuat jejak yang jelas agar Tim SAR mudah

Air berasal dari mata air c. Jejak ini dapat dibuat sesuai dengan alat atau barang yang dibawa atau tanpa alat 1. 1. Menyi\usun batu atau ranting membentuk panah d. Air dari perasan lumut d. Air genangan c. Mencari atau membuat tempat berlindung sangat . mengandung cacing dan mikroorganisme yang berbahaya. Potongan tali yang diikatkan pada batang pohon-pohon dengan jarak tertentu sesuai medan b. ada pula yang langsung dapat diminum. walaupun dapat diminum langsung.Tanpa menggunakan alat a. Air yang dimurnikan Air ini perlu diendapkan atau dimasak karena kemungkinan keruh. Air dari bunga kantung semar f. Menggunakan alat atau barang a. Dalam survive. diletakkan pada jarak tertentu sepanjang jalu yang dilalui 2. Air dari tebasan rotan dan akar gantung atau liana e. Air yang berasal dari sungai yang besar b. ponco dan alat lainnya b. Sampah.melacak. Tempat berlindung Kendala survivor saat tidak melakukan perjalanan tergantung dari kondisi lingkungan dilokasi tersebut. penggunaan air harus dihemat dan jangan melakukan tindakan yang tidak perlu karena kebutuhan air akan meningkat. Mencabut dan meletakkan kembali tumbuan semak yang berwarna mencolok c. potongan kain dan barang lain terutama yang berwarna mencolok. Ketersediaan air dihutan cukup banyak dan dapat diproleh dari berbagai sumber.Air yang dapat langsung diminum a. Air dari tebasan dari bunga(manggar) aren. Air ini adalah sebagai berikut a. alangkah baiknya dimasak dulu 2. Air dari hasi menggali pasir dari sungai kering g. Air sungai pegunungan. Air embun pada daun d. Tebasan dan bacokan golok atau pisau pada pohon c. Berdasarkan sumbernya. air diperoleh perlu dimurnikan dahulu. Air hujan yang ditampung pada daun lebar. Air pada ruas bambu f. Memperjelas jejak kaki atau sepatu pada tanah gembur C. Mencari air Air merupakan kebuutuhan pokok manusia. Air hasil pengembunan dengan cara menyelubungi ranting pohon berdau lebat dengan plastik besar D. Air dari tebasan pohon pisang e. Menyibakan atau mematahkan tumbuhan b. nipah atau jenis palem lainnya g.

Bivoak yang dibuat dari rangka batang dan susunan daun lebar 5. Terlindung dari terpaan angin 5.ama survivor pada lokasi tesebut Macam-macam tempat berlindung 1. kemudian potong dan dibelah. demikian pula kalau ada lilin. Membuat tempat berlindung harus disesuaikan dengan jumlah survivor. hewan berbahaya atau kondisi medan. dengan jaring(hammock) dan duduk pada cabang dengan tubuh di ditambat tali kepohon Pergerakan malam dihutan sangat berbahaya. Bahan bakar Kayu kering dan tidak bergabus sangat baik untuk membuat perapian. Beberapa hewan tidak akan mendekat apabila ada perapian. udara dan sumber panas 1. Getah damar yang mengandung terpetin dapat digunakan sabagai bahan bakar pemicu. cari dan buatlah tempat berlindung sebelum matahari terbenam Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat bivoak : 1. alat atauperlengkapan yang ada. Pohon tumbang 3. kumpulkan kayu dan ranting . menghangatkan tubuh pada cuaca dingin dan mengusir serangga. sarana yang disediakan oleh alam danberapa . Udara . parasut dan bahan lebar lainnya 6. Bivoak tidak bocor dan tegenang air saat hujan 3. plastik. Pilih lokasi yang datar 2. buatlah bentuk yang sederhana sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Tidak pada aliran air 4. sehingga kebutuhan istirahat terbutuhi secara aman. Gua atau Gua atau cekungan 2. Untuk membuat perapian dibutukan 3 unsur yaitu : bahann bakar.diperlukan untuk menghadapi pengaruh cuaca. Lantai bivoak sebaiknya diberi alas dengan daun-daun kering atau dengan alat yang dibawa agar tubuh tudak kehilangan panas akibat kontak langsung dengan tanah E. Lokasi dekat dengan sumber air jika survivor tidak berpindah-pindah Dalam pembuatan bivoak dibutuhkan kerjasama kelompok. Lubang besar pada pohon 4. maka bauanglah kulitnya dan iris tipis membentuk serpihan. Didaerah rawa dapat dilakukan dengan membuat para-para. Asap dari hasil pembakaran dapat dijadikan tanda dari darat ke udara sehingga memudahkan Tim Sar untuk mengetahui posisi survivor berada. Bivoak dengan bahan ponco. kain atau bahan lain yang mudah terbakar 2. Perapian Api sangat diperlukan untuk memasak. Tidak pada lintasan binatang buas 7. Jika hanya menemukan kayulembab. Tidak berada dibawah pohon lapuk 8. Tidak didasar lembah atau dekat lereng terjal 6.

banyak bumbu dan daging apabila ketersediaan air terbatas. Membuat perapian membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Benturan golok atau pisau baja pada batu f. Dari alal lain seperti : batu pematik atau fire starter yang ada pada survival kit. Usahakan mengelola atau memasak bahan makanan yang didapat. Gesekan busur dengan gurdi e. Sinar matahari yang difokuskan melalui lensa cembung atau kaca pembesar c. Sumber panas a. Tentukan lokasi yang aman dan perhatikan arah angin sehingga asap yang ditimbulkan tidak mengganggu. Hematlah korek api saat membuat perapian tanpa korek api sangat sulit. Susunan ini dapat membentuk piramda atau kerucut 3.Dalam proses pembakaran membutuhkan udara. Berasal dari korek api b. Gesekan bambu dengan bambu d. kebutuhan makanan ini bersumber dari tumbuhan atau hewan. banyak pati. Ketersediaan makanan sangat tergantung pada kondisi lingkungan dan kemampuan untuk memanfaatkan jenis tumbuhan danhewan dalam keadaan survival. Dalam keadaan survive. hal ini penting untuk mensterilkan bahan makanan dan dapat untuk mempermudah kerja pada alat pencernaan . Makanan yang baik adalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat. hindarilah makanan kering. Makanan Manusia sanagat membutuhkan makanan untuk kelangsungan proses metabolisme dalam tubuh. maka susunan kayu jangan terlalu rapat agar sirkulasi cukup. jagalah api yang sedang menyala dan matikan apabila akan meninggalkan lokasi F. tenaga yang dimiliki sangat tergantung dari makanan. oleh karena itu jangan gelisah dan menghambur-hamburkan tenaga secara percuma sebab kebutuhan makanan dan air akan meningkat. Dalam pengusahaan dan pengaturan makanan yang perlu diperhatikan adalah fungsi untuk tubuh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->