PENJABARAN PAIKEM 1.

Pembelajaran Aktif Sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) menurut Taslimuharrom (2008) apabila mengandung: 1) Keterlekatan pada tugas (Commitment) Dalam hal ini, materi, metode, dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa (meaningful), sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant), dan sifat/memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi (personal). 2) Tanggung jawab (Responsibility) Dalam hal ini, sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab, sedangkan guru lebih banyak mendengar dan menghormati ide-ide siswa, serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri. 3) Motivasi (Motivasion) Proses belajar hendaknya lebih mengembangkan motivasi intrinsic siswa. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Dalam perspektif psikologi kognitif, motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik (bukan ekstrinsik) karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Dorongan mencapai prestasi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan, umpamanya, memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan guru. Motivasi belajar siswa akan meningkatkan apabila ditunjang oleh pendekatan yang lebih berpusat pada siswa (student centered learning). Guru mendorong siswa untuk aktif mencari, menemukan dan memecahkan masalahnya sendiri. Ia tidak hanya menyuapi murid, juga tidak seperti orang yang menuangkan air ke dalam ember. Alhasil, di satu sisi guru aktif:  Memantau kegiatan siswa;  Memberikan umpan balik;  Mengajukan pertanyaan yang menantang;  Mendiskusikan gagasan siswa. Di sisi lain, siswa aktif antara lain dalam hal:  Bertanya/meminta penjelasan;

Dalam rangka menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan.sehingga terjadi proses renovasi mental. . 2. Di sisi lain. Alhasil.  Membuat alat bantu belajar yang berguna meskipun sederhana. Pembelajaran Inovatif Inovatif artinya gagasan.  Menulis/mengarang.  Melibatkan perangkat teknologi pembelajaran. Penggunaan pengguna atau software pembelajaran seperti multimedia. diperlukan adanya upaya pembelajaran yang inovatif yaitu dengan cara mengintegrasikan media/alat bantu yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran. siswa pun kreatif dalam arti:  Merancang/membuat sesuatu. siswa pun bertindak inovatif dalam arti:  Mengikuti pembelajaran inovatif dengan aturan yang berlaku. Mengemukakan gagasan. di satu sisi guru bertindak kreatif dalam arti:  Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang beragam. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungha sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar.  Menggunakan perangkat teknologi maju dalam proses belajar.  Mendiskusikan gagasan orang lain dan gagasannya sendiri. sekolah dan lingkungan. Di sisi lain. Dengfan kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kagiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa. di satu sisi guru bertindak inovatif dalam hal:  Menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran dengan gaya baru. 3. Dengan demikian. teknik dan sebagainya yang bersifat baru. namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. Pembelajaran Kreatif Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku.  Memodifikasi pendekatan pembelajaran konvensional menjadi pendekatan inovatif yang sesuai dengan keadaan siswa. di antaranya membangun rasa percaya diri siswa. microsoft power point merupakan salah satu alternatif. Alhasil.

karena:           Mengetahui materi yang diajarkan. Pembelajaran Efektif Alhasil. waktu istirahat. dan ketika ada humor. di satu sisi guru menjadi pengajar yang efektif. Memotivasi siswa. Menggunakan metode yang bervariasi.  Mendapat pengalaman yang berharga. dorongan semangat. Menghargai siswa. dan dukungan yang enthusiast.  Adanya situasi belajar emosional yang positif ketika para siswa belajar bersama. ialah:  Adanya lingkungan yang rileks.  Terjaminnya materi pelajaran dan metode relevan. dan tidak membuat siswa ragu melakukan sesuatu meskipun salah untuk mencapai keberhasilan yang tinggi.  Terlibatnya semua indera dan aktivitas otak kiri dan kanan. menyenangkan. Mengajarkan cara mempelajari sesuatu. Takut ditertawakan.4. aman. Di sisi lain. 5. Memahami tujuan pembelajaran. tidak membuat tegang (stress). Mengembangkan pengetahuan pribadi dengan banyak membaca. siswa menjadi pembelajar yang efektif dalam arti:  Menguasai keterampilan atau kompetensi yang diperlukan.  Adanya situasi belajar yang menantang (challenging) bagi peserta didik untuk berpikir jauh ke depan dan mengeksplorasikan materi yang sedang dipelajari dengan kecerdasan yang relevan. dalam pembelajaran yang menyenangkan guru tidak membuat siswa: • • Takut salah. Pembelajaran Menyenangkan Adapun ciri-ciri pokok pembelajaran yang menyenangkan. menarik. Melaksanakan penilaian yang tepat dan benar. Mengajarkan keterampilan pemecahan masalah. Alhasil. . Mengajar dan mengarahkan dengan memberi contoh.

• • • • • • Takut dianggap sepele. Berani mempertanyakan gagasan orang lain. . Berani bertanya. Di sisi lain. pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa: Berani mencoba/berbuat. Berani mengemukakan pendapat/gagasan.