MODEL PENILAIAN OBLIGASI

Moh Joko Santoso 08610081 Jurusan Manajemen MANAJEMEN KEUANGAN 1 Jowjadul@yahoo.com Abstracts: bond represent one of finance instrument which enough draw for investor in capital market or for company to get the fund for company importance. Growth of bond pruduct in indonesia still be slowgoing enough, in comparing with stock product. Growth of bond product wich slowgoing rather, one of its constraint is bond market condition not optimize by capital market perpetrator, others the understanding of bond commerce instrument among public society also still be limited once. Oleh karena itu diperlukan pemahaman yang lebih detail lagi mengenai obligasi agar pertumbuhan obligasi di Indonesia bisa meningkat dan mampu membawa efek positif bagi perekonomian Keyword: bond, capital market, bond market condition Investor

Pendahuluan
Obligasi (bond) merupakan sekuritas yang diterbitkan sehubungan dengan perjanjian pinjaman. Yaitu Pihak peminjam menerbitkan (menjual) obligasi kepada pihak pemilik dana dengan imbalan sejumlah uang; jadi obligasi tersebut merupakan surat pernyataan utang dari pihak peminjam. Pejanjian tersebut mewajibkan penerbit obligasi (pihak peminjam)untuk melakukan pembayaran tertentu kepada pemegang obligasi pada waktu yang telah ditentukan. Obligasi berbunga pada umumnya mewajibkan pihak penerbit untuk melakukan pembayaran bunga tengah tahunan hingga masa jatuh tempo kepada pemegang obligasi. Pembayaran bunga ini disebut sebagai pembayaran kupon. Penerbit obligasi akan membayar seluruh utangnya pada saat jatuh tempo sesuai dengan nilai nominal (par value atau face value) obligasi tersebut. Tingkat imbal hasil kupon (coupon rate) dari obligasi tersebut menentukan bunga yang harus dibayar dimana pembayaran tahunan merupakan tingkat imbal hasil kupon

yakni apabila hak penerbit obligasi (emiten). Beberapa persero yang menerbitkan obligasi diantaranya adalah PT. dan nilai nominal suatu obligasi adalah bagian dari kontrak obligasi (bond indenture) antara penerbit dengan pemegang obligasi. Di Indonesia obligasi – obligasi ini diterbitkan oleh berbagai perusahaan. Bank Bapindo. Jasa Marga. Investasi obligasi selain menghasilkan kupon juga memberikan tingkat potensi resiko investasi.dikalikan nilai nominal obligasi. BBL leasing. Risiko ini bisa berbentuk wan prestasi (default) atas pembayaran kupon obligasi tersebut. Nilai kupon. IBJ leasing. Tingat pendapatan tertentu tersebut bisa berbentuk tingkat suku bunga tetap (fixed rate) dan tingkat suku bunga mengambang (variable rate). Asia Nusa Mas leasing dan sebagainya. Pt PLN. tidakmampu membayar kewajiban pokok utangnya. sedang beberapa perusahaan swasta yang menerbitkan obligasi diantaranya adalah Astra internasional. karena kondisi perusahaannya mengalami likuidasi. Selain itu resiko yang paling ditakuti. baik untuk ekspansi bisnisnya maupun untuk memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan dalam jangka . ataupun perusahaan yang dimiliki oleh negara (PT persero). Penerbitan obligasi dilakukan oleh perusahaan yang membutuhkan dana. tanggal jatuh tempo. Instrumen obligasi merupakan bagian dari instrumen investasi berpendapatan tetap (fix income securities). dan berbagai bank BPD. baik perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh swasta seluruhnya. Investor obligasi jangka pendek juga bisa mengalami kerugian akibat nilai pasar dari obligasi tersebut turun atau lebih rendah daripada harga beli obligasi tersebut. Obligasi termasuk dalam kelompok investasi berpendapatan tetap sebab jenis pendapatan keuntungan yang diberikan kepada investor oblligasi didasarkan pada tingkat suku bunga yang telah ditentukan sebelumnya menurut perhitungan tertentu.

mendapatkan alternatif pembiayaan melalui pasar modal. Perusahaan yang menerbitkan obligasi mempunyai beberapa tujuan penting. Obligasi pada dasarnya merupakan surat utang yang ditawarkan kepada publik. Terakhir. mendapat pinjaman dengan tingkat suku bunga fleksibel. Kedua. pihak perusahaan akan lebih fleksibel menentukan besar kecilnya dana yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuanpasar (investor) dalam menyerap kebutuhan obligasi tersebut serta kemampuan pihakpenjamin emisi dalam memberikan komitmen jumlah penerbitan obligasi. obligasi juga termasuk utang jangka panjang. dengan menerbitkan obligasi tidak mesti harus menerbitkan jaminan hal ini menjadi daya tarik perusahaan. Selain itu.pendek atau jangka panjang. Dibandingkan dengan meminjam dana dari perbankan. apabila investor berminat. obligasi mempunyai karakteristik yang khusus dalam mekanisme proses . Karakteristik dan jenis obligasi Sebagai sebuah instrumen investasi dan keuangan. Proses penentuan tingkat suku bunga (kupon) obligasi ditentukan berdasarkan kemampuan keuangan perusahaan serta memperhatikan kondisi tingkat suku bunga diperbankan. atau melalui pasar broker dealer apabila dibeli dipasar sekunder. Dengan menerbitkan obligasi. penentuan tingkat suku bunganya cenderung berpihak kepada kepentingan kreditur (bank). Perusahaan yang kesulitan melakukan melalui pinjaman perbankan bisa mencari alternatif pendanaan melalui pasar modal dengan menerbnitkan obligasi sejumlah dana yang dibutuhkan. bisa melelui pihak penjamin (underwriter) atau agen penjual lewat penjualan dipasar perdana. mendapat jumlah dana yang lebih fleksibel. Pertama. obligasi akan disebut sebagai surat utang apabila memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan dan diatur dalam struktur obligasi tersebut. seperti yang diketahui.

ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran atas obligasi tersebut. adalah nilai 100% dari harga nominal obligasi. dalam penerbitan awal sebuah obligasi dapat ditentukan beberapa jumlah nilai penerbitan obligasi tersebut kemudian disesuaikan dengan jumlah nominalnya. Kedua Harga obligasi. Likuiditas obligasi 6. Nilai obligasi 4. Tipe obligasi. Setiap % (presentase). Beberapa struktur pennting dalam obligasi yaitu : Pertama Principal. b) Harga < 100% atau at DISCOUNT yaitu harga obligasi nya dibawah par atau dibawah nilai nominal. kupon pengertiannya yaitu berupa pendapatan suku bunga yang akan diterima oleh pemegang obligasi sesuai perjanjian dengan penerbit obligasi tersebut. Secara umum. Tingkat kupon 2. Secara umum istilah principal dalam sebuah obligasi bisa dinamakan sebagai nilai nominal obligasi (face value) yang tercantum dalam sertifikat obligasi tersebut. . adalah nilai utang atau jumlah pokok pinjaman (kewajiban) yang harus dibayar kembali pada saat jatuh tempo serta dipisahkan dari jumlah pendapatan bunga. Ketiga PAR. Nilai pembayaran obligasi pada saat jatuh tempo selalu dibayar penuh sesuai dengan nilai yang tercantum. a) Harga = 100% atau at PAR yaitu harga obligasinya sesuai nilai nominal obligasi. Harga obligasi menjadi struktur penting dalam instrumen obligasi. Rating emiten 3. sistem perdagangan dan tingkat resiko investasi yang timbul dikemudian hari. Keempat Kupon (coupon).pembentukan harga. c) Harga > 100% atau at PREMIUM yaitu harga obligasinya diatas par atau diatas nilai nominal. Bisa berjangka kwartal. Harga obligasi itu sendiri secara perhitungan presentase (%) ada tiga jenis. Periode jatuh tempo (maturity) 5. Walaupun harga obligasi dipasar mengalami pemnurunan signifikan tetapi pada saat jatuh tempo pihak penerbit obligasi (emiten) tetap harus menebus obligasi tersebut sesuai dengan nominalnya. Biasanya pembayaran kupon tersebut dilakukan secara periode tertentu. Pembentukan harga sebuah obligasi ditentukan oleh berbagai faktor diantaranya : 1.

obligasi ini mempunyai masa jatuh tempo yang berbeda-beda sesuai jadwal yang ada. Ketiga. fixed rate b. term/bullet bond. Oblligasi akan semakin menarik investor apabila memberikan tingkat kupon yang lebih tinggi dari rata-rata kupon obligasi pada umumnya atau diatas tingkat suku bunga perbankan. Kewajiban pembayaran pokok pada saat jatuh tempo dan bunga obligasi akan terhindar apabila dilakukan penebusan obligasi (redemption) atau pembelian kembali obligasi sebelum jatuh tempo oleh penerbit obligasi tersebut. extendable bonds (jatuh tempo yang bisa diperpanjang). Jenis-jenis kupon diantaranya : a. Keempat.semesteran atau tahunan. convertible bonds (obligasi konversi). Terakhir Jatuh tempo (maturity). obligasi ini mempunyai masa jatuh tempo yang pasti dalam waktu yang ditentukan. pihak pemegang obligasi diberi hak untuk mengkonversi obligasinya kesaham apabila hal itu sangat . Variable rate d. pada saat jatuh tempo obligasi. Pembayaran kupon ini ditentukan sebelumnya sampai masa jatuh tempo obligasi tersebut. obligasi ini bisa diubah masa jatuh temponya tanpa harus mengubah struktur kupon atau bentuk persyaratan lainnya. Kedua. Zero coupon. serial bond (oblligasi serial). setiap obligasi mempunyai masa jatuh tempo yang dikenal dengan istilah maturity date yaitu dimana nilai pokok obligasi tersebut harus dilunasi oleh penerbit obligasi. Emiten obligasi mempunyai kewajiban mutlak untuk memmbayar nilai nominal obligasi kepada pemegang obligasi pada saat jatuh tempo (biasanya tercantum pada kesepakatan yang dibuat sebelumnya. (2) periode yang telah dijadwalkan secara teratur sampai seluruh kewajiban obligasi dilunasi. Floating rate c. cirinya adalah: (1) perjanjian resmi (satu indenture) yang telah disepakati sebelumnya. Beberapa contoh klausul jatuh tempo adalah : Pertama.

Sapto Rahardjo (2003) . putable bonds (obligasi put) obligasi ini memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mempercepat masa jatuh temponya. Terakhir. Kelima. callable bonds (obligasi yang dapat ditebus) obligasi ini memberikan hak kepada pihak perusahaan untuk mempercepat masa jatuh tempo sebelum waktunya.menguntungkan secara komersial. Gambar 2 jenis obligasi penerbit Goverment bond Municipal bond Corporate bond Fixed rate Float rate Mixed rate Zero coupon Register bond Bearer bond Guaranted bond Mortgage bond Asset back securities Collateral trust bond Equipment bond Perpetual bond Serial bond Callable bond Putable bond Singking fund bond Convertible bond Perpetual bond Convertible bond Exchangeable bond Domestic bond Interntional bond Suku bunga kepemilikan OBLIGASI jaminan pelunasan Convertible Lokasi Sumber.

Obligasi berdasarkan jaminan dibedakan menjadi lima. berdasarkan issuer atau penerbit dibedakan menjadi tiga. guaranted bond yaitu obligasi yang dijamin oleh garansi. dan bearer bond atau atas unjuk. Obligasi berdasarkan suku bunga dibedakan menjadi empat. Obligasi berdasarkan lokasi penerbitan dibagi menjadi dua. singking fund bond atau obligasi dengan dana pelunasan. equipment bond yaitu obligasi yang dijamin dengan peralatan. callable bond atau obligasi yang dilunasi sebelum jatuh tempo. fixed rate bond yaitu obligasi dengan tingkat suku bunga tetap. mixed rate bond yaitu kombinasi suku bunga tetap dan mengambang. dan peerpetual bond atau obligsi tanpa jatuh tempo. dan coorporate bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta/komersial. Obligasi berdasarkan penukaran dibedakan menjadi dua yaitu obligasi konversi dan exchangeable bond yaitu obligsi dimana prinsipal pinjamannya dibayar dengan menggunakan saham perusahaan lain. municipal bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah. yaitu domestic bond atau obligasi yang hanya untuk pasar domestik. Obligasi berdasarkan pelunasan dibagi menjadi enam.Gambar 2 menjelaskan mengenai berbagai jenis obligasi yang dibagi sesuai dengan jenis kategorinya. dan zero coupon bond yaitu obligsi tanpa bunga. register bond atau obligasi terdaftar/atas nama. dan debenture bond yaitu obligasi tanpa adanya jaminan. Obligasi berdasarkan kepemilikan dibedakan menjadi dua. puttable bond atau obligasi put. . serial bond atau obligasi berseri. mortgage bond yaitu obligasi yang dijamin properti. floating rate bond yaitu obligasi dengan suku bunga mengambang. convertible bond atau obligasi konversi. goverment bond yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah. dan international bond atau obligasi yang diterbitkan untuk pasar luar negeri. collateral trust bond yaitu obligasi yang dijamin surat berharga.

Mempunyai pengertian bahwa nilai yang akan diterima dari investasi serta hasil pendapatan suku bunga tersebut diinvestasikan kembali dengan tingkat suku bunga yang sama dalam periode waktu tertentu. Konsep penilaian obligasi yang bentuk pendapatannya dikenal dengan istilah yield pada dasarnya dikembangkan atas dasar intrinsik dari nilai tersebut. . konsep penilaian obligasi diantaranya meliputi: Pertama.Penilaian obligasi Obligasi sebagai instrument investasi jangka panjang mempunyai karakteristik penilaian yang spesifik dan berbeda dengan instrumen investasi lainnya seperti saham. Yaitu perhitungan pendapatan atas nilai uang tertentu. Selain itu. Tingkat suku bunga didapatkan dari perhitungan rasio antara tingkat pendapatan yang akan diterima ddengan nilai pokok investasi pada periode tertentu. time value of money/nilai waktu mata uang. besaran aliran dana yang dihasilkan dari kupon (suku bunga) obligasi tersebut merupakan faktor penting dalam penilaian sebuah obligasi. Perhitungannya adalah jika R (reeturn) merupakan tingkat suku bunga dan Po merupakan nilai pokok dari investasi (principal) maka bisa dibuat rasio: Kedua. Metode perhitungan yang digunakan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu simple interest dan compaund interest. dimana investor akan menghitung nilai investasinya sampai periode jatuh temponya yang akan bertambah dari pendapatan suku bunga. Atau dengan kata lain future value merupakan nilai yang diterima dari hasil pendapatan interest dan pokok investasi yang diterima. future value/ nilai yang akan datang.

present value/nilai sekarang.FV = Future value ( nilai yang didapatkan dalam periode tertentu dimasa datang) . Yaitu jumlah uang yang harus di investasikan sekarang untuk mendapatkan sejumlah uang tertentu pada suatu periode nanti. Metode ini juga disebut metode arus kas diskonto.FV= future value (nilai yang didapatkan dalam periode tertentu dimasa mendatang). Investor obligasi akan menghitung seberapa besar pendapatan investasi atas dana yang dibelikan obligasi tersebut dengan menggunakan alat ukur yield.Simple interest - FV= future value r = interest .n = Time compound Interest (bunga majemuk) .n = time . -r = interest (nilai investasi pada tahun pertama). . Untuk perhitungannya dapat menggunakan rumus: atau PV= .n = Time Ketiga.r = interest . Investor yang konservatif akan bisa melakukan perhitungan yield .PV = Present value ( nilai yang diinvestasikan pada masa sekarang) .t = tahun ke t Faktor – faktor penentu nilai obligasi Factor terpenting sebagai pertimbangan investor dalam melakukan pembelian obligasi sebagai instrument investasinya adalah yield obligasi.

investor jangka pendek bisa melakukan perbandingan nilai investasinya dengan menggunakan metode CY (current yield). dan untuk menghitung current yield dapat menggunakan rumus berikut: Ketiga Yield to maturity.sampaimasa jatuh tempo dengan menggunakan metode YTM (yield to maturity). yaitu merupakan metode menghhitung coupon rate (tingkat suku bunga) yang memperlihatka return (pendapatan) yang diperoleh para investor. Tingkat yield sebuah obligasi dipengaruhi oleh beberapa faktor ekonomi dan non ekonomi serta harga harga obligasi tersebut dipasar perdagangan. ada beberapa alat analisis yang digunakan untuk menghitung yield suatu obligasi : pertama nominal yield. Perhitungan tersebut merupakan rasio antara kupon dengan harga nominal obligasi atau harga pada par value. Kedua Current yield. Yaitu menilai tingkat pendapatan obligasi tersebut dibandingkan dengan harga pasar obligasi. yaitu metode perhitungan penghasilan yang diperoleh para investor jika kupon dan nilai pokok obligasi disimpan hingga saat jatuh tempo. yaitu merupakan metode perhitungan pendapatan /return yang diperoleh dari sebuah obligasi dengan membandingkan nilai pasar obligasi tersebut. Selain itu. Tingkat current yield sering berubah seiring dengan perubahan harga obligasi dipasar yang sering fluktuatif. Investor yang menggunakan metode YTM adalah investor yang konservatif dan memiliki strategi investasi . untuk perhitungannya dapat menggunakan rumus berikut.

nilai tebus. Hasil pendapatan tersebut memperhitungkan nilai principal (pokok obligasi). Asumsi: . jumlah pendapatan bunga (kupon) serta waktu antara pembayaran bunga tersebut Investor obligasi biasanya memilih menyimpan obligasinya sampai jatuh tempo dengan alas an untuk efektivitas strategi investasi. Metode YTC ini dilakukan ketika dirasakan bahwa yield yang didapatkan investor lebih menguntungkan bila obligasi tersebut ditebus kembali oleh penerbitnya (bond issuer). sedangkan harga nominal diganti price at call obligasi tersebut.jangka panjang.F = Nilai Nominal . metode perhitungan YTM ini dipakai untuk mengetahui jumlah pendapatan yang diterima oleh investor obligasi sampai periode jatuh tempo.C = coupon . Penghitungan tanggal YTC menggunakan tanggal obligasi pada saat di-call.n = Waktu jatuh tempo Terakhir yield to call. Untuk perhitungannya dapat dipergunakan rumus berikut. selain itu ada juga investor yang sengaja memperdagangkan obligasi bila dirasakan sudah mendapatkan keuntungan yang diinginkannya. .p = Harga pasar obligasi . Rumus untuk mengetahui penghasilan investasi obligassi sampai dengan jatuh tempo. yaitu merupakan metode penghitungan penghasilan yang akan diperoleh para investor jika investasi yang akan dipegang pada saat di-call oleh penerbit/emiten.

manajemen. Perusahaan mempunyai banyak keuntungan dengan menerbitkan obligasi. mengharuskan seorang investor untuk lebih jeli dan selektif dalam menginvestasikan uangnya melalui obligasi. Dana tambahan yang didapat perusahaan lebih fleksibel. Untuk menguangi tingkat resiko tersebut maka diperlukan pihak ketiga atau Lembaga Pemeringkat sebagai penyedia informasi tentang kinerja keuangan. bisnis. Obligasi merupakan produk investasi yang cukup aman dibandingkan jika berinvestasi melalui pembelian saham jika dilihat dari sisi investor yang akan menginvestasikan uangnya. dan hal itu sangat menguntungkan bagi perusahaan. karena jumlah besar kecilnya dana obligasi dan tingkat bunga bisa disesuaikan dengan kinerja keuangan perusahaan. selain memberikan keuntungan juga berpotensi menimbulkan kerugian atas investasi tersebut. Jenis obligasi yang sangat banyak dan variatif dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.- C = Jumlah periode waktu sampai tanggal penebusan YTC = nilai yield pada saat ditebus CP = harga tebus yang harus dibayar - Penutup Obligasi adalah salah satu produk investasi. dan dengan penerbitan obligasi maka perusahaan yang bersangkutan akan lebih mudah mendapatkan pinjaman modal daripada perusahaan harus meminjam modal di bank. dan kondisi industri emiten obligasi tersebut. .

. Penerbit AMP YKPM. J. 2001. 1996. Rahardjo. Jakarta Fakhruddin. investment. M. 2001. http://www. Dasar. dan Bailey. dan Hadianto. J. Dasar-dasar Manajemen Investasi. S. W.sixth edition. Husnan. http://www. F. S. Sharpe.panduan investasi obligasi. prantice hall international edition .2003. diunduh tanggal 23 November 2009. Penerbit PT Rineka Cipta. Edisi pertama.scribd. Alexander. S. Yogyakarta.scribd.com/doc/21983904/PENILAIAN-OBLIGASI. E. obligasi dan penilaiannya.dasar teori portofolio dan analisis sekuritas. Edisi ketiga.Edisi pertama. penilaian obligasi. Jakarta. Kamarudin. Perangkat & model analisis investasi di pasar modal. Penerbit PT Gramedia pustaka Utama.com/doc/15475554/Obligasi-Dan-Penilaiannya-manajemen-keuangan. Jakarta. 2001.Sapto.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. V. diunduh tanggal 23 november 2009. G. Penerbit PT Elex Media Komputindo.

Penulis adalah mahasiswa aktif Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang. Joko Santoso: lahir di Malang.BIODATA PENULIS Moh. Kemudian penulis melanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan jurusan yang berbeda karena ketertarikannya dengan ilmu ekonomi. Sebelumnya penulis menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dengan konsentrasi jurusan Teknik Mekanik Otomotif. artikel hasil pemikiran yang berjudul “ Model Penilaian Obligasi “ ini adalah artikel hasil pemikiran pertama yang berhasil dibuat dan dengan pengalaman ini penulis berencana artikel hasil pemikiran yang lain. Bidang yang diminati penulis adalah keuangan. 04 Agustus 1989. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.