Teori Komunikasi Kelompok (GRIFFIN

)

MUHAMMAD JEVI R. AIPASHA (A2D008040) MOH. ARIF YUDHI (A2D008038) NUR FARIDAH (A2D008041)
Jurusan / Prodi (S1) Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Semarang 2010 Fakultas Ilmu Budaya

Tugas Mata Kuliah Komunikasi Informasi
Disusun Oleh :

Copyright © kelompok 2 kelas B

informasi dan pendapat. untuk mencapai tujuan yang bila dilakukan sendiri tujuan itu tidak tercapai. Namun tidak semua bentuk kohesivitas kelompok ini berdampak “dua kepala lebih baik daripada yang dikerjakan oleh seorang individu”. memiliki tujuan yang sama. Pertama. Besarnya anggota kelompok akan mempengaruhi interaksi dan anggota kelompok saling menyukai. karena kelompok memungkinkan orang saling tukar dalam kelompok akan memiliki pengetahuan khusus yang relevan dengan persoalan A. rasa dimiliki. 1994 copyright © kelompok 2 kelas B Kelompok memiliki pengetahuan yang luas dan probabilitas yang lebih besar bahwa seseorang kelompok. Pengertian dari kelompok Teori Komunikasi Kelompok (Griffin) A. Adagium itu ada benarnya dalam beberapa kasus. Kedua. dalam kelompok seseorang dapat cinta. dan dibentuk bersama berdasarkan pada interes atau Perilaku kelompok merupakan respon-respon anggota kelompok terhadap struktur sosial tempat dan berperilaku yang sama pula. Karakteristik Teori Komunikasi kelompok positif. Brainstorming dalam mengambil keputusan kelompok akan efektif produktivitas kelompok. Biasanya kohesivitas ini dikaitkan dengan Perilaku dalam Kelompok tepuaskan kebutuhannya dan mendapatkan reward soaial seperti rasa bangga. Perilaku kolektif merupakan tindakan seseorang oleh karena pada saat yang sama berada pada Ada dua alasan seseorang bergabung dalam kelompok.Kelompok merupakan kumpulan dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling tujuan yang sama. pertemanan. Interaksi dalam kelompok bisa menghasilkan ide dan solusi baru. baik. bila anggota kelompoknya 5-10 orang.Namun demikian. Fungsi kelompok dalam individu mempengaruhi satu dengan lainnya. 2003 Sendjaja. kelompok dan norma yang diadopsinya. Kohesivitas kelompok merupakan derajat dimana keputusan yang dibuatnya. dan ingin selalu mendambakan kehadiran anggota lainnya. karena anggota bisa merasa tertekan untuk selalu conform terhadap norma kelompok. kelompok juga tidak selalu menghasilkan keputusan yang lebih Page 1 . Em Griffin. dsb. Dalam kelompok tidak semua orang memberikan kontribusi secara bersamaan.

Meskipun performance kelompok bawah standart individu. karena merasa tidak diperhatikan. Di dalam kelompok juga bisa terjadi social impact (Latane & Nida. maka penerimaan tujuan umum. 3. mempengaruhi kerjasama dan tukar informasi. Bila kelompoknya mayoritas maka 1. semakin besar kelompok semakin menyebar opini. 1994 copyright © kelompok 2 kelas B B. Komposisi kelompokAda 4 hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun komposisi • • • • komunikasi dan status struktur. Pengaruh (pengkutuban) polarisasi kelompok. di antara anggota kelompok seringkali mengalami production blocking. mereka menjadi lebih memperhatikan adanya kesepatan daripada mengevaluasi fakta-fakta yang muncul dalam situasi yang dipikirkan. Tidak semua orang berada di atas rata-rata. pembagian (divisibilitas) tugas kelompok. Model Teori komunikasi kelompok Page 2 . Hal ini bisa saja terjadi karena kelompok Em Griffin. seringkali performance itu di kemampuannya. Hal itu disebabkan karena adanya mengimbanginya perlu dibuat keputusan yang jauh dari pendapat orang tersebut. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan Kelompok kelompok : seringkali lebih baik daripada performance rata-rata individu. ukuran kelompok. Seringkali keputusan yang dibuat kelompok GROUPTHINK. 2. sebaliknya bila kelompoknya minoritas. terutama bila anggota kelompoknya umumnya relatif lemah sering kali orang mengalami kekecewaan. Akibat giliran dalam mengungkapkan pendapat ini. pengambilan keputusannya akan sangat efektif. Individu kadang tidak mau yaitu suatu penggolongan anggota dalam suatu kelompok. terganggu berbagi (sharing) dalam memberikan informasinya. biasanya yang osisinya tertinggi paling mendominasi dalam kelompok. Merupakan proses ketika kelompok menghadapi keputusan yang penuh stres. 2003 Sendjaja. 1981). atau kehilangan motivasi untuk berpartisipasi (malas). pikirannya. Oleh karena itu untuk konsekuensinya adalah semakin lemah partisipasi individu dalam kelompok tersebut. Kesamaan anggota kelompokKeputusan kelompok akan cepat dan mudah dibuat bila anggota kelompok sama satu dengan yang lain.melainkan individu harus menunggu giliran. lebih ekstrim dibandingkan keputusan individu. tidak semua tugas dapat dibagi. perbadingan sosial.

dengan pemimpin masing-masing sub group yang berbeda dengan • Kelompok dapat bersifat formal dan informal. Kelompok formal adalah suatu kelompok kerja yang ditandai yang didefinisikan oleh struktur organisasi. akan kontak social. rencana kebijakan kelompok kelompok secara terpisah.melakukan devensive avoidance. 1994 copyright © kelompok 2 kelas B Page 3 . atau menciutkan ukuran operasi perusahaan secara Struktur otoritas mendefiniskan siapa melapor kepada siapa. formal atau tidak ditetapkan secara organisasi. Untuk menghindari isolasi kelompok. anggota untuk mengkritik. Struktur Otoritas mengambil keseluruhan. ada kesalahan struktural dalam organisasi (pimpinan yang dominan). kelompok yang kohesif. siapa mengambil keputusan. Janis (1982) menulis bahwa group tkinking terjadi karena pembuat keputusan itu adalah estimasi terhadap kelompoknya. Kelompok jangan sampai dominan. kedekatan berpikir. 2003 Sendjaja. dan memberikan kepada pemimpin semula. dan tekanan untuk menjadi sama (seragam). dan keputusan apakah yang inidividu atau kelompok diberi kuasa untuk Em Griffin. memperluas pangsa pasar. perbaikan kualitas. muncul sebagai tanggapan terhadap kebutuhan Strategi bisa mengarahkan organisasi itu kearah pengurangan biaya. adanya situasi yang provokatif. Gejala Groupthink dapat digambarkan dari 3 tipe: yaitu: overKelompok dapat menghindari Groupthink dengan dua tahap: discouraging leader bias. dan dapat dibagi ke dalam sub grup dan dan sub grup ini bertemu untuk membahas tujuan menghindari isolasi kelompok. yaitu mencoba menghindari informasi yang mungkin menyebabkan kecemasan. Kelompok Informal adalah suatu kelompok yang atau tidak terstruktur secara • Kondisi Eksternal Yang Dikenakan pada Kelompok 1. Strategi Organisasi 2.

2009. 1994 copyright © kelompok 2 kelas B Page 4 .unair.blog. 1994. 2003.Em Griffin. “Teori Komunikasi Organisasi (Pemahaman Perilaku Kelompok) #4” http://suryanto.id/2009/02/11/perilaku-kelompok-dan-individu/ Em Griffin. 2003 Sendjaja.ac. A First Look at Communication Theory. Teori-Teori Komunikasi. McGrraw-Hill Sendjaja. Universitas Terbuka Daftar Pustaka Suryanto.