1.1 Latar belakang Dinegara-negara maju, masyarakat sudah memiliki kesadaran sendiri dalam hal pentingnya membaca.

Negara Indonesia, sebagai Negara yang masih berkembang seharusnya mencontoh Negara maju tersebut, sehingga kita pun tidak tertinggal jauh dengan Negara-negara maju. Tidak hanya dalam cakupan yang luas saja, kesadaran membacapun sudah seharusnya dibiasakan pada siswa yang bersekolah. Pada sekarang ini minat membaca siswa pada umumnya masih rendah. Berbagai alasan muncul, seperti contoh alasannya ialah bahwa membaca dinilai belum membudaya di kalangan masyarakat, khususnya pelajar. Sebagian besar orang menganggap bahwa kegiatan ,membaca ialah suatu kegiataan yang menjenuhkan. Menurut laporan bank dunia nomor 16369-IND studi internasional Association for the Evaluatuion Achievenment (IEA) di Asia timur padatahun 2000. Indonesia menempati posisi terendah pada skala kebiasaan membaca. Pada tahun 200 juga, organisasi international education Achievement menempatkan kemampuan membaca SD Indonesia diurutan ke 38 dari 39 negara. Minat membaca sebaiknya ditanamkan sejak dini, karena dengan demikian maka akan menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan untuk membaca. Namun pada kenyataannya, sekarang ini para pelajar cenderung tidak memiliki minat yang cukup besar terhdap membaca. Pada saat sekarang ini anak cenderung lebih berminat untuk main game, menonton tv dan meneghabiskan waktu mereka hanya unutk bermain. Membaca merupakan kegiatan yang memiliki banyak sekali manfaat, manfaat yang positif akan banyak didapatkan dari kegiatan membaca. Dengan membaca maka pengetahuan akan semakin bertambah dan akan semakin luas. Selain itu pada siswa atau pelajar dengan kegiatan membaca akan menjadi kan siswa tersebut menjadi lebih memahami mengenai isi atau materi bahan pembelajaran serta akan membantu siswa untuk dapat berfikir kritis. Dengan lebih memahami dan mengerti akan isi dari materi pelajaran yang ada, maka siswa pun akan dapat meningkatkan prestasinya. Prestasi tidak hanya muncul dari dalam sekolah saja, prestasi itu juga dapat muncul dari luar sekolah. Sebagi contoh siswa memiliki

Melalui kegiatan membaca seseorang dapat menambah informasi dan memperluas ilmu pengetahuan. sudah selanyaknya setiap siswa untuk membudayakan gemar membaca. Harapannya dengan banyak membaca buku pelajaran serta buku-buku lain yang masih berkaitan dengan pelajaran. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan dapat diukur dari prestasi belajar siswanya. sudah seharusnya minat baca pada kalangan siswa ditanamkan sedari dini. Dengan membaca membuat orang menjadi cerdas. Berbagai penelitian melaporkan bahwa ketidak cakapan dalam membaca menjadi penyebab utama kegagalan anak dalam sekolah.prestasi karena siswa tersebut berhasil menjadi pemenang pada olimpiade mata pelajaran tertentu. Bangsa atau masyarakat yang maju akan selalu menempatkan kebiasaan membaca sebagai salah satu kebutuhan hidupnya sehingga tercipta masyarakat yang senang membaca (reading society). karena dengan membaca akan banyak sekali manfaat positif yang akan didapat. begitu pula sebaliknya prestasi belajar yang rendah memberi arti kegagalan lembaga pendidikan tersebut dalam proses belajar mengajarnya. Prestasi belajar yang tinggi memberi arti kepada keberhasilan dalam proses belajar mengajarnya. Keberhasilan siswa dalam belajar sangat ditentukan oleh kecakapan membaca. Budaya aktivitas membaca yang tinggi merupakan cermin kemajuan suatu bangsa. kritis dan mempunyai daya analisa yang tinggi. Pemahaman . Untuk mencapai maksud tersebut maka perlu dilakukan berbagai upaya terusmenerus memberikan pemahaman dan apresiasi kepada siswa akan pentingnya peningkatan aktivitas dan kegemaran membaca bagi siswa terhadap prestasi belajarnya di sekolah. Dengan demikian. Hal ini disebabkan oleh karena setiap mata pelajaran di sekolah memprasyaratkan anak untuk mempelajari dan memahami materi setiap mata pelajaran tersebut. berfikir dan mengembangkan kreativitas berfikir. salah satunya yaitu siswa akan lebih dapat untuk meningkatkan prestasinya baik di sekolah maupun diluar sekolah. Mengingat pentingnya peranan keaktifan membaca siswa. prestasi belajar yang akan dicapai siswa tersebut akan lebih baik. Aktivitas membaca bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja secara rutin. Melalui kegiatan membaca juga selalu tersedia waktu untuk merenung.

Hal itu terjadi karena daya kritis. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang utuh karena lebih tahan menghadapi berbagai tantangan. akan membawa hasil yang rendah pula. maka siswa tersebut tidak akan dapat memahami isi materi pelajaran tersebut. baik buku pelajaran maupun buku lain yang masih berhubungan dengan pelajaran sehingga mereka akan memiliki pengetahuan lebih jika dibandingkan dengan siswa lain yang memiliki minat baca rendah. dengan sendirinya akan timbul kesadaran untuk belajar serta mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. . Siswa tersebut akan lebih dewasa dalam hal bergaul dan berpikir. dimungkinkan akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi. diantaranya adalah minat dan keaktifan siswa membaca. kepekaan ilmiah.terhadap materi pelajaran hanya dapat dilakukan jika anak memiliki kemampuan dan keaktifan membaca yang baik. sehingga prestasi belajarnya pun akan rendah. Hal ini dapat terjadi karena apabila siswa tersebut tidak mampu membaca. Seorang siswa yang memiliki kegemaran membaca akan nampak lebih dewasa daripada teman sebayanya. Siswa dengan minat baca tinggi. Siswa yang memiliki minat baca rendah hanya akan mengandalkan apa yang diberikan guru disekolah. Ketidak mampuan siswa membaca akan berakibat rendahnya prestasi belajarnya. Begitu juga apabila minat membacanya rendah. Siswa yang mempunyai minat membaca tinggi. dan kepekaan sosial siswa akan berkembang sesuai dengan potensinya sebagai konsekuensi logis dari besarnya wawasan yang ditimba dari kegiatan membaca. Prestasi belajar siswa dimungkinkan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Untuk menjawab permasalahan tersebut.2 Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah. saya membuat pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: Apakah dengan membaca dapat meningkatkan prestasi siswa? 1. Majalaya)´.1. saya akan mengangkat suatu masalah tentang Pengaruh minat membaca terhadap prestasi siswa (Studi Survey mata pelajaran IPS Terpadu di SMPN 1 Paseh.3 Tujuan Mengetahui pengaruh membaca terhadap prestasi siswa. .

minat baca sudah mulai ditumbuhkan sejak dini. akan tetapi bukan juga sebuah pekerjaan yang teralalu sulit untuk dilakukan. tidak hanya cukup dengan membeli buku dan membuat perpustakaan. menemukan sumber informasi bukanlah pekerjaan yang sulit. Minat membaca ialah minat yang ditunjukan masyarakat untuk membiasakan diri membaca buku dan media lainnya agar cakrawala pengetahuannya terbuka luas. sesuatu objek atau aktivitas tertentu´. akan tetapi merupakan kondisi psikologis atau mentalitas seseorang.1 Tinjauan Pustaka 2. akan tetapi ironisnya minat baca masyarakat tetap saja rendah. harus melakukan sebuah upaya yang massif dan simultan . Pada zaman informasi seperti yang tengah terjadi sekarang ini. Bahkan bayi yang baru lahir pun dibacakan cerita tau dongeng sebelum tidur untuk mengasah minat baca sejak dini pada bayi tersebut.2. 1989:583) minat berarti kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. Hal ini menunjukkan bahwa rendahnya minat baca bukan hanya diakibatkan oleh ketiadaan sumber informasi semata. Untuk itu membangun kebiasaan membaca harus dimulai dari membangun kepribadian individu. Membangun kebiasaan membaca bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.1.1 Minat membaca Secara bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Moeliono dkk. Sedangkan secara istilah menurut Crow and Crow sebagaimana disebutkan dalam Sulistyono (1992:4). Dalam masyarakat maju. Pasanagan orang tua pun perlu untuk diberikan pengertian minat baca agar dapat memberikan stimulasi sejak dini pada anaknya. dan apabila ingin membangun masyarakat membaca. ³minat merupakan kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian terhadap seseorang.

Dengan mengutip hasil studi dari Vincent Greanary.5). "Education in Indonesia . Secara teoritis ada hubungan yang positif antara minat baca (reading interest) dengan kebiasaan membaca (reading habit) dan kemampuan membaca(reading ability). Itulah yang sedang terjadi pada masyarakat kita sekarang ini. . dan kebiasaan membaca yang rendah ini menjadikan kemampuan membaca rendah. Thailand (65. Artinya. Idealnya setiap surat kabar dikonsumsi sepuluh orang. Di Filipina angkanya 1:30 dan di Sri Lanka angkanya 1:38. World Bank di dalam salah satu laporan pendidikannya. masyarakat kita kalah dibandingkan dengan masyarakat negara berkembang lainnya seperti Filipina dan bahkan dengan masyarakat negara belum maju seperti Sri Lanka. artinya setiap 45 orang mengonsumsi satu surat kabar. dilukiskan siswa-siswa kelas enam SD Indonesia dengan nilai 51. Sesungguhnya minat baca dapat diciptakan sebelum perpustakaan itu ada. Rendahnya minat baca masyarakat menjadikan kebiasaan membaca yang rendah. Singapura (74.0) dan Hongkong (75.From Crisis to Recovery" (1998) melukiskan begitu rendahnya kemampuan membaca anak-anak Indonesia. kemampuan membaca siswa kita memang paling buruk dibandingkan siswa dari negara-negara lainnya. Salah satu indikatornya adalah jumlah surat kabar yang dikonsumsi oleh masyarakat.6). tetapi di Indonesia angkanya 1:45. Kebiasaan membaca pada masyarakat umum juga rendah.1).dalam membangun kepribadian atau budaya masyarakat menjadi masyarakat yang gemar membaca. Artinya dalam soal membaca.7 berada di urutan paling akhir setelah Filipina (52.

Kepala Perpustakaan Nasional. Siswa- . Rachmanata. Faktor . membedakan tiga kebutuhan pokok manusia. dapat diri sendiri atau prestasi orang lain. 2.Indikator lainnya adalah rendahnya pengunjung perpustakaan. dapat disimpulkan bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu usaha yang mendorong seseorang untuk bersaing dengan standar keunggulan.1. di negara maju angkanya mencapai 80 persen. dimana standar keunggulan ini dapat berupa kesempurnaan tugas. 2003:45) pada siswa berdasarkan dimensi instrinsik dan ekstrinsik menunjukkan bahwa hanya siswa yang mempersepsikan dirinya untuk berkompetensi dalam bidang akademis yang mampu mengembangkan motivasi intrinsik. Padahal. 20 persen yang meminjam buku dan kalau diasumsikan kebiasaan membaca itu ada pada mereka yang meminjam buku maka tingkat kebiasaan membaca kita baru 10 s. Dari pengunjung yang ada hanya 10 s. Dady P.d.faktor Motivasi Berprestasi Pada kenyataannya. 20 persen. 2007:236). Ketiga kebutuhan tersebut adalah kebutuhan Motivasi berprestasi.2 Prestasi Mc Clelland (dalam Thoha.d. dalam kegiatan Hari Aksara Nasional (HAN) beberapa waktu lalu menyampaikan informasi mengenai rendahnya pengunjung perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah di seluruh Indonesia. berprestasi yang telah diuaraikan di atas. Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi nampaknya akan memperoleh prestasi yang lebih tinggi. kebutuhan afiliasi dan kebutuhan berkuasa. ada siswa yang motif berprestasinya lebih bersifat intrinsik sedangkan pada orang lain bersifat ekstrinsik hal ini karena adanya: 1) Faktor Individual Penelitian Harter (dalam Hawadi.

pada siswa dengan persepsi diri yang rendah. Jurnal ³Motivasi dalam Pembelajaran´. . Sebaliknya. Individu yang motif berprestasi tinggi akan menampakkan tingkah laku dengan ciri-ciri menyenangkan pekerjaanpekerjaan yang menuntut tangung jawab pribadi. Yang termasuk faktor individual antara lain pengarahan orang tua. untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan. 2) Faktor Situasional Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Ada beberapa ciri yang menjadi indikator orang yang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. 2008. memilih pekerjaan yang resikonya sedang (moderat ). Motivasi dirumuskan sebagai dorongan. Dalam konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk belajar (Pakdesota. lebih menykai tugas-tugas yang mudah dan sangat tergantung pada pengarahan guru. mempunyai dorongan sebagai umpan balik (feed back) tentang perebutannya dan berusaha melakukan sesuatu dengan cara-cara kreatif. Motivasi berprestasi seseorang akan tercermin pada perilaku. baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar siswa.siswa ini lebih menyukai tugas-tugas yang menantang dan selalu berusaha mencari kesempatan untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Selanjutnya Winkel (2004 : 162) mengatakan : ³Prestasi adalah bukti keberhasilan yang telah dicapai.1. prestasi adalah hasil yang telah dicapai atau dilakukan. Belajar adalah suatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan. kecakapan/skill. . Secara singkat belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku yang merupakan hasil dari pengalaman. disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh.3 Prestasi belajar Hasil belajar atau yang disebut prestasi belajar dalam penelitian ini adalah berupa angka-angka tertentu yang tercantum dalam nilai raport.2.

Begitupun dengan siswa. Maka dari itu pengaruh membaca pada prestasi yang di dapat siswa melalui penilaian atau pemahaman akan meningkat juga.3 Hipotesis ³ Minat membaca berpengaruh positif terhadap prestasi siswa di SMPN 1 Paseh ³ . dengan membaca pengetahuan mengenai sesuatu hal serta dengan membaca maka akan memberikan pemahaman yang lebih baik lagi apabila dibandingkan dengan pemahaman orang yang tidak membaca. Denagn pemahaman yang lebih baik. saya membuat kerangka penelitian sebagai berikut: Minat membaca (X) Prestasi (Y) 2.2 Kerangka penelitian Membaca merupakan kegiatan yang memiliki banyak manfaat positif. siswa akan mampu lebih memahami isi materi apabila siswa tersebut membaca kembali materi pelajaran atau sebelum pelajaran dimulai siswa sudah terlebih membaca isi materi yang akan diberikan. Dengan demikian.2. maka siswa tentunya akan dapat menjawab atau mengerjakan tugas-tugas dari guru dengan lebih baik juga.

Metode yang dipilih dan yang digunakan harus sesuai dengan jenis.1 Populasi Peneletian Populasi penelitian adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto. Metode Penelitian Metode dalam sebuah penelitian adalah sesuatu yang tidak boleh diabaikan. Nasir menjelaskan bahwa sampel adalah kumpulan dari unit sampling (Nasir.3 Teknik Pengumpulan Data . Populasi adalah semua individu untuk siapa kenyataan-kenyataan yang diperoleh itu hendak digenerasikan (Sutrisno Hadi. 1986:70). Majalaya. Ketetapan penggunaan metode akan turut serta menetukan keberhasilan penelitian yang dilakukan. obyek dan tujuan penelitian. 1983. 1998:115). Melengkapi pengertian tersebut Moh. melalui metode penelitian ini akan diperoleh data yang lengkap dan tepat. 3. Pengambilan sampel harus benar-benar mewakili populasi yang ada.2 Sample Penelitian Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto.3. 1998:117). Itulah sebabnya pengambilan sampel dari populasi memerlukan teknik tersendiri sehingga sampel yang diambil dapat mewakili populasi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMP Negeri 1 Paseh. karena syarat utama agar dapat ditarik suatu generalisasi adalah bahwa sampel yang diambil dalam penelitian harus menjadi cermin populasi. 3.328). Suatu penelitian harus menggunakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai. 3. Sedangkan menurut Sudjana (1996:6) sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi.

1 Dokumentasi Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. surat kabar. dan sebagainya (Suharsimi Arikunto. suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai kevalitan yang tinggi. transkrip. Nilai yang diambil dalam penelitian ini adalah jumlah nilai yang berasal dari hasil belajar. legger. Penulis menyediakan empat alternative jawaban. 3. agenda.3. Metode dokumentasi digunakan untuk mengungkapkan data nilai prestasi belajar siswa. 1998:135). dengan alasan empat jawaban tersebut telah mewakili dari jawaban dari responden.2 Kuesioner Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh data atau informasi dari responden dalam arti tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto. raport. . 1998:128).3. majalah. 3. dan sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti mempunyai validitas yang rendah (Suharsimi Arikunto.4 Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalitan atau kesahihan suatu instrumen. Bentuk kuesioner yang dipakai dalam penelitian ini adalah tertutup yaitu kuesioner yang telah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal mamilih jawaban yang telah disediakan. Metode ini digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa membaca perpustakaan sekolah. buku. 1998:144).3. prasasti.

Validitas internal adalah validitas yang dicapai apabila terdapat kesesuaian antara bagian-bagian instrumen secara keseluruhan (Suharsini Arikunto.Dalam penelitian ini validitas yang digunakan adalah validitas internal. jadi dapat diandalkan (Suharsimi Arikunto. 3. Reliabilitas menunjukkan pada tingkat keterandalan sesuatu. 1998:147). 1998:154). .5 Uji Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik. Reliabel artinya dapat dipercaya.

Majalaya) Proposal Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Pendidikan Ekonomi Oleh Chrisantia Dian Ratnasari 0804586 PRODI PENDIDIKAN EKONOMI DAN KOPERASI .Pengaruh Minat Membaca Terhadap Prestasi Siswa (Studi Survey Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMPN 1 Paseh.

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful