KELAINAN KROMOSOM Oleh: E.

Suryadi Fakultas kedokteran UGM Penyakit kromosom disebabkan oleh kelainan kromosom, baik yang terjadi pada autosom maupun pada kromosom kelamin. Kelainan kromosom sering juga disebut aberasi kromosom. Pada dasarnya kelainan kromosom dapat berupa kelainan jumlah kromosom dan kelainan strukstur kromosom. Kelainan kromosom akan menyebabkan gangguan sejak dari fertilisasi sampai periode setelah lahir. Jadi gangguan yang ditimbulkan bisa terjadi pada saat fertilisasi, implantasi, perkembangan embrio, perkembangan fetus, gangguan pada masa bayi, gangguan pada masa kanak-kanak, bahkan juga pada masa dewasa dan tua. Dengan demikian gangguan tadi dapat berupa abortus sangat awal, abortus awal, lahir mati dengan kecacatan, serta lahir cacat. Kecacatan dapat berupa kecacatan fisik maunpun mental. Berat ringannya kelainan tentu saja tergantung dari berat ringannya kelainan kromosom. KELAINAN JUMLAH KROMOSOM Kelainan jumlah kromosom dapat berupa: a. Trisomi Trisomi berarti bahwa terdapat kelebihan satu kromosom. Kalau kariotip normal terdiri atas 46 kromosom atau 23 pasang kromosom, maka kariotip penderita trisomi terdiri atas 47 kromosom. Contoh trisomi autosom yang terkenal adalah trisomi 13, trisomi 18, dan trisomi 21; sedangkan trisomi kromosom kelamin yang terkenal adalah sindroma Klinefelter atau sindroma 47, XXY, wanita 47,XXX, dan pria 47,XYY. Trisomi biasanya terjadi karena kegagalan pemisahan kromosom yang disebut nondisjungsi. Karena terdapat kelebihan satu kromosom, maka juga terdapat kelebihan gen-gen yang terdapat pada kromosom tersebut. Kelebihan gen-gen atau bahan genetik ini akan menyebabkan gangguan. Monosomi Monosomi adalah hilangnya satu kromosom, sehingga jumlah kromosom bukan 46 tetapi 45. Monosomi autosom secara penuh (kehilangan satu kromosom utuh) mungkin belum pernah ditemukan karena hasil fertilisasi yang mengalami monosomi mungkin bersifat letal (menyebabkan kematian). Sebaliknya terdapat monosomi kromosom kelamin yang terkenal yaitu sindroma Turner yang mempunyai konstitusi kromosom 45,X. Triploidi

b.

c.

Keadaan ini diperkirakan terjadi karena sel telur mengandung 46 kromosom dibuahi oleh spermatozoon normal dengan 23 kromosom (digini). Akibat delesi ganda ini adalah e. Makin besar proporsi sel-sel yang mempunyai konstitusi kromosom 47. tetapi 69. yaitu delesi pada kedua kromosom. XXY/46. sehingga jumlah kromosomnya bukan 46. Delesi dapat sangat kecil sehingga luput dari deteksi saat pemeriksaan kromosom. atau sel telur normal dengan 23 kromosom dibuahi oleh dua spermatozoon normal (diandri). Delesi dapat terminal (kehilangan segmen kromosom bagian ujung) atau dapat interstisial (kehilangan segmen kromosom bagian tertentu). Mosaik Mosaik adalah adanya dua atau lebih populasi sel yang berbed pada satu individu. b. Kromosom bentuk cincin Kromosom bentuk cincin ini terjadi karena adanya delesi ganda. Mosaik terjadi karena adanya gangguan setelah fertilisasi. Berat ringannya kelainan klinik juga tergantung dari besar kecilnya segmen kromosom yang hilang serta fungsi gen-gen yang hilang tadi. XXY makin berat kelainannya. Delesi Delesi atau defisiensi adalah hilangnya segmen kromosom sebagai akibat patahnya kromosom tadi. Adanya lebih dari satu embrio dalam kandungan dapat terjadi perpindahan (pertukaran) selsel dari satu embrio ke embrio yang lain. Satu kelompok sel mempunyai kromosom normal. misalnya hilangnya segmen kromosom. d.Triploidi adalah adanya tiga perangkat (3n) kromosom. tetapi dapat pula cukup besar sehingga mudah diketahui. Kelainan struktur kromosom dapat berupa: a. Disamping triploidi ada juga tetraploidi (96 kromosom atau 4n). XY. Khimera Khimera adalah keadaan dimana organisme atau individu mempunyai sel-sel yang bersal dari dua zigot atau lebih. . Pria demikian adalah penderita sindroma Klinefelter. KELAINAN STRUKTUR KROMOSOM Kelainan struktur kromosom terjadi karena patahnya kromosom pada tempat-tempat tertentu yang disertai dengan kejadian yang lain yang menimpa patahan (segmen) kromosom tadi. Keadaan demikian terjadi pada awal masa embrio. atau penempelan kembali segmen kromosom tetapi dengan letak yang berbeda dengan letak aslinya. berpindahnya segmen kromosom. Sebagai contoh adalah pria 47. sedangkan kelompok yang lain abnormal.

PENULISAN KELAINAN KROMOSOM . Isokkromosom Isokromosom adalah kromosom yang kedua lengannya sama panjang. kemudian diikuti bersatunya kedua sentromer dari kedua kromosom tadi.2. yaitu: e. Karena pertukaran ini bersifat resiprokal. e. Translokasi sederhana: yang berupa pindahnya segmen terminal kromosom ke ujung kromosom yang lain. dimana salah satu kromosomnya terbentuk dari dua lengan q dari kedua kromosom akrosentrik. e. Insersi: ialah masuknya segmen kromosom ke daerah interkular atau interstisial (atau bagian tengah) kromosom yang sama atau kromosom yang lain. e. e. maka jumlah total kromosom tidak berubah. Translokasi resiprokal: ialah saling tertukarnya segmen terminal antara dua kromosom non homolog. f.1. sehingga salah satu anggota pasangan kromatid mendapatkan material genetic yang berlebih. d. yaitu bahwa kedua lengannya adalah lengan p atau keduanya adalah lengan q.tidak stabilnya kromosom. Inversi Inversi adalah terbaliknya urutan gen-gen dalam kromosom pada segmen tertentu. tetapi terdapat delesi lengan yang lain. dengan demikian juga terjadi kelebihan gen-gen yang dikandungnya. sehingga kedua ujung tadi bersatu dan membentuk cincin.4. Keadaan demikian terjadi misalnya karena pindah silang (crossing over) yang tidak seimbang.3. c. Translokasi Translokasi adalah berpindahnya segmen kromosom ke kromosom yang lain. Duplikasi Duplikasi adalah kelebihan segmen kromosom. Fusi sentrum atau traslokasi Robertson yang terjadi diantara dua kromosom akrosentrik. Inversi terjadi karena patahnya kromosom yang diikuti dengan penempelan kembali segmen kromosoom yang patah tadi tetapi dengan letak yang terbalik. Dengan demikian isokromosom adalah duplikasi salah satu lengan. Perubahan letak gen-gen ini dapat memberikan efek buruk. misalnya efek posisi yang menyebabkan gangguan interaksi antar gen. Isokromosom terjadi karena adanya pembelahan kromosom yang transversial (secara normal kromosom membelah secara longitudinal). Kedua kromosom akrosentrik tadi kehilangan lengan p-nya. Dengan demikian jumlah kromosomnya menjadi 45. Ada dua macam traslokasi.

Inversi perisentrik 46.X.XXX Mosaik tiga populasi sel 69.dic(Y)(q12) atau 46.XX/47.XXY Sindroma Klinefelter 45.XX. Isokromosom 46. pita 1 lengan panjang).del(1)(pter  q21 : : q31  qter) (Delesi interstisial antara regio 2. pita lengan pendek dan regio 3.dic(Y)(pter  q12 : : q12  pter) .+21 Trisomi 21 pada wanita 47.+13 Trisomi 13 pada pria 47. a. Kromosom normal mempunyai rumus 46.i(Xq) atau 46.r(2)(p21q31) (Cincin kromosom 2 akibat patahan pada regio 2.del(1)(q21q31) atau 46. Kromosom disentrik 46. Kelainan struktur Delesi terminal 46.XY.X Mosaik dua populasi.XY.X.i(X)(qter  cen  qter) (Isokromosom untuk lengan panjang kromosom X).XY/45.XY. sindroma Turner 45.XX.X Sindroma Turner 46. Delesi interstisial 46.XX untuk wanita dan 46.del(1)(pter  q21 :) (Delesi terminal kromosom nomor 1 dengan titik patah pada regio 2.XX.Penulisan kelainan kromosom juga didasarkan kepada Tata Nama Paris yang ditetapkan pada kongresnya di tahun 1971. Kromosom cincin 46. Kelainan jumlah kromosom Rumus kromosom Nama Kelainan 47.X.del(1)(q21) atau 46.XXY Triploidi b.X/46. lengan panjang). pita 1. Di bawah ini diberikan beberapa contoh penulisan rumus kromosom pada kelainan jumlah dan kelainan struktur kromosom.XY.inv(2)(p21q31) atau 46.inv(2)(pter  p21 : : q31  p21 : : q31  qter) (Inversi pada kromosom 2 antara dua titik patah regio 2. pita 1 lengan pendek dan regio 3.X. pita 1 dan regio 3 pita 1 pada lengan panjang kromosom 1).XY untuk pria.XX. pita 1 lengan panjang).XX.

45. Pentingnya peran penyakit kromosom dapat dilihat dari beberapa fakta yang tersebut di bawah ini. pita 2). Traslokasi Robertson 45.t(2:5)(2pter  2q21 : : 5q31  5qter: : 2q21 2qter) (Traslokasi resiprokal antara kromosom 2 dengan kromosom 5.XY.(Patah dan penyambungan kembali pada lengan panjang regio 1.XY. pita 2 dan regio 3. pita 1 lengan panjang kromosom 2 dan regio 3. Titik patah dekat sentromer pada lengan pendek kromosom 13 dan pada lengan panjang kromosom 14).t(3q-:2p+) : translokasi resiprokal antara fragmen pada lengan panjang kromosom 3 dengan fragmen pada lengan pendek kromosom 2.XY.t(13:14)(13qter  13p11 :: 14q11  14qter) (Fusi sentrum seimbang antara kromosom 13 dan 14.XY.t(DqDq) : traslokasi Robertson atau fusisentrum antara dua kromosom D. dua “sister chromatides” kromosom Y).XX.18p: delesi lengan pendek kromosom nomor 18 46. 46. regio 1 suatu fragmen yang berasal dari lengan panjang kromosom 2 dan dibatasi oleh patahan pada regio 2.XY.ins(5:2)(p14:q22q31) atau 46.XX. pita 1.t(13:14)(p11:q11) atau 45. lebih-lebih dengan makin majunya identifikasi kromosom.XY.Bq+ : adanya tambahan fragmen kromosom pada lengan panjang kromosom B. 46. . Insersi 46. Kalau dipergunakan pewarnaan standard (tanpa pemitaan) maka kelainan struktur dapat ditulis lebih sederhana. Traslokasi resiprokal 46.XX.9gh+ : penambahan panjang kontriksi sekunder kromosom 9. pita 2. lengan panjang kromosom 5). misalnya: 46.XX.XX. sehingga kelainan-kelainan yang dahulu belum diketahui penyebabnya dan mempunyai pola pewarisan yang membingungkan ternyata merupakan penyakit kromosom.t(2:5)(q21:q31) atau 46. titik patahnya pada regio 2. 46.XX. FREKUENSI PENYAKIT KROMOSOM Peran penyakit kromosom dalam kedokteran menjadi semakin penting.Ds+ : adanya satelit besar pada kromosom D.ins(5:2)(5pter  5p14 ::2q322q22::5p145pter:2q22::2q322qter) (Insersi langsung lengan pendek kromosom 5 pada pita 4.

Kelebihan autosom terjadi pada kira-kira 0. maka 0. Diantara anak perempuan. dan sebagian besar karena adanya kelebihan satu kromosom X. maka 0. Sebanyak 0.11 persen menderita kelainan gonosom (kromosom seks).12 persen neonatus. Mengenai asal-usul kelainan kromosom yang disebutkan diatas.Satu diantara dua ratus kelahiran (atau sebesar 0.57 persen kelahiran) menderita kelainan kromosom yang nyata. .28 persen menderita kelainan gonosom (kromosom seks). dan yang paling banyak adalah trisomi 21 (sindroma Down). Diantara anak laki-laki. ternyata kira-kira 25 persen kasus terjadi secara denovo akibat mutasi baru dan 75 persen adalah dari pewarisan baik ibu atau ayah. baik berupa kelainan jumlah kromosom maupun kelainan struktur kromosom.24 persen neonatus menderita kelainan struktur kromosom. Separo dari kasus tersebut menderita kelebihan kromosom Y dan separonya lagi karena kelebihan kromosom X.