P. 1
Pengertian Hukum Islam

Pengertian Hukum Islam

|Views: 200|Likes:
Published by cyberpc124

More info:

Published by: cyberpc124 on Aug 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2015

pdf

text

original

Pendahuluan

Assalamualaikum wr wb Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Yaitu rahmat bagi seluruh alam semesta, yang mengatur seluruh aspek kehidupan, khususnya manusia agar mencapai keteraturan, keadilan, kesejahteraan dan kebahagiaan selama hidup di dunia tanpa melupakan dan memisahkan kehidupan dunia dengan ajaran-ajaran agama yang diberikan Allah SWT melalui Rosul-nya (fashludin anil hayati). Allah SWT yang menciptakan alam semesta ini dengan isinya termasuk manusia dengan akal pikiran yang dimilikinya, dan Allah SWT maka mengetahui kemampuan hambanya, dan pada dasarnya manusia adalah makhluk yang dhoif (lemah). Maka harus ada suatu aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia selama ia hidup di dunia ini agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat kelak. Aturan itu berasal langsung dari Allah SWT melalui Al-quran dan Sunah Rosulullah SAW. Keadaan aman, nyaman, adil dan sejahtera yang dikehendaki manusia akan benar-benar terwujud seperti yang terjadi saat zaman Rosulullah SAW dan berkelanjutan selama kurang lebih 14 abad sampai Daulah Khilafah Islamiah (sistem pemerintah islam) yang berakhir di Turki Ustmaniah. Karena saat itu mereka mengadopsi dan mengambil ajaran berdasarkan aturan yang diberikan Allah SWT bukan aturan yang berasal dari pemikiran manusia yang penuh dengan muatan kepentingan. Bisa kita bayangkan bila kehidupan ini tidak ada aturan atau ada peraturan yang dibuat segelintir orang yang mempunyai kekuasaan dan kepentingan dan berlakunya bagi kaum lemah sebagai objek kepentingannya sehingga terjadilah sekulerisme, kapitalisme dan aturanaturan yang semuanya merugikan manusia dan membuat kekacauan dalam kehidupan ini dan melupakan manusia kepada hakekat penciptaannya dan

juga siapa Tuhannya. Semua hal tersebut dapt terjadi jika manusia tidak mengambil dan mengadopsi hukum yang langsung diberikan Allah SWT atau yang lebih dikenal dengan nama Syariat Islam. Oleh karena itu kami akan mencoba menjelaskan darimana dan untuk apa hukum islam itu, dan juga bertujuan agar nantinya kita dapat membandingkan mana yang lebih baik dan benar antara hukum yang dibuat oleh manusia dengan hukum yang langsung diberikan Allah SWT. Wallahu a’lam bi ash-sha wab Wassalamu alaikum wr wb

1. Pengertian hukum islam
Hukum islam adalah hukum yang bersumber dan menjadi bagian agama islam.Jika berbicara tentang hukum,yang terlintas dari pemikiran adalah peraturan-peraturan atau seperangkat norma yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu masyarakat baik peraturan atau norma yang hidup dalam masyarakat maupun peraturan atau norma yang dibuat dengan cara tertentu dan ditegakan oleh penguasa. Dalam konsepsi hukum islam,dasar dan kerangka hukum ditetapkan oleh Allah.Yang diatur tidak hanya hubungan manusia lain dalm masyarakat termasuk dirinya sendiri dan benda serta alam semesta,tetapi juga hubungan manusia dengan Tuhan. A. Ruang lingkup hukum islam Dalam hukum Islam yang disebutkan hanyalah bagian-bagiannya saja yakni : Hukum perdata 1. Munakahat 2. Wirasah : mengatur tentang perkawinan. : mengatur tentang waris

3. Mu’amalat dalam arti khusus : mengatur harta benda Hukum publik 1. Jinayat : hukuman. 2. al-ahkam al-sulthaniyah 3. Siyar negara lain 4. Mukhassamat : Mengatur soal peradilan : Mengatur pemerintahan : Mengatur hubungan dengan pemeluk agama dan Mengatur perbuatan yang diancam dengan

2. Tujuan hukum islam
Secara umum tujuan hukum islam adalah kebahagiaan hidup manusia di duni dan di akhirat kelak,dengan jalan mengambil segala sesuatu yang bermanfaat dan mencegah atau menolak yang mudarat yaitu yang tidak berguna bagi hidup dan kehidupan. Menurut Abu Ishak al-Shatibi tujuan hukum islam adalah memelihara 1. Agama 2. Jiwa 3. akal 4. Keturunan 5. Harta Menurut Juhay S. Praja tujuan hukum islam yang dirumuskan oleh Abu Ishak al-Shatibi dapat dilihat dari dua segi yakni: 1. Segi pembuatan hukum islam yaitu Allah dan Rasul-Nya 2. Dari segi manusia yang menjadi pelaku dan pelaksana hukum islam itu.

3. Sumber-sumber hukum islam
Sumber hukum islam yang pertama adalah Al-Qur’an.Al-Qur’an adalah kumpulan wahyu Allah swt yang disampaikan kepada umat dengan perantara nabi Muhammad saw. Jika suatu nash hukum tidak didapati di dalam Al-Qur’an atau sunah barulah dipergunakan ijma’ yaitu pendapat para ulama-ulama atau ijtihad, pendapat seorang ulama atau dengan qiyas, membandingkan sesuatu dengan yang sudah pasti hukumnya. Sebagai contoh terlihat dalam suatu hadis Rawahul Abu Daud sebagai berikut:

Nabi Muhammad saw.sewaktu akan mengutus seorang sahabat bernama Muaz bin Jabbal ke Yaman untuk menjadi Hakim dan Gubernur di sana, maka sebelum berangkat nabi bertanya kepada Muaz sebagai berikut: Rasul : Dengan apa nanti engkau menghukum disana? Muaz : Dengan ayat-ayat Al-Qur’an! Rasul : Kalau soal itu tidak ada dalam Al-Qur’an,bagaimana? Muaz : Dengan sunah rasul! Rasul : Kalau tidak juga dijumpai dalam sunahku, bagaimana? Muaz : Saya menghukum dengan berijtihad. Rasul : Demikianlah yang dikehendaki tuhan dalam agama ini. A. AL-qur’an sebagai sumber hukum Al-qur’an berasal dari kata qura’a, artinya: telah membaca, Alqur’an adalah kumpulan wahyu (kata-kata) Tuhan yang disampaikan kepada Muhammad SAW. Dengan perantara malaikat jibril selama Muhammad jadi rasul. Al-qur’an terdiri dari 30 jus, 114 surah, 6.236 ayat dan 324.345 huruf.Hal ini berdasarkan A-qur’an terjemahan departemen agama. Menurut turunnya,wahyu dapat dibagi dua bagian,yaitu: a. Wahyu (surah) yang turun di Mekkah disebut Makkiyah : Pada umunya berisi soal-soal kepercayaan, misalnya: ketuhanan, hubungan manusia dengan tuhan (hablumminallah). b. Wahyu (surah) yang turun di Madinah disebut Madaniyah: Pada umumnya berisi soal-soal mengatur perhubungan sesama manusia yang berisi hukum-hukum dan syariat- syariat, akhlak dan lain-lain, hubungan manusia dengan hewan , tumbuhtumbuhan, udara, air dan sebagainya disebut hablum minannas.

1. Pendapat beberapa orang orientalis barat tentang Al-qur’an. 1. J.W. Goethe 1749-1832 Seorang filosof jerman,Al-qur’an ini akan berjalan terus mendahului setiap zaman dan sangat berpengaruh . 2. Prof. Ludofkreh, seorang biografer jerman. Katanya: Al-qur’an itu memberi peraturan yang lengkap tentang susunan agama dan peradaban manusia dan hukum.Al-qur’an itu juga berisi tentang pendidikan yang dapat mengatur kehidupan orang banyak, berisi soal-soal pemerintahan dan keadilan, organisasi militer, hukum perang, sosial, fakir miskin, hukum perburuhan. Semua ini berkisar kepada kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. 3. Prof.G.Margliouth. Antara lain beliau berkata: Al-qur,an itu menempati kedudukan yang penting didalam golongan agama-agama yang besar didunia. Al-qur’an membawa peradaban yang belum pernah dihasilkan oleh yang lain, peradaban yang tinggi dan perubahan hidup manusia, Al-qur’an yang menggerakan bangsa arab dari yang gelap gulita menjadi suatu bangsa yang gagah berani. Alqur’anlah yang membawa islam kepada suatu bangsa yang maju dan beradab. Ia membawa ke dunia ahli kitab falsafah, dunia yahudi dan kristen dalam abad pertengahan. Kemajuan islam ini yang walaupun masa ini agak berhenti telah meletakan dasar kemajuan pelajaran barat.Al-qur’an menunjukan kepada pelajaranArab hikmah pengetahuan sehingga islamlah yang

membangkit dan menambah filsafat, matematika, ilmu bintang dan ilmu-ilmuYunani dan melemparkannya ke Eropa sebagai dasar pengetahuan. 4. Suatu keputusan diambil dalam suatu seminar Week of Islamic Law 1951 di Paris, yang dipimpin oleh Prof.Milliot dari

universitas Paris dan dimasukan oleh UNESCO no.code 5606.01 Islamic Law, mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengagumkan dan tidak diragukan keasliannya. 2. Pokok-pokok isi Al-qur’an Al-qur’an mengandung persoalan-persoalan pokok : a. Rukun iman (percaya pada Allah,rasulrasul,malaikat,kitab Allah,hari kiamat,dan percaya pada qadha dan qodar) yaitu hal-hal yang tetap berlaku sesuatu yang telah mempunyai aturan tertentu. b. Rukun islam (syahadt,solat,puasa,zakat fitrh,haji dan umrah) c. Munakahat (perkawinan),Muamalt (hukum pergaulan dalam masyarakat atau huku private),Jinayat (hukum pidana), Aqdiyah (hukum mengenai (hukum mendirikan mengenai pengadilan).Khalifah

pemerintahan),Ath’imah (makanan dan minuman) ,jihad (hukum peperangan),dan pada umunya Al-qur’an itu dibagi dua: ibadat dan muamalat (hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia). B. Sunah atau hadis Rasulullah SAW Maksud sunah atau hadis dalam fiqh : Himpunan ucapanucapan,perbuatan-perbuatan dan hal-hal yang didiamkan Rasulullah SAW ., yang dapat dibagi dalam 3 macam yaitu : perkataan (qaul),perbuatan (fiil) dan hal-hal yang didiamkan (taqrir atau sukut) Nabi Muhammad SAW. Semasa nabi hidup sunah dan hadis tidak dicatat hanya dihafal oleh para sahabat nabi.tetapi ketika para sahabat nabi yang hafal hadis banyak yang meninggal dunia maka timbullah hasrat untuk menuliskan sunah

nabi,tetapi ternyata timbul kesulitan besar karena orang tidak bisa membedakan hadis benar dan hadis palsu.Maka timbullahusaha-usaha untuk mengadakan penyaringan-penyaringan sunah nabi sebagai berikut: 1. Perawi patuh mengerjakan perintah dan larangan agama. 2. Orangnya harus betul-betul jujur 3. Orangnya adil dan bijaksana 4. Ingatannya harus kuat(hafiz) 5. Isnad atau sanadnyatidak terputus atau bersambung (isnadnya bersambung) 6. Orangnya hidup dalam lingkungan baik-baik Hadis tersebut tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan hadis lain. Ketujuh syarat tersebut harus dipenuhi oleh penyusun hadis. 1. Hadis ditinjau dari sudut penyusun-penyusun hadis (ahli hadis) Penyusun hadis disebut ahli hadis atau syekh,ahli hadis yang terkenal ialah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mjah. Hadisnya disebut sunan Ibnu majah. Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al Abul Hasan Muslim sahih Muslim Abu Isa Muhammad Ibnu Isa Atturmudzi Abu Daud Sulaiman Ibnu ’I Asy’as Abu Abdirrahman Ahmad Ibnu Syu’aib Abu Abdillah Muhammad Ibnu Jazid Ibnu dengan syarat-syarat

Bukhari

Annasai

Keenam kitab hadis tersebut dinamai Al Kutubussitah (kitab yang enam).

4. Fungsi hukum Islam dalam kehidupan masyarakat
Pada dasarnya hukum Islam, mempunyai fungsi yang amat kompleks, karena hukum Islam mengatur seluruh bidang kehidupan manusia. Berikut ini adalah sebagian dari fungsi hukum Islam dalam kehidupan masyarakat. : 1. Penjagaan terhadap akal. Dalam Islam keberadaan akal manusia harus digunakan untuk meningkatkan keimanan terhadap Allah SWT. Berkaitan dengan ini maka untuk memelihara akal ditetapkan hukuman bagi peminum khamr dan penyalahgunaan narkotika. 2. Penjagaan terhadap jiwa dan nyawa manusia. Dalam Islam masalah jiwa bukanlah masalah yang sepele, dan adanya pelanggaran terhadap masalah ini akan dikenai sanksi yang berat sehingga ditetapkannya adanya hukum qishash bagi pelaku pembunuhan, sebagaimana firman Allah : “dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah jahanam dan ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya dan mengutuknya serta menyediakan azab yang pedih bagi dirinya.”(Q S An Nisa :93). 3. Penjagaan keamanan dan ketentraman kehidupan manusia. Islam mengharamkan penguasa menganiaya rakyat begitu pula Islam mengharamkan orang kuat menganiaya yang lemah. Imam Muslim pernah meriwayatkan ari Hisyam bin Hakim yang mengatakan : “aku bersumpah telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah akan menyika orang – orang yang menyiksa orang lain di dunia.”

4. Penjagaan terhadap harta kekayaan manusia. sesungguhnya Islam mempunyai sistem distribusi harta yang adil, yang mencegah kesenjangan sosial dan memungkinkan pemerataan sosial-ekonomi secara alami, sebagaimana firman Allah : “ apa saja harta rampasan yang diberikan Allah kepada Rasulnya (yang berasal) dari penduduk negeri – negeri, maka itu adalah bagi Allah, bagi rasulnya, kaum kerabat, anak – anak yatim, orang – orang miskin, dan orang – orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar diantara orang – orang kaya diantara kamu. 5. Menjaga dan memelihara kehormatan dan kesusilaan setiap anggota masyarakat sehingga ditetapkan adanya hukum bagi pezina dan qadzaf. 6. Menjaga stabilitas politik negara dengan ditetapkannya hukum bughat. 7. Memelihara agama, sehingga adanya hukum bagi orang yang keluar dari Islam. Demikianlah diantara fungsi hukum Islam yang mrupakan solusi terbaik dalam kehidupan masyarakat. Sesungguhnya masih banyak lagi fungsi – fungsi yang lain yang akan menghantarkan manusia pada puncak kesejahteraan dan ketinggian peradaban sebagaimana yang telah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat serta pengikutnya yang setia.

5. Peran Ummat Islam Dalam Perumusan Sistem Hukum Nasional.
Dalam negara Republik Indonesia dikenal suatu sistem hukum. Pancasila dalam sistem hukum tersebut diakui sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia dan pembukaan UUD 1945 sebagai tertib hukum

tertinggi. Jadi, apa peran ummat Islam dalam perumusan sistem hukum nasional ? Bila kita perhatikan dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945 serta seluruh undang-undang yang sekarang berlaku, maka kita akan mengetahui besarnya peranan ummat Islam dalam merumuskan hal-hal tersebut, misalnya dalam merumuskan pembukaan UUD 1945, yang awalnya bernama Piagam Jakarta kemudian diubah menjadi pembukaan UUD 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang pertama. Dalam sidang tersebut sebagian besar yang hadir adalah ummat Islam. Hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya persetujuan antara golongan Islam dengan golongan kebangsaan yang disepakati dalam rapat BPUPKI kedua pada tanggal 10 Juli 1945. Piagam Jakarta setelah berubah dikenal dengan sebutan Pancasila. Jika dalam merumuskan sistem hukum nasional, peranan ummat Islam sangatlah besar, bahkan sampai sekarang peranan itu masih terus dijalankan, misalnya melalui ummat Islam yang terpilih menjadi anggota DPRRI, DPRD, DPD serta MPR yang menyusun dan menetapkan undangundang yang baru, bahkan mengamandemen UUD 1945.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->