http://www.fajarharapan.org/index.

php/karyailmiah/karya-ilmiah-guru/30-penggunaan-balonsebagai-media-pembelajaran-untuk-meningkatkanpemahaman-siswa-tentang-konsep-bentuk-molekulpada-mata-pelajaran-kimia-kelas-xi-ia3-di-smanegeri-10-fajar-harapan-banda-aceh-

PENGGUNAAN BALON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP BENTUK MOLEKUL PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI IA3 DI SMA NEGERI 10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH
ABSTRAK Oleh : Sri Mulyani dan Rian Verdina Bentuk molekul merupakan salah satu materi yang pelajaran kimia pada kelas XI SMA semester ganjil. Materi tersebut bersifat abstrak sehingga sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu guru perlu mencari suatu media yang dapat merubah hal yang bersifat abstrak menjadi lebih konkrit/nyata sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa. Untuk menyajikan materi tersebut maka dipilihlah suatu model pembelajaran secara Cooperative learning yang berwawasan konstruktivisme. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman siswa kelas XI-IA3 dan menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah mengatasi kesulitan siswa dalam memahami materi bentuk molekulserta dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Selain itu juga dapat meningkatkan kreativitas guru dalam memilih media dan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan tiap siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Lokasi penelitian dilakukan di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang berjumlah 22 orang siswa. Pada siklus pertama terdapat hambatan dalam kegiatan siswa dalam merangkai balon, namun pada siklus kedua siswa tampak lebih rileks dan terampil. Hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus pertama adalah 69 % dan siklus kedua 91%.

Latar Belakang Sebagian besar aspek yang dibahas dalam ilmu kimia adalah konsep teoritis dan bersifat abstrak atau invisible serta informatif. Standar Kompetensi : Memahami struktur atom untuk meramalkan sifatsifat periodik unsur. bentuk molekul. Oleh karena itu ingin diketahui bagaimanakah pengaruh penggunaan balon sebagai media pembelajaran terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk molekul di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. PENDAHULUAN • o 1. Salah satu contoh aspek kimia tersebut terdapat dalam pengembangan silabus mata pelajaran kimia kelas XI IPA semester ganjil yang meliputi : a. Selama ini alat peraga yang ada di sekolah hanya bisa digunakan untuk molekulmolekul tertentu. b. Untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat menggambarkan bentuk molekul secara keseluruhan. struktur molekul. konsep ini agak sulit dipahami siswa karena bersifat abstrak. . Untuk dapat menanamkan konsep ini dibutuhkan model pembelajaran yang bersifat lebih nyata/konkrit. Kompetensi Dasar : Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul. dan media balon • o A. dan sifat – sifat senyawa. Kata Kunci : Pemahaman siswa. Dari hasil pengamatan. Indikator : • • Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori pasangan elektron • Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi Konsep bentuk molekul harus dipelajari siswa untuk dapat memahami tentang gaya antar molekul yang mempengaruhi sifat fisik suatu molekul. Dengan menggunakan media balon diharapkan guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman tentang konsep bentuk molekul pada mata pelajaran kimia kelas XI di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh. c. sehingga sulit bagi siswa untuk memahami ataupun meramalkan bentuk-bentuk molekul.Penggunaan balon sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bentuk molekul pada mata pelajaran kimia kelas XI IA3 di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh.

bentuk T. trigonal piramida. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Proses pembelajaran dilakukan dengan cara berkelompok. Metoda pembelajaran yang digunakan adalah metoda ceramah atau diskusi informasi. • o  1. seperti linier. . Cara Pemecahan Masalah Untuk memecahkan masalah tersebut. tetrahedral. Pada tahap evaluasi. dan lain-lain. Pada akhir setiap siklus dilakukan evaluasi. Masalah Dari uraian latar belakang masalah di atas. Dengan penggunaan alat peraga berupa balon diharapkan dapat membantu siswa memahami istilah-istilah bentuk suatu molekul.1. Langkah-langkah pembelajaran meliputi sebagai berikut: 1. Penggunaan alat peraga dipilih karena pada dasarnya siswa kesulitan membayangkan dan mengapresiasikan suatu bentuk molekul yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata. maka dalam pembelajaran kimia pada konsep bentuk molekul harus menggunakan alat peraga. trigonal bipiramida. trigonal planar. sedangkan media pembelajaran menggunakan alat peraga balon. Guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. setiap kelompok terdiri atas 4 orang. dapat dirumuskan suatu masalah yaitu : Apakah dengan menggunakan balon sebagai media pembelajaran pada materi bentuk molekul dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga hasil belajar siswa lebih meningkat? 1. 3. Kesulitan siswa semakin tinggi ketika mereka harus menghubungkan rumus-rumus penentuan bentuk suatu molekul kemudian menggambarkannya. 2. tetrahedral terdistorsi. angular. siswa mengerjakan soal tes akhir yang berfungsi untuk mengukur sejauh mana siswa memahami konsep yang diberikan. Siklus pertama menjelaskan teori domain elektron. Siklus kedua menjelaskan teori hibridisasi. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari hasil penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas XI-IA3 SMAN 10 Fajar Harapan Tahun Pelajaran 2009/2010 tentang konsep bentuk molekul sehingga meningkat pula hasil belajarnya.

Sedangkan fungsi alat-alat peraga sebagai sarana pembelajaran agar proses belajar dapat berlangsung secara efektif. Membuat suasana interaksi guru dengan siswa atau antar siswa berada dalam suasana yang menyenangkan. 3. Prinsip kerja balon sebagai alat bantu pemahaman bentuk suatu molekul adalah bulatan-bulatan balon yang berwarna-warni bertindak sebagai atom. lebih terarah untuk mencapai tujuan pelajaran.Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman terhadap konsep teoritis yang bersifat abstrak dan informatif melalui alat peraga. S. Banyaknya sarana belajar yang tersedia di sekolah. Membangkitkan minat siswa untuk melakukan aktivitas. . Fungsi alat peraga dalam penelitian ini adalah untuk menunjukan pada siswa model bentuk suatu molekul secara 3 dimensi sehingga siswa lebih paham bentuk suatu molekul tersebut. B. Disamping itu guru memiliki tambahan variasi alat peraga sederhana dalam pembelajaran kimia dan dapat menambah kreativitasnya dalam pembuatan alat peraga. KERANGKA TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 1. mengingat hal yang dibicarakan akan lebih tertuju antara lain cara melakukan percobaan atau kegiatan. Menambah kegiatan belajar siswa. 1. cara menafsirkan data yang terkumpul dan sebagainya. sedangkan karet pengikat yang dipakai sebagai penghubungnya berfungsi sebagai ikatan kimia. Kerangka Teori 2. Sedangkan kaitannya dengan interaksi guru dan siswa. akan memungkinkan guru untuk mengembangkan variasi dalam proses pembelajaran atau dalam interaksi antara guru dan siswa atau interaksi antar siswa 2. alat peraga sebagai sarana pembelajaran mempunyai kegunaan untuk: 1.1 Alat Peraga Penggunaan alat peraga sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Dengan bangkitnya minat siswa maka akan banyak pertanyaan yang diajukan oleh siswa kepada gurunya. sehingga pengertian lebih berwujud. Apabila sarana belajar diberikan dalam bentuk kelompok maka interaksi antar murid lebih bersifat erat. Nasution mengatakan bahwa maksud dan tujuan peragaan adalah memberikan variasi dalam cara guru mengajar dan memberikan lebih banyak realita dalam mengajar.

sehingga untuk mengkonkritkan atau memudahkan siswa memahami konsep abstrak tersebut digunakan permisalan (analogika). juga penggunaan analogika (permisalan) dalam metode ceramah. Teori psikologi assosiasi c. Modifikasi metode ceramah dengan menggunakan analogika (permisalan) dipakai ketika konsep yang diajarkan lebih bersifat abstrak. Jadi seseorang dikatakan melakukan kegiatan belajar setelah ia memperoleh hasil yaitu terjadinya perubahan. Teori psikologi organisme Keberhasilan proses belajar mengajar tergantung pada banyak faktor.  1. menggabungkan metode ceramah dengan diskusi (diskusi informasi). Dengan banyaknya konsep-konsep yang lebih bersifat teoritis dan abstrak. sesuai dengan bagian-bagian yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). maka akan memberikan suatu bentuk yang khas sehingga selain dapat menjelaskan bentuk molekul rangkaian balon ini juga dapat menjelaskan teori domain elektron. . diantaranya menggabungkan metode ceramah dengan tanya jawab. Misalnya. Salah satu faktor tersebut adalah metodologi / metode pembelajaran. permisalan (analogika) yang digunakan tidak mengaburkan konsep yang sesungguhnya dari teori atau meteri yang diajarkan. metode pemberian tugas. maka penggunaan metode ceramah dalam proses belajar mengajar menjadi lebih penting dan sering. Teori psikologi daya atau formal disiplin b. dari tidak mengerti menjadi mengerti. Menurut teori belajar pada dasarnya dapat dibagi menjadi 3 yaitu: • a. metode tanya jawab. metode diskusi. Banyak cara untuk memodifikasi metode ceramah. Tetapi untuk membuat metode ceramah menjadi lebih menarik dan membuat siswa lebih mudah memahami suatu konsep. Dengan satu syarat.2 Teori Belajar Belajar dalam pandangan teori modern merupakan proses perubahan tingkah laku yang berkaitan dengan interaksi terhadap lingkungan. metode demonstrasi. metode bermain peranan dan metode eksperimen. Metode pembelajaran yang banyak digunakan guru menurut Aminuddin Rasyad dalam bukunya Teori Belajar dan Pembelajaran (2003). maka modifikasi dari metode tersebut perlu dilakukan. dari tidak tahu menjadi tahu.Apabila balon ini diikat dengan jumlah tertentu. yaitu metode ceramah.

ketetapan proses pengajaran dan strategi belajar yang digunakan serta tingkat kemampuan kegiatan siswa. Variabel yang Diselidiki . RENCANA PENELITIAN 1.3 Hasil Belajar Setiap saat dalam kehidupan manusia selalu mengalami proses belajar. maupun psikomotor. Peneliti I (Sri Mulyani) bertugas di SMA ini sejak 2005 sampai sekarang sedangkan peneliti II (Rian Verdina) bertugas sejak tahun 2007 sampai sekarang. Yang menjadi subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI-IA3 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 22 orang terdiri dari 11 laki-laki dan 11 perempuan. sedang dan kurang”.1. Dari pendapat di atas jelas bahwa hasil belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Menurut Nana Sudjana (1990) menyatakan bahwa “penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil belajar yang dicapai siswa”. Dalam proses belajar diharapkan akan diperoleh hasil belajar yang berupa tingkah laku baik dalam kognitif. C. Menurut Suharsimi (1993) bahwa “hasil belajar merupakan suatu hasil yang diperoleh siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. afektif. 1. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah:“ Melalui penggunaan balon dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep bentuk molekul pada mata pelajaran kimia kelas XI-IA3 SMAN 10 Fajar Harapan semester ganjil Tahun Pelajaran 2009/2010 “. pengukuran hasil yang dicapai setelah proses pembelajaran adalah melalui evaluasi dengan menggunakan alat ukur yaitu test hasil belajar. hasil belajar ini biasanya dinyatakan dalam angka atau huruf dengan kata-kata baik. Setting Penelitian dan Karakteristik Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Oktober sampai 30 Nopember 2009 di SMAN 10 Fajar Harapan yang terletak di Desa Ateuk Jawo Kecamatan Baiturrahaman Banda Aceh. Belajar dilakukan manusia baik secara formal maupun informal. 1. Penilaian hasil balajar oleh guru adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas proses belajar.

Menetapkan lamanya pemberian siklus. Rencana Tindakan a. 1. dan hasil belajar siswa. Penilaian persiapan rencana pembelajaran dan penilaian pelaksanaan pembelajaran 5. Menyusun format observasi dengan melakukan analisis validasi dan reliabilitas instrumen (format minat siswa. 1. 3. Membuat media pembelajaran balon untuk bentuk molekul senyawa kovalen. Menetapkan kelas yang digunakan untuk penelitian tindakan kelas yaitu kelas XI-IA3 SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh. pemahaman siswa. alokasi waktu. angket dan menyiapkan tes. kadang-kadang atau tidak. 2. a. 1. Menetapkan jenis data dan cara pengumpulannya baik data kuantitatif maupun data kualitatif. 1.Variabel-variabel yang diselidiki pada penelitian ini terdiri atas : Penggunaan balon sebagai media pembelajaran. Implementasi Tindakan Siklus I. Perencanaan 1. 4. Tiap siklus dilaksanakan 3 kali tatap muka pembelajaran. Sedangkan format angket yaitu: mudah mengingat materi. mudah memahami materi. Konsep yang akan dipelajari adalah: • •  Teori Domain Elektron  Teori Hibridasi 1. membuat lembar observasi. merasa senang terhadap kimia serta merasa aktif dalam pembelajaran dengan option: selalu. keseriusan mengamati bentuk model tiruan. 1. 1. manfaat media pembelajaran). . 1. Menyusun rencana pembelajaran meliputi: skenario.

1. Melakukan refleksi oleh semua tim peneliti setelah melakukan proses belajar mengajar berdasarkan analisis data untuk dijadikan bahan perencanaan tindakan siklus berikutnya. Pelaksanaan observasi dilakukan oleh kolaborator untuk memperoleh data/ temuan pada siklus II. a. 4. • • Siklus II Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus ini dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I. a. Sebelum akhir pembelajaran. selain menggunakan instrumen digunakan pula buku-buku catatan siswa/ kolaborator sebagai umpan balik. Melakukan kegiatan inti dalam pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran balon sebagai bentuk molekul.• 1. manfaat dari penggunaan media pembelajaran dan nilai ulangan harian. Observasi dan Evaluasi • Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas tindakan kelas ini dilakukan. Materinya adalah Teori Domain Elektorn 3. 2. 2. 5. suasana kelas. Kemudian siswa mengisi angket yang telah disiapkan. Untuk mengumpulkan data di atas. Pelaksanaan refleksi dilakukan secara kolaboratif. maka diperlukan alat-alat pemantauan evaluasi yang terinci sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur keberhasilan. 5. • 1. kegiatan di kelas. Melakukan proses pembelajaran sesuai rencana pembelajaran. angket dan tes. Data diperoleh melalui lembar observasi. 3. tiap kelompok diberi tugas untuk dapat membuat model molekul berdasarkan teori hibridisasi dan mempresentasikannya di depan kelas. Melaksanakan observasi oleh semua tim peneliti termasuk pelaku tindakan untuk memperoleh data meliputi: minat siswa. keseriusan dalam mengamati bentuk molekul. Analisis dan Refleksi . Guru menyajikan materi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. 4. Setelah proses pembelajaran berakhir dilakukan tes secara individu. 1.

1.Setelah dilakukan penelitian diperoleh sejumlah data yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik prosentase dan hasilnya dijadikan sebagai bahan penyusun perencanaan tindakan pada siklus berikutnya. Data dan Cara Pengumpulannya 1. Skor yang diperoleh masing-masing indikator dijumlahkan hasilnya dan hasilnya disebut jumlah skor. yang dikalikan 100%. Pedoman keberhasilan diukur melalui beberapa pertanyaan yaitu apakah rencana pembelajaran yang telah disusun berjalan seperti yang diharapkan? Bagaimanakah peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk molekul? Perubahan apa yang terjadi pada guru dan siswa setelah proses pembelajaran? • 1. • Lebih dari 75% siswa berpartisipasi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Sudjana (2002 : 50) yaitu : P = x 100% Dimana : P = angka persentase F = frekuensi skor yang dicari N = Jumlah skor frekuensi seluruhnya 1. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI-IA3 SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang berasal dari nilai evaluasi siswa berupa nilai hasil belajar dalam bentuk angka dan situasi belajar mengajar menggunakan lembar observasi oleh guru (kolaborator) dan angket untuk siswa. Indikator Kinerja Kondisi akhir yang diharapkan setelah penelitian ini : • Lebih dari 75% siswa mencapai ketuntasan belajar pada konsep bentuk molekul (sub materi pokok Teori Domain Elektron) didasarkan pada nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan dengan nilai 73. Selanjutnya dihitung angka persentase ratarata dengan cara membagi frekuensi skor yang dicari dengan jumlah skor frekuensi seluruhnya. 1. .

dan rata-rata ketuntasan belajar siswa juga meningkat sebesar 22%. observasi dan refleksi (perbaikan). Hasil angket tentang sikap siswa mengenai pendekatan pembelajaran melalui penggunaan media balon. jika dikaitkan dengan ketuntasan belajarnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2. Namun pada siklus kedua tidak terdapat hambatan yang berarti dan siswa dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. D. Setelah melakukan dan menyelesaikan tindakan selama dua siklus didapatkan pencapaian hasil belajar sebagai berikut : Tabel 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dalam dua kali siklus dan setiap siklus meliputi tahap perencanaan.• Lebih dari 75% siswa terampil dalam membuat model molekul dari balon. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik berikut : Pada tabel 1 terlihat adanya peningkatan ketuntasan belajar dari siklus 1 sampai siklus 2. tindakan. Perkembangan Ketuntasan Belajar Siklus Pertama Kedua Jumlah Siswa tuntas 15 20 Siswa tidak tuntas 7 2 Prosentase (%) Siswa tuntas 69 91 Siswa tidak tuntas 31 9 Sumber : Data diolah dari hasil penelitian Dari hasil penilaian tes tulis diperoleh gambaran peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang berkembang dengan baik. Sikap dan ketuntasan belajar siswa pada siklus I Sikap/Tingkah Laku siswa jika PBM menggunakan Option/jumlah media balon selalu Kadangkadang Mudah mengingat materi 4 14 Mudah memahami materi 6 14 Merasa senang terhadap kimia 6 14 Merasa aktif dalam pembelajaran 3 14 Nilai Tidak ≤73 ≥73 4 2 2 5 7 7 7 7 15 15 15 15 . Pada siklus pertama siswa masih kurang terampil dalam meniup dan merangkai balon.

Pada awal siklus 1 siswa masih kurang terampil dan kurang serius dalam merangkai balon. siswa mampu menggunakan balon untuk mencari bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi. Selanjutnya siswa diberi soal latihan untuk menentukan jenis hibridisasi suatu molekul. Pada tahap pendahuluan/apersepsi guru menjelaskan konsep tentang bentuk molekul. Pada siklus kedua guru menjelaskan konsep hibridisasi dan hubungannya dengan bentuk molekul. siswa diberi kesempatan untuk menghubungkan konsep teori domain elektron dengan bentuk molekul melalui media balon. Selanjutnya siswa diberikan LKS tentang teori domain elektron dan bentuk molekul. Dari hasil ulangan harian pada siklus I menunjukkan siswa yang tuntas belajarnya sebesar 69%. Hasil tersebut sesuai dengan target yang diharapkan. Kemudian menghubungkan konsep hibridisasi dengan bentuk molekul. teori domain elektron dan hubungan antara bentuk molekul dan teori domain elektron.Tabel 3. Dari hasil angket pada siklus I terlihat bahwa pendekatan pembelajaran dengan menggunakan media balon dapat menumbuhkan rasa dan sikap mudah mengingat materi. Dari hasil ulangan harian pada siklus II menunjukkan siswa yang tuntas belajarnya sebesar 91%. mamahami materi dan merasa senang terhadap kimia serta merasa lebih aktif dalam PMB kimia bagi sebagian besar siswa. Pada siklus I guru memberikan materi sesuai dengan rencana program pengajaran (RPP) yang telah dibuat sebelumnya. Pada siklus ini tanpa dibimbing oleh guru. Hasil tersebut belum sesuai dengan target yang diharapkan. . Namun pada akhir siklus I siswa telah terampil merangkai balon untuk mencari bentuk molekul tanpa perlu bimbingan guru lagi. Sikap dan ketuntasan belajar siswa pada siklus 2 Sikap/Tingkah Laku siswa jika PBM menggunakan media balon Mudah mengingat materi Mudah memahami materi Merasa senang terhadap kimia Merasa aktif dalam pembelajaran Option/jumlah selalu Kadangkadang 15 7 18 4 18 4 17 5 Nilai Tidak ≤73 ≥73 2 2 2 2 20 20 20 20 Sikap siswa pada pembelajaran bentuk molekul dengan menggunakan media balon sangat membantu siswa dalam menemukan bentuk molekul pada tiap siklus. Setelah siswa mampu menghitung jumlah domain elektron.

Belajar dan Pembalajaran. memahami materi dan merasa senang terhadap kimia serta merasa lebih aktif dalam PMB kimia. Penggunaan balon sebagai media pembelajaran pada konsep bentuk molekul dapat meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Rooijakkers. Jakarta: Erlangga. Saran Dalam menggunakan media pembelajaran dikelas sebaiknya guru menggunakan media yang benar-benar relevan dan telah dikenal siswa. E. (2006) Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh/Model Silabus SMA/MA mata pelajaran Kimia. membuat proses pembelajaran lebih menarik dan siswa menjadi lebih mudah mengingat materi. Azhar (2005). Simpulan 1. Media Pembelajaran. Depdiknas. a. 1. Purba. Suhaisimi (1995). Jakarta: Depdiknas. 2.Dari hasil angket pada siklus II terlihat bahwa lebih banyak siswa yang mudah mengingat materi. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara Arsyad. (1991) Mengajar Dengan Sukses. b. Kimia Untuk SMA Kelas XI. Micheal (2007). PENUTUP 1. Jakarta: Depdiknas. 1. Pedoman Blockgrant Penelitian Tindakan Kelas. Penggunaan balon sebagai media pembelajaran pada konsep bentuk molekul dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas XI-IA3 di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh dengan persentase ketuntasan sebesar 91%. Dimyati (2006). Jakarta : Gramedia . DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Departemen Pendidikan Nasional (2007). Jakarta : PT.

Kimia SMA dan MA Kelas XI. Raja Grafindo Persada. Jakarta. (1995). Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Asas-asas Kurikulum. Bandung : Titian Ilmu Sardiman (2006). S. (2007). Bandung : Jemmars Sudjana.Nasution. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Tim Redaksi. Jakarta : Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Nana (1990).Rusmiati. (2009). Jakarta: PT. (1986). Jakarta : PT Indeks .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful