Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang

Lesson Study 11 Juli 2007

Sekilas Tentang Pelaksanaan Lesson Study di Jepang
Makoto Yoshida (Diterjemahkan oleh Muchlas Yusak, Widyaiswara LPMP Jateng)

Dalam paper ini, Makoto Yoshida, seorang pakar lesson study dan praktek pembelajaran di Jepang, memberikan gambaran mengenai lesson study di Jepang. Praktek lesson study mempunyai sejarah panjang terkait dengan upaya perbaikan pembelajaran dan pemelajaran di kelas dan telah membantu dalam pengembangan kurikulum di Jepang. Yoshida memberikan garis besar pelaksanaan lesson study sebagaimana dipraktekkan di Jepang, termasuk perencanaan jadwal lesson study, pemilihan tema penelitian, penyiapan research lesson, penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, diskusi tentang research lesson, penulisan laporan lesson study, dan penyelenggaraan open house.

Lesson study, yang dalam bahasa Jepangnya Jugyokenkyu, adalah proses pengembangan profesi inti yang dipraktikkan guru-guru di Jepang agar secara berkelanjutan dapat memperbaiki mutu pengalaman belajar siswa dalam proses pembelajaran yang mereka fasilitasi. Praktik ini mempunyai sejarah panjang, dan secara signifikan telah membantu memperbaiki pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning) di kelas maupun dalam

Muchlas Yusak

1

8/18/2011

serta sebagai bagian dari asosiasi maupun institusi pendidikan. Lesson study juga menjadi bagian dari pendidikan guru di tahun pertama mereka bertugas. kecamatan. kelompok guru (misalnya. (2) pelaksanakan sejumlah research lesson yang akan mengeksplorasi research theme. Di Jepang kegiatan lesson study dilaksanakan menurut wilayah (seperti. kelompok guru mata pelajaran di sekolah dan kelompok guru MGMP). Identifikasi Research Theme dalam Lesson Study Proses penetapan research theme (tujuan utama) untuk lesson study tertentu melibatkan diskusi awal di antara semua guru dalam tim/kelompok. Lesson study dilaksanakan sebagai bagian dari pengembangan profesi berbasis sekolah yang dikenal dengan nama Konaikenshu dan diselenggarakan menurut kelompok sekolah atau kelompok mata pelajaran. Lesson study terdiri dari tiga bagian utama: (1) identifikasi tema penelitian (research theme) dari lesson study. kabupaten. Guru-guru Jepang menyelenggarakan lesson study dalam berbagai bentuk dan cara. dsb. Lesson study juga dapat dilaksanakan antar sekolah. dan (3) refleksi proses pelaksanaan lesson study. termasuk pembuatan laporan tertulis.).Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 pengembangan kurikulum. Research theme biasanya disusun dengan terlebih dulu Muchlas Yusak 2 8/18/2011 . Proses ini biasanya dilakukan di awal proses lesson study. Banyak guru sekolah dasar dan sekolah menengah di Jepang melaporkan bahwa lesson study merupakan salah satu pendekatan pengembangan profesi penting yang telah membantu guru-guru tumbuh berkembang sebagai profesional sepanjang karer mereka (Yoshida 1999).

sekolah mengadakan pertemuan guru dua kali. Kutipan dari disertasi doktoral saya berikut ini lebih jauh menjelaskan bagaimana guru Sekolah Dasar Tsuta menentukan research theme mereka: “Siswa di sekolah ini ceria. guru-guru di Jepang mengembangkan research theme dan memanfaatkannya sebagai fokus upaya perbaikan dalam pelaksanaan kegiatan lesson study. Semua kelompok guru dari berbagai kelas berbagi pandangan mereka tentang kondisi kemampuan belajar siswa. patuh dan sangat antusias belajar. mendengarkan dan memperhatikan komentar-komentar siswa lain. tampaknya mereka belum menguasai kecakapan-kecakapan berfikir mendalam mengenai satu permasalahan.” Untuk menetapkan research theme. kelemahan siswa dalam belajar dan harapan mereka terhadap siswa. guru-guru mendiskusikan bagaimana mereka akan dapat menutup kesenjangan kinerja siswa itu. dan belajar antar sesama siswa saat mereka sedang fokus dalam pemecahan masalah dalam pelajaran matematika. Selain itu.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 mengidentifikasi kesenjangan antara kenyataan kemampuan belajar dan pemahaman siswa dengan harapan guru terhadap kemampuan siswa. berdasarkan pada data yang ada dan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Namun. serta menghargai pendapat siswa lain. Selain itu. ketika anak-anak mencapai kelas lima dan enam. Melalui kegiatan ini. Research theme juga digunakan untuk menentukan berhasil tidaknya suatu lesson study. mereka cenderung semakin takut berbuat salah di hadapan siswa Muchlas Yusak 3 8/18/2011 . Kemudian guru-guru mengidentifikasi beberapa masalah umum yang dapat mereka sepakati untuk melakukan perbaikan kemampuan belajar siswa. menemukan. Jepang memilih research theme-nya “Meningkatkan kemampuan berfikir mandiri siswa. Sekolah Dasar Tsuta di Hiroshima.

Beberapa contoh research theme dari lesson study di beberapa mata pelajaran adalah: • memberi fokus pada pembelajaran bahasa Jepang yang akan mematangkan kemampuan siswa berekspresi • mengembangkan pembelajaran matematika dengan persiapan matang sehingga dapat memberi kepuasan kepada siswa dan membuatnya menyenangi kegiatan bermatematika sambil meningkatkan kemampuan mereka memandang masa depan secara positif dan berpikir kritis • menggunakan kelas bahasa Jepang untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menggeluti topik-topik yang mereka jumpai sehari-hari. tim memutuskan memilih tema ”Meningkatkan kemampuan siswa dalam berfikir mandiri.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 lain.” Mereka merasa bahwa dengan memilih topik ini mereka dapat menumbuhkan hasrat yang kuat dari masing-masing siswa untuk belajar (ketika mereka menghadapi mata pelajaran baru) dan mengajar (mereka meningkatkan kemampuan mereka belajar dari) gagasan-gagasan siswa lain dan dari kesalahan mereka sendiri (dan kesalahan orang lain). Sebagai akibat dari rasa takut ini. menemukan. pada saat yang sama memperkuat rasa keberhasilan di antara semua siswa. Muchlas Yusak 4 8/18/2011 . Untuk mengatasi masalah ini.” (Yoshida 1999) Di Jepang. • membentuk perilaku yang otonom siswa serta penuh gairah hidup dengan cara mengembangkan kebugaran dan kesehatan fisik mereka. dan saling belajar dari sesama siswa. lesson study telah dilaksanakan pada mata pelajaran matematika dan banyak mata pelajaran lainnya. mereka menjadi kurang bergairah untuk menjadi peserta aktif dalam proses belajar.

” Untuk mencapai tujuan besar ini. sedangkan tahun ke tiga untuk pengembangan kecakapan berdiskusi. satu sub-tujuan setiap tahunnya. Untuk menyiapkan suatu research lesson. Kelompok ini biasanya disebut kelompok perencana pembelajaran. guru-guru dibagi ke dalam subkelompok dan berfungsi sebagai kelompok perencana pembelajaran. tim guru mendiskusikan berbagai masalah. Pertama. matematika sebagai contoh. Ini terutama dalam setting konaikenshu. sambil menjaga research theme sebagai tujuan utama. Jika lesson study diselenggarakan dalam setting konaikenshu. Tahun pertama mungkin difokuskan pada peningkatan kecakapan pemahaman siswa dalam permasalahan kosakata. Pendekatan step-by-step dalam pencapaian sub-tujuan ini dimaksudkan agar research theme dapat tercapai secara utuh. research theme berjangka tiga tahun dari SD Tsuta adalah. Seperti disebutkan terdahulu. yang di dalamnya sekolah mencoba mengembangkan konsistensi dalam pembelajaran di seluruh sekolah untuk memperbaiki pemelajaran siswa. Kelompok perencana pembelajaran biasanya terdiri dari empat sampai enam orang. guru melihat pada pokok bahasan yang mereka selidiki dan diskusikan: Muchlas Yusak 5 8/18/2011 . Pelaksanakan Research Lessons Pada tahap persiapan dan kajian. menemukan. Tahun ke dua bisa fokus pada kecakapan berpresentasi dan menyimak.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 Sekolah di Jepang biasanya menangani research theme dan mata pelajaran yang sama. dan belajar antar sesama siswa saat mereka sedang fokus dalam pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. selama tiga sampai empat tahun. “Meningkatkan kemampuan berfikir mandiri siswa. sekelompok guru secara bersama membuat rencana rinci research lesson. guru-guru biasanya menetapkan serangkaian sub-tujuan.

alur. Berikut ini daftar topik yang sering mereka bahas: • • • • • • • • • • masalah yang akan menjadi fokus pelajaran bagaimana memulai pelajaran (pelibatan dan minat) pertanyaan utama yang akan diberikan untuk memacu berfikir anak antisipasi jawaban siswa dan respon guru perangkat pembelajaran dan manipulatif handout dan catatan pengaturan penggunaan papan tulis dan pemanfaatan media pembelajaran kemajuan. dan keterpaduan (koherensi) pelajaran bagaimana dan di mana pelajaran diakhiri bagaimana pelajaran dievaluasi Muchlas Yusak 6 8/18/2011 .Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 • • apa yang diajarkan dan bagaimana buku teks menyajikan suatu unit pembelajaran bagaimana buku teks atau bahan ajar lainnya menyajikan unit tersebut dengan cara berbeda • • hubungan unit pelajaran dengan kurikulum pengetahuan yang sebelumnya sudah dipelajari siswa dan pemahaman siswa terhadap topik saat sekarang • • • tujuan dan konsep matematika yang penting pada unit itu bagaimana kesesuaian research lesson dengan unit tersebut tujuan dari research lesson Kemudian guru-guru membahas ciri-ciri khusus dari research lesson yang sedang mereka kembangkan.

Rencana itu juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan guruguru lain di dalam maupun di luar kelompok selama proses lesson study.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 Guru-guru sering membahas masalah-masalah lain bersamaan dengan pembahasan research lesson yang sedang mereka kembangkan. Proses penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran itu sendiri akan membantu guru memperdalam pemikiran mereka mengenai masalah-masalah yang terkait. guru-guru mengembangkan research lesson tertulis yang rinci. mengurutkan dan mengkategorikan) • bagaimana meningkatkan kecakapan-kecakapan siswa lainnya di samping pengetahuan mereka tentang matematika (misalnya. Apa yang kita ajarkan kepada siswa dengan mengajarkan mata pelajaran matematika?) Dalam proses perencanaan pembelajaran. tertarik dan berkeinginan mendalami pelajarannya lebih lanjut • persoalan-persoalan abstrak mengenai pendidikan matematika (misalnya. RPP research lesson merupakan rekaman tertulis dari kerja tim/kelompok. Akhirnya. dan grafik. menggambar diagram. Sebagian topik bahasan mereka adalah: • • bagaimana menangani perbedaan individual anak bagaimana meningkatkan kecakapan siswa yang beragam dalam memecahkan soal-soal matematika (misalnya. tabel. tim bisa berbagi RPP research lesson dengan pelaku-pelaku lesson study lain sehingga upaya Muchlas Yusak 7 8/18/2011 . Perencanaan research lesson secara tertulis merupakan komponen sangat penting dari proses lesson study. kecakapan menyimak dan kecakapan presentasi) • jenis pengalaman belajar yang membantu siswa terlibat.

anggota yang lain dari kelompok itu mengajarkannya di kelas lain. Menyaksikan pelaksanaan pembelajaran di kelas juga memfasilitasi terjadinya diskusi yang lebih produktif untuk mengembangkan pelajaran yang lebih baik. karena pelaksanaan pembelajaran serta kegiatan pengamatannya dalam siklus yang pertama dapat membantu guru-guru untuk mengetahui bagaimana perencanaan yang telah mereka buat akan benar-benar bisa berhasil dilaksanakan di kelas sesungguhnya. lalu diadakan sesi debrefing (refleksi) dan para pengamat merefleksi serta membahas pelaksanaan research lesson. Akhirnya. namun sangat dianjurkan. Muchlas Yusak 8 8/18/2011 . RPP research lesson dan pemikiran-pemikiran yang dihasilkan dari diskusi itu disusun menjadi sebuah laporan tertulis. Setelah rencana pelaksanaan pembelajaran tersusun. Setelah dilakukan revisi research lesson. seorang guru dari anggota kelompok melaksanakan pembelajaran research lesson di kelasnya sementara anggota yang lain menjadi pengamat. Kegiatan ini bersifat optional. Jumlah pengamat biasanya lebih banyak dalam pelaksanaan research lesson yang ke dua ini. Guru-guru dari luar kelompok perencana juga diundang agar dapat memberikan saran-saran yang bermanfaat bagi perbaikan pelaksanaan pembelajaran.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 kelompok dapat menjadi sumber inspirasi bagi orang lain dalam upaya memperbaiki pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning). kemudian dilaksanakan sesi debriefing untuk merefleksi dan membahas pelaksanaan research lesson. Hal-hal yang mereka pelajari dari diskusi itu menjadi masukan berharga bagi penyempurnaan research lesson yang akan diimplementasikan di kelas lain. Setelah pelajaran selesai. terutama bagi pelaku lesson study pemula. Setelah pelajaran berakhir. Seorang penasehat dari luar biasanya diundang pada kesempatan ini.

dan isu-isu penting lain yang ingin didiskusikannya bersama para peserta diskusi. catatan hasil diskusi. kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. baru kemudian diskusi terbuka bagi semua peserta. keputusan-keputusan yang diambil yang menyimpang dari rencana semula. sekolah mengumpulkan RPP research lesson yang telah dibuat sepanjang tahun. Guru tersebut berbagi pandangan tentang proses belajar siswa. perlu ada seorang fasilitator dan notulen. Rekaman ini menjadi resources yang penting bagi para guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran Muchlas Yusak 9 8/18/2011 . dan refleksi mengenai kegiatan lesson study untuk dijadikan sebagai laporan akhir. Refleksi dan Perekaman Untuk membuat ringkasan (summary) tentang kegiatan dan pencapaian kelompok lesson study serta membuat rekaman/laporan agar dapat dimanfaatkan di kemudian hari. Lima sampai sepuluh menit terakhir biasanya diperuntukkan bagi penasehat dari luar (knowledgeable other). notulen.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 Agar pelaksanaan debriefing berjalan lancar dan efektif. kelompok pembuat RPP research lesson. Penasehat dari luar akan bertugas merangkum hasil diskusi dan memberikan saran-saran bermanfaat mengenai hal-hal yang dapat dijadikan pelajaran dari pengamatan research lesson itu bagi semua peserta. Kemudian anggota-anggota tim penyusun RPP yang lain berbagi hasil pengamatan mereka. fasilitator menyeleksi beberapa topik yang akan dijadikan fokus pembahasan. dan penasehat dari luar biasanya duduk bersama dan berdiskusi dengan pengamat-pengamat lainnya. sampel-sampel pekerjaan siswa. Sesi debriefing ini dimulai dengan refleksi terhadap pelaksanaan research lesson oleh guru yang melaksanakan pembelajaran. data serta catatan hasil observasi. Dari refleksi guru-guru ini. Guru yang mengajar. fasilitator.

Terdapatnya banyak grup penyusun RPP research lesson yang berbeda memberi kesempatan lebih banyak kepada para guru untuk mengamati pelaksanaan pembelajaran yang disiapkan dengan matang serta terlibat dalam diskusi-diskusi pelaksanaan pembelajarannya. tes. Pada awal tahun. Selain Muchlas Yusak 10 8/18/2011 . waktu dicadangkan untuk membuat ringkasan (summary) kegiatan-kegiatan lesson study. guru-guru biasanya terlibat secara intensif dalam kegiatan lesson study.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 mereka di kemudian hari. guru-guru menerbitkan banyak buku studi kasus tentang lesson study. Jadwal Tahunan Pelaksanaan Lesson Study dalam Konaikenshu Dalam setting konaikenshu. Guru-guru Jepang menyatakan bahwa setiap tahun mereka biasanya mepunyai sekitar 10 kesempatan melakukan observasi research lesson di maupun di luar sekolahnya dan mendapat satu atau dua kesempatan mengajar di hadapan guru-guru lain sebagai bagian dari lesson study. yang juga tersedia di toko-toko buku besar. Di Jepang. waktu untuk lesson study biasanya dimanfaatkan untuk merencanakan jadwal lesson study dan penetapan tujuan. dsb. Di Jepang sekolah-sekolah membuat laporan lesson study semacam ini yang kemudian disimpan di sekolah. Di akhir tahun. Kelompok-kelompok perencana research lesson terlibat dalam siklus-siklus lesson study saat mereka tidak sedang sibuk dengan kegiatan sekolah. Ketika mereka punya cukup waktu. di dewan pendidikan dan pusat-pusat pendidikan. masing-masing sub-group umumnya melaksanakan dua atau tiga siklus lesson study per tahunnya. Laporan-laporan ini seringkali dibagi-bagikan ketika ada penyelenggaraan lesson study open house dan dihadiahkan kepada tamu-tamu penting yang berkunjung ke sekolah. Mereka cenderung menghindari pelaksanaan lesson study ketika sekolah menyelenggarakan event-event penting.

Lesson Study Open House Sesekali. pelaksanaan. Ciri-ciri Utama Lesson Study Lesson study memberi kesempatan nyata kepada para guru menyaksikan pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning) di ruang kelas. Lesson study membimbing guru untuk memfokuskan diskusi-diskusi mereka pada perencanaan. mereka juga melaporakan bahwa lesson study dalam setting konaikenshu ini membantu guru-guru melaksanakan pembelajaran yang konsisten dan koheren bagi siswa di sekolah (Yoshida 1999). juga dilaksanakan sejumlah pembelajaran research lesson sementara para tamu bertindak sebagai pengamat.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 itu. dan profesor dari perguruan tinggi sering diundang sebagai penasehat luar untuk menyampaikan perspektif mereka tentang pencapaian pelaksanaan lesson study di sekolah itu. Dengan menyaksikan Muchlas Yusak 11 8/18/2011 . Guruguru setempat yang cukup berpengaruh. Lalu disusul dengan diskusi tentang pelaksanaan research lesson. widyaiswara. sekolah-sekolah di Jepang membuka diri untuk umum guna memperlihatkan prestasi mereka dalam pelaksanaan lesson study. observasi/ pengamatan. Sekolah tuan rumah biasanya membuat booklet berisi RPP research lesson disertai brosur yang memberi gambaran tentang keadaan sekolah serta hasil karya dari pelaksanaan lesson study. Tujuan lesson study open house adalah untuk berbagi capaian lesson study suatu sekolah dengan sekolah-sekolah lain dan berdiskusi dengan tamu undangan untuk belajar dari mereka. Biasanya. dan refleksi pada praktik pembelajaran di kelas.

anak-anak akan belajar) dan mengujinya di dalam kelas bersama siswanya. kolaborasi dapat membantu mengurangi isolasi di antara sesama guru dan mengembangkan pemahaman bersama tentang bagaimana secara sistematik dan konsisten memperbaiki proses pembelajaran dan proses belajar di sekolah secara keseluruhan. Guru membuat hipotesis (misalnya. jika kami mengajar dengan cara tertentu. guru-guru dapat mengembangkan pemahaman atau gambaran yang sama tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran efektif. lesson study merupakan bentuk penelitian yang memungkinkan guru-guru mengambil peran sentral sebagai peneliti praktik kelas mereka sendiri dan menjadi pemikir dan peneliti yang Muchlas Yusak 12 8/18/2011 . yang pada gilirannya dapat membantu siswa memahami apa yang sedang mereka pelajari. Kesempatan ini juga memperkuat peran guru sebagai peneliti di dalam kelas. Karakteristik unik yang lain dari lesson study adalah bahwa lesson study menjaga agar siswa selalu menjadi jantung kegiatan pengembangan profesi guru. Selain itu. guru dapat secara aktif terlibat dalam proses perubahan pembelajaran dan pengembangan kurikulum. Melalui lesson study.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 praktik pembelajaran yang sebenarnya di ruang kelas. Kemudian guru mengumpulkan data ketika melakukan pengamatan terhadap siswa selama berlangsungnya pelajaran dan menentukan apakah hipotesis itu terbukti atau tidak di kelas. Selain itu. Lesson study memberi kesempatan pada guru untuk dengan cermat meneliti proses belajar serta pemahaman siswa dengan cara mengamati dan mendiskusikan praktik pembelajaran di kelas. Ciri lain dari lesson study adalah bahwa ia merupakan pengembangan profesi yang dimotori guru.

dan sekarang tinggal di New Jersey.D. M. dalam bidang pendidikan dan psikologi. dalam Muchlas Yusak 13 8/18/2011 .D.com Makoto Yoshida adalah salah seorang pendiri dan presiden Global Education Resources. Ia lahir di Hiroshima. Paper ini aslinya diterbitkan secara online pada Agustus 2003. (1999).A dan Ph. Tentang Pengarang Makoto Yoshida. Ia datang ke Amerika Serikat untuk belajar di Lewis and Clark College di Portland. myoshida@globaledresources. Referensi Yoshida.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 otonom tentang pembelajaran (teaching) dan pemelajaran (learning) di ruang kelas sepanjang hidupnya. Disertasi Doktoral yang tidak diterbitkan. OR.A. The University of Chicago. Ia menerima M. Ph. Lesson Study: A Case Study of a Japanese Approach to Improving Instruction Through School-Based Teacher Development. Jepang. tempat dia menerima gelar B.

merumuskan kesimpulan dari refleksi yang baru saja dilaksanakan Muchlas Yusak 14 8/18/2011 . Pedoman bagi Moderator: Tugas moderator antara lain: 1. Komentar hendaknya berkaitan dengan kegiatan siswa 4. memberikan kesempatan pertama kepada guru model untuk mengungkapan kesan tentang pelaksanaan pembelajaran 3.Pelatihan Teknik Guru Bahasa Inggris SMA Dinas Pendidikan Kota Semarang Lesson Study 11 Juli 2007 bidang pendidikan dari University of Chicago. Penelitian desertasi doktornya difokuskan pada pelaksanaan lesson study di Jepang. memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk menyampaikan komentar tentang pelaksanaan pembelajaran tersebut. berusaha mencari jalan agar anak benar-benar bisa belajar untuk pembelajran yang akan datang 6. mempersilahkan guru model memberikan tangggapan atas komentar para pengamat 5. mengatur jalannya diskusi agar berlangsung secara efektif dan efisien 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful