Wanita Sebagai Lansia

1. Periode Menopause/ Klimakterium Dan Tanda-Tandanya Sehubungan dengan faktor usia, kapasitas untuk reproduksi yang berlangsung selama menstruasi atau haid pertama itu masih terus berlangsung selama menstruasi atau haid pertama itu masih terus berlangsung secara teratur. Dengan berhentinya fungsi ini akan berkahir pula fungsi pelayanan, pengabdian, dan pengekalan species manusia. Sebab dengan berakhirnya haid, proses ovulasi atau pembuahan sel telur juga jadi terhenti oleh karenanya. Lalu segenap aparat kelenjar mengalami hambatan dan pengurangan aktivitasnya. Ditambah lagi, organ kelamin turut mengalami proses atrofi, yaitu menjadi lisut dan mundur fungsinya. Akhirnya, segenap bagian pada tubuh secara lambat laun menampakkan gejala-gejala ketuaan. Fase sedemikian ini pada diri wanita disebut sebagai menopause. (menopause, men = bulan, pause = pausa, pausis, pauoo= periode atau tanda berhenti, menopause= berhentinya secara definitif menstruasi) Fase menopause disebut pula sebagai periode klimakterium (climacter = tahun perubahan, pergantian tahun yang berbahaya). Pada saat inilah terjadi banyak perubahan dalam fungsi-fungsi psikis dan fisik., sedang vitalitasnnya jadi semakin mundur dan berkurang. Periode klimakterium ini disebut pula sebagai : periode kritis. Sebabnya ialah : perubahan-perubahan dalam sistem hormonal itu mempengaruhi segenap konstitusi psikosomatis (rohani dan jasmani), sehingga berlangsungnya proses kemunduran yang progresif dan total. Oleh banyaknya perubahan dan kemunduran tersebut terjadilah kemudian krisis-krisis dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. Menopause merupakan suatu gejala dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya siklus menstruasi. Menopause adalah fase alami dalam kehidupan setiap wanita yang menandai berakhirnya masa subur. Menopause seperti halnya menarche dan kehamilan dianggap sebagai peristiwa yang sangat berarti bagi kehidupan wanita. Menarche pada remaja wanita, menunjukkan mulai diproduksinya hormon estrogen, sedang menopause terjadi karena ovarium tidak menghasilkan atau tidak memproduksi hormon estrogen. Sejalan dengan proses ketuaan yang pasti dialami setiap orang, terjadi pula kemunduran fungsi organ-organ tubuh termasuk salah satu organ reproduksi wanita, yaitu ovarium. Terganggunya fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya produksi hormon estrogen, dan ini akan

menimbulkan beberapa penurunan atau gangguan pada aspek fisik-biologis ± seksual. Sehubungan dengan perubahan-perubahan fisik tersebut. 3. mudah curiga. Klimakterium itu sendiri dapat kita bagi menjadi dua tahapan. biasanya datang dalam interval waktu yang lebih lambat atau lebih awal dari biasanya. Tahap kedua menampilkan gejala keberhentian secara definitif organisme yang membentuk sel-sel telur. Pada sebagian wanita. Menstruasi menjadi tidak lancar dan tidak teratur. Maka muncullah kemudian tanda-tanda antara lain . agar wanita tersebut masih di perbolehkan meneruskan aktivitasnya. Periode ini disebut sebagai masa pra-klimakteris b. dan lain-lain Semua keluhan ini disebut fenomena klimakteris. Neuralgia atau gangguan/ sakit syaraf. yang menandai suatu proses ³pengakhiran´. sebagai akibat dari timbulnya modifikasi atau perubahan fungsi kelenjar-kelenjar. 1. aparat endokrin seksual masih terus berfungsi. Namun demikian. terjadi pula ³pergeseran´ atau erosi dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan. juga akan berpengaruh pada kondisi psikologis. Proses yang progresif menuju pada kelayuan dan ketuaan itu selalu dibarengi denagn penaampakkan yang regresif (mundur atau surut fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah). yaitu berhentinya organisme tersebut sebagai lembaga kehidupan. antara lain ialah : Depresi-depresi (kemurungan). yaitu : a. Berkeringat tidak hentinya. Pergeseran dan perubahan-perubahan psikis ini mengakibatkan timbulnya satu krisis. dan memanifestasikan diri dalam simptom-simptom psikologis. ataupun sangat sedikit. dan lainlain Simptom-simptom psikologis klimakterium ini dapat di anggap sebagai ³jeritan minta tolong´. dan sosialnya. diliputi banyak kecemasan. Muncul gangguan-gangguan vasomotoris berupa penyempitan atau pelebaran pada pembuluhpembuluh darah 4. disertai sakit kepala terus-menerus 5. 6. munculnya gejala atau gangguan fisik sebagai akibat dari berhentinya produksi hormon estrogen. mudah tersinggung dan mudah jadi marah. . Pada umumnya. 2. insomnia atau tidak bisa tidur karena sangat bingung atau gelisah. atau sudah tehenti sama sekali. ³ Kotoran´ haid yang keluar banyak sekali. klimakterium ini di awali dengan satu fase pendahuluan atau fase preliminer. sering terganggu. Tahun-tahun dimana saat haid/ menstruasi sudah tidak teratur. Merasa pusing-pusing saja.

yaitu fungsi reproduksinya mulai menurun. janggal. Masa wanita mengalami akhir dari datangnya haid sampai berhenti sama sekali. yaitu ketika individu telah mampu menyesuaikan dengan kondisinya. Setelah menopause adalah Masa setelah perimenopouse sampai munculnya perubahanperubahan patologic secara permanen disertai dengan kondisi memburuknya kondisi badan pada usia lanjut (Senilitas). Sekaligus muncul kegairahan berjuang yang menyala-nyala bagaikan di masa puber. yang ditandai oleh gejala meningkatnya rangsangan seksual. Sebelum menopause adalah Masa sebelum berlangsungnya saat menopouse. dan ini dapat dijadikan petunjuk terjadinya menopause. Tingkah laku orang pada periode pubertas kedua ini sifatnya sering lucu-lucu. Oleh karena itu masa ini disebut pula sebagai pubertas kedua. menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur. sehingga tidak mengalami gangguan fisik. Pada fase ini fungsi reproduksi wanita menurun. yaitu: Masa Klimakterium Fase klimakterium adalah masa peralihan yang dilalui seorang wanita dari periode reproduktif ke periode non reproduktif. Senium. 3. Menopause. Misalnya. bahkan timbul tingkah laku yang tidak sesuai dengan atribut ketuaan. aneh-aneh. b.Tahap pertama yang disebut sebagai masa pra-klimakteris biasanya dibarengi dengan meningkatnya aktivitas-aktivitas pra klimakteris. Masa klimkateris ini mirip sekali dengan masa pra pubertas. Pada masa ini menopouse masih berlangsung. pada umur lebih dari . Ada tiga periode menopause. adalah saat haid terakhir. Penurunan kadar estrogen. dan tidak pada tempatnya. adalah periode sesudah pasca menopause. rentangan 1-2 tahun sebelum dan 1-tahun sesudah menopouse. sampai timbulnya keluhan atau tanda-tanda menopouse. Sedang periiode klimakterium sendiri banyak kemiripannya dengan periode pubertas. dan bila sesudah manopause disebut pasca menopause. gejala atau keluhan yang kemudian timbul sebagai akibat dari masa peralihan ini disebut tanda atau gejala menopouse. Saat menopause adalah Periode dengan keluhan memuncak. Fase klimakterium berlangsung bertahap sebagai berikut : a. Oleh karena itu pada usia ini sering muncul tingkah laku yang aneh-aneh dan kurang mapan. Periode ini dapat berlangsung antara 5 sebelum dan sesudah menopause. 2. Tanda. Pada masa ini ada timbul nafsu yang besar untuk melakukan hubungan seksual. c.

Maka oleh manifestasi yang janggal dan aneh-aneh itu. sedikit demi sedikit menjadi pudar. Menimbuni dirinya dengan pakaian dan perhiasan warna-warni serta macam-macam bahan kosmetik. dengan jalan menyalurkan keresahan batinnya pada perbuatan-perbuatan yang intelligent. Kepribadian tadi bisa mengkompensasikan gangguan-gangguan fisiologis dan gangguangangguan fisiologis dan gangguan psikis dalam bentuk perbuatan-perbuatan yang intelligen. lalu pribadinya tampak tua dan layu. . sambil memakai perhiasan emas yang berwaarna-warni. Ini berarti. seorang wanita kaya dan gemuk memakai rok panjang mewah berwarna merah jambu di siangg bolong. Juga ciri-ciri feminitas yang memekar. susut. manifestasi individual periode klimakterium tetrsebut sebgaian besar dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing individu. Dengan berhentinya aktivias indung telur. Namun demikian. dan mampu mnegatasi gangguan-gangguan psikosomatis jika hal ini muncul. agar kelihatan masih ³remaja´. dan ingin mengulangi kembali pla kebiasaan di masa muda. maka aktivitas pencipta keindahan dari sekresi-sekresi kelenjar intern yang membuat wanita tampak ayu remaja dan awet muda. Dengan terjadinya proses retrogresi genital (retro=surut.limapuluh tahun. genital= alat kelamin penghasil). klimakterium disebut pula sebagai ³usia berbahaya´(the dangerous age). akan mempengaruhi secara positif proses gangguan-gangguan kelenjar. Sekalipun tingkah laku wanita-wanita setengah tua ini kadang-kadang kelihatan komis lucu. sehingga mengakibatkan kekecauan pula pada fungsifungsi organis dan fingsi psikis lainnya. Sabab struktur kepribadian yang terintegrasi dengan baik. serta semua unsur keindahan yang diperoleh selama masa puber. menyusuri lorong kompleks pertokoan. Tampaknya saja tingkah laku wanita yang ³berlebih-lebihan´ tersebut bermaksud untuk : 1. gressus= langkah. Sehingga ciri-ciri kelamin sekunder jadi terpengaruh. maka sistem endokrin (kelenjar atnpa pembuluhbunga) menjadi kacau balau fungsinya. produktif atau kreatif. namun biasanya kebiasaan tersebut mengakibatkan akibat-akibat yang cukup tragis. Mengingkari ketuaannya. Dan pada akhirnya akan punah habis sama sekali. bahwa individu tersebut mampu mengendalikan diri. b. 2. menjadi semakin mundur fungsinya. Artinya sebagai berikut: a.

Sampailah wanita itu pada batas akhir yang alamiah yaitu kematian parsiil sebagai pengabdi pada spesiesnya. semua tanda-tanda genetis dan smeua sel-sel kelamin jadi hilang sama sekali. daya ingatan. mulailah ia sibuk bergulat melawan proses dekadensi atau kemunduran. melawan usia tua. Wanita tersebut merasakan seolah-olah vitalitas hidupnya jadi bertambah. Dan berakhirlah keberadaannya (eksistensi dirinya) sebagai pendungkung kehidupan baru. Jika ia dahulu menghindari . Perubahan-perubahan yang sama beruapa kemunduran-kemunduran. Tidak hanya pada segi organik dan jasmaniah saja terjadi kemunduran. mulai susut dan menghilang sedikit demi sedikit. Lalu sedikit demi sedikit alat kelamin wanita itu ditramnsformasikan seluruhnya menjadi struktur yang tidak aktif. Pendek kata. Lapisan lemak di bawah kulit jadi menebal dan kulit-kulit kehilangan gaya tegangnya.telur. vitalitas. atau dianggap berlebihan. semuanya juga mengalami proses kemunduran yang progresif. mulai hilang pula kecantikan dirinya. Dan dalam waktu relatif pendek (tapi kadang-kadang juga bisa agak lama. Sehubungan dengan hal ini.Secara perlahan-laham proses pra klimakterium berubah menjadi klimakterium sebenarnya. Untuk beberapa waktu lamanya memang masih terbentuk benih. seolah-olah tanda-tanda tersebut tidak pernah ada sebelumnya. PERILAKU YANG ANEH PADA PERIODE KELIMAKTERIUM Oleh karena sel-sel indung telur sudah tidak diprodusir lagi. kecantikan dan charme. akan tetapi benih ini tidak pernah mencapai kematangan. Dan indung telur kini berubah menjadi satu gumpalan jaringan yang keras massif. Selaput lendir di dalam rahim tidak berproduksi lagi. serta menjadi lisut berkeriputan. tidak berguna lagi. 3.. Semua kemekaran dan ciri-cirii keindahan feminin yang diperoleh pada usia puber dan usia muda. Kualitas-kualitas feminin yang individual sifatnya. daya pendengaran. akan tetapi juga pada segi psikis dan sifat-sifat kepribadiannya. biasanya ssesudah beberapa tahun). Satu tipe wanita-wanita klimakteris ada yang memperlihatkan aktivitas hypomanis semu. daya berpikir dan fungsi-fungsi psikis lainnya. juga terjadi pada aktivitas organ-organ endokrin lainnya. Biasanya hilang pula kehidupan emosional feminin yang hangat mesra. dengan terjadinya dekadensi atau kemunduran fungsi reproduktif. maka semua proses organik untuk pengabdian dan pengawetan spesies manusia menjadi tterhenti pula.

Ia merasa senang dan bangga bahwa ia mendapatkan kemajauan-kemajuan dalam mencobakan potensinya sebagai wanita. wanita klimakteris tersebut menjadi sangat tertarik pada ideologi-ideologi politik tertentu. Maka oleh kegiatan yang berkobar-kobar dari para wanita usia klimakteris ini. bahkan sering melebihi anak-anaknya sendiri. kini mulai bergaul dengan dan mengumpulkan anak-anak muda serta kaum pria yang jauh lebih inferior daripada dirinya. Sebab. melupakan pengalaman-pengalaman positif dimasa lalu yang membuat ia jadi bijaksana. Bagaikan gadis puber. dan menjadikan dirinya lupa daratan. ruparupanya banyak mendorong wanita-wanita usia setengah tua ini bertingkah laku bagaikan anak puber. Ia mengubah sikapnya terhadap keluarga sendiri. Ia merasa muda bagaikan gadis remaja dan selalu meyakinkan diri sendiri bahwa ia berambisi atau mampu memulai kehidupannya dari awal lagi. kecohan diri. guna memperkaya pengalaman hidupnya. Dia menjadi sangat enthusiast tentang ide-ide dan paham politik tertentu. Delusi diri (gambaran kegila-gilaan. Ia mulai membuat catatan-catatan harian. ingin melakukan perjalanan jauh.pengalamn-pengalaman yang menggunakan kekerasan atau kesembronoan. ada kalanya kegiatan-kegiatan kaum pria menjadi sedikit tersisih. Lalu ia berilusi bahwa dirinya dikagumi dan dicintai oleh banyak pria muda. Maka sikap memberontak terhadap proses ketuaan tadi membuat dirinya jadi naif. dan seringkali meninggalkan rumah dengan alasan-alasan yang sama seperti alasan gadis-gadis puber. Dengan semangat yang berkobar-kobar ia berusaha meneruskan perjuangannya melawan proses ketuaan dan proses biologis dari feminitasnya dengan jalan ³berlindung´ di balik macam-macam kegiatan psikis. kerap klai kita menjumpai wanita semacam ini yang dikenal sebagai tante-tante girang atau nenek-nenek lincah. tipuan diri sendiri) yang narsistis seakan-akan menampilkan ³keremajaan wajahnya´ pada cermin kaca. menurut anggapan wanita tadi. maka sekarang ini seakan-akan ia dikejar-kejar oleh nafsu untuk menyerempet-nyerempet bahaya. alat-alat kosmetik yang mahal-mahal dan kekayaan yang cukup. Pada zaman sekarang. sudah menjadi nenek-nenek tua yang loyo pada usia yang sama dengan dirinya sekarang. dan menjalin kisahkisah hidup baru. wanita klimakteris tersebut membuat tentang kemampuan dan kepribadiannya. kini ia . ia sama sekali tidak bersedia meninggalkan segala macam kegiatan. Maka sesudah 25-30 tahun perkawinannya yang sukses dan bahagia. Dengan enthusiasme yang menyalanyala. ibunya sendiri. Ada pula wanita-wanita usia ini yang di kala mudanya menunjukkan tingkah laku halus dan terhormat. Pada usia 50 tahun itu. Mode-mode paling baru.

Wanita. Mereka ingin mengulang kembali pengalaman-pengalaman lama. ada wanita setengah baya yang secraa sentimentil banyak melamun tentang masamasa mudanya. wanita-wanita semacam ini sering tertipu. Ia mengira. Relasi sosialnya menjadi patologis sifatnya. apakah suaminya cukup berharga bagi dirinya? Dan apakah perkawinannya sekarang ini bukannya merupakan tindak salah langkah. serta panik tanpa sebab-sebab yang jelas. dan mengguagah pertengkaran dimana-mana. keemasan ketakutan. Ada kalanya terjadi ledakan-ledakan emosional yang paranoid. yaitu ilusi. Ia jadi iri terhadap ³kebahagiaan serta kekayaan pengalaman´ para wanita reputasi buruk tadi. karena nalar pertimbangannya menjadi semakin berkurang. 4. Ia menjalin persahabatan dengan pria-pria muda yang dubious dan mencurigakan sifatnya. dengan alasan yang sama seperti motif-motif gadis prapuber atau pubertas yang tengah salah langkah. Kadangkala.wanita ini jadi cerewet. Bahkan ada pula wanita-wanita setengah umur yang tergoda ikut-ikutan melakukan perbuatan yang kurang terhormat. atau mencari pengalaman baru yang belum pernah dialaminya pada masa lalu. sebagai produk dari semakin intensifnya konflik-konflik batin/ psikis pada periode klimaktteris. . bahwa gairah keremajaannya masih tetap membara seperti pada usia puber. dia menunjukkan minat besar terhadap wanita-wanita pelacur dan wanita-wanita yang mempunyai reputasi buruk. Oleh karena itu. suka mencari setori. dimatanya kini tampak menjemukan. dan tidak berharga lagi baginya . Selama dua periode ini anak gadis dan wanita setengah baya tadi berusaha mengkonstruksikan ³dunia masa sekarang´ atau das Sein. dengan menjalin hubungan cinta mesra baru. Persahabatan yang dahulunya bersifat loyal dan harmonis. Kondisi Psikis Wanita Setengah Baya Relasi persahabatan wanita-wanita klimakteris ini sering kali juga mengalami perubahan.dijangkiti pikiran aneh-aneh. Baik di masa pubertas maupun pada periode klimakteris. dan menjadi ³makanan empuk´ bagi para penasehat dan konsultan-konsultan yang jahat. menjadi sangat gila. misalnya melakukan relasi seks bebas. yang cuma tertarik pada harta kekayaannya bagaikan tertarik pada cahaya lampu di malam hari kenalan-kenalan lama yang terhormat (respectable) dari kalangan atas dan kelas menengah. menjadi retak berantakan oleh rasa iri hati. Biasanya faktor sugestibilitas para wanita setenngah umur ini menjadi makin besar.

gejala-gejala ini segera lenyap. maka biasanya pada usia setengah tua itu wanita tersebut justru gagal dalam perjuangan psikis tersebut. maka wanta setengah tua itu justru menengokkan pandangannya pada masa lampau dengan rasa-rasa kerinduan (nostalgia). maskulinitas wanita tersebut dengan sukses tersublimasikan dan pribadinya tidak menampilkan gejala-gejala neuortis. Sebab utamanya adalah : 1. sangat intelek. Karena ia ingin mengingkari dan memproses proses biollogis mengarah pada ketuaan 2. Pada umumnya mereka bersifat sangat maskulin. Kemunduran jasmaniah itu dirasakan sebagai kemungkinan dan mendekatnya kematian juga sebagai tidak ada gunanya lagi untuk terus hidup. Jika pertentangan di antara dua tendens itu pada usia pubertas dengan sukses bisa disublimasikan. Banyaknya rasa depresi pada usia menjelang tua ini memang berkaitan dengan kepahitan dan kepedihan hati. Hampir semua wanita usia klimakteris mengalami dalam tempo yang relatif pendek atau relatif panjang suasana hati depresif dan melankolis. Selama periode produktif sampai masa klimakteris. Dan seperti depresi anak gadis puber yang kadang kala diselingi dengan perasanperasaan extatis (gelora semangat yang menyala-nyala). karena wanita yang bersangkutan merasa kehilangan ³dunia remaja´ indah yang sudah lampau. serta terlalu menganggap dramatis proses ketuaannya. demikian pula kondisi-kondisi depresif . Hidupnya kini dianggap tidak mengandung harapan. atau bisa diselesaikan dengan baik. sangat ambisius. penuh kepedihan dan pribadinya dilupakan oleh semua orang. kejantan-jantanan.. Pada anak-anak gadis yang mempunyai predisposisi neurotisobsesif. tendens-tendens feminitaas yang selalu ditekan kuat-kuat dan biasanya sukses. Akan tetapi pada periode klimakteris. Ia terlampau melebih-lebihkan keadaan dirinya. sedangkan kondisi fisik dan psikis sudah menjadi lemah. lalu jatuh sakit karena ia tidak memiliki daya tahan.Namun jika gadis puber mengarahkan pandangannya pada masa depan. namun miskin kehidupan emosionalnya. Lalu terjadilah konflik-konflik batin di antara tendens feminitas melawan keenderungan-kecenderungan hypermaskulin. kemudian digantikan dengan tendens maskulinitas yang kuat dan proses intelektualisasi. Sifatsifat femininnya yang sejati yang kini muncul secara spontan.. ia tidak mampu menerima dengan hati yang pasrah. 3. Jelasnya. kini mulai menampilkan ³haknya´. 4.

kondisi psikis wanita setengah umur ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sosialnya di masa lampau. akan menerima dengan rasa tenang dan penuh kemartabatan diri segala nasib serta proses ketuaannya. Wanita-wanita yang sangat erotis feminin dan berpengalaman dalam hal cinta.wanita setengah baya ini kerap kali diselingi dengan cinta birahi dan kegairahan hati. maka terjadilah trauma biologis dan trauma psikis. Dengan sendirinya. lalu mencoba menjalin dunia fantasi pribadi dalam lamunan di hari-hari tuanya. biasanya mencoba mengkompensasikan ketuaannya dengan suatu pekerjaan atau profesi. Wanita-wanita yang mempunyai masa lampau penuh kenangan cinta indah dan bahagia. Sebab proses ketuaan tersebut benar-benar menyinggung perasaan narsismenya. ekonomis berkecukupan. Dia berusaha membuat dirinya tetap berguna dan tetap penting sambil mencoba melupakan bahwa kini ia mulai jadi tua. pasti bisa menghayati badai-badai terakhir dalam kehidupannya dengan rasa tenang. Sebenarnya. yang menganggap kecantikan wajahdan tubuhnya sebagai pusat dari eksistensinya. Devaluasi (adanya kemunduran nilai dan kerusakan) pada organ-organ vital. kewanitaan dan kecantikannya akan tetap awet bertahan lama. Maka dalam periode istirahat di masa tua ini. dan selalu merasa tertipu di masa mudanya. mengakibatkan munculnya perasaan destruksi atau kerusakan pada fungsinya. reaksi-reaksi psikis wanita pada usia klimakteris itu sangat bergantung pada pandangan hidup atau lebensanschauungnya dan terhadap eksistensi diri sendiri. Berbeda sekali dengan reaksi seorang perawan tua yang banayk mengalami frustasi. Maka kondisi ³ senja hari´ pada wanita setengah umur ini masih memberikan berkas-berkas pancanaran sinar-sinar indah dalam ketidaksadarannya. banyak wanita setengah umur merasakan nostalgia (kerinduan) pada masa-masa mudanya yang cemerlang. bagaikan kelip gemerlapnya cahaya pelita yang hampir redup kehabisan minyak. Maka banyak pasangan tua yang ingin mengalami lagi bulan-bulan madu kedua pada usia sudah lanjut ini. . Wanita-wanita feminin yang selalu hidup dalam suasana harmonis. bahagia dan selalu mendapatkan kepuasan seksual. Tampaknya. faktor cinta itu merupakan resep bagi rahasia kecantikan dan keremajannya. bagaikan berlayar dalam sebuah perahu di teluk yang teduh. Jika ia tidak bisa menemukan harmoni dan keseimbangan . Wanita-wanita cantik yang narsisitis. dan mempunyai harga diri serta cinta diri yang besar. Kemudian mengakibatkan perubahan-perubahan berupa kemunduran pada kemampuan psikisnya.

Biasanya perasaan-perasaan ini disertai oleh rasa kurang percaya diri. Pengertian kecemasan menghadapi menopause. dan mudah menjadi marah. merasa rendah diri. Setiap orang mempunyai keyakinan dan harapan yang berbeda-beda. Kecemasan adalah suatu perasaan yang dialami individu. meskipun tampaknya mereka seakan-akan bereaksi dengan cara yang sama. kekhawatiran sebagai reaksi terhadap adanya sesuatu yang bersifat mengancam. Situasi yang membuat cemas adalah situasi yang mengandung masalah tertentu yang akan memicu rasa cemas dalam diri seseorang dan tidak terjadi pada orang lain. Pada kecemasan perasaan ini bersifat kabur. kegelisahan. b. Orang tidak bisa berbuat sesuatupun untuk mencegah proses ketuaan yang progresif. Pengertian kecemasan menghadapi menopause a. Biasanya orang tidak bisa berbuat banyak untuk menciptkan pengganti bagi penugasan fantasi-fantasi pada usia klimakteris ini. bentuk perasaan khawatir. Dengan demikian psikoterapi yang diterapkan pada usia klimakterium ini menjadi sulit sebab: a. disertai tingkah laku yang aneh-aneh. Pengertian kecemasan Salah satu gejala yang dialami oleh semua orang dalam hidup adalah kecemasan.Terjadi pula perasaan degradasi diri. sebab proses ketuaan itu merupakan proses biologis yang alami. hal itu dianggap sebagai hambatan dan dikenal sebagai masalah klinis. b. tidak realistis atau tidak jelas obyeknya sedangkan pada ketakutan obyeknya jelas. seperti apabila ia mengalami ketakutan. Menjadi cemas pada tingkat tertentu dapat dianggap sebagai bagian dari respon normal untuk mengatasi masalah sehari-hari. gelisah dan perasaan-perasaan lain yang kurang menyenangkan. dan diliputi banyak kecemasan. Kebanyakan wanita menopause sering mengalami depresi dan kecemasan dimana kecemasan yang muncul dapat menimbulkan insomnia atau tidak bisa tidur. mudah tersinggung. dan tidak mampu menghadapi suatu masalah.Bagaimanapun juga bila kecemasan ini berlebihan dan tidak sebanding dengan suatu situasi. Kegiatan berfantasi itu tidak bisa dicegah Pada masa setengah baya wanita mengalami kecemasan menghadapi menopause. Perubahan-perubahan psikis yang terjadi pada masa menopause akan menimbulkan sikap yang berbeda-beda antara lain yaitu adanya suatu krisis yang dimanifestasikan dalam simtom-simtom psikologis seperti: depresi. tidak mampu. Karena perbedaan itu maka tidak ada dua orang yang akan memberikan reaksi yang sama. Dari uraian di atas diambil suatu kesimpulan bahwa kecemasan adalah suatu kondisi psikologis individu yang berupa ketegangan. .

sekarat. e). b. d). misalnya pengangguran. dan bahaya terhadap keamanan. meliputi ketidakmampuan fisiologis yang akan datang atau menurunnya kapasitas untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari. kehilangan benda yang dimiliki. air. Berhungan dengan perubahan dalam lingkungannya misalnya : pencemaran lingkungan. sehingga sering menimbulkan kecemasan. adanya kegagalan. b. dan kurang penghargaan dari orang lain : a). Berhubungan dengan kecemasan orang lain terhadap individu. dan adanya perpisahan sementara atau permanen. Akibat lebih jauh adalah timbulnya perasaan tak berharga. Perasaan itulah yang seringkali dirasakan wanita pada masa menopause. dan penanganan-penanganan medis terhadap sakit. perceraian. Situasional (orang dan lingkungan) Berhubungan dengan ancaman konsep diri terhadap perubahan status. harga diri. pensiun. Berhubungan dengan perubahan status sosial ekonomi. sosial maupun seksual sehubungan dengan menopause. atau perubahan jabatan. cerai. . dan promosi jabatan. dapat membahayakan identitas. Ancaman terhadap system diri. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kecemasan menghadapi menopause adalah perasaan gelisah. perpindahan. Ancaman terhadap integritas fisik. ada penyebab yang melatarbelakanginya. Berhubungan dengan kehilangan orang terdekat karena kematian. a. c). Faktor eksternal meliputi kehilangan nilai diri akibat kematian. tekanan budaya. sehingga permasalahan itu timbul demikian juga kecemasan yang dialami oleh seseorang. 2. Patofisiologis. Faktor internal meliputi kesulitan interpersonal di rumah atau tempat kerja. Berhubungan dengan ancaman intergritas biologis : yaitu penyakit. yaitu setiap faktor yang berhubungan dengan kebutuhan dasar manusia akan makanan. khawatir dari adanya perubahanperubahan fisik. kenyamanan dan keamanan. dan fungsi integritas sosial. Faktor penyebab kecemasan menghadapi menopause Sebuah permasalahan yang muncul pasti ada yang melatarbelakanginya. Berhentinya siklus menstruasi dirasakan sebagai hilangnya sifat inti kewanitaannya karena sudah tidak dapat melahirkan anak lagi.Adanya perubahan fisik yang terjadi sehubungan dengan menopause mengandung arti yang lebih mendalam bagi kehidupan wanita. pekerjaan baru. b). Faktor internal dan eksternal dapat mengancam harga diri. a. terkena penyakit mendadak. tidak berarti dalam hidup sehingga muncul rasa khawatir akan adanya kemungkinan bahwa orang-orang yang dicintainya berpaling dan meningggalkannya. b.

tidak nyaman. mulut kering. seperti : menghindari situasi. diare. sukar konsentrasi. sangat sensitif dan agitasi. gejala-gejala kecemasan yang lain diantaranya adalah gelisah. perasaan terancam atau ketakutan yang luar biasa. b.. tak dapat diam. kesemutan.3. Suasana hati. kepala terasa ringan. merasa nyeri. c. merasa tidak berdaya. gemetar dan seringkali diare. rasa tak enak di ulu hati. kening berkerut. khawatir. kewaspadaan yang berlebih. kerongkongan tersumbat. tidak dapat santai. Gejala psikologis : rasa khawatir yang berlebihan tentang hal-hal yang akan datang. . b. pusing. seperti: mudah marah. takut. Perilaku gelisah yaitu keadaan diri yang tidak terkendali seperti : gugup. telapak tangan lembab. muka merah dan pucat. rasa dingin. Adapun gejala-gejala psikologis adanya kecemasan menghadapi menopause bila ditinjau dari beberapa aspek. ingin melarikan diri dari kenyataan. pusing. adalah sebagai berikut: a. yaitu dorongan untuk mencapai sesuatu. dan sukar tidur. diantaranya adalah mengamati lingkungan secara berlebihan sehingga mengakibatkan perhatian mudah teralih. mual. seperti : berkeringat. pikiran kosong. komunikasi verbal menurun. jantung berdenyut cepat. yaitu keadaan pikiran yang tidak menentu. Reaksi-reaksi biologis yang tidak terkendali. jantung berdebar cepat. rasa mual. banyak berkeringat. seperti cemas. rasa aliran panas dingin. Motivasi. insomnia. e. persaaan sangat tegang. seperti : khawatir. d. pikiran yang tidak menentu. mudah kaget. denyut nadi dan nafas yang cepat waktu istirahat. kewaspadaan yang berlebihan. membayangkan akan datangnya kemalangan terhadap dirinya maupun orang lain. gemetar. pikiran terpusat pada gangguan fisiknya dan kesadaran diri menurun. memandang diri sebagai sangat sensitif. Dari uraian diatas dapat disimpulkan tentang gejala-gejala kecemasan menghadapi menopause adalah suasana hati yang menunjukan ketidaktenangan psikis. adanya perasaan tidak berdaya. yaitu keadaan yang menunjukan ketidaktenangan psikis. reaksireaksi biologis yang tidak terkendali. tegang. berpikir berulang-ulang. sulit konsentrasi. berdebar-debar. gangguan pola makan. merasa mual. membesar-besarkan ancaman. Pikiran. nyeri otot. letih. menarik diri. gejala-gejala kecemasan yang dialami oleh individu biasanya mulutnya menjadi kering bernafas lebih cepat. mulut kering. Gejala fisiologis : gemetar. sering kencing. ketergantungan yang tinggi. kelopak mata bergetar. berkeringat. muka tegang. motivasi untuk mencapai sesuatu. Faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah a.

Pada wanita tersebut menginjak masa menopause. Hormon yang dikeluarkan melalui saluran terbuka keluar. seperti kulit halus. Oleh karena itu selam estrogen masih ada. Gelombang itu yang menyebabkan terjadinya haid pada wanita. Esrtogen pada wanita menampilkan tanda-tanda kewanitaan. pada suatu saat akan tiba waktunya bagi sisa folikel sel telur yang berada pada indung telur mulai menghilang. payudara membesar. Jadi terdapat semacam kekurangan hormon yang menyebabkan sebagian besar masalah yang terjadi disekitar menopause atau yang berkembang sesudahnya. sehingga begitu sel telur yang dimiliki sejak lahir habis. Ovarium tidak mampu membuat sel telur baru. Dimana hormon merupakan suatu zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar tertentu dalam tubuh (tidak semua kelenjar menghasilkan hormon). suara lemah lembut. Tugas estrogen sebenarnya ialah mematangkan sel telur sebelum dikeluarkan. yang berarti berhentinya masa kesuburannya Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa periode terjadinya menopause ketika persediaan sel telur habis. indung telur mulai menghentikan produksi estrogen akibatnya haid tidak muncul lagi. bergantian naik turun. Seperti diketahui ada tiga macam hormon penting yang diproduksi oleh ovarium. Pada wanita tersebut menginjak masa menopause.4. Kemudian setelah wanita berusia sekitar 45 tahun. ketika wanita itu sudah mulai memasuki usia menopause Terjadinya menopause dipicu oleh perubahan hormon dalam tubuh. ketika persediaan sel telur habis. progesteron. tetepi langsung disalurkan ke dalam darah melalui perembesan pada pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar kelenjar tersebut. Lain halnya dengan estrogen yang hanya dihasilkan oleh indung telur selam persediaan sel tulur masih ada. indung telur mulai menghentikan produksi estrogen akibatnya haid tidak muncul lagi. sel telur tetap akan diproduksi. yang berarti berhentinya masa kesuburannya. Ada transisi yang bertahap dari masa kegiatan indung telur yang tidak ada lagi. dimana setelah mencapai menopause hormon-hormon ini tidak diproduksi Estrogen dan progesteron pada wanita disebut hormon kelamin (sex hormones). Perubahan ini terjadi secara mendadak. maka ovulasi akan berhenti sama sekali. diantara umur 45 tahun dan 55 tahun. Periode terjadinya menopause Wanita dilahirkan dengan sejumlah besar sel telur yang secara bertahap akan habis terpakai. kadar estrogen dan progesteron bergelombang. Dalam setiap bulan. yaitu estrogen. Saat ini tidaklah sama pada setiap wanita. dan testotesron. yang efeknya mempengaruhi kerja alat-alat tubuh yang lain. .

-Memberi nasehat untuk mencari tahu lebih banyak tentang hal yang dihadapi melalui media . -Memberikan nasehat agar wanita tersebut mau dan bisa menerimastatus quo. Cara mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan depresi menstrual yaitu : a) Dukungan Informatif -Memberikan konseling bahwa berhentinya haid adalah hal yang fisiologis dan akan dialami oleh semua wanita. bahwa wanita yang bersangkutan menjadi kurang lengkap dan sempurna disebabkan oleh berhentinya fungsi reproduksi dan haid. Pada masa ini wanita cenderung masuk ke masa tua. 4. Dan selalu tiba bersamaan dengan datangnya siklus haid. Wanita tersebut masih bisa melanjutkan fungsi keibuannya dengan jalan mencari pengalaman-pengalaman individual yang baru. Masa Nenek-nenek Dengan berhentinya fungsi reprduksi pada seorang wanita itu bukan berarti keberhentian hidupnya. GANGGUAN PSIKOLOGIS MENOPOUSE Gangguan Psikologis Pada Wanita Menopause Beberapa gangguan yang terjadi adalah : 1. -Memberikan informasi agar selalu mengkomunikasikan setiap masalah atau perubahan yang terjadi kepada suaminya. Jika fungsi keibuan untuk melayani dan mengabdi pada species manusia itu sudah berhenti. Pada saat ini sekalipun wanita tersebut tidak haid lagi. -Memberi nasehat agar dapat menerima keadaannya dengan lapang dada. Tampaknya depresi tadi merupakan manifestasi dari kepedihan hati dan kekecewaan. Depresi Menstrual Keadaan ini pernah timbul pada masa adolesens yang kemudian hilang dengan sedirinya selama periode reproduktif (menjadi ibu) dan timbul lagi pada usia klimakteris.1. namun rasa depresif itu selalu saja timbul dengan interval waktu tidak tetap. Serta mengalami perubahan-perubahan fisik pada usia tua dan mempengaruhi psikologis mereka.

-Memberi nasehat untuk konsultasi ke ahli kebidanan untuk mendapat terapi. Ide Delirius Biasanya gejala tersebut berisikan ide delirus (kegilaan. nafsu-nafsu petualangan). harmonis dan saling pengertian. -Melibatkan anggota keluarga terutama suami dalam memahami kandisi istrinya.Memberi bantuan tenaga terhadap apa yang dibutuhkan oleh wanita menopause. -Memberi nasehat untuk mencari dukungan spiritual. 3. Cara mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan ide delirius yaitu : ‡ Memberi nasehat agar lebih mendekatkan diri pada Tuhan. -Memberi latihan penanganan stress. -Menganjurkan untuk berolahraga. -Menciptakan lingkungan kelurga yang nyaman. -Memberi contoh-contoh pengalaman positif tentang wanita menopause. d) Dukungan Instrumental . Masturbasi Klitoris Ada kalanya pada wanita menopause timbul semacam seksual yang luar biasa hangat membara lagi dan ia sensitive sekali sengga wanita tersebut melakukan masturbasi klitoris (onani kelentir). -Memberi nasehat uabtuh konsultasi ke dokter atau psikolog bila perlu b) Dukungan Emosional -Mempunyai rasa empati terhadap hal yang dialami oleh wanita menopause. -Memberi bantuan materi (yang dilakukan keluarga ) 2.cetak. c) Dukungan Penghargaan -Memberi penghormatan sehingga wanita tersebut merasa dihargai. ‡ Memberi nasehat mengembangkan pikiran atau ide yang positif dalam hidup. -Memberi dorongan/support sehingga wanita tersebut bisa percaya diri. Cara mengatasi gangguan psikologis masturbasi : -Memberi nasehat untuk memenuhi kebutuhan sex secara sehat. -Memberikan perhatian dan kepedulian kepada wanita tersebut. -Memberi konseling bahwa wanita menopause bisa melakukan hubungan sex . tenang. elektronik dan lain-lain.

Aktifitas social dan agama dapat memberikan kepuasan batin. memperkaya iman dan memberikan rasa berserah diri kepada-Nya. pastikan ruangan jangan terlalu panas/dingin dan kamar harus bersih juga rapih. Jernihkan pikiran. Cara mengatasi gangguan psikologis ini yaitu : o Memberi nasehat agar aktifitas yang dilakukan dapat mengarah ke hal-hal positif. 3. Ketenangan dalam keluarga yaitu adanya pengeryian dan dorongan anggota kelurga akan membantu mengurangi gejala yang timbul. terasa ringan dan membawa kebahagiaan. 6.-Mengkomunikasikan masalah pada suami dan diharapkan suami mau membantu memecahkan masalah. Dapatkan udara segar. jangan tidur dengan selimut menutupi kepala akan mengurangi oksigen dan menambah karbodioksida yang dihirup. Mengerti dan menerima diri sendiri tulus ikhlas merupakan fitrah dari Tuhan. CARA MENGATASI INSOMIA. GANGGUAN KONSEP DIRI DAN INFATILE PADA MASA MENOPAUSE DENGAN KONSELING DAN KOLABORASI Pada masa menopause terjadi perubahan yang menimbulkan gangguan diataranya insomia. memberi dukungan kepada isrinya. Batasi minum/cairan setelah jam 16. 4. nonton TV. 8. gangguan konsep diri dan infantile. 7. . Aktifitas Hipomanis Semu Wanita ini merasakan seolah-olah vitalitas hidupnya jadi bertambah. Makanlah jangan terlalu banyak/kemyang dan jangan kurang karena akan mengganggu tidur. 9. Cara mengatasinya adalah : 1. 4. cobalah menyelesaikan masalah pada siang dan singkirkan semua kecemasan sebelum tidur. 11. 10. Kembangkan kebiasaan tidur dan mentaatinya. B. 5. membaca bacaan ringan. musik yang menyenangkan. Atur kenyamanan diri. Pengobatan dengan estrogen dan kombinasi psikoterapi. 2. Menunda jam tidur dan tidak tidur siang. acara santai.00 karena akan bak waktu malam hari. o Mengisi kegiatan dengan memperdalam kebudayaan atau bakat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful