2. KAIN MORI Mori adalah bahan baku batik dari katun.

Kwalitet mori bermacam-macam, dan jenisnya sangat menentukan baik buruknya kain batik yang dihasilkan. Karena kebutuhan mori dari macam-macam kain tidak sama, keterangan dibawah ini barangkali bermanfaat juga. 3. LILIN (³MALAM´) Lilin atau ³malam´ ialah bahan yang dipergunakan untuk membatik. Sebenarnya ³malam´ tidak habis (hilang), karena akhirnya diambil kembali pada waktu proses mbabar, proses pengerjaan dari membatik sampai batikan menjadi kain. Tentang ³malam´ dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Jenis Malam Dan Campurannya. ³Malam´ yang dipergunakan untuk membatik macam-macam jenisnya. Kwalitet ini berpengaruh terutama pada daya serap, warna yang dapat mempengaruhi warna mori (kain), halusnya cairan, dan sebagainya. Maka harganya pun akan berbeda-beda. Tetapi dalam pemakain kita tergantung pada kebutuhan. Jenis ³malam´ itu ialah : ‡ ³Malam Tawon´ (lebah ) ialah ³malam´ yang berasal dari sarang lebah ( tolo tawon). Tolo tawon dipisahkan dari telur lebah dengan jalan merebusnya. ‡ ³Malam Klanceng´ ialah ³malam´ dari sarang lebah klanceng, dan didapat dengan cara seperti tersebut diatas. ‡ ³Malam Timur´ ialah ³malam´ terbaik. Jenis ini belum diketahui bahannya. ‡ ³Malam Sedang´, asal dan bahannya belum dapat diketahui. ‡ ³Malam Putih´, berasal dari minyak latung buatan pabrik. ‡ ³Malam Kuning´, berasal dari minyak latung buatan pabrik. ‡ ³Malam Songkal´, berasal dari minyak latung buatan pabrik. Warnanya hitam dan hanya untuk campuran. ‡ Keplak ialah bahan campuran. ‡ Gandarukem ialah bahan campuran. 2. Cara Mencampur Malam Aturan cara mencampur malam adalah sebagai berikut Malam putih seberat 100 buah uang sen (uang sen jaman Belanda) dengan malam hitam (sangkal) seberat 50 buah uang sen, dan "malam klancen,," seberat 50 buah uang sen. atau "Malam timur" seberat 100 buah uang sen dengan "malam" bekas batikan yang sudah kena wedelan seberat 50 buah uang sen, dan malam klancen berat 50 buah uang sen 4. PROSES MEMBATIK Mori yang sudah di kemplongi dan di garisi, apabila akan dibatik dengan motif jenis parang-parangan atau motif lain yang membutuhkan bidang tertentu serta lurus, umumnya di´rujak´. Dirujak artinya membatik tanpa mngunakan pola ; orang yang membatik demikian disebut ³ngrujak´. Orang yang Ngrujak adalah orang yang sudah ahli. Sedang orang yang baru taraf belajar atau belum lahir biasanya hanya ³nerusi´atau ³ngisen-ngiseni´. Sedangkan membatikdengan mempergunakan pola sudah diterangkan dimuka. Baik membatik rujak maupun membatik mempergunakan pola biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah ahli, sebab taraf permulaan ini merupakan penentuan burukbaiknya bentuk batikan secara keseluruhan. 1. Persiapan Membatik a. Keren, atau anglo dan wajan berisi ³malam´ harus sudah siap untuk mulai membatik. Malam harus sempurna cairnya (malam tua). Supaya lancar keluarnya melalui cucuk canting ; selain itu malam dapat meresap dengan sempurna dalam mori. Api dalam anglo atau keren harus dijaga tetap membara, tetapi tidak boleh menyala, karena berbahaya kalau menjilat malam dalam wajan. b. Mori yang sudah dipersiapkan harus telah berada diatas gawangan dekat keren, anglo. Si pembatik duduk diantara gawangan dan keren atau anglo. Gawangan berdiri disebelah kiri dan keren disebelah kanan pembatik. Orang yang pekerjaannya membatik disebut ³pengobeng´. c. Setelah semuanya beres pembatik memulai tugasnya. Pertama memegang canting. Cara memegang canting berbeda dengan cara memegang pensil, atau pulpen untuk menulis. Perbedaan itu disebabkanujung cucuk cantingbentuknya melengkung dan berpipa besar, sedang pensil atau pulpen lurus. Memegang canting dengan ujung-ujung ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah seperti memegang pensil untuk menulis, tetapi tangkai canting horizontal, sedangkan pensil untuk menulis dalam posisi condong. Posisi canting demikian itu untuk menjaga agar malam dalam nyamplunga tidak tumpah. d. Dengan canting itu pengobeng menciduk malam mendidih dalam wajan kemudian dibatikkan diatas mori. Sebelum dibatikkan canting ditiup lebih dahulu cara meniuppun dengan aturan tertentu, agar malam dalam nyamplungan tidak tumpah pada bibir pengobeng. Canting ditiup dengan maksud : 1. Untuk mengembalikan cairan malam dalam cucuk kedalam nyamplungan, supaya tidak menetes sebelum ujung canting ditempelkan pada mori. 2. Untuk menghilangkan cairan malam yang membasahi cucuk

Kalau tersumbat. Tahap-tahap Membatik Tahap-tahap membatik sepotong mori harus dikerjakan tahap demi tahap. Maka lubang ujung cucuk ditusuk memakai ijuk. ngisen-iseni ngisen-iseni dari kata ³isi´.yang dimaksud adalah darah lembu (kerbau) yang dipotong dan dimasak. 5. Dibeberapa daerah cara mbabar pada garis besarnya sama. Bliriki Bliriki ialah nerusi tembokan agar bagian-bagian itu tertutup sungguh ±sungguh. Bliriki mempergunakan canting tembokan dan caranya seperti nemboki. 3. malam itu dikembalikan kedalam wajan . Bahan Untuk Mbabar Pada umumnya untuk mbabar batikan dipergunakan bahan hasil alam dengan pengolahan sederhana. atau serabut kelapa sampai masuk sepanjang cucuk. NILA Nila dari tumbuh-tumbuhan tarum (Jawa tom). Proses Mbabar Batikan Menjadi Kain. b. Tahap-tahap itu ialah : a. Canting yang beres keadaannya baru digoreskan pada mori. yaitu memproses menjadi kain. karena udara tidak dapat masuk. Maka ngisen-iseni berarti memberi isi atau mengisi. 2. Di Jawa terdapat istilah ³saren´ . f. Di sini saren adalah suatu ramuan. atau adonan dari beberapa bahan untuk mencelup batikan sesudah disoga. atau akan diberi warna yang bermacam-macam pada waktu penyelesaian menjadi kain. 1. d. Nila dipergunakan untuk medel batikan dengan campuran bahan yang lain. sebagai campuran. Pengobeng yang membatik dari permulaan sampai selesai nerusi disebut ³ngengreng´. Canting yang dipergunakan ialah canting cucuk sedeng yang disebut juga canting klowongan. b. canting dicidukkan pada cairan malam dalam wajan itu juga. Keitimewaan menusuk ialah memakai tangan kiri dengan cara tertentu dalam waktu yang cepat. . Bahan untuk mbabar. maka cairan dalam nyamplungan tidak bersuara.canting . Setiap tahap dapat dikerjakan oleh orang yang berbeda tetapi sepotong mori tidak dapat dikerjakan beberapa orang bersamaan waktu. baik bekas memakai pola maupun dirujak. ENJET (KAPUR SIRIH) Dipergunakan untuk campuran. Mori yang sudah dibatik seluruhnya berupa kerangka. Guna untuk menghilangkan´malam´. TEBU Tebu diambil gulanya atau tetes. atau langsung dibatikkan pada mori. Hal itu dilakukan smpai selesai. Sebagai landasan (penguak) mori yang baru digores dengan canting. meningkat pengerjaan selanjutnya. disebut ³batikkan kosongan´. Membatik nerusi ialah membatik mengikuti motif pembatikan pertama pada bekas tembusnya. 2. Cantingcantingyang dipergunakan sama dengan canting canting untuk ngengreng nerusi terutama untuk mempertebal tembusan batikan pertama serta untuk memperjelas. Untuk mengontrol cucuk canting dari kemungkinan tersumbat oleh kotoran malam. sedang tanpa pola disebut ³ngrujak´. dan dibatik kembali pada permukaan kedua itu. Batikan yang berupa ngengrengan kemudian di balik permukaannya. Batikan yang selesai pada tahap ini pun masih disebut ³ngengrengan´. Biasanya sesudah ditusuk ditiup kembali. Sudah sejak jaman purbakala tarum dipakai untuk membuat warna pakaian. membatik kerangka membatik kerangka dengan memakai pola disebut ³mola´. pekerjaan meningkat kepada tahap pertama proses mbabar. Nerusi Nerusi merupakan penyelesaian yang kedua. d. Selesai batikan dibliriki. MBABAR Mbabar ialah proses penyelesaian dari batikan menjadi kain. karena cucuk canting yang berlumuran cairan malam akan mengurangi baiknya goresan. e. Ngisen iseni dengan mempergunakan canting cucuk kecil disebut juga canting isen canting isen bermacammacam. Jika cari cairan malam dalam nyamplungan habis. Pengembalian cairan malam yang sudah dingin tadi tidak besar pengaruhnya terhadap malam dalam wajan. c. antara lain : a. atau kurang lancar mungkin karena pendinginan. Kalau batikan sudah dibliriki. SOGA Soga nama tumbuh-tumbuhan dari keluarga papilionaceae dan mempunyai warna kuning. Nembok Sebuah batikan tidak seluruhnya diberi warna. dan termasuk nemboki. SAREN Saren dari kata sari berarti inti atau pati. e. Nerusi tidak berbeda dengan mola dan batikan pertama berfungsi sebagai pola. Tangan kiri terletak disebalik mori. Memang bumi Indonesia kaya akan hasil alam yang bermacam-macam. c. atau disebut juga ³klowongan¶. Proses ini terbagi dalam beberapa tahap dan harus diselesaikan secara urut. 4. TAJIN Tajin ialah semacam kanji yang diambil dari air rebusan beras. terutama ketika permulaan canting diproseskan pada mori.

Londo Berupa jambangan kecil yang berisi air dan abu yang berfungsi untuk dipergunakan membasahi kasur agar tetap basah saat akan dipergunakan untuk meletakkan mori saat akan dicap.A. Nyoga Pengertian-pengertian : a. Serak Kasar dan Serak Halus Serak kasar dan serak halus ini terbuat dari kain katun dengan bentuk seperti kain kasa berfungsi sebagai lapisan diatas angsang untuk meletakkan cap saat pengambilan lilin malam yang sudah meleleh. Anglo Besar Anglo ini terbuat dari gerabah yang berfungi untuk tungku yang didalamnya diletakkan kompor untuk perapian. i. h. Angsang Angsang ini terbuat dari tembaga dengan permukaan berupa anyaman strimin yang diletakkan pada loyang. e. j. Taplak Taplak ini terbuat dari kain katun yang berfungsi untuk lapisan kasur c. Medel Dan Mbironi B. Loyang Loyang terbuat dari besi dan berbentuk seperti wajan dengan dasar datar dan berdiameter 40 cm. Angsang ini berfungsi untuk lapisan dasar pada permukaan loyang. berfungsi sebagai lapisan bantalan kain mori yang akan dicap. Alat Cap Alat cap ini terbuat dari tembaga dengan kombinasi besi dengan pemukaan untuk berupa motif batik. berfungsi untuk perapian saat melelehkan lilin malam d. . f. Kasur (Bantalan) Bantalan Kasur ini terbuat dari kapas yang dibungkus dengan kain. Cap ini berfungsi untuk meletakkan lilin malam dengan motif batik pada permukaan kain mori. loyang ini berfungsi untuk tempat lilin malam saat dipanaskan. b. Kompor Tebuat dari besi dengan menggunakan sumbu. Meja Meja ini terbuat dari kayu yang berfungsi untuk meletakkan kasur bantalan. Penggunaan Anglo ini untuk melindungi api dari angin sehingga api dapat menyala lebih tenang. g.

Di Indonesia.[2]. Dalam literatur internasional. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.A. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya. oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober.[3] Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa. teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa. Flores. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan. Di Afrika.L. dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat.A. serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik. batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas. dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. karena biasanya masing-masing corak memiliki Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih Corak batik Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Halmahera. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja. yang juga memopulerkan corak phoenix. termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Brandes (arkeolog Belanda) dan F. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. J. [2]Di sisi lain. 2009 Sejarah batik Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. G. sebagai keseluruhan teknik. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Awalnya. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut.[4] . Di Asia. kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga bendabenda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda). Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik. para penjajah. batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar. teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria. teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Batik Indonesia. Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. dan Papua. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM. teknologi.Menurut teknik y y y Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan.P.

Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda.who?serasah itu ditafsirkan sebagai batik.G. . Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembangkembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. batik Indonesia memukau publik dan seniman. Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17. batik jenis baru muncul. dikenal sebagai batik cap dan batik cetak. 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London. Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting. dia membuat sendiri kain-kain itu. sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis.[2] Semenjak industrialisasi dan globalisasi. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. yang memperkenalkan teknik otomatisasi. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.[5] Oleh beberapa penafsir. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900. arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal. Dalam literatur Eropa. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri.P. Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful