P. 1
Kelas04 Sd Cerdas-pengetahuan-sosial Retno

Kelas04 Sd Cerdas-pengetahuan-sosial Retno

4.8

|Views: 20,833|Likes:

More info:

Published by: Open Knowledge and Education Book Programs on Sep 28, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2015

pdf

text

original

1.Ciri-Ciri Sikap Kepahlawanan

Apakah yang dimaksud dengan sikap kepahlawanan?
Kepahlawanan berasal dari kata pahlawan. Pahlawan merupakan orang
yang memiliki keberanian dan pengorbanan yang besar dalam berjuang
mencapai suatu cita-cita. Berani dan rela berkorban merupakan sikap
utama yang dimiliki oleh seorang pahlawan. Dari pengertian pahlawan ini
dapat kita simpulkan bahwa sikap kepahlawanan merupakan sikap yang
menunjukkan keberanian dan pengorbanan yang tinggi dalam berjuang
mencapai suatu hal. Selain berani dan rela berkorban ada ciri-ciri lain dari
sikap kepahlawanan. Apa saja ciri-ciri lain tersebut? Marilah kita simak
salah satu riwayat perjuangan tokoh pahlawan berikut. Dari riwayat ini kamu
akan menemukan beberapa ciri-ciri dari sikap kepahlawanan.

Kapitan Pattimura

Nama asli Kapitan Pattimura adalah Thomas Matulessy. Ia lahir di
negeri Haria, Pulau Saparua, Maluku pada tahun 1783. Ia mengalami
masa pergantian pemerinta-han dari tangan Belanda ke tangan Inggris

BAB 6 Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme 109

pada tahun 1798. Pada masa pemerintahan
Inggris, ia masuk dinas militer dan memper-
oleh pangkat sersan.
Tahun 1816 Belanda kembali berkua-
sa di Maluku. Penduduk Maluku kembali
pula mengalami penderitaan. Mereka
dipaksa bekerja rodi dan menyerahkan hasil
rempah-rempah kepada Pemerintah
Belanda. Karena tekanan-tekanan tersebut,
penduduk Maluku mengangkat senjata
membebaskan diri dari penjajahan.
Perlawanan mula-mula berkobar di
Saparua dan kemudian menjalar ke tempat-
tempat lain. Thomas Matulessy diangkat menjadi pimpinan perlawanan
dengan gelar Kapitan Pattimura. Di bawah pimpinannya, penduduk
Saparua berhasil merebut benteng Duurstede pada tanggal 16 Mei 1817.
Semua tentara Belanda yang ada dalam benteng itu termasuk Residen
Van den Berg, tewas. Pasukan Belanda yang dikirimkan untuk merebut
kembali benteng tersebut, dihancurkan oleh pasukan Pattimura.
Akhirnya, Belanda mengirimkan pasukan yang lebih besar dengan
persenjataan yang lebih lengkap.
Benteng Duurstede berhasil direbut Belanda kembali, setelah tiga
bulan lamanya dikuasai penduduk Saparua. Sesudah itu, Belanda
melancarkan operasi besar-besaran untuk memadamkan perlawanan.
Karena kekuatan yang tidak seimbang lama-kelamaan perlawanan
menjadi berkurang. Kapitan Pattimura tertangkap sewaktu berada di
sebuah rumah di Siri Sori. Dengan beberapa orang temannya, ia dibawa
ke Ambon. Belanda membujuknya untuk bekerja sama, tetapi bujukan
itu ditolak.

Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung
kepada Patimura. Sehari sebelum hukuman itu dijalankan, Belanda
masih membujuk, tetapi ia tetap menolak. Pada hari Selasa tanggal 16
Desember 1817, hukuman gantung dilaksanakan di depan benteng
Victoria di Ambon.

Setelah menyimak kisah perjuangan Kapitan Pattimura di atas kita
dapat menemukan beberapa ciri-ciri dari sikap kepahlawanan yang telah
dicontohkan oleh Kapitan Pattimura, yakni:

Sumber: www.google.com

Gambar 6.2: Kapitan Pattimura

110 BAB 6

Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme

a.Berani

Dalam riwayat di atas tergambar jelas keberanian dari Kapitan
Pattimura melawan penjajah Belanda. Dalam setiap usaha dan
perjuangan kita harus berani menghadapi segala tantangan dan
rintangan. Seorang pejuang bukanlah seorang yang penakut. Karena
kita memperjuangkan kebenaran dan kebaikan, kita tidak boleh takut.

b.Tangguh

Tangguh artinya berjuang tanpa henti, tidak mudah goyah atau tidak
mudah terpengaruh. Seorang pejuang akan terus berjuang sebelum
cita-citanya tercapai. Agar memiliki ketangguhan kita harus memiliki
rasa percaya diri, sabar dan teguh pendirian. Kapitan Pattimura
merupakan seorang yang tangguh. Ini terlihat dari sikap Kapitan
Pattimura yang tidak mau dibujuk untuk bekerja sama dengan Belanda.
c.Bersemangat untuk maju
Setiap orang mempunyai keinginan untuk hidup lebih baik. Keinginan
tersebut harus diikuti dengan semangat dan usaha yang sungguh-
sungguh. Tanpa semangat dan kesungguhan, maka apa yang diinginkan
tidak akan tercapai.

d.Ikhlas

Seorang pahlawan sejati akan berjuang dengan ikhlas tanpa pamrih.
Ikhlas artinya tidak mengharapkan imbalan. Suatu kebaikan yang
dilakukan dengan ikhlas maka akan mendatangkan hasil yang baik
pula. Namun sebaliknya suatu kebaikan yang dilandasi dengan pamrih
tertentu, justru bisa mendatangkan suatu keburukan.
e.Rela berkorban

Dalam setiap perjuangan selalu membutuhkan pengorbanan.
Pengorbanan ini bisa berupa pikiran, waktu, tenaga, harta, bahkan
nyawa. Sikap rela berkorban telah ditunjukkan oleh Kapitan Pattimura.
Ia rela dihukum gantung oleh Belanda demi memperjuangkan cita-cita
rakyat Maluku.

2.Sikap Kepahlawanan dalam Kehidupan Sehari-hari

Apakah yang disebut pahlawan hanya orang-orang yang berjuang
melawan penjajah? Tentu saja tidak. Setiap orang yang berjasa kepada
bangsa ataupun kepada orang lain bisa disebut pahlawan. Orang tua
berjasa kepada kita karena telah melahirkan, merawat dan mendidik kita.
Petani berjasa dalam menyediakan kebutuhan pangan. Guru berjasa dalam
mengajarkan ilmu pengetahuan. Semua orang dapat berjasa dan menjadi
pahlawan bagi bangsa ini sesuai dengan caranya masing-masing.

BAB 6 Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme 111

Sikap kepahlawanan sangat penting dan harus dimiliki setiap or-
ang. Sejak dini sikap kepahlawanan harus mulai dipupuk dan dibiasakan.
Orang yang tidak memiliki sikap kepahlawanan akan menjadi penakut, pelit
atau tidak mau berkorban, malas berusaha, egois (mementingkan diri
sendiri) dan mudah putus asa. Walaupun tidak mendapat penghargaan
dari siapapun sikap kepahlawanan harus senantiasa dipupuk sebab
penghargaan bukanlah tujuan dari seorang pahlawan.

Kita harus membiasakan diri memiliki sikap kepahlawan dalam
kehidupan sehari-hari. Sikap kepahlawan dapat kita terapkan di lingkungan
keluarga, lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. Berikut ini
adalah contoh sikap kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari:
a.Lingkungan keluarga
Di lingkungan keluarga kita dapat menerapkan sikap kepahlawan dengan
saling menolong dengan ikhlas. Biasanya di rumah telah ditetapkan
aturan dan tugas-tugas rumah. Misalnya ayah mencuci motor, ibu
memasak, kamu mencuci piring dan adikmu menyapu rumah. Jika suatu
saat adikmu tidak dapat melaksanakan tugas karena sakit, maka kamu
harus siap menggantikan tugasnya dengan rela dan tulus ikhlas.
b.Lingkungan sekolah
Di lingkungan sekolah kita pun dapat mewujudkan sikap kepahlawan.
Misalnya jika ada teman yang tertimpa musibah, seluruh siswa di kelas
dengan suka rela mengumpulkan bantuan dana dan barang. Sikap
kepahlawanan di sekolah juga bisa diwujudkan dengan berani mengakui
kesalahan, jika memang berbuat salah.
c.Lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat meru-
pakan lingkungan yang lebih
luas. Sikap kepahlawanan
dapat diwujudkan misalnya
dengan ikut serta bekerja bakti
membersihkan lingkungan.
Jika memiliki suatu makanan
tidak lupa memberikan kepada
tetangga. Jika ada suatu
daerah yang tertimpa musibah,
kita bantu sesuai dengan
kemampuan kita. Ini juga
merupakan sikap kepahlawanan.

Sumber: www.malangkab.go.id.com

Gambar 6.3: Kerja bakti

112 BAB 6

Sikap Kepahlawanan dan Patriotisme

Latihan

Berilah contoh lain dari penerapan sikap kepahlawanan dalam kehidupan
sehari-hari!

o

N

n

a

g

n

u

k

g

ni
L

n

a

n

a

w

al
h

a

p

e

k

p

a

ki
s

h

o

t

n

o

C

.
1

a

g

r

a

ul
e

K

.
2

h

al
o

k

e

S

.
3

t
a

k

a

r

a

y

s

a

M

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->