DAFTAR ISI
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Pengembangan Proses Pembelajaran D. Penilaian Hasil Belajar E. Indikator Sekolah dan Kelas BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP PENUTUP 81 101 48 41 31 14 19 22 23 11 1 2 5 7 7 7 i ii

i

Disamping persamaan dalam kelompok. Kebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicanangkan berdasarkan masukan dari Masyarakat. Berdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa. Badan Penelitian dan Pengembangan menyusun naskah Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (condito sine qua non) untuk keberhasilan implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kepada guru. Naskah ini merupakan salah satu hasil dari program 100 hari yang diamanahkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional Kabinet Bersatu II. dalam pengembangan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sikap menyukai.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. Semoga naskah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh guru. Dr. dan karakter. Materi pendidikan yang bersifat developmental menghendaki proses pendidikan yang cukup panjang dan bersifat saling menguat (reinforce) antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya. kebijakan pemerintah merupakan bukan saja dukungan tetapi juga unsur yang berperan aktif dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa. kepala sekolah dan konselor sekolah. dan karakter bangsa telah dikembangkan dan dilaksanakan dalam skala yang manageable sesuai dengan kemampuan lembaga terkait dan dukungan kebijakan pemerintah. Perubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki sikap baru dan keterampilan baru dari para guru. keduanya saling memerlukan. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima. budaya. Oleh karena itu. moral. menjadikan nilai sebagai miliknya dan menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) maka posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajar aktif. Karakter sebagai suatu moral excellence atau akhlak dibangun di atas berbagia kebajikan (virtues) yang pada gilirannya hanya memilikimakna ketika dilandasi atas nilai-nilai yang berlaku dalam budaya (bangsa). Proses Pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses belajar aktif. dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagi tindakan dalam perilaku kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. kajian literatur. Perubahan sikap dan penguasaan keterampilan yang dipersyaratkan tersebut hanya dapat dikembangkan melalui pendidikan dalam jabatan yang berfokus. materi belajar ranah pengetahuan (cognitive) yang dalam satu kelompok developmental dengan nilai. maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai. dan proses belajar. naskah ini dilengkapi juga dengan indikator sekolah dan indikator kelas yang dianggap kondusif dalam penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Kami doakan semoga semua dukungan dan partisipasi berupa pikiran. Amin. Materi belajar ranah pengetahuan dapat dijadikan pokok bahasan sedangkan materi nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tidak dapat dijadikan pokok bahasan karena mengandung resiko akan menjadi materi yang bersifat kognitif. Mansyur Ramly ii iii . sebagaimana halnya suatu performance content suatu kompetensi. Jakarta. Upaya yang telah dilakukan masyarakat dan lembaga terkait berupa pemikiran tentang pendidikan nilai. dan sistemik. tenaga. moral. Pada saat sekarang. antara proses belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah. waktu dan materi bernilai ibadah di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Meskipun demikian. konselor sekolah. pengawas dan pihak lain yang terkait. antara keduanya terdapat perbedaan yang mendasar dalam perencanaan pada dokumen kurikulum (KTSP). Selain sebagai pedoman untuk pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. berkat rahmat Allah SWT serta dukungan dan partisipasi berbagai pihak akhirnya Naskah Pedoman Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa telah rampung. Januari 2010 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Prof. pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahan dalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang. ingin memiliki. berkelanjutan. materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bersifat developmental. pengembangan telah dilakukan bersama oleh Badan Penelitian dan Pengembangan dan beberapa Unit Utama di lingkungan Kementrian Pendidikan Nasional serta kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Berbeda dari materi ajar yang bersifat mastery. seminar. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat pendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. Oleh karena itu. kepala sekolah. Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyusunan naskah ini. Oleh karena itu. kepala sekolah. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilainilai mendasari suatu kebijakan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga Negara. H. konselor sekolah dan pengawas dapat menggunakan indikator tersebut sebagai pedoman dalam mengembangkan dan menilai budaya sekolah yang kondusif untuk Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki warga Negara Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. RPP. sarasehan. Perbedaan hakekat kedua kelompok materi tersebut menghendaki perbedaan perlakuan dalam proses pendidikan. silabus.

kehidupn politik yang tidak produktif. peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat. Sutjipto. A. ST iv 1 . Tim Penulis Naskah: Ketua: Prof. Buchori Ismail Sekretaris Kegiatan: Erlina Indarti. M. Heni Waluyo. wawancara.Pd. Dr. Suci Paresti. M. dialog. Sebagai alternatif yang bersifat preventif. Said Hamid Hasan Anggota: Prof.Pd Dra. maupun internasional. Yoyok Mulyana Drs. Dr. kekerasan. Ph.D Wakil Penanggung Jawab Kegiatan: Drs. M. tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat. Kurniawan. baik pada tingkat lokal. Zulfikrie Anas. pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera. dan di berbagai kesempatan. memberikan perhatian yang lebih besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa sebelumnya. para ahli. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa. M. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan. tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak. nasional.Pd Drs. dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar. seminar. perkelahian massa. dan para pengamat pendidikan. ahli pendidikan. Pengarah: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kepala Pusat Kurikulum Penanggung Jawab Kegiatan: Erry Utomo.PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA PENDAHULUAN A. Dr.Ed Drs. M.Ed Dra.Ed Dra. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi. Maria Listiyanti Drs. Oleh karena itu. dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa.Ed Drs. perusakan. saat ini. Lili Nurlaili. kejahatan seksual. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat.Ed Drs. Hamka. paling tidak mengurangi. dan gelar wicara di media elektronik. Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi. Jarwadi. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. para pemuka masyarakat. M. Selain di media massa. sudah seharusnya kurikulum. Abdul Aziz Wahab Prof. M. M. undang-undang. Sapto Aji Wirantho Dra. Latar Belakang Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. M. kehidupan ekonomi yang konsumtif. Maria Chatarina Drs.

norma. seperti jujur. paling tidak untuk masa 5 (lima) tahun mendatang. karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu. dan pendidikan. moral. tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik. sistem ekonomi. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. pengembangan budaya dan karakter B. Oleh karena itu. nilai.seminar. norma. kreatif. serta seni. terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional. nilai. sehat. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. moral. Guru-guru Antropologi. Apalagi jika dikaji. sistem pengetahuan. moral. berani bertindak. dan keyakinan. Kebajikan terdiri atas sejumlah nilai. teknologi. norma. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir. cakap. norma. dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional pada awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan pendidikan budaya dan karakter bangsa. akhirnya berakumulasi pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial. Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter b21angsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya. Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. dan sebagainya. dan norma. berilmu. nilai. dapat dipercaya. nilai. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. dan hormat kepada orang lain. norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial. ilmu. teknologi. manusia diatur oleh sistem berpikir. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. karakter bangsa. moral. dan keyakinan yang telah dihasilkannya. akhlak. Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. sehingga mereka memiliki sistem berpikir. bahwa kebutuhan itu. Ketika kehidupan manusia terus berkembang. Keinginan masyarakat dan kepedulian pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik. 2 3 . dan bertindak. Sistem berpikir. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan. Karakter adalah watak. sistem ekonomi. Pendidikan Kewarganegaraan. seni. berpikir. yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata pelajaran terkait. moral. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. secara imperatif. berakhlak mulia. tabiat. Oleh karena itu. dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. moral. Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam mengembangkan pedoman ini. mandiri. akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan. adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional. bersikap. Artinya. Akan tetapi. dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. Sistem berpikir. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai lembaga pemerintah. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. nilai. sistem kepercayaan. nilai. sistem kepercayaan. moral. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan mata pelajaran lain.

Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. karena peserta didik hidup tak terpishkan dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah budayanya. mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. dimulai dari budaya di lingkungan terdekat (kampung. Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pertimbangan (valueing). Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. aturan dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa. sebagai anggota masyarakat. pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Budaya. 5 . cara berpikir. Pada titik kulminasinya. melalui semua mata pelajaran. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. dia sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses pertimbangan (valueing). mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. terutama dari lingkungan budayanya. Dengan kata lain. dan warganegara yang religius. Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas. dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya. maka mereka tidak akan mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungan budayanya. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. semakin kuat pula kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. dan budaya bangsa. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. RW. cara bertindak. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. Selain menjadi orang asing. peserta didik akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan. menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya. dan fisik. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. desa) berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh ummat manusia. Sesuai dengan sifat suatu nilai.bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagai anggota budaya bangsa. Dalam situasi demikian. otak. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila. yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang. Atas dasar pemikiran itu. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. 4 C. produktif dan kreatif . pendekatan yang sesuai. nasionalis. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat. Ketika hal ini terjadi. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. RT. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya. Oleh karena itu. karakter bangsa. yang lebih mengkhawatirkan adalah dia menjadi orang yang tidak menyukai budayanya. Dengan demikian. Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didik tercerabut dari akar budayanya. Oleh karena itu. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didik berada. dan pendidikan yang telah dikemukakan di atas maka pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya. Berdasarkan pengertian budaya.budaya masyarakat. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. melakukan proses internalisasi.

teknologi. sosiologi. sejarah. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. IPS. 2. kreatif. serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Selain itu. serta ketrampilan). bangsa. dan bahkan umat manusia. perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilainilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. berwawasan kebangsaan. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik. sistem ketatanegaraan. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi). penuh kreativitas dan persahabatan. nilai yang hidup di masyarakat (antropologi). Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. Selain mewariskan. sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi). Oleh karena itu pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. seni.Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi. E. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. pendidikan jasmani dan olahraga. geografi. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri. matematika. 3. pendidikan harus membangun pula kesadaran. ekonomi. ilmu. dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan. Dengan terobosan kurikulum yang demikian. Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat. dan 5. budaya. F. bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya. dan 3. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius. pemerintahan. Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. jujur. D. masyarakat. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. agama. antropologi. ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa. Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa. Artinya. Oleh karena itu. wawasan. kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. agama. 6 7 . 4. dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan). dan seni. serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity). IPA. kehidupan perekonomian. 2. pengetahuan. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri. bahasa Indonesia. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

6. teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia. Disiplin 5. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan seni. sikap. 4. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. dan pekerjaan. 3. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Tabel 1. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa NILAI 1. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. 2. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik. Toleransi 2. masyarakat. Kreatif 7. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama.1. kemauan. Baris berbaris (nilai disiplin) Berdasarkan keempat sumber nilai itu. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. tindakan. tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. ekonomi. Artinya. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. Oleh karena itu. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik. suku. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. 4. pendapat. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. etnis. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. kemasyarakatan. Mandiri 8 9 . serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. dan menerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara. hukum. maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. Kerja Keras 3. Oleh karena itu. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Atas dasar pertimbangan itu. dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. kehidupan individu. Secara politis. Jujur Gambar 1. yaitu warga negara yang memiliki kemampuan. budaya.

Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pada prinsipnya. proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. dan berbuat. Cara berpikir. kepedulian. DAN BUDAYA SEKOLAH A. sosial dan budaya). sosial. Peduli Lingkungan 17. Dengan prinsip ini. peserta didik belajar melalui proses berpikir. dan mengakui.NILAI 8. bersikap. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. menilai pilihan. Gemar Membaca 16. Tanggung-jawab Catatan: Sekolah dan guru dapat menambah atau pun mengurangi nilai-nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah dan hakekat materi SK/KD dan materi bahasan suatu mata pelajaran. budaya. dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. dan bekerja sama dengan orang lain. Silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada. Rasa Ingin Tahu DESKRIPSI Cara berfikir. 1. dan budaya sekolah. Cinta Tanah Air 12. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. lingkungan (alam. Oleh karena itu. Cinta Damai 15. Sikap. cerdas. mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang. Demokratis 9. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. bersikap. dan didengar. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Meskipun demikian. 10 11 . Cara berfikir. yang seharusnya dia lakukan. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. terhadap diri sendiri. ada 5 nilai yang diharapkan menjadi nilai minimal yang dikembangkan di setiap sekolah yaitu nyaman. masyarakat. bersikap. bergaul. 10. menentukan pendirian. ekonomi. jujur. lingkungan fisik. perkataan. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial. dan tangguh/kerjakeras. pengembangan diri. guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berkelanjutan. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. PENGEMBANGAN DIRI. bertindak. dilihat. Bersahabat/ Komuniktif 14. Sejatinya. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan. pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. dan politik bangsa. peduli. serta menghormati keberhasilan orang lain. Menghargai Prestasi 13. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun. Semangat Kebangsaan 11. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN. Peduli Sosial 18.

IPS. Walaupun demikian. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai melalui jalur-jalur itu: MATA PELAJARAN NILAI PENGEMBANGAN DIRI BUDAYA SEKOLAH Gambar 4. digambarkan sebagai berikut ini. Juga. dan ketrampilan. Warung Kejujuran Gambar 2.n Gambar 3. ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama. matematika. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri NILAI NILAI MP 4 MP 4 MP 5 MP 5 MP 6 MP6 MP . 12 13 .n MP . seni. prosedur. Melalui semua mata pelajaran. teori. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI). mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan. nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep. prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. pendidikan jasmani dan kesehatan. artinya. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna nilai itu. guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada. Oleh karena itu. mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap mata pelajaran. IPA. PKn. Konsekuensi dari prinsip ini. dan budaya sekolah. guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. peserta didik perlu mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri mereka. dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. 4. tidak diajarkan sebagai materi atau pokok bahasan dalam mata pelajaran. MP 1 MP 1 MP 2 MP 2 MP 3 MP 3 Nilai kejujuran dikembangkan dengan praktik langsung melalui warung kejujuran. bahasa Indonesia. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran 3. tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. pengembangan diri. afektif.2. Pembeli membayar sesuai dengan harga yang ditentukan. dan psikomotor. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidak ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian.

menyajikan hasil rekonstruksi atau proses pengembangan nilai. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah. Upacara Bendera B. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan. 14 b. berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran. dan lain-lain) setiap hari Senin. yaitu melalui hal-hal berikut. rambut. 1. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. pemeriksaan kebersihan badan (kuku. a. Kegiatan spontan Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka guru menuntun peserta didik agar aktif. mengolah informasi yang sudah dimiliki. atau teman. Gambar 5. perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah. tenaga kependidikan. atau nilai. mencari sumber informasi. guru. fakta. Kegiatan rutin sekolah Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif. tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini.handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Program Pengembangan Diri Dalam program pengembangan diri. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus 15 . Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif. menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas. telinga. beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam). dan tugas-tugas di luar sekolah. mengucap salam bila bertemu guru. dan mengumpulkan informasi dari sumber. sekolah. Membersihkan Kelas Gambar 7. tapi guru merencanakan kegiatan belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan. Pembelajaran Aktif Gambar 6. merekonstruksi data.

Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji. Pengkondisian suasana sekolah yang bersih didukung oleh fasilitas yang memadai. memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian. Keteladanan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Gambar 8. berpakaian tidak senonoh. bertutur kata sopan. 16 17 . berkelahi. menolong orang lain. toilet yang selalu bersih. berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji. Gambar 10.melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. berlaku tidak sopan. mencuri. berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain. Pengkondisian Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. berpakaian rapi. Gambar 9. memalak. Menolong teman yang terluka (nilai kasih sayang) d. perhatian terhadap peserta didik. kasih sayang. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan. misalnya: memperoleh nilai tinggi. Nilai cinta damai c. Misalnya. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya. menjaga kebersihan. jujur. sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur. datang tepat pada waktunya. Misalnya. bekerja keras.

mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP. harapan. toleransi. b. e. dan masyarakat. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan. kepedulian sosial. tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah.2. konselor. Budaya bersih C. umumnya mencakup ritual. kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan Proses Pembelajaran Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses Gambar 11. rasa kebangsaan. proses mengambil keputusan. norma. c. kepedulian lingkungan. kegiatan kurikuler. memberikan bantuan kepada peserta didik. guru dengan guru. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai aturan. Pengintegrasian dalam mata pelajaran Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini: a. dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah. disiplin. Budaya Sekolah Budaya sekolah cakupannya sangat luas. kerja keras. Gambar 12. dan f. d. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1 itu ke dalam silabus. konselor dengan sesamanya. sekolah. 3. Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah. baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. keteladanan. Kepemimpinan. pegawai administrasi dengan sesamanya. Guru mengintegrasikan nilai dalam mata pelajaran belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak. keramahan. moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. 18 19 . mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai. kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. demografi. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya. guru. hubungan.

pagelaran seni. mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi. kepala sekolah. lomba mengarang lagu. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. pameran foto hasil karya peserta didik bertema Gambar 15. lomba membuat tulisan. direncanakan sejak awal tahun pelajaran. pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa. Gambar 13. cinta tanah air. lomba kesenian antarkelas. melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa. Gambar 14. Kelas. toleransi. dan psikomotor. Gemar membaca memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum. lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa. dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan seharihari sebagai bagian dari budaya sekolah. 2. disiplin. melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir. melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik. mandiri. Pagelaran seni 3. gelar wicara. untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras. tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan tenaga administrasi di sekolah itu. membantu membersihkan atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu). Misalnya. afektif. Oleh karena itu. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial. kunjungan ke tempattempat yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik. melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. Meskipun demikian. Sekolah. Luar sekolah. Kesetiakawanan sosial 20 21 . lomba olah raga antarkelas. jujur. dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. menumbuhkan semangat kebangsaan. atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air. budaya dan karakter bangsa.1. semangat kebangsaan. pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa. dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran. dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. guru. dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. rasa ingin tahu. peduli lingkungan.

D. indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. Sebagai contoh. Ini membedakan penilaian hasil belajar pengetahuan dengan nilai dan ketrampilan. Indikator ini 22 23 . setiap saat guru berada di kelas atau di sekolah. memberikan bantuan terhadap orang kikir. Pernyataan kualitatif di atas dapat digunakan ketika guru melakukan asesmen pada setiap kegiatan belajar sehingga guru memperoleh profile peserta didik dalam satu semester tentang nilai terkait (jujur. MB atau MK tersebut dalam rapor. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan guru. apabila pada awal semester seorang peserta didik masih dalam status BT sedangkan pada penilaian di akhir emester yang bersangkutan sudah berada pada MB maka untuk rapor digunakan MB. Jadi. Melakukan observasi sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Penilaian Hasil Belajar Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. E. kerja keras. MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten). MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). dan sebagainya). catatan anekdotal. Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya. atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya. Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. Selain itu. dan sebagainya. diamati. melaksanakan. dipelajari. cerdas. Pertama. atau hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial sampai kepada hal yang dapat mengundang konflik pada dirinya. peserta didik dimintakan menyatakan sikapnya terhadap upaya menolong pemalas. Kedua. Guru dapat pula menggunakan BT. dan mengevaluasi sekolah Gambar 16. laporan. peduli. Dari hasil pengamatan. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Indikator Sekolah dan Kelas Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini. tugas. bukan hasil tambah atau akumulasi berbagai kesempatan/tindakan penilaian selama satu semester tersebut. Penilaian dilakukan secara terus menerus. Posisi nilai yang dimiliki peserta didik adalah posisi seorang peserta didik di akhir semester. dan personalia sekolah dalam merencanakan. guru. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator atau bahkan suatu nilai. guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. indikator untuk mata pelajaran. MT. Sebagai contoh. indikator untuk sekolah dan kelas.

tindakan. agama. 10-12). Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. status ekonomi. Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian. INDIKATOR SEKOLAH Merayakan hari-hari besar keagamaan. suku. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala. Bekerja dalam kelompok yang berbeda. agama. 4-6. sikap. Artinya. dan bahkan bersifat progresif. Tempat pengumuman barang temuan atau hilang. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa didik terhadap tugas dan pertanyaan guru. golongan. etnis. ras. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. INDIKATOR KELAS Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. Larangan menyontek. Memiliki fasilitas yang dapat digunakan untuk beribadah. dan sebagainya. membagi pensil. status sosial. Menyediakan kotak saran dan pengaduan. ras. golongan. dan pekerjaan. ras. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. dan status ekonomi. perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah kompleks. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku. membagi buku. dan status ekonomi. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan.dan pekerjaan rumah. maka ditetapkan indikator sekolah dan dalam jenjang kelas yang sama. status sosial. jawaban yang diberikan peserta sosial pada jenjang kelas 1 – 3. tanya jawab dengan peserta didik. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih sehari-hari (rutin). status sosial. serta tulisan peserta didik dalam laporan Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang 24 25 3.pendapat. Guru dapat mengembangkannya menjadi “membagi INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA NILAI 1. Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Menyediakan kantin kejujuran. 25 . agama. 7-9. golongan. kelas antara lain seperti berikut ini. Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku. makanan”. Misalkan. 2.”membagi makanan kepada teman” sebagai indikator kepedulian Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan pertimbangan dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah yang tindakan di sekolah. dan kemampuan khas. mengembangkan budaya dan karakter bangsa. Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang dimiliki peserta didik. Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama.

Membiasakan mematuhi aturan. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu. INDIKATOR KELAS Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat. Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik. bendera negara. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah. bersikap. Memiliki tata tertib sekolah. Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar. 7. Kerja Keras 26 6. Mengimplementasikan modelmodel pembelajaran yang dialogis dan interaktif. kepedulian. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras. Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK). Cara berpikir. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. lingkungan Menggunakan produk buatan dalam negeri.NILAI 4. Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja. 26 NILAI 8. teknologi. bertindak. Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Rasa Ingin Tahu 27 10. Membiasakan hadir tepat waktu. DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 5. Semangat Kebangsaan 11. Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik). dan didengar. Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja. Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah. Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Mendiskusikan hari-hari besar nasional. Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (sesuai program studi keahlian) (SMK). Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat. Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah. Eksplorasi lingkungan secara terprogram. peta Indonesia. dan budaya. Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin. pantang menyerah. Melakukan upacara hari-hari besar nasional. Cara berpikir. Menciptakan kondisi etos kerja. bersikap. tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. gambar kehidupan masyarakat 27 . Memiliki catatan kehadiran. dilihat. lambang negara. Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan. status sosial-ekonomi. Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka. etnis. Mengikuti lomba pada hari besar nasional. Demokratis DESKRIPSI Cara berpikir. Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku. Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan. Melakukan upacara rutin sekolah. INDIKATOR SEKOLAH Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. Menggunakan pakaian praktik sesuai dengan program studi keahliannya (SMK). Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden. Cinta Tanah Air Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari. dan daya tahan belajar. Pemberian tugas yang menantang munculnya karyakarya baru baik yang autentik maupun modifikasi. Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif. 9. ilmu pengetahuan.

Melakukan aksi sosial. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi. mengakui. INDIKATOR SEKOLAH Program wajib baca. Berempati kepada sesama teman kelas. Menciptakan suasana kelas yang damai.NILAI fisik. INDIKATOR KELAS Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik. Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. Penanganan limbah hasil praktik (SMK). budaya. Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender. Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas. tenteram. Membuat biopori di area sekolah. ekonomi. perkataan. 29 . Pembelajaran yang tidak bias gender. elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia. 28 NILAI 15. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik. Membuat tandon penyimpanan air. 13. Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial. sosial. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi. Memelihara lingkungan kelas. Cinta Damai Sikap. Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik. Pembiasaan hemat energi. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Menyediakan peralatan kebersihan. 29 17. guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik. Menyediakan informasi (dari sumber cetak. Menghargai Prestasi Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Melakukan aksi sosial. DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS 12. Menyediakan kamar mandi dan air bersih. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Indonesia. Menyediakan fasilitas untuk menyumbang. Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang. Pembelajaran yang dialogis. Frekuensi kunjungan perpustakaan. dan harmonis. Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan. Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan. Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai digunakan (SMK). Pembiasaan hemat energi. Saling tukar bacaan. bergaul. Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik. Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. Gemar Membaca DESKRIPSI Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Membangun kerukunan warga kelas. Dalam berkomunikasi. Guru mendengarkan keluhankeluhan peserta didik. Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah. Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang. Menyediakan fasilitas dan suasana menyenangkan untuk membaca. Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban. Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Memrogramkan cinta bersih lingkungan. Berkomunikasi dengan bahasa yang santun. Saling menghargai dan menjaga kehormatan. dan menghormati keberhasilan orang lain. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman. Menggunakan produk buatan dalam negeri. dan politik bangsa. 28 14. 16. dan bekerja sama dengan orang lain. Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik. Frekuensi kunjungan perpustakaan.

masyarakat. peta nilai yang diidentifikasi untuk sejumlah mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Indikator perilaku nilai-nilai Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. Artinya. Misalnya. dan indikator untuk nilai itu. serta keterkaitan antara SK dan KD. DESKRIPSI kerja organ-organ tubuh manusia yang sempurna dalam sinkronisasi fungsi 18. 4-6).9 lebih kompleks dibandingkan untuk kelas 4 .6. yang seharusnya dia lakukan. NILAI. indikator “mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui cara merawatnya dengan baik” untuk kelas 1-3 lebih sederhana dibandingkan indikator “mengagumi sistem dan cara Gambar 17. Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas. sosial dan budaya). jenjang kelas. perilaku yang 30 dirumuskan dalam indikator untuk kelas 7 . SMP (7-9). INDIKATOR SEKOLAH A. Mengajukan usul pemecahan masalah. perilaku yang dirumuskan dalam indikator untuk jenjang kelas 1 .Pelaksanaan tugas piket secara teratur. Indikator itu bersifat berkembang secara progresif. JENJANG KELAS. terhadap diri sendiri. bagi nilai religius. PETA NILAI DAN INDIKATOR INDIKATOR KELAS Bab III ini memuat nilai dan indikator minimal. 30 31 . lingkungan (alam. Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat.6. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pedoman ini ada 4 jenjang kelas yaitu SD (1-3.3 lebih sederhana dibandingkan perilaku untuk jenjang kelas 4 . SMA/SMK (10-12). Membuat laporan setiap kegiatan yang dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis. Melakukan tugas tanpa disuruh. dan indikator untuk setiap jenjang kelas yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah. DAN INDIKATOR Tabel berikut menggambarkan keterkaitan antara nilai. Tanggung jawab NILAI organ” untuk kelas 4-6 karena mengagumi sistem dan cara kerja organ lebih tinggi dibandingkan mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagian tubuh. tetapi lebih sederhana dibandingkan untuk kelas 10 12. Bagi nilai yang sama. nilai.

Bersahabat dengan teman yang berbeda pendapat. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan dalam berbahasa. sikap. Menyelesaikan tugas pada waktunya. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang dibaca. Mau menyatakan tentang ketidaknyaman suasana belajar di kelas. 4-6 Mengagumi sistem dan cara kerja organ-organ tubuh manusia yang sempurna dalam sinkronisasi fungsi organ. Mau bercerita tentang kesulitan menerima pendapat temannya. Melaksanakan tugas-tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Mencari informasi dari sumber-sumber di luar sekolah. Mau bertegur sapa dengan teman yang berbeda pendapat. pendapat. suku. Berpakaian rapi. Selalu mengajak teman menjaga ketertiban kelas. Membuat karya tulis tentang hal baru tapi terkait dengan materi pelajaran. Mematuhi aturan permainan. seni. Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Merasakan manfaat aturan kelas dan sekolah sebagai keperluan untuk hidup bersama. Saling menjaga dengan teman agar semua tugas-tugas kelas terlaksana dengan baik.1. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru berdasarkan sesuatu yang telah dimiliki. dan etnis. Bertanya tentang sesuatu yang berkenaan dengan pelajaran tetapi di luar cakupam materi pelajaran. Membuat berbagai kalimat baru dari sebuah kata. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam beribadah. tindakan. 32 33 . KETERKAITAN NILAI DAN INDIKATOR UNTUK SEKOLAH DASAR NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Mematuhi aturan sekolah. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai jenis bahasa dan suku bangsa. Senang mengikuti aturan kelas dan sekolah untuk kepentingan hidup bersama. Menaati peraturan sekolah dan kelas. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Menjawab pertanyaan guru tentang sesuatu berdasarkan yang diketahuinya. Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi. NILAI INDIKATOR 1-3 Membantu teman yang mengalami kesulitan walaupun be rbeda dalam agama. Datang ke sekolah dan masuk kelas pada waktunya. Membuat suatu karya dari bahan yang tersedia di kelas. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman. Mengatakan dengan sesungguhnya sesuatu yang telah terjadi atau yang dialaminya. Menerima pendapat teman yang berbeda dari pendapat dirinya. tugas. Menceritakan suatu kejadian berdasarkan sesuatu yang diketahuinya. dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Mengerjakan tugas-tugas dari guru pada waktunya. Senang bergaul dengan teman sekelas dan satu sekolah dengan berbagai perbedaan yang telah diciptakan-Nya. Mengagumi kebesaran Tuhan karena kelahirannya di dunia dan hormat kepada orangtuanya. Menyelesaikan PR pada waktunya. Mengemukakan ketidaknyaman dirinya dalam belajar di sekolah. Menjaga hak teman yang berbeda agama untuk melaksanakan ajaran agamanya. Menggunakan sebagian besar waktu di kelas untuk belajar. Mengusulkan suatu kegiatan baru di kelas. Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang menyayanginya. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang ditugaskan guru. Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. 4-6 Bekerja sama dengan teman yang berbeda agama. Mengerjakan semua tugas kelas dengan sungguhsungguh. Menghargai pendapat yang berbeda sebagai sesuatu yang alami dan insani. Tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan ataupun mengerjakan tugas di kelas. suku. Duduk pada tempat yang telah ditetapkan. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. Menyatakan perasaannya dalam gambar. Membantu teman yang memerlukan bantuan sebagai suatu ibadah atau kebajikan. Berpakaian sopan dan rapi. bentukbentuk komunikasi lisan dan tulis. diamati. etnis. dan etnis dalam kegiatankegiatan kelas dan sekolah. dan didengar untuk kegiatan kelas. Fokus pada tugas-tugas yang diberikan guru di kelas. INDIKATOR 1-3 Mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui cara merawatnya dengan baik. Mencari informasi dari sumber di luar buku pelajaran. suku. Tidak meniru pekerjaan temannya dalam mengerjakan tugas di rumah. dan pekerjaan. Mengingatkan teman yang melanggar peraturan dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Melakukan tindakantindakan untuk membuat kelas menjadi sesuatu yang nyaman. 4-6 Melakukan penghijauan atau penyegaran halaman sekolah.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Mengakui persamaan hak dan kewajiban antara dirinya dan teman sebangsa dari suku, etnis, budaya lain. Membaca buku-buku mengenai suku bangsa dan etnis yang berjuang bersama dalam mempertahankan kemerdekaan. 4-6 Bekerja sama dengan teman dari suku, etnis, budaya lain berdasarkan persamaan hak dan kewajiban. Menyadari bahwa setiap perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan bersama oleh berbagai suku, etnis yang ada di Indonesia. Mengagumi posisi geografis wilayah Indonesia dalam perhubungan laut dan udara dengan negara lain. Mengagumi kekayaan budaya dan seni di Indonesia. Mengagumi keragaman suku, etnis, dan bahasa sebagai keunggulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. Mengagumi sumbangan produk pertanian, perikanan, flora, dan fauna Indonesia bagi dunia. Mengagumi peran hutan Indonesia bagi dunia. Mengagumi peran laut dan hasil laut Indonesia bagi bangsa-bangsa di dunia. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. Menghargai kerja keras guru, kepala sekolah, dan personalia lain. Menghargai upaya orang tua untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. Menghargai hasil kerja pemimpin dalam menyejahterakan masyarakat dan bangsa.

Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Demokratis: Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

Melakukan sendiri tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Menerima ketua kelas terpilih berdasarkan suara terbanyak. Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas. Menerima arahan dari ketua kelas, ketua kelompok belajar, dan OSIS.

Mencari sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan sekolah. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas. Mengemukakan pendapat tentang teman yang jadi pemimpinnya. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Melaksanakan kegiatan yang dirancang oleh teman yang menjadi pemimpinnya. Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. Bertanya tentang beberapa peristiwa alam, sosial, budaya, ekonomi, politik, teknologi yang baru didengar. Bertanya tentang sesuatu yang terkait dengan materi pelajaran tetapi di luar yang dibahas di kelas. Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara di kelas. Menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Menyukai berbagai upacara adat di nusantara. Cinta tanah air: Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Mengagumi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. Menyenangi keragaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. Mengagumi keragaman hasil-hasil pertanian, perikanan, flora, dan fauna Indonesia. Mengagumi kekayaan hutan Indonesia. Mengagumi laut serta perannya dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari radio atau televisi. Bertanya tentang berbagai peristiwa yang dibaca dari media cetak.

Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati keberhasilan orang lain.

Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. Hormat kepada sesuatu yang sudah dilakukan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lain. Menceritakan prestasi yang dicapai orang tua.

Semangat kebangsaan: Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia ketika ada teman dari suku lain. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib. Mengagumi banyaknya keragaman bahasa di Indonesia.

Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya.

34

35

NILAI

INDIKATOR 1-3 Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya. 4-6 Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu, teknologi, sosial, budaya, dan seni. Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas. Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya kelas. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah. Berbicara dengan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lainnya. Berbicara dengan guru, kepala sekolah, dan personalia sekolah lainnya. Mendamaikan teman yang sedang berselisih. Menggunakan kata-kata yang menyejukkan emosi teman yang sedang marah. Ikut menjaga keamanan barang-barang di kelas. Menjaga keselamatan teman di kelas/sekolah dari perbuatan jahil yang merusak. Membaca buku dan tulisan yang terkait dengan mata pelajaran. Mencari bahan bacaan dari perpustakaan daerah.

NILAI

INDIKATOR 1-3 Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa atau tidak punya. Mengumpulkan uang dan barang untuk korban bencana alam. Buang air besar dan air kecil di WC. Membuang sampah di tempatnya. Membersihkan halaman sekolah. Tidak memetik bunga di taman sekolah. Tidak menginjak rumput di taman sekolah. Menjaga kebersihan rumah 4-6 Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan. Menyumbang darah untuk PMI. Membersihkan WC. Membersihkan tempat sampah. Membersihkan lingkungan sekolah. Memperindah kelas dan sekolah dengan tanaman. Ikut memelihara taman di halaman sekolah. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan

Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.

Bekerja sama dalam kelompok di kelas. Berbicara dengan teman sekelas. Bergaul dengan teman sekelas ketika istirahat. Bergaul dengan teman lain kelas.

Peduli lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Cinta damai: Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya

Tidak menggunakan kekuatan fisik dalam berselisih dengan teman. Berbicara dengan kata-kata yang tidak mengundang amarah teman. Tidak mengambil barang teman. Mengucapkan salam atau selamat pagi/siang/sore ketika bertemu teman untuk pertama kali pada hari itu.

2. KETERKAITAN NILAI, JENJANG KELAS DAN INDIKATOR UNTUK SMP - SMA
NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. INDIKATOR 7-9 Mengagumi kebesaran Tuhan melalui kemampuan manusia dalam melakukan sinkronisasi antara aspek fisik dengan aspek kejiwaan. Mengagumi kebesaran Tuhan karena kemampuan dirinya untuk hidup sebagai anggota masyarakat. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai alam semesta. Mengagumi kebesaran Tuhan karena adanya agama yang menjadi sumber keteraturan hidup masyarakat. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran. 10- 12 Mensyukuri keunggulan manusia sebagai makhluk pencipta dan penguasa dibandingkan makhluk lain Bersyukur kepada Tuhan karena menjadi warga bangsa Indonesia. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan di alam semesta. Merasakan kebesaran Tuhan dengan keberagaman agama yang ada di dunia. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran.

Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

Membaca buku atau tulisan yang diwajibkan guru.

Membaca buku-buku cerita yang ada di perpustakaan sekolah. Membaca koran atau majalah dinding. Membaca buku yang ada di rumah tentang flora, fauna, dan alam. Membagi makanan dengan teman. Berterima kasih kepada petugas kebersihan sekolah.

Membaca buku novel dan cerita pendek. Membaca buku atau tulisan tentang alam, sosial, budaya, seni, dan teknologi. Mengunjungi rumah yatim dan orang jompo. Menghormati petugas-petugas sekolah.

Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

36

37

NILAI Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

INDIKATOR 7-9 Tidak menyontek ataupun menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas. Mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi. Mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran. Menyatakan sikap terhadap suatu materi diskusi kelas. Membayar barang yang dibeli di toko sekolah dengan jujur. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. 10- 12 Melaksanakan tugas sesuai dengan aturan akademik yang berlaku di sekolah. Menyebutkan secara tegas keunggulan dan kelemahan suatu pokok bahasan. Mau bercerita tentang permasalahan dirinya dalam menerima pendapat temannya. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. Membayar barang yang dibeli dengan jujur. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. Memberi kesempatan kepada teman untuk berbeda pendapat. Bersahabat dengan teman lain tanpa membedakan agama, suku, dan etnis Mau mendengarkan pendapat yang dikemukakan teman tentang budayanya. Mau menerima pendapat yang berbeda dari teman sekelas.

NILAI Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

INDIKATOR 7-9 Mengerjakan semua tugas kelas selesai dengan baik pada waktu yang telah ditetapkan. Tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan dalam belajar. Selalu fokus pada pelajaran. 10- 12 Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi.

Menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas di kelas dan luar kelas. Selalu berusaha untuk mencari informasi tentang materi pelajaran dari berbagai sumber. Mengajukan suatu pikiran baru tentang suatu pokok bahasan. Menerapkan hukum/teori/prinsip yang sedang dipelajari dalam aspek kehidupan masyarakat. Mencari sumber di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan. Menerjemahkan sendiri kalimat bahasa Indonesia ke bahasa asing atau sebaliknya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan temanteman. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas. Mengemukakan pendapat tentang teman yang menjadi pemimpinnya. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. Membaca atau mendiskusikan beberapa peristiwa alam, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan teknologi yang baru didengar.

Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru dari yang telah dimiliki.

Mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan. Bertanya mengenai penerapan suatu hukum/teori/prinsip dari materi lain ke materi yang sedang dipelajari. Melakukan sendiri tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mencari sendiri di kamus terjemahan kata bahasa asing untuk bahasa Indonesia atau sebaliknya. Memilih ketua kelompok berdasarkan suara terbanyak. Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas.

Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

Tidak menggangu teman yang berbeda pendapat. Menghormati teman yang berbeda adat-istiadatnya. Bersahabat dengan teman dari kelas lain.

Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

Selalu tertib dalam melaksanakan tugas-tugas kebersihan sekolah. Tertib dalam berbahasa lisan dan tulis. Patuh dalam menjalankan ketetapan-ketetapan organisasi peserta didik. Menaati aturan berbicara yang ditentukan dalam sebuah diskusi kelas. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis.

Selalu teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas. Tertib dalam menerapkan kaidah-kaidah tata tulis dalam sebuah tulisan. Menaati peosedur kerja laboratorium dan prosedur pengamatan permasalahan sosial. Mematuhi jadwal belajar yang telah ditetapkan sendiri. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis ilmiah.

Demokratis: Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari ibu, bapak, teman, radio, atau televise.

38

39

10. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Hormat kepada sesuatu yang sudah dilakukan guru. Bergaul dengan teman sekelas ketika istirahat. seni. Rasa bangga dan peduli terhadap berbagai unggulan produk Indonesia dalam pertanian. Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. dan seni. Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah.12 Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. sastra. dan personalia sekolah lainnya. Merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial. 10.12 Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu. ekonomi. Berbicara dengan teman sekelas. Berupaya mempererat pertemanan. teknologi. sastra. dan humaniora. Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. kepedulian. keindahan. Menghargai upaya orangtua untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. Menghormati petugas-petugas sekolah. Peduli lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. kepala sekolah. teknologi. budaya. 40 41 . Rasa bangga atas berbagai produk unggulan bangsa Indonesia di bidang industri dan teknologi. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Berbicara dengan guru. teknologi. kepala sekolah. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Mengemukakan sikap mengenai kondisi geografis Indonesia. Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya. Membaca koran/majalah dinding. kepala sekolah. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. kepala sekolah. Ikut serta dalam berbagai kegiatan cinta damai. dan bekerja sama dengan orang lain Bekerja sama dalam kelompok di kelas. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. dan politik bangsa. mengakui. budaya. Membaca buku atau tulisan keilmuan. Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan. Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap keberagaman budaya dan seni di Indonesia. Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. Menyenangi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. flora. Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan sekolah. sosial. dan teknologi yang dihasilkan bangsa Indonesia Cinta damai: Sikap. Mengikuti berbagai kegiatan berkenaan dengan kebersihan. dan teknologi. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya kelas. ekonomi. sosial. seni. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa Indonesia. Membaca buku atau tulisan tentang alam. perkataan. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. Bergaul dengan teman lain kelas. dan personalia sekolah lainnya. Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas. perikanan. Menghargai hasil kerja pemimpin dalam mensejahteraan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. dan personalia lainnya. Berkomunikasi dengan temanteman setanah air. Melindungi teman dari ancaman fisik. budaya. bersikap. lingkungan fisik. Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa atau tidak punya. seni. Mengagumi dan menyenangi produk. dan humaniora. sosial. Ikut berpartisipasi dalam sistem keamanan sekolah. INDIKATOR 7-9 Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Menyenangi keberagaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. dan menghormati keberhasilan orang lain. budaya. Menghargai kerja keras guru. Membaca koran. Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas. bertindak. sosial. bergaul. Cinta tanah air: Cara berpikir. dan fauna Indonesia. NILAI INDIKATOR 7-9 Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya. Mengemukakan sikap dan tindakan yang akan dilakukan mengenai hubungan antara bangsa Indonesia dengan negara bekas penjajah Indonesia. budaya. Membaca buku atau tulisan keilmuan. Menceritakan prestasi yang dicapai orang tua. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa.NILAI Semangat kebangsaan: Cara berpikir. dan budaya. Menyumbang darah. dan fauna. flora. Berbicara dengan guru. dan personalia sekolah lain. Mengemukakan pikiran dan sikap mengenai ancaman dari negara lain terhadap bangsa dan negara Indonesia. Mengemukakan pikiran dan sikap terhadap pertentangan antara bangsa Indonesia dengan negara lain. Merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan kerusakan lingkungan. Ikut dalam berbagai kegiatan sosial. dan pemeliharaan lingkungan. perikanan. Mengemukakan sikap dan tindakan mengenai hubungan Indonesia dengan negara-negara lain dalam masalah politik. Mengagumi keberagaman hasil-hasil pertanian. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. industri.

B. Jujur Toleran Disiplin Kreatif Rasa ingin tahu Percaya Respek Bertanggung jawab Saling berbagi JENJANG KELAS 4-6 Semangat kebangsaan Cinta tanah air Menghargai Prestasi Bersahabat Komunikatif Cinta Damai Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA BERDASARKAN MATA PELAJARAN Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelajaran dengan nilai yang dapat dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa. Religius Jujur Toleran Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahu Percaya Respek Bertanggung jawab Saling berbagi Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras MATA PELAJARAN JENJANG KELAS 1-3 4-6 Kreatif Kreatif Mandiri Mandiri Demokratis Demokratis Rasa Ingin Rasa Ingin Tahu Tahu Semangat Semangat Kebangsaan Kebangsaan Cinta Tanah Air Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Menghargai Prestasi Bersahabat/Ko munikatif Bersahabat/K omunikatif Cinta Damai Terbuka * Peduli Sosial Peduli Lingkungan Berani * Kritis * Terbuka * Humor * Kemanusiaan* Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu Pantang menyerah Religius Toleransi Kerja keras Kreatif Bersahabat/kom unikatif Kasih sayang Rukun (persatuan) Tahu diri Penghargaan Kebahagiaan Kerendahan hati Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu Pantang menyerah Religius Toleransi Disiplin Kreatif Demokratis Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli lingkungan 7-9 Kreatif Mandiri Demokrasi Rasa Ingin Tahu Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/ Komunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan Kritis Terbuka Kemanusiaan Optimis MATEMATIKA Teliti Kreatif Patang menyerah Rasa ingin Tahu IPS BAHASA INDONESIA Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Cinta tanah air Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan 42 43 . Religius Jujur Toleran Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahu Percaya Respek Bertanggung jawab Saling berbagi Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras 7-9 Semangat kebangsaan Cinta tanah air Menghargai Prestasi Bersahabat Komunikatif Cinta Damai Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. JENJANG PENDIDIKAN DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGA RAAN (PKn) 1-3 Cinta tanah air Bersahabat Komunikatif Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. 1.

JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH MATA PELAJARAN PKn NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 .MATA PELAJARAN IPA 1-3 Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/kom unikasi Peduli sosial Tanggung jawab Peduli lingkungan Nilai susila Rasa ingin tahu Senang membaca Estetika Teliti Menghargai prestasi Pantang menyerah Terbuka Jujur Cinta damai Objektif Hemat Percaya diri JENJANG KELAS 4-6 Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/ko munikasi Peduli sosial Tanggung jawab Peduli lingkungan Nilai susila Kerja keras Rasa ingin tahu Senang membaca Estetika Kreatif Teliti Septis Mnghargai prestasi Pantang menyerah Terbuka Jujur Cinta damai Objektif Hemat Percaya diri 7-9 Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/kom unikasi Peduli sosial Tanggung jawab Peduli lingkungan Nilai susila Kerja keras Rasa ingin tahu Senang membaca Estetika Nilai ekonomi Kreatif Teliti Skeptis Menghargai prestasi Pantang menyerah Terbuka Jujur Cinta damai Objektif Hemat Percaya diri Cinta tanah air 2.12 Semangat Kebangsaan Cinta Tanah air Menghargai Prestasi Bersahabat Komunikatif Cinta Damai Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan. Bertanggung jawab Saling berbagi Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan Berani * Kritis * BAHASA INDONESIA 44 45 . Religius Jujur Toleran Disiplin Kerja keras/cerdas Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahun Percaya Respek.

Rasa ingin tahu Bersahabat Komunikatif.MATA PELAJARAN NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . Peduli lingkungan. Kretaif.12 Terbuka * Humor * Kemanusiaan* MATA PELAJARAN EKONOMI NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . Disiplin. Jujur. Cinta tanah air. Cintai damai. Bersahabat. Toleransi.12 Jujur Peduli sosial Rasa ingin tahu Kreatif Mandiri Cinta tanah air Kerja keras Disiplin Semangat kebangsaan Demokratis Semangat kebangsaan. Menghargai prestasi. Religius. Peduli sosial. Senang membaca. Kerja keras. Memokratis. Peduli sosial Rasa ingin tahu Demokratis Mandiri Kerja keras Disiplin Senang membaca Rasa Ingin tahu Jujur Peduli lingkungan Senang membaca Kritis MATEMATIKA Teliti Kreatif Pantang menyerah Rasa ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Mengharagai Prestasi Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Senang Membaca Peduli Sosial Peduli Lingkungan Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerjakeras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Peduli Kesehatan Religius Mandiri Toleransi Bersahabat/komunikatif Peduli sosial Tanggungjawab Peduli lingkungan Rasa ingin tahu Senang membaca Semangat kebangsaan Jujur Peduli lingkungan Toleransi Cinta damai Kerja keras Berani Kreatif SEJARAH GEOGRAFI BIOLOGI BAHASA INGGRIS FISIKA KIMIA 46 47 . Mandiri.

dan Indikator Sekolah Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar Mengetahui perbedaan jenis kelamin. Peduli Lingkungan. Demokratis. SK/KD. Nilai. Kreatif. Guru memiliki kebebasan dalam menambah. Berikut ini adalah peta yang menggambarkan keterkaitan antara KD dan SD dengan nilai dan indikator untuk nilai terkait. Disiplin. Cinta Damai. agama. Dalam pengembangan silabus pada awal tahun atau awal semester. Membiasakan tertib di rumah dan di sekolah Menerapkan kehidupan rukun di rumah dan di sekolah Hidup rukun Bekerja sama dengan baik dalam kelompok belajar yang beragam suku/agama Menjelaskan perlunya tata tertib di rumah di sekolah Disiplin Merapikan meja dan kursi setelah belajar di kelas Membantu memelihara kebersihan ruang kelas Melaksanakan Disiplin tatatertib di rumah dan sekolah Membantu memelihara kebersihan sekolah dan pekarangan 48 49 . KOMPETENSI DASAR. Religius. guru dapat menggunakan contoh berikut ini untuk merencanakan pengembangan nilai terkait untuk semester yang akan dilaksanakan atau tahun akademik yang akan dilaksanakan. STANDAR KOMPETENSI. DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN Setiap Kompetensi Dasar memiliki kemampuan mengembangkan satu atau lebih nilai dan setiap nilai memiliki satu atau lebih indikator.12 Kreatif Toleran Peduli sosial Religius Disiplin Komunikatif Mandiri Peduli sosial Cinta tanah air Cinta damai 1. Peduli Sosial. Toleransi. Kerja Karas. dan Rasa Ingin Tahu Senang membaca Memilih buku bacaan di perpustakaan dan membaca buku tersebut Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan sekolah Menghargai perbedaan Hidup rukun Berbicara dengan semua teman sekelas Bersedia duduk sebangku dengan teman sekelas yang mana saja Membagi bekal kepada teman yang membutuhkan C. mengurangi bahkan mengembangkan sendiri indikator yang akan digunakan.suku bangsa Nilai Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Bermain dan belajar bersama 4-6 Mencari informasi tentang agama dan suku bangsa di Indonesia lebih lanjut dari apa yang ada pada buku pelajaran Membaca buku-buku yang berkenaan dengan agama dan suku bangsa di Indonesia Bersahabat dengan semua teman sekelas Bekerja dalam kelompok yang beragam latar belakang agama dan suku bangsa Meminjamkan alat belajar kepada teman yang tidak punya atau lupa membawa Bekerja sama dengan semua warga sekolah dalam kelompok organisasi peserta didik Melaksanakan tugas-tugas kelas SOSIOLOGI Bersahabat/ Komunikasitif.MATA PELAJARAN NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . NILAI.

pakaian. air. lingkungan sehat) Rasa ingin tahu kerja keras memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam mengidentifika si kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Membersihkan gigi setelah makan Menerapkan aturan yang berlaku di masyarakat Disiplin Membuang sampah pada tempatnya Mengenal anggota tubuh Membiasakan hidup sehat disiplin Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mengenal anggota tubuh Mengenal bagian tubuh dan perawatan nya rasa ingin tahu menunjukkan pengamatan yang serius terhadap anggota tubuhnya Mengemukakan dengan antusias fungsi bagian-bagian tubuh berdasarkan hasil bacaan Bersahabat/ komunikatif Membantu teman membersihkan bagian tubuh belakang yang kotor Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin Membersihkan toilet atau tempat buang air kecil/basar Peduli sosial senang membaca Buang air kecil/besar pada tempatnya/ toilet 50 51 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Tidak bermain ketika sedang belajar kelompok di kelas 4-6 Mengerjakan tugas sesuai dengan tugas yang diberikan kelompok Anak menanyakan kata/kalimat/isi dari buku/tulisan yang dibacanya Anak membaca buku anakanak tentang sesuatu terkait mata pelajaran Mengembalika n buku perpustakaan pada waktunya Membeli makanan/minu man/barang di kantin sekolah dengan tertib Membantu membuang sampah di tempat sampah di kelas yang sudah penuh mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi anggota tubuh dan perawatan nya mengemukakan dengan antusias cara merawat bagian-bagian tubuh berdasarkan hasil bacaan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai peduli sosial Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 tidak mengolokolok teman yang memiliki keterbatasan fisik (anggota tubuh) menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat menyimak penjelasan guru dengan serius. mengajukan pertanyaan dan pendapat tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Membantu teman membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran Tidak meludah di tempat umum 4-6 Mau berkomunikasi dengan teman yang mengalami keterbatasan fisik (anggota tubuh) menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Menenerapkan hak anak di rumah dan di sekolah Menjelaskan hak anak untuk bermain dan belajar dan dengan pendapatnya Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah Senang membaca Anak meminta bantuan kepada guru dalam membaca Senang membaca Anak membaca buku anakanak yang di perpustakaan Memilih dengan tertib buku bacaan sekolah untuk dibaca Masuk kelas dengan teratur Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah Disiplin Mengidentifi -kasi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan. udara.

mengajukan pertanyaan tentang lingkungan sehat dan tidak sehat Menunjukkan upaya turut serta dalam merawat tanaman di pekarangan kelas seperti menyiram tanaman pada pot 52 53 . Mengenal cara memelihara lingkungan agar tetap sehat Mengenal cara menjaga lingkungan agar tetap sehat Disiplin Membuang sampah pada tempatnya Senang membaca Menjawab pertanyaan guru dengan antusias tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat berdasarkan hasil bacaan Menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang lingkungan sehat menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan lingkungan sehat Mengenal cara memelihara lingkungan agar tetap sehat Menceritakan perlunya merawat tanaman. dll. hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket Peduli lingkungan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang lingkungan sehat Memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Tidak mencabut tanaman dan memetik bunga di halaman sekolah Membedakan lingkungan sehat dengan lingkungan tidak sehat Kerja keras Menyimak penjelasan guru dengan serius. Mengikuti jadwal piket untuk memelihara kebersihan ruangan kelas Mengemukaka n pendapat dengan antusias berdasarkan hasil bacaan tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Peduli lingkungan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Bermain/dudu k pada tempat yang bersih di lingkungan sekolah Menunjukkan upaya menjaga kebersihan bangku dan kursi masingmasing 4-6 Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan kelas agar tetap sehat Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman. hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket dan buku lainnya/buku pengayaan Menunjukkan upaya turut serta dalam merawat tanaman di lingkungan sekolah seperti menyiram dan menyiangi tanaman Mengemukakan pendapat/ saran untuk memelihara tanaman dan lingkungan sekolah.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin 4-6 Menunjukkan upaya aktif dalam bidang kesehatan seperti menjadi pengurus UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) atau menjadi donor darah. hewan peliharaan dan lingkungan sekitar Senang membaca Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari guru dan buku tentang lingkungan sehat Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman.

keluarga dan kerabat Menceritakan Jujur kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan Disiplin Mendeskripsikan lingkungan rumah Menceritakan Empati salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya 54 55 . serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga Menceritakan kasih sayang antar anggota keluarga Kasih Sayang Senang membaca Membicarakan isi buku/tulisan yang dibacanya di kelas Mendeskripsikan lingkungan rumah Menunjuka sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga Toleransi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Memahami identitas diri dan keluarga.Menghargai kasi benda prestasi yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya Jujur melalui pengamatan Menceritakan Religius kasih sayang antar anggota keluarga Bersahabat/ komunikatif Peduli sosial Menjawab pertanyaan teman sekelas Memahami identitas diri dan keluarga. Mengungkapkan secara ciri-ciri benda yang dapat diamati di lingkungan sekitar Mengungkapkan secara jelas bendabenda yang dapat diamati di lingkungan sekitar Mendengar dan menyimak penjelasan guru dan teman sekelas Menceritakan hal yang telah difahami dalam kegiatan membaca.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Mengenal berbagai sifat benda dan kegunaannya melalui pengamatan perubahan bentuk benda Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Berusaha mendapatkan nilai yanag sempurna dari tugas yang diberikan. Menunjukan antusiasme dalam mengenali identitas anggota keluarga dan kerabat Melakukan tugas pengamatan terhadap identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan aturan yang ditetapkan 4-6 Memberikan penghargaan kepada teman yang berprestasi Melaporkan secara jujur hasil pengamatan mengenai benda di sekitarnya Turut dalam diskusi kelas Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menceritakan pengalaman diri Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menceritakan pengalaman pengamatan tentang identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan kenyataannya Menyatakan rasa syukur melalui doa sederhana karena memiliki keluarga yang saling menyayangi Menunjukan rasa kasih sayang terhadap anggota keluarga melalui cerita di kelas Menunjukan sikap hidup rukun dalam kemajemukan keluarga Menceritakan salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya Menyatakan perasaan yang dalam melalui kata-kata terhadap pengalaman anggota keluarga yang menyedihkan 4-6 Mengidentifi. serta sikap saling menghormati dalam kemajemukan keluarga Mengidentifi.Rasa Ingin kasi identitas tahu diri.

hari Membedakan tugas masingmasing anggota keluarga dalam kehidupan sehari .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan letak rumah Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menggambarkan letak rumah sesuai dengan kenyataannya Mengekspresi kan dengan kata-kata bayangan/ imaginasi tinggal di rumah yang sehat 4-6 Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menceritakan pengalaman dalam melaksanakan peran dalam keluarga sesuai dengan kenyataannya Menunjukan rasa bangga akan kerja keras yang dilakukan orang tua dalam usaha mencukupi kebutuhan keluarga Melakukan pengamatan sederhana tentang bentuk-bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Mau menceritakan partisipasi dalam kegiatan kerjasama di lingkungan tetangga yang dilakukan peserta didik sesuai dengan sebenarnya 4-6 Mendeskripsikan lingkungan rumah Menjelaskan lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah Rasa ingin tahu Menceritakan Jujur pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga Menghargai prestasi Peduli lingkungan Membuang sampah pada tempatnya di lingkungan sekolah Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki kelas Melakukan pengamatan sederhana tentang tugas dan peran setiap anggota dalam keluarga dalam kehidupan sehari .hari Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki sekolah Memahami peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga Rasa ingin tahu Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Memberi contoh bentuk bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Rasa ingin tahu Jujur Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Mendeskrips ikan kedudukan dan peran anggota keluarga Rasa ingin tahu Kritis 56 57 .

adat istiadat. kebiasaan. dan Indikator SMP Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.2. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Menerapkan norma-norma. kebiasaan. hukum. Nilai Semangat kebangsaan Indikator 7-9 Mengumpulkan beberapa gambar dan pakaian adat di Indonesi dan memabahasnya dalam tugas Pekerjaan Rumah Mengikuti lomba cerdas cermat tentang adat istiadat di sekolah Mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat tentng hukum di luar sekolah Menarikan salah satu tarian daerah dalam peringatan 17 Agustus di Sekolah Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Kompetensi Dasar Menguraikan hakikat. peraturan yang berlaku dalam masyarakat. Nilai. berbangsa dan bernegara. dan kelembagaan HAM Nilai Peduli sosial Indikator 7-9 Membantu kegiatan lembaga HAM dalam kampanye tentang HAM kepada masyarakat Rasa ingin tahu Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warganegara Menerapkan norma-norma. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakekat normanorma. SK/KD. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Rasa ingin tahu Mendeskripsikan kasus pelanggaran dan pupaya perlindungan HAM Rasa ingin tahu Mewawancarai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kaitannya dengan penegakan HAM Mengajukan pertanyaan untuk memperoleh penjelasan tentang gejala alam biotik dan abiotik Memilah data hasil pengamatan yang relevan dan tidak relevan secara teliti untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Melaporkan hasil pengamatan sesuai data / fakta yang diperoleh Format dan teknik pelaporan mengikuti kaidah dan aturan yang telah ditetapkan dalam tugas Menerima adanya perbedaan pendapat tentang hasil pengamatan Dapat menggunakan mikroskop serta peralatan pendukungnya tanpa lagi dibantu guru Kreatif Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Ingin tahu Kerja keras Bersahabat Menerima dan mau bergaul dengan teman yang berbeda agama Jujur Disiplin Cinta tanah air Turut aktif didalam memperingati detikdetik proklamasi di sekolah Mendeskripsikan makna Proklamasi Kemerdekaan dan konstitusi pertama Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Menganalisis hubungan antara proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945 Menunjukkan sikap positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama. Demokratis Rasa ingin tahu Mencari berbagai sumber di luar buku pelajaran tentang Pancasila dan UUD 1945 Memprakarsai kegiatan untuk memahami makna proklamasi bagi para pemimpin bangsa yang melahirkan UUD 1945 Kreatif Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Menggunakan Mandiri mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejalagejala kehidupan 58 59 .kebiasaan.

PSK dll) akibat penyimpangan sosial di keluarga dan masyarakat Menunjukan kewaspadaan dan menjauhi perilaku yang cenderung mengarah ke bentuk patologi sosial yang ada di lingkungan sekitar Menunjukan sikap menghindari perilaku yang mengandung penyakit sosial dan merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat. seks bebas.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Menghargai prestasi Indikator 7-9 Menunjukkan pengakuan /apresiasi terhadap mutu hasil kerja teman Mencoba berbagai upaya untuk memperoleh jawban terhadap pertanyaan yang diajukan Menggunakan mikroskop dan peralatan lainnya secara hati-hati sesuai prosedur Mendapatkan informasi melalui kegiatan membaca tentang besaran pokok dan besaran turunan 1. Berani Rasa ingin tahu Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukuran nya Berani Kreatif Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat Rasa ingin tahu 60 61 . Menemukan contoh dalam kehidupan sehari .hari baik di lingkungan rumah maupun di masyarakat adanya Bekerja keras Peduli lingkungan Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan Disiplin Disiplin Mendeskripsikan Senang besaran pokok dan membaca besaran turunan beserta satuannya Rasa ingin tahu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Memahami masalah penyimpangan sosial. Mencari informasi tentang upayaupaya menangulangi dan mencegah penyakit sosial yang diakibatkan oleh perilaku menyimpang dari berbagai sumber. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan Melakukan pengamatan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator 7-9 Mengkomunikasika n hal yang dipahami dengan benar (jujur) baik secara lisan maupun tulisan Memperhatikan keselamatan jiwa dan keselamatan alat (seafty) dalam menyusun prosedur. judi. Menggunakan syarat-syarat khusus dalam mengukur suhu (taat azaz). Mengidentifikasi berbagai usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat Ktitis Disiplin 2. Peduli sosial Semangat kebangsaan Jujur Bangga akan satuan tradisional Menyimpulkan hasil pengamatan tentang besaran pokok dan besaran turunan dengan benar (jujur) Mau menjelaskan besaran pokok dan besaran satuan beserta satuannya Berani menjelaskan secara benar dengan bahasa sendiri. Menunjukan kesadaran akan dampak negatif dari penyakit sosial (miras. narkoba. Keatif menyusun kalimat yang benar dan dapat dimengerti.

serta peranan pemerintah dalam upaya penanggulangannya Senang membaca Rasa ingin tahu Mandiri 62 63 .tokoh BPUPKI dan PPKI demi keutuhan semangat dan Empati Menunjukan dengan pernyataan ikut merasakan gejolak semangat bangsa Indonesia ketika mendengar kekalahan Jepang dari Sekutu Menunjukan sikap menghormati perbedaan pemikiran kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dinamika sejarah perjuangan bangsa. masyarakat dan negara. Mencari informasi melalui sumber bacaan lain tentang masalah ketidak setimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja Melakukan pengamatan di lingkungan setempat terhadap rendahnya kualitas ketrampilan tenaga kerja yang menjadi beban pemerindah daerah Belajar dengan sungguh-sungguh dan memiliki ketrampilan yang memadai agar kelak tidak menjadi beban keluarga. Menceritakan pengalaman tentang perbedaan yang dirasakan belanja di pasar moderen dengan pasar tradisional sesuai dengan kenyataan Mencari informasi dari sumber bacaan lain tentang peranan BPUPKI dan PPKI dalam penyusunan persiapan kemerdekaan dan merumuskan kelengkapan sebuah negara yang merdeka . Kreatif Menunjukan melalui sikap membiasakan diri dalam kehidupan sehari hari membuat skala prioritas kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan kemampuan memenuhinya. Menunjukan sikap penghargaan atas kerja keras dan kerjasama dalam menyelesaikan berbagai pebedaan dan mencapai kesepakatan baik dalam sidang BPUPKI maupun PPKI demi Indonesia merdeka Menunjukan sikap meneladani sikap tokoh .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator 7-9 hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator 7-9 kebersamaan mempersiapkan kemerdekaaan Indonesia. Jujur Menghargai prestasi Memahami usaha persiapan kemerdekaan Mendeskripsikan peristiwaperistiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia Senang membaca Memahami Kegiatan perekonomian Indonesia Semangat kebangsaan Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.

SK/KD. akar. dan logaritma Terus mencoba menerapkan aturan pangkat. Nilai. Nilai Teliti Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . rinci dan tertib dalam menggunakan aturan pangkat. Tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan pada waktu menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat. dan logaritma. fungsi dan tujuan NKRI Semangat kebangsaan Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi. akar. dan logaritma. dan logaritma. dan Indikator SMA Mata Pelajaran PENDIDIKAN KEWARGANE GARAAN (PKn) Standar Kompetensi Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara Nilai Rasa kebangsaan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . akar. dan logaritma. Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilih untuk membela Negara jika dihadapkan pada situsi yang menempatkan Negara dalam bahaya.3.12 Bekerja secara teratur. dan logaritma Cermat dalam melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. Melakukan pengkajian dan pengumpulan informasi serta laporan singkat tentang kegiatan lembga – lembaga peradilan di Indonesia Menggiatkan simulasi pelaksanaan pengadilan di sekolah Mata Pelajaran MATEMATIKA Standar Kompetensi Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat. akar. Berusaha dengan gigih dalam mempertahankan pendapat yang berkaitan dengan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. Memecahkan persoalan kelas/sekolah yang didasari oleh aturan dan tata tertib sekolah. dan logaritma Kompetensi Dasar Menggunakan aturan pangkat. persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat Memahami konsep fungsi Teliti Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional Menganalisis lembagalembaga peradilan Disiplin Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat Teliti Rasa ingin tahun Tekun Partisipasi Jujur 64 65 . Rapi dalam menyajikan jawaban terhadap soal yang berkaitan dengan pemahaman konsep fungsi Selalu mengecek ulang segala pekerjaan yang telah dilakukan berkaitan dengan penggambaran grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat.12 Mengungkapkan perasaan terbaiknya yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia tebentuk karena ada persamaan sejarah. kepentingan dan tujun antara sukusuku bangsa menjadi sebuah bangsa untuk membentuk sebuah Negara. Menunjukkan pengkajian yang serius terhadap bentuk pemerintahan Indonesia yang memilih republic dan bukannya kerajaan. Terus berupaya menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat secara benar Pantang Menyerah Rasa ingin tahu Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat. akar. akar. akar. Teliti Pantang Menyerah Semangat kebangsaan Menjelaskan pengertian.

sifat-sifat unsur. koordinasi Menggunakan bahasa yang komunikatif dalam kelompok untuk mengungkapkan gagasan Memberi kesempatan kepada anggota kelompok diskusi untuk mengajukan pendapat Menunjukkan usaha yang keras untuk memperoleh informasi tentang tatanama senyawa kimia Mencari sumber informasi/bacaan lain untuk memperoleh informasi tambahan tentang tatanama senyawa kimia Melaporkan hasil percobaan berdasarkan data hasil percobaan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Menghargai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk Kritis Komunikatif Melakukan penjumlahan vektor Jujur Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar Mengamati fenomena untuk mengetahui konsep penjumlahan besaran vektor. bertanya lebih dalam. bertanya pada ahli. cermat. hati-hati. ion. ikatan kovalen. taat azaz. bertanya lebih dalam. Bekerja secara optimal. Rasa ingin tahu Menghargai Kerja keras. dan ikatan kimia Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. massa dan waktu Melakukan eksperimen secara benar. teliti. cermat .Mata Pelajaran KIMIA Standar Kompetensi Memahami struktur atom. dan menjaga keselamataan kerja. Melakukan eksperimen untuk pengukuran panjang. meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep gerak. panjang. dan ikatan kimia Kompetensi Dasar Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr. Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya Rasa ingin tahu Senang membaca Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan Rasa ingin tahu Peduli lingkungan Jujur 66 67 . ikatan koordinasi. bertanya pada ahli. Melakukan eksperimen secara benar. teliti. melalui pemahaman konfigurasi elektron Nilai Kritis Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . menjaga keslaamatan kerja. sifat-sifat periodik unsur. hati-hati. dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya. dan waktu) Senang membaca. Rasa ingin tahu FISIKA Religius Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Mengukur besaran fisika (massa. sifat-sifat periodik unsur.12 Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang keteraturan dalam system periodik unsur Mencari informasi lebih lanjut tentang fenomena keteraturan dalam unsur di alam Menunjukkan kesadaran bahwa keteraturan dalam alam disebabkan oleh Tuhan penciptanya Menunjukkan kesadaran bahwa disiplin merupakan satu cara untuk mempertahankan keteraturan alam Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang pembentukan ikatan kovalen. Jujur Disiplin Memahami struktur atom. taaat azaz. massa atom relatif.12 Memberikan kesempatan kepada teman lain untuk mengajukan pendapat dan mengomentarinya dengan santun Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami makna standar .

Bekerja secara optimal.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Toleran. teleskope. Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . bertanya lebih dalam. kamera pinholl Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menerapkan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari Nilai Disiplin. buku. Melakukan eksperimen secara benar. dan peran virus dalam kehidupan Kerja keras 68 69 . hati-hati. gerak vertikal. dan menjaga keselamataan kerja Membuat teropong. meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakukan Hukum I. dan pengamatan) tentang ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Melaporkan hasil kajian buku teks dan pustaka lainnya secara antusias dalam mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang tahapan perkembangan manusia Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri. Menemukan kasuskasus yang menarik terkait dengan penerapan hukum Newton Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakuan pentingya alat-alat optik bagai kebutuhan hidup manusia. dan gerak melingkar beraturan Rasa ingin tahu Kerja keras Senang membaca. cermat. teliti. taat azat.12 Melakukan eksperimen secara benar.12 Bekerjasama dalam kelompok. taat azat. Senang membaca Kreatif Menerapkan prinsip kerja alatalat optik Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif Rasa ingin tahu Mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul. bertanya pada ahli. sel. replikasi. Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . populasi. hati-hati. dan menjaga keselamataan kerja Menampilkan hasil karya dalam kegiatan pameran Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. organ. II dan III Newton Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep Hukum Newton. bertanggung jawab dalam kelompok Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar. jaringan. ekosistem. individu. teliti. dan bioma) Kerja keras Ingin tahu Jujur Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Kreatif Mendeskripsikan ciri-ciri. replikasi. cermat. dan peran virus dalam kehidupan Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan Jujur Kreatif Kerja keras BIOLOGI Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Ingin tahu Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus.

struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan seharihari Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan Rasa ingin tahu Persahabatan Mendengarkan percakapan antara dua orang yang saling berkenalan agar peserta didik mempraktekkan persahabatan dan kepedulian sosial 70 71 .12 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang komponen kimiawi sel. osmosis. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. endositosis. endositosis.12 Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang ciri-ciri. endositosis. transport aktif. eksositosis) Merespon isi percakapan dua orang peserta didik yang melibatkan tindak/ujaran menerima/ Peduli lingkungan Mendeskripsikan Kerja keras ciri-ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Ingin tahu Kerja keras Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah Kerja keras Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi. dan peran virus dalam kehidupan Mengemukakan pendapat/ saran positif tentang upaya menghindari penyebaran virus flu di dalam kelas Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta hasil pengamatan dengan sumber acuan/pustaka untuk menganalisis jenisjenis limbah dan daur ulang limbah Membuat produk baru dari daur ulang limbah yang bermanfaat. osmosis. dan pengamatan) tentang organela sel tumbuhan dan hewan Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. buku. transport aktif. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta dengan sumber acuan/pustaka untuk mengidentifikasi mekanisme transpor pada membran (difusi. dan pengamatan) tentang perbedaan mekanisme transpor pada membran (difusi. menarik dan bernilai ekonomi Tidak meniru/ menyontek desain produk daur ulang limbah teman yang lain Menyelesaikan masalah sendiri yang berkaitan dengan pembuatan produk daur ulang limbah Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan komponen kimiawi sel.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . buku. transport aktif. replikasi. osmosis. eksositosis) Ingin Tahu Membuat produk daur ulang limbah Kreatif Kerja keras Jujur Mandiri BAHASA INGGRIS Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mendeskripsikan Kerja keras komponen kimiawi sel.

bertemu/ berpisah. toleransi. lancar dan berterima dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari dalam teks: recount. dan peduli sosial Peduli sosial Merespon isi percakapan yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. menunjukkan perhatian. menunjukkan simpati. lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengungkapkan perasaan bahagia. bertemu/ berpisah. kerja keras. lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan.12 Mendengarkan monolog lisan tentang peristiwa alam agar peserta didik dapat menujukkan peduli lingkungan dan rasa ingin tahu Merespon ceritera tentang tokoh yang menggambarkan kejujuran. menunjukkan simpati. dan membatalkan janji Menyimpulkan hakekat geografi Nilai Peduli lingkungan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . rasa ingin tahu Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan seharihari GEOGRAFI Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Rasa ingin tahu Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) 72 73 . menerima janji. dan procedure Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat. menyetujui ajakan/tawaran/ undangan. dan memberi instruksi Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . menunjukkan perhatian.12 Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Merespon makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. menunjukkan simpati. kerja keras.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. dan disiplin Jujur Persahabatan Mendengarkan percakapan dua orang yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. menerima janji. menunjukkan perhatian. toleransi. lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. menyetujui ajakan/tawaran/ undangan. peduli sosial. dan membatalkan janji Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. disiplin agar peserta didik dapat menunjukkan nilai kejujuran. narrative.

hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Cinta tanah air Khidmat mengikuti upacara kenaikan bendera merah putih disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menganalisis terbentuknya negara Kebangsaan Indonesia Semangat kebangsaan Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan suatu masalah nasional (berkenaan dengan konflik sosial. dan Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional Indonesia. 74 75 . ekonomi. pergerakan kebangsaan. Jujur SEJARAH Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Menyimpulkan hakekat geografi Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia ari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20. kolonial. Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan Semangat kebangsaan Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Rasa ingin tahu Membedakan pengaruh Revolusi Prancis.12 Mencari gambar dari sumber lain yang relevan mengenai batas-batas wilayah pesisir dan pantai (RIT) Menginventarisasi lagu-lagu nasional yang bertemakan tentang laut (SK) Setia menghadiri setiap upacara bendera pada setiap hari kemerdekaaan/kebangs aan di sekolah.12 Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK) Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmuilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerjasama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK Menanyakan global warming dalam kaitannya dengan iklim di Indonesia (RIT) Melaporkan hasil pengamatan mengenai data kerusakan pada saat terjadi bencana (JJR) Mencari informasi mengenai konversi lahan di lingkungan setempat dari sumber lain yang relevan (RIT) Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Memprediksi dinamika perubahan litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Nilai Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . politik) di sekolah maupun di luar sekolah Semangat kebangsaan Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Memprediksi perubahan dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Jujur Rasa ingin tahu Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Revolusi Amerika.

Mempelajari dan mengagumi keberanian manusia yang menjadi leluhur bangsa Indonesia untuk berlayar dengan perlengkapan yang sangat terbatas Bersikap ramah dan berteman baik dengan teman-teman sekelas dari berbagai daerah tanpa membedakan etnis.12 Mengagumi teknologi yang telah dihasilkan oleh masyarakat awal bangsa Indonesia Mempelajari dan mengagumi berbagai peninggalan budaya & peradaban dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia atau dunia.membuat ringkasan isi buku dari hasil bacaan yang .berhubungan dengan kajian sosialogi Bekerjasama dengan teman sekelas dan sekolahnya yang berbeda agama/suku/budaya/st atus sosial dalam rangka bersosialisasi untuk membentuk kepribadian bangsa Berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Menjaga prilaku dan perbuatan positif sesuai dengan aturan sekolah agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Menghindari prilaku negative yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang Menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman sekolahnya yang berasal dari struktur sosial yang berbeda Melakukan pertemanan dengan seluruh sivitas sekolah tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Menghargai prestasi Rasa ingin tahu Menghargai prestasi Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian Semangat Kebangsaan Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional. agama. Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan Bersahabat/ komunikatif Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Kerja keras Disiplin Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang Bersahabat/ komunikatif Menerapkan aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab Mendeskripsikan bentukbentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan Disiplin SOSIOLOGI Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat Bersahabat/ Komunikatif Cinta Damai Bergaul dengan temanteman sekelasnya menjauhi sikap bermusuhan dengan teman sekelasnya Menunjukkan rasa simpati pada teman sekelasnya Toleransi Bersahabat/ komunikatif Peduli Sosial 76 77 .12 . dan Islam di Indonesia. asal-usul sosial. Menunjukkan sikap bersedia membantu teman-teman kelas/sekolah yang sedang menghadapi kesulitan semampunya Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Senang Membaca Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal.berkaitan dengan kajian sosiologi untuk me . budaya. HinduBuddha.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia Kompetensi Dasar Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia Nilai Menghargai prestasi Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . golongan.menanyakan sesuatu yang tidak jelas/tahu yang . Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan.

Menganalisis factor penyebab konflik sosial dalam masyarakat Bersahabat/ komunikatif Cinta Tanah Air Semangat kebangsaan EKONOMI Memahami permasalahan ekonomi dulu kaitannya dengan kebutuhan manusia. Mengungkapkan gagasan baru terhadap penanggulangi masalah ekonomi akibat kelangkaan sumber daya alam (bahan bakar). Melakukan penelaahan dengan benar kaitan antara permintaan dan penawaran. penawaran. Menunjukkan hasil pengamatan yang mendalam tentang perilaku produsen dan dampaknya terhadap perilaku ekonomi masyarakat Indonesia. Menuliskan sendiri sejumlah peran konsumen dan produsen dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Mengidentifikasi sendiri berbagai perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi sehari-hari Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . mendapatkan kesempatan secara bergiliran persoalan yang ada dan mempengaruhi permintaan dan penawaran barang. Merancang satu kegiatan dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi untuk menanggulangi masalah kebutuhan hidup masyarakatat. Peduli Sosial Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka & kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kreatif Peduli Sosial Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan. Mengemukakan pendapat tentang pengembangan produksi barangbarang dalam negeri di masa yang akan datang.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Peduli Sosial Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . kelangkaan dan sistem ekonomi Mengidentifikasi kebutuhan manusia Jujur Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen Mandiri Cermat Rasa ingin tahu.12 Membantu temanteman sekelasnya yang membutuhkan pertolongan/bantuan tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Menjalin persahabatan dengan teman-teman sekelas dan sekolahnya untuk menghindari konflik sosial Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di negaranya Menyebutkan dengan jujur kebutuhan hidupnya sehari-hari yang masih belum terpenuhi Mengelompokkan secara mendetail kebutuhan hidup keluarganya dengan teliti Memberikan solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat miskin. harga keseimbangan dan pasar.12 Menunjukkan hasil pengamatan apa adanya tentang perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi saat ini. Mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Kerja Keras Rasa ingin tahu Demokratis Memahami konsep ekonomi dlm kaitannya dg kegiatan ekonomi konsumen dan produsen Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi Mandiri 78 79 . Mengumpulkan dan mempertunjukkan sebanyak-banyaknya informasi tentang faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran barang.

Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan harus tercermin jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. contoh berikut ini bukanlah dokumen KTSP yang akan dipersandingkan dengan dokumen KTSP yang sudah ada atau sedang berjalan. Dalam satu sekolah hanya ada satu KTSP. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin. Oleh karena itu. kepribadian. spontan. Penilaian ini dilakukan oleh pihak ekternal (dinas pendidikan) dan internal (kepala sekolah dan guru). (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan). sekolah. prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan. muatan lokal. Pelaksanaaan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. Sekolah yang menjalankan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas seperti yang tercantum dalam bab II. Contoh dokumen KTSP yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter 80 81 . Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan belajar di kelas. (3) nilainilai tidak diajarkan tapi dikembangkan.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang mendasarinya. penjabaran hukum permintaan dan penawaran dalam perilaku ekonomi sehari-hari berdasarkan hasil analisis kelompok. Nilai Teliti Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . keteladanan. INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP Menghargai Prestasi Sebagaimana dijelaskan pada bab II. Memberi perhatian yang sungguh sungguh serta respon positif atas prestasi dan kelompok lain yang dapat menunjukkan dengan benar contohcontoh ikaitan hukum permintaan dan penawaran. dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif. dan pengkondisian. dan luar sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain. dan budaya sekolah.12 Menguraikan dengan cermat.

Dokumen KTSP yang dipaparkan ini bukan mengambil contoh dari salah satu sekolah yang nyata. Contoh dokumen KTSP yang memuat pendidikan budaya dan karakter bangsa diuraikan secara lengkap dengan anak bab (I) Pendahuluan. Bagi pelaksana pendidikan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. ALAMAT SEKOLAH 82 83 . Contoh KTSP yang dituangkan di sini adalah untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. CONTOH DOKUMEN KTSP KURIKULUM SMP …. (II) Tujuan Pendidikan. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Ini semata-mata contoh yang dalam penerapannya di lapangan harus diadakan adaptasi (bukan adopsi) sesuai dengan konteks sekolah yang bersangkutan.berikut merupakan masukan untuk diadaptasi dengan dokumen KTSP yang sedang berlaku di sekolah. Oleh karenanya tidak menyertakan analisis konteks dari keadaan sekolah tertentu. dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diharap mengadakan adaptasi dari contoh itu. (III) Struktur dan Muatan Kurikulum. Misi. Visi. dan Tujuan Sekolah. dan (IV) Kalender Pendidikan. LOGO SEKOLAH/ DAERAH SMP ….

Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL). “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia” dan Pasal 32 ayat (1). yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan. Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. serta tanggung jawab. Landasan Penyusunan KTSP a. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. sehat. berilmu. b. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah. persatuan. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). kreatif. Landasan Filosofis Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. cakap. seperti dalam pengelolaan kurikulum. disiplin. menghargai prestasi. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan. Standar Kompetensi (SK). kondisi sosial dan budaya. rasa ingin tahu. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. kreatif. toleransi. mandiri. sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. kewaktuan. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius. mandiri. Pasal 36 ayat (2). 2. Nilai-nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. demokratis. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan. potensi daerah. yang mencakup religius. kemanusiaan. komunikatif. isi. cinta tanah air. berakhlak mulia.” Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3. peduli sosial dan lingkungan. PENDAHULUAN 1. sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. KTSP ini semangat kebangsaan. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini. Latar Belakang Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. gemar membaca. kerakyatan. potensi daerah. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus. Landasan Yuridis Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan: Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5).I. jujur. dan Kompetensi Dasar (KD). ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 84 85 . dan keadilan. “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. atau karakteristik daerah. baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan. “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya. kerja keras. cinta damai. Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik.

d. Oleh karena itu. keterampilan akademik. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 17 ayat (1). kebutuhan. teknologi. keterampilan berpikir. peserta didik”. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Oleh karena itu. berakhlak mulia. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan./SMPLB. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. SMA/MA/SMALB/SMK/MAK. a. kreatif. sosial budaya masyarakat setempat. status sosial ekonomi. SMP/MTs. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. kondisi daerah. tujuan pendidikan nasional. Tujuan Penyusunan KTSP KTSP ini disusun sebagai pedoman bagi komunitas sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah. cakap. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. “Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait”. adat istiadat. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. e. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. jenjang dan jenis pendidikan. berilmu. Pasal 38 ayat (2). dan gender. dan seni yang berkembang secara dinamis. 3. b. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. suku. perkembangan. teknologi. “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. pengembangan keterampilan pribadi. keterampilan sosial. budaya. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. dan pengembangan diri secara terpadu. 4. muatan lokal. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. sehat. dunia usaha dan dunia kerja. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB. serta budaya dan karakter bangsa. kepentingan peserta didik. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. dan seni. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.peserta didik”. c. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. 86 87 . Prinsip Pengembangan KTSP Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini. potensi daerah/karakteristik daerah. dan prinsip-prinsip pendidikan. dan tuntutan lingkungan.

rapi. sumber daya fisik. f. dan demokratis. Misi Mengembangkan sikap dan perilaku religiusitas di lingkungan dalam dan luar sekolah. Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar. cinta damai. 2. komunikatif. kreatif.f. menyenangkan. Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan. Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. dan hidup demokratis. dan nyaman. dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. VISI. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. berilmu. disiplin. DAN TUJUAN SEKOLAH 1. bertoleransi. pembudayaan. II. kerja keras. serta tujuan umum pendidikan dasar. g. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan dasar. Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan media dalam memublikasikan program sekolah. rasa ingin tahu. bekerja sama. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan budaya dan karakter bangsa. 88 89 . bersih. jujur. TUJUAN PENDIDIKAN. 4. pengetahuan. nonformal. d. mandiri. sehat. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman. saling menghargai. Visi Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. 3. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. cakap. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang. semangat kebangsaan. MISI. cinta tanah air. dan mandiri. b. Mengembangkan budaya gemar membaca. akhlak mulia. e. kepribadian. Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses pembelajaran. c. kreatif. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan. dan bernegara. berbangsa. Tujuan Sekolah Mengacu pada visi dan misi sekolah. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. a. berakhlak mulia. Semua kelas melaksanakan pendekatan “pembelajaran aktif” pada semua mata pelajaran. tanpa takut salah. tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini.

dan Kesehatan. seni dan budaya. muntaber. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. demokrasi. olahraga dan kesehatan. serta muatan lokal yang relevan. pembelajaran kewarganegaraan. berbangsa. dan nepotisme. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. olahraga. Melalui Kegiatan keagamaan. keterampilan/kejuruan. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Kegiatan keagamaan. pendidikan kesehatan. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. dan pendidikan jasmani. matematika. Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. hak. kolusi. dan muatan lokal yang relevan. ketaatan pada hukum. Kelompok mata pelajaran jasmani. sikap. dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat. kecanduan narkoba. Kegiatan pembelajaran bahasa. budi pekerti. jiwa dan patriotisme bela negara. pembinaan kepribadian/akhlak mulia. a. Akhlak mulia mencakup etika. dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi d. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. kreatif dan mandiri. Struktur Kurikulum Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini. ilmu pengetahuan alam. Kelompok mata pelajaran estetika e. tanggung jawab sosial. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler 90 91 . ketaatan membayar pajak. HIV/AIDS. pembelajaran kewarganegaraan dan pembinaan kepribadian/akhlak mulia. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. Kelompok mata pelajaran jasmani. pelestarian Kegiatan pendidikan jasmani. Kegiatan bahasa. ilmu pengetahuan alam. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. demam berdarah. Melalui 1. dan bernegara. keterampilan. estetika. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. kemajemukan bangsa. pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan muatan lokal yang relevan. Olah Raga. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. dan sikap serta perilaku anti korupsi. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian c. kesetaraan gender. jasmani. olahraga dan kesehatan Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) Pasal 7 sebagai berikut ini. ilmu pengetahuan sosial. seni dan budaya.III. bahasa. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Kelompok Mata Pelajaran Cakupan lingkungan hidup. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Estetika Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Jasmani.

Katholik.Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri sebagai berikut ini. Pendidikan Kewarganegaraan 3. b) Norma. sistem hukum dan peradilan nasional. keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. dan Konghucu. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. Seni budaya/Sanggar seni g. Bahasa Indonesia 4. Komponen A. Bahasa Inggris 5. Pendidikan Agama 2. peraturan-peraturan daerah. Pengembangan Diri 1. Olahraga dan Kesehatan 10. 1) Pendidikan Agama Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam. sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. hukum dan peradilan internasional. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal. Kebersihan h. a. Bahasa Daerah C. Agroindustri 3. Ruang lingkup: a) Persatuan dan kesatuan bangsa. norma yang berlaku di masyarakat. Kegiatan Ekstrakurikuler: a. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Bimbingan Konseling 2. Matematika 6. Buddha. dan Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama. Kepramukaan b. Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia. Sumpah Pemuda. Olahraga e. kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. keterbukaan dan jaminan keadilan. cinta lingkungan. meliputi: hidup rukun dalam perbedaan. Peduli dan Bakti Sosial i. 2) Pendidikan Kewarganegaraan Tujuan: Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan. 2*) Ekuivalen 2 Jam pembelajaran 92 93 . Budidaya Tanaman 4. Kerohanian f. dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga. Muatan Lokal 1. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. tata tertib di sekolah. …………………………… Jumlah 32 32 32 1 1 2* 2 2* 2 2* 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2. partisipasi dalam pembelaan negara. Kristen Protestan. Tujuan: Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing. Seni Budaya 9. Karya Ilmiah Remaja (KIR) d. hukum. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Mata Pelajaran Wajib Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP terdiri atas mata-mata pelajaran sebagai berikut ini. Pendidikan Jasmani. norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. UKS dan PMR c. Hindu. Mata Pelajaran 1.

budaya demokrasi menuju masyarakat madani. recount. 3) Bahasa Indonesia Tujuan: Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK. narrative. tata bahasa. serta mengevaluasi globalisasi. dan langkah-langkah retorika. descriptive. h) Globalisasi. pers dalam masyarakat demokrasi. membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional. demokrasi dan sistem politik. harga diri sebagai warga masyarakat. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata. instrumen nasional dan internasional HAM. Ruang lingkup: a) Bilangan b) Aljabar c) Geometri dan Pengukuran d) Statistika dan Peluang 94 95 . persamaan kedudukan warganegara. c) Kompetensi pendukung. meliputi: globalisasi di lingkungannya. dampak globalisasi. meliputi: hidup gotong royong. meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan. f) Kekuasan dan politik. meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. kebebasan berorganisasi. pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. tata bunyi. hubungan internasional dan organisasi internasional.c) Hak asasi manusia. prestasi diri. yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata. kemerdekaan mengeluarkan pendapat. kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi). budaya politik. Pancasila sebagai ideologi terbuka. berbicara. yakni mendengarkan. dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana). b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure. sistem pemerintahan. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa. menghargai keputusan bersama. pemerintah pusat. hubungan dasar negara dengan konstitusi. Ruang lingkup: a) Mendengarkan b) Berbicara c) Membaca d) Menulis 4) Bahasa Inggris Tujuan: Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi. konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. penghormatan dan perlindungan HAM. pemajuan. tata tulis). Ruang lingkup: a) Kemampuan berwacana. meliputi: hak dan kewajiban anak. e) Konstitusi negara. hak dan kewajiban anggota masyarakat. meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. d) Kebutuhan warga negara. 5) Matematika Tujuan: Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam rangka penguasaan IPTEK. proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. g) Pancasila. kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung). politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. dan report. pemerintahan daerah dan otonomi.

tenis meja. b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. memainkan alat musik. menyimpan. dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. c) Aktivitas senam. b) Aktivitas pengembangan. meliputi: mekanika sikap tubuh. dan sebagainya. apresiasi terhadap gerak tari. dan manipulatif. dan kecintaan pada seni budaya nasional. b) Seni Musik. mencakup pengetahuan. meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olah raga. patung. dan menyajikan informasi. ukiran. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. Olah Raga dan Kesehatan Tujuan: Menanamkan kebiasaan hidup sehat. dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan. mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal. eksplorasi gerak. serta aktivitas lainnya. keterampilan. sepak bola. dan senam lantai. dan Lingkungan b) Waktu. Ruang lingkup: a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan. kasti. Keberlanjutan. bola basket. kippers. senam pagi. ketangkasan tanpa alat. meliputi: ketangkasan sederhana. komponen kebugaran jasmani. mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri. apresiasi karya musik. ketangkasan dengan alat. olah pikir. dan seni peran. d) Aktivitas ritmik. rounders. dan beladiri. d) Seni Teater. Ruang lingkup: a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan b) Materi dan Sifatnya c) Energi dan Perubahannya d) Bumi dan Alam Semesta 7) Ilmu Pengetahuan Sosial Tujuan: Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk. meliputi: gerak bebas. memanipulasi. a) Permainan dan olah raga. tenis lapangan.6) Ilmu Pengetahuan Alam Tujuan: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK. bola voli. Ruang lingkup: a) Manusia. 96 97 . bulu tangkis. daya kreasi. SKJ. permainan. keterampilan lokomotor nonlokomotor. mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi. dan Perubahan c) Sistem Sosial dan Budaya d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan 8) Seni Budaya Tujuan: Mengembangkan apresiasi seni. seni tari. 10) Teknologi Informasi dan Komunikasi Tujuan: Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. mencakup keterampilan olah tubuh. Ruang lingkup: a) Seni Rupa. dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik. menanamkan rasa sportifitas. atletik. cetak-mencetak. Ruang lingkup. Tempat. c) Seni Tari. serta aktivitas lainnya. meliputi: olah raga tradisional. tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik. 9) Pendidikan Jasmani.

dan memiliki etos kerja. Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut. Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan. sehinggga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan. Kegiatan Rutin. dan kerja sama. dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini. dan minat.b. dan tenaga pendidik. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran. sarana prasarana. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. kepekaan terhadap lingkungan. eksplorasi. potensi dan keunggulan daerah. No. Keteladanan. 3. 1. Jenis Muatan Lokal Pendidikan Keterampilan Jasa Agroindustri Budidaya Tanaman Bahasa Daerah 1 1 Alokasi Waktu VII VIII 2 2 IX 1. kelompok. 4. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus c. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMP ini adalah sebagai berikut. Kegiatan Layanan dan kegiatan pendukung konseling Ekstrakurikuler Pelaksanaan Individual Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas Kepramukaan PMR UKS KIR Olah raga Kerohaniaan Seni budaya/sanggar seni Kesehatan reproduksi remaja Latihan dasar kepemimpinan 2. bakat. Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. tanggung jawab. Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. serta ketersediaan lahan. Muatan Lokal Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas. kemandirian. kreatif. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari 98 99 . yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal Contoh Piket kelas Ibadah Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas Bakti sosial Memberi dan menjawab salam Meminta maaf Berterima kasih Mengunjungi orang yang sakit Membuang sampah pada tempatnya Menolong orang yang sedang dalam kesusahan Melerai pertengkaran Performa guru Mengambil sampah yang berserakan Cara berbicara yang sopan Mengucapkan terima kasih Meminta maaf Menghargai pendapat orang lain Spontan. berpikir kritis. 2. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi. disiplin. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual. yaitu terprogram dan tidak terprogram. komunikasi.

taat pada peraturan) Memberi salam ketika bertemu Berpakaian rapi dan bersih Menepati janji Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi Berperilaku santun Pengendalian diri yang baik Memuji pada orang yang jujur Mengakui kebenaran orang lain Mengakui kesalahan diri sendiri Berani mengambil keputusan Berani berkata benar Melindungi kaum yang lemah Membantu kaum yang fakir Sabar mendengarkan orang lain Mengunjungi teman yang sakit Membela kehormatan bangsa Mengembalikan barang yang bukan miliknya Antri Mendamaikan Jenis Pengembangan Diri B. basket. Jenis Pengembangan Diri A. taat waktu.Kegiatan Contoh Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda Mendahulukan kesempatan kepada orang tua Penugasan peserta didik secara bergilir Menaati tata tertib (disiplin. UKS dan PMR Peduli sosial Toleransi Disiplin Komunikatif Latihan terprogram 3. Olahraga Sportifitas Menghargai prestasi Kerja keras Cinta damai Disiplin Jujur Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini. Kerohanian Religius Rasa kebangsaan Cinta tanah air Disiplin Jujur Peduli budaya 100 101 . pencak silat. Seni budaya/Sanggar seni 5. Kepramukaan Nilai-nilai yang ditanamkan Demokratis Disiplin Kerja sama Rasa Kebangsaan Toleransi Peduli sosial dan lingkungan Cinta damai Kerja keras Strategi Latihan terprogram (kepemimpinan. tenis meja. KIR Komunikatif Rasa ingin tahu Kerja keras Senang membaca Menghargai prestasi Jujur Pembinaan rutin Mengikuti perlombaan Pameran atau pekan ilmiah Publikasi ilmiah secara internal Melalui latihan rutin (antara lain: bola voli. Kegiatan Ekstrakurikuler: 1. Bimbingan Konseling (BK) Nilai-nilai yang ditanamkan Kemandirian Percaya diri Kerja sama Demokratis Peduli sosial Komunikatif Jujur Strategi Pembentukan karakter atau kepribadian Pemberian motivasi Bimbingan karier 6. badminton. outbond) Perlombaan olah raga Beribadah rutin Peringatan hari besar agama Kegiatan keagamaan Latihan rutin Mengikuti vokal grup 4. berorganisasi) 2.

Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks. artinya. melaksanakan. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP. melalui pengamatan guru 7. silabus dan RPP yang sudah ada. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif. Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter. dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pada prinsipnya. dan masyarakat. Kesehatan reproduksi remaja Kebersihan Kesehatan Tanggung jawab Rasa ingin tahu 8. bahkan dalam jenjang kelas yang sama. guru dan personalia sekolah dalam merencanakan.Jenis Pengembangan Diri Nilai-nilai yang ditanamkan Peduli sosial Cinta tanah air Semangat kebangsaan Strategi Berkompetisi internal dan eksternal Pagelaran seni Kegiatan rutin pada waktu hari jum’at d. sekolah. Festival sekolah Kreativitas Etos kerja Tanggung jawab kepemimpinan Kerja sama Pasar seni Pagelaran seni atau musik Pameran karya ilmiah Bazaar Pasar murah Karya seni Peringatan harihari besar agama/nasional 102 103 . Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. dan (2) indikator untuk mata pelajaran. pengembangan diri dan budaya sekolah. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran. Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya. Kepemimpinan Tanggung jawab Keberanian Tekun Sportivitas Disiplin Mandiri Demokratis Cinta damai Cinta tanah air Peduli lingkungan Peduli sosial Keteladanan Sabar Toleransi Kerja keras Pantang menyerah Kerja sama Kegiatan OSIS Kepramukaan Kegiatan kerohanian Kegiatan KIR Kegiatan PMR 9. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas.

tugas.ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah. maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini. f. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. Penugasan terstruktur di antaranya pekerjaan rumah (PR). BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tandatanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). laporan. IX Kelas Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) 40 Jumlah jampel/ minggu 36 Minggu efektif per tahun 34 Waktu pembelajaran per tahun (jampel) 1360 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) 906 Selain tatap muka. Dari hasil pengamatan. dan bakat peserta didik. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten) MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten) e. Ketuntasan Belajar Dalam penetapan ketuntasan belajar. VIII. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar ditentukan mengacu pada ketentuan standar pengelolaan pendidikan yang berlaku di satuan pendidikan. Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok yang disesuaikan dengan potensi. sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas. daya dukung. penyusunan program/perencanaan kegiatan. dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam VII. catatan anekdotal. 104 105 . minat. maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. Oleh karena itu. pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. dan tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran. Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal. model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan). Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini. laporan pelaksanaan kegiatan.

Pendidikan Kewarganegaraan 3. Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar). Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar. 2) Kelulusan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian. Kerohanian e. Mata Pelajaran 1. b. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial. e. Muatan Lokal 1. Pengembangan Diri 1. c) jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari per tahun. Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila: a) telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. 106 107 . Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator. Olahraga dan Kesehatan 10. Budidaya Tanaman 4. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1) Kenaikan Kelas Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: a) telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran. c) lulus ujian sekolah. d. Bahasa Inggris 5. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. g. Program Pengayaan a. c. UKS dan PMR c. Olahraga d. ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai ketuntasan. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. Bahasa Indonesia 4. Senibudaya/Sanggar seni 75 75 77 80 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 77 77 77 77 77 77 77 77 77 77 80 80 80 80 80 80 80 80 80 80 Kriteria Ketuntasan Belajar VII VIII IX 1. Ilmu Pengetahuan Alam 7. 2.Penetapan KKM Komponen A. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan. b) memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK. c. Bahasa Daerah C. Program Remedial (Perbaikan) a. Matematika 6. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. f. Pendidikan Jasmani. Seni Budaya 9. Nilai remedial dapat melampaui KKM. Agroindustri 3. Pendidikan Agama 2. BK 2. Kegiatan Ekstra Kurikuler: a. Pramuka b. sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan. b. b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK. d. dan d) lulus ujian nasional.

pameran KIR.30 .45 11.00 . membagikam daging kurban kepada mustahiq Januari 1 Tahun Baru masehi 2 sd 6 Libur akhir semester 20 Tahun Baru Hijrah .kebersihan . Shalat Ied.14. minggu efektif belajar.Membuat lampion .00 .20 07.00 .07.45 08. pentas seni dan budaya.20 07.Lomba esai tentang kepahlawanan di majalah dinding . waktu pembelajaran efektif.Membaca sajak .14.Karnaval 21 Hari raya Nyepi Februari 27 14 Merayakan Imlek .12.Kreatifitas mengolah kue keranjang Maret 31 Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Merayakan hari raya Waisak April 13 Wafatnya Isa Almasih 21 Merayakan Hari Kartini 23 s/d 30 Ujian praktik 16 29 20 13 25 KALENDER PENDIDIKAN SMP Tanggal dan Bulan Juli 1 s/d 15 Libur akhir tahun ajaran . pameran sains. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.25 07. kompetisi olahraga) .00 .00 Tanggal dan Bulan Oktober 17 sd 23 Kegiatan Libur menjelang Idul Fitri Hari Belajar Efektif 15 24 sd 25 Hari Raya Idul Fitri .00 .silaturahmi di sekolah 26 sd 28 Libur sesudah Idul Fitri November 10 Memperingati hari pahlawan .14. pasar murah. Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Kegiatan Upacara Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Shalat Jumat Ekstra kurikuler Waktu 07.11. menyembelih kurban.30 07.Lomba pidato Desember 11 s/d 16 Ulangan akhir semester 23 Pembagian rapor 25 Merayakan Hari Raya Natal 26 sd 30 Libur akhir semester 31 Merayakan Hari Raya Idul Adha.Ziarah ke Taman Makam Pahlawan .School Fair (bazaar.Bakti sosial 17 s/d 19 Masa orientasi peserta didik (MOS) kelas VII Agustus 17 Upacara HUT Proklamasi RI Setelah upacara diadakan lomba-lomba: . Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. dan hari libur.lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan . Berikut adalah kalender tersebut secara rinci.menyanyikan lagu wajib nasional .lomba-lomba lainnya 21 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Lomba marawis September 28 s/d 30 Libur awal Ramadhan 1427 H 23 25 Kegiatan Hari Belajar Efektif 10 108 109 .00 .IV. efektif fakultatif.14.20 07.

seperti: religius.Tanggal dan Bulan Mei Kegiatan Hari Belajar Efektif 15 PENUTUP Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah. tujuan. pengkondisian. Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter 1 s/d 5 Ujian praktik (lanjutan) 2 Hari Pendidikan Nasional Upacara/diadakan lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan 7 sd 9 Ujian Sekolah 21 sd 23 Ujian Nasional 24 Memperingati Kenaikan Isa Almasih Juni 18 s/d 23 Ulangan umum 25 Pengumuman kelulusan 30 Pembagian rapor 18 Hari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu belajar efektif). dan penyusunan silabus. Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan perencanaan. misi. cinta damai. program pengembangan diri maupun budaya sekolah. disiplin. keteladanan. tanggung-jawab. tetapi lebih kepada upaya penanaman nilainilai baik melalui mata pelajaran. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). seperti kegiatan rutin sekolah. struktur kurikulum. kalender akademik. seperti menetapkan visi. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar. pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik. kerja keras. Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP). Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk akhlak budi luhur. 110 111 . Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan. kegiatan spontan. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu belajar efektif). Begitu pula melalui program pengembangan diri. dan penilaian yang bersifat komprehensif. jujur. toleran. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan. dsb. Catatan : Semua kegiatan pada tabel di atas merupakan contoh kalender pendidikan yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Pedoman yang ada ini pada intinya merupakan produk Program Kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II.Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah yang selanjutnya diharapkan menghasilkan budaya sekolah. pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak pemerhati. 112 . Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan muatan budaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkan peserta didik. Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiring dengan kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dan karakter bangsa. Selanjutnya diharapkan kualitas produk peserta didik yang memiliki akhlak budi mulia sebagai pencerminan bangsa yang besar. Oleh karena itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful