P. 1
Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan

Ciri-ciri Ilmu Pengetahuan

|Views: 5,325|Likes:
Published by Lina Lestari

More info:

Published by: Lina Lestari on Aug 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULAN 1.

1Latar Belakang Sosiologi sangat bermanfaat bagi moderenisasi masyarakat atau pembangunan baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi. Pada tahap perencanaan sosiologi dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan social, hal – hal yang menjadi pusat perhatian social, stratifikasi social. Pada tahap perencanaan sosiologi dapat dignakan untuk mengamati perubahan – perubahan social yang sedang terjadi. Pada tahap evaluasi sosiologi dapat digunakan untuk mengadakan analisis terhadap aspek – aspek social dari pembangunan. Secara etimologi sosiologi berasal dari kata “sosio” dan “logos”. Sosio berarti teman , masyarakat. Logos berarti ilmu, jadi sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat. Dalam perkembangannya sosiologi melahirkan berbagai cabang ilmu, salah satunya sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah study mengenai system pendidikan didalam konteks sosialnya. Dalam pembahasan makalah ini akan dijelaskan tentang cirri – cirri ilmu pengetahuan, definisi sosiologi menurut para ahli, proses – proses social beserta bentuk – bentuknya 1.2Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana ciri-ciri ilmu pengetahuan? 1.2.2 Bagaimana definisi sosiologi menurut Mayor Polak , PJ. Bouwman, Selo Soemardjan dan Piterin Sorokin? 1.2.3 Bagaimana definisi sosiologi menurut para ahli? 1.2.4 Apa pengertian proses sosial dan bagaimana bentuk-bentuknya? 1.2.5 Apa pengertian kelompok social? 1.2.6 Jelaskan tentang struktur kelompok ? 1.2.7 Bagaimana persyaratan terjadinya kelompok? 1.2.8 Apa saja jenis-jenis kelompok sosial menurut W.G.Sumner ,Charles Horton cooly dan Ferdinand Tonnies? 1.3Tujuan 1.3.1 Untuk mengetahui ciri-ciri ilmu pengetahuan 1.3.2 Untuk mengetahui definisi sosiologi menurut Mayor Polak , PJ. Bouwman, Selo Soemardjan dan Piterin Sorokin 1.3.3 Untuk mengetahui definisi sosiologi menurut para ahli 1.3.4 Untuk mengetahui proses sosial dan bentuk-bentuknya.

1.3.5 1.3.6 1.3.7 1.3.8

Untuk mengetahui pengertian kelompok social. Untuk mengetahui struktur social. Untuk mengetahui persyaratan terjadinya kelompok. Untuk mengetahui jenis-jenis kelompok sosial menurut W.G.Sumner ,Charles Horton cooly dan Ferdinand Tonnies.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Ciri-ciri ilmu pengetahuan Ciri – cirri ilmu pengetahuan menurut Creative Commons Atribution 3.0 license. Kata ilmu berasal dari bahasa Arab yaitu ‘alama’ yang berarti pengetahuan. Istilah tersebut kemudian disamakan dengan science dalam bahasa inggris. Science berasal dari bahasa latin yaitu scio atau scire yang juga berarti pengetahuan. Apabila pengetahuan itu tersusun secara sistematis Dari suatu subyek yang pasti, maka disebut dengan ilmu pengetahuan. Jadi tidak setiap pengetahuan adalah ilmu, sedangkan setiap ilmu pengetahuan mengandung unsure pengetahuan. Ilmu pengetahuan memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu: 1. Merupakan seperangkat pengetahuan yang sistematis 2. Memiliki metode yang efektif 3. Memiliki objek 4. Memiliki rumusan kebenaran-kebenaran umum 5. Bersifat objektif 6. Dapat memberikan perkiraan atau prediksi Johnsons, 1967 (dalam Soekanto,1982:14-15) mengemukakan ciri-ciri sosiologi sebagai Ilmu pengetahuan. Adapun ciriciri utamanya adalah sebagai berikut:

1. Sosiologi bersifat empiris artinya sosiologi didasarkan pada
observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.

2. Sosiologi besifat teoritis artinya sosiologi selalu berusaha
menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.

3. Sosiologi bersifat kumulatif artinya bahwa teori sosiologi
dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas atau memperhalus teori-teori lama. 4. Sosiologi bersifat non-etis artinya permasalahan yang dipersoalkan bukanlah buruk atau baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis

2.2 Definisi Sosiologi 1. Menurut Mayor Polak Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni antarhubungan diantara manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis. 2. Menurut P.J Bouman Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan-hubungan sosial antara oknum yang satu dengan oknum yang lain, antara oknum dan golongan, serta sifat dan perubahan dari lembaga-lembaga dan buah pikiran sosial. Ia berusaha mencapai sintesis antara ilmu jiwa sosial dan bentuk sosial, sehingga dapat memahami kenyataan masyarakat dalam hubungan kebudayaan umummnya. 3. Menurut Selo Soemardjan Sosiologi adalah sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-parubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsure-unsur sosial yang pokok yaitu kaedah-kaedah sosial(norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbale balik antara berbagai segi kehidupan bersama, umpamanya pengaruh timbal balik segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik,, antara segi kehidupan hukum dan segi kehidupan agama, antara segi kehidupan agama dan segi kehidupan ekonomi dan sebagainya. Salah satu proses sosial yang bersifat tersendiri ialah dalam hal terjadinya perubahan-perubahan di dalam struktur sosial. 4. Menurut Pitirim Sorokin

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbale balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (misalnya antara gejala ekonomi dan agama: keluarga dengan moral: hokum dengan ekonomi : gerak masyarakat dan politik dan lain sebagainya). Hubungan dan pengaruh timbal-balik antara gejala sosial dengan gejala-gejala non-sosial (misalnya gejala geografis, biologis dan lain sebagainya).

2.3 Menurut Para ahli lain Beberapa Definisi Sosiologi Menurut Para ahli 1. Menurut Hasan Shadily,1989 Sosiologi adalah ilmu masyarakat atau ilmu kemasyarakatan yang mempelajari manusia sebagai anggota golongan atau masyarakat ( tidak sebagai individu yang terlepas dari golongan atau masyarakatnya) dengan ikatan – ikatan adat, kebiasaan,kepercayaan atau agama, taingkah laku serta kesenian atau yang disebut kebudayaan yang meliputi segala segi kehidupannya. 2. Menurut De Saint Simon Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat dalam aksi – aksinya dalam segala usaha kolektifnya, baik spiritual atau material, yang mengatasi aksi – aksi para peserta individual dan yang saling tembu – menembus. 3. Menurut William F. Ogburn and Meyer F. Nimkoff Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya, yaitu organisasi social. 4. Menurut J.A.A Van Doorn En C.J Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur – struktur dan proses – proses kemasyarakatan yang bersifat stabil 5. Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

6.

William F.O gburn dan Mayer F.Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu organisasi sosial. 7. Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. 8. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses termasuk perubahan sosial. 9. Paul B.Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. 10. Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segisegi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. 11. William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi. 12. Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut. 13.Emile Durkheim Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari faktafakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berfikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu. 14. F.G.Robbins Sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan , struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengan tata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan cultural, proses perkembangan kepribadian dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan. 15. H.P.Fairchild

Sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. 16. Prof. Dr S. Nasution.M.A. Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik. 17. F.G Robbins dan Brown Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsipprinsip untuk mengontrolnya.

18. E.G Payne
Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.

20. Drs. Ary H. Gunawan
Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

21.

AUGUSTE COMTE Sosiologi adalah Suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran yang bersifat rasional dan ilmiah.

22.

MAX WEBER Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang tindakan social atau perilaku-perilaku manusia

23.

EMILE DURKHEIM Sosiologi adalah Ilmu yang mempelajari fakta-fakta social yaitu fakta-fakta atau kenyataan yang berisikan cara bertindak, cara perpikir dan cara merasakan sesuatu.

24.

HERBERT SPENCER Sosiologi adalah Ilmu menyelidiki tentang susunan-susunan dan proses kehidupan sebagai suatu keseluruhan / suatu sistem 25. LESTER FRANK WARD Sosiologi adalah Ilmu pengetahuan yang bertujuan meneliti kemajuan-kemajuan manusia dan apa saja dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya 2.4 Proses Sosial dan bentuk-bentuknya a. Proses Sosial

yang social

untuk yang

Proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentu-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang terlah ada. Proses sosial dapat diartikan sebagai pengaruh timbale-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama, misalnya pengaruh-mempengaruhi antara sosial dengan politik, politik dengan ekonomi, ekonomi dengan hukum, dst.  Interaksi Sosial sebagai Faktor Utama dalam Kehidupan Sosial Bentuk umum proses sosial adalah interaksi sosial(yang juga dapat dinamakan sebagai proses sosial) karena interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial. Interaksi sosial merupakan

hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi anatara kelompo tersebut sebagai suatu kesatuan dan biasanya tidak menyangkut pribadi anggota-anggotanya. Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut lebih mencolok ketika terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi sosial hanya berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi terhadap dua belah pihak. Interaksi sosial tak akan mungkin teradi apabila manusia mengadakan hubungan yang langsung dengan sesuatu yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap sistem syarafnya, sebagai akibat hubungan termaksud. Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor : 1). Imitasi Salah satu segi positifnya adalah bahwa imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku 2). Sugesti Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau suatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. 3). Identifikasi Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini. 4). Proses simpati Sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan memegang peranan yang sangat penting, walaupun dorongan utama pada simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya.  Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial.

Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan antara individu, antara kelompok maupun antara individu dengan kelompok. Dua Syarat terjadinya interaksi sosial : 1. Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung. 2. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum (artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadinya hubungan badaniah. Sebagai gejala seosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena dewasa ini dengan adanya perkembangan teknologi, orang dapat menyentuh berbagai pihak tanpa menyentuhnya. Dapat dikatakan bahwa hubungan badaniah bukanlah syarat untuk terjadinya suatu kontak. Kontak sosial dapat terjadi dalam 3 bentuk : 1. Adanya orang perorangan Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebuasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui sosialisasi, yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat dimana dia menjadi anggota. 2.ada orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya kontak sosial ini misalnya adalah seseorang merasakan bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat atau apabila suatu partai politik memkasa anggotaanggotanya menyesuaikan diri dengan ideologi dan programnya. 3.Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya. Umpamanya adalah dua partai politik mengadakan kerja sama untuk mengalahkan parpol yang ketiga di pemilihan umumu.

Terjadinya suatu kontak tidaklah semata-mata tergantung dari tindakan, tetapi juga tanggapan terhadap tindakan tersebut. Kontak sosial yang bersifat positif mengarah pada suatu kerja sama, sengangkan yang bersifat negatif mengarah pada suatu pertentangan atau bahkan sama seali tidak menghasilkan suatu interaksi sosial. Suatu kontak dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak perimer terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Kontak sekunder memerlukan suatu perantara. Sekunder dapat dilakukan secara langsung. Hubungan-hubungan yang sekunder tersebut dapat dilakukan melalui alat-alat telepon, telegraf, radio, dst. Arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gera-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan suatu kelompok manusia atau perseorangan dapat diketahui oleh kelompok lain atau orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang dilakukannya. b. Bentuk-bentuk proses sosial 1. Kerjasama(cooperation) Suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai suatu atau beberapa tujuan bersama. Bentuk kerja sama tersebut berkembang apabila orang dapat digerakan untuk mencapai suatu tujuan bersama dan harus ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua. Juga harus ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima. Dalam perkembangan selanjutnya, keahlian-keahlian tertentu diperlukan bagi mereka yang bekerja sama supaya rencana kerja samanya dapat terlaksana dengan baik. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama akan bertambah kuat jika ada hal-hal yang menyinggung anggota/perorangan lainnya.

Fungsi Kerjasama digambarkan oleh Charles H.Cooley ”kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta penting dalam kerjasama yang berguna” Dalam teori-teori sosiologi dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama yang biasa diberi nama kerja sama (cooperation). Kerjasama tersebut lebih lanjut dibedakan lagi dengan : – – – – Kerjasama Spontan (Spontaneous Cooperation) : Kerjasama yang sertamerta Kerjasama Langsung (Directed Cooperation) : Kerjasama yang merupakan hasil perintah atasan atau penguasa Kerjasama Kontrak (Contractual Cooperation) : Kerjasama atas dasar tertentu Kerjasama Tradisional (Traditional Cooperation) : Kerjasama sebagai bagian atau unsur dari sistem sosial.

Ada 5 bentuk kerjasama : a. Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong b. Bargaining Yaitu pelaksana perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2 organisasi atau lebih c. Kooptasi (cooptation) Yakni suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan d. Koalisi (coalition) Yakni kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama. Koalisi dapat menghasilkan keadaan yang tidak stabil untuk sementara waktu karena dua organisasi atau lebih tersebut kemungkinan mempunyai struktut yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Akan tetapi, karenamaksud utama adalah untuk mencapat satu atau beberapa tujuan bersama, maka sifatnnya adalah kooperatif.

e. Joint venture K erjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pengeboran minyak, pertambangan batubara, perfilman, perhotelan, dst. 1. Akomodasi(accomodation) Istilah Akomodasi dipergunakan dalam dua arti : menujukk pada suatu keadaan dan yntuk menujuk pada suatu proses. Akomodasi menunjuk pada keadaan, adanya suatu keseimbangan dalam interaksi antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dalam kaitannya dengan norma-norma sosial dan nilainilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sebagai suatu proses akomodasi menunjuk pada usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan yaitu usaha-usaha manusia untuk mencapai kestabilan. Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu perngertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan adaptasi dalam biologi. Maksudnya, sebagai suatu proses dimana orang atau kelompok manusia yang mulanya saling bertentangan, mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Tujuan Akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya, yaitu : a. Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham b. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer c. Memungkinkan terjadinya kerjasama antara kelompok sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem berkasta. d. mengusahakan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah. Bentuk-bentuk Akomodasi

a. Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan b. Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. c. Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri d. Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginankeinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. e. Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. f. Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. g. Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan Hasil-hasil Akomodasi a. Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat Akomodasi dan intergrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindarkan masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentangan baru. b. Menekankan Oposisi Sering kali suatu persaingan dilaksanakan demi keuntungan suatu kelompok tertentu dan kerugian bagi pihak lain c. Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda d. Perubahan lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru atau keadaan yang berubah e. Perubahan-perubahan dalam kedudukan f. Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi Dengan adanya proses asimilasi, para pihak lebih saling mengenal dan dengan timbulnya benih-benih toleransi mereka lebih mudah untuk saling mendekati. Asimilasi (Assimilation)

Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dan tujuan bersama. Proses Asimilasi timbul bila ada : 1. Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya 2. orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama sehingga 3. kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri Beberapa bentuk interaksi sosial yang memberi arah ke suatu proses asimilasi (interaksi yang asimilatif) bila memilii syarat-syarat berikut ini 1. Interaksi sosial tersebut bersifat suatu pendekatan terhadap pihak lain, dimana pihak yang lain tadi juga berlaku sama 2. interaksi sosial tersebut tidak mengalami halangan-halangan atau pembatasan-pembatasan 3. Interaksi sosial tersebut bersifat langsung dan primer 4. Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan tetap, serta ada keseimbangan antara pola-pola tersebut. Artinya, stimulan dan tanggapan-tanggapan dari pihak-pihak yang mengadakan asimilasi harus sering dilakukan dan suatu keseimbangan tertentu harus dicapai dan dikembangankan. Faktor-faktor yang asimilasi adalah : 1. Toleransi 2. kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi 3. sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4. sikap tebuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5. persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan 6. perkawinan campuran (amaigamation) 7. adanya musuh bersama dari luar Faktor umum penghalangan terjadinya asimilasi dapat mempermudah terjadinya suatu

1. Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat 2. kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi dan sehubungan dengan itu seringkali menimbulkan faktor ketiga 3. perasaan dihadapi takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang

4. perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya. 5. Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah satu penghalang terjadinya asimilasi 6. In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang berlangsungnya asimilasi. In Group Feeling berarti adanya suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan. 7. Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap minoritas lain apabila golongan minoritas lain mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa 8. faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi. Asimilasi menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan sosial dan dalam pola adat istiadat serta interaksi sosial. Proses yang disebut terakhir biasa dinamakan akulturasi. Perubahan-perubahan dalam pola adat istiadat dan interaksi sosial kadangkala tidak terlalu penting dan menonjol. 3.Persaingan (competition) Persaingan atau competition dapat diartikan sebagai suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan. Persaingan mempunya dua tipe umum : – Bersifat Pribadi : Individu, perorangan, bersaing memperoleh kedudukan. Tipe ini dinamakan rivalry. dalam

Bersifat Tidak Pribadi : Misalnya terjadi antara dua perusahaan besar yang bersaing untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah tertentu.

Bentuk-bentuk persaingan : a. Persaingan ekonomi : timbul karena terbatasnya persediaan dibandingkan dengan jumlah konsumen b. Persaingan kebudayaan : dapat menyangkut persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dst. c. Persaingan kedudukan dan peranan : di dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. d. Persaingan ras : merupakan persaingan di bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan krn ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur kebudayaan lainnya. Persaingan dalam batas-batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi : a. Menyalrkan kompetitif keinginan individu atau kelompok yang bersifat

b. Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada suatu masa medapat pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing. c. Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial. Persaingan berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. d. Sebagai alat menyaring para warga golongan karya (”fungsional”) Hasil suatu persaingan terkait erat dengan pelbagai faktor berikut ini ” a. Kerpibadian seseorang b. Kemajuan : Persaingan akan mendorong seseorang untuk bekerja keras dan memberikan sahamnya untuk pembangunan masyarakat. c. Solidaritas kelompok : Persaingan yang jujur akan menyebabkan para individu akan saling menyesuaikan diri dalam hubunganhubungan sosialnya hingga tercapai keserasian.

d. Disorganisasi : Perubahan yang terjadi terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan disorganisasi pada struktur sosial. 1. Konflik Pribadi maupun kelompok menydari adanya perbedaan-perbedaan misalnya dalam ciri-ciri badaniyah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, polapola perilaku, dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan yang ada hingga menjadi suatu pertentangan atau pertikaian. Sebab - sebab pertentangan adalah : a. Perbedaan antara individu b. Perbedaan kebudayaan c. perbedaan kepentingan d. perubahan sosial. Pertentangan dapat pula menjadi sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat. Timbulnya pertentangan merupakan pertanda bahwa akomodasi yang sebelumnya telah tercapai. Pertentangan mempunyai beberapa bentuk khusus: a. Pertentangan pribadi b. Pertentangan Rasial : dalam hal ini para pihak akan menyadari betapa adanya perbedaan antara mereka yang menimbulkan pertentangan c. Pertentangan antara kelas-kelas sosial : disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan d. Pertentangan politik : menyangkut baik antara golongan-golongan dalam satu masyarakat, maupun antara negara-negara yang berdaulat e. Pertentangan yang bersifat internasional : disebabkan perbedaanperbedaan kepentingan yang kemudian merembes ke kedaulatan negara Akibat-akibat bentuk pertentangan a. Tambahnya solidaritas in-group

b. Apabila pertentangan antara golongan-golongan terjadi dalam satu kelompok tertentu, akibatnya adalah sebaliknya, yaitu goyah dan retaknya persatuan kelompok tersebut. c. Perubahan kepribadian para individu d. Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia e. Akomodasi, dominasi, dan takluknya salah satu pihak Baik persaingan maupun pertentangan merupakan bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang terdapat pada setiap masyarakat. 2.5 Pengertian Kelompok social Kelompok social merupakan himpunan atau kesatuan – kesatuan manusia yang hidup bersama – sama karena adanya hubungan diantara mereka. Menurut Soerjono Soekamto, kelompok social merupakan himpunan atau kesatuan – kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan diantara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi. Menurut Ensiklopedia Bahasa Indonesia, kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya dan diciptakan oleh anggota masyarakat. MenurutGoodman, kelompok sosial adalah dua orang atau lebih yang memiliki kesamaan identitas dan berinteraksi satu sama lain secara terstruktur untuk mencapai tujuan bersama. Sherif Musharif : Kelompok sosial adalah merupakan suatu kesatuan sosial yang terdiri atas dua kelompok atau individu yang telah mengadakan interaksi sosial dengan intensif, terdapat pembagian tugas, struktur dan norma norma tertentu yang khas bagi kesatuan sosial tersebut. Menurut Robert Bierstedt, kelompok sosial yaitu kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antar kelompok dan kesadaran jenis. Menurut Hendro Puspito Kelompok sosial adalah suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

Menurut Paul B.Horton & Chaster L. Hunt Kelompok sosial adalah suatu kumpulan manusia yang kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi. Ciri ciri dinamika kelompok

memiliki

1. Interaksi : saling mempengaruhi (mutual influence) secara fisik maupun verbal, non verbal, emosional dsb 2. Goal : personal goal dan commons goal 3. Struktur : pembagian tugas, pembagian peranan 4. Norm : Social norm dan legalistik norm 5. Groupness : in group feeling, toleransi, solidaritas, konformitas, obedience 6. Entitas 7. Ethos, spirit de corp Proses pembentukan Kelompok Pada dasarnya, pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut: • Persepsi: Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya. • Motivasi: Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju. • Tujuan: Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu. • Organisasi: Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok.

Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif. • Independensi: Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok. • Interaksi: Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut. Dinamika Kelompok Dinamika kelompok dengan pendekatan sosiologis dapat diamati dari unsur-unsur pokok sistem sosial sebagai alat analisis dinamika kelompok yaitu : – Tujuan : segala sesuatu yang ingin dicapai oleh kelompok. – Keyakinan : aspek pengetahuan/kognitif yang dianggap benar. – Norma : perilaku standar yang dapat diterima. – Sanksi : sistem penghargaan dan hukuman terhadap perilaku anggota kelompok. – Peranan kedudukan : hirarki hak dan kewajiban. – Kewenangan ambil keputusan dan mengontrol orang lain. – Jenjang social. – Fasilitas yang menyangkut alat untuk mencapai tujuan kelompok. 2.6 Struktur Kelompok Struktur social Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat di dalam satuan sosial, ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antar status dan peran sosial. Didalam struktur sosial terdapat unsur-unsur sosial, kelompok-kelompok sosial dan lapisan-lapisan sosial. Unsur-unsur sosial terbentuk, berkembang, dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat melalui proses sosial. Proses sosial adalah hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat dan memahami norma-norma yang berlaku. 2.7 Persyaratan Terjadinya Kelompok -adanya kesadaran anggota -adanya hubungan antar anggota

-memiliki factor yang sama (nasib, ideology, dsb ) -memiliki struktur dan pola prilaku 2.8 Jenis-jenis kelompok sosial

tujuan,

kepentingan,

1.menurut W.G.Sumner Sumner membagi kelompok menjadi 2 yaitu : a. In group (kelompok dalam) In group merupakan kelompok sosial dimana diantara anggotaanggotanya saling simpati dan mempunyai perasaan dekat satu dengan lainnya. Misalnya: kliq, Solidaritas, kesediaan berkorban, kerja sama. b. Out group (kelompok luar) Out group ialah kelompok yang berada di luar suatu kelompok yang ditandai oleh adanya antagonisme, prasangka atau antipati. . Out-group feeling selalu ditandai munculnya perilaku antogonistik dan antipati. Sehingga muncul gejala prejudiace, paranoid, etnocentristic, non koperatif, lalai, dan sebagainya. Misalnya orang-orang kulit hitam di lingkungan orang-orang kulit putih. Klasifikasi kelompok demikian dikemukakan oleh W.G. Sumner (1940). 2.Menurut Charles H. Cooly Cooly membedakan kelompok sosial menjadi 2 yaitu 1. Primary group (kelompok primer) adalah kelompok sosial dengan ciri-ciri terdapat interaksi sosial yang lebih erat antara anggota-anggotanya. Selain itu hubungannya bersifat irrasionil dan tidak didasarkan atas pamrih. Contoh : keluarga, teman sepermainan peer group, dsb. Jadi Primer group ialah kelompok kecil yang agak langgeng dan berdasarkan atas kenal mengenal secara pribadi antara sesama anggota. Peranan dan fungsi kelompok sosial primer • • • Membentuk frame of personality Mengembangkan kecakapan sosial dasar, kultural dan spiritual / religiusitas Mentatalaksanakan kehidupan emosional, spiritual Membentuk nilai nilai dasar human pilantropis

1. Kelompok sekunder Kelompok sekunder adalah kelompok-kelompok yang terdiri atas banyak orang dan antara siapa hubungannya tidak usah berdasarkan pengalaman secara pribadi. Kedua jenis kelompok itu sangat besar pengaruhnya terhadap kepribadian inndividu itu sendiri. Kelompok sosial sekunder ini terbentuk karena adanya kesadaran dalam diri individu bahwa untuk mencapai suatu tujuan harus dikerjakan bersama orang lain. Peranan dan fungsi: Sebagai alat mencapai tujuan (bersama maupun individual), aktualisasi ide / gagasan, implementasi aktualisasi diri, hasrat sosial, kooperasi, kompetisi, dll 2. Menurut Ferdinand Tonnies Ferdinand Tonnies membagi kelompok sosial menjadi 2 jenis yaitu : a. Gemainschaft (paguyuban) Gemainschaft (paguyuban) adalah suatu bentuk kehidupan bersama yang anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal. Hubungan antar-anggota kelompok paguyuban memiliki ciri : (1) intim, (2) privat, dan (3) eksklusif. Misalnya keluarga. Menurut Tonnies, ada tiga tipe gemainschaft, yaitu: (1) gemainschaft by blood, contohnya keluarga atau kelompok kekerabatan (klen), (2) gemainschaft of place, misalnya orang-orang se-RT/RW, (3) gemainschaft of mind, yaitu paguyuban yang terdiri atas orang-orang yang memiliki jiwa atau ideology yang sama, sehingga meskipun bertempat kediaman yang saling berjauhan dan tidak memiliki kesamaan keturunan/keluarga tetapi tetap memiliki hubungan yang erat, intim, kekal dan dalam. Misalnya: kelompok keagamaan (umat), sekte, kelompok kebatinan, dan sebagainya. 3. Gesselschaft (patembayan) adalah suatu bentuk kehidupan bersama yang didasarkan pada ikatan lahir dan bersifat kontraktual. Contohnya: Sebuah Perusaahaan atau organisasi buruh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->