RAGAM DAN JENIS PUISI

Ada bermacam-macam jenis puisi yang ditulis para penyair Indonesia. Karya sastra tidak bersifat otonom. Dalam memahami makna karya sastra, kita mengacu pada beberapa hal yang erat hubungannya dengan puisi tersebut. Dalam pemahaman puisi, hal yang dipandang erat hubungannya adalah jenis puisi itu sendiri dan sudut pandang penyair. Sebenarnya ada banyak sekali macam-macam puisi, dan bagaimana penyair dalam menyampaikan inspirasinya, serta bagaimana menafsirkan makna puisi dengan mudah. Sehingga mudah mengklasifikasikan, termasuk jenis puisi apakah yang kita ciptakan. W.H Hudson menyatakan adanya puisi sebyektif dan puisi obyektif (1959:96). Cleanth Brooks menyebut adanya puisi naratif dan puisi deskriptif (1979:335-356). David Daiches menyebut adanya puisi fisik, platonic, dan metafisik (1948:145). X.J. Kennedy menyebut adanya puisi konkret dan balada (1071:116-226). Dalam kumpulan puisi Rendra, kita mengenal judul-judul: balada, romansa, stanza, serenada, dan sebagainya. Ada juga parable atau alegori. Sedangkan istilah ode, himne, puisi kamar, dan puisi auditorium juga sering kita jumpai. 1. Puisi Naratif, Lirik, dan Deskriptif Klasifikasi puisi ini berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan. a. Puisi Narataif Puisi naratif mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Ada puisi naratif yang sederhana, ada yang sugestif, dan ada yang kompleks. Puisi-puisi naratif, misalnya: epik, romansa, balada, dan syair. Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa, tokoh pujaan, atau orang-orang yang menjadi pusat perhatian. Rendra banyak sekali menulis balada tentang orang-orang tersisih, yang oleh penyairnya disebut "Orang-orang Tercinta". Kumpulan baladanya yaitu, Balada Orang-orang Tercinta dan Blues Untuk Bonnie. Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantic berisi kisah percintaan yang berhubungan dengan ksatria, dengan diselingi perkelahian dan petualangan yang menambah percintaan mereka lebih mempesonakan. Rendra juga banyak menulis romansa. Salah satu bagian dalam "Empat Kumpulan Sajak"nya berjudul "Romansa" dan berisi jenis puisi romansa, yakni kisah percintaan sebelum Rendra menikah. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah petualangan dengan judul “Romance Perjalanan". Kisah cinta ini dapat huga berarti cinta tanah kelahiran seperti puisi-puisi Ramadhan K.H. Priangan “Si Jelita”. Priode 1953-1961 banyak ditulis jenis romansa ini. b. Puisi Lirik Dalam puisi lirik penyair mengungkapkan aku lirik atau gagasan pribadinya. Ia tidak

Misalnya Serenada hitam. serenade Merah Jambu. di sawah terbuka yang sakti Kata berpasirdibibir pantai hitam dan oh. Jenis puisi lirik misalnya: elegi. sebuah ode yang memuja tokoh proklamator Bung Karno dan Bung Hatta. dendam tidur di hutan-hutan. “Teratai” Sanusi Pane. dalam Lumpur dan lumut Dengan api menyapu kelam menjadi untaian permata hijau dibentangan cahaya abadi Yang sesantiasa membuatnya tak pernah berhenti bermimpi menguak kabut gulita mendung. Kata serenada berarti nyanyian yang tepat dinyanyikan pada waktu senja. sesuatu hal. lidahku yang terjepit. daftar mimpi membelit bulan perang saudara mengundang musnah. ODE BUAT PROKLAMATOR Bertahun setelah kepergiannya kurindukan dai kembali Dengan gelombang semangat halilintar dilahirkan sebuah negri. dan serenada. menerjang benteng demi benteng membalikkan arah to[pan. Ode adalah Puisi yang berisi pujaan terhadap seseorang. mereka tanda tangani naskah itu Mereka memancang tiang bendera. dan “Ode Buat Proklamator” Leon Agusta merupakan contoh ode yang bagus. Misalnya "Elegi Jakarta" karya Asrul Sani yang mengungkapkan perasaan duka penyair di kota Jakarta. Kini kita ikut membubuhkan nama diatas bengkalainya. berjaga membacakan sejarah. ada yang bahagia. serenade ungu. menggenti bahasa pada buku Lalu dia meniup terompet dengan selaksa nada kebangkitan sukma. Warna-warna dibelakang serenada itu melambangkan sifat nyanyian cinta itu. buih lenyap dilaut biru derap suara yang gempita Cuma bertahan atau menerkam Ya. kecewa. sedih. Rendra banyak menciptakan serenada dalam 'Empat Kumpulan Sajak'. meruntuhkan sambil mencari. dapat diungkapkan rasa kagum penyair kepada sang proklamator. bermimpi dibawah bayangan burung garuda (Hukla 1979) Dalam puisi ini. . ode. dan sebagainya. Serenada Biru.bercerita. Yang banyak ditulis adalah pemujaan terhadap tokoh-tokoh yang dikagumi. Elegi adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan duka. biar berbisa perih dirabu Berlapis cemas menggunung sesal mutiara matanya yang pudar Bagi negriku. kurindukan semangatnya menyanyi kembali bersama gemuruh cinta yang membangun sejuta rajawali Tak mengelak dalam bercumbu. “Diponegoro” Chairil Anwar. menjelmakan impian demi impian Dengan seorang sahabatnya. walau tak mudah. merobah nama dan peta. Berikut ini kutipan Ode Buat Proklamator. Serenada adalah Sajak percintaan yang bisa dinyanyikan. sesuatu keadaan. Serenada Kelabu. dan seterusnya.

Puisi-puisi Rendra kebanyakan adalah puisi auditorium yang baru memperlihatkan keindahannya setelah suaranya terdengar lewat pembacaan yang keras. Hal-hal yang didengar. Sajak-sajak Leon Agusta banyak yang dimaksudkan untuk sajak auditorium. Kritik Sosial adalah Puisi yang juga menyatakan ketidak senangan terhadap keadaan tau terhadap diri seseorang. dapat kita hayati sejak enam baris terakhir. misalnya puisi satire. Puisi-puisi auditorium disebut juga puisi Hukla (puisi yang mementingkan suara atau serangakaian suara). Puisi Platonik adalah Puisi yang sepenuhnya berisi hal-hal yang bersifat spiritual atau kejiwaan. Kerinduan penyair untuk mendengarkan bara semangat yang ditiupkan lewat pidato-pidato yang berapi-api. di mimbar yang jumlah pendengarnya dapat ratusan orang. Platonik. Jenis puisi yang dapat diklasifikasikan dalam puisi deskriptif. Satire adalah Puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan. Puisi Fisikal. juga puisi dramatis biasanya merupakan puisi fisikal. artinya menggambarkan kenyataan apa adanya. impresionistis. Puisi-puisi naratif. Dapat dibandingkan dengan istilah 'Cinta Platonis' yang berarti cinta tanpa . Impresionistik adalah Puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal. balada. atau suasana dipandang menarik perhatian penyair. benda. Puisi Auditorium adalah Puisi yang cocok dibaca di auditorium. 3. Puisi Fisikal adalah Puisi bersifat realistis. Puisi Kamar ialah Puisi yang cocok dibaca sendirian atau dengan satu atau dua pendengar saja di dalam kamar. namun dengan cara membeberkan kepincangan atau ketidak beresan keadaan / orang tersebut. 2. Yang dilukiskan adalah kenyataan dan bukan gagasan. Puisi Kamar dan Puisi Auditorium Istilah puisi kamar dan puisi auditorium juga kita jumpai dalam buku kumpulan puisi ‘Hukla’ karya Leon Agusta. dilihat. kritik sosial. penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan / peristiwa. namun dengan cara menyindir atau menyatakan keadaan sebaliknya. c. Puisi Deskriptif Didepan telah dinyatakan bahwa dalam puisi deskriptif. dan puisi-puisi impresionitik. atau dirasakan merupakan obyek ciptaannya.Ungkapan-ungkapan rasa kagum ini sangat mengena dan tidak bersifat klise. dan Metafisikal Pembagian puisi oleh David Daiches ini berdasarkan sifat dari isi yang dikemukakan dalam puisi itu. Puisi auditorium disebut juga puisi oral karena cocok untuk dioralkan.

Kennedy memberikan nama jenis puisi tertentu dengan nama puisi konkret. misalnya karya Joice Klimer berikut ini : t ttt rrrrrrr eeeeeeeee ??? Kata yang hendak dinyatakan dalam puisi ini hanyalah 'tree'. Karya Sutardji banyak sekali yang dapat diklasifikasikan sebagai puisi konkret. Gambar wujud fisik yang 'kasat mata' lebih dipentingkan dari pada makna yang ingin disampaikan. perasaan. Syair Perahu. dilain pihak dapat disebut sebagai puisi metafisik (menagjak pembaca merenungkan hidup. . kaligrafi. oval. Dalam puisi konkret ini. Demikian pula puisi lirik dimana aku lirik bicara kepada pembaca. Puisi konkret ada yang berbentuk segi tiga. Puisi Konkret Puisi konkret sangat terkenal dalam dunia perpuisian Indonesia sejak tahun 1770-an. dan Tuhan). karya-karya mistik Hamzah Fansuri seperti Syair Dagang. karena mengungkapkan keadaan jiwa penyair sendiri. Contoh dalam bahasa Inggris. yang dapat dihayati keindahan bentuk dari sudut pandang (poem for the eye). belah ketupat. piala. Puisi religius disatu pihak dapat dinyatakan puisi platonic (menggambarkan ide atau gagasan penyair).nafsu jasmaniah. dan ada juga yang menunjukkan lambang tertentu. X. dan suasana dalam diri penyair sendiri. kehidupan. namun karena membentuk gambar pohon natal. ungkapan cinta luhur seorang kekasih atau orang tua kepada anaknya dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi puisi platonik. yakni puisi yang bersifat visual. atau puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan pengimajian lewat bentuk grafis. kerucut. ideogramatik. Kemudian diikuti oleh penyair-penyair yang lebih muda. Puisi Metafisikal adalah Puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan merenungkan Tuhan. spindle.J. religius. pikiran. Puisi naratif dan deskriptif kebanyakan adalah puisi obyektif. tanda baca dan huruf-huruf sangat potensial membentuk gambar. Kita mengenal adanya bentuk grafis dari puisi. meskipun juga ada beberapa yang subyektif. Puisi obyektif disebut juga puisi impersonal. tiang lingga. Puisi Obyektif berarti Puisi yang mengungkapkan hal-hal diluar diri penyair itu sendiri. maka pembaca mengetahui bahwa yang dimaksud penyair adalah pohon natal. Puisi-puisi ide atau cita-cita. 4. Puisi Subyektif dan Puisi Obyektif Puisi Subyektif disebut juga Puisi Personal. ideografik. Kasidah-kasidah “AlBarzanji” karya Ja'far Al-Barzanji dan tasawuf karya Jalaludin Rumi dapat diklasifikasikan sebagai puisi metafisikal. 5. dan Syair Si Burung Pingai dapat dipandang sebagai puisi metafisikal. Puisi-puisi yang ditulis kaum ekspresionis dapat diklasifikasikan sebagai puisi subyektif. yakni puisi yang mengungkapkan gagasan.

diksi. termasuk puisi yang menggunakan bahasa pernassioan. Puisi-puisi dari orang yang baru belajar menjadi penyair biasanya adalah puisi diafan. puisi yang diciptakan akan memiliki tenaga gaib. maka puisi itu menjadi gelap dan sukar ditafsirkan. Mereka belum mampu mengharmoniskan bentuk fisik untuk mengungkapkan makna. Puisi Pernasian. maka itu akan menjadi puisi yang bersifat prosaic dan terlalu cerlang sehingga diklasifikasikan sebagai puisi diafan. Penyair-penyair seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar dapat menciptakan puisi-puisi prismatis. namun tidak terlalu gelap. Puisi pernasian diciptakan dengan pertimbangan ilmu atau pengetahuan dan bukan didasari oleh inspirasi karena adanya mood dalam jiwa penyair. dan sebagainya. kata konkret dan bahasa figurative. Pembaca memerlukan waktu cukup untuk menafsirkan . . maka pembaca akan lebih cepat dan tepat menafsirkan makna puisi tersebut.6. Ir. dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca tidak terlalu mudah menafsirkan makna puisinya. Namun makna itu bagaikan sinar yang keluar dari prisma. Puisi-puisi Rendra dalam “Potret Pembangunan” dalam puisi yang banyak berlatar belakang teori ekonomi dan sosiologi dapat diklasifikasikan sebagai puisi pernasian. Jika pembaca mempunyai latar belakang pengetahuan tentang penyair dan kenyataan sejarah. Pembaca tetap dapat menelusuri makna puisi itu. Gelap. Puisi-puisi anak-anak atau puisi karya mereka yang baru belajar menulis puisi dapat diklasifikasikan puisi diafan. Penyair benar-benar masuk ke dalam suasana yang hendak dilukiskan. Puisi Diafan. versifikasi. Namun belum tentu semua puisi yang dihasilkan bersifat prismatis. Suasana batin penyair benar-benar terlibat kedalam puisi itu. majas. Puisi yang demikian akan sangat muda dihayati maknanya. Jujun S. Dengan mood. maka niscaya tidak akan dapat dihasilkan puisi prismatis. sehingga puisinya mirip dengan bahasa sehari-hari. Hanya dalam suasana mood seorang penyair besar mampu menciptakan puisi prismatis. Makna yang aneka ragam itu dapat ditelusuri pembaca. Ada bermacam-macam makna yang muncul karena memang bahasa puisi bersifat multi interpretable. Puisi prismatis kaya akan makna. dan Puisi Inspiratif Pernasian adalah sekelompok penyair Prancis pada pertengahan akhir abad 19 yang menunjukkan sifat puisi-puisi yang mengandung nilai keilmuan. puisi prosaic seperti karya penyair-penyair tahun 1970-an dibawah ini. Puisi Inspiratif diciptakan berdasarkan mood atau passion. kiasan. Dalam puisi prismatis penyair mampu menyelaraskan kemampuan menciptakan majas. 7. Suriasumantri yang sarat dengan pertimbangan keilmuan. Dengan demikian penyair tersebut tidak memiliki kepekaan yang tepat dalam takarannya untuk lambang. namun tidak gelap. Sebaliknya jika puisi itu kering akan majas dan versifikasi. sekali baca habis. Jika puisi itu diciptakan tanpa kekuatan pengucapan. Namun kadang-kadang juga kita jumpai puisi gelap. Demikian juga puisi-puisi Dr. Jika puisi terlalu banyak majas. Puisi-puisi yang ditulis oleh ilmuwan yang kebetulan mampu menulis puisi. dan Prismatis Puisi Diafan atau puisi polos adalah puisi yang kurang sekali menggunakan pengimajian. kebanyakan adalah puisi pernasian.

Puisi-puisi mereka adalah endapan dari pengalaman fisik. tirani. Berikut ini dikutip contoh stanza yang ditulis sekitar tahun 1969. Stanza berbeda dengan oktaf karena oktaf dapat terdiri atas 16 atau 24 baris. mental. Sementara itu. Mimbar Dari mimbar ini telah dibicarakan Pikiran-pikiran dunia Suara-suara kebebasan Tanpa ketakutan Dari mimbar ini diputar lagi Sejarah kemanusiaan Pengembangan teknologi Tanpa ketakutan . dan sebagainya. (Herwa. artinya melukiskan perasaan kelompok. Menurut subagio Sastrowardoyo. Malam kelabu Ada angina mnerpa jendela Ada langit berwarna kelabu Hujan titik satu-Saturday menatap cakrawala malam jauh Masih adakah kuncup-kuncup mekar Atau semua telah layu Kelu dalam seribu janji Kelam dalam penantian. dan emosional selama penyair terlibat dalam demonstrasi 1966. 1969) 9. Di bawah ini dikemukakan salah satu contoh. sedangkan dalam setanza seluruh puisi itu hanya terdiri atas 8 baris. Stanza artinya puisi yang tediri atas 8 baris. kebatilan. kamanusiaan.Karena Jajang Tuhan Saya minta duit Buat beli sugus Karena Jajang Lagi doyan sugus 8. puisi ini melukiskan dan merupakan hasil refleksi demonstrasi para maha siswa dan pelajar sekitar tahun 1966. Stansa Jenis puisi yang bernama stanza kita jumpai dalam Empat Kumpulan Sajak karya Rendra. seperti kebenaran. bukan perasaan individu. Aturan pembarisan dalam oktaf adalah 8 baris untuk tiap bait. gaya paradoks dan ironi banyak kita jumpai. puisi-puisi demonstrasi 1966 bersifat ke-kita-an. Puisi Demonstrasi dan Pamflet Puisi demonstrasi menyaran pada puisi-puisi Taufiq Ismail dan mereka yang oleh Jassin disebut angkatan 66. kata-kata yang membakar semangat kelompok banyak dipergunakan.

Berak diatas mereka …………………………………. bahasa pusi pamflet juga bersifat prosaic. Munculnya kata-kata yang berisi protes secara spontan tanpa proses pemikiran atau perenungan yang mendalam. Disebut puisi pamflet karena bahasanya adalah bahasa pamflet. Melihat Indonesia Raya. Kata-kata cukong. Puisi pamflet Rendra kehilangan makna konotatif. kelaparan. Pihak yang dibela diberikan tempat dan kedudukan yang terhormat dan serba benar. Berikut ini dikutip salah satu puisi pamflet Rendra Menghirup sebatang lisong. Dalam pusi-puisi pamflet banyak kita jumpai kata-kata tabu yang diungkapkan penyair untuk menunjukkan kedongkolan hati penyair kepada pihak yang dikritik atau terhadap keadaan yang tidak memuaskan dirinya. Didepan telah diberikan salah satu contoh puisi pamflet Rendra yang berjudul "Sajak Burung Kondor". Dan di langit Dua tiga cukong mengangkang.Di kampus ini Telah dipahatkan Kemerdekaan Segala despot dan tirani Tidak bisa dirobohkan Mimbar kami (Taufiq Ismail. Puisi-puisi pamflet Rendra ini mengingatkan kita akan puisi-puisi Jerman pada awal industrialisasi di sana. suatu kehebatan Rendra dalam menciptakan puisi pada tahun 50-an. Puisi-puisi pamflet Rendra kebetulan merupakan reaksi terhadap industrialisasi yang berkembang pesat sekitar tahun 1974 (seperti halnya puisi pamflet Jerman). . puisi-puisi demonstrasi merupakan ungkapan sepihak. Kata-katanya mengungkapkan rasa tidak puaas kepada keadaan. Seperti halnya puisi demonstrasi. Tanpa pilihan. dan kesengsaraan rakyat kecil yang dibela. 1966) Seperti halnya puisi pamflet. Puisi pamflet juga mengungkapkan protes social. Mendengar 130 juta rakyat. sedang pihak yang dikritik dilukiskan berada dalam posisi yang kurang simpatik. Delapan juta kanak-kanak Menghadapi satu jalan panjang. dan kondom dinyatakan bersam dengan kata-kata penderitaan. dan hiperbola yang bertujuan memojokkan pihak yang dikritik banyak kita jumpai dalam puisi-puisi pamflet Rendra. sehingga kebenaran sulit ditrima secara obyektif. Kata-kata kasar. Istilah-istilah gagah membela kelompoknya disertai dengan istilah tidak simpatik yang memojokkan pihak yang dikritik. ungkapan-ungkapan langsung ke sasaran. Rendra adalah tokoh puisi pamflet.

Aku melihat wanita bunting Antri uang pensiun Dan di langit: Para teknokrat berkata : Bahwa bangsa kita adalah malas Bahwa bangsa mesti dibangun Mesti di up-grade. Menghisap udara Yang disemprot deodorant. Jenis alegori yang terkenal adalah parable yang juga disebut dongeng perumpamaan. Mencatat sendiri semua gejala. Kita mesti keluar ke jalan raya. Tanpa ada bayangan ujungnya …………………………………. Keluar ke desa-desa. Berjuta-juta harapan ibu dan bapak Menjadai gembalau suara kacau. Dan menghayati persoalan yang nyata. Diktat-diktat hanya boleh memberi metode Tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan. Puisi "Teratai" karya Sanusi Pane boleh dikatakn sebagai puisi alegori. Dalam kitab suci banyak kita jumpai dongengdongeng perumpamaan yang maknanya dapat kita cari dibalik yang tersurat. 10. Aku melihat sarjana-sarjana menganggur Berpeluh di jalan raya. Kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing.. Kisah tokoh pendidikan yang dilukiskan sebagai teratai itu digunakan untuk memberi nasihat kepada generasi muda . Bila terpisah dari derita lingkungan.Tanpa pohonan Tanpa dangau persinggahan. Menjadi karang di bawah muka samudra. Alegori Puisi sering-sering mengungkapakan cerita yang isinya dimaksudkan untuk memberikan nasihat tentang budi pekerti dan agama. Disesuaikan dengan teknologi yang diimport. …………………………………………………… Bunga-bunga bangsa tahun depan Berkunang-kunang pandang matanya. karena kisah bunga teratai itu digunakan untuk mengisahkan tokoh pendidikan. Inilah sajakku Pamflet masa darurat. Di bawah iklan berlampu neon. Bila terpisah dari masalah kehidupan. Apakah arti kesenian. Apakah artinya berpikir.

. Cerita berbingkai seperti Panca Tantra. 1001 Malam.agar mencontoh teladan 'teratai' itu. Bayan Budiman dan Hikayat Bachtiar juga dapat diklasifikasikan sebagai parable.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful