LAPORAN RSUD-TN

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN JURUSAN FARMASI SEMESTER VI DI RSUD-TN BOALEMO NO 1 2 3 4 NAMA Anggun .S.

Kiraman Friska Tiara Oktaviani Gusti Rahmawati Novianty Uloli NIM 821 308 004 821 308 017 821 308 018 821 308 034

Gorontalo, 25 Februari 2011

Penanggung jawab Pembimbing Apotek RS Praktek Kerja Lapangan

Kelompok V :
Zulfiayu Ssi. Msi. Apt. Moh. Adam Mustafa Kiraman 1. Anggun SulistianS.Si, M.Sc, Apt 2. Friska Tiara Oktaviani 3. Gusti Rahmawati Djafri 4. Novianty Uloli

1

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang manis dan pantas diucapkan dari lisan seorang hamba, melainkan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala nikmat dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan dengan sebagaimana mestinya. Penulis menyadari laporan ini belum dapat melingkupi keseluruhan

harapan dan keinginan untuk mendapatkan sebuah tinjauan yang sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik yang konstruktif dari berbagai pihak dalam rangka melengkapi presentasi laporan ini. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu memberikan masukan, ide-ide dalam pembuatan laporan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi kita sekalian. Amin.

Boalemo,

Maret 2011

Penulis

2

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... i KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ................................................................................. 1 B. Tujuan Praktek Kerja Lapangan ........................................................ 4 C. Tujuan Pembuatan Laporan .............................................................. 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Rumah Sakit ..................................................................................... 6 B. Instalasi Farmasi Rumah Sakit ....................................................... 11 C. Manajemen Farmasi ........................................................................ 14 D. Pelayanan Farmasi Klinik ............................................................... 23 BAB III RUMAH SAKIT TANI DAN NELAYAN A. Letak Geografis .............................................................................. 27 B. Lokasi Rumah Sakit Daerah Tani dan Nelayan .............................. 27 C. Sejarah Singkat RSUD TN.............................................................. 28 D. Visi Misi Rumah Sakit.................................................................... 30 E. Struktur organisasi .......................................................................... 31 F. Tugas Pokok dan Fungsi ................................................................. 34 G. Pelayanan Rumah Sakit .................................................................. 56

3

........................................................ 74 BAB III PENUTUP 3....................... 79 DAFTAR PUSTAKA .................... 79 3.............. 80 LAMPIRAN ........................................... 81 4 ........................................................................................................1 Kesimpulan ...........................................................................................2 Saran ..........................................................................BAB IV PEMBAHASAN .........................

karena kesehatan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia. Sebagai tenaga kesehatan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia No. Pembangunan kesehatan juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. dalam hal ini melayani masyarakat yang membutuhkan. serta peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional”. Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas kesehatan untuk digunakan dengan baik. partisipatif. Latar Belakang Kesehatan adalah harta yang paling berharga yang harus dijaga dan tidak tanggung-tanggung untuk mengeluarkan uang untuk itu. Dalam menyelenggarakan kesehatan tersebut diperlukan tenaga yang professional dan terdidik. 23 tahun 1992 tentang kesehatan telah menggariskan bahwa “bahwa setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif.BAB I PENDAHULUAN A. dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia. Melalui pembangunan kesehatan diharapkan akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Dalam rangka menetapkan visi dan misi pembangunan dibidang kesehatan. 5 .

namun dengan adanya perubahan sistem pemerintahan (otonomi daerah) mengakibatkan pelaksanaan pembangunan sangat tergantung pada prioritas pembangunan yang dilakukan oleh daerah. maka sepantasnya sektor kesehatan merupakan bidang pemerintahan yang perlu dilaksanakan oleh daerah kabupaten. Biasanya dikategorikan dalam tipe A. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan UU No. Tipe rumah sakit di Indonesia mulai dari tipe yang paling standar sampai tipe yang paling tinggi. Rumah sakit harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Secara umum telah dijelaskan diatas bahwa pembangunan kesehatan telah menunjukan adanya peningkatan yang berarti. Namun satu hal yang terpenting dalam penetapan kebijakan dalam pembangunan bidang kesehatan dituntut untuk menghadirkan program/kebijakan dibidang kesehatan yang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Hal ini perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara operasional agar seluruh potensi dari sektor-sektor pembangunan dapat memberi kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.Mengacu pada penjabaran UU No. C. namun tidak semua rumah sakit memiliki unit yang lengkap. B. Perlengkapan rumah sakit harus benar-benar diperhatikan untuk memuaskan pasien. 6 . hal ini untuk memaksimalkan pelayanan terhadap kesehatan. Salah satu tempat untuk menyelenggarakan upaya kesehatan adalah rumah sakit. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Dalam suatu rumah sakit terdapat unit-unit pelayanan yang disediakan. dan D.

Peraturan dan standar-standar pelayanan dalam rumah sakit telah ditentukan dalam Undang-Undang dan Peraturan Dinas Kesehatan. khusunya RSUD-Tani dan Nelayan di Kabupaten Boalemo. Dari berbagai rumah sakit akan dibandingkan untuk saling melengkapi. Salah Satu sarana yang dapat digunakan untuk melaporkan hasil pemantauan terhadap 7 . Rumah sakit yang ada di Gorontalo akan disesuaikan dengan peraturan yang ada.Dalam praktek kerja yang kami lakukan adalah meneliti setiap rumah sakit yang ada di Gorontalo. dimana salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah yang refresentatif yang didukung oleh sarana dan prasarana serta sumber daya manusia yang professional guna menunjang kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Jadi dalam laporan ini akan mengkaji peraturan-peraturan yang telah ditentukan oleh pemerintah dan membahas Rumah sakit yang telah dikunjungi apakah sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan atau masih perlu perbaikan. Agar pembangunan kesehatan di Kabupaten Boalemo dapat berhasil dengan baik maka dibutuhkan data yang akurat sebagai faktor penunjang dalam perencanaan dan evaluasi hasil-hasil pembangunan. Rumah sakit yang ada di Gorantalo pada umumnya belum memenuhi standar yang ditentukan oleh pemerintah. Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan berawal dari arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah. apakah sudah memenuhi standar yang diperlukan atau tidak.

Tujuan Praktek Kerja Lapangan Tujuan dilaksanakannya praktek kerja lapangan di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo yaitu : 1. B. Mengetahui pelayanan medik dan non medik instalasi Farmasi di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. 8 . sehingga para mahasiswa dapat semakin memahami peran farmasis di rumah sakit dan memiliki bekal keterampilan yang cukup dalam melaksanakan fungsi pelayanan kefarmasian dan mampu mengelola bidang kefarmasian di rumah sakit serta memberikan kontribusi ke arah yang lebih baik khususnya mengenai sistem manajemen dan standar pelayanan farmasis untuk kemajuan RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. 3. Untuk lebih jelas dan terperinci sistem manajemen dan standar pelayanan farmasis akan dikaji dan dibahas pada bab selanjutnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka dibangunlah kerjasama antara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dengan RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo dalam pengiriman mahasiswa D3 Farmasi untuk melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan. 2.pencapaian pembangunan kesehatan dan hasil kinerja dari penyelenggaraan pelayanan minimal adalah Profil Kesehatan. Mengetahui peraturan-peraturan dan standar pelayanan kefarmasian di RSUD Tani dan Nelayan. Mengetahui unit-unit pelayanan yang ada di rumah sakit yang merupakan penunjang kegiatan dalam rumah sakit.

3. 5. 9 . Mengetahui peran farmasis di RSUD Tani dan Nelayan dalam bidang farmasi klinik. 4. Mengetahui peran farmasis di RSUD Tani dan Nelayan dalam bidang farmasi klinik. 5. 2. Mengetahui manajemen pengelolaan perbekalan farmasi di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Untuk mengetetahui bentuk-bentuk pelayanan farmasi dan kelengkapan dalam suatu instalasi farmasi dalam Rumah Sakit. Untuk mengetahui peraturan-peraturan tentang standar pelayanan pada suatu rumah sakit. Tujuan Pembuatan Laporan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1.4. Untuk mengetahui unit-unit pelayanan dalam rumah sakit. Mengetahui manajemen pegelolaan perbekalan farmasi di RSUD Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. C.

pelayanan preventif. Visi dan Misi Rumah Sakit Agar suatu rumah sakit dapat hidup dan tumbuh subur dalam persaingan pasar secara global. Rumah sakit adalah suatu organisasi yang kompleks. Rumah Sakit Pendidikan adalah RS pemerintah kelas/tipe A dan kelas B yang dipergunakan sebagai tempat pendidikan tenaga medis Fak. pelayanan kuratif. 1. rawat jalan. dan difungsikan oleh berbagai kesatuan personel terlatih dan terdidik dalam menghadapi dan menangani masalah medik modern. 10 . menggunakan gabungan alat ilmiah khusus dan rumit. pusat latihan tenaga kesehatan dan pusat penelitian biomedik. yang semuanya terikat bersama-sama dalam maksud yang sama untuk pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Rumah Sakit (WHO) adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dan gawat darurat. pelayanan rawat jalan. rumah sakit harus mengadopsi suatu strategi luas yang memberinya suatu keuntungan kompetitif berkelanjutan.Kedokteran. Rumah Sakit Rumah Sakit menurut UUD 44 tahun 2009 adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap.

Tugas Rumah Sakit Pada umumnya tugas rumah sakit ialah melaksanakan upaya kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan: 1. Menyelenggarakan pelayanan rujukan 5. Menyelenggarakan pelayanan penelitian dan pengembangan 7. 2. dengan : 2. Fungsi Rumah Sakit 1. Klasifikasi Rumah Sakit Rumah sakit dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai kriteria sebagai berikut: 11 . Menyelenggarakan pelayanan dan asuhan keperawatan 4. Upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan 3. Upaya rujukan 3. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medis dan non medis 3.Manajemen strategi yang berkaitan dengan mutu total adalah untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit guna memperoleh keuntungan kompetitif dalam pasar. Upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu. Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dan pelatihan 6. Menyelenggarakan pelayanan medis 2. Menyelenggarakan pelayanan administrasi umum dan keuangan 4.

lepra. Jenis pelayanan Berdasarkan jenis pelayan rumah sakit terdiri atas rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. psikiatri. Di negara kita ini rumah sakir pemerintah terdiri atas rumah sakit vertikal yang langsung dikelola oleh DepKes. dan sebagainya. Sebaliknya. Rumah sakit umum memberi pelayanan kepada berbagai penderita dengan berbagai jenis kesakitan. pediatrik. seperti penyakit dalam. Lama tinggal Berdasarkan lama tinggal. bedah. 3. 2. ibu hamil. rumah sakit perawatan jangka panjang adalah rumah sakit yang merawat penderita dalam 12 . dan rumah sakit BUMN. rumah sakit terdiri atas rumah sakit perawatan jangka pendek dan jangka panjang. rumah sakit rehabilitasi dan penyakit kronis. Rumah sakit perawatan jangka pendek adalah rumah sakit yang merawat penderita selama rata-rata kurang dari 30 hari. rumah sakit militer.1. rumah sakit pemerintah daerah. TB. pediatrik. sepertirumah sakit: kanker. Rumah sakit khusus adalah rumah sakit yang memberi pelayanan diagnosis dan pengobatan untuk penderita dengan kondisi medik tertentu baik bedah maupun non bedah. bersalin. Kepemilikan Klasifikasi berdasarkan kepemilikan terdiri atas rumah sakit pemerintah. ketergantungan obat. mata. psikiatri. memberi pelayanan diagnosis dan terapi untuk berbagai kondisi medik.

300-399 tempat tidur 6. Afiliasi Pendidikan Rumah sakit berdasarkan afiliasi pendidikan terdiri atas dua jenis. Rumah sakit pendidikan adalah rumah sakit yang melaksanakan program pelatihan residensi dalam medik. 200-299 tempat tidur 5. pediatrik. Di bawah 50 tempat tidur 2. yaitu rumah sakit pendidikan dan rumah sakit nonpendidikan. bedah. 6. 4. 400-499 tempat tidur 7. 50-99 tempat tidur 3. Tempat tidur Rumah sakit pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan kapasitas tempat tidur sesuai pola berikut : 1.waktu rata-rata 30 hari atau lebih. 500 tempat tidur dan lebih 5. dan bidang spesialis lain. Penderita demikian mempunyai kesakitan jangka panjang seperti kondisi psikiatri. Rumah sakit yang tidak memiliki program pelatihan residensi dan tidak ada afiliasi rumah sakit dengan universitas disebut rumah sakit nonpendidikan. 13 . 100-199 tempat tidur 4. Status Akreditasi Rumah sakit berdasarkan status akreditasi terdiri atas rumah sakit yang telah diakreditasi dan rumah sakit yang belum diakreditasi.

Rumah Sakit kelas C Rumah sakit kelas C adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas. Tipe-tipe Rumah Sakit Jika ditinjau dari kemampuan yang dimiliki. rumah sakit di Indonesia dibedakan atas 5 macam yakni : 1. 14 .Rumah sakit telah diakreditasi adalah rumah sakit sakit yang telah diakui secara formal oleh suatu badan sertifikasi yang diakui. 3. yang menyatakan bahwa suatu rumah sakit telah memenuhi persyaratan untuk melakukan kegiatan tertentu. Rumah Sakit kelas B Rumah sakit kelas B adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. 7. Rumah Sakit kelas D Rumah sakit kelas D adalah rumah sakit yang bersifat transisi karena pada suatu saat akan ditingkatkan menjadi rumah sakit kelas C. 4. Rumah Sakit kelas A Rumah sakit kelas A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas 2.

menyediakan. pelatihan. kegiatan penelitian. Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) adalah suatu unit di rumah sakit yang merupakan fasilitas penyelenggaraan kefarmasian di bawah pimpinan seorang farmasis dan memenuhi persyaratan secara hukum untuk mengadakan. Rumah sakit adalah suatu institusi dari dan untuk komunitas. sangat dipengaruhi oleh kebutuhan. Perbedaan Antara IFRS dan Apotek Perbedaan antara IFRS dan Apotek sangat signifikan. pelayanan penunjang medik. B.5. seperti diuraikan dibawah ini : 1. ada kekuatan sosio mediko-ekonomik dan organisasi rumah sakit yang menekankan pada praktik farmasi di Rumah sakit. dan mengelola seluruh aspek penyediaan perbekalan kesehatan di rumah sakit yang berintikan pelayanan produk yang lengkap dan pelayanan farmasi klinik yang sifat pelayanannya berorientasi kepada kepentingan penderita. dan pemeliharaan sarana rumah sakit. 15 . Rumah Sakit kelas E Rumah sakit kelas E adalah rumah sakit khusus (special hospital) yang menyelenggarakan hanya satu macam peyanan kedokteran saja. pengharapan dan permintaan anggota masyarakatnya. Oleh karena itu. pengembangan. 1. Instalasi Farmasi Rumah Sakit Instalasi adalah fasilitas penyelenggara pelayanan medik. pendidikan.

rumah sakit. pekerjaan kefarmasian di rumah sakit termasuk pelayanan farmasi klinik . 16 . Misi pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah mengadakan terapi obat yang optimal bagi semua penderita. Tujuan IFRS Tujuan IFRS seperti : 1. menjamin mutu tertinggi dan pelayanan dengan biaya yang paling efektif serta memberikan pendidikan dan pengetahuan baru di bidang kefarmasian melalui penelitian bagi staf medik. 4. dan masyarakat. 3. Farmasi Rumah Sakit harus dianggap sebagai salah satu dari banyak bagian (departemen) pada sebuah rumah sakit yang mempunyai berbagai fungsi dasar umum.2. sejawat profesi kesehatan. 3. 2. Visi dan Misi IFRS Visi Farmasi rumah sakit adalah terselenggaranya pelaksanaan dan pengelolaan dalam pelayanan. mahasiswa. Membari manfaat kepada penderita. dan kepada profesi farmasi oleh apoteker rumah sakit yang kompeten dan memenuhi syarat. Apoteker yang berpraktek dalam Rumah Sakit memerlukan pendidikan atau pengalaman khusus agar mampu melaksanakan prakteknya dengan keefektifan yang maksimal. Apoteker Rumah Sakit harus memperhatikan hubungan profesional setiap hari dengan profesional terspesialisasi tinggi dan terlatih dengan terampil.

6. Melaksanakan komunikasi. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dibidang farmasi 17 . 4.2. Melakukan pengawasan berdasarkan aturan-aturan yang berlaku f. Tugas dan Fungsi Instalasi Farmasi 1. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi professional berdasarkan prosedur kefarmasian dan etik profesi c. Menjamin praktik profesional yang bermutu tinggi melalui penetapan dan pemeliharaan standar etika profesional. informasi dan edukasi (KIE) d. 3. Tugas IFRS Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. pendidikan dan pencapaian. dan melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi. Memberi pelayanan bermutu melalui analisa dan evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi e. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal b. 5. Meningkatkan penelitian dalam praktek farmasi rumah sakit dan dalam ilmu farmasetik pada umumnya. Membantu dalam pengembangan dan kemajuan profesi kefarmasian. Membantu dalam penyediaan perbekalan yang memadai oleh apoteker rumah sakit yang memenuhi syarat. farmasi rumah sakit bertugas mengelola : a. Membantu menyediakan personel pendukung yang bermutu untuk IFRS. 4.1197/Menkes/SK/X/2004.

Pemilihan Fungsi pemilihan adalah untuk menentukan apakah perbekalan farmasi benar-benar diperlukan sesuai dengan jumlah pasien atau pola penyakit. Pelayanan farmasi yang berorientasi pada pasien/farmasi klinik. Pelayanan farmasi yang berorientasi pada produk yaitu mengelola perbekalan farmasi yang efektif dan efisien mulai dari perencanaan. Fungsi IFRS Fungsi IFRS adalah memberikan pelayanan yang bermutu dengan ruang lingkup yang berorientasi pada kepentingan masyarakat meliputi dua fungsi yaitu: 1. Criteria pemilihan obat : 18 . Perencanaan Tujuan perencanaan perbekalan farmasi adalah untuk menetapkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai dengan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan kesehatan rumah sakit. Mengadakan penelitian dan pengembangan dibidang farmasi h.g. Tahapannya : 1. penyimpanan. C. produksi. pengadaan. pendistribusian dan evaluasi penggunaan perbekalan farmasi. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan formularium rumah sakit 2. penerimaan. Manajemen Farmasi 1. 2.

19 . formularium RS. kecuali jika penggunaan kombinasi memberikan efek terapi yang lebih baik dibanding obat tunggal 3. Apabila jenis obat banyak maka kita memilih berdasarkan obat pilihan (drug of choice) dari penyakit yang prevalensinya tinggi. Informasi yang didapat dari kompilasi penggunaan perbekalan farmasi adalah : 1. Jumlah penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi pada masingmasing unite pelayanan. Jenis obat yang dipilih seminimal mungkin dengan cara menghindari kesamaan jenis 2. daftar harga alat. Kompilasi penggunaan Kompilasi penggunaan perbekalan farmasi berfungsi untuk mengetahui penggunaan bulanan masing-masing jenis perbekalan farmasi di unit-unit pelayanan farmasi selama setahun dan sebagai data pembanding bagi stok optimum. 2. Sedangkan pemilihan alat kesehatan di rumah sakit dapat berdasarkan dari data pemakaian oleh pemakai. Hindari penggunaan obat kombinasi. obat (DPHO) Askes dan jaminan social tenaga kerja (Jamsostek). serta spesifikasi yang ditetapkan oleh rumah sakit. standar ISO.1. 4. Pemilihan obat dirumah sakit merujuk kepada daftar obat essensial nasional (DOEN) sesuai denga kelas rumah sakit masing-masing.

3. dengan berbagai penyesuaian dan koreksi. Metode morbiditas Dinamakan metode morbiditas karena dasar perhitungan adalah jumlah kebutuhan perbekalan farmasi yang digunakan untuk beban kesakitan (morbidity load) yang harus dilayani.2. Perhitungan kebutuhan Adapun perencanaan kebutuhan dapat dilakukan melalui beberapa metode : 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka menghitung jumlah perbekalan farmasi yang dibutuhkan adalah : 1. Presentase penggunaan tiap jenis perbekalan farmasi terhadap total penggunaan setahun seluruh unit pelayanan. Analisa data informasi dan evaluasi 3. 3. Metode konsumsi Perhitungan kebutuhan dengan metode konsumsi didasarkan pada data riel konsumsi perbekalan farmasi periode yang lalu. Pengumpulan dan pengolahan data 2. Perhitungan perkiraan kebutuhan perbekalan farmasi 4. 20 . Penggunaan rata-rata untuk setiap jenis perbekalan farmasi. Penyesuaian jumlah kebutuhan perbekalan farmasi dengan alokasi dana 2.

jenis-jenis perbekalan farmasi ini dapat diidentifikasi. Vital (V) bila perbekalan farmasi tersebut diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan (life saving drugs) dan bila tidak tersedia akan . Prinsip utama adalah dengan menempatkan jenis-jenis perbekalan farmasi kedalam suatu urutan. 4. dimulai dengan jenis yang memakan anggaran/rupiah terbanyak. 21 . untuk kemudian dilakukan evaluasi lebih lanjut. Evaluasi perencanaan Cara / tekhnik evaluasi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Analisa ABC Dengan analisa ABC. 2) Analisa VEN Kriteria VEN : Kriteria yang umum adalah perbekalan farmasi dikelompokkan sebagai berikut : 1. atau mengurangi penderitaan pasien. perkiraan kenaikan kunjungan dan waktu tunggu (lead time). Essensial (E) bila perbekalan farmasi tersebut terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit.meningkatkan resiko kematian. 2.Metode morbiditas adalah perhitungan kebutuhan perbekalan farmasi berdasarkan pola penyakit.

dll. Tender terbuka. b.3. perbekalan farmasi yang diragukan manfaatnya. perbekalan farmasi yang mahal namun tidak mempunyai kelebihan manfaat dibanding perbekalan farmasi sejenis lainnya. Tender tertutup. Non esensial (N) meliputi aneka ragam perbekalan farmasi yang digunakan untuk penyakit yang sembuh sendiri (selflimiting desease). Hanya dilakukan pada rekanan tertentu yang sudah terdaftar dan memiliki riwayat jejak yang baik. pengiriman barang terjamin dan tepat waktu. sering disebut lelang tertutup. 22 . 1. berlaku untuk semua rekanan yang terdaftar dan sesuai dengan criteria yang telah ditentukan. dengan mutu yang baik. proses berjalan lancer dan tidak memerlukan tenaga serta waktu berlebihan. 2. Produksi/pembuatan sediaan farmasi 3. Pembelian 2. Pengadaan Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui melalui : 1. Pembelian Ada 4 metode pada proses pembelian : a. Sumbangan/droping/hibah Tujuan pengadaan yaitu untuk mendapatkan perbekalan farmasi dengan harga layak.

Sediaan farmasi untuk penelitian f. dan pengemasan kembali sediaan steril atau nonsteril untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Rekonstitusi sediaan perbekalan farmasi sitostatika h. Pembelian langsung. Pembelian dengan jumlah kecil. Produksi Produksi perbekalan farmasi di rumah sakit merupakan kegiatan membuat. d. Sumbangan/Hibah/Droping Pada prinsipnya pengelolaan perbekalan farmasi dari hibah/sumbangan. Kriteria perbekalan farmasi yang diproduksi : a. Sediaan farmasi yang harus selalu dibuat baru. Dilakukan bila item tidak penting. tidak banyak dan biasanya dilakukan pendekatan langsung untuk item tertentu. 3. relative agak lebih mahal. d. Pembelian dengan tawar menawar. 2. perlu segera tersedia. Sediaan farmasi yang memerlukan pengemasan kembali. Sediaan farmasi yang tidak tersedia di pasaran e. c. Sediaan farmasi dengan formula khusus b. Harga tertentu. merubah bentuk. Sediaan nutrisi parenteral g. Sediaan farmasi dengan mutu sesuai standar dengan harga lebih murah.c. mengikuti kaidah umum pengelolaan perbekalan 23 .

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam penerimaan : 1. Penerimaan Penerimaan adalah kegiatan untuk menerima perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai dengan aturan kefarmasian. 2. jumlah maupun waktu kedatangan. Memelihara mutu sediaan farmasi b. untuk bahan berbahaya. Perbekalan farmasi harus sesuai dengan spesifikasi kontrak yang telah ditetapkan. tender. 3. Khusus untuk alat kesehatan harus mempunyai certificate of origin.farmasi regular. Sertifikat Analisa Produk. Tujuan penerimaan adalah untuk menjamin perbekalan farmasi yang diterima sesuai kontrak baik spesifikasi mutu. 4. Tujuan penyimpanan adalah : a. melalui pembelian langsung. Penyimpanan Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan perbekalan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat. konsinyasi atau sumbangan. Harus mempunyai Material Safety Data Sheet (MSDS). 3. Menjaga ketersediaan 24 . Menghindari penggunaan yang tidak bertanggung jawab c. Perbekalan farmasi yang tersisa dapat dipakai untuk menunjang pelayanan kesehatan di saat situasi normal.

dengan menerapkan prinsip FEFO dan FIFO. Kondisi penyimpanan khusus 5. menurut bentuk sediaan dan alfabetis. Penyimpanan sebaiknya dilakukan dengan memperpendek jarak gudang dan pemakai dengan cara ini maka secara tidak langsung terjadi efisiensi. Sirkulasi udara yang baik 3. Adapun metode yang dimaksud antara lain : 25 . dan disertai sistem informasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan farmasi sesuai kebutuhan. Pencegahan kebakaran 5. Tujuan pendistribusian yaitu tersedianya perbekalan farmasi di unitunit pelayanan secara tepat waktu tepat jenis dan jumlah. Kemudahan bergerak 2.d. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam merancang bangunan gudang adalah sebagai berikut : 1. Memudahkan pencarian dan pengawasan Metode penyimpanan dapat dilakukan berdasarkan kelas terapi. Pendistribusian Distribusi adalah kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di rumah sakit untuk pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta untuk menunjang pelayanan medis. Ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh IFRS dalam mendistribusikan perbekalan farmasi dilingkungannya. Rak dan pallet 4.

1. Resep Perorangan Resep perorangan adalah order/resep yang ditulis dokter untuk tiap pasien. Dalam sistem ini perbekalan farmasi disiapkan dan distribusikan oleh IFRS sesuai yang tertulis pada resep. 2. Sistem Distribusi Persediaan lengkap di ruang Dalam sistem persediaan lengkap di ruangan, semua perbekalan farmasi yang dibutuhkan pasien tersedia dalam ruang penyimpanan perbekalan farmasi, kecuali perbekalan farmasi jarang digunakan. 3. Sistem Distribusi Dosis Unit Sistem distribusi perbekalan farmasi dosis unit adalah metode dispensing dan pengendalian perbekalan farmasi yang dikoordinasikan IFRS dalam rumah sakit. Sistem dosis unit dapat berbeda dalam bentuk, tergantung pada kebutuhan khusus rumah sakit. Akan tetapi, unsur khusus berikut adalah dasar dari semua sistem dosis unit. 4. Sistem Distribusi kombinasi Sistem distribusi yang menerapkan sistem distribusi resep/order individual sentralisasi, juga menerapkan distribusi persediaan di ruangan yang terbatas. Perbekalan farmasi iang disediakan di ruangan adalah perbekalan farmasi yang diperlukan oleh banyak penderita, setiap hari diperlukan, dan biasanya adalah perbekalan farmasi yang harganya murah mencakup perbekalan farmasi berupa resep atau perbekalan farmasi bebas.

26

6. Pengendalian Pengendalian persediaan adalah suatu kegiatan untuk memastikan tercapainya sasaran yang diinginkan sesuai dengan strategi dan program yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi kelebihan dan kekurangan/ kekosongan obat di unit-unit pelayanan. Tujuan pengendalian adalah agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan perbekalan farmasi di unit-unit pelayanan. 7. Penghapusan Penghapusan merupakan kegiatan penyelesaian terhadap perbekalan farmasi yang tidak terpakai karenakadaluarsa, rusak, mutu tidak memenuhi standar dengan cara membuat usulan penghapusan perbekalan farmasi kepada pihak terkait sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tujuan penghapusan adalah untuk menjamin perbekalan farmasi yang sudah tidak memenuhi syarat dikelola sesuai dengan standar yang berlaku. Adanya penghapusan akan mengurangi beban penyimpanan maupun mengurangi resiko terjadi penggunaan obat yang sub standar. D. Pelayanan Farmasi Klinik Proses pelayanan kesehatan menguraikan interaksi antara penderita dan praktisi kesehatan dalam situasi medis. Apoteker mempunyai perhatian pada salah satu aspek proses pelayanan kesehatan, yaitu penggunaan obat yang merupaka suatu komponen penting karena kira – kira 80 % kunjungan penderita ke dokter menghasilkan resep atau injeksi. Dalam semua situasi ini, apoteker terlibat bukan saja dalam menyediakan sediaan obat, tetapi juga

27

membantu untuk memastikan penggunaan yang tepat. Tanggung jawab menyeluruh apoteker dalam pelayanan farmasi adalah kepedulian farmasi, yaitu pengadaan pelayanan langsung berkaitan dengan obat, dan bertanggung jawab untuk maksud pencapaian hasil pasti yang meningkatkan mutu kehidupan penderita. Dalam bidang farmasi klinik, IFRS melaksanakan kepedulian farmasi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit yaitu antara lain : a. PIO PIO adalah kegiatan penyediaan dan pemberian informasi,

rekomendasi obat yang independen, akurat, komprehensif, terkini oleh apoteker kepada pasien, masyarakat maupun pihak yang memerlukan di RS. Kegiatan PIO berupa penyediaan dan pemberian informasi obat yang bersifat aktif atau pasif. Pelayanan bersifat aktif apabila apoteker pelayanan informasi obat memberikan informasi obat dengan tidak menunggu pertanyaan melainkan secara aktif memberikan informasi obat, misalnya penerbitan buletin, brosur, leaflet, seminar dan sebagainya. Pelayanan bersifat pasif apabila apoteker pelayanan informasi obat memberikan informasi obat sebagai jawaban atas pertanyaan yang diterima. b. Konseling Konseling adalah suatu kegiatan bertemu dan berdiskusinya seseorang yang membutuhkan (klien) dan seseorang yang memberikan

28

(konselor) dukungan dan dorongan sedemikian rupa sehingga klien memperoleh keyakinan akan kemampuannya dalam pemecahan masalah. Adapun tujuan dari MESO yaitu : 1. Menemukan Efek Samping Obat (ESO) sedini mungkin terutama berat. untuk memastikan aman dan penggunaan efektif oleh pasien d. Dispensing Dispensing obat adalah pekerjaan kefarmasian dan yang memiliki kewenangan untuk melakukannya adalah apoteker dibantu tenaga teknis kefarmasian. c. MESO Monitoring Efek Samping Obat (MESO) adalah pemantauan terhadap reaksi obat yang merugikan. pemilihan dan memanipulasi atau pencampuran suatu obat-obatan. atau di bawah pengawasan seorang apoteker. Bersifat langsung & segera a. Dispensing: penafsiran dan evaluasi dari suatu resep obat. memberi label dan menyediakan produk dalam suatu kontainer yang sesuai menurut aturan hukum dan persyaratan-persyaratan. Untuk memberi umpan balik antara petugas kesehatan a. Mengenal semua faktor yang mungkin dapat menimbulkan ESO 2. Menemukan frekuensi dan insiden ESO . dan ketetapan informasi dan perintah seorang apoteker. baik yang sudah dikenal maupun baru saja ditemukan c. Untuk membuat peraturan 29 .tidak dikenal dan frekuensinya jarang b.

Adapun tujuan visite antara lain : 1. dilakukan secara mandiri atau bersama dokter / tenaga kesehatan lain. Mengoptimalkan efek terapi obat 2. Untuk memberi peringatan c. Visite Visite merupakan kegiatan kunjungan apoteker kepada pasien rawat inap di ruang perawatan. Pemilihan obat 3.b. f. Pengkajian penggunaan obat 2. Menerapkan secara langsung pengetahuan farmakoterapi 5. Adapun tujuan Pemantauan Terapi Obat antara lain : 1. Berkerja sama dengan tenaga lain. Meminimalkan dan mencegah efek merugikan akibat penggunaan obat 30 . PTO (Pemantauan Terapi Obat) Pemantauan Terapi Obat (PTO) adalah kegiatan yang dilakukan untuk memantau agar efek terapi obat dapat optimal dan efek merugikan akibat penggunaan obat dapat dicegah atau diminimalkan. Untuk membuat data esential sesuai dengan sistem yang dipakai di negara lain (melalui WHO) e. Menilai kemajuan pasien 4.

Kecamatan Wonosari. Kecamatan Paguyaman Pantai. B. kemudian tahun 2003 Boalemo barat yang terdiri dari Kecamatan Paguat. 3. Lokasi Rumah Sakit Daerah Tani dan Nelayan Rumah Sakit Daerah Tani dan Nelayan terletak di kecamatan tilamuta tepatnya di Bukit Lamu desa Lamu dengan sfesifikasi geografis sebagai berikut: 1. Kecamatan Botumoito dan Kecamatan Mananggu. 2. Kecamatan Tilamuta. Sebelah Utara berbatasan dengan Jalan Trans Sulawesi Sebelah Timur berbatasan dengan Lahan Masyarakat Sebelah Selatan berbatasan dengan Lahan Masyarakat Sebelah Barat berbatasan dengan Lahan Masyarakat 31 . Marisa. Letak Geografis Sesuai Undang-undang No 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah dan Undang-undang No 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah maka Kabupaten Boalemo adalah salah satu kabupaten pemekaran dari Kabupaten Gorontalo pada tahun 2000. Maka Kabupaten Boalemo sampai saat ini mempunyai 7 kecamatan yaitu : Kecamatan Paguyaman. 4. Kecamatan Dulupi. dan Popayato memisahkan diri mendirikan satu kabupaten dengan nama Kabupaten Pohuwato.BAB III RUMAH SAKIT TANI DAN NELAYAN A.

Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan dibangun sejak tanggal 12 Oktober 2002. hal ini ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Gubernur Gorontalo bersama unsur Muspida Provinsi Gorontalo. Selanjutnya Rumah Sakit Tani dan Nelayan terus mengalami pengembangan baik fisik. Sejarah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kab Boalemo Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan berawal dari arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah. Pada bulan April 2004 telah dibentuk Tim sepuluh yang lebih dikenal dengan Tim Pengelola Persiapan Operasional Rumah Sakit. merencanakan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang operasional rumah sakit serta merencanakan kebutuhan sumber daya manusia. Sejarah Singkat Rumah Sakit Daerah Tani dan Nelayan 1. yang bertugas mengelola segala asset rumah sakit dan mempersiapkan segala sesuatunya guna operasional rumah sakit antara lain dalam hal merencanakan kebutuhan alat-alat kesehatan rumah sakit.C. dimana salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah yang refresentatif yang didukung oleh sarana dan prasaran serta sumber daya manusia yang professional guna menunjang kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. sarana prasarana maupun sumber daya manusianya. 32 .

Sebagai landasan hukum diterbitkan izin operasional yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan masa berlaku 1 tahun sesuai peraturan yang berlaku. maka pada tanggal 2 Mei 2005 dilaksanakan pengresmian operasional Rumah Sakit Tani dan Nelayan Oleh Gubernur Gorontalo. Setelah Organisasi Tata Kerja Rumah Sakit terbentuk maka pada tanggal 5 Desember 2006 Badan Pengelola Rumah Sakit Daerah Tani dan Nelayan melaksanakan registrasi di Departemen Kesehatan RI untuk memperoleh izin operasional yang bersifat permanen yang nantinya menjadi landasan hukum operasional rumah sakit.Setelah segala persiapan operasional rumah sakit telah memadai. Sedangkan Perda tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit diterbitkan pada bulan Mei 2006. dimana segala sesuatunya berada dibawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo. Sejak saat itu Rumah Sakit Umum Tani dan Nelayan menjadi Instansi Badan Pemerintah Daerah dan berubah nama menjadi Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. 2. Sejarah Kepemimpinan Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan sejak persiapan sampai sekarang telah mengalami beberapa kali penggantian kepemimpinan yaitu : 33 . Setelah diresmikan organisasi rumah sakit masih dalam bentuk Tim Pengelola Operasional Rumah Sakit.

Visi Misi Rumah Sakit a. Jamal (Ketua Tim Pengelola RSUD-TN. Mei 2005 s/d April 2006) 3. Misi 1. 2. VISI : Menjadi Rumah Sakit Umum dengan Mutu Pelayanan Terbaik. Melakukan Pelayanan Sesuai Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Filosofih : B I = = BISMILLAH yang artinya : Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Benar/Jujur. Dr. Sulteng dan Gorontalo) 15 Tahun di Indonesi Timur (5 G. Bastiaan (Ketua Tim Pengelola Persiapan Pengoperasional RSUD-TN. Sp. 3. Aniek Hartiwi. 15 IT) b. Muh. Dr Sukri Djakatara Sp. dalam prosedur pengelolaan dan pelayanan Indah. setelah : 5 Tahun di Provinsi Gorntalo 10 Tahun di Sulawesi (Sulut. Maret 2004 s/d April 2005) 2. Tito EM. 10 S.A (Kepala Badan Pengelola RSUD-TN Kabupaten Boalemo (Mei 2006 s/d Oktober 2007) 4. Menjadikan terakreditasi. Mengutamakan pelayanan yang berazas pada patient safety c.1. Dr. Dr.H. dalam penampilan dan penataan RSUD-TN 34 .A (Kepala Badan Pengelola RSUD-TN Kabupaten Boalemo Oktober 2007 s/d sekarang) D.

Seksi Rawat Jalan b.S M I L L A H = = = = = = = Sopan/Sabar. dalam perilaku lahir dan bathin Adil. Sekretaris yang membawahi Sub Bagian a. Subag Keuangan 3. Bidang Penunjang Medik yang membawahi Seksi a. Seksi Penunjang Keperawatan 5. Bidang Penyusunan Program dan Informasi membawahi Seksi 35 . melayani pasien/tamu RSUD-TN Mandiri. Seksi Penunjang Diagnostik b. Kepala Badan Pengelola 2. dalam pelayanan tanpa pilih kasih Hati-Hati. Seksi Rawat Inap 4. terhadap tugas dan amanah Luhur Budi. Bidang Pelayanan Medik yang membawahi Seksi a. Subag Administrasi Umum Perlengkapan dan Kepegawaian b. menerima kritik dan saran Loyal. dalam tugas yang di emban Ikhlas. menagani setiap pasien/pelayanan secara sendiri maupun secara bersama-sama E. Struktur Organisasi Berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2006 tentang struktur organisasi dan tata kerja Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kab Boalemo adalah sebagai berikut: 1.

b. Seksi Perencanaan dan Litbang Seksi Sistem Pencatatan dan Pelaporan Ruma Sakit dan Sistem Informasi Manajemen (SP2RS dan SIM RS) 6. Komite Medis 9. 7. Kelompok Jabatan Fungsional .a. Dewan Penyantun 36 . Komite Perawatan 10. Instalasi/ Unit Pelayanan Fungsional 8.

F. Komite Medik. Komite Medik. Merumuskan kebijakan Operasional RSUD-TN sesuai peraturan Perundang-Undangan. Komite Perawatan dan para bawahan lainnya guna kelancaran RSUD-TN d. Komite Perawatan dan para bawahan lainnya untuk menjalin kerjasama yang sinergis dan harmonis dalam penyelenggaraan operasional RSUD-TN f. para Kepala bidang. Menyusun rencana program dan kebijakan tekhnis RSUD-TN dalam rangka penerapan kebijakan Bupati. para Kepala Bidang. Mengawasi. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis kepada kepala sub bagian umum perlengkapan dan kepegawaian dan kepala sub bagian keuangan serta para bawahan lainnya dalam pelaksanaan tugas agar sesuai dengan rencana yang di harapkan g. Direktur RSUD-TN Mempunyai Tugas sebagai Berikut: a. Sumber daya dan tanggung Jawab kepada Sekertaris. Komite Medik. Mengkoordinir Sekretaris. c. Komite Perawatan dan para bawahan lainnya dalam menyelenggarakan urusan operasional RSUD-TN e. b. Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) 1. Memimpin Sekertaris Para Kepala Bidang. Mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas bagian Sekretariat RSUD-TN agar sesuai Perundang-Undangan yang berlaku dengan ketentuan 37 . Mendistribusikan tugas.

j. prsarana. Memimpin kepada Kepala Sub Bagian Umum. Mengevaluasi hasil kegiatan RSUD-TN secara keseluruhan Membuat laporan hasil kegiatan RSUD-TN sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada Bupati k. Menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir i. Sekertaris a. Melakukan koordinasi lintas sektoral baik tingkat pusat maupun tingkat daerah dalam rangka penerapan kebijakan Bupati l. peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan c. Menysun rencana kegiatan Sekertaris dalam rangka penerapan kebijakan RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan b. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Perlengkapan dan Kepegawaian dan Kepala Sub Bagian Keuangan serta para bawahan lainnya dalam menyelenggarakan urusan Sekertaris RSUD-TN 38 . Melaksanakan Tugas dinas lainnya yang di berikan oleh Bupati 2.h. Mendistribusikan tugas sumber daya dan tanggung jawab kepada Kepala Sub Bagian Keuangan serta para bawahan lainnya guna kelancaran tugas Sekertaris d. tenaga. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Bupati tentang kebijakan RSUD-TN m.

Melakukan koordinasi lintas bidang dalam rangka penerapan kebijakan Kepala Badan Pengelola RSUD-TN l.e. Perlengkapan dan Kepegawaian dan Kepala Sub Bagian Keuangan serta para bawahan lainnya dalam pelaksanaan tugas agar sesuai dengan rencana yang diharapkan. Mengevaluasi hasil kegiatan Sekertaris RSUD-TN secara keseluruhan Membuat hasil laporan kegiatan sekertaris RSUD-TN Sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban Kepada Kepala Badan Pengelola RSUD-TN k. Melaksanakan tugas dinas lainnaya yang diberikan oleh Kepala Badan Pengelola RSUD-TN 39 . j. Menilai prestasi bawahan sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir i. Memberikan petunjuk dan bimbingan tekhnis Kepala Sub Bagian Umum. Mengkoordinir kepada Kepala Sub Bagian Umum. Mengawasi. g. mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas Sekertaris RSUD-TN agar sesuai dengan Peraturan PerundangUndangan yang berlaku h. Perlengkapan dan Kepegawaian dan Kepala Sub Bagian Keuangan serta para bawahan lainnya untuk menjalin kerja sama yang sinergis dan harmonis dalam penyelenggaraan tugas Sekertaris RSUD-TN f.

tenaga. menyimpan dan melakukan pemeliharaan barang berupa alat medis. Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum. b. DP3 dan perjalanan dinas 40 .3. pendistribusian. menyusun daftar urut kepangkatan. Melaksanakan administrasi kepegawaian. transfortasi. Menerima. menyusun dan memelihara data-data kepegawaian. Mengawasi dan mendistribusikan barang dan logistik serta bertanggung jawab atas keamanan segala jenis perlengkapan kegiatan RSUD-TN e. h. perlengkapan dan Kepegawaian dalam rangka penerapan kebijakan strategis Sekretaris RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Melaksanakan kegiatan protokoler. menyusun buku induk pegawai dan membuat laporan kepegawaian secara periodik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Melaksanakan kegiatan administrasi. g. menginventarisir. c. dan Kepegawaian a. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. pengarsipaan agenda surat masuk keluar f. Membuat data kehadiran pegawaai. kenderaan dinas dan bangunan RSUD-TN d. peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Perundang-Undangan. Perlengkapan. penomoran. menyusun formasi dan anggaran belanja pegawai. prasarana. keamanan. non medis. dan ketertiban serta urusan rumah tangga lainnya. Sub Bagian Umum.

Mengevaluasi hasil kegiatan Sub Bagian Umum. Membuat persiapan pengembangan kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan di lingkungan RSUD-TN j. prasarana. mutasi dan lain-lain yang berhubungan dengan demosi pegawai sesuai Peraturan PerundangUndangan k. usulan Bebas tugas. Menyusun rencana Kegiatan sub Bagian Keuangan dalam rangka penerapan kebijakan strategis sekertaris berdasarkan peraturan Perundang-Undangan. Melaksanakan Tugas lain yang di berikan atasan. Membuat laporan hasil kegiatan Sub Bagian Umum. 4. Mempersiapakan usulan pemberian hukuman jabatan/ hukuman disiplin PNS. 41 . peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan peraturan perundang-undangan. pensiun pemeriksaan kesehatan.i. tenaga. cuti. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. b. Sub Bagian Keuangan Mempunyai tugas sebagai berikut: a. Perlengkapan dan kepegawaian secara keseluruhan m. pemberian gaji. jaminan keselamatan kerja dan lain-lain yang berhubungan dengan hak pegawai l. Perlengkapan dan Kepegawaian sebagai bahan Informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan n. insentif. Mempersiapakan usulan kenaikan pangkat.

Melaksanakan pemotongan dan pembayaran pajak sesuai ketentuan Perundang-Undangan yang berlaku g. Mengumpulkan. efisien transfaran dan akuntabel berdasarkan peraturaan Perundang-Undangan yang berlaku f. Menerima. Melaksanakan tugas lain yang di berikan atasan. Menyusun rencana kegiatan Bidang Pelayanan Medis dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Bidang Pelayanan Medis mempunyai tugas sebagai berikut: a. mengolah. menyajikan dan menganalisa data-data keuangan secara akurat untuk informasi perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen d. memferivikasi. membukukan dan melaksanakan penyetoran pendapatan fungsional RSUD-TN ke kas daerah sesuai ketentuan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku e. 42 . i. Mengevaluasi hasil kegiatan Sub Bagian Keuangan sebagai bahan informasi dan pertaanggung jawaban kepada atasan h. Mengelola anggaran rutin maupun anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD maupun APBN secara efektif.c. Membuat laporan hasil kegiatan Sub Bagian Keuangan sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada Atasan. 5.

bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Mengawasi. Mengevaluasi hasil kegiatan bidang Pelayanan Medis RSUD-TN secara keseluruhan j. Mengkoordinir para kepala seksi dan para kepala instalasi terkait untuk menjalin kerjasama yang sinergis dan harmonis dalam penyelenggaraan tugas Bidan Pelayanan Medis RSUD-TN f. prasarana. Mendistribusikan tugas. Memberikan petunjuk dan bimbingan tekhnis kepada para kepala seksi dan para kepala instalasi terkait dalam pelaksanaan tugas agar sesuai dengan rencanan yang diharapkan g. Menyusun Rencana Kebutuhan Sumber daya berupa Sarana. Membuat laporan hasil kegiatan bidang pelayanan Medis RSUD-TN sebagai bahan informasi kepada direktur RSUD-TN 43 . Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir i.b. c. mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas bidang pelayanan medis RSUD-TN agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku h. tenaga. peralatan. Memimpin para kepala seksi dan para kepala Instalasi terkait dalam menyelenggrakan urusan Bidang Pelayanan medis RSUD-TN e. sumber daya dan tanggung jawab kepada para kepala seksi dan para kepala Instalasi terkait guna kelancaran Tugas Bidang Pelayanan Medis d.

l. memberikan informasi/penjelasan dan meminta persetujuan tindakan medis atau terapi yang di berikan kepada pasien/wali keluarga sesuai standar dan prosedur pelayanan yang berazaskan Patient safety dan kode etik profesi serta kode etik Rumah Sakit 44 . Menyusun rencana kegiatan Seksi Rawat Jalan dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Mengumpulkan. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Melakukan Koordinasi lintas bidang dan sekretaris di lingkungan RSUD-TN dalam rangka penerapan kebijakan direktur RSUD-TN. tenaga. peralatan bahn dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Perundang-Undangan c. b. Melakukan koordinasi dengan para kepala instalasi terkait dalam rangka penerapan kebijakan strategis kepala Biidang Pelayanan Medis e. prasarana.k. Melakukan koordinasi dengan para kepala instalasi terkait dalam rangka Pelayanan Medis. melakukan pencatatan Rekam Medis dan catatan lainnya. Melaksnakan tugas dinas lainnya yang di berikan oleh direktur RSUDTN. 6. Pelayanan Asuhan Keperawatan dan pelayanan lainnya. Seksi Rawat Jalan mempunyai tugas sebagai berikut: a. mengolah menyajikan dan menganalisis data-data pelayanan rawat jalan secara akurat untuk informasi perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen. d.

d. Mengevaluasi hasil kegiatan Seksi Rawat Jalan secara keseluruhan h. Melakukan koordinasi dengan para kepala Instalasi terkait dalam rangka Pelayanan Medis. memberikan informasi/penjelasan dan meminta persetujuan tindakan medis atau terapi yang di berikan kepada 45 . Membuat laporan hasil kegiatan Seksi Rawat Jalan sebagai bahan informasi dan pertanggungjawaban kepada atasan i. e. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan. b. tenaga. Melakukan koordinasi dengan para kepala instalasi dalam rangka penerapan kebijakan strategi kepala Bidang Pelayanan Medis. melaksanakan pencatatan Rekam Medis dan catatan lainnya. mengolah menyajikan dan menganalisis data-data pelayanan Rawat Inap secara akurat untuk informasi perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen. Seksi Rawat Inap mempunyai tugas sebagai berikut: a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Rawat Inap dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Mengumpulkan. c. peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. 7.f. Pelayanan Asuhan Keperawatan dan pelayanan lainnya. prasarana. Memfasilitasi dan memediasi kebutuhan instalasi terkait sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan g.

Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Prasarana. i. Memimpin para Kepala Seksi dan para kepala Instalasi terkait dalam menyelenggarakan urusan bidang Penunjang medis RSUD-TN 46 . c. Membuat laporan hasil kegiatan Seksi rawat Inap sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan.pasien/wali/keluarga sesuai standar dan prosedur pelayanan yang berazaskan Patient safety dan kode etik profesi serta kode etik rumah sakit. f. tenaga. Mendistribusikan tugas. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan. 8. d. Bidang Penunjang Medis mempunyai tugas sebagai berikut: a. Mengevaluasi hasil kegiatan Seksi Rawat Inap secara keseluruhan h. Memfasilitasi dan memediasi kebutuhan Instalasi terkait sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan g. peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. sumber daya dan tanggung jawab kepada para Kepala Seksi dan Para Kepala Instalasi terkait guna kelancaran tugas Bidang Penunjang Medis. b. Menyusun rencana kegiatan Bidang Penunjang Medis dalam rangka penerapan kebijakn strategis RSUD-TN berdasarkan aturan Perundang-Undangan.

Menagawasi. Seksi Penunjang Diagnostik mempunyai tugas sebagai berikut: 47 . Melakukan koordinasi lintas Bidang dan sekretaris di lingkungan RSUD-TN dalam rangka kebijakan Kepala Badan Pengelola RSUDTN l. Melaksanakan tugas dinas lainnya yang di berikan oleh Kepala badan Pengelola RSUD-TN 9. Membuat laporan hasil kegiatan bidang Penunjang Medis RSUD-TN sebagai bahan informasi kepada Kepala Badan RSUD-TN k. Mengevaluasi hasil kegiatan Bidang Penunjang Medis RSUD-TN secara keseluruhan j. Mengkoordinir Para Kepala Seksi dan para kepala instalasi terkait untuk menjalin kerja sama yang sinergis dan harmonis dalam penyelenggaraan tugas Bidang Penunjang Medis RSUD-TN f. Memberikan petunjuk dan bimbingan tekhnis kepada para kepala seksi dan para kepala instalasi terkait dalam pelaksanaan tugas agar sesuai dengan rencana yang di harapkan g.e. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir i. h. mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas Bidang Penunjang Medis RSUD-TN agar sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

f. tenaga. Menyusun Rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Mengevaluasi hasil kegiatan Seksi Penunjang Diagnostik secara keseluruhan h.a. Menyusun rencana kegiatan Seksi Penunjang diagnostik dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan b. Membuat laporan hasil kegiatan Seksi Penunjang Diagnostik sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan 48 . prasaranaa. g. melaksanakan pencatatan Rekam Medis dan catatan lainnya serta memberikan informasi/ penjelasan atas pemeriksaan penunjang diagnostik yang di berikan kepada pasien/ wali keluarga sesuai standar dan prosedur pelayanan yang berazaskan Patient safety dan kode etik profesi serta kode etik Rumah Sakit. c. mengolah menyajikan dan menganalisis data-data pelayanan penunjang diagnostik secara akurat untuk informasi perencaanaan dan pengambilan keputusan manajemen d. Melakukan koordinasi dengan kepala instalasi terkait dalam rangka pelayanan penunjang diagnostik. Memfasilitasi dan memediasi kebutuhan instalasi terkait sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Mengumpulkan. bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Perundang-Undangan. Melakukan koordinasi dengan para kepala instalasi terkait dalam rangka penerapan kebijakan strategis kepala Bidang Penunjang Medis e. peralatan.

f. Memfasilitasi dan memediasi kebutuhan instalasi terkait sesuai ketentuan Peaturan Perundang-Undangan. tenaga. menyajikan dan menganalisis data-data pelayanan penunjang keperawatan secara akurat untuk informasi perencanaan dan pengambilan keputusan manajemen. d. Mengumpulkan. kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan b. prasarana. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. Seksi Penunjang Keperawatan mempunyai tugas sebagai berikut: a. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 10.i. Melakukan koorrdinasi dengan para Kepala Instalasi terkait dalam rangka penerapan kebijakan Medis e. mengolah. melaksanakan Pencatatan Rekam Medis dan catatan lainnya serta memberikan strategis Kepala Bidang Penunjang informasi/penjelasan atas pelayanan penunjang keperawatan yang di berikan kepada pasien pasien/wali keluarga sesuai standar dan prosedur pelayanan yang berazaskan patient safety dan kode detik profesi serta kode etik rumah sakit. Melakukan koordinasi dengan para Kepala Instalasi terkait dalam rangka pelayanan penunjang keperawatan. peralatan bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan c. Menyusun rencana kegiatan Seksi penunjang keperawatan dalam rangka penerapan. 49 .

50 . d. Prasarana. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa Sarana. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan. 11.g. Menyusun rencana kegiatan bidang Perencanaan dan informasi Rumah Sakit dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan b. Memimpin para Kepala Seksi dan para kepala instalasi terkait dalam menyelenggarakan urusan Bidang Perencanaan dan Informasi RSUDTN e. Peralatan bahan Dan Kebutuhan Lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan c. Tenaga. Membuat laporan hasil kegiatan seksi Penunjang keperawatan sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan i. Mendistribusikan tugas sumber daya dan Tanggung jawab kepada para Kepala Seksi dan para Kepala Instalasi terkait guna kelancaran tugas Bidang Perencanaan dan Informasi RSUD-TN. Mengkoordinir para kepala seksi dan para Kepala Instalasi dalam penyelenggaraan tugas bidang Perencanaan dan Informasi RSUD-TN. Mengevaluasi hasil kegiatan seksi penunjang keperawatan sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan h. Bidang Penyusunan Program dan Informasi Rumah Sakit mempunyai tugas sebagai berikut: a.

Mengkoordinir penyusunan Program perencanaan jangka pendek. Mengevaluasi hail kegiatan Bidang Perencanaan dan Informasi RSUD-TN secara keseluruhan l. Membuat laporan hasil kegiatan sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan m. pelaporan dan sistem informasi Rumah Sakit sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. Melaksnakan tugas dinas lainnya yang di berikan oleh Kepala Badan RSUD-TN 12.f. g. Melakukan koordinasi lintas bidang dan sekertaris dilingkungan RSUD-TN dalam rangka penerapan kebijakan Kepala Badan RSUDTN n. k. Mengkoordinir sistem pencatatan. j. pembangunan dan pengembangan Rumah Sakit i. Seksi Perencanaan dan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) 51 . Mengawasi. jangka menengah dan jangka panjang. mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas-tugas Bidang Perencanaan dan Informasi RSUD-TN agar sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku h. Menilai prestasi kerja bawahan sebagai bahan pertimbangan pengembangan karir . Memberikan petunjuk dan bimbingan tekhnis kepada para Kepala Seksi dan para Kepala Instalasi terkait dalam pelaksanaan tugas agar sesuai dengan rencana yang di harapkan.

Membuat laporan hasil kegiatan Seksi Perencanaan dan Penelitian Pengembangan sebagai bahan Informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan. peralatan. Seksi dan instalasi fungsional yang ada di lingkungan kerja RSUD-TN. bahan dan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundaang-Undangan c.a. mengolah. i. Mengevaluasi hasil kegiatan Seksi Perencanaan dan Litbang h. d. seksi. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa sarana. bagian. dan sub bagian dalam menyusun rencana penggunaan anggaran. Bagian. Melakukan koordinasi dengan lintas Bidang. Melakukan Koordinasi dengan lintaas bidang. dan jangka panjang sesuai kebutuhan operasional RSUD-TN e. Seksi dalam menyusun rancangan kegiatan jangka pendek. Prasarana. jangka menengah. b. tenaga. menyajikan dan menganalisis usulan kebutuhan Sekertaris dan msing-masing bidang Sub Bagian. Melakukan penelitian terkait dengan pengembangan RSUD-TN g. baik yang bersumber dari APBD maupun APBN sesuai kebutuhan operasional RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan f. Mengumpulkan. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan 52 . Menyusun rencana kegiatan Seksi Perencanaan dan Litbang dalam rangka penerapan kebijakan straategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan.

Melakukan koordinasi dengan Instalasi Rekam Medis dalam mengumpulkan. mengolah. Membuat laporan internal dan eksternal secara periodik dan berjenjang e. Menyusun rencana kebutuhan sumber daya berupa Sarana. Prasarana. peralatan bahan daan kebutuhan lainnya sesuai prosedur dan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan c. Menyusun rencana kegiatan Seksi SP2RS dan SIM RS dalam rangka penerapan kebijakan strategis RSUD-TN berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan b. tenaga. menganalisis dan menyajikan data-data medis dan non medis terkait dengan operasional rumah sakit secara keseluruhan sebagai bahan informasi bahan evaluasi dan perencanaan serta bahan pengumpulan keputusan manajemen RSUD-TN d.13. Seksi Sistem Pencatatan dan pelaporan Rumah sakit dan sistem Informasi Manajemen rumah sakit (SP2RS dan SIM RS) mempunyai tugas sebagai berikut: a. Melakukan koordinasi dengan Instalasi Rekam Medis dalam membangun dan mengembangkan sistem Informasi Manajemen Rumah sakit yang berbasis teknologi elektronik guna menunjang pelayanan Rumah Sakit sesuai kode etik informasi rumah sakit berdasarkan peraturan Perundang-Undangan pelayanan Rumah sakit 53 .

Pelayanan penunjang diagnostik dn penunjang Keperawatan c. Membangun dan mengembangkan sistem komunikasi efektif dalam menunjang pelayanan rumah sakit sesuia kode etik Rumah Sakit berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan g. Pemeliharaan Sarana RSUD-TN 15. kegiatan Seksi SP2RS dan SIM secara 14. memantau 54 . Mengevaluasi hasil keseluruhan h. Mempunyai tugas membantu kepala badan pengelola RSUD-TN menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP). Instalasi dan Unit pelayanan Fungsional merupakan perangkat fungsional operasional Rumah Sakit yang meliputi : a. Merupakan satuan pengawas intern yaitu kelompok fungsional yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap pengelola sumber daya manusia RSUD-TN d. Membuat laporan hasil kegiatan Seksi SP2RS dan SIM RS sebagai bahan Informasi dan pertanggung jawaban kepada atasan i. Kelompok tenaga Medis yang keanggotaannya dipilih dari anggota staf medis fungsional. Pelayanan Medis rawat jalan dan rawat inap b. b. Sistem Pencatatan Rekam Medis d. Melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh atasan. Komite Medis adalah a. Mempunyai hubungan advokasi dengan kepala badan RSUD-TN c.f.

Dalam melaksanakan tugasnya komdis dapat dibantu oleh panitiapanitia yang yang dibentuk untuk mengatasi masalah khusus f. Komite keperawatan bersama-sama komite medis berada mempunyai hubungan advokasi dengan kepala badan pengelola RSUD-TN c. Komite keperawatan merupakan satuan pengawas intern yaitu kelompok fungsional yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap sumber daya manusia RSUD-TN khususnya tenaga medis keperawatan. Komite keperawatan adalah a. Pembentukan panitia ditetapkan oleh kepala badan RSUD-TN g. d. mengatur kewenangan profesi anggota staf medis fungsional e.pelaksanaannya. memantau pelaksanaannya. kelompok Tenaga paramedis keperawatan yang keanggotaannya dipilih dari anggota staf para medis keperawatan fungsional b. melaksanakan pembinaan etika profesi. Pembentukan komite medis ditetapkan dengan kepala Badan RSUDTN 16. Mengevaluasi kompetensi tenaga keperawatan sebagai bahan profesi tenaga pertimbangan dalam pengembangan karir 55 . Komite Keperawatan bersama komite medis mempunyai tugas membantu Kepala badan RSUD-TN menyusun standar asuhan Keperawatan (SAK). mengatur kewenangan keperawatan. melaksanakan pembinaan etika profesi. e.

Kelompok pengarah / penasehat yang keanggotaannya terdiri dari unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat b. Gedung C : Gedung Central Medical Unit (CMU) 4.f. Mengarahkan Kepala Badan RSUD-TN dalam melaksanakan Visi dan misi RSUD-TN dalam memperhatikan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah daerah c. Gedung D : Gedung Perawatan 1 dan 2 5. Gedung B : Gedung Poliklinik 3. Dewan Penyantun Bertugas sebagai: a. Pembentukan Komite Medis di tetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Badan RSUD-TN 17. Mengevaluasi dan membuat laporan hasil kerja komite keperawatan secara keseluruhan g. 1. Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan (RSUD-TN) telah memiliki sarana gedung yang terdiri dari : 1. Gedung A : Gedung Administrasi 2. Gedung F : Gedung Kitchen 56 . Gedung E : Gedung Loundry 6. Dewan penyantun di tetapkan oleh Bupati Boalemo untuk masa bakti tiga tahun atas usul kepala Badan RSUD-TN melalui Sekretaris Daerah. Sarana Dan Prasarana a.

7. Gedung Perawatan 2 Lantai 8. Gedung Serba Guna 12. Rudis Dokter Ahli 2 Unit 14. 57 . Rudis Para Medis 3 Unit b. Gedung Perawatan Isolasi 9. Rincian Alat Kesehatan yang tersedia dapat dilihat pada tabel : NO 1 2 3 Nama barang Emergency resusitasi set Defribilator Oksigen Concentrator 1 Flow 4 5 6 7 8 Nebulizer With Stand Minor Surgery Set EKG 12 Channel Vital Sign Monitor Glukometer With Stick 1 unit 1 set 1 unit 1 unit 1 unit Jumlah 1 set 1 unit 1 unit Ket. Alat Kesehatan Sejak tahun 2002 telah disiapkan Alat Kesehatan yang dibutuhkan dalam mengoperasionalkan Rumah Sakit ini secara optimal. Gedung Administrasi Pelayanan Medis 11. Gedung UTD 10. Rudis Direktur 1 Unit 13.

Generator 1 Unit f. Sarana Penunjang Beberapa Sarana penunjang yang tersedia yaitu : a. Mobil Ambulance 4 Unit b. Water Reservoar 1 Unit 58 . Motor Opersional 3 Unit e.9 10 11 12 13 14 Curettage Set Partus Set Doppler Portable Neck Collar Incubator Bayi Dry heat sterilizer with uv lamp / Sterilisator Kering 1 set 1 set 1 unit 2 set 1 set 1 unit 15 16 17 18 19 20 21 Emergency Strecher Electro Surgical Cauter Infusion Pump Syringe Pump Pulse Oxymeter Lampu Operasi Mobile Infant warmer 1unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 1unit c. Mobil Operasional 1 Unit c. Mobil Direktur 1 Unit d.

g. Jenis Pelayanan a. Website & Internet Jaringan Komputerisasi (Wireles) & SIM k. rawat inap. Pelayanan Rumah Sakit 1. Pelayanan terhadap permintaan barang cetakan rekam medik dari ruangan yang membutuhkan 4. UGD yang meliputi registrasi identitas pasien. Sound Sistem l. 2. Pelayanan Rekam Medik di RSUD-Tani dan Nelayan Meliputi: 1. PHBS i. Absensi Digital G. j. Pelayanan Ketata Usahaan/Kepegawaian di RSUD-Tani dan 59 . Pelayanan Administrasi Pelayananan Administrasi di Rumah sakit Meliputi Pelayanan Rekam Medik dan Pelayanan Umum (Ketatausahaan/kepegawaian. Pelayanan Pembuatan Visum Et Refertum dll. Incinerator 1 Unit h. Pelayanan pasien di loket rawat jalan. pemberian Nomor. Pelayanan terhadap Permintaan Status Pasien 3. pemberian Kartu Indeks Pasien(KIP). dan Keuangan).

Poli Interna d. Poli Jantung Fisiotherapy Untuk mengetahui eksistensi dan peran farmasi di rumah sakit. Rawat Jalan Pelayanan Rawat Jalan Meliputi : a. Poli Gigi e. Poli Obgyn h. j. Poli Umum c. Pelayanan Medis Pelayanan Medis Meliputi Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap 1. kami mengunjungi salah satu rumah sakit di provinsi Gorontalo yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. Poli Mata g. 60 . Poli Anak i.b. UGD b. Poli Bedah f.

Farmasi Klinik 61 . Penyimpanan 5. Perencanaan 2. Pengadaan 3. Manajemen 1. Evaluasi dan Pelaporan B. Distribusi 6.Peran farmasi di Rumah Sakit Umum Daerah Tani dan Nelayan Kabupaten Boalemo. terbagi menjadi dua. Penerimaan 4. yaitu : A.

Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu. 62 . mencegah dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan obat dan kesehatan. Sehingga sarana dan prasarana yang memadai memilki peran yang sangat penting dalam menunjang kesehatan pasien. Selain itu. yakni bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pelayanan di rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. penyediaan obat yang bermutu. Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu unsur dari pelayanan utama di rumah sakit. dengan tujuan untuk mengidentifikasi.BAB IV PEMBAHASAN Apotek merupakan sarana penunjang medis yang berperan penting dalam menunjang kesehatan pasien. termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

BAB V PENUTUP 63 .

DAFTAR PUSTAKA 64 .

Lampiran I Peta Lokasi RSUD TN Boalemo 65 .

Apotek Bukit Lamu RSUD Tani dan Nelayan 66 .

67 .

68 .

69 .

70 .

71 .

72 .

73 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful