P. 1
PTK

PTK

|Views: 476|Likes:
Published by MieZha Ramsey

More info:

Published by: MieZha Ramsey on Aug 21, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan

mengembangkan kualitas sumber daya manusia, sehingga pendidikan ini berperan penting dalam kehidupan. Perkembangan dunia pendidikan yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Peningkatan mutu pendidikan saat ini menjadi perhatian bagi Indonesia. Terdapat banyak upaya untuk

meningkatkan kualitas pendidikan diantaranya adalah dengan peningkatan sarana dan prasarana, perubahan kurikulum, dan proses belajar mengajar, peningkatan kualitas guru, penyempurnaan sistem penilaian dan sebagainya. Menurut Nurhadi (2001:1) ada tiga komponen yang perlu disoroti dalam pembaharuan pendidikan yaitu pembaharuan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran dan efektifitas metode pembelajaran. Kurikulum harus komprehensif dan responsif terhadap dinamika sosial, relevan, tidak overload, dan mampu mengakomodasi keberagaman keperluan dan kemajuan teknologi. Kualitas pembelajaran juga harus ditingkatkan untuk

meningkatkan kualitas hasil pendidikan. Dengan cara penerapan strategi atau metode pembelajaran yang efektif di kelas dan lebih memberdayakan potensi siswa. Namun kenyataan yang terjadi pada saat ini, walaupun kurikulum yang berlaku di Indonesia terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu untuk mewujudkan pendidikan yang baik, metode yang di pakai guru / pebelajar cenderung tetap yaitu metode ceramah. Padahal kita tahu bahwa tidak semua mata pelajaran bisa disampaikan dengan metode ceramah. Sebagai contoh adalah Akuntansi. Ilmu Akuntansi sebagai cabang Ilmu Ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah menengah atas yang diperlukan dalam pendidikan. Oleh sebab itu pengajaran akuntansi perlu ditingkatkan, dikarenakan saat ini masih banyak siswa yang berpendapat dan
1

beranggapan bahwa pelajaran akuntansi adalah mata pelajaran yang sukar dipahami dan membosankan. Sehingga masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahaminya. Hal ini juga terjadi pada pembelajaran akuntansi pada siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Pejagoan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, menunjukkan bahwa pembelajaran akuntansi yang selama ini dilakukan lebih cenderung menggunakan konsep pembelajaran terpusat pada guru sedangkan siswa menerima pembelajaran secara pasif, sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran kurang dibangun. Rendahnya keaktifan siswa ini berdampak pada prestasi belajar siswa. Oleh karena itu, pendidik harus mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi dan dapat meningkatkan peran serta siswa dalam pembelajaran. Dari sini maka harus dirancang dan dibangun suasana kelas sedemikian rupa, sehingga siswa dapat berinteraksi dengan yang lain dan tidak merasa jenuh. Berdasarkan penjelasan di atas, solusi yang dapat dilakukan guru/pebelajar adalah memperbaiki proses pembelajaran dengan

menggunakan metode / model pembelajaran yang tepat. Alternatif pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran Jigsaw. Model pembelajaran ini melatih siswa untuk selalu aktif dan saling bekerja sama dalam proses pembelajaran. Berdasarkan mengadakan permasalahan dengan diatas, judul maka penulis bermaksud MODEL UNTUK

penelitian

³PENERAPAN JIGSAW

PEMBELAJARAN

KOOPERATIF

TIPE

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR POKOK BAHASAN PENCATATAN JURNAL KHUSUS PERUSAHAAN

DAGANG PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 PEJAGOAN´

B. Perumusan Masalah Masalah yang diangkat dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut: 1. Apakah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang?

2

2. 3. Meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang siswa kelas XI SMAN 1 Pejagoan melalui pembelajaran dengan metode Jigsaw. Masukan bagi siswa agar bisa memperbaiki gaya belajar untuk turut aktif dalam proses pembelajaran. 2. Dan agar dapat memecahkan permasalahan dalam pembelajaran Akuntansi di SMA saat ini. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan : 1. 5. maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. 2. 4. Apakah pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang? C. Bahan referensi bagi semua pihak yang bermaksud melakukan penelitian lebih lanjut. Masukan bagi tenaga pengajar khususnya guru di SMA Negeri 1 Pejagoan dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. Sumbangan dalam pengembangan teori pembelajaran Akuntansi di SMA. Meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang siswa kelas XI SMAN 1 Pejagoan melalui pembelajaran dengan metode Jigsaw. D. 3 . Informasi mengenai penerapan model pembelajaran Jigsaw pada pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah yang dikemukaan.

harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang (Ngalim Purwanto. menjawab. Sedangkan menurut Silberman (1996 :5) mengambaran saat belajar aktif. latihan bukan secara kebetulan. Kajian Teori 1. 1997: 85). Belajar sesungguhnya adalah ciri khas manusia dan yang membedakannya dengan binatang. perubahan tersebut bersifat menetap dan diperoleh melalui latihan atau pengalaman. dan keterlibatan secara pribadi untuk mempelajari sesuatu dengan baik harus mendengar. pengalaman.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hal yang penting dalam mengajar adalah bagaimana siswa dapat mempelajari bahan sesuai dengan tujuan. Menurut J. Perubahan itu harus relatif mantap. melihat. par siswa melakukan banyak kegiatan. Usaha yang dilakukan guru hanya merupakan serangkaian peristiwa yang dapat mempengaruhi siswa belajar. Oemar Hamalik (2002: 154) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan dan pengalaman. 4 . mereka menggunakan otak untuk mempelajari ide -ide. memecahkan masalah dan menyenangkan penuh semangat. Hakekat Belajar Mengajar a. Pengertian Belajar Menurut Nana Sudjana (1996: 28). bertanya dan mendiskusikan dengan orang lain. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku seseorang setelah seseorang belajar dalam jangka waktu tertentu sehingga diperoleh suatu kecakapan. Broner dalam Hidayat ( 2004 :8) belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasin yang diberikan kepada dirinya. Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman. belajar adalah suatu perubahan tingkah laku. Perubahan yang disadari dan timbul akibat praktek.

khususnya manusia yang berada pada bangku sekolah ( Zainal Arifin. 2. Bila demikian halnya. Prestasi Belajar Prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie yang berarti hasil usaha ( Zainal Arifin. Prestasi belajar adalah hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol. 5 . 2001:22). Adapun faktor-faktor tersebut digambarkan sebagai berikut : Gagasan mentah (Raw input) merupakan bahan baku yang berupa pemberian pengalaman belajar. Prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia karena sepanjang rentang kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuannya masing-masing. kehadiran prestasi tertentu dapat memberikan kepuasan tertentu pula pada manusia.b. maka perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar. 1990 : 3). angka. Interaksi berbagai faktor dari lingkungan dengan peralatan atau media akan menghasilkan keluaran tertentu (Kasihani Kasbola. Jadi prestasi belajar adalah hasil usaha belajar. huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu ( Sutratinah Tirtonegoro. 1994 : 43). Dengan Learning teaching process (proses pembelajaran) diharapkan input dapat berubah menjadi output dengan kualifikasi tertentu. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar Mengajar Environmental Input Learning Teaching Process Raw input Output Instrumental input Dalam proses belajar mengajar supaya hasil yang dicapai siswa sesuai dengan tujuan. 1988 : 2 ). Hasil Belajar a.

Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sangat relevan dengan amanat negara yang tertuang dalam penjelasan Peraturan Pemerintah Diknas no 19 tahun 2005 tentang Standar nasional Pendidikan (2005: 35) ´ Penyelenggaraan pendidikan dinyatkan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dimana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang 6 . kepandaian yang bersifat konstan dan berbekas. Dari uraian diatas dapat diketahui. Prestasi belajar ini dapat diketahui setelah diberikan tes akhir kegiatan belajar yang merupakan nilai rata-rata kelas. individu dengan lingkungan. sedang belajar merupakan proses perubahan pada diri individu kearah yang lebih baik yang bersifat tetap berkat adanya interaksi dan latihan. sikap. Sehingga keaktifan belajar adalah suatu kegiatan individu yang dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik pada diri individu karena adanya interaksi antara individu dengan individu. sehingga perilaku siswa berubah dari waktu sebelum dan sesudah adanya situasi stimulus tersebut Piaget dalam Santrok ( 2007 : 233) menegaskan bahwa saat anak-anak belajar yang terbaik adalah ketika anak aktif dan berusaha menemukan solusi untuk mereka sendiri.Hasil belajar yang berupa prestasi belajar ini memberikan informasi seberapa siswa dapat menguasai pelajaran selama proses pembelajaran berlangsung. Keaktifan belajar akan terjadi pada diri siswa apabila terdapat interaksi antara situasi stimulus dengan isi memori. Keaktifan belajar juga merupakan suatu kegiatan yang menimbulkan perubahan pada diri individu baik tingkah laku maupun kepribadian yang bersifat kecakapan. Ketika membangun pemahaman terhadap suatu hal otak akan membuat ´skema´ melalui aktivitas fisik dan kognitif. Keaktifan Menurut kamus besar Bahasa Indonesia. kebiasaan. 1992 :17). prestasi belajar merupakan hasil akhir yang diperoleh siswa setelah berakhirnya kegiatan belajar yang merupakan nilai rata-rata dari evaluasi yang diberikan. keaktifan adalah kegiatan (Poerwodarminto. b.

Paradigma pengajaran yang lebih menitik beratkan peran pendidik dalam mentransformasian pengetahuaan kepada peserta didik bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mngembangkan potensi dan kreativitas dirinya. seperti : melakukan percobaan. Visual Activities. Selama kegiatan belajar kedua aktifitas tersebut harus terkait. seperti : membaca. mereparasi 7. merumuskan. Keaktifan belajar adalah aktifitas yang bersifat fisik maupun mental (Sardiman: 2001: 99). menganalisa. diskusi. diagram Motor Activities. seperti : mendengarkan : uraian. gugup. merasa bosan. mengeluarkan pendapat. menyalin 5. bertanya. Oral Activities. memperhatikan demonstrasi orang lain 2. laporan. memberi saran.memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan. Writing Activities. berani. angket. membuat konstruksi model. serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik´. karangan. seperti : menanggapi. Macam macam keaktifan belajar yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah antara lain: 1. mengingat. 6. memecahkan soal. gembira. Drawing Activities. Listening Activities. Emotional Activities. mengambil keputusan 8. seperti : menulis : ceritera. melihat hubungan. memperhatikan gambar. sehingga akan mengahasilkan aktifitas belajar yang optimal. tes. senang 7 . seperti : membuat : grafik. seperti : mengatakan . peta. seperti : menaruh minat. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. pidato 4. percakapan. diskusi interupsi 3. mengadakan interview. Mental Activities.

Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG). Dalam kelompok ahli. Artinya kelompok dibongkar dan siswa-siswa yang mempunyai sub pokok bahasan yang sama dari kelompok yang berbeda bertemu dan membentuk kelompok baru yang disebut dengan kelompok ahli. Langkah-langkah dalam penerapan teknik Jigsaw adalah sebagai berikut :  Guru membagi suatu kelas menjadi beberapa kelompok. Siswa ahli mengajarkan informasi yang diperoleh kepada kelompok asal sehingga sub topik dikumpulkan bersama menjadi satu kesatuan informasi. siswa mendiskusikan bagian materi pembelajaran yang sama. Kelompok ini disebut kelompok asal. Dalam tipe Jigsaw ini. Model Pembelajaran Jigsaw Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 ± 6 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain (Arends.3. Metode ini membutuhkan kerja sama yang tinggi antar anggota kelompok agar dapat memahami materi yang diberikan. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode jigsaw adalah metode pembelajaran dengan menggunakan pola kelompok asal dan kelompok ahli yang lebih mengutamakan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 ± 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda. Jumlah anggota dalam kelompok asal menyesuaikan dengan jumlah bagian materi pelajaran yang akan dipelajari siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. Dalam metode ini setiap kelompok mendapatkan suatu topik bahasan dan setiap anggota kelompok mencari informasi tentang satu isi topik yang dipelajari. Kelompok 8 . serta menyusun rencana bagaimana menyampaikan kepada temannya jika kembali ke kelompok asal. 1997).

Kelompok memiliki sumber informasi maupun buah pikiran yang lebih kaya daripada yang dimiliki individu 2. Misal suatu kelas dengan jumlah 40 siswa dan materi pembelajaran yang akan dicapai sesuai dengan tujuan pembelajarannya terdiri dari 5 bagian materi pembelajaran. Kelebihan dan kelemahan dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw adalah sebagai berikut: o Kelebihan 1.  Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.asal ini oleh Aronson disebut kelompok Jigsaw (gigi gergaji).  Materi sebaiknya secara alami dapat dibagi menjadi beberapa bagian materi pembelajaran.  Perlu diperhatikan bahwa jika menggunakan Jigsaw untuk belajar materi baru maka perlu dipersiapkan suatu tuntunan dan isi materi yang runtut serta cukup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri maupun orang lain dan meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi. Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli. 9 . Guru memfasilitasi diskusi kelompok baik yang ada pada kelompok ahli maupun kelompok asal.  Guru memberikan penghargaan pada kelompok melalui skor penghargaan berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. maka dari 40 siswa akan terdapat 5 kelompok ahli yang beranggotakan 8 siswa dan 8 kelompok asal yang terdiri dari 5 siswa. selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.  Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal.

harga diri dan sikap positif siswa.00 10 . n/30. 2. perhatikanlah contoh berikut : Pada 1 Desember 2009 dibeli barang dagang dari PD Maya.3. Siswa mempunyai banyak kesempatan untuk menghargai perbedaan. 7. Padang Termin 3/10. Dapat memboroskan waktu terutama bila terjadi hal hal negatif seperti pengarahan yang kurang tepat serta pembicaraan yang berlarut-larut. n/30 Ref Pembelian (D) Utang Dagang (K) Rp 2. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dapat menigkat. 8. Melatih siswa menghadapi masalah secara kelompok.000. Jurnalnya sebagai berikut : JURNAL PEMBELIAN Tanggal Des 1 Nomor Faktur 27 Akun yang Dikredit PD Maya. Meningkatkan prestasi belajar siswa. Tidak dapat diberikan pada tahap awal proses belajar bila siswa belum memiliki konsep atau pengamatan tentang bahan yang akan disajikan. o Kelemahan 1. Memprasyaratkan siswa punya latar belakang yang cukup untuk dapat membahas masalah yang akan didiskusikan. Menigkatkan motivasi. 6. Sebagai ilustrasi. 5. Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang Jurnal khusus merupakan jurnal yang ditujukan untuk mencatat transaksi ± transaksi yang sering terjadi dalam perusahaan dagang. Memerlukan waktu yang lebih banyak daripada cara belajar yang biasa. Jurnal Pembelian Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit. 4. seharga Rp2. 4.900. 4. faktur 27.Padang. Macam ± macam jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi di perusahaan dagang : a. 3. Mengurangi rasa kurang percaya diri dalam diri siswa.900.000.00 dengan termin 3/10.

ADA.500. Aceh sebesar Rp 3.000. n/30. barang dagangan seharga Rp 4.120 JURNAL PENJUALAN Tanggal Des 6 Nomor Faktur 120 Akun yang Dikredit PD JAYA. Jurnal Penjualan Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang secara kredit. giro pos. faktur no.000.000.000. Contoh : Tanggal 2 Desember dibayar kepada PD andalas Jakarta utang bulan lalu sebesar Rp 2. giro bilyet.000 Pembeli an Ref. wesel pos.000 d. Jurnal Penerimaan Kas Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi dimana perusahaan menerima uang secara tunai.500. n/30 Ref Piutang Dgg(D) Penjualan (K) Rp 4.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10.000. (cek. Contoh : Tanggal 3 Desember diterima pelunasan piutang dari PT. traveler check). c. 2779 JURNAL PENGELUARAN KAS Debet Tgl Des 2 Kredit Serba-serbi Perkira Jumlah an Kas Potongan Pembelian 2.00 dengan cek no. Kas Pot.000 Ket.500. Jakarta Ref. Bogor. Utang Dagang 2.000 3. Bogor Termin 2/10. Penj .b. Contoh : Tanggal 6 Desember dijual kepada PD JAYA.000 JURNAL PENERIMAAN KAS Debet Tgl Des 3 PT ADA. Kredit Serba-serbi Ref Perkiraan Jml 11 . Jurnal Pengeluaran Kas Merupakan jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat seluruh pengeluaran kas. Aceh 3. Piutang Dagang Penj. Re f.000 Keterangan PD Andalas.

termotivasi maka prestasi belajar merekapun akan meningkat.e. sehingga nantinya mudah untuk menjelaskan kepada kelompok asalnya. Agar siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Jurnal Umum Untuk mencatat transaksi yang dianggap tidak relevan apabila dicatat dalam jurnal khusus. Karena dengan menggunakan metode ini siswa diajak untuk aktif berdiskusi dengan tim ahli untuk memahami suatu materi dan kemudian mereka bertanggungjawab memberikan penjelasan kepada kelompok asalnya mengenai materi yang menjadi bagiannya masingmasing.000 Kredit 150. peneliti berharap dengan penelitian ini dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Contoh : Tanggal 4 Desember dikirim nota debet kepada PD Maya. Padang atas pengembalian barang eks faktur no. perlu adanya penggantian metode mengajar.000. 12 .000 B. masih rendahnya prestasi belajar dan kurang tanggapnya terhadap pembelajaran dengan metode konvensional/ceramah pada mata pelajaran akuntansi.00 JURNAL UMUM Tgl Des 4 Keterangan Utang Dagang (PD Maya. Dengan begitu maka mereka benar-benar belajar dengan kelompok ahlinya masing-masing sampai mereka mampu memahami materi bagiannya. Sehingga . Siswa kurang aktif selama kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode konvensional dan dapat menurunkan prestasi belajar siswa. Debet 150. Secara tidak langsung ketika siswa telah aktif.Padang) Retur Pembelian dan PH Ref. Kerangka Berpikir Berdasarkan latar belakang yang telah dirumuskan bahwa kurangnya aktivitas belajar siswa. Metode mengajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Jigsaw. 27 tertanggal 1 Desember yang lalu karena rusak sebesar Rp 150.

C. Metode pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa dalam pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pejagoan. 2. Hipotesis Tindakan Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka teori diatas. dapat dikemukakan hipotesis tindakan adalah 1. 13 . Metode Pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pejagoan.

Subyek dan Obyek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA N 1 Pejagoan. yang merupakan penelitian kolaboratif guru sebagai pengajar dan peneliti sebagai pengamat.BAB III METODE PENELITIAN A. C.November 2010 B. Sedangkan objek penelitian adalah pemahaman materi pencatatan jurnal khusus perusahaan dagang oleh siswa serta model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sehingga Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang terlibat saling 14 . Kebumen. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). 1990 : 5). praktik pendidikan dan praktek sosial mereka serta pemahaman mereka terhadap praktek -praktek tersebut. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan September . Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan aktivitas belajar siswa maupun meningkatkan prestasi belajar akuntansi. Setting Penelitian 1. 2. ( Kemmis & Taggart. Jawa Tengah. Pejagoan. Penelitian Tindakan kelas ini merupakan salah satu bentuk penelitian sikap sosial untuk meningkatkan penalaran. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pejagoan Kebumen siswa kelas XI IPS 1 tahun pelajaran 2010/2011 yang beralamatkan di Kebulusan.

2001 : 14). melengkapi dengan fakta-fakta dan mengembangan analisis. yang berbeda hanya pada tahap refleksinya. Jadi Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam situasi nyata yang memerlukan suatu pemecahan masalah. sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. observasi siswa dalam Proses Belajar Mengajar. dalam hal ini tindakan kelas sesuai dengan tujuan penelitian itu sendiri yaitu memperbaiki kinerja. faktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena sumber data yang didapat langsung dari permasalahan yang dihadapi guru. observasi 15 . Dalam penerapannya digunakan tindakan siklus dalam setiap pembelajaran. penilaian afektif. tergantung dengan fakta dan interpretasi data yang didapat. Metode dekriptif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat dan akan mempermudah dalam proses analisis.mendukung satu sama lain. dan akurat mengenai fakta-fakta. Penelitian deskriptif bertujuan membuat gambaran secara sistematis. Pemecahan masalah itu dilakukan dengan aksi. yang artinya dalam siklus kedua nanti dilakukan perbaikan untuk bagian -bagian yang kurang dari pembelajaran disiklus pertama. D. peneliti dan data deskriptif berupa kata-kata atau kalimat. Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini terdiri atas penilaian kognitif. Solusi dari permasalahan tersebut dirancang berdasarkan kajian teori pembelajaran dan input dari lapangan. Model pembelajaran pada siklus pertama sama dengan model pembelajaran yang diterapkan pada siklus kedua. sifatnya kontekstual dan hasil tidak digeneralirisasi namun dapat juga diterapkan kepada orang lain yang mempunyai kontek yang mirip dengan peneliti ( Depdiknas. Rancangan solusi pada penelitian ini adalah menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning dengan metode Jigsaw pada materi pokok bahasan Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. Untuk pembelajaran pada siklus kedua merupakan refleksi dari siklus pertama.

Observasi Siswa dalam Proses Belajar Mengajar Observasi terhadap siswa dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Instrumen Penilaian Kognitif Penilaian kognitif merupakan penilaian yang menggunakan bentuk tes objektif dan uraian. instrument tersebut diuji cobakan dahulu untuk mengetahui kualitas item angket dengan uji validitas dan uji reliabilitas. d. Instrumen respon siswa terhadap model pembelajaran berupa angket langsung dan sekaligus menyediakan alternatif jawaban. Angket ini diberikan kepada siswa pada akhir pembelajaran. 16 . instrumen penelitian diuji cobakan terlebih dahulu untuk menguji taraf kesukaran soal. Untuk tes bentuk objektif sebelum digunakan dalam penilaian. Responden memberikan jawaban dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang disediakan. c. validitas dan reliabilitas. Instrumen Respon Siswa Teradap Model Pembelajaran. daya pembeda soal. 2003: 58) b. Jenis angket yang digunakan adalah angket langsung dan sekaligus menyediakan alternatif jawaban.guru dalam mengajar dan respon siswa terhadap uji coba model pembelajaran yang diterapkan guru.sebelum digunakan untuk mengambil data penelitian. a. Observasi Guru dalam Mengajar Observasi terhadap guru dilakukan secara langsung pada saat proses belajar mengajar. Suatu instrumen valid menurut validitas isi bila isi instrumen telah merupakan sampel yang representatif dari keseluruhan isi hal yang diukur (Budiono. Observasi dilakukan berdasar lembar pengamatan yang telah disusun. Instrumen Penilaian Afektif Instrumen penilaian afektif berupa angket. e. Sedangkan tes bentuk uraian untuk mendapatkan tes yang valid digunakan validitas isi.

Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. b. mengatakan bahwa ´ angket atau kuiseoner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi 17 . Data dan Teknik Pengumpulan Data 1. kegiatan kelompok maupun kegiatan guru dalam proses belajar mengajar dikelas. angket. Menurut Suharsimi Arikunto ( 2005 : 128). Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola KBM juga suasana kelas. Aspek kuantitatif yang dimaksudkan adalah hasil penilaian belajar dari materi pokok Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang. c. tes dan dokumentasi. Metode Observasi Metode observasi yang digunakan yaitu : observasi lapangan untuk mengetahui perilaku masing-masing siswa. Wawancara dengan siswa baik sebelum atau sesudah pelaksanaan penelitian. a. Data Penelitian Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data informasi tentang keadaan siswa dilihat dari aspek kualitif dan kuantitatif. Aspek kualitatif berupa data catatan lapangan tentang proses pelaksanaan pembelajaran. wawancara.E. Metode Pemberian Angket Pemberian angket ini untuk mendapatkan respons siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw. berupa nilai yang diperoleh siswa dari penilaian kemampuan berupa aspek pemahaman dan penguasaan konsep. Metode Wawancara Metode wawancara diantaranya digunakan untuk mengetahui kondisi sekolah maupun kondisi pembelajaran dikelas dari guru Akuntansi yang bersangkutan. 2.

Teknik analisis kualitatif mengacu pada model analisis Miles dan Huberman (1992: 16-19) yang dilakukan dalam tiga komponen yaitu reduksi data. foto dokumentasi. 18 . atau hal-hal yang ia ketahui´. padat. d. Hal ini dilakukan karena sebagian besar data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa deskripsi tentang perkembangan proses pembelajaran. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dimulai sejak awal sampai akhir sampai berakhirnya pengumpulan data.dari responden dalam arti laporan tentang pribadi. Tes ini juga digunakan untuk mengambil data pada keadaan awal. Metode Tes Tes akhir untuk mengetahui efek dari pembelajaran yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini. singkat. data hasil nilai ulangan harian pada materi sebelumnya yang digunakan sebagai pembagian kelompok. Metode Dokumentasi Beberapa dokumentasi yang digunakan adalah: data hasil nilai ulangan harian siswa pada materi pokok Pencatatan Jurnal Khusus Perusahaan Dagang pada tahun ajaran 2010/2011 untuk mengetahui hasil belajar aspek kognitif siswa pada tahun sebelumnya. Cek lis yaitu berupa angket dimana pengisi angket tinggal memberi tanda cek pada kolom yang telah disediakan. Data dari hasil penelitian di lapangan diolah dan dianalisis secara kualitataif. video dokumentasi pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. e. Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk cek lis dan pertanyaan. penyajian data dan penarikan kesimpulan. F. siklus I dan siklus II yaitu untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar yang dicapai siswa selama proses belajar. Angket pertanyaan yaitu pengisi diminta menuliskan apa jawaban dari pertanyaan tersebut secara jelas.

mencatat keteraturan dan penggolongan data. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sekurang-kurangnya 85% kelas XI SMA Negeri 1 Pejagoan yang menggunakan metode kooperatif tipe jigsaw memperoleh nilai lebih dari atau 19 . Dalam penelitian ini dipilih triangulasi sumber dan triangulasi metode. Indikator Kinerja Indikator merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan ukuran untuk mengetahui ketercapaian hasil belajar. Penyajian data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan data yang merupakan penyusunan informasi secara sistematik dari hasilreduksi data mulai dari perencanaan. data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan yang ada diidentifikasi secara khusus pada tiap-tiap siklus pembelajaran. Indikator dirumuskan dengan kata kerja operasional yang bisa diukur dan dibuat instrumen penilaiannya. Untuk menjaga kevalidan data dalam penelitian digunakan teknik triangulasi. 2004: 178). Data terkumpul disajikan secara sistematis dan perlu diberi makna. pelaksanaan tindakan observasi dan refleksi pada masing-masing siklus. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dengan metode kualitatif. Sedangkan pada triangulasi metode terdapat dua strategi yaitu pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama (Moleong. wawancara dan sumber lain yang mendukung kevalidan data.Reduksi data meliputi penyeleksian data melalui ringkasan atau uraian singkat dan penggolongan data ke dalam pola yang lebih luas. G. Penarikan kesimpulan merupakan upaya pencarian makna data. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Selanjutnya untuk mempermudah verifikasi dan analisis. Perbandingan yang akan digunakan adalah data hasil observasi.

diperbaiki. Mendesain alat evaluasi berupa soal pilihan ganda untuk mengetahui keadaan awal dan hasil belajar siswa setelah adanya pelaksanaan m etode pembelajaran Jigsaw. c. serta untuk mengetahui kemampuan dalam mengelola KBM dan suasana kelas. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dengan adanya penerapan metode pembelajaran Jigsaw. 2001:49). atau ditingkatkan. e. maka perubahan dan peningkatan dapat diikuti dari waktu ke waktu selama tindakan dilaksanakan (Kasihani Kasbolah. Perencanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah : a. Dari gambaran tersebut dapat ditentukan apa yang harus diubah. Guru dan peneliti berkolaborasi untuk mengetahui apakah setelah tindakan dilakukan terjadi perubahan atau peningkatan. Hubungan kolaborasi tersebut harus tercipta dalam suasana demokratis agar implementasi tindakan dapat berjalan dalam suasana efektif dan efisien. termotivasi akuntansi dan kinerja proses pembelajaran meningkat. Menyiapkan sumber bahan yang sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan diketahuinya keadaan awal. 20 . sehingga diperlukan suatu gambaran tentang keadaan awal. d.sama dengan 7. 2. H. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Memberikan pelatihan pada guru. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan tindakan aspek kolaboratif participatory antara tim peneliti sangat penting dan menonjol. Prosedur Penelitian 1. Menyiapkan perangkat pembelajaran meliputi : Rencana pelaksanaan pembelajaran. bahan yang digunakan dalam pembelajaran Jigsaw b. Selain itu siswa aktif. Menyusun instrumen penelitian.

3. Tahap Pelaksanaan Siklus I Adapun tahapan-tahapan pada pelaksanaan siklus 1 yaitu sebagai berikut: a. Permintaan ijin pada kepala sekolah dan guru Akuntansi SMA Negeri 1 Pejagoan. Menyiapkan lembar evaluasi kegiatan siswa yang berfungsi sebagai alat evaluasi akhir kegiatan yang diisi siswa. b. 3. d. Menyusun serangkaian kegiatan siswa secara menyeluruh yang berupa siklus tindakan kelas. c. dalam hal ini kegiatan belajar mengajar direncanakan dengan menggunakan metode Jigsaw dalam proses belajar mengajar 2. Menyiapkan lembar observasi untuk mengamati proses belajar mengajar yang sedang dilakukan 5. Observasi untuk mendapatkan gambaran awal mengenai keadaan belajar mengajar khususnya mata pelajaran akuntansi di SMA Negeri 1 Pejagoan. Desain Penelitian Tujuan utama penelitian ini untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan profesional guru dalam menangani proses belajar mengajar. B. Tahap persiapan Pada tahap ini kegiatan yang dapat dilakukan adalah : a. A. Mengidentifikasi permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran akuntansi. Menyusun beberapa instrumen penelitian yang akan digunakan dalam tindakan dengan menggunakan metode Jigsaw. Menetapkan teknik pemantauaan pada setiap tahap penelitian dengan menggunakan alat format observasi 4. 21 . Tahap Perencanaan Tindakan I 1. Mengetahui kemampuan awal siswa.

3. perhatian siswa tertuju pada pelajaran. Dari keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan tindakan yang tertuang dalam refleksi maka peneliti dengan guru mengadakan diskusi untuk mengambil kesepakatan menentukan tindakan perbaikan berikutnya dalam proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru. Peneliti melakukan kegiatan memantau proses belajar mengajar melalui observasi langsung dan angket siswa 4. Menyelenggarakan evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Tahap Pelaksanaan Tindakan I dan Tahap Observasi I Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pelaksanaan tindakan I diantaranya : 1. Refleksi dalam penelitian tindakan ini adalah menemukan kelemahaan dan memperbaiki disiklus berikutnya. Apabila hasil pengamatan ternyata siswa mengikuti pelajaran dengan antusias yaitu siswa aktif. Setelah tahap refleksi maka kelemahan dalam pembelajaran pada siklus I diperbaiki dalam siklus berikutnya yaitu siklus II. maka model kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan dinyatakan menarik dan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Tahap Refleksi Pada tahap ini dilakukan terhadap analisis pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Langkah-langkah dalam kegiatan analisis dapat dilakukan diantaranya yaitu untuk mencocokan hasil pengamatan oleh guru pada lembar observasi. Guru dan peneliti berkolaborasi dalam melaksanakan desain pembelajaran Jigsaw. Mencari data hasil tes pada materi bab sebelumnya yaitu hasil ulangan harian materi sebelumnya 2. Refleksi dilaksanakan agar tidak terjadi kesalahan yang terulang pada siklus berikutnya. 22 . c. siswa merespon dan terjadi komunikasi dua arah. yang dilakukan mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaan tindakan.b.

23 .Membuat perencanan sebelum dilakukan penelitian tindakan sebagai berikut : a. Tahap Perencanaan Tindakan II 1. Tahap Pelaksanaan Siklus II Pada siklus II masih diterapkan metode JIgsaw sebagai metode pembelajaran yang dipilih untuk memperbaiki pembelajaran akuntansi. Refleksi Tindakan Penelitian dan guru kolaborasi melakukan analisis hasil pengamatan yang dilakukan. Membuat Rancangan Pelaksanaan Tindakan Guru mata pelajaran melaksanakan desain pembelajaran kooperatif yang telah direncanakan. Membuat Perencanaan Tindakan y Merumuskan permasalahan secara operasional y Merumuskan hipotesis tindakan y Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan b. C. Hasil yang diperoleh baik yan berupa temuan tingkat efektifitas desain Cooperative Learning yang dirancang atau permasalahan yang muncul dilapangan berdasarkan hasil catatan dilapangan yang selanjutnya dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan perancangan ulang. Menyiapkan instrumen yang akan digunakan dalam tindakan II. c. Melakukan Observasi Peneliti dan guru berkolaborasi melakukan pengamatan secara sistematis terhadap kegiatan yang sedang dilakukan oleh guru atau peneliti. Tahap ± tahap pada siklus II yaitu : a. Menyusun serangkaian kegiatan yang akan dilakukan pada siklus II berdasarkan refleksi siklus I 2. d.

Refleksi Tindakan Penelitian dan guru kolaborasi melakukan analisis hasil pengamatan yang dilakukan. Membuat perencanan sebelum dilakukan penelitian tindakan sebagai berikut : 1. Membuat Perencanaan Tindakan a. Tahap Pelaksanaan Tindakan I dan Tahap Observasi I 1. Hasil yang diperoleh baik yan berupa temuan tingkat efektifitas desain Cooperative Learning yang 24 . 3. Merumuskan hipotesis tindakan c. Membuat Rancangan Pelaksanaan Tindakan Guru mata pelajaran melaksanakan desain pembelajaran kooperatif yang telah direncanakan. 3. Melakukan diskusi hasil kegiatan belajar mengajar yang telah ditugaskan oleh guru dan memberikan penjelasan mengenai konsep yang kurang bisa dipahami oleh siswa. Merumuskan permasalahan secara operasional b. Guru dan peneliti berkolaborasi dalam melaksanakan desain pembelajaran Jigsaw 2. Tahap Refleksi Pada tahap ini dilakukan refleksi terhadap hasil pelaksanaan siklus II. c. Peneliti melakukan kegiatan memantau proses belajar mengajar melalui observasi langsung dan angket siswa.b. diharapkan ada tindak lanjut dari guru kimia untuk melakukan perbaikan terus menerus serta mengembangkan metode pembelajaran yang tepat agar kompetensi pembelajaran dapat tercapai secara maksimal. Dengan adanya penelitian ini. Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan 2. 4. Melakukan Observasi Peneliti dan guru berkolaborasi melakukan pengamatan secara sistematis terhadap kegiatan yang sedang dilakukan oleh guru atau peneliti.

yaitu : 1) Siklus pertama yang meliputi : a. Siklus Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan dua siklus. Pendahuluan Mempersiapkan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu : Kompetensi dasar : Menerapkan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang. dimana setiap siswa diberi tugas mempelajari salah satu bagian materi pembelajaran tersebut. dengan setiap kelompok terdiri dari 4 siswa dengan kemampuan yang berbeda. D. Kelompok ini disebut kelompok asal.dirancang atau permasalahan yang muncul dilapangan berdasarkan hasil catatan dilapangan yang selanjutnya dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan perancangan ulang. Indikator : y Menganalisis dan mencatat transaksi ke dalam jurnal umum dan jurnal khusus. Langkah Utama  Guru membagi kelas menjadi 8 kelompok. yakni.  Setiap anggota kelompok ahli akan kembali ke kelompok asal memberikan informasi yang telah diperoleh atau dipelajari dalam kelompok ahli kepada kelompok asal.  Guru membagi materi menjadi 4 bagian. b.  Semua siswa dengan materi pembelajaran yang sama belajar bersama dalam kelompok yang disebut kelompok ahli (Counterpart Group/CG) untuk mendiskusikan bagian materi yang mereka dapatkan. jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas.  Setelah siswa berdiskusi dalam kelompok ahli maupun kelompok asal. jurnal pembelian. jurnal penjualan. selanjutnya dilakukan presentasi masing-masing kelompok 25 .

26 . c. Langkah Penutup Guru memberikan penilaian dan penghargaan pada masing masing kelompok siswa yang melakukan pengamatan diskusi dan tes.  Guru memberikan kuis untuk siswa secara individual.atau dilakukan pengundian salah satu kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompok yang telah dilakukan agar guru dapat menyamakan persepsi pada materi pembelajaran yang telah didiskusikan.

pdf http://blog.Akuntansi SMA Kelas XI. Max. Firdaus.Yoga. Darsono.dir/doc. Semarang : CV.ac. Arikunto.2005. Bandung: Remaja Rosdakarya. ´Belajar dan Pembelajaran´.ac. Suharsimi. 2002. dkk. IKIP Semarang Press.html http://akhmadsudrajat.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH0110/00a3183e.wordpress.pdf http://digilib.DAFTAR PUSTAKA Sudjana.com/2008/07/31/cooperative-learning-teknikjigsaw/ http://www.com/2010/10/skripsi-ptk-upaya-peningkatanaktivitas.id/dear/skripsitugas-akhirtesisdisertasi/contoh-proposal-penelitiantindakan-kelas/mrdetail/4869/ 27 . Jakarta: Rineka Cipta.unsri. 2001. Nana.blogspot. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar.com/santyasa/pdf2/PENELITIAN_TINDAKAN_KELAS. 2002.freewebs.unnes. Jakarta : Erlangga http://gudangmakalah. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->