Definisi Gas ideal

Gas pada dasarnya sangat rumit jika untuk dipelajari secara konservatif. Karena itu perlu penyederhanaan tersendiri. Dengan menganggap gas sebagai gas ideal, kamu akan menyederhanakan dalam mempelajari gas. Gas ideal adalah gas yang memenuhi beberapa syarat tertentu. Gas ideal memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: 1. Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik menarik antar partikel 2. Semua partikel bergerak dengan acak 3. Ukuran gas sangat kecil bila dibanding dengan ukuran wadah, jadi ukuran gas diabaikan 4. Setiap tumbukan yang terjadi bersifat lenting sempurna 5. Partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam wadah 6. Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak Dalam kehidupan nyata sebenarnya tidak ada gas ideal, ini hanya permisalan saja.

.

.

.

Tentukan tekanan gas dalam Pa atau atm). V sebanding dengan T dan n. Jawab: Karena massa molekul CH4 adalah 16.500 dm3 adalah 38. n tetap) Hukum Charles: V = b. Maka.7) Latihan 6.2. dan massanya meningkat menjadi 39. yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika.d. Bila massa molar gas adalah M (g mol-1). Tiga hukum Gas Hukum Boyle: V = a/P (pada T. Hubungan ini dapat digabungkan menjadi satu persamaan: V = RTn/P (6. Persamaan gas ideal Esensi ketiga hukum gas di atas dirangkumkan di bawah ini. PV = wRT/M (6. akan diperoleh persamaan (6. Nilai R bila n = 1 disebut dengan konstanta gas. Nilai R beragam bergantung pada satuan yang digunakan.7340 g. massa molekul relatif gas dapat dengan mudah ditentukan bila massa w. Persamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal. Karena ini sangat mudah detail penyelesaiannya tidak diberikan. Latihan 6. jumlah zat n diberikan sebagai n = 0. Kini.6) karena n = w/M.4) atau PV = nRT (6. P = nRT/V = (3. Anda .T (pada P.74 x 10-2 mol. P tetap) Jadi.962 atm Dengan bantuan tetapan gas.5)).5) R adalah tetapan baru. Dalam sistem metrik. Dengan menganggap gas ideal (berlaku persamaan (6. dan berbanding terbalik pada P.04. hubungan antara temperatur T. Jawab: 28. R = 8.06 g memiliki volume 950 cm3 pada temperatur 25°C.314 J mol-1 K-1) (298 K)/ 950 x 10-6 m3)= 9. tekanan P dan volume V sejumlah n mol gas dengan terlihat. n tetap) Hukum Avogadro: V = c.60 g/16.n (pada T. hitung "seolah" massa molekul udara. nilai R = 8.1 Persamaan gas ideal Sampel metana bermassa 0.6) maka M = wRT/PV (6.2056 x10±2 dm3 atm mol-1 K-1.74 x10-2 mol)(8. volume V dan tekanan P diketahui nilainya.3145 J mol-1 K-1 lebih sering digunakan.2 Massa molekular gas Massa wadah tertutup dengan volume 0.3135 g setelah wadah diisi dengan udara pada temperatur 24 °C dan tekanan 1 atm.75 x 104 N m-2= 9.04 g mol-1 = 3. Menurut tiga hukum ini.75 x 104 J m-3 = 9.75 x 104 Pa = 0.

Hitung tekanan total campuran gas.9) pA dan pB disebut dengan tekanan parsial gas A dan gas B.11) Dengan kata lain. pA = [nA/(nA + nB)]P (6. Temperatur dipertahankan tetap selama percobaan. Tekanan parsial adalah tekanan yang akan diberikan oleh gas tertentu dalam campuran seandainya gas tersebut sepenuhnya mengisi wadah. Tekanan uap jenuh (atau dengan singkat disebut tekanan jenuh) air disefinisikan sebagai tekanan parsial maksimum yang dapat diberikan oleh uap air pada temperatur tertentu dalam campuran air dan uap air. Ia menurunkan hubungan berikut dengan menganggap masing-masing gas dalam campuran berperilaku independen satu sama lain. Dalton meyatakan hukum tekanan parsial yang menyatakan tekanan total P gas sama dengan jumlah tekanan parsial kedua gas. yakni campuran udara dengan uap air. Walaupun ada beberapa gas dalam wadah yang sama. P = pA + pB = (nA + nB)RT/V (6.8) pB = nBRT/V (6. maka pA dapat juga dinyatakan dengan xA.dapat mendapatkan nilai yang sama dari komposisi udara (kira-kira N2:O2 = 4:1). dan tekanan total P. Bila fraksi molar gas A. xA.0 dm3 mengandung karbon dioksida CO2 pada tekanan 200 kPa. Dalton tertarik dengan masalah kelembaban dan dengan demikian tertarik pada udara basah. Jadi. semua air tidak dapat bertahan di uap dan sebagian akan mengembun.0 dm3 mengandung N2 pada tekanan 300 kPa. . tekanan parsial setiap komponen gas adalah hasil kali fraksi mol. Hukum tekanan parsial Dalam banyak kasus Anda tidak akan berhadapan dengan gas murni tetapi dengan campuran gas yang mengandung dua atau lebih gas. pA = nART/V (6. Bila kedua gas dipindahkan ke wadah 1. dalam campuran xA = nA/(nA + nB). dansatu lagi wadah bervolume 1. e. xA.10) Hukum ini mengindikasikan bahwa dalam campuran gas masing-masing komponen memberikan tekanan yang independen satu sama lain.5 dm3. Anggap satu campuran dua jenis gas A (nA mol) dan B (nB mol) memiliki volume V aan berikut dapat diberikan untuk masing-masing gas.3 Hukum tekanan parsial Sebuah wadah bervolume 3. Latihan 6. tekanan yang diberikan masing-masing tidak dipengaruhi oleh kehadiran gas lain. Bila terdapat lebih banyak uap air.

Jawab: Tekanan parsial CO2 akan menjadi 400 kPa karena volume wadah baru 1/2 volume wadah sementara tekanan N2 adalah 300 x (2/3) = 200 kPa karena volumenya kini hanya 2/3 volume awalnya. . Maka tekanan totalnya 400 + 200 = 600 kPa.

volume dan tekanan gas secara terpisah. hukum om Charles dan hukum om Gay-Lussac. Hubungan ini dikenal dengan julukan Hukum Boyle. Ilmu fisika tuh anehaneh«. yang ada dalam kehidupan seharihari cuma gas riil alias gas nyata. mirip seperti konsep benda tegar atau fluida ideal. Istilah kerennya gas riil alias gas nyata« misalnya oksigen. Hukum om Charles hanya menjelaskan hubungan antara volume dan suhu gas.Pengantar Pada pembahasan sebelumnya (hukum-hukum gas ± persamaan keadaan) gurumuda sudah menjelaskan secara panjang pendek mengenai hukum om Boyle. Gas ideal cuma bentuk sempurna yang sengaja kita buat untuk mempermudah analisis. hukum om Charles dan hukum om Gay-Lussac tidak berlaku untuk semua kondisi gas maka analisis kita akan menjadi lebih sulit. volume gas semakin bertambah. seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yang bernama om Jacques Charles (1746-1823) menyelidiki hubungan antara suhu dan volume gas. Hukum om obet Boyle hanya menjelaskan hubungan antara Tekanan dan volume gas. maka ketika tekanan gas bertambah. kita bisa membuat suatu model gas ideal alias gas sempurna. baik ketika tekanan dan massa jenis gas sangat tinggi atau suhu gas mendekati titik didih. Hukum Boyle Berdasarkan percobaan yang dilakukannya. Adanya konsep gas ideal ini juga sangat membantu kita dalam meninjau hubungan antara ketiga hukum gas tersebut. Biar dirimu lebih nyambung. nitrogen dkk« Karena hukum om obet Boyle. Istilah kerennya tekanan gas berbanding terbalik dengan volume gas. Untuk mengatasi hal ini (maksudnya untuk mempermudah analisis). Hukum om Gay-Lussac hanya menjelaskan hubungan antara suhu dan tekanan gas. Gas ideal tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. yang dimaksudkan dengan gas di sini adalah gas yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang. Ketiga hukum ini juga hanya berlaku untuk gas yang suhunya tidak mendekati titik didih. Ketiga hukum gas ini baru menjelaskan hubungan antara suhu. dari pada bikin ribet dan pusink sendiri lebih baik cari saja pendekatan yang lebih mudah Kita bisa menganggap hukum Boyle. hukum Charles dan hukum Gay-Lussac. Berdasarkan hasil percobaannya. om Cale menemukan . Perlu diketahui bahwa ketiga hukum ini hanya berlaku untuk gas yang memiliki tekanan dan massa jenis yang tidak terlalu besar. gurumuda tulis kembali penyataan hukum Boyle. hukum Charles dan hukum Gay-Lusac berlaku pada semua kondisi gas ideal. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Keterangan : Hukum Charles Seratus tahun setelah om Obet Boyle menemukan hubungan antara volume dan tekanan. Oya. volume gas semakin berkurang. om Robert Boyle menemukan bahwa apabila suhu gas dijaga agar selalu konstan.

suhu mutlak gas pun ikut2an bertambah. Hubungan ini dikenal dengan julukan hukum Charles. tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas. Sebaliknya. maka ketika suhu mutlak gas bertambah. sebaliknya ketika suhu mutlak gas berkurang. Karenanya. pada volume konstan. volume dan tekanan gas secara terpisah. Hubungan ini dikenal dengan julukan Hukum Gay-Lussac. suhu mutlak gas pun ikut2an berkurang. Perbandingan 4 bisa dioprek menjadi persamaan : Keterangan : P1 = tekanan awal (Pa atau N/m2) P2 = tekanan akhir (Pa atau N/m2) V1 = volume awal (m3) . Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang. dengan berpedoman pada ketiga hukum gas di atas. volume dan tekanan gas. kita bisa menurunkan hubungan yang lebih umum antara suhu. volume gas juga ikut2an berkurang. Istilah kerennya. Bagaimanapun ketiga besaran ini memiliki keterkaitan erat dan saling mempengaruhi. maka ketika tekanan gas bertambah. volume (V) berbanding terbalik dengan tekanan (P). Berdasarkan percobaan yang dilakukannya. volume dan tekanan gas Hukum Boyle. om Joseph Gay-Lussac pun tak mau ketinggalan. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Hubungan antara suhu. volume gas pun ikt2an bertambah. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Hukum Gay-Lussac Setelah om obet Boyle dan om Charles mengabadikan namanya dalam ilmu fisika. om Jose menemukan bahwa apabila volume gas dijaga agar selalu konstan.bahwa apabila tekanan gas dijaga agar selalu konstan. perbandingan 2 dan perbandingan 3 digabung menjadi satu. maka akan tampak seperti ini : Persamaan ini menyatakan bahwa tekanan (P) dan volume (V) sebanding dengan suhu mutlak (T). Gurumuda tulis lagi ketiga perbandingan di atas biar dirimu lebih nyambung : Jika perbandingan 1. hukum Charles dan hukum Gay-Lussac baru menurunkan hubungan antara suhu.

kita langsung ke sasaran saja« 1 mol = besarnya massa suatu zat yang setara dengan massa molekul zat tersebut. Massa 1 atom . Kalau dirimu bingung. Kita bisa mengatakan bahwa massa gas (m) sebanding alias berbanding lurus dengan volume gas (V). amati contoh di bawah« Contoh 1. Massa dan massa molekul tuh beda. Dengan kata lain. semakin banyak udara yang dimasukkan. m2 = meter kuadrat. K = Kelvin) Contoh soal ada di bagian akhir tulisan ini« Tuh di bawah Hubungan antara massa gas (m) dengan volume (V) Sejauh ini kita baru meninjau hubungan antara suhu. Dengan demikian. termasuk zat gas terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul. 1 mol O2 mempunyai massa 32 gram. volume dan tekanan gas. massa molekul gas karbon monooksida (CO) = 12 u + 16 u = 28 u (setiap molekul karbon monooksida berisi 1 atom karbon (C) dan 1 atom oksigen (O). Atau massa molekul CO = 28 gram/mol = 28 kg/kmol Contoh 3. silahkan pelajari lagi materi Teori atom dan Teori kinetik. semakin besar volume balon. massa molekul gas karbon dioksida (CO2) = [12 u + (2 x 16 u)] = [12 u + 32 u] = 44 u (setiap molekul karbon dioksida berisi 1 atom karbon (C) dan 2 atom oksigen (O). Massa 1 atom karbon = 12 u dan massa 1 atom Oksigen = 16 u. N = Newton. di mana masing-masing atom Oksigen mempunyai massa 16 u). semakin besar massa gas. Secara matematis ditulis seperti ini : Jika perbandingan 4 digabung dengan perbandingan 5 maka akan tampak seperti ini : Jumlah mol (n) Sebelum melangkah lebih jauh.V2 = volume akhir (m3) T1 = suhu awal (K) T2 = suhu akhir (K) (Pa = pascal. Massa gas masih diabaikan« Kok gas punya massa ya ? yupz« Setiap zat alias materi. Biar paham. 1 mol CO mempunyai massa 28 gram. m3 = meter kubik. massa molekul gas Oksigen (O2) = 16 u + 16 u = 32 u (setiap molekul oksigen berisi 2 atom Oksigen. Karena atom atau molekul mempunyai massa maka tentu saja gas juga mempunyai massa. Atau massa molekul O2 = 32 gram/mol = 32 kg/kmol Contoh 2. Dengan demikian. 12 u + 16 u = 28 u). Pernah meniup balon ? ketika dirimu meniup balon. Dari pada kelamaan. semakin kembung balon tersebut. terlebih dahulu kita bahas konsep mol.

Universal = umum.K = 8315 kJ/kmol. berdasarkan penelitian yang dilakukan omom ilmuwan. Pada umumnya. ditemukan bahwa apabila kita menggunakan jumlah mol (n) untuk menyatakan ukuran suatu zat maka konstanta perbandingan untuk setiap gas memiliki besar yang sama.K . jumlah mol (n) suatu zat = perbandingan massa zat tersebut dengan massa molekulnya. Konstanta perbandingan yang dimaksud adalah konstanta gas universal (R). Sekarang giliran jumlah mol (n).Carbon = 12 u dan massa 1 atom oksigen = 16 u). jangan pake bingung« R = 8. Btw. Atau massa molekul CO2 = 44 gram/mol = 44 kg/kmol. 1 mol CO2 mempunyai massa 44 gram. Secara matematis ditulis seperti ini : Contoh 1 : hitung jumlah mol pada 64 gram O2 Massa O2 = 64 gram Massa molekul O2 = 32 gram/mol Contoh 2 : hitung jumlah mol pada 280 gram CO Massa CO = 280 gram Massa molekul CO = 28 gram/mol Contoh 3 : hitung jumlah mol pada 176 gram CO2 Massa CO2 = 176 gram Massa molekul CO2 = 44 gram/mol Konstanta gas universal (R) Perbandingan yang sudah diturunkan di atas (perbandingan 6) bisa diubah menjadi persamaan dengan menambahkan konstanta perbandingan.315 J/mol. Sebelumnya kita baru membahas definisi satu mol. Dengan demikian.

013 x 105 N/m2 = 1. K = Kelvin. Bahasanya orang bule« Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa orang Indonesia. dalam penyelesaian soal. STP artinya Temperatur dan Tekanan Standar. STP tuh singkatan dari Standard Temperature and Pressure.K) = 1.0821 (L.= 0. apabila tekanan gas masih berupa tekanan ukur. ubah terlebih dahulu menjadi tekanan absolut. dirimu akan menemukan istilah STP. Temperatur standar (T) = 0 oC = 273 K Tekanan standar (P) = 1 atm = 1.K) T = suhu mutlak gas (K) CATATAN : Pertama. dalam menyelesaikan soal-soal hukum gas. Keterangan : P = tekanan gas (N/m2) V = volume gas (m3) n = jumlah mol (mol) R = konstanta gas universal (R = 8. dengan memasukan jumlah mol (n) dan konstanta gas universal (R)« PV = nRT Persamaan ini dikenal dengan julukan hukum gas ideal alias persamaan keadaan gas ideal. atm = atmosfir.99 kal / mol.atm) / (mol. L = liter. Temperatur = suhu.013 x 102 kPa = 101 kPa Kedua. Perbandingan 6 (tuh di atas) bisa kita tulis menjadi persamaan.315 J/mol. akhirnya kita tiba di penghujung acara pengoprekan rumus. Tekanan absolut = tekanan atmosfir + tekanan ukur (tekanan atmosfir = tekanan udara luar) . suhu alias temperatur harus dinyatakan dalam skala Kelvin (K) Ketiga. K (J = Joule. kal = kalori) HUKUM GAS IDEAL (dalam jumlah mol) Setelah terseok-seok.

Berapa volume 1 mol gas pada STP ? itung sendiri«. jika yang diketahui adalah tekanan atmosfir (tidak ada tekanan ukur). Contoh soal 3 : Volume gas oksigen pada STP = 20 m3. langsung oprek saja tuh soal. Berapa massa gas oksigen ? Panduan jawaban : Volume 1 mol gas pada STP = 22.8 liter. Apabila tekanan diubah menjadi 201 kPa dan suhu dinaikkan menjadi 40 oC.4 liter = 22.4 dm3 = 22.06 liter Contoh soal 2 : Tentukan volume 2 mol gas pada STP (anggap saja gas ini adalah gas ideal) Panduan jawaban : Volume 2 mol gas pada STP (temperatur dan tekanan stadard) adalah 44. Contoh soal 1 : Pada tekanan atmosfir (101 kPa).Keempat.4 x 10-3 m3/mol) Volume gas oksigen pada STP = 20 m3 . hitung volume akhir gas karbon dioksida tersebut« Panduan jawaban : P1 = 101 kPa P2 = 201 kPa T1 = 20 oC + 273 K = 293 K T2 = 40 oC + 273 K = 313 K V1 = 2 liter V2 = ? Tumbangkan soal : Volume akhir gas karbon dioksida = 1.4 x 10-3 m3 (22. suhu gas karbon dioksida = 20 oC dan volumenya = 2 liter.

biar mahir HUKUM GAS IDEAL (Dalam jumlah molekul) Kalau sebelumnya Hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah mol (n).315 Nm/mol.11 kg Guampang sekali khan ? hiks2«. maksudnya sama saja« Massa molar = massa molekul Contoh soal 4 : Sebuah tangki berisi 4 liter gas oksigen (O2). maka kali ini hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah molekul (N). apabila kita menyatakan ukuran zat tidak dalam bentuk massa (m). Sebelum menurunkan persamaannya. tapi dalam jumlah mol (n). Sering2 latihan. Tentukan massa gas oksigen tersebut (massa molekul oksigen = 32 kg/kmol = 32 gram/mol) Panduan jawaban : P = Patm + Pukur = (1 x 105 N/m2) + (20 x 105 N/m2) = 21 x 105 N/m2 T = 20 oC + 273 = 293 K V = 4 liter = 4 dm3 = 4 x 10-3 m3 R = 8. Suhu gas oksigen tersebut = 20 oC dan tekanan terukurnya = 20 x 105 N/m2. Sekarang beliau sudah beristirahat di alam baka« Almahrum .K Massa molekul O2 = 32 gram/mol = 32 kg/kmol Massa O2 = ? Massa gas oksigen = 110 gram = 0. mantan ilmuwan Italia.Massa molekul oksigen = 32 gram/mol (massa 1 mol oksigen = 32 gram). Dengan demikian. Hal ini pertama kali ditemukan oleh alhamrum Amedeo Avogadro (17761856). massa gas oksigen adalah : Catatan : Kadang massa molekul disebut sebagai massa molar. maka konstanta gas universal (R) berlaku untuk semua gas.K = 8.315 J/mol. Jangan pake bingung. terlebih dahulu baca pesan-pesan berikut ini« Seperti yang telah gurumuda jelaskan sebelumnya.

38 x 10-13 J/K) T = Suhu Punya soal ? . Kedua. Jadi bilangan Avogadro bernilai sama untuk semua gas. jika kita menyelesaikan soal menggunakan persamaan hukum gas ideal (PV = nRT).02 x 1026 /kmol Untuk memperoleh jumlah total molekul (N).02 x 1026 molekul/kmol = 6. jumlah molekul dalam 1 mol sama untuk semua gas. Besarnya bilangan Avogadro diperoleh melalui pengukuran : NA = 6. Berikut ini beberapa pembuktiannya : Pertama. tekanan dan suhu setiap gas sama. apabila kita menggunakan konstanta gas universal (R = 8. maka volume semua gas akan bernilai sama.02 x 1023 /mol = 6. Keterangan : P = Tekanan V = Volume N = Jumlah total molekul k = Konstanta Boltzmann (k = 1. Kalimat yang dicetak tebal ini dikenal dengan julukan hipotesa Avogadro (hipotesa = ramalan atau dugaan). kita akan menemukan bahwa ketika jumlah mol (n) sama. Volume 3 mol gas = 67. Dan seterusnya« ini berlaku untuk semua gas.8 liter. Volume 2 mol gas = 44. Kita oprek lagi persamaan Hukum Gas Ideal : Ini adalah persamaan Hukum Gas Ideal dalam bentuk jumlah molekul.2 liter.K). Jumlah molekul dalam 1 mol = jumlah molekul per mol = bilangan avogadro (NA).315 J/mol. maka kita bisa mengalikan jumlah molekul per mol (NA) dengan jumlah mol (n).4 liter. maka setiap gas tersebut memiliki jumlah molekul yang sama.Avogadro mengatakan bahwa ketika volume. setiap gas yang memiliki jumlah mol (n) yang sama akan memiliki volume yang sama. tekanan dan suhu juga sama. Karenanya dirimu jangan pake heran kalau pada STP. Hipotesa almahrum Avogadro ini sesuai dengan kenyataan bahwa konstanta R sama untuk semua gas. Volume 1 mol gas pada STP = 22.02 x 1023 molekul/mol = 6.

013 x 102 kPa = 101. nanti gurumuda oprek« Soalnya jangan banyak2« Berikut ini seperangkat peralatan perang dan amunisi yang mungkin dibutuhkan : Volume 1 liter (L) = 1000 mililiter (mL) = 1000 centimeter kubik (cm3) 1 liter (L) = 1 desimeter kubik (dm3) = 1 x 10-3 m3 Tekanan 1 N/m2 = 1 Pa 1 atm = 1.013 x 105 N/m2 = 1.3 kPa (biasanya dipakai 101 kPa) Pa = pascal atm = atmosfir .013 x 105 Pa = 1.Masukan saja melalui komentar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful