Definisi Gas ideal

Gas pada dasarnya sangat rumit jika untuk dipelajari secara konservatif. Karena itu perlu penyederhanaan tersendiri. Dengan menganggap gas sebagai gas ideal, kamu akan menyederhanakan dalam mempelajari gas. Gas ideal adalah gas yang memenuhi beberapa syarat tertentu. Gas ideal memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: 1. Jumlah partikel gas banyak sekali tetapi tidak ada gaya tarik menarik antar partikel 2. Semua partikel bergerak dengan acak 3. Ukuran gas sangat kecil bila dibanding dengan ukuran wadah, jadi ukuran gas diabaikan 4. Setiap tumbukan yang terjadi bersifat lenting sempurna 5. Partikel gas terdistribusi merata pada seluruh ruang dalam wadah 6. Partikel gas memenuhi hukum newton tentang gerak Dalam kehidupan nyata sebenarnya tidak ada gas ideal, ini hanya permisalan saja.

.

.

.

962 atm Dengan bantuan tetapan gas.7340 g.5)). Persamaan di atas disebut dengan persamaan keadaan gas ideal atau lebih sederhana persamaan gas ideal.T (pada P. P = nRT/V = (3.n (pada T. Latihan 6. R = 8.2056 x10±2 dm3 atm mol-1 K-1.75 x 104 J m-3 = 9.6) maka M = wRT/PV (6. Maka. Jawab: 28. jumlah zat n diberikan sebagai n = 0. volume V dan tekanan P diketahui nilainya.5) R adalah tetapan baru. Hubungan ini dapat digabungkan menjadi satu persamaan: V = RTn/P (6.7) Latihan 6. Jawab: Karena massa molekul CH4 adalah 16.1 Persamaan gas ideal Sampel metana bermassa 0. dan massanya meningkat menjadi 39.60 g/16. Nilai R bila n = 1 disebut dengan konstanta gas. Dalam sistem metrik. hitung "seolah" massa molekul udara. Kini. akan diperoleh persamaan (6.6) karena n = w/M. massa molekul relatif gas dapat dengan mudah ditentukan bila massa w.314 J mol-1 K-1) (298 K)/ 950 x 10-6 m3)= 9.3145 J mol-1 K-1 lebih sering digunakan.4) atau PV = nRT (6. hubungan antara temperatur T. PV = wRT/M (6.06 g memiliki volume 950 cm3 pada temperatur 25°C. Tiga hukum Gas Hukum Boyle: V = a/P (pada T.74 x10-2 mol)(8.74 x 10-2 mol. Anda . dan berbanding terbalik pada P.04 g mol-1 = 3. Karena ini sangat mudah detail penyelesaiannya tidak diberikan. n tetap) Hukum Avogadro: V = c.d. V sebanding dengan T dan n. Menurut tiga hukum ini.75 x 104 N m-2= 9. Dengan menganggap gas ideal (berlaku persamaan (6. Bila massa molar gas adalah M (g mol-1). tekanan P dan volume V sejumlah n mol gas dengan terlihat. yang merupakan satu dari konstanta fundamental fisika.04. P tetap) Jadi.75 x 104 Pa = 0. Tentukan tekanan gas dalam Pa atau atm).500 dm3 adalah 38. nilai R = 8.2 Massa molekular gas Massa wadah tertutup dengan volume 0. n tetap) Hukum Charles: V = b.3135 g setelah wadah diisi dengan udara pada temperatur 24 °C dan tekanan 1 atm. Persamaan gas ideal Esensi ketiga hukum gas di atas dirangkumkan di bawah ini.2. Nilai R beragam bergantung pada satuan yang digunakan.

tekanan yang diberikan masing-masing tidak dipengaruhi oleh kehadiran gas lain. Bila fraksi molar gas A. . Bila terdapat lebih banyak uap air.10) Hukum ini mengindikasikan bahwa dalam campuran gas masing-masing komponen memberikan tekanan yang independen satu sama lain. Jadi. Tekanan parsial adalah tekanan yang akan diberikan oleh gas tertentu dalam campuran seandainya gas tersebut sepenuhnya mengisi wadah. yakni campuran udara dengan uap air. maka pA dapat juga dinyatakan dengan xA.dapat mendapatkan nilai yang sama dari komposisi udara (kira-kira N2:O2 = 4:1).0 dm3 mengandung karbon dioksida CO2 pada tekanan 200 kPa. dalam campuran xA = nA/(nA + nB).5 dm3. pA = [nA/(nA + nB)]P (6. Latihan 6.0 dm3 mengandung N2 pada tekanan 300 kPa. Bila kedua gas dipindahkan ke wadah 1. tekanan parsial setiap komponen gas adalah hasil kali fraksi mol. Temperatur dipertahankan tetap selama percobaan.11) Dengan kata lain. Dalton tertarik dengan masalah kelembaban dan dengan demikian tertarik pada udara basah.8) pB = nBRT/V (6. xA. e. pA = nART/V (6. P = pA + pB = (nA + nB)RT/V (6. semua air tidak dapat bertahan di uap dan sebagian akan mengembun. dansatu lagi wadah bervolume 1. Anggap satu campuran dua jenis gas A (nA mol) dan B (nB mol) memiliki volume V aan berikut dapat diberikan untuk masing-masing gas. Hitung tekanan total campuran gas.3 Hukum tekanan parsial Sebuah wadah bervolume 3. xA. Dalton meyatakan hukum tekanan parsial yang menyatakan tekanan total P gas sama dengan jumlah tekanan parsial kedua gas. Hukum tekanan parsial Dalam banyak kasus Anda tidak akan berhadapan dengan gas murni tetapi dengan campuran gas yang mengandung dua atau lebih gas.9) pA dan pB disebut dengan tekanan parsial gas A dan gas B. Tekanan uap jenuh (atau dengan singkat disebut tekanan jenuh) air disefinisikan sebagai tekanan parsial maksimum yang dapat diberikan oleh uap air pada temperatur tertentu dalam campuran air dan uap air. Walaupun ada beberapa gas dalam wadah yang sama. Ia menurunkan hubungan berikut dengan menganggap masing-masing gas dalam campuran berperilaku independen satu sama lain. dan tekanan total P.

. Maka tekanan totalnya 400 + 200 = 600 kPa.Jawab: Tekanan parsial CO2 akan menjadi 400 kPa karena volume wadah baru 1/2 volume wadah sementara tekanan N2 adalah 300 x (2/3) = 200 kPa karena volumenya kini hanya 2/3 volume awalnya.

Hukum om Charles hanya menjelaskan hubungan antara volume dan suhu gas. kita bisa membuat suatu model gas ideal alias gas sempurna. Istilah kerennya tekanan gas berbanding terbalik dengan volume gas. volume dan tekanan gas secara terpisah. hukum om Charles dan hukum om Gay-Lussac tidak berlaku untuk semua kondisi gas maka analisis kita akan menjadi lebih sulit. seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis yang bernama om Jacques Charles (1746-1823) menyelidiki hubungan antara suhu dan volume gas. nitrogen dkk« Karena hukum om obet Boyle. Adanya konsep gas ideal ini juga sangat membantu kita dalam meninjau hubungan antara ketiga hukum gas tersebut. Biar dirimu lebih nyambung. gurumuda tulis kembali penyataan hukum Boyle. mirip seperti konsep benda tegar atau fluida ideal. Oya. hukum Charles dan hukum Gay-Lusac berlaku pada semua kondisi gas ideal. Ketiga hukum ini juga hanya berlaku untuk gas yang suhunya tidak mendekati titik didih. Gas ideal tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Istilah kerennya gas riil alias gas nyata« misalnya oksigen. Berdasarkan hasil percobaannya. Hukum om obet Boyle hanya menjelaskan hubungan antara Tekanan dan volume gas. Hukum om Gay-Lussac hanya menjelaskan hubungan antara suhu dan tekanan gas. Ilmu fisika tuh anehaneh«. hukum om Charles dan hukum om Gay-Lussac. Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang.Pengantar Pada pembahasan sebelumnya (hukum-hukum gas ± persamaan keadaan) gurumuda sudah menjelaskan secara panjang pendek mengenai hukum om Boyle. Gas ideal cuma bentuk sempurna yang sengaja kita buat untuk mempermudah analisis. om Robert Boyle menemukan bahwa apabila suhu gas dijaga agar selalu konstan. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Keterangan : Hukum Charles Seratus tahun setelah om Obet Boyle menemukan hubungan antara volume dan tekanan. Untuk mengatasi hal ini (maksudnya untuk mempermudah analisis). Ketiga hukum gas ini baru menjelaskan hubungan antara suhu. volume gas semakin berkurang. Perlu diketahui bahwa ketiga hukum ini hanya berlaku untuk gas yang memiliki tekanan dan massa jenis yang tidak terlalu besar. Hubungan ini dikenal dengan julukan Hukum Boyle. maka ketika tekanan gas bertambah. hukum Charles dan hukum Gay-Lussac. yang dimaksudkan dengan gas di sini adalah gas yang ada dalam kehidupan kita sehari-hari. dari pada bikin ribet dan pusink sendiri lebih baik cari saja pendekatan yang lebih mudah Kita bisa menganggap hukum Boyle. Hukum Boyle Berdasarkan percobaan yang dilakukannya. volume gas semakin bertambah. yang ada dalam kehidupan seharihari cuma gas riil alias gas nyata. om Cale menemukan . baik ketika tekanan dan massa jenis gas sangat tinggi atau suhu gas mendekati titik didih.

Bagaimanapun ketiga besaran ini memiliki keterkaitan erat dan saling mempengaruhi. suhu mutlak gas pun ikut2an berkurang. Demikian juga sebaliknya ketika tekanan gas berkurang. pada volume konstan. dengan berpedoman pada ketiga hukum gas di atas. kita bisa menurunkan hubungan yang lebih umum antara suhu. Secara matematis ditulis sebagai berikut : Hukum Gay-Lussac Setelah om obet Boyle dan om Charles mengabadikan namanya dalam ilmu fisika. Hubungan ini dikenal dengan julukan hukum Charles. sebaliknya ketika suhu mutlak gas berkurang. maka akan tampak seperti ini : Persamaan ini menyatakan bahwa tekanan (P) dan volume (V) sebanding dengan suhu mutlak (T). Secara matematis ditulis sebagai berikut : Hubungan antara suhu. tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas. volume dan tekanan gas secara terpisah. Istilah kerennya. volume gas pun ikt2an bertambah. om Jose menemukan bahwa apabila volume gas dijaga agar selalu konstan. volume (V) berbanding terbalik dengan tekanan (P). maka ketika suhu mutlak gas bertambah. Sebaliknya. Perbandingan 4 bisa dioprek menjadi persamaan : Keterangan : P1 = tekanan awal (Pa atau N/m2) P2 = tekanan akhir (Pa atau N/m2) V1 = volume awal (m3) . Karenanya. om Joseph Gay-Lussac pun tak mau ketinggalan. maka ketika tekanan gas bertambah. Hubungan ini dikenal dengan julukan Hukum Gay-Lussac. hukum Charles dan hukum Gay-Lussac baru menurunkan hubungan antara suhu. volume dan tekanan gas. perbandingan 2 dan perbandingan 3 digabung menjadi satu. volume dan tekanan gas Hukum Boyle. volume gas juga ikut2an berkurang. suhu mutlak gas pun ikut2an bertambah. Gurumuda tulis lagi ketiga perbandingan di atas biar dirimu lebih nyambung : Jika perbandingan 1. Berdasarkan percobaan yang dilakukannya.bahwa apabila tekanan gas dijaga agar selalu konstan.

massa molekul gas karbon monooksida (CO) = 12 u + 16 u = 28 u (setiap molekul karbon monooksida berisi 1 atom karbon (C) dan 1 atom oksigen (O). volume dan tekanan gas. di mana masing-masing atom Oksigen mempunyai massa 16 u). Pernah meniup balon ? ketika dirimu meniup balon. semakin kembung balon tersebut. 12 u + 16 u = 28 u). kita langsung ke sasaran saja« 1 mol = besarnya massa suatu zat yang setara dengan massa molekul zat tersebut. Atau massa molekul CO = 28 gram/mol = 28 kg/kmol Contoh 3.V2 = volume akhir (m3) T1 = suhu awal (K) T2 = suhu akhir (K) (Pa = pascal. K = Kelvin) Contoh soal ada di bagian akhir tulisan ini« Tuh di bawah Hubungan antara massa gas (m) dengan volume (V) Sejauh ini kita baru meninjau hubungan antara suhu. 1 mol O2 mempunyai massa 32 gram. Massa dan massa molekul tuh beda. semakin besar massa gas. termasuk zat gas terdiri dari atom-atom atau molekul-molekul. silahkan pelajari lagi materi Teori atom dan Teori kinetik. terlebih dahulu kita bahas konsep mol. 1 mol CO mempunyai massa 28 gram. m2 = meter kuadrat. Secara matematis ditulis seperti ini : Jika perbandingan 4 digabung dengan perbandingan 5 maka akan tampak seperti ini : Jumlah mol (n) Sebelum melangkah lebih jauh. Kita bisa mengatakan bahwa massa gas (m) sebanding alias berbanding lurus dengan volume gas (V). massa molekul gas Oksigen (O2) = 16 u + 16 u = 32 u (setiap molekul oksigen berisi 2 atom Oksigen. Dengan kata lain. semakin banyak udara yang dimasukkan. Biar paham. Dari pada kelamaan. amati contoh di bawah« Contoh 1. Karena atom atau molekul mempunyai massa maka tentu saja gas juga mempunyai massa. Atau massa molekul O2 = 32 gram/mol = 32 kg/kmol Contoh 2. Massa gas masih diabaikan« Kok gas punya massa ya ? yupz« Setiap zat alias materi. massa molekul gas karbon dioksida (CO2) = [12 u + (2 x 16 u)] = [12 u + 32 u] = 44 u (setiap molekul karbon dioksida berisi 1 atom karbon (C) dan 2 atom oksigen (O). N = Newton. Massa 1 atom . m3 = meter kubik. Dengan demikian. Dengan demikian. semakin besar volume balon. Massa 1 atom karbon = 12 u dan massa 1 atom Oksigen = 16 u. Kalau dirimu bingung.

Pada umumnya. Sebelumnya kita baru membahas definisi satu mol.315 J/mol. jangan pake bingung« R = 8. Secara matematis ditulis seperti ini : Contoh 1 : hitung jumlah mol pada 64 gram O2 Massa O2 = 64 gram Massa molekul O2 = 32 gram/mol Contoh 2 : hitung jumlah mol pada 280 gram CO Massa CO = 280 gram Massa molekul CO = 28 gram/mol Contoh 3 : hitung jumlah mol pada 176 gram CO2 Massa CO2 = 176 gram Massa molekul CO2 = 44 gram/mol Konstanta gas universal (R) Perbandingan yang sudah diturunkan di atas (perbandingan 6) bisa diubah menjadi persamaan dengan menambahkan konstanta perbandingan.Carbon = 12 u dan massa 1 atom oksigen = 16 u). jumlah mol (n) suatu zat = perbandingan massa zat tersebut dengan massa molekulnya.K = 8315 kJ/kmol. Dengan demikian. ditemukan bahwa apabila kita menggunakan jumlah mol (n) untuk menyatakan ukuran suatu zat maka konstanta perbandingan untuk setiap gas memiliki besar yang sama. Btw. 1 mol CO2 mempunyai massa 44 gram.K . Atau massa molekul CO2 = 44 gram/mol = 44 kg/kmol. Sekarang giliran jumlah mol (n). berdasarkan penelitian yang dilakukan omom ilmuwan. Universal = umum. Konstanta perbandingan yang dimaksud adalah konstanta gas universal (R).

atm) / (mol. akhirnya kita tiba di penghujung acara pengoprekan rumus. Perbandingan 6 (tuh di atas) bisa kita tulis menjadi persamaan. dirimu akan menemukan istilah STP. dengan memasukan jumlah mol (n) dan konstanta gas universal (R)« PV = nRT Persamaan ini dikenal dengan julukan hukum gas ideal alias persamaan keadaan gas ideal.315 J/mol. STP artinya Temperatur dan Tekanan Standar.013 x 105 N/m2 = 1. K = Kelvin. Temperatur = suhu. Bahasanya orang bule« Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa orang Indonesia.013 x 102 kPa = 101 kPa Kedua. K (J = Joule. atm = atmosfir. Temperatur standar (T) = 0 oC = 273 K Tekanan standar (P) = 1 atm = 1. L = liter. kal = kalori) HUKUM GAS IDEAL (dalam jumlah mol) Setelah terseok-seok. Tekanan absolut = tekanan atmosfir + tekanan ukur (tekanan atmosfir = tekanan udara luar) .K) = 1. Keterangan : P = tekanan gas (N/m2) V = volume gas (m3) n = jumlah mol (mol) R = konstanta gas universal (R = 8.0821 (L.K) T = suhu mutlak gas (K) CATATAN : Pertama. ubah terlebih dahulu menjadi tekanan absolut. apabila tekanan gas masih berupa tekanan ukur. STP tuh singkatan dari Standard Temperature and Pressure.= 0. dalam menyelesaikan soal-soal hukum gas. dalam penyelesaian soal. suhu alias temperatur harus dinyatakan dalam skala Kelvin (K) Ketiga.99 kal / mol.

4 dm3 = 22.4 liter = 22. Berapa massa gas oksigen ? Panduan jawaban : Volume 1 mol gas pada STP = 22. Contoh soal 3 : Volume gas oksigen pada STP = 20 m3. hitung volume akhir gas karbon dioksida tersebut« Panduan jawaban : P1 = 101 kPa P2 = 201 kPa T1 = 20 oC + 273 K = 293 K T2 = 40 oC + 273 K = 313 K V1 = 2 liter V2 = ? Tumbangkan soal : Volume akhir gas karbon dioksida = 1. jika yang diketahui adalah tekanan atmosfir (tidak ada tekanan ukur). Berapa volume 1 mol gas pada STP ? itung sendiri«.06 liter Contoh soal 2 : Tentukan volume 2 mol gas pada STP (anggap saja gas ini adalah gas ideal) Panduan jawaban : Volume 2 mol gas pada STP (temperatur dan tekanan stadard) adalah 44.4 x 10-3 m3/mol) Volume gas oksigen pada STP = 20 m3 . suhu gas karbon dioksida = 20 oC dan volumenya = 2 liter.8 liter. langsung oprek saja tuh soal. Contoh soal 1 : Pada tekanan atmosfir (101 kPa).4 x 10-3 m3 (22. Apabila tekanan diubah menjadi 201 kPa dan suhu dinaikkan menjadi 40 oC.Keempat.

massa gas oksigen adalah : Catatan : Kadang massa molekul disebut sebagai massa molar. Sekarang beliau sudah beristirahat di alam baka« Almahrum .11 kg Guampang sekali khan ? hiks2«. Sebelum menurunkan persamaannya.K = 8. tapi dalam jumlah mol (n). mantan ilmuwan Italia.Massa molekul oksigen = 32 gram/mol (massa 1 mol oksigen = 32 gram). terlebih dahulu baca pesan-pesan berikut ini« Seperti yang telah gurumuda jelaskan sebelumnya. apabila kita menyatakan ukuran zat tidak dalam bentuk massa (m). Suhu gas oksigen tersebut = 20 oC dan tekanan terukurnya = 20 x 105 N/m2. Hal ini pertama kali ditemukan oleh alhamrum Amedeo Avogadro (17761856). biar mahir HUKUM GAS IDEAL (Dalam jumlah molekul) Kalau sebelumnya Hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah mol (n).315 J/mol. maka kali ini hukum gas ideal dinyatakan dalam jumlah molekul (N). Dengan demikian. maka konstanta gas universal (R) berlaku untuk semua gas. Tentukan massa gas oksigen tersebut (massa molekul oksigen = 32 kg/kmol = 32 gram/mol) Panduan jawaban : P = Patm + Pukur = (1 x 105 N/m2) + (20 x 105 N/m2) = 21 x 105 N/m2 T = 20 oC + 273 = 293 K V = 4 liter = 4 dm3 = 4 x 10-3 m3 R = 8. maksudnya sama saja« Massa molar = massa molekul Contoh soal 4 : Sebuah tangki berisi 4 liter gas oksigen (O2). Jangan pake bingung. Sering2 latihan.315 Nm/mol.K Massa molekul O2 = 32 gram/mol = 32 kg/kmol Massa O2 = ? Massa gas oksigen = 110 gram = 0.

8 liter. tekanan dan suhu setiap gas sama. Kedua.38 x 10-13 J/K) T = Suhu Punya soal ? .2 liter.K).315 J/mol. jumlah molekul dalam 1 mol sama untuk semua gas. Keterangan : P = Tekanan V = Volume N = Jumlah total molekul k = Konstanta Boltzmann (k = 1. Kalimat yang dicetak tebal ini dikenal dengan julukan hipotesa Avogadro (hipotesa = ramalan atau dugaan). apabila kita menggunakan konstanta gas universal (R = 8.02 x 1026 /kmol Untuk memperoleh jumlah total molekul (N).Avogadro mengatakan bahwa ketika volume. maka setiap gas tersebut memiliki jumlah molekul yang sama. Berikut ini beberapa pembuktiannya : Pertama. jika kita menyelesaikan soal menggunakan persamaan hukum gas ideal (PV = nRT). Dan seterusnya« ini berlaku untuk semua gas. Besarnya bilangan Avogadro diperoleh melalui pengukuran : NA = 6. Volume 2 mol gas = 44. setiap gas yang memiliki jumlah mol (n) yang sama akan memiliki volume yang sama. Volume 1 mol gas pada STP = 22. tekanan dan suhu juga sama. maka volume semua gas akan bernilai sama. kita akan menemukan bahwa ketika jumlah mol (n) sama. maka kita bisa mengalikan jumlah molekul per mol (NA) dengan jumlah mol (n). Karenanya dirimu jangan pake heran kalau pada STP.02 x 1026 molekul/kmol = 6. Kita oprek lagi persamaan Hukum Gas Ideal : Ini adalah persamaan Hukum Gas Ideal dalam bentuk jumlah molekul. Volume 3 mol gas = 67.02 x 1023 molekul/mol = 6.02 x 1023 /mol = 6.4 liter. Jumlah molekul dalam 1 mol = jumlah molekul per mol = bilangan avogadro (NA). Hipotesa almahrum Avogadro ini sesuai dengan kenyataan bahwa konstanta R sama untuk semua gas. Jadi bilangan Avogadro bernilai sama untuk semua gas.

013 x 105 N/m2 = 1. nanti gurumuda oprek« Soalnya jangan banyak2« Berikut ini seperangkat peralatan perang dan amunisi yang mungkin dibutuhkan : Volume 1 liter (L) = 1000 mililiter (mL) = 1000 centimeter kubik (cm3) 1 liter (L) = 1 desimeter kubik (dm3) = 1 x 10-3 m3 Tekanan 1 N/m2 = 1 Pa 1 atm = 1.013 x 105 Pa = 1.Masukan saja melalui komentar.3 kPa (biasanya dipakai 101 kPa) Pa = pascal atm = atmosfir .013 x 102 kPa = 101.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful