You are on page 1of 47

Sistem Database

Session 1 Adi Pratomo


adiprtm@yahoo.com

Sistem Database Pendahuluan


Adi Pratomo
adiprtm@yahoo.com

Data dan Informasi




Data :
Adalah fakta mengenai objek, orang dan lain-lain. Data dinyatakan dengan nilai (angka, deretan karakter, atau simbol).

Informasi :
Adalah hasil analisis dan sintesis terhadap data. Informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang, entah itu manajer, staff, ataupun orang lain di dalam suatu organisasi atau perusahaan

Basis Data


Beberapa definisi basis data (database) :


Chou : mendefinisikan basis data sebagai kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam tatacara yang khusus. Fabbri dan Schwab : Basis data, adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan pengulangan data. Date : Basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data terkomputerisasi.

Basis Data (2)




Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).

Basis Data (3)


Column (field)

Tabel Mahasiswa

NIM
113060005 113070098 113070100 Anisa Andi Tono

NAMA

ALAMAT
Jl. ABC No.10 Jl. Bunga No.4 Jl Serang No.30

Row (record)

Tabel Mata Kuliah

KodeMK
CS12345 CS43235 CS65634

NmMK
Data Structures Database Operating System

SKS
2 3 2

Fakultas
CS CS CS

Tabel Kartu Rencana Studi

NIM
113060005 113060005 113070098 113070098 113070100

KodeMK
CS12345 CS43235 CS12345 CS65634 CS43235

Basis Data (4)




Basis data tidak hanya sekedar kumpulan berkas (tabel), tetapi juga mencakup halhal lain, seperti hubungan antar tabel, view (tabel yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah tabel), dan bahkan kode yang disebut prosedur tersimpan.

Basis Data (5)




Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data, hal ini dikenal sebagai model basis data atau model data.

Basis Data (6)




Ada banyak Model yang umum digunakan untuk memodelkan data. Diantaranya adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Hirarki Data


Data secara tradisional diorganisasikan ke dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen data (field), catatan (record), dan file.
Elemen data, adalah unit yang terkecil, tidak dapat lagi dibagi menjadi unit yang lebih kecil. Misalnya nama, nomor pegawai, gaji, upah perjam dll. Catatan, terdiri dari elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu, misalnya catatan yang menjelaskan tiap jenis persediaan dan tiap penjualan. File, adalah suatu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan suatu subyek tertentu. Misalnya file pemesanan pembelian, file data pegawai, file penjualan.

Database Management System (DBMS)


Database Management System (DBMS) merupakan suatu atau sekumpulan program yang memungkinkan users untuk membuat, memanipulasi dan mengelola basis data (database) untuk mencapai suatu tujuan.  perangkat lunak yang menetapkan dan memelihara integrasi logis antar file, baik ekplisit maupun implisit


Database System
Users / Programmers DATABASE SYSTEM Application Program / Queries

DBMS SOFTWARE

Software to Process Queries/Program

Software to Access Stored Data

Stored Database Definition (Meta-Data)


Database System Environment Fundamental Of Database Systems Ramez Elmasri Figure 1.1

Stored Database

Keuntungan DBMS
 

Mengurangi pengulangan data. Mencapai independensi data.


Spesifikasi data disimpan dalam tiap program aplikasi. Perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa mempengaruhi program yang mengakses data.

Mengintegrasikan data dari beberapa file.


Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, organisasi fisik tidak lagi menjadi kendala.

Mengambil data dan informasi secara cepat.


Hubungan logis query language memungkinkan pemakai mengambil data dalam hitungan detik atau menit.

Keuntungan DBMS (2)




Meningkatkan keamanan.
Baik DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi, directori pemakai, dan bahasa sandi.

   

Meningkatkan presentasi kesiapan data (data availability) yang berarti tersedia pada waktu dibutuhkan. Mempercepat penyimpanan dan pengambilan data. Mempercepat dan mempermudah pemrosesan data Mengurangi penyimpanan data yang rangkap Mempermudah pemrograman karena lebih fleksibel.

Kerugian DBMS
   

Kurangnya ahli Data Base Biaya pemrosesan data sangat tinggi Kebutuhan software dan Hardware yang bertambah Penggabungan dan pengamanan data mengikat pemakai untuk :
Memperoleh perangkat lunak yang mahal Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA

Komponen DBMS


Secara sederhana, DBMS dapat dikatakan memiliki komponen-komponen :


Perangkat keras (hardware) Data Perangkat lunak (software) Pengguna (user)

Komponen Fungsional DBMS




Lebih terperinci lagi, sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :
File Manager, Database Manager, Query Processor, DML Precompiler, DDL Compiler,

Komponen fungsional DBMS




File Manager,
yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.

Database Manager,
yang menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.

Query Processor,
yang menterjemahkan perintah-perintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.

Komponen utama DBMS




DML Precompiler,
yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi ke pemanggil prosedur normal dalam bahasa induk.

DDL Compiler,
yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data

Bahasa Basis Data




Sebuah system basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu :


DDL (Data-definition Language) tipe bahasa yang dipergunakan untuk menspesifikasikan skema basis data DML (Data-manipulation Language) tipe bahasa yang dipergunakan untuk mengekspresikan queri atau update basis data.

Data-definition Language
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definition language (DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (kamus data) atau data directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca atau dimodifikasi oleh system basis data.

Data-manipulation Language
Adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu:
   

Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data Penyisipan informasi baru ke basis data Penghapusan informasi dari basis data Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data

Query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.

RDBMS


Salah satu sistem yang paling banyak dikenal dan telah menjadi standar di dalam perancangan database dewasa ini adalah RDBMS atau Relational DataBase Management System.

RDBMS
Ciri-ciri RDBMS :  Data direpresentasikan dalam bentuk tabel-tabel yang masing masing terdiri dari sejumlah baris dan kolom;  Baris pada tabel menggambarkan record sementara kolom menggambarkan field atau attribute; dan  Masing-masing data dalam struktur tabel dua dimensi ini kemudian saling dihubungkan dengan menggunakan berbagai tipe relasi yang ada sehingga membentuk sebuah struktur data multidimensional.

Sistem basis data lainnya :  OODBMS (Object-Oriented DataBase Management System),


suatu sistem database berbasis objek yang terdiri dari enkapsulasi data dan prosedur


ORDBMS (Object-Relational DataBase Management System),


suatu sistem database yang memadukan konsep berbasis objek dengan konsep berbasis relasional.

Abstraksi Data


Kegunaan utama sistem basis data adalah agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan abstraksi dari data. Bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan kondisi sesungguhnya bagaimana satu data masuk ke database disimpan dalam sektor mana, tetapi menyangkut secara menyeluruh bagaimana data tersebut dapat diabstraksikan mengenai kondisi yang dihadapi oleh pemakai seharihari. Sistem yang sesungguhnya, tentang teknis bagaimana data disimpan dan dipelihara seakan-akan disembunyikan kerumitannya dan kemudian diungkapkan dalam bahasa dan gambar yang mudah dimengerti oleh orang awam.

Abstraksi Data


Ada tiga kelompok pemakai dalam tingkatan abstraksi saat memandang suatu database, yang bisa juga disebut dengan level arsitektur basis data yaitu :
Level Fisik (Physical level) : Level Konseptual (Conceptual level) : Level Pandangan Pemakai (View level) :

Abstraksi Data


Level Pandangan Pemakai (View level) :


Level ini merupakan level abstraksi data tertinggi yang menggambarkan hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database, hal ini disebabkan beberapa pemakai database tidak membutuhkan semua isi database.

Abstraksi Data


Level Konseptual (Conceptual level) :


Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam database dan hubungan relasi yang terjadi antara data dari keseluruhan database. Pemakai tidak memperdulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi, penggambaran cukup dengan memakai kotak, garis,dan hubungan secukupnya. mengambarkan data apa saja yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan didalam basis data beserta relasinya didalam basis data, dimana administrator basis data (DBA) membangun dan mengolah basis data, contohnya: penguna akan mengetahui bahwa data penjualan disimpan didalam tabel barang, produksi, keuangan, marketing

Abstraksi Data


Level Fisik (Physical level) :


Level ini merupakan level abstraksi paling rendah karena menggambarkan bagaimana data disimpan dalam kondisi sebenarnya yang pada umumnya tidak terlihat oleh oleh pengguna atau programmer aplikasinya

DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. user melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya menggunakan suatu bahasa manipulasi data, biasanya disebut SQL. 2. DBMS menerima request dari user & menganalisa request tersebut 3. DBMS memeriksa skema eksternal user, pemetaan eksternal/konseptual, skema konseptual, pemetaan konseptual/internal, & struktur penyimpanan. 4. DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan user.

Jenis Basis Data




Jenis Database Menurut Pengaksesan Dapat dibedakan menjadi empat jenis :


Basis Data Individual, Basis Data Perusahaan, Basis Data Terdistribusi, dan Bank Data Publik.

Model Basis Data




Model database adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan (relationships) antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu sistem database. Model data yang paling umum, berdasarkan pada bagaimana hubungan antar record dalam database (Record Based Data Models), terdapat tiga jenis, yaitu :
Model database hirarki (Hierarchical Database Model) Model database jaringan (Network Database Model) Model database relasi (Relational Database Model)

Model Relasional


model relasional menggunakan kumpulan tabeltabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolomkolom, dan setiap kolom mempunyai nama yang unik. Sebuah database dalam model ini disusun dalam bentuk tabel dua dimensi yang terdiri dari baris (record) dan kolom (field), pertemuan antara baris dengan kolom disebut item data (data value), tabel-tabel yang ada di hubungkan (relationship) sedemikian rupa menggunakan field-field kunci (Key field) sehingga dapat meminimalkan duplikasi data.

Model Relasional


Contoh Model Relasional ( Relational Model)

Model Jaringan (Network Model )




Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf.

Model Jaringan (Network Model )

R1

R2

R5 R3 R4

Model Data Berbasis Record (5)




Contoh Model Jaringan (Network Model )


Departemen
manages

DName

DNumber
Works for

MgrName

MgrStartDate
controls

Employee Name SSN BDate Address PNum

Project PName Plocation

E_Works_on Dependent_of Is_a_supervisor Supervisees

P_Works_on

Works_On SSN PNum Hour Supervisor

Dependent ssn Name Sex BDate Relation

Name

SSN

Model Hirarki (Hirarchical Model)


Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record dan link (pointer). Perbedaannya adalah, recordrecord diorganisasikan sebagai tree (pohon) dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen. Model relasional berbeda dengan model jaringan & hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.

Model Hirarki (Hirarchical Model)

Model Hirarki (Hirarchical Model)




Contoh Model Hirarki (Hirarchical Model)


D Level 0:

Departemen DName DNumber MgrName MgrStartDate

E Level 1:

Employee Name SSN BDate Address

Project PNum PName Plocation

T Level 2:

Dependent DepName Sex BDate

Supervisee Name SSN

Worker SSN PNum Hour

Users (System Designer)




Database Administrator (Administrator Basis Data)


Administrator basis data adalah orang yang bertanggungjawab terhadap pemberian kuasa pengaksesan database, mengoordinasikan dan memonitor penggunaannya, serta menyediakankan hardware dan software yang dibutuhkan. Bertanggung jawab terhadap strategi yang berhubungan dengan pengolahan data di suatu perusahaan atau organisasi. Selain hal tersebut, DBA adalah orang yang bertanggungjawab terhadap implementasi strategi tersebut secara teknis.

Users (System Designer)


mendefinisikan skema konseptual


yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh suatu basis data. Dalam hal ini DBA bertugas mendefinisikan objek (entity) yang terlibat pada perancangan basis data. Proses ini disebut dengan Logical Database Design (kadang-kadang disebut Conceptual Database Design). Setelah DBA menentukan muatan dari basis data maka DBA akan menyusun skema konseptual menggunakan DDL (data definition language). Kemudian dengan DBMS, skema tersebut diimplementasikan.

mendefinisikan Skema Internal




selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.

Users (System Designer)


mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user


Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data-data yang mereka perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk mengimplementasikan rancangan tersebut dalam DDL.

mendefinisikan aturan-aturan sekuriti & integritas data mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery memonitor performansi system & menangani perubahan-perubahan yang ada.

Users (System Builder)




Database Programmers
Bertanggung jawab untuk membangun atau membuat suatu sistem basis data secara fisik sesuai dengan spesifikasi rancangan logik dari database designer (DBA). Seorang spesialis di bidang teknologi dan bahasa basis data (databases languange and technology) yang membangun, memodifikasi, dan menguji struktur dan program basis data yang dipergunakan serta mengelolanya.

You might also like