P. 1
Makalah Ml - Pakan Bandeng

Makalah Ml - Pakan Bandeng

|Views: 1,030|Likes:
Published by rinosnipper7

More info:

Published by: rinosnipper7 on Aug 23, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan sempurna. Terima kasih kepada teman-teman kelompok 7 karena dalam proses pembuatan makalah ini semua bekerja dan saling membantu, terima kasih juga kami haturkan kepada bapak Jamillul selaku Guru ML Kelautan yang juga banyak membantu. Makalah ini menyajikan tentang pakan alami dan buatan serta hama dan penyakit yang sering menyerang bandeng beserta cara pengendaliannya yang diarahkan untuk meningkatkan produksi dan keuntungan dengan cara menghasilkan bandeng yang berkualitas. Kami berharap makalah ini akan sangat berguna bagi kita semua dan bisa menjadi bahan belajar yang baik.

Salam kami, Penulis,

2

I. PENDAHULUAN

Budidaya bandeng secara intensif tidak dapat terlepas dari ketersediaan pakan buatan yang mencukupi dalam jumlah maupun mutunya. Pakan alami yang ditumbuhkan hanya bersifat suplemen yang merupakan sumber vitamin dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan buatan. Sampai saat ini, bahan baku pakan komersial sebagian besar masih diimpor sehingga harga pakan buatan sangat dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar. Oleh karena itu, efisiensi penggunaan pakan buatan menjadi sangat penting karena sangat mempengaruhi tingkat keuntungan. Selain itu, kebersihan tambak bandeng juga harus kita jaga, karena dalam kondisi air yang jelek, ikan dapat mengalami tekanan (stress) sehingga mudah terserang oleh penyakit. Perkembangan penyakit dan parasit dipacu seiring dengan memburuknya kualitas lingkungan perairan. Selain itu keamanan terhadap predator juga harus kita jaga.

3

II. DAFTAR ISI
Kata Pengantar…………………………………………………………………... I. Pendahuluan………………………………………………………………….... II. Daftar Isi……………………………………………………………………… III. Isi Makalah………………………………………………………………….. 1. Pakan Alami dan Pakan Buatan………………………………………….. A. Pakan Alami…………………………………………………………... B. Pakan Buatan………………………………………………………….. C. Pembuatan Pakan……………………………………………………… D. Pemberian Pakan……………………………………………………… 2. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PREDATOR DAN PENYAKIT BANDENG……………………………………………………………… A. PENYAKIT PADA BANDENG DAN CARA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHANNYA…………………………………………………. B. PREDATOR YANG MENYERANG BANDENG DAN CARA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHANNYA………………… IV. KESIMPULAN……………………………………………………………… V. PENUTUP……………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………. 7 8 8 9 6 6 1 2 3 4 4 4 4 5 5

4

III. ISI MAKALAH
1. PAKAN ALAMI DAN PAKAN BUATAN Pertumbuhan ikan, dalam hal ini bandeng, sangat dipengaruhi oleh komposisi nutrisi pakan yang dimakannya. Salah satu komponen pakan yang sampai saat ini dipercaya mampu mempercepat pertumbuhan ikan adalah protein dengan asam amino esensial yang lengkap. Semua bahan itu bisa didapatkan pada pakan alami bandeng, bahan itu juga dapat digunakan untuk membuat pakan buatan untuk bandeng, agar pakan buatan itu sesuai dengan standar nutrisi. A. PAKAN ALAMI Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Pakan alami yang disukai bandeng adalah tumbuhan yang hidup didasar kolam seperti lumut, ganggang dan klekap, selain itu ikan bandeng dapat diberikan ikan rucah, bungkil kelapa, bungkil kacang dan tepung terigu dengan dosis 50-100% dari berat total setiap hari. Tumbuhan lumut sangat mudah didapatkan. Cara menumbuhkan lumut adalah sebagai berikut : 1. Pengeringan dasar tambak atau kolam selama 3–5 hari sampai air macak-macak, ikan-ikan dipindahkan sementara ke bak penampungan. Setelah itu langsung dilakukan pemupukan dasar dengan urea 50kg/Ha serta pupuk kandang 1000-1600 kg/Ha. 2. Pengairan setinggi 20 cm, jika terlihat lumut sudah banyak, air dinaikkan sampai 40 cm dan ikan-ikan dimasukan kembali ke dalam tambak atau kolam. Selain pakan alami diatas bandeng juga dapat memakan organisme plankton, benthos, detritus, dan Epifit.

B. PAKAN BUATAN Selain itu untuk mempercepat pertumbuhan, perlu juga menggunakan pakan buatan, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal. Sebagai hewan herbivore, unsure tumbuhan dalam pakan buatan ini memang sangat penting, oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsure protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : jumlah pakan 5-7% dari berat badan. Waktu pemberian 3-5 kali sehari. Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang

5 tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral penting, protein, vitamin dan lemak yang akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2-5 cc/kg pakan dengan cara : 1. Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng. 2. Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata. 3. Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2-5 cc/kg pakan. 4. Pakan siap diberikan. Pakan buatan yang lain adalah pelet. Pelet komersial saat ini merupakan pakan buatan untuk Bandeng yang paling baik karena mudah diperoleh, mudah disimpan, dan mutunya masih dalam batas yang dapat ditolerir. Namun kenaikan harga pakan komersial kini sudah harus dijadikan bahan pertimbangan utama. C. PEMBUATAN PAKAN Faktor biologi, terutama bukaan mulut dalam kaitannya dengan umur harus diperhitungkan dalam pembuatan pakan, butiran pakan yang terlalu besar dibandingkan dengan lebar bukaan mulut sangat mengganggu kemampuan makan sehingga lebih banyak pakan terbuang dan mencemari media budidaya sebaliknya, ukuran butiran pakan yang terlalu besar dibandingkan lebar bukaan mulut cenderung meningkatkan pembentukan energi untuk melahap pakan. Berlainan dengan pakan udang, pakan bandeng tidak terlampau memerlukan attractant (aroma pemikat) atau water stability (stabilitas dalam air) karena bandeng langsung melahap makanan yang terlihat. Hanya saja kalau pakan yang dilahap terlampau kasar akan dimuntahkan lagi. Bahan yang digunakan harus halus dan lolos hanya dari saringan ukuran 60 mesh dalam hammer mill (mesin pembuat tepung). D. PEMBERIAN PAKAN Dalam budidaya bandeng secara intensif sepenuhnya mengandalkan pada pakan buatan dengan kandungan proteinnya berkisar 20-30%. Umumnya pakan diberikan sebanyak 10-30% dari total bobot ikan/hari. Waktu pemberian pakan dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit agar pakan tidak banyak terbuang. Pemberian pakan dapat juga dengan metode satiasi ( sekitar 90% ikan dalam kondisi kenyang).

6 2. PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PREDATOR DAN PENYAKIT BANDENG Selain memberi pakan, kesehatan dan kebersihan tambak juga harus dijaga agar ikan tidak mudah terserang penyakit. Dan juga harus dijaga dari predator yang dapat menurunkan kualitas bandeng. A. PENYAKIT PADA BANDENG DAN CARA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHANNYA Dalam kondisi air yang jelek, ikan dapat mengalami tekanan (stress) sehingga mudah terserang oleh penyakit. Perkembangan penyakit dan parasit dipacu seiring dengan memburuknya kualitas lingkungan perairan. Tingginya timbunan bahan organic yang berasal dari sisa pakan dan kotoran bandeng merupakan media yang cocok bagi perkembangan parasit dan bakteri, dan timbunan bahan organic dan kotoran itu juga akan membusuk dan menghasilkan gas-gas berbahaya. Selain itu, penurunan daya tahan tubuh ikan juga menjadi faktor yang dapat membuat bandeng cepat diserang penyakit. Bandeng pada umumnya sangat resisten terhadap serangan penyakit. Penyakit yang sering menyerang bandeng adalah sebagai berikut : 1. Cold ( Pilek ) Dikenal dengan nama cold atau pilek yang biasa berjangkit pada saat terjadinya perubahan cuaca mendadak (hujan deras atau penurunan suhu air). Tanda-tanda serangannya tiba-tiba bandeng menjadi lemah, nafsu makannya berkurang dan warna kulit menjadi pudar yang tampak nyata setelah 2-3 hari. Penyakit ini jarang berakibat fatal, tetapi dapat memperlambat pertumbuhan dan dapat meningkatkan peluang untuk dimangsa predator. Cara pencegahannya dengan memberikan pakan yang bernutrisi tinggi, dan menjaga suhu air. 2. Vibriosis (Haemorrhagic Septicemia) Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibriosis SP, gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip dan bagian perut bengkak oleh cairan. Cara menanggulanginya dengan direndam selama 24 jam pada air yang sudah diberi Furanace dengan dosis 0.2-0.5 ppm. Atau dengan direndam di air yang diberi Oxolinic acid dengan dosis 0.5-1 g/kg/hari. 3. Penyakit Oleh Bakteri Penyakit oleh bakteri seperti pembusukan pada sirip, yang gejalanya pembusukan dimulai dari bagian tepi sirip. Cara penanggulangannya dengan direndam selama 3 hari di air yang sudah

7 diberi Sulfamerazine dengan dosis 0.26 g/kg ikan, atau dengan mencampur pakan dengan Oxytetracylin dengan dosis 50 mg/kg ikan/hari. Perawatan wadah budidaya dan pengelolaan pakan yang benar merupakan syarat utama untuk mencegah perkembangan parasit dan penyakit. Cara menstabilkan daya tahan tubuh bandeng agar tidak terserang penyakit adalah dengan memberikan pakan yang bernutrisi. Maka cara pengendalian atau pencegahan penyakit harus menitikberatkan pada 2 faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara) dengan dosis 5 botol/Ha atau 25 gr (2 sendok makan)/200 m 2 yang mengandung unsure mineral dan asam-asam organic penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam tambak dan unsure mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk memenuhi nutrisi dalam jumlah yang ideal perlu diberikan pakan yang sesuai serta dengan penambahan NASA pada pakan Buatan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.

B. PREDATOR YANG MENYERANG BANDENG DAN CARA PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHANNYA Predator ikan adalah hewan pemangsa yang secara sengaja maupun tidak masuk ke kolam/tambak dan memangsa ikan-ikan yang dibudidayakan. Jenisnya bisa berupa ikan lain yang lebih besar, hewan air jenis lain, hewan darat atau bisa juga beberapa jenis serangga. Predator jenis ikan antara lain kakap (Lates calcarifer), bandeng laki-laki/payus (Elops hawaiensis), ikan gabus (Ophiocephalus striatus), belut (Monopterus albus Zuiew), lele (Clarias batrachus), dan masih banyak lagi. Sebagian besar dari ikan predator tersebut juga merupakan ikan konsumsi dan ikan budidaya. Ikan predator masuk ke kolam/Tambak biasanya bersama dengan aliran air lewat pintu pemasukan. Cara menanggulanginya adalah dengan memasang serubung atau saringan pada pipa pemasukan air. Kakap dan payus yang masuk ke dalam tambak biasanya bersamaan waktu penebaran nener (benih bandeng). Karena antara nener dan benih payus sulit dibedakan. Selain ikan predator, jenis hewan pemangsa lainnya adalah ular, katak, burung dan beberapa jenis serangga seperti pianggang air, kumbang air. Kolam yang jarang dikontrol atau pembudidayaan secara ektensif mudah sekali diserang predator. Tetapi untuk tambak yang dikelola secara intensif mudah untuk mengendalikan predator. Cara pengendalian ular yaitu dengan

8 memasang pagar kawat kasa setinggi kurang lebih 50 cm terutama dibagian yang sering dilalui ular kalau menuju tambak. Serangga pemangsa ikan cukup berbahaya karena merusak telur dan anak ikan dengan cara mengisap cairan. Cara penanggulangannya dengan membersihkan rumputrumput yang tumbuh liar di sekitar kolam/tambak. Dan dalam melakukan pendederan sebaiknya dilakukan di kolam sendiri yang bebas dari serangga pemangsa. Predator berupa katak umumnya memangsa benih-benih ikan yang masih kecil, pemberantasannya bisa dilakukan dengan penangkapan satu persatu dengan menggunakan serokan jarring.disamping itu telur-telur katak yang mengapung di air juga perlu dibersihkan. Burung bisa diberantas dengan menggunakan perangkap.

IV. KESIMPULAN
Dalam membudidayakan bandeng secara intensif kita tidak terlepas dari pemberian pakan pada bandeng, pakan pada bandeng harus memenuhi standar pakan bernutrisi agar bandeng tetap sehat dan berkualitas serta agar tidak mudah terserang penyakit yang dapat membuat kualitas bandeng menurun, kita juga harus selalu mengontrol tambak dari berbagai jenis predator yang merugikan.

V. PENUTUP
Sebagai karya tulis yang dibuat manusia, makalah ini tidak terlepas dari kekurangankekurangan serta kekeliruan baik yang bersifat tekhnis redaksional maupun substansial dalam penyusunannya. Oleh karena itu untuk melengkapi kekurangan-kekurangannya kami harapkan kritik dan saran dari teman-teman selaku pendengar dan pembaca. Dan sebelumnya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

9

DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Taufik.1998.Budi Daya BANDENG Secara INTENSIF.Maros : Penebar Swadaya
Irawan, Agus.2004.Menanggulangi Hama & Penyakit Ikan.Solo : C.V. Aneka

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->