1.

ALAT PERKEMBANGBIAKAN REPTIL Reptile mempunyai alat kelamin jantan dan betina yang terpisah pada dua individu. Alat perkembangan pada kadal jantan adalah: a. testis, jumlahnya sepasang, berfungsi sebagai penghasil seperma. b. Epididymis, merupakan saluran yang berkelok-kelok yang keluar dari testis c. Vas deferens, merupakan lanjutan dari epididymis tidak berkelok-kelok dan menuju ke cloaca d. Hemipenis, merupakan penonjolan dinding cloaca, berfungsi sebagai alat untuk memasukan seperma pada tubuh betina (kopulasi) Alat kelamin pada kadal betina a. Ovarium, jumlahnya sepasang, berfungsi sebagai penfhasil sel telur e. Oviduct, merupakan saluran sel telur dari ovarium, dindingnya tipis dan banyak mengandung kelenjar yang memberi kulit ovum setelah dibuahi. f. Cloaca, merupakan muara saluran kelamin, saluran pencernaan, saluran ekskresi. 2. PROSES PEANGEMBANGBIAKAN REPTILE Pembuahan pada reptile berlangsung didalam tubuh betina. Pada saat kopulasi hemipenis kadal jantan dimasukan kedalam cloacal betina dan seperma jantan dipancarkan untuk membuahi sel telurdalam tubuh kadal betina. Telur yang telah dibuahi akan mengandung zigot yang akan berkembang menjadi embrio. Telur tersebut akan dipertahankan hinga menetas didalam tubuh induk betina, kemudian muda keluar melalui cloaca, sehingga induk betina kadal tampak seperti melahirkan, sehinggta disebut ovovivirar.

Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis.Reproduksi Reptil (Reptilia) Kelompok reptil seperti kadal. telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. . Hewan reptil seperti kadal. iguana laut. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. seperti ular garter dan kadal. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). yaitu epididimis. Pada kebanyakan jenis reptil. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya. hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina. ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Umumnya reptil bersifat ovipar.

Cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari reptil adalah herpetologi. Reptilia adalah tetrapoda (hewan dengan empat tungkai) dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik.Reptil (binatang melata) adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya. Sphaerodactylus ariasae) hingga berukuran 6 m dan mencapai berat 1 ton (buaya air asin. Crocodylus porosus). Reproduksi pada reptil Jantan • • • • Betina • • • Memiliki sepasang ovarium Memiliki saluran telur (oviduk) Berakhir pada saluran kloaka Memiliki alat kelamin khusus : HEMIPENIS Sepasang testis Memiliki epididimis Memiliki vas deferens . garhial. Ukuran reptil bervariasi. dan saat ini mereka dikelompokkan sebagai: • • • • Ordo Crocodilia (buaya. Sekarang ini mereka menghidupi setiap benua kecuali Antartika. penyu. ular dan amphisbaenia ("worm-lizards")): sekitar 7. Reptil vivipar memberi makan janin mereka menggunakan sejenis plasenta yang mirip dengan mamalia. dari yang berukuran hingga 1. caiman.900 spesies Ordo Testudinata (kura-kura. dan alligator): 23 spesies Ordo Sphenodontia (tuatara Selandia Baru): 2 spesies Ordo Squamata (kadal. dan terrapin): sekitar 300 spesies mayoritas reptil adalah ovipar (bertelur) meski beberapa spesies Squamata bersifat vivipar (melahirkan).6 cm (tokek kecil.

1993). alat pendengaran tidak berkembang. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular. lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk identifikasi. Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo. Kloaka dengan celah melintang terdapat pada Ordo Squamata yaitu Sub-ordo Lacertilia dan Sub-ordo Ophidia. Ada dua tipe kloaka yang spesifik untuk ordo-ordo reptilia. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan. 1993). Pada anggota lacertilia. 2 atrium dan 2 ventrikel. Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda. Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Kura-kura. Saluran ekskresi Kelas Reptilia berakhir pada kloaka. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit (Zug. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Pada saat jouvenile. beberapa Sub-ordo Ophidia. 1993).Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinarmatahari. Squamata . Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru (Zug. Reptil merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan peru-paru. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. (Zug. dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia. Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. reptil memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur untuk menetas. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia. yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara) Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia. dan Bulus). Untuk mengatur suhu tubuhnya. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. Pada beberapa jenis lainnya. yang kemudian gigi telur tersebut akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi. Semua reptil memiliki gigi kecuali pada ordo testudinata. bebepapa anggota Ordo Testudinata. Kloaka dengan celah membujur yaitu terdapat pada Ordo Chelonia dan Ordo Crocodilia. Mata pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. sub terran pada sebagian kecil anggota Sub-kelas Ophidia. semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia.

dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya.(Contohnya: Serpentes. dan Caiman). Senyulong. Lacertilia. Aligator. Sistematika Adapun klasifikasi kelas Reptilia dan anggota-anggotanya adalah sebagai berikut: Kingdom : Animalia Phylum : Chordata Kelas : Reptilia Ordo : Testudinata/Chelonia Ordo : Rhynchocephalia Ordo : Squamata Ordo : Crocodilia .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful